“Suspend” Layanan Penerbangan Internasional dari dan ke Wuhan

this formate

PETALING JAYA, bisniswisata.co.id: SESUAI pemberitahuan larangan perjalanan dari otoritas Wuhan mengenai dampak dan penyebaran wabah virus corona, Malindo Air secara resmi mengumumkan penghentian/ pembatalan sementara (suspends) layanan penerbangan internasional pergi pulang (PP) rute Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia (KUL) tujuan Bandar Udara Internasional Wuhan, Tianhe, Republik Rakyat Tiongkok (WUH) hingga pemberitahuan lebih lanjut.

 Malindo Air selalu berkomitmen dalam memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan (ensure the safety, security and comfort) penerbangan terhadap kru pesawat dan tamu atau penumpang. Bagi penumpang yang memiliki tiket pesawat periode perjalanan 23 Januari hingga 8 Februari 2020, untuk alternatif penyesuaian jadwal keberangkatan, dapat menghubungi Call Center Malindo Air.

“Malindo Air senantiasa memantau situasi di Wuhan, berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait serta memberikan perkembangan terkini kepada penumpang”, papar Raja Sa’adi Bin Raja Amrin, Director, PR & Government Affairs

Malindo Air adalah maskapai Malaysia yang terhubung langsung di KLIA dan KL Subang Skypark di Selangor, Malaysia. Mulai mengudara pada Maret 2013 dengan penerbangan domestik. Ekspansi rute telah berkembang ke semua airport utama di Malaysia serta melintasi benua Asia dan Australia.

Mengoperasikan armada terdiri dari 13 ATR 72-600 dan 29 Boeing 737 generasi modern, lebih dari 1.300 penerbangan setiap minggu di seluruh 55 rute yang terus berkembang. Bekerja sama (code share) dengan Turkish Airlines, Lion Air, Batik Air, serta mitra interlining ke Xiamen Air, All Nippon Airways (ANA), Qatar Airways, Etihad Airways dan Oman Air.

Sementara operatr penerbangan Lions Air, menyampaikan  bahwa status bandar udara saat ini hanya diperbolehkan melayani kedatangan (arrival), untuk keberangkatan (departure) tidak membawa penumpang serta sebagai alternatif pendaratan kondisi darurat (emergency landing).

Penerbangan Denpasar – Wuhan beroperasi 24 dan 26 Januari 2020 hanya pemulangan dengan membawa tamu atau penumpang yang masih berada di Bali.    Penerbangan Wuhan – Denpasar sebagai ferry flight yaitu hanya membawa kru dan tidak melayani tamu atau penumpang.

Penerbangan Denpasar – Wuhan mengalami perubahan direncanakan menjadi rute Denpasar ke Changsa – Bandar Udara Internasional Huanghua, Hunan, Republik Rakyat Tiongkok.

“Untuk perkembangan lebih lanjut dan terbaru mengenai rute dimaksud, akan disampaikan kemudian,” tegas  Danang Mandala Prihantoro , Corporate Communications Strategic

Lebih lanjut dijelaskan, perubahan dan pembatalan penerbangan merupakan implementasi dan langkah preventif terhadap penyebaran penyakit pneumonia berat di Wuhan. Upaya pencegahan pada penerbangan internasional juga berlaku dari dan ke Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia (KUL). Hal ini sebagai upaya memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan perjalanan udara kepada awak pesawat dan tamu atau penumpang.

Antisipasi dilakukan mengacu pada surat edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia No. SR.01.0111/5888/2019 “Pemberitahuan Kewaspadaan Penyakit Polio” pada 30 Desember 2019 dan No PM.04.021111143/2020 “Kesiapsiagaan dan Antisipasi Penyebaran Penyakit Pneumonia Berat yang belum diketahui etiologinya” pada 03 Januari 2020.

 Dalam tindakan pencegahan dimaksud, merekomendasikan guna menyediakan dan melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray) sesuai prosedur yang berlaku serta menyediakan dan menggunakan masker, sarung tangan (hand gloves) dan cairan/ gel pembersih tangan (hand sanitizer) guna antisipasi tertular pada awak pesawat dan petugas layanan darat.

 Departemen Keselamatan, Keamanan dan Kualitas Lion Air meminta kepada seluruh unit terkait untuk menjalankan rekomendasi yang disampaikan. Lion Air sudah menginformasikan kepada seluruh tamu atas perubahan dan pembatalan penerbangan pada rute yang terkena dampak. Dan senantiasa memantau situasi di Wuhan, berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait serta memberikan perkembangan terkini kepada penumpang. *

Komunitas Milenial Pariaman Bersih-bersih & Tanam Pohon di Pantai Pauh

this formate

PARIAMAN, bisniswisata.co.id: Pantai Talao Pauh semakin menjadi perhatian wisatawan lokal dan nasional untuk dikunjungi. Obyek wisata bahari di Pariaman Tengah, Sumatera Barat (Sumbar) merupakan destinasi berkonsep kota tepi air atau waterfront city.

Selain pantai, Talao Pauh juga memiliki danau kecil, dua jembatan dan dilengkapi trek jalan kaki yang dapat digunakan untuk jogging guna mendukung wisata olahraga. Bahkan terdapat sejumlah gazebo yang difungsikan sebagai tempat beristirahat pengunjung dan bercengkerama dengan keluarga.

Di akhir pekan apalagi musim liburan, Pantai ini dipadati wisatawan. Sayangnya begitu wisatawan pulang, sampah pun berserakan. Ditambah, sampah kiriman dari tengah laut menjadikan pantai ini kehilangan keindahannya. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan bagi komunitas milenial di Pariaman.

Tak ingin obyek wisata di kotanya dijauhi wisatawan, mereka sepakat melakukan pembersihan. Terkumpul ada 20 komunitas milenial dari berbagai aktifitas sepakat bersih-bersih pantai sekaligus menanam pohon untuk penghijaun, menghindari abrasi serta ingin kondisi pantai semakin indah dipandang.

“Penanaman pohon pinago dan kelapa adalah yang pertama kali kami lakukan, sedangkan aksi bersih pantai rutin kami laksanakan minimal satu kali sebulan,” kata koordinator aksi Muhammad Ulul Azmi di Pariaman, Jumat (24/1).

Selama ini, pihaknya fokus membersihkan pantai dari sampah, namun mulai sekarang juga akan menanam pohon di pantai guna menekan abrasi. Ia menjelaskan dipilihnya pohon pinago tersebut karena efektif mengatasi abrasi, apalagi telah direkomendasikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Penanaman pohon kelapa di pantai tujuannya untuk vegetasi, juga dapat diambil manfaat ekonomisnya oleh warga. Aksi bersih pantai dan penanaman pohon. “Bulan depan aksi akan kami lanjutkan ke Pantai Nareh, sedangkan Maret di Pantai Mangguang,” ujarnya seperti dilansir pariamankota.go.id

Ia meminta warga dan wisatawan ikut menjaga kebersihan Pantai Pariaman dengan membuang sampah di tempat yang telah disediakan. Jika sampah dibuang ke pantai dan sungai, membuat pantai kotor dan mengganggu biota laut.

“Contohnya saja beberapa waktu lalu ada penyu mati terdampar di pantai yang diduga setelah memakan plastik karena mengira plastik itu ubur-ubur,” katanya sambil minta warga membuang sampah pada tempatnya serta meminta pengelola wisata menegur wisatawan yang membuang sampah sembarangan.

20 komunitas yang tergabung dalam aksi tersebut, yaitu Millenials Pariaman, Himpunan Mahasiswa Indonesia, Gerakan Pecinta Alam Sumatera, BRIGEZ, Uniang Ajo Kota Pariaman, Bank Sampah Jawi-Jawi II, dan Solidaritas Penggiat Alam.

Selain itu, Forum GenRe Kota Pariaman, Himpunan Pramu Wisata Indonesia, Gerkatin Bisindo, Supala, XTC Pariaman, Saka Kalpataru, Muhammadiyah, SMK 3 Pariaman, Teknik Elektronika UNP, SMK Sintoga, Harimau Laut, Forum Youth Center Pariaman, dan DPD KNPI Pariaman. (*)

Berbagi Keberuntungan Imlek

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:–  SORE hari sebelum kemeriahan malam Imlek berlangsung di ibukota, suasana terasa sendu, kota Jakarta diguyur hujan sedari pagi. Suasana sendu tidak mengurangi semangat umat untuk melaksanakan tradisi Imlek yang sangat kental terasa di kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat. Kawasan berdirinya vihara tertua di Jakarta, Vihara Dharma Bhakti atau juga biasa dikenal dengan Kim Tek Lee, dibangun tahun 1750an.

Halaman vihara yang tergenang air tidak menyurutkan niat kalangan masyarakat kurang beruntung untuk mendapat berkat Imlek.

“Wajah- wajah lusuh dan nampak kedinginan, para warga kurang beruntung dengan sigap berjejer rapi, saat petugas keamanan membagikan angpao yang dikumpulkan dari umat yang beribadah,” ungkap Priskilla Wanda, Marketing Communication Manager Holiday Inn & Suites Jakarta Gajah Mada .

Manajemen Holiday Inn & Suites Jakarta Gajah Mada tergerak untuk turun memberikan sumbangan langsung berupa angpao dan juga hidangan bubur kacang hijau hangat. Kegiatan kepedulian ini diharapkan dapat berbagi sedikit keberuntungan Imlek untuk para warga sekitar. Turut di dalam kegiatan ini, Jossie Suryadinata selaku Director of Human Resources, Mikael David Hartono, Direcor of Finance, dan Dina Rizka Amalia, Director of Sales & Marketing serta didampingi oleh belasan tim lainnya membagikan sumbangan berupa angpao kepada para pekerja vihara yang sudah mengabdi sejak lama.

 “Imlek merupakan hari raya yang berawal dari rasa syukur masyarakat Tionghoa atas datangnya musim semi. Sebab musim semi dianggap membawa keberuntungan dan berkat melimpahnya hasil panen dan juga suasananya yang indah. Manajemen mempersiapkan perjamuan makan kepada yang kurang beruntung sebanyak 200 orang yang hadir di Malam Tahun Baru yang disertai dengan pemberian 40 angpao kepada pengurus kuil dan keamanan kuil,” ujar Jossie Suryadinata selaku Director of Human Resources Holiday Inn & Suties Jakarta Gajah Mada yang memprakarsai kegiatan ini.

Kegiatan ini juga sebagai cerminan nilai nilai pelayanan yang ditanamkan oleh korporasi manajemen hotel IHG yaitu True Hospitality for Good . Sekaligus berkampanye tiga pokok atau intisari yang berkaitan dengan pemeliharaan atau pelestarian alam, edukasi terhadap pengembangan keahlian manusia, bantuan kemanusiaan seperti donor darah, bencana alam. Gong Xie Fat Chai!

Imlek, Harga Tiket Pesawat via Bandara Ahmad Yani Naik

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Harga tiket pesawat kelas domestik maupun internasional melalui Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, bakal mengalami kenaikan mulai Sabtu (25/1/2020) atau bertepatan dengan puncak perayaan Tahun Baru Imlek.

“Kenaikan tarif tiket pesawat ini, menyesuaikan penambahan fasilitas pelayanan yang ada di bandara. Kenaikan hampir separuhnya karena memang ada penyesuaian penambahan fasilitas yang kami lakukan,” papar Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I Jenderal Ahmad Yani Semarang Ahmad Danar Suryantono, Jummat (24/01/2020).

Penyesuaian tarif ini merujuk pada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Nomor: PR.003/3/4 Phb 2019 tanggal 26
Desember 2019 tentang Persetujuan Tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) Bandar Udara Ahmad Yani.

Mengacu pada aturan tersebut, perubahan tarif dihitung dari penumpang masuk terminal keberangkatan, pintu keberangkatan, pintu kedatangan, dan terminal kedatangan penumpang yang pembayarannya disatukan dengan tiket penumpang pesawat udara (PSC on Ticket).

“Soalnya sejak tahun kemarin, bandara kita belum pernah menaikkan tarif. Makanya penyesuaian tarifnya mulai diterapkan awal tahun ini,” jelas Danar seperti dikutip laman Kompas.

Danar menjelaskan, kenaikan tarif tiket pesawat bisa dilakukan setiap dua tahun sekali. Hal ini dilakukan jika terjadi peningkatan pelayanan infrastruktur di kompleks bandar udara. “Tapi sejauh ini belum ada calon penumpang yang mengeluhkan kenaikan tarif. Fasilitas tambahan yang kita punya juga sudah memadai,” katanya.

Fasilitas tersebut meliputi toilet penumpang berkebutuhan khusus, special needs services holding room, multi sensory room, travellator, dan eskalator. Lalu ada nursery room, area komersial, restoran, kids zone, ATM, WiFi, lounge, art work yang sudah sesuai standar internasional.

Danar melanjutkan, dari trafik penumpang pesawat yang terbang maupun mendarat di Bandara Ahmad Yani, setiap hari terdapat sejumlah 8.000 hingga 11.000 penumpang.

General Manager Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani, Hardi Ariyanto mengatakan, besaran tarif PJP2U untuk penerbangan
domestik kini telah berubah. Dari awalnya hanya Rp50.000, saat ini naik menjadi Rp100.000 per pax. Untuk tarif penumpang penerbangan internasional yang semula Rp150.000, menjadi Rp210.000 per pax.

“Tarifnya sudah termasuk PPN 10 persen. Penyesuaian tarif terhitung sejak pembelian tiket pesawat per 25 Januari 2020,” ucapnya sambil menambahkan beberapa hari terakhir sudah menyosialisasikan naiknya tarif tiket pesawat bersama pengelola maskapai dan tim ground handling. (*)

9 Kota Kena Travel Warning

this formate

BEIJING, bisniswisata.co.id: Sebanyak sembilan kota di China dilaporkan terkena larangan bepergian atau travel warning, buntut wabah virus corona yang sudah merenggut nyawa 26 orang. Pada Kamis, seorang pasien yang terinfeksi meninggal di Provinsi Hebei, menjadikannya sebagai korban pertama di luar Hubei.

Dilansir BBC, Jumat (24/1/2020), korban meninggal lain akibat virus corona tercatat di provinsi terpencil Heilongjiang. Provinsi itu dilaporkan berlokasi sekitar 2.000 kilometer dari Wuhan, serta menjadi perbatasan antara Rusia dan China.

Selain 26 orang meninggal, pemerintah “Negeri Panda” mencatat lebih dari 830 kasus warga yang terinfeksi. Otoritas pun melakukan berbagai langkah pencegahan, antara lain dengan menerbitkan larangan bepergian untuk sembilan kota, dikutip AFP.

BBC juga memberitakan, ada 10 kota yang terpaksa ditutup, dengan total populasi yang terdampak mencapai 60 juta
orang. Dampak pariwisata di 10 kota itu mati total, karena tak ada wisatawan yang mau datang. Padahal Perayaan Imlek
banyak wisatawan menyerbu kota itu.

Di Wuhan, kota tempat virus itu mulai merebak, segala layanan transportasi mulai dari bus, kereta, hingga pesawat dihentikan. Warga sekitar diminta untuk tidak meninggalkan kota, dengan laporan yang beredar menyatakan jalan menuju ke sana mulai diblokade.

Di Ezhou, otoritas lokal memutuskan untuk menutup stasiun kereta. Sementara di Enshi, pemerintah menangguhkan layanan bus. Namun, dampak dari virus corona itu tak hanya dirasakan di Hubei. China juga melarang sejumlah kegiatan, seperti perayaan Tahun Baru Imlek di Beijing.

Di Wuhan, aparat secara cepat menambahkan 1.000 unit kamar tidur rumah sakit untuk menangani semakin membeludaknya warga yang terpapar.

Berdasarkan media pemerintah Changjiang Daily, fasilitas itu bisa dipergunakan paling cepat pada Senin (27/1/2020) pekan depan. “Proyek itu bakal mempercepat penanganan medis, dibangun cepat dan tidak mahal karena pada dasarnya hanya melakukan prefabrikasi,” ulas Changjiang Daily.

Selain di China, entitas dengan nama lain virus Wuhan tersebut juga menyebar ke negara lain, seperti Thailand, Hong Kong, Taiwan, Vietnam, hingga Amerika Serikat.

Meski begitu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) masih belum memasukkannya ke level darurat dunia karena baru 13 negara yang
terinfeksi. “Meski begitu, cepat atau lambat bisa terjadi,” jelas Sekretaris Jenderal WHO, Dokter Tedros Adhanom
Ghebreyesus.

Sementara di Indonesia, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan Indonesia saat ini dalam situasi Siaga satu terkait virus corona yang berasal dari Wuhan, China. “Aku akan cek semua termasuk pintu-pintu masuk negara, kita udah siaga satu ini, nggak ada tidurnya, jadi tenang, saya bekerja membantu masyarakat untuk tidak usah khawatir,” kata Terawan dikutip dari situs resmi Kemenkes, Jumat (24/1).

Terawan mengatakan pihaknya terus memantau potensi-potensi penyebaran virus corona. Terawan mengatakan dirinya juga
langsung mengecek ke lapangan setelah karyawan Huawei di Gedung BRI 2 diduga terjangkit virus corona pada Kamis (23/1).

“Saya begitu dapat berita langsung saya cek, terjadi dimanapun saya akan pantau. Percayalah, pemerintah berdiri untuk
menjaga kepentingan semua rakyat,” katanya.

Terawan juga memastikan pihaknya meningkatkan kewaspadaan dengan pengecekan pengunjung di bandara maupun pelabuhan pintu masuk melalui alat pengukur suhu.

Hal ini merupakan langkah antisipasi untuk tenaga kerja asing (TKA) yang berasal dari China maupun negara lain yang
terjangkit virus tersebut. “Kami waspadai, apakah dia kena tanda flu bisa terlihat karena semua peralatan di bandara itu siap 24 jam maupun di pelabuhan laut maupun darat,” imbuhnya. (end/BBC/AFP)

Kunjungan Kapal Pesiar Tak Berdampak bagi Rakyat Raja Ampat

this formate

RAJA AMPAT, bisniswisata.co.id: Kunjungan kapal pesiar belum sepenuhnya membawa dampak yang baik bagi pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Raja Ampat yang selama ini menjaga kelestarian alam.

Salah contoh kecil adalah kunjungan kapal pesiar MV The World yang hanya berkontribusi Rp25.000.000 bagi pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Raja Ampat, M Said Soltief di Waisai, Kamis, mengatakan bahwa kontribusi kapal MV The World bagi pemerintah daerah hanya Rp25.000.000.

Karena itu, kata dia, agar kunjungan kapal pesiar tersebut bermanfaat bagi Raja Ampat, mereka harus melibatkan masyarakat lokal terutama pemandu wisata yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) sebagai organisasi resmi pemandu wisata.

“Kami harapkan kapal pesiar MV The World libatkan HPI agar aktivitas wisatawan selama berada di kabupaten Raja Ampat berjalan dengan lancar,” ujarnya mengutip Antara, Jumat (24/01/2020).

Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati kaget mendengar kontribusi kapal pesiar terbesar yang masuk menikmati alam Raja Ampat yang begitu indah hanya Rp.25 juta. (*)

Di Bandara Solo, 180 Turis Asal Cina Jalani Thermal Scan

this formate

SOLO, bisniswisata.co.id: Sekitar 180 wisawatan asal Cina harus menjalani pemeriksaan thermal scan saat turun dari pesawat di Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Kamis, 23 Januari 2020. Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang sedang mewabah di Wuhan China serta beberapa negara.

Bandara Adi Soemarmo memiliki penerbangan langsung dari Kunming Cina tujuan Solo. Jumlah wisatawan dari Solo yang terbang dengan pesawat carter itu sekitar 180 penumpang. “Jadi setiap seminggu sekali ada direct flight dari Kunming ke Solo. Dari Kunming itu berangkat hari Rabu dan landing-nya pada hari Kamis pagi,” papar Airport Operation and Security Senior Manager AP I Bandara Internasional Adi Soemarmo, Goentoro.

Berdasarkan prosedur, pengawasan kepada penumpang yang tiba di terminal kedatangan internasional dilakukan petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara. Petugas membagikan healt alert card kepada penumpang yang turun di bandara ini. “Peringatan pengawasan virus corona dengan adanya batuk, sesak napas, demam itu ditingkatkan,” ujarnya.

Dan, untuk pengawasan penyebaran virus corona juga dipasang thermal scan yang dilakukan petugas KKP. Alat ini dioperasikan untuk memantau suhu tubuh dan mengidentifikasi pemantauan penyebaran virus yang dibawa penumpang dari luar negeri.

“Tupoksi KKP itu sebagai kekarantinaan itu sudah di-standby-kan alat thermal scan satu unit. Sebelum ada virus corona pun sudah dipasang alat itu karena thermal scan itu untuk memantau suhu tubuh penumpang dari luar negeri,” akunya.

Hanya saja, sejak mewabahnya virus corona, Goentoro mengaku hingga saat ini belum ada penemuan penumpang yang terindikasi terkena virus tersebut. Meski demikian, pihak petugas akan selalu memantau dan mengawasi kepada penumpang dari luar negeri yang tiba di Bandara Internasional Adi Soemarmo.

“Sampai sejauh ini belum ada indikasi yang ditemukan adanya wabah virus corona. Tapi kita akan tetap pantau sesuai dengan prosedur,” ucapnya seperti dilansir laman Liputan6, Jumat (24/01/2020).

Dilanjutkan, jika ternyata ditemukan penumpang terkena virus corona, langkah yang diambil langsung dilakukan tindakan isolasi dan dibawa ke rumah sakit. “Penumpang yang terindikasi virus corona akan dibawa ke rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan KKP. Yakni, rumah sakit terdekat JIH Solo yang ada ruang isolasinya,” jelasnya,

Menurut dia, selain pesawat carter dari Kunming yang setiap pekan melayani penerbangan langsung menuju Solo, juga terdapat penerbangan internasional dari Kuala Lumpur. “Untuk yang dari Kunming sekali penerbangan dengan pesawat carter seminggu sekali. Sedangkan dari KL (Kuala Lumpur) itu terbang dua kali seminggu, yakni hari Rabu dan Minggu,” sebutnya. (*)

Diapresiasi, Anak Asuh SOS Magang di Marriott Hotel Group

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: SOS Children’s Villages Indonesia, organisasi sosial non-profit menyediakan pengasuhan alternatif bagi anak-anak berisiko kehilangan pengasuhan orang tua, menggandeng Marriott Hotel Group meluncurkan program Youth Intership 2020.

Dalam program ini, enam anak asuhan SOS Children’s Villages Indonesia magang di beberapa hotel pilihan jaringan Marriot Hotel Group, yaitu Ritz Carlton Pacific Place, Four Points by Sheraton, The Hemlitage, Keraton at The Plaza, Ritz Carlton Mega Kuningan, dan Mayflower Executive Apartment Jakarta.

“Ini program berkelanjutan. Kami awali di Bandung kini Jakarta. Kami akan kembangkan di Yogya dan Bali, karena industri perhotelan di dua kota itu sangat prospetktif dan mengalami kemajuan yang bagus,” papar National Director SOS Children’s Villages Indonesia, Gregor Hadi Nitihardjo kepada Bisniswisata.co.id saat peluncuran program ini di The Ritz Carlton Jakarta, Jakarta, Kamis (23/01/2020).

Hadi mengakui potensi industri perhotelan sekarang ini sangat cemerlang, seiring dengan kemajuan pariwisata Indonesia yang mengalami peningkatan dalam kunjungan wisatawan mancanegara. “Dan kami memiliki anak asuh menyalurkannya di industri perhotelan untuk magang sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.

Selama enam bulan, terhitung tanggal 24 Januari 2020, keenam anak asuh diperkenalkan pada area kerja perhotelan mulai
bidang kitchen, housekeeping, laundry, hingga engineering. “Syukur-syukur usai magang, anak asuh kami diterima sebagai karyawan hotel sehingga ada masa depan bagi mereka,” lontar Hadi.

Jika tidak diterima, lanjut dia, anak-anak sudah memiliki ketrampilan, pendidikan, pengetahuan dan pengalaman sehingga dapat mengajukan laman di hotel lainnya yang membutuhkan tenaga kerja mereka.

Menurutnya, Program Youth Intership 2020 ini merupakan bagian dari YouthCan! Program global untuk penguatan kapasitas bagi anak muda SOS Children’s Villages yang diluncurkan pada bulan Mei 2017. Program ini menggandeng berbagai pihak untuk mendukung anak muda mencapai kemandirian.

“Fokus dari program ini memberikan pendidikan ketrampilan kerja bagi anak remaja SOS Children’s Villages dengan tujuan meningkatkan kapasitas mereka, baik dalam bentuk hard skill ataupun soft skill,” jelasnya.

Harapannya, tambah dia, anak-anak dari Banda Aceh, Meulaboh, Flores, dan Jakarta ini siap memasuki dunia kerja, khususnya di bidang perhotelan. “Program kerja sama ini juga diharapkan dapat membantu Marriott Hotel Group memperoleh talenta-talenta terbaik,” sambungnya.

Sejak berdiri tahun 1972 hingga 2020, SOS Children’s Villages Indonesia mengasuh dan menaungi lebih dari 18.000 anak dari usia 8 hingga 18 tahun yang tersebar di 10 kota di Indonesia yaitu: Lembang, Jakarta, Bogor, Semarang, Yogyakana, Tabanan, Maumere, Banda Aceh, Mculaboh dan Medan.

Dijelaskan SOS membangun sebuah keluarga menjadi orang tua bagi anak-anak yang kehilangan keluarga. Di tiap rumah,
terdapat satu ibu disertai belasan anak yang tergabung dalam SOS. Seperti biasa, mereka akan didanai oleh SOS untuk
bersekolah. Mulai dari pendidikan dini hingga bangku kuliah.

Di pertengahan tahun 2018, SOS Children’s Villages Indonesia bekerja sama dengan Youth Career Initiative (YCI), lembaga internasional yang memberikan pelatihan perhotelan untuk anak-anak muda yang rentan.

Dengan mitra Hotel Hilton, Four Points, Courtyard Marriott, dan Sheraton di Bandung mereka diberikan pelatihan bidang
perhotelan. Program ini akan berlangsung selama enam bulan. “Selain hotel berbintang, SOS juga bekerja sama dengan kecil yang paling banyak di Bandung dan sekitarnya,” katanya

“Anak-anak kita tentu sangat terbantu dengan kerja sama ini. Kami harapkan lebih banyak lagi rekan-rekan korporasi yang bisa turut mendukung pemenuhan kebutuhan pendidikan dan keterampilan anak muda, sehingga mereka bisa mempunyai bekal yang berguna untuk bersaing di dunia kerja,” sambungnay

General Manager The Ritz-Carlton Jakarta Pasific Place Subin Dharman menambahkan sesuai komitmen global The Ritz-Carlton bahwa Sumber Daya Manusia merupakan aset paling berharga bagi perusahaan, dan setiap orang memiliki kesempatan untuk terus belajar dan berkembang sehingga dapat selalu memberi pelayanan serta kenyamanan terbaik bagi tamu.

“Kami sangat mengapresiasi usaha yang dilakukan SOS Children’s Villages Indonesia dan merasa senang dapat turut
berkonstribusi dalam program ini,” tambahnya. (end)

Hutan Australia Kembali Membara, Bandara Canberra Ditutup

this formate

CANBERRA, bisniswisata.co.id: Kebakaran hutan kembali terjadi di dekat ibu kota Australia, Canberra pada Kamis (23/1/2020). Kondisi ini memaksa bandara Canberra ditutup sementara sehingga berimbas pada jadwal penerbangan domestik dan internasional.

Lembaga penerbangan bandara Canberra mengatakan kondisi temperatur tinggi dan angin kencang memicu kobaran api baru di sejumlah kawasan di Australia timur.

“Sejumlah jadwal penerbangan dari dan ke Canberra dihentikan sementara untuk memberi kesempatan bekerja bagi tim pemadam kebakaran,” ungkap juru bicara bandara Canberra kepada AFP.

Please be advised, some flights have been affected. Please contact your Airlines for up to date flight status. https://t.co/EGJ74iWs8s Please follow ACT ESA to keep updated. https://t.co/V0uMtBAFJs
— Canberra Airport (@CanberraAirport) January 23, 2020

Lewat akun Twitter resmi, bandara Canberra mengumumkan sejauh ini belum mengevakuasi. Penumpang yang terkena imbas diminta menghubungi pihak maskapai penerbangan untuk mendapat informasi lebih lanjut. Belum diketahui berapa lama layanan penerbangan akan berdampak.

Badan Layanan Darurat Wilayah Canberra mengatakan bandara ditutup karena kondisi saat ini yang tidak memungkinkan. Api dilaporkan kembali berkobar di selatan bandara Canberra, hingga Kamis siang pemerintah setempat meningkatkan status menjadi darurat.

Sementara Warga yang berada di pinggiran kota diimbau untuk melakukan evakuasi. “Api dapat menimbulkan ancaman bagi warga. Orang-orang yang berada di pinggiran kota dalam bahaya dan perlu mencari tempat aman,” imbau Badan Layanan Darurat Wilayah Canberra.

Kali ini merupakan pertama kalinya operasional bandara dihentikan sejak kebakaran hutan terjadi pada November 2019. Sejauh ini api dilaporkan telah membakar lebih dari 140 hektare area dekat bandara Canberra. Api dilaporkan mulai menjalar ke sisi barat bandara.

Sejak November lalu, Australia dihadapkan pada bencana kebakaran hutan terparah dan terbesar mencapai lebih dari 7,3 hektare. Setidaknya 28 orang tewas, lebih dari 3.000 rumah dan bangunan rusak, dan sejumlah spesies hewan asli terancam punah lantaran pasokan makanan habis terbakar.

Hujan yang mulai turun dalam beberapa hari terakhir tidak signifikan memadamkan kobaran, tetapi hanya menurunkan titik api. Tim pemadam kebakaran menyebut hujan justru memicu masalah baru seperti banjir dan potensi longsor. (AFP/*)

Wisman ke Bali via Bandara Ngurah Rai Kian Positif

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Sepanjang tahun 2019, kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Bali melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, tercatat mengalami pertumbuhan atau naik sebesar tiga persen.

“Tahun 2019 tercatat sebanyak 6.298.852 orang wisman tiba di Bali melalui Bandara Ngurah Rai. Jika dibandingkan 2018
tercatat 6.127.437 orang wisman, Jadi ada pertumbuhan wisman sebanyak 171.415 orang,” ujar General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado, dikutip laman Republika, Kamis (23/01/2020).

Capaian tersebut, lanjut dia, merupakan hal yang sangat positif dan menunjukkan bahwa pesona dan daya tarik Pulau Dewata bagi para wisatawan dunia masih sangat kuat, yang dibuktikan dengan pertumbuhan penumpang dari tahun ke tahun.

“Selain itu, catatan ini sangat positif karena saat terjadi tren penurunan penumpang dan kunjungan wisatawan mancanegara di banyak bandara di Indonesia, kami masih dapat mencatatkan pertumbuhan,” katanya.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun 2019, posisi China sebagai negara penyumbang wisatawan terbanyak yang datang ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai, tergusur oleh jumlah wisatawan asal Australia yang tercatat mengungguli jumlah wisatawan asal Negeri Tirai Bambu itu.

“Untuk tahun 2019, jumlah wisatawan berpaspor Australia yang kami layani sebanyak total 1.230.133. Itu mengungguli wisman asal China, dengan jumlah sebanyak 1.196.497 jiwa atau selisih sekitar 33 ribu orang wisman,” ujar Herry Sikado.

Sementara, untuk posisi ketiga negara penyumbang wisman terbanyak ke Bali ditempati wisatawan asal India dengan jumlah 377.543 orang, disusul Britania Raya dengan 287.266 wisman serta Amerika Serikat di posisi kelima dengan catatan 277.203 orang wisatawan. (*)