ARAB SAUDI, bisniswisata.ci.id;
PEMERINTAH Arab Saudi meminta umat muslim yang berencana ambil bagian dalam ziarah haji untuk menunda rencananya
di tengah ketidakpastian atas pandemi
COVID-19. Menteri Haji Mohammed Banten mengatakan kerajaan
mengkhawatirkan keselamatan para peziarah dan mendesak semua stake holder usaha jasa terkait kegiatan
haji, menunda kontrak
kerjasama yang lazim dilakukan. Demikian dikutip dari laman Travel and Tour World, Rabu (1 April
2020).
Diperkirakan sekitar
dua juta orang akan melakukan perjalanan ke Mekah dan Madinah periode Juli s.d Agustus tahun 2020 ini. Sementara untuk
aktivitas umroh telah ditangguhkan
sebagai tindakan pencegahan penyebaran COVID 19. Selain
penutupan kegiatan haji dan umroh, Saudi juga membatasi kunjungan warga negara
asing untuk berwisata di wilayah kerajaan Arab Saudi.
Mohammed Banten mengatakan Arab Saudi sepenuhnya sudah
siap melayani para Jemaah haji
mau pun umroh, namun dengan dinaikkannya status wabah COVID-19 menjadi pandemic
kesehatan dunia, kerajaan Saudi lebih mengutamakan keselamatan umat manusia “ Kerajaan mengutamakan perlindungan kesehatan umat muslim dan warga negara,”
tegasnya.
Bagi
Jemaah yang telah membeli visa umroh mau pun perjalanan haji yang tidak dapat
digunakan akan dikembali kerjaan. Tercatat sampai Kamis 2 April siang ada 1.720
suspect COVID-19 di wilayah Saudi,
dengan angka kematian 16 orang dan yang sembuh mencapai 264 orang, COVID-19 sudah mewabah di 180 negara didunia.
Pemandangan kota Tashkent di waktu malam ( foto-foto: William Satriaputra )
William Satriaputra, Ketua Forum Komunikasi Alumni ( FKA) ESQ wilayah Eropa dan Afrika yang juga eksekutif INNIO Groups menuliskan perjalanan wisata religinya Menelusuri Jalur Sutra. Berikut laporan perjalanannya bagian ke tiga.
Perjalanan selanjutnya masih mengeksplor Bukhara terutama mengapa dijuluki Kubah Islam di Timur. Bukhara di masa lalu pernah menyaingi Bagdad dan dalam sejarah di hancurkan dua kali oleh Mongol dan Rusia namun peninggalan Islam di Bukhara masih cukup banyak. Lebih dari 140 situs sejarah Islam masih ada di sana.
Sebelumnya saya sudah mengangkat kisah tentang Bukhara dan kali ini saya mengangkat tiga objek sekaligus karena letaknya juga berdekatan di taman Samani. Pertama, Chashma Ayub Mausoleum, lalu ke Chor Bakr Four Brothers dan Kompleks Bahauddin Naqshbandi.
Saya pernah berkunjung ke Gua Nabi Ayub dan sumur Nabi Ayub di Sanliurfa demikian juga makamnya di Harran. Namun di Bukhara terdapat jejak Nabi Ayub yang melakukan perjalanan ke Bukhara dan dengan tongkatnya maka keluarlah air dari penggalian sumur di tempat ini yang airnya sampai sekarang dianggap dapat menyembuhkan berbagai penyakit (healing).
Kedua, makam Ismail Samani. Tempat ini merupakan karya arsitektur Asia Tengah yang paling dihargai yang dibangun antara 892 dan 943 M sebagai tempat peristirahatan Ismail Samani.
Dia merupakan amir yang kuat dan berpengaruh dari Dinasti Samaniyah, salah satu pribumi terakhir Dinasti Persia yang berkuasa di Asia Tengah pada abad kesembilan dan ke-10, setelah Samaniyah merdeka dari Kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad.
Ketiga, mausoleum Imam Bukhari. Museum ini di buka tahun 2001 dan di rancang oleh arsitek Z. Klichev. Pameran yang di tampilkan disini khusus tentang kehidupan dan pekerjaan Imam Muhammad ibn Ismail al Bukhari atau biasa disebut Imam Bukhari. Berbagai karya asli pribadi disimpan disini.
Sekitar 5 km sebelah barat Bukhara dimana ladang ladang terpisah oleh barisan pohon pohon Mulberry terdapat bangunan yang tidak umum disebut Chor Bakr Necropolis atau 4 saudara. Disebut kota mati karena ribuan tahun yang lalu ketika kaum Derwish tinggal disana sudah ada makam makam.
Ketika di abad X Bukhara dibawah kekuasaan dinasti Samanid hidup keluarga Sayid Zubair (keturunan nabi Muhammad) yang pegang peran penting dalam kehidupan di kota tsb. Zubair dan keturunannya di makamkan ditempat ini.
Dibawah penguasa Dinasti Shaybanid Abdulrahman II pada tahun 1560 diputuskan untuk mendirikan Masjid, madrasah dan lainnya untuk mengenang keluarga Zubair yang terhormat. Sebagai hadiah untuk sang guru Zubair Sheikh Muhammad Islam yang meninggal tahun 1563.
Tahun 1594, putra Zubair Abu Bakar Said meninggal dimakamkan disebelah sang ayah. Setelah itu keluarga yang meninggal Abu Bakar Fazl dan Tojidin Khasan juga dikuburkan disana. Ke 4 orang inilah yang disebut Chor-Bakr atau four brothers. Struktur makam disini berbeda dengan yang ada di Shakhi- Zinda Nekropolis.
Perjalanan berikutnya kami meniti jalan spiritual seorang wali Allah. Sekitar 12 km dari Bukhara terdapat Kompleks Bahauddin Naqshbandi seorang sufi yang tersohor dan filsuf yang lahir pada tahun 1318.
Di kompleks tersebut terdapat makam, masjid, minaret, lapangan rumput dan kolam. Lahir di Qasrel Arifan sebuah desa di Bukhara pada tahun 1317. Nasabnya bersambung kepada Rasulullah melalui Sayidina Al-Husain RA.
Beliau berguru pada Khoja Baba Sammasi (guru besar sufi), di lanjutkan kemudian belajar pada Sayid Amir Kulali lalu Khoja Abdul Khaliq Gujdawani, Khoja Arif Zulkarnain dan Hakim Ata. Dan mengalami berbagai peristiwa spiritual.
Bahauddin Naqshbandi meninggal tahun 1391. Disamping menjadi guru spiritual Amir Timur, pemimpin kebangkitan Islam di Turki seperti Erbakan dan Erdogan berafiliasi dengan tarekat ini.
Tasawuf bagi Naqsabandi berprilaku sosial yang positif. Bukan hanya sekedar budi pekerti yang luhur, juga berbuat kebajikan pada sesama mahluk Allah, mengulurkan tangan pada yang memerlukan bantuan dan menghargai waktu.
Dengan demikian Naqsabandi tunduk kepada Nabi Muhammad secara paripurna, menjalankan perintahnya, menghindari larangannya, meneladani perbuatannya dan menghayati spiritualnya sesuai ajaran Islam menurut mazhab ahlussunnah wal jamaah. Banyak ulama yang mengakui bila Tarekat Naqsabandiyah sari pati semua tarekat sufi.
Kunjungan ke Chashma Ayub Mausoleum, lalu ke Kompleks Bahauddin Naqshbandi dan saat meninggalkan Bukhara menuju Tashkent
Tinta Emas Presiden Soekarno
Hari berikutnya kami terbang menuju – Tashkent dengan oenerbangan lokal. Mulai banyak orang Indonesia yang datang ke Tashkent karena Presiden Pertama RI ini pernah berkunjung dan berjasa . Oleh karena itu meski jauh di mata dekat di hati.
Soalnya pada 5-6 September 1956 Bung Karno mendarat di Tashkent dan amat terkesan dengan masyarakat di Uzbekhistan. Banyak persamaan dengan Indonesia termasuk keramahan penduduknya sehingga kerap menyebut negara itu seperti rumah sendiri.
Puncak dari kunjungan di Tashkent ketika bicara di stadion Pakhtakor (Dinamo Stadium) tentang Pancasila, kerja sama dengan Rusia dan penjajahan. Padahal saat itu Uzbekhistan dikuasai Rusia. Stadion meledak dengan pekikan Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Di akhir kunjungan di Tashkent tanggal 6 September 1956 Sang Putra Fajar menulis : hari ini saya meninggalkan Tashkent. Tetapi hati saya akan selalu teringat kepada saudara saudara dan kebaikan budi saudara-saudara. Selamat tinggal, selamat bekerja. Hiduplah persahabatan kita.
Itulah sebabnya bagi Bung Karno Uzbekistan itu jauh di mata dekat di hati. Pada 26 Desember 1991 Uzbekistan merdeka 35 tahun setelah Bung Karno mengunjungi Uzbekistan. Rangkaian kalimat yang dibuat dengan “Tinta Emas” beliau kini terwujud.
Alhamdulillah kami mendapatkan kesempatan dan mendapatkan ticket pesawat dari Bukhara ke Tashkent. Setelah sebelumnya pesanan ticket dari Belanda di anulir dan melalui network disana setelah berliku liku akhirnya ticket kami dapatkan.
Perjalanan dengan pesawat memakan waktu sekitar 1 jam dengan Airbus 320. Sama halnya ketika memesan ticket kereta cepat Afrosiyab ticket tidak bisa dibeli online sehingga menggunakan jasa network dan mendapatkan seat kelas business.
Hari pertama kami menikmati sudut sudut kota Tashkent yang bersih dan indah dan kota terbesar di Asia Tengah yang juga menjadi ibu kota Uzbekistan.Tidak kurang dari 200 monumen arkeolog berada disini.
Di kota besar penduduknya terlihat modis dan wajah wanitanya adalah kategori cantik dan sangat cantik. Perpaduan berbagai bangsa di masa lalu yang menjadikan mereka unik dengan postur nyaris sempurna. ( Bersambung)
BALI, bisniswisata.co.id; KEPUTUSAN Gubernur Bali Nomor 270/04-G/HK/2020 bahwa Provinsi Bali meningkatan satus siaga darurat menjadi tanggap darurat bencana wabah penyakit akibat COVID-19, mendorong kalangan industri mengkaji ulang jadual kegiatan yang direncanakan digelar tahun ini.
Pemerintah Bali, telah menunda pelaksanaan Pesta kesenian Bali (PKB) tahun 2020, pesta berkesenian bagi masyarakat Bali ini terjadual sepanjang pertengahan bulan Juni sampai dengan Juli setiap tahun. Sebagai upaya percepatan penanggulangan COVID-19 bagian strategi dalam status tanggap darurat wabah penyakit dengan meniadakan acara- acara yang mengumpulkan keramaian salah satunya ajang PKB. Menyusul pihak industri pariwisata menjadual ulang penyelenggaraan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2020 dari 9-13 Juni 2020 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), dijadualkan pada 8-12 Juni 2021.
ASITA Bali sebagai komite penyelenggara BBTF, berkomitmen menjaga industri pariwisata berkelanjutan di Bali mau pun di dunia. Disatu sisi ASITA juga mendukung kebijakan pemerintah mau pun lembaga kesehatan dunia untuk menjaga keselamatan masyarakat Bali, Indonesia mau pun pengunjung yang terlibat dalam pergerakan wisata dunia.
“Kita perlu menjaga keseimbangan antara melindungi kesehatan
masyarakat, mengurangi
konsekuensi sosial dan ekonomi dari pandemi ini. Keputusan untuk menunda acara
tahunan ini tidak mudah, tetapi jelas benar,” jelas
Ketua Komite BBTF yang juga Ketua DPD ASITA Bali, Ketut Ardana.
Dengan mengikuti kebijakan pemerintah, anjuran UNWTO untuk mengutamakan keselamatan mahluk hidup, ASITA Bali berkeyakinan penyelenggaraan BBTF 2021 menjadi lebih baik. Termasuk kesiapan pihak Co- Host Sumba Barat dalam mempersiapkan diri menjadi tuan rumah dengan tawaran produk wisata minat khusus yaitu warisan budaya eksotis Nusantara. ASITA berharap para industri pendukung mampu mempertahankan komitmen mendukung penyelenggaraan BBTF.
Untuk BBTF 2020, komite
menargetkan seller:
Dan buyer
BBTF adalah acara B2B tahunan inisiatif DPD ASITA Bali dan telah mampu menjadikannya sebagai tolok ukur keberhasilan penyelenggaraan pasar wisata di Indonesia. BBTF, menurut Ketut Ardana mampu menarik minat kalangan mitra usaha peserta pameran, whole seller paket- paket wisata dunia, mau pun media pariwisata. Bali adalah gerbang menuju ke kepulauan Indonesia lainnya untuk pelancong global dan Bali memberikan kontribusi hingga 40% dari total pengunjung ke negara ini setiap tahun.
Komite BBTF, tegas Ketut Ardana tetap yakin dengan kemampuan untuk melanjutkan sejarah keberhasilan BBTF pada tahun 2021. “Pariwisata adalah hidup kita dan ini adalah momen merefleksikan kemanusiaan kita bersama: untuk mengenali seberapa terhubung dan saling tergantung kita semua, satu dengan yang lain,” imbuhnya menutup pembicaraan.
Stay at home to day, kita bertemu
di di BBTF Juni 2021.
Salah satu gerbong kereta tipe Priority ( foto: PT Kawisata).
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Antisipasi Penyebaran Virus Corona (Covid-19), PT KA Pariwisata memperpanjang pembatalan jadwal 22 perjalanan kereta wisata dari tanggal 1 April – 15 April 2020 dengan jumlah perjalanan sebanyak 246 perjalanan pola FIT (Free Independent Traveller).
“Sebelumnya dengan alasan sama kami sudah membatalkan tiket dari tanggal 21-31 Maret 2020. Namun dengan perkembangan terakhir dimana masa social distancing diperpanjang oleh pemerintah maka pembatalan kedua dilakukan,” kata M.Ilud Siregar, Manager Humas Kawisata, hari ini.
Dalam siaran persnya Ilud mengatakan disamping mendukung program pemerintah untuk penanggulangan penyebaran virus corona (Covid-19) juga karena adanya penurunan okupansi yang kini mencapai 97%.
“Kami mohon maaf kepada para pelanggan Kereta Wisata Tipe Priority dengan adanya pembatalan tersebut. Bagi para pelanggan yang sudah membeli tiket dan tidak berkenan dapat mengajukan full refund/pengembalian biaya 100% diluar biaya pemesanan di loket-loket penjualan tiket kereta api di stasiun pembatalan, serta melalui aplikasi KAI Access.
Sementara, bagi pelanggan yang tetap menginginkan keberangkatan pada tanggal yang sama sesuai dengan tiket yang sudah dibeli, bisa menukar tiketnya menjadi tiket kereta api kelas eksekutif ke Customer Service di Stasiun keberangkatan dan memproses pengembalian selisih dari biaya tiket yang sudah dibeli sebelumnya.
Untuk ketentuan pengembalian biaya, kata Ilud, jika penumpang membatalkan perjalanannya di stasiun keberangkatan penumpang karena menolak menggunakan sarana kereta pengganti, maka biaya tiket dikembalikan 100% diluar biayaa pesan.
“Apabila penumpang tetap berangkat menggunakan sarana kereta pengganti dan kelas pelayanannya lebih rendah, maka biaya tiket dikembalikan dengan perhitungan tarif tiket kelas Priority dikurangi dengan tarif subclass tertinggi pada sarana pengganti sesuai dengan relasi tiket penumpang diluar biaya pesan,” jelasnya.
Berikut di bawah ini 22 jadwal perjalanan Kereta Wisata Tipe Priority yang di batalkan perjalanannya :
Argo Parahyangan Priority (KA 37A), relasi Bandung–Gambir, keberangkatan jam 04.55 WIB
Argo Parahyangan Priority (KA 67F), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 10.30 WIB
Argo Parahyangan Priority (KA 41), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 11.35 WIB.
Argo Parahyangan Priority (KA 45), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 15.00 WIB.
Argo Parahyangan Priority (KA 69A), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 19.30. WIB.
Argo Parahyangan Priority (KA 49), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 20.45 WIB.
Argo Parahyangan Priority (KA 65F), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 22.45 WIB.
Argo Parahyangan Priority (KA 66F), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 00.40 WIB.
Argo Parahyangan Priority (KA 38), relasi Gambir-Kiaracondong, keberangkatan jam 08.55 WIB.
Argo Parahyangan Priority (KA 40), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 14.25 WIB.
Argo Parahyangan Priority (KA 68F), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 15.40 WIB.
Argo Parahyangan Priority (KA 44), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 18.45 WIB.
Argo Parahyangan Priority (KA 48), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 18.45 WIB.
Argo Parahyangan Priority (KA 70F), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 23.30 WIB.
Turangga Priority (KA 78), relasi Gambir-Surabaya Gubeng, keberangkatan jam 14.00 WIB.
Turangga Priority (KA 77), relasi Surabaya Gubeng-Gambir, keberangkatan jam 16.30 WIB.
Argo Muria Priority (KA 14), relasi Gambir-Semarang Tawang, keberangkatan jam 06.55 WIB.
Argo Muria Priority (KA 13), relasi Semarang Tawang-Gambir, keberangkatan jam 16.00 WIB.
Argo Wilis Priority (KA 2), relasi Gambir-Surabaya Gubeng, keberangkatan jam 05.00 WIB.
20.Argo Wilis Priority (KA 1), relasi Surabaya Gubeng-Gambir, keberangkatan jam 07.00 WIB.
21.Senja Utama Yk Priority (KA 148), relasi Pasar Senen-Yogyakarta, keberangkatan jam 18.55 WIB
22.Senja Utama Yk Priority (KA 147), relasi Yogyakarta-Pasar Senen, keberangkatan jam 19.05 WIB,tutur ilud.
Suasana live streaming melalui Akun Youtube( foto: Rahma Yulis)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sebagai upaya untuk mendeteksi risiko secara mandiri, serta mencegah berkembangnya berita hoaks terkait Covid-19, sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia yang berasal dari Fakultas Kedokteran (FKUI) dan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom UI), berkolaborasi menciptakan sebuah Platform Penyedia Asesmen Risiko terkena Covid-19, bernama EndCorona.
EndCorona dapat diakses di endcorona.fk.ui.ac.id, dan atau endcorona.id melalui komputer ataupun ponsel.
EndCorona dilengkapi dengan berbagai fitur yang membantu masyarakat dalam menghadapi wabah Covid-19 di Indonesia. Salah satunya, fitur asesmen untuk mengetahui kondisi diri sendiri mengenai risiko mengalami Covid-19.
Asesmen ini dapat digunakan untuk mengelompokkan pengguna sesuai kerentanannya mengidap Covid-19, dengan kategori risiko rendah, hati-hati, rentan, dan sangat rentan.
Hasil tersebut didasarkan oleh pengkajian mendalam tim pembimbing FKUI-RSCM dari jurnal ilmiah terpercaya, serta rekomendasi nasional dan internasional berbasis bukti.
EndCorona juga hadir sebagai kanal informasi dan edukasi untuk membantu masyarakat menemukan pengetahuan yang benar, berdasarkan Ilmu Kedokteran, memberikan informasi, situasi terkini, dan mencegah berkembangnya berita hoaks mengenai Covid-19.
Inisiator EndCorona Arya Lukmana (mahasiswa FKUI angkatan 2018), menuturkan, Fitur yang ada di dalam EndCorona terdiri atas Asesmen kerentanan Covid-19, Hotline Lengkap rumah sakit di Indonesia dan Dinkes daerah se-Indonesia,Helpline FKUI, Konten edukasi dan berita terpercaya, Statistik harian, dan data tracking untuk penelitian.
Keunggulan platform ini, ujar Arya, adalah menggunakan teknologi Cloud sehingga akan cepat dengan downtime hampir tidak ada. “Kami berharap melalui aplikasi ini, masyarakat dapat menyadari akan risiko mereka terkena Covid-19, dan bertindak sesuai dengan kerentanan masing-masing,” ujarnya saat launching EndCorona.
Pada situasi dan kondisi saat ini, masyarakat membutuhkan informasi mengenai penyakit Covid-19. “Mudah-mudahan aplikasi ini bisa menjadi salah satu solusi dan upaya bagi masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19”, tambah Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB.
Dekan Fasilkom UI Mirna Adriani, Dra., Ph.D, menambahkan bahwa pihaknya mengapresiasi dan menghargai waktu yang telah disediakan mahasiswa. EndCorona dapat menjadi contoh kerja sama multidisiplin antarfakultas, serta menunjukkan bahwa teknologi informasi dan komunikasi dapat menjadi tulang punggung masyarakat, untuk membantu meredam kegelisahan masyarakat.
“Diharapkan melalui aplikasi ini, UI turut berkontribusi membantu negara di dalam menyelesaikan permasalahan terkait wabah Covid-19,” lata Prof. Ari Fahrial.
Kolaborasi antara mahasiswa FKUI dan Fasilkom UI ini diinisiasi oleh Arya Lukmana, dan dikembangkan oleh mahasiswa dari Fasilkom UI. Mereka adalah Muhammad Fawwaz Syarif (Sistem Informasi 2016), Albertus Angga Raharja (Ilmu Komputer 2016), Ricky Chandra Johanes (SI 2016), Windi Chandra (IK 2016), Muhammad Ashlah Shinfain (IK 2016), Adyanissa Farsya Kirana (SI 2016), Eugene Brigita Lauw (IK 2018), Amrisandha Pranantya Prasetyo (IK 2018).
Sedangkan tim dari mahasiswa FKUI adalah Lubna Djafar (2018), Sarah Latifa Raharja (2018), Sania Zahrani (2018), Violine Martalia (2019), Irene Audrey DP (2018), Alifia Maharani (2018), dan Aditya Parawangsa (2018).
Kolaborasi tersebut disupervisi oleh dokter dan dosen dari FKUI antara lain Prasandhya A. Yusuf, S.Si, M.T., Ph.D (Departemen Fisika Kedokteran FKUI/Klaster Medical Technology IMERI), dr. Eric Daniel Tenda, SpPD, FINASIM (Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM), dr. Anindya P. Susanto, B.Eng, MM (Departemen Fisika Kedokteran FKUI/Klaster Medical Technology IMERI), dan dr. Dewi Friska, MKK (Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI).
Kegiatan EndCorona didanai oleh Hibah Pengabdian Masyarakat UI-IPTEKS bagi Masyarakat 2020, sebagai partisipasi FKUI dalam memberikan solusi untuk memberhentikan wabah COVID-19.
Platform EndCorona dapat diakses melalui Android, iOS maupun Situs, dengan membuka (endcorona.fk.ui.ac.id dan/atau endcorona.id), serta melalui kanal media sosial Instagram (@endcorona).
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kemenparekraf, Ari Juliano Gemal aktifkan Pusat Krisis Kemenparekraf. ( foto: Kemenparekraf)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mengaktifkan Pusat Krisis Terintegrasi sebagai jalur komunikasi dan edukasi bagi masyarakat untuk menekan dampak COVID-19 bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kemenparekraf, Ari Juliano Gema, di Jakarta, Rabu (1/4/2020) mengatakan komunikasi krisis yang terintegrasi sangat diperlukan dalam manajemen krisis kepariwisataan sebagai upaya meminimalisasi dampak wabah pandemi COVID-19.
“Kami telah mengaktifkan komunikasi krisis parekraf sejak 17 Maret 2020, mengikuti SOP manajemen krisis kepariwisataan yang dihasilkan atas masukan bersama praktisi penanganan krisis dan ahli komunikasi sepanjang 2018-2019,” kata Ari.
Kemenparekraf juga membuka berbagai kanal komunikasi publik sebagai bentuk tanggap COVID-19 di antaranya melalui website dan sosial media resmi.
“Terkait Parekraf tanggap COVID-19 ada kanal komunikasi publik yang bisa dimanfaatkan di IG @kemen.parekraf, IG @indtravel, dan www.kemenparekraf.go.id,” katanya.
Bahkan website tersebut mencantumkan yang microsite khusus COVID-19 yakni https://pedulicovid19.kemenparekraf.go.id/.
Semua landing page tersebut terintegrasi dan langsung terhubung ke contact center 08118956767 yang berbasis aplikasi whatsapp dan akan dijawab petugas pusat informasi pada jam kerja dan chatbot di luar jam kerja.
Ari menambahkan, seiring dengan itu pihaknya terus melakukan pendataan informasi industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak COVID-19 di seluruh daerah.
“Kami sedang dalam proses pendataan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terdampak COVID-19 di semua daerah,” katanya.
Setelah terdata kemudian pihaknya bersama pemda akan menerapkan rencana mitigasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menghadapi pandemi COVID-19.
“Kami juga sudah mengkomunikasikan rencana mitigasi sektor Parekraf kepada seluruh pemda pada pekan lalu,” katanya.
Lebih lanjut, pihaknya segera membuka forum daring untuk menjaring masukan dari para pelaku dan stakeholder di bidang pariwisata sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan dan langkah lanjutan.
JAKARTA,bisniswisata.co.id: Berwisata ke Bandung rasanya tidak lengkap bila tidak melakukan wisata kuliner. Mau menikmati hidangan berat atau sekadar camilan atau panganan ringan? Semua menyemarak di titik-titik keramaian kota.
Tinggal pilih, mau di resto atau kafe, atau di kedai dan lapak pinggir jalan yang dunia internasional mengkatagorikannya sebagai street food culinary. Satu panganan khas yang sejak zaman baheula diminati urang Bandung, dan gerai-gerainya lantas jadi tempat hang-out alternative bagi kaum muda, adalah Kue Balok.
Dihitung-hitung, ada sekitar 59 lokasi penjual Kue Balok di berbagai tempat di Bandung. Banyak yang sudah eksis ketika saya masih kecil dimana calon pembeli rela antri cuma untuk bisa sarapan pagi dengan kue Balok.
Kue Balok adalah kue panggang sejenis Kue Pancong ataupun Kue Pukis, terbuat dari tepung terigu, vanili, telur, susu kental manis, soda kue, margarine dan gula pasir.
Adonannya dibuat dengan cara mengaduk telur dan gula lebih dahulu, setelah mengembang lantas dimasukan margarine, tepung terigu, vanili, dan air sedikit-sedikit hingga tercampur rata. Adonan dituang ke dalam cetakan kemudian dipanggang.
Berbeda dengan cetakan Kue Pancong dan Kue Pukis, yang melengkung ke dalam, membentuk lunas perahu dengan lebar satu atau dua centimeter, cetakan Kue Balok lempeng datar dengan (umumnya) sepuluh lubang cetakan berbentuk empat persegi panjang dengan tinggi 3 – 4 Cm.
Dengan demikian ketika adonan matang menghasilkan kue berbentuk seperti potongan-potongan balok. Lempeng cetakan itu sekaligus merupakan bagian atas dari alat pemanggang yang bagian bawahnya bisa disusupkan kotak berisi arang membara.
Berbeda dengan tradisi memanggang Kue Pancong ataupun Kue Pukis, dimana adonan kue dimatangkan hanya dengan menggunakan sumber panas dari bagian bawah, dalam membuat Kue Balok juga digunakan sumber panas dari bagian atas, gaya memanggang yang dalam dunia kuliner modern popular disebut could kichen.
Teknisnya sesuai takaran, adonan dituang ke lubang-lubang cetakan yang di bagian bawahnya sudah diberi arang membara, lalu ditakup dengan penutup cetakan. Bedanya, tutup cetakan Kue Balok sekaligus juga wadah bara arang.
Jadi saat proses pemanggangan, adonan Kue Balok mendapatkan sumber panas dari bawah sekaligus dari bagian atas. Kue Balok jadi matang penuh dan merata, tidak seperti Kue Pancong ataupun Kue Pukis yang kulit kue pada bagian bawah selalu tampak lebih kelam dibanding bagian atasnya.
Roti Robur
Teman-teman di Bandung hingga kini masih kerap berseloroh menyebut Kue Balok sebagai Kue Jibeuh. Kata “jibeuh” tak lain adalah singkatan dari kalimat dalam Bahasa Sunda, yakni “hiji oge seubeuh” yang berarti “satu pun kenyang”.
Seloroh atau gurauan itu rasanya ada benarnya, Sebab, dibanding Kue Pancong dan Kue Pukis, struktur Kue Balok memang lebih padat. Memakan satu potong saja cukup mengganjal perut dan mengenyangkan.
Tak heran bila sejak dulu, banyak orang menikmatinya sebagai menu sarapan sebelum beraktivitas, dan anak-anak biasa membawanya sebagai bekal untuk ke sekolah.
Bagaimana asal muasal atau sejarah hadirnya budaya Kue Balok? Belum ada penelitian yang konprehensif mengenai itu. Ada yang menyebut Kue Balok tidak berasal dari Bandung, melainkan dari kabupaten di dekatnya, yakni Garut.
Hal Ini didasari temuan, adanya lapak penjual Kue Balok di pinggir jalan kawasan Kadungora – Garut yang membentangkan warung tenda yang diimbuhi kalimat: “Berdiri Sejak Tahun 1941”.
Di Garut sendiri, jalan raya Kadungora memang dikenal sebagai sentra pedagang Kue Balok. Tapi benarkah begitu? Sekali lagi, penelusuran sejarah tentang eksistensi kue balok belum pernah dilaksanakan. Jadi, memang perlu ada kajian mendalam secara literature untuk memastikan di mana tanah kelahiran Kue Balok? Di Kota Bandung atau di Garut?.
Namun ada fakta menarik yang menyenut bahwa pola konsumsi masyarakat Kota Bandung tidak terlepas dari masuknya pengaruh akulturasi budaya makan bangsa Belanda.
Bangsa Belanda yang memperkenalkan tepung terigu sebagai bahan baku roti, dan kue dalam pola makan masyarakat Sunda di Kota Bandung sejak tahun 1900 an. Pada masa itu pula diperkirakan lahir tradisi membuat dan memperdagangkan Kue Balok.
Di paruh awal periode 1960 an, anak gaul di Bandung pun sempat menyebut Kue Balok sebagai Kue Robur. Ini bermula dari kedatangan 2.500 unit mobil bus (dan truk) baru buatan beberapa negara di Eropa ke Indonesia. Satu dari beberapa merk mobil tersebut adalah Robur (buatan pabrik Volkseigener Betrieb VEB Robur – Werke Zittan) dari Jerman Timur.
Ada yang bilang, semua kendaraan ini merupakan bantuan luar negeri. Ada juga khabar, bus-bus yang masih gres dan mulus ini didatangkan untuk mendukung penyelenggaraan GANEFO (Game of the New Emerging Force), Pesta Olahraga Negara-Negara Berkembang yang digagas Bung Karno, yang digelar di Jakarta pada akhir 1963.
Begitukah? Entah. Yang pasti usai pengelenggaraan GANEFO, bus-bus Robur , bersama bus-bus lain buatan Eropa yang juga berdatangan ke Jakarta lantas diberdayakan Pemerintah menjadi armada bus umum penumpang yang dioperasikan di berbagai kota, khususnya di Jawa.
Rupanya kaitannya dengan Kue Balok adalah karena bentuk bus Robur itu unik. Body atau karesori bagian luarnya yang berwarna cokelat, penuh lengkungan dan (sekilas) mengasosiakan orang pada bentuk Kue Balok sehingga di Bandung pun sempat muncul istilah Kue Robur untuk menyebut Kue Balok.
Tampilan modern
Sejalan perkembangan zaman dan tuntutan pasar, inovasi dilakukan para pedagang, hingga Kue Balok pun hadir dengan beragam rasa dan tampilannya lebih modern atau kekinian.
Dari rasa original sebagaimana zaman dulu, kini bisa dipesan Kue Balok dengan rasa green tea, keju, oreo, kismis, kacang, red velvet, pandan, coklat, dan banyak lagi. Bahkan dengan merubah konsistensi yang lebih pekat menggunakan coklat, hingga menghasilkan olahan yang kini popular sebagai Kue Balok Brownies.
Muncul varian Kue Balok Coklat dengan isian coklat yang bila digigit memberikan sensasi meleleh di dalam mulut. Janis baru yang sedang trending ini menjadi salah satu oleh-oleh unggulan untuk dibawa warga Bandung saat he
ndak bertamu atau melakukan perjalanan bisnis ke luar kota, bahkan menjadi buah tangan bagi para wisatawan saat berkunjung ke Kota Bandung.
Bukan cuma karena rasanya yang enak dan khas, atau karena dorongan rasa kangen dan nostalgia pada masa lalu, yang pasti untuk bisa mencicipi sepotong Kue Balok seseorang memang mau menunggu.
Bukan cuma menunggu adonan diolah menjadi matang, tapi juga menunggu dalam antrean karena banyaknya peminat di kedai favorit. Tapi tak perlu cemas Kini umumnya gerai Kue Balok di Kota Bandung sudah menerapkan jual-beli on-line. Kita tinggal menunggu di rumah atau di lobby hotel, hingga driver gofood datang mengantar pesanan kita Kue Balok.
Kue tradisional yang banyak dicari dan pembeli harus antri sambil mengobrol santai dengan pembeli lainnya.
Daftar Alamat Kue Balok
Bagi yang ingin bernostalgia dengan Kue Balok, berikut daftar tempat-tempat Kue Balok yang bisa dibawa saat mengunjungi berbagai obyek wisata seperti Lembang, Maribaya, Ciwidey, Pangalengan dan banyak lagi.
1. KUE BALOK KANG DIDIN
Tempatnya di jalan Abdul Rahman Saleh No.52, Husen Sastranegara, Cicendo, Bandung 40174. Tiap sore menjelang malam kedai ini selalu ramai ditongkrongi kaum muda, juga cabangnya (Rumah Makan Bancakan) di Jalan Diponegoro yang tak jauh dari situ.
Jangan kaget dengan antrian calon pembeli, terutama akhir pekan dan saat liburan sekolah. Lokasinya memang strategis, cuma 15 menit bermobil dari Kawasan Dago atau 25 menit dari Alun-Alun.
Warungnya dekat dengan sejumlah hotel, termasuk hotel murah favorit backpacker semisal Pinisi Backpacker dan Ruby Hotel Syariah. serta penyewaan sepeda motor Prima Jasa Rental.
Lokasinya juga dekat Pasar Jatayu, tempat belanja tas dan sepatu murah popular sejak zaman baheula, Martabak Nikmat Andir (Asli), pusat kuliner Paskal Food Market, serta Picknick Kaliki Café.
Buka tiap hari (sejak tahun 1960) pukul 17:00 s/d 24:00 WIB, Kang Didin tak cuma menawarkan rasa original, tapi juga rasa cokelat, green tea, keju, red velvet, stroberi hingga rasa tiramisu. Harga Rp 2000 – Rp 3000/pcs.
2.KUE BALOK BROWNIES MAHKOTA (RAOSNA JUARA)
Jalan Sabang No.27, Cihapit, Bandung Wetan, Bandung 40114. Lokasinya dekat tempat belanja barang-barang bekas Pasar Cihapit, kafe dengan live music Bober Café, Karnivor Restaurant, Le Marly 10, Hummingbird Eatery Bandung, Dakken, Sambal Khas Karmila, dan Kambing Bakar Kairo.
Usai membeli Kue Balok. kita juga bisa langsung ke berbagai factory outlet terkenal di Jalan Dago semisal Heritage the Factory Outlet dan The Secret Factory Outlet.
Kata “Raosna Juara” tertera di belakang plang untuk menunjukkan produknya “enak dan juara”. Menu rasa favoritnya adalah Kue Balok Lumer Bandung yang isinya khas, enak, dan bikin ketagihan. Ada layanan beli-antar via on-line dan Gofood.
Tapi tetap saja terjadi antrean panjang tiap hari, sampai-sampai pemilik toko harus menerapkan aturan bahwa pembeli hanya dibatasi mendapatkan 2 box saja di saat peak season. Harganya dipatok mulai Rp 25.000 s/d Rp 30.000/ 10 Biji.
Buka tiap hari pukul 09.00 s/d 17.00 WIB, gerai ini membuka dua cabang, yakni: Kue Balok Brownies Mahkota Kios Iwan di Pajajaran, Cicendo, Bandung 40173 yang buka 24 Jam; dan Kue Balok Brownies Mahkota Jagabaya di Perumahan Bukit Jagabaya Asri Blok H6 no. 17, Jagabaya, Cimaung, Bandung 40374 yang buka pukul 08.00 – 20.00 WIB.
3.KUE BALOK BOEBAT (DJAJANAN TEMPO DOELOE)
Jalan Buah Batu No.176, Cijagra, Lengkong, Bandung, 40265. Lokasinya dekat dengan tempat – tempat wisata yang sedang hit, semisal: Kampung China (Chinatown Bandung).
Di sekitarnya ada Upside Down World, Kebun Binatang dan Teras Cikapundung, Rumah Mode Factory Outlet, BTC Fashion Mall. Juga lokasi popular seperti Taman Lalu Lintas, Taman Jomblo, Museum Geologi, Cihampelas Walk.
Di Boebat Menawarkan 16 varian rasa dan dipanggang dengan menggunakan arang, menghasilkan aroma dan wangi kue balok yang khas. Beberapa Kue Balok juga dicetak dengan pencetak yang ukurannya pas dengan ukuran mulut penikmat, hingga bisa dinikmati dengan sekali caplok. Harga perbiji mulai dari Rp 3.000/pcs. Buka 2 shift tiap hari, pagi (00.00 – 12.00 WI) dan siang (18.00 – 00.00 WIB).
4.DJONGKO KUE BALOK CIKUTRA BANDUNG
Jalan Cikutra No.146, Cikutra, Cibeunying Kidul, Bandung 40124.B. Tempatnya berdekatan dengan Mawa Holiday, jasa rental mobil dan bus pariwisata Mawa Holiday, objek wisata sejarah dan budaya Saung Angklung Udjo, dan perumahan Geo Asri Residence. Buka tiap hari, pikil 14.00 – 23.00 WIB.
5. KUE BALOK REGOL NUSASARI
Jalan Moch. Toha No.97, Cigereleng, Regol, Bandung, 40243. Tiap hari, pukul 16.00 s/d 00.00 WIB
Jalan Moh. Toha Bandung, sekitar 15 menit bermobil atau angutan umum dari pusat kota atau Alun-Alun. Buka tiap hari pukul 04.00 sampai 10.00 WIB.
Walau cuma berjualan di atas gerobak, Kue Balok Mang Asep selalu ramai pengunjung pembeli yang biasanya membentuk antrean panjang, untuk memboyong beberapa potong Kue Balok sebagai menu sarapan sebelum beraktivitas. Kalau tak mau antri bisa tunggu di hotel dan pesan lewat ojek online ( ojol).
8 KUE BALOK MANG UJU
Berlokasi di Jalan Cihapit, di tengah keramaian Pasar Cihapit, dan karenanya dikenal sebagai Kue Balok Cihapit. Ada juga cabangnya di Jalan Purwakarta, Antapani, bersebelahan dengan Pizza Hut Delivery Antapani. Buka sejak pagi hingga malam.
Kue Balok Mang Udju terkenal dengan adonannya yang kental dan teksturnya yang selalu lembut seperti spons cake. Rahasianya, ia tak mencampurkan air ke dalam adonan, melainkan susu cair segar. Menawarkan rasa dasar vanila, brownies/brokal, green tea, dan red velvet.
Kue Balok Mang Udjo juga diimbuhi topping dengan berbagai pilihan: choco chips, kacang, keju, kismis, dan lainnya. Harga Rp 2.000-3.000 per potong. Ada juga sajian dalam satu dus (berisi sepuluh potong Kue Balok aneka rasa), harganya Rp 20 ribu.
Ruas jalan menuju lokasi termasuk jalur padat kendaraan. Perlu waktu 15 – 30 menit dari Alun-Alun untuk tiba di gerai Kue Balok Mang Udjo. Tapi di sini tak perlu antre. Cukup ambil formulir, tulis pesanan, dan tunggu di kursi yang ada sampai pesanan siap dan nama Anda dipanggil.
Langsung bayar di kasir, dan bawa pulang kue yang terkemas rapi itu. Ingin menikmatinya di tempat bareng teman? Ada pelayan yang siap menjemput dan mengantar pesanan ke meja dan kursi di mana Anda duduk.
9. KUE BALOK SI CINTA
Jalan Dulatip No.77, Kb. Jeruk, Andir, Bandung 40181.TLokasinya tak jauh dari Hotel Murah dekat Pasar Baru Trade Centre Bandung dan Lapangan Tegallega yang populer dengan Lampion Park-nya, akses ke Masjid Agung dan Alun – Alun ataupun ke Braga City Walk di Jalan Braga juga dekat.
Buka tiap hari, dari pagi hingga tengah malam. Kue baru dibuat saat pembeli datang memesan, menjadikan Kue Balok Si Cinta selalu tersaji dalam keadaan masih panas dan dinikmati saat masih hangat, hingga terasa lebih nikmat, fresh, manis, enak, teksturnya lembut, dan isi dalamannya lumer saat di kunyah.
JAKARTA,
bisniswisata.co.id; PANDEMIK COVID-19 tidak hanya berdampak pada
kehidupan masyarakat di kota metropolitan. Imbas pembatasan pergerakan masyarakat
di perkotaan merambah ke pedesaan dengan segala konsekuensinya.
“Kami
diminta karantina wilayah, tiga minggu, dan melaksanakan protocol COVID19,”
ungkap Ketua Forum Desa Wisata Jogyakarta, Doto Yogantoro .
Itu berarti masyarakat di 130 lebih desa wisata di Jogyakarta — anggota forum, kembali pada keseharian sebagai petani, pekebun, peternak, buruh proyek di desa. Dan sementara waktu tidak ada bonus dari aktivitas melayani atraksi wisata di desa. Pasalnya, semua booking acaraout bound, paket live-in di desa, belajar di desa, ditunda pelaksanaannya semasa pandemik COVID-19.
Menurut Doto, masyarakat desa wisata, seperti di desa Pentingsari di wilayah Jogyakarta ini misalnya menjadikan kegiatan wisata ke desa mereka hanya sebagai bonus melestarikan gaya hidup masyarakat Pentingsari. Jika tidak ada yang berkunjung, anggota yang memang masyarakat desa setempat tetap melaksanakan aktivitas keseharian mereka. Jika ada “tamu”, setiap anggota melaksanakan tugas masing- masing sesuai kompetensinya. Ada yang menjadi guide, instruktur outbound, penata laksana cookingclass atau mereka yang diunit kesenian.
Pandemik
COVID-19 ditengah aktifnya Gunung Semeru, diakui Doto sedikit mengganggu
stabilitas perekonomian masyarakat. Namun tidak menyebabkan pemutusan hubungan
kerja alias PHK, atau ada anggota desa wisata yang “gulung tikar”.
“Menggulung tikar usai hajatan, sudah
biasa. Pemerintah daerah mau pun pusat
sudah menyiapkan jaring pengaman, kami di desa juga menyiapkan stimulan
pendukungnya,” paparnya sedikit bergurau.
Untuk
menjawab himbauan pemerintah pusat melalui Satgas Percepatan Penanggulangan
COVID-19,hal mempersiapkan relawan desa tanggap COVID-19, desa wisata se Jogya
siap melaksanakannya. Sembari melaksanakan karantina wilayah, masyarakat
mendapat sosialisasi hal penanggulangan COVID-19. “Untuk sekala desa, kami siap
menjadi relawan desa tanggap COVID-19,” jelas Doto.
Desa
Tanggap COVID-19
Seperti
diungkapkan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan,
dan Informasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi,
Eko Sri Haryanto, dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan
COVID-19 di Graha BNPB di Jakarta, Selasa (31/3).
Diperlukan
relawan desa tanggap COVID-19 untuk menjadi garda depan pencegahan dan
penanganan pandemi virus corona di wilayah desa seluruh Indonesia. Pembentukan
relawan dimaksudkan untuk menyatukan pikiran, langkah, serta solidaritas dalam
menangani pandemi ini, mengingat ada sekitar 75.000 desa di Indonesia.
Relawan Desa Tanggap COVID-19 diketuai oleh kepala desa, dengan wakil dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta anggota dari BPD, ketua RW, ketua RT, tokoh-tokoh masyarakat, hingga pendamping profesional di desa. Relawan harus bermitra dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa, karena merupakan bagian dari satu kesatuan yang penting untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah, ujar Eko.
Sejumlah
tugas diemban oleh relawan Desa Tanggap COVID-19, antara lain membuat papan
informasi pencegahan dan penanganan kasus penyakit infeksi virus yang menyerang
sistem pernapasan tersebut. Untuk itu, relawan diharuskan mempunyai pengetahuan
mengenai cara antisipasi, gejala-gejala yang muncul, dan cara penularan virus
corona.
Mereka
juga bertugas melakukan pendataan warga yang rentan sakit, terutama dari
kelompok marjinal, baik itu orang lanjut usia, orang dengan kondisi tubuh
rentan terhadap penyakit, dan balita. Pendataan dan pemeriksaan warga yang baru
kembali dari perantauan, khususnya wilayah yang terdampak COVID-19, juga
menjadi tugas relawan. Warga perantau yang dimaksud bukan hanya pekerja rantau
namun juga pelajar yang melanjutkan pendidikan di luar desa, dengan penanganan
awal terhadap mereka berupa karantina mandiri.
Desa
Adat
Sementara di Bali, Gubernur Bali bersama Majelis Desa Adat Provinsi Bali telah membuat Keputusan Bersama Nomor: 472/1571/PPDA/DPMA Nomor: 05/SK/MDA-Prov Bali/III/2020, tentang Pembentukan Satuan Tugas Gotong- Royong Pencegahan COVID-19 Berbasis Desa Adat di Bali. Sehingga Desa Adat dapat membentuk satgas dengan melibatkan Yowana serta pihak terkait seperti Banbinsa untuk melakuka upaya-upaya pencegahan penyebaran COVID-19 tersebut termasuk melakukan sosialisasi serta edukasi terhadap masyarakat.
Dalam menangani COVID-19,
Bali masih menerapkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 270/04-G/HK/2020 bahwa
Provinsi Bali meningkatan satus siaga darurat menjadi tanggap darurat bencana
wabah penyakit akibat COVID -19. Surat Gubernur Bali kepada Menteri Perhubungan
Nomor 551/2500/dishub tentang penguatan pengawasan pelabuhan akses provinsi
Bali. Upaya memperketat pengawasan dilakukan pada pelabuhan penyeberangan
Ketapang, Gilimanuk, Padangbai, pelabuhan Benoa, dan Lombok Barat.
Dalam surat tersebut
ditegaskan untuk dilakukan pembatasan lalu lintas untuk keluar masuk wilayah
Bali, yang diperbolehkan untuk masuk hanya kepentingan mendesak seperti angkutan
logistik, keperluan penanganan kesehatan, penanganan keamanan, dan tugas resmi
dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Gubernur Bali telah melakukan
koordinasi dengan Pemerintah Daerah Jawa Timur dan NTB, untuk memberlakukan
aturan tersebut dan memperketat arus lalu lintas yang masuk ke Bali.
Peniliti di Universitas Indonesia berkolaborasi dengan BNPB kembangkan portal InaRISK ( foto: UI)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Gabungan Tim Ahli dan Peneliti Universitas Indonesia (UI) di bawah koordinasi Direktorat Inovasi dan Science Techno Park UI, berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengembangkan Portal InaRISK.
Sebelumnya Direktorat Inovasi dan Science Techno Park UI telah berhasil menciptakan dan merilis Peta Daring Sebaran Covid-19 (SiCovid-19) pada 19 Maret 2020. Data serta engine yang dikembangkan UI pada portal SiCovid-19 itu, akan digunakan oleh Portal InaRISK untuk menekan indeks risiko bencana.
Selain itu, tim ahli dan peneliti UI juga tengah melakukan dua pengembangan pada SiCovid-19. Pertama, pengembangan peta jangkauan dan rerata waktu tempuh masyarakat menuju RS rujukan nasional. Peta tersebut dapat mengetahui wilayah mana saja yang tidak terlayani dengan baik, dilihat dari waktu tempuh menuju RS rujukan nasional.
Kedua, analisis konsentrasi NO2 untuk mengetahui apakah physical distancing dan working from home efektif dalam menekan mobilitas masyarakat.
Portal InaRISK (http://inarisk.bnpb.go.id/) merupakan portal yang dimiliki BNPB untuk mengkaji risiko, serta memberikan gambaran cakupan wilayah ancaman bencana serta populasi terdampak, untuk dapat mengurangi indeks risiko bencana.
Inovator SiCovid-19, Ardiansyah, S.Si,menuturkan bahwa data yang digunakan oleh InaRISK adalah data yang sama dengan data SiCovid-19. “Kami memberikan model builder yang dapat digunakan untuk generate model tersebut. Kami memberikan engine-nya kepada BNPB, sehingga BNPB dapat langsung melakukan update data, manamasyarakat yang positif terinfeksi Covid-19, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Dalam Pemantauan (ODP),” ujarnya seperti dikutip dari rilis Biro Humas dan KIP UI, hari ini.
SiCovid-19 adalah portal webGIS karya gabungan peneliti UI, memiliki kemampuan untuk memetakan penduduk yang terinfeksi Covid-19, persebaran lokasi pasien yang positif terinfeksi Covid-19, serta membantu pemerintah dalam memetakan daerah yang rawan kasus infeksi baru (https://sicovid19-geography-ui.hub.arcgis.com/).
Wakil Rektor UI Bidang Riset dan Inovasi Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, menambahkan UI akan terus mendukung pemerintah dalam menghadapi pandemik global yang terjadi, dengan menghadirkan tim ahli dan peneliti dalam membantu pengendalian persebaran virus Covid-19.
Para pemandu wisata anggota APGI di Puncak G. Kerinci ( Foto: APGI).
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) melaporkan terdapat 5.225 tenaga kerja pariwisata di industri wisata gunung yang mengalami penurunan pendapatan dan daya tahan ekonominya rata-rata hanya selama 3 bulan hadapi wabah Covid-19.
“Artinya ada kemungkinan sebanyak 5.225 tenaga kerja di industri wisata gunung ini terancam keberlangsungan pekerjaan dan perekonomiannya,” kata Vita Cecilia, Ketua Umum APGI dalam keterangan tertulisnya, kemarin.
Untuk itu, dia berharap pemerintah dan para pemangku kebijakan dapat mengambil sikap dan menindaklanjuti laporan yang dibuat APGI mengingat adanya pemberhentian (sementara) di sekitar 120 destinasi wisata gunung di Indonesia sebagai dampak wabah virus corona.
Akibat pemberhentian sementara seluruh aktivitas maja terjadi penurunan omzet hingga 86 persen atau Rp298 miliar dari pendapatan tahun 2019.Tahun lalu omzet industri wisata gunung mencapai Rp 344 Milliar sehingga di tahun 2020 ini ddiperkirkan tinggal Rp 46 Milliar.
Tahun lalu para pemandu wisata gunung di Indonesia bisa melayani hampir 20 ribu perjalanan. Namun dengan adanya wabah dan penurunan perjalanan ( trip) sebanyak 47 persen dari 19.855 perjalanan maka diharapkan masih ada 10.450 perjalanan, kata Vita.
Dia menjekaskan bahwa pada tanggal 25-29 Maret 2020 APGI telah melakukan Rapid Assesment mengenai Dampak Covid-19 terhadap sektor Pariwisata (Profesi Pemandu Gunung dan Industri Wisata Gunung di Indonesia).
Untuk menindaklanjuti hasil RapidAssesment tersebut maka APGI juga mengeluarkan maklumat, khususnya untuk menjadi pedoman para pengurus dan anggota APGI dalam menghadapi situasi ini serta untuk diketahui para pemangku kepentingan terkait.
“Maklumat APGI saat ini saya beri judul 7 Summits Commitment For Covid-19* Yang berarti atau Tujuh bentuk komitmen APGI dalam melangkah untuk melakukan usaha-usaha penanggulangan dampak Covid-19 pada sektor pariwisata di Indonesia,” jelas Vita Cecilia.
Pihaknya siap berperan aktif dalam melaksanakan manajemen krisis kepariwisataan selama terjadinya wabah Covid-19 di Indonesia dan menghimbau kepada seluruh jajaran kepengurusan dan anggota agar tetap semangat, optimis dan tabah dalam menghadapi dampak wabah.
Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) didirikannya untuk menjadikan profesi Pemandu Gunung Indonesia sebagai pekerjaan profesional serta memiliki Standar Kompetensi tingkat nasional maupun internasional.
Tujuan-tujuan yang ingin dicapai a.l secara umum adalah meningkatkan kompetensi pemandu gunung Indonesia dan meningkatkan keamanan, keselamatan dan kenyamanan jasa pemanduan gunung di Indonesia.
Wisata mendaki gunung adalah salah satu wisata petualangan di Indonesia yang dikenal juga dengan wisata minat khusus. Ruang lingkup usaha anggota APGI sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia ( KBLI) meliputi bidang Jasa Pramuwisata, Jasa Biro Perjalanan Wisata dan Jasa Wisata Petualangan Alam.
Wisata petualangan adalah jenis pariwisata yang melibatkan eksplorasi atau perjalanan yang mengandung risiko, membutuhkan keterampilan khusus dan pengerahan tenaga fisik.
Vita Cecilia mengatakan pihaknya juga sudah menyusun masa ranggap darurar APGI terhadap Covid-19 (Maret-Mei 2020) dengan proaktif dalam berkoordinasi dengan Instansi Pemerintah baik di pusat maupun daerah, mengeluarkan Pedoman Kesiapsiagaan bagi Anggota, menghentikan (sementara) kegiatan massal/tatap muka dan kegiatan jasa pariwisata anggota.
Pihaknya tetap nelakukan identifikasi, pembinaan, pengawasan dan penanggulangan kepada anggota APGI terhadap kondisi kesehatan dan dampak sosial ekonominya.
Sementara untuk masa pemulihan (Juni-Desember 2020) a.l melakukan advokasi bagi anggota APGI terkait implementasi dukungan program Pemerintah atau pemangku kepentingan lainnya kepada pelaku usaha pariwisata khususnya Jasa Pemandu Gunung.
Melaksanakan program peningkatakan kapasitas SDM pemandu gunung dan meningkatkan dukungan pelaksanaan program promosi dan pemasaran destinasi wisata gunung di Indonesia serta produk wisatanya.
Di tahap normalisasi APGI terhadap dampak Covid-19 pada Januari-Desember 2021 a.l melaksanakan pertemuan nasional (Rakernas 2021) sebagai langkah awal untuk normalisasi seluruh dan kegiatan usaha pariwisata para anggota.