Pencoblosan Usai, Destinasi Piaynemo Dibuka bagi Wisatawan

0
115
Wisman Milenia di objek wisata Pianemo Raja Ampat Papua (Foto: Repro Google)

SORONG, bisniswisata.co.id: Sempat sehari ditutup bagi wisatawan lantaran Pemilu 2019. Kini usai pencoblosan, destinasi wisata Piaynemo, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat dibuka kembali untuk kunjungan wisatawan.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pendidikan Pambemuk Pengelola Wisata Piaynemo, Brian Fakdawer mengatakan destinasi wisata Piaynemo ditutup pada 17 April demi kelancaran pelaksanaan Pemilu 2019. Juga ditutup agar pengelola destinasi dapat mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) di kampung masing-masing untuk menyalurkan hak suaranya pada pelaksanaan pemilu.

“Selama penutupan, Pengelola sudah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh stakeholder pariwisata terutama travel, homestay, resort, dan kapal pesiar bahwa destinasi Piaynemo telah dibuka. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh operator pariwisata di Raja Ampat yang telah mengikuti surat edaran tersebut sehingga pemilu berjalan dengan lancar,” lontar Brian seperti dilansir Antara, Jumat (19/04/2019).

Piaynemo, salah satu destinasi wisata unggulan di Raja Ampat, Papua Barat yang tak pernah bosan untuk dipandang. Pemandangan lautan biru yang dihiasi batuan karst yang asri, kini dapat dinikmati dari atas tebing. Akses masuk yang telah dibangun membuat Piaynemo kian tersohor. Semenjak booming sekitar tahun 2014, destinasi ini menjadi impian para wisatawan nusantara maupun luar negeri.

Lokasi Piaynemo sekitar dua jam perjalanan dengan speedboat dari pelabuhan Kota Waisai. Sepanjang perjalanan traveler bisa melihat hutan bakau dan pulau-pulau lainnya yang ada di Raja Ampat. Kalau beruntung dan cuaca sedang bagus terkadang lumba-lumba juga bisa terlihat.

Setibanya di dek pulau Piaynemo wisatawan akan disambut toko-toko pedagang lokal yang menjual berbagai macam hal mulai dari makanan, minuman, hingga kerajinan tangan. Bahkan ada yang menjual ketam kenari (Birgus latro), spesies ketam darat terbesar di dunia.

Dari dek traveler harus menanjak lagi menaiki tangga kayu menjelajah hutan tropis untuk bisa sampai ke puncak. Menariknya tangga di Piaynemo dibuat sedemikian rupa sehingga pohon-pohon hutan bisa tumbuh di sekelilingnya tanpa terganggu.

Di tengah jalan tersedia pos-pos untuk beristirahat. Keasrian hutan di Piaynemo sangat dijaga sehingga sepanjang jalan pun banyak himbauan agar turis untuk tidak merusaknya. Contohnya ada tanda Sasi Siri, Sasi adalah sebuah adat khusus di Papua yang berarti larangan untuk mengambil atau merusak sumber daya tertentu, dalam hal ini tumbuhan sirih. Bila dilanggar maka yang bersangkutan harus membayar dendanya.

Setelah sekitar 150-200 meter menaiki tangga, akan sampai di atas pulau Piaynemo dan disuguhkan dengan pemandangan alam istimewa. Gugusan pulau karst berwarna putih kontras dengan warna air yang biru bergradasi hijau. Disediakan juga dek khusus untuk melihat pemandangan dan berfoto-foto. Namun harap sabar dan mengantre bila sedang ramai karena dek yang terbuat dari kayu tidak bisa menampung beban berlebih.

Di kawasan wisata Piaynemo terdapat tempat wisata lainnya yang mendukung dengan harapan wisatawan bisa mengunjunginya, antara lain:

#. Puncak Dapunlol
Puncak ini biasa disebut Harfat Jaya di Misool. Lokasi ini kerap menjadi incaran turis dunia ketika travelling ke Raja Ampat. Traveler dapat melakukan berbagai kegiatan seperti hiking, wisata, fotografi, dan lainnya. Puncak ini juga menawarkan berbagai jenis objek wisata alam seperti karst, flora, laguna, dan lainnya. Puncak ini memang terletak di Misool yang terkenal memiliki pemandangan alam indah, apalagi jika Anda melihatnya dari sisi atas.

#. Pulau Fam
Jaraknya kira-kira 2 jam naik kapal cepat dari Waisai. Di sini kita bisa menikmati kuliner, dan minum air kelapa yang segar. Buat yang suja foto-foto, bisa pose di dermaga kecil yang menghadap ke laut.

#. Desa Saukabu
Pantai yang indah akan menggoda siapa aja bermain pasir dengan cipratan ombak kecil. Kalau ingin lebih lama, bisa juga berenang. Di sini terdapat guest house yang langsung mengarah ke pantai. Bangun tidur, bisa langsung nyebur…

#. Telaga Bintang
Posisinya berdekatan denga Piaynemo. Pemandangannya juga mirip, yaitu melihat berbagai pulau-pulau kecil dari keringgian. Hanya, dibanding Piaynemo, Telaga Bintang tak memiliki tangga dan hanya batu-batu yang disemen untuk dudukan kaki. Meski tidak terlalu tinggi, tapi hati-hati saat mendaki kerena banyak batu karang kecil yang tajam. Oya, disebut Telaga Bintang karena pemandangan di bawah mirip telaga berbentuk bintang.

#. Piaynemo
Ini dia tujuan utama. Jaraknya tidak jauh dari Telaga Bintang. Tapi karena sebagai destinasi utama di sekitar Waisai, tempat ini bisa sangat ramai. Untuk mencapai titik tertinggi, kita harus melewati sekitar 300 ratusan anak tangga. Tapi jangan khawatir, tangganya lebar dan bisa juga buat foto-foto. Selain itu, pemandangan ketika tiba di atas akan menghapus semua keletihan.

#. Pulau Friwen
Jaraknya agak jauh dari Piaynemo, sekitar 1,5 jam dengan kapal cepat. Tapi jaraknya lebih dekat ke Waisai, tempat awal berangkat. Perlu singgah di tempat ini untuk menyegarkan badan setelah mendaki yang melelahkan. Buat anak-anak bisa main ayunan sebelum tercebur ke air.

#. Pulau Misool
Di Misool activity yang lagi naik daun ini, bisa berenang bareng ubur-ubur di Danau Cinta, sebuah teluk yang dikelilingi pulau karang dan pasir jadi bentuknya danau hati. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here