India Muncul sebagai Pasar Pertumbuhan Utama untuk Pariwisata Singapura

this formate

Singapura terus mencatat permintaan yang kuat dari pasar India pada tahun 2025.

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: India terus menjadi salah satu pasar sumber pengunjung terkuat Singapura pada tahun 2025, dengan lebih dari 1,2 juta pengunjung India yang berkunjung ke Singapura.

Hal ini menandai peningkatan 1% dibandingkan tahun 2024. Pertumbuhan ini semakin memperkuat pentingnya India dalam strategi pariwisata Singapura secara keseluruhan.

Dilansir dari miceshowcase.com
kinerja India yang kuat sejalan dengan pemulihan pariwisata global Singapura, karena Kedatangan Pengunjung Internasional (IVA) mencapai 16,9 juta pada tahun 2025.

Suatu peningkatan 2,3% dari tahun sebelumnya. Sektor pariwisata juga mencatatkan kinerja keuangan yang kuat, dengan penerimaan pariwisata mencapai SGD 23,9 miliar pada tiga kuartal pertama tahun 2025

Merupakan angka tertinggi sepanjang masa untuk periode ini, mencerminkan pertumbuhan 6,5% dibandingkan tahun 2024.

Penerimaan pariwisata dari India saja mencapai SGD 1,17 miliar, mencatatkan peningkatan tahunan sebesar 5%.

Tahun 2025 merupakan tahun penting, menandai 60 tahun hubungan diplomatik antara India dan Singapura.

Untuk memanfaatkan momentum ini, Dewan Pariwisata Singapura (STB) meluncurkan kampanye “Just Between Us Friends”, sebuah inisiatif selama setahun yang menawarkan penawaran eksklusif untuk perjalanan, belanja, dan maskapai penerbangan.

Kampanye ini juga diperluas ke pariwisata MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions), memberikan insentif khusus untuk kelompok perusahaan dan insentif India melalui kemitraan dengan maskapai penerbangan, hotel, dan tempat wisata.

STB memperkuat kehadiran mereknya melalui kolaborasi pemasaran strategis dengan Nickelodeon, kreator konten, dan panel advokasi, menjangkau lebih dari 145 juta orang melalui kampanye digital.

Kampanye Nickelodeon “FamJam in Singapore” memenangkan penghargaan EMAS di GEMA Asia Awards 2025, menyoroti keberhasilan Singapura dalam keterlibatan yang berfokus pada keluarga.

Untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan, pembayaran UPI diaktifkan di lebih dari 130.000 lokasi, termasuk toko bebas bea Bandara Changi.

STB juga menandatangani MoU pertamanya dengan IndiGo, meningkatkan konektivitas dari kota-kota sekunder di India.

Singapura semakin memperkuat kepemimpinannya dalam pariwisata MICE dengan menjadi tuan rumah bagi lebih dari 6.000 delegasi India dari Sun Pharma, pergerakan grup M&I terbesar dari India hingga saat ini.

Menjelang tahun 2026, Singapura akan meluncurkan atraksi baru, konser global, acara olahraga besar, dan wisata kapal pesiar, memperkuat visi Pariwisata 2040 dan memperdalam daya tariknya bagi wisatawan India, baik untuk liburan maupun bisnis.

Apakah Generasi Z Merupakan Generasi yang Paling Disalahpahami dalam Acara-acara Kantor?

this formate

Sebuah laporan baru mengupas lebih dalam di balik penampilan ceria para peserta acara muda. (Foto: iStock/Pressmaster)

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Lebih dari 70% Generasi Z mempertimbangkan perubahan pakaian di hari acara untuk menyesuaikan dengan berbagai kesempatan – tetapi apakah itu kesombongan atau bentuk profesionalisme baru?

Dilansir dari News/Industry-Reports
pertanyaannya apakah Generasi Z benar-benar generasi yang paling santai di ruangan, atau hanya yang paling disalahpahami?

Sebuah studi baru yang ditugaskan oleh Hilton menunjukkan yang terakhir, mengungkapkan kelompok yang mungkin terlihat santai di permukaan tetapi, pada kenyataannya, sangat selektif, ambisius, dan terencana.

Penelitian ini menyoroti ketegangan yang seringkali sulit diselaraskan oleh perencana dan pemberi kerja: antusiasme Generasi Z terhadap koneksi sosial dan ekspresi diri beriringan dengan rasa tanggung jawab dan tujuan karier yang kuat.

Ambil contoh pendekatan mereka terhadap penampilan. Lebih dari separuh responden secara global (57%) mengatakan mereka mengganti pakaian beberapa kali sehari untuk memastikan mereka berpakaian sesuai untuk berbagai kesempatan.

Di antara Generasi Z, angka tersebut melonjak menjadi 72%, lebih tinggi daripada Generasi Milenial (63%), Generasi X (48%), dan Generasi Baby Boomer (33%).

Jauh dari kesombongan, data tersebut mungkin mengisyaratkan generasi yang sangat sadar akan konteks, citra, dan sinyal profesional.

Menyukai kesenangan tetapi tidak sembrono

Kesadaran itu sering disalahartikan sebagai kesembronoan. Demikian pula, kesenangan di luar jam kerja disebut sebagai alasan utama untuk menghadiri acara kerja oleh 68% untuk Generasi Z dan 61% untuk Generasi Milenial.

Dibandingkan dengan 47% dari Generasi X dan hanya 34% dari Generasi Baby Boomer. Namun, penelitian menunjukkan bahwa keinginan untuk bersenang – senang ini tidak bertentangan dengan ambisi.

Lebih dari separuh responden Generasi Z (52%) mengatakan mereka menghadiri acara untuk membangun hubungan yang memajukan karier, dibandingkan dengan 45% di semua generasi.

Di India, angka tersebut naik menjadi 58% dan yang lebih mencolok lagi, 78% dari Generasi Z di seluruh dunia mengatakan bahwa mereka hanya menghadiri acara yang mendukung tujuan profesional mereka, dibandingkan dengan 67% secara keseluruhan.

Keterlibatan Non-Performatif

Memang, ada lebih banyak hal tentang Generasi Z daripada yang terlihat. Mereka mungkin tampak cenderung untuk beristirahat, tetapi mereka juga merasa paling bersalah ketika meninggalkan acara.

Sementara Generasi Baby Boomer jauh lebih kecil kemungkinannya untuk melewatkan sesi untuk bersantai (39%), dibandingkan dengan 61% dari Generasi Z dan Milenial.

Peserta yang lebih muda merasa jauh lebih bersalah ketika mereka meninggalkan acara. Sekitar 68% dari Generasi Z melaporkan merasa bersalah karena beristirahat, dibandingkan dengan 62% dari Milenial dan hanya 48% dari Generasi Baby Boomer.

Terlepas dari perbedaan generasi, kebutuhan akan waktu istirahat itu nyata. Dua pertiga responden (67%) mengatakan mereka merasa kurang terlibat di acara tanpa waktu istirahat yang memadai, sementara 55% mengakui melewatkan sesi untuk bersantai jika istirahat tidak termasuk dalam program.

Audiens meluas melampaui area acara

Laporan ini juga menggarisbawahi bagaimana acara publik telah menjadi semakin luas dengan munculnya media sosial. Audiens acara Anda tidak lagi terbatas pada mereka yang berada di ruangan.

Sekitar 67% responden mengatakan mereka lebih cenderung menghadiri acara jika acara tersebut menawarkan peluang menarik untuk dibagikan di jejaring sosial.

Hampir dua pertiga (64%) cenderung memposting tentang pengalaman mereka di acara yang berhubungan dengan pekerjaan, sementara 29% menghabiskan waktu luang mereka untuk mencari momen-momen yang layak untuk dijadikan konten.

Jadi, apa yang membuat sebuah acara layak untuk dibagikan? Studi ini mengungkapkan bahwa peserta tidak lagi memposting foto tempat acara yang umum, tetapi momen-momen yang kaya wawasan.

Ruang yang khas, dan sentuhan yang dikurasi – mulai dari koktail khas hingga santapan yang disiapkan oleh koki – yang selaras dengan identitas pribadi dan profesional.

Bagi banyak peserta, berbagi di media sosial melampaui sekadar mendokumentasikan kehadiran untuk menandakan pertumbuhan, selera, dan kredibilitas.

Temuan ini diambil dari survei daring yang ditugaskan oleh Hilton dan dilakukan oleh Ipsos pada November 2025, di antara 3.150 orang dewasa berusia 18 tahun ke atas dari India, Inggris, dan AS..

Indonesia–Aljazair Jajaki Kolaborasi Pariwisata, Perkuat Pasar Afrika Utara

this formate

JAKARTA, bisnuswisata.co.id: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menerima kunjungan delegasi Majelis Rakyat Nasional (APN) Aljazair di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama pariwisata sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Aljazair.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menyambut langsung Ketua APN Aljazair Mohamed Yazid Benhemmouda beserta jajaran delegasi dan perwakilan Kedutaan Besar Aljazair.

Wamenpar menilai pertemuan perdana ini membuka peluang kolaborasi yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku pariwisata, UMKM, pemandu wisata lokal, hingga investor.

Data pascapandemi COVID-19 menunjukkan arus wisatawan Aljazair ke Indonesia tumbuh sekitar 25 persen, seiring dengan meningkatnya volume perdagangan kedua negara.

“Hal ini menjadi peluang strategis untuk memperkuat pasar Afrika Utara dan pengembangan wisatawan muslim, sekaligus mendorong transfer pengetahuan melalui keberadaan enam politeknik pariwisata di bawah naungan Kementerian Pariwisata,” ujar Ni Luh Puspa.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Aljazair menyampaikan ketertarikan untuk mempelajari rekam jejak Indonesia dalam mengelola wisata religi dan wisata alam, dua sektor yang juga menjadi fokus pengembangan pariwisata di negaranya.

Kesamaan visi ini membuka ruang kolaborasi strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan melalui penawaran pengalaman yang unik dan saling melengkapi antara negara maritim dan negara kontinental gurun.

“Indonesia dan Aljazair juga memiliki keselarasan dalam pengembangan wisata budaya,” kata Wakil Menteri Pariwisata.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Martini Mohammad Paham mengatakan, meskipun kerja sama masih berada pada tahap awal, pertemuan ini menjadi fondasi penting dalam menyiapkan promosi pariwisata yang berkelanjutan.

“Arah kerja sama ke depan akan difokuskan pada dukungan kebijakan dari badan legislatif dan parlemen kedua negara, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif bagi pengusaha untuk membangun ekosistem pariwisata yang berdaya saing global,” ujar Martini.

 

Hotel di Asia Tenggara: Pembukaan yang Diharapkan pada Tahun 2026

this formate

             Kimpton Suntaya Bali Ubud

PARIS, bisniswisata.co.id: Dari Tokyo hingga Bangkok, dari Shanghai hingga Sydney. Demikian peta lengkap pembukaan hotel yang diharapkan di Tiongkok, Jepang, India, Thailand, Indonesia, Vietnam, dan Australia. Berikut rencana pembukaan hotel di kawasan Asean seperti dilansir dari www.voyages-d-affaires.com

Indonesia
Kimpton Suntaya Bali Ubud

Seperti setiap tahunnya, gelombang baru resor-resor indah hadir di Bali, termasuk JW Marriott Bali Ubud Resort & Spa, Kimpton Suntaya Bali Ubud, Hyde Bali Seminyak, dan Hilton Garden Inn Bali Nusa Dua yang lebih ekonomis.

Namun, kota-kota metropolitan di Indonesia juga menarik perhatian pembangunan, terutama dari grup Accor, dengan Novotel Tangerang BSD City, Novotel Jakarta Pulo Mas, dan Mercure Jakarta Pramuka yang sedang dalam tahap perencanaan.

Laos
Avani+ Lanexang Vientiane

Avani+, merek gaya hidup dari grup Minor Hotels Thailand, akan hadir di jantung kota Vientiane, di sepanjang Sungai Mekong, pada kuartal kedua.

Selain lokasinya di Luang Prabang, hotel pertama di ibu kota Laos ini akan menawarkan 197 kamar dan suite bagi para pelancong.

Menampilkan kolam renang luar ruangan dan spa serta empat restoran, Avani+ Lanexang Vientiane akan dilengkapi dengan area MICE yang terdiri dari lima ruang pertemuan dan ballroom yang mampu menampung 320 peserta.

Malaysia
Waldorf Astoria Kuala Lumpur

Sebuah keberhasilan ganda bagi Hilton di Malaysia dengan dua proyek di segitiga emas Kuala Lumpur. Pada musim gugur, grup Amerika ini akan memulai dengan Conrad yang dekat dengan Menara Petronas.

Hotel menawarkan 481 kamar di lima puluh lantainya, serta dua lantai yang didedikasikan untuk pertemuan dan acara.Pada akhir tahun, giliran merek mewah Waldorf Astoria yang akan melakukan debutnya di ibu kota Malaysia.

Ini adalah hotel yang berambisi besar, dengan 272 suite, yang terkecil hanya berukuran 80 m², dan area MICE yang tak tertandingi seluas lebih dari 4.000 m², termasuk Waldorf Astoria Grand Ballroom yang berukuran hampir 1.600 m².

Singapura
NoMad Singapura

Meskipun merek DoubleTree by Hilton akan melakukan debutnya di Singapura di Robertson Quay tahun ini, grup asal Amerika ini menantikan pengembangan pertama merek gaya hidup NoMad, yang didirikan di sekitar hotel London dengan nama yang sama dan akuisisi saham mayoritas Hilton di Sydell Group.

Terletak di jantung Orchard Road, NoMad Singapura akan menawarkan 173 kamar bagi para pelancong bisnis, santapan mewah, dan program budaya yang mendalam.

Sri Lanka.                                                            Hotel InterContinental Colombo

Seperti yang telah lama dinantikan proyek ini diumumkan pada tahun 2018 untuk pembukaan tahun berikutnya

Kini diharapkan akan dibuka pada akhir tahun ini di ibu kota Sri Lanka. Bertempat di menara hotel tertinggi di kota, hotel mewah ini akan menyediakan ruang yang luas untuk penyelenggaraan acara bisnis, dengan area MICE seluas lebih dari 1.000 m², termasuk ballroom dengan kapasitas 400 orang.

Terletak di Galle Road, 3 km dari pusat kota dan dekat dengan bandara, InterContinental Colombo akan memiliki 344 kamar, termasuk 47 suite, kolam renang luar ruangan dan spa, serta enam bar dan restoran.

Thailand
Hilton Bangkok Suvarnabhumi Golf Resort & Spa

Seperti biasa, Bangkok akan memiliki tahun yang sibuk dengan pembukaan hotel-hotel baru. Hal yang terbaru, yaitu Hilton keempat di ibu kota Thailand, menambah tempat pilihan baru untuk pertemuan dan acara, baik karena ruang MICE-nya – seluas 1.200 m² dan termasuk dua ballroom – maupun karena lokasinya, dekat dengan Bandara Internasional Suvarnabhumi dan di tepi lapangan golf.

Hasil dari pengambilalihan bekas Méridien, Hilton Bangkok Suvarnabhumi Golf Resort & Spa juga menawarkan semua yang Anda butuhkan untuk momen relaksasi, dengan kolam renang luar ruangan dan banyak bar serta restoran.

Dalam perkembangan lain, ibu kota telah menyaksikan kembalinya salah satu tempat ikoniknya, yang dibuka lebih dari sepersepuluh abad yang lalu dan baru-baru ini berganti nama menjadi Radisson Hotel Chateau Bangkok.

Terletak di distrik Ploen Chit, hotel yang telah direnovasi ini menawarkan 178 kamar, tiga restoran, termasuk restoran fusi Prancis-Thailand Château Botanique, serta bar di tepi kolam renang.

Pelancong bisnis akan menemukan dua ruang pertemuan dan ruang acara, Crystal Lotus Hall, yang dapat menampung 250 tamu.

Namun, peresmian paling bergengsi akan berlangsung di penghujung tahun dengan The Langham, Custom House, sebuah tempat yang merenovasi bangunan bersejarah yang dibangun pada tahun 1888.

Dibangun sesuai dengan keinginan Raja Rama V dan dirancang oleh arsitek Joachim Grassi dengan gaya neo-Palladian, bangunan publik bergengsi ini akan dipugar ke kejayaannya setelah bertahun-tahun terbengkalai, dengan proyek ini juga menggabungkan bekas kantor pos dan struktur kontemporer.

Terletak di tepi Sungai Chao Phraya di distrik Bang Rak, proyek ini akan menciptakan hotel mewah dengan 75 kamar, lengkap dengan spa, bar, dan versi restoran Kanton T’ang Court, yang memenangkan tiga bintang Michelin di restoran Langham Hong Kong, serta ruang serbaguna yang menghadap ke sungai.

Meskipun ibu kota Thailand telah memiliki hotel gaya hidup dari grup Hyatt, Andaz One Bangkok, sejak akhir Desember, beberapa hotel lain juga masuk dalam agenda tahun 2026 bagi para pemimpin industri perhotelan, seperti Canopy by Hilton Bangkok Sukhumvit

Hotel yang diharapkan akan dibuka pada musim gugur. Sedangkan untuk Accor, grup asal Prancis ini akan menambahkan dua lokasi baru untuk merek Ibis dan Mercure, keduanya dekat dengan stasiun metro BTS Ratchathewi, dan, di segmen yang lebih mewah, Fairmont Bangkok Sukhumvit.

Vietnam
Fairmont Hanoi

Selain debutnya di Bangkok pada pertengahan tahun, merek Fairmont juga diharapkan hadir di Hanoi pada bulan Februari, dengan resor perkotaan yang akan menawarkan 241 kamar.

Ada delapan bar dan restoran – termasuk satu di atap – dan dua kolam renang, serta tiga ballroom dan ruang lainnya untuk pertemuan dan acara.

Terletak di kawasan Prancis kuno, hotel ini akan melengkapi penawaran mewah Accor di ibu kota Vietnam, bersama dengan Sofitel Legend Métropole yang bersejarah.

Kedua hotel ini akan segera menghadapi pesaing baru, Four Seasons Hanoi di Danau Hoan Kiem dan terletak tepat di jantung ibu kota Vietnam, hotel ini, yang dirancang oleh WATG Architects dan studio SRSS.

Terinspirasi oleh era kolonial Prancis dan akan menampilkan 95 kamar dan suite serta ruang pertemuan, serta menawarkan momen relaksasi eksklusif melalui bar dan restorannya, serta spa dan kolam renangnya.

Di antara pembukaan hotel lain yang diharapkan di kota-kota Vietnam, Accor mengharapkan Grand Mercure di Mui Ne dan Novotel di Phan Thiet dan Yen Bai. Sementara itu, Hyatt berencana untuk membuka Caption by Hyatt Saigon di Kota Ho Chi Minh pada akhir tahun.

Meliá Hotels International Meluas di Indonesia dengan Perjanjian Baru untuk Meliá Sentul Resort & Convention Center

this formate

         Meliá Sentul Resort & Convention Center             ( Foto:Melia)

MAASTRICHT, bisniswisata.co.id: Meliá Hotels International, perusahaan hotel terkemuka Spanyol dan tolok ukur global dalam perhotelan rekreasi, telah menandatangani perjanjian manajemen baru untuk Meliá Sentul Resort & Convention Center.

Dilansir dari hospitalitynet.org, hotel bintang lima yang baru dibangun di Sentul, Jawa Barat, Indonesia ini dijadwalkan dibuka pada tahun 2028, properti ini akan beroperasi di bawah merek Meliá Hotels & Resorts, menandai hotel ketujuh perusahaan di Indonesia dan yang pertama di Sentul.

Terletak hanya satu jam perjalanan dari Jakarta, Sentul telah muncul sebagai destinasi gaya hidup dan rekreasi populer bagi penduduk ibu kota, dikenal karena iklimnya yang lebih sejuk, perbukitan hijau yang subur, dan berbagai kegiatan rekreasi yang terus berkembang.

Terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kawasan ini menggabungkan keindahan alam dengan infrastruktur modern, menawarkan jalur pendakian yang indah, air terjun di dekatnya, dan atraksi ramah keluarga seperti Sirkuit Internasional Sentul dan Taman Hiburan JungleLand Adventure, salah satu taman hiburan terbesar di Indonesia.

Sentul juga telah mendapatkan momentum sebagai pusat hunian dan bisnis yang berkembang, dengan kedekatan dengan Sentul International Convention Center (SICC), konektivitas jalan yang sangat baik, dan pengembangan perkotaan dan berorientasi transit yang sedang berlangsung.

Para tamu akan menikmati berbagai pengalaman bersantap, rekreasi, dan kesehatan yang komprehensif, termasuk restoran yang buka sepanjang hari, tempat makan khusus, bar atap yang elegan, dan area lounge yang santai.

Hotel ini juga akan memiliki kolam renang luar ruangan, pusat kebugaran yang lengkap, dan spa. Keluarga akan menemukan ruang khusus seperti Kids Club, yang dirancang untuk membuat setiap kunjungan lancar dan menyenangkan bagi wisatawan dari segala usia.

Melengkapi penawaran rekreasi, resor ini juga akan menampilkan fasilitas pertemuan dan acara yang mengesankan, termasuk ballroom seluas 1.160 m² dan 15 ruang pertemuan serbaguna dengan total luas 1.640 m².

Ini memposisikan properti ini sebagai salah satu destinasi terkemuka di kawasan ini untuk pertemuan perusahaan, konferensi, dan perayaan khusus.

Bersama-sama, penawaran ini menciptakan keseimbangan sempurna antara bisnis dan rekreasi, dengan latar belakang keindahan alam dan pesona perkotaan Sentul.

Memperkuat kehadiran Meliá di Indonesia

Dengan penandatanganan baru ini, Meliá Hotels International terus memperdalam komitmennya terhadap Indonesia, membawa kehangatan Mediterania dan keunggulan layanan yang terkenal ke salah satu daerah paling dinamis dan mempesona secara alami di Jawa Barat.

Pada kesempatan yang sama, Noegroho Hari Hardono, Chief Executive Officer dari Saraswanti Group, menyampaikan apresiasinya kepada Meliá Hotels International atas kepercayaan dan komitmen yang ditunjukkan dalam kolaborasi ini.

Dia mencatat bahwa kemitraan ini mencerminkan visi bersama antara Saraswanti dan Meliá dalam menghadirkan pengembangan properti berstandar internasional dan menciptakan nilai jangka panjang bagi semua pemangku kepentingan.

Perjanjian ini semakin memperkuat hubungan jangka panjang perusahaan dengan mitra strategisnya, Saraswanti Group, pemilik INNSiDE by Meliá Yogyakarta, sejak tahun 2013 yang juga dikelola oleh grup tersebut.

Kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama terhadap pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan dan pengembangan keramahan yang unggul di destinasi-destinasi utama di seluruh Indonesia.

Menpar Samakan Persepsi dengan Kalangan Industri untuk Majukan Pariwisata Nasional

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana berdialog dengan sejumlah perwakilan asosiasi dan pelaku industri pariwisata untuk menyamakan persepsi sekaligus membahas berbagai peluang strategis dan tantangan dalam pengembangan pariwisata nasional.

Dalam pertemuan bertajuk “Industri Berbicara” yang digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026), Menteri Pariwisata menegaskan forum ini menjadi ruang dialog langsung untuk menyerap aspirasi industri, memahami isu-isu kunci di lapangan, serta menghimpun masukan guna memperkuat arah program pariwisata nasional.

Upaya ini diharapkan semakin relevan seiring berbagai capaian pariwisata Indonesia sepanjang 2025 yang memperoleh berbagai penghargaan dan pengakuan di tingkat internasional.

“Sektor pariwisata Indonesia mencatatkan berbagai pencapaian positif yang patut kita syukuri bersama. Kualitas pariwisata kita semakin diakui dunia melalui beragam penghargaan internasional yang kita terima,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti.

Ia menekankan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi erat antara Kementerian Pariwisata dengan berbagai stakeholder termasuk asosiasi pelaku wisata. Kolaborasi ini menurutnya, harus terus diperkuat agar pertumbuhan sektor pariwisata semakin inklusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

“Masih ada sejumlah aspek yang perlu kita perkuat bersama, mulai dari kebersihan, higienitas destinasi, kualitas pelayanan, kesiapan infrastruktur, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, hingga keberlanjutan lingkungan yang ramah bagi wisatawan dan masyarakat setempat,” kata Menteri Pariwisata.

Melalui forum ini, dia berharap bisa terbangun pertukaran gagasan yang konstruktif antara pemerintah dan pelaku industri, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas untuk merumuskan langkah-langkah strategis pengembangan pariwisata nasional.

Sementara itu, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani, menyampaikan sejumlah isu utama yang menjadi sorotan dalam diskusi.

Di antaranya penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penerapan standar keselamatan, strategi pemasaran destinasi, penguatan infrastruktur dan konektivitas pendukung, serta kejelasan dan kepastian regulasi.

“Kami berharap perwakilan asosiasi dapat memberikan masukan konkret terhadap upaya penyelesaian isu-isu ini,” ujar Rizki.

Diskusi tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati, jajaran pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemenpar, serta perwakilan dari berbagai asosiasi pariwisata di Indonesia.

IHLC Bawa 6 Brand Lokal Mendunia Lewat London Muslim Shopping Festival 2026

this formate

Pengunjung di London Muslim Shopping Festival  Inggris, saat bertransaksi di event tahun lalu.       ( Foto MTS)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Indonesia Halal Lifestyle Center ( IHLC) menjadi official partner penyelenggaraan Muslim Travel Show (MTS) 2026 dan London Muslim Shopping Festival di London, Inggris, pada 7-8 Febuari 2026, kata Sapta Nirwandar, Ketua IHLC, hari ini.

“ Selain Paragon dengan produk kecantikan Wardah yang paling ramah Muslim di dunia,    lima brand lokal yang telah masuk pasar internasional seperti Rubysh ikut serta dalam London Muslim Shopping Festival.Begitu juga brand lainnya seperti Big Boy, Kalisha, MYMD dan Taza.

Rubysh, brand eco-fashion aksesoris yang memanfaatkan bahan daur ulang menjadi bagian dalam acara bergengsi ini dan akan menampilkan produk kreasi terbaru dari bahan daur ulang yang sudah menembus pasar Internasional. Big Boy. Sedangkan Big Boy produk Man’s Groming yang khusus dibuat untuk pria.

Tiga brand lainnya, Kalisha yang didirikan di Tasikmalaya pada tahun 2019, Kalisha Official hadir dengan semangat untuk menghadirkan busana muslimah yang sederhana namun berkelas dan berhasil membangun identitas khas: modest fashion yang modern tanpa kehilangan nilai syar’i.

Desainer Deden Siswanto bersama MYMD berhasil memadukan kepekaan artistik dan pendekatan urban dalam tiap potongan busana. Setiap detail, mulai dari pilihan bahan seperti katun, linen, renda, hingga kain parasut menjadi ready to wear baik buat pria maupun wanita.

Sedangkan Taza yang dibidani oleh Ashila Ramadhani ( founder) serta Afina Maharani, Co-Founder TAZA akan menampilkan modest fashion bukan hanya sebatas produk, namun juga sebagai amanah, proses yang dijaga, dan dampaknya bagi masa depan.

Sapta Nirwandar mengatakan tampil di London Muslim Shopping Festival 2026 selain dikunjungi sedikitnya 20 ribu pengunjung yang akan menyambut bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, peserta dari Indonesia juga berkesempatan jumpa dengan 250 vendor dari Inggris Raya maupun internasional.

Selain itu juga peluang bermitra dengan peserta internasional. Apalagi, tambah Sapta, penyelenggara juga mengundang lebih dari 300 influencer dan blogger untuk membuka akses pasar lebih hemat

“ Jadi Ini dua event berbeda dalam satu atap di EXCEL, London, pusat konvensi dan pameran internasional di ibukota Inggris yang terletak di London Royal Docks yang bersejarah,” kata Sapta Nirwandar.

Muslim Travel Show (MTS) 2026

Selain menjadi partner penyelenggara, Sapta Nirwandar juga menjadi nara sumber sesi Muslim Travel Show ( MTS) bersama 16 pembicara internasional lainnya.

“ Hadir di event-event internasional cerminkan kepercayaan dan pengakuan dunia atas peran strategis IHLC dalam pengembangan dan promosi pariwisata halal Indonesia di tingkat internasional.” kata Sapta..

Menurut dia, 15% warga London dan 6% populasinya adalah Muslim dengan 4 juta jiwa, ada lebih dari 2 miliar Muslim dunia mewakili pasar dengan consumer base yang berbeda dan keluarga Muslim Inggris suka traveling dengan mengeluarkan uang jutaan untuk kegiatan travel setiap tahun.

Kini perjalanan Muslim menuntut makanan halal dan tempat sholat, 61% wisatawan Muslim adalah wanita dan pengunjung internasional dari kedua event ini sedikitnya 32% datang dari mancanegara.

Penjualan tatap muka dengan berpartisipasi sebagai peserta pameran di Muslim Travel Show di Excel adalah dapat terhubung secara pribadi dengan konsumen dan meninggalkan kesan yang mendalam.

“Jadi jalinlah koneksi dengan para pemain kunci di pasar pariwisata Muslim ini termasuk destinasi, badan pariwisata, resor, maskapai penerbangan, dan agen perjalanan,”

Di bursa wisata ini pesertanya adalah Hotel & Resor, penyedia pengalaman budata, tekhnologi perjalanan, paket-paket wisata Halal, agen perjalanan, tour operator , maskapai penerbangan, otoritas pariwisata pemerintah, operator Haji & Umrah serta wisata kesehatan.

“ Sayang sekali pemerintah Indonesia                   ( Kemenpar) belum memprioritaskan untuk hadir sebagai peserta. Padahal jadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan pariwisata halal ” tutupnya.

IATA: Permintaan Perjalanan Udara Global 2025 Menguat, Kapasitas Masih Jadi Tantangan

this formate

JENEWA, bisniswisata.co.id: Industri penerbangan global mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan permintaan perjalanan udara penumpang mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Pertumbuhan ini menegaskan kuatnya pemulihan sektor penerbangan pascapandemi, meskipun masih dibayangi oleh keterbatasan kapasitas operasional.

Permintaan perjalanan udara global, yang diukur melalui revenue passenger kilometers (RPK), menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan paling kuat tercatat pada segmen penerbangan internasional, seiring kembalinya kepercayaan masyarakat untuk bepergian lintas negara. Sementara itu, pasar domestik juga tumbuh stabil, meskipun dengan laju yang lebih moderat.

Di sisi kapasitas, jumlah kursi pesawat yang tersedia memang meningkat, namun belum sepenuhnya mampu mengimbangi lonjakan permintaan.

Hal ini tercermin dari tingkat keterisian kursi (load factor) yang mencapai level tertinggi, menandakan bahwa banyak penerbangan beroperasi dengan kondisi hampir penuh.

Kondisi tersebut memperlihatkan tantangan struktural yang masih dihadapi industri penerbangan global. Keterlambatan pengiriman pesawat baru, keterbatasan suku cadang, serta kapasitas perawatan pesawat yang terbatas menjadi faktor utama yang menahan ekspansi armada.

Akibatnya, sejumlah maskapai harus mengoperasikan pesawat lebih lama dari rencana awal dan memaksimalkan utilisasi armada yang ada.

Selain sektor penumpang, kargo udara global juga mencatat kinerja positif sepanjang 2025, dengan volume pengangkutan mencapai rekor tertinggi. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya perdagangan global, logistik bernilai tinggi, serta peran penting kargo udara dalam menjaga kelancaran rantai pasok internasional.

Memasuki tahun 2026, prospek industri penerbangan tetap positif meskipun laju pertumbuhan diperkirakan lebih moderat.

Fokus industri kini tidak hanya pada peningkatan kapasitas, tetapi juga pada efisiensi operasional, ketahanan rantai pasok, serta keberlanjutan jangka panjang.

Secara keseluruhan, kinerja tahun 2025 menegaskan bahwa permintaan perjalanan udara telah kembali kuat, namun keberhasilan jangka panjang industri penerbangan akan sangat bergantung pada kemampuan mengatasi keterbatasan kapasitas dan tantangan operasional yang masih berlangsung.

Sumber: https://www.iata.org/en/pressroom/2026-releases/2026-01-29-02/

UN Tourism  Luncurkan Peta Jalan Menuju Tahun Internasional Pariwisata Berkelanjutan dan Tangguh 2027

this formate

MADRID, bisniswisata.co.id: UN Tourism memimpin pergeseran dari dialog ke implementasi saat memulai persiapan untuk Tahun Internasional Pariwisata Berkelanjutan dan Tangguh pada tahun 2027.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa memberi mandat kepada UN Tourism untuk melaksanakan Tahun Internasional tersebut. Kini, dengan peluncuran Peta Jalan barunya, Organisasi ini telah mengambil langkah lain untuk memenuhi tanggung jawabnya.

Peta Jalan ini merupakan hasil dari proses kolaboratif, dan disambut hangat oleh Komite Pariwisata dan Keberlanjutan (CTS) UN Tourism.

Sekretaris Jenderal UN Tourism, Shaikha Al Nuwais, mengatakan: “Keberlanjutan dan ketahanan bukanlah tujuan akhir, melainkan proses berkelanjutan.

Tahun Internasional Pariwisata Berkelanjutan dan Tangguh 2027 akan memungkinkan UN Tourism, sebagai organisasi pariwisata internasional terkemuka, untuk mendukung Negara-negara Anggota kami dalam memposisikan pariwisata sebagai sektor yang benar-benar transformatif dalam agenda pasca-2030, ungkapnya.

Tahun Internasional Pariwisata Berkelanjutan dan Tangguh 2027 akan memungkinkan UN Tourism, sebagai organisasi pariwisata internasional terkemuka, untuk mendukung Negara-negara Anggota kami dalam memposisikan pariwisata sebagai sektor yang benar-benar transformatif dalam agenda pasca-2030.

Dalam pertemuan di Madrid, Komite memuji kerja UN Tourism dalam mendengarkan prioritas Negara-negara Anggotanya, dan menyambut komitmen yang jelas dari kepemimpinan baru untuk memulai persiapan menuju tahun 2027 sekuat mungkin.

Ketua dan Menteri Pariwisata Kosta Rika, William Rodríguez López, mengatakan: “Sebagai pemimpin pariwisata, kami secara konsisten menyoroti potensi transformatif sektor ini dan peran pentingnya dalam agenda pembangunan nasional dan global, termasuk aksi iklim dan refleksi di luar tahun 2030.

Tahun Internasional ini menawarkan kesempatan unik untuk menerjemahkan pemahaman bersama ini ke dalam tindakan yang lebih konkret dan terkoordinasi.”

Jalan Menuju 2027

Proses ini akan berlandaskan pada Komite Pariwisata dan Keberlanjutan, dipandu oleh Komite Pengarah Negara-Negara Anggota, berdasarkan konsultasi yang diadakan dalam pertemuan Komisi Regional dan disetujui oleh Dewan Eksekutif.

Komite Pariwisata dan Keberlanjutan (CTS) adalah organ bawahan Dewan Eksekutif, yang bertanggung jawab untuk memantau pelaksanaan program kerja Organisasi di bidang pariwisata berkelanjutan.

ASEAN dan Rusia Tingkatkan Kerja Sama Pariwisata untuk Memulihkan Kepercayaan Wisatawan

this formate

Para pejabat Rusia, yang mewakili Federasi Rusia sebagai ketua bersama, berpartisipasi dalam Pertemuan Menteri Pariwisata ASEAN–Federasi Rusia ke-5 di Kota Cebu pada 30 Januari 2026. ( Foto: pia.gov.ph)

KOTA CEBU, bisniswisata.co.id:Para pemimpin pariwisata dari negara-negara anggota ASEAN dan Federasi Rusia menegaskan kembali komitmen mereka untuk memperkuat hubungan antar masyarakat dan memulihkan kepercayaan wisatawan.

Dilansir dari pia.gov.ph, komitmen ini diungkapkan selama Pertemuan Menteri Pariwisata ASEAN-Federasi Rusia ke-5 yang diadakan sebagai bagian dari Forum Pariwisata ASEAN (ATF) 2026 di Kota Cebu.

Pertemuan tersebut berfokus pada peningkatan kerja sama pariwisata untuk tahun 2026 dan seterusnya, yang dipandu oleh Rencana Kerja Pariwisata ASEAN–Rusia untuk tahun 2026–2030.

Sekretaris Pariwisata Filipina, Christina Garcia Frasco mengatakan pariwisata tetap menjadi penggerak vital mata pencaharian dan kepercayaan antar negara, menggarisbawahi peran interaksi manusia yang bermakna dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan.

“Ketika pengunjung disambut dengan bermartabat dan kembali ke rumah dengan rasa hormat terhadap tempat dan orang-orang yang mereka temui, pariwisata menjadi bentuk diplomasi antar masyarakat yang stabil,” kata Frasco.

Dia mencatat bahwa meskipun ASEAN dan Federasi Rusia memiliki kemitraan yang dibangun atas dasar kepentingan bersama, tantangan global baru-baru ini telah menyoroti kebutuhan untuk membangun kembali kepercayaan perjalanan melalui keandalan, informasi yang jelas dan akurat, standar yang konsisten, dan tenaga kerja pariwisata yang terampil.

Dari perspektif Filipina, Frasco menyebutkan inisiatif untuk memperkuat kepercayaan perjalanan, termasuk penerbangan charter yang menyediakan akses langsung ke Kalibo untuk wisatawan Rusia, perluasan penawaran destinasi, dan pelatihan bahasa Rusia untuk pemandu wisata.

Ia juga menyoroti program studi yang menggabungkan perjalanan wisata dengan pembelajaran praktis untuk memenuhi preferensi pengunjung yang terus berkembang.

“Inisiatif-inisiatif ini mencerminkan komitmen kami untuk memberikan pengalaman kelas dunia yang berlandaskan keandalan dan sumber daya manusia,” kata Frasco.

Diskusi mengenai Rencana Kerja Pariwisata ASEAN–Federasi Rusia akan memprioritaskan pariwisata berkelanjutan, transformasi digital, inovasi, peningkatan kapasitas, pertukaran pengetahuan, dan promosi bersama untuk menghadirkan destinasi ASEAN secara lebih koheren dan efektif.

“Filipina mendorong pertukaran yang jujur ​​dan konstruktif yang berfokus pada hasil nyata bagi rakyat kita,” kata Frasco, seraya menyatakan optimisme bahwa pertemuan tersebut akan semakin memperkuat kemitraan pariwisata yang tangguh dan inklusif.

Federasi Rusia, yang bertindak sebagai ketua bersama, diwakili dalam pertemuan tersebut dan mengucapkan selamat kepada Timor-Leste atas aksesi ke ASEAN, menyebutnya sebagai langkah positif menuju kemakmuran ekonomi bersama.

Dalam pernyataan yang disampaikan atas nama delegasi Rusia, perwakilan tersebut menyebutkan tonggak penting dalam hubungan ASEAN–Rusia.

Hal ini termasuk peringatan 35 tahun kemitraan mereka dan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik antara Rusia dan Filipina, yang keduanya akan diperingati pada tahun 2026.

Pertemuan tersebut juga bertepatan dengan tahap akhir penyusunan Rencana Aksi Komprehensif Tahun Kelima, yang menekankan kerja sama kemanusiaan.

Delegasi Rusia menyatakan harapan bahwa rencana tersebut akan diadopsi di bawah kepemimpinan Filipina di ASEAN.

Delegasi menyambut baik Rencana Kerja Pariwisata ASEAN–Federasi Rusia untuk tahun 2026–2030, mencatat meningkatnya popularitas destinasi ASEAN di kalangan wisatawan Rusia.

Delegasi menyatakan keyakinan bahwa rencana tersebut akan membantu mempromosikan perjalanan yang lebih mudah diakses dan lancar di seluruh kawasan.

Pariwisata tetap menjadi pilar utama kerja sama ASEAN–Rusia, yang diakui karena mendorong saling pengertian, mendukung mata pencaharian, dan mempromosikan pertumbuhan inklusif.