Penularan Virus di Pesawat, Seberapa Besar Resikonya ?

this formate

ATLANTA, bisniswisata.co.id: Para ilmuwan menilai penyebaran penyakit akibat virus corona sama seperti penyakit pernapasan lainnya, misalnya influenza. Virus corona bisa menyebar dari orang yang terinfeksi ke orang lainnya misalnya dari batuk, bersin, atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh mulut, hidung atau Anda sebelum mencuci tangan.

Jika bepergian menggunakan pesawat dan di dalam pesawat itu ada penumpang yang sakit (diduga penyakit yang berhubungan dengan pernapasan), seberapa besar risiko Anda tertular?

Ilmuwan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, pernah mengungkap duduk pada jarak satu atau dua kursi di samping, belakang, atau depan dari penumpang sakit bisa membuat tertular sekitar 80 persen.

Di luar radius itu, peluang Anda tertular turun menjadi hanya sekitar tiga persen, karena hembusan udara dari bersin dan batuk biasanya tidak terbang lebih jauh dari itu, menurut profesor biostatistik dan bioinformatik dari Emory University, di Atlanta Amerika Serikat, Vicki Stover Hertzberg.

Partikel penyebab sakit yang menyebar saat seseorang terinfeksi berbicara, bersin, batuk atau bahkan bernapas tak akan tersebar lebih dari satu meter.

Menurut dia, seperti dilansir laman Health, Kamis (30/01/2020) udara yang disirkulasi ulang dalam pesawat membuat virus lebih mungkin menyebar ke seluruh kabin adalah anggapan salah.

Namun, satu faktor yang perlu dipikirkan, adalah pramugari atau pramugara yang terus bergerak di sekitar kabin dan menyentuh makanan dan minuman.

Anggota kru yang sakit lebih kecil kemungkinannya untuk bekerja daripada yang sehat, tetapi jika melakukannya, mereka cenderung menginfeksi 4,6 orang per penerbangan.

Laman Business Insider juga mencatat, kursi di dekat jendela adalah pilihan terbaik untuk kesehatan Anda. Salah satu alasannya, lebih sedikit penumpang di kursi itu yang beranjak dari kursi selama penerbangan, yakni 43 persen, dibandingkan orang yang duduk di kursi tengah (62 persen) dan kursi di dekat lorong (80 persen).

Sebaliknya, orang yang duduk di dekat lorong merasa lebih bebas bergerak di pesawat dan ini artinya dia lebih berisiko bertemu kuman-kuman yang dibawa orang lain.

Namun, duduk di dekat jendela tak berarti sepenuhnya Anda aman dari penyakit. Partikel flu misalnya bisa menjelajah enam kaki dari orang yang terinfeksi, dan bertahan hingga 24 jam di permukaan keras.

Jadi, penting untuk membiasakan cuci tangan menggunakan air dan sabun serta menjaga sistem kekebalan tubuh Anda. Semakin lama terbang makin berisiko

Peneliti menghitung durasi berada di dalam pesawat empat hingga lima jam, tanpa sirkulasi udara apa pun, sebagai jangka waktu yang lama. Semakin lama durasi penerbangan, semakin tinggi risiko penularan. “Semakin lama Anda berada di udara, semakin banyak orang bergerak di sekitar; menggunakan kamar mandi, meregangkan kaki, makan,” kata dia. (*)

Bupati Pessel Nyesel “Kecolongan” Dikunjungi Turis China

this formate


PESISIR SELATAN SUMBAR, bisniswisata.co.id:
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni mengaku tidak mengetahui ketika rombongan turis asal Cina sebanyak 150 orang berkunjung ke wilayahnya, Selasa (28/1). Seperti diketahui rombongan turis asal Kota Kunming, China berwisata ke Kawasan Wisata Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sumatera Barat (Sumbar).

Hendrajoni mengaku ia baru saja kembali dari perjalanan ibadah umrah ke Tanah Suci selama sepekan terakhir. Sehingga ia tidak mengetahui perihal adanya izin dari jajarannya untuk rombongan wisata asal China masuk ke Pessel. Hendrajoni baru kembali ke tanah air, Rabu (29/1).

“Saya enggak tahu karena saya lagi melaksanakan ibadah umrah. Kalau saya tahu tentu tak akan saya izinkan,” kata Hendrajoni seperti dilansir laman Republika, Kamis (30/01/2020).

Bupati Hendrajoni menyebut bila ia tidak sedang melaksanakan umrah, akan menolak kedatangan rombongan turis asal China tersebut seperti yang juga dilakukan oleh Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi. “Saya kaget karena tanpa sepengetahuannya ada yang menyebut Bupati Pessel memberi izin,” sambungnya nyesel.

Saat sudah di bandara menurut Bupati Hendrajoni baru mengetahui ada pembicaraan pro dan kontra terkait kedatangan rombongan wisatawan asal Cina ke Pesisir Selatan. Setelah mendengar informasi itu, Hendrajoni menghubungi pihak agent travel yang membawa tamu dari Cina tersebut.

“Saya telepon agen travel dari pada ribut orang, saya minta mereka agar kembali ke China. Kalau sudah aman, enggak apa datang (ke Pesisir Selatan),” ucap Hendrajoni.

Hendrajoni mengakui sejumlah destinasi wisata di Pesisir Selatan punya banyak peminat. Ia bangga bila daerahnya ramai dikunjungi wisatawan. Tapi situasi sekarang menurut Hendrajoni kurang tepat buat turis asal China karena masyarakat khawatir dengan virus corona yang sedang mewabah di China dan menyebar ke beberapa negara lain.

Bila nanti situasi sudah kondusif, Hendrajoni mempersilakan wisatawan Cina untuk menikmati objek wisata yang ada di Pesisir Selatan yang memiliki lebih dari sepuluh obyek wisata yang sangat keren, unik, menarik dan istagramable.

Kabupaten Pesisir Selatan memiliki Pulau-pulau besar dan kecil berbatasan dengan Samudera Hindia, yang menawarkan keindahan alam yang indah. Bukit-bukit dan air terjun yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan dapat menjadi alternatif wisata yang terjangkau dari Kota Padang.

Dari berbagai wisata yang ada di Pessel, namuan ada obyek wisata wajib dikunjungi karena sudah ngetop didatangi wisatawan, antara lain:

Pulau Setan

Biru laut, pasir pantai, dan keheningan pulau yang tak berpenghuni ini akan menemani wisatawan yang berkunjung ke Pulau Setan. Dengan ombak yang kecil, wisatawan dapat berenang di sekitar tepi laut. Jika tidak ingin berenang, mengelilingi pulau juga menjadi salah satu pilihan kegiatan yang dapat dilakukan. Pulau Setan terletak di sebelah barat Sungai Pisang dan di sebelah timur Pulau Pasumpahan.

Pantai Carocok Painan

Terletak di Kecamatan IV Jurai, Pantai Carocok Painan merupakan salah satu obyek wisata yang ramai dikunjungi oleh masyarakat lokal di Sumatera Barat. Memiliki jarak tempuh sekitar 77 kilometer dari Kota Padang dan ditempuh dalam waktu dua jam. Di Pantai Carocok Painan memiliki jembatan yang menghubungkan dengan Pulau Batu Kareta. Wisatawan dapat menyeberang dengan berjalan kaki. Tidak jauh dari Pulau Batu Kareta, wisatawan dapat menyeberang ke Pulau Cingkuak menggunakan perahu. Di Pulau Cingkuak, wisatawan dapat menikmati berbagai wahana olahraga air seperti banana boat, jetski, donat boat, dan berbagai variasi bentuk perahu karet.

Bukit Langkisau
Puas bermain di laut, wisatawan dapat menuju Bukit Langkisau yang terletak tak jauh dari Pantai Carocok Painan. Bukit Langkisau hanya berjarak sekitar dua kilometer atau 10 menit ditempuh dengan kendaraan bermotor. Di Bukit Langkisau, wisatawan dapat menikmati pemandangan sepanjang pantai pesisir selatan, Sumatera Barat dan pemukiman warga serta jajaran Bukit Barisan Selatan yang memanjang. Untuk para pencinta olahraga udara, di Bukit Langkisau dapat mencoba paralayang dan paramotor. Wisatawan dapat terbang dengan para pilot yang telah tersertifikasi oleh Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).

Jembatan Akar Bayang

Pessel juga memiliki jembatan akar seperti di Baduy, Banten. Jembatan akar ini bernama Jembatan Akar Bayang. Jembatan Akar Bayang ini terletak di Kampung Pulut-Pulut, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara. Ditempuh dari Painan, objek wisata unik ini berjarak sekitar 24 kilometer. Jika ditempuh dari Kota Padang, wisatawan dapat menemukan jembatan akar ini setelah menempuh perjalanan sekitar 65 kilometer. Jembatan akar ini terbentuk dari akar-akar pohon beringin yang saling melilit sehingga membentuk jembatan. Jembatan Akar Bayang merupakan jembatan penghubung antara Kampung Puluik-Puluik dan Kampung Lubuk Silau. Di bawah jembatan akar, mengalir deras Sungai Bayang. Jalinan akar-akar pohon beringin yang membentuk jembatan ini dipercaya sudah ada sejak tahun 1916.

Air Terjun Bayang Sani

Terletak sekitar tiga kilometer sebelum Jembatan Akar Bayang, wisatawan dapat menemukan sebuah pertigaan yang menuju obyek wisata Air Terjun Bayang Sani. Wisatawan dapat gemericik empat aliran air terjun yang mengalir deras sepanjang waktu. Air Terjun Bayang Sani memiliki tinggi sekitar 80 meter dan merupakan salah satu air terjun terbesar di Sumatera Barat. Wisatawan dapat menikmati aliran air terjun yang jernih. Terdapat toilet dan ruang ganti di dekat lokasi air terjun. Jika perut lapar, wisatawan tak perlu takut karena terdapat warung yang menjajakan makanan dan minuman ringan. Sambil menikmati santapan yang tersedia dari warung-warung, jika beruntung wisatawan dapat melihat monyet-monyet yang melompat di tengah rimbun pepohonan.

Bukit Mandeh
Tiba di Puncak Bukit Mandeh, wisatawan akan disambut dengan panorama Teluk Mandeh dengan jajaran pulau-pulau. Warna biru laut siap menyihir mata para wisatawan yang mengunjungi Bukit Mandeh ini. Bukit Mandeh terletak di dekat Tempat Pelelangan Ikan Carocok Tarusan sekitar tiga kilometer. Perjalanan dapat ditempuh menggunakan motor dan mobil. Untuk menikmati pemandangan di Bukit Mandeh, wisatawan tidak dikenakan biaya. Terdapat satu warung yang menjajakan makanan dan minuman ringan. Tak perlu khawatir untuk tempat parkir kendaraan. Terdapat tempat parkir yang cukup luas dan dapat menampung mobil dan motor. Untuk menuju ke Puncak Bukit Mandeh, wisatawan tidak dapat menggunakan bus karena jalan yang kecil dan berkelok. (*)

Dampak Virus Corona, Andy Lau Batalkan 12 Konsernya

this formate

HONG KONG, bisniswisata.co.id: Bintang kenamaan Hong Kong, Andy Lau, membatalkan seluruh jadwal konsernya di tengah kekhawatiran akan wabah virus corona. Lau seharusnya menggelar 12 konser dalam tur bertajuk My Love Andy Lau World Tour Hong Kong 2020 selama dua minggu, pada 15-28 Februari 2020.

Dalam sebuah pernyataan di akun Instagram resmi, Lau mengumumkan semua konsernya di Hong Kong itu dibatalkan demi melindungi kesehatan dan keselamatan pendengarnya.

“Demi memastikan kesehatan dan keselamatan para penonton dari epidemi virus corona baru, saya memutuskan untuk membatalkan konser Hong Kong. Maaf soal ini. Saya berharap semua orang tetap sehat dan kita dapat melewati kesulitan ini bersama,” demikian pernyataan Lau yang diunggah di Instagram.

Penyelenggara konser menyatakan mereka akan mengumumkan pengaturan pengembalian dana di situs resmi konser dan platform media sosial lainnya. Pembatalan ini diperkirakan berdampak pada konser Andy Lau pada 17-19 April di Wuhan, tempat virus corona berasal. Namun, Lau belum memberikan keterangan resmi terkait konser di Wuhan, China.

Sesama aktor Hong Kong dan penyanyi Cantopop, Leon Lau, juga menunda dua pertunjukan yang semula dijadwalkan pada 31 Januari dan 1 Februari di Studio City Event Center di Macau.

Lewat keterangan di Weibo, konser bertajuk Leon Metro Live 2.0 akan ditunda demi memastikan keamanan kesehatan masyarakat. “Kesehatan dan keselamatan tamu dan rekan kerja kami adalah prioritas utama. Kami tetap berhubungan dengan pihak berwenang setempat dan mengikuti pedoman mereka tentang langkah-langkah pencegahan yang ketat sebagai tanggapan terhadap jenis baru virus corona,” demikian keterangan penyelenggara, dikutip Malay Mail, Kamis (30/01/2020).

Beberapa konser lain juga dibatalkan, termasuk penampilan penyanyi Malaysia, Leong, yang seharusnya menggelar dua pertunjukan di Shanghai bulan depan sebagai bagian dari perayaan 20 tahun kariernya.

Penyanyi Taiwan, Rainie Yang, juga membatalkan konsernya di Shanghai, yang semula dijadwalkan 2 Februari. Penyanyi kelahiran Amerika, Wang Leehom, juga terpaksa membatalkan konsernya di Suzhou, China, yang dijadwalkan dihelat pada Maret mendatang.

Hingga Kamis, korban meninggal akibat virus corona di China telah mencapai 170 orang, dengan 38 kematian baru dan lebih dari 1.700 kasus yang dikonfirmasi.

Selain di China, kasus infeksi virus corona terdeteksi di sejumlah negara, yakni Kanada, Amerika Serikat, Prancis, Sri Lanka, Thailand, Taiwan, Vietnam, Korea Selatan, Nepal, Singapura, Australia, Malaysia, Jepang, Kamboja, dan Jerman. Kasus terbaru ditemukan di Finlandia dan Uni Emirat Arab. (*)

8 Februari 2020, Bogor Street Festival Cap Go Meh

this formate

BOGOR, bisniswisata.co.id: Puncak perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor, Jawa Barat ditandai dengan pesta rakyat tahunan bertajuk Bogor Street Festival Cap Go Meh 2020, dengan Rute pawai meliputi start dari Vihara Dhana Gun di Jalan Surya kencana menuju ke Jalan Siliwangi sampai ke bundaran Sukasari Kota Bogor, Sabtu (8/2/2020).

Festival ini digelar setiap dua pekan setelah perayaan Imlek dan tahun ini, dengan mengusung tagline Ajang Budaya Pemersatu Bangsa dengan tema Looking Eastward.

Digelarnya event ini, bukan hanya soal budaya, bukan juga terkait upacara. Namun tentang nilai-nilai yang kita yakini dari masa ke masa, diturunkan dan kita jaga terus ke depan, bersama dalam keberagaman. Berbeda adalah keniscayaan, beragam adalah keharusan tapi kebersamaan harus diperjuangkan.

Disisi lain, event ini juga meningkatkan kunjungan wisatawan kota Bogor. Karena selama ini, ada anggapan Pariwisata Kota Hujan ini, hanya Kebun Raya Bogor, Istana Presiden, wisata kuliner, wisata belanja namun ada event wisata yang cukup unik dan menarik. Bogor Street Festival Cap Go Meh, namanya.

Dan event ini merupakan satu dari tiga event jagoan Kota Bogor untuk menarik wisatawan. Dua event lainnya yakni Gelaran Seni dan Budaya pada Hari Jadi Bogor dan Festival Merah Putih sepanjang Agustus dalam memperingati Hari Kemerdekaan.

Perayaan Cap Go Meh telah dirayakan di Indonesia sejak awal abad ke-16, sejak komunitas Tionghoa Buitenzorg membangun Klenteng Hok Tek Bio di Bogor. Tahun 1954, Presiden pertama Indoenesia Soekarno mengundang arak-arakan Tapekong dan Ceng Ge ke Istana Bogor untuk menghibur presiden dan tamu negara. Pada masa itulah Cap Go Meh mengalami kejayaan.

Tahun 2008, merupakan tahun bersejarah bagi event Cap Go Meh di Bogor. Untuk pertama kalinya gagasan street festival muncul dan event Cap Go Meh menjadi festival Kota Bogor. Liong, Barong dan kesenian daerah mulai meramaikan Cap Go Meh yang mengusung pesta budaya dengan arak-arakan yang dimulai dari Balai Kota Bogor.

Dari tahun ke tahun, event Cap Go Meh mengalami perkembangan dan peningkatan baik dalam jumlah pengisi acara atau pun pengunjung yang hadir. Bahkan, event ini sempat tercatat dalam rekor MURI. Yakni pada tahun 2007 sebagai event dengan jumlah liong dan barong terbanyak. Kemudian pada tahun 2010 mendapatkan rekor dari MURI sebagai liong terpanjang dengan 50 meter yang dimainkan oleh 15 orang.

Perayaan Cap Go Meh yang dijadikan sebagai festival Kota Bogor mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat. Tahun 2012, untuk pertama kalinya festival ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat. Puncaknya pada 2015 lalu, kejutan datang saat Presiden Joko Widodo hadir dalam acara ini di Jalan Suryakencana.

Akulturasi kebudayaan yang ditampilkan pada festival Cap Go Meh dari tahun ke tahun semakin beragam. Jika pada tahun sebelumnya hanya menampilkan kebudayaan Tionghoa, kemudian dipadukan dengan kebudayaan Sunda.

Mulai tahun 2014, Cap Go Meh mengangkat kebudayaan Nusantara yang ditampilkan dalam pawai budaya. Kesuksesan dari tahun 2014 ini menjadikan Cap Go Meh menjadi agenda nasional. Atraksi barongsai dan liong, dilengkapi dengan panggung hiburan yang diisi dengan wayang dan penampilan dari sanggar binaan dari Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tingkat Hunian Hotel di Yogya Gagal Capai Target, Kenapa?

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Yogyakarta sebagai destinasi wisata tentu ramai dengan bisnis penginapan seperti hotel, dan homestay. Bisnis tersebut diperlukan untuk mengakomodasi para wisatawan baik nusantara maupun mancanegara yang berwisata di Yogyakarta. Kenyataannya, tingkat hunian hotel di Kota Gudeg ini gagal mencapai target pada tahun 2019.

“Tingkat hunian kami rata-rata baru mencapai 65 persen. Ini jauh dari target kita yaitu sekitar 80 persen. Masih sisa kurang 15 persen,” papar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Yogyakarta, Deddy Pranowo

Dilanjutkan, ada tiga penyebab yang membuat hotel- hotel di Yogyakarta sulit untuk mengalami peningkatan, seperti manajemen hotel virtual, harga tiket pesawat dan aksesibilitas bandara.

Penyebab pertama, Manajemen hotel virtual, misalnya, dianggap begitu meresahkan industri hotel yang sudah berizin. Hotel virtual merupakan sebuah penginapan yang dikelola virtual hotel operator yang pemesanannya dapat dilakukan secara online dan offline.

Sementara virtual hotel operator adalah platform online yang bekerjasama dengan penginapan sekaligus menghubungkan properti mereka dengan konsumen. “Dengan adanya manajemen virtual seperti kos-kosan bisa harian, rumah, itu kan belum tentu mempunyai izin usaha,” ujar Deddy seperti dilansir laman Kompas, Kamis (30/01/2020).

“Kedua, belum tentu mereka punya standar pelayanan, sertifikasi usaha jasa. Ini penting dan harus ada, karena berkaitan dengan standar mutu pelayanan. Jangan sampai itu membuat kecewa wisatawan,” lanjutnya.

Jika maraknya kos-kosan, rumah, yang beralih fungsi menjadi hotel tak berizin tersebut tetap dilakukan tanpa aturan, menurut Deddy, ujungnya dapat merugikan destinasi wisata.

Namun, Deddy tidak menolak adanya manajemen virtual hotel karena merupakan tuntutan zaman. “Yang kita tolak adalah propertinya karena tidak sesuai dengan peruntukannya, tidak sesuai dengan izinnya. Itu akan berdampak pada kami yang sudah berizin lengkap, bersertifikasi dan SDM-nya berkompeten,” tambahnya.

Deddy juga Ketua PHRI Yogyakarta tetap akan membimbing hotel virtual untuk membuat izin usaha terlebih dulu sebelummelanjutkan bisnis penginapannya.

Penyebab kedua,
tiket pesawat yang tidak terjangkau. Deddy mengatakan, tingginya harga tiket pesawat memiliki pengaruh terhadap tingkat hunian hotel di Yogyakarta yang tak mengalami kenaikan. “Tiket pesawat ini juga cukup mahal, bagaimana bisa meningkatkan hunian jika tidak ada wisatawan, karena harga tiket pesawat yang masih seperti itu,” ujarnya.

Penyebab Ketiga, aksesibilitas wisatawan mancanegara yang tidak bisa direct flight langsung ke Yogyakarta. Pasalnya, selama ini penerbangan internasional ke Yogyakarta masih harus melalui Bali. Namun ia berharap pada bandara baru yaitu Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo untuk kembali mendongkrak tingkat hunian hotel.

“Dengan adanya bandara baru yaitu Bandara Internasional Yogyakarta, saya berharap banyak airlines atau travel agent dari asing yang ingin direct flight langsung ke Yogyakarta, dan ini harus kita raih. “Karena wisatawan saya rasa juga sudah jenuh dengan Bali, Batam, Jakarta dan ini harus kita raih,” lanjutnya. (*)

Surabi Cihapit, Jajanan Tempo Dulu Digemari Hingga Kini

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Wisata kuliner Bandung memang luar biasa. Selain tak kalah enaknya dengan kuliner di kota lain, kota Paris Van Java ini memiliki banyak kuliner khas juga banyak tempat nongkrong yang asik. Bahkan, Beragam jenis makanan berat sampai aneka jajanan berderet di Kota Kembang ini.

Karenanya, Kota berhawa dingin ini menjadi tujuan wisata kuliner yang tak pernah membosankan untuk dikunjungi. Tak berlebihan jika ada yang menyebut Bandung surganya kuliner enak. Salah satu jajanan favorit yang pas menemani saat ngopi atau ngeteh adalah Surabi atau serabi.

Bukan sembarang surabi, tapi Surabi Cihapit dari Bandung, namanya sudah sangat akrab ditelinga penyinta kuliner. Malah media sosial menginformasi kelezatan Surabi Cihapit. Jajanan pasar tradisional khas Bandung ini sudah ada sejak tahun 90-an dan masih eksis sampai sekarang yang tak lekang oleh waktu.

Dengan konsep kaki lima yang bisa dinikmati oleh semua kalangan dan semua umur, Surabi Cihapit sampai sekarang masih diburu warga Bandung juga pengunjung dari luar kota.

Surabi Cihapit berlokasi di persimpangan Jalan Cihapit, Bandung. Bukan seperti toko atau kedai yang besar, tapi Surabi Cihapit mempertahankan konsep kaki lima berupa gerobak sederhana, namun tetap menjaga kualitas makanannya tetap menggoda. Harganya pun cukup murah, satu surabi hanya dibanderol Rp8.000 – Rp12.000 tergantung varian atau topping yang dipilih.

Di sekeliling gerobak ini, ada beberapa kursi plastik yang digunakan pembeli untuk duduk. Kendati sangat sederhana, pengunjung yang datang cukup banyak.

Tak sulit menemukan letak Surabi Cihapit. Ditandai banner merah terpampang di persimpangan dengan hiasan menu dan harga surabi. Jam buka ada 2 sif, pukul 6 pagi sampai 12 siang, lalu buka lagi pukul 3 sore sampai 10 malam. Jadi pengunjung bebas memilih mau jam berapa menikmati surabi ini.

Makanan yang kalau di Jawa Tengah disebut serabi ini ternyata dibuat dengan proses yang cukup sederhana. Surabi Cihapit berbagai varian rasa layaknya martabak. Namun ada dua varian yang menjadi andalan yakni isian oncom dan kacang merah.

Rasa manis pada surabi isi kacang merah pas banget disantap dengan kopi. Untuk isian oncom, rasanya unik dan pedas,
seperti ada kejutan di dalamnya dan bikin nagih serasa tak ingin berhenti makan.

Disajikan di piring sederhana ditemani kopi panas yang asapnya masih mengepul sembari menikmati Kota Bandung cukup membuat suasana hati kembali cerah. Kalau susah untuk datang langsung ke tempatnya, cukup pesan di GrabFood. Dengan GrabFood, banyak cara untuk menikmati makanan favoritmu.

Selain itu, proses memasaknya masih sederhana dengan menggunakan tungku dan kayu bakar sebagai bahan bakarnya. Sementara bahan yang digunakan juga tak asal. Pemiliknya menggunakan bahan berkualitas, mulai dari santan, tepung terigu, telur hingga beberapa produk lainnya. Proses untuk membuat adonan juga cukup sederhana, tapi rasa yang dihasilkan luar biasa enak di lidah.

Surabi spesial di tempat makan ini memiliki dua varian yaitu kering diberi oncom atau disiram kinca alias gula merah. Selain kedua varian ini, ada juga menu modifikasi dengan aneka topping yang menggugah selera.

Ada keju, cokelat, pisang, kismis, ayam, sosis, hingga telur. Jika mau, bisa mengombinasikan beberapa varian di atas satu surabi. Seperti sosis ayam keju telur ayam yang terlihat menggiurkan hanya dari namanya saja.

Itulah ulasan tentang Surabi Cihapit di Bandung yang memiliki aneka varian. Meski hanya bermodalkan gerobak sederhana, pelanggannya cukup banyak. Bukti jika makanan enak tak dilihat dari tempat jualannya bukan?. Mau coba jika jalan-jalan ke Bandung. (*)

MotoGP 2021, Gaung Pariwisata Indonesia makin Mendunia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ajang sport tourism balap motor MotoGP yang rencananya digelar di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2021, semakin menggaungkan pariwisata Indonesia di mata dunia. Hingga kini, progres pekerjaan sirkuit mencapai 40 persen.

“Sudah ada akses langsung dari airport ke Mandalika. Infrastruktur jalan lebih dari 40 persen. Presiden sudah pergi ke sana Mei tahun lalu untuk melihat persiapan itu. Kini progresnya mulai terlihat. Rencana Maret atau April ini saya akan berkunjung ke sana, karena Oktober 2020 akan diselesaikan,” papar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Menko Luhut mengutarakan hal itu usai mengadakan pertemuan dengan Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M Mansoer, di Kantor Kemko Marves, Jakarta, Rabu (29/01/2020). ITDC adalah BUMN pengembang kawasan pariwisata The Mandalika.

Dilanjutkan, berdasarkan laporan Dirut ITDC, progres persiapan MotoGP 2021 dinilai sangat baik dan terus menunjukkan peningkatan. “Saya juga memberikan arahan kepada pihak ITDC agar segala pekerjaan dapat dilakukan secara rinci dan berstandar internasional,” lontarnya seperti diunduh Antara.

Terkait sarana penginapan, Menteri Luhut mengatakan fasilitas tersebut bisa dicukupi dengan tambahan satu hotel bintang lima yakni Pullman Hotel, yang masih dalam tahap pembangunan.

Juga pemesanan tiket, ITDC mengaku sudah membuat situs resmi untuk pre-booking tiket yakni www.themandalikagp.com, dimana telah ada 3.000 tiket yang memesan, dari total 10.000 tiket.

“Untuk tiket baru kita buka tanggal 20 Januari kemarin, sudah 3.000 dan sebentar lagi sudah habis, tapi itu tiket pre-booking, nanti sisanya kita beli waktu balapan dimulai. Kita menunggu dari Dorna (pengelola MotoGP) juga, nanti pengumuman Agustus 2020. Harga tiket dijamin tidak mahal dan disesuaikan kemampuan masyarakat. Yang jelas masyarakat juga akan diberikan hiburan yang luar biasa,” sambungnya.

Dikatakan, warga sekitar Mandalika tetap bisa menyaksikan MotoGP karena konstruksi pembangunan sirkuit MotoGP sengaja dibuat secara terbuka di area dekat pinggiran pantai yang indah dan berlatar belakang perbukitan. Berbeda dengan sirkuit lainnya yang mendirikan stadion dan tertutup.

“Jadi bagi rakyat biasa yang nggak beli tiket, karena ini open space bukan stadium, mereka bisa menonton di atas gunung untuk melihat. Ini fantastik. Hanya kebersihannya saya minta dijaga,” saran mantan Menko Polhukam.

Dalam persiapan penyelenggaraan MotoGP Indonesia di Mandalika, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) juga melibatkan UMKM dan masyarakat sekitar dalam menyiapkan produk-produk lokal yang dijual melalui sistem e-commerce maupun saat event berlangsung. (*)

Rinjani bakal Ada Kereta Gantung, Pro Kontra pun Menggaung

this formate

MATARAM, bisniswisata.co.id: Kawasan Gunung Rinjani di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) bakal memiliki fasilitas kereta gantung. Sayangnya, pro kontra pun menggaung. Padahal, Keberadaan kereta gantung sangat dibutuhkan layaknya destinasi pegunungan internasional lainnya.

Meski demikian, jika tak ada rintangan, investor asal Cina merangkul pengusaha Indonesia melalui PT Indonesia Lombok Resort (ILR), yang berminat membangun kereta gantung sepanjang 10 kilometer.

Kehadiran kereta gantung ini, untuk melihat panorama Danau Segara Anak di pegunungan Rinjani. Rencananya, kereta gantung berangkat dari di kawasan taman hutan rakyat (Tahura) di Karang Sidemen, Kabupaten Lombok Tengah, menuju titik akhir di Plawangan Barat atau bibir danau Segara Anak — di dalam kawasan hutan lindung KPH Rinjani Barat.

Menurut Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, pembangunan jalur kereta gantung ini di luar kawasan TNGR, “Ya kawasan kereta gantung di dalam wilayah KPH Rinjani Barat dan Tahura,” kata Dedy Asriady kepada TEMPO, Selasa 28 Januari 2020 pagi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB Madani Mukarom menjelaskan, pihak PT ILR sudah memperoleh persetujuan untuk melakukan berbagai kajian lingkungan, sosial dan ekonomi. Misalnya kajian kesesuaian ruang, amdal, feasibility study, detail enginering design (DED), desain tapak, rencana pengelolaan jangka panjang dan lainnya.

Madani Mukarom menyebutkan, jika hendak mendaki dari tempat pemberhentian kereta gantung menuju Danau Segara Anak sekitar lima kilometer atau waktu tempuh pendakian perjalanan kaki sekitar 3 – 4 jam. “Wisatawan yang berminat [mengendarai kereta gantung] bisa melanjutkan pendakian ke danau dan camping,” ujar Madani seperti diunduh laman Tempo, Rabu (29/01/2020).

Gubernur NTB Zulkieflimansyah sudah bertemu dengan calon investor China, pertengahan Januari 2020. Ia mengatakan senang menerima investor yang berecana membangun kereta gantung di Rinjani. “Mudah-mudahan rencana ini bisa segera jadi nyata. “Sehingga yang tidak kuat mendaki bisa menikmati keelokan Rinjani dari atas,” ucapnya.

Wacana pembangunan kereta gantung itu, ditolak Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup NTB, Murdana. Ia berpendapat Gunung Rinjani merupakan sumber kehihupan masyarakat Pulau Lombok yang harus terus dijaga kelestarian alammnya.

“Kondisi saat ini saja sedang mengalami kerusakan yang sangat pasrah karena perambahan hutan, illegal loging, alih fungsi lahan yang setiap tahun mengakibatkan banjir bandang dan kekeringan,” katanya.

Proyek pembangunan kereta gantung di sekitar Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) akan memberi dampak perusakan lingkungan oleh commercial facilities development, “Karena jelas akan terjadi perubahan bentang alam yang signifikan apalagi luasan areal yang akan diminta izinnya lebih dari 500 hektar,” imbuhnya.

Menurutnya, kawasan Rinjani adalah kawasan adat the cultural heritage dan bahkan menjadi world heritage dan diakui sebagai kawasan UNESCO Global Geopark, yang harus dijaga nilai-nilai yang melekat padanya.

Salah seorang pemuka adat Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Putire yang mantan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah menyebutkan, masalah kereta gantung ini sudah menjadi wacana sejak nenek moyangnya Kedatuan Siledendeng yang menjadi pusat pemerintah di Lombok, ratusan tahun lalu. “Kalau terwujud, bisa memberikan kesejahteraan dan kedamaian,” ucapnya.

Zaman dahulu, kata Putrie, setiap musyawarah kalangan kedatuan melakukannya di puncak Rinjani yang memliki ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut. Kepergian mereka melalui Desa Aik Berik yang ada air terjun Benang Stokel – Benang Kelambu. Di sana mereka membersihkan diri sebelum menerima simbik sertuk penyelamat oleh pemangku setempat.

Dilanjutkan, lokasi yang direncanakan sebagai titik keberangkatan kereta gantung ini berada di lahan seluas 35 hektar di antara Desa Aik Berik dan Lantan di Kecamatan Batu Kliang Utara. “Kehadiran kereta gantung ini tetap memberikan rezeki kepada wargaa dan porter tetap diperlukan pendaki alami,” tandasnya. (*)

Armand Maulana, Demi Musik Tinggalkan Kuliah

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Armand Maulana, vokalis band Gigi dikenal ciri khas bernyanyi, “wowuoh wowuoh!”-nya, mengenal musik sejak di bangku Sekolah Dasar (SD), ketika lelaki kelahiran 4 April 1971 ikut menjadi pemeran utama dan diharuskan menyanyi di sebuah teater besar di Kota kelahirannya, Bandung.

Menginjak SMA, Armand dan teman sekolahnya memenangkan lomba band SMA se-Jawa dan Bali. Saat itu, mengantongi Rp 1 juta dari kompetisi yang pertama kali diikutinya. Band Armand dan teman-temannya berhasil mengalahkan band-nya Bontot personil Tohpati dan band-nya Ahmad Dhani.

Sebelum terjun di dunia musik, tahun 1990 Armand sempat jadi model ‘Cover Boy’ karena dikerjai kakaknya yang saat itu bekerja sebagai fotografer majalah ‘Gadis’. Ketika serius bermusik, Armand rela meninggalkan bangku kuliahnya di Universitas Indonesia, yang sudah dijalani selama sembilan bulan.

“Saya hengkang dari kuliah karena merasa penghasilan dari bermusik sudah bisa mencukupi biaya hidupnya sehari-hari. Belum pernah gue kuliah selama 5 hari, Senin sampai Jumat lulus gitu. Enggak pernah man, gue pasti ada aja bolos dua atau satu hari karena udah nyanyi,” lontar suami penyanyi Dewi Gita.

“Lama-lama gue pikir, aduh ini gimana ya. Terus udah gitu ya nyanyi itu udah memberikan pendapatan buat hidup gue, udah bisa bayar kos, udah bisa beli mobil, kehidupan sehari-hari. Terus gue mikir, ya mungkin ini kali ya jalan gue. Akhirnya gue minta izin ke kakak guenya sih yang susah, keluar dari UI itu.” sambung bapak satu anak Naja Dewi Maulana.

Meski kariernya terlihat mulus, Armand bercerita bahwa Gigi juga pernah berutang saat membuat album pertama, “Angan.”
“Karena pita 2 inch itu kan zaman dulu aja tahun 90-an harganya di kisaran Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta. Untungnya, Dewa Budjana banyak kenal pihak studio karena perannya sebagai session player. Gigi akhirnya ngutang bikin album pertama.” lontarnya saat mengisi program Duo Budjang episode “Armand Maulana: Maaf Pak Presiden, Saya Sibuk”, Rabu (29/01/2020). (end)

Virus Corona, Operator Kapal Pesiar Batalkan Perjalanan ke Wuhan

this formate

NEW YORK CITY, bisniswisata.co.id: Penyebaran virus corona yang bersumber di Wuhan China menyebabkan hampir semua operator moda transportasi wisata bahari membatalkan perjalanannya ke kota wisata Wuhan. Tidak hanya penerbangan, industri pelayaran terutama kapal pesiar juga melakukan hal yang sama demi keselamatan para penumpangnya.

Dilansir dari Travel+Leisure, Rabu (29/1/2020), sejauh ini virus tersebut telah menewaskan lebih dari 132 orang di China dan menginfeksi sejumlah orang lain di seluruh dunia. Akibat penyebaran tersebut, jalur pelayaran yang beroperasi di seluruh negeri yang berlokasi di 500 mil barat Shanghai dipaksa untuk berhenti.

Menurut The Managing Editor of Cruise Critic, Chris Gray Faust, untuk para pelancong dengan kapal pesiar yang hendak atau telah dari China sebaiknya mencari tahu informasi mengenai pelayarannya. “Semua jalur pelayaran yang telah membatalkan kapal pesiar menawarkan tamu untuk menerima pengembalian uang secara penuh,” ujarnya.

Salah satu yang telah membatalkan perjalanan ialah Royal Caribbean, sebuah perusahaan kapal pesiar Norwegia-Amerika Serikat. Menurut informasi dari Cruise Critic, kapal pesiar tersebut membatalkan rencana perjalanan pada 27 Januari 2020 dan 31 Januari 2020 dari Shanghai.

Menurut laporan USA Today, Kapal Spectrum of The Seas, kapal pesiar milik Royal Caribbean, merupakan satu-satunya kapal yang ada di pelabuhan China. Kapal yang dijadwalkan melakukan pelayaran selama empat hari menuju Okinawa terpaksa harus dibatalkan.

“Kesehatan dan keselamatan tamu dan kru kami adalah perhatian utama kami. Kami terus bekerja sama dengan World Health Organization (WHO), the Centers for Disease Control, dan otoritas kesehatan pemerintah untuk memantau situasi,” kata juru bicara Royal Caribbean kepada USA Today.

Selain Royal Caribbean, Costa Cruises adalah perusahaan kapal pesiar lainnya yang membatalkan perjalanannya. Cruise Critic melaporkan Costa Cruises membatalkan selapan pelayarannya, di antaranya 25 Januari dan 31 Januari pelayaran Costa Serena, 27 Januari dan 31 Januari pelayaran Costa Atlantica, dan 26 Januari dan 2 Februari rencana perjalanan Costa Venezia.

Pembatalan tersebut terjadi setelah adanya laporan bahwa empat orang ditemukan dalam Costa Venezia memiliki suhu tubuh yang tinggi ketika kapal pesiar tersebut merapat di Shenzhen, kota di Guangdong, China. Akibat kejadian itu, 148 orang yang berasal atau baru-baru ini mengunjungi Wuhan diisolasi untuk pemerikasaan lebih lanjut.

Tidak hanya itu, semua penumpang yang berjumlah 4.973 dan 1.249 awak di kapal itu pun diperiksa untuk mengetahui gejala virus corona. “Costa Cruises akan berusaha untuk kesehatan dan keselamatan semua tamu dan kru. Kami secara ketat memantau situasi mengenai virus corona yang menimbulkan kekhawatiran di antara Public Health Authorities dan masyarakat yang bepergian,” kata juru bicara Costa Cruises.

Juru bicara Costa Cruises mengatakan, pihaknya telah meningkatkan langkah-langkah kesehatan dan keselamatan sebagai bentuk antisipasi terhadap penyebaran virus corona. Perusahaan pun telah menerbitkan peraturan khusus untuk membantu mencegah penyebarannya.

Berbeda dengan dua perusahaan sebelumnya, Norwegian Cruise Line dan Viking Cruises belum membatalkan rencana perjalanan mereka, tetapi mereka tetap mengawasi penyebaran virus corona.

Norwegia Cruise Line memperkenalkan deteksi suhu tanpa sentuh untuk penumpang yang meninggalkan pelabuhan China. Selain itu, mereka pun melarang siapa pun yang suhu tubuhnya menunjukkan angka 38 derajat Celcius atau lebih untuk naik ke atas kapal.

Untuk Viking Cruises, mereka bahkan tidak memiliki jadwal pelayaran ke China sampai Maret mendatang. Pihak mereka akan rutin memantau kabar terbaru dari penyebaran virus corona hingga beberapa minggu ke depan. (*)