Kemenkes Apresiasi Program doctorSHARE

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) apresiasi sekaligus memberikan dukungan kepada program doctorSHARE yang sudah 10 tahun menyediakan akses kesehatan gratis untuk masyarakat di wilayah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (3T) Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan dr. Tri Hesty Widyastoeti, Sp.M, MPH, didampingi oleh Staf Khusus Menteri Kesehatan RI saat mengunjungi Rumah Sakit Apung (RSA) Nusa Waluya II yang berlabuh di Baywalk Mall, Jakarta Utara. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung fasilitas layanan medis di rumah sakit yang berdiri di atas sebuah tongkang.

RSA Nusa Waluya II merupakan RSA ketiga yang dikelola Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE). Pendahulunya, RSA dr. Lie Dharmawan dan RSA Nusa Waluya II sudah bertahun-tahun menyediakan akses kesehatan gratis untuk masyarakat di wilayah terpencil di Indonesia. Dengan sistem “jemput bola” RSA bersama pada relawan menghampiri masyarakat yang membutuhkan.

Staf Khusus Menteri Kesehatan RI dan Perwakilan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI didampingi Pendiri doctorSHARE, dr. Lie Augustinus Dharmawan melihat fasilitas mulai dari Poli Umum, Poli Gigi, Poli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Instalasi Gawat Darurat (IGD), Radiologi, Kamar Bedah, dan Ruang Rawat Inap serta fasilitas pendukung lainnya.

“RSA Nusa Waluya II lebih dulu melayani masyarakat terdampak bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (November 2018) sebelum datang ke Jakarta. Tujuannya membantu fasilitas kesehatan yang rusak akibat bencana. RSA ini nantinya akan melayani berbagai kebutuhan medis masyarakat di wilayah Kepulauan Maluku,” kata dr. Lie saat berkeliling di RSA.

Selain RSA, doctorSHARE memiliki beberapa program lain diantaranya Dokter Terbang, Klinik Tuberkulosis, dan Panti Rawat Gizi (PRG). Program-program tersebut ditujukan kepada masyarakat yang tidak mampu menjangkau akses kesehatan karena kondisi ekonomi maupun geografis.

Sebelumnya doctorSHARE melakukan audiensi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui Staf Khusus Menteri Kesehatan, Mayjen TNI (pur.) dr Daniel Tjen,Sp.s. Pada pertemuan di Kantor Kemenkes RI pekan lalu, doctorSHARE mendapat kesempatan menjelaskan program kesehatan yang telah dilaksanakan.

“Kemenkes RI mengapresiasi program doctorSHARE selama 10 tahun ini yang telah mendukung program pemerintah dalam memberikan akses kesehatan di wilayah 3T. Tentunya kami sangat terbantu dengan layanan medis yang diberikan oleh para relawan doctorSHARE” ujar Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan dr. Tri Hesty Widyastoeti, Sp.M, MPH saat kunjungan ke RSA Nusa Waluya II.

“Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan. doctorSHARE menempatkan diri menjadi mitra pemerintah dalam penyediaan akses kesehatan di wilayah terpencil. Kami sadar dengan kondisi geografis Indonesia, pemerataan akses kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata namun memerlukan kerja sama dari semua pihak,” tambah dr. Lie di Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Harapannya layanan doctorSHARE dapat mencakup wilayah yang lebih luas lagi dengan berkembangnya berbagai program seperti penambahan armada RSA, fasilitas dan alat kesehatan. Kedepannya RSA Nusa Waluya II akan menambah fasilitas ruang bedah yang dilengkapi alat bedah minimal invasif (laparoskopi).

DoctorSHARE adalah organisasi kemanusiaan non-profit yang memfokuskan diri pada pelayanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan. Resmi berdiri pada 19 November 2009, doctorSHARE menyediakan akses bantuan medis secara holistik, independen, dan imparsial untuk masyarakat yang paling membutuhkan dan tidak memiliki jaminan sosial.

doctorSHARE memiliki visi memberdayakan masyarakat untuk keluar dari penderitaan yang dialami dengan tenaganya sendiri secara holistik. Sedangkan misi doctorSHARE adalah memperbaiki derajat kesehatan Indonesia, terutama di Indonesia Timur melalui penyediaan akses pelayanan kesehatan holistik dan program inovatif berkesinambungan berbasis semangat kerelawanan.

Selama 10 tahun berdiri, doctorSHARE telah melakukan 3.291 operasi mayor, 5.538 operasi minor, 2.464 perawatan gigi, 58.859 pelayanan rawat jalan dan konsultasi, penyuluhan kesehatan kepada 11.856 warga, serta 2.227 USG pemeriksaan kandungan. (end)

Piknik Sambil Belajar bikin Kopi di Desa Wisata Cibeureum

this formate

KUNINGAN, bisniswisata.co.id: Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon meresmikan Desa Cibeureum di Kecamatan Cilimus sebagai Desa Wisata Kopi, Selasa (10/12/2019). Para pengunjung dapat menikmati berbagai obyek wisata alam di atas lahan sekitar 35-40 hektar, di ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut.

“Selamat datang di Desa Wisata Kopi Cibeureum Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan”. Gapura dengan kalimat sambutan itu menjadi pintu gerbang para wisatawan memasuki desa wisata. Para wisatawan akan disambut dengan Situ Sanghiang Kendit sebuah kolam ikan indah. Di sampingnya terdapat sejumlah rumah warga yang tertata rapi dengan atap genteng warna-warni.

Para warga bersama Bank Indonesia Cirebon menciptakan panorama Kampung Katumbiri ini layaknya pemukiman Rio De Janiero di Brasil atau Kampung Jodipan di Malang. Dalam perjalanan menuju kebun kopi, wisatawan akan disambut dengan kawanan kera atau monyet ekor panjang yang hidup berdampingan dengan warga setempat. Keberadaannya dapat menghadirkan suasana berlibur di hutan yang alami dan asri.

Setelah berjalan sekitar 1 hingga 2 kilometer di area jogging track, para pengunjung tiba di lokasi inti, yakni Wisata Edukasi Kopi. Di sini, para petani dari Kelompok Tani Kopi Ratu Asih akan menjelaskan proses pembuatan Kopi Cibeureum dari awal hingga akhir.

Mereka menjelaskan proses pembibitan, penanaman, perawatan, panen biji merah, penjemuran, penggilingan hingga proses pengolahan lainnya. Bahkan membuat kedai “Lakeside Cafe” untuk menyajikan kopi khas daerah setempat yang memiliki keunikan dan cita rasa tersendiri.

Komala, Ketua Kelompok Tani Kopi Ratu Asih menyampaikan, Desa Cibereum sudah dikenal sebagai salah satu desa penghasil kopi di kaki Gunung Ciremai sejak puluhan tahun. Pada 1985, upaya pengembangan mulai dilakukan secara bertahap. “Sejak saya kecil sudah ada. Jadi Kopi di Cibeureum sudah ada sejak dahulu kala dari nenek moyang kita,” kata Komala seperti dilansir laman Kompas, Rabu (11/12/2019).

Pada 2018, Kantor Perwakilan BI Cirebon mulai melakukan pendampingan kepada para petani. Pendampingan berupa berbagai pelatihan kepada para petani untuk meningkatkan hasil panen dengan biji kopi berkualitas. BI Cirebon juga memberikan berbagai peralatan produksi hingga membantu proses pemasaran Kopi Cibeureum di beberapa pameran di berbagai daerah.

“Setelah mendapatkan pendampingan BI, sejumlah petani kopi di kelompok ini mulai berusaha meningkatkan hasil panennya. Mereka panen biji kopi merah, bukan asalan. Meski demikian, hal ini dilakukan secara bertahap,” kata Komala.

Komala yang sudah beberapa kali diajak BI Cirebon untuk pelatihan dan pameran di berbagai tempat menyebutkan, ada sekitar 35 – 40 hektar kebun kopi di Desa Cibeurum. Satu hektar dapat memproduksi sekitar 1 ton biji kopi atau sekitar 40 ton biji kopi dari seluruh kebun kopi.

Kepala Kantor BI Cirebon Fadhil Nugroho menambahkan pembinaan dilakukan selama satu tahun, dilakukan agar tercipta desa mandiri. Desa mandiri dapat memperkuat roda ekonomi warga sekitar. “Kita masuk ke sini (Desa Cibeureum) mengembangkan pariwisata dengan harapan warga desa ini jadi punya penghasilan. Daya beli mereka terjaga, bisa berjualan, orang datang ke sini mau piknik. Ekonomi diharapkan berkembang dari situ,” kata Fadhil

BI Cirebon juga membantu proses pemasaran kopi Cibeureum ke berbagai festival dan pameran. Hasilnya, kopi Cibeureum diburu berbagai wilayah, hingga kekurangan stok. Kopi Cibeureum memiliki keunikan. Biji kopi tumbuh di antara pohon cengkeh dan durian yang memengaruhi cita rasa biji kopi.

Sementara Bupati Kuningan Acep Purnama menyampaikan, peresmian Desa Wisata Kopi Cibeureum ini menambah daftar jumlah desa wisata di Kabupaten Kuningan. Targetnya, ada 25 desa wisata dari total 361 desa yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan. “Dari target 25 desa wisata, kira-kira yang saat ini sudah resmi jadi desa wisata berjumlah 15 termasuk Desa Wisata Kopi Cibeureum,” kata Acep.

Acep menyebut, penambahan Desa Wisata Kopi ini sejalan dengan tujuan Kabupaten Kuningan sebagai kabupaten tujuan wisata berbasis alam atau kabupaten konservasi. Desa kopi juga diyakini dapat menambah jumlah kunjungan wisatawan ke Kuningan. Pemkab Kuningan sudah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 30 Tahun 2017 tentang Penggunaan Pangan Pituin (pangan lokal) yang berlangsung di lingkungan Pemkab.

Perbup ini berisi kewajiban jajaran pemkab untuk menggunakan pangan lokal dalam acara kedinasan. “Iya, termasuk juga kopi. Jadi kalau ada acara, minumnya kopi dari sini (petani lokal Kuningan),” kata Acep.

Disney Rilis Wahana Star Wars: Rise of the Resistance

this formate

FLORIDA, bisniswisata.co.id: Kunjungan wisatawan ke Disneyland grafiknya terus meningkat. Peningkatan ini sejalan dengan dibangunnya wahana-wahana baru agar para pelancong tidak bosan mengunjunginya. Kini, Disneyland merilis wahana baru Star Wars: Rise of the Resistance di lokasi Disney Hollywood Studios di Florida, Amerika Serikat.

Wahana ini disebut-sebut sebagai daya tarik baru yang paling ambisius dan berteknologi maju yang pernah dibuat untuk Disney dan menetapkan standar baru untuk taman hiburan Disney. Pembangunan wahana ini memakan waktu lebih dari lima tahun pembuatan. Wahana ini menandakan kolaborasi antara Walt Disney Imagineering (WDI) dan Lucasfilm.

Menurut Doug Chiang selaku Wakil presiden dan Direktur Kreatif dari Lucasfilm, kedua tim desain bekerja sama untuk mengambil dunia film yang mendalam dan memungkinkan para tamu untuk menyiarkan kisah-kisah Star Wars mereka sendiri, lengkap dengan perlengkapan seperti lightsabers dan blasters. “Dalam film kami, itu semua adalah efek visual yang ditambahkan. Di wahana ini menjadi nyata dengan pengalaman real-time,” tutur Doug.

Disney Parks Experiences and Products Chairman Bob Chapek menambahkan, wahana terbarunya tidak akan seperti yang pernah pengunjungnya bayangkan. “Ini adalah konsep story telling yang mendalam dengan skala yang besar pada sebuah film,” tambah Bob.

Wahana ini menggunakan teknologi mutakhir untuk menjalankan cerita yang mengundang para pengunjung untuk menjadi pahlawan dalam pertempuran antara The Resistance dengan First Order. Setting waktu pada wahana ini mengambil setting sesuai dengan film Star Wars: The Last Jedi dan Star Wars: The Rise of Skywalker.

Seperti dilansir Attractionsmagazine.com, beberapa arena di wahana Star Wars: Rise of the Resistance, antara lain:

Kapal Transportasi Biru
Star Wars: Bangkitnya Perlawanan telah memiliki penggemar di tepi (galaksi) dari kursi mereka sejak diumumkan pada tahun 2015. Kami telah diberi sangat sedikit tampilan di dalam daya tarik, dan bahkan lebih sedikit detail mengenai apa yang akan terjadi di dalam. Kami telah melihat kapal transportasi biru ini dalam pameran dan seni konsep untuk beberapa waktu. Bahkan, model ini dipajang di Disney’s Hollywood Studios. Tapi kenapa? Mengapa kapal tunggal ini diberikan hampir sama detailnya dengan Millennium Falcon?

Itu karena para tamu akan mengambil kapal ini sebagai semacam pertunjukan di antrian untuk Star Wars: Rise of the Resistance atraksi. Pada titik tertentu dalam antrian, kemungkinan besar tepat setelah FastPass + dan penggabungan siaga, para tamu akan dimuat ke dalam kapal yang agak besar ini. Para tamu akan naik kapal, dan, tanpa diketahui mereka, akan berputar 180 derajat di dalam. Pemintalan ini memungkinkan ruang untuk memuat dan menurunkan tamu secara bersamaan. Layar besar, dikombinasikan dengan musik dan efek suara, akan mensimulasikan bahwa tamu lepas landas dari Batuu ke ruang angkasa.

Pertama dari antrian
Saat dalam perjalanan melalui galaksi, kapal akan ditangkap oleh Orde Pertama. Ini akan memaksa kapal untuk mendarat di hanggar First Order Star Destroyer. Di sinilah jalan cerita utama daya tarik dimulai. Para tamu akan keluar dari kapal pre-show ke hangar. Ini akan menjadi salah satu kamar terbesar di seluruh gedung, lengkap dengan animatronik stormtroopers, pejuang TIE dan pemandangan ruang yang indah. Para tamu akan diberitahu untuk, “bergerak,” karena mereka dibawa ke ruang muat individu, bertema ke sel penjara Orde Pertama. Diagram ini memberikan gambaran perkiraan tentang apa yang diharapkan untuk empat ruang muat individu. Para tamu akan dibawa dari area hanggar besar di sebelah kiri ke lorong. Di sini, mereka akan dikelompokkan ke dalam ruang pre-show yang lebih kecil. Pra-pertunjukan sekunder ini diharapkan memiliki semacam droid yang akan menjelaskan prosedur keselamatan dan menggerakkan cerita, seperti halnya Rocket Raccoon dalam Guardians of the Galaxy – Mission: BREAKOUT! di Disney California Adventure.

Kendaraan tanpa trek
Para tamu kemudian akan dimuat ke dalam satu dari dua kendaraan pengangkut Orde Pertama yang berbeda tanpa jejak. Dua kendaraan ini akan menemani satu sama lain selama seluruh pengalaman. Setelah tamu dimasukkan, kendaraan dikirim keluar dari ruangan untuk diproses. Sekarang, sementara ada empat ruang pamer, sama dengan delapan kendaraan yang berbeda, diharapkan tidak akan ada lebih dari dua kendaraan di ruangan yang sama. Dua kendaraan yang memulai bersama tidak akan pernah terpisah lebih dari beberapa detik.

Kamar Pertama
Dari titik ini, dua transportasi teman akan memasuki ruangan berwarna biru. Tidak seperti video pratinjau yang disediakan Disney, anggota pemeran tidak akan berkeliling area ini. Sebaliknya, transportasi teman akan masuk dan segera setelah itu, droid nakal akan berkendara melintasi jembatan atas. Droid ini akan masuk ke mainframe Orde Pertama, mendapatkan kendali atas kendaraan Anda – yang tiba-tiba akan lepas landas, saat misi pelarian Anda dimulai.

Stormtrooper
Dua kendaraan naik akan keluar dari ruangan pertama yang besar di area yang sangat tinggi, yang dimaksudkan untuk terlihat seperti lorong di dalam Penghancur Bintang Orde Pertama. Kegembiraan yang sebenarnya dimulai ketika kendaraan berbelok untuk berhadapan dengan Kylo Ren animatronik! Pedangnya akan menyala saat kendaraan mundur mundur. Mereka akan berputar dan menuruni tikungan kedua, hanya untuk memasuki ruang AT-AT. Di sinilah kendaraan akan terpisah, masing-masing naik poros lift mereka sendiri di kedua sisi ruangan.

 AT-AT Underbelly
Pejalan kaki AT-AT ini akan menjadi sangat besar – ukurannya hampir sama persis dengan ukuran mereka saat beraksi

Sayang, Festival Danau Toba Tak Mampu Pikat Turis Datang

this formate

MEDAN, bisniswisata.co.id: Festival Danau Toba (FDT) digadang-gadang bisa memikat wisatawan mancanegara (Wisman) maupun nusantara (Wisnus). Danau Toba dengan predikat destinasi superprioritas dan memiliki reputasi dunia, ternyata tak mampu mengangkat popularitas Festival Danau Toba.

Bahkan pejabat dari tingkat kabupaten hingga Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, kerap salah sebut nama FDT. Hal itu dikeluhan Edy saat membuka Festival Danau Toba 2019 di Open Stage Parapat, Kabupaten Simalungun. Bahkan masyarakat di Sumatera Utara tak banyak yang tahu ada perhelatan FTD.

Edy Rahmayadi dalam sambutannya beberapa kali salah menyebut Festival Danau Toba dengan Pesta Danau Toba. Hal yang sama juga dilakukan beberapa pejabat. Masyarakat yang ada di sekitar Danau Toba juga banyak yang salah sebut dan salah arti. Mereka rancu membedakan pesta dan festival.

“Ini ada yang orang suka rancu, kapan pesta kapan festival. Kalau sudah festival, ada pesta di dalamnya. Tapi kalau sudah pesta, belum tentu festival. Inilah festival, kegiatan pesta besar yang bersyukur kepada Tuhan, pesta rakyat dengan gegap gempita, dengan suka cita, dengan bergembira, itulah namanya festival,” kata Edy, Senin, 9 Desember 2019.

Edy lalu mengajak semua orang bersyukur atas keindahan alam Danau Toba. Ada lima destinasi pariwisata prioritas di Indonesia, dari ke limanya, “Prioritas nomor satu yang super-super priority adalah danau terbesar di Asia Tenggara ini. Banggalah rakyat Sumatera Utara,” seru dia.

Ia menegaskan akan mengevaluasi pelaksanaan FDT, agar benar-benar menjadi festival. Bila telah menjadi festival, ia mengajak rakyat Sumatera Utara untuk mengundang seluruh dunia datang ke Festival Danau Toba.

Dari sisi nilai kesejarahan dan pengetahuan, Danau Toba mengubah lanskap dunia saat masih berwujud gunung purba raksasa. “Saat Gunung Toba meletus sehingga membunuh dan mematikan makhluk Tuhan. Pasca-letusan, empat profesor dari Australia, Jepang, London dan Amerika menemukan tanah di Kutub Utara yang bertahun-tahun dicari asalnya tidak ditemukan,” ujar Edy.

Diceritakan, peneliti memperkirakan tanah tersebut dari letusan gunung tertinggi di Jepang, namun tanahnya tidak sama. Setelah 16 tahun berkeliling, ditemukan tanah tersebut di Pulau Samosir. “Inilah sejarah dunia. Makanya kalau kita tahu benar ini, orang dunia akan datang ke sini. Saudara-saudara, orang datang untuk melihat danau karena danau yang membuat sejarah. Jadi jangan dirusak danau kita.” pesan dia.

Kalau ada bangunan-bangunan yang menutupi danau, menurut Edy haris dipinggirkan. Menurut Edy perhatian pemerintah pusat kepada Danau Toba sangat besar. Ia menaruh harapan besar kepada delapan bupati yang wilayahnya mengelilingi danau untuk bertanggungjawab. Begitu juga pihak aparat dan stakeholder terkait, diajaknya bersama-sama menjaga keamanan dan lainnya.

“Mari sama-sama kita jaga sehingga kita tidak malu berteriak horas..! Kalau kita tidak bisa menjaganya, percuma ada gordang sembilan (sembilan bedug), ada tortor yang begitu bagus. Tak kalah dengan Bali, hanya kita perlu belajar. Kita masih kalah dengan Bali,” kata Edy seperti dilansir laman Tempo, Rabu (11/12/2019).

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Simalungun JR Saragih yang juga didaulat memberikan kata sambutan, memastikan bahwa acara yang dihadirinya adalah festival. “Ini adalah Festival Danau Toba bukan Pesta Danau Toba, makanya kami ajak Pak Wali Kota. kebetulan kami mewakili seluruh kabupaten yang ada di Danau Toba, jadi kami undang Pak Wali Kota untuk memberikan kata sambutan,” ucapnya.

Wali Kota Pematangsiantar, Hefriansyah Noor yang berdiri di samping JR Saragih langsung memberi kata sambutan, namun dia salah menyebut festival dengan pesta. “Horas! Memang di mana-mana, horas juga yang menyatukan kita. Yang saya banggakan, para undangan yang begitu antusias mengikuti pelaksanan Pesta Danau Toba, Festival Danau Toba,” katanya cepat meralat ucapan.

Dia mengajak para pengunjung pembukaan FDT memeriahkan acara dan berjanji akan memberikan pelayanan terbaik, hospitality kepada tamu yang berkunjung. Festival Danau Toba 2019 diklaim akan digelar lebih meriah dan menarik. Acara digelar di tepi Danau Toba, Parapat mulai 9 sampai 12 Desember 2019. Mengusung tema “Inspiring Danau Toba”, acara dibuka Gubernur Sumut yang langsung mengatakan akan melakukan evaluasi.

Hal yang sama juga dikatakan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah sebelum FDT 2019 berlangsung. Menurut Musa, FDT bisa jadi ajang promosi pariwisata dan produk-produk unggulan Sumut seperti kopi, andaliman, dan teh. Agar pelaksana tidak sepele dengan hal-hal kecil seperti petunjuk arah, detail kegiatan, parkir yang bisa mengganggu kenyamanan pengunjung, “Penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi,” kata Musa.

Seorang pengunjung dari Kota Medan yang sedang bekerja di Parapat mengatakan, tidak ada yang menarik dengan festival itu. Iwan, begitu dia biasa dipanggil, melihat Parapat seperti tidak ada acara apa-apa. “Hanya sedikit ramai-ramai, kebanyakan pejabat yang datang. Turis sama orang lokal sepi, ada yang tak tahu pas ditanya festival ini,” kata warga Jalan Gaharu Medan.

Penyelenggara sejatinya telah bekerja keras agar FDT kian menarik. Salah satunya dengan pemecahan rekor Museum Republik Indonesia (MURI), berupa 1.000-an orang mengenakan kain tenun bulang sulappei — yang dijadikan penutup kepala warga Simalungun.

“Tidak hanya sekadar dipakai, nanti ada atraksi seni melipat bulang sulappei,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Ria Telaumbanua, dalam konferensi pers pelaksanaan FDT 2019 di kantor gubernur Sumut pada Kamis, 5 Desember 2019.

Acara lain, yang menurut Ria tidak kalah menarik adalah, lomba Ucok-Butet, koor raksasa, tari kolosal saoan, tari kolosal multi etnik, pelepasan balon dan lampion, hiburan rakyat, lomba paduan suara, lomba solu bolon, pameran UKM, dan lainnya. Sayangnya, usaha keras tanpa promosi yang kencang membuat festival penutup tahun ini tenggelam. Semoga tahun depan kian baik dan makin mempopulerkan Danau Toba.

Ayu Azhari Paparkan Filosofi Tenun NTT kepada Warga London

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Lama vakum didunia hiburan, ternyata artis peran dan penyanyi Ayu Azhari punya kesibukan tersendiri. Kesibukannya sangat luar biasa, yakni memperkenalkan budaya dan kerajinan tradisional Indonesia di mancanegara, Kini, Ayu Khadijah Azhari memboyong kain tenun asal Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Hammersmith Christmas Market Festival di kawasan Lyric Square, London Inggris, Sabtu pekan lalu.

Bersama suaminya, Mike Tramp, Ayu juga menjual tenun NTT yang dibuat langsung oleh ibundanya, Khairani binti Gulam. “Masyarakat London menyambut senang dan bangga membeli dan mengenakan hasil karya mama saya dari Sumba, Flores,” lontar wanita kelahiran Jakarta, 19 November 1969 itu di Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Di Festival ini, artis terbaik Festival Film Asia Pasifik 2001 dalam film Telegram, ternyata tidak sebatas menjual kain tenun NTT, namun juga memaparkan arti juga filosofi kain tenun NTT juga pesona pariwisata NTT kepada pengunjung yang rata-rata warga London. “Memang NTT menjadi daya tarik karena alamnya yang indah, beragam fauna dan flora, juga seni budaya dan masyarakatnya yang ramah bisa menjadi magnet yang jelas memesona masyarakat international,” tutur
peraih Piala Vidia untuk Aktris Terbaik tahun 1996 dan 1997.

“Kain tenun bukan hanya di NTT, namun semua daerah penjuru nusantara punya kain tenun yang memiliki ciri khas sendiri-sendiri. Dan ini merupakan aset budaya Indonesia. Aset inilah yang menjadi daya tarik orang asing kepada Indonesia. Semoga keberadaan kain tenun ini, menjadi pembuka untuk menarik masyarakat luar ingin mengenal lebih dekat datang ke NTT dan Indonesia,” lontar pemain film Aruna & Lidahnya yang terakhir dibintanginya tahun 2018.

Selain kain tenun, Ayu juga memperkenalkan berbagai macam teh, kopi asal Indonesia juga kacang mete kepada warga setempat. “Semoga perjalanan saya mendapat restu Allah dengan niat baik membawa salah satu hasil karya masyarakat NTT,” sambung ibu enam anak Axel Djody Gondokusumo, Sean Azad Taito, Mariam Nur Al Iman, Sulaiman Atiq, Isabelle Tramp dan Lennon Tramp.

Diakuinya, selalu aktif berkeliling Eropa demi memperkenalkan seni budaya, kuliner, kerajinan dan kain tradisional Indonesia. “Misi saya agar seni budaya, kuliner, kerajinan dan kain tradisional Indonesia dikenal di penjuru dunia,” tandas Ayu yang pernah meluncurkan album dangdut dengan lagu utama, Ada Cinta, Ibu, dan I Love You So Much yang merupakan ciptaan Ayu sendiri. (end)

Tupperware Indonesia Sediakan Solusi Bersihkan Tuntas Peralatan Makan

this formate

Tupperware Indonesia atasi lemak dan bau yang menempel pada peralatan makan. ( foto: repro Google).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kebiasaan masyarakat Indonesia memasak dengan menggunakan berbagai rempah beraroma kuat serta menggunakan minyak yang tinggi membuat Tupperware Indonesia berupaya memudahkan pencucian perangkat makan dengan Tupperclean Diswashing Paste.

” Selain bisa mengangkat bau dan sisa minyak yang masih menempel pada perangkat makan yang telah kita cuci, sabun berbentuk paste ini juga dilengkapi dengan anti bakteri sehingga perangkat makan yang penuh bakteri akibat sisa makanan bisa terangkat dengan baik,” kata Nurlaila Hidayaty, Marketing Director PT Tupperware Indonesia, kemarin.

Sebagai produsen kelas dunia yang telah beroperasi lebih dari 28 tahun di Indonesia, Tupperware terus berinovasi dalam pengembangan produk yang berorientasi pada kebutuhan Konsumen. 

“Oleh karena itu sabun pencuci yang 5x lebih ampuh menghilangkan sisa lemak dan minyak pada perangkat makan, serta menghilangkan noda pada perangkat memasak,”tambah Nurlaila.

Menurut dia, lemak dan minyak yang terangkat sempurna akan membuat sebuah restoran Padang, misalnya, dapat menjaring lebih banyak tamu untuk menikmati menu berempah dan berminyak tinggi yang mereka sajikan.

Seperti diketahui rendang juga telah menjadi masakan favorit bagi wisatawan mancanegara sehingga kehadiran produk ini juga bisa berkontribusi untuk membantu para pengusaha restoran menyajikan peralatan makan yg higienis pula.

” Seringkan kita merasakan pengalaman mencuci perangkat makan dan memasak berkali-kali namun lemak tetap menempel terutama jika bermaterial plastik. Kepedulian kami mengeluarkan produk Tupperclean diharapkan bisa mengatasi masalah tersebut,” tambahnya.

Keunggulan lainnya adakah bau yang bisa hilang sekejap dan cukup mencuci sekali karena bau membandel bekas makanan langsung hilang. Selain itu noda hitam pada perangkat memasak juga hilang.

“Di era moderen dan minimalis saat ini, fungsi dapur tidak hanya sekedar area untuk memasak, namun juga menjadi bagian dari Interior. Oleh karena itu pastikan tatanan perangkat memasak  rapih, bebas noda hitam, serta bersih berkilau,” katanya

Selama ini, masyarakat tidak banyak yang menyadari bahwa dponge cuci piring adalah benda terkotor dan merupakan ‘rumah’ terbaik tempat bersarangnya bakteri jahat yang menyebabkan gangguan kesehatan mulai dari keracunan makanan, kolera, dan aneka penyakit lainnya. 

Bagi  yang sangat peduli dengan kesehatan keluarga, maka sabun ini dilengkapi dengan anti bakteri sehingga perangkat makan yang penuh bakteri akibat sisa makanan bisa terangkat dengan baik, tegas Nurlaila. 

Waduh, Penumpang Udara Diprediksi Anjlok Saat Libur Tutup Tahun

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Liburan Natal dan Tahun Baru sudah dekat. Namun hingga kini penumpang pesawat belum menunjukkan grafik kenaikan pesanan tiket pesawat. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi jumlah penumpang pesawat pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2019/2020 bakal merosot. Hal itu terlihat dari tren sejak tiga tahun terakhir yang mengalami penurunan.

“Tahun ini terjadi penurunan jumlah penumpang yang menggunakan transportasi udara. Hal ini selain diakibatkan karena harga tiket pesawat yang mahal serta dukungan infrastruktur yang kini sudah semakin maju. Prakiraan kami berdasarkan asumsi dan tren, ada penurunan 8,4 persen, ini lebih kecil dibandingkan saat lebaran,” ungkap Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti seperti dilansir laman Kompas, Selasa (10/12/2019).

Data Kemenhub menunjukkan telah terjadi penurunan penumpang angkutan udara sejak tahun 2018. Untuk penerbangan domestik dan internasional tahun 2018 turun 10,2 persen di angka 5,7 juta penumpang dibanding tahun 2017 yakni 6,4 juta penumpang. Sementara tahun ini penumpang pesawat untuk Natal dan Tahun Baru diproyeksikan turun 8,4 persen menjadi 5,2 juta penumpang.

Polana menyebutkan umumnya orang-orang lebih memilih menggunakan transportasi darat jika mudik bersama keluarga daripada menggunakan tranportasi udara. Apalagi saat ini infrastruktur sudah mulai terbangun yang memghubungkan antar kota di pulau Jawa. “Di Pulau Jawa terjadi perpindahan moda transportasi dari darat ke udara. Di Jawa kelihatannya 70 persen perjalanan menggunakan moda transportasi darat, karena infrastruktur sudah bagus,” ujarnya.

Polana melanjutkan, penurunan ini tak hanya terjadi di Indonesia. Di luar negeri, tren penggunaan maskapai juga berkurang. “Di dunia memang ada penurunan. Tapi di Indonesia lebih banyak,” ungkapnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemenhub Sugihardjo mengatakan penurunan terjadi di dua sisi. Baik penumpang untuk rute luar negeri dan juga dalam negeri. Faktor keluhan harga tiket mempengaruhi penurunan jumlah penumpang pesawat. Begitu juga dengan semakin lengkapnya infrastruktur jalan membuat banyak penumpang beralih ke transportasi darat.

“Penggunaan jalan tol itu bisa dikatakan 69 persen menggunakan Tol Trans Jawa dan 52 persen Yogyakarta dan Semarang. Penggunaan bus juga meningkat. Sementara untuk kapasitas tempat duduk, maskapai dengan jadwal penerbangan domestik dan internasional rata-rata menambah ketersediaan tempat duduk sebesar 2 persen,” lontarnya.

Pada H-6 sampai H+5 Natal diprediksikan kebutuhan kursi 5,2 juta kursi, sementara kapasitas yang tersedia 8,9 juta kursi. Dengan penambahan 2 persen maka total kursi yang tersedia adalah 9,1 juta kursi.

Hingga hari ini total tiket terjual periode 19 Desember 2019 sampai 6 Januari 2020 sebesar 968.000 tempat duduk atau telah terisi 17,58 persen dari ketersediaan tempat duduk. Sejauh ini maskapai yang mendominasi pembelian tiket terbanyak adalah Air Asia sebanyak 289.000 dan Lion Air sebanyak 241.000.

Investor Sambut Baik Kemudahan Berinvestasi Wisata di Klungkung

this formate

SEMARAPURA, bisniswisata.co.id: Inovasi perizinan online yang diluncurkan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta dinilai sangat menjanjikan kemudahan investasi bagi para Investor. Dan tantangan iklim investasi di wilayah Klungkung Bali agar segala urusan perijinan investasi segera selesai dengan syarat investor mengikuti aturan pemerintah.

“Beberapa jalur saya potong. Dulu harus dapat rekomendasi Bupati, saya coret. Jadi ngurus perijinan tidak perlu lewat Bupati. Klungkung akan punya MPP (Mall Pelayanan Publik), sehingga pelayanan perijinan satu pintu, urusan iklim investasi selesai nanti segera,” papar Bupati I Nyoman Suwirta seperti dilansir Antara, Selasa (10/12/2019).

Bupati juga mengharapkan sektor pariwisata dapat berkontribusi hingga 75% bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Nusa Penida diprediksi akan jadi titik ungkit pembangunan ekonomi di Klungkung. “Saya berharap (untuk PAD) mayoritas maksimalkan persentasenya dari pariwisata, karena potensi itu ada”, lontarnya.

Managing Director PT Nara Hotel Internasional, Francis Dehnhardt, mengapresiasi langkah Bupati Klungkung melalui inovasi perijinan online yang diluncurkan beberapa waktu lalu. Francis menilai bahwa kemudahan ijin investasi, khususnya di sektor pariwisata, akan cepat mendongkrak perekonomian masyarakat Nusa Penida.

“Kami sambut baik! harapan Pak Bupati yang ingin tumbuhkan sektor pariwisata, khususnya di Nusa Penida. Jika perijinan investasi mudah, kan ekonomi masyarakat dan daerah juga akan tumbuh”, papar Francis dalam keterangan pers di Jakarta.

Francis juga menambahkan bahwa Nusa Penida butuh kehadiran para investor yang sama-sama punya semangat untuk membangun Nusa Penida menjadi yang terdepan dalam pariwisata untuk menggerakan perekonomian masyarakat Nusa Penida. “Kami yakin masyarakat dan pemerintah welcome dengan kehadiran investor. Mari kita bangun Nusa Penida bersama-sama”, kata Francis.

Tercatat Klungkung memiliki 15 destinasi wisata yang kerap dikunjungi wisatawan. Objek wisata itu seperti wisata bahari, budaya, wisata museum, wisata taman peninggalan sejarah, wisata religi, wisata gua, wisata belanja, desa wisata, wisata alam, wisata air terjun, wisata sungai,

5 Desa Wisata di Jateng Digelontor Dana Stimulan Rp1 Miliar

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) bakal memberikan dana stimulan Rp1 miliar kepada 5 desa wisata di wilayah provinsi paling tengah di Pulau Jawa. Dana sebesar itu akan dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Jateng 2020. Pemberian dana stimulan kepada desa wisata itu sebagai upaya Jateng menciptakan 500 desa wisata.

Dana itu digunakan untuk mengembangkan potensi desa. Hal ini menjadi komitmen Pemprov Jateng menciptakan destinasi wisata baru, sebagai penunjang wisata unggulan seperti Candi Borobudur, Dataran Tinggi Dieng, Karimunjawa serta situs purbakala Sangiran. Namun kucuran dana ini bukan tanpa syarat dan tetap mempertimbangkan sejumlah ketentuan, misalnya konsep pengembangan desa wisatanya seperti apa, kemasannya, bagaimana kunjungannya dan sebagainya.

“Saat ini Jateng sudah punya 229 desa wisata. Target kami, di masa kepemimpinan Ganjar-Yasin bisa terbentuk 500 desa wisata. Dalam 5 tahun ini, target itu harus diwujudkan,” papar Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Sinoeng N. Rachmadi seperti dilansir laman Bisnis, Selasa (10/12/2019).

Hingga kini, lanjut dia, totalnya sudah ada 100 desa wisata yang akan mendapat bantuan dari Pemprov Jateng pada tahun anggaran 2020, Selain 5 desa wisata yang masing-masing memperoleh dana stimulan Rp1 miliar itu, pihaknya juga memberikan bantuan kepada 95 desa wisata lain.

“Untuk bantuan Rp1 miliar itu kita berikan ke 5 desa wisata yang masuk kategori maju. Sedangkan, untuk desa wisata kategori sedang kita berikan stimulan masing-masing Rp500 juta, dan desa wisata baru diberikan dana Rp100 juta,” lontarnya tanpa menyebut nama 5 desa wisata yang mendapatkan dana stimulan.

Desa wisata sedang, lanjut Sinoeng yang akan mendapat dana stimulan dari pemerintah pada 2020 nanti berjumlah 10 desa. Sedangkan untuk desa wisata baru yang mendapat stimulan Rp100 juta berjumlah 85 desa.

“Kita serius untuk mengembangkan desa wisata. Selain stimulan, nanti kita akan ajak para pengelola desa wisata untuk study banding ke luar negeri. Supaya, mereka tak hanya bisa mempelajari pariwisata luar negeri, tapi juga mempromosikan potensi desanya di luar negeri,” tutur pria yang pernah menjabat sebagai Pj. Bupati Tegal itu.

Keberadaan desa wisata dijadikan sebagai destinasi penunjang dari destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah. Karena akan menjadi destinasi wisata pendukung, dan ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan desa wisata, baik dari sisi kualitas dan keamanan hingga kemasan dan atraksinya.

Dalam hal pengelolaan desa wisata juga harus ada yang mengontrol. BUMDes harus jadi semacam auditor, agar potensi desa wisata dapat terkelola, tempatnya aman kulinernya harganya tidak ngepruk alias wajar. Bahkan untuk bisa menjadi objek penunjang destinasi wisata unggulan, desa wisata harus memiliki konsep yang jelas, yang terpenting benar- benar menjual potensi serta kekayaan desa.

Tercatat Desa Wisata di Jatengah yang kerap dikunjungi wisatawan, seperti diunduh laman IDNNews, antara lain:

Desa Wisata Candirejo

Desa Wisata Candirejo terletak tidak jauh dari Candi Borobudur, tepatnya hanya berjarak 3 km, yang masuk dalam Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Selain itu desa ini juga menghadirkan kenampakan alam yang sangat indah, serta budaya jawa masyarakat sekitar sangat kental. Daya tarik wisata alam yang ada pada desa ini berupa Watu Kendil, serta hamparan sawah dan pemandangan Pegunungan Menoreh. Sedangkan wisata budaya juga disajikan dengan melihat aktivitas masyarakat sekitar desa, serta yang tidak ketinggalan adalah wisata edukasi.

Desa Wisata Panusupan

Desa Wisata Panusupan sudah menjadi salah satu wisata menarik yang terdapat di Purbalingga, di mana sempat menjadi hits pada tahun 2017 karena keindahan alamnya. Desa wisata yang terletak di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga ini mempunyai hawa sejuk karena berada di Dataran Tinggi Dieng. Uniknya desa wisata ini dipenuhi oleh spot foto yang instagenic dengan pemandangan yang memang memukau dan mengandalkan keaslian dari alam tersebut, yang masih asri.

Desa Wisata Lerep

Desa Wisata Lerep yang berlokasi di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Desa ini terletak pada area perbukitan dengan pemandangan Gunung Ungaran yang memukau, serta masih cukup alami di mana terdapat Air Terjun Indrokilo yang indah. Di samping itu, terdapat beragam keunikan budaya di desa ini yang dapat dijadikan daya tarik wisata setempat, berupa tradisi iridan, sadranan dan lainnya.

Desa Wisata Kemetul

Salah satu desa menarik di Jawa Tengah lainnya adalah Desa Kemetul yang terletak di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Desa wisata ini menyajikan kenampakan alam yang sangat menarik, dengan pemandangan hamparan sawah yang indah serta terdapat banyak gazebo di sekitarnya. Sedangkan masyarakat dari desa ini sangat menjunjung tinggi adat setempat dengan tradisi masyarakat setempat yang kental.

Desa Wisata Malahayu

Desa Wisata Malahayu yang terletak di Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Desa wisata ini menghadirkan berbagai objek wisata menarik, seperti Waduk Malahayu, Situs Benteng Dinamit, BBM Fantasy Land dan lainnya. Selain itu desa yang masyarakatnya berbahasa Sunda ini memiliki beberapa acara adat budaya yang sangat menarik. Serta terdapat berbagai kuliner setempat yang merupakan perpaduan antara budaya Jawa dan Sunda yang menarik.

Gunung New Zealand Meletus, Puluhan Wisatawan Jadi Korban

this formate

WHAKATANE, bisniswisata.co.id: Sedikitnya delapan wisatawan asing hilang dan diperkirakan meninggal dunia dalam peristiwa letusan gunung berapi di Selandia Baru. Data resmi pemerintah menyatakan, lima orang telah dinyatakan meninggal dunia dan sekitar 30 turis mancanegara mengalami cedera berat hingga ringan, Selasa (10/12/2019).

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan, turis dari Australia, Amerika Serikat, Inggris, China, dan Malaysia termasuk di antara yang hilang dan terluka, termasuk warga Selandia Baru. Dia mengatakan akan ada penyelidikan pemerintah atas insiden tersebut.

“Kepada mereka yang kehilangan atau mencari keluarga dan teman, kami berbagi dalam kesedihan Anda yang tak terduga pada saat ini dan dalam kesedihan Anda,” kata Ardern pada konferensi pers di Whakatane, sebuah kota di pantai timur daratan, sekitar 50 Km dari White Island.

Ardern mengatakan, penerbangan pengintaian tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan di Pulau Putih, pulau kecil tempat gunung berapi meletus. Saksi mata merinci, luka bakar mengerikan diderita oleh beberapa korban yang selamat.

Sebuah kamera kawah yang dimiliki dan dioperasikan oleh agen geologi Selandia Baru, GeoNet, menunjukkan satu kelompok orang berjalan menjauh dari lereng di dalam kawah hanya satu menit sebelum ledakan. Webcam lain menunjukkan ledakan yang melontarkan abu membumbung sekitar 3.658 meter ke udara. “Sekarang jelas ada dua kelompok di pulau itu, mereka yang dapat dievakuasi dan mereka yang dekat dengan letusan,” kata Ardern.

Tim penyelamat tidak dapat mengakses pulau itu karena tertutup abu abu. GNS Science, agensi geosains Selandia Baru, memperingatkan ada kemungkinan 50:50 letusan lain dalam 24 jam mendatang. Lubang gunung berapi terus mengeluarkan uap dan semburan lumpur.

Seorang pria Selandia Baru Geoff Hopkins, yang kelompok turnya baru saja meninggalkan pulau pada saat letusan, mengatakan, dia membantu menarik korban yang terluka kritis ke kapal. Banyak dari mereka yang selamat berlari ke laut untuk menghindari letusan. “Mereka terbakar parah. Orang-orang memakai celana pendek dan kaus sehingga ada banyak kulit yang terbuka yang dibakar secara fatal,” kata Hopkins kepada surat kabar NZ Herald, Selasa (10/12/2019).

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan, tiga warga Australia dikhawatirkan termasuk di antara korban meninggal dunia, dengan 13 di antara yang terluka. “Saya khawatir ada berita buruk yang akan datang,” katanya.