Kuliner Ketupat Kandangan Hj. Mursinah Diminati Peserta HPN 2020

this formate

BANJARMASIN, bisniswisata.co.id: IBUKOTA provinsi Kalimantan Selatan, Banjarmasin, sejak kemarin sudah dikunjungi oleh para insan pers dari berbagai kota di Indonesia. Dampak kunjungan wisatawan peserta Hari Pers Nasional 2020 yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo ini juga berimbas pada sektor kuliner.

Bisniswisata sarapan pagi ini dengan Muhammad Bezqoni, Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia ( HPI) Cabang Kota Banjarmasin, mencicipi kuliner yang banyak dicari para wisatawan yaitu ‘ketupat Kandangan’ Hj Mursinah’ yang terletak di Jl Cendrawasih.

Warung buka setiap hari dari pukul 06.00 WITA sampai 12.00 WITA. Ketupat Kandangan ini sangat cocok dimakan waktu sarapan, apalagi setelah selesai berolah raga di hari Minggu.

Ketupat Kandangan adalah makanan yang memiliki cita rasa khas terutama untuk lauk dan kuahnya. Sedangkan untuk ketupatnya bentuk dan bahan dasarnya  masih sama dengan ketupat pada umumnya. 

Sebuah meja panjang di teras rumah sudah disiapkan oleh Alida, seorang kerabat M. Bezqoni yang akrab dipanggil Bebez dan kebetulan tinggal berdekatan dengan rumah makan ini. Tamu bisa makan di teras maupun masuk di dalam rumah.

Aktivitas para pengelola ada di samping kanan teras tempat kami makan. Berjejer hidangan pekengkap, meja kasir, daftar harga dan panganan khas seperti kue apam pisang yang hangat. 

Saat memesan juga bisa melihat lauknya, apakah memilih telur itik atau ikan haruan. Untuk telur itik, telurnya direbus sedangkan untuk ikan haruan dipanggang di atas bara api tempurung kelapa dengan terlebih dahulu dilumuri bumbu yang terdiri dari rempah-rempah khusus.

Porsinya adalah empat potongan dari dua ketupat di siram kuah santan dan taburan bawang yang banyak. Meskipun kuahnya menggunakan santan, rasanya gurih dan segar, dan ketika disendok dengan ikan haruan ada rasa bakaran dari ikannya. 

Ikan haruan adalah ikan lokal dari Kalimantan yang memiliki kandungan albumen yang tinggi yang sangat baik untuk kesehatan. Hanya ikan yang berukuran besar saja yang dipilih untuk dihidangkan.

Jika mau setehgah porsi maka dihidangkan dua potongan dari satu buah ketupat utuh dan ternyata jika semula ragu menghabiskan ketupat ukuran satu porsi, malah bisa habis tuntas dengan cepat.

Cita rasa dari ketupat Kandangan memang benar-benar berbeda dari makanan-makanan yang pernah saya makan sebelumnya. Rasanya sangat unik, ada rasa segarnya dari tanbahan irisan jeruk dan juga sambalnya yang menggoda.

Cara memakan ketupat Kandangan juga unik, jika di Kandangan-nya sendiri ketupat Kandangan dimakan dengan menggunakan tangan langsung bukan sendok.  Bebez dan Bambang, suami Alida mempraktekan cara makan dengan tatangan dan melebur ketupat dengan kuah, terasa tambah nikmat.

Apalagi tangan mereka dengan gesit mencocol sambal, potongan ikan haruan atau telur. Nampaknya memang lebih menghayati dengan menggunakan tangan yang menengadah agar kuahnya bisa ikut dimakan. 

Ketupat Kandangan ini adalah makanan khas yang berasal dari salah satu daerah di Kalimantan Selatan yaitu Kandangan, sekitar empat jam perjalanan dari ibukota Provinsi Kalsel. Meskipun berasal dari Kandangan, namun di Banjarmasin banyak terdapat warung yang menjual ketupat Kandangan.

Ketupat Kandangan Hj Mursinah telah berdiri sejak tahun 1965, Hj Mursinah yang berasal dari Kandangan bersama dengan mertuanya yaitu H Ahmad dan Hj Radiah, membuka warung makan ketupat Kandangan pertama kali di Jalan Pangeran Antasari (belakang Mitra Plaza). Kemudian pada tahun 1967 Hj Mursinah membuka warungnya sendiri di Pasar Lama dan pada tahun 1980 pindah ke Jalan Cendrawasih sampai sekarang.

Warung yang terdapat di Jalan Cendrawasih ini awalnya terletak di depan rumah Hj Mursinah, karena banyaknya pengunjung yang datang akhirnya warung di depan rumah tersebut direhab dan dibangun menjadi rumah makan.

Selama proses pembangunan, warung dipindahkan di seberang rumah (orang-orang menyebutnya teras rumah) dekat dengan pohon-pohon mangga. Karena suasana sejuk dan santai, pelanggan memilih untuk tetap bertahan di teras tersebut sehingga warung Ketupat Kandangan Hj Mursinah tetap buka di teras rumah meskipun rumah yang direhab telah selesai.

Untuk harganya sangat ramah di kantong dan ditetapkan sesuai dengan lauk yang dipilih. Porsinya juga dapat disesuaikan, kita bisa memesan satu atau setengah porsi. Harga mulai dari Rp 17.00 hingga Rp 32.000/ porsi.

Meskipun kini Hj Mursinah sudah tua dan usahanya dijalankan oleh anaknya, namun cita rasa dari Ketupat Kandangan Hj Mursinah tidak pernah berubah dari 1965. Masih tetap lezat, gurih, dan tentu saja khas. Tertarik untuk mencicipi kelezatan Ketupat Kandangan Hj Mursinah? Jangan lupa mampir.*

 

Rektor Unlam Bangga Dikunjungi Pemenang Adinegoro

this formate

Rektor Unlam, Prof Dr H Sutarto Hadi ( tengah) bersama Rita Sri Hastuti ( paling kanan) dan Sekjen PWI Mirza Zulhadi dan Marah Sakti, wakil juri.

BANJARMASIN, bisniswisata.co.id:  – Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Dr H Sutarto Hadi menyambut gembira kehadiran para pemenang Anugerah Jurnalistik 2019 bersama para dewan juri di kampus ULM.

“Ini cukup bergengsi, Anugerah Jurnalistik Adinegoro, saya dengar saja pasti orang-orang hebat di dalamnya, termasuk dewan juri dan para pemenang,” tutur Sutarto saat membuka Seminar Nasional Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2019 di Lecture Theatre Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, hari ini.

Menurut Sutarto, di tengah kemajuan teknologi informasi saat ini, berbagai informasi sangat mudah diperoleh.”Ada citizen jurnalizm, kadang-kadang bikin pusing, kalau pagi-pagi buka gadget, dapat berita judulnya bombastis, ketika dibaca tidak ada apa-apa, isinya sampah semua. Kita merasa kecewa, marah kepada siapa? Pulsa habis, waktu terbuang,” curhatnya.

Namun begitu, ia tetap merasa optimistis di tengah lautan informasi yang sebagian besar itu sampah ternyata masih ada secercah cahaya. Oleh karena itu Sutarto memandang karya-karya para jurnalis yang memenangkan Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2019 tidak hanya menarik dari segi judul tapi juga ulasannya inspiratif dan mendalam.

Salah satu yang menarik perhatiannya adalah karya Muhammad Amin bersama timnya dari Riau Pos berjudul “Bom Waktu di Lahan Gambut”. Dalam kesempatan yang sama, Sekjen Persatuan Wartawan Indonesia, Mirza Zulhadi berharap kualitas karya jurnalistik akan semakin meningkat dengan adanya penghargaan Adinegoro ini.

“Adinegoro award sejak tahun 1970an, penghargaan ini nilai tersendiri bagi pembangunan pers di Indonesia, kalau pers berkualitas saya kira sudah berjalan. Artinya para pesertanya pun sudah terseleksi, benar-benar karya yang bisa diunggulkan dan dipertanggungjawabkan,” ujar Mirza.

Sekjen juga mengucapkan terima kasih atas kerja samanya juga kepada adik-adik jurusan komunikasi, khususnya jurusan jurnalistik. ” jadi nggak gelap-gelap amat masa depan, masih ada cahaya dikit,” kata Mirza mengakhiri disambut tepuk tangan hadirin.

Acara pembukaan dilanjutkan pengalungan selendang khas Banjarmasin, sasirangan oleh Rektor ULM kepada Sekjen PWI Pusat, Ketua Panitia Tetap Anugerah Adinegoro Rita Sri Hastuti yang juga Wakil Pemimpin Umum www. bisniswisata.co.id dan Marah Sakti mewakili dewan juri.

Sekjen PWI Pusat dalam kesempatan juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Rektor ULM. Sementara itu dari enam pemenang, hanya Stephanus Edi Pramono dari Majalah Tempo yang berhalangan hadir. Karyanya berjudul “Hanya Api Semata Api” berhasil meraih Anugerah Adinegoro 2019 untuk kategori media cetak.

 

Anugrah Kebudayaan PWI Pusat Lahirkan Deklarasi Banjarmasin

this formate

Menko PMK Muhadjir Effendy (kanan)  bersama walikota/ bupati  penerima Anugrah Kebudayaan  dalam rangkaian HPN 2020 di Banjarmasin, Kalsel,  ( ANTARA/Rahmat Nasution)

BANJARMASIN, bisniswisata.co.idUNESCO telah menyatakan dan mengakui Indonesia adalah negara superpower atau adidaya kebudayaan di dunia. Pernyataan tersebut merupakan suatu pengakuan bahwa Indonesia memiliki potensi kebudayaan yang luar biasa, tak tertandingi oleh negara manapun.

“Akan tetapi kita belum sepenuhnya menyadari keadidayaan kita dalam kebudayaan. Oleh karena itu, PWI Pusat mengajak seluruh masyarakat untuk mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memajukan kebudayaan,” kata 

Pers memiliki peran strategis dalam ikut mendorong pemajuan kebudayaan. Pada Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Kota Banjarbaru, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, PWI Pusat menyelenggarakan Anugerah Kebudyaan untuk Bupati/Walikota karena mereka memiliki posisi strategis dalam mendorong pemajuan kebudayaan di daerahnya masing-masing.

Tahun ini ada 10 Bupati/Walikota menerima Anugerah Kebudayaan. Mereka yakni Wali Kota Tanggerang Selatan, Wali Kota Banjarmasin, Wali Kota Ambon, Wali Kota Baubau, Bupati Tubaba, Bupati Halmahera Barat, Bupati Serdang Bedagai, Bupati Luwu Utara, Bupati Gunung Kidul, dan Bupati Tabalong.

Selain itu, PWI Pusat juga menggelar Dialog Kebudayaan dengan narasumber utama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi dan 10 Bupati/Walikota penerima Anugerah Kebudayaan di Banjarmasin pada Jumat, 7 Februari 2020.

Dialog Kebudayaan ini melahirkan “Deklarasi Banjarmasin”. Deklarasi itu berbunyi sebagai berikut, “Kami Persatuan Wartawan Indonesia bersama Bupati/Walikota penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2020, seniman, budayawan, akademisi, dan pencinta kebudayaan mengajak semua pemangku kepentingan bersama-sama mendorong kebudayaan sebagai salah satu pilar pembangunan di Indonesia.”

Deklarasi yang ditulis di atas kanvas itu ditandangi oleh Muhadjir Effendi bersama Bupati/Walikota penerima Anugerah Kebudayaan, Ketua PWI Pusat Atal S. Drpari, Dewan Juri Anugerah Kebudayaan, dan Ketua Pelaksan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono.

“Menjadi kesadaran PWI bahwa pers sebagai pilar keempat demokrasi harus mengawal seluruh bidang kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya kebudayaan dalam mewujudkan pemajuan kebudyaan untuk mencapai kebudayaan yang berkepribadian, salah satu pesan Trisakti Presiden Sukarno,” kata Yusuf Susilo Hartono yang juga anggota Dewan Juri.

Ajaran Trisakti Bung Karno itu adalah berkedaulatan dalam bidang politik, mandiri dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

HPN 2020, Ada Pedangdut Ucie Sucita

this formate

Booth HPN 2020 di pintu keluar  Bandara Syansudin Noor, Banjarmasin untuk sambut peserta dan peninjau yang baru tiba.

BANJARMASIN,  bisniswisata.co.id: PENYANYIi dangdut Ucie Sucita ikut meramaikan perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sekaligus melakukan kegiatan sosial bersama Keluarga Besar PWI dan mengikuti kegiatan tanam pohon penghijauan bersama Presiden Joko Widodo.

Ucie mengaku merasa senang dan tersanjung karena keterlibatannya  di Kalsel tidak hanya menyanyi, tetapi juga mengikuti serangkaian acara di HPN tersebut. Dia juga itu akan mengisi acara gala dinner di Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Jumat (7/2) malam.

Dara kelahiran 28 Mei 1990 ini mengungkap bahwa penampilannya nanti akan berbeda dari perayaan HPN tahun sebelumnya di Surabaya Jawa Timur.
Untuk menyanyi, Ucie mengaku sudah menyiapkan sejumlah lagu.

“Aku sudah menyiapkan beberapa lagu yang jadi hits aku seperti Dibuang Sayang, Digenjot Cinta, Semua Akan Dangdut Pada Waktunya, dan lainnya,” sambung Ucie.

Menurut penyanyi berdarah Sunda ini, gala dinner menjadi salah satu rangkaian peringatan HPN 2020. Perayaan HPN 2020 diisi beragam kegiatan yang dimulai pada hari ini,  Jumat (7/2). Seperti Seminar Inovasi Pelayanan Publik, Diskusi Adinegoro, Dialog Kebudayaan, Bakti Sosial pengobatan massal dan pemberian tambahan gizi dalam program stunting.

Penyanyi dangdut Ucie Sucita ikut meriahkan HPN 2020 di Banjarmasin dan mengikuti kegiatan sosial serta tanam pohon

Ucie mengaku merasa bersyukur kembali dilibatkan pada penyelenggaraan HPN 2020 karena banyak pengalam baru yang diperolehnya selama penyekenggaraan dari 6-10 Febuari 2020. Berinteraksi dengan keluarga wartawan juga membuatnya bahagia.

Sejak kemarin( 6 Feb) anggota dan pengurus PWI sudah berdatangan di ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini. Panitia lokal penyelenggara Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan menyediakan booth berukuran sekitar 10 x 3 meter di pintu kedatangan Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Penanggung Jawab Booth HPN 2020, Bahdur Bonaporte mengatakan adanya booth dalam rangka HPN 2020 tersebut untuk memudahkan para peserta yang baru tiba di Bandara mencari informasi dari mulai hotel, tempat wisata, kuliner atau perkantoran dan gedung yang ada di kota Banjarmasin.

“Tugas kami di booth ini untuk memberikan informasi kepada peserta HPN 2020 yang tidak terorganisir dari panitia yang datang dari seluruh Indonesia saat keluar dari Bandara hingga menuju tempat penginapan. Informasi seperti apa aja kegiatan HPN, dimana tempat menginapnya, kendaraan apa yang harus digunakan mereka ke tempat penginapan,” ungkap Bahdur Bonaporte.

Dijelaskan oleh Bahdur Bonaporte, beberapa petugas yang ada di booth HPN 2020 ini juga bisa melayani tim peninjau HPN dan tamu-tamu HPN yang ingin mengetahui informasi mengenai Banjarmasin dan Kalimantan Selatan.

“Kita sediakan angkutan kepada mereka peserta dan peninjau HPN yang tidak masuk dalam daftar undangan, biasanya banyak juga peserta atau peninjau HPN yang bukan undangan hadir di acara HPN ini. Mereka-mereka ini tetap kita layani dengan baik, jika dari Bandara ingin ke tempat penginapan kita layani,” jelas Bahdur.

Keberadaan booth HPN 2020 tempatnya tepat di sebelah kiri pintu keluar di dalam lobi Bandara Syamsudin Noor. “Booth kami ini memang sengaja berada di pintu keluar agar mudah dijangkau peserta maupun peninjau HPN,” tutur Bahdur.

Doktor Linguistik Arab Pertama Indonesia

this formate

MADINAH, bisniswisata.co.id: BERTEMPAT di Ruang Al Ibda’ Fakultas Bahasa Arab, Universitas Islam Madinah, Ahmad Nahidl Silmy, berhasil mempertahankan disertasinya dan berhak menyandang gelar doktor dengan predikat summa cumlaude .
Disertasi mengambil judul “Penelitian dan Autentikasi Buku : “Al-‘Ubab Az-Zakhir Wa Al-Lubab Al-Fakhir” Karya Al-Hasan Bin Muhammad As-Shogony (Wafat: 650 H)”. “Al-‘Ubab’ merupakan kamus Bahasa Arab terbesar di abad ke-7 hijriah, yang menjadi salah satu rujukan utama Fairuzabadi (Wafat: 817 H) dalam karyanya Al-Qomus Al-Muhith yang hingga saat ini jadi rujukan kamus arab di seluruh dunia. 

“Al-‘Ubab’ sampai saat ini sebagian besar masih berupa manuskrip, belum pernah dicetak kecuali hanya beberapa bagian saja. Disertasi ini ikut melengkapi bagian yang masih berupa manuskrip dan belum pernah dikaji.
Sumbangsih pemikiran pria yang akrab disapa Nahidl ini, diakui oleh Dr. Hasan Ibrohim Qobur penguji eksternal dari Universitas Jazan. Menurutnya materi disertasi tersebut  yang menyatakan kebahagiannya bisa ikut menguji mahasiswa Indonesia. Apa yang ditulis oleh belum tentu dapat dilakukan bahkan oleh Mahasiswa Arab.

Keberhasilan Nahidl, menambah deratan panjang mahasiswa program doktor (S3) asal Indonesia yang berhasil dalam pendidikannya di Arab Saudi. Belum lama ini, mahasiswa atas nama Azmi Zarkasyi Abdullah Syukri yang menekuni jurusan pendidikan (tarbiyah) dan Emha Hasan Ayatullah yang mengambil jurusan fiqhussunah juga menjalani sidang terbuka promosi doctor.  

Di hadapan tim penguji, Azmi Zarkasyi Abdullah Syukri berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Peran kegiatan Ektrakurikuler dalam Penanaman Nilai-nilai Pendidikan Islam pada Siswa Tingkat SMA di Pondok Pesantren Modern di Pulau Jawa Indonesia dalam Pandangan Pendidikan Modern.”

Sementara, Emha Hasan Ayatullah mengangkat hasil penelitian dan Otentikasi buku “Fathul Baari Syarah Sahih Bukhari, Karya Al-Hafidz Abdul Fadl Ahmad bin Ali bin Hajar al-Asqolani, dari Kitab Bercocok Tanam hingga Akhir Kitab Al-Mukatab Bagian Bab: Belilah, Lalu Aku Bebaskan.”

Selain disaksikan para mahasiswa asal Indonesia dan beberapa mahasiswa asing di UIM, Sidang terbuka promosi doktor tersebut dihadiri oleh Pelaksana Fungsi Pensosbud 2 Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah, Tubagus Nafia

Azmi Zarkasyi Abdullah Syukri merupakan putra dari salah satu Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Pria kelahiran Ponorogo 1986 ini mulai belajar di UIM sejak 2005 dengan mengambil jurusan dakwah dan usuluddin untuk program S1 dan jurusan tarbiyah (pendidikan) pada program S2 dan S3.

Diungkapkan Azmi, sapaan akrabnya, karena menghadapi berbagai tantangan, dirinya membutuhkan lima tahun untuk menuntaskan program doktornya,.

“Proses birokrasi yang panjang, mencari dan mengumpulkan data dari berbagai sumber di Indonesia, tantangan gaya bahasa Arab dalam penulisan ilmiah, membagi waktu antara belajar dan waktu untuk keluarga,” tutur cucu dari salah seorang pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor ini.

Setelah merampungkan pendidikannya di Universitas Islam Madinah, Azmi berujar akan kembali mengabdi di pondok yang kini diasuh orang tuanya. Emha yang berasal dari Banyuwangi Jawa Timur memilih bergabung dengan rekan-rekan pendahulunya, mengajar di kampus. ***

13 Tahun Program BIPA di Jeddah

this formate

JEDDAH, bisniswisata.co.id: GENAP 13 tahun penyelenggaraan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA),KJRI Jeddah menyelenggarakan kursus angkatan ke 17. Dengan jumlah pendaftar 120 warga negara Saudi dan hanya dapat diterima 59 peserta.

“Forum pembelajaran yang baik, tidak hanya bahasa Indonesia tapi juga culture (budaya). Ini adalah tempat untuk menimba ilmu tentang Indonesia bagi warga negara asing,” ujar Konjen RI Jeddah, Eko Hartono pada pembukaan Program BIPA angkatan ke-17 di aula Gedung Pelayanan Terpadu.
Program BIPA dapat menambah jaringan persahabatan (networking) dengan masyarakat yang ada di Jeddah dan kota-kota sekitarnya. Selain itu, melalui program ini, budaya Indonesia, aneka kuliner dan keindahan alam Indonesia dapat diperkenalkan ke Masyarakat Saudi.
“Kita tahu bahwa Saudi dan Indonesia saat ini ingin meningkatkan hubungan di segala bidang. Kami senang Arab Saudi semakin membuka diri, ekonomi semakin maju. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang Indonesia, tentang bahasa, tentang budaya Indonesia, insya Allah kita semakin dekat, semakin saling menghormati,” lanjut Kepala Perwakilan RI untuk Wilayah Barat Arab Saudi yang mulai bertugas sejak 13 Januari silam.
Disampaikan Konjen, banyaknya WNI yang berkunjung ke Arab Saudi, baik dalam rangka ibadah umrah dan haji, belajar, mau pun untuk bekerja, kian menambah intensitas interaksi antara Masyarakat Indonesia dan Arab Saudi. Demikian pula jumlah kunjungan Warga Saudi ke Indonesia kian meningkat, baik dalam rangka menghadiri berbagai ajang bisnis seperti Trade Expo Indonesia dan berwisata.
Intensitas interaksi ini, ungkap Konjen, perlu diperkuat dengan pemahaman tentang bahasa dan budaya masing-masing, agar sikap saling memahami (mutual understanding) terbangun dengan baik dan persepsi negatif (stereotyping) terhadap satu sama lain bisa dihindari.
Berbagai alasan dikemukan oleh peserta dalam mengikuti program yang diagendakan berlangsung dua bulan ini, antara lain, untuk melayani jemaah haji dan umrah, memahami budaya Indonesia dan keperluan bisnis. ***

Ketua HPN 2020: Adinegoro Award Cara PWI Hargai Wartawan

this formate

“Ini yang sampai hari ini menjadi bagian dari pekerjaan utama kami (PWI) untuk mengingatkan kepada teman-teman hakikat dari tugas wartawan untuk mencerahkan masyarakat dan menjaga martabat profesi,” kata Auri dalam diskusi Hari Pers Nasional 2020 di studio TVRI Kalsel, hari ini.

Auri menambahkan bahwa Adinegoro Award diharapkan menginspirasi wartawan di Indonesia seperti pengabdian wartawan bernama bernama Djamaluddin. “Penyematan nama Adinegoro dianggap sebagai bentuk penghargaan kepada Adinegoro sebagai tokoh pers Indonesia. Adinegoro adalah nama samaran pengarang Djamaluddin yang lahir di Sumatra Barat,” jelasnya.

Dialog bertajuk Banua Bicara Hari Pers Nasional ini selain dihadiri oleh Ketua Panitia HPN 2020 Auri Jaya, Ketua Panitia Tetap Karya Jurnalistik Rita Sri Hastuti, serta beberapa pemenang Adinegoro Award.

Rita Sri Hastuti mengatakan Adinegoro adalah orang Indonesia pertama yang menempuh kuliah jurnalistik di Jerman pada tahun 1926. Sosok multitalenta yang peduli pada bangsanya. Semasa hidup Adinegoro yang sastrawan dan wartawan ini  selalu berpikir untuk mengoreksi dan memperbaiki sesuatu demi bangsanya,  ujarnya.

Rita yang juga Wakil Pemimpin Umum media online ini www.bisniswisata.co.id menambahkan  penghargaan ini diharapkan menginspirasi wartawan Indonesia semakin peduli pada nasib anak bangsa untuk memperbaiki mutu SDM, dan mencerahkan seperti yang Djamaluddin ( Adinegoro) lakukan.

 

Pesawat Pegasus Airlines Jatuh di Bandara Istanbul

this formate

ISTAMBUL,bisniswisata.co.id: LOW cost carrier Turki, Pegasus Airlines mengalami overrun — melampaui landasan pacu — saat berusaha mendarat di bandara Sabiha Gokcen Istanbul hari ini (Rabu, 5/02/2020, pk. 18.05 waktu setempat) dan pecah berkeping-keping. Cuplikan live report,  menunjukkan pesawat pecah menjadi beberapa bagian dan menimbulkan percikan api.
Pesawat pecah menjadi setidaknya tiga potong besar, rekaman dari adegan pertunjukan dan orang-orang terlihat dievakuasi melalui celah besar di sisi pesawat. Kokpit tampaknya benar-benar terlepas dari sisa badan pesawat  dan terlihat terbalik di samping pesawat.
Ada 177 orang di dalam jet naas itu, kata Menteri Transportasi Turki Cahit Turhan. Meski pun mengalami kerusakan parah, tidak ada korban jiwa, setidaknya 21 orang terluka dalam insiden itu dan telah dirawat di rumah sakit, jelas Cahit Turhan
Sabiha Gokcen adalah bandara Istanbul, Turki tersibuk kedua; menangani sekitar 30 juta penumpang per tahun. Hub penerbangan domestik dan internasional.
Peristiwa serupa terjadi dengan pesawat Pegasus Airlines pada Januari 2018, ketika pesawat tergelincir di landasan pacu di kota Trabzon, berhenti setelah menabrak tebing di atas Laut Hitam. Tidak ada yang terluka dalam insiden itu dan pesawat sebagian besar tetap utuh. Namun  pesawat tersebut akhirnya dihancurkan. (e-Turbonews/dwi)

Yuk, ke Morotai Saja

this formate

MALUKU UTARA, bisniswisata.co.id: ANDA penggemar wisata pantai di pulau- pulau kecil? Atau senang eksplore tempat- tempat bersejarah? Pulau Morotai dapat dijadikan tujuan berlibur Anda.  Salah satu pulau terdepan Indonesia di kepulauan Halmahera Maluku Utara, ini memiliki luas sekitar 1.800 km², berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik. Pulau ini memiliki beberapa pantai dengan pemandangan sangat memukau serta keindahan bawah lautnya yang menyimpan banyak misteri.

Berdasarkan sejarahnya, pada abad ke-15 hingga abad ke-16 Pulau Morotai berada di bawah kekuasaan Kesultanan Ternate. Pada perang dunia II Pulau Morotai dimanfaatkan oleh Jepang dan Amerika Serikat, sebagai pangkalan angkatan udara mereka sebelum menuju Filipina dan Borneo bagian Timur.  Juga merupakan basis untuk serangan ke pulau Jawa pada Oktober 1945. Nah, berdasarkan potensi keindahan alam dan nilai sejarahnya, Pulau Morotai direkomendasi Ivacanza.com untuk dikunjungi.

Beberapa tempat wisata di sekitar Pulau Morotai yang direkomendasi antara lain:

Tanjung Gorango

Berlokasi di antara Desa Gorua dan Korago, Kecamatan Morotai Utara, tanjung dengan pantai berpasir putih. Disarankan membawa cukup perbekalan jika berkunjung ke Tanjung Gorango. Dan melanjutkan piknik ke pantai Gorua dengan sejumlah kuburan tua yang di sakralkan masyarakat setempat.

Anda juga disarankan berkunjunga dan menikmati sejuknya air terjun Leo- Leo di desa Leo-Leo Kecamatan Morotai Selatan Barat, Pulau Bau. Dari kota Daruba menuju Pulau Bau, dapat ditempuh sekitar 2 jam menggunakan speedboat. Setelah sampai di di Pulau Bau, perlu berjalan kaki sekitar 40 menit untuk menemukan air terjun ini. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 10 meter dengan sumber mata air berasal dari beberapa sungai kecil di daerah sekitar.

Monumen Mc Arthur

Bagi penikmat sejarah, pasti mengenal nama Jendral Mc Arthur. Di pulau Sumsum 8 km dari kota Daruba, ibukota Morotai, Jenderal Douglas Mc Arthur yang pemimpin pasukan sekutu untuk kawasan Asia Pasifik pernah tinggal pada masa perang dunia II. Untuk mengenang peristiwa tersebut, berdirilah monumen Mc Arthur di pulau ini. Anda bias melanjutkan perjalanan ke pulau Dodola Dodola Besar dan Dodola Kecil. Yang unik adalah karakter pantai panjang penghubung ke dua pulau tersebut. Hamparan pasirnyar dengan dua tipe berbeda, yakni kasar dan halus. Akses menuju pulau Dodola sangat mudah, dari kota Daruba menuju pulau ini bisa menggunakan speedboat dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Anda kolektor mutiara? Kita boleh melanjutkan eksplorasi ke Kepulauan Morotai menuju ke pulau Ngelengele. Nelayan  di pulau adalah pembudidaya ikan dan mutiara. Pulau Ngelengele terbagi menjadi dua, pulau ngelengele besar dan pulau Ngelengele kecil. Di sepanjang tepi pantai pulau ini, kita akan melihat barisan tong yang terikat kuat, terapung dengan teratur. Keramba- keramba tersebut adalah lading mutiara dan ikan bagi nelayan Ngelengele. Wisatawan dapat belajar cara budidaya mutiara dan ikan konsumsi sekaligus.

Ke Morotai, jangan lewatkan eksplorasi anda ke objek Batu Kopi berlokasi di pesisir pantai Pulau Posiposi-Rao, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Kabupaten Pulau Morotai. Batu ini memiliki keunikan yaitu menebarkan aroma kopi pada jam 8-10 pagi dan jam 3-5 sore, padahal batu ini tidak terdapat tanaman kopi. Aroma kopi bisa tercium dengan jarak radius hingga sepuluh meter. Di atas batu ini hidup sejumlah tumbuhan, sementara di bagian bawah terdapat sebuah lubang. Suara air laut dan hamparan pasir putih di sekelilingnya membuat Batu Kopi terlihat sangat indah. Penasaran? Yuk ke Morotai.*

Pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2019- HPN 2020

this formate

JAKARTA,bisniswisata.co.id: SETELAH menilai dengan seksama,  konten dan penyajian tulisan dari sedikitnya 679 peserta, para juri Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2019, menetapkan pemenangnya yang disampaikan dalam talkshow di Stasiun TVRI Jakarta.  Para pemenang adalah  :  

Pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2019-HPN 2020 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kategori  Indepht Reporting media Cetak diraih Stefanus Teguh Edi Pramono bersama timnya  dari Majalah Tempo Devi Ernis – Andita Rahma – Raymundus Rikang. Karyanya bertajuk “Hanya Api Semata Api”, diterbitkan majalah Tempo 23-09-2019.

Kategori Siber diraih Muhammad Amin bersama timnya M Akhwan – Defizal – Evan Gunanzar dari Riaupos.co bertajuk ” Bom Waktu di Lahan Gambut” yang diterbitkan 22-10-2019. Kategori Televisi dimenangkan Rahdhini Ikaningrum bersama timnya Herry Fitriadie – Iqbal Himawan – Johan Pahlevi dari Metro TV berjudul ‘’Berebut Oksigen di Tambora” yang ditayangkan televise ini pada 09-10-2019.

Kategori Radio diraih Marga Rahayu bersama timnya Supriati – Metalianda – Kamal Anshori dari LPP RRI Samarinda bertajuk “Lubang Tambang Pembawa Petaka” disiarkan pada 22-07-2019. Kategori Foto dimenangkan Affan Adenensi Riza Fathoni dari Harian Kompas berjudul  “Erupsi Gunung Anak Krakatau” disiarkan 24-12-2018. Kategori Karikatur dimenangkan Djoko Susilo dari Harian Suara Merdeka berjudul​ “Anak -anak terlena oleh Gadget” diterbitkan 24-07-2019.

 Dalam talk show di TVRI — menghadirkan nara sumber Menko Info, Jhony G Plate, Ilham Bintang, Ketua PWI Atal S Depari, Nico Siaahaan mewakli DPR, Agus Sudibyo mewakili Dewan Pers dan Rita Sri Hastuti dari Pantap Adinegoro— diakui  Adinegoro merupakan karya terbaik bagi pers di Indonesia yang mampu melibas sejumlah berita-berita cepat saji, dan digarap dengan tidak serius serta sembarangan.

Rita Sri Hastuti ( tengah) yang juga Wakil Pemimpin Umum media online ini www.bisniswisata.co.id , foto bersama para narasumber usai talk show di TVRI

Animo peserta dalam ajang pemilihan karya Adinegoro menjadi barometer kualitas sekaligus berprestise dan berprestasi para insan pers.  Pasalnya, beberapa kali penyelenggaraan Anugerah Adinegoro tidak menemukan pemenang.

Rita Sri Hastuti  mengatakan pemenang dipilih melalui proses seleksi. Mereka inilai para juri yang terdiri dari tokoh pers, pengamat, akademisi, dan profesional yang menguasai bidang jurnalistik. Menurut dia, penilaian ini tak sembarangan.

“Contohnya tahun lalu (2018), untuk kategori in depth reporting media cetak tidak diadakan pemenang karena tidak memenuhi syarat,” kata Rita.

Tahun ini, jelas Rita, lebih bagus karena sudah ada pemenangnya untuk masing-masing kategori yang dilombakan. Anugerah Jurnalistik Adinegoro tahun ini menyediakan hadiah Rp50 juta untuk masing-masing pemenang di setiap kategori, berikut trofi, dan piagam penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Penghargaan diserahkan pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020. ‘’Selamat bagi pemenang karya terbaik Adinegoro tahun ini,’’tutup Rita Sri Hastuti. ***