Mainkan Peran Anda : 10 Langkah Mudah Menuju Pertemuan dan Acara yang Lebih Berkelanjutan

this formate

MAASTRICHT, bisniswisata.co.id: Tidak dapat disangkal bahwa pertemuan virtual memiliki kelebihan. Anda dapat menghindari pembatasan perjalanan dan persyaratan jarak sosial, menghemat uang dan membuat jejak karbon yang lebih kecil – semuanya sambil duduk dengan mengenakan piyama Anda. 

Meskipun kemungkinan besar mereka akan tetap menjadi bagian besar dari bagaimana kita menjalankan bisnis ke depan, yang menjadi sangat jelas selama setahun terakhir adalah bahwa mereka bukanlah pengganti yang sempurna untuk interaksi tatap muka.

Dilansir dari Hospitalitynet.org, ketika negara-negara membuat kemajuan dengan kampanye vaksinasi mereka dan pemerintah melihat pelonggaran pembatasan secara bertahap, kami melihat banyak permintaan terpendam untuk pertemuan tatap muka. 

Di beberapa tempat seperti Australia dan Singapura, pertemuan dan acara tatap muka telah dimulai kembali, meskipun dengan berbagai tindakan pengamanan masih dilakukan.

Saat kita mulai bertemu secara langsung lagi, penting bagi kita untuk melakukannya dengan cara yang memperhatikan lingkungan. Meskipun rapat dan acara adalah alat yang sangat diperlukan untuk mendorong kesuksesan bisnis, mereka juga dapat menghasilkan limbah dan emisi karbon dalam jumlah besar.

Kabar baiknya adalah penelitian menunjukkan bahwa pandemi telah membuat konsumen lebih sadar lingkungan, karena lockdown dan pembatasan perjalanan serra berkurangnya aktivitas industri telah dikaitkan dengan langit yang lebih cerah, sungai yang lebih bersih, dan kualitas udara yang lebih baik di kota-kota di seluruh dunia. 

Sementara itu, dalam beberapa kasus, dana talangan pemerintah untuk bisnis — termasuk maskapai penerbangan — datang dengan syarat hijau.

Ketika datang ke pertemuan dan acara, penyelenggara dan peserta sama-sama memiliki peran untuk dimainkan dalam mempromosikan praktik berkelanjutan yang akan membatasi dampak lingkungan mereka, sambil memaksimalkan manfaat sosial yang dapat mereka tinggalkan bagi komunitas lokal.

Berikut 10 langkah mudah yang harus kita coba dan jadikan bagian “rutin” kita saat menghadiri rapat dan acara:

  1. Cobalah untuk menghindari cetakan.
  2. Hindari semua barang sekali pakai, terutama plastik: botol air, pengaduk kopi, dll.
  3. Mendaur ulang sampah yang mungkin Anda hasilkan.
  4. Jangan terlalu panas atau terlalu dingin ruang hotel atau ruang pertemuan Anda.
  5. Ingatlah untuk mematikan lampu, AC, dan pemanas saat meninggalkan hotel atau ruang pertemuan Anda.
  6. Gunakan air keran atau air yang disaring, sebagai pengganti air kemasan.
  7. Hanya terima barang, pamflet, dll. Yang benar-benar akan Anda gunakan.
  8. Pilih sayuran, unggas, atau alternatif nabati daripada hidangan daging merah.
  9. Beritahu hotel Anda bahwa Anda ingin menggunakan kembali sprei dan handuk selama Anda menginap.
  10. Sarankan aktivitas pembangunan tim yang bertanggung jawab.

Dan tentu saja, karena perubahan dalam industri didorong oleh permintaan pelanggan, nyatakan preferensi Anda untuk pertemuan dan acara yang bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial,  kapan pun Anda dimintai umpan balik.

Web Series “Dari Jogja Kisahku Bermula”

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menginisiasi produksi web series dengan judul “Dari Jogja Kisahku Bermula”. Web series ini tayang perdana dan resmi diluncurkan pada Selasa 4 Mei 2021 di Empire XXI, Jl Urip Sumoharjo Yogyakarta.

Dari Jogja Kisahku Bermula, berkisah tentang relasi seorang perempuan mandiri dan seorang laki-laki dari kota budaya Yogyakarta dalam balutan romansa. Web series yang terbagi menjadi tiga bagian ini di setiap bagiannya diawali dan ditutup dengan narasi yang indah. Dialog para tokohnya memuat nilai nilai budaya lokal yang dikemas dalam suasana sehari-hari.

“Web series ini menggambarkan nilai-nilai kehidupan yang bersahaja di Jogja. Kesederhanaan, kesabaran, keramahtamahan dan sikap menghargai menghormati tanpa memandang jarak sosial,” tutur Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, S.Sos., M.M.

Dia menjelaskan bahwa Yogyakarta adalah sebuah kota yang memiliki nilai-nilai yang berakar dari kehidupan sosial dan budaya yang diyakini masyarakatnya. Salah satu nilai kebaikan yang tidak pernah hilang yaitu keramahan dan kenyamanan.

“Implementasi nilai-nilai luhur kemandirian dan kebersamaan berupaya kami bangun melalui produksi web series ini,” ujar Yetti Martanti

Muatan nilai nilai budaya terangkum dengan baik tanpa berkesan menggurui, dengan gaya anak muda karena memang ditujukan untuk penonton muda. Melalui web series ini, penonton tidak hanya  terhibur tetapi juga bisa menangkap nilai-nilai budaya yang berkembang di masyarakat Yogyakarta

Disutradarai oleh Annisa Hertami series dikemas dengan memadukan semangat generasi muda dengan warisan budaya yang ada di Yogyakarta. Lagu tema yang apik juga berhasil membawa suasana “baper” dan menghidupkan web series ini.

Lagh berjudul ‘Lepaskan Aku’. Lagu yang diciptakan oleh Kakung Triadmojo ini dibawakan seorang penyanyi disabilitas netra asal Yogyakarta, Putri Ariani membalut kisah romansa dengan balutan kota budaya Yogyakarta.

Adalah Maudy yang diperankan oleh Dilla Fadiela. Maudy digambarkan sebagai sosok perempuan mandiri ibu kota yang sangat menghormati Ibunya. Maudy memutuskan pindah ke Jogja karena permintaan ibunya. Di Jogja Maudy belajar banyak tentang karakter dan budaya orang-orang Jogja melalui beragam hal.

Sosok Bimo diperankan dengan sangat apik oleh Dena Ema Pribadi. Dena berhasil menghadirkan karakter laki-laki yang memiliki kharisma dan sopan. Karakter Ratih dimainkan dengan sangat natural oleh Ayu Prasiska. Karakter Ratih dan Bimo juga menjadi simbol anak muda Yogyakarta yang meskipun mereka gaul, tetapi ketika berbicara dengan orang yang lebih tua, mereka tidak lupa dengan unggah-ungguh atau tata krama berbahasa Jawa halus.

Sementara itu, Annisa Hertami selaku sutradara sekaligus penulis naskah menyampaikan diharapkan dari web series ini pesan-pesan tentang budaya Yogyakarta bisa sampai ke khalayak yang lebih luas khususnya bagi anak-anak muda millenial.

Anak-anak muda millenial sebagai agen kebudayaan masa depan sudah seharusnya ikut menjaga dan melestarikan budaya lokal mereka ditengah terjangan arus modernitas yang semakin kuat.

Web series ‘Dari Jogja Kisahku Bermula’ sendiri dapat dinikmati melalui kanal Youtube Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta mulai tanggal 12, 13 dan 14 Mei 2021. Pada sesi peluncuran secara resmi di Empire XXI Yogyakarta pada 4 Mei 2021 selain agenda nobar juga acara buka puasa bersama.

Turut hadir dalam diskusi produser siska Raharja, sutradara Annisa Hertami dan seluruh pemain yang terlibat. Tegas Yetti Martanti selaku Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta.

Kemenparekraf Ajak IINTOA Kembangkan Potensi Desa Wisata

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kemenparekraf –Baparekraf mengajak Indonesia Inboud Tour Operator Association (IINTOA) untuk mengembangkan potensi desa wisata. 

Deputi Bidang Sumber Daya Kelembagaan Kemenparekraf, Wisnu Bawa Tarunajaya, dalam seminar online bertajuk ‘Sosialisasi Kelembagaan dan Profesi Pekerja Pariwisata BPW‘, Selasa (4/5/2021), menjelaskan desa wisata merupakan bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Program ini menjadi salah satu program Pemerintah Republik Indonesia yang diharapkan dapat mempercepat kebangkitan pariwisata dan memicu pertumbuhan ekonomi, tambahnya.

Oleh karenanya Wisnu mendorong pelaku industri khususnya IINTOA untuk membantu mengembangkan potensi desa wisata, agar dapat menggairahkan pariwisata di tengah pandemi COVID-19. 

“Kami punya program pendampingan desa wisata, kami sangat butuh anggota IINTOA sekalian untuk bersama-sama bagaimana kita memberikan kesempatan teman-teman pariwisata untuk mempromosikan produknya lewat platforam yang IINTOA miliki,”

Jadi inilah pentingnya kita berkolaborasi. Jadi, kami mohon bantuan IINTOA bersama pelaku industri lainnya untuk bersama-sama sinergi menggunakan platform bersama silakan saja. Bapak ibu yang paling tahu langkah efektif untuk mempromosikan desa wisata ini, tutur Wisnu.

Lebih lanjut, Wisnu menjelaskan bahwa pariwisata alternatif saat ini menjadi tren bagi para wisatawan. Pariwisata alternatif merupakan konsep wisata yang lebih bersahabat dengan alam dan masyarakat lokal, yang tak bisa didapat ketika berkunjung ke destinasi wisata biasa. Karena itu, Kemenparekraf terus menggali potensi desa wisata. 

“Bagaimana menjadikan desa wisata ini sebagai alternatif destinasi pariwisata itu yang penting karena kondisi sekarang ini sangat tepat sekali memilih desa wisata jadi sebuah destinasi pariwisata yang kelebihannya adalah memiliki produk alam dan kebudayaan tersebut,” kata Wisnu. 

Dia  meminta IINTOA untuk membantu membuat analisis customer behavior yang bertujuan agar dapat mengetahui apa saja yang diperlukan oleh wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara jika berkunjung ke desa wisata.

“Analisis ini penting sekali untuk tahu apa yang diinginkan oleh wisatawan lokal dan mancanegara. Nah, ketika sudah siap analisisnya kita akan turun ke lapangan sebagai program pendampingan itu, diperkirakan pada Mei atau akhir Juni “

Nanti kita pilihkan berapa tempat desa wisata kita kumpulkan pengelolanya. Bapak dan ibu perwakilan dari IINTOA dan Panorama kami berharap juga memberikan pemahaman untuk mereka agar menyiapkan produknya,” ujarnya. 

Sementara itu, Ricky Setiawanto, Sekjen Asosiasi Operator Pariwisata IINTOA, menjelaskan bahwa pihaknya siap mendukung Kemenparekraf untuk mengembangkan desa wisata dari segi pemasarannya. 

“Kami dari IINTOA akan membantu dari segi pemasarannya, karena kini sudah banyak desa wisata tapi juga banyak yang belum mengetahui cara pemasarannya,” ujarnya. 

 

Sandiaga Uno: Nikmati Program Tidak Mudik Kita Bawa Asik

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kemenparekraf ikut mendukung kebijakan pemerintah yang meniadakan mudik dan mendorong masyarakat menerapkan program “Tidak Mudik Kita Bawa Asik

” Program itu diciptakan dan ditetapkan sendiri oleh keluarga Indonesia. Pokoknya meski tidak mudik kita bawa asik saja. Kan pemerintah tetap izinkan obyek wisata buka selama Libur Lebaran tapi yang boleh buka yang sudah memiliki sertifikat CHSE,” kata Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno.

Berbicara dalam “Extended Weekly Press Briefing” yang diselenggarakan pada Senin petang, (3/5), Sandiaga mengatakan CHSE adalah singkatan dari Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan). 

Obyek wisata yang sudah memiliki sertifikasi CHSE boleh menjadi tujuan keluarga Indonesia melakukan wisata terbatas ke obyek wisata lokal termasuk staycation di hotel-hotel untuk bonding diantara anggota keluarga sekaligus refresing.

“Dengan narasi tunggal, bahwa kita patuh dan disiplin terhadap peniadaan mudik, larangan mudik. terapkan protokol kesehatan yang ketat, pakai masker, jaga jarak” ujar Sandiaga.

Untuk membangkitkan ekonomi masyarakat, Kemenparekraf bersama industri  menyiapkan destinasi – destinasi wisata yang mematuhi protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

Dia memastikan seluruh destinasi wisata menerapkan protokol CHSE. Memang ada beberapa lokasi wisata di Indonesia yang belum atau tidak patuh terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes) seperti lokasi wisata di Bali yang masih abai.

“Beberapa waktu lalu memang ada destinasi ber lokasi di Bali dan saya langsung hubungi pemilik. Saya sampaikan pesan dan saya tegur bersama Pemerintah Daerah dan Satgas COVID  setempat,” ujar Sandiaga Uno.

Sebagai pengusaha yang aktif di berbagai asosiasi termasuk KADIN, Sandiaga mengaku pelaku industri pariwisata banyak dari lingkungan teman-temannya sendiri sehingga bisa saling mengingatkan.

“Saya berikan pesan tegas dan lugas, pentingnya protokol CHSE adalah menjadi tanggung jawab bersama,” tambahnya. Soal Prokes kita tidak main-main dengan hal ini. Kolaborasi dari berbagai pihak dalam memantau destinasi wisata yang tidak patuh protokol CHSE sangat penting,” 

Hal ini bukan saja melibatkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, melainkan adanya keterlibatan masyarakat, supaya protokol CHSE ini tetap berjalan dengan semestinya di tempat-tempat wisata.

Menjelang libur Lebaran, Menparekraf Sandiaga meminta untuk seluruh destinasi wisata mengantongi sertifikat CHSE. “Jika masih abai, kami tidak segan-segan menutup tempat wisata itu,” tandas Sandiaga Uno.

Subsidi Ongkir

Terkait program Tidak Mudik Kita Bawa Asik. Salah satu yang ramai diperbicangkan adalah terkait subsidi ongkos kirim (ongkir) untuk belanja online produk-produk lokal. Program ini mengemuka seiring kebijakan pemerintah melarang kegiatan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021.

Biasanya terutama warga Jakarta yang mudik akan mengeluarkan uangnya di daerah untuk belanja berbagai kebutuhan keluarga dan membeli beragam oleh-oleh. Kini dengan larangan mudik, subsidi ongkir tentu saja membuat para pelaku UMKM di daerah menjadi gembira.

“Pemerintah akan meluncurkan program ini. Pelaksanaannya oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang tentunya bekerjasama dengan perusahaan pemilik platform e-commerce yang ada dalam asosiasi e-commerce Indonesia atau Idea. Detailnya akan diumumkan oleh Kemendag,” ujar Sandiaga Uno 

Menurut Sandiaga, program ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah di tengah kesulitan ekonomi dan pandemi. “Ini bagian inovasi, adaptasi, kolaborasi, di mana insentif ongkir tentunya sangat dibutuhkan UMKM dan masyarakat saat mereka tidak bisa hadir di kampung halamannya. Mereka ada kesempatan untuk beli produk UMKM ekonomi kreatif (ekraf) sebagai hantaran lebaran,” 

Sebelumnya, Kemendag tengah membahas mengenai wacana Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) Ramadan. Pembahasan tersebut termasuk dalam pemberian gratis subsidi ongkir.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, rancangan tersebut ditargetkan bisa rampung segera. Harbolnas dengan menawarkan gratis ongkos kirim ini bisa dilakukan sejak H-10 sampai dengan H-6 Lebaran.

Enam negara Asia Sepakat Perkuat Kerja Sama Perangi pandemi COVID-19 & Hidupkan Ekonomi

this formate

NEPAL, bisniswisata.co.id: Menteri luar negeri enam negara Asia – China, Afghanistan, Bangladesh, Nepal, Pakistan, dan Sri Lanka telah sepakat untuk memperkuat kerja sama untuk memerangi pandemi COVID-19, memulihkan pemulihan ekonomi, serta melindungi kehidupan dan mata pencaharian masyarakat melalui video conference minggu lalu.

Dilansir dari Travelbiznews.com, Anggota Dewan Negara dan Menteri Luar Negeri Wang Yi dari Republik Rakyat China, Pejabat Menteri Luar Negeri – Mirwais Nab dari Afghanistan, A.K. Abdul Momen dari Bangladesh, Pradeep Kumar Gyawali dari Nepal, Makhdoom Shah Mahmood Qureshi dari Pakistan, dan Dinesh Gunawardena dari Sri Lanka.

Mereka mengadakan konferensi video tentang tanggapan bersama terhadap COVID-19, dan bertukar pandangan tentang kerja sama internasional dan regional tentang tanggapan pandemi dan pasca- Pemulihan ekonomi dimasa COVID.

China setuju untuk mendukung negara-negara peserta untuk mengatasi dampak COVID-19 pada perekonomian mereka melalui peningkatan kerja sama dan kolaborasi ekonomi.

Mereka mencatat dengan kepuasan upaya bersama dan produktif yang dilakukan oleh negara mereka sejak dimulainya COVID-19 untuk memerangi virus dan mempromosikan pemulihan ekonomi dalam semangat mengatasi tantangan melalui kerja sama dan bantuan timbal balik.

Para Menteri Luar Negeri menyatakan penolakannya untuk mempolitisasi masalah tersebut, menegaskan kembali dukungan kuat mereka kepada peran WHO dalam kerja sama global melawan COVID-19.

Mereka mengakui bahwa melacak asal-usul virus adalah masalah sains dan misi global. Mereka sepakat untuk memperkuat kerja sama untuk melacak mutasi COVID-19 dengan cermat.

Para menteri sepakat bahwa vaksin sebagai senjata kunci untuk mengalahkan COVID-19 harus didistribusikan sesuai dengan prinsip keadilan dan keadilan.

Mereka menyatakan bahwa “nasionalisme vaksin” akan menghambat upaya global untuk mengalahkan COVID-19 dan menggarisbawahi kebutuhan untuk menghindari “celah kekebalan”.

“Para Menteri Luar Negeri menyadari dampak serius COVID-19 pada ekonomi global dan implikasinya yang kompleks bagi pembangunan berkelanjutan di semua negara,” 

Menteri Luar Negeri sepakat untuk memperdalam kerja sama Belt and Road, membuka perbatasan mereka di bawah premis pencegahan dan pengendalian pandemi untuk kelancaran perdagangan, menjaga industri dan rantai pasokan tetap stabil dan aman.

Mereka sepakat memberikan dorongan yang lebih kuat untuk pemulihan ekonomi dan peningkatan kehidupan masyarakat, menurut pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh para menteri luar negeri enam negara Asia.

Untuk mendorong kerja sama praktis di bidang yang relevan, Tiongkok mengumumkan keputusannya untuk membentuk  China-South Asian Countries Emergency Supplies Reserve.

Pusat Pengentasan Kemiskinan dan Pengembangan Koperasi Tiongkok

-Negara Asia Selatan dan Forum Kerjasama -commerce tentang Pengentasan Kemiskinan di Daerah Pedesaan. Para Menteri Luar Negeri setuju untuk membuat mekanisme ini inklusif, transparan, berkelanjutan dan didorong oleh permintaan. 

Mereka setuju untuk mengikuti perkembangan situasi COVID-19 di India, dan menyatakan kesediaan mereka untuk memberikan dukungan yang diperlukan melalui saluran masing-masing dalam konsultasi dengan India.

Mereka sepakat untuk menjaga momentum kerja sama di antara enam negara, melakukan konsultasi di berbagai tingkatan, memperluas wilayah kerja sama dan memberikan dorongan untuk kerja sama di masa depan.

Selain itu, dengan semangat keterbukaan, inklusivitas, dan kerja sama yang saling menguntungkan, keenam negara tersebut menyambut baik partisipasi aktif negara lain di kawasan.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengumumkan untuk memberi Nepal bantuan tambahan peralatan dan bahan medis yang setara dengan 5 juta RMB untuk melengkapi upaya nasional dalam memerangi COVID-19, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh MOFA Nepal.

 

Cara Merancang Strategi Pariwisata Berkelanjutan Dalam Jangka Pendek.

this formate

CHESHIRE, UK,bisniswisata.co.idPariwisata adalah salah satu industri terbesar di dunia dan menyumbang 10% dari PDB dan lapangan kerja dunia. Pada tahun 2030, jumlah pemudik diperkirakan akan mencapai 1,8 miliar dengan Asia sebagai tujuan wisata utama. 

Pada tahun yang sama, populasi dunia akan menjadi 8,6 miliar, peningkatan yang memaksa dunia untuk memikirkan kembali konsumsi massal, sumber daya yang diinvestasikan, dan perubahan iklim yang banyak diperdebatkan.

Dilansir dari Tourism-review.com, pariwisata berkelanjutan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan memperhatikan lingkungan alam, sumber daya, budaya, dan tradisi suatu tempat. 

Menurut definisi Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO), itu adalah salah satu yang “memperhitungkan sepenuhnya dampak ekonomi, sosial dan lingkungan saat ini dan masa depan, menangani kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan dan masyarakat tuan rumah.”

Pariwisata Berkelanjutan sebagai Strategi Pembangunan

Mengetahui sebelumnya pertumbuhan penduduk dan krisis iklim saat ini, sangatlah penting untuk mempromosikan rencana pariwisata berkelanjutan yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dari Agenda PBB 2030. 

Namun, ini tidak berarti bahwa bentuk pariwisata alternatif ini belum ada di sini: ada contoh yang sangat bagus dari pariwisata berkelanjutan di banyak negara yang bertaruh pada kegiatan yang menghormati lingkungan, mempromosikan perjalanan yang lambat, dan menciptakan perkembangan pariwisata yang berbeda.

Strategi pariwisata berkelanjutan seringkali didasarkan pada pilar-pilar utama:

Pertumbuhan Sosial Ekonomi

Setelah lebih dari empat dekade pertumbuhan berkelanjutan, kini saatnya pariwisata mempertimbangkan kembali model pertumbuhannya, tetapi tanpa mengabaikan kebutuhan industri, wilayah, dan penduduk saat ini. 

Tindakan yang dilakukan harus menanggapi kondisi daya saing dan profitabilitas yang adil. Transformasi digital sangat penting untuk mencapai tujuan ini.

Penghormatan dan Pelestarian Kekayaan Alam dan Budaya

Model pariwisata yang tidak memperhitungkan kekayaan alam dan budaya masyarakat tidak dapat berkelanjutan. Jadi, pilar penting dari setiap strategi pariwisata berkelanjutan adalah mempromosikan model pariwisata yang tujuan utamanya adalah menghormati dan melestarikan warisan lokal yang luas. 

Kepentingan ekonomi tidak bisa di atas dasar etika ini; sebaliknya, mengembangkan bisnis pariwisata yang berkelanjutan berarti menemukan pilihan yang terhormat untuk menyediakan layanan tradisional.

Manfaat Sosial

Pilar ini mengupayakan distribusi manfaat ekonomi yang dihasilkan oleh industri secara lebih adil. Pertumbuhan model pariwisata berkelanjutan akan memungkinkan menghadapi masalah sosial penting seperti depopulasi daerah pedesaan dan overpopulasi di kota-kota besar.

Keterlibatan Luas

Partisipasi kolektif mengacu pada penataan mekanisme tata kelola di mana pemerintah negara bagian dan lokal bekerja dengan persyaratan yang sama di semua tingkatan.

Adaptasi

Model pariwisata berkelanjutan tidak dapat dikembangkan sambil mengabaikan tantangan industri. Semua tindakan yang diambil harus ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan yang ditawarkan, tetapi juga untuk melatih seluruh industri yang terpapar perubahan konstan.

Semua ini tidak mungkin terjadi tanpa infrastruktur teknologi optimal yang mencakup jaringan pendukung untuk usaha kecil dan menengah. 

Meskipun jalan ke depan masih panjang, prospek jangka menengah terlihat positif, tetapi semua orang yang terlibat, baik konsumen maupun pebisnis, bertanggung jawab untuk bekerja selama beberapa dekade ke depan untuk mencapai hal ini.

Negara Teratas yang Berkelanjutan

Euromonitor International merilis peringkat 10 besar negara yang mempromosikan pariwisata berkelanjutan pada tahun 2020. Untuk itu, perusahaan riset pasar menganalisis perilaku tujuh faktor utama: lingkungan, sosial, ekonomi, permintaan, transportasi, risiko, dan akomodasi.

Swedia memimpin peringkat untuk mendorong perjalanan dan pengalaman perjalanan yang berkelanjutan. Pariwisata pedesaan dan daerah negara, selain meningkatkan ekonomi, lingkungan dan masyarakat, telah meningkatkan industri pariwisatanya.

Sepuluh negara teratas yang mengembangkan dan mempromosikan pariwisata berkelanjutan pada tahun 2020 adalah:

  1. Swedia;
  2. Finlandia;
  3. Austria;
  4. Estonia;
  5. Norway;
  6. Slovakia;
  7. Iceland;
  8. Latvia;
  9. Prancis;
  10. Slovenia.

Secara Fisik ITB Asia Bersiap Untuk Kembali

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: ITB Asia akan bersiap untuk melanjutkan format pameran dagang fisiknya pada bulan Oktober tetapi dengan langkah-langkah pencegahan COVID -19 yang ketat.

Dilansir dari TTR Weekly, Messe Berlin Singapura, penyelenggara acara, mengonfirmasi perpindahan kembali ke format tatap muka yang dijadwalkan di Singapura dari 27 hingga 29 Oktober 3021 berdasarkan protokol kebersihan dan keselamatan COVID -19 saat ini.

ITB Asia akan menjadi lokasi yang sama di Sands Expo dan Convention Centre di Singapura dengan dua acara lainnya MICE Show Asia dan Travel Tech Asia, semuanya diselenggarakan oleh Messe Berlin Singapura.

Sekarang ditandai dengan acara tatap muka, penyelenggara berharap dapat membawa kembali para profesional industri perjalanan untuk bisnis yang bermakna, jaringan dan pembelajaran melalui interaksi tatap muka. 

Penyelenggara berjanji pameran dagang akan mengadopsi langkah-langkah manajemen yang kuat dan aman untuk menyediakan lingkungan yang aman bagi semua peserta ITB Asia.

Dengan hanya ada enam bulan sebelum dibuka, pertunjukan tersebut menarik peserta pameran internasional dari organisasi pariwisata, perhotelan dan perusahaan teknologi perjalanan.

Mereka termasuk Badan Pariwisata Azerbaijan, Terinspirasi oleh Islandia, Organisasi Pariwisata Korea, Otoritas Pariwisata Malta, Kantor Proyek Moskow untuk Pengembangan Pariwisata dan Perhotelan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia

Peserta lainnya yang tertarik adalah Pariwisata Global Penang, Otoritas Pariwisata Saudi, Pemerintah Prefektur Shizuoka , Badan Pariwisata Singapura, Kunjungi Finlandia, Kunjungi Maladewa, Kunjungi Monaco, dan Dewan Turis Zagreb.

Di daftar reservasi lainnya yang akan hadir adalah Bangkok Airways, BWH Hotel Group, Juniper, Meliá Hotels International, Oakwood Worldwide Asia, Open Destinasi, PKFare, Qtech Software, Traveloka Services, Trip.com Group dan Wyndham Hotels & Resorts.

“Semakin banyak tanda kembalinya industri yang muncul. Dengan peluncuran vaksinasi di seluruh dunia, industri ini tepat untuk optimis. Setelah ITB Asia menjadi virtual sepenuhnya untuk pertama kalinya tahun lalu, kami kembali ke acara tatap muka Oktober ini. kata Katrina Leung, Direktur pelaksana Messe Berlin Singapura.

Mengambil pelajaran dan pengalaman masa lalu, Tim ITB Asia akan memastikan pameran dagang dengan langkah-langkah manajemen keselamatan yang kuat untuk semua peserta ITB Asia.

Penyampaian format yang aman dan praktis akan melibatkan Dewan Pariwisata Singapura untuk memfasilitasi masuknya pelancong internasional jangka pendek (  MICE ) untuk menghadiri ITB Asia 2021 di Singapura.

Berdasarkan pedoman Kementerian Kesehatan saat ini, kelompok wisatawan terpilih diizinkan masuk untuk tujuan bisnis, resmi, atau kerja penting dan tidak akan diwajibkan untuk memberikan Pemberitahuan Menginap di Rumah (SHN). 

Namun, mereka diharuskan menjalani tes Covid-19 selama mereka tinggal, termasuk sebelum keberangkatan dan pada saat kedatangan, dan untuk mengikuti rencana perjalanan yang ketat dan terkontrol, membatasi interaksi dengan komunitas yang lebih luas selama 14 hari pertama.

Langkah-Langkah Key Safe Management  yang diterapkan di ITB Asia 2021:

-Transportasi khusus disediakan untuk peserta luar negeri pada saat kedatangan dan keberangkatan di Bandara Changi dan antar lokasi dalam rencana perjalanan acara.

-Semua peserta diharuskan mengunduh Aplikasi Seluler TraceTogether untuk pelacakan kontak dan tujuan Masuk Aman.

-Mereka perlu berlatih menjaga jarak aman 1 meter antar individu setiap saat.

-Pemutaran suhu akan dilakukan di tempat dan pintu masuk acara.

-Semua peserta diharuskan memakai masker wajah setiap saat, kecuali saat makan dan minum.

 

Sandiaga Uno: Pembukaan Border untuk Turis Asing pada Juni-Juli Masih ‘ On Target’

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, memastikan pembukaan border untuk wisman pada Juni-Juli Masih On Target. Untuk itu Pemerintah amankan Bali bagi pintu masuk kepulangan pekerja imigran Indonesia dan larang masuknya wisatawan India.

Berbicara pada Extended Weekly Press Briefing yang digelar Senin (3/5), Sandiaga menjelaskan warga negara Indonesia (WNI) yang memiliki riwayat perjalanan dari India dalam kurun waktu 14 hari sebelum kedatangan diantisipasi. 

“Mereka (WNI) hanya masuk melalui tujuh pintu pemeriksaan imigrasi, yaitu empat bandar udara (Soekarno-Hatta, Juanda, Kualanamu, Sam-Ratulangi), dan tiga pelabuhan (Batam Centre, Sri Bintan Pura, Dumai),” kata Sandiaga Uno.

Kebijakan itu a.l untuk menjaga agar jadwal pembukaan Bali untuk wisatawan Internasional masih tetap sesuai jadwal. Larangan mudik juga selain menahan penyebaran varian baru virus Corona juga diharapkan menjauhkan RI dari lonjakan kasus harian di masa libur Lebaran sehingga semua rencana bisa direalisasikan dengan baik.

Pekan lalu pada 24 April 2021, Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jhoni Ginting mengungkapkan bahwa selain menolak masuk orang asing, juga menghentikan sementara penerbitan visa bagi warga negara India.

Larangan ini seiring dengan lonjakan kasus infeksi virus Corona yang terjadi di India yang bahkan oleh netizen disebut sebagai tsunami Corona. India menghadapi gelombang kedua COVID -19 yang sangat parah sehingga sejumlah negara melarang pendatang dari negara itu masuk.

Selain Indonesia, sejumlah negara juga memberlakukan kebijakan yang sama untuk melarang masuknya pendatang dari India seperti Amerika Serikat, Britania Raya, Kuwait, Perancis, dan Kanada.

Selain alasan lonjakan kasus di India, negara-negara ini menyebutkan alasan lainnya yaitu dua virus mutan yang saat ini telah beredar di negara berpenduduk 1,3 miliar itu.

Menparekraf/ Ketua Baparekraf Sandiaga Uno mengatakan kasus masuknya warga India ke Indonesia diharapkan tidak mempengaruhi pembukaan border pada Juni-Juli 2021 mendatang.

“Untuk bulan Juni-Juli itu masih sesuai target atau on target tetapi untuk Travel Corridor Arrangement (TCA), informasi yang kita terima sedang difinalisasikan tetapi kita akan mempertimbangkan keadaan terkini di India,” 

Sandiaga mengatakan akan melakukan beberapa langkah antisipasi terkait hal tersebut. Salah satunya dengan membatasi masuknya warga negara India ke Indonesia.

“Ini yang menjadi pusat perhatian kita sekarang bahwa melihat di pantauan berita-berita dan informasi yang kita terima keadaan yang memprihatinkan oleh negara sahabat kita, India,” ujar Sandiaga..

Sandiaga memastikan bahwa pihaknya ingin pembukaan kunjungan turis asing tersebut dilakukan tetap dengan koridor yang tepat. Sehingga tidak menjadi risiko penyebaran COVID-19 terutama dengan varian-varian baru.

Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf, R Kurleni Ukar, mengatakan, berkaitan dengan pembukaan kunjungan wisman pada Juni-Juli mendatang juga akan melihat perkembangan kasus yang ada.

“Pembukaan itu harus berbasis fakta dan data, jadi kita monitoring datanya apakah itu sudah memungkinkan atau tidak. Jadi, kita tidak ingin gegabah untuk membuka border jika memang kita tidak siap,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Bu Nike itu juga menambahkan bahwa pembukaan kunjungan wisman pada Juni-Juli tersebut juga bergantung dengan kesiapan daerah dan industri yang akan dibuka

“Yang paling penting adalah kesiapan industri dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengatur wisatawan yang datang ke daerahnya itu bisa tidak membawa COVID-19 dan tidak terkena COVID-19 saat masuk ke Indonesia,” pungkasnya.

Menparekraf Sandiaga Uno dan Wamenparekraf berfoto bersama tim peliput Kemenparekraf yang tergabung dalam Forum Wartawan Ekraf ( Forparekraf) usai jumpa pers.

Model Bisnis Operasional Hotel

this formate

LEBANON, bisniswisata.co.id: Dengan lebih dari 270.000 kunci, MENA adalah salah satu pasar perhotelan regional yang tumbuh paling cepat di dunia. Christopher Lund, kepala hotel (MENA) dan Thuku Kimani, konsultan untuk Colliers International melihat model bisnis operasi hotel yang masih dalam tahap awal secara regional ini terus mendapatkan momentum

Dilansir dari Hospitalitynewsmag.com, saat pasokan perhotelan baru memasuki berbagai pasar di kawasan ini, model bisnis pengoperasian hotel yang diadopsi oleh pemilik/ pengembang berkembang.

Saat ini terdapat empat model bisnis hotel yang beroperasi di wilayah ini, yaitu:                      1.Perjanjian manajemen hotel.                       2.Perjanjian waralaba.                                           3.Operasi pemilik.                                                           4.Sewa hotel.                                                            Dari keempatnya, perjanjian manajemen hotel dan operasi pemilik adalah yang paling umum saat ini.

Popularitas perjanjian manajemen hotel sebagian besar disebabkan oleh pemilik yang biasanya lebih suka lepas tangan dalam pengelolaan properti bermerek internasional, serta keengganan operator untuk menerima pewaralaba, karena kurangnya kepercayaan mereka pada pemilik yang menegakkan standar mereka dan prosedur.

Popularitas model bisnis operasi pemilik sebagian besar ditemukan dalam kaitannya dengan properti tidak bermerek. Sewa hotel adalah yang paling tidak umum, karena operator internasional biasanya memilih untuk tidak menggunakan model ini sebagai strategi bisnis.

Hal ini karena keamanan hukum yang terkait dengan model bisnis di wilayah tersebut dan risiko mengikat modal. Model waralaba diposisikan di tengah dari empat model bisnis hotel yang beroperasi dalam hal popularitas.

Model bisnis operasi waralaba hotel

Momentum yang meningkat dalam pertumbuhan pasokan bermerek internasional di seluruh wilayah telah mendorong perpindahan bertahap dari perjanjian manajemen hotel ke waralaba.

Alasan utama pergeseran ini adalah keputusan di antara pengembang / pemilik hotel untuk mengembangkan pengalaman dan keahlian in-house dalam mengoperasikan properti, yang merupakan hasil dari peningkatan jumlah perolehan banyak aset. 

Operator secara bertahap mendapatkan kepercayaan untuk mengizinkan waralaba merek mereka. Pada dasarnya, pemilik bergerak menuju fungsi keahlian manajemen mereka sendiri, sementara hanya membutuhkan ‘ekuitas merek’ dari operator internasional. Tren yang muncul ini menyoroti pentingnya memahami bagaimana model bisnis waralaba bekerja.

Model bisnis waralaba hotel memungkinkan penerima waralaba (pemilik / pengembang) untuk mendapatkan pengaruh dari standar pemilik waralaba dan mereknya, sambil menjalankan fungsi manajemen secara mandiri dengan biaya yang biasanya lebih rendah daripada melalui perjanjian manajemen hotel, dengan operator yang sama dan nya. merek.

Komponen utama dari perjanjian waralaba hotel

Efektivitas biaya sering disebut sebagai keuntungan bagi penerima waralaba ketika mengadopsi model perjanjian ini. Namun, penting untuk diingat bahwa penerima waralaba tetap harus memastikan bahwa fungsi manajemennya memenuhi standar pemilik waralaba, sebagaimana diatur dalam perjanjian waralaba antara kedua pihak. 

Model bisnis waralaba hotel menyimpang dari model perjanjian manajemen hotel di mana kendali operasi hotel bergeser dari operator ke penerima waralaba (pemilik / pengembang).

Dalam upaya ini, penting untuk disoroti bahwa terlepas dari kontrol manajemen sehari-hari, penerima waralaba sering kali dapat menemukan bahwa memiliki model bisnis waralaba standar adalah risiko yang signifikan, terlepas dari potensi imbalannya.

Alternatif untuk perjanjian waralaba hotel standar

Mengingat risiko yang mungkin diasosiasikan oleh beberapa pemilik waralaba dengan perjanjian waralaba standar, dua bentuk model bisnis telah berevolusi dari model bisnis waralaba hotel standar, yaitu model bisnis manchise dan model bisnis white label. 

Seperti halnya perjanjian waralaba standar, keduanya masih dalam tahap awal di seluruh wilayah, tetapi secara bertahap mendapatkan pijakan dengan pemilik / pengembang hotel.

Model bisnis dan perjanjian manchise adalah campuran dari perjanjian manajemen hotel dan perjanjian waralaba, di mana operasi hotel baru dilakukan di bawah perjanjian manajemen hotel untuk tiga sampai lima tahun pertama, sebelum dilanjutkan di bawah perjanjian waralaba sejak saat itu. 

Manfaat bagi pemilik dengan model ini adalah bahwa operator hotel mengawasi periode peningkatan operasional yang menantang dari properti, sehingga mengurangi risiko investasi awal pemilik / pengembang hotel. 

Pada titik ini, ketika operasi seharusnya sudah stabil, kontrol diserahkan kepada pemilik / pengembang hotel, di bawah model waralaba, memungkinkan manfaat yang ditawarkan model ini diterapkan.

Model bisnis white label dicirikan oleh keterlibatan pemangku kepentingan tiga pihak dalam sebuah properti. Di bawah model ini, pemilik / pengembang hotel mewaralabakan merek hotel dari operator hotel dan menunjuk perusahaan manajemen pihak ketiga sebagai pengelola properti sehari-hari. 

Keuntungan dari model ini termasuk fleksibilitas yang dibawa oleh operator white label, dengan mengadopsi pendekatan adaptif terhadap kebutuhan dan persyaratan khusus yang terlibat, yang mengurangi risiko operasional bagi pemilik / pengembang, sementara juga menyesuaikan dengan standar merek hotel.

Ini sangat berguna bagi pemilik / pengembang dengan beberapa properti waralaba di beberapa merek, di mana homogenitas di seluruh portofolionya merupakan persyaratan.

Model bisnis yang terkait dengan waralaba diharapkan meningkat di seluruh wilayah dalam jangka panjang, karena operator hotel mencari variasi rute yang lebih banyak untuk ekspansi.

Pemilik / pengembang hotel berusaha untuk meningkatkan tingkat kepemilikan dan mempertajam fokus pada akuntabilitas dalam hal keuntungan dan kerugian.

Disney Wish Hadir Dengan Fitur Baru  Segala Usia

this formate

Disney Wish dikemas dengan fitur-fitur baru, mulai dari atraksi air keluarga baru, AquaMouse, dengan adegan pertunjukan, pencahayaan, dan efek khusus jauh di atas dek kolam renang, hingga trio tempat makan utama baru termasuk yang bertema ‘Frozen’ dan satu lagi di Marvel’s  Avengers.

NEY YORK, bisniswisata.co.id: Kapal bertenaga LNG akan memulai debutnya pada Juni 2022 dengan kapal pesiar pendek dari Port Canaveral. Untuk pertama kalinya, kapal Disney Cruise Line akan memiliki panggung atrium untuk acara dan hiburan siang hingga malam. Letaknya di Aula Besar, terinspirasi oleh kastil dongeng diengan referensi Cinderella.

Ada suite kerajaan dua lantai dengan tangga spiral, tiga acara produksi baru termasuk ‘Aladdin’ dan ruang dewasa baru termasuk bar bertema Star Wars seperti dilansir dari Seatrade-cruise.com.

Pintu masuk rahasia

Pintu masuk ‘rahasia’ – perosotan memutar – ke Klub Oceaneers untuk anak-anak. Orang dewasa mendapatkan pintu masuk khusus mereka sendiri; ‘itu disebut pintu,’ Disney Imagineer Sachi Handke menyindir selama pengungkapan desain itu.

Selain AquaMouse, area kolam akan memiliki enam kolam renang melintasi dek berjenjang dan termasuk distrik bertema Toy Story untuk keluarga dengan balita dan anak kecil. Orang dewasa mendapatkan Quiet Cove mereka sendiri dengan kolam renang tanpa batas, bar, dan kafe.

Makan bergilir

Makan bergilir khas Disney menampilkan tiga konsep baru. Terinspirasi oleh ‘Frozen’, Arendelle menawarkan pengalaman teater interaktif dengan karakter Elsa, Anna, Kristoff dan Olaf, dan masakan kelas dunia yang dipadukan dengan pengaruh Nordik.

Restoran Worlds of Marvel akan melihat para pengunjung memainkan peran interaktif dalam misi Avengers penuh aksi yang terbentang di sekitar mereka, lengkap dengan menu yang terinspirasi oleh Marvel Cinematic Universe.

Nama restoran tahun 1923 itu diambil dari tahun pendirian Walt Disney Co. Dipadukan dengan kemewahan klasik Hollywood, ini memberi penghormatan kepada animasi Disney dengan lebih dari 1.000 gambar dan properti. Menu tersebut akan menyoroti masakan California.

Produksi teater baru

Dekorasinya mengingatkan pada hutan magis (‘Fantasia’), Walt Disney Theater berkapasitas 1.274 kursi yang akan menampilkan tiga produksi baru, salah satunya, ‘Aladdin.’ Dua pertunjukan lainnya saat ini masih belum diumumkan.

Akan ada dua bioskop (84 kursi dan 86 kursi) untuk menyajikan pemutaran film klasik dan tayangan perdana yang lebih intim dari Disney, Pixar, Marvel, Lucasfilm dan banyak lagi.

Klub Oceaneers

In the Oceaneers Club (usia 3-12) adalah Marvel Super Hero Academy, markas besar Avengers berteknologi tinggi tempat ‘rekrutan’ muda akan berlatih bersama orang-orang seperti Spider-Man dan lainnya. Dan mereka akan membuat seragam mereka sendiri, menyaksikan pilihan mereka menjadi bentuk nanoteknologi di sekitar boneka dalam waktu nyata.

Fairytale Hall terdiri dari tiga ruang aktivitas tempat anak-anak menjadi bagian dari dongeng, dan Walt Disney Imagineering Lab adalah kesempatan pertama bagi anak-anak untuk menemukan rahasia Disney Imagineers.

Remaja berusia 11-14 tahun mendapatkan tempat nongkrongnya sendiri, Edge, sedangkan kelompok usia 14 hingga 17 memiliki Vibe.

Pusat hiburan baru, Luna, akan berubah dari tempat hiburan keluarga di siang hari menjadi ruang zona khusus dewasa di malam hari. Untuk permainan aktif, keluarga dapat pergi ke Hero Zone, sebuah arena bergantian antara rintangan yang rumit dan pusat olahraga permainan bebas.

Untuk orang dewasa

Orang dewasa akan mendapatkan area baru dan diperluas seperti Hyperspace Lounge bertema Star Wars, bar kelas atas yang ditata sebagai pesawat luar angkasa kelas kapal pesiar mewah.

Dalam hal bersantap, Palo favorit Disney berkembang untuk menawarkan hidangan Italia plus pilihan steak house, sementara Enchanté akan menyajikan menu gourmet dari Arnaud Lallement, koki bintang tiga Michelin yang Remy bergabung dengan Disney Dream dan Disney Fantasy.

Akomodasi

Disney Wish memiliki suite kerajaan dua lantai dengan tangga spiral dan kaca patri, dan lebih dari dua kali lipat jumlah kabin dan suite pramutamu premium, termasuk akomodasi pertama Disney yang terletak di atas jembatan. 76 ruang pramutamu masing-masing dapat menampung hingga lima orang.

Ruang tunggu pramutamu akan berukuran lebih dari tiga kali lipat ukuran yang ada di kapal Disney lainnya, dan dek berjemur pribadi yang berdekatan memiliki dua pusaran air, kolam rendam, bar, dan furnitur lounge yang rimbun.

Dari total 1.254 kabin, 948 kamar memiliki beranda, dan 451 kamar memiliki pintu penghubung.

Sebagian besar akomodasi menampilkan konsep kamar mandi terpisah khas Disney, dengan wastafel dan shower di satu kamar serta wastafel dan toilet di kamar terpisah. Semua akan mencakup bathtub.

Itinerary

Disney Wish dijadwalkan untuk berlayar pada pelayaran perdananya pada 9 Juni 2022, dari Port Canaveral, pelayaran lima malam ke Nassau dan Castaway Cay. Musim perdana kapal pesiar tiga dan empat malam ke tujuan yang sama menyusul. Tertarik bergabung ? pemesanan dibuka untuk umum pada 27 Mei 2021.