Perusahaan Swedia di Indonesia Aktif Galang Sumbangan Tangani COVID-19

this formate

dr. Fuadi Darwis, Anggota Dewan Pengarah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menjadi nara sumber bincang virtual di KBRI Stockholm.

STOCKHOLM, Swedia, bisniswisata.co.id:  Kedutaan Besar Republik Indonesia ( KBRI)  Stockholm telah mengadakan Bincang Virtual bersama WNI di Swedia dan Latvia. Vicon juga dihadiri oleh WNI di Indonesia dan negara Eropa lainnya.

Diskusi bertujuan untuk memberikan perkembangan terkini terkait Covid-19 dan kebijakan Pemerintah bagi WNI di Swedia dan Latvia. Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah dr. Fuadi Darwis, Anggota Dewan Pengarah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan juga  Andre Nilsson dari Business Sweden di Jakarta.

Dubes RI untuk Swedia merangkap Latvia, Bagas Hapsoro dalam kegiatan tersebut menyampaikan mengenai kerja sama Indonesia dan Swedia dalam bantuan penanganan Covid-19 di Indonesia.”Baru saja kemarin Perusahaan Astra Zeneca dari Swedia menyumbangkan masker wajah bagi Pemprov Jawa Barat. Masih banyak lagi perusahaan Swedia yang siap membantu Indonesia” ujar Bagas.

Andre Nillson menambahkan bahwa perusahaan Swedia lain juga sudah siap membantu penanganan Covid-19 di Indonesia, seperti IKEA dan H&M. “Tidak hanya bantuan berupa alat, tapi juga peningkatan kapasitas bagi tenaga medis dengan media webinar secara online” tutur Andre.

Fuadi Darwis dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa saat ini Indonesia berada dalam masa tanggap darurat akibat pandemi Covid-19 dan masih membutuhkan banyak bantuan. “Terutama adalah APD dan juga insinerator untuk limbah yang berbahaya. Bayangkan saja sekarang berapa banyak APD bekas pakai yang harus dihancurkan. Kita butuh insinerator yang khusus untuk limbah-limbah infectious dan berbahaya tersebut” ujar Fuadi.

Dalam tanggapannya, Andre menyatakan bahwa Swedia memiliki teknologi waste to energy yang mumpuni. “Saya yakin teknologi itu juga bisa dimodifikasi untuk menjadi insinerator bagi limbah-limbah berbahaya tadi” tambah Andre.

Keadaan terakhir hingga tanggal 30 April 2020 mengenai Covid-19 di Swedia adalah sebanyak 20.302 orang terinfeksi dengan korban meninggal sebanyak 2.462 orang dan di Latvia sebanyak 858 orang terinfeksi dengan korban meninggal sebanyak 15 orang di Latvia.

Kegiatan “Bincang Virtual” ini direncanakan akan terus diadakan secara rutin, sebagai salah satu upaya KBRI Stockholm untuk terus menjangkau dan bersilaturahmi dengan WNI di Swedia dan Latvia pada masa pandemi Covid-19.

 

Angela Tanoesoedibjo: RI Dukung Skema Kemitraan New Normal di Asean

this formate

Wamen Parekraf, Angela Tanoesoedibjo sebagai Vice Chairman, Meeting of the ASEAN Tourism Ministers (M-ATM) Covid-19

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Indonesia dukung pengembangan pariwisata digital dan memasukkannya ke Rencana Strategis Pariwisata ASEAN 2016-2025 dalam Meeting of the ASEAN Tourism Ministers (M-ATM) Covid-19, hari ini.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo yang berpartisipasi dalan neeting virtual  mengatakan pertemuan yang dihadiri para menteri pariwisata dari negara-negara ASEAN ini sangatlah penting.

“Saya ingin menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk mendukung program dan kegiatan, dalam konteks Rencana Strategis Pariwisata ASEAN dan banyak lagi, terutama di masa-masa sulit ini untuk mendorong kegiatan yang dapat mempercepat pemulihan pariwisata di ASEAN,” kata Angela.

Menurut dia pertemuan ini penting sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap pariwisata yang merupakan sektor paling terdampak wabah COVID-19. Tidak hanya dapat bertahan dalam masa yang sulit ini, tapi juga dapat segera pulih setelah pandemi berakhir.

M-ATM COVID-19 dipimpin oleh Kamboja selaku Chair dan Indonesia sebagai Vice-Chair. Negara-negara anggota ASEAN yang berpartisipasi dalam agenda ini adalah Brunei Darussalam, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Pertemuan ini merupakan gagasan Menteri Wishnutama Kusubandio untuk membahas dampak COVID-19 terhadap pariwisata di ASEAN, sekaligus menemukan solusi kerja sama untuk memitigasinya.

Angela mengatakan, sejak kasus COVID-19 terkonfirmasi pertama kali di Indonesia pada awal Maret 2020, pemerintah Indonesia telah bersiap menghadapi dampak yang tak dapat dipungkiri. Pemerintah Indonesia bekerja keras untuk mengatasi dampak pandemi ini di bawah kebijakan stimulus ekonomi dengan anggaran lebih dari 24 miliar dolar AS untuk jaring pengamanan sosial, keringanan pajak, bantuan bagi pekerja yang terdampak, dan lain sebagainya.

Khusus di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan tiga langkah utama. Yakni program perlindungan sosial untuk para pekerja, stimulus ekonomi untuk bisnis di sektor ini, serta realokasi anggaran kementerian ke dalam berbagai program yang diantaranya padat karya.

Untuk mengimplementasi instruksi tersebut, Angela mengatakan Kemenparekraf telah memformulasikan berbagai program dan aktivitas untuk mendukung lebih dari 13 juta tenaga kerja langsung dan 32,5 juta tenaga kerja tidak langsung di sektor pariwisata Indonesia.

Program dan aktivitas itu diantaranya mendistribusikan kebutuhan sehari-hari serta perlengkapan kebersihan dan sanitasi, juga pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi para pekerja pariwisata yang terdampak, serta menerapkan standar protokol untuk kesehatan, kebersihan dan keselamatan di destinasi.

“Kami juga bekerja sama dengan sektor swasta untuk mendukung ribuan tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 dengan penyediaan akomodasi, layanan antar-jemput (transportasi), makanan dan minuman, serta binatu,” kata Angela.

Kerja sama ini juga sebagai bentuk dukungan Kemenparekraf terhadap industri pariwisata yakni bisnis hotel dan transportasi agar tetap bisa mempekerjakan pegawainya.

Di sisi lain, Angela mengatakan, saat ini kita melihat bagaimana teknologi dan media digital memberi cara baru dalam rutinitas dan kehidupan yang akan menjadi “New Normal”. Untuk itu ia kembali menegaskan dukungan Indonesia untuk memasukkan pariwisata digital ke Rencana Strategis Pariwisata ASEAN 2016-2025.

“Pandemi ini akan membawa kita pada kondisi “New Normal”. Di samping mendorong pentingnya standar kesehatan dan kebersihan bagi para profesional pariwisata,”

Melalui pertemuan virtual ini,  ditunjukkan bagaimana teknologi dan media digital membawa kita pada rutinitas dan cara hidup yang baru. Ini yang akan segera kita alami dalam industri pariwisata. “Kita harus menanggapi tantangan bersama ini dengan bekerja sama. Bersama kita akan kuat,” tambah Angela.

Special Meeting of the ASEAN Tourism Ministers (M-ATM) on Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) kemudian menghasilkan dua hal penting, yakni Consolidated Paper dan Joint Statement.Consolidated Paper digunakan sebagai referensi mengenai penilaian dan langkah awal mengurangi dampak COVID-19 terhadap negara anggota ASEAN.

Sedangkan Joint Statement memuat komitmen para negara, usulan pembentukan ASEAN Tourism Crisis Communication Team, dan eksplorasi kebijakan bersama untuk dibahas oleh para Head of National Tourism Organisations (NTOs) and Committee.

 

Maskapai China Beri Diskon Gila-gilaan untuk Pikat Wisatawan

this formate

Media China mengatakan harga tiket semurah harga sayuran Bok Choy jelang Hari Buruh, 1 Mei 2020  (foto: CNN)

BEIJING, bisniswisata.co.id: Perlahan tapi pasti, kehidupan di China mulai berangsur normal, termasuk jumlah pergerakan orang. Salah satu industri yang cepat merespons keadaan ini adalah penerbangan. Sejumlah maskapai menawarkan tiket dengan diskon gila-gilaan demi memikat penumpang yang diperkirakan naik menjelang long weekend minggu ini bertepatan dengan perayaan Hari Buruh pada Jumat, 1 Mei. 

Inilah hari libur besar pertama sejak aktivitas di Negeri Tirai Bambu itu seolah ‘terrhenti’ akibat Covid-19.  Promo yang ditawarkan beragam, mulai dari harga tiket yang murah seharga sayur-mayur hingga diskon besar-besaran untuk pembelian banyak kursi.

Industri penerbangan termasuk yang paling parah terdampak virus Corona. Menurut Administrasi Penerbangan Sipili China, pada kuartal pertama 2020 kerugiannya sudah mencapai US$ 5,6 miliar. Kini, pelaku bisnis di industri ini merasa inilah saatnya untuk mengambil langkah awal menuju pemulihan, seturut pelonggaran kebijakan lockdown. 

 “Dengan dikeluarkannya kebijakan pemerintah untuk kembali membuka pekerjaan dan pabrik, penerbangan domestik perlahan mulai pulih; pasar penerbangan sipil China kembali menghangat,” kata seorang analis di VariFlight, sebuah perusahaan layanan data penerbangan yang berbasis di China, seperti dilansir CNN Travel.

 “Sementara itu rute penerbangan internasional masih menunjukkan tren menurun. Ini disebabkan karena sejumlah negara masih memberlakukan pembatasan penerbangan internasional.  Pemulihan rute internasional memerlukan waktu lebih lama.”

Menurut data VariFlight, penerbangan maskapai di daratan China anjlok lebih dari 80% antara akhir Januari dan Februari. Pada pertengahan Februari, penerbangan domestik mulai pulih; minggu ini angkanya naik ke posisi hampir setengah saat sebelum Covid 19.

Maskapai regional seperti Guizhou Airlines, Air Guilin dan Hainan Airlines bahkan membuka rute domesik baru pada musim panas dan gugur sebagai antisipasi melonjaknya permintaan penumpang. Mereka melakukan ini karena melihat tanda positif bahwa pemulihan pasar akan terus berlanjut. 

Tiket ‘Bok choy-price’ dan ‘Kotak Ajaib

Saat ini, maskapai tengah fokus menjaring penumpang pada liburan Hari Buruh yang akan jatuh pada 1-5 Mei. Sejumlah maskapai menawarkan harga super murah – media lokal menjulukinya tiket “harga bok choy” karena semurah harga sayuran – untuk rute domestik. Misalnya, China Southern Airlines di Xinjiang menawarkan harga 10-20% dari harga normal untuk banyak rute.

Fliggy, salah satu platform pemesanan tiket online utama di China, menawarkan tiket dari Beijing ke Yantai di provinsi Shandong (jaraknya sekitar 700 kilometer) untuk Juni  dengan harga hanya US$ 11 atau sekitar 10% dari harga biasanya. Menurut situs berita keuangan milik pemerintah STCN.com, Shenzhen Airlines bahkan menawarkan tiket untuk rute dari Shenzhen ke Chengdu dengan harga mengejutkan, yakni US$ 0,7 saja pada awal Maret.

Sementara itu, Shandong Airlines meluncurkan program unik di bulan April, yakni menjual 20.000 “Magic Boxes/Kotak Ajaib” seharga masing-masing US$ 28. Ini semacam voucher, tetapi hanya bisa  dibuka pada periode tertentu, yaitu selama dua periode tertentu pada kuartal keempat tahun ini. Kotak ajaib ini dapat ditukar dengan tiket domestik dengan harga berapa pun.

Ada juga maskapai lain yang menawarkan tiket dengan harga ekonomis. Air Barat dan Urumqi Air, misalnya, memiliki program beli-satu-gratis-satu, sementara Air Changan dan Hainan Airlines menjual beberapa paket penerbangan dengan harga diskon.

Paket keluarga seharga US$ 680 keluaran Air Changan memungkinkan satu keluarga terdiri atas tiga hingga lima anggota untuk bepergian 12 kali selama setahun.

Satu hal yang pasti, pandemi Covid-19 telah mengajarkan bagaimana maskapai menjalankan bisnis, terutama dalam hal menyediakan penerbangan yang membuat pelancong merasa tenang. Ini dampak corona virus yang langgeng.

China Express telah melakukannya. Maskapai ini menawarkan opsi multi-kursi sejak Februari. Dengan kesepakatakan ini, penumpang mendapatkan enam kursi kosong dengan harga satu kursi kelas ekonomi. Ini untuk memastikan agar penumpang dapat menjaga jarak dengan penumpang lain.

Harga tiket juga sudah termasuk asuransi khusus coronavirus, ditambah paket perlengkapan anti-virus seperti masker wajah dan tisu anti-bakteri. Sementara itu Xiamen Airlines, China Eastern dan West Air juga menjual kursi tambahan dengan diskon.

 

Bangkok- Samui Dibuka

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: LUSA, jasa angkutan udara domestik Thailand mulai dibuka kembali, setelah pemerintah Negeri Gajah Putih memberlakukan penutupan wilayah sebagai upaya mengendalikan penyebaran COVID-19. Dan jasa angkutan udara menghentikan layananya per 7 s.d 30 April.  Rute yang mulai dibuka berdasarkan keputusan masing-masing provinsi, ungkap  Otoritas Penerbangan Sipil Thailand( CAAT/Civil Aviation Authority of Thailand) dalam pertemuan dengan perwakilan 20 maskapai di Thailand.

“Thai AirAsia dan Thai Lion Air, akan memulai pada 1 Mei,” ungkap  Direktur CAAT, Chula Sukmanop.

Kementerian Kesehatan Masyarakat (MoPH/ Ministry of Public Health)  dan CAAT menetapkan standar yang telah disesuai dengan upaya pengendalian penyebaran COVID-19 mencakup jarak duduk di dalam pesawat, penangguhan layanan makanan dan minuman dalam penerbangan, dan konsumsi makanan dan minuman pribadi tidak diperbolehkan di dalam pesawat. Semua anggota kru akan mengenakan masker dan sarung tangan saat bertugas dan penumpang diwajibkan untuk membawa dan mengenakan masker pelindung selama penerbangan.

Di darat baik terminal keberangkatan mau pun kedatangan diberlakukan protocol serupa  untuk memastikan tingkat keselamatan tertinggi untuk semua penumpang dan staf. Langkah-langkah tersebut termasuk penapisan penumpang dan staf, pemeriksaan kesehatan dan suhu tubuh, staf yang mengenakan masker pelindung setiap saat dan pengaturan jarak sosial di semua area layanan.

Menurut Chula Sukmanop, pemerintah juga menetapkan kebijakan mengharuskan maskapai penerbangan hanya menjual 70% dari kapasitas masing-masing model pesawat dengan mempertimbangkan jarak sosial. Aturan jarak sosial berlaku dari penjualan tiket ke tata letak kursi, tambahnya. Sebuah pesawat baling-baling kecil dengan 70 kursi sekarang hanya dapat membawa hingga 49 orang.

Penerbangan yang berdurasi lebih dari 90 menit harus menyisihkan dua baris kursi terakhir, sebagai ruang jika seseorang jatuh sakit, papar Chula Sukmanop. Para penumpang diwajibkan mengenakan masker setiap saat. Tidak ada makanan dan minuman yang akan disajikan atau dijual di atas pesawat dan dilarang makan saat dalam penerbangan. “Karena masker harus dilepas saat makan”, tambahnya.

Pemerintah, lanjut Chula tidak mengizinkan kenaikan tarif, maskapai dapat memberlakukan tariff tidak melebihi batas atas yang ditetapkan oleh negara sebesar 9,40 baht per kilometer, dibandingkan dengan 3-5 baht yang digunakan oleh maskapai sekarang. Tarif yang terlalu mahal akan menjadi bumerang karena orang akan berhenti menggunakan layanan ini.

Sampai saat ini CAAT belum menerima permintaan untuk membuka rute penerbangan internasional dari wilayah Thailand. Perlu waktu lebih lama untuk membuka jasa layanan angkutan udara rute internasional, jika melihat perkembangan penyebaran COVID-19 di dunia, jelas Chula Sukmanop.

Samui

Sementara dari pihak  Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) dalam surelnya untuk bisniswisata.co.id, menyampaikan Bangkok Airways  kembali melayani penerbangan rute Bangkok- Samui (pp) dua penerbangan per hari, mulai 15 Mei 2020.

Bangkok Airways menghentikan sementara semua penerbangan domestik dari 7-30 April 2020, serta penutupan layanan di tiga bandara – Samui, Sukhothai dan Trat, sebagai bagian dari upaya nasional dan global untuk mengekang penyebaran Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19).
Menurut Bangkok Airways, pembukaan kembali layanan dari dan ke bandara Sukhothai dan Trat serta rute Bangkok Airways lainnya akan diumumkan kemudian.

Program Masa Tanggap Darurat Kemenparekraf Telah Sesuai Kebutuhan Pekerja dan Pengusaha

this formate

Fasilitasi 2.059 tenaga kesehatan untuk transportasi dan akomodasi yang bekerja sama dengan puluhan hotel merupakan salah satu bentuk program safety net pekerja dan pengusaha pariwisata hadapi wabah Covid-19.( foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Program yang dijalankan Kemenparekraf/Baparekraf dalam situasi tanggap darurat COVID-19 telah tepat sasaran sesuai kebutuhan pejerja dan pengusaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, kata Menparekraf Whisnutama Kusubandio, hari ini.

Dia memastikan realokasi anggaran di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tepat sasaran dalam upaya memitigasi dampak COVID-19 terhadap pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Pihaknya telah melakukan pemetaan permasalahan sebelum kemudian merealokasi anggaran dan menggulirkan program guna menekan dampak wabah global ini.

“Kemenparekraf memetakan kendala yang dihadapi para pelaku parekraf di lapangan kemudian diterapkan program-program yang sifatnya jaring pengaman (safety net) untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Wishnutama.

Dalam program fasilitasi tenaga kesehatan dengan hotel, transportasi dan sebagainya misalnya. Lewat program itu tidak hanya tenaga kesehatan yang terfasilitasi, tapi juga membantu pekerja sekaligus pengusaha hotel dan transportasi.

“Kerja sama ini juga sebagai bentuk dukungan Kemenparekraf terhadap industri pariwisata yakni bisnis hotel dan transportasi agar tetap bisa mempekerjakan pegawainya dengan program tersebut,” ujar Wishnutama.

Pada tahap ini Kemenparekraf/Baparekraf telah memfasilitasi 2.059 tenaga kesehatan untuk transportasi dan akomodasi yang bekerja sama dengan puluhan hotel.

Kemenparekraf/Baparekraf sebelumnya telah melakukan pengumpulan data pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak dan terus diperbaharui. Data tersebut kemudian diolah untuk kemudian dirancang program-program yang fokus utamanya ditujukan untuk membantu pekerja dan pengusaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Maka kemudian digulirkan program dan kampanye #GerakanMaskerKain dan #GerakanLaukSiapSaji. Yang tujuan utamanya adalah menghidupkan sektor ekonomi kreatif sekaligus membantu nilai kemanusiaan.

“Karena pada akhirnya hasil masker dan lauk pauk siap saji dalam program yang dijalankan Kemenparekraf itu akan didonasikan untuk pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak. Begitu juga di gerakan #SatuDalamKopi,” kata Wishnutama.

Kemenparekraf juga secara konsisten menggulirkan program dalam payung #JagaKreativitas yang memberikan pelatihan secara daring untuk upskilling dan reskilling pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Program-program yang membantu pekerja dan pengusaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akan terus dilakukan, termasuk memberi usulan pada kementerian/lembaga lain dalam menjaga sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Wishnutama.

Per Mei, Pengoperasian “Exemption Flight” pada Zona Merah

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id; MENINDAKLANJUTI Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama masa mudik Idul Fitri tahun 1441 Hijriah dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), sejumlah operator angkutan udara mendapat ijin khusus mengoperasikan exemption flight pada zona merah. Dengan memenuhi protokol penanganan COVID-19 melalui pengisian kelengkapan dokumen persyaratan oleh penumpang, sebagai berikut:

Mengisi Surat Pernyataan sebelum melakukan penerbangan di rute PSBB atau Zona Merah.  Melampirkan Surat Keterangan Perjalanan dari Perusahaan/Instansi sebagai endorser yang isinya menerangkan bahwa calon penumpang melakukan perjalanan bukan untuk melakukan mudik. Surat Keterangan kesehatan bebas COVID-19 dari Rumah Sakit setempat yang isinya menerangkan bahwa calon penumpang telah melakukan pemeriksaan COVID-19 dengan metode Rapid Test/PCR/Swab Test dengan hasil negatif pada periode maksimum 7 hari setelah hasil test keluar. Mengisi kartu kewaspadaan kesehatan atau form Health Alert Card (HAC) yang dapat dilakukan secara offline dan online. Aplikasi e-HAC dapat di unduh melalui playstore di perangkat android mulai 1 Mei 2020.

Pihak Lion Group dalam surelnya kepada bisniswisata.co.id, menyebutkan exemption flight rute domestik dengan penjadwalan mulai 3 Mei 2020,  untuk melayani pebisnis bukan dalam rangka mudik, serta tujuan operasional angkutan kargo. Layanan dibuka bagi pimpinan lembaga tinggi negara RI atau tamu kenegaraan; operasional kedutaan besar; konsulat jenderal; konsulat asing; perwakilan organisasi internasional yang memiliki kedudukan di Indonesia; operasional penegakan hukum, ketertiban dan pelayanan darurat; layanan penerbangan khusus (repatriasi) untuk pemulangan warga negara Indonesia (WNI) atau warga negara asing (WNA) dan lainnya atas seizin Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

Rencana operasional Lion Air Group, melayani rute-rute penerbangan dalam negeri termasuk kota atau destinasi berstatus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan wilayah dengan transmisi lokal atau daerah terjangkit (zona merah).

Lion Air Group memfasilitasi kepada seluruh calon penumpang yang akan membeli tiket menurut ketentuan berlaku melalui kantor penjualan tiket Lion Air Group di seluruh kota di Indonesia.

Sebelum penerbangan, Lion Air Group bekerjasama dan koordinasi dengan petugas layanan darat (ground handling), petugas keamanan (aviation security) dan pihak lainnya guna memastikan bahwa awak pesawat dan seluruh tamu sudah mengikuti rekomendasi protokol kesehatan, yang meliputi pengecekan suhu badan, mencuci tangan, membersihkan tangan dengan cairan (hand sanitizer) dan penggunaan masker secara tepat.

Sebagai langkah antisipasi utama mengenai dampak wabah COVID-19, Lion Air Group telah menjalani dan meningkatkan fase pengerjaan sterilisasi, penyemperotan (disinfektan) pesawat yang meliputi pembersihan badan pesawat, penggantian saringan udara kabin, kebersihan kabin, kokpit dan kompartemen kargo.

Dalam pelaksanaan exemption flight   Lion Air akan mengoperasikan armada Boeing 737-900ER (215 kelas ekonomi), Boeing 737-800NG (189 kelas ekonomi),  Airbus 330-300CEO (440 kelas ekonomi) dan Airbus 330-900NEO (436 kelas ekonomi).

Wings Air beroperasi dengan ATR 72-500 dan ATR 72-600 guna menambah pengalaman terbang berjenis pesawat baling-baling (propeller). Armada ini memiliki konfigurasi 72 kursi kelas ekonomi (tata letak 2-2).

Batik Air menyediakan armada Airbus 320-200CEO dan Airbus 320-200NEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi), Boeing 737-800NG (12 kelas bisnis dan 158 kelas ekonomi) serta Boeing 737-900ER (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi). Pesawat ini menawarkan berkapasitas 12 kursi kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi.

Untuk kejelasan rute layanan penerbangan khusus tersebut konsumen diminta menghubungi operator penerbangan bersangkutan.

Merencanakan Perjalanan ke Depan Perhatikan Tiga Hal Utama

this formate

Jika waktunya tiba untuk Anda dapat kembali melakukan perjalanan dengan orang-orang tercinta, pastikan itu dilakukan dengan aman. ( Ilustrasi: Washington Post)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Dalam beberapa bulan terakhir, hidup kita mengalami perubahan secara radikal. Virus Corona yang pertama kali ditemukan di China pada akhir tahun lalu, kini telah menjadi pandemi global setelah ada hampir 3 juta kasus terinfeksi virus mematikan itu di 213 negara di dunia. 

Para penasehat kesehatan dimanapun di seluruh dunia meminta warganya untuk tinggal di rumah dan mempraktekkan social distancing guna mengurangi penyebaran virus yang menyerang saluran pernafasan itu. 

fl, seperti yang kita alami saat ini, seolah terhenti akibat virus Corona. Situasi inii berdampak luar biasa karena jumlah warga dunia yang terinfeksi virus ini belum menunjukkan tanda bakal menurun.  

Saat ini hampir seluruh warga dunia termasuk Anda hanya diizinkan bepergian atau tepatnya keluar rumah untuk keperluan yang maha penting. Namun mudah-mudahan, keadaan segera membaik. Segala bentuk pembatasan perlahan-lahan akan dikurangi. 

 Jika waktunya tiba untuk Anda dapat kembali melakukan perjalanan dengan orang-orang tercinta, pastikan itu dilakukan dengan aman. Untuk jangka waktu yang lama, orang kemungkinan besar masih khawatir menggunakan transportasi umum. Lalu, apa yang bisa dilakukan jika itu terjadi?  

Misalnya Anda sedang berada di kota tua Pune, India, dan tidak punya mobil. Bagaimana Anda bepergian untuk perjalanan luar kota dan dalam kota? Salah satu pilihan cerdas adalah menyewa mobil dari rental house setempat. 

Tentu  biayanya lebih mahal ketimbang menggunanan transportasi umum. Meski demikian, inilah cara teraman untuk memastikan Anda tidak terinfeksi virus Corona dari orang lain dan relatif bisa menjaga jarak dengan benar.

Saat situasi kembali normal – meski selama vaksin belum ditemukan keadaan tak bisa betul-betul dianggap normal – tetaplah melakukan langkah berikut agar perjalanan Anda aman. Inilah sejumlah poin utama yang perlu diingat, dilansir dari TravelDailyNews.

  1. Hindari kerumunan dan daerah ramai

Kita sepakat bahwa perlu waktu beberapa msaat untuk kembali ke keadaan normal setelah seluruh dunia terdampak parah oleh virus Corona. Perlahan kini dampaknya mulai berkurang. Jika Anda telah merencanakan sebuah perjalan, baik ke luar negeri maupun dalam negeri, sebaiknya hindari tempat-tampat yang terlalu padat. Jika berencana untuk liburan atau bepergian bersama teman-teman, kunjungilah dulu tempat wisata domestik atau terdekat. Jangan lupa, hindari keramaian, terutama di ruang tertutup.

Sebelum mengunjungi satu tempat, tak ada salahnya meriset dengan teliti lokasi yang hendak dikunjungi, lalu rencanakan perjalanan dengan tepat. Perjalanan Anda akan lebih aman jika dilakukan dengan mengendari mobil pribadi atau menyewanya dari rental house setempat. 

Hal Ini dapat memastikan Anda terhindar dari tempat-tempat ramai selama perjalanan. Selain itu, pastikan mobil yang akan Anda sewa diantar langsung di depan pintu hotel Anda menginap.

  1. Bersihkan sesering mungkin benda-benda yang kerap digunakan

Jika Anda menginap di hotel maupun losmen, pastikan tempat itu bersih. Ini tipsnya: saat melakukan check-in mintalah seorang staf hotel menemani untuk bersama-sama memastikan kamar Anda sudah bersih. Bawalah disinfektan untuk membersihkan benda-benda yang sering digunakan, seperti kunci atau tas selempang. 

Jika harus bepergian dengan transportasi umum, ada hal lain yang perlu Anda perhatikan: hindari kontak dengan hal-hal yang mungkin terinfeksi. Tapi jika Anda sewa mobil dengan sistem lepas kunci, maka setidaknya Anda  terselamatkan dari masalah besar ini. 

  1. Tetaplalah jaga jarak dan cuci tangan sesering mungkin

Hal lain yang harus Anda patuhi saat bepergian adalah memastikan kebersihan tangan dengan mencucinya sesering mungkin. Jika Anda bepergian dengan pesawat, cucilah tangan dengan benar segera setelah meninggalkan bandara.

Saat sedang menjelajah kota atau ‘nongkrong’ di satu tempat dan Anda melihat seseorang batuk, bersin, atau menunjukkan gejala pilek dan flu, usahakan tetap menjaga jarak minimal 1 meter dari mereka. Hal yang sama berlaku ketika Anda memesan mobil sewaan dari rental house. Dengan Internet, Anda tidak perlu lagi melakukan kontak langsung atau datang ke kantor.   

Tetaplah aman agar bisa bepergian lagi Bagi Anda yang tak memiliki kendaraan, transportasi umum menjadi andalan. Virus Corona telah mengajarkan kita bagaimana  menjalani hidup di era yang tak pernah terjadi sebelumnya ini. Perlu selalu menjaga kesadaran bahwa kita harus bertanggung jawab mengikuti semua  tindakan pencegahan secara disiplin. Dengan begitu, kita akan aman. Jadi, pastikan Anda tetap aman agar bisa bepergian lebih banyak!

Senyum Ketika Beribadah, Senyum Ketika Sakit Jadi Obat Hadapi Pandemi  

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Senyum ketika beribadah mungkin jarang dilakukan namun saat pandemi global Covid-19 sudah menyebar di 213 negara dan warga senior yang banyak menjadi korban maka obat termurah adalah senyum meski dalam beribadah sholat sekalipun, kata Hilda Ansariah Sabri, hari ini.

Alumni training ESQ Leadership Center pimpinan Ary Ginanjar Agustian ini mengatakan dalam training ESQ, saat training Ary, sang trainer utama  kerap mengatakan pada peserta untuk menjalani pelatihan sehari penuh itu dengan mengembangkan senyum di wajah dua centi kiri dan kanan.

Soalnya senyum memperbaiki suasana hati dan ekspresi wajah mampu bercerita lebih dari deretan kata-kata. Ini karena ekspresi memiliki kemampuan mempengaruhi suasana hati. Emosi memang dihasilkan oleh otak, namun otot pada wajah yang akan menampilkan perasaannya.

Penelitian terbaru membuktikan, dengan adanya peningkatan emosi positif melalui ekspresi wajah, suasana hati seseorang mulai menyelaraskan dengan apa yang ditunjukkan.

” Nah saat beribadah shalat lima kali sehari plus shalat sunnah lainnya, kerjakan dengan khusuk sambil tersenyum. Sementara tersenyum menurut kebanyakan ulama menganggap bahwa hal itu tidaklah merusak shalat seseorang,” kata Hilda, pendiri Hilda Holistic House ( HTiga).

Hal yang membatalkan shalat seseorang adalah;1.makan dan minum dengan sengaja, 2.Berbicara dengan sengaja, bukan untuk kepentingan pelaksanaan shalat, 3.Meninggalkan salah satu rukun shalat, 4. Banyak melakukan gerakan, 5. Tertawa sampai terbahak-bahak dan 6.
Tidak berurutan dalam pelaksanaan shalat.

Menurut Hilda, dalam prakteknya sehari-hari saat sholat sambil tersenyum dua centi kiri dan kanan langsung membuat hati menjadi tenang dan penuh rasa syukur pada Sang Pencipta, Allah SWT sebagai pemilik Ruh kita.

Orang yang tersenyum paling lebar mengalami pengurangan substansial dalam denyut jantung dan pemulihan stres lebih cepat daripada yang tidak terlalu banyak berekspresi. Senyum pula
yang akan melatih otak/ pikiran lebih positif karena secara alami otak  cenderung untuk berpikir negatif.

“Jadi obat termurah untuk memproduksi zat bahagia di dalam tubuh dan meningkatkan kekebalan tubuh silahkan praktekan sholat dengan tersenyum wujud rasa syukur dan dialog kita pada Allah SWT,” tambah Hilda.

Apa yang dipraktekannya ini sejalan dengan terapi yang dilakukan oleh Dr Andreas FK yang selama pandemi global Covid-19 banyak menangani pasien dengan terapi Power of Powerless dan berhasil kembali beraktivitas.

Andreas mengatakan senyum akan membuat suasana hati kita bahagia sehingga tubuh mengeluarkan zat endorphin yang menyehatkan, menyembuhkan, membuat pikiran tenang dan hati menjadi damai

Apabila seseorang tersenyum setiap hari, maka otak akan menciptakan kebahagiaan yang mampu mendorong pikiran positif.  Senyum selain gratis, juga menular karena jika kita tersenyum pada orang lain dan senyuman itu dibalas karena manusia memiliki sesuatu yang disebut cermin neuron sehingga ketika tersenyum, cermin neuron menanggapinya.

Senyum juga memperkuat sel tubuh pada tingkatan sel yang dapat membedakan rasa aman dan bahaya, lalu menemukan dan memperbaiki masalah serta menciptakan keseimbangan dalam tubuh bahkan meningkatkan produktivitas kerja.

Manfaat lainnya, senyum juga menekankan apa yang kita pikirkan dapat memberi efek langsung pada fungsi sel. Ketika tersenyum, Anda dapat mengurangi kekakuan sel. Relaksasi fisik ini dapat melawan risiko mutasi sel karena stres, yang bisa memicu pertumbuhan berbagai jenis kanker.

Doktor yang a.l memiliki gelar sarjana kelautan, praktisi/pengacara pajak, Magister Manajemen dan lainnya ini memberikan konseling, training dan terapi Power of Powerless dengan healing deep relaxation.

Andreas mengatakan terapi ini menghilangkan stress, kecemasan, phobia dan menyembuhkan berbagai penyakit, mengeluarkan kecantikan dan kekuatan dari dalam diri serta meningkatkan kekebalan tubuh untuk melawan virus jahat yang menyebabkan penyakit.

Tujuh langkah teknik penyumbuhan Power of Powerless tersebut adalah ;
1.Anda diminta mulai saat ini, detik ini jangan khawatir dan takut. Serahkan hidup dan mati hanya kepada Allah Sang Pencipta.

2.Atur  pernafasan dengan baik tarik nafas perlahan melalui hidung dan tahan. Buang nafas melalui mulut secara perlahan sambil tetap tersenyum. Gunakan teknik  7-7-7 artinya saat tarik nafas lewat hidung hitunglah sampai tujuh, tahan tujuh detik dan buang nafas sampai hitungan tujuh pula.

3.Lakukan latihan no: 2 hingga 7 kali

4.Senyum, Senyumlah lebar-lebar dan jangan malu, tersenyum saja.

5. Minta bantuan orang terdekat Anda untuk menggekitik telapak kaki atau telapak tangan Anda.

6. Bila terasa geli, tertawalah dan bila makin geli tertawa yang lebih keras dan lepaskan saja jangan ditahan

Langkah ke 7, kata Andreas, minta orang terdekat untuk menyetelkan atau memperdengarkan musik relaksasi yang ada nuansa alam, suara air mengalir, angin, burung yang memberikan kedamaian.

” Bayangkan Anda berada di tempat tersebut, dikelilingi alam dan saat mulai mengantuk katakan pada diri sendiri dengan rasa percaya diri dan penuh iman sambil afirmasi Tuhan yang maha baik, maha kuasa, sembuhkanlah aku dari penyakit dan sebutkan penyakit Anda,” kata Andreas.

Untuk memberikan induksi gunakan kedua kelapak tangan dan sentuh bagian tubuh yang sakit saat meminta penyembuhan. ” Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. Oleh karena itu rajin senyum dan semangat,” tutup Andreas.

WTTC: Seluruh Siklus Pariwisata Dihancurkan Oleh Pandemi

this formate

Pandemi global yang mengharuskan orang  berdiam diri di rumah membuat akrivitas pariwisata lumpuh. ( foto: Unsplash.com/Sandie Clarke/@honeypoppet)

LONDON, Inggris, bisniswisata.co.id:  World Travel & Tourism Council (WTTC) mengaku terkejut karena sektor travel & tourism menghadapi 100 juta kehilangan pekerjaan akibat pandemi coronavirus, menurut World Travel & Tourism Council (WTTC).

Semula WTTC memprediksi 75 juta orang yang bekerja disektor ini akan kehilangan pekerjaan tapi nyatanya dalam waktu singkat sudah menjadi 100 juta orang dan angka ini berdasarkan penelitian dari WTTC yang meningkat lebih dari 30% dalam empat minggu terakhir, menunjukkan krisis yang mempengaruhi sektor ini.

WTTC telah memperingatkan para Menteri Pariwisata G20 tentang tingkat krisis, karena mereka berkumpul dalam konferensi virtual sebelumnya. Dari 100,8 juta pekerjaan yang berisiko, hampir 75 juta di antaranya berada di negara-negara G20.

Analisis WTTC juga menunjukkan peningkatan tajam dalam kerugian ekonomi terhadap ekonomi dunia, hingga US $ 2,7 triliun dari PDB, dari US $ 2,1 triliun hanya sebulan yang lalu.

Dampak dari krisis COVID-19 telah menyebabkan lebih dari satu juta pekerjaan hilang setiap hari. Itulah sebabnya Gloria Guevara, Presiden & CEO WTTC, mengatakan: “Ini adalah perubahan yang mengejutkan dan sangat mengkhawatirkan dalam waktu yang singkat.  Hanya dalam sebulan terakhir saja, penelitian kami menunjukkan peningkatan 25 juta dalam jumlah kehilangan pekerjaan di Travel & Pariwisata. Seluruh siklus pariwisata dihancurkan oleh pandemi.

Pihaknya telah memberitahukan hal ini pada para Menteri Pariwisata G20 tentang tingkat krisis dan memberi masukan tentang bagaimana pemerintah perlu bertindak cepat untuk mendukung dan melindungi industri pariwisata.

“Travel  & Tourism adalah tulang punggung ekonomi global.  Tanpa itu, ekonomi global akan berjuang untuk pulih dengan cara yang berarti dan ratusan juta orang akan menderita kerusakan finansial dan mental yang sangat besar di tahun-tahun mendatang. ”

Analisa WTTC, potensi total kehilangan pekerjaan/ orang  dan kehilangan PDB dalam US$/ miliar sbb: Asia-63,4 juta orang, US$1.041, Europe13.0 juta, US$708.5, Africa-7,6 juta, US$-52.8, Americas-14.1 juta orang, US$-790.9, Amerika Utara  8.2 juta orang, US$ 680.7, Amerika Latin 4.7 juta orang, US$83.8, Kawasan Karibia 1.2 juta orang, US$ 26.4, Timur Tengah 2.6 juta, US$96.2 dan total seluruh dunia World mencapai 100.8 juta orang dan kerugian US$2.689.4 miliar (berdasarkan harga dan nilai tukar uang 2019)

Industri travel & tourism menyumbang 10,3% dari PDB Global, menciptakan satu dari empat lapangan pekerjaan baru di dunia dan selama sembilan tahun berturut-turut, telah melampaui pertumbuhan ekonomi global.

 

 

Tunda Mudik, Bagian Kampanye Kemenparektaf #BersamaJagaIndonesia untuk Lawan COVID-19

this formate

 Menparekraf Whisnutama ( foto: Kemenparekraf )

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggencarkan rangkaian kampanye #BersamaJagaIndonesia sebagai upaya terus meningkatkan kesadaran dan kepedulian bersama menghadapi COVID-19.

“Kampanye-kampanye tersebut berada dalam payung besar #BersamaJagaIndonesia dengan melibatkan insan pariwisata dan ekonomi kreatif dengan memanfaatkan saluran komunikasi yang dimiliki Kemenparekraf juga melibatkan komunitas pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Wishnutama, Menteri  Parekraf, hari ini.

Kampanye yang telah dirilis, kata Whisnutama. diantaranya untuk mengajak masyarakat menunda mudik yang menceritakan seorang anak yang tengah menghubungi ibunya lewat telepon. Sang anak menyampaikan betapa rindunya ia untuk pulang ke kampung halaman namun harus ditunda sementara guna mencegah penyebaran COVID-19. Kampanye ini mendapat respons positif dari masyarakat dan banyak komunitas pegiat pariwisata dan ekonomi kreatif.

Peran Kemenparekraf/Baparekraf saat ini selain menekan dampak COVID-19 terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, juga melibatkan insan pariwisata dan ekonomi kreatif dalam mengampanyekan peningkatan kesadaran dan kepedulian bersama menjaga Indonesia dari COVID-19.

“Begitu juga dengan kampanye #JagaRamadanKita. Kampanye dalam bentuk video berdurasi 1 menit 39 detik yang  menceritakan percakapan antara bapak dengan anaknya lewat aplikasi pesan singkat.

Dalam percakapan itu sang anak menyampaikan kegiatannya saat ini yang aktif memproduksi masker kain untuk orang-orang di sekelilingnya. Video ini ditutup dengan sangat manis yang membuat tersentuh. Video ini juga sebagai bagian dari ucapan memasuki bulan suci Ramadhan.

Tidak hanya di own media, Kemenparekraf juga bekerja sama dengan pihak-pihak lain diantaranya dengan Asosiasi Televisi Nasional Indonesia (ATVNI) dan Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), untuk bersama-sama membantu langkah-langkah pemerintah dalam sosialisasi penanganan pandemi COVID-19.

Dalam kerja sama ini pihak televisi akan menyiarkan berbagai informasi layanan publik dengan materi konten yang turut disiapkan Kemenparekraf. Nantinya materi tersebut akan disiarkan secara berkala setiap harinya hingga wabah COVID-19 dinyatakan selesai oleh pemerintah pusat.

“Menayangkan sesuatu yang serentak dengan pesan yang sama sehingga masyarakat makin peduli untuk Bersama menekan penyebaran COVID-19. Iklan layanan publik dengan frekuensi yang tinggi dinilai mampu menjadi sosialisasi pesan yang efektif,” kata Wishnutama.