Sayang, Restoran & Rumah Makan di Manado Banyak Tak Sertifikasi

0
196

MANADO, bisniswisata.co.id: Selain wisata, Manado juga mempunyai kuliner yang melezatkan juga terkenal kuliner khasnya yang pedas. Banyak para pelaku industri wisata yang memanfaatkan dengan membuka usaha kuliner. Sayangnya belum banyak mengantongi sertifikat. Padahal, ini sangat penting dalam menjaga makanan, kesehatan, sekaligus kualitas kuliner yang disajikan bagi wisatawan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Sulawesi Utara (Sulut), Jhony Lieke berharap Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPPOM) Manado untuk melakukan sertifikasi terhadap usaha kuliner di daerah tersebut.

“Harus demikian sehingga memberikan rasa aman, dan sehat ketika dikonsumsi tidak hanya warga lokal tetapi juga wisatawan,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Sulawesi Utara, Jhony Lieke, dikutip laman Antara, Jumat (27/07/2018).

Sertifikasi yang dilakukan BBPOM Manado, dalam rangka memastikan pangan yang dikonsumsi bebas bahan berbahaya dan sehat ketika dikelola. “Upaya ini hendaknya terus dikampanyekan, disosialisasikan, termasuk mensertifikasi semua rumah makan dan restoran di sekitar tempat tujuan wisatawan yang belum disertifikasi,” tambahnya.

Alasannya, sebut dia belum semua rumah makan atau restoran layak dari sisi kesehatan dalam mengolah ataupun mengemasnya, bahkan ada yang diduga menggunakan bahan berbahaya untuk mengawetkan makanan. “Harus diingatkan menggunakan atau mencampurkan bahan berbahaya akan berdampak buruk bagi kesehatan warga yang mengkonsumsinya,” ujarnya.

Sertifikasi sekaligus memberikan label atau stiker bagi rumah makan yang tidak menggunakan bahan berbahaya dan sehat pengolahannya, akan memberikan dampak positif menunjang industri pariwisata. Apalagi, provinsi berpenduduk lebih dari 2,5 juta jiwa itu telah menjadi salah satu destinasi wisatawan dalam dan luar negeri.

Dampak derasnya kunjungan wisatawan, lanjut dia, setiap hari ada turis yang mengunjungi destinasi wisata yang tersebar di 15 kabupaten dan kota. “Pangan aman dan sehat akan mendukung industri pariwisata, mereka (wisatawan) datang ke sini pasti akan mencicipi makanan khas sehingga keamanan dan kesehatan pangan harus dijamin,” terangnya.

BBPOM Manado baru-baru ini memasang label “Pang Barasa” di Kota Manado di empat titik kawasan kuliner yaitu Bahu Mall, Manado Town Square, Wakeke dan Tikala Baru. Empat daerah ditetapkan sebagai lokus gerakan labelisasi ini yaitu Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon dan Kota Kotamobagu. (NDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.