Lima Kuliner Surabaya Bikin Kangen

this formate

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Surabaya adalah kota yang menarik. Kota ini memiliki suasana yang tidak jauh berbeda dengan Jakarta, namun masih terasa tradisional. Interaksi antar warga yang masih kental budaya Jawa Timur pun menjadi ciri khas dari Surabaya.

Namun, ada satu hal lain yang membuat kota ini terasa begitu candu, yaitu kulinernya. Bila Anda pernah berkunjung ke Surabaya, atau belum pernah sama sekali, berikut ini beberapa kuliner khas yang akan membuat Anda ingin langsung kembali ke Surabaya.

Kuliner khas Surabaya di atas memang bisa Anda temukan di kota lain. Namun tetap saja tidak ada yang seotentik di Surabaya. Lima kuliner Kota Pahlawan ini, seperti dilansir laman Industry, Rabu (23/10/2019), antara lain:

Rawon

Rawon adalah salah satu kuliner khas yang menjadi primadona di Surabaya. Anda bisa menemukan berbagai warung, restoran, atau kafe sekalipun yang menjajakan hidangan berkuah hitam ini. Anda pun bisa menikmati rawon kapanpun. Baik untuk sarapan, makan siang, ataupun makan malam. Diisi dengan irisan daging dan tauge membuat rawon bisa menjadi pilihan sarapan untuk memulai hari. Kehangatannya pun membuat rawon tepat sebagai makan malam. Saat ini cukup banyak rawon dengan cita rasa yang khas, salah satunya Rawon Kalkulator.

Pecel rawon

Sekali lagi, bukan Surabaya kalau tidak menyajikan sesuatu yang unik. Bila Anda sudah biasa menemukan menu rawon, dan nasi pecel sudah menjadi hal yang biasa untuk Anda, maka nasi pecel rawon adalah pilihan tepat bagi Anda. Di atas kertas mungkin hidangan ini terdengar aneh. Tapi rasa pedas bumbu pecel ternyata bisa berpadu sempurna dengan gurih kuah kaldu dari rawon. Rasa unik yang dihasilkan oleh pecel rawon ini juga membuatnya menjadi salah satu menu sarapan favorit di Surabaya.

Nasi bebek goreng

Bila Anda adalah pecinta bebek goreng, maka Anda akan berbahagia saat traveling di Surabaya. Sebab kota yang dipimpin oleh Ibu Risma ini memiliki banyak jajanan bebek goreng yang penuh bumbu. Apalagi kalau Anda menyenangi bebek goreng kering yang krispi. Hidangan nasi bebek dengan ditemani sambal ekstra pedas juga sangat tepat dinikmati untuk makan siang dan makan malam. Baik dengan nasi uduk ataupun nasi putih biasa, menu ini tidak akan mengecewakan Anda. Di beberapa tempat bahkan nasi bebek ditambah taburan serundeng yang membuatnya semakin gurih.

Nasi pecel

Nasi pecel sayur memang menjadi salah satu kuliner khas tanah Jawa. Namun bukan Surabaya kalau tidak memiliki cara membuat nasi pecel menjadi lebih unik. Nasi pecel di Surabaya, layaknya nasi pecel di Jawa Timur, memiliki cita rasa yang lebih pedas. Rasa pedasnya pun tidak sekuat nasi sambal, jadi jangan khawatir. Bumbunya yang pedas dan sayurannya yang kaya serat, dijamin akan melancarkan pencernaan Anda.

Nasi sambal

Surabaya mungkin sering dicap sebagai kota yang panas. Klaim itu sebetulnya masih bisa diperdebatkan. Namun, tidak dengan kepedasan sambalnya. Apalagi menu nasi sambal yang menjadi khas kota pahlawan. Biasanya nasi sambal dilengkapi dengan lauk ayam goreng, lele goreng, telur, dan tempe. Bagi Anda yang bernyali baja, silahkan mencicipi kuliner kaya protein ini. (ndy/Industry)

Matang Kaladan, Pesona Wisata Alam Kayak Raja Ampat

this formate

BANJAR, bisniswisata.co.id: JIKA di Papua Barat ada Raja Ampat, ternyata di Kalimantan Selatan (Kalsel) ada Matang Keladan, desa wisata alam menyerupai Raja Ampat. Desa wisata ini memiliki banyak spot wisata alam di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Kabupaten Banjar yang berada di Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio yang merupakan bagian dari waduk Riam Kanan.

Beberapa tahun terakhir, obyek wisata ini menjadi viral dan populer bagi masyarakat Kalsel. Puncak Matang Keladan dapat dijangkau dengan pendakian ringan sekitar 30 menit dari Desa Tiwingan Lama atau menggandakan sepeda motor.

Saat berada di puncak bukit Matang Keladan, terdapat pemandangan menakjubkan berupa gugusan pulau-pulau kecil di atas waduk Riam Kanan. Di sisi lain kita akan melihat bangunan PLTA Ir PM Noor yang dibangun Pangeran H Muhammad Noor pada 1972 insinyur pertama asal Kalsel yang menjadi Menteri PU pada masa itu.

Di bagian lain deretan perbukitan dan puncak Gunung Kahung berdiri megah. Pemandangan cantik berupa kehidupan masyarakat yang bermukim di pulau-pulau kecil di atas waduk juga menjadi bagian pesona wisata alam Matang Keladan.

“Setiap hari banyak pengunjung yang datang ke puncak Matang Keladan ini. Terlebih saat akhir pekan banyak yang berkemah untuk menikmati keindahan matahari terbit,” ujar Ijul, Ketua Pokdarwis Pesona Riam Kanan, Rabu (23/10).

Obyek wisata ini juga mampu mendongkrak perekonomian warga desa dan dikelola secara baik oleh Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis) dan BUMDes Tiwingan Lama. Kepala Desa Tiwingan Lama, Arbani menyebut obyek wisata Matang Keladan kini telah berkembang pesat dan mulai dikenal dan dikunjungi wisatawan lokal, nasional bahkan mancanegara.

Di Desa Tiwingan Lama ada sekitar 25 spot wisata yang terus dikembangkan masyarakat desa. Nominasi Desa Wisata Terbaik Tingkat Nasional Keindahan Matang Keladan dengan panorama kawasan waduk Riam Kanan memang sangat mempesona. Bahkan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyebut kawasan ini dengan sebutan Raja Lima atau melebihi keindahan Raja Ampat.

Desa Tiwingan Lama yang berpenduduk sekitar 449 keluarga atau 1.500 jiwa ini masuk nominasi desa wisata terbaik tingkat nasional pada 2019. Dalam lomba desa wisata nusantara yang diselenggarakan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Desa Tiwingan Lama masuk 28 besar secara nasional Desa Wisata Nusantara tahun 2019.

Terkait hal ini Tim Verifikasi dari Kementerian Desa dan PDT mengunjungi langsung Desa Tiwingan Lama sekaligus melakukan pengecekan data atau dokumen yang disampaikan kepada kementerian beberapa waktu lalu.

Ketua Tim Verifikasi Desa Wisata Srining Pratiwi mengungkapkan kekaguman atas keterlibatan semua pihak dalam mensukseskan wisata di Desa Tiwingan Lama dan dari 158 desa yang mengikuti lomba Desa Wisata Nusantara 2019, Desa Tiwingan Lama sudah masuk 28 besar nasional.

Srining mengungkapkan ada empat komponen pokok penilaian tim di lapangan seperti fasilitas umum, sistem informasi wisata, sumber daya manusia (SDM) dan industri wisata serta keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Selain itu terkait keamanan dan keselamatan wisata, objek wisata harus dikelola BUMDes, jenis wisata yang ditawarkan kepada pengunjung.

“Juga sejauh mana mampu meningkatkan perekonomian desa, apakah sudah ada kerja sama kemitraan dengan pihak lain, penyerapan tenaga kerja lokal dan sebagainya,” ungkap Srining seperti diunduh laman MediaIndonesia, Rabu (23/10/2019)

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalsel Zulkifli, mengatakan Matang Keladan adalah satu dari sekian banyak desa di Kalsel yang berkembang karena pengelolaan sektor wisatanya. “Kita berharap desa ini bisa meraih prestasi terbaik di tingkat nasional. Meski ada banyak kekurangan dibanding Desa Wisata yang ada di Bali atau Yogyakarta namun Desa Tiwingan Lama cukup bisa diandalkan,” tuturnya.

Tercatat setiap bulannya ada 4.000 sampai 5.000 wisatawan yang datang berkunjung ke Desa Tiwingan Lama. Dan setiap tahun pendapatan dari sektor wisata yang masuk ke kas desa sebesar Rp30 juta. (ndy/MediaIndonesia)

Lonely Planet: 10 Kota Wisata Terbaik 2020

this formate

MELBOURNE, bisniswisata.co.id: Kota Salzburg di Austria, tempat lahir Wolfgang Amadeus Mozart dan lokasi syuting film ‘The Sound of Music’, terpilih sebagai kota wisata terbaik untuk tahun depan versi Lonely Planet. Ada 10 kota wisata terbaik, sayangnya kota di Indonesia tak ada yang lolos

Dikutip dari CNN Travel, Selasa (22/10/2019), Salzburg disebut menawarkan keindahan pemandangan dan keunikan budaya yang pasti menjadi magnet kedatangan wisatawan. Berada di antara utara dan selatan Eropa, kota ini juga dikenal dengan festival musim panas Salzburg Festival. Dalam festival ini turis bisa menikmati pertunjukan musik, teater, di seni budaya di seantero kota.

Kota yang masih padat dengan bangunan berarsitektur Baroque dan kental dengan budaya Jerman-Italia ini juga masuk dalam daftar Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO. Dalam menyusun daftar ini, Lonely Planet memilih kota-kota yang masih jarang dikunjungi wisatawan namun memiliki daya tarik yang khas.

Tim redaksi dan kontributor Lonely Planet diminta memberikan rekomendasi kota-kota pilihan yang lalu disaring untuk masuk dalam daftar yang sudah terbit untuk ke-15 kalinya pada tahun ini. “Kota-kota ini adalah destinasi wisata terbaik untuk menghabiskan waktu pada thaun 2020,” kata Tom Hall, wakil presiden Lonely Planet.

“Tahun ini daftar ‘Best in Travel’ kami memberikan penekanan khusus pada pengalaman wisata yang berkelanjutan di seluruh dunia, memastikan wisatawan akan memiliki dampak positif ke mana pun mereka pergi.”

Selain Salzburg, kota-kota lain yang masuk dalam daftar itu ialah Washington (Amerika Serikat); Kairo (Mesir); Galway (Irlandia)s; dan Bonn (Jerman). Washington masuk dalam posisi ke-dua karena kota ini bakal mendapat sorotan dalam pemilihan presiden pada tahun depan.

Hall mengatakan kalau kota ini selalu menarik untuk dikunjungi, karena ada banyak wisata sejarah yang bisa dinikmati, seperti datang ke Smithsonian Museum.

Kota ke-tiga, Kairo, masuk dengan banyak kejutan. Sebelumnya kota ini dirudung duka karena banyaknya kasus terorisme yang membuat turis enggan datang.
Namun tahun depan Grand Egyptian Museum di Giza akan kembali dibuka. Museum terbesar di dunia ini bakal menyedot banyak turis mancanegara untuk datang.

Selain museum, Kairo juga memiliki banyak objek wisata menarik, mulai dari berkunjung ke pasar tradisional Souk Al Khayamiya untuk belanja sampai wisata kuliner. Sementara itu Galway di Irlandia disebut Hall sebagai kota yang sangat dinamis. Pertunjukan musik dan geliat ekonomi kreatif di sana disebutnya sangat menyenangkan.

Kota yang berpatokan dengan kalender Celtic ini mengadopsi empat musim api; Imbloc, Bealtaine, Lughnasa dan Samhain. Festival seni budaya sudah pasti banyak digelar di sana. Jangan lupakan juga soal keindahan alam liarnya. Nama terakhir di posisi lima teratas yakni kota Bonn di Jerman. Kota ini sempat menjadi ibu kota Jerman Barat sebelum penyatuan Jerman pada tahun 1990.

Di sinilah Ludwig van Beethoven lahir. Hari ulang tahunnya yang ke-250 bakal dirayakan tahun depan dengan banyak festival meriah. Selain itu, bar, kafe, butik, dan galeri seni kekinian sudah pasti banyak ditemui di sini.

Berikut daftar lengkap kota terbaik untuk wisata tahun depan versi Lonely Planet:

1. Salzburg, Austria
2. Washington, D.C., Amerika Serikat
3. Kairo, Mesir
4. Galway, Irlandia
5. Bonn, Jerman

6. La Paz, Bolivia
7. Kochi, India
8. Vancouver, Kanada
9. Dubai, Uni Emirat Arab
10. Denver, Amerika Serikat *CNN travel

Komunitas Food Truck Semarang Lahir Akibat Lapaknya Terusir

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Buat yang sering mengunjungi sejumlah event di Kota Semarang, pasti akrab dengan deretan penjaja makanan yang menggunakan mobil atau kini yang disebut Food Truck. Ternyata Food Truck di Kota Semarang ini tergabung dalam sebuah komunitas yakni Komunitas Food Truck Semarang

Terbentuk sejak 2016, anggota komunitas ini merupakan para pedagang yang lapaknya terusir dari Taman KB (saat ini menjadi Taman Indonesia Kaya). Kemudian agar nggak mengalami kejadian yang sama mereka mengubah cara berdagangnya dengan menggunakan mobil.

“Pemicu terbentuknya komunitas ini cuma karena kita sering terusir kalau sedang berdagang di Taman KB,” ujar Mei Tri Nugroho, ketua Komunitas Food Truck, Sabtu (19/10). Saat ditemui, Mei sedang menggelar Food Truck-nya di halaman perhelatan sirkus “The Greatest 50 Show”.

Awal mula terbentuk, komunitas ini (hanya) memiliki 4 anggota. Tiga tahun kemudian, jumlahnya meningkat menjadi 15 anggota. Untuk saat ini Komunitas Food Truck pergerakannya masih dalam lingkup event-event di Kota Semarang saja. Mei bercerita betapa sulitnya menggelar dagangan ketika pertama kali komunitas ini terbentuk.

“Kami memang masih mengandalkan event-event saja. Terlebih dulu waktu awal-awal begitu sulit sekali. Soalnya komunitas ini kan belum banyak yang tahu, jadi kami lebih banyak jemput bola,” ucapnya seperti dilansir laman Inibaru.id, Selasa (22/10/2019).

Mei dibantu Fitra Rizky dalam menggerakkan Komunitas ini. Meski awalnya kesulitan, lambat laun komunitas ini mulai dikenal khalayak. Termasuk juga pemerintah yang mendukung perkembangan Food Truck di Semarang.

“Pak Hendrar Prihadi (Wali Kota Semarang) sudah mendukung kami. Hasilnya kami diberi ruang untuk menggelar dagangan di acara “Musik On The Street” yang dilaksanakan setiap Jumat malam di depan balai kota dan di acara “Guyub Rukun” pada setiap malam Rabu di depan Gedung Pandanaran,” jelas Fitrah. “Rencana kami juga akan diberi tempat regular, tapi belum diberi kepastian di mana tempatnya,” tambahnya.

Penjaja di Food Truck ini terdiri dari berbagai jenis makanan. Mulai dari takoyaki, sosis bakar, hotdog, dan aneka minuman. FYI, untuk mengisi event, nggak semua anggota Komunitas Food Truck bisa ikutan. Hanya mereka yang menjual dagangan yang diinginkan penyelengara yang boleh mengisi.

“Jelas nggak semuanya. Sesuai permintaan EO acara tersebut. Cuma saya memang me-rolling-nya secara adil. Jadi semua dapat bagian,” tutur Fitrah yang saat ini berdomisili di Kabupaten Semarang.

Bergabung dengan Komunitas Food Truck ini pastinya membawa keuntungan tersendiri. Lebih gampang kalau mau mejeng di sebuah event karena tercatat. Jadi bakal didahulukan dibanding pedagang lain yang nggak tergabung. “Kalau di sini kan, bisa jelas. Kami memberi info mengenai adanya event. Lagipula komunitas ini sudah didukung oleh Pemerintah Kota Semarang,” ungkapnya. (ndy/Inibaru.id)

Rute Legendaris Cinque Terre Dibuka Lagi bagi Turis

this formate

ROMA, bisniswisata.co.id: Kawasan Cinque Terre selalu menjadi magnet kedatangan turis ke Italia. Pemukiman berwarna-warni di tebing yang berbatasan dengan laut berair jernih menjadi pemandangan utama di sini. Belum lagi wisata kuliner dan wine-nya.

Dikutip dari Lonely Planet, Selasa (22/10), rute legendaris menuju Cinque Terre bakal kembali dibuka. Dinamakan Jalan Cinta (Path of Love), rute ini memanjang dua kilometer dari Riomaggiore ke Manarola.

Saat melalui rute ini, turis bakal melihat pemandangan kawasan Cinque Terre yang terakhir kali dilihat pada tahun 2012 sebelum penutupan. Rute ini ditutup pada tahun tersebut karena bencana tebing longsor. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.

Rute Path of Love bakal kembali dibuka pada tahun 2023 setelah perbaikan jalan dan penempatan tanda keselamatan selesai dilakukan. Dana dari perbaikan tersebut berasal dari Kementerian Budaya dan Kementerian Lingkungan Hidup Italia. Perbaikan diharapkan membuat rute semakin nyaman dan aman dilalui.

Rute Path of Love pertama kali dibuka pada tahun 1920. Jika melihat foto-foto jadul kawasan Cinque Terre, kemungkinan besar pemandangan tersebut diambil dari sisi jalan rute ini.

Selain menjaga kebersihan dan menggunakan tabir surya dengan kandungan aman bagi terumbu karang, salah satu tips lain saat berkunjung ke Cinque Terre ialah waspada dengan kendaraan bermotor yang melintas. Kawasan ini memiliki medan jalan meliuk dan curam, sehingga terkadang kendaraan bermotor melaju dengan kecepatan tinggi.

Jadi saat berjalan kaki atau sebelum menyeberang jalan, ada baiknya tengok kanan dan kiri dulu. Gunakan juga alas kaki yang nyaman saat berada di sini, karena jarang ada taksi atau bus yang melintas sehingga turis wajib jalan kaki ke sana ke mari jika tak menyewa mobil atau motor. (ndy)

Kuliner Khas Gorontalo Menggugah Selera, Lhoo…

this formate

GORONTALO, bisniswisata.co.id: Kuliner khas daerah Gorontalo memiliki bahan dan cita rasa yang sangat unik. Daerah Gorontalo yang terletak di sebelah utara Pulau Sulawesi dan lokasinya yang terletak di tepi laut membuat makanannya pun memiliki potensi dari laut yang besar.

Tidak hanya bahan dari laut saja yang membuat makanan khas daerah Gorontalo ini menjadi istimewa. Berbagai bahan dari daratan pun dimanfaatkan dengan baik menjadi berbagai makanan yang lezat dan digemari banyak orang.

Makanan khas daerah Gorontalo wajib dicicipi saat berkunjung ke kota tersebut. makanan-makanan unik yang khas tersebut akan jarang kamu temui di tempat lain. Andaikan ada pun rasanya tidak akan seenak jika kamu mencicipinya langsung di tempat asalnya.

Tercatat ada 7 kuliner khas daerah Gorontalo yang dilansir laman Liputan6, Selasa (22/10/2019) antara lain:

#. Binte Biluhuta

Makanan ini biasa dikenal dengan sebutan Milu Siram. Secara etimologi, Binte atau Milu berarti jagung, sementara Biluhuta dalam bahasa Gorontalo berarti siram. Masakan dari bahan jagung yang dihidangkan dengan kuah kaldu yang sedap. Makanan ini wajib ada saat acara hajatan. Selain berbahan dasar jagung, Binte Biluhuta juga disajikan dengan suwiran ikan tongkol atau ikan tuna yang sudah dibakar atau dimasak terlebih dahulu. Ikan bisa dimasak, umumnya orang-orang pakai yang dibakar. Banyak juga yang pakai udang Untuk memperkaya rasanya, Binte Biluhuta ini menggunakan banyak bumbu dalam pembuatan kuahnya. Selain rempah-rempah, ada pula cabai, daun pepaya, dan jeruk nipis.

#. Ilabulo
Kuliner berbahan utama tepung sagu ini sudah menjadi makanan tradisional khas Gorontalo yang melegenda. Ilabulo merupakan sajian tepung sagu yang berisi campuran telur ayam, ati ampela, daging ayam dan sapi, lalu dibumbui rempah dan dibungkus daun pisang. Setelah dibungkus lalu direbus dan bisa juga dibakar sesuai selera para penikmat kuliner. Maka tak heran jika makanan khas Gorontalo yang satu ini menjadi buruan para wisatawan dari luar daerah. Kamu bisa menemukan Ilabulo di setiap sudut Gorontalo sekarang ini.

#. Ayam Iloni
Ayam Iloni merupakan salah satu makanan khas daerah Gorontalo yang tak boleh dilewatkan, apalagi bagi kamu yang suka dengan menu kaya bumbu, ayam bakar Iloni yang populer di masyarakat Gorontalo menjadi pilihan tepat. Dilihat dari bentuknya, ayam Iloni sepintas tidak berbeda jauh dengan ayam bakar pada umumnya. Perbedaannya terletak pada bumbu khas yang dipadu santan sebelum dibakar. Racikan bumbu rempah seperti bawang merah, bawang putih, rica, kemari, jahe, kunyit, daun serai, daun pandan, dan daun lemon ditumis, dicampurkan dengan santan.

Setelah santan mengental barulah potongan daging ayam dimasukkan dan diaduk agar bumbunya meresap ke dalam daging. Setelah itu, barulah potongan daging ayam dipanggang. Setelah berwarna kecoklatan yang bertanda ayam telah cukup matang, potongan ayam bagian atas kembali dilumuri dengan bumbu santan. Ciri khas Ayam Iloni rasanya gurih karena bumbu santannya. Bagi yang suka pedas tinggal memperbanyak cabe. Makanan khas daerah Gorontalo satu ini tidak bisa dilewatkan saat kamu berkungjung ke Gorontalo.

#. Kue Krawang
Salah satu kue kering yang terkenal sebagai makanan khas daerah Gorontalo adalah kue Krawang atau Karawo. Selain memiliki rasa yang enak, kue Krawang memiliki ciri khas yaitu motif bunga yang berada di atas kue. Motifnya inilah yang membedakan kue Krawang dengan kue kering lain. Dalam membuat kue Krawang, adonan yang sudah jadi selanjutnya dimasukkan ke dalam oven hingga matang. Setelah matang, kue kering tersebut akan dilukis dengan motif bunga tertentu. Untuk adonan yang dipakai untuk melukis terdiri dari gula, putih telur dan pewarna. Kue Krawang menjadi makanan khas daerah Gorontalo yang banyak dibeli. Terlebih menjelang lebaran pesanan kue tersebut bisa meningkat hingga 70 persen dari hari biasanya. Kue Krawang ini juga sangat cocok untuk dijadikan oleh-oleh.

#. Tili Aya
Tili Aya merupakan makanan khas daerah Gorontalo yang disajikan sangat sederhana. Tili Aya terbuat bahan dasar gula merah, dicampur dengan beberapa butir telur, lalu ditambahkan santan kelapa. Setelah semua tercampur, adonan tersebut dikukus hingga matang. Pembuatan Tili Aya ini memang terbilang mudah.

#. Sate Tuna

Makanan khas daerah Gorontalo tentunya memiliki keistimewaan dari bahan lautnya seperti yang satu ini, yaitu sate tuna. Dari penampilannya, mungkin tidak ada yang begitu berbeda dari sate tuna ini. Namun mungkin kamu akan sangat jarang menemukan sate tuna di tempat lainnya. Jika sate pada umumnya menggunakan daging sapi, kambing, atau ayam, maka makanan khas daerah Gorontalo satu ini justru menggunakan daging dari ikan tuna. Dengan daging ikan tuna yang memiliki tekstur yang lembut, tidak seperti halnya daging yang lain, kamu harus menggigitnya secara perlahan agar tidak jatuh.

#. Bilenthango
Bilenthango merupakan salah satu makanan khas daerah Gorontalo yang kerap disajikan saat pesta. Makanan berbahan dasar ikan mujair ini merupakan yang sangat menggugah selera makan karena kelezatannya. Cara pembuatannya pun bisa dikatakan cukup mudah. Kamu hanya perlu menyiapkan ikan mujair segar, lalu bersihkan. Setelah itu, irislah bagian perutnya sampai ke ujung atas dan bawah mengikuti garis sehingga ikan itu tampak terbelah menjadi dua bagian dan melebar. Lalu di atasnya berikan bumbu berupa irisan tomat, bawang merah, tumbukan cabe, dan kemiri. Selanjutnya ambil potongan daun pisang dan taruh pada bagian bawah ikan tersebut untuk dijadikan alas sebelum kamu melakukan penggorengan. Tujuannya adalah untuk meminimalisir risiko gosong. (ndy)

Sejarah Baru Qantas Terbang Panjang New York-Sidney

this formate

SIDNEY, bisniswisata.co.id: Penerbangan komersial tanpa jeda pertama dari New York menuju Sydney akhirnya mendarat setelah menempuh perjalanan selama 19 jam 16 menit. Penerbangan ini membawa 49 penumpang dan awak kabin, yang mengikuti sejumlah eksperimen untuk menilai tingkat kesehatan dan kesejahteraan mereka selama perjalanan.

Data dari eksperimen ini nantinya akan digunakan untuk menentukan rotasi kerja awak kabin dan meningkatkan pelayanan pelanggan pada penerbangan jarak jauh Qantas di masa depan – termasuk Project Sunrise. Uji coba meliputi pemantauan gelombang otak, kadar melatonin dan kewaspadaan pilot, hingga kelas-kelas olahraga bagi para penumpang.

Penerangan kabin dan penyajian makanan juga disesuaikan untuk mengurangi jetlag, sesuai masukan dari para pakar dan peneliti medis yang telah bermitra dengan Qantas. ”Ini adalah salah satu penerbangan pertama bersejarah dalam dunia aviasi. Saya berharap, penerbangan ini dapat menjadi ‘cuplikan’ dari layanan reguler di masa mendatang yang dapat mempercepat perjalanan setiap orang dari satu sisi dunia ke sisi yang lain.” kata Qantas Group CEO Alan Joyce saat mendarat di Sydney,

Dilanjutkan, penerbangan jarak jauh memberikan tantangan tersendiri, tapi hal yang sama terjadi setiap kali perkembangan teknologi memungkinkan kita untuk terbang lebih jauh. Riset yang dilakukan diharapkan dapat menjadi landasan berbagai strategi untuk meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan seiring berjalannya waktu.

Penerbangan malam biasanya diawali dengan makan malam dan pengurangan cahaya. Untuk penerbangan ini, kami mengawalinya dengan makan siang dan membiarkan lampu tetap menyala selama enam jam pertama, untuk menyesuaikan dengan waktu di tempat tujuan. Dengan demikian, kita telah langsung mengurangi efek jetlag.

“Yang telah jelas terlihat adalah betapa banyaknya waktu yang dapat dihemat oleh para penumpang. Pelayanan penerbangan reguler New York – Sydney kami (QF12), dengan satu kali transit, lepas landas tiga jam sebelum penerbangan langsung ini. Namun, penerbangan langsung kami tiba beberapa menit sebelum penerbangan yang berangkat lebih dulu tersebut. Ini berarti kita menghemat waktu secara signifikan dengan mengeliminasi transit,” tambah Joyce seperti dalam keterangan resminya, Senin (21/10/2019).

Kapten Qantas Sean Golding, yang memimpin jajaran empat pilot yang mengoperasikan penerbangan langsung ini mengatakan, ”Penerbangan berjalan sangat lancar. Seiring berlalunya malam, angin sakal sempat menguat dan melambatkan perjalanan. Namun, ini sudah menjadi bagian dari skenario yang kami antisipasi. Kendati lamanya jangka waktu kami mengudara, kami tetap mampu mengoptimalkan jalur perjalanan untuk beradaptasi dengan cara yang terbaik terhadap segala kondisi.

Saat melintasi berbagai wilayah udara, banyak pengendali lalu lintas udara menaruh perhatian pada penerbangan unik ini. “Kami juga mendapat ucapan selamat lepas landas dan selamat datang istimewa dari menara kontrol New York dan Sydney. Ini tidak kita dapatkan setiap hari. Kami sangat puas hasil penerbangan ini. Kami juga gembira bisa mendapatkan berbagai data yang kami butuhkan untuk menjadikan penerbangan ini sebagai sebuah layanan reguler,” kata Kapten Golding.

Dua penerbangan percobaan lain telah dijadwalkan sebagai bagian dari evaluasi Project Sunrise, yakni penerbangan London ke Sydney di bulan November dan satu lagi penerbangan New York ke Sydney di bulan Desember. Emisi dari seluruh penerbangan uji coba ini akan sepenuhnya di-offset. Sementara keputusan terkait Project Sunrise diharapkan dapat dicapai pada akhir tahun depan. (ndy)

Tangkuban Parahu Normal, Kunjungan Wisatawan Dipersilahkan

this formate

LEMBANG, bisniswisata.co.id: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurunkan status vulkanologi Gunung Tangkuban Perahu dari level II yaitu waspada menjadi level I atau normal. Penurunan status itu disertai rekomendasi tidak ada aktivitas di bibir kawah. Karena itu, aktivitas kunjungan wisatawan di objek taman wisata alam tersebut sudah bisa dilakukan mulai Senin (21/10) pukul 09.00 WIB.

Sebelumnya, Kawah Ratu Gunung Tangkuban Perahu mengalami beberapa kali erupsi pada 26 Juli, lalu pada 2 Agustus sehingga PVMBG menaikkan status vulkanologi dari level normal ke level waspada. Dengan kondisi itu, tempat wisata di Gunung Tangkuban Parahu ditutup bagi wisatawan. Dan erupsi terakhir terjadi pada 7 September 2019. Hingga satu bulan terakhir, menurutnya erupsi sudah tidak teramati lagi.

Kepala PVMBG Kasbani mengungkapkan, berdasarkan data visual dan evaluasi yang dilakukan secara komperhensif. Status Gunung Tangkuban Perahu diturunkan menjadi normal. Selain itu, aktivitas wisata bisa kembali dibuka secara normal.

“Pada hari ini 21 Oktober 2019 terhitung sejak jam 09.00 WIB dinyatakan Gunung Tangkuban Perahu diturunkan dari level II waspada menjadi level I normal. Dengan rekomendasi tidak ada aktivitas di bibir kawah dan masuk di kawah aktif,” papar Kasbani seperti dilansir laman AyoBandung, Selasa (22/10/2019).

Menurutnya, berdasarkan data pemantauan visual diketahui tidak terjadi erupsi, tidak terdapat emisi abu dan embusan gas relatif stabil dan rendah. Sementara itu, dari sisi instrumen seismik, getaran, dan deformasi kembang kempisnya gunung menurun dan stabil.

Ia menambahkan, tidak ditemukan data indikasi akan terjadi inflasi pengembungan. Kemudian gas vulkanik yang keluar di sekitar bibir kawah relatif kondisinya di bawah ambang batas dan cenderung menurun. “Gunung sudah normal dan aman. Terpantau bagus dengan sangat baik. Sejak satu bulan terakhir tidak terjadi erupsi apalagi disertai emisi abu. Hanya asap putih dengan ketinggian rata-rata 50 meter,” ungkapnya.

Kasbani menambahkan, sejak 1 Oktober kemarin hingga Minggu (20/10/2019), energi vulkanologi menurun dan stabil serta terjadi deflasi atau pengempisan dari gunung. Artinya, menurutnya, tidak terdapat desakan magma dari bawah gunung. “Dari pemantauan, tidak ada kandungan gas berbahaya relatif di bawah ambang batas dan aktivitas vulkanik menurun dan stabil,” katanya.

Dengan kondisi saat ini, pihaknya mengharapkan masyarakat tetap tenang dan berkoordinasi dengan PVMBG serta pos pemantauan. “Masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan pemda dan mendapatkan informasi PVMBG,” sambungnya. (ndy)

ASEAN Sepakat Samakan Standar Kompetensi Pariwisata

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Negara-negara anggota ASEAN sepakat menyamakan standar kompetensi tenaga profesional di bidang pariwisata. Penyamaan standar itu dilakukan dengan penerapan The ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professionals (ASEAN MRA-TP). Tujuan akhir dari keseragaman standar untuk menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai tujuan wisata terbaik dan berkualitas.

Untuk itu, Kemenpar mengimplementasikan program SDM unggul di bidang pariwisata dengan 3C yaitu Curriculum, Certification, dan Center of Excellence, papar Staf Ahli Menteri Bidang Pengembangan Ekonomi dan Kawasan Pariwisata Kementerian Pariwisata, Anang Sutono seperti dilansir laman Republika, Senin (21/10/2019).

Dilanjutkan, untuk curriculum mengacu pada standar global yakni Tedqual Certification dari UNWTO. Sedangkan untuk certification para lulusan sekolah SMK Pariwisata dan perguruan tinggi pariwisata harus 100 persen mendapatkan sertifikasi MRA-TP agar mudah diterima di pasar tenaga kerja regional tingkat ASEAN.

Dan untuk program center of excellence diterapkan di enam Pergurunan Tinggi Negeri (PTN) Pariwisata di bawah Kemenpar. Di antaranya yakni STP NHI Bandung sebagai center of excellence untuk kuliner, STB Nusa Dua Bali wisata budaya, Poltekpar Lombok wisata halal, Poltekpar Makassar wisata maritim, Poltekpar Palembang wisata olahraga, dan Poltekpar Medan center of excellence wisata geopark, tambahnya.

Ditempat terpisah, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Prof. Azril Azahari menjelaskan memang untuk awal penerapan ASEAN MRA-TP, sangat baik. Namun masih perlu dikembangkan lagi karena baru tersedia 32 job titles saja. “Artinya masih ada yg perlu dipersiapkan lagi,” papar Prof, Azril Azahari saat dikonfirmasi Bisniswisata.co.id, Senin (21/10).

Dilanjutkan, Tedqual Certification dari UNWTO hanya merupakan acuan standar global kurikulum saja, bukan untuk sertifikasi kompetensi profesi di sektor pariwisata. Padahal, yang dibutuhkan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di Indonesia adalah sertifikasi kompetensi untuk profesi pariwisata.

“Khusus untuk SDM sektor pariwisata sampai saat ini kita belum memiliki Perencanaan TK Sektor Pariwisata (Tourism Manpower Planning) yang berdampak pada kesulitan pada hitungan terhadap kebutuhan (demand) dan ketersediaan (supply) SDM kita,” ungkapnya.

Selain itu, sambung dia, kesulitan tersebut diperberat dengan belum adanya sektor pariwisata Indonesia, yang sesuai dengan KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia). “Namun jika dianalisis dari aspek Human Development Index (HDI) dan Human Capital Index (HCI) kita sudah tertinggal dengan negara ASEAN lainnya seperti Singapore, Malaysia, Thailand dan bahkan kini sudah disalip oleh Vietnam,” lontarnya serius. (end/republika)

Kembangkan Wisata Budaya, Indonesia Perlu Belajar dari Singapura

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pemerintah Singapura dinilai memiliki perhatian yang cukup besar dalam menggarap pariwisata budaya (heritage tourism) yang mereka miliki untuk menarik jumlah wisatawan ke negara tersebut. Pasalnya, Singapura lebih serius dalam mengaktualisasikan titik-titik peninggalan sejarah dan budaya mereka. Hal itu dapat dilihat dari bagaimana pemerintah negara kota tersebut memelihara situs bersejarah warisan penjajahan Inggris.

“Banyak gedung-gedung peninggalan kolonial yang masih berfungsi seperti sekarang. Bisa kita lihat seperti gedung bekas kantor pos yang menjadi hotel, ruko-ruko lama, museum seni dan sebagainya. Mereka lebih maju dalam heritage tourism service, dan ini bisa menjadi alat jualan mereka juga,” papar Wakil Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Panca Sarungu dalam siaran pers, Senin (21/10/2019).

Dilanjutkan, di Indonesia juga banyak spot-spot wisata sejarah dan budaya yang bisa dikunjungi wisatawan. Menurutnya, pemerintah Indonesia baik pusat maupun daerah bisa meniru bagaimana keseriusan Singapura dalam hal manajemen pariwisata di bidang ini.

“Untuk mengelola wisata sejarah, kita perlu belajar dari mereka. Namun sebenarnya daya tarik Singapura bagi orang Indonesia lebih mengarah pada wisata belanja, manmade attraction seperti Universal Studio dan lain-lain,” lontarnya,

Sedangkan daya tarik Indonesia bagi wisatawan Singapura adalah panorama alamnya yang masih asli, dan ini yang tidak dimiliki negara-negara yang berorientasi pada pembangunan fisik kota, tambah pria juga menjabat Ketua Umum DPP Masyarakat Sadar Wisata.

Senada dengan itu, Tatiana Gromenko, pendiri Singapore Guide Book (SGB), sebuah digital platform multi-channel mengenai Singapura, mengungkapkan bahwa wisata budaya dan sejarah di Singapura cukup beragam, mulai dari gedung, museum, situs dan sebagainya.

Bahkan menurutnya, di balik lokasi wisata yang sering dikunjungi para pelancong, terdapat nilai sejarah di belakangnya. “Misalnya saja Merlion Park. Banyak sekali wisatawan yang mengabadikan momen mereka di sana karena tempatnya yang estetis, apalagi kalau malam hari. Namun mungkin tidak banyak yang tahu kalau lokasi tersebut dulunya adalah kampung nelayan dan konon merupakan tempat pertama kalinya Sir Stamford Raffles menginjakkan kaki di Singapura,” ujarnya.

Selain itu, Singapura sebagai sebuah negara yang multi etnis menyimpan segudang peninggalan sejarah dari berbagai ras khususnya bangsa Melayu. “Di Singapura banyak sekali masjid-masjid yang sejak zaman dulu yang hingga saat ini masih eksis. Bahkan umurnya rata-rata hampir dua abad, seperti masjid Sulthan, masjid Hajjah Fatimah, dan masjid Omar Kampung. Semua didirikan di zaman kolonial sehingga menjadi prasasti sejarah yang masih diberdayakan sampai sekarang.” papar Tania. (redaksi@bisniswisata.co.id)