Harapan Untuk Wisatawan Vaksinasi di Eropa Naik Meski Restart Global Masih Terhenti  

this formate

JENEWA, bisniswisata.co.id: Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) menyambut baik pelonggaran tindakan perbatasan COVID-19 untuk penumpang yang divaksinasi, dan penggunaan yang lebih luas dari pengujian antigen yang terjangkau dan diadopsi oleh Spanyol dan Prancis.

Hal ini diperparah oleh kekecewaan yang berkelanjutan pada kegagalan untuk menerapkan langkah-langkah yang diselaraskan di seluruh Eropa dan frustrasi yang mendalam pada kurangnya koordinasi di antara pemerintah di seluruh dunia untuk pendekatan manajemen risiko berbasis data guna membangun kembali kebebasan untuk bepergian.

Pada 7 Juni, Spanyol membuka perbatasannya untuk sebagian besar pelancong yang divaksinasi dari seluruh dunia dan mengizinkan pelancong Uni Eropa ( UE)  untuk memasuki negara itu dengan tes antigen negatif.  Selanjutnya, penumpang yang berasal dari negara berisiko rendah (termasuk Inggris) dapat masuk tanpa batasan apa pun.

Dari 9 Juni, Prancis membuka untuk pelancong yang divaksinasi dari semua negara kecuali negara-negara yang dinilai “berisiko tinggi”. Pelancong yang divaksinasi dari negara-negara “berisiko sedang” perlu memberikan bukti antigen COVID-19 atau tes PCR negatif, dan orang yang tidak divaksinasi masih harus mengisolasi diri selama tujuh hari.

 “Sangat menggembirakan melihat lebih banyak negara Eropa mengambil langkah untuk membuka kembali perbatasan.  Mereka menyadari peluang yang diciptakan oleh vaksinasi dan membuat perjalanan lebih terjangkau dengan menggunakan tes antigen.  Tetapi pendekatan ini tidak universal di seluruh benua ” kata Willie Walsh, Direktur Jenderal IATA.

Banyak negara Eropa belum secara signifikan melonggarkan perbatasan sama sekali.  Fragmentasi ini harus diganti dengan pendekatan terpadu yang konsisten dengan rekomendasi UE tempat mereka berasal.  

Orang, bisnis, dan ekonomi semuanya akan mendapat manfaat dari keselarasan yang lebih besar di seluruh Eropa dalam tindakan relaksasi dan memulihkan kebebasan untuk bepergian, tegasnya.

Pendekatan yang konsisten di seluruh Eropa diperlukan jika Sertifikat COVID Digital Uni Eropa akan diterapkan secara efektif pada 1 Juli.  Dan di seluruh dunia, pemerintah perlu mengizinkan sertifikat digital untuk diintegrasikan dalam aplikasi penumpang seperti IATA Travel Pass.

Hal ini  untuk mengurangi tekanan di bandara dan di perbatasan dari pemrosesan penumpang yang lebih kompleks seiring dengan meningkatnya jumlah pelancong.

IATA Mendesak Pendekatan yang Lebih Global

Langkah-langkah oleh Spanyol, Prancis, dan negara-negara Eropa lainnya adalah langkah ke arah yang benar, tetapi memulihkan konektivitas global membutuhkan jauh lebih banyak daripada inisiatif negara regional atau individu.

G20 mendukung pendekatan berbasis data untuk mengelola risiko COVID-19 sambil membuka kembali perbatasan.  KTT Pemimpin G7 mendatang pada 11-13 Juni memberikan kesempatan penting bagi pemerintah untuk menggunakan kepemimpinan mereka memulai pendekatan terkoordinasi berbasis data dan membangun kembali konektivitas udara global.

 “Konektivitas membutuhkan negara di kedua ujung perjalanan untuk terbuka.  Banyak pasar perjalanan udara terbesar di dunia, seperti Australia, Cina, Inggris, Jepang, dan Kanada. Tapi  pada dasarnya tetap ditutup tanpa rencana yang jelas untuk memandu pembukaan kembali ”  kata Willie Walsh.

Data akan membantu negara-negara ini dan negara-negara lain untuk memperkenalkan kebijakan yang ditargetkan,  menjaga populasi tetap aman sambil bergerak menuju normalitas di dunia dengan COVID-19 untuk beberapa waktu mendatang.  

G7 memiliki kesempatan akhir bulan ini untuk menetapkan kerangka kerja yang dikelola risiko untuk membangun kembali kebebasan untuk bepergian dengan cara yang terjangkau dan praktis.  Sangat penting bagi mereka untuk menerima tantangan itu, ”kata Walsh.

Korea Selatan Bicarakan Travel Bubble dengan Singapura, Guam, Saipan

this formate

SEOUL, bisniswisata.co.id: Pemetintah Korea Selatan akan mempercepat pembicaraan travel bubble dengan negara-negara seperti Singapura, Taiwan dan Thailand untuk memungkinkan paket wisata bebas karantina bagi mereka yang divaksinasi penuh mulai awal Juli. 

Dilansir dari The Japan News, dengan hanya tour kelompok yang diizinkan di awal, satu atau dua penerbangan akan terbang seminggu, membawa hingga sekitar 200 penumpang begitu travel bubble terbentuk dengan rencana untuk memperluas skala skema perjalanan nanti, kata Kementerian Perhubungan.

Langkah ini dilakukan ketika pemerintah akan mengumumkan aturan jarak sosial baru bulan ini yang akan berlaku mulai Juli.

Negara berharap mencapai herd immunity pada bulan November dan travel bubble adalah bagian dari upaya untuk mulai mengembalikan keadaan menjadi normal.

“Pergerakan antar negara telah dibatasi terlalu lama, memberikan pukulan telak bagi industri penerbangan dan perjalanan dengan begitu banyak orang yang ingin bepergian ke luar negeri lagi,” kata Perdana Menteri Kim Boo-kyum dalam pertemuan beberapa waktu lalu. Melanjutkan perjalanan internasional akan menandai awal kehidupan kembali normal, katanya.

Dengan jumlah kasus virus corona yang meningkat di Taiwan, seorang pejabat mengatakan prospek pembentukan travel bubble lebih tinggi dengan Singapura, Guam dan Saipan menunjukkan “antusiasme yang besar” untuk kesepakatan semacam itu.

Meskipun orang-orang yang divaksinasi penuh di Korea diizinkan untuk bepergian ke luar negeri dan kembali tanpa menghadapi karantina. Travel bubble akan memberikan hak istimewa yang sama kepada siapa pun yang divaksinasi di negara-negara mitra travel bubble terlepas dari kebangsaan mereka, kata pejabat lain di Kementerian Transportasi.

Menyusul pengumuman 9 Jun lalu  agen tour online Interpark Tour meluncurkan paket wisata internasional di Eropa pada hari yang sama, dan mengatakan pihaknya berencana untuk meluncurkan lebih banyak paket.

Korean Air akan memantau permintaan perjalanan setelah pembicaraan travel bubble dan mempertimbangkan untuk meningkatkan atau melanjutkan penerbangan, kata seorang pejabat di maskapai itu.

Hurr Hee-young, seorang profesor di Korea Aerospace University, mengatakan langkah itu merupakan berita bagus bagi industri penerbangan dan perjalanan.

Korea agak berhati-hati dalam membentuk travel bubble. Tapi moodnya membaik akhir-akhir ini. Ini langkah yang akan disambut baik oleh industri penerbangan dan perjalanan, katanya.

Wisatawan akan diminta untuk dites dan menyerahkan bukti tes COVID-19 negatif dalam waktu tiga hari sebelum keberangkatan dan harus tinggal di Korea atau negara travel bubble selama dua minggu terakhir. Setibanya di negara tujuan, mereka akan menjalani tes COVID-19 lagi.

Dengan hanya paket tour bersertifikat yang diizinkan pada fase pertama dari skema travel bubble, mereka yang akan bepergian dengan agen perjalanan akan diminta untuk mengikuti rencana perjalanan dibandingkan dengan perjalanan mandiri.

Dalam beberapa bulan terakhir, dunia telah melihat beberapa travel bubble terbentuk di wilayah di seluruh dunia, termasuk antara Australia dan Selandia Baru dan antara Singapura dan Hong Kong. Tetapi kedua gelembung telah ditunda atau dijeda menyusul lonjakan kasus virus Corona.

Ramia Adnyana: Ketahanan Ekonomi Rakyat Bali Hingga Juni.

this formate

CANGGU, Bali, bisniswisata.co.id: Ketahanan perekonomian masyarakat Bali hanya hingga akhir Juni 2021 sehingga jika pemerintah masih maju mundur untuk membuka perbatasan ( border) dengan negara lain maka kondisi semakin terpuruk, ungkap Dr. (C) I Made Ramia Adnyana SE, MM, CHA

Wakil Ketua Umum Bidang Akomodasi & Pengembangan Pariwisata KADIN Bali ini mengingatkan bahwa pembukaan border sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi.

“Pemerintah terutama empat menteri yang menjadi  para pembantu Presiden harus punya komitmen tanggal pembukaan dan umumkan. Jangan lupa Bali adalah destinasi wisata utama. Bali juga satu-satunya provinsi di Indonesia yang ekonominya minus atau terkoreksi paling dalam,” ungkapnya.

Para menteri itu mulai dari Menteri Luar Negeri, Menko Marinvest, Menteri Perhubungan, Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif, Menteri Hukum & Hak Asasi Manusia dan Menteri Kesehatan adalah deretan menteri yang sangat menentukan atas keputusan Presiden RI untuk membuka border dan mereka  harus kompak, tegas Ramia.

“Jangan seperti sebelumnya, sudah ditetapkan tanggal pembukaan lalu satu menteri membatalkan dalam hitungan hari sehingga rakyat dan pelaku usaha di Bali kecewa,”

Siapa menteri yang harus berani mengambil inisiatif dan komitmen tingginya tentunya bertumpu pada Bapak Sandiaga Uno, birokrat yang berasal dari seorang entrepreneur dan berpengalaman di berbagai organisasi profesi hingga partai, tambahnya.

Pariwisata Bali yang paling terpuruk karena pandemi global COVID-19. Ketergantungan Pendapatan Asli Daerah ( PAD) yang lebih dari 50% pada pariwisata membuat keterpurukan itu kini mencapai 80-90% karena siklus ekonomi berhenti total.

“Pariwisata itu multiplier efek, memiliki dampak berganda yang kuat. Kalau tidak ada wisatawan mancanegara bahkan  wisatawan domestik juga baru digerakkan dua minggu terakhir lewat program Work from Bali juga belum cukup,” kata Ramia Adnyana.

Di luar negeri, meski ada COVID tunjangan untuk rakyat tetap bisa makan terjamin. Pengangguranpun terjamin namun kini stimulus untuk para pengusahapun belum terealisasi kecuali kalangan perhotelan, sambungnya.

Sementara pengusaha pariwisata bergerak di bidang perhubungan ( akses), atraksi dan amenities ( 3 A) yang menjadi syarat utama pengembangan pariwisata global.

“Kalau bicara kontribusi pariwisata Bali untuk nasional mencapai lebih dari 40% dari total devisa yang mencapai US$ 17,9 Milyar di 2018. Belum lagi bicara sektor penerbangan, pengusaha atraksi seperti water sport, budaya dan sebagainya ”

Ketika mereka terpuruk minimal ada support dari pemerintah baik dalam bentuk Dana PEN dan Soft Loan yang bisa dikucurkan merata. Sampai saat ini baru sembako dan hibah pariwisata yang dikucurkan keteman teman hotel di Bali, tambahnya.

Ramia mengingatkan untuk pembukaan kembali para pengusaha juga membutuhkan dana untuk perbaikan aset property mereka.” Kalau selama 15 bulan air conditioner ruangan saja sudah lama tidak menyala, perlu diservice kembali,” jelasnya.

Dia berharap pemerintah segera mengumumkan tanggal kepastian pembukaan seperti halnya negara-negara lain yang sudah lantang mengumumkan per 1 juli terbuka untuk wisman.

Rakyat Bali siap menerima kedatangan wisman, mereka juga butuh makan dan biaya hidup lainnya. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat Bali pada Prosedur Kesehatan ( Prokes) capai 96% tertinggi di seluruh Indonesia, kata Ramia.

” Oleh karena itu kami berharap agar jangan di PHP lagi ( pemberi harapan palsu), kami ingin segera memulai usaha dan bangkit dari keterpurukan. Pariwisata Bali Bangkit Ekonomi Indonesia Juga Bangkit.

Menparekraf Jadikan Momentum Hari Musik Dunia untuk Bangkitkan Industri Musik Tanah Air

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, ingin menjadikan hari musik dunia yang jatuh setiap 21 Juni sebagai momentum untuk kebangkitan industri ekonomi kreatif dan industri musik di Tanah Air dengan berinovasi dan beradaptasi di tengah pandemi.

Menparekraf Sandiaga Uno mengikuti  Webinar ‘Global Center of Excellence for International Cooperation and Creative Economy’ (G-CINC) Expert Series: “Resilient Ecosystem, Stronger Crescendo” yang digelar secara hybrid dari Ambon, Senin (21/6/2021).

Dia menjelaskan, pandemi telah membuat kebiasaan hidup berubah, termasuk cara melakukan bisnis. Yang semula konvensional beralih ke digital. Hal serupa juga dialami berbagai subsektor ekonomi kreatif di Tanah Air, salah satunya industri musik.

“Mari kita jadikan momentum hari musik dunia yang jatuh pada hari ini, sebagai upaya untuk bangkit dari keterpurukan. Para pelaku dan industri musik harus bisa beradaptasi, berkolaborasi, dan berinovasi agar industri yang digemari banyak kalangan ini dapat segera bangkit,” katanya.

Menparekraf Sandiaga juga menjelaskan, dampak pandemi bagi industri musik dirasakan sangat dalam pada tahun 2020. Mulai dari banyaknya konser musik yang dibatalkan, rekaman ditunda, hingga banyak kru-kru musik yang kehilangan pekerjaannya akibat pandemi.

Bahkan Majalah Pollstar mengestimasi industri musik telah kehilangan lebih dari US$30 miliar sepanjang tahun 2020 lantaran pembatalan konser dan pertunjukan musik lainnya.

“Kita perlu menemukan perspektif segar tentang cara mengubah bisnis dari industri musik. Untuk itu kegiatan ini diharapkan dapat menemukan solusi dan mengeksplorasi strategi bisnis yang dapat dijalankan kedepan, agar ekosistem musik tanah air dapat segera bangkit,” ujarnya.

Kemenparekraf bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB membentuk G-CINC yang menjadi salah satu wadah bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mengarusutamakan sektor ekonomi kreatif hingga memunculkan peluang kerja sama antar mitra ekonomi kreatif di dunia.

“Program G-CINC mendatangkan para pakar dari berbagai negara untuk ‘sharing’ pengalaman dan ‘expertise’ di bidang ekonomi kreatif,” katanya.

Pada kesempatan kali ini, G-CINC berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Havana, Kuba, menggelar expert series di Ambon yang telah dinobatkan sebagai kota musik oleh UNESCO.

Dubes RI untuk Kuba, Nana Yuliana, mengharapkan melalui event ini dapat terjalin kerja sama Ambon dan Havana, tidak hanya melalui musik, namun juga bidang perdagangan dan Pendidikan.

Dubes Kuba di Indonesia juga menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk pertukaran praktik kebudayaan dan musik antara kedua negara yang sudah bersahabat selama kurang lebih 60 tahun.

“Kerja sama antara Ambon dan Havana (Ibukota Kuba) harus menjadi contoh kerja sama masa depan bagi industri musik, keduanya menjadi gambaran bagaimana musik dapat bergerak dan mengubah masyarakat.

Industri musik Indonesia kurang lengkap dan bersemangat tanpa Ambon, begitu juga Kuba tanpa Havana, mari sama-sama jadikan momentum hari musik dunia sebagai momentum untuk berkolaborasi dan bangkit dari pandemi,” ujarnya.

 

Korea Selatan Bicarakan Travel Bubble dengan Singapura, Guam, Saipan

this formate

SEOUL, bisniswisata.co.id: Pemetintah Korea Selatan akan mempercepat pembicaraan travel bubble dengan negara-negara seperti Singapura, Taiwan dan Thailand untuk memungkinkan paket wisata bebas karantina bagi mereka yang divaksinasi penuh mulai awal Juli.

Dilansir dari The Japan News, dengan hanya tour kelompok yang diizinkan di awal, satu atau dua penerbangan akan terbang seminggu, membawa hingga sekitar 200 penumpang begitu travel bubble terbentuk dengan rencana untuk memperluas skala skema perjalanan nanti, kata Kementerian Perhubungan.

Langkah ini dilakukan ketika pemerintah akan mengumumkan aturan jarak sosial baru bulan ini yang akan berlaku mulai Juli. Negara berharap mencapai herd immunity pada bulan November dan travel bubble adalah bagian dari upaya untuk mulai mengembalikan keadaan menjadi normal.

“Pergerakan antar negara telah dibatasi terlalu lama, memberikan pukulan telak bagi industri penerbangan dan perjalanan dengan begitu banyak orang yang ingin bepergian ke luar negeri lagi,” kata Perdana Menteri Kim Boo-kyum dalam pertemuan beberapa waktu lalu.

Melanjutkan perjalanan internasional akan menandai awal kehidupan kembali normal, katanya. Dengan jumlah kasus virus corona yang meningkat di Taiwan, seorang pejabat mengatakan prospek pembentukan travel bubble lebih tinggi dengan Singapura, Guam dan Saipan yang  menunjukkan “antusiasme yang besar” untuk kesepakatan semacam itu.

Meskipun orang-orang yang divaksinasi penuh di Korea diizinkan untuk bepergian ke luar negeri dan kembali tanpa menghadapi karantina. Travel bubble akan memberikan hak istimewa yang sama kepada siapa pun yang divaksinasi di negara-negara mitra travel bubble terlepas dari kebangsaan mereka, kata pejabat lain di Kementerian Transportasi

Menyusul pengumuman 9 Juni lalu  agen tour online Interpark Tour meluncurkan paket wisata internasional di Eropa pada hari yang sama, dan mengatakan pihaknya berencana untuk meluncurkan lebih banyak paket.

Korean Air akan memantau permintaan perjalanan setelah pembicaraan travel bubble dan mempertimbangkan untuk meningkatkan atau melanjutkan penerbangan, kata seorang pejabat di maskapai itu.

Hurr Hee-young, seorang profesor di Korea Aerospace University, mengatakan langkah itu merupakan berita bagus bagi industri penerbangan dan perjalanan.

Korea agak berhati-hati dalam membentuk travel bubble. Tapi moodnya membaik akhir-akhir ini. Ini langkah yang akan disambut baik oleh industri penerbangan dan perjalanan, katanya.

Wisatawan akan diminta untuk dites dan menyerahkan bukti tes COVID-19 negatif dalam waktu tiga hari sebelum keberangkatan dan harus tinggal di Korea atau negara travel bubble selama dua minggu terakhir.

Setibanya di negara tujuan, mereka akan menjalani tes COVID-19 lagi. Dengan hanya paket tour bersertifikat yang diizinkan pada fase pertama dari skema travel bubble, mereka yang akan bepergian dengan agen perjalanan akan diminta untuk mengikuti rencana perjalanan dibandingkan dengan perjalanan mandiri.

Dalam beberapa bulan terakhir, dunia telah melihat beberapa travel bubble terbentuk di wilayah di seluruh dunia, termasuk antara Australia dan Selandia Baru dan antara Singapura dan Hong Kong. Tetapi kedua gelembung telah ditunda atau dijeda menyusul lonjakan kasus virus Corona.

 

Vietnam Serukan Penyelesaian Awal Kerangka Koridor Perjalanan ASEAN

this formate

HANOI, bisniswisata.co.id: Wakil Menteri Luar Negeri Vietnam Nguyễn Quốc Dũng menyarankan agar ASEAN segera menyelesaikan kerangka koridor perjalanan untuk memulai kembali perjalanan bisnis penting dengan aman.

Pejabat itu berbicara saat berpidato di Asean Joint Consultative Meeting (JCM) Kamis pekan lalu.Dilansir dari globalnation.inquirer.net, acara tersebut berlangsung melalui konferensi video yang diketuai oleh Brunei, Ketua Asean pada tahun 2021.

Para peserta pada pertemuan tersebut mengakui kemajuan dalam pembangunan Komunitas Asean selama enam bulan terakhir meskipun situasi COVID-19 yang kompleks di wilayah tersebut.

Mereka menyatakan dukungan negara mereka kepada Brunei untuk mempromosikan inisiatif dan prioritas untuk Tahun Asean 2021.
Mereka menyepakati peta jalan untuk membangun visi Komunitas Asean pasca-2025 dan pembentukan kelompok perancang tingkat tinggi tahun ini.

Pertemuan tersebut juga menyepakati penyusunan rencana induk ASEAN tentang Revolusi Industri Keempat dan percepatan Inisiatif Strategis dan Holistik untuk Menghubungkan Tanggapan Asean terhadap Keadaan Darurat dan Bencana (ASEAN SHIELD).

Para pejabat sepakat untuk meningkatkan pengadaan vaksin COVID-19 melalui UNICEF dan Fasilitas COVAX untuk memasok negara-negara anggota, meminta ASEAN untuk segera menggunakan US$10,5 juta dari dana tanggapan COVID-19 untuk membeli vaksin.

Menekankan pentingnya pemulihan berkelanjutan, negara-negara tersebut menyoroti perlunya keterlibatan seluruh blok dalam menerapkan Kerangka Pemulihan Komprehensif Asean, dan untuk mendukung perusahaan, kelompok rentan, dan daerah terpencil di kawasan ini.

Pada pertemuan tersebut, mereka menyambut baik dan menyetujui inisiatif Vietnam untuk menyelenggarakan forum ASEAN tentang kerja sama sub-regional pada kuartal ketiga tahun ini untuk fokus mempersempit kesenjangan pembangunan di antara sub-kawasan untuk pemulihan komprehensif dan pembangunan berkelanjutan.

Mereka juga sangat menghargai hasil konferensi regional tentang implementasi Inisiatif Integrasi Asean untuk tahun 2021 – 2025, yang diadakan pada 19 Mei dan diketuai oleh Vietnam.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Dũng mengatakan Asean harus memprioritaskan pemulihan dan mempromosikan konektivitas dengan menerapkan Kerangka Pemulihan Komprehensif Asean secara efektif dan segera menyelesaikan kerangka kerja pengaturan koridor perjalanan Asean untuk memfasilitasi perjalanan di dalam blok tersebut.

Dia juga menunjukkan dampak pandemi COVID-19 di kawasan, termasuk kesenjangan pembangunan yang melebar antar sub-kawasan di Asean.

Pejabat itu meminta negara-negara anggota untuk membantu daerah-daerah terpencil, termasuk sub-wilayah Mekong, untuk pulih dari pandemi dan mengikuti kecepatan pembangunan bersama dalam kelompok tersebut.

Tour Operator Turki Berharap Bisa Sambut Wisatawan Kembali

this formate

ANKARA, bisniswisata.co.id:Rusia melanjutkan lalu lintas udara dengan Turki pada hari Selasa karena operator pariwisata Turki berharap dapat menyambut wisatawan kembali setelah banyak kehilangan.

Keputusan itu dibuat setelah kunjungan delegasi ke Turki untuk menilai langkah-langkah keamanan setelah Rusia memutuskan untuk tidak mengizinkan wisatawan melakukan perjalanan ke negara itu hingga setidaknya 21 Juni karena “situasi epidemiologis yang serius” di negara itu.

Dilansir dari Arab News, Turki adalah tujuan liburan utama bagi wisatawan Rusia. Pada 2019, lebih dari 7 juta turis Rusia mengunjungi negara itu. Jumlah ini turun menjadi 2,7 juta tahun lalu karena pandemi, memberikan pukulan besar bagi pendapatan pariwisata.

Pengumuman tersebut disambut baik oleh operator pariwisata Turki. Penurunan kasus COVID-19 harian dari rekor tertinggi 60.000 pada April menjadi di bawah 6.000, dengan langkah-langkah lockdown akhir pekan yang ketat dan dorongan inokulasi nasional, juga menyediakan lingkungan yang menguntungkan.

Ribuan fasilitas, restoran, kafe, dan kendaraan tour dan transfer di Turki baru-baru ini diberikan “Sertifikat Wisata Aman” melalui program pemerintah.

Operator pariwisata Turki dan perwakilan industri mendesak pihak berwenang Turki untuk menerapkan langkah-langkah ketat bagi orang Rusia yang masuk karena Rusia juga telah melihat pertumbuhan yang signifikan dalam kasus virus Corona dalam beberapa hari terakhir, dengan angka harian mencapai nilai puncak.

Goksel Gungor, salah satu pendiri YTM Tourism Villa Aparts di Fethiye, kota resor Mediterania, mengatakan mereka menyambut ribuan wisatawan Rusia untuk vila musim panas dan wisata kapal pesiar sebelum pandemi.

Untuk memenuhi kriteria pariwisata yang aman, semua stafnya divaksinasi lengkap, dan mereka memiliki sertifikat yang diperlukan. Dia mengatakan bahwa mereka akan mendapatkan sertifikat tambahan yang diperlukan oleh otoritas Rusia untuk menyambut warga negara mereka.

Mereka juga melakukan desinfeksi terperinci di semua vila dan akan memungkinkan satu hari penuh untuk pembersihan dan penyejuk udara di setiap akomodasi sebelum menyambut wisatawan baru.

“Setiap tahun, kami biasanya mendapatkan sekitar seribu turis Rusia pada akhir April dan menampung mereka hingga pertengahan Oktober di fasilitas vila dan kapal pesiar kami. Sejauh ini, hanya orang Ukraina yang datang, tetapi orang Rusia sebagian besar lebih disukai di wilayah ini karena daya beli mereka yang tinggi, ”kata Gungor.

Wilayah ini menghitung jam untuk menyambut turis Rusia yang telah lama ditunggu-tunggu yang menunda pemesanan mereka daripada membatalkannya. Dan harga kami tetap kurang lebih stabil agar tidak mengecilkan hati mereka, tambah Gungor.

Depresiasi lira Turki juga akan membantu Rusia membelanjakan uang dengan mudah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tambahnya.

Jerman baru-baru ini menghapus Turki dari daftar negara berisiko tinggi, tetapi Inggris, sumber wisatawan terbesar ketiga, masih memasukkan Turki dalam “daftar merah” perjalanannya.

Bulut Bagci, presiden World Tourism Forum Institute, mengharapkan semua negara Eropa akan mencabut larangan warga negara mereka datang ke Turki pada akhir Juli.

“Musim panas ini, bersama pergi ke kota-kota resor Mediterania, turis Rusia akan mengunjungi Cappadocia yang terkenal di Turki dan provinsi tenggara Mardin. Ini adalah pertama kalinya mereka mendiversifikasi preferensi tujuan mereka untuk mengalami berbagai tempat di negara ini, ”katanya.

Tour ke Mardin saat ini sedang dijual di pasar Rusia, di mana ia dipromosikan sebagai “kota impian dan kota peradaban.” Kelompok individu juga diharapkan untuk mengunjungi kota selama musim panas. Operator tour dari Rusia baru-baru ini mengunjungi kota tersebut untuk memeriksa keamanan fasilitas tersebut.

Namun, Bagci percaya Turki perlu mendiversifikasi profil wisatanya dan mengembangkan strategi untuk menarik wisatawan dari dunia Islam dan kawasan Afrika juga.

“Kita harus mengambil pelajaran dari krisis pandemi. Kita harus mendiversifikasi arus wisata dan tidak bergantung pada satu sumber. Paket yang dibeli satu turis Afrika setara dengan paket lima turis Rusia atau Eropa. Kita tidak boleh hanya memasarkan destinasi musim panas, tetapi mencoba memasarkan produk pariwisata yang menarik bagi dunia Islam,” ujarnya.

Otoritas Rusia secara bersamaan memutuskan untuk mencabut larangan terbang ke AS, Siprus, Italia, Makedonia, Belgia, Bulgaria, Yordania, dan Irlandia.

 

kaos biru tua

BMW Tours Bali : Buka Border, Hidupkan Siklus Bisnis Pariwisata  

this formate

CANGGU, Bali, bisniswisata.co.id: From Hero to Zero, kehilangan masa jaya akibat tidak adanya wisatawan mancanegara yang datang ke Pulau Dewata dan usaha yang tiba-tiba mati suri banyak dialami oleh usaha Biro Perjalanan Wisata ( BPW) Bali, tidak terkecuali pada BMW Grup.

Jeffry Budiman, pendiri Bali Megah Wisata ( BMW) Tours, salah satu BPW terbesar di Bali mengaku banyak piutang ditangan mitra kerja di luar negri yang belum sempat dibayar karena pandemi global COVID-19 keburu datang.

” Piutang di luar negri kalau nilaimya US$1 juta jumlahnya sudah Rp 15 miliar. Apalagi dalam sebulan kami bisa layani outbond, wisman ke Bali yang jumlahnya 20.000 orang,” kata Jeffry.

Uang miliknya di tangan mitra kerja di luar negri itu memang belum tentu hilang, bisa saja kembali namun saat ini yang jelas tidak mampu dibayarkan pada BMW mengingat bisnis pariwisata berhenti siklusnya dalam 15 bulan  terakhir dan entah kapan akan dibayar. 

“Virus Corona yang mematikan ini juga membuat dua orang adik saya terpapar dan puji syukur mereka bisa selamat dari maut dan sudah kembali sehat,” 

Sebagai pemain inbound besar di destinasi wisata utama negri ini, Jeffrey pernah memiliki 600 karyawan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan negri jiran hingga Taiwan.

” Begitu pandemi melanda dunia, semua mati suri tidak tahu kapan berakhirnya virus ini dan perkiraan saya bisnis baru bisa kembali normal 2024,” ungkapnya.

Bagaimana seni bertahan hidup dimasa pandemi ?. Usaha BMW banting setir menjalankan ekspedisi dengan biaya mulai Rp 10.000. Jeffrey mengaku, usaha yang kini dijalani oleh putrinya ini masih bisa menjadi penyambung hidup dengan dukungan bisnis lainnya.

” Saya sendiri sebelum pandemi terjadi sudah merintis usaha menjadi petani buah. Setiap hari sedikitnya ada 10 jenis buah yang sering dikonsumsi orang sehari-hari kami pasok diantaranya buah alpukat, buah naga dan nanas ke Grand Lucky Bali,” jelasnya.

Jeffry memiliki 5,5 ha tanah di Bali yang semula dipersiapkan untuk agrowisata buah dan sayur organik dengan taman-taman tematik sehingga pengunjung bisa langsung belajar membuat menu-menu seperti salad, gado-gado dan makanan segar lainnya sambil melakukan agrowisata.

” Kalau buah yang saya tanam a.l pisang, pepaya, alpukat, buah naga, nenas, melon, semangka, jeruk. Sedangkan sayurannya organik semua,” kata Jefrry 

Investasi lainnya berupa 600 ha tanah gambut di Bukit Suharto Kalimantan Timur terutama ditanami buah Naga juga menjadi penyelamat menghadapi masa pandemi ini.

” Tidak ada yang kebetulan investasi yang sudah dilakukan sejak 2016 itulah yang menyelamatkan kami karena kenyataannya pemerintah dengan keterbatasannya tidak bisa membantu para pelaku usaha,”

Menyinggung program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang menjadi kunci penting dalam pemulihan baik kesehatan maupun ekonomi di kuartal pertama tahun 2021 ini, Jeffrey mengaku usaha Biro Perjalanan Wisatanya belum tersentuh kucuran dana tersebut.

“Saya harapkan pemerintah segera gerakkan kunjungan wisatawan domestik sehingga roda perekonomian bisa kembali berputar di Pulau Bali bukan sekedar program work from Bali bagi Aparatur Sipil Negara ( ASN),”

Menurut dia, sektor pariwisata memiliki dampak berganda tetapi ketika siklus hidupnya terhenti maka stakesholder terutama pemerintah harus bisa menggerakkan roda kehidupannya lagi.

” Tidak ada jalan lain pembukaan border harus segera dilaksanakan dan pergerakan wisnus dioptimalkan,” tegas Jeffrey

 

 

EXPLORE! eps.13: Aktivitas Seru Disekitar Kota Jakarta

this formate

Setelah pandemi Covid-19 melanda dunia, pemerintah Indonesia menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat banyak orang terpaksa harus bekerja dan beraktifitas dari dalam rumah demi membatasi penyebaran virus corona.

Walaupun masih banyak orang yang takut untuk berpergian keluar kota, namun beberapa bulan terakhir pemerintah Indonesia sudah mulai membuka tempat-tempat umum dengan syarat menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Didorong oleh rasa rindu akan berwisata, saya mengajak seorang bule dari Islandia; Auður Linda Sonjudóttir untuk berkeliling kota Jakarta dan sekitarnya sambil menikmati aktifitas-aktifitas seru yang ditawarkan. Mulai dari rock climbing, petting zoo, gokarting, billiard, bermain salju, dan lain sebagainya.

Berbagai aktifitas di Scientia Square Park

Perjalanan kami dimulai dengan mengunjungi Scientia Square Park di Kota Tangerang, Banten. Hanya dengan membayar tiket masuk seharga Rp 45.000,- pada hari biasa atau Rp 100.000,- pada akhir pekan.

Kami dapat bermain sepuasnya dan memanfaatkan aktifitas-aktifitas seru yang ada diantara ruang terbuka hijau yang memenuhi taman. Seperti rock climbing, roller blade, skateboard, petting zoo, dan masih banyak lagi.

Setelah asyik menikmati hijaunya Scientia Square Park, kami beranjak menuju pusat kota Jakarta tepatnya di Plaza Semanggi untuk mencoba indoor gokarting di Speedy Karting. Dengan membayar sekitar Rp 70.000,- /orang, kami sudah dapat beradu cepat bagaikan Michael Schumacher di sirkuit F1. Jiwa kompetitif kami semakin membara saat mengetahui bahwa pengguna sirkuit pada saat itu hanyalah kami berdua.

Keseruan balapan gokart di Speedy Karting

Saya memulai perlombaan dengan sengit dan berada didepan Auður untuk 2 lap pertama. Walaupun mesin gokart yang berada di kanan punggung saya terasa sangat panas, saya tetap mencoba untuk tancap gas sekencang mungkin.

Namun nasib buruk mengalahkan saya pada saat itu, karena kurang piawai mengantisipasi belokan tajam pada lap ketiga maka saya tanpa sengaja menabrakan gokart ke dinding pembatas. Auður dengan mudah membalap saya dan mengakhiri perlombaan dengan kemenangan yang telak.

Sebagai penutup hari, kami beranjak menuju Redball Billiard di Bintaro Jaya Sektor 9, Tangerang Selatan. Sebuah tempat billiard yang cukup populer dikalangan anak muda Bintaro, tempat ini boleh dibilang cukup eksklusif karena pintu masuknya berada tersembunyi dibagian belakang gedung parkir Bintaro Trade Center.

Dengan membayar sekitar Rp 40.000,- /jam untuk satu meja, kami memulai permainan dengan dengan kepercayaan diri tinggi. Namun dikarenakan kami berdua sangat amatir dalam bermain billiard, hampir semua tembakan tidak mengenai bola yang dituju. Akan tetapi kami sangat menikmati permainan tersebut karena dipenuhi oleh tawa dan canda.

Beberapa bulan berlalu, kamipun melanjutkan keseruan dengan berkunjung ke Trans Snow World yang juga berada di Bintaro Jaya Sektor 9, tak jauh dari Redball Billiard Bintaro. Setelah membayar tiket masuk dengan harga promo sekitar Rp 299,000,- untuk dua orang ditambah Rp 100.000,- untuk biaya sewa peralatan.

Kami memasuki area wisata dan sangat terkagum melihat gunung salju buatan dengan latar belakang perkampungan dikaki Gunung Fuji, Jepang yang sedikit mengingakan kami pada film ‘The Truman Show’ yang dibintangi oleh sang legenda, Jim Carey.

Auður yang sudah lama tidak bermain dengan salju sejak meninggalkan Islandia terlihat sangat gembira dan kembali menyatu dengan mudah kepada ‘habitat’ aslinya. Sangat bertolak belakang dengan saya yang menggigil tak karuan menahan dingin.

Cuplikan keseruan bermain ‘salju’ di Trans Snow World

Kami memulai petualangan salju dengan meluncur dari puncak ‘gunung’ menggunakan ban bagaikan di wahana air waterboom, wahana ini langsung menjadi favorit kami karena cepatnya laju ban sangat memacu adrenalin kami yang sangat menagihkan.

Namun karena tak mau membuang waktu, kami melanjutkan ke wahana-wahana lainnya seperti berseluncur di salju, menaiki kereta gantung, bermain lempar-tangkap salju, dan lain sebagainya.

Kamipun menutup petualangan kali ini dengan penuh kebahagiaan dan membuktikan bahwa masih banyak aktifitas-aktifitas seru yang bisa kita lakukan ditengah-tengah pandemi tanpa harus keluar kota dan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ada.

Menparekraf Dorong Pengembangan Desa Wisata Berbasis Ekoturisme di Sinjai Sulsel

this formate

SINJAI, Sulsel, bisniswisata.co.id:– Menparekraf Salahuddin Uno menutup rangkaian kunjungan kerjanya di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan mengunjungi Kabupaten Sinjai. Tepatnya ke Kampung Galung, Desa Barania, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sabtu (19/6) sore.

Desa Barania merupakan satu dari 11 desa wisata yang tengah dikembangkan Pemerintah Kabupaten setempat yang diharapkan menjadi salah satu potensi pengembangan desa.

Desa Barania sendiri dikenal dengan potensi pariwisata berupa panorama sumber daya alam yang memanjakan mata. Mulai dari hamparan sawah yang luas, udara segar, hingga air terjun.

“Di Barania, di Kampung Galung, saya melihat satu harapan, motivasi dan optimisme baru, dan kita mendorong wisata berbasis kelestarian lingkungan, wisata berbasis ekoturisme dan kita lihat hamparan sawahnya yang merupakan daya tarik yang luar biasa,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sinjai Andi Seto Asapa, Wakil Bupati Sinjai Hj Andi Kartini Ottong, Ketua DPRD Sinjai Lukman H Arsal, Ketua TP PKK Sinjai Hj Andi Nurhilda Daramata Seto, para pejabat Forkopimda serta pejabat Lingkup Pemkab Sinjai.

Sementara dari Kemenparekraf, turut mendampingi Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf Indra Ni Tua, Direktur Pengembangan Destinasi II Kemenparekraf Wawan Gunawan, Inspektur I Kemenparekraf Bayu Aji, Direktur Politeknik Pariwisata Makassar Muhammad Arifin, serta Stafsus Menteri Bidang Akuntabilitas, Pengawasan dan Reformasi Birokrasi Irjen Pol. Krisnandi S.H., M.H.

Kampung Galung miliki kuliner khas lokal, juga produk fesyen, serta kegiatan budaya yang menambah potensi Kampung Galung sebagai desa wisata. Sandiaga berkomitmen untuk mendukung pengembangan desa ini masuk ke level nasional. Begitu juga dengan desa-desa wisata lainnya di Kabupaten Sinjai.

Ia berharap kolaborasi Kemenparekraf dengan Pemkab Sinjai ke depan dapat terus membangkitkan harapan dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya dengan menghadirkan kebijakan yang tepat untuk masyarakat yang membutuhkan dan berpihak pada ekonomi yang berkeadilan.

“Kami akan petakan bantuan jenis apa yang diperlukan, karena desa wisata seperti ini perlu kunjungan wisatawan dan ekonominya membuka lapangan kerja, dan apa yang dibutuhkan yaitu jaringan, jalanan, infrastruktur, dan SDM pengelola desa wisata. Ini mungkin yang bisa kita bantu kedepan,” kata Sandiaga.

Sebagai salah satu cara, Menparekraf mengajak Bupati Sinjai untuk mendaftarkan desa-desa wisata yang ada untuk mengikuti ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

“Mari kita kembangkan Kampung Galung dan desa wisata Barania jadi simbol kebangkitan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Menparekraf Sandiaga Uno juga melakukan penanaman pohon sebagai salah satu simbol mendukung pengembangan ekoturisme di Sinjai.

Bupati Sinjai Andi Seto Asapa mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kehadiran Menparekraf dan jajaran. Ia mengatakan, pariwisata merupakan salah satu sektor yang diunggulkan di Kabupaten Sinjai karena memiliki potensi yang besar. Mulai dari wisata alam, budaya, sejarah, kuliner, juga wisata buatan.

“Desa-desa wisata di Kabupaten Sinjai ini alhamdulillah berkembang terus dan sekarang sudah ada 11 desa wisata. Dan kami berharap dukungan seluruh masyarakat khususnya di Sinjai dan di desa-desa yang kami tetapkan sebagai desa wisata,” kata bupati.

“Mudah-mudahan kami bisa ikut dalam ADWI 2021 dan berharap dari seluruh masyarakat untuk mensukseskan desa wisata tersebut dan bisa meraih yang terbaik di anugerah desa wisata,” kata Andi Seto.