Waduh, Penumpang Udara Diprediksi Anjlok Saat Libur Tutup Tahun

0
48

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Liburan Natal dan Tahun Baru sudah dekat. Namun hingga kini penumpang pesawat belum menunjukkan grafik kenaikan pesanan tiket pesawat. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi jumlah penumpang pesawat pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2019/2020 bakal merosot. Hal itu terlihat dari tren sejak tiga tahun terakhir yang mengalami penurunan.

“Tahun ini terjadi penurunan jumlah penumpang yang menggunakan transportasi udara. Hal ini selain diakibatkan karena harga tiket pesawat yang mahal serta dukungan infrastruktur yang kini sudah semakin maju. Prakiraan kami berdasarkan asumsi dan tren, ada penurunan 8,4 persen, ini lebih kecil dibandingkan saat lebaran,” ungkap Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti seperti dilansir laman Kompas, Selasa (10/12/2019).

Data Kemenhub menunjukkan telah terjadi penurunan penumpang angkutan udara sejak tahun 2018. Untuk penerbangan domestik dan internasional tahun 2018 turun 10,2 persen di angka 5,7 juta penumpang dibanding tahun 2017 yakni 6,4 juta penumpang. Sementara tahun ini penumpang pesawat untuk Natal dan Tahun Baru diproyeksikan turun 8,4 persen menjadi 5,2 juta penumpang.

Polana menyebutkan umumnya orang-orang lebih memilih menggunakan transportasi darat jika mudik bersama keluarga daripada menggunakan tranportasi udara. Apalagi saat ini infrastruktur sudah mulai terbangun yang memghubungkan antar kota di pulau Jawa. “Di Pulau Jawa terjadi perpindahan moda transportasi dari darat ke udara. Di Jawa kelihatannya 70 persen perjalanan menggunakan moda transportasi darat, karena infrastruktur sudah bagus,” ujarnya.

Polana melanjutkan, penurunan ini tak hanya terjadi di Indonesia. Di luar negeri, tren penggunaan maskapai juga berkurang. “Di dunia memang ada penurunan. Tapi di Indonesia lebih banyak,” ungkapnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemenhub Sugihardjo mengatakan penurunan terjadi di dua sisi. Baik penumpang untuk rute luar negeri dan juga dalam negeri. Faktor keluhan harga tiket mempengaruhi penurunan jumlah penumpang pesawat. Begitu juga dengan semakin lengkapnya infrastruktur jalan membuat banyak penumpang beralih ke transportasi darat.

“Penggunaan jalan tol itu bisa dikatakan 69 persen menggunakan Tol Trans Jawa dan 52 persen Yogyakarta dan Semarang. Penggunaan bus juga meningkat. Sementara untuk kapasitas tempat duduk, maskapai dengan jadwal penerbangan domestik dan internasional rata-rata menambah ketersediaan tempat duduk sebesar 2 persen,” lontarnya.

Pada H-6 sampai H+5 Natal diprediksikan kebutuhan kursi 5,2 juta kursi, sementara kapasitas yang tersedia 8,9 juta kursi. Dengan penambahan 2 persen maka total kursi yang tersedia adalah 9,1 juta kursi.

Hingga hari ini total tiket terjual periode 19 Desember 2019 sampai 6 Januari 2020 sebesar 968.000 tempat duduk atau telah terisi 17,58 persen dari ketersediaan tempat duduk. Sejauh ini maskapai yang mendominasi pembelian tiket terbanyak adalah Air Asia sebanyak 289.000 dan Lion Air sebanyak 241.000.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.