Jelang Akhir Tahun, 4 Negara Update Travel Warning ke Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sejumlah negara mengupdate mengeluarkan peringatan perjalanan atau travel warning bagi warganya yang ingin berwisata ke Indonesia. Sangat disayangkan memang, travel warning keluar menjelang liburan akhir tahun.

Dalam travel warning yang dikeluarkan Amerika Serikat, Inggris, Kanada dan Australia mengingatkan kepada para wisatawan asing keempat negara itu diminta untuk mempertimbangkan kembali jika ingin bepergian ke Papua, Bali, dan Sumatera Utara.

Dikutip dari ABC Indonesia, Senin (30/12/2019), Travel warning yang dirilis Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada 28 Desember 2019 misalnya menyebutkan agar warganya menghindari kawasan antara Timika dan Grasberg di Papua karena adanya kekacauan besar di sana.

Sebelumnya Kedubes AS di Jakarta merilis peringatan keamanan pada 12 Desember yang mencakup seluruh wilayah RI dan menyebutkan bahwa selama musim liburan kali ini, aparat Polri akan diterjunkan ke titik-titik wisata, gereja, mall dan tempat umum lainnya.

Travel Warning serupa juga dikeluarkan Pemerintah Inggris dengan mengupdate travel warning ke Indonesia dengan menyebutkan adanya aksi-aksi demo di Manokwari, Jayapura, dan Wamena. Turis asal Inggris juga dilarang mendatangi kawasan 4 km dari Gunung Agung di Bali serta 7 km dari Gunung Sinabung di Sumut.

Peringatan untuk menghindari Papua juga dikeluarkan Pemerintah Kanada pada 18 Desember dengan alasan yang sama, yaitu seringnya terjadi insiden kekerasan di sana.

Sementara travel warning dari Australia menyebutkan risiko serangan teroris tetap tinggi di Indonesia. Karena itu warganya diminta untuk tetap waspada. Selain itu, warga Australia juga diperingatkan mengenai kerusuhan di sejumlah kota di Papua dan Papua Barat sejak Agustus lalu.

“Kriminalitas ringan dan berat terjadi di Indonesia. Miras mungkin dicampur dengan bahan beracun. Terjadi kejahatan yang melibatkan taksi dan pengemudi. Wanita yang bepergian sendirian berisiko tinggi,” demikian disampaikan dalam travel warning ini.

Australia juga menyatakan ditemukan adanya penyakit legionella di antara wisatawan yang baru pulang dari kawasan Kuta di Bali sejak awal 2019. Secara umum, warga Australia diminta untuk meningkatkan kewaspadaan selama berada di Indonesia, termasuk di Bali.

Peringatan perjalanan dari negara-negara seperti AS, Inggris dan terutama Australia menjadi sangat berpengaruh di tengah upaya Pemerintah RI mencapau target 20 juta kunjungan wisatawan asing tahun 2019 ini. Sebagai catatan, untuk bulan Oktober 2019 terdapat 774 ribu kunjungan dari Australia ke Indonesia, menurut CEIC.

Di tempat terpisah, Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf Guntur Sakti mengatakan Kemenparekraf sangat menghormati keputusan sebuah negara saat mengeluarkan travel advice karena merupakan sebuah cara perlindungan negara kepada warganya yang bepergian. Tiap negara menerapkannya secara berbeda.

Menurut Kemenlu Australia, travel advice adalah informasi keamanan penting untuk membantu para wisatawan membuat keputusan untuk melakukan perjalanan. Informasi yang disediakan mencakup aneka ancaman (krisis/bencana) pada destinasi yang ingin dituju. “Jika dilihat dari situs resmi pemerintah Amerika Serikat, level travel advice diukur dari potensi krisis/bencana yang ada di sebuah negara, bisa dari alam, sosial, dan politik,” papar Guntur saat dikonfirmasi Bisniswisata.co.id, Selasa (31/12/2019).

Dari kondisi alam, lanjut dia, Indonesia harus terima bahwa kita memang berada di ring of fire. Di nonalam, khususnya sosial, pemerintah Australia dan Amerika lebih menekankan ke isu terorisme dan kesehatan. Inilah yang mungkin dapat dikoordinasikan oleh Kemenlu RI karena mereka masih mencatat kerusuhan di Poso yang sudah berlangsung lama sebagai ancaman.

Dan yang paling penting ialah kita sebagai sebuah negara perlu memperbaiki citra, salah satunya dengan mengampanyekan bahwa kita sudah punya rencana mitigasi untuk ancaman-ancaman tersebut. “Yang menakutkan bukan ancamannya tetapi yang lebih menakutkan ialah kita tidak tahu yang harus dilakukan saat ancaman itu terjadi” -Deputi Bidang Pencegahan BNPB- setiap negara memiliki hak memberikan peringatan perjalanan (travel advisory) terhadap warga negaranya.Indonesia pun akan menerbitkan peringatan serupa pada WNI jika ada negara-negara yang berpotensi membahayakan untuk dikunjungi,” tandasnya serius.

Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Prof. Azril Azahari menambahkan travel warning adalah hak bagi setiap negara untuk melindungi warganya yang berwisata di negara lain, termasuk Indonesia. Dan kita harus siap menghadapi situasi itu, termasuk siap terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan asing.

“jadi jika seandainya Pemerintah menghitung Target Wisman dan Wisnus secara ilmiah, yaitu dengan baik dan menggunakan formula yang tepat serta mengacu pada rata-rata pertumbuhan wisatawan (Wisman dan Wisnus) sejak tahun 2000-2014 (rata-rata pertumbuman 8,99%/pertahun), dan ada sedikit pertambahan pertumbuhannya mulai tahun 2014-2019 (sekitar 12%), maka dapat diharapkan hasilnya akan tepat,” papar Azril Azhari kepada Bisniswisata.co.id, Selasa (31/12/2019)

Perhitungan tersebut, sambung dia, sudah mempertimbangkan adanya travel warning, bencana alam dll. Artinya tidak ada alasan pada tahun 2019 ini semula ditarget 20 juta pertahun kemudian direvisi karena adanya bencana alam dan travel warning. (end)

 10 Bupati/Walikota Calon Penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat

this formate

Dewan Juri foto bersama. Ki-ka : Agus Dermawan T, Ninok Leksono, Atal S.Depari, Nungki Kusumastuti, dan Yusuf Susilo Hartono. (Foto: Iliana Lie).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Setelah melalui perdebatan panjang, di kantor PWI Pusat, Gedung Dewan Pers Lantai 4, Jl. Kebon Sirih no 34 Jakarta Pusat, akhir pekan ini,  akhirnya Dewan Juri berhasil memilih 10 Bupati/Walikota Calon Penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat.

“Pemberian anugerah dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Februari 2020,” kata Yusuf Susilo Hartono, ketua penyelenggara, hari ini.

Dewan Juri terdiri dari Nungki Kusumastuti, yang kita kenal sebagai penari, artis film, Dosen Institut Kesenian Jakarta, selaku ketua merangkap anggota. Ninok Leksono (Kompas/Rektor Universitas Multimedia Nusantara).

Juri lainnya adalah Agus Dermawan T (pengamat seni-budaya, penulis buku),  Atal S.Depari (Ketua Umum PWI Pusat) dan Yusuf Susilo Hartono yang merangkap sebagai anggota juri.

Menurut pelukis, wartawan senior, Pengurus PWI Pusat ini,  acara digelar PWI Pusat bekerja sama dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Ke-10 Bupati/Walikota  ini dipilih dari 19 Bupati dan 11 Walikota dari 18 provinsi yang mengirim proposal.

” Penilaiannya menitik beratkan pada aspek bentuk dan isi proposal.  Meliputi tata visual dan bahasa. Juga teknik penyajian, yang terdiri dari pilihan judul/program, profil daerah dan bupati/walikota, pemanfaatan media massa/sosial, landasan peraturan daerah, kebijakan program dan strategi inovasi, serta aspek pendukung berupa SDM, anggaran, hingga infra struktur,” tandas Yusuf.

Adapun ke 10- Bupati/Walikota tersebut, mewakili tiga kategori : daerah/ kota yang ada di dalam/dekat wilayah ibu kota Negara RI; daerah/ kota yang berada/dekat ibu kota provinsi; dan daerah/kota yang jauh dari ibu kota provinsi. 

Ke-10 Bupati/Walikota tersebut,  masing-masing Walikota Tangsel, Banten, Airin Rachmi Diany; Walikota Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Ibnu Sina ; Walikota  Ambon, Maluku, Richard Louhenapessy. Bupati  Tubaba, Lampung, Umar Ahmad; Bupati Halmahera Barat, Maluku Utara, Danny Missy; Bupati Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Soekirman.

Nominasi lainnya adalah Bupati Luwu Utara, Sulawesi Selatan Hj. Indah Putri Indriani; Bupati Gunung Kidul, DI Yogyakarta Hj. Badingah;  Bupati Tabalong, Kalimantan Selatan Anang Syakhfiani; dan Walikota  Kota Baubau, Sulawesi Tenggara , AS Tamrin

Menurut Yusuf, mereka akan diundang ke Jakarta, tanggal 8-9 Januari 2020, untuk presentasi di depan Dewan Juri dan tanya jawab pendalaman proposal. Sebagai babak akhir, sebelum menerima penghargaan ini pada acara puncak HPN 2020 di Banjarmasin, Februari 2020. 

 

 

 

Catatan Akhir Tahun 2019 PWI:  Tegakkan Independensi dan Profesionalisme Pers

this formate
           Atal Depari, Ketua Umum PWI Pusat

JAKARTA, bisniswisata.co.id:Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mencatat sejumlah kelemahan yang perlu diperbaiki. Meski Pemilu 2019 telah berjalan lancar. Meski terjadi beberapa hambatan di sejumlah tempat, secara umum penyelenggaraan Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg) yang untuk pertama kali berlangsung secara serentak, berjalan sesuai jadwal.

“Kalangan dunia internasional pun mengakui keberhasilan Indonesia dalam melaksanakan pemilu secara serentak hanya dalam satu hari itu,” kara Atal S Depari, Ketua Umum PWI Pusat dalam rilis Catatan Akhur Tahun, hari ini.

Angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 mencapai 81 persen atau sekitar 3,5 persen di atas target yang ditetapkan, yakni 77,5 persen.  Ini di atas partisipasi Pemilu sebelumnya pada 2014, tingkat partisipasi pemilih 70 persen untuk Pilpres dan 75 persen untuk Pileg. Tingginya tingkat partisipasi pemilih merupakan salah satu indikator Pemilu berjalan sukses dan proses demokrasi berjalan lancar.  

Dalam pandangan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), keberhasilan dan kelancaran penyelenggaraan Pemilu 2019 tak terlepas dari peran pers nasional.  Pers indonesia secara umum mampu menetralisir epidemi hoaks politik yang melanda masyarakat. Bahkan sejumlah media arus utama online menyediakan rubrik khusus untuk mengecek apakah sebuah informasi itu hoaks atau sesuai fakta.

Selain itu, pers lebih fokus ke pemberitaan tentang visi misi dan program para kandidat, baik pasangan calon presiden dan calon wakil presiden maupun calon anggota legislatif. Meski demikian, harus diakui pesta demokrasi lima tahunan itu juga meninggalkan sejumlah pekerjaan rumah.

Keterbelahan sebagian pemilih karena hanya dua pasang calon, sedikit banyak berdampak pada dunia pers. Independensi media banyak dipersoalkan publik. Beberapa media cenderung berpihak pada salah satu kandidat. Berita-berita atau informasi yang disuguhkan cenderung membangun citra positif kandidat tertentu dan cenderung merugikan atau membangun citra negatif kandidat lainnya. 

Di samping itu, profesionalisme pers juga mendapat perhatian serius. Beberapa media kurang hati-hati pada informasi yang berbau hoaks. Bukannya menghindar, alih alih justru turut menyebarluaskannya. Termasuk media arus utama sering kali tidak melakukan tiga prinsip utama jurnalistik, klarifikasi, konfirmasi, dan verifikasi. Informasi yang bernada hoaks langsung disiarkan di media berbasis jurnalistik secara ramai-ramai. Contohnya kasus Ratna Sarumpaet, belakangan diketahui adalah hoax.

“Tahun 2020 adalah juga tahun politik. Akan diselenggarakan 270 pilkada di seluruh Indonesia. Diharapkan kelemahan-kelemahan sebagaimana disebutkan di atas tidak terulang. Media tidak boleh partisan. Media jangan ikut menyebarkan hoaks. Media harus kembali kepada jatidirinya dan tetap menjaga independensi news room dan bekerja secara profesional  dengan melakukan uji informasi melalui konfirmasi, klarifikasi, dan verifikasi,” kata Atal mengingatkan.

Wartawan juga jangan sampai ikut-ikutan menjadi tim sukses dalam pilkada atau bahkan terjun dalam politik praktis. Hal ini akan sangat mengganggu independensi media dan kepercayaan publik. Pers lokal harus bisa menjaga indepedensi dan profesionalismenya dalam pilkada tahun 2020. 

Kekerasan Terhadap Wartawan

Terkait kekerasan terhadap wartawan, baik yang dilakukan oleh aparat negara, organisasi massa, maupun warga masyarakat, juga masih saja terjadi. Kekerasan tersebut tidak hanya berupa fisik seperti penganiayaan atau pemukulan, tetapi juga teror.

Sekadar contoh, seorang wartawan di Aceh rumahnya dibakar orang tak dikenal, sebagian kantor PWI Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, juga sempat dibakar, dan kantor redaksi sebuah harian di Bogor, Jawa Barat, diserbu simpatisan partai politik tertentu.

Penegakan hukum terkait kasus yang melibatkan wartawan juga belum sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dan MoU antara Kapolri dan Ketua Dewan Pers nomor 2/DP/MOU/2/2017-II-2017 yang ditandatangani pada 9 Februari 2017. 

Dalam Pasal 15 ayat 2 huruf C UU Pers disebutkan Dewan Pers melaksanakan fungsi memberikan pertimbangan dan mengupayakan penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus-kasus yang berhubungan dengan pemberitaan pers.

Pertimbangan atas pengaduan  masyarakat sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 huruf C adalah yang berkaitan dengan hak jawab, hak koreksi, dan dengan pelanggaran terhadap kode etik.

Dalam MoU Kapolri dan Ketua Dewan Pers di antaranya disebutkan,  apabila ada dugaan terjadi tindak pidana yang berkaitan dengan pemberitaan Pers maka penyelesaiannya mendahulukan UU No 40 tahun 1999 tentang Pers sebelum menerapkan peraturan perundang-undangan lain. Di samping itu, apabila Polri  menerima laporan dan atau pengaduan masyarakat yang berkaitan dengan pemberitaan Pers dalam proses penyelidikan dan penyidik berkonsultasi dengan Dewan Pers 

“Dalam prakteknya, penyelesaian sengketa pers tidak semuanya diproses sesuai UU Pers dan MoU tersebut. Di sejumlah daerah, polisi  sebagai penerima pengaduan masyarakat atas pemberitaan, langsung memproses menggunakan UU non Pers, misalnya UU No 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan KUHP,” ungkapnya.

Sekadar contoh adalah kasus yang terjadi pada Januari 2019. Koran Jawa Post dilaporkan pimpinan klub sepak bola di Surabaya atas dugaan fitnah dan pecemaran nama baik sebagaimana diatur pasal 310, 311 KUHP dan Pasal 27 ayat 3 UU ITE karena membuat berita yang dianggap merugikannya.

Selain itu, PWI mengimbau agar perusahaan pers tetap memperhatikan kesejahteraan wartawan. Meskipun secara bisnis hampir sebagian besar revenue industri pers dalam posisi menurun drastis, hak-hak karyawan (wartawan) sebagai pekerja secara normatif harus tetap dipenuhi. 

PWI akan terus meningkatkan profesionalisme wartawan anggotanya dengan pelatihan dan meningkatkan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan peraturan perundang-undangan yang terkait, serta pelatihan kompetensi teknis wartawan pada era konvergensi media.   

Usai Direvitalisasi, Kota Lama Dikunjungi Presiden Jokowi

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi sekaligus bersepeda di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Senin (30/12). Kunjungan ini setalah kota lama Semarang direvitalisasi pada tahap pertama selama 2 tahun, yang menelan total anggaran sebesar Rp Rp 170 miliar.

“Kawasan Kota Lama Semarang kini bisa menjadi ikon baru pariwisata, khususnya Jateng yang akan menarik perhatian wisatawan. Nah, sekarang barangnya sudah jadi, yang paling penting jadi ini ada aktivitas. Ada isian yang baik terutama yang berkaitan dengan apa, ekonomi kreatif, industri kreatif yang ada di kota Semarang dan Jawa Tengah pada umumnya,” kata Presiden Jokowi seperti dilansir laman Setkab.go.id.

Dengan kondisi yang sekarang ini, sambung Mantan Gubernur DKI Jakarta meminta pemerintah setempat untuk memaksimalkan aktivitas pariwisata, terutama berkaitan dengan ekonomi kreatif. “Saya berharap ke depan Kota Lama akan menjadi sebuah creative hub bagi Jawa Tengah, karena hampir 20 hektar luasnya. Ini sudah direstorasi dengan baik, saya rasa bisa menjadi icon Semarang, icon Jawa Tengah yang baru, dan bisa menarik wisatawan,” ucap Presiden.

Kepala Negara mengingatkan, bahwa Kota Lama Semarang sudah ditetapkan menjadi warisan budaya oleh UNESCO. Karena itu, harus terus dijaga. “Tinggal isian harian harus diisi dengan kegiatan-kegiatan seni budaya, mungkin di sini galeri, resto dihidupkan, sehingga juga mengangkat pertumbuhan ekonomi Kota Semarang maupun Jawa Tengah,” ujar Kepala Negara.

Dilanjutkan yang paling penting adalah mengangkat pariwisata sehingga ekonomi Kota Semarang maupun Jateng bisa meningkat. Dengan revitalisasi diharapkan kawasan kota lama ini bisa hidup kembali.

Gubenur Jateng Ganjar Pranomo mengatakan semarang adalah salah satu kota dengan warisan sejarah yang kaya. Dibanding Kota Tua Jakarta, Kota Lama Semarang masih kalah gaungnya soal wisata heritage. Padahal, banyak bangunan bersejarah yang asyik dikunjungi seperti Gereja Blenduk dan Stasiun Semarang Tawang.

Dengan revitalisasi Kota Lama Semarang, lanjut dia, butuh desain penataan ulang. Mulai dari pemugaran fisik, pengisian dengan kegiatan dan event yang kontinyu, berujung pada upaya pelabelan Kota Lama sebagai Warisan Dunia UNESCO. “Coba lihat sekarang, gedung-gedung nggak ada pemiliknya. Isinya demit semua,” candanya.

Revitalisasi Kota Tua bisa mencontoh negara-negara barat terutama Belanda. “Kemudian yang harus dilakukan adalah identifikasi Kota Semarang. Bandung misalnya, didaulat UNESCO sebagai Kota Kreatif. Dengan event Semarang Great Sale mendatang, saatnya menjadikan Semarang kota yang kurang lebih setara dengan itu,” jelasnya. *

Taj Mahal Kini Sepi Kunjungan Wisatawan, Kenapa?

this formate

MUMBAI, bisniswisata.co.id: Industri pariwisata India termasuk destinasi Taj Mahal terkena dampak sepinya kunjungan wisatawan. Kondisi ini akibat gelombang unjuk rasa anti pemerintah, yang menolak pengesahan RUU Kewarganegaraan.

Apalagi, setidaknya tujuh negara menerbitkan peringatan perjalanan atau travel warning kepada warganya yang akan berkunjung ke India. Sedikitnya 25 orang tewas dalam bentrok antara polisi dan pengunjuk rasa, yang terus melanjutkan aksi demonstrasi menolak undang-undang itu.

Pejabat memperkirakan ada sekitar 200 ribu turis domestik dan internasional yang membatalkan rencana kunjungan ke Taj Mahal, yang merupakan salah satu destinasi turis paling terkenal dunia, dalam dua pekan terakhir.

“Ada penurunan 60 persen kunjungan pada Desember ini dibanding tahun lalu,” kata Dinesh Kumar, seorang inspektur polisi yang mengawasi resor wisata Taj Mahal seperti dilansir Channel News Asia, Ahad (29/12/2019) kemarin.

Menurut dia, sejumlah turis menelpon kantor polisi menanyakan kondisi keamanan di lapangan. “Turis India dan asing menelpon kantor kami menanyakan keamanan. Kami beri jaminan keamanan. Tapi banyak yang masih memutuskan untuk tidak datang,” kata dia.

Monumen kolosal peninggalan abad 17 itu terletak di Uttar Pradesh, yang menjadi lokasi unjuk rasa besar menolak UU Kewarganegaraan dan banyak korban jiwa jatuh. Salah satu kelompok turis asal Eropa yang sedang melakukan perjalanan di India berencana memperpendek masa liburan yang awalnya 20 hari. “Kami ini pensiunan sehingga liburan ini harus terasa relaks dan lambat,” kata Dave Millikin, yang merupakan pensiunan bankir tinggal di pinggir Kota London, Inggris.

Taj Mahal, yang terletak di Kota Agra, menarik minat 6.5 juta turis setiap tahun. Ini mendatangkan pemasukan sekitar 14 juta dolar atau sekitar Rp194 miliar sebagai uang masuk atau entry fee. Manajer sejumlah hotel mewah di sekitar Taj Mahal mengatakan terjadi pembatalan dadakan oleh sejumlah tamu. Terlebih, otoritas memblokir akses internet di Agra.

“Pemblokiran Internet berdampak pada perjalanan dan pariwisata di Agra sekitar 50 – 60 persen,” kata Sandeep Arora, presiden Agra Tourism Development Foundation.

Times of India melansir sejumlah negara menerbitan peringatan perjalanan seperti AS, Inggris, Rusia, Israel, Singapura, Kanada dan Taiwan. Mereka meminta warganya tidak mengunjungi India atau berhati-hati saat di sana. (*)

Streetwear untuk Perempuan Jadi Tren Mode 2020

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sejumlah pakar mode memprediksi streetwear fashion untuk perempuan akan mengemuka pada 2020. Hal itu ditandai dengan semakin bertambahnya jenama yang menghadirkan mode tersebut untuk kaum hawa.

Wei Lin, salah satu pendiri lini busana PH5 mengatakan, selama ini mode streetwear cenderung menyasar konsumen pria. Kategori fashion itu biasanya menghadirkan sneakers, juga pakaian serba hip-hop.

Jenama yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS) itu hendak menjangkau penyuka fashion streetwear dari kalangan perempuan. Karenanya, PH5 menggagas kolaborasi dengan Kith, ikon streetwear populer di AS.

“Selain merek streetwear khusus perempuan, merek busana perempuan juga memasukkan fitur khas streetwear ke dalam koleksinya. Menurut saya ini akan terus berkembang,” kata Lin, dikutip dari laman Glossy.

Direktur kreatif PH5, Mijia Zhang, mengatakan streetwear semula lahir dari gaya hidup pria. Tidak heran apabila jenis busana itu lebih dominan untuk lelaki. Meski begitu, batasan gender dalam busana semakin samar.

Jenama besar seperti Gucci dan Saint Laurent termasuk yang menggagas busana bersifat netral gender atau unisex. Industri mode mencatat lebih jauh percampuran antara busana untuk laki-laki dan perempuan tersebut.

“Dalam beberapa tahun terakhir, batas gender dalam mode telah berbaur secara drastis. Hal tersebut berpotensi mengarah pada kehadiran lebih banyak streetwear untuk perempuan,” ungkap Zhang.

Jeny Tjahyawati dari Indonesia Modest Fashion Week (IMFW) mengakui tren mode tahun 2020 akan booming seperti streetwear, jaket oversized, blazer oversized masih akan booming dan konsepnya streetwear. Item outer juga cenderung versatile alias serbaguna. Selain mudah dipadupadankan, item tersebut juga tidak hanya untuk perempuan berkerudung. “Jadi outer-nya yang bisa dibuka untuk yang enggak berhijab juga bisa pakai,” lontar Jeny.

Diprediksi busana-busana dengan potongan longgar yang tidak menonjolkan lekuk tubuh masih akan banyak diminati untuk modest wear tahun depan. Sementara, item busananya akan mengarah pada streetwear, di mana item seperti oversized outer menjadi item kunci banyak orang.

Selain itu, lanjut dia, Tren mode dunia saat ini memang masih mengacu pada tren Fall/Winter. Namun, sejumlah pergelaran busana dan pekan mode sudah mulai mengeluarkan koleksi busana Spring/Summer 2020 sebagai acuan tren tahun depan. Tak terkecuali di bidang modest fashion. Indonesia Modest Fashion Week (IMFW) 2019, misalnya.

Koleksi para desainer yang ditampilkan mengacu pada tren tersebut, yang dipadukan dengan kekayaan pulau-pulau di Indonesia. Lalu, seperti apa prediksi tren modest fashion di tahun mendatang? “Spring/Summer warna pastel yang diangkat. Untuk summer-nya ada warna kuat seperti warna dasar laut.” jawabnya. (ndy)

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Wisatawan Dilarang Mendekati

this formate

LAMPUNG, bisniswisata.co.id: Gunung Anak Krakatau kembali erupsi, dengan mengeluarkan letusan atau kolom abunya hanya setinggi 50 meter pada Minggu (29/12/2019) pagi pukul 05:29 WIB. Namun pada Senin (30/12/2019) pagi bertambah menjadi 2.000 meter dari atas puncak kawah gunung berapi yang ada di perairan Selat Sunda itu.

“Erupsi dari gunung setinggi 157 meter di atas permukaan laut tersebut dapat terlihat dari rekaman CCTV yang diletakkan di sana. Aktivitas Gunung Anak Krakatau merupakan hal yang sudah biasa terjadi. Saat ini, Gunung Anak Krakatau memiliki status Level Waspada (level II),” papar Penanggung jawab pos pantau Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan Andi Suardi, Senin (30/12/2019).

Dilanjutkan, arah sebaran abu vulkaniknya ke bagian selatan gunung. Hingga Senin siang, erupsi masih berlangsung, meski tidak terdengar suara dentuman dari arah Gunung Anak Krakatau. “Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal, conding ke arah selatan. (Erupsi) Masih berlangsung, tidak terdengar dentuman,” terangnya.

Meski sedang erupsi, status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level II atau Waspada dan wisatawan tidak boleh mendekati gunung, untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan. “Saat ini GAK berada di status level II (waspada) dengan rekomendasi masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari puncak kawah,” jelasnya.

Ridwan, Koordinator Lapangan Langgeng-Wisata, sebuah travel agent yang biasa membawa wisatawan ke Lampung, mengatakan bahwa wisatawan yang berkunjung masih bisa melihat Gunung Anak Krakatau dari dekat. “Bisa ke sana, tapi hanya di jarak aman saja, hanya di Pulau Sebesi. Wisatawan bisa melihat Gunung Anak Krakatau dari ujung Pulau Sebesi saja menggunakan motor ke Dusun Gubuk Seng,” kata Ridwan. Senin (30/12/2019).

Pulau Sebesi sendiri berada di di wilayah Desa Tejang, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. “Biasanya perjalanan tur Gunung Anak Krakatau, wisatawan dapat mendekat ke Gunung Anak Krakatau dan melakukan trekking. Namun karena kondisi erupsi, tur tersebut harus dialihkan dengan melakukan kegiatan lain di Pulau Sebesi. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di sana yaitu snorkeling, menyelam, dan melihat kura-kura,” paparnya.

Menurut Ridwan, meskipun para wisatawan tidak bisa berkunjung ke Gunung Anak Krakatau, mereka tidak perlu merasa kecewa. Sebab, mereka tetap bisa melihat Gunung Anak Krakatau dari pulau tersebut sembari menikmati kegiatan di sana. “(Wisatawan tetap bisa melihat gunung dari Pulau Sebesi) karena (pulau) tidak terpengaruh oleh erupsi tersebut,” kata Ridwan.

Ridwan masih bisa membawa wisatawan melihat gunung dari jarak aman. Ia tidak begitu khawatir sebab apabila gunung memperlihatkan gerak-gerik akan letusan dengan intensitas tinggi, masyarakat Pulau Sebesi sudah akan diungsikan dari jauh hari.

Admin Marketing Indahnesia Tour, Indah sebagai operator open trip yang memiliki paket wisata ke Lampung, mengatakan wisatawan tidak perlu panik jika sedang berada di Gunung Anak Krakatau atau kawasan sekitar Pulau Anak Krakatau saat terjadi erupsi. Biasanya sebelum perjalanan dimulai, setiap operator tur yang akan mengadakan perjalanan pariwisata ke sana sudah diberitahu sebelumnya.

Namun jika kamu merasa khawatir, kamu bisa melakukan perjalanan wisata ke tempat lain di Lampung seperti Pulau Pahawang. “Karena kami belum dapat informasi dari ranger setempat, kami alihkan pengunjung yang ingin berwisata ke Pulau Anak Krakatau ke Pulau Pahawang,” kata Indah seperti dilansir laman Kompas, Senin (30/12/2019). (*)

Mengeksplor Destinasi Wisata bersama Komunitas Sekolah TelusuRI

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Di Indonesia ada sebuah wadah untuk memfasilitasi orang-orang yang ingin menuliskan catatan perjalanan mereka serta mendiskusikannya. Wadah tersebut bernama Sekolah TelusuRI, sebuah komunitas pejalan kaki yang menelusuri bangunan bersejarah dan tempat-tempat wisata.

Sekolah TelusuRI bergerak di sektor pariwisata ini, bukan cuma dalam bentuk tulisan saja, namun juga foto dan video yang menjadi hasil atas berbagai program mereka. Berdiri sejak 2015, Sekolah TelusuRI sejauh ini tercatat sudah menjelajahi sekitar 10 kota yang ada di Indonesia.

“Awal mula terbentuknya wadah ini adalah karena ingin mengekspos tempat-tempat wisata tersembunyi yang ada di Indonesia. Nah, dari situlah Sekolah TelusuRI hadir untuk lebih mengangkat tempat-tempat wisata tersebut. Awalnya keinginan kami cuma ingin mengangkat pariwisata lokal yang masih belum banyak orang ketahui,” ujar Maureen Fitri selaku communite manager pada Minggu (20/10).

Pengelola komunitas ini hanya 3 orang, yakni Maureen Fitri (Semarang), M. Syukron (Kapoposang), dan Yovita Ayu (Jakarta). Lalu bagaimana Sekolah TelusuRI bisa menjamah kota-kota di seluruh Indonesia?

Sekolah TelusuRi dalam menjalankan kegiatan bekerja sama dengan komunitas setempat. Misalnya saja dalam menjalankan kegiatan yang bertajuk “Telusuri Sejarah Kota Lama-Pecinan”, Sekolah Telusuri mengajak Pemandu Wisata Kota Lama Semarang. “Kami memang selalu berkolaborasi dengan komunitas setempat. Jadi di samping mempromosikan, mereka juga bisa bercerita di tempatnya sendiri,” tutu Maureen.

Dilanjutkan, Sekolah TelusurRI ini pernah juga mengajak penyandang disabilitas di Kota Semarang untuk menyusuri rute wisata. Hal tersebut selain untuk mengajak berkeliling Kota Lama, juga ingin menjajal apakah infastruktur Kota Lama sudah ramah bagi penyandang disabilitas.

“Buat ang punya tempat wisata rujukan di daerahmu dan masih belum banyak diekspos, bisa saja meminta Sekolah TelusuRI untuk membuat kegiatan di tempat tersebut. Tinggal kontak Instagram @Ayotelusuri atau melalui surat elektronik di ayo@telusuri.id,” paparnya seperti dilansir laman Inibaru, Senin (30/12/2019). (*)

Dongkrak Pariwisata, 30 Bus Wisata Dihibahkan se Jabar

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menghibahkan 30 bus wisata untuk 27 kota dan kabupaten se-Jabar. Penyerahan itu secara simbolis dilakukan kepada sejumlah kepala daerah di halaman Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (30/12/2019).

Pria yang akrab disapa Emil itu mengatakan, konsep desain mobil wisata disesuaikan dengan karakteristik tiap daerah, dari segi warna maupun penamaan bus tersebut. Bus wisata ini dioperasikan di wilayah perkotaan dengan rute jarak pendek.

“Saya serahkan ke pemerintah daerah secara umum. Kuning di Kabupaten Bandung, Ranginang warna oranye di Banjar. Setiap keunikan punya ciri khas sendiri, Cirebon senangnya hijau tua seperti warna keraton,” kata Emil usai acara.

Hibah bus wisata itu diharapkan mampu mendorong perekonomian daerah dari sektor pariwisata. Bus wisata Bandung Tour on Bus (Bandros) yang ia buat sewaktu menjabat Wali Kota Bandung jadi inspirasinya untuk program tersebut.

Emil menilai, ada dua mesin ekonomi di Jabar, manufaktur industri dan mendongkrak pariwisata. Dengan inovasi serta dukungan dari pemerintah pusat, melengkapi upaya dari pemerintah daerah membuat orang betah berkunjung di Jabar yang alamnya indah, kulinernya enak, dan orangnya yang ramah.

Emil menargetkan tiap daerah memiliki dua unit bus wisata. Sejauh ini, minat kota dan kabupaten terhadap bus wisata cukup tinggi. Bahkan, beberapa daerah ingin menambahi jumlah bus wisata lantaran digandrungi masyarakat.

“Antusiasme tinggi, dijamin bus wisata ngejreng begini mah idola wisatawan. Saya sangat optimis karena bisa meningkatkan pendapatan, daya beli. Kalau ada wisata dia lapar cari kuliner nanti dia keluar uang, jajan di PKL, restoran, kalau dia betah lebih lama nginep dulu bayar untuk hotel, homestay dan lainnya. Makanya pariwisata itu bisnis kebahagiaan,” ujar Emil.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Hery Antasari mengatakan, dari tahun lalu sudah 43 unit bus wisata yang dibagikan kepada 27 daerah. Rencananya, tahun depan ada penambahan 11 unit bus serupa untuk merealisasikan target dua unit bus wisata untuk tiap daerah.

Untuk 30 unit bus wisata, pihaknya menggelontorkan dana sekitar Rp 28 miliar dengan harga per unit sekitar Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar. “Total yang dibagikan sekarang 30 unit. Jadi ada daerah yang lebih dari satu. Totalnya dari tahun lalu sudah 43 unit. Targetnya minimal satu daerah dua berarti perlu 54 unit, berarti ada kekurangan 11 unit,” ucap Hery seperti dilansir laman Kompas.

Dilanjutkan Mekanisme pengoperasian bus wisata tersebut disesuaikan dengan kebijakan tiap daerah. Dan hendaknya bus wisata itu bisa dimanfaatkan sesuai tujuannya. “Mekanisme nanti kita bantu fasilitasi kita koordinasikan, masing-masing lebih prefer di Dishub atau Organda tergantung kesiapan masing-masing. Mau berbayar, mau gratis terserah kota kabupaten. Pesan dari kita mah harus ada pengelolanya, sustain, dan bermanfaat sesuai tujuannya,” jelasnya. (*)

Aksi Mogok Pekerja Bandara Portugal, 19 Flight Dibatalkan

this formate

LISBON, bisniswisata.co.id: Serikat pekerja dan otoritas bandara Portugal melaporkan, pemogokan tiga hari yang digencarkan para pekerja di bandara Lisbon, Portugal, memicu pembatalan beberapa penerbangan akhir pekan ini. Kemungkinan pembatalan jadwal akan terjadi lebih besar sebelum aksi berakhir pada Ahad (29/12/2019).

Penerbangan EasyJet, Brussels Airlines, Eurowings, Transavia Prancis, dan Wizz Air UK dari dan ke Inggris, Prancis, Belgia, Belanda, Luksemburg, Swiss, dan Jerman dibatalkan pada Sabtu dan Ahad. Juru bicara serikat pekerja SINTAC Fernando Simoes mengatakan, 19 penerbangan telah dibatalkan karena pemogokan, dengan tujuh penerbangan dialihkan ke bandara Faro di selatan Portugal.

Dilansir Reuters, Senin (30/12/2019), Situs web otoritas bandara Portugal menunjukkan lebih dari 25 penerbangan ke dan dari bandara telah dibatalkan. Seorang juru bicara bandara Lisbon menolak untuk mengonfirmasi jumlah pembatalan.

Pembicaraan antara SINTAC dan Vinci Group milik Portway, yang mempekerjakan pekerja di bandara Lisbon, Porto, Faro dan Funchal, mandek pada Desember. Kondisi tersebut terjadi karena perusahaan mengatakan tidak akan mencairkan gaji. Padahal, perusahaan telah berkomitmen untuk melakukannya pada November 2019 ketika pembekuan dilaksanakan pada 2016.

Portway mengatakan, pihaknya siap untuk kembali ke meja perundingan setelah pemogokan yang membuat jadwal penerbangan banyak dibatalkan. Diskusi sudah dijadwalkan untuk berlangsung Januari.

Namun, Simoes mengatakan, serikat berencana untuk melanjutkan pemogokan lain dengan pekerja lembur dan akhir pekan dari 1 Januari hingga akhir Maret. SINTAC mengatakan keputusan perusahaan untuk tidak mencairkan gaji dimaksudkan untuk menghukum penolakan serikat atas revisi kontrak kerja yang diajukan oleh Portway pada Agustus.

“Selama tiga tahun pekerja telah melihat perkembangan karier mereka dan gaji dibekukan demi kesehatan keuangan perusahaan,” kata perwakilan serikat pekerja. Portway membantah tuduhan itu, menyatakan mereka dengan cermat mematuhi peraturan, termasuk dalam kaitannya dengan hukum perburuhan. (end)