JENEWA, bisniswisata.co.id: Industri penerbangan global mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan permintaan perjalanan udara penumpang mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Pertumbuhan ini menegaskan kuatnya pemulihan sektor penerbangan pascapandemi, meskipun masih dibayangi oleh keterbatasan kapasitas operasional.
Permintaan perjalanan udara global, yang diukur melalui revenue passenger kilometers (RPK), menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan paling kuat tercatat pada segmen penerbangan internasional, seiring kembalinya kepercayaan masyarakat untuk bepergian lintas negara. Sementara itu, pasar domestik juga tumbuh stabil, meskipun dengan laju yang lebih moderat.
Di sisi kapasitas, jumlah kursi pesawat yang tersedia memang meningkat, namun belum sepenuhnya mampu mengimbangi lonjakan permintaan.
Hal ini tercermin dari tingkat keterisian kursi (load factor) yang mencapai level tertinggi, menandakan bahwa banyak penerbangan beroperasi dengan kondisi hampir penuh.
Kondisi tersebut memperlihatkan tantangan struktural yang masih dihadapi industri penerbangan global. Keterlambatan pengiriman pesawat baru, keterbatasan suku cadang, serta kapasitas perawatan pesawat yang terbatas menjadi faktor utama yang menahan ekspansi armada.
Akibatnya, sejumlah maskapai harus mengoperasikan pesawat lebih lama dari rencana awal dan memaksimalkan utilisasi armada yang ada.
Selain sektor penumpang, kargo udara global juga mencatat kinerja positif sepanjang 2025, dengan volume pengangkutan mencapai rekor tertinggi. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya perdagangan global, logistik bernilai tinggi, serta peran penting kargo udara dalam menjaga kelancaran rantai pasok internasional.
Memasuki tahun 2026, prospek industri penerbangan tetap positif meskipun laju pertumbuhan diperkirakan lebih moderat.
Fokus industri kini tidak hanya pada peningkatan kapasitas, tetapi juga pada efisiensi operasional, ketahanan rantai pasok, serta keberlanjutan jangka panjang.
Secara keseluruhan, kinerja tahun 2025 menegaskan bahwa permintaan perjalanan udara telah kembali kuat, namun keberhasilan jangka panjang industri penerbangan akan sangat bergantung pada kemampuan mengatasi keterbatasan kapasitas dan tantangan operasional yang masih berlangsung.
Sumber: https://www.iata.org/en/pressroom/2026-releases/2026-01-29-02/









