Warga Australia Mencetak Rekor Baru untuk Liburan Kapal Pesiar

this formate

SYDNEY, bisniswisata.co.id: Jumlah warga Australia yang berlibur di laut telah melonjak ke rekor tertinggi, mencapai 1,45 juta orang pada tahun 2025, menurut angka yang dirilis April lalu oleh Cruise Lines International Association (CLIA).

Hasilnya adalah peningkatan 9,5% dari 1,32 juta warga Australia yang berlayar pada tahun 2024 dan melampaui rekor sebelumnya sebesar 1,35 juta yang ditetapkan pada tahun 2018.

Laporan Pasar Sumber tahunan CLIA untuk tahun 2025 menunjukkan Australia tetap menjadi salah satu pasar kapal pesiar paling antusias di dunia, dengan lebih dari satu dari 20 warga Australia melakukan perjalanan kapal pesiar tahun lalu.

Namun, data tersebut juga mengkonfirmasi peringatan industri bahwa penggemar kapal pesiar semakin banyak terbang ke negara lain untuk berlayar, karena Australia menjadi kurang kompetitif di antara destinasi kapal pesiar dunia.

Direktur Eksekutif CLIA di Australasia, Joel Katz, mengatakan bahwa tingkat inovasi baru di antara perusahaan pelayaran dan fokus yang kuat pada nilai uang membantu mendorong meningkatnya kecintaan Australia terhadap pelayaran.

Jumlah warga Australia yang melakukan pelayaran berada pada tingkat rekor, dan dengan sekitar 80 kapal baru yang akan beroperasi di seluruh dunia selama dekade berikutnya, gairah ini hanya akan meningkat, kata Katz.

“Namun, Australia kesulitan menarik kapal ke perairan kita sendiri karena ketidakpastian regulasi dan meningkatnya biaya, sehingga kita menjadi tidak kompetitif sebagai destinasi dan kehilangan pariwisata ke negara lain.” ungkapnya.

Pelayaran menyumbang $7,32 miliar per tahun bagi perekonomian nasional dan mendukung lebih dari 22.000 pekerjaan di Australia, jadi sangat penting untuk menyatukan pemerintah Federal, Negara Bagian, dan Wilayah di bawah rencana aksi nasional.

Dengan demikian Pemerintah dapat menciptakan kepastian regulasi yang lebih besar, memulihkan daya saing Australia, dan menarik lebih banyak pariwisata kapal pesiar.

Laporan CLIA menunjukkan sebagian besar warga Australia masih lebih suka berlayar di dalam Australia, Selandia Baru, dan Pasifik Selatan, tetapi proporsi yang memilih berlayar di bagian lain dunia telah meningkat menjadi hampir 20%.

Sebanyak 286.000 warga Australia berlayar di luar wilayah lokal pada tahun 2025, meningkat 17% dibandingkan tahun sebelumnya.

Terlepas dari tren ini, pelayaran lokal tetap kuat. Meskipun jumlah kapal yang berlayar secara lokal telah menurun karena ketidakpastian regulasi dan kenaikan biaya, peningkatan rute perjalanan yang lebih pendek telah memungkinkan lebih banyak orang untuk berlayar.

Sebanyak 1,16 juta warga Australia berlayar di dalam Australia, Selandia Baru, dan Pasifik Selatan tahun lalu, meningkat 8%.
Sementara itu, usia rata-rata penumpang kapal pesiar Australia terus menurun karena perusahaan kapal pesiar menarik generasi muda.

Usia rata-rata pada tahun 2025 adalah 47,3 tahun, turun dari 48,4 tahun sebelumnya, dan lebih dari sepertiga penumpang kapal pesiar berusia di bawah 40 tahun. Temuan utama dari Laporan Pasar Sumber CLIA 2025 untuk Australia meliputi:

Sebanyak 1,45 juta warga Australia melakukan pelayaran laut selama tahun 2025, meningkat 9,5% dari 1,32 juta pada tahun 2024, dan melampaui rekor sebelumnya sebesar 1,35 juta yang ditetapkan pada tahun 2018.

Sebanyak 1,16 juta warga Australia melakukan pelayaran di dalam Australia, Selandia Baru, dan Pasifik Selatan, meningkat 8%. Sebanyak 286.000 warga Australia melakukan pelayaran di luar wilayah lokal pada tahun 2025, meningkat 17%.

Proporsi wisatawan Australia yang memilih destinasi jarak jauh dibandingkan pelayaran lokal meningkat dari 18,5% pada tahun 2024 menjadi 19,7% pada tahun 2025.

Durasi rata-rata pelayaran laut yang dilakukan oleh warga Australia pada tahun 2025 adalah 7,5 hari, turun dari 8,0 hari pada tahun 2024. Hal ini mencerminkan peningkatan pilihan liburan singkat yang populer yang ditawarkan oleh perusahaan pelayaran.

Usia rata-rata penumpang kapal pesiar Australia pada tahun 2025 turun menjadi 47,3 tahun, dari 48,4 tahun sebelumnya. Ini melanjutkan tren global jangka panjang karena perusahaan pelayaran menarik generasi muda. Lebih dari sepertiga wisatawan Australia (34,2%) berusia di bawah 40 tahun pada tahun 2025.

Wilayah pelayaran paling populer bagi warga Australia pada tahun 2025 adalah Australia/Selandia Baru/Pasifik Selatan, di mana 80,3% wisatawan berlayar, diikuti oleh Mediterania (6,3%), Asia (4,5%), Alaska (2,5%), Karibia (1,7%), Eropa Utara (1,3%), Hawaii & Pantai Barat AS (0,7%).

Sementara Amerika Selatan/Panama (0,4%). Lainnya mengikuti Pelayaran Ekspedisi (0,8%), dan Pelayaran Trans-Atlantik & Dunia (0,5%).

Jumlah pengunjung luar negeri yang berlayar di Australia, Selandia Baru, dan Pasifik Selatan adalah 241.000 selama tahun 2025. Sebagian besar pengunjung luar negeri berasal dari Amerika Utara (144.000), diikuti oleh Eropa (42.000), Selandia Baru (33.000), dan Asia (15.000).

Secara global, rekor 37,2 juta orang melakukan pelayaran laut pada tahun 2025, meningkat 7,5% dari rekor sebelumnya yaitu 34,6 juta yang dicapai pada tahun 2024.

Dengan 1,45 juta penumpang, Australia kembali menjadi pasar pelayaran terbesar keempat di dunia pada tahun 2025, di belakang Amerika Serikat (20,56 juta), Jerman (2,83 juta) dan Inggris Raya (2,47 juta

April 2026: Afrika Selatan Sambut Hampir 1 Juta Wisatawan Internasional

this formate

V&A Waterfront, Capetown

CAPE TOWN, bisniswisata.co.id: Sektor pariwisata Afrika Selatan , anggota damenunjukkan ketahanan dengan hampir 1 juta kedatangan internasional pada April 2026.

Afrika Selatan mencatat 989.329 kedatangan wisatawan internasional pada April 2026, menandai pertumbuhan pariwisata bulanan terkuat tahun-ke-tahun di negara itu sejauh tahun ini meskipun terjadi gangguan penerbangan global yang terkait dengan konflik di Timur Tengah.

Menteri Pariwisata Patricia de Lille pada hari Rabu menyambut baik peningkatan tajam jumlah pengunjung, dengan Laporan Pariwisata Internasional terbaru dari Statistik Afrika Selatan menunjukkan kedatangan melonjak sebesar 19,5% dibandingkan dengan April 2025.

Angka April mendorong total kedatangan internasional untuk empat bulan pertama tahun 2026 menjadi 3.899.358, peningkatan sebesar 14,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Ini berarti tambahan 482.935 kedatangan internasional antara Januari dan April.

“Ini adalah peningkatan bulanan tahunan tertinggi kami sejak awal tahun,” kata De Lille.

“Ini berarti bahwa terlepas dari konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, yang telah menyebabkan gangguan penerbangan global dan kenaikan harga tiket, Afrika Selatan tidak hanya mempertahankan pasarnya tetapi juga tumbuh di beberapa wilayah.”

Menteri tersebut menunjuk pada pertumbuhan yang kuat dari beberapa pasar internasional, khususnya Singapura dan Brasil. Kedatangan dari Singapura meningkat sebesar 70,5% menjadi 938 pengunjung pada bulan April, sementara Brasil mencatat peningkatan 37,5% dengan 5.953 kedatangan.

Sektor pariwisata juga diperkirakan akan mendapat dorongan dari rute penerbangan internasional baru yang dijadwalkan akan diluncurkan dalam beberapa bulan mendatang.

Putar Video

Maskapai penerbangan Brasil, LATAM Airlines, akan memperkenalkan tiga penerbangan langsung mingguan antara São Paulo dan Cape Town pada bulan Juli, setelah memajukan tanggal peluncuran aslinya pada bulan September karena peningkatan permintaan.

Sementara itu, maskapai penerbangan Spanyol Air Europa akan meluncurkan rute langsung perdananya antara Madrid dan Johannesburg pada 24 Juni 2026.

Data pariwisata terbaru menunjukkan pertumbuhan bulanan yang konsisten sepanjang tahun ini. Afrika Selatan mencatat 1.133.533 kedatangan internasional pada bulan Januari, diikuti oleh 864.534 pada bulan Februari dan 911.962 pada bulan Maret.

Kementerian Pariwisata mengatakan pertumbuhan yang berkelanjutan mencerminkan ketahanan industri pariwisata Afrika Selatan meskipun tekanan yang meningkat pada jaringan penerbangan global dan kenaikan biaya perjalanan internasional.

Kamboja Menarik 1,3 Juta Wisatawan Asing di Q1, Turun Hampir 46%

this formate

Kedatangan wisatawan internasional ke Kamboja anjlok hampir 46% menjadi 1,3 juta selama empat bulan pertama tahun 2026 ( Foto: ANA)

PHNOM PENH, bisniswisata.co.id: Kedatangan wisatawan internasional ke Kamboja anjlok hampir 46% menjadi 1,3 juta dalam empat bulan pertama tahun 2026, turun dari 2,4 juta pada periode yang sama tahun lalu, menurut laporan Kementerian Pariwisata yang dirilis kemarin.

Selama periode Januari–April, Tiongkok, Vietnam, dan Amerika Serikat merupakan tiga pasar pariwisata masuk utama untuk negara Asia Tenggara tersebut, kata laporan itu.

Data menunjukkan bahwa Kamboja menerima lebih dari 330.000 pengunjung dari Tiongkok, 310.000 dari Vietnam, dan 80.300 dari Amerika Serikat, yang masing-masing menunjukkan penurunan tahunan sebesar 14,5%, 24%, dan 11,5%.

Thong Mengdavid, wakil direktur di Pusat Studi Tiongkok-ASEAN Universitas Teknologi dan Sains Kamboja, mengatakan penurunan tersebut mencerminkan perlambatan ekonomi regional, masalah penipuan daring, dan dampak dari sengketa perbatasan yang sedang berlangsung dengan Thailand.

“Konflik di Timur Tengah, yang memicu lonjakan harga bahan bakar dan gangguan penerbangan, juga berkontribusi pada penurunan tajam ini,” kata Mengdavid kepada l.

Pariwisata adalah salah satu dari empat pilar yang mendukung ekonomi Kamboja, bersama dengan pertanian, konstruksi dan real estat, serta ekspor pakaian, alas kaki, dan barang-barang perjalanan

Kedatangan Wisatawan di Filipina Terus Meningkat

this formate

Juru Bicara Biro Imigrasi Dana Sandoval (foto arsip PNA)

MANILA, bisniswisata.co.id: Kedatangan wisatawan di negara ini terus meningkat di tengah musim sepi pariwisata, demikian dilaporkan Biro Imigrasi (BI) pada hari Jumat.

“Pada April tahun lalu, jumlahnya 1.337 orang,  sekarang 1.358. Mei juga meningkat dari 1.299 menjadi 1.309 orang. Jadi, Juni ini, jumlah wisatawan juga meningkat,” kata juru bicara Biro Imigrasi.

“Kami menganggap ini sebagai musim sepi karena liburan panjang telah berakhir,” katanya, seraya mencatat bahwa orang-orang kurang bepergian selama waktu ini karena dimulainya musim hujan.

Sandoval mengatakan mereka memperkirakan kedatangan wisatawan akan stabil pada kuartal ketiga tahun ini tetapi tiba-tiba melonjak pada kuartal keempat.

“Itu tren yang biasa kami lihat dan kami memantaunya. Sejauh ini trennya meningkat. Data kami bagus,” tambahnya.

Sandoval juga melaporkan bahwa berdasarkan data BI, Korea Selatan tetap menjadi sumber utama wisatawan asing ke negara ini, diikuti oleh Amerika Serikat, Kanada, Jepang, dan Tiongkok.

“Setiap tahun, mereka hampir sama dengan warga negara asing teratas yang kita lihat memasuki negara kita,” katanya.

Biro Imigrasi, katanya, terus mencari cara untuk meningkatkan proses dan sistemnya sesuai dengan arahan Presiden kepada lembaga tersebut. (PNA)

Kemitraan Universitas Siap Memperkuat Tenaga Kerja Pariwisata Laos

this formate

VIENTIANE, bisniswisata.co.id: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Laos  akan tingkatkan kapasitas tenaga kerja pariwisata dan mening’ katkan pemasaran melalui kemitraan dengan Universitas Nasional Laos, yang akan memperkuat pelatihan dan pengembangan profesional di bidang ini.

Untuk tujuan ini, Departemen Pemasaran Pariwisata dan Fakultas Ilmu Sosial serta Fakultas Sastra universitas menandatangani Nota Kesepahaman pada 28 Mei lalu untuk meningkatkan standar di seluruh tenaga kerja pariwisata dan meningkatkan kegiatan pemasaran dan promosi pariwisata.

Dilansir dari Vientiane Times, perjanjian tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal Departemen Pemasaran Pariwisata, Manisakhone Thammavongxay, Kepala Fakultas Sastra, Thongmala Phosikham, dan Wakil Kepala Fakultas Ilmu Sosial, Saichai Siladeth.

Ketiga entitas akan menyelenggarakan program pertukaran bagi tenaga kerja yang terkait dengan pariwisata. Kemitraan ini juga akan melibatkan studi pemasaran pariwisata, dengan kementerian dan universitas bekerja sama untuk merancang bidang studi yang dapat diterapkan pada pekerjaan Departemen Pemasaran Pariwisata.

Kementerian dan universitas akan bersama-sama menentukan bidang studi yang sesuai, sementara universitas akan menyusun metodologi penelitian dan materi akademik yang sesuai.

Perjanjian ini juga mengatur pertukaran akademik melalui seminar, konferensi, dan kegiatan lain yang melibatkan akademisi dan pakar pariwisata dari kedua lembaga.

Selain itu, para ahli dari Departemen Pemasaran Pariwisata akan diundang untuk memberikan kuliah dan berpartisipasi dalam pengajaran di bidang yang relevan jika sesuai.

Kedua pihak juga akan mengatur magang mahasiswa di Departemen Pemasaran Pariwisata, dengan tugas, prosedur, dan mekanisme pemantauan yang akan didefinisikan dengan jelas.

Biaya yang terkait dengan rencana ini akan disepakati sebelumnya, dengan tanggung jawab yang diberikan kepada masing-masing pihak sebelum pelaksanaan proyek dan kegiatan. Kemitraan ini diharapkan dapat membangun kapasitas personel pariwisata dan memperkuat kolaborasi antara sektor pariwisata dan lembaga akademik di Laos.

 

Tourism Malaysia & MYCEB Perkuat Kehadiran di Asia Tengah

this formate

ALMATY, bisniswisata.co.id: Badan Konvensi dan Pameran Malaysia (MyCEB), dengan dukungan dari Tourism Malaysua di Almaty dan Kedutaan Besar Malaysia di Republik Uzbekistan, berhasil menyelenggarakan Seminar Acara Bisnis Malaysia di Almaty, Kazakhstan pada 2 Juni 2026 dan di Tashkent, Uzbekistan pada 4 Juni 2026.

Kegiatan ini menandai keterlibatan acara bisnis perdana Malaysia di kedua kota tersebut. Seminar-seminar tersebut mempertemukan perwakilan dari industri pariwisata, sektor korporasi, penyelenggara acara, dan industri pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran (MICE) dari Kazakhstan dan Uzbekistan.

Keterlibatan ini berfungsi sebagai platform khusus untuk memamerkan kemampuan Malaysia sebagai destinasi pilihan untuk acara bisnis, konferensi, pameran, dan program perjalanan insentif.

Sambutan pembukaan dan ucapan selamat datang disampaikan oleh Arhan Syafrisyah Shah Anuar, Konselor Kedutaan Besar Malaysia untuk Republik Uzbekistan, atas nama Duta Besar Malaysia; Nor Shazly Azmi, Direktur Kantor Pariwisata Malaysia Almaty; dan Edward Lim Chee Chong, Manajer Senior Divisi Pengembangan Bisnis di MyCEB.

Nor Shazly Azmi, Direktur Kantor Pariwisata Malaysia di Almaty, mengatakan, “Kazakhstan dan Uzbekistan terus menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan sebagai pasar berkembang bagi Malaysia.

Peningkatan konektivitas udara dan perluasan pilihan penerbangan antara Asia Tengah dan Malaysia menjadikan destinasi ini semakin mudah diakses baik oleh wisatawan rekreasi maupun bisnis.

Seminar perdana di Almaty dan Tashkent ini menandai tonggak penting dalam memperkuat hubungan pariwisata dan bisnis sekaligus menunjukkan potensi Malaysia yang lebih luas sebagai destinasi untuk perjalanan korporat, program insentif, dan acara internasional.

Sementara itu, Edward Lim Chee Chong, Manajer Senior Divisi Pengembangan Bisnis di MyCEB, mengatakan, “Kami melihat potensi signifikan untuk kolaborasi dengan pasar Asia Tengah, khususnya di saat meningkatnya minat terhadap Malaysia dari sektor pariwisata bisnis dan korporat di seluruh wilayah.”

Hal ini didukung oleh infrastruktur modern, konektivitas internasional yang kuat, dukungan pemerintah, dan beragam tempat, Malaysia terus menawarkan keunggulan kompetitif yang tinggi untuk acara bisnis dalam berbagai skala.

Seminar di Almaty juga tampilkan presentasi pariwisata oleh Kamilla Chaldanbayeva, Marketing Officer dari Tourism Malaysia Almaty, yang memamerkan penawaran pariwisata Malaysia untuk pasar Kazakhstan, termasuk pengalaman wisata rekreasi, keluarga, wisata mewah, dan bisnis.

Para peserta diperkenalkan dengan penawaran Malaysia untuk konferensi, pertemuan perusa-haan, dan program insentif, bersama dengan potensi yang berkembang dari pengalaman wisata bleisure yang menggabungkan pariwi-sata bisnis dan rekreasi.

Seminar ini juga berfungsi sebagai platform untuk membangun jaringan profesional baru dan mengeksplorasi peluang kolaborasi di masa depan antara pelaku industri pariwisata dan acara bisnis Malaysia dan Asia Tengah.

Program-program tersebut menyoroti potensi kerja sama yang berkembang antara Malaysia dan negara-negara Asia Tengah di bidang pariwisata, perdagangan, dan keterlibatan bisnis, yang mencerminkan penguatan hubungan bilateral dan meningkatnya minat dari sektor pariwisata dan korporasi, sejalan dengan upaya di bawah kampanye Visit Malaysia 2026 (VM2026).

Pada tahun 2025, Malaysia menyambut lebih dari 43.000 pengunjung dari Kazakhstan, menjadikannya pasar sumber terbesar bagi Malaysia di Asia Tengah, sementara lebih dari 20.000 pengunjung dari Uzbekistan melakukan perjalanan ke Malaysia.
Ini mencerminkan meningkatnya minat terhadap destinasi tersebut dan memperkuat hubungan antar masyarakat kedua negara. Malaysia terus memperkuat konektivitas dengan Asia Tengah melalui perluasan jaringan penerbangan langsung dan penerbangan penghubung antara Kuala Lumpur dan kawasan tersebut.

Rute yang ada dan yang akan datang meliputi layanan AirAsia X antara Kuala Lumpur dan Almaty, penerbangan langsung yang dioperasikan oleh Uzbekistan Airways dan Batik Air Malaysia antara Kuala Lumpur dan Tashkent, serta layanan Turkmenistan Airlines yang menghubungkan Kuala Lumpur dan Ashgabat.

Festival Tabut 2026 Kembali Masuk KEN, Perkuat Daya Tarik Wisata Budaya Bengkulu

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Festival Tabut akan kembali digelar pada 16–25 Juni 2026 di Lapangan Sport Centre, Kota Bengkulu, sebagai salah satu agenda budaya unggulan yang telah mengakar kuat dalam tradisi masyarakat Bengkulu untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram.

Festival yang kembali terpilih sebagai bagian dari program unggulan Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata ini diharapkan semakin meningkatkan kualitas penyelenggaraan _event_ serta memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat setempat.

Hafiz Agung Rifai, Plt. Deputi Bidang Pengem- bangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata mengatakan penyelenggaraan tahun ini menandai tahun keenam Festival Tabut menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara.

“Hal ini menunjukkan keberhasilan Festival Tabut dalam mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas penyelenggaraan _event_ dari tahun ke tahun,” ujar Hafiz.

Festival Tabut merupakan tradisi tahunan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Bengkulu dalam menyambut Tahun Baru Islam.

Selain memiliki nilai sejarah yang kuat, Festival Tabut juga mencerminkan kekayaan budaya masyarakat Bengkulu sekaligus menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan daerah.

Tradisi ini berakar dari peristiwa bersejarah di Padang Karbala, Irak, yang mengenang gugurnya Imam Husein bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW, pada tahun 680 Masehi.

Tradisi tersebut kemudian dibawa ke Bengkulu oleh para pekerja Muslim keturunan India yang datang pada masa kolonial Inggris.

Dalam perkembangannya, tradisi Tabut mengalami proses akulturasi dengan budaya lokal Bengkulu. Nilai-nilai religius yang menjadi dasar peringatan tetap terjaga, namun kemudian berkembang menjadi ekspresi budaya masyarakat yang lebih luas dan menjadi bagian penting dari identitas budaya Bengkulu.

Selama sepuluh hari pelaksanaan, Festival Tabut akan menghadirkan berbagai rangkaian prosesi dan ritual adat, mulai dari Doa Memohon Keselamatan, Pamit Rajo Agung, Ngambik Tanah, Duduk Penja, Menjara, Arak Penja, Arak Sorban, Gam, Tabut Naik Puncak, Arak Gedang atau Tabut Besanding, Soja, Tabut Tebuang, hingga Doa Penutup.

Keseluruhan rangkaian upacara adat Tabut Bengkulu tersebut menggambarkan perjalanan kehidupan dan perjuangan syiar Islam yang sarat dengan nilai kebersamaan, penghormatan terhadap sejarah, serta ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta alam semesta.

Mengusung tema “Semarak Muharram”, Festival Tabut 2026 juga akan diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya khas Bengkulu, antara lain musik Dhol yang telah dikenal hingga mancanegara, Tari Kreasi Tabut, serta permainan rakyat Ikan-Ikan dan Telong-Telong.

Selain itu, festival ini akan menghadirkan berbagai kegiatan ekonomi kreatif yang ramah anak dan penyandang disabilitas, seperti dongeng dan cerita rakyat Bengkulu, lomba mewarnai, Showcase Ekraf Unggulan, business matching, talkshow , fashion show, pasar rakyat dan street food serta pameran pembangunan.

Hafiz menjelaskan penyelenggaraan Festival Tabut yang mengedepankan pelestarian budaya dan keterlibatan aktif masyarakat akan menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

“Melalui kegiatan ini, Festival Tabut diharapkan dapat semakin meningkatkan citra pariwisata Bengkulu melalui penyelenggaraan _event_ yang berkualitas sehingga menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara,” ujar Hafiz.

Garut Internasional Kite Festival 2026 Dapat Sambutan Positif Tokoh Layangan

this formate

Layang-layang besar dilangit Nusa Dua, Bali hari ini ( foto: dok Museum Layang-layang Indonesia)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tokoh pelestari budaya dan pendiri Museum Layang-Layang Indonesia, Endang Ernawati Drajat menyambut baik kegiatan Garut International Kite Festival (GIKF) 2026 di Agrowisata Tepas Papandayan, Garut pada 29 Juli- 02 Agustus 2026.

“Saya pernah diajak rapat oleh rekan dari Johor, Malaysia yang ingin berkolaborasi dengan Pemkab Garut. Alhamdulilah tahun ini diwujudkan semoga bisa mendongkrak pariwisata Garut terutama untuk kunjungan wisatawan asing,” kata Endang.

Menurut dia kunjungan ke Garut sudah populer bagi pasar domestik apalagi PT KAI menyediakan layanan Kereta Panoramic dengan rute Gambir (Jakarta) – Garut (PP) melalui layanan KA Papandayan.

“ Banyak komunitas, influencer dan rombongan keluarga memilih berwisata ke Garut sehingga Festival layang-layang bertema “Where Nature & Culture Meet The Sky” ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari penuh dan diharapkan menjadi salah satu event pariwisata unggulan di Jawa Barat tahun depan.

Festival ini menampilkan pertunjukan internasional yang memukau, di mana peserta dari berbagai negara akan memamerkan keahlian mereka menerbangkan layang-layang raksasa dengan desain unik.

Selama lima hari, selain atraksi utama layang-layang, pengunjung juga akan disuguhkan berbagai pertunjukan budaya, aktivitas interaktif, workshop pembuatan layang-layang, serta hiburan musik dan kuliner khas Garut.

Berlokasi di Kecamatan Cisurupan Garut, dengan menempuh perjalan kurang lebih 30 sampai 45 Menit dari pusat kota Garut, pengunjung bisa langsung menikmati indahnya pemandangan langit Garut dengan beragam layang-layang.

Pemilihan tanggal bukan tanpa alasan, festival internasional ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus karena iklim cuaca Indonesia sendiri sudah memasuki musim panas dan sangat mendukung pelaksanaan festival layang-layang.

Menurut penyelenggara, GIKF 2026 bertujuan tidak hanya sebagai hiburan semata, tetapi juga untuk mempromosikan potensi wisata alam dan kekayaan budaya Garut ke tingkat internasional.

Tiket sudah mulai dijual secara eksklusif melalui platform Loket.com. Tersedia dua kategori tiket: Daily Pass (Tiket Harian) untuk dewasa:Rp20.000/hari, Anak-anak (tinggi di atas 110 cm): Rp10.000/hari.

Tiket Full Event Pass (Tiket 5 Hari) untuk dewasa: Rp75.000/ orang, anak-anak: Rp35.000. Harga tiket yang sangat terjangkau ini diharapkan dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, termasuk keluarga yang ingin menikmati pengalaman liburan edukatif dan menyenangkan.

 

Atraksi khusus seperti layang-layang berukuran raksasa berbentuk paus, naga, dan berbagai karakter internasional diharapkan menjadi daya tarik utama.

Panitia juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung, termasuk area camping, food court, panggung hiburan, dan zona anak-anak. Keamanan dan kenyamanan pengunjung menjadi prioritas utama.

Garut International Kite Festival 2026 diproyeksikan akan menjadi magnet baru pariwisata Jawa Barat dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar

Endang berharap Pemda lain juga memilih event eksibisi atau festival layang-layang untuk menjaring terutama wisatawan mancanegara sehingga dikenal para kiters mancanegara.

Johor, sebagai negara bagian di Malaysia yang terletak di selatan Semenanjung Malaya. berbatasan dengan Pahang, Melaka, dan Negeri Sembilan sudah 28 kali menyelenggarakan festival internasional,” kata Endang.

Dia mengapresiasi kerja penyelenggara yang melibatkan kalangan UMKM karena jangkauan mereka menjadi luas dengan kehadiran wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara ke lokasi yang dikelilingi perkebunan.

“ Saya optimistis selain pariwisata, produk unggulan Garut mulai dari dodol, produk fashion dari kulit hingga kuliner akan terangkat melalui event ini,” kata pendiri Museum Wayang yang memiliki aktivitas global ini.

Endang tidak hanya sekadar mengoleksi, tetapi juga aktif mewakili Indonesia dalam berbagai festival dan eksibisi layang – layang di Asia, Afrika, hingga Eropa.

“ Hari ini 7 Juni 2026 ada eksibisi dan 4 orang staf museum menerbangkan koleksi layang-layang kami di Nusa Dua, Bali, bertema biota laut yang diselenggarakan pecinta layang-layang dari Bali, Kadek Arnika yang berkolaborasi dengan WWF “ jelasnya.

Pada 21 Juli mendatang, Bali sebagai pintu gerbang pariwisata utama juga menyelenggarakan festival layang-layang internasional sehingga pesertanya dari luar negri bisa diundang sekaligus ke Garut.

“ Kita harapkan daerah lain juga banyak menyelenggarakan kegiatan festival layang-layang sebagai calender of event. Tentu saja harus terkordinasi dengan baik untuk tanggal penyelenggaraan supaya tidak tumpang tindih dengan lokasi yang banyak angin tentunya,” tutup Endang Ernawati Drajat yang rajin menyelenggarakan workshop tentang layangan ini menutup obrolannya.

Pencarian Perjalanan Solo Meningkat 230% dalam Satu Dekade

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Perjalanan solo telah mencapai popularitas yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan peningkatan pencarian sebesar 230% selama dekade terakhir, menurut Laporan Perjalanan Solo Mewah oleh Go2Africa.

Dilansir dari.traveldailymedia.com, laporan tersebut menyoroti peningkatan minat yang signifikan, dengan 1,6 juta pencarian untuk “perjalanan solo” tercatat pada Januari 2026.

Tren ini didorong oleh para pelancong yang mencari kebebasan, pengalaman baru, dan fleksibilitas yang tidak dapat ditawarkan oleh perjalanan kelompok.

Terungkap pula bahwa para pelancong solo lebih teliti dalam perencanaan mereka, seringkali meneliti destinasi secara menyeluruh sebelum memesan.

Faktanya, 81,18% pelancong solo memiliki gambaran yang jelas tentang tujuan mereka sebelum memesan, meningkat dari 72,83% pada tahun 2024.

Demografi ini juga paling banyak melakukan riset, dengan 17,20% melakukan riset sebelum perjalanan, peningkatan signifikan dari 7,16% pada tahun 2024.

Data internal Go2Africa menunjukkan bahwa pelancong solo adalah segmen yang paling cepat berkembang di pasar safari mewah, meningkat dari 13,07% dari permintaan pada tahun 2024 menjadi 15,42% pada tahun 2025.

Amerika Serikat tetap menjadi pasar sumber yang dominan, menyumbang lebih dari 50% pelancong solo dan mengalami peningkatan 26,26% dari tahun 2024 hingga 2025.

Menariknya, pelancong solo menghabiskan 42,8% lebih banyak per orang daripada pasangan, menyoroti kesediaan mereka untuk berinvestasi dalam pengalaman premium.

Mereka juga cenderung melakukan perjalanan yang lebih singkat, dengan 30,1% lebih memilih perjalanan sekitar 10 hari. Laporan ini menggarisbawahi semakin pentingnya peran pelancong solo sebagai segmen bernilai tinggi di pasar perjalanan mewah.

Traveloka dan Resort World Sentosa Berkolaborasi Jaring Peningkatan Turus RI

this formate

Didukung oleh kecerdasan data dan skala platform Traveloka, kemitraan ini memberi RWS akses langsung ke jutaan wisatawan Indonesia dan Asia Tenggara yang memiliki niat tinggi

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Traveloka, platform perjalanan teknologi all-in-one terkemuka di Asia Tenggara,menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Resorts World Sentosa (RWS), destinasi resor terpadu utama Singapura.

Kolaborasi ini merupakan respons langsung terhadap data Traveloka yang menunjukkan peningkatan permintaan Indonesia untuk pengalaman di Singapura.

Hal ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat konektivitas pariwisata regional dengan meningkatkan cara wisatawan menemukan, merencanakan, dan mengakses penginapan mewah RWS, tempat makan ikonik, dan atraksi kelas dunia melalui pengalaman pemesanan yang lancar di Traveloka.

Didukung oleh kecerdasan data dan skala platform Traveloka, kemitraan ini memberi RWS akses langsung ke jutaan wisatawan Indonesia dan Asia Tenggara yang memiliki niat tinggi

Singapura termasuk dalam tiga destinasi tujuan wisata keluar negeri teratas bagi wisatawan Indonesia di Traveloka. Hingga saat ini di tahun 2026, Universal Studios Singapore dan Singapore Oceanarium di Resorts World Sentosa adalah dua atraksi yang paling banyak dicari di platform tersebut

di Singapura. Volume pencarian untuk atraksi RWS pada Februari 2026 telah meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan permintaan yang kuat untuk perjalanan jarak pendek yang berfokus pada pengalaman yang menggabungkan rekreasi, hiburan, dan aktivitas ramah keluarga dalam satu destinasi.

“Traveloka tidak hanya menggerakkan wisatawan. Kami menggunakan data untuk mengantisipasi ke mana mereka ingin pergi sebelum mereka memutuskan,” kata Baidi Li, Wakil Presiden Komersial Traveloka.

“Volume pencarian untuk RWS meningkat dua kali lipat dari tahun ke tahun pada Februari 2026. Sinyal permintaan tersebut mendorong kemitraan ini. Dengan menggabungkan mesin rekomendasi berbasis AI kami dengan produk kelas dunia RWS.

“Kami mengubah niat menjadi pemesanan dalam skala besar, dan memberikan pengalaman yang benar-benar lancar bagi keluarga Indonesia yang merencanakan perjalanan mereka berikutnya.”

Indonesia adalah salah satu dari tiga pasar sumber prioritas utama RWS. Meskipun Universal Studios Singapore tetap menjadi atraksi paling populer bagi wisatawan Indonesia.

Data menunjukkan preferensi yang meningkat untuk pengalaman rekreasi terintegrasi yang mencakup makan, belanja, dan hiburan dalam satu destinasi. Dengan liburan sekolah bulan Juni ini menghadirkan peluang ideal bagi wisatawan Indonesia untuk menjelajahi kampanye Summer of Treasures RWS.

RWS memiliki posisi unik untuk memenuhi permintaan yang berkembang ini, menawarkan akomodasi premium seperti The Laurus, Equarius Hotel, dan Hotel Michael, bersama dengan tempat makan pemenang penghargaan dan hiburan kelas dunia.

Integrasi yang mulus antara atraksi, perhotelan, dan fasilitas gaya hidup ini menciptakan pengalaman perjalanan ujung-ke-ujung yang nyaman dan sesuai dengan keluarga dan wisatawan Indonesia.

Jenny Wang, Pejabat Senior Wakil Presiden, Penjualan & Pemasaran Resor, RWS, mengatakan, “Resorts World Sentosa ( RWS) terus memperkuat posisinya sebagai destinasi resor gaya hidup Asia.

Indonesia selalu menjadi pasar penting bagi RWS, dan kemitraan dengan Traveloka ini memungkinkan kami untuk lebih memperluas jangkauan kami di Indonesia dan lebih jauh lagi di Asia Tenggara.

Dengan memanfaatkan skala Traveloka, basis pengguna yang kuat, dan wawasan konsumen yang mendalam, kami dapat meningkatkan cara penawaran kami ditemukan dan dinikmati melalui opsi yang lebih lancar dan personal, sekaligus membuatnya lebih nyaman bagi wisatawan untuk merencanakan dan menikmati kunjungan mereka ke seluruh rangkaian penawaran RWS di bidang akomodasi, makan, dan hiburan.”

Sebagai bagian dari kolaborasi ini, Traveloka dan RWS akan memperkenalkan beberapa inisiatif bersama untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan dan memperluas akses ke pengalaman perjalanan terintegrasi.

Manfaat eksklusif dan penawaran khusus untuk pengguna Traveloka.

Akses mudah ke paket perjalanan gabungan yang menggabungkan penerbangan, akomodasi, atraksi, makan, dan acara serta hiburan kelas dunia dalam satu platform.

Rekomendasi perjalanan yang lebih disesuaikan berdasarkan preferensi dan wawasan pengguna.

Untuk mewujudkan inisiatif ini, kampanye RWS “Summer of Treasures”, mulai 29 Mei hingga 30 Agustus 2026, akan tersedia untuk pemesanan di Traveloka. Menampilkan kolaborasi merek global di Singapore Oceanarium, Universal Studios Singapore, Adventure Cove Waterpark, dan atraksi lainnya di dalam resor.

Wisatawan Indonesia dapat menantikan pengalaman budaya pop, penampilan legenda sepak bola, festival keberlanjutan, menu kuliner bertema musim panas, dan pengalaman menginap di resor yang mewah. Ini adalah produk yang tepat di saat yang tepat untuk keluarga Indonesia yang merencanakan liburan sekolah bulan Juni. (PRNewswire)