HOSPITALITY INTERNATIONAL LIFESTYLE RISET

Studi Visa Menunjukkan Wisatawan Asia Pasifik Lebih Memilih Destinasi yang Familiar dan Perencanaan yang Fleksibel

Sebuah studi Visa terbaru menunjukkan bahwa wisatawan Asia Pasifik menanggapi ketidakpastian global dengan memilih destinasi yang familiar, menggunakan alat digital untuk perencanaan, dan mencari fleksibilitas dalam pengalaman perjalanan mereka, daripada mengurangi perjalanan.

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Studi Global Travel Intentions (GTI) Visa 2026 mensurvei lebih dari 47.000 orang di seluruh dunia, termasuk lebih dari 17.000 dari Asia Pasifik. Penelitian ini berfokus pada bagaimana pola dan preferensi perjalanan berkembang sebagai respons terhadap perubahan global seperti kenaikan biaya dan ketidakpastian.

Temuan menunjukkan bahwa orang-orang di Asia Pasifik tidak mengurangi perjalanan mereka, tetapi malah merencanakan perjalanan mereka dengan lebih terencana, menekankan keakraban, kepraktisan, dan fleksibilitas.

Preferensi untuk Destinasi yang Familiar

Studi ini menemukan bahwa mayoritas wisatawan Asia Pasifik memilih destinasi di wilayah mereka sendiri. Menurut data, 63% responden melakukan perjalanan ke destinasi di Asia Pasifik, jauh melebihi mereka yang melakukan perjalanan ke Eropa Tengah, Timur Tengah, dan Afrika (16%), Eropa (13%), atau Amerika Utara (6%).

Jepang adalah destinasi terpopuler, menarik hampir satu dari lima (19%) responden, diikuti oleh Australia (7%), dan kemudian Thailand, Korea Selatan, dan Hong Kong SAR masing-masing sekitar 5%.

Ke depan, lebih dari satu dari empat (28%) berencana mengunjungi Jepang dalam 12 bulan ke depan, dengan Australia (16%), Hong Kong SAR (13%), dan Korea Selatan (13%) juga menjadi destinasi populer.

Tren ini menunjukkan bahwa keakraban, kemudahan akses, dan kepercayaan diri dalam perencanaan adalah faktor kunci yang memengaruhi keputusan perjalanan.

Minat pada Pengalaman dan Acara Unik

Meskipun banyak wisatawan memilih destinasi yang familiar, ada juga minat yang kuat pada pengalaman lokal yang unik. Studi tersebut menemukan bahwa 37% responden Asia Pasifik merencanakan perjalanan berdasarkan pengalaman yang berkaitan dengan makanan dan budaya, yang lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 29%.

Selain itu, satu dari empat responden mengatakan mereka akan bepergian untuk acara hiburan dan olahraga langsung besar, seperti Piala Dunia FIFA, Formula 1, dan konser K-Pop.

Penggunaan AI dan Alat Digital dalam Perencanaan Perjalanan

Laporan tersebut menyoroti ketergantungan yang semakin meningkat pada alat digital, khususnya kecerdasan buatan (AI), untuk perencanaan perjalanan.

Hampir setengah (49%) responden menggunakan alat AI untuk menemukan destinasi dan ide, menjadikannya penggunaan AI yang paling umum dalam perjalanan.

Penggunaan lainnya termasuk mengumpulkan ulasan dan rekomendasi perjalanan (41%) dan menemukan tur dan pengalaman lokal (35%).

Para pelancong juga melakukan pengecekan menyeluruh sebelum perjalanan mereka, mempertimbangkan faktor-faktor seperti akomodasi, asuransi, persyaratan visa, dan acara lokal.

Keamanan pembayaran merupakan perhatian yang signifikan, dengan 33% responden memprioritaskannya, diikuti oleh penerimaan kartu (27%).

Penggunaan pembayaran digital tersebar luas, dengan 73% membawa kartu atau dompet seluler dalam perjalanan mereka.

Menyeimbangkan Perencanaan Awal dengan Fleksibilitas

Studi ini menunjukkan bahwa meskipun para pelancong strategis dalam perencanaan mereka, mereka juga menghargai fleksibilitas.

Hampir 79% memesan akomodasi sebelum perjalanan mereka, tetapi hanya 51% yang memesan pengalaman terlebih dahulu, menunjukkan preferensi untuk membuat keputusan setelah tiba.

Pilihan makan dan transportasi juga sering dibuat di tempat, dengan masing-masing 72% dan 65% responden memutuskan setelah sampai di tujuan mereka.

Kesimpulan

Studi GTI Visa 2026 menunjukkan bahwa para pelancong Asia Pasifik beradaptasi dengan ketidakpastian global dengan mencari destinasi yang familiar, memanfaatkan alat digital untuk perencanaan praktis, dan mempertahankan fleksibilitas dalam pengalaman perjalanan mereka.

Temuan ini menyoroti pentingnya pembayaran digital yang aman dan peran AI yang semakin meningkat dalam membentukkeputusan perjalanan di seluruh wilayah.

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)