Themepark Dibangun di Banyuwangi Senilai Rp 150 Miliar

this formate

BANYUWANGI, bisniswisata.co.id: Pariwisata Banyuwangi Jawa Timur (Jatim) bakal dilengkapi destinasi wisata keren, berupa wahana taman wisata dan edutainment alias themepark dengan nilai investasi senilai Rp150 miliar. Themepark ini, semakin melengkapi ragam destinasi alam dan seni-budaya yang selama ini telah menjadi andalan pariwisata Banyuwangi.

“Pariwisata Banyuwangi selalu bergeliat, berinovasi dengan harapan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Dan kehadiran Investasi themepark Rp150 miliar adalah kabar gembira di tengah tantangan perlambatan ekonomi global, angin segar di tengah tantangan penurunan nilai ekspor,” papar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat groundbreaking ”Banyuwangi Themepark” milik Jatimpark Group di Banyuwangi, Jumat (3/12/2019).

Pembangunan themepark, sambung Bahlil, adalah langkah tepat menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi wisata yang lengkap. “Banyuwangi sudah terkenal dengan wisata alam dan seni-budayanya. Juga event-event wisata internasional lewat Banyuwangi Festival. Kini punya themepark keren. Saya yakin ini akan membuat Banyuwangi makin menarik bagi wisatawan,” imbuhnya.

Sementara Direktur PT Duta Insani Bangun Persada Engartiasto Lukito, selaku pelaksana pembangunan, mengatakan, themepark ini menjadi bagian dari jaringan wisata Jatimpark yang memiliki beragam wahana wisata bertaraf internasional. Themepark di Banyuwangi dibangun di lahan hampir 9 hektare di Kecamatan Kabat.

“Jatimpark Group melihat peluang yang bagus dan komitmen kuat dari Bupati Anas. Kami mendukung ekonomi Banyuwangi agar terus berkembang maju,” ujarnya.

Beragam wahana akan dibangun, mulai science centre, education corner, edukasi pelestarian penyu, wahana Kawah Ijen lengkap dengan panorama api biru (blue fire), wahana Sukamade, hingga water park bergelombang terbesar di Indonesia

Juga ada mini farm, petting zoo, kids playground, kafe-kafe instagramable, indoor theater, dan wahana misteri ”haunted house”. Tentu juga ada beragam permainan bertaraf internasional. Pembangunan themepark ini ditargetkan rampung dan bisa dibuka pada libur Lebaran atau pekan ketiga Mei 2020.

“Sebagaimana permintaan Bupati Anas, khusus di Banyuwangi, kami membangun themepark dengan memuat kekhasan lokal. Seperti adanya Wahana Ijen dan Sukamade,” ujar Enggartiasto.

Kawah Ijen dan Pantai Sukamade adalah dua destinasi alam favorit di Banyuwangi. Ijen menawarkan fenomena blue fire yang mendunia. Adapun Pantai Sukamade sangat indah dan menjadi tempat penyu bertelur. Themepark itu juga menyediakan teater indoor untuk menampilkan seni-budaya daerah serta ada ruang bagi UMKM memasarkan produknya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, themepark akan melengkapi pilihan destinasi di daerah ujung timur Pulau Jawa itu. “Kami menyadari pariwisata bergerak dinamis. Setelah 9 tahun fokus pada pariwisata alam dan seni-budaya, kini hadir themepark untuk memberi pengalaman baru sekaligus memperluas jangkauan wisatawan keluarga. Jadi Banyuwangi akan semakin friendly untuk wisata keluarga,” paparnya.

Kehadiran themepark tersebut juga menciptakan pergerakan ekonomi baru di wilayah pinggiran pusat kota Banyuwangi. “Pasti themepark ini akan diikuti industri sampingannya, mulai suvenir, oleh-oleh, warung-warung, jasa transportasi, jasa akomodasi, dan sebagainya,” pungkas Anas seperti dilansir laman Industry, Sabtu (4/1/2020).

Peletakan batu pertama jaringan themepark milik Jatimpark Group itu dilakukan Bahlil, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kepala Dinas Penanaman Modal Provinsi Jatim Aris Mukiyono, Direktur PT Duta Insani Bangun Persada Enggartiasto Lukito, dan Direktur Jatimpark Rio Imam Sendjojo. (*)

Menikmati Keindahan Kilometer NOL Citarum

this formate

           Kilometer NOL Citarum di Situ Cisanti

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Citarum, sungai terpanjang di Jawa Barat, bisa disebut sebagai pintu masuk peradaban di Pulau Jawa. Paling tidak, di kawasan muara Citarum di ujung utara Karawang, ditemukan Situs Batujaya, situs tertua dan terluas Indonesia, peninggalan Tarumanagara yang eksis di abad ke-4 Masehi. 

Dari masa ke masa, Citarum berfungsi sebagai jalur air, penghubung dunia luar di lepas Laut Jawa, dan pedalaman selatan Jawa Barat. Pemukiman dan kawasan pertanian tumbuh di sepanjang DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum. 

Di masa pemerintahan Republik Indonesia, Citarum meningkat daya fungsinya. Kini ada tiga waduk atau bendung (Jatiluhur – Citara – Saguling) di aliran Citarum. Berguna bagi sistem pengairan pertanian, kelistrikan, dan sumber air bersih masyarakat luas. Sayangnya, kini Indonesia bersedih, karena para pemerhati lingkungan menabalkan Citarum sebagai satu dari sungai terkotor di dunia. 

Kita tak perlu ‘kebakaran jenggot’. Faktanya aliran Citarum memang rusak. Kian ke hilir alirannya kian keruh, coklat butek terkontaminasi sampah rumah tangga dan limbah berbahaya buangan pabrik-pabrik yang tegak di sepanjang DAS Citarum, menghadirkan banjir di tiap musim penghujan. 

Tahun 2001, Pemerintah dan berbagai elemen masyarakat peduli lingkungan bersih dan sehat, bergerak menata ulang DAS Citarum. Hasilnya? Lingkungan hulu dimana Citarum bermuasal kini lebih berdaya dan lestari.

Delapan Sungai

Hulu Citarum terletak di kawasan hutan Gunung Wayang. Persisnya di ujung Kampung Tarumajaya, Desa Cisanti, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 

Datang ke hulu Citarum, kita disodorkan potret lingkungan yang berbeda dengan kenyataan di bagian hilir hingga muara. Di sini, di rimbun hutan yang mengitari sebuah danau, hulu Citarum sungguh secuplik alam Indonesia yang indah, permai dan cantik.

Saya tak asing dengan kawasan ini. Tahun 1975, saya dan beberapa teman dari Bandung, pernah berkemah di hutan teduh yang banyak ditumbuhi pohon Kayu Putih (Ecaliptus alba), serta ragam pohon hutan hujan tropika Indonesia lain yang masyarakat lokal menyebutnya: Saninten (Berangan), Kiara, Ki Hiur, Rasamala, Ki Hujan, Ki Bako, Kiray, Ki Tambaga, Jamuju dan lainnya. 

Ada rawa purba yang masyarakat sekitar menyebutnya Rawa Bendungan, karena ibarat bendung alam, sumber beberapa mata air. Di masa kolonial Belanda, rawa purba ini ditata membentuk danau buatan, yang dalam Bahasa Sunda disebut ‘situ’. Karena letaknya di kawasan Desa Cisanti, maka disebut Situ Cisanti. 

Tahun 2001, terkait gradasi lingkungan yang terus menggerus aliran Citarum, Pemerintah Indonesia menata ulang tempat camping paramuda pencinta alam Indonesia ini. Situ Cisanti ditata, hingga didapat luas 9 hektar, dengan tingkat kedalaman air bervariasi antara 40 Cm hingga 6 meter. Resmi dibuka pada tahun 2005, Wana Wisata Situ Cisanti ini juga popular dengan hastag (#): Kilometer NOL Citarum. 

Sesungguhnya tak cuma Kilometer NOL Citarum. Ada 7 (tujuh) sungai lain sama berhulu di Situ Cisanti, yakni: Sungai Cihaniwung, Cikahuripan, Cikawadukan, Cikolebere, Cipangsiraman, Cisadana, dan Sungai Cisanti yang jadi nama situ sekaligus desa: Cisanti.

                       Situ Cileunca menuju Situ Cisanti

Nyaris tak ada perobahan rute untuk ke Wana Wisata Situ Cisanti atau Kilometer NOL Citarum. Kini waktu tempuh juga lebih cepat, karena semua jalur sudah beraspal, paling tidak diperkeras batu makadam. Kendaraan umum pun sudah menjangkaunya, termasuk jasa ojeg sepedamotor di ruas-ruas tertentu. Tapi tentu, lebih nyaman dan cepat menggunakan kendaraan pribadi, apalagi sepedamotor trail. 

Butuh waktu sekitar empat hingga lima jam bermobil dari Jakarta. Ambil ruas tol Jakarta – Cikampek – Purbaleunyi, keluar di tol Buah Batu. Ketemu lampu merah, belok kanan menyusuri raya Kopo ke arah Bojong Soang hingga Raya Laswi di Soreang. 

Kini, kendaraan di tol ke arah Cileunyi tak perlu lagi masuk ke Kota Bandung. Di arah Kopo dan Cileunyi kini ada ruas tol baru yang langsung menuju Soreang, Ibukota Kabupaten Bandung. Tiba di daerah Ciparay, dapat berbelok ke Jalan Raya Pacet dan terus hingga Jalan Raya Cibeureum. Dari wilayah Pacet, medan mulai berkelak-kelok dengan ruas jalan yang hanya cukup untuk dua mobil. 

Bila dari Kota Bandung, silahkan sasar arah Alun-Alun Ciparay. Dari Terminal Ciparay ambil jalan menuju Kecamatan Pacet, atau bisa juga langsung menuju Kecamatan Kertasari. Dari Terminal Ciparay, kita juga bisa naik angkutan umum (minibus ataupun angkot) tujuan Kecamatan Kertasari, sambung dengan naik ojek ke Cisanti. 

 Bila dari Kecamatan Pacet, sebaiknya ambil arah menuju Desa Sukarame – Desa Cibeureum. Rute jalan di atas lebih baik dibanding jika mengambil rute melewati Desa Cikit, Desa Sukapura dan Desa Cibeureum.

Kilometer NOL Citarum juga bisa disasar melalui Pasar Pangalengan, mengarah ke gerbang PTPN VIII Pangalengan, lalu lanjut menuju Perkebunan Teh Talun Sentosa di Desa Santosa Kecamatan Kertasari. Bisa juga mengambil arah patokan menuju Cibolang Hot Spring di Desa Wanasuka, areal Perkebunan Teh Purbasari.

Geografis kawasan Situ Cisanti, selain menjadi bagian dari Gunung Wayang, juga dikelilingi Gunung Rakutak, Gunung Malabar, Bukit Bedil, dan Gunung Kendang yang merupakan batas alam Kabupaten Bandung dengan Garut. Lokasi ini juga cukup dekat dengan obyek wisata lain di Pengalengan seperti Gunung Puntang.

Deret-deret sawah, gunung, kebun teh, hingga hutan pinus, dan kontur gunung yang melatarbelakanginya, tak cuma bikin mata takjub, tapi juga mampu mengalihkan rasa mual akibat guncangan gerak kendaraan sepanjang perjalanan.

Panorama bukit dan kebun teh akan menemani perjalanan dari Pasar Pangalengan. Berturut-turut akan terlewati perkebunan sekaligus pabrik Teh Malabar di Desa Babakan, Perkebunan Teh Purbasari dan Pabrik Teh Kertasari di Desa Wanasuka, serta Perkebunan Teh Talun Santosa di Desa Santosa, sebelum kemudian tiba di kasawan Gunung Wayang. Kilometer NOL Citarum sudah di depan mata.

Wana Wisata Situ Cisanti buka tiap hari, Senin – Minggu, pukul 08:00 – 17:00 wib. HTM Rp 12.000/orang. Parkir mobil Rp 9000 dan sepedamotor Rp 4000. Tempat asyik buat ngumpul bareng teman, abadikan pesona Situ Cisanti dengan berfoto di spot-spot instagenic, bercengkrama menunggu proses matahari yang akan tenggelam. 

Membawa jaket atau baju hangat sangat disarankan, sebab biasanya kabut turun sore hari menjelang malam, menjadikan udara dingin dan beku. Ada fasilitas MCK dan areal parkir luas. Ada beberapa warung makanan dan minuman di gerbang obyek Wanawisata Situ Cisanti yang menjual makanan ringan seperti tahu goreng, mi rebus atau mi goreng, mi bakso, serta seduhan kopi dan teh ataupun susu bandrek. 

Untuk menu spesial, sebaiknya bawa bekal sendiri. Beberapa keluarga tampak menenteng makanan rantang. Ada penyewaan tikar yang bisa digelar di pinggir danau. Nikmati bekal dengan tetap membuang sampah pada tempatnya. 

Petilasan Raja Sunda

Kilometer NOL Citarum melengkapi daftar wisata danau di sekitar Bandung yang popular selama ini seperti Situ Ciburuy, Situ Lembang, Situ Patenggang, Situ Cileunca, dan lainnya. Wanawisata Situ Cisanti yang eksotik di selatan Kota Bandung ini, bikin kita betah berlama-lama menikmati suasana yang juga bikin hati jadi romantis. 

Bersantai di pinggir danau jernih dengan rumpun rumput lembang berjajar di tepiannya. Kita juga bisa belajar ihwal kehidupan satwa dan tumbuhan yang ada, mencatat dan memotretnya untuk dibuat laporan perjalanan

Situ Cisanti juga tak jauh dari objek wisata lain di selatan Bandung, seperti: Kawah Putih Ciwidey, Pine Forest Camp, Balitsa Lembang, Situ Cileunca, ataupun dan Terminal Wisata Grafika Cikole yang sering dijadikan lokasi foto prewedding.

 Satu hal yang tak boleh dilewatkan, di satu tepi dekat rumpun rumput lembang, ada dua mata air muncul dan mengairi Situ Cisanti. Masyarakat percaya, lokasi itu adalah petilasan Raja Sunda. Konon di kolam mata air itu, doeloe Prabu Siliwangi pernah membersihkan tubuh disaat kunjungan kerja menginspeksi wilayah. 

Hingga kini, ada saja pengunjung yang menggunakan kolam mata air tersebut untuk tempat ‘membersihkan diri’, lahir batin. Untuk itu, sila menghubungi kuncen atau penjaga mata air tersebut yang akrab disapa Abah Atep. Bersikap sopan dan santun, saat berkunjung atau mandi di kolam mata air tersebut, sungguh laku terpuji. 

Jangan juga lupa menjaga kebersihan lingkungan. Rapikan dan bawa kembali kemasan kantong bekas malanan, tempatkan di bak sampa di dekat gerbang masuk. Ini juga merupakan bagian dari penghormatan kita pada tata nilai dan kearifan lokal yang berlaku 

Ingin bermalam? Sila ketua rombongan lapor diri ke pos jaga. Ada Camping Area di bagian sayap Situ Cisanti. Tersedia perlengkapan berkemah yang bisa disewa. Tak menutup kemungkinan membawa sendiri segala perlengkapan bermalam, termasuk kemah spesial yang bisa dipasang di atap mobil jip Anda. Ngeriung di lingkar api unggun dekat tenda, menikmari singkong bakar plus kopi jahe, sungguh merupakan pesona tersendiri. 

Ssst…! Jangan memanggang daging yang bisa mengundang datang hewan predator, jenis kucing besar yang masih menghuni kawasan sekitar. Enjoy your  trip.

 

Dukung UKM Kuliner, Luncurkan Cookie Crumb

this formate

 JAKARTA, bisniswisata.co.id: HASIL survei BPS menunjukkan, kuliner merupakan subsektor ekonomi kreatif yang paling menonjol di antara subsektor lainnya dan memberikan kontribusi sebesar 41,69 persen terhadap  Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

“Tren kuliner di Indonesia berkembang begitu dinamis. Hal ini dilatarbelakangi oleh banyak faktor diantaranya perubahan gaya hidup dan maraknya inovasi kuliner yang ditawarkan oleh para pelaku kuliner tanah air. Dengan semakin kompetitifnya persaingan dalam industri kuliner tanah air, penting kiranya bagi para pelaku kuliner untuk senantiasa menjaga kualitas bahan baku yang digunakan agar dapat menghadirkan produk kuliner berkualitas dan cita rasa otentik bagi konsumennya”, ungkap chef profesional Arnold Poernomo.

“Berkecimpung di industri kuliner menghadirkan tantangan sendiri bagi setiap pelakunya. Sebagai pelaku bisnis kuliner, kami termotivasi senantiasa berinovasi dalam menghasilkan produk yang unik dan diminati oleh konsumen untuk dapat berkompetisi di industri ini,” ungkap Shintia Xu, Head of Business & Marketing Fore Coffee

Berlatar belakang hasil survey yang menunjukkan pertumbuhan sektor UKM di bidang kuliner terus meningkat dari tahun ke tahun. Sekaligus mendukung keberadaan UKM di bidang kuliner Mondelez International menghadirkan inovasi produk yang dapat menjawab kebutuhan pasar melalui peluncuran OREO Cookie Crumb kemasan 1 kg. Remah biskuit potong dadu tanpa krim dengan rasa otentik dalam kemasan lebih ekonomis. Tak hanya fleksibel untuk disesuaikan dengan kapasitas produksi UKM di bidang kuliner, produk ini juga dapat diolah menjadi aneka kreasi pelengkap menu makanan dan minuman.

Melalui kemasan baru ukuran 1 kg ini, diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas, yakni para pelaku bisnis kuliner skala kecil menengah. Terlebih dengan perkembangan tren kuliner yang mengarah pada segmen camilan dengan menggunakan produk tersebut sebagai topping untuk makanan mau pun minuman, seperti, martabak, dessert box, banana nugget, milkshake, boba, cheese tea dan aneka menu lainnya, sehingga dirasa tepat untuk menghadirkan kemasan baru ini.

Produk telah melalui proses uji kualitas baik dari segi bahan yang digunakan,  pengolahan dan juga pengemasannya. Produk ini hadir tanpa krim sehingga memudahkan para konsumen untuk dapat langsung menggunakannya tanpa harus memisahkannya lebih dulu dengan kepingannya. Konsumen dapat membeli produk ini di toko bahan kue di seluruh kota besar di Indonesia. *

Estepers Masa Bakti 2019-2023: Kembangkan Potensi Desa

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: MENGELOLA 19.000 orang lebih SDM professional bidang pariwisata, tidaklah mudah. Perlu komitmen dan partisipasi anggota an pengurus organisasi. Jika pada periode kepengurusan empat tahun terakhir berjibaku pencitraan lembaga Estepers. Empat tahun ke depan menekankan pada strategi ke dalam kembali ke kampus, dan keluar, memulai dari muasal anggota terkait dukungan program pemerintah yaitu membangun dari desa. Tujuan utamanya, peningkatan kualitas anggota, demikian ditegaskan Ketua Ikatan  Alumni P4B/BPLP/STP dan sekarang menjadi PolTekPar Bali terpilih  hasil Munas ke-2 Estepers, Nyoman Sukadana, A.M.Par, S.E.

Munas ke-2 Ikatan Alumni P4B/BPLP/STP Bali yang dikenal dengan nama Estepers, diselenggarakan di H. Soverign Tuban,  diikuti 100 orang anggota mewakili delapan angkatan.

Dengan 19.000 orang anggota dari berbagai bidang usaha pariwisata, sangat memungkinkan Estepers membantu pemerintah dengan melakukan pendampingan desa, khususnya desa- desa adat pengembang wisata desa. “Ini bagian pengabdian masyarakat, selain kegiatan social yang sudah dijalankan,” imbuhnya.

Dengan 19.000 orang anggota Estepers dengan keragaman keahlian, sangat potensial memadukan potensi desa dengan keahlian yang diperlukan. Dengan demikian kepariwisataan khususnya keberadaan dunia pendidikan kepariwisataan di Bali memberi manfaat bagi masyarakat desa. Untuk itu Estepers pelu menjalin kerjasama dengan pihak- pihak terkait lainnya. Tercatat di Bali ada 1.943 desa adat dengan keunikan masing- masing.

Seperti ditegaskan Gubernur Bali, Koster bahwa  modal utama Bali bisa bertahan adalah keunikan desa adat,  yang membuat Bali punya rasa, dicintai masyarakat dunia, bahkan dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik se-dunia. Kepariwisataan tidak ada artinya, jika tidak ada jiwa atau roh desa adat. Sewajarnya industri ikutserta membangun desa adat. Industri menurut Gubernur Bali  harus bertanggung jawab dengan Bali.

Program kembali ke desa dan memberdayakan potensi desa masing- masing alumni, menjadi strategi Estepers menjawab tantangan Gubernur Bali dan kepariwisataan Indonesia. Pasalnya 19.000 anggota Estepers menyebar di seluruh Indonesia bahkan ada yang berkarir di tingkat dunia.

Pada periode ke 2 jabatannya di Estepers, Nyoman Sukadana kelahiran Bangli, 23 April 1981, lulusan STP Bali tahun 2002, tetap melanjutkan program strategis yang telah berjalan, seperti penyelenggaraan ITO dan Job Fair di Kampus PolTekPar. Disamping meningkatkan kualitas peranserta alumni dalam memberi masukan baik terhadap manajemen kampus mau pun kepada pemerintah daerah, demikian juga pada lembaga induk kampus yaitu KemenParekraf.

Tahun Baru, 4.326 Wisatawan Serbu Kepulauan Seribu

this formate

KEPULAUAN SERIBU, bisniswisata.co.id: SEKITAR 4.326 wisatawan domestik menyeberang ke Kepulauan Seribu pada, Selasa (31/12/2019), untuk merayakan tahun baru di berbagai pulau yang ada di Utara Jakarta, seperti Pulau Bidadari, Pari, Pramuka dan lainnya. Umumnya wisatawan menyerbu Pulau Seribu karena dianggap menjadi salah satu tujuan pilihan dalam menghabiskan waktu sembari menikmati keindahan wisata bahari Indonesia.

Kepala Unit Pengelola Angkutan Perairan Dishub DKI Jakarta Dedy Dwi Widodo mengatakan, hingga siang tercatat 4.326 orang telah menyeberang melalui Pelabuhan Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara. “Untuk hari ini ada 4.325 penumpang yang berangkat ke Kepulauan Seribu,” kata Dedy kepada wartawan di lokasi, Selasa (31/12/2019).

Dilanjutkan, untuk mengakomodasi ribuan penumpang tersebut dikerahkan tiga kapal milik Dishub DKI Jakarta, 29 kapal tradisional dan satu kapal milik perusahaan swasta. Ribuan orang yang berangkat ke Kepulauan Seribu merupakan wisata lokal dan mancanegara. “Tahun ini meningkat pesat dibandingkan tahun lalu, karena tahun lalu kan ada tsunami Banten ya,” ujar Dedy seperti dilansir laman Kompas.

Ia turut menyampaikan bahwa Pulau Tidung dan Pulau Pari menjadi destinasi favorit saat tahun baru ini. Dan keberangkatan kapal dari pelabuhan Kali Adem menuju berbagai pulau di Kepulauan Seribu rata-rata berangkat pada pukul 08.00 WIB pagi “Satu hari satu kapal itu cuma satu trip, maksimal dua trip lah,” ujar Denny menambahkan tidak ada kenaikan tarif menyeberang dari Pelabuhan Kali Adem. Rentang harganya antara Rp 40.000-Rp 75.000

Sementara, Suku Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kepulauan Seribu, Cucu Kurnia menargetkan sebanyak 5.000 wisatawan akan mengunjungi Kepulauan Seribu. Kunjungan pun, akan dimulai pada H-2 pergantian tahun. “Untuk akhir tahun ini nanti sekitar 5.000 wisatawan akan mengunjungi Kepulauan Seribu, diprediksi H-2 para wisatawan sudah berdatangan,” ungkap Cucu

Dikatakannya, para wisatawan baik lokal maupun mancanegara akan datang dari berbagai dermaga, seperti Marina Ancol, Kali Adem, Tanjung Pasir, Rawasaban, dan lainnya. “Begitu pun untuk tujuannya, ada banyak pulau eksotis di Kepulauan Seribu,” paparnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi hal ini, para pengelola Pulau Resort juga diimbau untuk menghadirkan hiburan menarik, serta aneka promo lainnya untuk memikat wisatawan berkunjung, seperti live band, fun games, doorprize dan kembang api.

“Tentunya ada hiburan menarik yang kami siapkan, dan juga pengelola diimbau sehingga wisatawan yang berkunjung dapat merasa nyaman, karena diperkirakan akan banyak wisatawan yang akan berlibur ke Pulau Seribu,” jelas Cucu. (*)

Akhir Tahun, Musim Panen bagi Hotel di Kawasan Wisata

this formate

SERANG, bisniswisata.co.id: Liburan akhir tahun membawa berkah bagi hotel yang ada di Kawasan Wisata seperti Anyer Banten, Cirebon, Cianjur, Pangandaran hingga Batam. Tingkat hunian kamar hotel terdongkrak dibandingkan hari biasa maupun weekend.

Di wilayah wisata Anyer Serang Banten, tingkat hunian bisa melonjak 70 persen dibandingkan hari biasa yang dibawah angka itu. “Saya mendengar per hari ini cakupan kunjungan di hotel-hotel itu sudah 70 persen, kita harapkan ya bisa terlampaui diangka 85 – 90 persen, lebih bersyulur bisa fullbooking,” papar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Entus Mahmud Sahiri dalam keterangan resminya, Rabu (31/12/2019)

Entus optimistis puncak wisatawan yang akan berkunjung ke Pantai Anyer dan Cinangka bertepatan dengan Tahun Baru pada Rabu, 1 Januari 2020. “Kita harapkan pada satu Januari, masyarakat luar tidak perlu takut atau ragu ke Anyer dan Cinangka. Insya Allah Pantai Anyer dan Cinangka aman,” ujarnya.

Ia menargetkan puncak kunjungan wisatawan tahun baru 2020 bisa lebih dari tahun sebelumnya. Pada tahun baru 2019 lalu, di akhir tahun 2018, terjadi tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Saat itu, industri pariwisata pantai merasakan dampaknya sepi pengunjung.

Terkait rilis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terjadi erupsi GAK, namun hal tersebut dipastikan tidak membahayakan seperti tahun lalu. Oleh karena itu, Entus mengimbau masyarakat jangan mudah percaya dengan informasi di media sosial yang belum tentu kebenarannya. “Karena belum ada informasi resmi dari BMKG yang menyatakan akan terjadi letusan Gunung Anak Krakatau, sekarang masih kondisi normal. Kalau kewaspadaan biasa, tapi jangan mendekati pusat kawah GAK,” katanya.

Sementara Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon mencatat selama libur Natal tingkat hunian kamar hotel rata-rata mencapai 80 persen. Ketua PHRI Kota Cirebon Imam Reza Hakiki mengatakan peningkatan okupansi kamar hotel itu terjadi saat menjelang Natal hingga Jumat (27/12). “Rata-rata okupansi hunian kamar hotel mencapai 80 persen, ada yang 70 dan 90 persen,” kata Reza.

Akan tetapi, lanjut Kiki, menjelang pergantian tahun 2019 ke 2020 tingkat hunian kamar hotel di Kota Cirebon belum terlalu terlihat. Bahkan tingkat hunian mengalami penurunan dibandingkan 2018. “Kalau untuk malam pergantian tahun rata-rata turun dibandingkan dengan kemarin pas libur Natal, mungkin karena hari Rabu,” ujarnya.

Kiki menambahkan pada libur Natal 2019, pengunjung kebanyakan langsung datang ke hotel yang telah dituju. Hal ini berbeda dengan 2018 di mana mereka memesan terlebih dahulu. Saat libur Natal dan Tahun Baru sebelumnya, okupansi kamar hotel mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan hari normal. “Untuk tahun lalu jauh-jauh hari sudah banyak yang reservasi, bedanya tahun ini banyak yang langsung datang. Mudah-mudahan nanti pas Tahun Baru meningkat,” tuturnya.

PHRI)= Cianjur, Jawa Barat, mencatat tingkat hunian hotel menjelang malam pergantian tahun di wilayah Puncak-Cipanas, meningkat hingga akan terisi penuh. Tingkat pesanan kamar hotel tersebut meningkat 10 persen dibandingkan libur panjang akhir tahun lalu.

“Untuk saat ini tingkat pesanan kamar sudah mencapai 80 persen dari 1.200 kamar yang disediakan pada 29 hotel yang masuk sebagai anggota PHRI Cianjur. Kemungkinan satu hari menjelang Tahun Baru akan penuh atau full booked,” kata Ketua PHRI Cianjur Nano Indrapraja.

Ribuan kamar hotel sebagian besar sudah terisi mulai tanggal 29 Desember 2019 hingga 2 Januari 2020. Bahkan, lanjut dia, sebelum tanggal 29 Desember 2019, sebagian pengelola hotel di kawasan Puncak terpaksa menolak pesanan karena kamar yang tersedia sudah terpesan seluruhnya hingga awal tahun. “Harapan kami hingga malam pergantian tahun seluruh kamar hotel terisi 100 persen. Sebagian besar pesanan datang dari wisatawan asal Jabodetabek,” katanya.

Sementara sebagian besar pengelola hotel berbintang di kawasan Puncak-Cipanas mengungkapkan hal yang sama, ratusan kamar yang tersedia sebagian besar sudah terpesan mulai tanggal 29 Desember 2019 hingga 2 Januari 2020. “Peningkatan sudah terlihat sejak satu pekan menjelang Natal, dari seratusan kamar yang ada 80 persen terisi. Untuk malam pergantian tahun seluruh kamar sudah terpesan,” kata General Manager Zuri Resort Hotel Cipanas, Vallien Ishak.

Bahkan pihaknya terpaksa menolak sejumlah pesanan kamar dan mengarahkan pemesan untuk mengambil kamar di hotel lain yang masih kosong. “Sejak dua hari terakhir kami terpaksa menolak pesanan karena kamar full booked,” katanya.

Sementara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran menyatakan, sejumlah penginapan di kawasan wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat, sudah penuh mulai libur Natal sampai Tahun Baru. Wisatawan dari berbagai daerah berkunjung untuk menikmati objek wisata di Pangandaran. “Informasi dari PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia), hotel-hotel sudah full sampai tahun baru,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Undang Sohbarudin dalam keterangan resminya.

Momentum libur Natal dan pergantian tahun seringkali ramai oleh wisatawan dari berbagai daerah ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Pangandaran. Sejak akhir pekan lalu, hasil pantauan terdapat sejumlah pantai ramai oleh wisatawan, termasuk sejumlah penginapan dan hotel sudah penuh ditempati maupun dipesan terlebih dahulu oleh wisatawan. “Momen libur Natal dan Tahun Baru di Pangandaran memang selalu ramai oleh wisatawan,” katanya.

Menurut dia, momentum serupa tahun sebelumnya tidak seramai saat ini karena dampak dari bencana alam tsunami di Selat Sunda. Namun, musim libur akhir tahun ini diprediksi jumlah pengunjung meningkat yang mencapai 100 ribu orang.

Ramainya pengunjung di Pangandaran, Undang mengimbau para wisatawan untuk tidak menggunakan kendaraan ketika ingin ke pantai, melainkan bisa memanfaatkan fasilitas umum yang ada agar tidak terjadi kemacetan. “Ketika keluar dari penginapan tak perlu menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan simpan saja di parkir hotel untuk meminimalisir kepadatan,” katanya.

Dan Tingkat hunian hotel di Kota Batam, Kepulauan Riau, meningkat menjelang akhir tahun, saat libur Natal dan Tahun Baru 2020. Peningkatan angka hunian hotel terjadi merata di setiap penginapan berbintang dan nonbintang. Pelancong telah memesan kamar sejak jauh hari melalui sejumlah aplikasi bepergian. “Jelang akhir tahun ini occupancy hotel-hotel di Batam sudah 70 persen. Biasanya di bawah itu,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Kota Batam Mansurdi.

Menurut dia, memang sudah menjadi kebiasaan setiap akhir tahun terjadi peningkatan kunjungan wisata di Kota Batam, baik pelancong dari dalam maupun luar negeri. Apalagi, pada akhir tahun ini, Batam dilewati gerhana cincin matahari yang merupakan fenomena alam langka yaitu pada 26 Desember.

Sejumlah agen pariwisata telah membuat paket kunjungan wisata gerhana cincin matahari ke Batam, sehingga diperkirakan mampu meningkatkan kunjungan turis. “Karena gerhana matahari itu pada 26 Desember, kami tetap melihatnya sebagai libur panjang akhir tahun,” kata dia.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata menyatakan setiap akhir tahun angka kunjungan wisman ke Batam selalu meningkat dibanding 11 bulan lainnya. “Memang menjadi tradisi seperti itu. Kami pun pemerintah kota menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan, sempena Hari Jadi Batam yang jatuh pada 18 Desember,” kata Ardi.

Ia memperkirakan jumlah kunjungan wisman pada akhir tahun ini meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena wisata gerhana matahari cincin. “Banyak agen perjalanan yang menawarkan wisata ini jauh-jauh hari, jadi kemungkinan angka kunjungan wisman dan wisnus meningkat,” kata Ardi. (*)

Akhir Tahun, Kapal Pesiar MV Sun Princess Bersandar di Tanjung Emas

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: KAPAL pesiar mewah MV Sun Princess yang membawa 2.103 orang wisatawan dari berbagai mancanegara lego jangkar di area Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), pada Selasa (31/12/2019) pukul 07.00 WIB. Kapal berbendera Bermuda Malaysia ini dari Pelabuhan Makassae rencananya ke Singapura.

Kedatangan MV. Sun Princess disambut Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut, Ade Rahayu, Kepala Seksi Bimbingan Usaha Aryu Dewi dan GM Tanjung Emas PT Pelindo III, Farris Hariyoso. MV Sun Princess dengan panjang 261.31 meter, merupakan kapal cruise terakhir yang sandar di Pelabuhan Tanjung Pmas di tahun 2019.

“Total ada 24 kapal wisatawan mancanegara dengan jumlah wisatawan sebanyak 17.869 orang di tahun ini (2019). Namun, jumlah tersebut turun 10,22 persen dari tahun lalu (2018) atau turun sebanyak 3.034 orang dari 19.903 di tahun lalu,” ujar Ade Rahayu, Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut, KSOP Tanjung Emas dalam keterangannya resminya, Selasa (31/12).

Seperti perlabuhan kapal pesiar lainnya, ujar Ade, para wisatawan turun dan mengunjungi beberapa tempat wisata di Jateng. Di antaranya, Borobudur, kawasan Tlogo Argo di Bawen. “Wisatawan yang menginginkan city tour mengunjungi tempat menarik dan bersejarah di Kota Semarang seperti kota lama, sampookong, Simpang Lima, dan Lawang Sewu,” ujar Ade.

GM Tanjung Emas Farris mengungkapkan, pihaknya akan melakukan evaluasi setelah kunjungan kapal pesiar asing tersebut. “Akan kita adakan evaluasi khususnya mengenai pelayanan dan peningkatan fasilitas. Khususnya di terminal internasional Pelabuhan Tanjung Emas untuk menciptakan suasana yang nyaman demi para wisatawan mancanegara. Selama ini telah kami sediakan hiburan live music, stand souvenir dan tarian sambutan kedatangan,” ujarnya.

Kapal cruise tersebut direncanakan akan tolak dari pelabuhantanjungemas pukul 18.00 WIB menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tips Mencari Barang Tertinggal di Pesawat

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Aktris dan penyanyi Mandy Moore belum lama ini secara tidak sengaja meninggalkan iPad pribadinya di bagasi dalam pesawat. Moore mengaku, saat itu sedang kelelahan dan sakit. Hilangnya barang pribadi itu Moore segera bertanya pada pihak maskapai penerbangan. Usahanya pun tak sia-sia sehingga ia bisa mendapatkan kembali iPad miliknya.

Memang saat menyadari ada barang yang tertinggal di dalam pesawat, pasti panik dan ingin kembali masuk ke dalam pesawat. Namun tak semudah itu, karena bisa jadi pesawat sudah pindah posisi. Dan jika masih terkejar, pastilah akan kembali masuk ke dalam kabin pesawat dan mencari barang yang tertinggal. Namun bagaimana jika sudah terlalu lama, ceritanya pasti berbada.

Nah betugilah apa yang dialami Mandy Moore, mungkin juga pernah dirasakan sebagian penumpang pesawat lainnya. Namun, terlambat menyadari barang pribadi tertinggal di pesawat terkadang membuat seseorang malas untuk mengambilnya lagi. Alhasil, barang tersebut harus direlakan begitu saja.

Ketimbang bingung sendiri, ikuti langkah atau tips setelah sadar ada barang yang tertinggal di dalam pesawat: Dilansir thepointsguy.com, Selasa (31/12/2019), ada beberapa cara yang bisa dilakukan apabila barang pribadi tertinggal di dalam pesawat. Antara lain:

Kembali ke Pesawat

Apabila masih di dalam wilayah bandara, segeralah kembali ke gate dengan cepat. Kita bisa meminta bantuan dari staf maskapai untuk mencarikan barang tersebut. Bila kita tidak diperkenankan kembali, para staf bisa menolong mengambilkannya di dalam pesawat. Beritahu dengan detail letak barang yang tertinggal di dalam pesawat. Semakin cepat bertindak, semakin mudah pula barang kembali ke tangan kita.

Mengontak Pihak Maskapai

Apabila tidak memungkinkan, maka bisa melakukan cara dengan menghubungi pihak maskapai. Cari tahu bagimana prosedur untuk barang-barang yang hilang di dalam pesawat. Jika ditemukan, tanyakan pula biaya pengiriman atau asuransinya. Atau tanyakan ke kantor klaim bagasi maskapai di Bandara.Jadi sebaiknya datangi langsung karena dengan interaksi tatap muka, kamu bisa melihat proses pelacakan secara langsung. Mungkin juga barang yang tertinggal di kabin pesawat disimpan di tempat klaim bagasi maskapai.

Hubungi bandara

Jika kamu sudah meninggalkan bandara, maskapai penerbangan untuk mengetahui prosedur untuk menemukan barang yang hilang. Dan Isi formulir resmi untuk informasi kehilangan barang. Atau akses situs perusahaan penerbangan yang ditumpangi dan isi formulir secara spesifik barang yang hilang, nomor penerbangan, nomor tempat duduk, dan informasi pribadimu. Semakin banyak rincian yang bisa diberikan tentang waktu penerbangan, gate, bandara, deskripsi barang, dan lainnya, akan semakin baik. Juga bisa Hubungi customer service maskapai penerbangan dan tanyakan kepada mereka langkah-langkah apa yang harus diikuti. Setiap perusahaan penerbangan mungkin memiliki prosedur penanganan yang berbeda. Tanyakan ke divisi lost and found dan beritahu mereka bahwa kamu juga telah mengajukan formulir kehilangan barang secara online. Tinggalkan nomor teleponmu yang dapat dihubungi untuk memudahkan petugas maskapai menghubungi jika barang milikmu ditemukan.

Media Sosial

Apabila terlanjur sampai di rumah, gunakan platform media sosial dari maskapai penerbangan tersebut untuk meminta bantuan. Saat ini, platform media sosial terbilang manjur dalam menyampaikan keluhan atau meminta bantuan.

Lacak

Bila barang yang tertinggal berbentuk ponsel pintar atau gawai lainnya seperti komputer tablet, lakukan pelacakan. Seperti iPhone, misalnya, pelacakan bisa dilakukan menggunakan ‘Find My iPhone’. Gunakan aplikasi ini untuk mengetahui di mana lokasi barangmu yang hilang. Hanya saja, jika perangkat dalam mode pesawat terbang, maka aplikasi pelacakan tidak akan berfungsi. (*)

Tari Kecak Sambut Penumpang Udara di Bandara Ngurah Rai

this formate

BADUNG, bisniswisata.co.id: Tari Kecak yang ditampilkan oleh puluhan penari Bali, menyambut kedatangan para penumpang pesawat di Terminal Kedatangan Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Tari khas Bali ini akan mewarnai kedatangan penumpang selama musim liburan akhir tahun 2019.

“Penampilan Tari Kecak yang kami kemas dalam kegiatan bertajuk Bali Airport Cultural Show itu diharapkan dapat memberikan kesan pertama yang baik bagi seluruh penumpang yang tiba di Bandara Ngurah Rai,” ujar Communication and Legal Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Arie Ahsanurrohim, di Mangupura, Selasa (31/12/2019).

Selain untuk menyambut para penumpang yang tiba di Bandara Ngurah Rai, kesenian Tari Kecak tersebut ditampilkan dengan harapan dapat mengenalkan kebudayaan Bali bagi wisatawan dan masyarakat umum.

Menurutnya, pemilihan Tari kecak karena Kecak merupakan kesenian yang sangat khas dan sangat identik dengan Pulau Dewata. AP I ingin membawa kebudayaan Bali ini lebih dikenal lagi oleh masyarakat. “Tidak hanya penumpang tapi juga para masyarakat umum baik pengantar maupun penjemput penumpang pesawat karena Bali Airport Cultural Show ini kami tampilkan di area publik kawasan bandara,” kata Arie.

Kegiatan yang pertama kali diselenggarakan pada 28 Desember lalu tersebut rencananya akan menjadi atraksi reguler yang akan dipentaskan di kawasan Bandara Ngurah Rai. “Tapi untuk sementara akan kami pentaskan dulu hingga 31 Desember untuk menyambut para wisatawan liburan akhir tahun. Selanjutnya akan kami lakukan evaluasi terkait waktu dan lokasi titik pementasan Tari Kecak ini,” ujar Arie seperti dilansir Antara,

Ia berharap, pementasan seni budaya Bali itu dapat menjadi nilai tambah dari pelayanan pengelola bandara bagi para penumpang. “Kami ingin memberikan pengalaman dan kesan tersendiri untuk para penumpang yang baru saja tiba di Pulau Dewata. Itu juga dapat menjadi nilai tambah pelayanan kami terhadap pengguna jasa bandara,” katanya.

Tari Kecak biasa disebut Tari Cak atau tari api. Tarian ini merupakan tarian pertunjukkan hiburan masal yang menggambarkan seni peran dan tidak diiringi alat musik atau gamelan. Hanya diiringi paduan suara sekelompok penari laki-laki berjumlah sekitar 70 orang, yang berbaris melingkar memakai kain penutup kotak-kotak berbentuk papan catur. Tarian ini sangat sakral, terlihat dari penarinya yang terbakar api, namun mengalami kekebalan dan tidak terbakar.

Tari Kecak juga sering disebut Tari Sanghyang, yang dipertunjukkan sewaktu-waktu untuk upacara keagamaan. Penari biasanya kemasukan roh dan bisa berkomunikasi dengan para dewa atau para leluhur yang disucikan. Penari diadikan sebagai media untuk menyatakan sabda-Nya. Saat kerasukan, mereka juga akan melakukan tindakan yang di luar dugaan, seperti melakukan gerakan berbahaya atau mengeluarkan suara yang mereka tidak pernah keluarkan sebelumnya.
Asal mula nama Kecak

Wayan Limbak merupakan sosok yang menciptakan Tari Kecak. Pada tahun 1930, Limbak sudah mempopulerkan tarian ini ke mancanegara dan dibantu oleh Walter Spies, pelukis asal Jerman. Para penari laki-laki yang menari kecak akan meneriakkan kata ‘cak cak cak’. Dari situlah nama Kecak tercipta. Selain teriakan tersebut, alunan musik Tari Kecak juga berasal dari suara kincringan yang diikatkan pada kaki penari pemeran tokoh-tokoh Ramayana.

Di dalam lingkaran, para penari lainnnya beraksi. Mereka memainkan tarian yang diambil dari episode cerita Ramayana yang berusaha menyelamatkan Shinta dari tangan jahat Rahwana. Tak jarang, Tari Kecak juga melibatkan pengunjung yang tengah menonton aksi tarian tersebut. (*)

Widi Sedih Puluhan Pohon Bakau Kerdil di Pantai Walakiri Sirna

this formate

WAINGAPU, SUMBA TIMUR, bisniswisata.co.id: PENYANYI dan pemain film Widi Mulia Sunarya atau dikenal dengan Widi AB Three sedih melihat puluhan pohon bakau besar tak ada lagi di Pantai Walakiri, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kesedihan itu diungkapkan lewat sejumlah potret saat berada di pantai yang memiliki keunikan dengan pohon-pohon mangrove kerdil yang terdapat di ujung bibir pantai.

“Memasuki kota Semarang dengan mengunggah foto waktu di #walakiribeach #sumba ? Kami sungguh sedih dan kaget karena ternyata..,” tulis Widi Mulia, Minggu, 29 Desember 2019.

Puluhan pohon bakau besar, lanjut istri Dwi Sasono, yang dulu tegak berdiri indah seolah sedang menari menggapai langit kini sudah tak ada lagi. “Mereka roboh. Tersisa hanya anak-anak pohon ini.. Dan perlu ratusan tahun untuk melihat pohon bakau tumbuh rimbun menari lagi.Ada yang bisa tahu kenapa mereka roboh? Tahu ngga bahwa #mangrove perlu ratusan tahun untuk bisa tumbuh besar lagi? ☹,” tanya Widi Mulia.

Sempat ada sepasang turis Asia yang mulai memanjat pohon kecil itu untuk foto. Ia pun teriak, “JANGAANN!!” ??? akhirnya mereka pun lewat,” jelas ibu tiga anak Dru Prawiro Sasono, Widuri Putri Sasono serta Den Bagus Satrio Sasono.

Ketimbang memanjat-manjat hingga merusak pohon bakau kecil itu, Widi Mulia justru memanfaatkan untuk potret bersama sang suami, Dwi Sasono dan anak-anaknya. Pemain film Keluarga Cemara dan Bebas (2019) juga mengunggah sejumlah potret saat Pantai Walakiri surut. Anak-anak Widi tampak bermain air di pantai tersebut.

“#denbagus & #alette girang banget melihat banyak bintang laut dan kepiting yang masih bayi bermain disini. Bayi gemes sama bayi ?,” jelas Widi dalam potret yang lain.

Widi harus mengawasi dan mengingatkan berkali-kali agar hewan-hewan itu tak dibawa ke permukaan air. Mereka harus dijaga agar mereka tetap dekat dengan ibunya. “Lalu sedih deh lihat foto anak-anak pohon bakau yang tinggal beberapa jumlahnya ini. Kalau ngga ada yg tegas menjaga dan mengawasi, mereka pun akan punah ngga bersisa saat kami kembali lagi kesini..,” tulis Nominasi: AMI Award untuk Artis Solo Wanita Pop Terbaik.

Pantai Walakiri adalah salah satu pantai indah di Sumba Timur dengan ciri khas pantai yang landai dengan hamparan pasir putihnya. Walakiri memiliki mangrove yang unik dengan hamparan pasir putih dihiasi jajaran pohon kelapa yang memberi keteduhan dan suasana nyaman saat pengunjung berjalan menyusuri pantai yang unik dengan pohon mangrove kerdil yang terdapat di ujung bibir pantai.

Jika air sedang pasang sekilas tak ada yang membuat unggul Pantai Walakiri, namun tunggu sampai air sedikit surut. Siluet pepohonan mangrove yang meliuk-liuk bak penari membuat Walakiri menjadi sebuah fenomena yang unik dan memanjakan mata. Apalagi saat matahari terbenam, perpaduan antara warna langit senja dan siluet pohon mangrove terlihat sungguh artistik dan fotogenik untuk di foto dari segala arah.

Keunikan lain Pantai Walakiri ada 2 jenis tekstur pasir berbeda antara pasir di tepi pantai dan pasir di area bekas laut yang surut. Pasir di tepi pantai memiliki tekstur seperti pasir pantai yaitu butiran-butiran berwarna putih gading, sedangkan pasir di area bekas laut surut memiliki tekstur seperti bedak atau semen basah yang kemudian kering dan mengeras. Dan uniknya lagi ada garis batas yang jelas antara kedua jenis pasir tersebut. (*)