Sri Sultan : Menata Normal-Baru, Menuju Peradaban Baru DIY

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id : Menata Normal-Baru” dengan “Norma-Baru”, itulah arah mendasar untuk “Menuju Peradaban Baru DIY”. Bagaimana bayangan bentuknya? Seperti yang saya sampaikan, mau tidak mau kita harus mendarat darurat di sebuah pulau yang tidak kita kenal sama sekali –sebuah terra incognita
.
Di masa pengenalan ini, pertama-tama kita harus mengatasi trauma sosial. Kita memerlukan socio-cultural healing, terlebih dulu. Bangun dari keterpurukan yang menghantam tiba-tiba, juga memerlukan refleksi kehidupan masa lalu, sebagai ancangan perbaikan ke depan.

Back to nature, dengan mengutamakan sesuatu yang memang dibutuhkan, bukan memanjakan kelimpahan yang diinginkan, sebuah ilusi kehidupan dulu yang hiper-realita
.
Penerapan Kebijakan Normal-Baru, bukan hanya membuka kembali aktivitas-aktivitas kehidupan dengan standar dan protokol tertentu. Lebih dari itu. Juga menyatukan kehendak membangun hidup bersama di tengah keragaman perbedaan.

Utamanya, harus didasari oleh mutual trust untuk memperoleh mutual-benefits. Diikuti kesadaran dan kesediaan saling-belajar, memahami, menghargai dan berbagi, sebagai pengikat partisipasi, solidaritas dan kolaborasi dalam mewujudkan harmoni kehidupan bersama. Untuk itu, kita semua harus siap mengubah mindset dalam mengelola kehidupan bersama.

LALU, bagaimana penerapannya dalam pembentukan peradaban baru DIY? Sejatinya tidak mudah untuk menjawabnya, apalagi mewujudkannya. Memerlukan pandangan reflektif guna memperkuat fondasi pemahaman penyelenggaraan keistimewan DIY ke depan, berlandaskan Nilai-Nilai Filosofi, Core-Beliefs, dan Nilai-Nilai Budaya, Core-Values, yang mengatur hubungan vertikal dan horisontal
.
Nilai-nilainya itu dibagi dalam tiga tataran, yaitu (1) Nilai dasar yang bersifat abstrak dan tetap; (2) Nilai instrumental yang bersifat kontekstual dengan tuntutan zaman; dan (3) Nilai praksis yang terekspresikan dalam kehidupan sehari-hari, cara rakyat mewujud-nyatakan nilai-nilai itu
.
Sesungguhnya, pada nilai praksislah ditentukan tegak, atau rapuhnya nilai dasar dan nilai instrumental itu. Implikasinya, nilai-nilai yang abstrak-umum-universal itu perlu ditransformasikan menjadi rumusan yang riil-spesifik-kolektif, bahkan bersifat individual.

Artinya, nilai-nilai itu menjadi sifat-sifat dari subyek kelompok dan individu, sehingga menjiwai perilaku dalam lingkungan praksisnya di bidang ketugasan, profesi, dan kehidupan pribadi
.
Itulah substansi yang paling esensial dan aktual yang harus diwujudkan sebagai fondasi awal sekaligus langkah strategis “Menuju Peradaban Baru DIY”, yang juga harus dipahami oleh setiap Insan Peradaban Yogyakarta. Akhirnya, jangan lagi dikembalikan pada perdebatan makna nilai-nilai ideal yang di Era Baru ini tidak mengakar. Semoga demikianlah adanya!

Sekian, terima kasih.
Wassalamualaikum wr. wb.
.
Slasa Kliwon, 23 Juni 2020
HAMENGKU BUWONO X

 

Warga Brazil Berduyun-duyun ke Pantai Meski Kasus Covid-19 Belum Melandai

this formate

 

Pantai di Rio de Janeiro penuh warga yang berenang dan berjemur tanpa masker (Foto: CNN)

RIO DE JANEIRO, bisniswisata.co.id: Ahkhir pekan lalu Brazil melaporkan ada lebih dari satu juta kasus positif Covid-19 dengan kematian menyentuh 50.000 orang. Ia menjadi negara kedua setelah Amerika Serikat dengan kasus virus corona tertinggi di dunia. WHO bahkan menyebut angka itu kemungkinan jauh lebih tinggi karena banyak kasus yang tidak dilaporkan. 

Meski kasus Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda melandai, warga Brazil sudah berduyun-duyun ke pantai selama akhir pekan lalu. Mereka bahkan banyak yang tak mengenakan masker apalagi menjaga jarak sosial. Kementerian Kesehatan Brazil mengatakan Senin (22/6) ada 21.432 kasus baru infeksi viurs corona dalam 24 jam terakhir dan 654 kematian baru. 

Nampaknya negara yang mendapat julukan samba ini kewalahan menghadapi pandemi Covid-19. Kasus orang yang positif terinfeksi Corona terus meningkat. Itu juga yang mendorong seorang pejabat kesehatan lokal menyatakan akan mengundurkan diri. Padahal dirinya baru memangku jabatan selama sebulan.

“Hanya satu yang ingin saya sampaikan: saya sudah mencoba,” kata sekretaris kesehatan negara bagian, Fernando Ferry, melalui video yang disiarkan stasiun televisi Brazil, Globo, seperti dilansir Reuters.

WHO menilai akan ada lonjakan kasus baru hingga lebih dari 54.000 dalam waktu 24 jam, atau lebih tinggi dari yang dilaporkan. Masalahnya jumlah tes Corona di sana masih rendah.

Begitupun, sejumlah aturan pembatasan mulai dilonggarkan di seluruh Brazil. Toko-toko eceran dibuka kembali pada Rabu 10 Juni di Sao Paulo, kota terbesar di Brasil, setelah ditutup selama dua bulan karena pandemi Corona COVID-19.

Wali Kota Sao Paolo Bruno Covas mengizinkan dimulainya perdagangan antara pukul 11.00 sampai pukul 15.00. Toko-toko dalam mal sudah diperbolehkan buka sejak Kamis, 11 Juni 2020.

 

Kemenparekraf Ingatkan Pentingnya Protokol Kesehatan dalam Rencana Pembukaan Destinasi

this formate

Menparekraf Whishnutama Kusubandio di kantor BNPB, Senin. ( Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengapresiasi rencana pembukaan wisata alam sehingga diharapkan dapat kembali menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya di sektor pariwisata.

Wishnutama Kusubandio mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers bersama Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar di kantor BNPB, Senin (22/6/2020).

Whisnutama mengatakan, banyak para pelaku sektor pariwisata menanti kebijakan ini karena selama tiga bulan terakhir sangat terdampak oleh pandemi COVID-19. “Saat ini kita berencana membuka wisata alam yang berisiko rendah terhadap penularan,” kata Wishnutama.

Ia mengingatkan dalam rencana pembukaan wisata alam ini harus diikuti dengan pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat. Protokol kesehatan untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang disusun dan diusulkan oleh Kemenparekraf telah disahkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020.

Diharapkan protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) ini dapat menjadi acuan bagi seluruh pihak dalam perencanaan pembukaan pariwisata, termasuk wisata alam.

“Jangan sampai dalam pelaksanaan nanti malah terjadi peningkatan kasus baru. Karena memperbaiki protokol bisa sehari dua hari saja, tetapi mengembalikan rasa percaya itu butuh waktu lama. Jika kita tidak hati-hati dan disiplin dalam pelaksanaanya dampak ekonominya bisa lebih buruk lagi bagi para pelaku sektor pariwisata,” kata dia.

Kemenparekraf Whisnutama bersama Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID -19 dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya ( kiri).

Kawasan pariwisata alam yang direncanakan akan dibuka secara bertahap tersebut terdiri dari kawasan wisata bahari, kawasan konservasi perairan, kawasan wisata petualangan, taman nasional, taman wisata alam, taman hutan raya, suaka margasatwa, dan geopark.

Selain itu juga pariwisata alam nonkawasan konservasi yang antara lain kebun raya, kebun binatang, taman safari, desa wisata, dan kawasan wisata alam yang dikelola oleh masyarakat.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan, kawasan pariwisata alam tersebut dapat dibuka secara bertahap sampai dengan batasan pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas normal saat ini.

“Kawasan pariwisata alam yang diizinkan untuk dibuka adalah kawasan pariwisata alam yang berada di kabupaten kota zona hijau dan atau zona kuning, kata Doni.

Untuk zona lain akan diatur sesuai dengan kesiapan daerah dan pengelola kawasan. Keputusan pembukaan kawasan pariwisata alam yang berada di 270 kabupaten/kota pada zona hijau dan kuning diserahkan kepada bupati dan walikota,” tambahnya.

Ia mengatakan, pengambilan keputusan harus melalui proses musyawarah dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah yang melibatkan pengelola kawasan pariwisata alam, Ikatan Dokter Indonesia di daerah, pakar epidemiologi, pakar kesehatan masyarakat.

Selain juga melibatkan pakar ekonomi kerakyatan, tokoh agama, tokoh budaya, tokoh masyarakat, tokoh pers, pegiat konservasi, dunia usaha khususnya pelaku industri pariwisata, serta DPRD melalui pendekatan kolaborasi pentahelix berbasis komunitas.

“Pelaksanaan putusan ini harus melalui tahapan prakondisi yakni edukasi, sosialisasi, dan simulasi sesuai dengan kondisi kawasan pariwisata alam dan karakteristik masyarakat di daerah masing-masing,” kata dia.

Jika dalam perkembangannya ditemukan kasus COVID-19 atau pelanggaran terhadap ketentuan di kawasan pariwisata alam, maka tim gugus tugas kabupaten/kota akan melakukan pengetatan atau penutupan kembali setelah berkonsultasi dengan petugas provinsi dan gugus tugas pusat.

Sementara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan, berdasarkan hasil kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama-sama dengan pemerintah daerah di lapangan melalui unit pelaksana teknis kerja Kementerian tercatat ada 29 taman nasional dan taman wisata alam yang secara bertahap sudah dapat dibuka dari proyeksi waktu saat ini sampai dengan pertengahan Juli 2020.

“Beberapa taman nasional yang kita akan buka seperti misalnya Gunung Gede Pangrango, Bromo Tengger Semeru dan atau Rinjani,” kata Siti Nurbaya.

Setelah itu akan ditinjau kembali beberapa lokasi lain yang juga bisa dibuka secara bertahap. Diantaranya di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, juga Bali.

 

WHO Berikan Peringatan Keras Bagi Negara yang Buka Aktivitas Masyarakat & Ekonomi

this formate

Mr Bean membantu WHO mengingatkan masyarakat dunia jangan lengah dengan protokol kesehatan.       ( Foto: who.int)

JENEWA, bisniswisata.co.id: Dunia telah memasuki fase baru dan berbahaya dari pandemi virus corona atau COVID-19. WHO berikan peringatan keras bagi negara yang buka aktivitas masyarakat & ekonomi.

Banyak orang yang merasa bosan berada di rumah dan banyak negara-negara sangat bersemangat membuka aktivitas masyarakat dan ekonomi mereka. 

“Padahal, virusnya masih cepat menyebar. Itu masih mematikan dan kebanyakan orang masih rentan,” kata Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Dari situsnya who.int, Tedros yang mengeluarkan rilis, kemarin, mengungkapkan lebih dari 183.000 kasus baru COVID-19 dilaporkan ke WHO – yang terjadi dalam satu hari sejauh ini. Lebih dari 8,8 juta kasus sekarang telah dilaporkan ke WHO, dan lebih dari 465.000 orang telah kehilangan nyawa.

Beberapa negara terus melihat peningkatan yang cepat dalam kasus dan kematian. Sedangkan yang telah berhasil menekan transmisi sekarang melihat peningkatan dalam kasus ketika mereka membuka kembali masyarakat dan ekonomi mereka.

“Semua negara menghadapi keseimbangan yang rapuh, antara melindungi rakyatnya, sambil meminimalkan kerusakan sosial dan ekonomi. Itu bukan pilihan antara kehidupan dan mata pencaharian.  Negara dapat melakukan keduanya,” tegas Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Dia mendesak negara-negara untuk berhati-hati dan kreatif dalam menemukan solusi yang memungkinkan orang untuk tetap aman saat melanjutkan kehidupan mereka. “Kami terus mendesak semua negara untuk menggandakan langkah-langkah dasar kesehatan masyarakat yang kami tahu berhasil,”

Pada saat yang sama, langkah-langkah ini hanya bisa efektif jika masing-masing dan setiap individu mengambil tindakan yang kita tahu bekerja untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain.

Sama halnya seperti kita melakukan hal-hal yang kita tahu berfungsi untuk mencegah penyebaran penyakit dan kita juga belajar lebih banyak tentang cara mengobati orang sakit, tambahnya.

Meskipun data masih awal, temuan baru-baru ini bahwa steroid deksametason memiliki potensi penyelamatan jiwa untuk pasien COVID-19 yang sakit kritis memberi kami alasan yang sangat dibutuhkan untuk merayakannya.

Dipandu oleh solidaritas, negara-negara harus bekerja sama untuk memastikan pasokan diprioritaskan untuk negara-negara di mana terdapat sejumlah besar pasien yang sakit kritis, dan persediaan tetap tersedia untuk mengobati penyakit lain yang memerlukannya.

 Transparansi dan pemantauan terus-menerus akan menjadi kunci untuk memastikan kebutuhan mendikte persediaan, bukan sarana.

 Penting juga untuk memeriksa bahwa pemasok dapat menjamin kualitas, karena ada risiko tinggi produk di bawah standar atau dipalsukan memasuki pasar.

 WHO menekankan bahwa deksametason hanya boleh digunakan untuk pasien dengan penyakit parah atau kritis, di bawah pengawasan klinis yang ketat.

 

 

UNWTO Ingatkan Restart Pariwisata yang Bertanggung Jawab.

this formate

Penerima tamu, salah satu unit kerja di tempat pagelaran tari kecak di Uluwatu sedang melakukan simulasi SOP kebiasaan baru. UNWTO ingatkan seluruh anggotanya restart pariwisata secara bertanggungjawab. ( Foto: Kemenparekraf).

MADRID, bisniswisata.co.id:  Ketika pariwisata perlahan-lahan dimulai kembali di semakin banyak negara, Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) merilis data baru yang mengukur dampak COVID-19 pada sektor ini. 

 UNWTO menekankan perlunya tanggung jawab, keselamatan dan keamanan saat pembatasan perjalanan dicabut.  Organisasi ini juga menegaskan kembali perlunya komitmen yang kredibel untuk mendukung pariwisata sebagai pilar pemulihan.

Setelah beberapa bulan mengalami keterpurukan yang belum pernah terjadi sebelumnya, UNWTO sebagai barometer pariwisata dunia  melaporkan bahwa sektor ini restart terutama di negara-negara tujuan di belahan bumi Utara.

Pada saat yang sama, pembatasan perjalanan tetap diberlakukan di sebagian besar tujuan global, dan pariwisata tetap menjadi salah satu yang terparah dari semua sektor.

Terhadap latar belakang ini, UNWTO telah menegaskan kembali seruannya kepada pemerintah dan organisasi internasional untuk mendukung pariwisata yang menjadi jalur kehidupan bagi jutaan orang dan tulang punggung ekonomi.

Restart pariwisata dengan cara yang bertanggung jawab menjadi prioritas pencabutan pembatasan secara bertahap di beberapa negara, bersama-sama dengan penciptaan koridor perjalanan ( travel bubble)

Hal ini dimulainya kembali beberapa penerbangan internasional dan penerapan protokol keselamatan dan kebersihan yang ditingkatkan. “Langkah-langkah ini yang harus diperkenalkan oleh pemerintah ketika mereka berupaya memulai kembali pariwisata,” kata Zurab Pololikashvili,  Sekretaris Jenderal UNWTO.

Anjloknya jumlah wisatawan yang tiba-tiba dan secara  besar-besaran mengancam pekerjaan dan ekonomi.  Oleh karena itu, sangat penting bahwa memulai kembali pariwisata dijadikan prioritas dan dikelola secara bertanggung jawab, melindungi yang paling rentan dan dengan kesehatan dan keselamatan sebagai perhatian nomor satu sektor ini.  

Ketika aktivitas pariwisata dimulai kembali di mana-mana, UNWTO kembali menyerukan dukungan kuat untuk sektor ini guna  melindungi pekerjaan dan bisnis.

 “Kami menyambut langkah-langkah yang dilakukan oleh Uni Eropa (UE) dan masing-masing negara termasuk Perancis dan Spanyol untuk mendukung pariwisata secara ekonomi dan membangun fondasi untuk pemulihan.” tegasnya.

Bulan April sebenarnya menjadi salah satu waktu tersibuk tahun ini karena liburan Paskah, tapi penerapan pembatasan perjalanan yang menyeluruh menyebabkan penurunan 97% dalam kedatangan wisatawan internasional.  Ini mengikuti penurunan 55% di bulan Maret.  

Antara Januari dan April 2020, kedatangan wisatawan internasional menurun hingga 44%, yang berarti hilangnya sekitar US $ 195 miliar dalam penerimaan pariwisata internasional.

Menurut Zurab Pololikashvili, Asia dan Pasifik terpukul paling parah. Di tingkat regional, Asia dan Pasifik adalah yang pertama dilanda pandemi dan terparah antara Januari dan April, dengan kedatangan turis turun 51% pada periode itu.

Eropa mencatat penurunan terbesar kedua, dengan penurunan 44% untuk periode yang sama, diikuti oleh Timur Tengah (-40%), Amerika (-36%) dan Afrika (-35%).

Pada awal Mei, UNWTO menetapkan tiga skenario yang mungkin untuk sektor pariwisata pada tahun 2020. Ini menunjukkan potensi penurunan jumlah wisatawan internasional secara keseluruhan dari 58% menjadi 78%, tergantung pada kapan pembatasan perjalanan dicabut.  

Sejak pertengahan Mei, UNWTO telah mengidentifikasi peningkatan jumlah destinasi yang mengumumkan langkah-langkah untuk memulai kembali pariwisata.  Ini termasuk pengenalan langkah-langkah keselamatan dan kebersihan yang ditingkatkan dan kebijakan yang dirancang untuk mempromosikan pariwisata domestik.

‘Chat’ dan ‘Olahpesan’ yang Kuat Kini Sangat Penting Bagi Bisnis Travel 

this formate

Chat/ obrolan olahpesan kini menjadi lebih penting dari sekedar sebagai alat komunikasi. (Foto: Skift)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pandemi virus corona telah menunjukkan bahwa chatting/ obrolan dan olahpesan yang kuat  penting bagi perusahaan yang ingin memberikan pengalaman dukungan pelanggan sebaik mungkin.

Mengutip kolaborasi Facebook dan laporan Skift, terbukti chat dan pesan lainnya semakin populer selama beberapa tahun sekarang – tidak hanya antara teman dan keluarga, tetapi juga antara pelanggan dan bisnis dan merek yang berinteraksi dengan mereka.  

Menurut perkiraan 2019 dari eMarketer, jumlah pengguna aplikasi chat seluler di seluruh dunia akan mencapai 2,7 miliar tahun ini.  Banyak dari aktivitas olahpesan itu terjadi di seluruh platform Facebook, dengan 2,99 miliar orang menggunakan Facebook, WhatsApp, Instagram, dan Messenger setiap bulan, menurut data Q1 2020 dari perusahaan.

Ketika pandemi COVID -19 telah menjungkirbalikkan usaha bisnis dan rencana perjalanan selama beberapa bulan terakhir, chat/ obobrolan olahpesan menjadi lebih penting dari sekedar sebagai alat komunikasi.  

Hal ini terutama berlaku untuk perusahaan di seluruh sektor travel & tourisn industri mulai dari maskapai penerbangan, hotel, hingga penyedia tur dan aktivitas, dan seterusnya untuk  menjawab pertanyaan layanan pelanggan yang belum pernah dilihat sebelumnya di semua saluran komunikasi.  

Saat perusahaan dan tim dukungan pelanggan mereka bergulat dengan lonjakan dalam keterlibatan ini, alat obrolan dan olahpesan memainkan peran penting dalam bagaimana merek dapat mengotomatisasi operasi, melestarikan sumber daya, dan lebih memuaskan pelanggan.

 Lars Smidt, Direktur Pemasaran  di app agregator perjalanan Omio, telah melihat fungsi ini secara langsung: “Kami baru-baru ini menciptakan pengalaman pengiriman pesan sebagai dukungan pelanggan,”  

Kami menerima banyak sekali pesan pelanggan karena situasi Covid-19 dan dampaknya pada rencana perjalanan, jadi kami menciptakan layanan pada waktu yang tepat,” ungkapnya.  

Dengan tersedianya aplikasi pesan ini memungkinkan pihaknya untuk merespons pelanggan dengan lebih cepat dan mengurangi tekanan pada tim dukungan pelanggan yang ada, tambah Lars Smidt.

Adélaïde Lainé, direktur media sosial di Air France, menvungjapkan pengalaman serupa.  “Air France menghadapi volume pesan masuk pada bulan Maret – enam kali lebih tinggi dari rata-rata – karena para pelancong membutuhkan informasi tentang penerbangan, jadwal, perubahan, dan pembatalan mereka.  

Proses messaging kuat yang dimiliki merupakan kombinasi dari solusi otomatisasi, artificial intelligence dan membantui para agen tiket untuk secara cepat menjawab pertanyaan paling sederhana yang datang dari pelanggan Air France.

“Agen kami kemudian dapat menghabiskan waktu mereka bekerja untuk menyelesaikan kasus yang lebih kompleks dan mendesak. “Adélaïde Lainé

Peran yang berkembang yang dimainkan alat obrolan dan pesan saat ini masuk akal, mengingat semakin banyak waktu yang dihabiskan orang untuk smartphone mereka selama ini.

Sebuah survei oleh InMobi yang dilakukan antara 19 Maret dan 22 Maret 2020, menemukan bahwa 70 persen konsumen A.S. di daerah yang dilockdown menghabiskan lebih banyak waktu di ponsel mereka saat di rumah selama pandemi Covid-19.  

Kenyamanan dan fleksibilitas yang ditawarkan oleh alat chat dan olahpesan memungkinkan para pelancong untuk menerima informasi yang sensitif terhadap waktu ketika alat itu berfungsi dengan baik bagi mereka  dan menjadi sesuatu yang sangat membantu ketika berbagai hal tidak dapat diprediksi.

Alat obrolan dan olahpesan juga bermanfaat bagi perusahaan perjalanan.  Inovasi dalam pemrograman bahasa alami dan artificial intelligence (kecerdasan buatan)  memungkinkan perusahaan terlibat dengan pelanggan dalam mengotomatisasi permintaan sederhana.

Hal ini memungkinkan anggota tim dukungan pelanggan bisa menghabiskan waktu mereka pada hal-hal yang lebih kompleks.  Seperti Caroline Chupin, manajer produk, pengiriman pesan, di OUI.sncf.

“Menggunakan pesan di seluruh saluran telah memungkinkan kami untuk memberikan jawaban kepada pelanggan dengan sangat cepat.  Misalnya, banyak pelanggan bertanya bagaimana menerima pengembalian uang untuk perjalanan yang tidak dapat mereka ambil,”

Pihaknya telah menyiapkan jawaban khusus untuk pertanyaan umum yang dapat diterima pelanggan kami segera dari chatbots untuk menghindari waktu tunggu. 

Hal Ini telah memungkinkan tim dukungan pelanggannya untuk memfokuskan upaya mereka pada kasus-kasus yang lebih kompleks, ketika chatbots tidak dapat memberikan jawaban kepada pelanggan. 

Data menunjukkan bahwa elemen obrolan dan olahpesan ini mungkin sangat berharga bagi perusahaan perjalanan  di seluruh negri terdampak pandemi Covid-19, terutama saat permintaan dan pertanyaan pelanggan terus bergulir untuk menanyakan tentang pembatalan, pemesanan ulang, pengembalian uang, serta kesehatan dan keselamatan  Prosedur.  

Menurut Facebook, di banyak negara yang paling terpukul oleh virus, seperti Italia, total pengiriman pesan meningkat lebih dari 50 persen pada Maret 2020. Selain itu, sebagaimana dicatat dalam laporan Skift bahwa 51 %  orang Amerika membatalkan atau menjadwal ulang setidaknya satu perjalanan pra-dipesan yang seharusnya mereka lakukan pada bulan Maret.

Sebanyak  29 %  lainnya mengatakan mereka membatalkan setidaknya satu perjalanan dalam beberapa bulan mendatang karena kekhawatiran tentang wabah.  Angka-angka itu setara dengan sejumlah besar interaksi layanan pelanggan yang diperlukan untuk melakukan perubahan itu.

Majalah Digital BUMBU dari VIT0 Perancis Kenalkan Gastronomi RI

this formate

Paris, Perancis, bisniswisata.co.id:  BUMBU, majalah digital pertama dalam bahasa Perancis tentang budaya kuliner dan gastronomi Indonesia diterbitkan dan didistribusikan online di Perancis per 1 Juli 2020 secara gratis, kata Eka Moncarre, Kepala Visit Indonesia Tourism Office ( VITO) Perancis, hari ini.

Bumbu dalam bahasa Indonesia berarti rempah-rempah. Rempah-rempah adalah bagian dari warisan budaya dan tradisi Indonesia, yang berakar pada sejarah Indonesia, dan memperkenalkan Indonesia sebagai jalur rempah. 

Bumbu merupakan majalah kuliner digital independen dengan konsep mengangkat berbagai cerita kuliner dari masyarakat. Cerita-cerita ini dapat menjadi kepingan mozaik yang menggambarkan betapa hidupnya budaya kuliner di Indonesia. 

Majalah BUMBU lahir dengan tujuan mempromosikan tradisi dan budaya kuliner Indonesia, tetapi juga untuk menunjukkan evolusi masakan dunia di Indonesia.

VITO Perancis bekerja sama dengan tim BUMBU di Indonesia menerbitkan majalah kuliner digital “BUMBU” dalam bahasa Perancis. Majalah ini didistribusikan dan ditujukan untuk orang-orang Perancis yang ingin mengenal kuliner dan gastronomi Indonesia. 

“Cerita-cerita yang diangkat oleh BUMBU dapat menjadi kilasan wajah masyarakat dan kuliner di Indonesia,” ujar Eka Moncarre, selaku penanggung jawab majalah BUMBU di Perancis. 

Dengan memasukkan cerita yang personal dalam tulisan-tulisan kuliner di Bumbu, dinamika kuliner dapat dinarasikan sebagai hal yang tidak berdiri sendiri namun berelasi erat dengan masyarakatnya.

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang sangat kaya dengan keragaman budayanya (17.000 pulau, lebih dari 750 kelompok etnis, lebih dari 1.100 bahasa yang berbeda dan 260 juta penduduk).

Oleh karena itu, VITO Perancis ingin memperkenalkan majalah BUMBU untuk mempromosikan secara langsung tradisi kuliner dan kekayaan budaya Indonesia. Besar harapannya, BUMBU menjadi jalan masuk bagi budaya kuliner di Indonesia untuk dikenal oleh masyarakat Perancis, sebagai negara gastronomi 

Eka rajin memperkenalkan masakan Indonesia dengan mengikuti pameran kuliner Village International de la Gastronomie (VIG) di negara itu. Tahun 2017 untuk pertama kalinya RI mengikuti  Fête de la Gastronomie, salah satu proyek dari Kementerian Ekonomi dan Keuangan Perancis.

Acara ini berlangsung di tengah Kota Paris, di pinggir sungai Seine tepatnya Port du Gros Caillou, Perancis. Eka menilai makanan menjadi jalur pembuka mengenalkan Indonesia pada orang Perancis yang belum kenal akan Indonesia.

Orang Perancis tahu dengan kuliner, mereka tahu banget dengan gastronomi. Jadi kalau kita mempromosikan Indonesia lewat kuliner dan gastronomi itu masuk sudah tepat, tambah Eka

Eka juga kerap mengadakan demo masak atau festival kuliner Indonesia di Perancis dan mendapatkan tanggapan positif dari para ahli dan masyarakat setempat.  “Banyak orang Perancis yang takjub saat mencoba kuliner Indonesia dan mereka suka makanan Indonesia, karena kuliner Indonesia. Kehadiran majalah BUMBU akan mengikat cinta mereka  pada kuliner kita “jelas Eka.

“Untukku Kembali” Sevenchords

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Bekerja di rumah, ibadah di rumah, belajar di rumah, tidak harus membuat kita mati gaya, mati kreativitas. Kreativitas, selayaknya tetap bertumbuh, berkembang dalam keterbatasan ruang gerak fisik. Semangat berkarya itu dibuktikan grup musik Indonesia asal Bandung, Sevenchords.

Jumat 26 Juni 2020 Sevenchords, merilis lagu terbaru bertajuk “Untukku Kembali” secara digital melalui sejumlah layanan musik streaming.  Ini merupakan single pertama mereka setelah hibernasi selama dua tahun sejak EP (mini album) bertajuk Sevenchords (self-title) dilepas.

“Untuku Kembali”, berdurasi tiga menit 42 detik ini diciptakan pemain bas Sevenchords, Arby Rahmat. Cinta memang masih menjadi unsur utamanya, senada seperti kebanyakan lagu Sevenchords sebelumnya.

Namun lebih dari itu, Arby mencoba menyisipkan pesan moral bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang senantiasa membuka pintu maaf bagi orang lain.

“Semoga lagu ini dapat menjadi penyejuk hati para pendengar setia kami yang telah menanti karya terbaru Sevenchords setelah kurang lebih empat tahun,” kata Arby.

Penabuh drum Sevenchords, Amazia Yedija Pangasa Sabu atau Asa, memberikan nuansa yang berbeda dalam lagu ini.

Asa mengatakan lagu “Untukku Kembali” memang sengaja dibuat sederhana dengan hanya menggunakan suara kick, tepuk tangan, dan cymbal.

“Kenapa? Sebenarnya untuk mengikuti konsep lagu, membayangkan lagu ini dinyanyikan di depan api unggun sambil sing a long malam-malam. Jadi alat-alat yang dipakai pun minimalis saja,” ucap Asa.

Lebih lanjut, Asa menyampaikan alasan memasukkan nada-nada buatan lain seperti suara flute atau pun bunyi-bunyian lain yang dibuat secara elektrik. Nada pendukung tersebut digunakan lantaran cocok dengan karakter lagu itu.

“Awalnya mau ada string dan lain-lain. Tapi takut terlalu ramai, jadinya sederhana aja. Benar-benar sederhana. Nada-nada pendukung itu hanya untuk pemanis, supaya instrument yang ada lebih variatif,” ucapnya menambahkan.

Banyak tantangan yang dihadapi para personel Sevenchords dalam pembuatan lagu ini. Vokalis Sevenchords, Sekar Kinanti Tistia atau yang biasa dipanggil Tiesa, bahkan sempat pesimistis band ini tidak akan berlanjut. Kesibukan satu sama lain yang menjadi faktor utama untuk bisa membagi waktu dengan baik. Tiesa pun menerangkan idealisme satu sama lain dalam bermusik juga menjadi persoalan tersendiri bagi grup tersebut.

“Kedewasaan tentang cara kami membagi waktu, brainstorming, mau mencari benang merah dari opini masing-masing yang membuat kita lanjut dan dibuka lewat lagu ini,” ujar Tiesa.

“Tapi kami yakin kalau kami selalu melangkah, kami akan menghasilkan karya yang jadi satu rangkaian cerita buat kami. Dan mudah-mudahan cerita kami mewakili cerita yang mendengarkan lagu ini (Untukku Kembali),” imbuhnya

Kini, wajah baru personel Sevenchords terdiri dari Arby, Asa, Tiesa, dan gitaris Aldi Rubini. Sebelumnya Dwiky Hardika, juga menjadi salah satu personel Sevenchords, dan saat ini memutuskan untuk fokus diluar musik.

 “Somehow, keberadaan Dwiky itu seperti memberikan harapan dan energi baru buat Sevenchords dan buat saya khususnya. Vakumnya Kevina (Meilisa, pemain saksofon) juga berpengaruh, khususnya buat ngasih balance di teamwork Sevenchords serta opini tentang persaingan industri musik saat ini.” tutur Aldi.

Akan tetapi, segala sesuatu harus tetap berlanjut. Coba dengar lagu “Untukku Kembali” lagunya lebih dewasa, membuat Sevenchords seolah naik ke stage baru. Selamat menikmati ☺

Adaptasi Baru di Era COVID-19: Bandara, Stasiun Kereta Terapkan Teknologi Minim Kontak

this formate

Eurostar akan terapkan teknologi minim kontak (foto: TripSavvy)

LONDON, bisniswisata.co.id: Virus Covid-19 masih menjadi ancaman. Meski demikian di sejumlah negara yang kasus positif covid-19-nya melandai, aturan pembatasan mulai dilonggarkan. Bandara dan stasiun kereta di Eropa, misalnya, telah diizinkan kembali beroperasi. Bedanya, kini mereka berencana untuk mengadopsi pola hidup baru, yakni: mengurangi sebisanya kontak agar aman dari penularan.

Eurostar, operator kereta api super cepat di Eropa, mengatakan pihaknya akan menerapkan teknologi pengenalan wajah. Teknologi ini akan menjadi pengganti sistem check-in yang lama. Sebelumnya, calon penumpang wajib menunjukkan paspor secara fisik. Kelak, itu tidak berlaku lagi.

Dengan teknologi ini, penumpang hanya akan di-scan wajahnya sebelum naik kereta. Sistem ini rencananya akan diluncurkan tahun depan untuk rute Inggris dan Perancis dulu. Secara bertahap akan diterapkan pada rute-rute lainnya di seluruh Eropa.

Cara kerjanya: Eurostar akan memindai wajah setiap penumpang begitu mereka tiba di stasiun. Tapi sebelumnya calon penumpang diminta mengunggah fotonya lewat smartphone. Saat tiba di stasiun Eurostar hanya tinggal mencocokkannya. Untuk pekerjaan ini, Eurostar memanfaatkan teknologi dari  iProov, perusahaan yang bergerak di bisnis otentikasi biometrik.

Meski sifatnya sukarela, kebanyakan penumpang kemungkinan besar akan memilih memanfaatkan teknologi ini demi menghindari interaksi saat pengecekan tiket dan paspor. Pihak penyedia teknologi yakin cara ini aman dilakukan. Sistemnya mampu mengotentikasi mana data yang palsu dan asli. 

Sebenarnya sejumlah bandara sudah mulai menerapkan teknologi minim kontak sebelum pandemi COVID-19 merebak. Para vendor menciptakan teknologi tersebut untuk meningkatkatn kecepatan dan efisiensi. 

Kini, saat virus corona melanda dunia, teknologi ini menjadi sangat relevan. Banyak bandara di dunia mulai memanfaatkannya untuk merespons kekhawatiran calon penumpang terhadap virus yang penularannya bergerak secara eksponesial. Permintaan untuk alat-alat ini melonjak terutama sejak wabah ini mulai melandai dan orang kembali mulai bepergian.

Dengan keterbatasan dana karena pemasukan turun drastsi akibat pandemi, bandara harus memilih teknologi yang paling tepat guna. Bandara Abu Dhabi misalnya, mulai menerapkan teknologi minim sentuh di 53 elevator yang tersedia di sana. Tujuannya agar para penumpang sebisanya tidak berinteraksi langsung dengan tombol-tombol yang ada di sana. Meta Touch, startup yang berbasis di Universitas Sains dan Inovasi Universitas UAE, menciptakan teknologi ini.

Di bandara internasional Seattle-Tacoma lain lagi. Di sana semua restoran telah mengadopsi Grab, layanan pemesanan digital, untuk mengurangi tatap muka. Pada April lalu, Grab memulai debutnya dengan memperkenalkan ‘kios virtual’ yang memungkinkan pelanggan hanya meng-scan kode QR atau mengetuk chip NFC di smartphone untuk memesan makanan tanpa perlu mengunduh aplikasi Grab

Kini, setiap bandara wajib menerapkan teknologi yang mendukung penerapan new normal yang diamanatkan pihak otoritas. Pemerintah Kanada akan mewajibkan pemeriksaan suhu bagi para crew maskapai dan calon penumpang. Aturan ini akan diberlakukan pada akhir Juni bagi penumpang luar negeri, dan akhir Juli untuk pelancong domestik.

Salah satu perusahaan yang diuntungkan adalah Cantronics. Perushaaan ini telah mendapat persetujuan pemerintah Kanada untuk memproduksi alat pengecekan suhu. Masalahnya, prosedur pengecekan suhu secara manual berpotensi memapar para pekerja yang bertugas. Untuk itu beberapa bandara menerapkan pendekatan bertahap.

Pertama, mereka menggunakan alat detektor yang diarahkan ke kerumunan. Alat ini akan mengidentifikasi penumpang yang memiliki suhu tubuh lebih panas dari rata-rata penumpang lain. Kemudian otorias  bandara akan memisahkan mereka untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.

Teknologi pemindaian suhu belum betul-betul sempurna. Bandara Heathrow di London sudah menerapkan sistem yang ditempatkan di aula imigrasi Terminal 2, sejak bulan lalu. Mereka masih menunggu seberapa akurat mesin ini bekerja.

Cara lain untuk mengurangi interaksi tatap muka adalah dengan mengganti pekerja manusia dengan robot, setidaknya untuk melakukan screening awal. Bandara Internasional Incheon di Korea Selatan berencana uji coba ‘mempekerjakan’ robot untuk mengidentifikasi siapa saja yang mengenakan masker dan yang tidak.

Sang robot akan melaporkan ke pihak berwenang bagi siapa yang melanggar. Cara ini diharapkan efektif untuk mengurangi tingkat pemaparan virus yang hingga kini belum ditemukan vaksi penawarnya.

 

Eurostar akan terapkan teknologi minim kontak (foto: TripSavvy)

 

Pemerintah Resmi Sahkan Protokol Kesehatan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

this formate

Petugas pagelaran kesenian di obyek wisata di Bali gunakan APD( Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) secara resmi telah mengesahkan protokol kesehatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) yang disusun bersama para pemangku kepentingan dan kementerian terkait.

Protokol kesehatan sektor parekraf disahkan melalui KMK Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, R. Kurleni Ukar mengatakan, protokol kesehatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif disusun berlandaskan atas tiga isu utama.”Yakni kebersihan, kesehatan, dan keamanan,” kata Kurleni Ukar, hari ini.

KMK tersebut diantaranya mengatur protokol untuk hotel/penginapan/homestay/ asrama dan sejenisnya, rumah makan/restoran dan sejenisnya, lokasi daya tarik wisata, moda transportasi, jasa ekonomi kreatif, jasa penyelenggara event/pertemuan, serta tempat dan fasilitas umum lainnya yang terkait erat dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selanjutnya, protokol dapat digunakan sebagai acuan bagi seluruh pihak, yakni kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan masyarakat. Termasuk asosiasi, pengelola, pemilik, pekerja, dan pengunjung pada tempat dan fasilitas umum.

Kehadiran protokol kesehatan ini diharapkan dapat mendukung rencana pembukaan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif secara bertahap sehingga dapat menggerakkan kembali usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, sektor yang paling terdampak dari pandemi COVID-19.

Namun demikian, keputusan terkait pembukaan kembali usaha pariwisata tentu harus disesuaikan dengan tingkat risiko wilayah penyebaran COVID-19 dan kemampuan daerah dalam mengendalikan COVID-19.

“Pemerintah daerah dan para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif diharapkan dapat mempersiapkan dan melaksanakan protokol kesehatan sesuai dengan keputusan yang ditandatangani oleh Menteri Kesehatan,” kata Kurleni Ukar.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengapresiasi disahkannya protokol kesehatan kesehatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang tercantum dalam KMK tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Pengesahan dilakukan melalui satu pintu oleh Menteri Kesehatan agar protokol terharmonisasi dengan kementerian/lembaga lain.“Protokol kesehatan secara resmi dirilis oleh Kementerian Kesehatan sehingga menjadi acuan bersama dan tidak ada kementerian/lembaga yang mengeluarkannya secara mandiri melainkan terkoordinasi,” kata Wishnutama.

Kemenparekraf juga telah menyiapkan panduan teknis baik dalam bentuk video ataupun handbook yang mengacu kepada standar global. Handbook ini merupakan turunan yang lebih detail dari protokol yang baru saja ditandatangani Kemenkes sehingga akan mudah bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk melaksanakan kegiatannya.

“Hal ini sangat penting karena pariwisata adalah bisnis yang sangat bergantung pada kepercayaan wisatawan domestik maupun internasional. Gaining trust atau confidence adalah kunci dalam percepatan pemulihan, jadi harus sangat diperhatikan dan diimplementasikan,” kata dia.

Ia menekankan pesan Presiden Joko Widodo agar protokol ini dilaksanakan dengan baik dan tidak tergesa-gesa. “Sehingga nanti pada saatnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dibuka bisa produktif dan tetap aman dari COVID-19. Itu hal yang mendasar dalam arahan presiden,” kata Menparekraf.