Dhea Siregar, Rapper Asal Medan Yang Sukses Berkat Media Sosial

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Dhea Siregar adalah seorang gadis asal Medan yang berhasil meraih kesuksesan sebagai rapper muda. Awal Juli akan  merilis video klip terbarunya yang bertajuk “Bukan Salahku”.

Banyak disukai karena karya-karyanya yang inspiratif, Dhea mulai mendapatkan popularitas berkat media sosial. Berani merantau ke ibukota di usia delapan belas tahun, kemampuannya mengekspresikan diri ke dalam lirik lagu, mengeksplor diri dan gemar mengikuti perkembangan tren, membuat gadis yang akrab disapa Dhea ini mudah beradaptasi dan mampu belajar dengan memanfaatkan pergaulan di sekitarnya.

Sebelum aktif menjadi rapper, Dhea memang memiliki ketertarikan di industri kreatif sejak lama dan aktif mengikuti berbagai macam komunitas dance serta rajin menghadiri acara musik sejak dirinya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

Mendapatkan inspirasi saat seniornya tampil di atas panggung, Dhea mulai termotivasi untuk mengeksplorasi potensinya, baik dalam bermusik maupun menari. “Saat aku lihat seniorku, Bang Leste tampil, aku merasa itu keren dan aku juga mau jadi seperti itu,” ungkapnya.

Dia sharing pengalaman pada  Bang Leste dan teman-teman  yang lain dan banyak belajar dan mendapatkan energi positif dari mereka. Selagi mengasah kemampuannya, Dhea yang berani tampil ini mulai menyalurkan hobi dan kemampuannya melalui media sosial yaitu Likee, platform pembuatan video pendek.

Temannya lalu mengajak Dhea untuk membuat akun di aplikasi tersebut. Dhea tidak menyangka bahwa keisengannya saat itu bisa menunjang karirnya, membuatnya menjadi influencer yang banyak mengubah hidupnya.

“Aku emang punya ketertarikan yang besar sama berbagai macam jenis kesenian dan membuat karyaku sendiri, seperti bercerita melalui lirik rap dan dance untuk bersenang-senang dan menyalurkan hobi,” ujarnya.

Biasa  membagikan penampilan di media sosial, apalagi setelah pakai Likee. Dia yang sebelumnya memang biasa buat dan mikirin konsep lagu dan dance, jadi semakin terbiasa untuk bikin kreasi video, jelasnya.

Dhea mulai aktif sebagai rapper dan merilis lagu pertamanya berjudul “Sorry” pada bulan Mei 2019. Tidak hanya merintis karir bermusiknya, Dhea juga mulai menjalankan hobinya yaitu secara rutin membuat dan mengunggah video di Likee.

Dia tidak memiliki fokus lain kecuali bagaimana fokus untuk selalu menghasilkan video berkualitas dengan membuat agenda harian. Dengan konsistensi yang selalu dijaga, Dhea sering mendapatkan posisi Top Global di Likee, menunjukkan peringkat akun Dhea di tingkat internasional. 

Hal tersebut memengaruhi peningkatan followersnya sehingga dia mendapatkan penghasilan, dan banyak brand yang menawarkan kerja sama dengan Dhea. 

“Aku punya target untuk post konten setiap hari. Dengan target itu, akhirnya aku coba segala jenis konten yang bisa aku buat. Mulai dari video slow motion, dance, transisi, terus kepikiran drama, pokoknya macem-macem. Aku nikmatin banget prosesnya dan ternyata nggak nyangka konten-konten aku mendapatkan respon positif dari orang-orang,” ungkapnya.

Dengan penawaran kerja yang semakin banyak dan mempertimbangkan kesempatan yang lebih besar, Dhea memutuskan untuk merantau ke Jakarta seorang diri. “Bulan Desember kemarin, akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke Jakarta karena banyak teman-teman yang memiliki impian yang sama, dan kami akhirnya saat ini berjuang bersama di Jakarta,” tambahnya.

Saat ini, Dhea sudah bisa memenuhi kebutuhan pribadinya dengan uang yang ia hasilkan sendiri. Memiliki gaya yang boyish, Dhea selalu berkeinginan untuk memiliki motor gede atau moge. 

Profesi sang ayah sebagai kontraktor dengan penghasilan yang cukup fluktuatif, terkadang membuat keluarga Dhea rela untuk berulang kali menjual motornya di saat mendesak. Setelah sukses, Dhea sudah bisa memiliki moge yang selalu ia idamkan.

 

Platform Digital dan Konten Kreatif Diharapkan Tarik Kepercayaan Wisatawan.

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/ Baparekraf) berharap pemanfaatan platform digital dan konten kreatif bisa menjadi sarana edukasi yang efektif untuk menarik kepercayaan wisatawan agar kembali berwisata di Indonesia.

Deputi Bidang Pemasaran Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nia Niscaya, saat Webinar Workshop Konten Kreatif Travel Vlogger bersama travel vlogger Ariev Rahman dan Sutiknyo, Jumat (26/6/2020) menjelaskan di tengah pandemi COVID-19 saat ini, Indonesia sedang mengalami lack of trust destination dari wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara.

Gaining trust dan confidence adalah kunci dalam percepatan pemulihan sektor pariwisata namun hal ini tidak mudah, butuh upaya yang luar biasa dan kerja sama dari kita semua,” kata Nia Niscaya.

Berdasarkan data dari social listening tools Sprinklr Analytic, selama periode 9-16 Juni 2020, ada peningkatan signifikan persepsi negara lain terhadap Indonesia terkait pandemi COVID-19 dari bulan-bulan sebelumnya yang minus dibawah angka nol, minggu ini mulai positif , variatif dan ada yang di atas 50 persen.

“Melalui webinar ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk membuat konten kreatif vlogging, khususnya dalam mempromosikan keindahan dan keunikan pariwisata tanah air. Wisatawan nusantara diharapkan dapat menjadi pionir yang mempopulerkan normal baru pariwisata Indonesia berdasarkan protokol Cleanliness, Health, and Safety CHS yang tengah kami persiapkan,” ujarnya.

Walau memprioritaskan wisatawan nusantara terlebih dahulu dalam waktu dekat, Untuk komunikasi ke negara pasar, Kemenparekraf juga telah melakukan kampanye #DreamNow #TravelTomorrow. Hal itu lantaran penduduk dunia sangat sensitif saat ini, maka promosi luar negeri juga akan lebih menyuarakan tentang #DreamNow sambil terus menginspirasi untuk #TravelTomorrow.

Dalam customer Journey, dreaming adalah salah satu awal untuk mempersiapkan saat kondisi sudah memungkinkan  melakukan perjalanan. Jadi ini upaya menginspirasi konsumen untuk tetap memilih Indonesia yang perlu terus dilakukan melalui promosi digital.

Ketika kondisi COVID-19 mulai mereda dan kondusif, masyarakat diharapkan tetap saling mengingatkan untuk menegakkan protokol kesehatan. Belajar dari negara lain yang berhasil menangani  dengan baik,  maka yang bangkit terlebih dahulu adalah wisatawan domestiknya.

Begitu pula dengan Indonesia, jika kondisi sudah kondusif, wisatawan domestik akan menjadi harapan, sehingga Kemenparekraf membuat kampanye aktivasi #DiIndonesiaAja yang mengajak wisatawan domestik untuk berwisata di dalam negeri dengan tetap menegakkan protokol CHS. Untuk membangun kepercayaan terhadap destinasi Indonesia, penerapan protokol CHS tengah dipersiapkan.

Protokol didukung dengan acuan penerapan protokol kesehatan yang telah dikeluarkan Kementerian Kesehatan dan diturunkan kedalam panduan protokol kesehatan sektor Parekraf, yang antara lain dalam bentuk digital handbook dan pembuatan konten kreatif bekerja sama dengan hotel, rumah makan dan sektor Ekraf lainnya yang akan segera diluncurkan.

“Kami juga menggunakan media sosial secara intensif untuk membagikan konten-konten edukasi seperti video animasi untuk mengingatkan kebiasaan baru yang harus dipraktikkan di era normal baru seperti pemakaian masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dengan orang lain. Keindahan wisata alam Indonesia juga kami kemas sebagai konten kreatif yang mengundang inspirasi wisatawan, harapannya dapat mengundang minat wisatawan untuk kembali menjelajahi keindahan alam dan kekayaan budaya nusantara,” ujar Nia.

Pada kesempatan yang sama, hadir juga Sutiknyo, seorang travel vlogger yang banyak menciptakan konten video travelling melalui situs blog lostpacker.com. Ia berbagi pengalaman dan tipsnya kepada audiens mengenai produksi vlog ketika travelling.

Deputy Bidang Pemasaran Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya. ( Foto: Kemenparekraf)

Sutiknyo menjelaskan bahwa suatu kreasi travel vlogging dapat dimulai dengan tiga hal utama yaitu banyak membaca, banyak mendengar, dan banyak melihat. Selain itu, untuk mendapatkan inspirasi dan mengasah pengalaman, Sutiknyo juga mendukung para kreator untuk bergabung dengan circle kreator konten kreatif dan mengikuti kompetisi untuk mengukur kemampuan diri.

Menghadapi situasi pandemi ini, Sutiknyo juga mendukung msyarakat untuk senantiasa menaati protokol kesehatan ketika hendak melakukan perjalanan dan membuat konten kreasi. “Protokol kesehatan dapat menjadi tantangan bagi semua, namun kita harus melihat bagaimana sebaiknya kita dapat membantu mempromosikan protokol kesehatan dalam konten kreasi vlog kita.

Menurut dia saat Ini adalah waktu yang tepat bagi warga Indonesia untuk mengenali negara kita seperti apa, pastinya dengan tetap menaati protokol kesehatan yang ada.

Konten kreator Ariev Rahman, yang konsisten menyebarkan konten edukasi travelling melalui channel youtube maupun situs blog Backpackstory.me, menekankan pentingnya melakukan persiapan perjalanan, berkolaborasi dengan talenta lokal sebagai guide, maupun proses pengambilan dan editing gambar sebagai kunci keberhasilan membuat konten.

“Kolaborasi dengan warga lokal bisa menambah kekuatan konten untuk mempopulerkan suatu destinasi pariwisata. Dengan demikian kita bisa menyajikan narasi yang lebih berbobot dan bernilai lebih di dalam materi video kita,” ujar Ariev.

Saat ini Ariev sedang menjalankan proyek bernama “Datang Senang Pulang Kenyang”, sebagai upaya untuk menghasilkan sebuah ensiklopedia untuk melestarikan kuliner nusantara dan juga mendukung upaya promosi pariwisata Indonesia.

Ariev menilai Indonesia memiliki potensi keberagaman kuliner tertinggi di dunia, karena telah dipengaruhi juga oleh ragam budaya lain mulai dari budaya China, Arab, India, Belanda, dan lainnya.

Selain itu, ia juga melihat mulai banyak ragam kuliner yang mulai punah karena tidak lagi diminati oleh para generasi penerus. Melalui situsnya, ia berharap untuk bisa mempopulerkan kembali kekayaan kuliner Indonesia yang tersembunyi dan mulai dilupakan tersebut. “Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan mempertahankan keberlanjutan kuliner Indonesia,” ujar Ariev.

Merespon hal itu, Nia Niscaya mengapresiasi kreativitas para vlogger dalam melestarikan pariwisata dan budaya Indonesia dengan cara yang unik, dan kembali mengingatkan para vlogger maupun audiens yang bercita-cita menjadi vlogger untuk selalu menerapkan tiga mantra protokol kesehatan.

Maksudnya yakni memakai masker, sering mencuci tangan, dan menjaga jarak. Saat sedang membuat vlog, Nia mendorong vlogger untuk membuat konten kreatif yang se-native mungkin untuk memperlihatkan keindahan Indonesia.

 

Tambahan “Guide” Plus-plus dan Perbanyak Uji Coba

this formate

MAGELANG, bisniswisata.co.id: Menyiapkan fasilitas sesuai protokol kesehatan dan simulasi layanan tidak cukup. Uji coba lapangan dan nampaknya perlu tambahan “guide” dengan kompetensi “plus- plus”.

Selain memiliki kemampuan dasar guiding, dia harus memiliki kemampuan sebagai pelaku praktis dan pengawas pelaksanaan protocol COVID-19. Tak cukup menyiapkan SDM berkompetensi, destinasi, pengelola objek wisata juga harus siap manajemen krisisnya.

” Sektor pendukung kesehatan sudah tersedia dengan layak, siap tidak. Guide tidak hanya mendampingi wisatawannya saja, juga mengawasi pelaksanaan jaga jarak, pakai masker, cuci tangan. Ya guide, ya satpam ya cleaning service, siap? ” Gubernur Jateng Ganjar Pranowo balik  bertanya  dalam webinar yang diselenggarakan PATA Indonesia Chapter bertajuk Tourism Forum Road to PATA Indonesia Adventure Travel Mart (PIATM) 2020-2021.

Webinar diikuti antara lain Bupati Magelang, Zaenal Arifin, Bappeda Jepara mewakili Bupati Jepara, Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Otorita Borobudur,  Agus Rochiyardi, Ketua BPPD Jawa Tengah,  Sugeng Sugiantoro dan Claudia Ingkiriwang komisaris platform Pigijo.com, selain pejabat dari Kementerian Parekraft dan Kementerian Bidang Kemaritiman dan Investasi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi.

Kehati- hatian perlu disikapi dengan baik dan benar sebelum membuka destinasi wisata dalam situasi pandemi. Pasalnya kepariwisataan itu, intinya kepercayaan dan kemanusiaan, kekeliruan berdampak fatal. “Oleh karenanya, saya tidak mau grasa- grusu,” papar Ganjar.

Berbicara wisata petualangan, Jawa Tengah gudang dengan beargam alternatif, menurut Ganjar. Kuncinya, kesiapan SDM khususnya guide. Pergeseran pasar membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat selaku guide, pendamping wisatawan sekaligus mengawasi kepatuhan penikmat wisata di wilayah Jateng. Dan perlu lebih banyak uji coba, tegasnya lebih lanjut.

Ujicoba Borobudur

Terkait kesiapan Jawa Tengah membuka objek wisata dalam masa pandemic COVID-19, manajemen pengelola Taman Wisata Candi melaksanakan  uji coba pembukaan operasional kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, selama dua minggu mulai  Kamis (25/6/2020).

Pembukaan ini dilakukan setelah melalui tiga tahap simulasi protokol kesehatan bebas COVID-19 yang telah dilaksanakan pada tanggal 10, 16 dan 18 Juni 2020 sehingga mendapat ijin untuk melaksanakan uji coba dimaksud dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Provinsi Jawa Tengah, ungkap Agus Rochiyardi, Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Otorita Borobudur.

Sebagai destinasi super prioritas pengelola telah menerapkan standar protokol kesehatan dan menyatakan kesanggupan untuk memenuhi tujuh prinsip protokol kesehatan yang telah ditentukan sebagai syarat dalam pemberian ijin uji coba, papar  Zaenal Arifin, Bupati Magelang.

Di Taman Wisata Candi (TWC)  lakukan pembatasan pengunjung hanya 10 sampai 15 persen atau maksimal 1500 orang per hari yang pelaksanaannya dimonitoring tim dari Pemerintah Derah. Untuk mengurai antrian pengunjung di loket, pembelian tiket secara langsung dibatasi sebesar 70 persen dan sisanya 30 persen dapat dilakukan melalui reservasi online.  Jam operasional TWC Borobudur selama masa uji coba dimulai dari pukul 08.00 sampai 16.00 WIB.

Dalam penerapan visitor management, PT TWC bekerjasama dengan Balai Konservasi Borobudur untuk pengaturan kunjungan di Zona 1 Candi Borobudur.

Dengan dilakukan uji coba pembukaan operasional ini, PT TWC berharap dapat memberikan dampak pada lingkungan serta menjadi barometer untuk bangkitnya industri pariwisata Indonesia di tengah pandemi COVID-19. 

Menikmati Ngopi Dalam Bus Sambil Keliling Kota Solo

this formate

Ngopi sambil keliling Kota Solo (foto: detik)

SOLO, bisniswisata.co.id: Banyak cara untuk memikat wisatawan agar mau datang ke satu tempat. Selain keindahan alam dan pertunjukan budaya, ide kreatif pun bisa menjadi alternatif. Seperti yang dilakukan sebuah perusahaan transportasi pariwisata Mata Trans di Kota Solo. Mereka meluncurkan wisata baru “Transbuck Bus Cafe” pada 16 Juni lalu. Konsepnya, sesuai namanya, menyulap bus menjadi kafe berjalan. 

Interior bus didesain sedemikian rupa sehingga mampu menampung 28 orang. Ada tujuh meja tersedia di dalam bus sehingga jarak sosial tetap terjaga dan penumpang tetap merasa nyaman. Di era pandemi Covid-19 ini, protokol kesehatan wajib dilakukan.   

Pengelola kafe dalam bus juga menerapkan protokol kesehatan sesuai Standar Operasional Prosedur (Sop) yang berlaku, termasuk pengukuran suhu tubuh dan pemakaian hand sanitizer bagi wisatawan sebelum masuk bus. Armada bus juga rutin disemprot cairan disinfektan. Para barista serta juru masak pun memakai masker, face shield, dan sarung tangan.

Para pecinta kopi bisa naik bus ini untuk ngopi sekaligus menikmati keindahan Kota Solo. Perusahaan mematok ongkos Rp 50.000 per orang. Dengan harga itu, Anda akan mendapatkan minuman dan makanan ringan sekaligus jalan-jalan keliling Kota Solo selama sekitar 60 menit. 

Rute keliling wisata Solo dimulai dari Garasi Mata Trans Solo Jalan Adi Sucipto 89 Solo menuju Fly Over Manahan-Jalan Slamet Riyadi-Keraton Surakarta-Pasar Kliwer-Baron-Gendengan- Fly Over Manahan kembali ke garasi Mata Trans.

Sementara itu, jadwal keberangkatan wisata kafe dalam bus ini dibagi menjadi 4. Di antaranya pukul 16.45 WIB, 18.30 WIB, 19.45, dan 21.00 WIB.

 

 

Menara Eiffel Buka Kembali Setelah Penutupan 104 Hari  

this formate

PARIS, bisniswisata.co.id:  Menara Eiffel, satu dari obyek wisata yang paling disukai wisatawan Indonesia maupun mancanegara sudah buka kembali setelah penutupan terlama pada masa damai selama 104 hari sejak Perang Dunia II.

Jumlah turis Indonesia adalah yang terbanyak mendatangi Menara Eiffel itu dari kawasan Asia Tenggara ( data 2017). Tidak heran Foto selfie mereka di menara setinggi 300-an meter itu banyak terpasang pada akun media sosial.

Saat dibuka kembali, Kamis, landmark kota Paris ini pengunjung leluasa mengambil foto selfie dari lantai pertama dan kedua Menara Eiffel. Pembukaan kembali ini menandai tonggak penting lain dalam pemulihan Prancis dari lockdown akibat virus corona. Turis yang mengalir kembali ke Paris senang menemukan landmark terbuka ketika beberapa obyek lain di ibukota Prancis tetap ditutup. 

Museum istana Louvre, misalnya, satu dari obyek wisata favorit wisatawan Indonesia saat di Paris baru akan  dibuka kembali pada 6 Juli 2020. Itupun dengan membatasi kunjungan maksimal 4.500 orang per hari. Jumlahnya jauh dari rata-rata 20.000 orang per hari di musim panas yang sibuk sebelum ada pandemi global COVID-19.

Mengutip Concord Monitor, lift yang biasanya membawa pengunjung naik Menara Eiffel besi setinggi 1.063 kaki tetap tertutup, jadi untuk saat ini orang harus mengambil tangga.

Dari tiga dek menara, hanya dua dek pertama yang dibuka kembali.  Mereka yang menaiki tangga 674 pada Kamis dihadiahi dengan pemandangan yang jauh dan angin sepoi-sepoi dalam cuaca musim panas yang terik.  Masker wajib untuk semua pengunjung yang berusia 11 tahun ke atas.

“Ini sangat istimewa karena hanya orang-orang Paris yang banyak datang. Kami telah melihat banyak orang Paris menikmati kota mereka, menikmati taman mereka tanpa semua turis, “kata Annelies Bouwhuis, seorang pengunjung berusia 43 tahun dari Belanda.

Wisatawan lokal lainnya, Sabine Peaufils yang berusia 57 tahun merasa senang bisa berwisata ke Eiffel. “Saya memesan slot pertama 25 Juni 2020 karena setelah itu cuaca  akan sangat panas,” kata Sabine Peaufils, 

Menara kehilangan penghasilan US$30 juta dari lockdown  yang dimulai pada bulan Maret, ungkap Direktur Pengelola Eiffel, Patrick Branco Ruivo. Prancis dan negara-negara Eropa lainnya yang mengandalkan sektor pariwisata mulai membujuk kembali pengunjung, dengan hasil beragam.

Soalnya penerbangan internasional belum sepenuhnya dibuka karena pandemik virus corona, maka pengelola Menara Eiffel memproyeksi turis yang akan datang memang masih dari dalam negeri. 

Patrick Branco Ruivo, Direktur Pengelola Menara Eiffel, mengatakan pihaknya menyarankan kepada para turis tidak lengah, selalu disiplin untuk  tetap menjaga jarak fisik atau social distancing.

Sejarah bangunan

Mengutip Brittanica, diungkapkan bahwa sejarah pembangunan menara dimulai pada 12 Juni 1886, Gustave Eiffel memenangkan sayembara untuk membangun monumen tersebut. Pemerintah kota Paris menganggap rencana pembangunan  Eiffel punya karakter tersendiri dan benar-benar menunjukkan keunggulan dari material baja.

Wisatawan Indonesia berpose dengan latar belakang ikon Menara Eiffel sebelum pandemi global terjadi. ( Foto: HAS)

Bangunan tersebut dinilai akan jadi simbol modernisme Perancis dan bukti bahwa negara tersebut konsisten bereksplorasi dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan. 

Mereka yakin menara tersebut akan sangat menarik perhatian dan memotivasi orang untuk datang ke Paris, terutama saat pekan raya berlangsung. Dan yang tak kalah penting, pemerintah Perancis yakin menara itu akan membuat negara mereka terlihat lebih unggul dibanding AS atau Inggris. 

Saat itu ketika wawancara dengan salah satu media Inggris, Gustave Eiffel berkata pembangunan menara di Paris adalah perpaduan meteorologi, aerodinamika, telegrafi, dan strategi militer. 

Meski sama-sama antusias dengan proyek ini, ternyata pemerintah Paris tidak serta merta bergerak cepat untuk membangun menara. Pemerintah awalnya menyatakan seluruh biaya pembangunan menara akan mereka tanggung. 

Tapi ketika Gustave Eiffel mengatakan biaya yang dibutuhkan untuk membangun menara adalah 5 juta franc, pemerintah hanya menyanggupi 1,5 juta franc. Itupun dananya tidak diberikan sesuai waktu yang ditetapkan sehingga proses dimulainya pembangunan menara menjadi molor. 

Eiffel terpaksa mencari dana sendiri untuk menutupi kekurangan dana pembangunan. Salah satu siasatnya adalah merancang menara untuk berdiri dalam kurun waktu 20 tahun sehingga tidak diperlukan material yang lebih banyak atau biaya perawatan yang besar. 

Siasat lainnya adalah menetapkan biaya masuk kawasan dan mendirikan restoran di dalam menara. Tapi rencana-rencana tersebut pun tidak langsung disetujui pemerintah. Saat itu pemerintah bahkan belum menetapkan lokasi menara, apakah di Champ de Mars (akhirnya lokasi ini yang dipilih) atau Seine Valley. 

Perdebatan para politikus soal penting atau tidaknya menara turut menghambat proses pembangunannya. Ada yang menganggap rancangan menara tidak artistik, jelek, tidak akan menarik wisatawan, absurd, dan sangat aneh. 

Perdebatan itu akhirnya berakhir pada 22 November 1886 dengan kesepakatan bahwa menara Eiffel akan dibangun sesuai rancangan awal. Kini obyek tujuan favorit wisatawan Indonesia sudah dibuka kembali.

 

Pengusaha Prancis Akan Tingkatkan  Partnership Dengan Pengusaha RI  

this formate

MARSEILLE, Perancis, bisniswisata.co.id: Upaya promosi potensi perekonomian Indonesia termasuk dibidang pariwisata tetap berlangsung di tengah kondisi pandemi COVID-19.

Kali ini, KJRI Marseille kembali menyelenggarakan seri webinar bidang ekonomi, investasi, dan perdagangan bertajuk “Should you keep doing business with Indonesia?” yang diikuti oleh 47 pengusaha dan pimpinan dari berbagai bidang usaha.

Webinar  mengundang narasumber  Aditia Prasta (Direktur Indonesia Investment Promotion Centre – IIPC London), Dicky Kartiko yono (Chief Representative Bank Indonesia London), dan Eka Moncarré, Kepala Visit Indonesia Tourism Office Country Manager Paris. 

Dalam rilisnya, KJRI yang menyelenggarakan kegiatan, Rabu, juga menghadirkan pimpinan berbagai perusahaan yang memiliki hubungan strategis dengan Indonesia seperti Philippe Massé , Presiden Asosiasi PRODAROM, Olivier Toussenel (General Manager Landaur International Seafood, dan Stéphane Objois, Managing Director Objois Company.

Dalam periode 5 tahun antara 2015 – hingga kwartal pertama 2020 ini, Prancis menduduki peringkat kedua di Eropa dalam jumlah proyek investasi ke Indonesia  yaitu sebanyak 2777 proyek, di bawah Inggris dan menduduki peringkat kelima di Eropa dari segi nilai investasi senilai US$ 711 juta , di bawah Belanda, Inggris, Swiss, dan Jerman. 

Sektor utama investasi Prancis ke Indonesia ada di industri pariwisata seperti hotel dan restoran dan industri logam, mesin, serta produk elektronik. Indonesia tetap membuka peluang invetasi seluasnya dalam 44 proyek infrastruktur melalui skema public private partnership (PPP), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sektor manufaktur produksi mobil listrik, infrastruktur pariwisata, energi terbarukan, dan ekonomi digital.

Khusus sektor pariwisata, pertumbuhan wisatawan mancanegara ke Indonesia tercatat mencapai 12.58% di tahun 2018. Angka ini jauh melampaui rata-rata pertumbuhan di kawasan ASEAN (7.4%) dan global (5.6%). 

Meningkatnya minat turis asing ke Indonesia menjadikan Indonesia sangat menarik sebagai target investasi pariwisata. Menurut Eka Moncarré, beberapa potensi pengembangan investasi sektor pariwisata di Indonesia diantaranya mencakup responsible tourism, sustainable tourism, community tourism, ecotourism, dan participative tourism.

Seluruh sektor tersebut berpeluang menempatkan Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang mengedepankan experience-based tourism, kemanusiaan, dan peka terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Webinar menarik kesimpulan bahwa meskipun di tengah pandemi COVID-19 yang menerpa perekonomian global, kondisi perekonomian di Indonesia tetap kondusif dan memiliki potensi besar sebagai destinasi investasi.

Eka Moncarre menambahkan bahwa Webinar berhasil mempertemukan pelaku usaha, partner dan calon partner yang sepakat untuk terus berbisnis.  “Asosiasi Aromatic menawarkan pendidikan dan latihan bagi pemuda Indonesia dalam pengolahan dan produksi essential oil,” kata Eka.

Sedangkan perusahaan Seafood Launderer ingin berpartner budi daya bandeng organik di Sumatera. Pengusaha dan importir kerajinan dan batik ingin berpartner dan membantu labeling produk Indonesia

 

Industri Perlu Sertifikasi kesehatan DMO Untuk Bangun Kembali Kepercayaan konsumen.

this formate

Wakatobi, salah satu DMO di Indonesia yang menjadi tujuan wisata selam dunia. ( Foto: Google/nusatour.co.id).

NEW YORK, bisniswisata.co.id:  Lebih dari 900 eksekutif operator tur dan pemilik agen perjalanan dari pasar sumber pariwisata utama berpartisipasi dalam survei global oleh Travel Consul, aliansi pemasaran perjalanan internasional. 

Tujuan dari survei ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang dampak pandemi COVID-19 terhadap industri pariwisata, kebutuhan saat ini dan pandangan tentang apa yang mungkin terjadi di masa depan.  

Berikut adalah beberapa highlights dari hasil survei yang berlangsung dari 11-25 Mei 2020. Mengutip laporan dari Travel Daily News, bagaimana destinasi dapat mendukung mitra travel agent dalam pemulihan pasca pandemi global COVID-19.

Ha ini mengingat Destination Management Organization (DMO) menjadi salah satu program pengelolaan pengembangan destinasi pariwisata yang bertujuan untuk meningkatkan tata kelola dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan seperti pemerintah dan sektoral.

Ketika ditanya bagaimana DMO dapat membantu tour operator dan travel agen  dalam pemulihan, jawaban nomor satu jelas mereka perlu diperkenalkan dengan sertifikat kesehatan dan keselamatan yang dimiliki DMO untuk memastikan bahwa destinasi aman untuk mengirim pelanggan mereka.

Dua dari 3 peserta meminta bantuan pihak DMO, tiga jawaban teratas berikutnya adalah kampanye pemasaran, menyajikan data yang berguna dan tepat waktu, dan pembaruan industri dan media.

Klien masih menunggu untuk memutuskan kemana perjalanan selanjutnya dan lebih dari 40% klien yang memesan ulang atau menunjukkan minat bepergian mengatakan bahwa mereka berencana untuk pergi ke tujuan tempat mereka semula memesan. 

Meskipun persentase terbesar klien  atau si calon wisatawan itu sebesar 46% terhenti, menunggu untuk melihat bagaimana situasi pandemi berkembang sebelum membuat keputusan. Namun diantara responden di AS atau 51% mengatakan klien mereka mencari ke tujuan mereka awalnya memesan, sementara 38% mengatakan klien mereka sedang menunggu untuk memutuskan mau berwisata kemana setelah masa pemuliha ini.

Upaya pemasaran untuk pemulihan difokuskan pada media sosial. Dalam hal kegiatan pemasaran selama pemulihan, media sosial jelas merupakan pemenang dengan 2 dari setiap 3 responden mengklaim bahwa pemasaran sosial adalah konsep utama mereka.

Angka itu bahkan lebih tinggi di antara responden AS,  dengan 75% mengatakan mereka akan fokus pada media sosial.  Kampanye digital dan kampanye bersama masing-masing berada di urutan kedua dan ketiga.

Implikasi bisnis COVID-19

Secara keseluruhan, mitra agen mengatakan prediksi ke depan ada penurunan 73% dalam volume bisnis pada kwartal ketiga 2020 dan penurunan 60% pada kwartal ke empat 2020. Dua pertiga responden mengantisipasi dapat mempertahankan bisnis mereka selama enam bulan tanpa dukungan keuangan pemerintah. 

Responden AS. merasa kurang aman secara finansial daripada rata-rata global.  Satu dari 3 (33%) mengatakan mereka hanya bisa mempertahankan bisnis mereka tanpa bantuan pemerintah selama satu hingga tiga bulan, dan 28% mengatakan empat hingga enam bulan.

Sekitar 41% responden global melaporkan merancang produk baru dan menyesuaikan model bisnis sebagai langkah utama yang diadopsi selama pandemi.  Peningkatan layanan pelanggan dan program pelatihan berada di peringkat kedua.

Metode komunikasi top digunakan dengan klien. Email mengarah sebagai bentuk komunikasi yang disukai untuk operator tur dan pemilik agensi yang berinteraksi dengan klien selama masa darurat  COVID-19.

Menariknya, penggunaan telepon secara tradisional adalah saluran kedua yang paling banyak digunakan.  Meskipun mendapatkan popularitas, video konferensi dan obrolan langsung ( chat) mendominasi sekitar 17% metode komunikasi.

Asosiasi pariwisata berfungsi sebagai sumber data primer dan tiga sumber data teratas yang digunakan untuk informasi selama krisis COVID-19, operator tur dan asosiasi agen perjalanan jelas memimpin paket (rata-rata global 69%).  Ini diikuti oleh kantor-kantor pariwisata tujuan, media perdagangan, pemerintah nasional mereka sendiri dan teman-teman industri.

Bagaimana COVID-19 mengubah aturan di tahun 2020 dan seterusnya ?.Ketika ditanya bagaimana peran mitra agen akankah berubah di masa depan untuk beradaptasi dengan keadaan baru ini, 70% responden percaya bahwa memodifikasi kebijakan pembatalan atau syarat dan ketentuan akan menjadi salah satu tugas utama mereka. 

Respons kuat tambahan adalah perluas saluran komunikasi pelanggan, diversifikasi atau ubah penawaran produk dan tujuan Anda serta ciptakan kemitraan baru dengan pembeli dan pemasok baru.

Loyalitas ke destinasi tujuan ( DMO), hotel dan resor sedang dipertimbangkan kembali. Hampir 50% responden mengatakan bahwa mereka sangat mungkin mempertimbangkan hotel dan resor yang belum pernah mereka bermitra sebelumnya.  Selain itu, 37% lainnya mengatakan bahwa agaknya mereka akan mempertimbangkan opsi lain.  Responden A.S. menjawab serupa dengan rekan global mereka.

 

 

Presiden Jokowi Apresiasi Kesiapan Banyuwangi Jalani Protokol Kesehatan di Sektor Parekraf  

this formate

Kemenparekraf Whisnutama saat mendampingi Presiden Joko Widodo pada kunjungan ke Banyuwangi, kemarin ( Dokumentasi Biro Pers Istana)

BANYUWANGI, bisniswisata.co.id:  Presiden Joko Widodo menilai Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu daerah yang paling serius membenahi sektor pariwisata di tengah pandemi agar nantinya dapat kembali bergerak dan memastikan keamanan serta keselamatan para pengunjungnya.

“Saya melihat di lapangan Banyuwangi adalah daerah yang paling siap menyiapkan prakondisi menuju normal baru,” kata Presiden.

Presiden melihat langsung persiapan penerapan normal baru di sejumlah tempat di Banyuwangi. Dengan mengenakan pelindung wajah dan menerapkan jaga jarak, Presiden dan rombongan meninjau Resort/Villa Pantai So Long dan Hotel Dialoog

Di tempat tersebut Presiden juga mendengarkan paparan dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengenai persiapan prakondisi di sektor pariwisata. 

Presiden mendukung penuh apa yang dilakukan pemerintah kabupaten Banyuwangi dalam menggerakkan sektor pariwisata, terutama dengan memberi ruang dan melibatkan peran aktif masyarakat.

Misalnya, hotel-hotel bertaraf serupa bintang tiga ke bawah seperti rumah singgah atau homestay merupakan ceruk pasar warga setempat sehingga perizinannya hanya diperuntukkan bagi rakyat kecil.

“Kita mendukung penuh apa yang dilakukan pak Bupati dan Gubernur dalam menyiapkan prakondisi menuju tatanan normal baru sehingga nantinya saat timing yang tepat dibuka kembali, masyarakat terutama sektor pariwisatanya betul-betul sudah siap,” tandas Presiden Jokowi

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam menyiapkan protokol kenormalan baru di sektor parekraf dengan melibatkan peran aktif seluruh pemangku kepentingan termasuk masyarakat. 

Berbicara saat mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerja ke Banyuwangi, kemarin, Whisnutama mengatakan, protokol kesehatan menjadi hal yang sangat penting untuk dipahami seluruh pemangku kepentingan karena pandemi COVID-19 membawa perubahan dalam pariwisata dunia, dimana isu tentang kesehatan, higienitas, keamanan, dan kenyamanan menjadi pertimbangan utama wisatawan dalam bepergian. 

Ia pun menilai Kabupaten Banyuwangi telah siap untuk menjalankan kenormalan baru di sektor parekraf. “Kemenparekraf akan ikut memastikan semua langkah atau proses dalam persiapan penerapan protokol kesehatan di Kabupaten Banyuwangi dapat berjalan dengan baik,” kata Wishnutama. 

Para penari menyambut kedatangan Presiden Jokowi dan rombongan dengan menggunakan masker. ( Foto dok. Biro Pers Istana)

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah membuat timeline tahapan pemulihan untuk sektor pariwisata daerah yang dibagi dalam tiga tahapan. Yakni emergency, recovery hingga penerapan New Normal. 

Saat ini Banyuwangi telah memasuki fase pemulihan yang diisi dengan edukasi dan sosialisasi tentang protokol yang akan berlaku di masa New Normal kepada para stakeholder pariwisata daerah. 

Diantaranya melakukan sertifikasi dan uji kompetensi protokol kesehatan bagi para pemandu wisata. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga akan memanfaatkan teknologi dalam era normal baru dimana wisatawan nantinya harus melakukan pemesanan tiket secara online. Fase sosialisasi dan edukasi normal baru ini berlangsung dari Juni hingga Agustus 2020. 

“Banyuwangi bisa menjadi contoh daerah lain dalam kesiapan menjalankan protokol kesehatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pesan Presiden harus betul-betul disiapkan sebuah standar yang menjadi kultur kebiasaan baru dan terus disosialisasikan secara masif dan diikuti dengan uji coba serta pengawasan agar betul-betul standar protokol kesehatan dapat dijalankan di lapangan,” kata Wishnutama. 

Dalam kunjungannya di Banyuwangi, Presiden Joko Widodo turut didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

 

Melanggar, Warga Suriah Diinapkan di Rumah Detensi Imigrasi

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: Barakeh Wissam berkewarganegaraan Suriah pemegang Izin Tinggal Terbatas (ITAS) Investor dengan nomor register 2C12EB0367-T yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar berlaku sejak 12 Desember 2019 sampai dengan 11 November 2021. Dia menjabat sebagai Direktur dari House of Om (PT. Aum House Bali). Per 24 Juni diinapkan di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar, menunggu kesempatan deportasi.

Warga negara Suriah tersebut dikenakan tindakan administratif keimigrasian berupa pendeportasian (pengusiran) sebagaimana tersebut pada Pasal 75 Ayat 1 dan ayat 2 huruf f Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian, jelas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk dalam surel yang diterima bisniswisata.co.id.

Menurut Jamaruli Manihuruk, Barakeh Wissam tidak mematuhi (melanggar) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 09 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Diseases 2019 (COVID-19) dan Instruksi Gubernur Bali Nomor 8551 Tahun 2020 Tentang Penguatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Bali, mengenai pembatasan kegiatan yang melibatkan paling banyak 25 (dua puluh lima) orang.

Berdasarkan hal tersebut,  yang bersangkutan dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian sebagaimana Pasal 75 Ayat 1 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian yang berbunyi  “Pejabat Imigrasi berwenang melakukan tindakan administratif keimigrasian terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan”. Berupa pendeportasian (pengusiran) sesuai pasal 75 ayat 2 huruf f yang berbunyi “Deportasi dari Wilayah Indonesia”.

Dikeluhkan Masyarakat Bali

@ NiLuh Djelantik

 

Aktivitas warga negara Suriah di Ubud yang berakhir dengan pendeportasian ini bermula dari viralnya keluhan masyarakat Bali di media sosial. Salah satunya dapat dilihat pada laman istagram public figure NiLuh Djelantik atau pada laman FB Ubud Community.

Kronologisnya, pada 18 Juni 2020 Jam 17.00 s.d 19.00 Wita, di House of Om diselenggarakan kegiatan yoga massal dengan jumlah peserta diperkirakan lebih dari 60 orang. Kegiatan tersebut menimbulkan keresahan warga di tengah larangan-larangan yang dikeluarkan oleh pemerintah pada masa pandemi COVID-19.

Hasil pemeriksaan petugas dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, diperoleh keterangan bahwa kegiatan tersebut tidak mendapat persetujuan resmi dari desa adat setempat (hanya pemberitahuan secara lisan). Pelaksanaan kegiatan tersebut diduga menyalahi aturan protokol kesehatan COVID-19 (tidak adanya social distancing, tidak menggunakan masker, dan pembatasan jumlah peserta sesuai ketetapan pemerintah).

Pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan di tengah masa pandemi COVID-19 dapat membahayakan kesehatan masayarakat. Penanggung jawab kegiatan tidak berusaha membubarkan atau membatalkan acara t setelah mengetahui bahwa jumlah peserta, melebihi ketentuan pemerintah.

Menurut KakanwilkumHAM Bali, Gugus Tugas COVID-19 Bali secara tegas menetapkan bahwa protokol kesehatan “harga mati” dan setiap orang wajib taat. Bali sebagai destinasi pariwisata dunia, harus ekstra hati-hati membuka sektor pariwisata. Dalam konteks new normal (tatanan kehidupan era baru) sektor pariwisata dan pendidikan menjadi sektor terakhir yang akan dibuka, dengan mempertimbangkan data dan fakta lapangan (kasus positif).

“Tindakan tegas perlu dilakukan, agar tidak menjadi bumerang bagi masyarakat, di satu sisi dilakukan pendisiplinan kepada warga Bali untuk menaati protokol kesehatan, maka sudah sewajarnya aktivitas yoga massal ini pun ditindak tegas, atas nama penegakan protokol kesehatan,” tegas Jamaruli Manihuruk

Platform Digital Jadi Cara Efekif Pamerkan Karya Musik di Era Pandemi

this formate

AKARTA, bisniswisata.co.id:  Pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi COVID-19. Berbagai langkah dan strategi pemulihan di sektor parekraf untuk menyambut kenormalan baru pun dipersiapkan salah satunya menggunakan platform digital.

Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) Josua Simanjuntak menjelaskan, pandemi COVID-19 memberikan dampak besar pada hampir semua profesi dan pekerja di bidang kreatif.

Berbicara pada acara Webinar Pemanfaatan Platform Digital Sebagai Sarana Showcase Musik Tanah Air bersama narasumber yang juga praktisi di industri musik Wendi Putranto, Rabu, Josua mengakui salah satu subsektor kreatif yang terdampak adalah para pekerja seni yang kehilangan pekerjaan, termasuk para musisi di dalamnya.

“Kegiatan hari ini diharapkan bisa menjadi penyemangat bagi pekerja di industri musik untuk terus berkarya secara kreatif di tengah masa transisi menuju tatanan kenormalan baru. Para musisi bisa menyesuaikan diri melalui pemanfaatan platform digital untuk membuka potensi pasar baru di ranah global karena digital berarti sudah tanpa batas. Maka bersiap-siaplah para pemusik untuk berkarya yang terbaik,” katanya.

Kemenparekraf, kata Josua,  tengah menyiapkan program “Portamento” bagi musisi, yang merupakan platform berbentuk aplikasi sebagai media pemasaran karya musik yang akan terhubung langsung dengan pembeli. Melalui teknologi ini, musisi dapat mengunggah karya musik dengan data sebagai administrasi hak cipta yang akan terhubung dengan platform penyedia musik online seperti Spotify, YouTube, Joox, dan lainnya.

“Kami juga berharap, dengan protokol kesehatan yang sudah diresmikan oleh Kementerian Kesehatan, industri ekraf akan dapat segera kembali beraktivitas, terutama bagi para musisi untuk dapat kembali berkolaborasi dan tampil di depan publik sambil terus memanfaatkan digital sebagai sarana untuk menunjukkan karya-karya terbaik sehingga bisa diapresiasi oleh masyarakat luas” katanya.

Secara berkala, Kemenparekraf/Baparekraf juga telah mengadakan sharing session seputar musik dan konser musik virtual yang melibatkan musisi-musisi berbakat di tanah air. Beberapa di antaranya adalah “Ngamen Online” hasil kerja sama dengan Institut Musik Jalanan (IMJ), Festival Musik dan Amal “Good Vibrations”, “Spirit of Online Performance” yang berkolaborasi dengan pelaku seni dan kreatif di Danau Toba, hingga “Konser Solidaritas Bersama Jaga Indonesia” yang disiarkan secara serentak di beberapa stasiun TV nasional.

Acara-acara tersebut bertujuan untuk menjaga solidaritas dengan rekan-rekan musisi dan berbagi ilmu yang bermanfaat di masa pandemi COVID-19 kepada masyarakat. Platform digital kemudian dipilih sebagai panggung alternatif bagi penggiat musik mengingat mobilitas dan kegiatan offline harus berhenti seiring dengan kebijakan protokol physical distancing, bekerja dari rumah dan belajar dari rumah,” kata Josua.

Platform digital hadir untuk memberikan kemudahan bagi semua kalangan. Media sosial seperti YouTube, Facebook, Twitter, dan Instagram, juga platform virtual conferencing seperti Zoom, Google Hangout, dan Microsoft Teams bisa mendekatkan pemusik kepada penggemar secara mudah, real time, dan mengakomodasi kebutuhan live secara interaktif.

Musisi juga dapat memanfaatkan fitur polling untuk mengetahui umpan balik yang dibutuhkan mengenai karya mereka. Selain itu, ada pula pilihan aplikasi video konferensi yang mendukung interaksi dua arah dan menawarkan opsi pengaturan konten atau kurasi penonton.

Kemenparekraf/Baparekraf mencatat setidaknya ada 44.295 pekerja seni dan pekerja kreatif terkena dampak pandemi COVID-19 dan telah diajukan ke Kementerian Sosial untuk menerima bantuan sosial dari pemerintah. Secara mandiri, Kemenparekraf juga akan terus melanjutkan program pendampingan dan pelatihan daring kepada SDM parekraf agar mendapat kompetensi yang dibutuhkan untuk kembali bekerja seusai pandemi.

Pada kesempatan yang sama, Wendi Putranto juga menjelaskan perspektifnya dari dua sisi, yaitu sebagai Co-founder ruang kreasi dan tempat pertunjukan live music M Bloc dan seorang manajer band.

Menurut Wendi, selama periode COVID-19, terdapat tren menarik mengenai konten digital musik, di antanya merebaknya fenomena wawancara live di Instagram, konten kolaborasi virtual jamming antar musisi, dan tren konser virtual.

Di samping itu, pemanfaatan platform digital juga banyak digunakan oleh musisi untuk melakukan aksi solidaritas. Sebagai contoh kegiatan penggalangan dana yang digagas oleh M Bloc dan Kitabisa.com bertajuk Dana Solidaritas Kreatif C-19 #KreatifDiSaatSulit. Acara ini terdiri dari beberapa kegiatan yang dilaksanakan selama Maret dan April 2020 seperti virtual talkshow dan konser livestreaming, dan berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp 65.093.368.

Penyaluran dana bantuan diberikan kepada pekerja kreatif harian (kru band, fotografer panggung, musisi jalanan, seniman pantomim, pekerja kreatif disabilitas, dan komunitas kereatif lainnya) serta tenaga medis.

“Dalam situasi pandemi seperti sekarang masa depan akan semakin terasa menantang. Namun, kita harus tetap semangat meraih peluang baru, beradaptasi, dan melakukan eksperimen acara yang disesuaikan dengan protokol yang telah ditetapkan. Dalam dunia showbiz, pertunjukan harus terus berjalan,” ujar Wendi.

Selain itu, Wendi juga yakin bahwa masa-masa pandemi seperti saat ini tidak seharusnya menurunkan semangat musisi baru dalam berkarya. “Musisi baru harus pintar memanfaatkan platform-platform digital untuk mendistribusikan lagu. Namun, yang tidak kalah penting, musisi pendatang baru harus memiliki lagu yang berkarakter dan membuat perencanaan promosi yang berkelanjutan di media massa,” tambah Wendi.

Josua berharap industri musik dapat bersinergi untuk menguatkan ekosistem. “Dengan digitalisasi yang menjadi bagian dari kita terutama di era COVID-19, tugas kita semua sebagai pelaku industri musik, komunitas, media, dan pemilik bisnis adalah untuk menciptakan karya-karya musik kelas dunia yang bisa dikonsumsi masyarakat dunia juga. From Indonesia to the world,” tutup Josua.