Uncategorized

Sri Sultan Launching Aplikasi Visiting Jogja, Langkah Awal Pengembangan Digital Ecosystem

Sri Sultaln H B X bersiap menempelkan telapak talnhlan di layalr tanda peresmian aplikasi Visiting Jogya.

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Pandemi Covid-19 menimbulkan perlambatan yang signifikan secara multiplier effect kepada sektor yang terhubung langsung dengan pariwisata seperti perhotelan, industri kuliner, transportasi, destinasi wisata, bahkan sektor konsumsi rumah tangga.

Namun demikian saat ini pariwisata sudah mulai menggeliat kembali dengan adanya kebijakan maupun tatanan new normal yang telah dipersiapkan dengan protokol kesehatan ketat.

Demikian disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X ketika melakukan launching Aplikasi Visiting Jogja, Kamis (30/12) pagi di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Agenda ini dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Solahuddin Uno dan Kepala Bank Indonesia Tokyo secara daring. Sementara, secara luring, turut dihadiri Sekda DIY, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta, Pimpinan BPD DIY Bupati/Walikota se-DIY serta kepala OPD di lingkungan Pemda DIY.

“Aplikasi Visiting Jogja diinisiasi sejak awal pandemi COVID -19 sebagai langkah adaptasi, inovasi, dan kolaborasi sekaligus untuk menjawab kebutuhan pelayanan kepariwisataan di masa pandemi terutama dalam hal pendataan wisatawan untuk kebutuhan testing dan tracing.

Selain itu, dalam pengembangan aplikasi Visiting Jogja, telah dikembangkan pula berbagai fitur layanan antara lain dalam sistem pemesanan dan pembayaran tiket destinasi wisata, event dan paket wisata,Dinas Pariwisata DIY bekerjasama dan didukung mitra Kantor perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta dan stakeholder pariwisata lainnya.

Telah dikembangkan pula berbagai fitur layanan antara lain dalam sistem pemesanan dan pembayaran tiket destinasi wisata, event dan paket wisata, sistem pembayaran non tunai melalui QRIS Bank BPD Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sistem pembatasan kapasitas destinasi wisata dan event, serta sistem skrining kesehatan wisatawan juga telah terintegrasi dengan sistem PeduliLindungi dan sistem scanner QR code PeduliLindungi.

Lebih lanjut, Singgih menjelaskan bahwa aplikasi Visiting Jogja merupakan satu-satunya aplikasi di Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah terintegrasi dengan sistem Peduli Lindungi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sistem skrining awal kesehatan bagi wisatawan.

Oleh karenanya, sampai saat ini u

saha pariwisata yang tergabung dalam aplikasi Visiting Jogja sebanyak 255 destinasi wisata, 65 restoran dan usaha kuliner lainnya, 110 hotel, dan akomodasi 84 desa wisata 9 paket wisata serta 19 event wisata.

Aplikasi VisitingJogja juga sudah di-download sebanyak 30.681 downloader dan sampai saat ini data jumlah kunjungan atau reservasi wisatawan melalui VisitingJogja sebanyak 3.868.405 wisatawan.

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Miyono dalam sambutanya berharap aplikasi ini akan menjadi lompatan besar di DIY, karena menjadi provinsi yang terdepan dalam menuju digitalisasi.

Dibandingkan dengan beberapa aplikasi sejenis di daerah-daerah lain, Visiting Jogja menjadi aplikasi pariwisata daerah dengan fitur terlengkap dan paling banyak digunakan.

Aplikasi ini, lanjut Miyono, menjadi satu-satunya aplikasi yang memiliki fitur pembelian tiket secara daring dan pencatatan kunjungan wisata sudah cukup.

Dengan demikian keberadaan aplikasi ini tidak hanya bermanfaat bagi wisatawan tetapi juga bagi para pemangku kepentingan serta pelaku industri pariwisata lainnya.

Sedangkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dalam sambutan singkatnya secara daring mengharapkan pariwisata di Yogyakarta semakin lebih bergairah sehingga perekonomian semakin tumbuh yang pada akhirnya kesejahteraan rakyat tercapai dengan sendirinya.

Di bagian lain dalam sambutannya, Gubernur DIY mengapresiasi diluncurkannya pengembangan Aplikasi Visiting Jogja yang merupakan inovasi pengembangan digital ecosystem di bidang pariwisata sebagai adaptasi dan kolaborasi dalam menjawab kebutuhan di masa pandemi COVID-19.

Dengan sinergitas berbagai pihak dan dilaksanakan dengan penuh kebulatan tekad, Gubernur DIY yakin pariwisata di DIY akan pulih dengan cepat.

Terlebih bila sektor kesehatan melalui program vaksinasi dapat terus menekan penyebaran COVID-1, maka kita akan mendapatkan sukses ganda, ekonomi pulih serta rakyat sehat. ”Saya yakin nantinya pariwisata DIY akan pulih dengan cepat,” tandasnya.

 

Satrio Purnomo