EVENT INTERNATIONAL KOMUNITAS

Garut Internasional Kite Festival 2026 Dapat Sambutan Positif Tokoh Layangan

Layang-layang besar dilangit Nusa Dua, Bali hari ini ( foto: dok Museum Layang-layang Indonesia)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tokoh pelestari budaya dan pendiri Museum Layang-Layang Indonesia, Endang Ernawati Drajat menyambut baik kegiatan Garut International Kite Festival (GIKF) 2026 di Agrowisata Tepas Papandayan, Garut pada 29 Juli- 02 Agustus 2026.

“Saya pernah diajak rapat oleh rekan dari Johor, Malaysia yang ingin berkolaborasi dengan Pemkab Garut. Alhamdulilah tahun ini diwujudkan semoga bisa mendongkrak pariwisata Garut terutama untuk kunjungan wisatawan asing,” kata Endang.

Menurut dia kunjungan ke Garut sudah populer bagi pasar domestik apalagi PT KAI menyediakan layanan Kereta Panoramic dengan rute Gambir (Jakarta) – Garut (PP) melalui layanan KA Papandayan.

“ Banyak komunitas, influencer dan rombongan keluarga memilih berwisata ke Garut sehingga Festival layang-layang bertema “Where Nature & Culture Meet The Sky” ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari penuh dan diharapkan menjadi salah satu event pariwisata unggulan di Jawa Barat tahun depan.

Festival ini menampilkan pertunjukan internasional yang memukau, di mana peserta dari berbagai negara akan memamerkan keahlian mereka menerbangkan layang-layang raksasa dengan desain unik.

Selama lima hari, selain atraksi utama layang-layang, pengunjung juga akan disuguhkan berbagai pertunjukan budaya, aktivitas interaktif, workshop pembuatan layang-layang, serta hiburan musik dan kuliner khas Garut.

Berlokasi di Kecamatan Cisurupan Garut, dengan menempuh perjalan kurang lebih 30 sampai 45 Menit dari pusat kota Garut, pengunjung bisa langsung menikmati indahnya pemandangan langit Garut dengan beragam layang-layang.

Pemilihan tanggal bukan tanpa alasan, festival internasional ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus karena iklim cuaca Indonesia sendiri sudah memasuki musim panas dan sangat mendukung pelaksanaan festival layang-layang.

Menurut penyelenggara, GIKF 2026 bertujuan tidak hanya sebagai hiburan semata, tetapi juga untuk mempromosikan potensi wisata alam dan kekayaan budaya Garut ke tingkat internasional.

Tiket sudah mulai dijual secara eksklusif melalui platform Loket.com. Tersedia dua kategori tiket: Daily Pass (Tiket Harian) untuk dewasa:Rp20.000/hari, Anak-anak (tinggi di atas 110 cm): Rp10.000/hari.

Tiket Full Event Pass (Tiket 5 Hari) untuk dewasa: Rp75.000/ orang, anak-anak: Rp35.000. Harga tiket yang sangat terjangkau ini diharapkan dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, termasuk keluarga yang ingin menikmati pengalaman liburan edukatif dan menyenangkan.

 

Atraksi khusus seperti layang-layang berukuran raksasa berbentuk paus, naga, dan berbagai karakter internasional diharapkan menjadi daya tarik utama.

Panitia juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung, termasuk area camping, food court, panggung hiburan, dan zona anak-anak. Keamanan dan kenyamanan pengunjung menjadi prioritas utama.

Garut International Kite Festival 2026 diproyeksikan akan menjadi magnet baru pariwisata Jawa Barat dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar

Endang berharap Pemda lain juga memilih event eksibisi atau festival layang-layang untuk menjaring terutama wisatawan mancanegara sehingga dikenal para kiters mancanegara.

Johor, sebagai negara bagian di Malaysia yang terletak di selatan Semenanjung Malaya. berbatasan dengan Pahang, Melaka, dan Negeri Sembilan sudah 28 kali menyelenggarakan festival internasional,” kata Endang.

Dia mengapresiasi kerja penyelenggara yang melibatkan kalangan UMKM karena jangkauan mereka menjadi luas dengan kehadiran wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara ke lokasi yang dikelilingi perkebunan.

“ Saya optimistis selain pariwisata, produk unggulan Garut mulai dari dodol, produk fashion dari kulit hingga kuliner akan terangkat melalui event ini,” kata pendiri Museum Wayang yang memiliki aktivitas global ini.

Endang tidak hanya sekadar mengoleksi, tetapi juga aktif mewakili Indonesia dalam berbagai festival dan eksibisi layang – layang di Asia, Afrika, hingga Eropa.

“ Hari ini 7 Juni 2026 ada eksibisi dan 4 orang staf museum menerbangkan koleksi layang-layang kami di Nusa Dua, Bali, bertema biota laut yang diselenggarakan pecinta layang-layang dari Bali, Kadek Arnika yang berkolaborasi dengan WWF “ jelasnya.

Pada 21 Juli mendatang, Bali sebagai pintu gerbang pariwisata utama juga menyelenggarakan festival layang-layang internasional sehingga pesertanya dari luar negri bisa diundang sekaligus ke Garut.

“ Kita harapkan daerah lain juga banyak menyelenggarakan kegiatan festival layang-layang sebagai calender of event. Tentu saja harus terkordinasi dengan baik untuk tanggal penyelenggaraan supaya tidak tumpang tindih dengan lokasi yang banyak angin tentunya,” tutup Endang Ernawati Drajat yang rajin menyelenggarakan workshop tentang layangan ini menutup obrolannya.

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)