Binh My – Desa Wisata Vietnam di Tepi Sungai

this formate

Petani singkong di Desa Binh My

HO CHI MINH CITY, bisniswisata.co.id: Sehari sebelum program Vietnam is Calling, para peserta sudah tiba di Bandar Udara Internasional Tân Sơn Nhất, Ho Chi Minh City. Ini bandara terbesar di Vietnam dalam segi luas mencapai 800 hektar dan tahun 2024 menangani 40 juta penumpang. Tahun 2026 diperkirakan jadi lebih dari 50 juta orang karena mrmang salah satu bandara tersibuk di Asia Tenggara.

Setelah makan malam dan check in di Hotel WINK Saigon Centre dan tidur lelap besok paginya, hari pertama kami menuju Tan Cang Pier, sebuah dermaga yang dilengkapi dengan taman, restaurant dan fasilitas penunjang lainnya untuk pertemuan.

Pagi ini rombongan peserta Vietnam is Calling bersiap menuju Binh My, sebuah desa wisata di Ho Chi Minh City yang tengah di persiapkan untuk menjadi destinasi wisata kota. Setiap penumpang harus memakai pelampung lalu duduk manis sekitar satu jam menyusuri sungai.

Begitu masuk ke dalam speed boad yang mulai bergerak langsung ingat tanah air beta, Indonesia. Soalnya serasa berada di Sungai Martapura yang membelah kota Banjarmasin yang mirip-miriplah dengan Sungai Barito, Sungai kapuas di Kalbar dan kegiatan susur sungai lainnya.

Cuma bedanya di Ho Chi Minh City yang dilewati pemandangan kota dengan gedung-gedung tinggi yang indah. Sebagian teman seperjalanan memilih meneruskan tidur, tapi perjalanan sekitar satu jam dari dermaga Tan Cang ke Binh May lebih baik dinikmati apalagi di seberang speed boad kami ada crew TV dari Vietnam yang asyik meliput perjalanan kami.

Keseruan di speed boad

Pesilat dengan anggota rombongan

Dahulu dikenal sebagai kota Saigon dan kini namanya jadi Kota Ho Chi Minh yang hampir semua jalan mengalami kemacetan cukup parah ditambah lalu lintas motor yang semrawut. Maka begitu menyusuri sungai rasanya lega banget karena meninggalkan kabut asap kendaraan bermotor dan hiruk pikuk kehidupan perkotaan.

Seperti di kawasan Ancol, Jakarta, di tepi Sungai Saigon ini ada kluster perumahan mewah Van Phuc City dengan dermaga khusus untuk kapal-kapal super yach (kapal pesiar kecil ) seperti kawasan Marina Ancol, Jakarta Utara. Jadi Van Phuc City merupakan water front city versi Sungai Saigon.

Saat ini, dengan ekowisata dan wisata budaya berbasis komunitas, pemerintah Vietnam ingin memberdayakan desa-desa wisata seperti Binh My di mana pengunjung dapat merasakan kehidupan sungai dan berpartisipasi dalam pembangunan komunitas yang bertransformasi menjadi destinasi potensial dengan perahu di Sungai Saigon.

Serupa tapi tak sama

Akhirnya tiba di gerbang desa Binh My dengan tulisan Moon River. Saat turun dari speed boad bukalah hati untuk mendengarkan penjelasan yang menggambarkan jiwa penghuninya, dan potensi tanah ini, sebuah desa yang terletak di gerbang barat laut Kota Ho Chi Minh tetapi juga tempat yang melestarikan kedalaman sejarah dan budayanya.

Dari speed boad langsung naik jembatan Moon River itu lalu disambut atraksi pencak silat. Ya ampun jadi ingat saat kelas 3 SMPN 13 di Jakarta Selatan dan suka menonton film laga Bruce Lee. Saya jadi anggota silat Alazhar Seni Bela Diri ( ASBD) di Mesjid Agung AlAzhar di Kebayoran Baru dan di sana saya bertemu jodoh saya almarhum suami, Sulistyo Nugroho Murcito, pangeran Jogya, uhuyy..

Para pesilat langsung memperagakan gerakan-gerakan bela dirinya. Sementara para tamu otomatis membentuk setengah lingkaran dan asyik mengamati. Pakai seragam baju hitam, bermain alat bela diri, gerakan-gerakan lincah dari para remaja wanita dan pria. Untuk sesaat saya nggak mampu berbicara dan hanyut dengan kenangan masa remaja pula.

Hal yang bikin melongo adalah kemiripan wajah, warna kulit serta postur tubuh warga Vietnam ini. Alhamdulilah sejak Sekolah Dasar ( SD) senang pelajaran sejarah. Langsung cari gambaran besar asal-usul nenek moyang orang ASEAN sekitar ±50.000 tahun lalu

Manusia modern pertama datang dari Afrika, lalu menyebar lewat Asia Selatan, Asia Tenggara Daratan (Myanmar, Thailand, Vietnam), hingga Nusantara. Kelompok ini sering dikaitkan dengan budaya Hoabinhian
Jejak Hoabinhian ditemukan di Vietnam,
Thailand, Malaysia, Laos, Myanmar dan di Nusantara terutama di Pulau Sumatra dan Kalimantan.

Artinya nenek moyang awal orang ASEAN berbagi ruang hidup yang sama dan Hoabinhian bukan suku, tapi cara hidup.
Ciri utamanya manusia pemburu, peramu, tinggal di gua & tepi sungai, sangat dekat dengan alam, hidup kolektif & egaliter
tidak mengenal hirarki kekuasaan.

Fondasi mentalitas rendah hati, adaptif, dan komunal Asia Tenggara ciri khas budayanya
yang paling dikenal adalah batu sederhana (pebble tools), batu sungai diasah satu sisi, praktis, tidak rumit. Mereka makan dari hasil alam seperti umbi, buah, ikan, kerang, hewan kecil, mobilitasnya tinggi berpindah mengikuti alam, bukan menguasainya.

Mengapa Hoabinhian penting untuk identitas ASEAN? Karena mereka membentuk cara berhubungan dengan alam, nilai kebersamaan, ketenangan dalam hidup sederhana, Nilai ini masih terasa dalam:
budaya kampung, gotong royong, hidup selaras dengan alam, spiritualitas sunyi (hening, bukan demonstratif)

Mencicipi kue tradisonal

Seperti biasa ritual penyambutan, pidato singkat tokoh Binh My setempat dan cara membuat kudapan yang didemontrasikan setempat membuat saya tercengang bagaimana kue berbentuk kerucut di bungkus daun pisang yang banyak juga di berbagai daerah Indonesia sama dengan yang kami makan di sini. Bagaimana dulu para leluhur berbagi pengetahuan soal kuliner ini ?

Saya jadi asyik memperhatikan semua persamaan Indonesia-Vietnam mulai dari gerakan silat, kue bugis kerucut hingga demo masak ibu-ibu membuat telur dadar isi parutan wortel, udang dan macam-macam sayuran. Di dunia barat sih namanya pancake.

Sibuk icip-icip makanan khas Vietnam dan memperhatikan produk kerajinan tangan warga desa mulai dari tembikar, beragam anyaman eceng gondok untuk aneka wadah dan tempat baju kotor ( laundry) seperti di kamar-kamar hotel bintang mewah yang artistik

Salah satu alasan utama orang mengunjungi daerah ini dari Kota Ho Chi Minh adalah untuk ekowisata dan pengalaman pedesaannya. Ini adalah tujuan akhir pekan populer bagi penduduk lokal dan pengunjung yang ingin melarikan diri dari hiruk pikuk kota untuk menikmati udara segar, pemandangan pedesaan, dan aktivitas luar ruangan.

Kehijauan yang rimbun, pemandangan tepi sungai, dan suasana pedesaan yang damai.
Tempat memancing, jembatan bambu, naik perahu di sungai dan interaksi dengan alam.
Di sini kita akan menemukan hidangan bergaya Selatan dan makanan khas lokal dengan bahan-bahan segar.

Mengunjungi Bình Mỹ memberi kita gambaran tentang kehidupan pedesaan di tepi sungai Vietnam — mulai dari permainan luar ruangan sederhana , rimbunnya pohonan dikebun nsngka hingga pemandangan pedesaan tradisional seperti saluran air dan kebun buah lainnya

Komune Binh My, Kota Ho Chi Minh saat ini sedang melaksanakan program perencanaan dan pengembangan produk sayuran, bunga, dan buah-buahan. Diharapkan pada Tahun Baru Imlek 2026, komunitas ini akan memanen banyak tanaman.

Usai keliling desa foto bersama

Pernah ada kunjungan para seniman Urban Sketchers Vietnam rupanya. Karya-karyanya dipajang juga dan buat saya sketsa-sketsa itu bagus-bagus. Maklum saya pernah juga gabung dengan kelompok Garagas di Gelanggang Remaja Bulungan, Jakarta-Selatan dan belajar sketsa dengan para senior.

Nah yang menarik adalah pengelola desa di Binh My ini pandai melakukan pendekatan berbasis komunitas seperti Urban Sketchers karena mereka datang selain berdayakan masyarakat lokal untuk berada di pusat pengembangan pariwisata, tapi juga merekam keindahan desa lewat sketsa berwarna maupun hitam putih. Tangan-tangan mereka piawai menonjolkan kearifan lokal dan nilai-nilai budaya menjadi sketsa artistik.

Kaliling desa

Kami lalu di giring ke bis-bis kecil untuk masuk ke bagian dalam desa dan berhenti di rumah seorang tokoh masyarakatnya yang sudah sepuh. Ibu ini saksi sejarah Desa Binh My dan cerita kondisi desa dan ayahnya yang di siksa dan dibunuh oleh Vietcong.

Dari sana kami melanjutkan perjalanan untuk bertemu dengan warga desa yang sudah menyiapkan cemilan berupa buah- buahan hasil kebun mereka sepert pisang emas, nangka, jeruk. Ada juga camilan seperti singkong rebus, pisang rebus dan kue-kue tradisional seperti jajan pasar berupa kue mirip kelepon, sawut dari singkong dan cendil warna warni. Hanya saja disini dibikin panjang-panjang dan tipis-tipis lalu dibaluti kelapa parut.

“ Wah mirip banget kue tradisional Indonesia, tapi kalau mau jujur paket wisata ke Binh My kalau untuk turis kita kurang minat lebih tepat jaring bule-bule ” celetuk seorang teman.

Saya lalu menjelaskan pengalanan saat di Kamboja mengikuti sebuah konferensi internasional di sebuah hotel bintang lima di Phomh Penh, Kamboja, beberapa tahun lalu.
Malah kue tradisional itu di Kamboja dibikin ukuran kecil- kecil gaya Petite Four Perancis seperti kue cucur, talam, onde-onde, kue ketan segi lima yang disajikan dengan kesan mewah.

Rupanya warga desa di sini banyak memanen kangkung. Ibu Hong punya lahan keluarga seluas sekitar 5.000 meter persegi. Dia juga memanen dan membeli kangkung dari beberapa petani lain di daerah tersebut untuk dijual ke Ho Chi Minh City.

Dia dapat memanen 30-40 kg dari pagi hingga siang hari, terkadang 50-60 kg kangkung segar. Ditambah dengan jumlah yang dibelinya, jumlah kangkung yang diolahnya menjadi acar kangkung dapat berkisar puluhan kilogram hingga 200 kg yang dijualnya kepada pelanggan tetapnya.

“Setelah panen, kangkung bisa dipanen lagi dalam beberapa hari. Saya sudah terbiasa dan menganggapnya sebagai profesi utama saya. Setelah dikurangi biaya, saya mendapat sedikit penghasilan tambahan, dan saya memiliki pasokan yang stabil, kirimnya secara teratur setiap hari,” kata Ibu Hong, menambahkan bahwa harga beli kangkung segar saat ini sekitar 20.000 VND/kg.

Beristirahat di kebun

Kami berhenti sejenak di dalam kebun buah-buahan dan disuguhi buah kelapa segar yang dipangkas satu-satu bagian ujung nya agar bisa dinikmati dengan sedotan. Petani yang melayani sampai kewalahan diserbu para tour operator yang sudah kehausan.

Saya memilih istirahat bersama warga desa lainnya yang melayani tamu-tamu dari India, Malaysia, Singapura dan terbesar sekitar 85 an orang dari Indonesia. Sebagian diajak menaiki perahu sedikit putar-putar di sungai untuk di shooting crew TV Vietnam.

Selain kangkung mereka juga lebih banyak menanam Moringa di Tahun Baru 2026 atau Tahun Kuda Api ini komunitas Binh My menanam di parit kebun yang diselingi pohon buah-buahan. Permintaan moringa terus meningkat.

Daun moringa segar dan muda untuk diolah menjadi acar moringa, yang kemudian dijual kepada pelanggan tetapnya. Di Indonesia namanya daun kelor atau merunggai (Moringa oleifera), sejenis tumbuhan dari suku Moringaceae. Tumbuhan ini memiliki ketinggian batang 7—11 meter. Daun kelor berbentuk bulat telur dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai, dapat dibuat sayur atau obat.

Kunjungan terakhir masih ke workshop pembuatan tembikar, namun kreativitssnya masih dibawah produk gerabah Kasongan, Jogja. Rombongan mendapat souvenir gerabah berbentuk kucing

Kami lalu kembali ke gerbang desa untuk makan siang dsn sholat. Di Desa ini ada kuil Binh My, menciptakan ruang unik yang secara tradisional sakral dan berakar kuat dalam budaya “tepi sungai”.

Namun kami tidak ada jadwal mengunjungi langsung ke sana dan akhirnya berpamitan. Para tokoh dan sebagian warga mengantar hingga kami semua masuk ke speed boad sambil saling melambaikan tangan good bye Binh My ..

Laos Berupaya Perkuat Pembiayaan Pariwisata Lewat Rancangan Peraturan Dana Pariwisata

this formate

Khampao Vannavong, Wakil Direktur Jenderal Departemen Inspeksi, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata memimpin acara

VIENTIANE, bisniswisata.co.id: Departemen Manajemen Pariwisata di bawah Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menyelenggarakan seminar terbuka untuk memperbaiki Rancangan Peraturan tentang Dana Pariwisata secara nasional hari ini 2 Februari 2026, di Vientiane Capital.

Seminar tersebut dilaksanakan dalam format semi-online dan dipimpin oleh Bapak Khampao Vannavong, Wakil Direktur Jenderal Departemen Inspeksi, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata

Seminar tersebut dilaksanakan dalam format semi-online dan dipimpin oleh Bapak Khampao Vannavong, Wakil Direktur Jenderal Departemen Inspeksi, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh kepala departemen terkait, perwakilan dari sektor terkait, dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam manajemen dan pengembangan pariwisata.

Seminar ini bertujuan untuk secara terbuka meminta pendapat dan saran dari semua sektor terkait mengenai Rancangan Keputusan tentang Dana Pariwisata, yang merupakan bagian penting dari peraturan pelaksana untuk memobilisasi pendapatan terkait pariwisata sebagai bagian dari anggaran nasional.

Dana Pariwisata dimaksudkan untuk mendukung pengembangan, promosi, dan pengelolaan kegiatan pariwisata di seluruh negeri, memastikan pertumbuhan berkualitas dan keberlanjutan jangka panjang sektor pariwisata di Laos.

Dana Pariwisata awalnya dibentuk pada tahun 1989 berdasarkan Keputusan Dewan Menteri No. 91/CM, tertanggal 4 Oktober 1989. Kemudian dimasukkan ke dalam Undang-Undang Pariwisata No. 32/NA yang telah diubah, tertanggal 24 Juli 2013.

Pada tahun 2017, Pemerintah mengeluarkan Keputusan Perdana Menteri tentang Dana Pariwisata No. 119/PM, tertanggal 10 April 2017.Terakhir, Dana Pariwisata diatur dalam Pasal 74, 75, dan 76 Undang-Undang Pariwisata No. 63/NA yang telah diubah, tertanggal 1 Juli 2024.

Untuk mengimplementasikan undang-undang ini secara efektif dan menggantikan Keputusan Perdana Menteri No. 119/PM, Pemerintah telah menyiapkan Rancangan Keputusan baru tentang Dana Pariwisata untuk lebih mencerminkan kondisi saat ini dan perluasan sektor pariwisata di era pembangunan baru.

Rancangan dekrit tersebut pada prinsipnya telah disetujui dalam rapat rutin Pemerintah pada Agustus 2025. Selanjutnya, sebuah komite antar-kementerian yang bertanggung jawab—yang terdiri dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Kantor Perdana Menteri, Kementerian Kehakiman, Kementerian Keuangan, dan Bank Sentral Laos.

Mereka mengadakan pertemuan konsultasi pada tanggal 31 Oktober dan 14 November 2025, untuk mempelajari dan merevisi rancangan tersebut lebih lanjut sesuai dengan kesimpulan rapat Pemerintah.

Seminar yang diadakan kemarin merupakan langkah selanjutnya untuk memastikan rancangan dekrit tersebut lebih komprehensif dan praktis.

Seminar ini memungkinkan semua sektor terkait untuk memberikan pendapat berdasarkan hukum dan peraturan yang berlaku serta prinsip-prinsip panduan Pemerintah, sebelum rancangan tersebut diajukan untuk persetujuan akhir dan pengumuman resmi.

Sinergi Menata Wajah Baru Pariwisata Bahari Indonesia Berkelanjutan

this formate

JIMBARAN,Bali, bisniswisata.co.id: Di balik gemuruh ombak dan kemilau pasir putih yang memikat dunia, Indonesia menapaki babak baru dalam pengelolaan pariwisata. Bukan sekadar mengagumi keindahan, sebuah gerakan bersama kini tumbuh untuk mentransformasi pola pikir dan memastikan napas alam kepulauan tetap panjang.

Para penggerak lingkungan, pelaku industri, dan pemangku kebijakan menyuarakan optimisme dengan menempatkan pengelolaan sampah sebagai titik krusial dalam menjaga keberlanjutan destinasi wisata.

Perubahan dimulai dari cara seseorang memandang tanggung jawab, bahwa keindahan alam adalah hasil dari upaya yang diperjuangkan bersama.

Aktivis lingkungan sekaligus Founder Ecotourism Bali, Suzy Hutomo, menekankan bahwa sampah bukanlah urusan ‘orang lain’, melainkan tanggung jawab pribadi yang melekat pada setiap individu.

“Aktor pariwisata harus menyadari bahwa keindahan Bali yang luar biasa ini sebanding dengan usaha yang kita berikan. Kita harus mau ‘repot’ dan berinvestasi untuk mengurus sampah,” ujar Suzy Hutomo usai menjadi moderator dalam acara Bali Ocean Days di Jimbaran Convention Center, InterContinental Bali Resort, Sabtu (31/1/2026).

Ia juga menyoroti pentingnya peran wisatawan dalam menjaga destinasi. Bagi Suzy, operator wisata bahari tidak hanya melayani, tetapi juga membimbing wisatawan agar berperilaku selaras dengan kelestarian alam.

“Ini membutuhkan kolaborasi dan struktur yang kuat untuk benar-benar mempertahankan keindahan alam Bali dan Indonesia,” katanya.

Selaras dengan semangat tersebut, CEO Wedoo, Valerine Chandrakesuma, menyampaikan bahwa keberlanjutan lingkungan bahari merupakan persoalan kompleks yang harus dikerjakan secara bergotong royong. Menurutnya, kesehatan laut adalah jantung dari ekonomi pariwisata.

“Wisatawan memiliki banyak pilihan destinasi di dunia. Jika terumbu karang rusak dan ikan bermigrasi karena air yang tercemar, pesona menyelam dan berselancar kita akan hilang.” kata Valerine.

Koral dan laut kita adalah salah satu yang terindah di dunia. Menjaganya bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk masa depan, tegasnya.

Melalui Wedoo, ia menghadirkan mesin pengelolaan sampah inovatif yang mampu mereduksi volume hingga 95 persen. Inovasi ini dirancang untuk mematahkan hambatan logistik yang selama ini dihadapi daerah terpencil, sekaligus mengubah limbah menjadi produk bernilai tambah.

“Dengan volume yang mengecil, sampah bukan lagi beban operasional yang mahal, melainkan aset bernilai ekonomi yang bisa diolah kembali,” katanya.

Valerine berharap teknologi tersebut dapat membantu menjaga wisata bahari Indonesia. Ia juga mendorong penguatan regulasi dan implementasi yang konsisten agar destinasi tetap lestari dalam jangka panjang.

“Harapan kami, pemerintah memperketat dan menegakkan regulasi dengan baik, sehingga tempat yang indah ini tetap terjaga hingga ribuan tahun ke depan,” ujarnya.

Upaya menjaga keberlanjutan bahari juga berdenyut kuat di Desa Pemuteran, Bali. Keterlibatan masyarakat yang dinaungi Yayasan Karang Lestari dalam melindungi terumbu karang telah mendapatkan pengakuan internasional.

Manajer Yayasan Karang Lestari, Komang Astika, mengisahkan bahwa desa tersebut sebelumnya menghadapi kerusakan ekosistem karang. Melalui berbagai inisiatif, termasuk penerapan metode biorock, masyarakat bersama-sama memulihkan kehidupan laut.

“Dengan mengamankan dan merestorasi terumbu karang, pariwisata Desa Pemuteran berkembang lebih baik dan semakin berkualitas,” kata Komang.

Keterlibatan warga dalam konservasi perlahan memulihkan karang yang sempat terancam akibat praktik penangkapan yang merusak lingkungan.

Kesadaran kolektif ini mengubah tantangan ekologis menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Sinergi menuju destinasi kelas dunia ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengapresiasi peran seluruh pihak dalam menata ulang wisata bahari yang berkelanjutan.

Ia menegaskan, Indonesia tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga komitmen nyata untuk menjaganya. Pemerintah terus memperkuat kebijakan yang mendorong keselamatan, keamanan, dan keberlanjutan pariwisata.

“Indonesia memperkuat keselamatan dan keamanan pariwisata. Komitmen ini membutuhkan kekuatan kolektif untuk membentuk pariwisata bahari yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

Ini memastikan lautan kita terus menginspirasi kemakmuran dan kebanggaan bagi generasi mendatang, kata Wamenpar Ni Luh Puspa saat menjadi pembicara kunci di Bali Ocean Days 2026.

Agenda Festival Wisata di Thailand selama Febuari 2026

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Festival dan Acara di Thailand Februari 2026:
Jelajahi pilihan festival dan acara utama Thailand yang berlangsung pada Februari 2026, menampilkan sorotan utama seperti Bangkok Design Week, Chiang Mai Flower Festival, Singha Park International Balloon Fiesta, Thailand UFO Days, dan Phra Nakhon Khiri – Mueang Phet Festival.

Kalender ini juga menampilkan beragam pengalaman mulai dari perayaan budaya dan warisan hingga gastronomi, musik, gaya hidup ramah lingkungan, dan acara Valentine romantis di seluruh negeri.

Event-event ini mengundang pengunjung untuk menemukan kreativitas, tradisi, dan pesona lokal Thailand yang semarak sepanjang bulan ini.

*Pekan Desain Bangkok 2026
29 Januari – 8 Februari 2026
Charoen Krung-Talat Noi, Phra Nakhon, Pak Khlong Talat,
Bang Lamphu–Khao San, dan area lain di seluruh Bangkok
Sorotan:

Desain mengambil alih kota saat distrik-distrik kreatif di seluruh Bangkok menjadi hidup dengan pameran, lokakarya, diskusi, dan pengalaman perkotaan.

Temukan bagaimana desain melampaui estetika untuk mendorong inovasi, keberlanjutan, dan kehidupan sehari-hari. Dari kreator lokal hingga kolaborasi internasional, kota ini menjadi kanvas hidup ide-ide.

*Festival Daging Sapi Thailand 2026, berlangsung 5–7 Februari 2026

Pasar Malam Liab Duan – Dan Neramit, Bangkok.
Sorotan:

Festival untuk pecinta daging sapi sejati, yang menyatukan daging sapi Thailand yang inovatif dan merek premium dari lima negara terkemuka dalam satu pasar yang semarak.

Nikmati pencicipan, pertunjukan memasak langsung, seminar, dan jaringan bisnis dengan para ahli industri daging sapi terkemuka. Pengalaman mendalam akan cita rasa global, kreativitas kuliner, dan masa depan daging sapi premium di jantung kota Bangkok.

*Festival Pemujaan Phra Mae Ya 2026, 6–15 Februari 2026
Kuil Phra Mae Ya, Jalan Charot Withi Thong, Mueang Sukhothai
Sorotan:

*Festival Pemujaan Phra Mae Ya 2026 mengundang pengunjung untuk hormati keberuntungan di Kuil Phra Mae Ya yang sakral di Sukhothai. Perayaan selama 10 hari ini menampilkan prosesi besar, belanja OTOP, pameran makanan, wahana hiburan, dan kegiatan budaya.

Nikmati hiburan malam hari dengan artis-artis terkenal Thailand, termasuk Pu Pongsit, Lomosonic, Ja Nongpanee, dan Younggu.

*Festival Budaya “On Son Chon Phao Khamcha-i”, 9–15 Februari 2026 di Lapangan Kantor Distrik Khamcha-i, Mukdahan.
Sorotan:

Nikmati warisan lokal yang semarak melalui pertunjukan budaya yang spektakuler, tarian tradisional, dan pertunjukan cahaya dan suara yang memukau.

Nikmati konser langsung spesial dan pameran tekstil dan mode asli yang indah. Jangan lewatkan makanan khas lokal yang langka dan produk komunitas otentik yang mencerminkan identitas unik daerah tersebut.

Festival Balon Internasional Singha Park 2026, 11–15 Februari 2026 di Singha Park Chiang Rai, Distrik Mueang,
Chiang Rai
Sorotan:

Rayakan ulang tahun ke-10 festival balon terbesar ASEAN dengan lebih dari 30 balon udara panas berwarna-warni dan kompetisi internasional.

Nikmati pertunjukan Night Glow yang spektakuler, pertunjukan Khon di ruang terbuka yang langka, dan konser oleh lebih dari 60 artis di lingkungan alam yang menakjubkan.

*Festival “Musim Musik di Tengah Pegunungan”, 13–15 Februari 2026 di Lapangan serbaguna di depan Kantor Kecamatan Ban Chiao Lan
Distrik Ban Ta Khun, Surat Thani
Sorotan:

Nikmati tiga hari musik live dengan latar pemandangan pegunungan yang menakjubkan, memadukan konser, suasana santai, dan kegiatan luar ruangan yang menyenangkan.

Temukan pengalaman lokal yang unik mulai dari pertunjukan budaya dan petualangan bersepeda hingga mobil klasik dan balon warna-warni.

Satu festival yang menyatukan musik, gaya hidup, dan tempat-tempat menarik yang wajib dikunjungi di Surat Thani dalam satu destinasi.

*Festival Organik Sookjai ke-10
13–15 Februari 2026, Suan Sampran, Distrik Sampran,
Nakhon Pathom
Sorotan:

Rayakan cinta dan keberlanjutan dengan gaya hidup organik, belanja yang bijaksana, dan kegiatan ramah lingkungan dalam suasana hangat dan penuh alam.

Temui petani organik dari seluruh Thailand, nikmati makanan sehat, dan dapatkan inspirasi untuk gaya hidup ramah lingkungan.

*Arung Jeram & Berkemah Phato” @ Hari Valentine 2026
13–15 Februari 2026
Arung Jeram Malin, Distrik Phato
Chumphon.
Sorotan:

Melarikan diri ke alam di Hari Valentine ini dengan arung jeram, berkemah, dan pesona pegunungan berkabut.

Nikmati perjalanan arung jeram yang penuh petualangan, kuliner lokal, musik live, dan malam romantis di bawah bintang-
-bintang.

*Festival Bunga Chiang Mai 13–15 Februari 2026 di Taman Umum Nong Buak Haad, Mueang Chiang Mai
Sorotan:

Rasakan perayaan bunga ikonik Chiang Mai yang menampilkan pajangan bunga yang semarak, tanaman hias langka, dan taman yang ditata dengan indah.

Sorotan termasuk parade bunga yang spektakuler, pertunjukan budaya, pameran, dan belanja OTOP.

*Pameran Cumi Pattaya 2026

20–21 Februari 2026
Di depan Now Hotel Jomtien, Kota Pattaya
Chon Buri
Sorotan:

Masuki fantasi tepi laut di mana desa nelayan Pattaya berubah menjadi dunia rasa, musik, dan imajinasi.

Nikmati cumi segar dan hidangan laut lezat, musik live, lokakarya kreatif, dan aktivitas tepi pantai yang menyenangkan.

Hari UFO Thailand 2026

13–15 Februari 2026
Pukul 16.00 – 22.00 WIB

Bendungan Khun Dan Prakanchon
Nakhon Nayok

Sorotan:
Ubah perjalanan biasa menjadi pengalaman luar biasa di luar dunia ini di Hari UFO Thailand 2026 di Nakhon Nayok. Jelajahi misteri alam semesta melalui sesi diskusi yang dipandu oleh para ahli, pameran interaktif, dan aktivitas imersif, semuanya dengan latar belakang Bendungan Khun Dan Prakanchon yang spektakuler.

*Festival Pemerintahan Raja Narai Agung (Edisi ke-38) 2026
13–22 Februari 2026
Phra Narai Ratchaniwet
Lop Buri
Sorotan:

Rasakan kemegahan Lopburi era Ayutthaya di Phra Narai Ratchaniwet, yang dihidupkan kembali dengan parade sejarah yang spektakuler dan pertunjukan budaya yang imersif.

Nikmati pertunjukan tradisional, penceritaan cahaya dan suara, kostum zaman dahulu, dan kegiatan warisan budaya interaktif di seluruh area istana. Jelajahi pasar retro yang semarak, cicipi hidangan lokal, dan temukan sorotan OTOP dalam perayaan sejarah, budaya, dan komunitas.

*Sea Love You 2026
14 Februari 2026, Sea Life Time, Pantai Laem Sing, Chanthaburi
Sorotan:

Rayakan malam Valentine di tepi laut dengan musik live dan suasana pantai yang santai. Nikmati pertunjukan live yang intim, set DJ, lokakarya seni, akhiri malam dengan kembang api, makanan dan minuman yang lezat, dan kenangan tepi laut yang tak terlupakan.

*Festival Angin Sejuk & Bulan dan Bintang: Ep.3 “Malam Kisah Cinta Berbintang”, 14 Februari 2026. Berlangsung di Resor Khun Khao Tamnan Phrai, Distrik Suan Phueng, Ratchaburi
Sorotan:

Rasakan malam Valentine yang romantis di bawah bintang- bintang dalam suasana langit gelap yang tenang, sempurna untuk pasangan dan pecinta pengamatan bintang.

Nikmati lokakarya astronomi langsung, pengamatan teleskop, musik live, kegiatan seni & kerajinan, dan makanan lokal serta produk komunitas.

*Festival “Rak Thoe Tee Rak Thai”, 14 Februari 2026, Desa Ban Rak Thai, Mae Hong Son
Sorotan:

Rayakan Hari Valentine di salah satu desa paling romantis di Thailand di Ban Rak Thai. Nikmati suasana magis dengan naik perahu di tepi danau, pemberkatan untuk pasangan, dan upacara pendaftaran pernikahan resmi.

Dikelilingi oleh perbukitan berkabut, cahaya lentera yang hangat, dan pesona abadi, cinta bersemi dengan lembut di sini.

*Festival Phra Nakhon Khiri – Mueang Phet (Edisi ke-39) 2026
Pada 20 Februari – 1 Maret 2026
Taman Sejarah Phra Nakhon Khiri (Khao Wang) dan sekitarnya
Phetchaburi
Sorotan:

Rasakan kemegahan sejarah dan warisan kuliner Phetchaburi yang kaya di Festival Phra Nakhon Khiri – Mueang Phet 2026. Dengan latar belakang Khao Wang yang spektakuler, festival ini menampilkan kembang api yang memukau, pertunjukan budaya yang menawan, dan pameran warisan yang mendalam.

Pengunjung juga dapat menikmati hidangan lokal terkenal sambil menikmati suasana nostalgia dan elegan.

*Festival Moon Mang Isan (Edisi ke-17): “Sakon Siang Sil”, 26 Feb – 1 Maret 2026 di Aula Konvensi Chamchuri 1
Universitas Rajabhat Sakon Nakhon, Sakon Nakhon
Sorotan:

Benamkan diri Anda dalam jiwa Isan melalui musik, seni, dan warisan budaya.

Nikmati pertunjukan tradisional yang dipenuhi dengan suara khaen dan pong lang yang mencerminkan akar dan identitas lokal.

Kapal Mewah Australian Star Siap Berlayar di Sungai Murray Mulai Februari 2026

this formate

VICTORIA, bisniswisata.co.id: Australian Star, kapal sungai baru nan mewah yang sangat dinantikan, akan memulai debut pelayarannya di Sungai Murray pada bulan depan setelah upacara baptis resmi dijadwalkan berlangsung pada 20 Februari 2026.

Kapal ini kemudian akan melakukan pelayaran perdananya pada 23 Februari 2026, menawarkan pengalaman cruise sungai eksklusif selama tiga hingga tujuh malam sepanjang tahun dari pelabuhan Echuca, Victoria.

Dilansir dari www.cruisecritic.com, kapal seberat 220 ton ini menjadi sorotan karena menggabungkan pesona kapal paddle steamer klasik dengan kenyamanan modern bintang lima.

Australian Star dirancang untuk menampung 38 tamu, menjadikannya paddle steamer terbesar di Belahan Bumi Selatan dan satu-satunya yang menggunakan sistem propulsi hibrida uap/diesel yang efisien sambil mempertahankan nuansa klasik dari mesin uap era 1907 yang telah diperbarui.

Direktur Murray River Paddlesteamers, Craig Burgess, menyatakan bahwa peluncuran Australian Star akan menandai babak baru dalam pariwisata regional di Victoria.

Kapal ini diharapkan memikat wisatawan domestik maupun internasional dengan paduan pengalaman cruise yang nyaman, pemandangan sungai yang memesona, dan pelayanan premium.

Selain fasilitas lounge mewah, restoran gourmet, dan area santai outdoor, Australian Star juga dilengkapi dengan akses lift ke semua dek dan stateroom ber-ensuite yang membuka langsung ke dek.

Setiap kamar dilengkapi dengan sistem pendingin udara dan Wi-Fi gratis, memberikan kenyamanan modern bagi para tamu selama perjalanan mereka.

Pelayaran ini dipandang sebagai langkah signifikan dalam memposisikan Sungai Murray sebagai destinasi cruise sungai premium yang sebanding dengan rute-rute sungai terkenal di Eropa.

Ini sekaligus memperkuat daya tarik wisata regional Victoria dalam industri pariwisata laut dan sungai.

Para wisatawan kini dapat memilih pelayaran yang sesuai dengan keinginan mereka — mulai dari pengalaman tiga malam yang santai hingga tujuh malam yang lebih mendalam sambil menikmati pemandangan alam, budaya, dan pengalaman lokal di sepanjang tepi Sungai Murray.

ASEANTA Awards: “Keberlanjutan “ bukan Fitur Tambahan, tetapi Nilai Inti Destinasi

ASEANTA Awards: “Keberlanjutan “ bukan Fitur Tambahan, tetapi Nilai Inti Destinasi

this formate

ATF-2026 CebuCEBU, FILIPINA, bisniswisata.co.id:  Dengan dukungan dan kerja sama erat dari Badan Promosi Pariwisata (TPB) Filipina dan Departemen Pariwisata (DOT) Filipina, Asosiasi Pariwisata ASEAN (ASEANTA) menyelenggarakan “35th ASEANTA Tourism Awards of Excellence”. Komitmen dan kemitraan tersebut sangat berperan dalam memastikan keberhasilan kurasi keunggulan pariwisata di kawasan ASEAN sebagai bagian dari Forum Pariwisata ASEAN (ATF) 2026. Pasalnya, ASEAN sepakat bahwa keberlanjutan bukan fitur tambahan, tetapi nilai inti yang membentuk satu destinasi.

ASEAN Tourism Forum (ATF) 2026 diselenggarakan di Cebu, Filipina dari 26-30 Januari, bertempat di Gedung Mactan Expo.

Di malam penyerahaan The 35th ASEANTA Tourism Awards of Excellence,  di Triton, Ballroom, Jpark Island Resort, dari sembilan ASEANTA Tourism Awards yang diserahkan terselip satu nama property dari Timur Indonesia —Sudamala Resort, Seraya, Flores—. Resort menerima awards Best ASEAN Sustainability Program.

P Seraya Kecil

Dalam catatan bisniswisata.co.id, resort di pulau Seraya Kecil, Flores, NTT ini menawarkan liburan yang menyeimbangkan pengalaman tamu dengan tanggung jawab ekologis jangka panjang, dengan menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan melalui inisiatif lingkungan terintegrasi.

Antara lain pengenalan sistem energi surya komprehensif, memasok sekitar 80–85% dari kebutuhan energi operasional resor . Menggunakan 480 panel surya dengan total kapasitas 300 kWp dan didukung oleh sistem penyimpanan energi baterai 770 kWh, instalasi ini menghasilkan sekitar 410.000 kWh energi bersih setiap tahun, mengurangi emisi karbon sekitar 370.000 kg setiap tahunnya. Transisi ini secara substansial mengurangi ketergantungan pada generator diesel dan menunjukkan kepraktisan solusi energi terbarukan di lingkungan pulau terpencil.

Selain program energi bersih, resort secara aktif terlibat dalam restorasi terumbu karang dan konservasi laut. Melalui kolaborasi dengan organisasi konservasi dan yayasan lokal, menggunakan struktur terumbu karang inovatif untuk mendorong regenerasi karang dan keanekaragaman hayati laut, berkontribusi pada ekosistem pesisir yang lebih sehat sekaligus meningkatkan kesadaran di antara para tamu dan masyarakat setempat.

Resort juga melakukan pengelolaan limbah secara bertanggung jawab, daur ulang minyak goreng bekas, konservasi air, dan inisiatif berbasis komunitas. Tindakan-tindakan ini mencerminkan pendekatan holistik terhadap keberlanjutan, yang menyatukan kepedulian lingkungan, warisan budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Komitmen yang menjawab kebutuhan para pelancong global yang mencari pengalaman perjalanan yang bermakna dan berdampak/emisi rendah.

35 Tahun

Dengan warisan yang membentang lebih dari tiga dekade, ASEANTA Tourism Awards tetap menjadi salah satu penghargaan regional ASEAN yang dihormati, menetapkan tolok ukur untuk pengembangan pariwisata berkualitas dan bertanggung jawab. Edisi ke-35 melanjutkan tradisi ini dengan mengkurasi organisasi dan individu yang inisiatifnya menunjukkan dampak terukur, kreativitas, dan komitmen kuat untuk memajukan ASEAN sebagai destinasi pariwisata kompetitif dan terpadu.

“Para penerima penghargaan tahun ini mewakili yang terbaik dari pariwisata ASEAN – mulai dari kepemimpinan, keberlanjutan dan pelestarian budaya hingga pemasaran inovatif dan pengalaman pengunjung kelas dunia,” kata Eddy Krismeidi Soemawilaga, Presiden ASEANTA dimalam penyerahan ASEANTA Awards.

“Prestasi mereka menunjukkan bagaimana keunggulan pariwisata dapat mendorong dampak positif tidak hanya untuk destinasi individu, tetapi juga untuk ASEAN sebagai sebuah kawasan,” tambahnya.

Malam anugerah The 35th ASEANTA Tourism Awards
Semarak penampilan drama kolosal yang ditampilkan seniman Filipina di panggung anugerah ASEANTA Tourism Awards 2026

Penghargaan Pariwisata ASEANTA diharapkan dapat menghasilkan dampak bermakna dan berkelanjutan bagi sektor pariwisata Asia Tenggara dengan meningkatkan standar industri di seluruh kawasan, mendorong para pelaku pariwisata untuk meningkatkan kualitas, inovasi, dan keberlanjutan. Dengan menampilkan inisiatif-inisiatif teladan, ASEANTA Awards membantu menginspirasi replikasi praktik terbaik di seluruh destinasi ASEAN, memungkinkan model-model yang sukses untuk diadaptasi dan ditingkatkan dalam konteks nasional dan lokal.

Pada saat yang sama, Penghargaan ini memberikan visibilitas dan kredibilitas lebih besar bagi para penerima penghargaan, memperkuat kepercayaan di antara para pelancong, mitra industri, dan pembuat kebijakan, serta memperkuat posisi ASEAN sebagai destinasi pariwisata yang beragam namun bersatu di panggung global.

Melalui ASEANTA Tourism Awards, ASEANTA memainkan peran strategis sebagai penyelenggara regional, menyatukan pemangku kepentingan sektor publik dan swasta untuk mengakui keunggulan dan mendorong kolaborasi di seluruh ASEAN. ASEANTA juga bertindak sebagai penjaga standar dan integritas, memastikan bahwa kurasi dilakukan melalui proses evaluasi yang transparan, kredibel, dan berbasis prestasi dipandu oleh para ahli pariwisata berpengalaman dari seluruh wilayah. Memanfaatkan ASEANTA Awards sebagai platform advokasi dan berbagi pengetahuan, menggunakan wawasan dari inisiatif pemenang penghargaan untuk menginformasikan dialog regional, mempromosikan keberlanjutan, dan mendukung pengembangan jangka panjang serta daya saing pariwisata ASEAN. Stake holder kepariwisataan ASEAN diingatkan kembali bahwa “keberlanjutan” bukan “sekadar” fitur tambahan, tetapi nilai inti yang membentuk satu destinasi

Para Pemenang

The 35th ASEANTA Tourism Awards of Excellence, merupakan pengakuan pencapaian luar biasa atas keunggulan, inovasi, keberlanjutan, dan kolaborasi di seluruh industri pariwisata Asia Tenggara.

Penghargaan diberikan kepada:

Best ASEAN Convention Centre: SMX Convention Centre, Philippines

Best ASEAN Cultural Preservation Effort Award: Borneo Nature Tours Sdn Bhd, Malaysia

Best ASEAN Eco-Lodge: Borneo Nature Tours Sdn Bhd, Malaysia

Best ASEAN Hotel Package: Lotus Desaru Beach Resort & Spa, Malaysia

Best ASEAN Marketing & Promotional Program: AirAsia MOVE, Malaysia

Best ASEAN New Tourism Attraction Award: Enchanted Kingdom Inc., Philippines

Best ASEAN Sustainability Program: Sudamala Resorts, Indonesia

Best ASEAN Tour Operator: CSL Travel & Tours, Cambodia

Best ASEAN Travel Article: Shroff Travel, Philippines. ***

 

Para Pelancong Soroti Itinerary dan Harga Celebrity River Cruises 2028

this formate

AKARTA, bisniswisata.co.id: Peluncuran jadwal pelayaran Celebrity River Cruises untuk musim 2028 menuai banyak reaksi dari para pelancong. Dengan pembukaan pemesanan rute-rute baru di sungai-sungai Eropa.

Diskusi hangat muncul di forum Cruise Critic dan media sosial mengenai itinerary, harga, serta bagaimana produk baru ini dibandingkan dengan river cruise lain yang sudah mapan di pasar.

Dilansir dari www.cruisecritic.com, Celebrity baru-baru ini membuka pemesanan untuk musim 2028 dan mengumumkan rencana ekspansi armada river cruise hingga 20 kapal dalam beberapa tahun ke depan.

Para pelancong langsung ramai membahas pilihan rute, harga tiket, dan apakah pengalaman tersebut sepadan dengan biaya yang ditawarkan.

Reaksi Penumpang: Antara Antusias dan Kritikan

Sebagian pelancong tampak antusias karena mereka berhasil memesan pelayaran untuk 2028 — terutama setelah kapal river cruise pertama Celebrity pada musim 2027 terjual habis dalam waktu singkat saat awal dibuka untuk pemesanan.

Namun, kritik datang terutama terkait masalah harga. Beberapa pengguna media sosial menyebut tarif pelayaran terlalu tinggi sampai sekitar $10.000 per pasangan untuk itinerary 6 malam.

Mereka berharap turun sebelum memutuskan memesan. Banyak yang bahkan menyatakan tidak akan memesan jika harga tetap pada level saat ini.

“Itu terlalu mahal… ini jelas bukan untuk mereka yang sudah sering berlayar dengan Celebrity,” tulis salah satu pengguna Facebook yang ikut menanggapi penawaran tersebut.

Diversifikasi Itinerary yang Ditawarkan

Walaupun demikian, banyak pelancong juga mengapresiasi pilihan rute yang tersedia. Itinerary Celebrity mencakup rute-rute populer seperti pelayaran di Sungai Danube, rute Rhine antara Amsterdam dan Basel, serta pelayaran pasar Natal khas Eropa.

Beberapa pengguna berkomentar bahwa meskipun banyak itinerary terlihat serupa, rute tersebut tetap menawarkan pengalaman berbeda tergantung kota dan negara yang dikunjungi — dari Budapest hingga Vienna dan Amsterdam.

Perbandingan Harga dengan River Cruise Lain

Salah satu faktor yang mencuat dalam diskusi adalah bagaimana harga Celebrity dibandingkan dengan river cruise lain. Untuk musim 2028.

Harga mulai dari sekitar $3.069 per orang untuk pelayaran 6 malam di Danube, dan mencapai sekitar $4.999 per orang untuk pelayaran tujuh malam di musim tulip (Tulip Season).

Jika dibandingkan dengan operator lain, seperti Viking atau AmaWaterways, rentang harga rata-rata berbeda, dengan beberapa rute lebih murah atau lebih mahal tergantung layanan yang termasuk.

Kesimpulan: Tantangan dan Peluang

Hingga kini, Celebrity River Cruises masih menarik perhatian banyak pelancong — baik yang penasaran mencoba pengalaman baru maupun yang mempertanyakan nilai harga terhadap pengalaman yang ditawarkan.

Meski banyak komentar negatif terkait tarif, ada juga pujian terhadap desain kapal baru dan potensi pengalaman unik yang ditawarkan Celebrity di sungai Eropa.

Perusahaan ini juga berencana menambah armada hingga total 20 kapal pada 2031, menunjukkan komitmen jangka panjang untuk bersaing di pasar river cruise yang kompetitif.

Margaritaville at Sea dan Disney Cruise Line Ubah Itinerary Bahama karena Cuaca Buruk

this formate

CHARLOTTE, AS, bisniswisata.co.id: Kapal pesiar Margaritaville at Sea dan Disney Cruise Lines mengubah jadwal pelayaran ke Bahama yang akan datang karena kondisi cuaca buruk di kawasan tersebut.

Kapal Margaritaville at Sea Paradise yang berangkat dari West Palm Beach harus mengubah rencananya untuk mengunjungi Bahama karena ramalan angin kencang.

Dilansir dari cruiseindustrynews.com, menurut pernyataan yang dikirimkan kepada tamu, kapal sekarang akan berlayar ke Pelabuhan Kruis Nassau pada tanggal yang berbeda untuk menghindari cuaca buruk.

“Karena ramalan angin kencang, kami diberitahu bahwa kedatangan dan/atau keberangkatan yang aman dari Pelabuhan Nassau tidak akan memungkinkan seperti yang direncanakan pada hari Minggu, 1 Februari 2026,” kata perusahaan tersebut.

Untuk memastikan para tamu tetap dapat menikmati keseruan matahari dan kegiatan di Nassau, jadwal pelayaran telah dimodifikasi.

Kapal yang menawarkan pelayaran tiga malam ke Bahama ini kini akan tiba di Nassau pada Sabtu, 31 Januari 2026. Untuk mengakomodasi perubahan ini, hari di laut yang sebelumnya dijadwalkan dipindahkan ke hari Sabtu.

Margaritaville at Sea juga mencatat bahwa semua tour darat (shore excursions) yang sudah dibeli untuk kunjungan ke Nassau akan dipindahkan secara otomatis ke tanggal baru.

Kapten Panagiotis akan terus memantau cuaca untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan tamu serta awak kapal, yang tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

Disney Cruise Line juga menyesuaikan itinerary pelayaran ke Bahama saat ini di atas kapal Disney Wish. Kapal yang dibangun pada tahun 2022 ini berangkat dari Port Canaveral untuk pelayaran tiga malam yang awalnya mencakup kunjungan ke Castaway Cay dan Nassau.

“Kami telah memantau sistem cuaca yang akan memengaruhi rencana kunjungan kami ke Disney’s Castaway Cay,” kata pernyataan kepada para tamu di kapal.

Hal ini karena diperkirakan angin kencang dan kondisi laut buruk di Bahama pada malam hari Sabtu dan siang hari Minggu, kunjungan ke Castaway Cay tidak akan dapat dilakukan sesuai jadwal.

Sebagai gantinya, Disney Wish akan menghabiskan satu hari ekstra di Nassau. Disney menekankan bahwa keselamatan dan kesejahteraan para tamu dan awak kapal merupakan prioritas tertinggi.

Perubahan itinerary ini diharapkan tetap memberikan pengalaman yang telah diharapkan oleh para tamu dari Disney Cruise Line. Semua tur darat yang sudah dipesan untuk Castaway Cay akan dibatalkan dan dihapus dari akun tamu secara otomatis.

Bagaimana Wisatawan Muda Mendefinisikan Ulang Pariwisata Halal

this formate

Bagian 2:                                  Foto: Cresentrating

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Wisatawan Muslim muda, khususnya Generasi Z, membentuk pola pikir perjalanan baru yang didefinisikan oleh keseimbangan dan tujuan. Generasi ini sangat mudah beradaptasi, mahir secara digital, dan sadar sosial, tetapi mereka juga jelas tentang batasan mereka.

Dilansir crescentrating.com, keterjangkauan itu penting, dan wisatawan muda mendekati hal ini sebagai “nilai untuk uang” daripada sekadar pilihan termurah. Wisatawan Generasi Z fokus pada keterjangkauan dalam hal pengalaman yang diperoleh daripada uang yang dihabiskan.

Misalnya, mereka bersedia menghemat biaya penerbangan atau akomodasi jika itu memungkinkan mereka untuk mengalami dan terlibat lebih dalam dengan suatu destinasi.

Keaslian itu penting. Pengalaman budaya, tradisi lokal, dan pengalaman sehari-hari lebih dihargai daripada atraksi wisata konvensional. Bagi banyak orang, makan makanan lokal atau mempelajari adat istiadat setempat lebih menarik daripada berbelanja atau hiburan skala besar.

Aksesibilitas meluas melampaui infrastruktur fisik. Aksesibilitas digital sama pentingnya. Wisatawan Generasi Z sangat bergantung pada mesin pencari, platform media sosial, dan agen perjalanan online untuk merencanakan dan memesan perjalanan. Destinasi yang tidak terlihat di platform ini pada dasarnya tidak ada bagi segmen ini.

Kemampuan beradaptasi adalah karakteristik yang menentukan. Wisatawan Muslim muda fleksibel dalam menjalankan keyakinan mereka, menyesuaikan diri ketika fasilitas tidak tersedia. Namun, fleksibilitas ini tidak mencakup keselamatan atau martabat.

Nilai-nilai yang Mendefinisikan Kepercayaan

Meskipun Muslim Generasi Z berpikiran terbuka dan mudah beradaptasi, ada batasan yang jelas. Keselamatan tidak dapat ditawar. Destinasi yang dianggap bermusuhan atau tidak ramah akan cepat kehilangan daya tariknya, terlepas dari biaya atau pengalaman.

Keberlanjutan dan tanggung jawab sosial juga memengaruhi keputusan. Banyak wisatawan Muslim muda lebih menyukai bisnis milik lokal, praktik etis, dan operasi yang sadar lingkungan.

Transparansi juga penting karena wisatawan ingin memahami mengapa pilihan tertentu lebih mahal dan bagaimana pilihan tersebut menciptakan dampak positif.

Namun, kebutuhan keagamaan inti wisatawan Muslim Generasi Z tetap menjadi prioritas. Meskipun mudah beradaptasi, ketersediaan makanan Halal, fasilitas sholat, dan toilet yang ramah lingkungan di suatu destinasi merupakan persyaratan utama bagi wisatawan Muslim muda.

Memenuhi nilai-nilai yang disebutkan sebelumnya tanpa fasilitas utama ini akan menghancurkan daya tarik dan kepercayaan mereka.

Apa Artinya Ini bagi Industri

Meningkatnya jumlah perempuan Muslim dan wisatawan Muslim muda menandakan pergeseran dari kepatuhan ke koneksi.

Fasilitas ramah Muslim dasar diharapkan, bukan dirayakan. Yang membedakan destinasi saat ini adalah bagaimana fasilitas tersebut diintegrasikan dengan bijak ke dalam keseluruhan pengalaman.

Representasi visual penting karena menandakan inklusivitas dan lingkungan yang aman. Pelatihan staf penting karena kepercayaan dibangun melalui interaksi manusia. Desain pengalaman penting karena wisatawan ingin merasa terlibat dengan pengalaman lokal dan otentik.

Jaminan Halal harus dipahami sebagai alat untuk membangun kepercayaan, bukan sekadar upaya pencitraan merek. Hal ini menciptakan kejelasan bagi wisatawan yang menavigasi lingkungan yang tidak familiar dan menetapkan ekspektasi secara jujur.

Dari poin-poin penting ini, terdapat rekomendasi pemasaran 4P untuk destinasi dan bisnis perjalanan yang ingin beradaptasi dengan tren ini:

Produk: Sambil tetap memastikan ketersediaan makanan Halal dan protokol keselamatan, destinasi dapat mengembangkan produk yang lebih berfokus pada pengalaman budaya atau kegiatan sukarelawan, selaras dengan preferensi Generasi Z terhadap keberlanjutan dan praktik tanggung jawab sosial.

Harga: Alih-alih menjadi yang termurah, bersikaplah transparan mengenai alasan di balik penetapan harga Anda dan mengapa harga tersebut sepadan; lebih berupaya untuk memberikan pengalaman yang bernilai uang.

Tempat: Jadikan destinasi Anda terlihat dan dapat dipesan melalui media sosial dan platform pemesanan online.

Promosi: Bagikan penawaran ramah Muslim Anda dan daya tarik destinasi Anda menggunakan influencer dan konten yang dibuat pengguna. Pesan dari promosi ini harus “singkat”, dapat diandalkan, dan disampaikan dalam bahasa mereka.

Melihat ke Depan

Masa depan pariwisata Halal akan dibentuk oleh mereka yang menyadari bahwa iman dan aspirasi perjalanan modern dapat hidup berdampingan. Perempuan Muslim dan wisatawan Muslim muda tidak meminta perlakuan khusus. Mereka meminta pertimbangan, kejelasan, dan rasa hormat.

Destinasi dan merek perjalanan yang mendengarkan dengan saksama, beradaptasi dengan bijaksana, dan berkomunikasi secara otentik tidak hanya akan menarik segmen ini, tetapi juga akan membantu mendefinisikan seperti apa pariwisata inklusif di dunia yang berubah.
.

Bagaimana Perempuan Muslim Mendefinisikan Ulang Pariwisata Halal

this formate

Nilai, identitas, dan kemampuan beradaptasi membentuk kembali pasar pariwisata Halal

SINGSPURA, bisniswisata.co.id: Pasar pariwisata Halal telah memasuki fase kematangan baru. Meskipun akses ke makanan Halal dan fasilitas ibadah tetap penting, elemen-elemen ini saja tidak lagi mendefinisikan kesuksesan.

Webinar Pariwisata Halal 101 terbaru dari CrescentRating mengungkapkan bahwa dua segmen kini mendorong evolusi pariwisata ramah Muslim: perempuan dan Muslim muda.

Harapan mereka membentuk kembali bagaimana destinasi merancang pengalaman, mengkomunikasikan nilai, dan membangun kepercayaan.

Para wisatawan ini tidak bertanya apakah suatu destinasi ramah Muslim; mereka bertanya apakah destinasi tersebut memahami mereka.

Bagi destinasi dan bisnis pariwisata,memahami mereka bukan lagi pilihan; itu adalah fondasi untuk pertumbuhan di masa depan.

Wisatawan Perempuan Muslim definisikan Ulang Permintaan

Perempuan Muslim mewakili segmen yang substansial dan berpengaruh di pasar pariwisata global.

Mereka mencakup hampir separuh dari wisatawan Muslim di seluruh dunia dan mencerminkan pola perjalanan global yang lebih luas.

Di mana perempuan merupakan mayoritas perjalanan internasional. Mengingat wisatawan perempuan Muslim mewakili dua pertiga dari semua wisatawan internasional, mengabaikan mereka bukanlah peluang ceruk yang terlewatkan; melainkan sebuah kesalahan strategis.

Hal yang membedakan segmen ini adalah keragamannya. Perempuan Muslim tidak bepergian dengan satu cara yang tetap. Mereka berpindah-pindah antara berbagai moda perjalanan tergantung pada tahap kehidupan dan tujuan.

Ini termasuk perjalanan solo, perjalanan kelompok khusus perempuan, perjalanan bisnis, dan liburan keluarga multi-generasi. Destinasi yang mengasumsikan satu profil berisiko gagal memenuhi kebutuhan nyata.

Perempuan Muslim muda, khususnya dari Generasi Z, memainkan peran yang sangat besar dalam membentuk keputusan perjalanan.

Sangat digital dan terhubung secara sosial, mereka memengaruhi ke mana keluarga pergi, di mana mereka menginap, dan bagaimana destinasi dipersepsikan secara online.

Ketergantungan mereka pada platform media sosial sepanjang perjalanan berarti bahwa representasi, nada, dan keaslian sama pentingnya dengan fasilitas.