2020, 20 Maskapai Paling Aman di Dunia

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Sepanjang tahun 2020, situs Airlinerating.com merilis peringkat maskapai paling aman di dunia. Dalam pemeringkatan tersebut, poisi pertama ditempati oleh maskapai Australia, Qantas Airways.

Mengutip CNN, Ahad (12/1/2020) Qantas baru saja dinobatkan sebagai maskapai teraman di dunia untuk tahun ketujuh secara berturut-turut berdasarkan 405 maskapai di seluruh dunia yang dipantau. Qantas sejak tahun 2014 sudah memegang gelar maskapai teraman di dunia, tahun ini Qantas kembali mempertahankan eksistensinya sebagai maskapai teraman di dunia.

Penobatan ini mengambil tolak ukur atau pertimbangan dari faktor-faktor termasuk audit dari badan penerbangan dan pemerintah, catatan kecelakaan dan insiden serius, usia armada, posisi keuangan, pelatihan pilot dan budaya.

“Penilaian dilakukan berdasarkan cara awak pesawat menangani insiden. Qantas telah menjadi maskapai yang memiliki kemajuan keselamatan operasional utama selama 60 tahun terakhir dan belum memiliki kejadian fatal,” kata Geoffrey Thomas, pemimpin redaksi Airlinerating.com.

Sementara itu, Air New Zealand berada di urutan kedua, sedangkan EVA Air dari Taiwan berada di urutan ketiga. Etihad Airways yang berbasis di Abu Dhabi berada di peringkat keempat.

Posisi lima ditempati oleh Qatar Airways, dilanjutkan Singapore Airlines, kemudian Emirates, Alaska Airlines, Cathay Pacific dan Virgin Australia.

Posisi 11 ada Hawaiian Airlines, dilanjutkan Virgin Atlantic, TAP Air Portugal, SAS, Royal Jordanian, Swiss, Finnair, Lufthansa, Aer Lingus dan KLM.

Di sisi lain, maskapai British Airways, ANA, American Airlines Japan Airlines, Delta dan United yang masuk 20 besar tahun lalu juga gagal meraih posisi 20 besar untuk tahun 2020.

Thomas mengatakan British Airways turun peringkat karena, kombinasi usia armada yang rata-rata terbang lebih dari 13,8 tahun. Sementara itu, masalah jumlah insiden, meskipun tidak mengancam jiwa tetapi ada banyak maskapai dengan ukuran sama yang tingkat insidennya lebih rendah.

Maskapai lainnya yang tak masuk 20 besar sebagai maskapai teraman di dunia adalah akibat insiden pilot yang diduga mabuk yang terjadi pada pilot United, American, Delta, JAL dan ANA.

Thomas juga memuji inovasi Qantas, termasuk atas keberhasilan luar biasa dari Perth ke London dengan layanan nonstop Boeing 787 dan penerbangan uji coba London-Sydney dan New York-Sydney baru-baru ini.

Sementara untuk keamanan maskapai berbiaya rendah yang teraman di dunia mencakup Air Arabia, Flybe, Frontier, HK Express, IndiGo, Jetblue, Volaris, Vueling, Westjet dan Wizz Air. (*)

34 Tahun Mangkrak, Bandara Ngloram Digelontor Rp 72 Miliar

this formate

BLORA, bisniswisata.co.id: Selama 34 tahun Bandara Ngloram, Blora, Jawa Tengah (Jateng) mangkrak. Padahal keberadaan bandara ini sangat dibutuhkan masyarakat juga wisatawan untuk mempermudah sekaligus mempercepat perjalanan.

Karenannya pemerintah Jokowi menyiapkan anggaran sebesar Rp 72 miliar. Anggaran tersebut disiapkan untuk pengerjaan dua hal, yaitu perpanjangan runway atau landasan pacu dan pembangunan terminal Bandara Ngloram. Target pembangunannya sendiri diharapkan sudah selesai dan beroperasi secara komersil pada Tahun 2021.

“Ngloram itu lebih progresif, karena untuk tanahnya sudah selesai semuanya. Oleh karenanya kita menyediakan anggaran kurang lebih 72 miliar rupiah untuk pembangunan,” papar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melakukan kunjungan kerja ke Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (11/1/2020).

Direncanakan Menhub akan berkunjung ke Bandara Ngloram bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bulan depan. “Jadi penerbangan perdana oleh saya itu baru boleh dilakukan kalau ada test flight terlebih dahulu. Sekarang sedang dilakukan oleh Bu Dirjen dan Pak Direktur Bandara, kalau bagus mungkin bulan depan saya ke saya mau ajak Pak Gubernur nanti,” ujarnya dilansir laman kontan, Ahad (12/1).

Saat ini, Bandara Ngloram memiliki runway sepanjang 1.200 meter x 30 meter dan belum memiliki terminal penumpang. Ke depannya, akan dilakukan 4 tahap pengembangan Bandara Ngloram.

Tahap pertama runway akan diperluas menjadi 1.400 meter x 30 meter, apron 84 meter x 60 meter, serta pembangunan terminal penumpang seluas 240 meter persegi dengan kapasitas lebih dari 50.000 penumpang per tahun.

Tahap ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2020, agar dapat segera dioperasikan menjadi bandara komersil. Pada tahap kedua dilakukan pengembangan runway menjadi 1.600 meter x 30 meter, apron menjadi 127 meter x 90 meter, terminal penumpang menjadi 2.013 meter persegi dengan kapasitas 138.562 penumpang per tahun.

Tahap ketiga, runway diperluas menjadi 1.850 meter x 45 meter, apron menjadi 168 meter x 90 meter, dan terminal penumpang menjadi 3.726 meter persegi dengan kapasitas 237.390 penumpang per tahun.

Tahap terakhir direncanakan runway akan memiliki panjang 2.000 meter x 45 meter, apron seluas 168 meter x 90 meter akan difasilitasi untuk dapat menampung 4 pesawat ATR 72-600 serta dua pesawat Boeing 737-600, serta terminal penumpang yang luasnya 5.216 meter persegi dengan kapasitas 420.551 penumpang per tahun. (*)

Sambut HUT ke-31, Shafira Luncurkan Tree of Life

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Merayakan ulang tahunnya yang ke-31, Shafira, butik busana muslim, meluncurkan inovasi produk bertajuk Tree of Life bersinergi dengan Pemerintah Jawa Barat.

Gebrakan baru tersebut untuk menginisiasi sebuah program yang berkaitan dengan isu lingkungan. Koleksi produk bertema Tree of Life itu menggunakan material berserat alam seperti organic silk dan tencel, yang berasal dari kayu bersertifikat ramah lingkungan. Sehingga memiliki sifat biodegredable atau dapat sepenuhnya kembali ke alam.

Shafira yang menjadi pionir dalam brand busana muslim di negeri ini, dan berdiri di Bandung sejak Januari 1989, terus menggali dan menampilkan karya inovasi terdepan di industri mode. Selain itu juga memperhatikan masalah marketing hingga operasionalnya.

Feny Mustafa, Founder Shafira, mengatakan gebrakan sustainable fashion tersebut, sudah dipikirkan dari jauh-jauh hari, bahkan sebelum bencana banjir yang melanda Jabodetabek di awal 2020 ini.

Dia ingin busana muslim disukai oleh masyarakat dunia.”Mengenai gebrakan sustainable fashion tersebut, tujuan antara lain agar para pecinta busana muslim tidak hanya memakai busana, tapi juga lebih aware dengan lingkungan dan kehidupan,” ujar Feny dalam di Bandung, Sabtu (11/1/2020).

Tree of Life, lanjutnya, menyiratkan nafas yang baru dalam industri fashion, dengan mengusung palet warna bernuansa cream, tan, beige, hijau hingga biru yang terinspirasi dari komposisi warna tanah dan juga bumi, sebagai representasi unsur alam.

Semua dituangkan dalam berbagai material berserat natural, polesan warna-warna cantik ini juga ditampilkan dalam motif yang indah yang dibuat melalui teknik organic printing, untuk menyajikan sebuah suguhan koleksi busana pret-a-porter yang berasal dari material organik, baik dari penggunaan bahan maupun pada proses produksinya.

Melalui kampanye terbarunya ini, Shafira secara maksimal mendukung gaya hidup yang sadar dan berkelanjutan (sustainable) pada proses operasional maupun non-operasionalnya.

Kini secara keseluruhan, baik dalam kegiatan transaksi maupun manajemen dan sistematika kerja, dari mulai proses pembuatan desain hingga komunikasi produk, kata Feny, di Shafira telah terintegrasi secara digital sehingga hampir 100% dikategorikan paperless.

“Pada operasional di seluruh store, seluruh bukti transaksi pun kini dikirim secara digital melalui surat elektronik (e-mail), untuk mengurangi penggunaan kertas,” lanjutnya.

Selaras dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, menyampaikan rasa terima kasihnya atas usaha Shafira untuk ikut membantu menyuarakan kampanye gaya hidup yang ramahol lingkungan.

“Hal ini sangat bersinergi dengan program-program daerah, khususnya di Jawa Barat, yang kini tengah disosialisasikan kepada masyarakat,” ujar Ridwan.

Bentuk dukungannya terhadap program yang diusung Shafira ini, ia wujudkan melalui peresmian kampanye Shafira Conscious & Sustainable Lifestyle, dalam bentuk kolaborasi serta penandatanganan MoU, untuk terus bersinergi demi masyarakat yang lebih bertanggungjawab terhadap lingkungan.

Dia berharap langkah yang dilakukan Shafira ini, akan ada lebih banyak pihak yang bisa turut berkontribusi untuk menjaga lingkungan dan mulai beralih menggunakan barang-barang yang berlangsung lebih lama (sustainable).

Atalia Ridwan Kamil sebagai Ketua Dekranasda Jawa Barat, menambahkan inisiasi yang dilakukan oleh Shafira ini, patut ditiru oleh industri lainnya, sehingga apabila ini dapat dilakukan serentak, semakin banyak masyarakat yang sadar dan bertanggungjawab terhadap lingkungan sekitarnya. Hari ini, hal tersebut akan dimulai oleh Shafira beserta ribuan membernya. (bundayoely@gmail.com)

39 Tahun ASEAN Tourism Forum

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: ASEAN Tourism Forum (Forum Pariwisata Asean/ATF) 2020 berlangsung di Brunei Darussalam, 12-16 Januari 2020. ATF adalah salah satu acara perdagangan wisata tahunan paling penting di Asia Tenggara. Tema untuk ATF ke-39 adalah, “ASEAN – Together To a Next Generation of Travel”.  Forum tahunan ini diselenggarakan secara bergilir oleh 10 negara anggota ASEAN –  Brunei Darussalam, Cambodia, Indonesia, Lao PDR, Malaysia, the Philippines, Singapore, Thailand and Viet Nam- .

ATF 2020, diselenggara di Pusat Konferensi Internasional BRIDEX, Brunei Darussalam.   Selain menggelar perdagangan produk wisata dan pameran (“travel exchange”), juga digelar pertemuan tingkat menteri pariwisata se ASEAN dan mitra, organisasi kepariwisataan se ASEAN seperti pertemuan asosiasi travel agen se ASEAN, perhotelan nasional se ASEAN dan penerbangan nasional se ASEAN. Dalam pertemuan asosiasi travel agen ASEAN hadir perwakilan  dari ASITA, ASTINDO, ATAB, ATTA, BATA, CATA, LATA, MATTA, NATAS, PHILTOA,  PTAA, UMTA and VITA. Asosiasi perhotelan hadir perwakilan dari BAH, CHA, HRAP, IHRA, LHRA, MAH, MHA, PHRI, SHA, THA and VHA.

Misi ASEAN

Dalam tahun ke-53 mempertahankan perdamaian dan persatuan di antara 10 negara anggotanya, ASEAN meningkatkan sinergitas antar anggota  dalam upaya memperkuat keharmonisan dan kerja sama antar pemerintah di kawasan terpadu dengan target menjadi tujuan  wisata tunggal di mata dunia.

Penyelenggaraan ATF, ungkap pihak Kementerian Pariwisata Brunei selaku tuan rumah tahun 2020 adalah memperkuat misi dan tujuan ASEAN yang ditetapkan pada tahun 1967, yaitu kesejateraan di kawasan ASEAN. Salah satu kekuatan utama dan telah berdampak signifikan dalam mewujudkan misi tersebut adalah pariwisata, dengan kontribusi positif untuk pembangunan sosial-ekonomi kawasan.

Mencapai ASEAN yang lebih makmur dan relevan, negara-negara anggota dituntut berinovasi secara kolektif dan mencari inisiatif untuk meningkatkan pertumbuhan pariwisata dan pararel dengan upaya mempertahankan warisan, tradisi dan identitas yang membuat ASEAN unik bagi generasi mendatang. 

Pada pertemuan The 50th ASEAN NTOs Juli 2019, ASEAN NTOs menyepakati 6 strategi pemasaran pariwisata bersama dalam rangka ASEAN single destination (ASEAN Tourism Marketing Strategy/ATMS- 2017-2020). Implementasi dari ATMS Projects in 2019, empat negara ASEAN: Malaysia, Myanmar, Kamboja, dan Thailand telah menggelar event pariwisata. Malaysia dengan ASEAN Lifestyle Week pada 13-15 September 2019, Myanmar menggelar ASEAN Food Festival 2019 (17-18 Agustus 2019) dan ASEAN FamTrip (3-9 Desember 2019), Kamboja menggelar Cambodia Travel Mart (11-13 Oktober 2019), sedangkan Thailand menggelar dua event yakni ASEAN Pop Culture (Mei-Juni 2019) dan ASEAN Together Run 2018-2019 (18 September 2018 – 8 Agustus 2019).

Pertemuan NTOs di ATF 2020, akan membahas lebih detail program kerjasama mitra ASEAN baik ASEAN Plus3 (yaitu dengan Jepang, Korea Selatan, China), ASEAN dengan  India, dan Rusia. Semoga*

Sampah Numpuk di Pantai Padang Mengusik Kenyamanan Wisatawan

this formate

PADANG, bisniswisata.co.id: Wisata bahari pantai di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) belakangan ini disorot. Sorotan itu terkait dengan tumpukan sampah yang di antaranya bersumber dari hulu sungai. Selain mengganggu keindahan, tumpukan sampah yang mengeluarkan aroma busuk sehingga mengusik kenyamanan wisatawan.

Salah satu titik yang dibanjiri sampah adalah Pantai Muaro Lasak, Kelurahan Rimbo Kaluang, Padang Barat. Lokasi ini merupakan muara dari Banjir Kanal atau Banda Bakali yang berhulu di kawasan timur Kota Padang.

Berbagai jenis sampah, mulai plastik, stereofoam, kayu, hingga bangkai ikan, menumpuk sepanjang sekitar 100 meter di pantai yang terkenal dengan Monumen Merpati Perdamaian itu. Tinggi tumpukan sekitar satu meter. Sampah juga mengapung di perairan tepi pantai.

Ita (48), pedagang di Pantai Muaro Lasak, mengatakan, sampah-sampah yang hanyut itu mulai menumpuk sejak Kamis (9/1) setelah hujan mengguyur deras. Pada Sabtu pagi, tumpukannya semakin banyak karena hujan deras kembali turun Jumat kemarin.

“Setiap hujan deras kondisinya selalu begini. Sampah dari hulu hanyut ke muara. Akhirnya, yang terdampak kami. Padahal, pedagang di pantai sudah berupaya menjaga kebersihan,” kata Ita.

Dilanjutkan, sejak sampah menumpuk di pantai, jumlah wisatawan berkurang drastis. Mereka tidak nyaman menikmati jajanan di tepi pantai. Selain mengganggu keindahan, sampah-sampah itu juga mengeluarkan aroma busuk.

Dampak kurangnya pengunjung akibat tumpukan sampah juga dirasakan Gusmaniar (52), pedagang lain. Sebagian pengunjung memilih pergi ketika tahu pantai di hadapan mereka penuh dengan tumpukan sampah. “Mereka terkejut pantai dipenuhi sampah,” kata dia.

Direktur Walhi Sumbar Uslaini mengatakan, selain dari hulu sungai, sebagian sampah juga berasal dari warga sekitar pantai, pengunjung, ataupun pedagang. Selain itu, ada pula sampah yang selama ini dibuang ke laut lalu pada musim pasang, terbawa arus ke pantai.

Dikubur

Sabtu pagi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai membersihkan pantai. Satu ekskavator milik Dinas PUPR dikerahkan.

Awalnya, sampah-sampah itu dikumpulkan dan dimuat ke truk kontainer untuk dibuang ke TPA Air Dingin, Koto Tangah, Padang. Namun, karena keterbatasan armada, tenaga, dan waktu, sampah akhirnya dikuburkan di tepi pantai.

“Tadi ada dua kontainer sampah yang kami angkut ke TPA Air Dingin. Selebihnya, kami kuburkan di tepi pantai karena tumpukannya terlalu banyak,” kata Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Kebersihan DLH Padang Syafrizal.

Syafrizal memperkirakan, jumlah tumpukan sampah itu mencapai 20 kontainer. Setiap kontainer rata-rata dapat mengangkut 4 ton sampah. Artinya, jumlah tumpukan sampah di Pantai Muaro Lasak diperkirakan sekitar 80 ton.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Arfian mengatakan, selain Pantai Muaro Lasak, obyek wisata pantai lain juga mengalami hal serupa, seperti Pantai Air Manis dan Pantai Pasir Jambak. “Hampir semua pantai yang ada muaranya mengalami ini. Sampah bukan bersumber dari pedagang atau pengunjung di pantai, tetapi kiriman dari hulu,” kata dia.

Menurut Arfian, menumpuknya sampah di pantai rutin terjadi setiap hujan deras. Hal ini tidak terlepas dari minimnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke bantaran sungai. Hal ini, diakuinya dapat berdampak pada berkurangnya jumlah wisatawan ke obyek wisata pantai.

Berdasarkan catatan dilansir laman Kompas, Sabtu (11/01/2020), kondisi serupa pernah terjadi di obyek wisata Pantai Padang pada 12 Oktober 2017. Kala itu, DLH Padang memperkirakan jumlah tumpukan sampah di Pantai Muaro Lasak mencapai 90 ton.

Di Pantai Muaro Padang, muara dari Sungai Batang Arau, jumlahnya sekitar 60 ton. Kini, di Pantai Muaro Padang, juga terdapat tumpukan sampah, tetapi tidak terlalu banyak.

Syafrizal mengatakan, kejadian ini terus berulang karena masyarakat sudah terbiasa membuang sampah ke sungai ataupun selokan. Butuh waktu untuk mengubah kebiasaan itu. Menurut Syafrizal, yang juga berdomisili di kawasan hulu, anak-anak sedari kecil diajarkan orangtua membuang sampah ke selokan.

“Jadi sejak kecil sudah tertanam di alam bawah sadar membuang sampah ke bandar (selokan). Ibu-ibu juga, habis menyapu, sampah dibuang ke bandar,” ujar Syafrizal.

Mengubah perilaku

Syafrizal menambahkan, butuh peran semua pihak untuk mengubah perilaku masyarakat. Ketua RT, RW, Lurah, hingga pihak sekolah perlu menyosialisasikan dampak buruk membuang sampah ke sungai serta cara pengelolaan sampah yang baik.

Uslaini berpendapat, permasalahan sampah di Padang sulit terselesaikan jika hanya mengandalkan pemerintah dalam menyediakan tenaga kebersihan dan tempat sampah. Perubahan perilaku masyarakat mengurangi produksi serta mengelola sampah sangat dibutuhkan.

“Aksi bersih-bersih sampah yang dilakukan pada waktu tertentu hanya akan jadi solusi sesaat jika tata kelola sampah dan perilaku masyarakat tidak diperbaiki,” kata Uslaini.

Ia juga mendorong Pemkot Padang untuk tegas dan konsisten menegakkan Peraturan Daerah Nomor 21 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah. Aturan itu jika ditegakkan secara baik bisa memberikan efek jera kepada masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Peraturan yang diterapkan sejak 1 Oktober 2015 itu salah satunya mengatur tentang hukuman tindak pidana ringan (tipiring). Siapa pun yang kedapatan membuang sampah sembarangan dikenakan hukuman tipiring berupa 3 bulan kurungan atau denda Rp 5 juta. Namun, sampai kini upaya penegakan hampir tidak terlihat. (*)

Asyik, Belajar Batik di Desa Wisata Gemawang

this formate

SEMARANG, bisniswisata. co.id: Desa wisata Gemawang semakin berkembang. Perkembangannya bukan hanya meningkatnya kunjungan wisatawan, namun juga minat untuk belajar membatik grafiknya naik. Bukan hanya itu, Desa wisata di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ini juga memiliki obyek wisata unik yakni Gunung Watu merupakan tumpukan batu vulkanik raksasa yang membentuk lorong gua.

Belajar membatik di desa wisata ini, memang mengasyikkan. Karena metode belanjarnya menmggunakan peralatan tradisional plus pewarna alami. Ada dua jenis batik yang diproduksi yakni batik tulis dan cetak. Pembuatan batik melalui beberapa proses yakni dicetak, dijemur, kemudian diwarnai.

Ada dua jenis pewarnaan batik antara lain warna sintetis dan alam. “Kalau warna alam lebih lama proses pencelupannya yaitu satu bulan sedangkan warna sintetis bisa 1 hari,” kata Alfiah, perajin batik gemawang sambil menambahkan pilihan batik warna alam yakni mahoni, jalawe, brambang, teger, dan masih banyak lagi.

Motif batik gemawang pun berbeda dari batik pada umumnya. Ada motif biji kopi, klinting, bambu, lintang, trenggono, gedong songo, dan lain-lain. “Tapi yang paling khas (biji) kopi karena itu kan seperti masyarakat Desa Gemawang yang sebagian besar petani kopi,” katanya.

Proses pembuatan batik memakan waktu sekitar satu minggu, mulai menggambar, mencanting, mewarna, menjemur, watergrass, hingga melorot kain. Satu kain batik dibanderol harga Rp 150 ribu hingga Rp 1,5 juta. Untuk batik tulis harga terendah berkisar Rp 600 ribu. Dan, proses pewarnaan batik berlangsung paling lama setengah hari bergantung dengan tingkat kerumitan motif batik.

Pemilik batik gemawang Ahmad Kholiq Fauzi menjelaskan mulanya usaha ini dipasarkan di Magelang. “Awalnya saya memasarkan di Kota Magelang. Saya tidak berani masuk Kabupaten Semarang karena ada batik yang lebih dulu dibina oleh dinas Tapi akhirnya ketika mereka tidak bisa memenuhi permintaan, tahun 2009 saya baru masuk Kabupaten Semarang,” tutur Ahmad.

Berdiri sejak 2006, kini permintaan Batik Gemawang terus meningkat 10-20 persen per tahun. Kesuksesan Batik Gemawang hingga saat ini tak luput dari tantangan yang dilewati oleh Ahmad.

Ia menjelaskan tantangan terberat adalah membuat batik gemawang dikenal dan tidak mati oleh kota-kota lain yang dikenal sebagai kota batik. “Tantangannya bagaimana kita bersaing, bukan untuk menyaingi tapi tidak mati begitu saja dengan kota yang dikenal sebagai sentra batik,” tutur Ahmad dikutip laman Kompas.

Karena itu, inovasi dan kreasi terus dikembangkan dengan cara pemilihan motif yang berbeda. Pewarna alam murni juga dimanfaatkan sebagai daya tarik bagi konsumen. Warna-warna yang digunakan untuk kain batik menggunakan pewarna indigofera, tarum atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan Tom. Tom adalah jenis tumbuhan polong yang tumbuh sebagai gulma bagi tanaman kopi.

Desa wisata Gemawang memang paling dicari wisatawan, saat berada di Semarang. Desa wisata ini boleh dikatakan desa wisata yang paling lengkap. Selain industri batik yang keren, juga pariwisatanya menjanjikan juga perkebunan, pertanian, hingga industri. Karenanya, nggak heran kalau desa ini kerap memenangkan kejuaraan desa terbaik sampai tinggkat nasional.

Dari segi pariwisata Desa Gemawang dikenal sebagai labsite pemberdayaan masyarakat dan lokawisata budaya. Keberadaan Gunung Watu dan Batik Gemawang menjadi magnet yang menarik banyak orang untuk datang ke desa tersebut. Gunung Watu merupakan tumpukan batu vulkanik raksasa yang membentuk lorong gua. Pada 8 Agustus 2017, wisata alam tersebut dibuka untuk umum usai diresmikan Bupati Semarang Mundjiri.

Karenanya tidak heran Belakangan, Gemawang memang banyak dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, untuk sekadar one day travel atau live in selama beberapa hari. Sejumlah paket wisata juga mulai dibuat di tempat yang masih asri dan sejuk tersebut. Mau Coba? (*)

Es Dawet Mbah Hari, Kuliner Legendaris Tetap Lestari

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Es dawet Mbah Hari, salah satu kuliner legendaris di Yogyakarta. Es dawet bercita rasa legit dan manis ini sudah ada sejak 1965 di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, tepatnya di los pertama sebelah utara yang hingga sekarang ini masih tetap lestari.

“Mbah masih muda sekali waktu pertama berjualan dawet. Saat itu belum banyak minuman yang aneh-aneh seperti sekarang,” kata Mbah Hari di Pasar Beringharjo, Kamis 5 September 2019. Mbah Hari berusaha mempertahankan cita rasa es dawet buatannya selama lebih dari setengah abad.

Seluruh menu dan variasi dawet Mbah Hari dibuat sendiri dari bahan alami dan tidak menggunakan mesin. Dengan dibantu suami, sejak malam hingga dini hari Mbah Hari menyiapkan menu es dawet buatannya untuk pembeli.

Es Dawet Mbah Hari berisi cendol warna-warni, cincau, santan dan juruh atau gula jawa beserta potongan buah nangka. Dalam menyajikannya, Mbah Hari menggabungkan seluruh varian dan menambahkan es batu agar minuman tambah segar.

Mbah Hari mengatakan resep es dawet buatannya ini berasal dari ibunya yang juga berjualan es dawet. Dia tertarik untuk meneruskan usaha ibunya dan bertahan hingga kini. “Saya tidak pernah menambahi apapun dari resep es dawet yang sudah turun-temurun ini supaya rasanya sama seperti yang ibu saya buat dulu,” ucap dia seperti dilansir laman KRJOGJA. Sabtu .

Mbah Hari berjualan mulai pukul 09.00 sampai 15.00. Saban hari dia berangkat dari Bantul menuju Pasar Beringharjo dengan mengayuh sepeda onthel. Mbah Hari tak tertarik untuk pindah ke tempat yang lebih dekat karena dia sudah punya banyak pelanggan di Pasar Beringharjo.

Pembeli es dawet Mbah Hari bukan saja orang yang sehari-hari berjualan di pasar itu. Wisatawan domestik dan mancanegara juga penasaran dengan cita rasa minuman legendaris yang dibanderol hanya Rp 5.000. “Saya akan terus berjualan es dawet ini sampai nanti sudah tidak kuat lagi,” ucap Mbah Hari. (*)

Waspadai, Potensi Gelombang Ekstrim di Wisata Bahari Jatim

this formate

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Klas II Tanjung Perak Surabaya merilis peringatan dini potensi gelombang tinggi di wisata bahari perairan Jawa Timur.

Hal itu berlaku pada 12 Januari 2020 pukul 07.00 WIB hingga 13 Januari 2020 pukul 07.00 WIB. Berdasarkan keterangan tertulis BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Klas II Tanjung Perak Surabaya menyebutkan, ada sirkulasi eddy di Perairan Barat Aceh. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Barat Laut-Timur Laut dengan kecepatan 4-25 knot.

Wilayah selatan Indonesia dari Barat Daya-Barat Laut dengan kecepatan 4-25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan selatan Kalimantan, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar, Perairan P.Sawu, Perairan Kupang-P.Rotte, Selat Sape bagian utara, Laut Sumbawa dan Laut Flores. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang

Selain itu tinggi gelombang 1,25-2,5 meter (sedang) dapat terjadi di Perairan Kalimantan Tengah bagian timur, Laut Jawa utara Bawean, Laut Jawa selatan Bawean, Laut Jawa barat Masalembo, Laut Jawa timur Masalembo.

Di Perairan Tuban-Lamongan, Perairan Gresik-Surabaya, Perairan Utara Madura, Perairan Kep.Sapudi, Perairan Kep.Kangean, Selat Madura bagian barat dan timur. Sementara itu, tinggi gelombang 2,5-4 meter (tinggi) dapat terjadi di Perairan selatan Jawa Timur dan Samudra Hindia selatan Jawa Timur.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Klas II Tanjung Perak Surabaya, Rizal menuturkan, berdasarkan data dalam beberapa tahun terakhir terjadi gelombang tinggi pada Januari. Hal ini karena angin barat dari Asia ke Australia semakin dominan.

Potensi gelombang tinggi tersebut juga dipicu daerah tekanan rendah di Australia tepatnya utara Australia. Pada peringatan dini yang dikeluarkan Sabtu pekan ini, Rizal mengatakan potensi gelombang tinggi turun. “Massa udara dari Indonesia semakin cepat. Gelombang akan tinggi. Ini hal biasa terjadi pada Januari,” ujar Rizal dilansir laman Liputan6.Sabtu (11/1/2020).

Rizal menuturkan, peringatan dini ini dikeluarkan agar masyarakat lebih hati-hati terutama kepada nelayan yang ingin melaut. “Kapal nelayan di bawah 5 GT untuk berhati-hati. Kalau ke tengah perairan Jawa untuk ditunda kegiatan (melaut-red). Di selatan Jawa Timur bisa ketinggian (gelombang-red) tiga meter. Lima hari ke depan bisa tiga meter,” tutur dia.

Oleh karena itu, ia mengimbau nelayan dan wisatawan yang ingin ke laut terutama di selatan Jawa Timur untuk menunda kegiatannya. “Perairan di selatan Jawa Timur itu mulai dari pesisir pacitan, Tulungagung, Trenggalek, Jember dan Banyuwangi berpotensi gelombang tinggi,” ia menambahkan.

BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Klas II Tanjung Perak Surabaya mengimbau untuk memperhatikan risiko terhadap keselamatan pelayaran:

1.Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter).
2.Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter).

3. Kapal Fiber (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2 meter).
4. Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter). (*)

Biskuat Academy Jadi Moment Regenerasi Sepakbola Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Biskuat berkolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olah Raga juga didukung pemain Timnas Indonesia Evan Dimas, menggelar Biskuat Academy 2019, kompetisi sepakbola U-10 dan U-12 serta coaching clinic untuk lahirkan anak Indonesia berkarakter kuat, tangguh, positif dan pantang menyerah.

Biskuat Academy yang menggusung tema “Kekuatan yang Baik dari Dalam”, diselenggarakan di 8 kota yaitu Jakarta, Medan, Palembang, Malang, Surabaya, Semarang, Bandung, dan Bali. Puncaknya, babak final Biskuat Academy 2019 berlangsung pada 11-12 Januari 2020 di GOR Soemantri, Kuningan, Jakarta, yang diikuti 16 tim perwakilan dari setiap kota, masing-masing 8 tim untuk U-10 dan U-12.

“Biskuat, salah satu produk biskuit dari Mondelez International, yang telah menjadi favorit anak-anak Indonesia sejak 20 tahun lalu, memiliki kepedulian terhadap dunia sepekabola bagi anak-anak. Ternyata sambutanya sangat luar biasa, sebanyak 384 tim ambil bagian dalam Biskuat Academy ini,” papar Head of Biscuit Mondelez Indonesia Maggie Effendy saat Coaching Clinic Biskuat Academy 2019 di Jakarta, Sabtu (11/01/2020).

Selain itu, lanjut Maggie, Biskuat Academy 2019 merupakan bagian dari serangkaian kegiatan untuk mendorong anak Indonesia memiliki karakter yang baik dari dalam diri guna membentuk generasi muda Indonesia yang kuat.

“Event ini juga menjadi moment dalam mencari bibit atau generasi baru sepekabola Indonesia. Tujuan digelarnya turnamen antar SSB ini adalah untuk mencari bibit-bibit potensial dari cabang olahraga sepakbola yang akan dibina lebih lanjut yang mampu menjadi pesepakbola profesional dan berprestasi di masa mendatang,” sambungnya.

Dilanjutkan, selain kompetisi sepakbola, Biskuat Academy 2019 juga mengadakan coaching clinic yang dipandu pemain bola professional di setiap kota, dan untuk memberikan pengarahan terkait pembentukan karakter yang dibutuhkan untuk menjadi pemain bola yang handal, seperti sportifitas, kerja sama tim, dan pantang menyerah.”

Selain itu, Biskuat Academy 2019 pun menyelenggarakan workshop khusus yang akan dipandu pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri. Workshop ini diadakan untuk para pelatih dan peserta sebelum pertandingan final, dan bertujuan untuk membahas lebih dalam cara pembangunan karakter bagi anak serta strategi dalam sepak bola.

Sementara selebriti Mona Ratuliu sebagai Penggiat Parenting dan Penulis Buku Digital ParenThink menyatakan dukungannya. “Sebagai seorang ibu, saya melihat program Biskuat Academy 2019 sangat positif untuk anak Indonesia. T

Bukan hanya berfokus pada kompetisi, Biskuat Academy 2019 juga sangat memperhatikan aspek pembinaan karakter dan mendorong anak Indonesia menjadi generasi kuat di masa depan. Dengan membangun karakter diri yang baik sejak dini, saya yakin dapat membantu menentukan kesuksesan anak di masa depan, sambungnya.

Sementara Evan Dimas, salah satu pemain Timnas kebanggaan Indonesia, mengungkapkan bahwa pertandingan sepak bola untuk anak-anak memberikan manfaat yang sangat besar termasuk untuk perkembangan karakter.

“Melalui Biskuat Academy 2019, anak Indonesia belajar menjadi pemain yang suportif, bekerja sama dengan tim, dan masih banyak lagi. Program ini juga bisa menciptakan bibit dari generasi muda yang unggul dalam olah raga sepak bola.” lontarnya

Biskuat merupakan makanan ringan berbahan gandum dan susu yang mengandung 9 vitamin, yaitu Vitamin A, B1, B2, B3, B5, B6, B12, D, dan E; dan dilengkapi 6 mineral yaitu kalsium, magnesium, besi, fosfor, seng, dan yodium, yang hadir dalam 2 varian yaitu original dan cokelat.

Dengan menyediakan camilan bernutrisi dan beragam kegiatan positif, Biskuat ingin menginspirasi anak Indonesia untuk memiliki karakter yang baik dari dalam diri guna membentuk generasi muda Indonesia yang kuat.

16 tim dari setiap kategori usia bersaing jadi kampiun pada kategori usia masing-masing. Selain mendapatkan piala, GAN dan Biskuat juga menyediakan hadiah untuk pemain terbaik, top skor, tim favorit, berupa uang pembinaan. Bahkan Para finalis mendapatkan sertifikat dari Kementerian Pemuda dan Olah Raga yang dapat digunakan untuk pendaftaran jalur pretasi.

Ada 16 Tim yang lolos dari zona masing-masing dan berlaga di partai puncak di Jakarta:

Jakarta: Kemayoran Prima 17 (U-10) dan Tajimalela (U-12).
Medan: Muda Sebaya Rambong Sialang (U-10), dan Sporting Klumpang Putra (U-12).

Palembang: Putra Koga Lampung (U-10) dan Medco (U-12).
Malang: Garuda Wisnu Bali (U-10), dan Agi Malang (U-12).

Surabaya: Juanda Merah (U-10), dan Isa Sidoarjo (U-12).
Bandung: Uni B Bandung (U-10), dan Setia Bandung (U-12).

Semarang: Remedial Wirosari Purwodadi (U-10), dan Bangunkerto Yogya (U-12).
Bali: Badak Putra Buduk (U-10), dan Anker Kediri Tabanan (U-12). (ens)

Komunitas Pencinta Dunia Astronomi Amati Gerhana Bulan

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Komunitas pecinta dunia astronomi Jogja Astro Club (JAC) akan menggelar pengamatan bersama fenomena gerhana bulan penumbra di markas komunitas itu di Jalan Gejayan, Yogyakarta pada Jumat (10/1) malam.

Pendiri JAC Mutoha Arkanuddin mengatakan pengamatan bersama yang akan dimulai pada pukul 21.00 WIB hingga Sabtu (11/1) pukul 06.00 WIB itu akan menggunakan 5 hingga 7 buah teleskop.”Gerhana penumbra hanya bisa terlihat jelas dengan teleskop karena secara kasat mata seolah tidak sedang gerhana,” kata Mutoha.

Fenomena gerhana bulan penumbra, kata dia, terjadi akibat posisi bumi menghalangi cahaya matahari ke bulan. Sementara bulan berada di titik bayangan bumi yang cenderung gelap samar (penumbra) sehingga piringan bulan purnama seolah masih terlihat utuh namun cahayanya meredup.

“Cahaya bulan akan terlihat seperti purnama walaupun samar. Ada gradasi kecerahan muka bulan dan sisi selatan terlihat lebih gelap,” kata dia seperti diunduh dari Antara, Sabtu (11/01/2020).

Karena diperkirakan tidak bisa disaksikan secara jelas dengan mata telanjang, Mutoha mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan pengamatan bersama di Markas JAC yang terbuka untuk umum. Pengamatan itu, menurut dia, akan menambah wawasan masyarakat mengenai fenomena astronomi itu.

“Masyarakat bisa tahu bahwa gerhana itu adalah peristiwa alam biasa yang tidak berkaitan dengan hal-hal yang mistis. Mereka juga bisa tahu bahwa gerhana banyak macamnya dan manusia sekarang sudah dengan teliti dapat memperkirakan kapan terjadinya,” kata dia.

Menurut Mutoha, gerhana bulan penumbra akan mencapai fase puncaknya pada Sabtu (11/1) pukul 02.10 WIB. “Hasil pengamatan nanti akan kami dokumentasikan dan kami sampaikan ke Kemenag,” sambungnya. (*)