Di Wilayah Danau Italia, Luangkan Waktu untuk Menikmati Aroma Lemon

this formate

Di wilayah Danau Italia, meluangkan waktu untuk menikmati aroma lemon
Restoran dan taman Italia di Passalacqua, sebuah vila dengan 24 kamar yang menghadap Danau Como. (Foto: Passalacqua)

ROMA, Italia, bisniswisata.co.id: Di musim gugur, ketika keramaian telah berkurang di sepanjang tepi Danau Garda dan Danau Como di Italia, ada cukup waktu untuk berhenti dan menikmati aroma lemon.

Kami berada di sebuah kota di Italia utara bernama Gargnano di sebuah biara abad ke-13 yang didirikan oleh Santo Fransiskus dari Assisi. Para biarawan Fransiskanlah yang memperkenalkan budidaya lemon di tepi Danau Garda, sehingga wilayah tersebut dikenal sebagai Riviera dei Limoni.

Dilansir dari www.travelweekly.com. saat mengikuti pemandu kami, Merlin, kami mendaki ke salah satu rumah kaca batu yang tersisa yang dikenal sebagai limonaie yang dulunya berjajar di tepi danau.

Dengan panen tahunan sebanyak 20 juta lemon untuk diekspor, lemon dari Riviera dei Limoni memberikan kekayaan luar biasa bagi wilayah tersebut selama beberapa generasi.

Merlin adalah anggota pendiri koperasi pertanian di wilayah tersebut, yang berupaya melindungi kebun jeruk dan zaitun, kebun anggur, dan hutan laurel di Danau Garda.

Misi koperasi ini adalah mempromosikan pariwisata yang menghormati tradisi lokal dan pelestarian lingkungan.

Di toko koperasi, Terre & Sapori, Merlin memandu kami mencicipi selai dan kompot jeruk serta berbagai minuman keras jeruk dan herbal.

Di kota tepi danau tetangga, Salo, kami berjalan-jalan di sepanjang jalan tepi laut yang luas yang dipenuhi pohon jeruk yang berbuah di bawah sinar matahari.

Baik D.H. Lawrence maupun Benito Mussolini pernah menghabiskan waktu di Gargnano, bukti bahwa daya tarik wilayah ini melintasi berbagai demografi.

Kota ini adalah rumah bagi Villa Bettoni, yang dikenal secara lokal sebagai Versailles Kecil, sebuah vila luar biasa yang dibangun dari kekayaan fenomenal yang diperoleh dari kebun lemon.

Kolam renang dalam dan luar ruangan di Lefay Resort & Spa di Danau Garda. (Foto: Lefay Resorts)

Lefay Resort & Spa

Di perbukitan di atas Gargnano, Lefay Resort & Spa dikelilingi oleh taman seluas 27 hektar yang terdiri dari kebun zaitun dan teras alami.

Sebagai anggota Legend dari Preferred Hotels & Resorts, Lefay adalah oasis kesehatan dan relaksasi. Selain kolam renang infinity luar ruangan, spa resor ini mencakup tujuh jenis sauna, enam area relaksasi, dan berbagai kolam renang dan pusaran air.

Sejalan dengan fokus resor pada kesehatan holistik, restoran Gramen dan koki berbintang Michelin-nya mengedepankan diet Mediterania dengan program Vital Gourmet mereka yang menggunakan bahan-bahan musiman dan minyak zaitun extra virgin bersama dengan buah jeruk dan rempah-rempah lokal.

Di Lefay, para tamu bebas berjalan-jalan dengan jubah mereka, menambah suasana santai resor. Suasana santai tersebut mendorong tidur yang lebih nyenyak di kamar dan suite resor, di mana balkon menghadap ke taman dan danau yang asri.

Seperti yang ditulis D.H. Lawrence tentang daerah tersebut, “Semuanya terlalu indah untuk diungkapkan dengan kata-kata [dan] sama sekali tidak turistik.”

Salah satu cara terbaik untuk menyaksikan keindahan Danau Garda adalah dengan menaiki perahu cepat Frauscher Lido 1017 yang dimodifikasi oleh Lefay.

Passalacqua

Terletak di perbukitan di atas danau adalah Museo della Carta, sebuah museum yang didedikasikan untuk produksi kertas selama Abad Pertengahan.

Agak lebih jauh di Gardone Riviera terdapat Vittoriale degli Italiani, benteng monumental dan museum yang memperingati kehidupan penyair Gabriele D’Annunzio.

Bar di Passalacqua, yang merupakan anggota Legend dari Preferred Hotels & Resorts. (Foto: Passalacqua)

Selama bertahun-tahun, Danau Garda selalu berada di bawah bayang-bayang saudaranya yang lebih terkenal, Danau Como. Terletak sekitar satu jam dari Milan, Danau Como adalah rumah bagi banyak vila neoklasik bersejarah.

Pengunjung Villa del Balbianello sering kali merasakan deja vu, mengingat kemunculan vila tersebut dalam film-film seperti “Star Wars: Episode II — Attack of the Clones” dan “Casino Royale” tahun 2006.

Bekas rumah Guido Monzino, orang Italia pertama yang mendaki Gunung Everest, adalah monumen bagi kehidupan Monzino yang legendaris sebagai penjelajah dan bukti pengelolaan oleh National Trust of Italy, yang menjaga vila tersebut dalam kondisi prima.

Di desa kuno Moltrasio di cabang barat daya Danau Como, tradisi Italia la villeggiatura masih hidup di Passalacqua.

Sebagai ritual tahunan bagi keluarga Italia, la villeggiatura adalah perpindahan musiman dari kota ke pedesaan — dan sering dikombinasikan dengan konsep dolce far niente, atau “kemalasan yang manis.”

Awalnya dibangun pada abad ke-18 oleh Count Lucini-Passalacqua dan kemudian dimiliki oleh komposer Italia Vincenzo Bellini, Passalacqua yang memiliki 24 kamar terletak di atas Danau Como, sepenuhnya dikelilingi oleh tujuh hektar taman bertingkat, air mancur, dan serangkaian terowongan rahasia yang mengarah ke danau dan dermaga pribadi.

Sebagai anggota Legend dari Preferred Hotels & Resorts, vila ini dibuka kembali pada tahun 2022 setelah renovasi teliti selama tiga tahun.

Saat Anda berjalan-jalan melalui ruangan-ruangan yang mewah, mudah untuk kembali ke masa lalu, ke era ketika tamu-tamu seperti Napoleon Bonaparte dan Winston Churchill terpesona oleh gaya hidup Italia (vivere Italiano).

Gerbang masuk ke Villa Sola Cabiati, tempat para tamu Grand Hotel Tremezzo dapat mengatur makan malam pribadi.( Foto: Grand Hotel Tremezzo).

Grand Hotel Tremezzo

Sedikit lebih jauh ke utara di sepanjang danau terletak kota Tremezzo, tempat para pengunjung dapat menjelajahi taman seluas 20 hektar dan hutan Villa Carlotta abad ke-18.

Kamar-kamar vila dilengkapi dengan patung-patung karya Canova dan lukisan-lukisan karya Hayez, sementara galeri elegan di lantai atas menawarkan pemandangan danau yang menakjubkan.

Salah satu dusun paling indah di sepanjang Danau Como, Tremezzo adalah rumah bagi Grand Hotel Tremezzo, yang dibangun pada tahun 1910 di tengah taman botani Villa Carlotta.

Dengan pemandangan tepi danau ke semenanjung Bellagio, para tamu di istana art nouveau ini memiliki akses ke lido hotel, tempat dua perahu motor Venesia siap melintasi danau.

Kamar dan suite yang ditata apik di Grand Hotel Tremezzo menampilkan lemari cermin buatan khusus yang memperlihatkan minibar tersembunyi, sementara televisi disembunyikan di dalam peti koper bergaya vintage.

Terletak di ruang bawah tanah anggur hotel, enoteca L’escale menyajikan cacio e pepe di meja dengan truffle hitam.

Di Villa Sola Cabiati yang berdekatan, tamu hotel dapat mengatur makan malam pribadi yang diadakan di tengah koleksi lukisan dinding, permadani, dan mahakarya seni abad ke-18 yang tak ternilai harganya.

 

 

Risotto dengan emas dan saffron disajikan di La Terrazza Gualtiero Marchesi di Grand Hotel Tremezzo. (Foto: Grand Hotel Tremezzo)

 

Restoran mewah Grand Hotel Tremezzo, La Terrazza Gualtiero Marchesi, dinamai untuk menghormati koki Italia yang merevolusi masakan Italia dengan hidangan khas seperti risotto saffron dengan daun emas dan lobster rebus dengan saus paprika manis.

Saya memesan keduanya dan tidak menyisakan sedikit pun di piring. Keesokan paginya, mendaki ke puncak belvedere hotel, berdiri di bawah pohon zaitun berusia 300 tahun dan memandang ke seberang danau biru jernih sementara kicauan burung memenuhi udara.

Selama berabad-abad, penyair, penulis, seniman, dan komposer telah mencoba untuk menangkap keindahan danau-danau ini—namun tak ada yang seindah menikmati momen saat ini. Luar biasa…….

Ketum PWI Cak Munir: Wartawati Lebih Luwes Tembus Narasumber

this formate

Henny Murniati, Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan ( paling kiri) menyaksikan Pemimpin Redaksi Kalimantan Post, Hj Sunarti menerima souvenir di acara silaturahmi Wartawati se-Indonesia pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Pendopo Kantor Gubernur Banten di Kota Serang, pada Sabtu (7/2/2025).

SERANG, Banten, bisniswisata.co.id:  Wartawan perempuan biasanya lebih luwes dalam menembus narasumber. Wartawati memiliki sejumlah keunggulan dalam menjalankan profesi diantaranya lebih luwes dalam menembus narasumber dan didukung oleh beberapa faktor pendekatan interpersonal,” kata Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir atau akrab dipanggil Cak Munir.

Berbicara pada acara Silaturahmi Wartawati Se-Indonesia ( SIWI) pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Pendopo Kantor Gubernur Banten di Kota Serang, hari ini, dia menyatakan kemampuan wartawati saat ini tidak kalah dengan wartawan pria.

Saat ini, ia memperkirakan jumlah wartawati kurang dari 20% dari total wartawan di Indonesia. “Kami berusaha mendorong wartawan perempuan menjadi wartawan profesional dan tidak kalah dengan wartawan laki-laki,” ujarnya.

Acara yang diinisiasi Komisi Pemberdayaan Wartawan Perempuan pimpinan Henny Murniati di PWI Pusat ini diikuti ratusan peserta dari seluruh Indonesia dan dibuka Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah.

Cak Munir yang juga Direktur Utama LKBN ANTARA kini memimpin DPP PWI 2025 – 2030 didampingi oleh Atal S Depari, wartawan senior yang juga mantan Ketum PWI Pusat periode 2018-2023. Hari Pers Nasional ( HPN) kali ini adalah yang pertama dalam masa kepemimpinan Cak Munir.

Tanpa ragu dia menyebut sejumlah perempuan yang berkarier sebagai wartawati sukses di Indonesia. Di antaranya adalah Direktur Utama Kompas TV, Rosiana Silalahi, Najwa Shihab (pemilik NarasiTv), dan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Mutia Hafidz.

Menurut dia, mereka adalah wartawati-wartawati yang berhasil mengembangkan kompetensi diri sehingga bisa menjadi public figure dan tokoh masyarakat, ucap Cal Munir yang kini menjabat Ketua Dewan Pengawas LKBN Antara.

Acara dilanjutkan dialog dengan narasumber Rosiana Silalahi. CEO Kompas TV yang berbagi kiat sukses menjadi wartawati. Rosiana yang mengawali karir sebagai wartawan TVRI menyatakan tantangan menjadi wartawan / presenter televisi pasti ada.

“Dibalik sukses, ada tanggung jawab besar menjadi wartawati. Jalani sepenuh hati dan sebisa mungkin lampaui dari apa yang ditugaskan kepada kita dari pimpinan,” kata Rosiana

Wanita yang akrab dipanggil Rosi ini juga mengingatkan para pemilik media yang saat ini bermunculan di daerah agar tidak melakukan ‘pencomotan’ produk jurnalistik pihak lain. Menurut dia, ada ribuan produk jurnalistik Kompas TV yang dicomot secara tidak bertanggungjawab.

Bahkan, lanjutnya, produk tersebut ditampilkan lagi dalam konteks yang berbeda. Dia menyarankan, perusahaan pers daerah membuat produk jurnalistik yang mengangkat kekhasan yang dimiliki daerahnya atau tampil beda dengan media lain karenanya Rosi meyakini produk jurnalistik yang tampil berbeda akan lebih mudah bersaing.

Forum Halal Makkah 2026 Mengumumkan Edisi Ketiganya, Mendefinisikan Ulang Halal sebagai Industri Profesional Global

this formate

MAKKAH, bisniswisata.co.id: Kerajaan Arab Saudi – Di bawah naungan Yang Mulia Dr. Majid bin Abdullah Al-Qasabi, Menteri Perdagangan, Forum Halal Makkah secara resmi mengumumkan peluncuran edisi ketiganya, yang akan diadakan pada tanggal 14 hingga 16 Februari 2026 di Pusat Pameran dan Acara Kamar Dagang Makkah.

Diselenggarakan di kota suci ini, Forum Halal Makkah 2026 melanjutkan misinya untuk memposisikan Kerajaan Arab Saudi sebagai gerbang global bagi ekonomi Halal. Sejalan dengan Visi Saudi 2030, forum ini memperkuat Halal sebagai industri global yang profesional, terpercaya, dan siap investasi, mendukung diversifikasi ekonomi dan pertumbuhan berkelanjutan.

Dilansir dari www.halaltimes.com, forum yang
diselenggarakan dengan tema “Halal sebagai Industri Profesional,” forum ini pertemukan para pemimpin pemerintahan, delegasi perdagangan internasional, perusahaan global, badan sertifikasi dan akreditasi, investor, pengusaha, dan inovator untuk membentuk masa depan salah satu pasar yang tumbuh paling cepat di dunia.

Sembilan Pilar Berbasis Nilai yang Membentuk Pengalaman 2026

Edisi ketiga ini menghadirkan pengalaman komprehensif dan berdampak tinggi melalui sembilan pilar dan zona khusus, yang dirancang untuk menerjemahkan visi menjadi hasil yang terukur:

*Halal Tech – Solusi digital canggih, pertemuan terjadwal, dan konsultasi praktis yang meningkatkan transparansi, ketertelusuran, dan operasional profesional di seluruh rantai nilai Halal.

*Zona Pertemuan Bisnis B2B – Lebih dari 100 pertemuan bilateral terstruktur yang menghubungkan perusahaan Saudi dengan mitra internasional untuk mempercepat perdagangan dan menutup kesepakatan.

*Pertemuan Meja Bundar Tingkat Tinggi – Dialog strategis dengan para pemimpin Halal global, memposisikan forum ini sebagai pusat kolaborasi, wawasan, dan pengambilan keputusan.

*Zona Waralaba Halal – Memamerkan merek-merek Saudi yang berpotensi tinggi dan peluang waralaba siap investasi yang menargetkan ekspansi global.

*Zona Lokakarya Khusus – Sesi praktis yang berfokus pada aplikasi yang meningkatkan efisiensi operasional dan pengetahuan yang dapat ditransfer untuk sektor swasta dan kamar dagang.

*Zona Kewirausahaan Halal – Platform khusus untuk startup dan inovator, menghubungkan ide-ide Halal yang siap menghadapi masa depan dengan investor dan mitra strategis.

*Pojok Pakar Halal – Penilaian awal dan dukungan konsultasi untuk membantu perusahaan memperkuat tata kelola dan kesiapan untuk sertifikasi Halal terakreditasi.

*Zona Koki Halal – Demonstrasi kuliner langsung yang menyoroti kreativitas, kualitas, dan potensi global industri makanan Halal.

*Pertemuan Influencer “Halal Echo” – Pertemuan global para kreator konten dan pemimpin digital yang membentuk narasi modern dan menarik untuk budaya Halal di seluruh dunia.

Gerbang Menuju Peluang Global

Forum Halal Makkah 2026 menawarkan akses tak tertandingi ke pasar global, kemitraan strategis, dan peluang investasi, memperkuat peran Arab Saudi sebagai titik pertemuan di mana warisan menginspirasi keunggulan dan profesionalisme mendorong pertumbuhan.

LPPOM Mempromosikan Integrasi Halal-ESG di Simposium Halal Internasional 2026.

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kehadiran LPPOM di Simposium Halal Internasional 2026 menegaskan Halal sebagai nilai global yang menyatukan etika, keberlanjutan, dan kemanusiaan. Dengan mengintegrasikan Halal dan ESG, LPPOM memperkuat peran Halal sebagai fondasi kepemimpinan etis global.

LPPOM juga menghadiri Simposium Halal Internasional 2026, yang diadakan pada 21 Januari 2026, di Menara Syariah PIK 2, Banten. Dengan tema “Halal Melampaui Kepatuhan: Jalur Strategis Menuju Kepemimpinan Global,”

Forum ini, hasil kolaborasi antara Menara Syariah, Institut Internasional Pemikiran dan Peradaban Islam (ISTAC), dan Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM), berfungsi sebagai platform global yang menunjukkan bahwa halal bukan lagi sekadar masalah kepatuhan.

Tetapi telah berkembang menjadi nilai universal yang membentuk arah pembangunan berkelanjutan, keseimbangan peradaban, dan kepemimpinan moral global.

Dalam konteks ini, kehadiran LPPOM sangat relevan. LPPOM bukan lagi sekadar Badan Inspeksi Halal (LPH), melainkan kekuatan pendorong untuk mengintegrasikan halal dengan agenda ESG (Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola).

Halal diposisikan sebagai nilai hidup yang terintegrasi dengan kesadaran lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola etis. Pendekatan ini menjadikan halal tidak hanya bersifat regulasi tetapi juga signifikan secara sosial dan peradaban.

Dalam diskusi panel “Halal dalam Konteks Global: Kepemimpinan Bijaksana untuk Kemanusiaan dan Pembangunan Berkelanjutan,” Raafqi Ranasasmita, M.Biomed., Wakil Presiden Sekretaris Perusahaan LPPOM, menyampaikan presentasi berjudul “Mendorong Halal & ESG: Pengalaman LPPOM dalam Menavigasi Persimpangan.”

Dia menekankan bahwa halal dan ESG pada dasarnya selaras dengan nilai-nilai yang sama. LPPOM telah mencapai integrasi ini melalui pengembangan Ruang Kerja Inklusif & Hijau, yang menampilkan ruang kerja inklusif, pelatihan bahasa isyarat, fasilitas khusus, dan program daur ulang yang telah berhasil mengurangi emisi CO₂ sebesar 1.566 ton.

Dari sisi sosial, program CSR LPPOM menjangkau 37 lembaga kemanusiaan dengan ribuan penerima manfaat. Hal ini diperkuat dengan pelaksanaan Festival Syawal CSR, yang melibatkan 9.954 peserta dan meraih 1.531 sertifikasi halal.

Komitmen ini juga tercermin dalam pendekatan Excellent Care, yang menempatkan kesejahteraan karyawan sebagai bagian penting dari keberlanjutan organisasi.

LPPOM menyediakan berbagai fasilitas pendukung, termasuk area olahraga dan fasilitas pijat, kafetaria, ruang menyusui, dan ruang pertolongan pertama, sebagai manifestasi kepeduliannya terhadap kualitas hidup sumber daya manusianya.

Dalam hal tata kelola, LPPOM menerapkan pendekatan Measuring Outcomes melalui Gallup 13 Engagement Question, yang menunjukkan peningkatan skor keterlibatan karyawan hingga 92,32 persen.

Upaya ini diperkuat oleh berbagai penghargaan, seperti Corporate Secretary Champions 2023, Most Extraordinary Business Leaders 2024, Best NGO Initiatives, dan Global Islamic Finance Awards 2025.

Dorongan untuk integrasi Halal dan ESG juga diimplementasikan secara lebih sistematis melalui Kerangka Kerja Peringkat Halal Hijau (Green Halal Ratings Framework).

Kerangka kerja ini mengintegrasikan prinsip-prinsip halal dan keberlanjutan melalui lima pilar utama: Tata Kelola & Kebijakan, Sumber Daya Manusia & Budaya, Rantai Pasokan & Material, Produk, dan Pemantauan & Evaluasi.

Kerangka kerja ini dirancang sebagai sistem penilaian terstruktur untuk memastikan bahwa nilai-nilai halal, keberlanjutan, tata kelola, dan transparansi terintegrasi di seluruh proses dan rantai nilai organisasi.

Kerangka kerja ini dipresentasikan di Forum AZHAB pada Juni 2025 di Baku, Azerbaijan, dan dikembangkan menjadi tiga tingkat implementasi: Perunggu untuk kepatuhan dasar, Perak untuk Praktisi Halal Berkelanjutan, dan Emas untuk tingkat tertinggi, Juara Halal Hijau (Green Halal Champion).

Struktur ini memberikan arah pengembangan yang jelas, memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih etis, mendorong adopsi ESG, dan memperkuat kontribusi Halal terhadap agenda kebijakan keberlanjutan global.

Dalam presentasi penutupnya, Raafqi menekankan bahwa mengintegrasikan halal dan ESG adalah tanggung jawab bersama. Sebagai pemangku kepentingan dalam industri halal Indonesia, kita memiliki tanggung jawab untuk melindungi manusia dan lingkungan.

“Ketika kita berbicara tentang halal dan ESG, saya percaya kita harus memperluas makna sertifikasi halal, bukan hanya dalam apa yang kita katakan, tetapi juga dalam mengintegrasikan halal dengan ESG. Saya pikir kita berada di jalur yang benar. Semoga kita dapat terus mengeksplorasi dan mengembangkan ini bersama-sama.” ungkapnya.

Dalam diskusi panel ini, Raafqi didampingi oleh dua pembicara lainnya: Hastrini Nawir, Direktur Eksekutif Lembaga Bersama Halal Madani (BHM), dan Prof. Dr. Euis Amalia, M.Ag. (Kepala Ekonomi dan Keuangan Syariah, Pengembangan Sumber Daya Manusia, IAEI, dan Profesor Ekonomi Islam, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

Nina Sutrisno, M.Pd, juga memoderasi diskusi. Kepala Subdivisi Administrasi, Deputi Kemitraan dan Standardisasi Halal. Forum ini membahas halal sebagai kerangka etika universal untuk pembangunan sosial ekonomi dan keseimbangan peradaban global.

Melalui diskusi ini, LPPOM menekankan perannya sebagai jembatan antara nilai-nilai halal, etika global, dan keberlanjutan. Melalui partisipasi dalam Simposium Halal Internasional 2026, LPPOM hadir tidak hanya sebagai peserta tetapi juga sebagai penggerak ide dan praktik untuk integrasi halal dan ESG di tingkat global.

LPPOM memposisikan halal sebagai nilai yang kuat yang tidak hanya memenuhi standar kepatuhan tetapi juga membentuk arah kepemimpinan etis, keberlanjutan, dan peradaban global.

Dengan pendekatan yang adaptif, dapat diimplementasikan, dan visioner, LPPOM menegaskan perannya dalam membangun masa depan halal yang berkelanjutan, beradab, dan pro-kemanusiaan.

Arab Saudi Perkenalkan Halal Mark Track untuk Integrasikan Standar ESG

this formate

Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk halal Saudi baik di dalam maupun luar negeri.

ARAB SAUDI, bisniswisata.co.id:  Pusat Halal Saudi, bagian dari Otoritas Makanan dan Obat Saudi, telah memperkenalkan sistem Halal Mark Track untuk menyelaraskan sertifikasi halal dengan standar Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG).

Program ini diimplementasikan dalam kemitraan dengan Perusahaan Pengembangan Produk Halal, yang dimiliki oleh Dana Investasi Publik Kerajaan, dan THIQAH, dengan tujuan menciptakan ekosistem halal yang lebih andal dan berkelanjutan.

Dilansir dari foodbusinessmea.com, Halal Mark Track mengintegrasikan standar halal yang disetujui dengan persyaratan ESG, memungkinkan produk untuk memenuhi kriteria keagamaan dan keberlanjutan di bawah pengawasan Pusat Halal Saudi.

Dengan menggabungkan kepatuhan halal dengan langkah-langkah ESG, inisiatif ini berupaya meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk Saudi dan memperkuat daya saing mereka di pasar regional dan global.

Kemitraan antara Perusahaan Pengembangan Produk Halal dan THIQAH berfokus pada pengembangan ekosistem terstruktur untuk menilai produk dan layanan, memberikan bisnis standar kualitas yang diakui.

Perusahaan yang memperoleh sertifikasi dapat memperluas operasi mereka secara lokal dan internasional sambil mematuhi tolok ukur kualitas dan keberlanjutan yang selaras secara global.

Para pejabat menggambarkan Halal Mark Track sebagai upaya strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional di sektor halal dan menyediakan peluang pasar bagi perusahaan lokal dan asing.

Modernisasi Manajemen Peternakan

Peluncuran sertifikasi ini menyusul laporan Juli 2025 bahwa Arab Saudi sedang menguji coba sistem manajemen peternakan digital menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk memantau kesehatan dan produktivitas ruminansia kecil.

Sistem Saudi Smart Flock, yang diperkenalkan di bawah Program Pembangunan Pertanian Pedesaan Berkelanjutan (Saudi Reef), diimplementasikan di enam peternakan percontohan tahun lalu untuk memodernisasi peternakan hewan skala kecil.

Sistem ini mengidentifikasi hewan melalui fitur wajah, melacak kinerja, memantau kesehatan, dan mengkonsolidasikan catatan peternakan ke dalam satu platform digital yang cocok untuk peternakan tradisional dan intensif.

Petani yang menggunakan sistem ini menerima data real-time tentang kinerja dan kesehatan ternak, yang bertujuan untuk mengurangi kerugian dan meningkatkan kualitas ternak dari waktu ke waktu.

Tujuan Saudi Reef adalah untuk meningkatkan pendapatan petani skala kecil dan meningkatkan produksi pangan nasional melalui manajemen peternakan berbasis teknologi.

Sektor peternakan tetap menjadi pusat perekonomian pedesaan, dengan jutaan domba, kambing, dan unta dipelihara di seluruh Kerajaan, menurut Otoritas Umum Statistik.

Data GASTAT menunjukkan sekitar 22 juta domba, 7,4 juta kambing, dan 2,2 juta unta, dengan sebagian besar domba betina dan mayoritas unta berusia empat tahun atau lebih.

Kepala BPJPH: 2026 adalah Tahunnya Halal

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan atau yang akrab disapa Babe Haikal, menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum kebangkitan halal Indonesia.

Hal ini seiring dengan implementasi kebijakan kewajiban sertifikasi halal (Wajib Halal Oktober 2026) dan konsolidasi ekosistem halal nasional yang semakin matang.

Menurut Babe Haikal, momentum strategis Wajib Halal Oktober 2026 dimaknai sebagai ‘tahun halal, di mana penguatan ekosistem halal nasional diarahkan untuk menempatkan Indonesia tidak lagi diposisikan semata sebagai pasar produk halal, melainkan harus tampil sebagai pusat produksi halal dunia.

Dengan jumlah penduduk muslim terbesar, potensi sumber daya alam, kekuatan UMKM, serta dukungan kebijakan dan regulasi, Indonesia memiliki modal strategis untuk memimpin industri halal global.

“Tahun 2026 adalah tahunnya halal.” tegas Babe Haikal, dalam Rapat Koordinasi Nasional yang dihadiri oleh ratusan pimpinan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) dari seluruh Indonesia, di Kemayoran Jakarta, Selasa, (3/2/2026).

“Halal Indonesia bukan hanya untuk masyarakat Indonesia. Tetapi halal Indonesia untuk masyarakat dunia. Kita ingin produk halal kita menjadi standar kualitas global, dan berdaya saing di pasar dunia.” lanjutnya.

Tujuan tersebut sejalan dengan kondisi di mana halal kini telah berkembang dan bukan hanya sebagai isu keagamaan saja. Transformasi halal sebagai standar telah menjadikannya berfungsi sebagai growth economy engine yang terbukti mendorong pertumbuhan industri, perdagangan, investasi, hingga penciptaan lapangan kerja.

Negara-negara non-muslim bahkan telah lebih dulu memetik manfaat ekonomi dari pengembangan industri halal secara serius.

Untuk mengoptimalkan peran tersebut, lanjutnya, BPJPH terus mendorong kolaborasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan terkait untuk memperkuat ekosistem halal nasional.

Upaya tersebut di anaranya diarahkan pada percepatan sertifikasi halal, peningkatan edukasi dan kapasitas pelaku usaha, serta penguatan daya saing produk halal Indonesia di pasar internasional.

Sertifikat Halal BPJPH Bawa UMKM Lebih Profesional Kelola Usaha

this formate

Aktivitas di Halal Center LPP-JPH Universitas Ary Ginanjar, training Penyelia Halal. 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di Indonesia wajib bersertifikat Halal Pasal 4 UU 33 Tahun 2014. Tujuannya a.l meningkatkan nilai tambah pelaku maupun tingkatkan daya saing global produk Indonesia, kata Wuri Fajar.

Auditor sekaligus Penyelia Halal di LPP JPH Universitas Ary Ginanjar ( UAG) ini menjelaskan bahwa batas waktu sertifikasi halal ini adalah 17 Oktober 2026 sehingga Pemilik Usaha ( PU) baik usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha besar harus memiliki sertifikasi usaha Halal sebelum batas waktu itu.

“ Hal yang banyak tidak disadari oleh Pemilik Usaha ( PU) adalah kewajiban sertifikasi Halal ini akan menjadikan usaha mereka mendapatkan bimbingan manajemen secara profesional dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal ( BPJPH) meskipun cuma usaha di grobak atau kaki lima,” kata Wuri Fajar saat training Penyelia Halal angkatan ke tiga di Halal Center Universitas UAG, hari ini.

Menurut dia, para Penyelia Halal adalah pengawas kepatuhan halal internal di suatu usaha. Kompetensi inti yang harus dikuasai oleh para Penyelia Halal adalah mengenai
regulasi halal, titik kritis halal, audit internal halal, dokumentasi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) selain mengedukasi pemilik perysahaan dan karyawannya.

“ Jadi Penyelia Halal itu adalah penjaga sistem halal perusahaan atau di luar negri dikenal sebagai Halal Compliance Officer (HCO) ,” ungkap Wuri.

Penyelia Halal ini adalah orang yang memastikan seluruh proses bisnis perusahaan mematuhi standar halal secara konsisten mukai dari bahan baku sampai produk sampai ke tangan konsumen. Di Indonesia, peran ini sangat relevan karena ada UU No.33/2014 Jaminan Produk Halal dan kewajiban sertifikasi halal bertahap yang sedang dilakukan.

Posisi HCO di perusahaan biasanya di area:
Quality Assurance / Quality Control
Regulatory / Compliance dan Halal Assurance System (HAS / SJPH). Posisinya bisa langsung di bawah manajemen dan perannya mirip auditor internal, risk manager, trainer internal dan juga  penghubung dengan LPH/BPJPH.

Tujuan utama peran Penyelia Halal adalah
menjamin kehalalan produk tidak hanya saat audit, tetapi setiap hari karena sertifikat halal bisa dicabut jika sistem tidak berjalan. Oleh karena itu tugas utama Halal Compliance Officer adalah mengelola Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).

“ Pemilik Usaha ( PU) ini kalau di perusahaannya belum memiliki Penyelia Halal boleh memakai jasa Penyelia Halal independent yang dicetak oleh LPP JPH seperti UAG ataupun pemilik perusahaan mengikuti training sendiri bersertifikat BNSP sehingga dia bisa membuat Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) untuk internal perusahaannya.

Wuri Fajar menegaskan dalam melakukannya, pemilik usaha akan melaporkan hasil kerjanya pada Auditor Halal dan Pendamping Produk Halal ( PPH) sehingga mau tidak mau, suka atau tidak suka si pemilik usaha memiliki komitmen untuk mengembangkan usaha, melaksanakan SOP dari BPJPH .

Selain konsumen terjamin dengan output berupa produk halal, si pemilik usaha jadi piawai mengelola SDM dan usahanya secara keseluruhan sehingga akan terus berkembang dari usaha mikro menjadi usaha besar.

“ Jangan lupa untuk posisi Penyelia Halal ini pemilik perusahaan harus Muslim, karyawan yang di tunjuk harus Muslim, para Penyelia Halal Independen adalah Muslim “ jelas Wuri.

HCO atau Penyelia Halal harus membuat analisis risiko halal, mirip HACCP, tapi fokus ke halal. Membuat audit internal halal minimal 1–2 kali setahun (atau lebih). Isi auditnya cek implementasi SOP halal, cek dokumen & rekaman, cek gudang & produksi, cek label & marketing claim

HCO juga membuat laporan audit tindakan perbaikan (Corrective Action), melakukan training & edukasi karyawan. Jika semua prosedur dijalankan dengan sungguh – sungguh maka Wuri yakin UMKM Indonesia mampu bersaing global karena profesionalism yang tinggi

“ Penting diingat bahwa Halal adalah yang diizinkan dalam syariat Islam tapi terbuka untuk semua umat di muka bumi ini. Bayangkan kalau selain dua milyar Muslim di dunia patut dengan kehalalan dan sekian persen dari non Muslim juga pilih gaya hidup halal, maka sebagai pemilik usaha atau produsen berapa besar pasar konsumen yang harys dilayani,” ujarnya menutup pembicaraan.

Hadapi Ramadhan, Peran Penyelia Halal di Industri Pariwisata seperti Restoran Sangat Penting.

this formate

Acara buka puasa di Leedon Hotel & Suites Surabaya ( Foto Zona Peristiwa 2024) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Peranan Penyelia Halal sangat dibutuhkan menjelang Ramadhan terutama untuk menyelamatkan umat Islam dari makanan haram dan subhat yang masih banyak dilakukan di restoran – restoran mewah sekalipun dengan menyajikan menu Halal dan Haram tanpa dua dapur.

“Masyarakat dari berbagai komunitas biasanya memilih restoran di mall- mall untuk berbuka puasa bersama.Tapi masyarakatnya banyak yang tidak memperhatikan halalan dan thoyibban yang dikonsumsinya,” kata Ustad Al Haris Muchtar.

Berbicara dalam pelatihan dan sertifikasi Penyelia Halal di LPP JPH Universitas Ary Ginanjar, di Menara 165, Ustad Haris mengatakan umat Islam adalah makhluk terbaik yang diciptakan Allah. Apa yang terjadi bila tidak memperhatikan asupan makan dan minumnya apalagi di bulan Ramadhan saat sedang mensucikan diri dengan puasa wajib.

Oleh karena itu pihaknya mengingatkan peran strategis Penyelia Halal serta sikap pro-aktif masyarakat untuk melindungi ibadahnya dengan memperhatikan menu-menu yang disajikan. Restoran yang menyajikan menu halal dan haram harus memiliki dua dapur terpisah agar tidak terjadi kontaminasi.

Ustad Haris mengatakan peran Penyelia Halal sebagai pendamping Pemilik Usaha (PU) dalam menyajikan makanan dan minuman yang baik bagi kesehatan tubuh sangat strategis. Apalagi mengingat dalam Surat Al-Bagarah [2]-168 perintah memakan makanan halal adalah untuk semua umat bukan hanya Muslim.

Peran Penyelia Halal sangat penting karena pemilik usaha dengan regulasi yang ada harus memiliki penyelia halal yang beragama Islam yang mendampingi proses mulai dari bahan baku hingga bisa dinikmati masyarakat lewat menu-menu yang lezat. Tidak semua orang bisa diizinkan ke dapur sebuah restoran dan penyelia halal yang bisa melakukan.

Selain itu Coach Wuri Fajar juga telah menjelaskan bahwa meskipun Resto sudah menempelkan logo Halal harus diperhatikan bahwa label halal adalah rangkaian Logo Halal Indonesia disertai nomor sertifikat halal ( ID)
Penulisan nomor sertifikat halal di bawah logotype Halal Indonesia.

“ Ada pedagang gerobak kaki lima yang menempelkan logo Halal yang dibelinya di Shoppee dan tidak ada nomor ID jadi hal ini merupakan pelanggaran, yang lain jangan ikut-ikutan asal tempel kalau tidak mau kena sanksi hukum, lagi pula untuk UMKM ada self declare, tidak ada biaya untuk usaha kecil malah dibagikan secara gratis,” kata Wuri Fajar.

Menurut dia, logo Halal bukan sekedar sticker tapi sebuah komitmen dan tanggung Jawab, mulai dari bahan, proses produk Halal hingga pemantauan dan evaluasi yang didampingi oleh para Penyelia Halal sehingga masyarakat terjamin aman dalam mengonsumsi street food hingga restoran mewah.

“Warna label halal: ungu, hitam, putih.
Label halal memiliki border dan digunakan pada kemasan produk. Format label halal dapat diunduh di website SIHalal pada
akun pemilik usaha, kata Wuri Fajar.

Ustad Al Haris Muchtar menambahkan bahwa kesadaran pemilik usaha untuk memiliki dua dapur terpisah untuk makanan halal dan haram belum tersosialisasi dengan baik. Oleh karena itu, konsumen Muslim juga harus pro-aktif dan peduli. Dia lalu mengutip pernyataan
Imam Ibn Rajab Al-Hambali bahwa ;  “Keberkahan hidup tergantung pada
seberapa kuat seseorang menjauhi perkara
haram dan syubhat.” dan Imam Ibn Qayyim Al-Jauziyyah mengatakan bahwa “Tidak ada yang merusak hati sebagaimana makanan haram dan syubhat.Dan tidak ada yang menguatkan hati sebagaimana makanan yang halal lagi thoyyib.”

Konferensi Tahunan PATA 2026 (PAS 2026) di Pohang, Korsel

this formate

POHANG, Korsel, bisniswisata.co.id: Sebuah konvensi para pemimpin dan profesional pariwisata global di Korea (ROK), PAS 2026 akan diselenggarakan bersama oleh kota Gyeongju dan Pohang, bersama dengan Provinsi Gyeongsangbuk-do, dan Organisasi Kebudayaan dan Pariwisata Gyeongsangbuk-do (GCTO).

Dilansir dari www.pata.org, konferensi ini akan terdiri dari pertemuan satu hari, konferensi dua hari, dan pengalaman destinasi setengah hari di kedua kota tersebut. Dengan tema “Menavigasi Menuju Masa Depan yang Tangguh”.

PAS 2026 akan mengeksplorasi bagaimana destinasi dapat beradaptasi, bertransformasi, dan berkembang di tengah realitas global yang berubah.

Diskusi utama akan berfokus pada inovasi pariwisata regional yang didorong oleh AI dan teknologi mutakhir, pengembangan pariwisata pasca-APEC yang berkelanjutan yang berakar pada prinsip-prinsip ESG, dan kemajuan pariwisata warisan global melalui pengelolaan aset warisan budaya.

Bertepatan dengan peringatan 75 tahun PATA, KTT ini berjanji untuk menghormati warisan abadi Asosiasi sambil menetapkan arah yang berani untuk masa depan pariwisata di seluruh kawasan Asia Pasifik.

Terletak di Korea bagian tenggara (ROK), Gyeongsangbuk-do, atau Provinsi Gyeongsang Utara, memiliki lanskap yang beragam mulai dari dataran tinggi berhutan hingga daerah pesisir, serta sejarah dan warisan budaya yang telah ada sejak berabad-abad.

Wilayah ini menawarkan banyak peluang bagi pengunjung untuk menjelajahi warisan tradisional Korea, termasuk kuil-kuil yang terpelihara, desa-desa bersejarah, dan kerajinan lokal yang mencerminkan adat istiadat berabad-abad.

Selain itu, Gyeongju dan Pohang masing-masing dikenal sebagai pusat budaya dan industri Korea (ROK).

Mengapa MICE Penting bagi Thailand: Skala, Strategi, dan Keunggulan Kompetitif

this formate

Oleh : Andrew J Wood

Sektor MICE Thailand pada tahun 2026 menyoroti bagaimana pertemuan global besar, pusat konvensi nasional, dan kota-kota sekunder memperkuat peran negara ini sebagai destinasi acara bisnis yang matang, kompetitif, dan strategis.

BANGKOK, bisniswisata.coid: Saat Thailand memasuki tahun 2026, dengan kalender perjalanan bisnis dan acara tahun ini yang kini telah berjalan dengan mantap karena acara MICE global memiliki waktu persiapan yang panjang.

Dilansir dari traveldailynews.asia,persiapan sudah berjalan dengan baik untuk tahun ini, misalnya Pertemuan Tahunan IMF dan Grup Bank Dunia, yang dijadwalkan pada 12–18 Oktober 2026 di Queen Sirikit National Convention Center di Bangkok.

Pertemuan global ini secara sempurna menunjukkan betapa dalamnya industri pertemuan dan sektor MICE tertanam dalam strategi pariwisata dan ekonomi Thailand.

Pilihan tempat tersebut bersifat simbolis. Queen Sirikit National Convention Center yang asli dirancang dan dibangun hanya dalam 18 bulan untuk menjadi tuan rumah pertemuan IMF dan Bank Dunia pada tahun 1991, menandai kehadiran Thailand di panggung pertemuan global.

Saya secara pribadi terlibat dalam perencanaan perjalanan selama tahun bersejarah itu, termasuk mengatur, dan dampak peristiwa tersebut terhadap reputasi internasional Thailand sangat jelas terlihat.

Tanpa transfer helikopter, perjalanan biasa dari dan ke bandara menuju hotel memakan waktu sekitar empat jam. Selain itu, Angkatan Bersenjata pada umumnya tidak senang dengan helikopter yang terbang di atas ibu kota.
Itulah sebabnya mereka tidak menyelesaikan proses persetujuan hingga menit-menit terakhir, tepatnya tengah malam sehari sebelumnya.

Masa-masa bersejarah.

Kami melakukan uji coba untuk memastikan semuanya berjalan lancar. Saya mengundang jurnalis terhormat Don Ross dari TTR untuk menemani saya.

Lebih dari tiga dekade kemudian, pertemuan-pertemuan tersebut akan kembali ke Bangkok di Queen Sirikit National Convention Center yang baru

Fasilitas generasi kedua yang jauh lebih besar, lebih maju secara teknologi, dan dirancang khusus untuk acara internasional yang kompleks saat ini.

Evolusi dari tempat aslinya ke QSNCC yang baru mencerminkan perjalanan Thailand yang lebih luas dalam MICE, dari tuan rumah yang sedang berkembang menjadi destinasi yang matang dan kompetitif secara global.

Menurut saya, sektor MICE adalah salah satu pilar pariwisata Thailand yang paling strategis.
Pengunjung MICE secara konsisten:

*Menghabiskan lebih banyak uang per kunjungan

*Menggunakan akomodasi berkualitas lebih tinggi

*Berwisata sepanjang tahun, bukan hanya selama musim liburan puncak

*Mendukung maskapai penerbangan, penyedia transportasi, perusahaan katering, dan layanan kreatif dan profesional

Satu konferensi besar dapat mendukung ribuan pekerjaan secara langsung dan tidak langsung sekaligus memperkuat reputasi Thailand sebagai tuan rumah internasional yang percaya diri dan mampu.

Kekuatan Thailand juga terletak pada kemampuannya untuk menjadi tuan rumah:
*Pertemuan eksekutif dan dewan direksi skala kecil

*Konferensi regional dan internasional skala menengah

*Konvensi dan pameran global skala sangat besar

*Sangat sedikit destinasi di Asia yang dapat mengelola berbagai acara ini secara efektif dalam satu negara.

Pertemuan Mega dan Pusat Konvensi Nasional

Kembalinya Pertemuan Tahunan IMF dan Grup Bank Dunia pada tahun 2026 menggarisbawahi kepercayaan internasional terhadap kemampuan Thailand dalam menyediakan tempat penyelenggaraan, standar keamanan, dan profesionalisme operasional.

Tempat-tempat penyelenggaraan utama di tingkat nasional meliputi:

*Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok

*IMPACT Muang Thong Thani, Bangkok

*Bangkok International Trade and Exhibition Centre, Bangkok

*Chiang Mai International Exhibition and Convention Centre, Chiang Mai

Tempat-tempat ini menjadi tulang punggung kemampuan Thailand untuk bersaing dalam menyelenggarakan kongres, pameran, dan pertemuan multilateral internasional yang bergengsi.

Acara Besar Khas yang Diselenggarakan di Thailand yang secara rutin menyelenggarakan:

*Kongres medis dan ilmiah internasional yang menarik 8.000 hingga 15.000 delegasi

*Pameran dagang utama di sektor-sektor seperti makanan, perjalanan, energi, otomotif, dan manufaktur, yang menarik 20.000 hingga 40.000 pengunjung selama beberapa hari

*Kongres asosiasi regional dengan 3.000 hingga 8.000 delegasi

*Pertemuan pemerintah dan multilateral dengan jumlah peserta antara 1.000 hingga 5.000

Pada kapasitas puncak, Thailand mampu menyelenggarakan acara dengan 30.000 delegasi atau lebih, terutama di kompleks pameran besar di Bangkok.

Peran Kota-Kota MICE Sekunder

Keunggulan kompetitif nyata Thailand dalam MICE melampaui tempat-tempat terbesarnya.

Kota-kota sekunder memungkinkan negara ini untuk melakukan diversifikasi, mengelola kapasitas, dan menawarkan pengalaman acara yang lebih sesuai.

Bangkok sebagai pusat utama

Bangkok tetap menjadi pusat gravitasi industri pertemuan di Thailand. Kekuatannya meliputi akses udara internasional, inventaris hotel yang besar, penyelenggara profesional yang berpengalaman, dan dukungan institusional yang kuat.

Kota ini paling cocok untuk konvensi besar, pameran, dan pertemuan asosiasi regional yang membutuhkan skala dan konektivitas.

Thailand di Luar Bangkok

Thailand Tengah dan Timur, bersama dengan pantai Teluk, menawarkan alternatif yang lebih tenang dan terfokus yang mudah dijangkau dari ibu kota.

Destinasi seperti Pattaya, rumah bagi PEACH, aula konvensi yang dibangun khusus dan mampu menampung lebih dari 12.000 delegasi dan Hua Hin menyediakan lingkungan bergaya resort yang menggabungkan privasi, ruang, dan kebijaksanaan.

Lokasi-lokasi ini cocok untuk pertemuan kepemimpinan, retret dewan, dan program insentif bernilai tinggi.

Chiang Mai dan Utara

Chiang Mai menghadirkan kedalaman budaya, tempo yang santai, dan rasa tempat yang kuat. Kota ini sangat cocok untuk acara-acara akademis, kreatif, dan yang berfokus pada keberlanjutan, serta konferensi kecil hingga menengah.

Pusat Pameran dan Konvensi Internasional Chiang Mai (CMECC) dapat menampung hingga 10.000 delegasi, memperkuat posisi kota ini sebagai destinasi pertemuan dan acara terkemuka di Utara.

Phuket dan Thailand Selatan1.Phuket memainkan peran pelengkap bagi Bangkok. Kekuatannya meliputi lingkungan pertemuan berbasis resor, daya tarik perjalanan insentif, akses udara internasional, dan kemampuan untuk menggabungkan bisnis dengan rekreasi dan kesehatan.