Batch 2 Inovator Bootcamp dari Berbagai Daerah Semangat Melahirkan Inovasi Baru

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Mesjid Circle menjaring 50 peserta Inovator Bootcamp dari berbagai daerah di Indonesia untuk melahirkan inisiatif sosial penuh tantangan yang dibutuhkan oleh masyarakat disekitarnya untuk mengubahnya jadi peluang inovasi berdampak positif.

Arie Raditya, salah satu pendiri  Masjid Circle atau Masjid Lingkar Indonesia ini mengatakan pihaknya menyelenggarakan kegiatan Inovator Bootcamp dari 20 – 28 Juli 2024 dan peserta menguasai INOVATOR,  ilmu kekinian untuk berinovasi sosial.

“Peserta belajar dari praktisi sosial dan praktisi Community Development ( comdev), belajar pemasaran digital dan dibimbing untuk bekerja bersama orang- orang yang  sefrekuensi untuk menerapkan solusi-solusi di lingkungan hidupnya,” kata kang Arie

Selain memahami teori perubahan, dampak  digitalisasi, 4 kali pertemuan zoom, 22 rekaman ke learning hub, pitch yang berdampak dan diskusi-diskusi kelompok maka peserta dapat melahirkan ide-ide pribadi maupun ide kelompok dan mewujudkannya dalam proyek bersama yang cocok untuk daerahnya masing-masing. 

Di pelatihan ini berapapun usia peserta mendapat panggilan ‘ Teteh’ dan ‘Akang’ sesuai base camp Masjid Circle  di Kabupaten Bandung.  Intinya sih bagaimana kegiatan sosial yang kita lakukan bisa berdampak luas, berkesinambungan dan memberikan dampak ekonomi pada masyarakat 

Masjid Circle Indonesia ( MCI) sebagai penyelenggara kegiatan mengatakan ingin mensejahterakan Masjid dan hal ini menjadikan Arie dkk sadar akan kehadiran Allah dalam setiap tarikan nafas

Masjid Circle Indonesia, tambahnya, merupakan ekosistem pemakmur masjid, sebuah inisiatif untuk mendorong kemakmuran masjid-masjid Allah di bumi Indonesia. Setiap orang bisa ikut memakmurkan masjid dengan peran dan kapasitasnya masing-masing

Peserta  belajarnya juga langsung pada sociopreneur seperti Zul Karami, Ahmad Hilmi sebagai Konsultan Digital dan  Arie Raditya sendiri sebagai salah satu founder.

“Alhamdulilah peserta sebagian sudah menjadi praktisi program sosial meskipun profesi mereka ada yang Dosen, wartawan, Guru di Pusat Kegiatan Belajar Masyaraka  ( PKBM), Pengelola Asrama Mahasiswa hingga profesi lainnya sehingga proses belajar terutama strategi dan mindset yang tepat nantinya akan hasilkan solusi-solusi kreatif,” kata Zul Karami, sang pakar Community Development dan sociopreneur ini.

Kang Zul yang membawakan materi Design Thinking ini dan mengajak peserra untuk membuat perubahan- perubahan. Temukan dahulu masalah apa yang terjadi pada kalangan muda di sekitar kita ? korban pinjol, judi online, mental health atau masalah lainnya ?

“Kalau mau buat perubahan-perubahan pada lingkungan, besarkan dulu rasa empati kita sendiri bukan sekedar simpati yang hanya bereaksi. Kalau menggunakan empati maka kita akan mendapatkan pengetahuan yang lebih dalam misalnya apa yang menyebabkan tetangga kita terlibat judi online misalnya,” kata Zul Karami.

Jadi untuk menemukan solusi yang tepat dalam menebarkan kebaikan ada SOP Design Thinking yang  juga supaya kegiatannya terukur misalnya tahap awal lakukan observasi (mengamati), mendefinisikan, membentuk pengertian, prototipe dan terakhir melakukan test, ungkapnya.

Seseorang yang akan diberikan manfaat di observasi dulu dan jangan lupa target ini adalah manusia seutuhnya sehingga pemberi manfaat tidak hanya berasumsi misalnya bahwa UMKM yang akan dibantu pasti masalahnya permodalan.

Padahal belum tentu masalah modal jadi pemberi manfaat harus tahu pasti kebutuhan dan kebahagian mereka apa sehingga bisa memberikan solusi yang tepat dan yang penting berkesinambungan bagi perekonomian si penerima manfaat.

“Nah soal kebutuhan masih banyak yang menghadapi masalah pangan ( makan/ minum, masalah keamanan dan juga kurang kasih sayang. Jadi kalau mau menghadirkan perubahan dan memberikan solusi coba buat program-program dari masalah-masalah yang sudah di depan mata ini,” tantang kang Zul pada lima kelompok peserta kegiatan ini. 

 

Kebijakan Bebas Visa Tiongkok Mendorong Inbound Tourism, Kunjungan Turis Naik 152%

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Setelah kemerosotan yang disebabkan oleh pandemi ini, penyederhanaan prosedur visa yang dilakukan Tiongkok tampaknya membuahkan hasil, dengan pengunjung asing pada paruh pertama tahun ini melonjak 152% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dilansir dari skift.com, pada paruh pertama tahun ini, 14,64 juta orang asing mengunjungi Tiongkok, meningkat sebesar 152% dibandingkan tahun lalu, menurut Administrasi Imigrasi Nasional.

Tiongkok, yang secara historis merupakan pemain utama dalam pariwisata keluar negeri, kini fokus untuk meningkatkan kedatangan wisatawan asing.  Perubahan kebijakan bebas visa baru-baru ini tampaknya telah membantu meningkatkan jumlah pengunjung asing ke negara tersebut.

 Lebih dari 8,5 juta entri bebas visa tercatat dari periode antara Januari hingga Juni tahun ini, yang merupakan 58% dari total perjalanan masuk, mencerminkan peningkatan sebesar 190% dari tahun ke tahun.

Meskipun ada pertumbuhan ini, jumlah pengunjung asing saat ini masih jauh di bawah angka sebelum pandemi Covid-19, yaitu 15,53 juta pengunjung asing pada paruh pertama tahun 2019.

 Layanan Imigrasi Nasional Tiongkok melaporkan memproses 287 juta perjalanan masuk dan keluar dalam enam bulan pertama tahun 2024, peningkatan sebesar 71% dibandingkan tahun lalu.  

Jumlah tersebut mencakup 137 juta kunjungan oleh penduduk daratan, 121 juta oleh penduduk Hong Kong, Makau, dan Taiwan, dan 29,2 juta oleh warga asing.

 Kebijakan bebas visa Tiongkok

 Tiongkok telah menyederhanakan prosedur visa dengan lebih dari 40 negara dan memiliki perjanjian pembebasan visa bersama dengan lebih dari 20 negara, menurut laporan.  Selandia Baru, Australia, dan Polandia adalah negara-negara terbaru yang bergabung dalam program bebas visa yang semakin meluas.

 Pada bulan November, Tiongkok memperkenalkan uji coba satu tahun untuk perjalanan bebas visa bagi warga negara Perancis, Jerman, Italia, Belanda, Spanyol, dan Malaysia.  Pada bulan Maret, program ini diperluas hingga mencakup Irlandia, Swiss, Hongaria, Austria, Belgia, dan Luksemburg.

 Tiongkok awalnya mengumumkan kebijakan bebas visa untuk masa uji coba hingga 30 November tahun ini, namun kini diperpanjang hingga 31 Desember 2025.

 Wisatawan dengan paspor biasa dari negara-negara ini dapat menikmati masa tinggal bebas visa hingga 15 hari untuk keperluan bisnis, pariwisata, kunjungan keluarga, atau transit.

 Pemerintah Tiongkok juga melonggarkan peraturan masuk bagi wisatawan yang datang melalui kapal pesiar.  Mulai tanggal 15 Mei, pengunjung tersebut dapat tinggal di Tiongkok bebas visa hingga 15 hari.

 Kebijakan transit bebas visa yang diperluas, yang berlaku sejak November lalu, kini mencakup warga negara dari 54 negara.  

Mereka dapat tinggal hingga 144 jam tanpa visa di kota-kota seperti Beijing dan Shanghai, asalkan mereka memiliki tiket perjalanan yang sah.  Penumpang kapal pesiar juga mendapatkan keuntungan dari pengecualian ini.

 Pertumbuhan masuk Beijing

 Beijing juga mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah pengunjung asing pada paruh pertama tahun 2024, dengan lebih dari satu juta orang mengunjungi ibu kota, peningkatan sebesar 257% dibandingkan tahun lalu, menurut data dari Beijing General Station of Exit and Entry Frontier Inspection.

 Lebih dari 159.000 warga negara asing dari 12 negara bebas visa telah memasuki kota tersebut berdasarkan kebijakan bebas visa Tiongkok tahun ini, menurut otoritas keluar dan masuk Beijing.  

Warga negara asing yang datang ke Beijing kini juga dapat mengajukan surat izin mengemudi sementara setibanya di bandara.

Kantor inspeksi perbatasan juga membantu agen perjalanan lokal mengatur tour kelompok internasional dengan lebih efisien. 

 Pada paruh pertama tahun ini, lebih dari 30.000 pengunjung asing datang ke Beijing sebagai bagian dari tur tersebut, meningkat 30 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

 Pada periode yang sama, 33.700 pelancong asing yang memenuhi syarat memanfaatkan kebijakan transit bebas visa Tiongkok selama 144 jam, yang merupakan peningkatan tujuh kali lipat dari tahun ke tahun.

 Kemudahan masuk bagi warga Hong Kong dan Makau

Dalam perkembangan terkait lainnya, Tiongkok kini juga akan mengizinkan penduduk tetap Hong Kong dan Makau untuk mengajukan visa perjalanan beberapa kali masuk ke Tiongkok daratan, yang masing-masing berlaku selama lima tahun.

Mulai tanggal 10 Juli, penduduk tetap asing di kota-kota tersebut dapat mengajukan permohonan visa tersebut, meskipun setiap masa tinggal tidak boleh lebih dari 90 hari, seperti yang diumumkan oleh Administrasi Imigrasi Nasional.

Pemerintah mengatakan inisiatif ini bertujuan untuk lebih memfasilitasi pertukaran antara masyarakat Tiongkok daratan dan masyarakat di Hong Kong dan Makau, membantu mereka untuk “lebih berintegrasi ke dalam pembangunan nasional secara keseluruhan.”

 Penduduk non-Tionghoa dari wilayah tersebut yang melakukan perjalanan untuk tujuan jangka pendek seperti investasi, mengunjungi kerabat, pariwisata, bisnis, dan seminar dapat mengajukan permohonan izin melalui layanan resmi.  

Namun, izin tersebut tidak mengizinkan pemegangnya untuk bekerja, belajar, atau terlibat dalam aktivitas liputan berita di daratan.  Mereka yang berniat melakukannya harus mengajukan visa atau izin tinggal lain.

 

Travel Corporation Dijual ke Perusahaan Ekuitas Swasta

this formate

Travel Corporation dijual karena kurangnya generasi berikutnya yang akan memimpin, sehingga mendorong rencana suksesi strategis untuk memilih Apollo Funds, yang memastikan pertumbuhan dan kesuksesan yang berkelanjutan (Foto: Tour Trafalgar)

 

 

Perusahaan perjalanan berusia 100 tahun yang memiliki Trafalgar dan Contiki telah diakuisisi oleh Apollo Funds

SINGAPURA, bisniswisata.co.id:  The Travel Corporation (TTC), grup perjalanan berusia seabad yang didirikan oleh mendiang Stanley Tollman, terdiri dari 18 merek, akan dijual ke Apollo Funds, sebuah perusahaan ekuitas swasta.  Kesepakatan ini diharapkan selesai pada akhir tahun 2024.

Dilansir dari travelweekly-asia.com, portofolio TTC mencakup merek-merek terkenal seperti Trafalgar, Uniworld, Contiki, dan Insight Vacations.  Koleksi Hotel Red Carnation tidak termasuk dalam penjualan dan akan tetap berada di bawah kepemilikan keluarga Tollman.

 Ketua Brett Tollman menjelaskan keputusan tersebut: “Selama lebih dari 104 tahun, keluarga kami telah membangun TTC menjadi pemimpin industri yang terkenal dengan layanan dan inovasi yang luar biasa. 

Tanpa generasi berikutnya yang memimpin TTC, sudah tiba waktunya dalam rencana suksesi strategis kami untuk memilih pemimpin  pemilik baru dengan rekam jejak yang terbukti dan memiliki visi serta nilai-nilai yang mengutamakan pelanggan.”

 “Kami akan mendukung transisi yang mulus dan yakin tim di Apollo akan terus mendorong kemajuan bisnis guna memenuhi permintaan global yang terus meningkat untuk tur, jelajah sungai, serta perjalanan spesialis dan petualangan.” kata Tollman menambahkan,

 Michele Raba, mitra ekuitas swasta Apollo, menyatakan: “TTC memiliki koleksi merek terkemuka yang kami yakin dapat membawa kami ke tingkat berikutnya sebagai perusahaan portofolio Apollo Funds, memanfaatkan pengalaman kami yang luas di sektor perjalanan, teknologi, dan perhotelan. 

“ Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga Tollman karena mempercayai pengelolaan baik kami terhadap bisnis yang telah mereka bangun selama lebih dari satu abad dan menantikan babak berikutnya yang menarik di mana TTC dapat berfungsi sebagai platform untuk pertumbuhan.”

 Kepemilikan industri perjalanan Apollo lainnya termasuk Venetian Resort Las Vegas, Hilton Grand Vacations, Sun Country Airlines, dan American Express Global Business Travel

 

Dewan Pariwisata Hong Kong dan Intrepid DMC Nepal Dinobatkan Sebagai Pemenang PATA Gold Award 2024

this formate

Dua Puluh Dua Pemenang Diumumkan untuk PATA Gold Awards 2024, Pemenang Akan Dirayakan di PATA Travel Mart 2024

BANGKOK,  bisniswisata.co.id : Pacific Asia Travel Association (PATA) dengan bangga mengumumkan para pemenang PATA Gold Awards 2024, yang memberikan penghargaan kepada organisasi dan individu atas pencapaian dan komitmen luar biasa mereka dalam memajukan pariwisata. 

 Di antara mereka, Dewan Pariwisata Hong Kong (HKTB) terpilih sebagai Pemenang Utama dalam kategori Pemasaran untuk “Kampanye Pemulihan Hello Hong Kong”, yang juga meraih kemenangan dalam dua sub-kategori.  

Demikian pula dengan kampanye Intrepid DMC Nepal, atas Inisiatif “More Intrepid Women For Nepal” dinobatkan sebagai pemenang Grand Title dalam kategori Keberlanjutan dan Tanggung Jawab Sosial.

Sejak didirikan pada tahun 1984, PATA Gold Awards mewakili semangat inovasi, keberlanjutan, dan gagasan pariwisata sebagai kekuatan untuk kebaikan.  

Penghargaan ini semakin menonjol berkat partisipasi sukarela dari 23 juri ahli independen dari organisasi ternama di kawasan ini.  

Perayaan keunggulan bergengsi ini disponsori dengan baik oleh Kantor Pariwisata Pemerintah Macau (MGTO), yang menandai kolaborasi mengesankan selama 29 tahun berturut-turut.

 “Atas nama PATA, saya ingin sampaikan apresiasi tulus kami kepada Kantor Pariwisata Pemerintah Macau atas kemitraan jangka panjang kami dalam menyelenggaraan PATA Gold Awards 2024,” kata CEO PATA Noor Ahmad Hamid.

 “Saya sangat senang mengetahui bahwa kami telah menerima sejumlah besar kiriman berkualitas tinggi, dengan peningkatan sebesar 19% dibandingkan tahun sebelumnya.“ dia menambahkan,

Ini adalah tanda yang jelas bahwa sektor perjalanan dan pariwisata sedang berkembang dan menjadi lebih kompetitif dari sebelumnya.  PATA telah menyaksikan para profesional pariwisata mengerahkan lebih banyak kreativitas dan semangat dalam pekerjaan mereka untuk meningkatkan perekonomian pariwisata.  

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pelamar dan juri yang telah mendedikasikan waktu dan upaya mereka untuk mewujudkan PATA Gold Awards.”

Maria Helena de Senna Fernandes, Direktur Kantor Pariwisata Pemerintah Macau mengatakan para pemenang PATA Gold Award tahun ini menghadirkan kaleidoskop penuh warna mengenai inisiatif pemasaran yang luar biasa, serta keberlanjutan dan tanggung jawab sosial dalam industri pariwisata, yang patut kami kagumi.  

Seiring dengan tujuan Makau untuk lebih melakukan diversifikasi dalam pengembangannya sebagai pusat pariwisata dan rekreasi dunia, kami merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan PATA untuk membantu membentuk industri pariwisata yang dinamis namun bertanggung jawab di kawasan Asia-Pasifik melalui penghargaan ini.”

 Pemenang tahun ini dalam dua kategori besar, yaitu Pemasaran, dan Keberlanjutan & Tanggung Jawab Sosial, dipilih dari lebih dari 100 entri yang dikirimkan oleh 47 organisasi perjalanan dan pariwisata serta individu.

 Ke-20 pemenang tersebut akan dirayakan di PATA Travel Mart 2024 mendatang, yang akan diadakan di Queen Sirikit National Convention Centre di Bangkok, Thailand pada tanggal 28 Agustus. 

Untuk semakin menghormati pencapaian luar biasa ini, ke-22 karya pemenang akan ditampilkan di PATA 2024.  Buklet Penghargaan Emas, akan diterbitkan pada bulan Agustus, dan sepanjang PATA Travel Mart 2024.

Gelar Utama PATA Gold Award 2024 diberikan kepada dua organisasi terkemuka yaitu Dewan Pariwisata Hong Kong, Hong Kong SAR menerima Gelar Utama PATA Gold Award 2024 dalam Pemasaran untuk “Kampanye Pemulihan Hello Hong Kong”.  

Kampanye ini secara aktif melibatkan semua segmen masyarakat dalam misi pemulihan, mengundang pengunjung untuk menjelajahi keindahan alam, kekayaan warisan, kuliner, dan banyak lagi melalui inisiatif pemasaran yang inovatif di Hong Kong SAR.  

Pada tahun 2023, Hong Kong SAR telah berhasil mencapai 68% kedatangan pengunjung sebelum pandemi melalui kampanye pemulihan ini, berkontribusi pada revitalisasi di berbagai bidang seperti tingkat hunian hotel, pengeluaran per kapita, dan lama menginap.

Gelar Utama PATA Gold Award 2024 dalam bidang Keberlanjutan dan Tanggung Jawab Sosial dianugerahkan kepada Intrepid DMC Nepal, atas Inisiatif “More Intrepid Women For Nepal”.  

Inisiatif ini menumbuhkan budaya tempat kerja yang tidak hanya mengakui namun juga secara aktif memupuk potensi perempuan, memastikan suara mereka didengar dan kontribusinya dihargai di semua tingkat organisasi.  

Dengan mendorong dan memfasilitasi partisipasi aktif perempuan di semua tingkat operasional mulai dari staf kantor hingga komunitas lokal.

Intrepid DMC Nepal telah meningkatkan jumlah penyedia akomodasi yang dipimpin perempuan, mendukung organisasi nirlaba yang dipimpin perempuan, dan menyoroti kisah sukses untuk menginspirasi  lainnya, dan inisiatif-inisiatif lain yang berdampak.

 

Wisatawan Muda Inginkan Petualangan Perjalanan yang Lebih Autentik

this formate

Menyusul kesuksesan perjalanan Soul Korea Selatan, Contiki menambahkan versi baru yang menampilkan 4 hari di Pulau Jeju, yang terkenal dengan budaya Haenyeo dan K-drama. (Foto: Contiki)

Contiki melayani keinginan yang semakin besar akan pengalaman budaya yang mendalam dan petualangan di luar tempat wisata pada umumnya.

SINGAPURA, bisniswisata.co.id : Spesialis perjalanan remaja Contiki secara signifikan memperluas penawaran perjalanan globalnya dengan meluncurkan 9 rencana perjalanan baru di berbagai benua dan tujuan.  

Tour baru ini bertujuan untuk memberikan pengalaman lokal yang lebih unik yang memungkinkan wisatawan muda untuk menyelami budaya yang berbeda dan menyelami budaya yang berbeda.

Salah satu perjalanan baru yang menarik adalah tur Gletser dan Taman Nasional Amerika Utara selama 12 hari melalui pemandangan alam Taman Nasional Banff, Jasper, dan Gletser yang menakjubkan di Kanada dan Amerika Serikat. 

Dilansir dari travelweekly-asia.com,  Ini menampilkan pengalaman seperti menaiki bus Red Jammer yang ikonik, bermain hoki es dengan para profesional, dan belajar tentang tradisi Pribumi secara langsung.

 Contiki juga memperluas kehadirannya di pasar Vietnam yang berkembang pesat dengan perjalanan 5 hari baru yang didedikasikan ke Ha Giang Loop yang terkenal di wilayah utara negara tersebut.  

Hal yang menarik termasuk naik perahu di Sungai Nho Que dan kesempatan untuk belajar tentang seni dan kerajinan etnis minoritas H’mong dari pemandu lokal.

Setelah sukses meluncurkan tour baru-baru ini di Korea Selatan, Contiki kini akan menawarkan rencana perjalanan ‘Jiwa Korea Selatan’ yang diperpanjang dan habiskan 4 hari di Pulau Jeju 

Hal ini menjadikannya salah satu perusahaan perjalanan remaja pertama yang menawarkan pengalaman ini yang menargetkan minat pada haenyeo di pulau tersebut (  budaya wanita selam bebas) dan lokasi film K-drama.

Beberapa penawaran baru yang paling penuh petualangan termasuk Gorilla Trek di Rwanda untuk melihat gorila etis di habitat aslinya, serta perjalanan trekking dari Delhi ke Kathmandu dengan berbagai tingkat kesulitan.  Ada juga perjalanan penjelajah kota Cape Town baru di Afrika Selatan.

 “Sembilan perjalanan baru Contiki dikemas dengan pemandangan luar biasa dan pengalaman yang benar-benar autentik dan unik…Setiap perjalanan direncanakan dengan cermat sehingga wisatawan dapat fokus menciptakan kenangan bersama teman-teman baru,” kata Nick Lim, CEO Asia dari perusahaan induk The Travel Corporation  .

Jajaran destinasi yang diperluas ini mencerminkan peningkatan permintaan di kalangan wisatawan muda untuk melakukan lebih dari sekadar tempat wisata biasa demi mendapatkan pengalaman budaya yang lebih mendalam dan petualangan yang tidak biasa.

 

Sanya EDITION Memanfaatkan Pasar Tamu Keluarga dengan Pengalaman Liburan Generasi Baru.

this formate

SANYA, Tiongkok, bisniswisata.co.id: The Sanya EDITION, sebuah hotel mewah yang terletak di kota pesisir Sanya, Hainan, Tiongkok,  mengumumkan fokus barunya dalam mendefinisikan kembali pengalaman liburan. 

 Melayani trendsetter dari segala usia dan gaya hidup, para tamu hotel ini dipersatukan oleh selera canggih dan keinginan mereka untuk pengalaman otentik.  Baik keluarga, pasangan atau pelancong solo, tamu cerdas kini dapat menikmati Program Perkemahan Musim Panas yang baru, kolam renang Ocean yang telah ditingkatkan, dan ruang pop-up Dior.  Sanya EDITION terus menetapkan standar kemewahan dan inovasi kontemporer.

Program Perkemahan Musim Panas yang baru diluncurkan menawarkan aktivitas menarik untuk anak-anak berusia 3-12 tahun, termasuk lokakarya, olahraga, dan pengalaman bertema pulau tropis.  

Dirancang untuk memastikan liburan yang lancar bagi seluruh keluarga, program ini memberikan solusi penitipan anak “hands-free”, yang memungkinkan orang tua menikmati aktivitas rekreasi seperti perawatan spa, santapan lezat, atau bersantai di tepi kolam renang sementara anak-anak mereka berpartisipasi dalam aktivitas yang diawasi dan menyenangkan.  -Petualangan penuh di The Playland.

Perkemahan musim panas

Inisiatif ini menjawab tantangan liburan umum dalam menyeimbangkan hiburan bagi orang tua dan anak-anak.  Edward Yuan, General Manager hotel ini  menekankan, “EDITION adalah merek gaya hidup, jadi kami bertujuan untuk menciptakan pengalaman liburan generasi berikutnya di mana tidak ada seorang pun yang perlu mengorbankan kesenangan mereka sendiri, ujarnya.

Tujuan  dengan Program Perkemahan Musim Panas adalah untuk memastikan keduanya  orang tua dan anak-anak mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan, dan beragam produk, layanan, dan fasilitas hotel kami dirancang untuk mewujudkan hal tersebut.”

Berakar kuat pada rasa kuat merek EDITION akan desain dan gaya yang halus dan tak lekang oleh waktu, merek hotel ini yang pertama di Asia-Pasifik memadukan keindahan tropis Hainan dengan keanggunan dan kemewahan kontemporer.  

Para tamu dapat menikmati fasilitas canggih, seperti bersantai di spa, menikmati koktail buatan tangan di The Sky Bar, bersantap di restoran kelas atas seperti The Jade Egret, Barbacoa, dan Xianhai, atau merasakan suasana semarak di The Beach Club.

           Makan malam romantus di Xianhai

Restoran Xianhai

Ocean Pool yang baru ditingkatkan menyediakan lingkungan yang tenang dan mewah untuk berenang dan bersantai.  Para tamu juga dapat menikmati olahraga air di Private Ocean resor seluas 20.000 m².  

Komunitas Estetika Gaya Hidup (LAC) meningkatkan pengalaman tamu dengan pusat seni, kedai kopi, toko buku, dan butik mode, menawarkan perpaduan budaya, relaksasi, dan gaya yang menawan dan menginspirasi.

 Lautan pribadi dan kolam laut

Menambah daya tariknya, The Beach Club baru-baru ini sebagian didekorasi oleh Dior untuk ruang pop-up Dioriviera 2024 yang menakjubkan.  Dekorasinya menampilkan toile de Jouy yang menghiasi kursi santai, payung, bantal, dan cabana, menciptakan suasana yang apik dan canggih.  

Pengambilalihan ini, bersama dengan banyak kolaborasi serupa lainnya, menggarisbawahi komitmen untuk menawarkan kemewahan dan pengalaman gaya hidup kepada para tamu, memperkuat reputasinya sebagai destinasi utama bagi para trendsetter.

 Ruang pop-up klub pantai

Sanya memanfaatkan peluang luas dari kebijakan bebas visa di 59 negara, sehingga meningkatkan daya tariknya sebagai pusat konsumsi pariwisata internasional.  

Kebijakan ini, dipadukan dengan penawaran unik menjadikan Sanya tujuan ideal bagi wisatawan internasional.  Para tamu dari seluruh dunia diundang untuk merasakan keramahtamahan dan fasilitas mewah dimusim panas ini. ( PRNewswire)

Filipina Mencari ‘Ekosistem Halal’ untuk Tingkatkan Pariwisata dan Perdagangan

this formate

Makanan halal dipamerkan selama Festival Makanan Halal Manila di ibu kota Filipina.  (Foto: Kantor Informasi Publik Manila)

Komisi Nasional Muslim Filipina atau the National Commission on Muslim Filipinos (NCMF) berhubungan dengan hotel, restoran untuk sertifikasi halal. Perluasan industri halal bermanfaat bagi seluruh masyarakat Filipina, kata ketua NCMF

 MANILA, bisniswisata.co.id: : Filipina sedang mengembangkan “ekosistem halal” untuk mencoba dan meningkatkan pariwisata dan perdagangan, menurut Komisi Nasional Muslim Filipina, karena negara tersebut menargetkan lebih banyak pertukaran komersial dengan negara-negara Arab dan Muslim.

Hanya ada sekitar 10 juta Muslim di antara hampir 120 juta penduduk Filipina, yang sebagian besar beragama Katolik, namun negara ini berupaya memperluas industri halal dalam negeri secara signifikan.

Pemerintah Filipina ingin meningkatkan investasi sebesar 230 miliar peso (US$4 miliar) dan menciptakan sekitar 120.000 lapangan kerja pada tahun 2028 dengan memanfaatkan pasar halal global, yang diperkirakan bernilai lebih dari US$7 triliun.

 NCMF, sebuah lembaga pemerintah yang mempunyai mandat untuk mempromosikan hak dan kesejahteraan umat Muslim Filipina, berperan penting dalam memastikan bahwa produk dan inisiatif yang dikembangkan dalam upaya halal negara tersebut mematuhi peraturan Islam.

 “Karena NCMF adalah satu-satunya lembaga keagamaan (Islam) dalam struktur pemerintahan, NCMF harus memimpin implementasi program dan kegiatan yang berkaitan dengan halal,” Sabbudin Abdurahim, sekretaris baru komisi tersebut, mengatakan kepada Arab News.

 “NCMF kini mempelopori implementasi program dan kegiatan untuk pembangunan… Melalui kolaborasi dengan mitra pemangku kepentingan, kami berupaya membangun ekosistem halal di Filipina.”

Komisi ini bekerja sama dengan lembaga pemerintah lainnya – termasuk Departemen Perdagangan, Departemen Pertanian, dan Departemen Pariwisata – seiring upaya Filipina untuk memperluas kehadiran pasar produk-produk bersertifikat halal, yang tidak hanya mencakup produk dan layanan makanan dan minuman, tetapi juga wisata.

Sejak Filipina memenangkan penghargaan Emerging Muslim-friendly Destination di Halal in Travel Global Summit pada tahun 2023, Filipina telah berinvestasi secara signifikan untuk menarik pengunjung dari Timur Tengah dan negara-negara tetangga yang mayoritas Muslim seperti Indonesia, Malaysia, dan Brunei, khususnya dengan memastikan bahwa  mereka memiliki akses terhadap produk dan layanan halal.

Tanpa mengembangkan ekosistem halal, banyak calon pengunjung dari negara-negara Arab dan Muslim mungkin memilih untuk mengunjungi negara lain seperti Malaysia.

“Karena mereka yakin dapat dengan mudah menemukan makanan halal di sana, tidak seperti di Filipina,” kata Abdurahim.

Menurut dia, kalau sudah memiliki restoran halal di Filipina, banyak pengunjung dari negara-negara Arab atau Muslim akan datang ke sini… Divisi halal NCMF sudah bertemu dengan hotel, restoran, dan perusahaan lain (tentang kolaborasi).

Abdurahim melihat perluasan industri halal bermanfaat bagi seluruh masyarakat Filipina.“Ini tidak hanya akan menguntungkan umat Islam di Filipina, tapi juga perekonomian secara umum,” katanya.

Riset: Thailand Salah Satu Tujuan Wisata Utama Bagi Wisatawan Muslim

this formate

BANGKOk, bisniswisata.co.id: Thailand tetap menjadi salah satu tujuan utama wisatawan Muslim di seluruh dunia, yang mencerminkan komitmen negara tersebut dalam mengintegrasikan lingkungan ramah Muslim, menurut laporan terbaru Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2024 belum lama ini.

Di lansir dari nationthailand.com, Thailand berada di peringkat kelima, tidak termasuk negara tujuan Organisasi Kerjasama Islam (OKI), dengan skor GMTI yang kuat yaitu 52, 14 poin di belakang peringkat teratas Singapura dan hanya dua poin di belakang peringkat keempat Hong Kong.

Menurut laporan tersebut, pencapaian ini menunjukkan komitmen Thailand untuk meningkatkan pengalaman perjalanan bagi wisatawan Muslim dengan meningkatkan pilihan dan ketersediaan makanan halal, serta memasukkan fasilitas ramah Muslim seperti musala ke dalam atraksi wisata. 

Sementara itu, pemerintah Thailand telah menunjukkan kebijakan yang jelas dan komprehensif untuk mendukung wisatawan Muslim, sebagaimana dibuktikan dengan rencana pembangunan lima tahun Departemen Pariwisata. 

Salah satu bagian dari rencana tersebut adalah menjadikan negara ini sebagai “pusat halal” di Asia Tenggara pada tahun 2027. Rencana tersebut bertujuan untuk memperluas industri halal negara tersebut di berbagai sektor, termasuk makanan, pakaian jadi, jasa, dan pariwisata. 

Strategi Thailand bertujuan untuk memperluas peluang pasar pariwisata Muslim global, menarik wisatawan dari Timur Tengah, dan mendiversifikasi basis pariwisatanya.

Piroon Rojanakamolsan, wakil presiden, Financial Institution Lead, Thailand, Mastercard, mencatat bahwa Thailand telah memantapkan dirinya sebagai tujuan utama wisatawan Muslim, dan secara konsisten menduduki peringkat tinggi di GMTI selama bertahun-tahun. 

 Dia berharap bahwa temuan-temuan dalam laporan tahun ini akan memungkinkan operator pariwisata lokal dan pejabat pemerintah untuk menyempurnakan layanan dan penawaran mereka agar dapat lebih memenuhi kebutuhan spesifik wisatawan Muslim.

 “Seiring dengan upaya Thailand untuk menjadi ‘pusat halal’ di Asia Tenggara, negara ini dapat memprioritaskan peningkatan layanan dan fasilitas bagi wisatawan Muslim,” ujarnya.

Proses ini juga mencakup pengintegrasian teknologi digital ke dalam semua aspek perjalanan, seperti membuat pembayaran menjadi aman, cerdas, dan mudah diakses. Mastercard  , dengan solusi pembayaran canggihnya, siap mendukung peningkatan pengalaman perjalanan bagi wisatawan Muslim di Thailand, tambahnya.

Menurut laporan GMTI 2024, Asia Tenggara tetap menjadi kawasan populer bagi wisatawan Muslim, dengan Malaysia dan Indonesia secara konsisten menempati peringkat pertama di antara destinasi OIC3 dan Singapura pada peringkat pertama di antara destinasi non-OKI. 

Pendiri dan CEO CrescentRating Fazal Bahardeen berkomentar: “Sangat menggembirakan melihat destinasi di Asia Tenggara tidak hanya mempertahankan peringkatnya di GMTI tahun ini, namun juga meningkatkan skor masing-masing destinasi.” 

 “Hal ini mencerminkan tren peningkatan pertimbangan wisatawan Muslim yang lebih luas, dengan skor rata-rata di seluruh indeks meningkat sebesar 10%,” katanya.

Berdasarkan laporan GMTI, pasar perjalanan Muslim diperkirakan akan tumbuh secara signifikan tahun ini, dengan kedatangan wisatawan Muslim internasional mencapai 168 juta orang di seluruh dunia, melampaui tingkat sebelum pandemi sebesar 5%. 

Peningkatan volume ini mencerminkan semakin pentingnya segmen ini, yang didorong oleh ekspansi demografi dan ekonomi, pengembangan budaya dan pariwisata halal.

Termasuk kemajuan teknologi yang memungkinkan pengalaman perjalanan yang lebih personal bagi wisatawan Muslim, seperti aplikasi yang menemukan lokasi gerai makanan halal, kiblat, petunjuk arah, dan waktu sholat. 

Kecerdasan buatan juga membantu menyesuaikan lebih lanjut pengalaman perjalanan untuk menyederhanakan logistik sambil tetap berpegang pada tradisi agama, kata Bahardeen.

Di tahun kesembilannya, GMTI menggunakan kerangka ACES, yang didasarkan pada metrik akses, komunikasi, lingkungan, dan layanan, untuk menganalisis data dari 145 destinasi. 

Persyaratan tersebut telah berubah seiring berjalannya waktu untuk mengakomodasi perubahan kebutuhan wisatawan Muslim.  Tahun ini, model tersebut diperbarui dengan metrik baru terkait aksesibilitas fasilitas dan layanan bagi wisatawan penyandang disabilitas.

 

Turki dan Wisata Halal: Kombinasi yang Unggul

this formate

JEDDAH, bisniswisata.co.id: Sektor perjalanan dan pariwisata Turki, setelah masa yang penuh tantangan pada tahun 2015 dan 2016, mengambil langkah-langkah untuk mengembangkan pariwisata alternatif dan meningkatkan pangsa pasar pariwisata halal sebesar 20 persen pada tahun 2017.

Perwakilan sektor pariwisata Turki mengatakan bahwa negaranya di pertengahan 2024 ini menguasai 2 persen pangsa pasar pariwisata halal global senilai US$226 miliar, namun berupaya meningkatkan pangsa tersebut menjadi 10 persen.

Hal ini juga meningkatkan jumlah tempat tidur di pariwisata halal hampir sepuluh kali lipat.  Kini, Turki berada di peringkat lima besar tujuan wisata halal di dunia.

Dilansir dari safasoft.com, sebanyak  156 juta umat Islam melakukan perjalanan karena ukuran pasar pariwisata halal melebihi US$226 miliar. Jumlah tamu di pasar wisata halal Turki meningkat pesat.  Turki menjadi tuan rumah bagi sekitar 3 juta orang tahun lalu dalam pariwisata halal.  Namun potensinya masih jauh di bawah.

Talha Çizmeci, anggota dewan di Vizyon Turizm dan anggota pendiri Asosiasi Pariwisata Halal Internasional, mengatakan Turki perlu segera mengembangkan strategi komprehensif untuk pasar perjalanan Muslim di Eropa, Rusia, Teluk, negara-negara Arab dan Afrika.

 “Kami mengirim 35.000 orang ke Turki pada tahun 2017. Pada tahun 2016 angkanya sekitar 18.000.  Tahun ini permintaannya jauh lebih tinggi. Kami menargetkan 80.000 pengunjung pada akhir tahun ini,” katanya.

 Menggarisbawahi bahwa 70 persen tamu mereka adalah Muslim non-Turki, Seçkin mengatakan bahwa ada ilusi di pasar pariwisata halal kita bahwa hanya orang Turki di Eropa yang lebih memilih Turki.

 Seçkin mengatakan halalbooking.com menerima permintaan pemesanan dari lebih dari 70 negara.  “Lima negara teratas yang memilih Turki sebagai tujuan wisata halal adalah Jerman, Inggris, Belgia, Prancis, dan Belanda,” ujarnya.

Dia menambahkan, permintaan wisata halal di Turki tumbuh rata-rata 50 persen dalam lima tahun terakhir.  “Jumlah tempat tidur bertambah sepuluh kali lipat.

 Lima tahun lalu ada lima atau enam resor berkonsep halal di kawasan Antalya-Alanya, sekarang jumlahnya mendekati 50,” tutup Seçkin.

 

Muis Memerintahkan Larangan Impor Daging dari Rumah Potong Hewan Australia Karena Masalah Kehalalan

this formate

Sebuah pabrik pengolahan daging sapi.  (Foto: berkas Getty Images)

SINGAPURA, bisniswisata.co.id; Dewan Ugama Islam Singapura (Muis) telah menginstruksikan pemegang sertifikat halal untuk segera berhenti menggunakan dan mengimpor daging dari rumah potong hewan Australia, setelah menemukan masalah pada produknya.

Dilansir dari sg.news.yahoo.com, Muis telah menemukan alasan yang masuk akal untuk menyimpulkan bahwa integritas halal daging dari rumah potong hewan Thomas Foods International Lobethal (TFIL) telah dilanggar, kata kepala jaringan pasokan halal Sharifuddin Mohamed Ali dalam sebuah posting Facebook pada Selasa (31 Mei).

“Keputusan kami berdasarkan fakta yang ada dan masukan dari otoritas yang berwenang, setelah melakukan penyelidikan dengan berbagai pihak yang terlibat,” kata Sharifuddin.

Untuk memastikan pasokan makanan halal di Singapura tidak terpengaruh, Muis telah menghubungi pemegang sertifikat yang telah mengimpor daging dari TFIL untuk mendapatkan sumber alternatif yang memenuhi syarat halal.

“Muis berkomitmen tinggi untuk menjaga integritas pasokan makanan halal bagi komunitas Muslim Singapura, dan akan terus memberikan pembaruan dan saran kepada masyarakat terkait hal ini,” kata Sharifuddin.

Komentar Muis muncul sekitar dua minggu setelah pernyataan sebelumnya bahwa mereka sedang memeriksa tuduhan terhadap TFIL, menyusul penangguhan persetujuan penyembelihan oleh pihak berwenang Malaysia setelah dilaporkan melanggar prosedur operasi standar penyembelihan, keamanan pangan, dan persyaratan halal.

Tuduhan tersebut didasarkan pada bukti video dan foto, dan dikuatkan oleh seorang saksi, yang dikatakan adalah pegawai rumah potong hewan TFIL, media Malaysia melaporkan.

Muis kemudian mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Badan Pangan Singapura (SFA) untuk memastikan informasi yang relevan mengenai rumah potong hewan dari Departemen Pertanian, Air, dan Lingkungan Australia.

Impor dari TFIL yang diakreditasi SFA untuk mengekspor daging ke Singapura telah memenuhi persyaratan keamanan pangan.

Daging yang disembelih dan diproses dari TFIL mendapat sertifikasi halal dari Dewan Islam Tertinggi Daging Halal di Australia (SICHMA), tambah Muis.

Jika penyelidikan menemukan adanya penyimpangan serius yang dilakukan SICHMA, Muis mengatakan pihaknya mungkin memutuskan untuk tidak memperbarui permohonan SICHMA menjadi lembaga sertifikasi halal asing yang diakui.