Melly Goeslaw Tampil Nyentrik di JFW 2020

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Jakarta Fashion Week (JFW) 2020 resmi dibuka. Gelaran tahunan yang memasuki tahun ke-12 dilaksanakan di Senayan City, Jakarta mulai 22-28 Oktober 2019. Diketahui deretan arti Tanah Air ikut meramaikan panggung runaway ‘You Are A Star’.

Salah satu artis yang mencuri perhatian di JFW 2020 tahun ini, musisi kondang Melly Goeslaw. Melly Goeslaw merupakan salah satu artis yang didapuk menjadi muse dalam fashion show persembahan dari fashion stylish Caren Delano bersama UBS Gold.

Hal ini diketahui publik dari unggahannya di Instagram, Minggu (27/10/2019). Dalam unggahan tersebut Melly Goeslaw terlihat menggunakan make up tak biasa dan gaun nyentrik. Ia juga mengungkapkan pengalaman menariknya selama menjadi muse karya Caren Delano.

Penampilan wanita 45 tahun ini menadapatkan banyak respon positif dari netizen. Tak sedikit juga yang mengungkapkan kerinduannya terhadap gaya nyentrik dari ibu dua anak ini.

Wanita bernama lengkap Meliana Cessy Goeslaw ini mengaku sangat senang diberi kebebasan untuk memakai makeup di JFW 2020. Apalagi Pelantun Sountrack ‘Ada Apa dengan Cinta?’ ini mengungkapkan rasa bahagianya bisa menggunakan makeup secara ugal-ugalan lagi, nyentrik bahkan tampil beda dengan model lainnya yang mayoritas para selebritas.

Para selebiriti yang menjadi muse di antaranya Antonius Ghian, Nadira Adnan, Asila Maisa, Melanie Kartadinata, Wizzy, Ussy Pratama, Wynne Frederica, Maudy Koesnaedi, dan Meisya Siregar. Selain itu ada Fitri Salhuteru, Cynthia Ganesha, Rian Ibram, Ferry Salim, Evan Sanders, Rully Abi, serta Wijaya Saputra.

Dalam penampilannya di JFW 2020 kali ini, Melly bereksperimen makeup bersama makeup artist profesional Anpasuha. Wanita kelahiran Bandung terlihat memukau dengan glitter yang dipadukan dengan makeup nyentrik dan berani di bagian mata. Dipadukan dengan gaun cantik berwarna soft dan pastel membuatnya justru tampil memukau di runway JFW 2020.

Bahkan istri musisi Anto Hood mengaku bahagia merasa mirip manusia laut yang di film ‘The Shape of Water’. . Demi menampilkan yang terbaik di pekan mode terbesar Asia Tenggara tersebut, Melly rela menahan perih di mata akibat glitter selama 2 jam.

Melly Goeslaw yang menjadi salah satu muse Caren mengungkapkan perjuangannya tampil dengan koleksi Caren Delano dan Diana Putri. Melalui media sosialnya, Melly mengungkapkan pengalamannya sebagai muse karya Caren.

“Perjuangan berat hari ini demi Caren Delano dan desainer cantik Diana Putri. Udah Iama gak make up ugal ugalan, malam ini aku dikasih kebebasan sebebas bebasnya sama @anpasuha_official buat eksperimen apa aja. Berasa adik kakak sama manusia laut yang di film ‘The Shape of Water’ happy bangeeeet sih walaupun 2 jam nahan mata pedih kelilipan gliter, tapi kangen juga sih perjuangan kayak gini,” kata Melly dalam Instagramnya. (ndy)

Asyik, Destinasi Wisata Prioritas dapat Pasokan Listrik

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sebanyak 10 destinasi pariwisata prioritas dan 11 wilayah shore connection akan mendapat pasokan listrik dari PLN. Kesepakatan ini setelah PLN meneken tiga Memorandum of Understanding ( MoU) dalam perayaan Hari Listrik Nasional (HLN) ke 74, dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Pelindo III.

“Penandatanganan MoU ini dilaksanakan atas dasar prinsip kebersamaan saling menghormati dan menguntungkan baik dari sisi potensi maupun nilai strategis,” kata Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani dalam keterangan resminya, Senin (28/10/2019).

MoU pertama adalah dengan Kemenpar untuk penyediaan Infrastruktur listrik destinasi pariwisata prioritas. Dalam MoU tersebut, PLN berkomitmen memenuhi kebutuhan listrik total sebesar 241.000 kVA. Adapun 10 Destinasi Pariwisata Prioritas tersebut terdiri dari:

Danau Toba Sumatera Utara (Sumut), Tanjung Kelayang Bangka Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (Jakarta Raya), Borobudur, Jawa Tengah (Jateng), Bromo Tengger Semeru Jawa Timur (Jatim), Mandalika Nusa Tenggara Barat (NTB), Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (NTT), Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sulteng) dan Morotai, Maluku Utara (Malut).

MoU kedua berisi komitmen PLN dalam memasok tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan daya listrik di 11 (sebelas) lokasi Pelabuhan/Terminal PELINDO III guna mendukung kegiatan operasional pelabuhan, dengan pasokan Tegangan Menengah 20 kV (dua puluh kilo volt) dan total daya sebesar 29.892 kVA.

Sementara ke 11 pelabuhan tersebut diantaranya adalah Bagendang Sampit, Kumai, Batulicin, dan pelabuhan Banjarmasin di Kalselteng, Tenau Kupang dan Maumere di NTT, Lembar di NTB, Tanjung Intan dan Tanjung Emas di DJTY, TPS dan Semen Tuban di Jawa Timur.

MoU ketiga dengan PELINDO III adalah tentang sinergi kerjasama bidang energi, logistik, kepelabuhanan dan pemanfaatan lahan idle. Diharapkan melalui kerjasama ini akan terjalin kemitraan dan terwujud sinergi usaha dengan prinsip saling menguntungkan dalam pengembangan dan peningkatan kegiatan dan program kerja, serta terjalinnya hubungan baik jangka panjang antara PLN dengan Kemenpar serta PLN dengan Pelindo III.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Plt Direktur Utama (Dirut) PLN Sripeni Inten Cahyani bersama dengan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Ratman, SH., MPA dan Direktur Utama PT Pelindo III Doso Agung. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Mitos di Destinasi Wisata Jadi Daya Tarik Tersendiri

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Objek wisata di tanah air yang banyak dikunjungi wisatawan nusantara bukan hanya karena memiliki pemandangan yang indah namun turut hadirnya mitos yang melekat di destinasi wisata juga menjadi daya tarik tersendiri. Mitos dari suatu objek wisata bisa beraneka macam jenisnya, ada yang dipercaya membuat enteng jodoh, membawa berkah hingga mitos-mitos negatif yang membawa musibah.

Meskipun statusnya hanya mitos yang bisa dipercaya atau sebaliknya, namun tidak sedikit wisatawan mempercayai keberadaan mitos. Bukti sederhananya, setiap tempat wisata yang dipercaya mendatangkan jodoh dan rejeki, selalu banyak dikunjungi orang-orang yang kemudian melakukan ritual tersendiri di lokasi.

Sedangkan ketika datang ke tempat wisata yang punya mitos negatif, orang akan sangat berhati-hati dan berusaha untuk tidak melanggar mitos yang berkembang dari mulut ke mulut. Selain itu, sebagai seorang wisatawan haruslah paham, tahu betul, mematuhi sekaligus menghormati aturan adat suatu tempat wisata.

Berikut serba-serbi mitos di tempat wisata populer yang ada di Indonesia, seperti dilansir laman TravelKompas dan Travelingyuk, Senin (28/10/2019) antara lain:

Bali
Mitos ini mungkin sering didengar oleh para wisatawan yang pergi ke Pulau Dewata, yaitu tidak boleh menginjak sajen. Umumnya sajen ini terbuat dari janur dan dipenuhi dengan bunga warna-warni serta aneka buah atau jajanan. Sajen-sajen ini memiliki nilai spiritual dan dihormati bagi masyarakat asli Bali terutama pemeluk agama Hindu Dharma. Canang sari merupakan upakara (perlengkapan) keagamaan umat Hindu Dharma untuk ritual persembahyangan setiap harinya. Sajen paling umum dapat dilihat di setiap sudut Bali adalah canang sari. Bentuknya bulat atau kotak dan diisi dengan daun dan bunga warna warni, serta diberi dupa. Ukurannya setelapak tangan.Canang sari dan sajen jenis lainnya mudah ditemukan di setiap perempatan, pagar, pohon besar, tempat suci, bahkan di jalan. Masyarakat Bali percaya jika Canang sari adalah makanan yang disediakan untuk Buta Kala, roh halus yang yang menjadi penunggu pulau tersebut. Masyarakat Bali menghimbau untuk para wisatawan menghormati Canang sari dengan cara tidak menginjak dan menendang, dan melangkahi sajen, terutama dengan niatan sengaja. Hal ini dipercaya dapat mendatangkan musibah bagi pelakunya.

Candi Prambanan

Kebanyakan tempat wisata yang punya mitos putus cinta selalu terkait dengan kisah legenda cinta tak sampai maupun tak terbalas. Nih contohnya satu lagi, Candi Prambanan. Siapa yang tidak tahu dengan legenda kisah cinta Bandung Bondowoso dengan Roro Jonggrang. Sang puteri yang enggan dipinang mengajukan banyak syarat sulit hingga melakukan kecurangan untuk menggagalkan sang pangeran dalam mewujudkan permintaannya. Akhir kisahnya sendiri Bandung Bondowoso tahu jika telah dipermainkan wanita pujaannya. Dalam kemarahannya ia mengutuk Roro Jonggrang menjadi candi menggenapi 1000 candi yang diminta sang puteri. Dari sana pula kemudian muncul mitos bahwa sepasang kekasih yang berlibur ke Candi Prambanan bisa merusak hubungan cinta mereka sama seperti kandasnya cinta Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang.

Ranu Kumbolo
Di Gunung tertinggi Pulau Jawa, terdapat danau yang sangat terkenal keindahannya yaitu Ranu Kumbolo. Tempat ini dipercaya masyarakat setempat airnya merupakan air suci. Bahkan, hingga saat ini air suci dari Ranu Kumbolo masih digunakan untuk prosesi ritual suci keagamaan masyarakat di sana . Karena adanya keyakinan masyarakat mengenai air suci Ranu Kumbolo, maka ada aturan-aturan yang harus ditaati oleh para pendaki, seperti tidak boleh mandi dan mencuci. Selain itu, semua kegiatan harus dilakukan dalam jarak sekira 10 meter dari bibir danau, termasuk mendirikan tenda. Larangan tersebut juga dibuat untuk keselamatan para pendaki. Suhu airnya tidak bisa diprediksi dan cukup ekstrem bisa menyebabkan kram dan ganguan tubuh lainnya. Seperti terjadi pada tahun 2005 ketika seorang pendaki ada yang nekat berenang. Ia kemudian kram dan tenggelam. Jenazahnya baru ditemukan tiga hari kemudian.

Baduy Dalam, Banten

Desa adat ini betul-betul memegang teguh adat istiadat, sehingga nantinya para pengunjung pun diimbau menaati peraturan yang ada. Di Baduy Dalam, ada beberapa peraturan yang harus ditaati. Di Baduy Dalam tidak boleh mengambil foto atau pun video. Kemudian jika mandi di sungai tidak boleh menggunakan sabun, shampo, dan pasta gigi. Larangan memotret dan memainkan perangkat elektronik di Baduy Dalam sudah tertera di gerbang masuk Baduy yaitu Desa Ciboleger. Sanksinya pun tertulis jelas yaitu denda dan hukuman dibalik jeruji besi. Selain sanksi tersebut, menurut cerita yang tersebar, pendatang yang berani melanggar aturan adat akan mendapatkan sanksi dari “penjaga” desa. Ada yang mengatakan, hukuman tersebut mengerikan dan dapat membahayakan diri.

Pantai Parangtritis, Yogykarta.

Pantai Parangtritis mungkin merupakan salah satu pantai yang terkenal di Pulau Jawa. Saat wisatawan mengunjungi Yogyakarta, Pantai Parangtritis tampaknya selalu masuk ke dalam daftar destinasi wisata yang ingin dikunjungi. Daya tarik Pantai Parangtritis berkaitan dengan mitos yang beredar bahwa wisatawan yang datang tidak diizinkan memakai baju warna hijau. Sebagai bagian dari Pantai Selatan, Parangtritis dipercaya merupakan area kekuasaan tokoh mitos Nyi Roro Kidul. Konon, wisatawan yang berkunjung ke Parangtritis dengan memakai baju hijau akan diseret ombak suruhan Nyi Roro Kidul. Nyi Roro Kidul konon disebut-sebut senang warna hijau. Meski kamu tidak percaya pada hal mistis seperti ini, sebaiknya saat berkunjung ke suatu tempat, sebagai wisatawan harus menjunjung dan menghormati adat istiadat yang berlaku di tempat tersebut.

Baturraden
Objek wisata Baturraden menyimpan mitos yang tidak ingin dialami oleh semua orang. Jika tempat lain populer dengan mitos melanggengkan hubungan hingga membuat enteng jodoh maka Baturraden mempunyai mitos yang kontradiksi yaitu membuat hubungan menjadi buyar. Bukan hanya di spot-spot tertentu tapi mitos ini berlaku di keseluruhan bagian dari objek wisata di kecamatan Baturraden, kabupaten Banyumas. Konon mitos tersebut sudah ada sejak zaman dahulu. Hal tersebut juga terkait dengan pemberian nama Baturraden yang merujuk pada istilah “batur” yang berarti anak pembantu dan “raden” yang artinya anak bupati. Dikisahkan pada zaman dahulu ada seorang anak bupati yang menjalin asmara dengan anak pembantu. Kisah cinta mereka pun tidak direstui sampai akhir hayat mereka. Warga setempat kemudian percaya dan terus percaya hingga turun-temurun.

Goa Hawang, Maluku Tenggara

Goa Gawang, salah satu Goa yang wajib dikunjungi saat anda berada di Ambon. Goa ini berada di Pulau Keinginan Kec Maluku Tenggara. Goa yang terendam air laut ini memiliki struktur bebatuan yang sangat unik dan indah. Di dalam goa ada sebuah kolam yang jernih berwarna kebiruan menjadi spot yang paling banyak diminati. Kamu juga bisa menikmati pemandangan bawah permukaan air. Goa ini mempunyai mitos dimana jika kamu mengunjungi tempat ini akan bisa segera mendapatkan jodoh atau momongan. Selain kepercayaan itu juga ada cerita mitos yang berkembang di masyarakat sekitar. Konon di dalam Go Hawang terdapar batu yang menyerupai manusia dan dua anjing. Menurut cerita yang beredar, pria tersebut pergi berburu babi hutan bersama kedua ekor anjing. Babi hutan yang diincar mendadak hilang saat memasuki goa. Karena lelah mengejar babi hutan, pria tersebut sempat minum air goa yang ternyata sangat pahit. Ia pun marah dan kecewa hingga mengeluarkan kata-kata kotor, sehingga ia dan kedua anjingnya dikutuk menjadi batu. Intinya, jika berkunjung ke Goa Hawang, wisatawan hendaknya harus menjaga tingkah laku dan perkataannya.

Jembatan Cinta Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor (KRB) punya satu spot foto yang terkenal, yaitu Jembatan Cinta. Jembatan berwarna merah ini sering jadi lokasi foto, selfie, bahkan pre-wedding. Padahal, Jembatan Cinta punya mitos terutama bagi para pasangan kekasih. Mitosnya, pasangan yang melewati jembatan tersebut akan kandas hubungannya. Namun rupanya banyak pasangan yang tidak terpengaruh mitos tersebut. Jembatan gantung tersebut terletak di dekat area komplek makam yang juga ada di Kebun Raya Bogor. Komplek makam tersebut memiliki juru kunci yakni Abdurahman (57) yang 25 tahun menjadi juru kunci di makam tersebut, menggantikan ayahnya. Ia pun telah mendengar mitos tentang Jembatan Cinta tersebut. Dari sekian banyak pengunjung, banyak dari mereka melaporkan bahwa hal itu (hubungan yng kandas) memang terjadi. “Area komplek makam itu memang angker. Bahkan situs-situs bersejarah yang tak terlihat pun ada di sana,
Di sini memang angker. Tapi angker hanya untuk orang yang sembrono, sembarangan, dan tidak hormat,” tandasnya.

Pohon Cinta Pulau Kemaro

Ada yang berbeda dengan aliran sungai Musi yang membelah wilayah Palembang. Alirannya dipisahkan oleh sebuah pulau kecil yang ada di tengah sungai bernama Pulau Kemaro. Keberadaan pulau ini terkait dengan kisah yang begitu melegenda di kalangan warga sekitar yang mana pulau tersebut menjadi bukti cinta putri raja bernama Siti Fatimah dan saudagar Tionghoa bernama Tan Bun An. Di tengah-tengah pulau Kemaro tumbuh dua sepasang pohon yang dipercaya sebagai Pohon Cinta Siti Fatimah dengan Tan Bun An. Lambat laun mulai beredar mitos, jika menuliskan nama kita beserta nama pasangan di pohon tersebut niscaya cinta mereka akan abadi. Akibat kepercayaan ini Pohon Cinta Pulau Kemaro menjadi kumuh dan rusak akibat penuh dengan coretan. Dari sana kemudian pohon ini diberi pagar biar tidak dicoret-coret wisatawan.


Air Terjun Mata Buntu, Luwu Timur
Objek wisata yang terakhir ini memiliki mitos positif dan dipercaya bisa membantu orang mendapatkan berkah keturunan. Adalah Air Terjun Mata Buntu, air terjun nan eksotik di kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Air Terjun ini sangat populer bagi warga Sulawesi dan telah menjadi destinasi wisata favorit di akhir pekan serta di hari libur. Namun beberapa pengunjung yang datang bukan hanya ingin menikmati pemandangan alamnya yang indah saja. Beberapa datang dengan tujuan dan maksud tertentu terutama buat pasangan yang sulit mendapatkan keturunan. Mereka datang ke air terjun dengan harapan bisa segera mendapat keturunan. Tak heran mengingat Air Terjun Mata Buntu menyimpan mitos kesuburan. Di undakan paling atas dari air terjun ini ada batu yang bentuknya menyerupai alat vital pria. Batu itulah yang dipercaya dapat membantu mendapatkan keturunan. (ndy/TravelKompas/Travelingyuk)

Berwisata ke Baduy Ikuti Aturan Adat & Jangan Nekad

this formate

LEBAK, bisniswisata.co.id: Akhir pekan kemarin, publik dikejutkan dengan berita meninggalnya lima siswa SMP saat mengikuti kegiatan study tour yang diadakan pihak sekolah ke suku Baduy Luar di Kabupaten Lebak, Banten. Kelima korban diketahui tewas saat berenang di Sungai Ciujung walaupun telah dilarang oleh perangkat desa setempat. Namun mereka tetap nekad dan tidak mau ikuti aturan adat setempat.

Suku Baduy merupakan salah satu suku di Indonesia yang dikenal dengan adat istiadatnya yang masih kental. Dikurip dari situs resmi Kementerian Pariwisata, suku ini merupakan suku asli dari Provinsi Banten.

Pemukiman penduduk Baduy melintas dari Desa Ciboleger hingga daerah Rangkasbitung. Di kampung adat Baduy, pengunjung dapat melihat dan mempelajari kultur otentik dengan segala kearifan lokal yang masih dilestarikan. Suku Baduy sendiri terdiri dari dua perkampungan besar, yakni Baduy Dalam dan Baduy Luar.

Hal utama yang membedakan kedua suku ini adalah cara menjalankan aturan adat. Baduy Dalam lebih teguh dalam menjalankan adatnya, sedangkan Baduy Luar sudah mulai menerima perubahan zaman.

Wilayah suku Baduy sendiri telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah Lebak sejak tahun 1990. Ketaatan masyarakat Baduy terhadap peraturan adat bukan tak beralasan. Hal ini dapat dilihat dari kondisi Kampung Baduy sendiri.

Sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani ataupun pengrajin anyaman, sehingga kondisi alam dan nuansanya terasa sangat asri karena tak terjamah teknologi maupun pembangunan. “Pengunjung sangat diharapkan menaati adat yang berlaku di sini. Percaya tidak percaya, pelanggar aturan seringkali mengalami kejadian yang tidak diinginkan,” ujar Ibnu, salah satu warga Baduy Luar seperti diunduh laman Kompas, Senin (28/10/2019).

Sebelum pengunjung memasuki kawasan Desa Kanekes, akan terlihat sebuah papan pengumuman di mana tertulis apa saja peraturan yang harus ditaati pengunjung. Terdapat dua papan pengumuman, pertama imbauan untuk pengunjung dan satu lagi adalah tata tertib.

Pengunjung diimbau melapor terlebih dahulu ketika berkunjung. Kemudian diwajibkan menjaga kebersihan, ketertiban dan sopan santun selama berada di lingkungan Desa Adat Baduy. Lalu juga pengunjung yang datang lebih dari pukul 17.00 WIB tidak diperkenankan berkunjung ke Baduy Dalam.

#. Dilarang narkoba

Pengunjung diimbau tidak membawa atau menggunakan narkoba. Serta tidak melakukan tindakan asusila.

#. Tidak buang sampah
Kamu tidak akan menemukan sampah yang berserakan dan dibuang sembarangan di Baduy. Pasalnya, warga di sana selalu menjaga kebersihan kampung sebagai adat. Oleh karena itu, wisatawan diimbau untuk membersihkan dan membawa pulang sampah mereka. Pengunjung juga tidak diperkenankan membawa nasi kotak dengan unsur plastik dan kertas. Serta dilarang membuang puntung rokok yang masih menyala.

#. Aturan mandi
Untuk menjaga kejernihan air, pengunjung tidak boleh menggunakan sabun, sampo, dan pasta gigi saat mandi di sungai, terutama di Baduy Dalam. Selain kebersihan, kawasan ini juga hanya bisa dimasuki sebelum jam lima sore.

#. Tidak menebang
Dilarang menebang atau mencabut tanaman di sepanjang jalan yang dilalui. Selain itu tidak memasuki hutang lindung dan hutan tutupan atau Leuweung Kolot.

#. Aturan perangkat elektronik
Beberapa barang juga dilarang untuk dibawa seperti radio, pemutar musik, senjata api, pengeras suara ke Baduy Dalam. Hal ini ditujukan agar perangkat teknologi tidak mengalihkan perhatian warga dari aktivitas normal.

#. Dilarang foto
Bagi kamu pencinta fotografi, minatmu ini perlu ditunda saat mengunjungi tempat ini. Mengambil gambar maupun video selama berada di dalam area Baduy Dalam tidak diperbolehkan.

#. Meminta izin
Pengunjung juga diharapkan tidak segan meminta izin sebelum melakukan sebuah kegiatan agar tidak melanggar norma adat disana. “Sebenarnya untuk norma ada toleransi dari warga sekitar. Tapi, alangkah lebih baiknya aturan ini dipatuhi, sebagai tanda penghormatan untuk warga setempat,” ujar Ibnu. Menjelajahi tempat baru dapat menjadi pengalaman yang berkesan yang tidak dapat kamu ulangi. Namun sebagai tamu, wisatawan patut memperhatikan adat dan norma yang berlaku di daerah tersebut. (ndy)

Musik Rock di Era Digital

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Perkembangan dan pergeseran teknologi dari analog ke digital dalam memproduksi musik, secara langsung turut mengubah industri musik. Terutama bagaimana musik itu dibuat dan dikonsumsi. Pada era analog, musisi rock Indonesia pernah merasakan manisnya penjualan album fisik. Misalnya God Bless melalui album Semut Hitam pada 1988 dengan total penjualan sekira 400 ribu kopi.

Sedangkan pada era semi-digital Jamrud bisa menembus 2 juta kopi melalui album Ningrat pada 2000. Padi, Dewa, dan Cokelat adalah beberapa band berlabel rock — rock alternatif atau pop-rock — yang pernah mencicipi manisnya era musik dari sisi bisnis sebelum era digital benar-benar bergulir.

Era digital dalam produksi musik ibarat “taman bermain” bagi musisi. Mereka bisa menciptakan efek suara, bereksperimen, dan proses rekaman menjadi lebih praktis. Namun, kehadiran teknologi digital juga mengantarkan masalah. Padahal, sebelumnya kita sepakati bahwa teknologi digital begitu berguna dalam proses produksi.

Permasalahannya adalah ketika format musik digital MP3 begitu mudah diunduh, disebar, dan dinikmati dalam bentuk “bajakan”. “Manis banget, tapi zaman berubah. Masa kaset ke CD tidak terlalu terasa. Tapi ketika CD dihajar MP3, itu terasa banget. Bajakan di mana-mana. Tapi, musik tetap bertahan,” kata pemain bas grup Cokelat Ronny Febry Nugroho kepada Antara, Senin (28/10/2019).

Produk bajakan bukan hal baru dalam industri musik karena sudah sejak zaman kaset pita. Jadi, bukan alasan bagi musisi untuk habis akal meski tetap susah untuk dilawan. Penjualan album fisik pada awal 2000-an terus menurun. Bahkan setelah era itu, tidak ada album yang bisa menembus satu juta kopi hingga 2010. Jangan tanya bagaimana era sekarang, tembus 150 ribu kopi saja sudah mendapat gelar platinum.

Tentu, hal itu adalah dekade yang penuh tantangan untuk pemusik. Lantas bagaimana mereka bertahan dalam periode transisi teknologi dan bisnis itu? “Jangan karena pernah jual satu juta kopi dan sekarang cuma jual 150 ribu, terus jadi lemah dan malas,” kata Ronny.

“Justru itu tantangannya. Bagaimana berkarya saat teknologi terus bergerak. Ada digital, ada streaming, dan bagaimana peluang pada masa depan. Teruslah berkarya, karena karya terbaik akan tetap dicari. Musik tak akan mati. Bisnis lain tidak mati dengan hadirnya digital, bukan?” kata dia.

Eet Sjahranie, gitaris Edane dan mantan personel God Bless, tidak punya resep khusus untuk bertahan di skena musik rock selama lebih 30 tahun, selain semangat untuk terus berkarya. “Kuncinya karena senang. Bukan tak butuh duit. Tapi kalau senang, ya tak kepikiran yang lain. Berkarya saja terus,” kata Eet.

Gitaris nyentrik penggemar band hard-rock Van Halen itu tidak mau ambil pusing soal pergeseran teknologi analog ke digital yang turut mengubah pola pendengar dari kaset ke streaming melalui ponsel. “Digital itu memberikan hal yang praktis,” katanya. “Tidak ada kesulitan dan memang harus ikut zaman.”

Selain pernah sukses bersama God Bless, nama Eet juga pernah berkibar saat Edane merilis album 170 Volts pada 2002 dengan hits “Kau Pikir Kau Lah Segalanya”. Dalam transisi pola rekaman, Eet mengakui Edane pun beradaptasi menuju era digital. “Kami sudah digital sejak 2004. Terakhir yang semi-digital pada 2001. Awalnya masih pakai pita, terus pindah ke digital,” kata Eet.

Streaming

Studi “Music in the Digital Age: Musicians and Fans Around the World ‘Come Together’ on the Net” dari State University Winston-Salem, North Carolina Amerika Serikat, menemukan ada tiga jenis pendengar musik. Pertama adalah pendengar yang siap atau berusaha membeli karya. Kedua adalah yang tidak pernah membeli tapi menikmati musik melalui radio atau televisi. Dan, ketiga adalah penikmat musik bajakan.

Saat penjualan CD menurun dihantam mudahnya akses musik bajakan, teknologi terus berinovasi sampai kemunculan layanan streaming musik. Penikmat musik ilegal tidak perlu membajak musik karena cukup dengarkan melalui aplikasi streaming. Sedangkan pendengar loyal tentu akan tetap membeli album fisik.

Streaming musik juga membuka jendela bagi pendengar musik lainnya untuk mencoba mendengarkan musik-musik baru. Penggemar rock bisa mendengarkan musik jazz atau country tanpa harus membeli, sedangkan musisi tetap mendapatkan haknya dari pemutar digital itu.

Musisi Eddi Hidayatullah atau akrab disapa Eddi Brokoli menilai era musik rock sudah lebih terbuka dan lepas dari pakem-pakem rock terdahulu. “Sekarang, rock semakin ramai. Jika gua punya anak pada era 2000-an, mungkin rak kasetnya berisi Metallica, Pantera, Antrax, Slayer, alias satu genre semua. Bisa juga Sex pistols, The Clash, Ramones, dan kawan-kawannya,” katanya.

“Tapi, anak rock sekarang bisa saja habis dengar Greenday pindah ke Coldplay, dan lain-lain. Mereka tak salah, memang era ini membuat referensi menjadi banyak,” kata vokalis grup musik Harapan Jaya itu.

Sekarang, lanjut dia, semua orang layak menjadi music director karena referensi musiknya banyak. Era musik streaming juga membuka mata penikmat musik untuk menyimak perkembangan terkini. Tanpa harus berburu kaset, cukup pijat layar ponsel. “Saat gua buka Youtube, gua mau tahu the latest band rock. Ternyata, banyak yang gua belom tahu. Ternyata, ada band ini, musik rock sekarang seperti ini. Tapi, ada juga band rock yang lain, yang berbeda,” kata Ronny.

Bukan sekadar membuat musik lebih praktis, era streaming juga memberikan harapan kepada para musikus untuk mendapatkan hak-haknya dari lagu-lagu yang diputar secara digital. “Sejauh ini belum cek detail. Tapi, ada report dari record company kalau memang ada yang masuk dan digital itu ada efeknya,” kata Eet.

Eet, Ronny, dan Eddi menilai era musik streaming membuka peluang seluas-luasnya kepada calon musikus untuk berkarya. Berkat kemudahan digital, musik bisa diproduksi di rumah, didistribusikan lewat platform online, tanpa terikat label rekaman, biaya rendah, efisien, dan dapat menyentuh segmen pendengar secara spesifik.

Satu lagi, melalui platform digital berbasis web, musikus tidak hanya menyuguhkan lagu, melainkan informasi jadwal panggung, musik hingga penjualan merchandise dalam satu paket. “Kuncinya adalah karya. Terus berkarya, nanti ketemu jalannya,” kata Ronny. (ndy)

Taman Nasional Bantimurung Diakui Jadi ASEAN Heritage Park

this formate

MAROS, bisniswisata.co.id: Taman Nasional Bantimurung dikenal sebagai Kerajaan kupu-kupu yang bebas berterbangan. Taman seluas 43.750 hektar di Kabupaten Maros, sangat cocok sebagai destinasi wisata edukasi untuk anak-anak karena berbagai macam spesies kupu-kupu dengan sejuta warna yang cantik dan mengagumkan. Saking kagumnya ASEAN Center of Biodiversity menetapkan Taman Nasional (TN) Bantimurung sebagai ASEAN Heritage Park (AHP).

“Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Yusak Mangetan menerima piagam deklarasi sebagai ASEAN Heritage Park pada acara Sixth ASEAN Heritage Park Conference yang diselenggarakan di Laos, 21-25 Oktober 2019,” kata Karo Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Djati Witjaksono Hadi dalam keterangan tertulis, Senin (28/10/2019).

Penyerahan diberikan langsung Executive Director of ASEAN Centre for Biodiversity Dr Theresa Mundita S Lim kepada Kepala Balai TN Babul Yusak Mangetan yang didampingi Nurhidayah yang merupakan masyarakat lokal dari Desa Pattanyamang, Maros. Dalam kesempatan ini juga digelar dengan tema “Ecotourism: Bisnis and Conservation.

Dijelaskan, Taman nasional itu memiliki berbagai keunikan, yaitu karst, goa-goa dengan stalaktit dan stalakmit yang indah, dan yang paling dikenal yakni kupu-kupu. Bantimurung oleh Alfred Russel Wallace dijuluki sebagai The Kingdom of Butterfly atau kerajaan kupu-kupu.

Taman nasional ini merupakan salah satu tempat tujuan wisata yang menyuguhkan wisata alam berupa lembah bukit kapur yang curam dengan vegetasi tropis, air terjun Bantimurung yang memiliki tinggi sekitar 15 meter dan dikenal sangat unik. Keuikan lantaran airnya seolah-olah mengalir dari gundukan batu kapur besar dengan lebar hampir 20 meter.

Selain air terjun, di Taman Nasional terdapat dua Goa. Goa Mimpi dan Goa Batu yang punya staglatit dan stalagmit cantik dan goa ini dihuni habitat beragam spesies termasuk tentu saja kupu-kupu. Saat ini ada 100-an lebih spesies dengan 20 jenis kupu-kupu yang dilindungi oleh pemerintah karena termasuk dalam kategori langka, seperti Cethosia Myrana, Papilo Adamantius, Troides Haliphron Boisduval, Troides Hypolitus Cramer, dan Troides Helena Linne yang diketahui hanya ada di Sulawesi Selatan.

Dan sebagai pertanda surga bagi Kupu-kupu dibangun Patung Kupu-kupu dengan ukuran cukup besar. Tempat-tempat tersebut tidak pernah sepi pengunjung. Apalagi kalau lagi musim liburan anak-anak sekolah. Juga ada shoppping untuk membeli souvenir kupu-kupu yang diawetkan. Buah tangan itu bisa jadikan bukti kalau pernah menjejakan kaki di Taman Nasional Bantimurung.

Selain itu, ada beberapa spot objek wisata menarik di kawasan Taman Nasional Bantimurung, antara lain:

 Kawasan Pra-Sejarah Leang-leang
Dikawasan ini ada bukti-bukti jika manusia purba itu benar adanya. Kawasan pra-sejarah Leang-leang menyodorkan sejarah budaya peradaban manusia purba – mulai dari berbagai lukisan-lukisan tangan dan berbagai artefak. Kawasan ini didominasi oleh gua-gua berdinding batuan karst yang megah. Tebing-tebing batuan karst tersebut menggantung di langit-langit gua.

 Kawasan Wisata Pattunuang
Wisata Pattunuang menawarkan wisata menguji adrenalin. Berbentuk gua-gua yang mempunyai dinding karst yang cukup terjal namun masih mempunyai kemungkinan besar untuk dipanjat. Obyek wisata ini cocok buat yang suka panjat tebing. Selain bisa dipakai untuk panjat tebing – di dalam gua tersebut ada sungai berbatu yang bisa ditelusuri.

 Kawasan Gua Vertikal Leang Puteh
Spot wisata petualangan paling menantang yang ada di Taman Nasional Bantimurung. Berlokasi di Desa Labuaja, spot yang dimaksud adalah gua vertikal bernama Leang Puteh. Gua vertikal yang menganga lebar ini mempunyai lebar kurang lebih sampai 80 meter, dan mempunyai kedalaman 273 meter. Tantangan yang ada di gua ini cukup besar. Oleh karena itu, benar-benar butuh ketrampilan dan keahlian khusus serta didukung oleh peralatan yang memadai.

 Kawasan Pengamatan Satwa Karaenta
Masih berada di Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros – satu lagi nih spot petualangan yang seru di Taman Nasional Bantimurung. Kali ini, tidak begitu menantang dari spot sebelumnya, di sini bisa melihat keanekaragaman hayati yang luar biasa di sana. Sebut saja kelompok primata Macaca Maura, yang mempunyai keahlian khusus yang menjadi daya tarik di sana. Nah, selain fauna – di Taman Nasional Bantimurung juga terdapat gugusan Eboni. Eboni adalah kayu hitam yang merupakan salah satu jenis kayu langka yang dilindungi.

 Kawasan Wisata Pegunungan Bulusaraung
Pindah ke Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci – Kabupaten Pangkep, kawasan yang satu ini menawarkan suasana pedesaan yang asri, bernuansa sejuk dan lestari sekali. Di daerah ini, terdapat pegunungan yang dinamai Bulusaraung. Gunung Bulusaraung mempunyai 1.353 mdpl yang cukup menjadi latihan yang cocok bagi para pendaki pemula. Setidaknya ada 9 pos pendakian, tentu pendakian tidak akan terlalu berat dan sepertinya tidak makan banyak waktu pendakian. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Wamen Angela Ajak Masyarakat Nikmati Pariwisata Dalam Negeri

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wakil Menteri (Wamen) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Angela Herliani Tanoesoedibjo mengakui selain menggenjot kunjungan wisatawan asing agar semakin membanjiri Indonesia, juga mengajak masyarakat menikmati pariwisata dalam negeri. Pasalnya pariwisata di nusantara ini sangat luar biasa bahkan beragam destinasi wisata, atraksinya hingga kuliner tak kalah dengan negara lain.

“Wisatawan kita dari pada keluar negeri lebih baik menikmati daerah lokal, selain ikut menggairahkan pariwisata di penjuru daerah juga dapat meningkatkan perekonomian daerah,” papar Wamen Angela di Jakarta.

Dalam pengembangan pariwistana, menurut Angela seperti diunduh laman Sindonews, Sabtu (26/10/2019), dapat dilakukan dengan promosi melalui event besar sampai kecil. Angela mengaku sudah menyiapkan berbagai event dan promosi kreatif untuk memajukan pariwisata Indonesia. Dia mencontohkan event besar yang bisa dijadikan ajang promosi seperti Asian Games tahun lalu dan yang akan digelar seperti Formula 1.

Promosi juga bisa dilakukan melalui film. “Memang event-event seperti itu kita hadirkan di Indonesia. Tentunya juga ada event musik dan lainnya, yang kecil-kecil dan berkala. Sesuai dengan kebudayaan lokal masing yang ingin kita kembangkan,” terangnya. Dia mengatakan, sebentar lagi Indonesia juga akan mengggelar event balap mobil elektrik. Selain itu, Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.

“Berkaca dengan Asian Games yang lalu sangat sukses, pastinya kita akan mengulang kesuksesan itu di Piala Dunia,” papar peraih gelar Bachelor of Arts in Communications (Media Arts and Productions) dari Universitas Teknologi Sydney Australia pada 2008 dan Master of Commerce dalam bidang Keuangan dari Universitas New South Wales Australia pada 2010 ini.

Meski tergolong menteri paling muda di Kabinet Indonesia Maju, namun Angela memiliki banyak pengalaman. Dia berharap pengalamannya dapat menjadi bekal untuk bekerja di kabinet. “Saya memiliki background manajemen di bidang media dan berbagai bidang lain seperti retail, finance dan banyak unit lainnya yang saya pegang. Semoga ini bisa membantu saya untuk bisa kerja secara kreatif, cepat, efisien dan punya high impact,” tuturnya.

Presiden Jokowi menugasi Angela untuk mengembangkan 10 destinasi wisata. Yakni Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang di Kepulauan Bangka Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Kepulauan Seribu di Jakarta, Borobudur di Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, dan Morotai di Maluku Utara.

Jokowi mengakui Angela merupakan sosok muda dan berpengalaman. Hal inilah yang menjadi alasan dia menunjuk Angela sebagai Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. “Ibu Angela Tanoesodibjo. Masih muda. Pengusaha yang berpengalaman di bidang media. Pintar dalam promosi-promosi. Sehingga kita beri kepercayaan menjadi wakil menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” ujar Jokowi.

Dengan latar belakang itu, Jokowi ingin Angela bisa menggenjot promosi pariwisata Indonesia. “Kita harapkan promosi pariwisata kita lebih fokus. Sehingga wisatawan yang datang semakin banyak,” tandasnya di Istana Merdeka. Wishnutama pun menyambut baik dipilihnya Angela menjadi partnernya.

Dia mengatakan akan berdiskusi terlebih dahulu dengan Angela terkait langkah-langkah ke depan. Menurutnya yang paling penting adalah bagaimana chemistry dibangun. “Yang penting bukan background aja, tapi chemistry, macam-macam lah. Termasuk kerja sama, team work-nya. Nanti kita akan diskusikan,” ungkapnya.

Di jajaran kabinet Jokowi, Angela adalah wakil menteri termuda dengan usia 32 tahun. Ia menjadi representasi pejabat milenial di Kabinet Indonesia Maju, layaknya menteri muda yang telah ditunjuk Jokowi sebelumnya, yaitu mantan bos Gojek Nadiem Makarim.

Angela merupakan putri sulung dari Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo. Belakangan, ia mengikuti jejak ayahnya di dunia politik. Angela mencoba peruntungannya di dunia politik dengan maju sebagai caleg di Pileg 2019 dari Perindo Dapil Jatim I Surabaya-Sidoarjo. Namun gagal.

Meski kiprahnya di perpolitikan baru, Angela sudah ditunjuk menempati posisi pucuk di partai. Dalam struktur pengurus Partai Perindo, perempuan kelahiran Ottawa, Jepang, 23 April 1987, ini tercatat sebagai wakil sekretaris jenderal.

Sebelum berkecimpung di dunia politik, Angela lebih dulu menekuni bisnis. Anak pertama dari lima bersaudara itu menjabat sebagai staf keuangan pada 2010 di perusahaan keluarganya, MNC Group. Dunia itu ia geluti setelah mentas dari Universitas Teknologi di Syndey, Australia, dan Universitas New South Wales.

Dua tahun setelah menjadi staf, jabatannya terkerek. Ia langsung melompat sebagai Co-managing Director di MNC Channel dan berpartner dengan Lala Hamid. Kariernya mulus di perusahaan ayahnya. Ia pada 2014 langsung dibebani tugas sebagai Managing Director Globl TV. Kala itu, usianya baru 27 tahun. Kemudian, pada 2018, ia sudah diangkat menjadi managing director di dua channel sekaligus, yaitu RCTI dan GTV. (ndy/Sindonews)

Komunitas Double Cabin Indonesia (D.Cab.Id) Dorong Wisata Otomotif

this formate

TAWANGMANGU, Karanganyar, bisniswisata.co.id : Komunitas otomotif Double Cabin Indonesia (D.Cab.Id) menyelenggarakan ulangtahun ke 12 di Tawangmangu Camp Resort, Karanganyar, Jawa Tengah selama tiga hari.

Anton Bayu Samudea, juru bicara komunitas mengatakan kegiatan ini bagian dari program mendukung pertumbuhan wisata otomotif di Indonesia sekaligus sosialisasi pada masyarakat terutama bagi anggota untuk safety driving.

” Kegiatan berlangsung selama tiga hari dari 25 – 28 Oktober 2019 dan menjadi ajang silaturahmi bagi para peserta sekaligus menjadi acara keluarga besar karena diisi dengan lomba-lomba bahkan juga ada lomba masak di alam terbuka,” ujar Anton, hari ini.

Acara memang beragam mulai dari camping bareng, Offroad Extreme, Touring, Car Contest, Games, Charity hingga Parade Music 2019. Target peserta 250 mobil double cabin dengan total 700 orang di lokasi wisata Tawangmangu Camp Resort –Karanganyar, Jawa Tengah.

Ketua pelaksana,  Zico Yusuf Alfarizi mengatakan acara tahunan yang diadakan komunitas Double Cabin Indonesia ini tuan rumahnya memang Chapter Jawa Tengah yang sengaha memilih destinasi wisata yang terkenal ini sebagai tempat pelaksanaan event.

” Kalau pemerintah bisa memfasilitasi, tahun-tahun ke depan kita bisa undang komunitas Double Cabin dari mancanegara sekaligus promosi pariwisata Indonesia,” kata Zico Yusuf.

Tempat wisata Tawangmangu dipilih karena daerahnya sejuk di lereng barat Gunung Lawu yang menjadi andalan wisata alam di Solo. Pemandangan hijaunya indah menyejukkan mata dan mampu menjaring kunjungan wisatawan dari dalam dan luar negri.

“Fasilitas yang disediakan di tempat wisata ini juga terbilang lengkap dan ada berbagai tempat wisata alam yang bisa kami manfaatkan bersama teman maupun keluarga besar Dcab-ID ” kata Zico.

Komunitas otomotif Double Cabin Indonesia (D.Cab.Id) adalah komunitas yang menampung para penggemar mobil double cabin dan telah berdiri sejak tahun 2007. Berbagai event digelar untuk penyaluran hobi maupun menjalin tali silaturahmi antar anggota yang saat ini telah mencapai lebih dari 2.500 mobil dari berbagai penjuru Indonesia. 

“Untuk event tahun ini peserta dijadwalkan datang dari Mataram ( Lombok), Bali, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Pekan Baru (Riau), Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah dan Jawa Tengah,” tambahnya.

Menurut Zico, solidnya komunitas DCab.ID juga tidak lepas dari kegiatan-kegiatan yang telah menjadi wadah komunikasi antar pemilik Double Cabin maupun non anggota untuk mengembangkan sektor otomotif di Indonesia. 

Dalam pertemuan ini pihaknya juga menyelenggarakan lomba-lomba untuk Best Offroad Style, Camper Style, City Sleeker,  BlinkBling, Engine Modification. Favorite Car, Best Car’s Owner  dan Best of The Best A12 Dcab Car. Kriteria penilaian dari tampilan mobil secara umum, Kaki-kaki, eksterior umum dan aksesoris tambahan.

 

26-28 Oktober 2019, Festival Mulut Seribu

this formate

KUPANG, bisniswisata.co.id: Nusa Tenggara Timur (NTT), punya festival yang sangat keren. Festival Mulut Seribu, namanya. Festival bahari, seni budaya yang baru pertama kali digelar ini, berlangsung di kawasan perairan Mulut Seribu, di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, NTT, pada 26 hingga 28 Oktober 2019.

Mulut Seribu merupakan gugusan pulau-pulau kecil mirip destinasi wisata Raja Ampat di Papua Barat. Di Teluk Mulut Seribu terdapat gugusan pulau – pulau kecil berjumlah 22 buah pulau, yang berbentuk selat-selat yang menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya seperti labirin dalam jumlah banyak, sehingga disebut Mulut Seribu.

Sejumlah kegiatan menarik yang akan ditampilkan dalam festival ini: Pertama, parade perahu hias yang diikuti lebih dari 100 kapal nelayan yang dikerahkan di antaranya kapal pancing dasar, lampara, dan kapal cakalang yang berbasis di seputaran Kota Kupang. Keterlibatan para nelayan merupakan keinginan nelayan sebagai bentuk dukungan bagi pengembangan pariwisata bahari di Mulut Seribu.

Selain itu ada lomba dayung, tarian massal, dan lomba bermain sasando. Ada juga lomba Kebalai (Tarian dalam bentuk lingkaran sambil bergandengan tangan dengan melantunkan syair dalam Bahasa Rote dan Bahorok (Tarian pukul kaki).

“Yang menariknya dalam festival itu yakni di sekitar area Mulut Seribu satu kawasan yang memiliki keunikan alam berbentuk labirin,” papar Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus Saek seperti dilansir laman Kompas, Sabtu (26/10/2019).

Di kawasan Mulut Seribu, lanjut dia, terdapat endemik Burung Kaka Tua Kecil Jambul Kuning kecil serta flora dan fauna. “Kita berharap, dalam festival ini bisa tumbuh ekonomi baru di wilayah Teluk Mulut Seribu dan peningkatan kesejahteraan bagibmasyarakat di wilayah setempat,” kata Stefanus.

Pihaknya akan terus mempromosikan destinasi wisata Rote Ndao ke wilayah lainnya di Indonesia, hingga manca negara. “Kegiatan ini digagas oleh pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan didukung Provinsi NTT,” ujar dia.

Festival ini sengaja digelar untuk mempromosikan destinasi Mulut Seribu. Destinasi Mulut Seribu baru dikenal luas setelah diangkat sebagai salah satu destinasi temuan hasil penelitian Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. “Setelah dipromosikan, ternyata Mulut Seribu memiliki potensi yang luar biasa sebagai destinasi yang memiliki banyak ikon tersembunyi,” sebutnya

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, minta penyelenggaraan festival pariwisata di setiap kabupaten/kota setempat harus berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat. “Festival pariwisata itu dibikin harus ada nilai ekonomi bagi warga masyarakat setempat, kalau tidak ada itu berarti buang-buang biaya percuma,” katanya di Kupang

Dia mengatakan, biaya relatif besar yang dikeluarkan pemerintah untuk sebuah kegiatan festival harus memiliki dampak balik secara ekonomi yang dirasakan secara nyata oleh masyarakat di sekitarnya. Dicontohkan seperti festival Li Ngae di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, yang dihadirinya beberapa waktu lalu.
“Saya tanya ke pedagang keuntungan mereka sampai tiga juta rupiah per hari selama festival itu, ini yang dimaksud dengan dampak ekonomi,” katanya.

Untuk itu gubernur meminta agar pelaksanaan festival yang digelar ke depan seperti Festival Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao, Festival Fulan Fehan di Kabupaten Belu, dirancang secara baik agar memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. “Jadi kalau pelaksanaan festival selama empat hari berarti dampak ekonominya tidak boleh kurang dari Rp1 miliar,” katanya.

Di lokasi festival harus disediakan tempat tinggal, tempat makan-minum agar para tamu yang datang sehingga bisa menginap lebih lama. Selain masyarakat setempat juga perlu dipersiapkan secara baik agar mampu melayani para tamu yang datang. “Harus ada penginapan, restoran di Mulut Seribu, di Fulan Fehan, agar ketika festival digelar tamu-tamu tidak hanya datang langsung pulang tetapi ada biaya yang dikeluarkan untuk ekonomi masyarakat setempat,” katanya. (ndy/Kompas)

Wisata Kuliner di Warunge Renny Sekaligus Berkarya dan Beramal

this formate

Renny Djajoesman ( kanan) bersama Wita Dahlan

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Papan bertuliskan Warunge Renny ( warungnya Renny) cukup menyita perhatian di kiri jalan Kaveling Polri, Ragunan, Jakarta. Kompleks perumahan di belakang Kebon Binatang Ragunan ini tampak asri dengan banyak pepohonan.

Begitu masuk ke Blok D 26 tampak bendera merah putih dalam ukuran besar berkibar dekat pintu masuk. Di halaman rumah inilah Lady Rocker Indonesia, Renny Djajoesman membuka warung sesuai nama depannya itu.

Kursi-kursi beratap payung menghiasi halaman rumahnya yang luas sejajar dengan garasi panjang yang bisa memuat sejumlah mobil. Beberapa payung besar terbentang di halaman berumput dengan kursi–kursi dan meja makan di bawahnya.

Artis,  penyanyi, pemain teater dan pembaca sajak Renny Djajoesman memang selalu kreatif dan tidak pernah berhenti berkarya. Kali ini dia mengundang masyarakat untuk berwisata kuliner dengan banyak pilihan makanan dan minuman.

“Andalanku menu Iga Penyet komplit dan mpek-mpek dengan ikan belida asli. Pokoknya semua yang aku tawarkan adalah menu pilihan jadi enak rasanya,” kata pemilik Renny Djajoesman Enterprise, usaha event di bidang hiburan seni dan budaya.

Retno Yuskarini atau Renny Djajoesman, kelahiran Semarang, 2 Januari 1959 yang kini berusia 60 tahun menyatakan passionnya terhadap seni dan budaya termasuk juga kulinernya. Oleh karena itu usaha yang sudah ditekuninya beberapa tahun terakhir ini diperbaharuinya lagi dengan lebih banyak variasi menu baik makanan maupun minumannya.

” Dengan demikian orang yang datang mau makan siang, ngopi sore, makan malam semua bisa dilakukan di Warunge Renny dengan santai, nggak usah terbirit-birit makan seperti di mall yang tempat terbatas, antrian panjang sehingga akhirnya tamu tidak bisa santai,” kata Renny.

Di halaman rumahnya, tamu perorangan, keluarga bahkan komunitas bisa melewatkan waktu untuk menikmati kuliner andalannya dengan harga mulai Rp 15.000 – Rp 50.0000 per porsi dan tersedia minuman mulai dari kopi dari berbagai daerah hingga Thai Tea yang disukai kaum milenial.

Penyanyi lagu-lagu rock yang tetap eksis dan tetap berkarya meski sudah memiliki banyak cucu ini mengajak tamu warungnya wisata kuliner ke daerah Jawa Timur mencicipi paket Iga penyet komplit, bisa juga iga diganti dengan udang, ayam bahkan lele penyet komplit.

Paket Iga penyet adalah masakan Jawa Timur yang terdiri dari daging iga sapi goreng yang disajikan dengan sambal terasi yang pedas. Makanan ini pertama kali populer di kota Jawa Timur Surabaya, dan sekarang telah tersebar ke seluruh Indonesia

Masih dari Jawa Timur, Renny juga menyajikan Rawon, sup daging berkuah hitam sebagai campuran bumbu khas yang menggunakan kluwek. Rawon, meskipun dikenal sebagai masakan khas Jawa Timur, dikenal pula oleh masyarakat Jawa Tengah sebelah timur terutama daerah Surakarta ( Solo).

Warna gelap khas rawon berasal dari kluwek yang diluar negri hidangan ini disebut sebagai black soup dan disajikan bersama nasi, dilengkapi dengan tauge kecil, telur asin, daun bawang dan kerupuk udang.

Dari Jawa Timur, tamu bisa wisata kuliner dengan goyang lidahnya mencicipi sop Ikan patin  komplit dengan nasi. Patin adalah salah satu ikan dengan tekstur yang lezat dan lembut. Ikan ini bisa diolah jadi berbagai masakan yang menggugah selera.

Masih dari Palembang, Warunge Renny juga menyediakan mpek-mpek khusus dari ikan belida. Tak hanya laku oleh para pembeli yang ingin makan di tempat, tapi juga jadi sasarannya untuk pesan antar dari para pelangan setianya.

Untuk menu khas Palembang ini ada Tekwan, Lenggang, Kapal Selam besar dan kecil, Lenjer besar dan kecil, mpek-mpek keriting dan Adaan dengan harga mulai dari Rp 15.000-Rp 30.000/ buah.

Buat anak milenial yang suka dengan makanan kekinian juga ada Ramen, mi kuah Jepang yang berasal dari China. Orang Jepang juga menyebut ramen sebagai chuka soba dalam bahasa Jepang sering juga berarti mi.

Menu ramen ini nampaknya juga untuk menjaring kalangan milenial.  Maklum mereka yang suka berwisata ke Jepang paham betul di negri Sakura itu kedai-kedai ramen sangat umum dan populer. Nah kali ini kalau mau nongkrong di kedai ramen datang saja ke Warunge Renny. Praktis kan tidak perlu tiket pesawat ke Jepang.

Serunya anggota komunitas saat berkumpul di Warunge Renny

” Tenang saja masih ada menu-menu lain seperti ayam dan ikan bakar dan bihun goreng spesial. Yang tidak mau makan berat ada pisang goreng, sambosa, roti cane, chicken wings dan cemilan lainnya,” kata Renny Djajoesman.

Siang itu saat dijumpai, Renny yang masih mempertahankan penampilan eksentriknya tengah berada di joglo kecil depan halaman restonya itu bersama komunitas Team 7 Bulungan, seperti Wita Dahlan , Jan Praba, Uki Bayu Sejati, Resti dan Heryus Saputro.

Bersama teman sejak remaja hingga menjadi warga senior ini tengah membahas beberapa program untuk menghidupkan kegiatan seni dan budaya di halaman rumahnya yang luas. Mengenakan abaya hijau dan ikat kepala tenun Lombok berwarna senada, Renny Djajoesman tampil cantik dan energik. 

” Kami tengah membahas 4 Pilar utama yang menjadi kekuatan Kelompok Seni Bulungan ( KSB)  yaitu di bidang Teater, Seni Rupa, Seni Sastra dan Jurnalistik sehingga sepanjang akhir tahun 2019 dan tahun depan kita sudah punya program workshop, pelatihan, drama seri televisi dan kegiatan lainnya,” kata Renny sambil menambahkan bahwa  Team 7 Bulungan menjadi pelaksana inti dari kegiatan yang diselenggarakan KSB.

Renny yang mengaku telah hijrah dari kehidupan jahiliah mengatakan bahwa kegiatan komunitasnya ini untuk mendanai program peduli umat terutama pemberdayaan kaum wanita dan anak-anak sehingga perusahaan besar yang memiliki program CSR bisa mendukung kegiatannya.

” Kami tidak sekedar beraktivitas tapi juga beramal untuk membantu umat,” kata Renny yang setelah hijrah sudah melahirkan album religi “Sujud”.

Tak heran Warunge Renny selalu diramaikan oleh berbagai unsur masyarakat mulai dari para musisi hingga para mitra kerjanya diusaha event organizer. Berangkat dari karakter rumahnya yang terbuka dan tak pernah sepi, beragam kegiatan bisa saling melengkapi.

Secara rurin dia juga menyelenggarakan pengajian bulanan menghadirkan para penceramah yang umumnya juga dulu aktif sebagai musisi seperti ustad Yuke Sumeru, rocker yang juga banting setir menjadi pendakwah maupun ustad lainnya. Yuka Mandiri, putri dari Renny dan Putu Wijaya aktif membantu ibunya mengurus pengajian rutin ini.

“Teman-teman komunitas silahkan memanfaatkan Warunge Renny untuk kumpul-kumpul sambil wisata kuliner di sini biar selalu ramai dan penuh berkah. Jangan cuma sekedar reunian di mall, tapi lahirkan program untuk kemaslahatan umat,” tegasnya.