Target Wisman 2018 Meleset Tapi Kemenpar Optimis Jumlah Devisa Tercapai

0
141

Biro Komunikasi Publik menjadi juara umum penghargaan Win Way kategori ASN yang diterima langsung oleh Guntur Sakti, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata dari Menpar.

JAKARTA,bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan target 17 juta wisman tahun 2018 meleset, kemungkinan terbesar tercapai 16 juta wisman akibat sejumlah bencana alam di tanah air.

“Meski target wisman tak tercapai, namun  untuk target devisa diproyeksikan mencapai US$ 17,6 miliar dengan perhitungan capaian 16 juta wisman dikalikan rata-rata pengeluaran per kunjungan (Avarage Spending per Arrival/ASPA) US$ 1.100/wisman,” kata Menpar Arief Yahya pada Jumpa Pers Akhir Tahun ( AJPT) 2018 di Balairung Sapta Pesona, Kemenpar.

Dia mengaku Gempa di Lombok, Polemik Zero Dollar Tours di Bali, Gempa Palu dan jatuhnya pesawat Lion JT 610 menjadi penyebab kunjungan wisman ke Indonesia yang rara-rara sudah mencapai 1,5 juta orang per bulan langsung turun.

Gempa Lombok kedua pada 5 Agustus 2018 langsung terjadi pembatalan kunjungan wisatawan sebesar 70% pada keesokan harinya. Rata-rata kehilangan 1000 kunjungan wisman atau 500.000 wisman selama 5 bulan. Belum lagi musibah jatuhnya pesawat Lion Air serta polemik zero dollar tour yang menghantam Bali. Total imbasnya kita kehilangan 1 juta kunjungan wisman di tahun ini,” terang Menpar.

Capaian angka sementara jumlah kunjungan wisman periode Januari hingga Oktober 2018 secara kumulatif sebesar 13.240.827 atau tumbuh 11,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 lalu sebesar 11.830.738.

Meski target kunjungan meleset, tapi Menpar Arief Yahya masih optimis dengan proyeksi perolehan devisa sebesar US$ 17,6 miliar tahun ini akan menempatkan sektor pariwisata berada di posisi teratas penghasil devisa. Posisinya bisa sejajar CPO (Crude Palm Oil) yang saat ini berada di posisi teratas.

“Jangan-jangan pariwisata malah menjadi nomor satu karena proyeksi nilai ekspornya tahun ini mencapai US$ 17 miliar. Hal Ini sesuai dengan program Presiden Jokowi yang telah menetapkan Pariwisata sebagai core ekonomi bangsa,” ungkap Menpar Arief.

Bukan itu saja. Pariwisata Indonesia pun semakin diakui dunia. Di tahun 2018 World Travel & Tourism Council (WTTC) menempatkan Indonesia di posisi ke-9 negara dengan pertumbuhan wisman tercepat di dunia nomor 3 di Asia dan nomor 1 di Asia Tenggara. Kunjungan Wisman ke Indonesia tumbuh 22%.

Angka tersebut berarti 3 kali lipat dibanding rata-rata pertumbuhan regional Asia Tenggara (7%). Bahkan pertumbuhan dunia saja hanya 6%. Bukan itu saja, Indeks daya saing Pariwisata Indonesia pun ikut didongkrak. Dari peringkat 70 dunia di tahun 2013, meroket ke posisi 42 besar di 2017.

“Tahun 2018 kita memperoleh 66 penghargaan dari lembaga-lembaga yang credible. Kemenpar pun terpilih sebagai The Best Ministry Of Tourism atau Best National Tourism Organization (NTO) se-Asia Pasifik di ajang TTG Travel Awards. Kementerian pariwisata terbaik se-Asia Pasifik.” ujarnya.

Untuk pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air yang tahun ini ditargetkan sebanyak 270 juta pergerakan tidak ada masalah karena terus tumbuh bahkan untuk target tahun ini sebanyak 270 juta sudah tercapai pada tahun lalu (2017) sebanyak 270.882.003.

Sedangkan target 2019 mendatang sebesar 275 juta wisnus kemungkinan sudah tercapai pada akhir tahun ini, ujarnya optimistis apalagi berwisata telah menjadi lifestyle bagi wisatawan nusantara pula.

Untuk Tahun depan, Kemepar menargetkan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Untuk itu kegiatan Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2018 ini di gelar dengan tema “The Winner Wonderful Indonesia Energy”.

“Tema dipilih karena dinilai bisa menjadi strategi agar bisa menang dengan langkah tidak biasa untuk meraih hasil luar biasa di tahun 2019,” kata Arief Yahya.

Itulah sebabnya untuk mendorong semangat menjadi pemenang, Menpar Arief Yahya juga memberikan penghargaan kepada para pemenang Win Way: Speed, Solid, Smart untuk kategori ASN dan Artefak.

Biro Komunikasi Publik menjadi juara umum penghargaan Win Way kategori ASN yang diterima langsung oleh Guntur Sakti, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata dari Menpar Arief Yahya dan disambut gemuruh oleh kalangan pers yang turut gembira atas keberhasilan tersebut.

Ada juga penghargaan Anugerah Mitra Co Branding baik untuk Resto Diaspora, Corporate, dan Endorser, pameran(exhibition) bertemakan ‘We Are The Champion’ yang memamerkan keber-hasilan program keberhasilan  dari masing-masing satuan kerja. 

Acara lainnya Display co-brandingdisplay Calender Of Event ( COE) dan live entertainment. Acara yang digelar dalam dua hari  itu  juga dimeriahkan dengan launching ‘The Heart of Wonder’ atau  Lomba Foto atas inisiasi fotografer ternama Nurulita Adriani, fotographer yang sukses menggarap foto-foto hajatan Asian Games lalu.

Ada juga  launching Wonderful Start up Academy (WSA) sebuah program inkubasi startup pertama yang bergenre pariwisata, masuk tahun ke dua, launching Korpri Mart  sebagai supermarket yang merupakan produk dari KORPRI sebagai bentuk fasilitas bagi karyawan Kemenpar.

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.