VITM 2026 di Puncaknya: pameran Dinamis Pasar Pariwisata yang Bertransformasi

this formate

Sebuah pelayaran mewah di Teluk Hạ Long menarik minat yang besar dari pengunjung internasional di VITM. (Foto VNS/Lê Hương)

HANOI, bisniswisata.co.id: Vietnam International Travel Mart (VITM) 2026 berlangsung meriah di pusat kota Hanoi, menarik ribuan pengunjung setiap hari untuk konsultasi, pertukaran informasi, dan pemesanan langsung di tempat.

Acara tahunan ke-15 ini telah mempertemu- kan perwakilan dari 31 provinsi dan kota, bersama dengan delegasi dari 20 negara dan wilayah.

Hampir 400 stan yang diselenggarakan oleh lebih dari 600 organisasi dan bisnis dipamerkan, termasuk 15 persen dari peserta pameran internasional, yang mencerminkan skala dan keterlibatan global yang semakin meningkat dari sektor pariwisata Vietnam.

Diselenggarakan dengan tema “Transformasi Digital dan Pertumbuhan Hijau – Meningkatkan Pariwisata Vietnam”, pameran ini bertujuan untuk mendorong daerah dan bisnis untuk mengembangkan destinasi hijau, produk pariwisata berkelanjutan.

Begitu pula tenaga kerja yang dilengkapi dengan pengetahuan tentang praktik ramah lingkungan, berkontribusi pada pemosisian pariwisata sebagai sektor ekonomi hijau.

Memperkuat hubungan internasional

Partisipasi internasional tetap menjadi sorotan acara tahun ini. Amirah Nadiah Mazlan, perwakilan dari Badan Promosi Pariwisata Malaysia di Kota Hồ Chí Minh, mengatakan kepada Việt Nam News ( VNS) bahwa pameran ini menyediakan platform penting untuk memperdalam hubungan pariwisata bilateral.

“Kami hadir di VITM 2026 untuk promosikan Visit Malaysia 2026 dan untuk menyambut lebih banyak wisatawan Vietnam ke Malaysia. Kami telah melihat pertumbuhan yang kuat dalam perjalanan dua arah, yang cerminkan hubungan erat antara Malaysia dan Vietnam,” katanya.

Dia menambahkan bahwa Malaysia akan terus memperluas kerja sama dengan maskapai penerbangan dan agen perjalanan di Vietnam, sambil menyelenggarakan roadshow di kota-kota besar seperti Hanoi, Kota Hồ Chí Minh, dan Đà Nẵng untuk lebih mempromosikan destinasi tersebut.

Pengunjung mencari nilai dan keandalan

Bagi pengunjung domestik, VITM tetap menjadi tempat terpercaya untuk menjelajahi pilihan perjalanan dan membandingkan penawaran menjelang musim panas.

Phạm Thị Vân Yến, seorang pengunjung tetap, mengatakan bahwa ia mengunjungi pameran setiap tahun untuk merencanakan perjalanan mendatang.

“Pameran ini ramai dan menawarkan gambaran lengkap tentang tren perjalanan. Kami sering memilih destinasi pantai seperti Nha Trang, Đà Lạt, Vũng Tàu, Quy Nhơn, dan Hạ Long, dan biasanya bepergian dengan Vietnam Airlines,” katanya.

Sementara itu, Nguyễn Thị Kim Thanh mencatat bahwa meskipun keluarganya berencana melakukan perjalanan ke luar negeri tahun ini, kenaikan harga tiket pesawat telah mendorong kenaikan harga paket wisata.

“Dibandingkan bulan lalu, harga telah meningkat beberapa juta đồng. Namun, datang ke pameran ini memberi kami kepercayaan pada penyedia layanan, jadi kami tetap memutuskan untuk memesan tour yang kami sukai,” katanya.

Vũ Đào Hùng, pengunjung lain, mengatakan pameran ini memungkinkan pelanggan untuk membuat keputusan yang tepat. “Harga telah berfluktuasi, tetapi tetap dapat diterima. Di sini, kami dapat membandingkan berbagai perusahaan, menemukan tur yang sesuai, dan merasa lebih aman dengan pilihan kami,” katanya.

Perspektif ini menunjukkan pergeseran perilaku konsumen, dengan para pelancong lebih menekankan kredibilitas, pengalaman, dan transparansi daripada hanya harga.

Bisnis beralih ke produk yang berfokus pada pengalaman

Sejalan dengan tema acara, banyak perusahaan perjalanan memamerkan produk baru yang menekankan fleksibilitas, personalisasi, dan keberlanjutan.

Phạm Văn Bảy, perwakilan dari Vietravel, mengatakan perusahaan menawarkan promosi hingga 30 persen untuk tour domestik dan penghematan hingga VNĐ10 juta (US$380) untuk paket internasional.

“Selain insentif harga, kami fokus pada diversifikasi lini produk kami, termasuk penawaran premium, perjalanan yang berorientasi pada kaum muda, dan produk berbasis ESG yang mengintegrasikan tanggung jawab lingkungan dengan pengalaman pelanggan,” katanya.

Perusahaan juga memperluas format perjalanan fleksibel seperti paket kombo dan pilihan bebas, memungkinkan pelanggan untuk menyesuaikan rencana perjalanan sesuai kebutuhan dan anggaran mereka.

Nikaragua menampilkan potensi pariwisatanya di area pameran yang ringkas.
Demikian pula, perusahaan lain promosikan tour “tanpa belanja” dan wisata kesehatan sambil menerapkan teknologi digital untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.

Menurut perwakilan industri, pasar secara bertahap bergeser dari tur kelompok standar ke pengalaman perjalanan yang dipersonali- sasi didukung oleh data dan teknologi.

Daerah-daerah Mempromosikan Identitas yang Berbeda

Pameran ini juga berfungsi sebagai platform bagi daerah-daerah untuk memperkenalkan potensi pariwisata mereka dan mencari kemitraan.

Nguyễn Kim Chung, Wakil Direktur Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Gia Lai, mengatakan provinsi ini menjadi tuan rumah Tahun Pariwisata Nasional 2026 dengan serangkaian 244 acara.

“Kami mempromosikan nilai-nilai budaya dan lanskap alam Gia Lai, sambil menjalin hubungan dengan bisnis pariwisata untuk mengembangkan rute wisata yang menggabungkan pengalaman dataran tinggi dan pesisir,” katanya.

Upaya tersebut mencerminkan tren yang lebih luas di antara destinasi untuk mendiversifikasi produk dan meningkatkan daya saing di pasar yang berkembang pesat.

Penawaran Baru Menyoroti Pariwisata Berbasis Pengalaman

Produk pariwisata baru yang diluncurkan di pameran ini semakin menggambarkan pergeseran sektor ini menuju pariwisata berbasis pengalaman. LuxGroup memperkenalkan Amiral Cruises for Presidents, produk kapal pesiar premium di Sungai Saigon yang dijadwalkan diluncurkan pada Juni 2026.

Menurut CEO Phạm Hà, proyek ini menggabungkan pengalaman budaya, kuliner, dan hiburan, mengikuti pendekatan “perjalanan lambat” dan berkontribusi pada pengembangan ekonomi malam hari.

Menuju pertumbuhan berkelanjutan

Di seluruh pameran, penekanan pada pertumbuhan hijau dan transformasi digital terlihat jelas. Dari produk berorientasi ESG hingga strategi pengembangan destinasi berkelanjutan, VITM 2026 mencerminkan transisi industri menuju pariwisata yang lebih berkualitas dan bertanggung jawab.

Saat musim liburan musim panas mendekat, suasana ramai di Istana Kebudayaan Persahabatan menggarisbawahi kepercayaan yang diperbarui di pasar.

Lebih penting lagi, ini menandakan pergeseran yang lebih luas di sektor pariwisata Vietnam menuju keberlanjutan, inovasi, dan peningkatan pengalaman pengunjung.

Temukan keseruan, keterjangkauan, dan keunikan di Calatrava, Filipina

this formate

CALATRAVA, Romblon, bisniswisata.co.id:  Wisatawan yang mencari liburan musim panas yang unik dan menyegarkan tanpa menguras kantong dapat mengalihkan perhatian mereka ke Calatrava, permata yang sedang berkembang di provinsi Romblon, Filipina

Terletak di sepanjang pantai utara Pulau Tablas, Calatrava menawarkan perpaduan langka antara pantai yang masih alami, warisan budaya, dan pengalaman pulau yang otentik.

“Di tengah kenaikan biaya bahan bakar, menikmati liburan musim panas telah menjadi kemewahan bagi banyak wisatawan. Kami mendorong warga negara kami dan juga pengunjung asing untuk mencoba keindahan Romblon,” kata Walikota Calatrava Robert “Bong” Fabella.

“Calatrava adalah destinasi ramah anggaran di mana wisatawan masih dapat menikmati pesona Romblon yang santai tanpa harus menguras keuangan mereka,” tambah Fabella.

Wisata antar pulau dan berenang di perairan jernih adalah beberapa aktivitas terkenal di provinsi ini. Pengunjung dapat menjelajahi pantai-pantai Cove Aurelio Resort, Pantai Lapus-Lapus, Pulau Guindawahan, Tinagong Dagat, yang semuanya berada di Barangay Talisay.

Ada juga Pantai Ngak-Ngak di Bgy. Linao dan Balai Azinan di Bgy. Balogo, serta Bulawan Farm Resort di Bgy. Pagsangahan. Misalnya, tarif wisata pulau di Lapus-Lapus atau Tinagong Dagat bisa serendah PHP3.000 untuk 10 orang.

Kelompok penyelaman pribadi yang diakreditasi oleh pemerintah daerah juga menawarkan paket wisata pulau untuk wisatawan petualang yang ingin melihat sisi Romblon yang belum tersentuh.

Dewan Pariwisata Calatrava mengenakan biaya minimal PHP20 per pengunjung sebagai biaya lingkungan untuk membantu menjaga kebersihan area tersebut.

Pengunjung juga dapat menikmati liburan yang sejuk dan indah dengan delapan air terjun Calatrava: Air Terjun Salingpaca di Bgy. Pangulo; Air Terjun Oray, Air Terjun Humbak-Humbak, dan Air Terjun Kalipay di Bgy. Balogo; Air Terjun Cawa, Air Terjun Secret Lagoon, Air Terjun Tagpuan, dan Air Terjun El Telon di Bgy. Pagsangahan.

Banyak restoran dan pusat kuliner di kota ini menawarkan cita rasa masakan Romblon, termasuk makanan laut bakar, kinilaw, dan sup makanan laut.

Calatrava juga menawarkan berbagai hotel dan akomodasi yang sesuai dengan berbagai anggaran. Dari penginapan sederhana hingga penginapan tepi pantai yang nyaman, pengunjung dapat menikmati masa inap yang nyaman dan keramahan lokal yang ramah.

“Selain keindahan sumber daya alam kami, yang dapat kami tawarkan adalah layanan hangat dan ramah kami kepada para tamu untuk membuat mereka merasa seperti di rumah dan memberi mereka pengalaman menginap yang tak terlupakan,” kata Fabella.

“Kami ingin memastikan bahwa di Calatrava, setiap peso berharga dan kenangan abadi,” tambahnya.

Walikota menyarankan pengunjung untuk menghubungi Dewan Pariwisata Calatrava, melalui halaman media sosialnya, untuk pertanyaan dan informasi perjalanan. (PR)

Kamboja Undang 500 Agen Perjalanan Dunia untuk Nikmati Beragam Penawaran Pariwisata Kerajaan Ini

this formate

PNOMH PENH, bisniswisata.co.id: Badan Pariwisata Kamboja (CTB) telah mengumumkan peluncuran program “500 Agents FAM Trip 2026”, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk mengundang 500 agen perjalanan internasional dari seluruh dunia untuk merasakan langsung Kamboja selama musim hijau negara tersebut, antara Mei dan Oktober 2026.

Inisiatif ini menargetkan beberapa tujuan utama, termasuk meningkatkan kesadaran destinasi Kamboja di pasar internasional, mengubah pengalaman langsung menjadi pengembangan produk dan konversi penjualan yang lebih kuat, dan membangun kemitraan perdagangan jangka panjang antara agen perjalanan global dan mitra pariwisata Kamboja.

Program tahun ini berfokus pada mendatangkan 500 agen perjalanan dari pasar global utama, termasuk ASEAN, Tiongkok, India, Jepang dan Korea Selatan, Rusia, Eropa, Amerika, dan Oseania, dengan kuota yang dialokasikan berdasarkan masing-masing pasar utama.

Kim Minea, CEO Dewan Pariwisata Kamboja, mengatakan mempromosikan Kamboja secara internasional adalah misi inti Dewan Pariwisata Kamboja.

“Kami berinvestasi dalam kesadaran destinasi melalui jangkauan media, kampanye digital, majalah, video, dan paparan televisi. Sama pentingnya adalah mendukung agen perjalanan di seluruh dunia untuk ‘memikirkan Kamboja’ ketika merancang pengalaman perjalanan untuk klien mereka.” ujarnya.

Inisiatif ini akan memungkinkan mereka untuk merasakan langsung bahwa Kamboja menawarkan beragam produk pariwisata di luar kuil Angkor Wat yang ikonik, mulai dari tempat peristirahatan di tepi pantai dan warisan budaya hingga pariwisata kota, alam, petualangan, kuliner, dan berbasis komunitas.”

“Dengan memahami kedalaman penawaran pariwisata Kamboja, agen perjalanan dapat membuat rencana perjalanan yang memposisikan Kamboja sebagai destinasi utama, mendorong pengunjung untuk memperpanjang masa tinggal mereka dan menjelajahi lebih banyak hal yang ditawarkan Kamboja,” kata Kim Minea

Program ini akan diimplementasikan bekerja sama dengan industri pariwisata Kamboja. Penyelenggara yang memenuhi syarat termasuk Perusahaan Manajemen Destinasi (DMC), hotel, maskapai penerbangan, operator tur, agen perjalanan, dan bisnis pariwisata terdaftar lainnya yang mampu menyelenggarakan dan menjadi tuan rumah perjalanan pengenalan.

Untuk memastikan keterlibatan yang bermakna dan pengalaman berkualitas, kelompok kunjungan akan tetap kecil, idealnya hingga sepuluh peserta per kelompok. Agen perjalanan internasional dapat berpartisipasi dengan menghubungi mitra pariwisata Kamboja secara langsung atau dengan dinominasikan oleh mitra lokal di Kamboja.

Untuk mendukung tuan rumah yang berpartisipasi, Dewan Pariwisata Kamboja akan memberikan bantuan finansial dan non-finansial, termasuk subsidi tunai hingga US$ 500 per agen untuk mendukung biaya tiket pesawat internasional dan pengaturan di darat.

Melalui Program FAM Trip 500 Agen 2026, Kamboja akan memperdalam kemitraan dengan agen perjalanan internasional, memperluas jaringan distribusi global, dan menginspirasi para profesional perjalanan untuk  percaya diri.

Mempromosikan beragam pengalaman pariwisata Kerajaan, mulai dari kuil-kuil ikonik Angkor hingga destinasi pariwisata pesisir, budaya, kuliner, dan ekowisata yang sedang berkembang di negara tersebut.

Tourism Malaysia Luncurkan Kemitraan Strategis di Pameran Travel Malaysia Dukung Kampanye Visit Malaysia 2026.

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Pameran Travel Malaysia 2026 ke 38  berlangsung di Singapore Expo Hall 6A. Diselenggarakan oleh Express & Excursion Bus Association (EEBA) bekerja sama dengan Tourism Malaysia Singapore, acara tiga hari menampilkan yang terbaik dari penawaran pariwisata Malaysia.

diresmikan oleh  Dato’ Indera Dr Azfar Mohamad Mustafar, Komisaris Tinggi Malaysia untuk Singapura, di Paviliun Pariwisata Malaysia (Booth C10). Pameran ini berlangsung dari tanggal 10 hingga 12 April 2026,

Dengan sekitar 22 booth, pengunjung dapat menikmati penawaran menarik untuk tiket bus, penginapan hotel, dan paket wisata. Pameran ini menghadirkan beragam pengalaman pilihan yang dirancang khusus untuk liburan sekolah bulan Juni mendatang di Singapura.

Selama pameran wisata, Tourism Malaysia secara resmi meluncurkan Paket Jejak Kerajinan, sebuah program wisata budaya pilihan yang dikembangkan bekerja sama dengan Perusahaan Pengembangan Kerajinan Malaysia (Kraftangan Malaysia).

Paket-paket ini menampilkan keragaman dan keaslian kerajinan tradisional Malaysia melalui perjalanan yang mendalam dan penuh pengalaman.

Mohd Amirul Rizal Abdul Rahim, Direktur Jenderal Tourism Malaysia menyatakan, “Baik Anda seorang pelancong yang mencari oleh-oleh yang bermakna atau penggemar budaya yang ingin mengungkap kisah di balik harta karun buatan tangan Malaysia, paket ini mengajak Anda untuk menemukan beberapa pengrajin paling ikonik di negara ini dan menyaksikan karya seni mereka yang diwujudkan.”

Pengunjung pameran dapat menjelajahi beberapa jalur baru, termasuk:

*Jalur Seni dan Kerajinan KL – Seremban: Perjalanan dua hari satu malam yang menghubungkan para tamu dengan pengrajin lokal, menawarkan pengalaman langsung dalam melukis batik dan membuat patung.

*Jemari Halus @ Kuala Lumpur: Tur sehari yang unik yang menggabungkan kerajinan tradisional dengan kunjungan ke Jembatan Layang Menara Kembar Petronas yang ikonik.

*Pameran Warisan dan Kerajinan Tangan: Eksplorasi beberapa hari melalui Selangor dan Negeri Sembilan, menampilkan sesi praktik langsung dalam pembuatan tembikar, tenun songket, dan ukiran kayu.

Paviliun Pariwisata Malaysia berfungsi sebagai pameran utama keramahan Malaysia yang menampilkan 10 peserta pameran terkemuka.

Ini termasuk atraksi unik seperti Camp5 Climbing Gym di Kuala Lumpur, Evolt Karting di Shah Alam, Desaru Fruit Farm di Johor, dan Monkeys Canopy Resort di Cheras.

Paviliun ini juga menyoroti mitra akomodasi terkemuka termasuk Meritz Hotel Miri di Sarawak, 1969 Business Suites Hotel di Ipoh, Lotus Desaru Beach Resort & Spa, dan ibis KLCC di Kuala Lumpur.

Pengunjung yang membeli paket wisata dari mitra yang berpartisipasi juga berhak untuk menukarkan hadiah eksklusif dari Tourism Malaysia.

Sektor pariwisata Malaysia terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Pada tahun 2025, Malaysia mencatat 21,1 juta kedatangan wisatawan dari Singapura, yang mewakili peningkatan 11,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ini menggarisbawahi pentingnya Singapura sebagai pasar sumber utama.

Dengan menggabungkan warisan budaya yang kaya dengan penawaran pariwisata berkelanjutan yang terus berkembang, Malaysia terus menghadirkan proposisi nilai yang menarik di mana pengalaman yang sudah dikenal ditata ulang melalui lensa penemuan yang segar.

Pariwisata Indonesia 2026: Momentum Emas dalam Bejana Geopolitik Dunia

Pariwisata Indonesia 2026: Momentum Emas dalam Bejana Geopolitik Dunia

this formate

“Pariwisata bukan sekadar perjalanan. Ia adalah cara dunia membaca nilai suatu bangsa.”

Dunia Bergejolak, Indonesia yang Diuji

My Travel My AdventureMASUK triwulan kedua dan menjalani sisa-sisa hari tahun 2026 bukanlah tahun yang tenang bagi industri pariwisata global. Dunia sedang berada dalam fase ketidakpastian geopolitikeskalasi konflik di Timur Tengah, gangguan jalur udara internasional, hingga kenaikan harga energi global— berdampak langsung pada biaya perjalanan lintas negara.

Penutupan wilayah udara di kawasan Timur Tengah, bahkan telah menyebabkan ratusan pembatalan penerbangan menuju Indonesia, dengan estimasi puluhan ribu potensi wisatawan hilang dalam waktu singkat .

Namun, dalam setiap krisis selalu ada celah peluang.

Dan di sinilah Indonesia berdiri —bukan sebagai korban—, sebagai kandidat pemenang.

Lemah bagi Ekonomi, Kuat bagi Pariwisata

Di tengah tekanan global, tumbuh paradoks Rupiah —nilai tukar Rupiah terhadap USD mengalami pelemahan— dan dibanyak sektor menjadi tekanan.

Namun dalam pariwisata, ini adalah senjata kompetitif yang tidak boleh diabaikan.

Indonesia menjadi:

  • lebih affordable dibanding Thailand, Jepang, bahkan sebagian Eropa
  • menawarkan value for money tinggi
  • dan dalam banyak kasus, bahkan bisa disebut “murah”—dalam perspektif wisatawan asing—

Inilah realita yang harus dibaca secara jujur: dunia melihat Indonesia bukan hanya sebagai destinasi indah, tetapi sebagai destinasi “worth every dollar”.

Jika dikelola dengan cerdas, —bukan sekadar keuntungan sementara— ini bisa menjadi momentum positioning global.

Perubahan Preferensi Wisatawan Global 2026

Wisatawan dunia tidak lagi mencari “tempat”. Mereka mencari:

  • pengalaman (experience-based tourism)
  • ketenangan (wellness & slow travel)
  • keaslian (authentic culture)
  • alam (nature & sustainability)

Dan menariknya! Indonesia memiliki semuanya secara alami, bukan buatan.

Mesin Ekonomi yang Terbukti Tangguh

Kontribusi sektor pariwisata terhadap ekonomi nasional telah mencapai ratusan triliun rupiah dan tetap menjadi mesin pertumbuhan strategis .

Target pemerintah 16 – 17,6 juta wisatawan mancanegara di 2026, didukung tren kenaikan kunjungan sejak 2025–2026. Artinya, kinerja saat ini bukan lagi fase recovery, tetapi fase akselerasi.

Kampanye Pariwisata

Pemerintah tidak tinggal diam, ada 5 Program Flagship Kemenpar tahun 2026 yang diarahkan pada pariwisata berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak ekonomi langsung. Mari kita elaborasi secara strategis:

  1. Wonderful Indonesia Gastronomy

Bukan sekadar makanan, tetapi:

  • storytelling budaya,
  • identitas daerah
  • pengalaman sensorik

Insight strategisnya, Indonesia belum menjual kuliner sebagai “experience premium global”. Sementara Jepang menjual sushi, Korea menjual kimchi, Indonesia masih menjual “nasi goreng”.

  1. Wonderful Indonesia Wellness

Wellness bukan “lagi” tren, wellness adalah kebutuhan pasca-pandemi. Dan Indonesia punya:

  •  Bali (spiritual & retreat),
  •  Jawa (heritage & filosofi hidup),
  •  Nusantara (healing nature).

Namun, belum ada positioning global yang konsisten.

  1. Event by Indonesia

Event adalah:

  • magnet kunjungan
  • multiplier effect ekonomi
  • media branding

Namun, banyak event masih “lokal rasa global”, bukan “global rasa Indonesia”.

  1. Tourism 5.0 (Digital & Smart Tourism)

Digitalisasi bukan pilihan, dia adalah:

  • distribusi utama
  • branding utama
  • revenue engine utama

Namun realitanya:

  • Banyak destinasi belum siap digital
  • Banyak pelaku belum adaptif
  1. Pengembangan Desa Wisata (lebih dari 6.200 desa)

Ini adalah program paling revolusioner, karena:

  • menciptakan ekonomi berbasis komunitas
  • mendistribusikan manfaat pariwisata
  • menjaga keaslian budaya

Namun risikonya, tanpa kurasi, desa wisata kehilangan “jiwa lokalnya” dan berubah menjadi “produk turistik tanpa makna”.

Masalah Klasik

Indonesia kaya, namun belum terkurasi, Indonesia tidak kekurangan:

  • destinasi
  • budaya
  • cerita

Kekurangan kita adalah:

  • kurasi
  • narasi
  • standarisasi pengalaman

Di era global 2026, wisata bukan tentang “apa yang ada”, tetapi tentang “bagaimana itu dirasakan”.

Strategi Kunci: Dari Destinasi ke Experience Economy

Jika kita harus merumuskan arah besar destinasi menjadi experience economy, selayaknya melakukan :

  1. Repositioning Indonesia

Dari “cheap destination”, menjad “high value destination”

  1. Segmentasi Pasar yang Lebih Tajam

Fokus pada :

  • Asia Timur & ASEAN (resilience market)
  • niche market (wellness, gastronomy, eco)
  1. Storytelling sebagai Senjata Utama

Pariwisata tanpa cerita = hanya foto.

Pariwisata dengan cerita = pengalaman.

  1. Integrasi Hospitality + Ekonomi Kreatif

Pariwisata tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus:

  • terhubung dengan UMKM
  • membawa budaya lokal
  • menciptakan ecosystem experience
  1. Human Capital Upgrade

Karena pada akhirnya, orang/wisatawan tidak kembali ke “tempat”, mereka kembali ke “pengalaman manusia”.

Tidak Datang Dua Kali

Dunia sedang tidak stabil, di tengah ketidakstabilan itulah, Indonesia menjadi relevan:

  • Relatif aman
  • Kaya pengalaman
  • Harga kompetitif
  • Budaya otentik

Pertanyaannya bukan “apakah Indonesia siap?” Tetapi “apakah kita cukup cepat membaca momentum?”

“The future of tourism belongs not to the richest destination, but to the most meaningful one.”

Dan Indonesia, tidak kekurangan makna. Kita hanya perlu mengemasnya dengan benar.

Malang, 13 April 2026

Jeffrey Wibisono V.

Konsultan Perhotelan dan Pariwisata

Menikmati Paket Wisata Sehari Menjadi Seorang Nelayan

this formate

Kapal pesiar mengangkut wisatawan ke rumah rakit dari kaum nelayan (Foto : Halong pearlysea.co)

QUANG NINH, bisniswisata.co.id:
Datang ke Teluk Ha Long, Vietnam berarti datang ke salah satu diantara keajaiban-keajaiban alam dunia yang terkenal. Di sini, wisatawan tidak hanya menikmati pemandangan-pemandangan alam yang indah, menikmati suasana yang sejuk, melainkan juga bisa berpartisipasi pada satu paket wisata khusus.

Kapal pesiar berangkat dari pelabuhan kapal pesiar Bai Chay pada pagi – pagi benar ke Teluk Bai Tu Long. Di atas perjalanan ke desa nelayan, kapal ini melewati banyak pulau batu dengan seribu satu bentuk di permukaan air laut yang berkilau-kilau.

Dilansir dari m.vovworld.vn, warga setempat memberikan nama menurut bentuk mereka seperti Pulau Am (Pulau Teko Air) pulau Mat Qui (Pulau Muka Setan). Ketika berpatisipasi pada “paket wisata sehari menjadi seorang nelayan” ini intinya wisatawan mau menguak tabir kehidupan kaum nelayan.

Mereka sangat antusias mendengarkan penjelasan-penjelasan tentang paket wisata: sehari menjadi seorang nelayan yang disampaikan oleh Do Thi Thu Hien, Direktor Perusahaan Datmo Travel – satuan yang menyelenggarakan paket wisata ini.

Paket ini adalah satu paket wisata berbaur dengan komunitas. Ketika wisatawan berpartisipasi pada paket wisata ini tidak hanya bisa menguak tabir pemandangan alam yang indah di Teluk Ha Long, melainkan juga bisa hidup dengan kaum nelayan, bisa berpartisipasi pada aktivitas-aktivitas kehidupan sehari-hari di desa nelayan Teluk Ha Long, misalnya menangkap ikan, naik perahu dari bambu, hidup di rumah rakit dll…”.

Rombongan wisatawan yang dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil diperlengkapi dengan satu baju pelampung dan dibawa ke perahu-perahu dari bambu. Perahu-perahu ini tiba di tempat-tempat yang dianggap oleh kaum nelayan sebagai sumber lapangan ikan.

Wisatawan bisa berperahu dan menangkap ikan seperti kaum nelayan sejati. Yang pertama, kaum nelayan mengajarkan wisatawan cara melemparkan jaring. Pekerjaan ini kalau dilihat secara sepintas kilas tampaknya sederhana, tapi sangat memerlukan kelihaian kalau tidak hati-hati, jaring akan rusak.

 

Sampai hampir waktu dhuhur saat dimana semua orang dalam rombongan sudah merasa lelah dan lapar, kaum nelayan mengeluarkan sinyal untuk menarik jaring. Ini adalah proses yang paling menarik bagi semua orang.

Jaring yang ditarik terasa berat dengan ikan-ikan yang bersisik putih ditimpa sinar mata hari di laut. Oleh para nelayan kami di ajari cara mengambil ikan supaya jaring tidak rusak. Semua orang merasa puas dan gembira ketika menarik jaring dengan ikan-ikan yang segar.

Saudara Tran Minh Ha memberitahukan: “Dalam menjaring ikan baru-baru ini, saya mendapatkan banyak ikan dan saya mengerti bahwa bagi kaum nelayan, menangkap ikan tidak begitu mudah, tidak selalu mendapat kemudahan”.

Masakan – masakan disiang hari terdiri dari masakan yang dibuat dari ikan-ikan segar dengan cepat disajikan di meja. Itulah masakan-masakan yang simpel dan tidak rumit karena dimasak oleh para wanita desa nelayan Vung Vieng di tengah-tengah ruang laut yang luas, sehingga memberikan kesan yang sulit dilukiskan bagi semua orang.

Di atas kapal yang kembali ke pelabuhan, para wisatawan semuanya punya suasana hati bersama yaitu kegembiraan diselingi dengan penyesalan mengapa baru sekarang mencoba pengalaman baru ini.

Satu hari bisa menjadi nelayan-nelayan sejati telah memberikan pengalaman pengalaman yang asing sekaligus interesan kepada para wisatawan. Melalui pengalaman ini membantu wisatawan lebih mengerti tentang hal-hal dalam kehidupan kaum nelayan

Rute dengan Volume Penumpang Rendah, Rentan Dihentikan

Rute dengan Volume Penumpang Rendah, Rentan Dihentikan

this formate

BALI, Bisniswisata.co.id: Dikutip dari IATA Sustainability and Economics pekan ini, secara global, 6.500 rute yang beroperasi pada tahun 2024 dihentikan pada tahun 2025. Secara total, rute yang menawarkan kurang dari 20.000 kursi mencakup 41,8% dari jaringan global tetapi 91,8% dari semua pembatalan. Dari total jumlah rute yang dibatalkan, 76,4% menawarkan kurang dari 10.000 kursi per tahun, meskipun hanya mencakup 27,3% dari seluruh jaringan rute.

Hal ini menyoroti kerentanan rute dengan volume penumpang rendah – dan penumpang yang bergantung padanya – terhadap perubahan keadaan. Sebaliknya, rute dengan volume penumpang sangat tinggi dengan lebih dari 250.000 kursi per tahun mencakup 9,2% dari jaringan tetapi hanya 0,1% dari semua pembatalan rute.

Untuk memberikan gambaran: 20.000 kursi per tahun setara dengan penerbangan ATR-72 lima kali seminggu, penerbangan pesawat berbadan sempit dua kali seminggu, atau satu penerbangan pesawat berbadan lebar setiap minggu. Memang, 53,3% dari rute bervolume rendah yang dibatalkan adalah penerbangan jarak pendek, 39,9% jarak menengah, dan hanya 6,9% jarak jauh.

Mewakili 87 Persen Pembatalan

Yang penting, semua wilayah mengalami nasib yang sama. Asia-Pasifik memiliki proporsi rute di bawah 20.000 kursi terendah, yaitu 33% dari keseluruhan jaringan, tetapi rute ini mewakili 87% dari rute yang dibatalkan di wilayah tersebut.

Amerika Utara memiliki pangsa rute bervolume rendah tertinggi yaitu 47% dari jaringan, dan 97% dari koneksi yang dihentikan termasuk dalam kategori ini. Pangsa rute bervolume rendah dan pangsa rute yang dihentikan di wilayah-wilayah yang tersisa adalah: Amerika Latin 44% (90%), Afrika 46% (96%), Eropa 45% (92%), dan Timur Tengah 35% (91%).

Rute bervolume rendah memiliki permintaan yang rendah dan rapuh, serta frekuensi penerbangan yang lebih rendah. Karena kurangnya skala ekonomi, maskapai penerbangan kesulitan untuk mempertahankan koneksi tersebut secara menguntungkan.

Namun, di saat yang sama, rute bervolume rendah seringkali menjadi jalur kehidupan bagi komunitas terpencil, dengan bisnis lokal dan warga bergantung pada transportasi udara untuk mempertahankan akses ke layanan penting.

Pergeseran permintaan, biaya operasional, dan beban administratif atau regulasi dapat berdampak tidak proporsional pada rute bervolume rendah, yang seringkali melayani komunitas yang lebih terpencil.

Kebijakan dan regulasi dalam transportasi udara harus mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan operasional regional dan lokal serta memastikan bahwa kebijakan dan regulasi tersebut tidak mengorbankan konektivitas regional dan semakin menghambat pembangunan ekonomi komunitas tersebut.

Penasihat Perjalanan: Destinasi Tak Terlupakan untuk Perjalanan Multigenerasi

this formate

Kota abad pertengahan San Gimignano di Tuscany, Italia. (Foto: Adobe Stock/Horváth Botond)

NEW JERSEY, AS, bisniswisata.co.id:
Perjalanan multigenerasi mungkin terdengar menyenangkan secara teori, tetapi ketika sampai pada tahap perencanaan, rasanya hampir mustahil untuk menentukan destinasi yang memenuhi kebutuhan semua orang.

Dilansir dari travelpulse.com, untungnya, ada beberapa strategi yang dapat Anda gunakan untuk menemukan tempat-tempat spektakuler untuk liburan multigenerasi yang akan menyenangkan semua orang dalam keluarga Anda, dari balita hingga remaja dan kakek-nenek.

Berikut adalah beberapa destinasi tak terlupakan untuk perjalanan multigenerasi, sehingga Anda dapat langsung membuat kenangan sebagai keluarga besar.

Cara Memilih Destinasi untuk Perjalanan Multigenerasi

Langkah pertama dalam memilih destinasi untuk kelompok multigenerasi adalah mengidentifikasi kebutuhan setiap anggota keluarga, terutama terkait tingkat aktivitas masing-masing orang, menurut agen perjalanan mewah Red Savannah.

“Anak-anak yang lebih kecil akan membutuhkan banyak ruang untuk berlari dan bermain, mungkin dengan area bermain yang dekat dengan rumah utama,” kata Red Savannah.

Lapangan tenis juga akan membuat anak-anak dan anggota keluarga yang lebih tua senang selama beberapa jam, begitu pula kolam renang—kebanyakan akan lebih menyukai kolam renang yang dipanaskan di luar bulan-bulan puncak musim panas, ungkapnya.

Sama pentingnya dengan merencanakan aktivitas adalah merencanakan area di mana anggota keluarga dapat menyendiri untuk mendapatkan rasa privasi dan ketenangan.

Carilah akomodasi yang menawarkan teras atau balkon pribadi di luar kamar tidur, bersama dengan perpustakaan atau ruang berjemur yang dapat berfungsi sebagai zona tenang yang ditentukan.

Memilih lokasi di pinggiran kota juga merupakan ide yang bagus: keluarga besar akan memiliki banyak ruang, sambil tetap memiliki akses ke toko dan restoran.

“Sebagian besar rombongan multigenerasi cenderung ingin berada cukup dekat dengan desa sehingga satu atau dua anggota rombongan dapat pergi untuk mencari hiburan sendiri dari waktu ke waktu, atau sekadar mampir ke toko roti,” kata Red Savannah.

Dengan saran tersebut, berikut beberapa ide tempat untuk memesan liburan multigenerasi:

Pelayaran Multigenerasi ke Alaska

Alaska telah menjadi salah satu destinasi yang paling banyak diminta untuk perjalanan multigenerasi, menurut Robyn Jacobs dari Orca Travel Agency. Tidak sulit untuk memahami alasannya.

Untuk petualangan di alam terbuka bersama seluruh keluarga besar, pelayaran Alaska adalah pilihan yang ideal. Keluarga dapat menikmati pemandangan yang menakjubkan dan melihat satwa liar yang langka, sambil memiliki akses ke berbagai aktivitas di atas kapal.

Misalnya, ketika kapal MSC Poesia yang baru direnovasi milik MSC memulai debutnya di Alaska pada bulan Mei, kapal tersebut akan menawarkan serangkaian program keluarga yang dirancang ulang untuk kelompok multigenerasi.

Keluarga dapat mengikuti wisata seru seperti tur pengamatan paus atau menjelajahi gua es Gletser Mendenhall saat berada di pelabuhan.

Setelah kembali ke kapal, mereka dapat menikmati berbagai hiburan baru, termasuk pengalaman acara kuis seperti Quiz O’Clock dan Chart Toppers, acara kuis keluarga Lego yang diperbarui, dan program Naturalis yang diperluas dengan ceramah pengayaan, presentasi tentang satwa liar, dan sesi khusus anak-anak.

Poesia yang telah direnovasi juga akan menawarkan MSC Yacht Club, yang dilengkapi dengan konsep “kapal di dalam kapal” dari MSC, yang menawarkan 69 suite luas dengan akses ke fasilitas pribadi dan layanan pelayan 24 jam, memberikan ruang yang lebih tenang bagi anggota keluarga yang lebih tua untuk bersantai.

Vila Pribadi di Umbria atau Tuscany

Italia adalah destinasi yang sulit ditandingi untuk perjalanan multi-generasi, dengan sejarah yang menakjubkan, pemandangan yang memukau, dan tentu saja, kuliner legendarisnya. “Italia sangat ramah bagi keluarga, dengan anak-anak disambut di banyak restoran,” menurut Red Savannah.

Wilayah Italia yang dikenal dengan vila-vila luas sangat cocok untuk kelompok multi-generasi. “Banyak vila di Tuscany dan Umbria, misalnya, adalah rumah pertanian yang diubah dengan banyak karakter, seringkali dengan lumbung terpisah yang telah diubah menjadi bangunan tambahan yang terletak bersebelahan dengan rumah pertanian utama,” kata Red Savannah.

Menurut Red Savannah, properti dengan beberapa bangunan atau rumah tamu terpisah sangat cocok untuk kakek-nenek yang mungkin menginginkan lebih banyak kedamaian dan ketenangan atau remaja yang ingin lebih ramai.

Biasanya, properti ini memiliki pintu masuk sendiri tetapi tetap terhubung dengan fasilitas umum properti seperti kolam renang atau taman.

Contoh vila ideal untuk kelompok multigenerasi adalah Casale di Fiesole. Terletak di pedesaan Tuscan, 30 menit dari Florence, properti ini menawarkan banyak ruang dan tempat peristirahatan yang tenang dengan akses mudah ke berbagai museum, galeri, restoran, dan butik.

Resor Bergaya Hunian di Maladewa

Four Seasons Maldives di Kuda Huraa menawarkan akses tak terbatas ke perairan jernih dan pantai berpasir lembut Samudra Hindia—latar belakang yang menakjubkan untuk liburan multigenerasi yang santai.

Resor kelas atas yang terpencil ini adalah tempat yang sempurna bagi beberapa generasi anggota keluarga untuk mempererat ikatan.

Selain garis pantainya yang masih alami, properti ini menawarkan program khusus yang sesuai untuk semua usia dan mendorong kebersamaan.

Misalnya seperti tour kapal pesiar pribadi dan snorkeling, pelajaran tenis dan selancar untuk semua tingkat kemampuan, dan bahkan pusat pelatihan menyelam PADI yang ditujukan untuk anak-anak, remaja, dan dewasa.

Dari segi akomodasi, resor ini menawarkan vila tiga kamar tidur yang sangat cocok untuk kelompok keluarga besar hingga enam orang dewasa dan tiga anak.

Villa tepi pantai ini dilengkapi dengan kolam renang pribadi, dapur lengkap, ruang makan, dan ruang tamu, semuanya dibingkai oleh pemandangan laut yang luas. Semua ini menjadikan lokasi yang sempurna bagi keluarga besar untuk menggabungkan relaksasi dan aktivitas yang tak terlupakan.

 

Safari ‘Warisan’ di Afrika

Safari Afrika merupakan sektor yang sedang berkembang dalam kategori multi-generasi, dan tren ini diperkirakan akan meningkat pesat pada tahun 2026.

“Kita menyaksikan munculnya ‘safari warisan’ [yaitu] kelompok multi-generasi yang mencari pengalaman bertemu satwa liar yang transformatif yang memadukan kerja konservasi yang bermakna dengan pengalaman safari yang solid,” ungkap laporan dari operator perjalanan mewah Abercrombie & Kent.

“Kenya tetap menjadi standar emas, dengan keluarga sekarang memperpanjang masa tinggal untuk memasukkan konservasi langsung di samping perjalanan safari tradisional, menciptakan hubungan emosional yang lebih dalam dengan pelestarian satwa liar.”

Penginapan safari perusahaan yang akan datang, Kitirua Plains, sebuah Suaka A&K di Taman Nasional Amboseli Kenya, dirancang dengan mempertimbangkan safari warisan keluarga.

Penginapan ini dibuka pada bulan Juni dan menawarkan 13 suite terpisah (beberapa di antaranya memiliki dua kamar tidur) yang terletak di konsesi pribadi seluas 128 hektar yang berdekatan dengan taman dengan pemandangan Gunung Kilimanjaro yang memukau.

Taman ini merupakan Cagar Biosfer UNESCO dan terkenal dengan kawanan gajahnya yang besar, yang dapat diamati oleh keluarga selama safari. Pengunjung juga dapat mengunjungi komunitas Maasai setempat dan membantu pekerjaan A&K dalam mendukung layanan kesehatan, pendidikan, dan banyak lagi.

Kelompok multigenerasi juga dapat memperluas perjalanan mereka ke dua properti Sanctuary tambahan milik A&K di Kenya: Olonana di Maasai Mara, yang dikenal karena kedekatannya dengan Migrasi Besar, dan Tambarare Camp di Cagar Alam Ol Pejeta, rumah bagi dua badak putih utara terakhir yang tersisa di dunia. ( Jessica Puckett).

Namaku Adalah Identitas — Brandku Adalah Warisan

this formate

RESENSI BUKU
Judul: Namaku Adalah Identitas, Brandku Adalah Warisan:
Manifesto Hidup Seorang Pathmaker
Penulis: Jeffrey Wibisono V.
Penerbit: PT. Samudra Solusi Profesional
Tahun: 2026
Tebal: 203 halaman
ISBN: 978-634-7500-87-8
Genre: Nonfiksi reflektif / Memoar profesional / Manifesto nilai kepemimpinan.

Identitas di Tengah Sistem yang Tidak Netral

MALANG, bisniswisata.co.id: Di era ketika reputasi bisa dibangun dalam semalam dan dihancurkan dalam satu keputusan kecil, Jeffrey Wibisono V. menghadirkan sebuah buku yang tidak tergesa-gesa mengejar motivasi instan.

Namaku Adalah Identitas bukan buku tentang cara cepat sukses. Ia adalah refleksi tentang bagaimana bertahan sebagai manusia utuh di tengah sistem yang tidak selalu adil.

Sejak prolog “Aku Pernah Diam”, pembaca langsung disuguhi adegan ruang rapat yang familiar bagi banyak profesional: ide diambil alih, nama tidak disebut, narasi lebih kuat daripada fakta.

Namun alih-alih melawan secara dramatis, tokoh “aku” memilih diam. Di situlah buku ini mulai menunjukkan arah filosofisnya—diam bukan kelemahan, tetapi strategi menjaga martabat.

ini bergerak melalui beberapa fase penting: kehilangan identitas, krisis sistem, ruang sunyi tanpa kuasa, hingga lahirnya konsep “Pathmaker”. Struktur ini tidak sekadar runtutan cerita, tetapi perjalanan batin seorang profesional yang berusaha tidak kehilangan dirinya sendiri.

Kekuatan Buku

1. Suara Reflektif yang Dewasa
Jeffrey tidak menulis dengan nada menggurui. Ia menulis sebagai seseorang yang pernah goyah, hampir menyerah, hampir “ikut permainan”.

Justru pengakuan akan kerapuhan inilah yang membuat buku terasa manusiawi.
Kalimat-kalimat seperti: “Kita tidak kehilangan diri dalam satu langkah besar. Kita kehilangan diri dalam kompromi kecil yang berulang.”
menjadi pengingat yang tajam, terutama bagi pembaca yang bekerja di lingkungan kompetitif.

2. Konsep Politik Elegan

Salah satu gagasan paling menarik adalah pembagian antara “politik murahan” dan “politik elegan”. Politik murahan diidentikkan dengan gosip, intrik, dan bisik-bisik. Sementara politik elegan dibangun melalui data, hasil, konsistensi.

Gagasan ini penting karena buku tidak menafikan keberadaan politik kantor. Jeffrey tidak naif. Ia tidak mengatakan dunia kerja steril. Ia hanya menawarkan pilihan level bermain.

3. Diam yang Berwibawa

Bab tentang “Diam yang Berwibawa” menjadi salah satu puncak reflektif. Di sini, diam tidak dimaknai sebagai pasif, tetapi sebagai bentuk kontrol diri dan kepercayaan pada waktu. Ini memberikan kedalaman filosofis yang jarang ditemukan dalam buku pengembangan diri populer.

Catatan Kritis

Namun sebagai karya manifesto reflektif, buku ini juga memiliki beberapa catatan:

1.Narasi sangat internal. Banyak bagian berbentuk monolog batin. Pembaca yang menyukai dinamika karakter dan konflik dialog mungkin menginginkan lebih banyak adegan konkret dan interaksi antar tokoh.

2.Tone deklaratif cukup kuat. Sebagai manifesto, suara penulis sangat tegas. Bagi pembaca yang tidak memiliki pengalaman serupa, sebagian gagasan mungkin terasa idealistik.

3.Segmentasi pembaca cukup spesifik. Buku ini paling resonan untuk profesional dewasa, pemimpin, atau mereka yang pernah mengalami konflik nilai dalam sistem kerja. Ia bukan buku motivasi ringan untuk pembaca umum.

Namun catatan tersebut justru memperjelas positioning buku: ini bukan bacaan populer yang ringan, melainkan refleksi untuk mereka yang sedang berada di persimpangan integritas dan ambisi.

Relevansi dan Konteks

Dalam konteks Indonesia modern—di mana dunia kerja semakin kompetitif, digital reputation semakin menentukan, dan narasi sering mengalahkan fakta—buku ini terasa relevan.

Ia berbicara kepada:
profesional yang merasa kerja kerasnya tidak selalu terlihat sebagai ndividu yang dihadapkan pada pilihan kompromi nilai pemimpin yang ingin tetap netral tanpa menjadi lemah.

Lebih jauh, buku ini tidak sekadar berbicara tentang karier. Ia berbicara tentang warisan. Bahwa jabatan bisa berganti, sistem bisa runtuh, tetapi identitas yang dibangun dengan sadar akan bertahan lebih lama.

Kesimpulan

Namaku Adalah Identitas adalah manifesto reflektif tentang integritas dalam dunia profesional yang kompleks. Ia tidak menawarkan teknik cepat naik jabatan, tetapi menawarkan ketenangan batin sebagai hasil dari konsistensi nilai.

Buku ini mungkin tidak akan membuat pembaca bertepuk tangan. Tetapi ia berpotensi membuat pembaca berhenti sejenak dan bertanya:

“Jika dunia tidak menyebut namaku, apakah aku masih menjadi diriku sendiri?” Dan mungkin, pertanyaan itulah yang menjadi inti buku ini.

Penilaian
⭐ Kedalaman refleksi: 4.5/5
⭐ Relevansi profesional: 4.5/5
⭐ Dinamika naratif: 4/5
⭐ Kekuatan konsep: 4.5/5

Rekomendasi:

Cocok untuk profesional, pemimpin, entrepreneur, dan siapa pun yang sedang bergulat dengan integritas di tengah sistem

Liburan Singkat Meningkat: Akhir Pekan Panjang Menjadi Waktu Perjalanan Utama di Tahun 2026

this formate

CHESHIRE, bisniswidata.co.id: Semakin banyak pelancong yang menggunakan akhir pekan panjang untuk perjalanan singkat dan bermakna, dengan peningkatan pemesanan liburan selama empat hari atau kurang sebesar

“34% secara global, terutama di kalangan pekerja dewasa berusia 25 hingga 49 tahun, menurut data terbaru dari Trip.com Group. Data terbaru dari mereka menunjukkan pergeseran signifikan dalam perilaku perjalanan, dengan akhir pekan panjang semakin banyak digunakan untuk liburan singkat daripada beristirahat di rumah.

Dilansir dari www.hotelnewsresource.com,
secara global, pemesanan perjalanan yang berlangsung empat hari atau kurang telah meningkat sebesar 34% dari tahun ke tahun. Tren ini sangat kuat di Eropa, tetapi juga terlihat di Asia dan wilayah lain.

Demografi utama yang mendorong perubahan ini adalah pekerja dewasa berusia 25 hingga 49 tahun, yang menyumbang lebih dari setengah dari semua pemesanan perjalanan singkat.

Para pelancong ini berupaya memanfaatkan hari libur nasional mereka sebaik mungkin dengan merencanakan liburan singkat, seringkali hanya menggunakan satu atau dua hari cuti tahunan untuk memperpanjang waktu libur mereka.

Destinasi Populer untuk Liburan Singkat

Selama akhir pekan panjang, para pelancong memilih destinasi domestik dan internasional untuk liburan singkat mereka. Di Asia, kota-kota seperti Bangkok, Hong Kong, Seoul, dan Taipei termasuk pilihan utama untuk perjalanan singkat.

Di Eropa, Barcelona, ​​Lisbon, London, dan Paris adalah destinasi populer bagi mereka yang mencari liburan singkat.

Perjalanan domestik tetap menjadi pilihan utama di negara-negara tertentu. Misalnya, pelancong dari Tiongkok, Thailand, dan Filipina sering memilih kota-kota seperti Chengdu, Bangkok, dan Caticlan untuk liburan singkat.

Pariwisata Hiburan Meningkat

Pariwisata hiburan juga berkontribusi pada peningkatan perjalanan singkat. Banyak pelancong memesan penerbangan khusus untuk menghadiri konser dan acara langsung.

Contoh yang terkenal termasuk konser K-pop seperti Blackpink World Tour di Hong Kong dan SEVENTEEN World Tour di Singapura, yang telah menarik wisatawan dari Tiongkok dan Filipina. Mayday #5525 Live Tour di Kuala Lumpur adalah daya tarik utama lainnya, terutama di kalangan wisatawan Singapura.

Ide Rencana Perjalanan

Trip.com Group telah menyoroti tiga contoh rencana perjalanan untuk berbagai jenis wisatawan:

– Kelompok Pencinta Hiburan: Perjalanan tiga hari ke Bangkok, berfokus pada kehidupan malam, kuliner lokal, dan aktivitas kelompok.

– Ramah Keluarga: Perjalanan empat hari ke Chengdu, Tiongkok, menampilkan kunjungan untuk melihat panda dan atraksi berorientasi keluarga.

– Solo dan Tenang: Perjalanan solo tiga hari ke Nice, Prancis, dirancang untuk relaksasi dan pengalaman alam.

Memaksimalkan Hari Liburan Singkat Meningkat: Akhir Pekan Panjang Menjadi Waktu Perjalanan Utama di Tahun 2026 Nasional

Akhir pekan panjang yang terkait dengan hari libur nasional seperti Jumat Agung atau Hari Raya sangat populer untuk perjalanan singkat. Wisatawan sering dapat memanfaatkan periode ini dengan menggunakan sedikit cuti tahunan, sehingga lebih mudah untuk menyesuaikan perjalanan dengan jadwal kerja yang sibuk.

Tren ini diperkirakan akan berlanjut karena semakin banyak orang berusaha menyeimbangkan pekerjaan dan waktu luang, menggunakan waktu libur yang tersedia untuk menjelajahi destinasi baru atau menghadiri acara khusus.

Data dan Metodologi

Temuan ini didasarkan pada data pemesanan Trip.com Group dari 1 Januari hingga 31 Maret 2026. Data tersebut mencerminkan perspektif global, dengan peningkatan yang signifikan baik dalam pemesanan perjalanan singkat internasional maupun domestik.

Kesimpulan

Cara orang menggunakan waktu luang mereka sedang berubah, dengan akhir pekan panjang semakin dipandang sebagai kesempatan untuk bepergian daripada beristirahat. Pertumbuhan pemesanan perjalanan singkat, terutama di kalangan orang dewasa yang bekerja, menunjukkan bahwa permintaan akan pengalaman perjalanan yang fleksibel dan efisien akan tetap kuat di tahun-tahun mendatang. Acara hiburan dan alat perencanaan yang mudah digunakan semakin mendukung pergeseran ini, sehingga memudahkan para pelancong untuk mengatur liburan yang bermakna dengan waktu yang terbatas.