Fenomena Turis Dipaksa Belanja Saat Liburan Ternyata Ulah Perusahaan Perjalanan Besar.

this formate

Foto: akun  Bery Istanbul Tips di YouTube

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Liburan Tahun Baru berlalu, meski ucapan Happy New Year 2025 juga masih berseliweran di media sosial. Apakah wisatawan yang memilih berlibur akhir tahun bisa pulang dengan hati yang bahagia ?.

Ternyata liburan tahun baru bisa menjadi horor bagi sebagian wisatawan yang mengalami pengalaman buruk di negeri orang terutama fenomena turis dipaksa untuk berbelanja saat liburan disebabkan karena tren perjalanan tour murah.

Turis China mengalami pengalaman buruk saat berlibur di Bangkok, Thailand. Dia dimaki pemandu wisata karena tak berbelanja di sebuah toko perhiasan di Bangkok.

Dalam video viral terlihat turis dimarahi hingga diserang oleh sang pemandu yang ternyata pemandu wisata ilegal. Hal itu tentunya meresahkan dan memberi ketakutan tersendiri bagi pelancong.

Di bagian lain di negara itu, rombongan wisatawan yang menumpang taksi air di Pulau Koh Phangan, Thailand dipalak di tengah laut. Mereka dimintai bayaran ekstra oleh kru kapal saat tengah malam.

Dikutip dari Khaosodenglish, Selasa (7/1/2024) insiden tersebut terjadi pada pergantian tahun baru, sekitar pukul 02.00. Saat itu, rombongan wisatawan yang berisi 20 orang menaiki kapal untuk menuju sebuah pub lokal di sana.

Pengalaman wisata tak menyenangkan harus dialami pula oleh grup turis dari Indonesia yang berwisata ke China dengan tarif murah sekitar Rp 6 juta/per orang namun tiba dinegara tirai bambu itu ada toko-toko yang diharuskan bagi rombongan wisatawan untuk mampir belanja bahkan di kawal untuk membeli produk seolah sebagai suatu keharusan.

Tahun lalu aksi pemerasan terhadap wisatawan mancanegara seperti dilaporkan oleh The Korea Times menyebutkan ada beberapa turis China dibawa ke toko dan dipaksa membeli produk kosmetik, suplemen nutrisi, barang bebas bea dan ginseng di Seoul. Mereka dibawa masuk pemandu dan pimpinan tour ke sebuah ruangan yang mengunci pintu dan memblokir pintu masuk.

YouTuber Indonesia Anjas Asmara di chanelnya juga membongkar scams tourist Indonesia yang paling banyak di Istambul, Turki. Begitu juga akun Bery Istanbul Tips di YouTube juga mengingatkan cara-cara pemerasan turis mulai dari naik taksi di kota Istanbul, aksi tukang semir sepatu hingga ulah para pengelola restoran mengubah harga menu.

Video-video yang sudah tayang sejak tahun lalu rupanya masih merayu wisatawan Indonesia untuk mengunjungi Turki. Padahal rakyat biasa, polisi hingga pelaku industrinya tidak luput dari melakukan scams tourist.

Ulah siapakah pemerasan di tempat-tempat wisata mancanegara itu ? Apakah kebijakan pemerintah setempat dengan industri pariwisatanya atau kesepakatan B to B antara perusahaan perjalanan yang memasarkan paket wisata bersama atas kewajiban belanja di tempat yang telah ditentukan.

Desember 2024 lalu seorang Tour Leader ( TL) Indonesia yang membawa turis dari tanah air ke Turki yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa kasus pemerasan justru bukan terjadi pada wisatawan Indonesia tapi justru pada dirinya sendiri sebagai tour leader.

“ Untuk berwisata di Turki, perusahaan kami yang bermitra dengan perusahaan travel terbesar di Turki punya kesepakatan membawa rombongan belanja hanya ke outlet-outlet yang ditetapkan bersama,” jelasnya.

Oleh karena itu sebagai tour leader yang didampingi tour guide dari travel agent Turki mereka berdua harus mengarahkan para tamu berbelanja di tempat-tempat yang telah ditentukan seperti toko cindera mata, Turki’s delight hingga ke pusat penjualan karpet.

Singkat cerita suatu malam setelah jam tour usai, sebagian rombongan masih di lobby hotel meminta TL mendampingi mereka untuk hang-out dan ngopi-ngopi berjalan kaki di seputar hotel. sebagian rombongan ada yang masih berbelanja untuk menambah oleh-oleh termasuk karpet-karpet ukuran kecil.

Ketika rombongan kembali ke hotel dan di lobby bertemu lagi dengan turis Indonesia dari rombongan yang sama. Mereka saling menyapa dan menggelar belanjaannya di meja sofa hotel.

Entah siapa yang memotret aktivitas itu maka si TL langsung di tuduh menyalahi kesepakatan karena membiarkan tamu berbelanja di toko yang berbeda.

Atasannya di Jakarta tiba-tiba sudah memiki foto TL bersama gambar karpet yang dibeli tamunya. Hotel yang ditempati ternyata dari jaringan pemilik perusahaan perjalan terbesar di Turki yang menjadi mitra.

TL kemudian disuruh mengembalikan tips dan atau ditahan semua crew termasuk lokal guide di tempat terakhir tujuan sebelum ke bandara. Intinya travel agent yang menjadi mitra itu tidak akan mengirimkan bis untuk kepulangan rombongan ke bandara.

“ Salah saya apa ? jam tour sudah selesai, jika rombongan mau belanja di tempat lain itu hak asasi mereka memilih tempat belanja,” kata TL.

Sebagai tour leader yang diancam tidak bisa membawa pulang rombongan sebelum menyerahkan sejumlah uang, TL tidak gentar bahkan tidak ada satupun anggota rombongan turis dari tanah air yang mengetahui niat buruk mitra kerja setempat terhadapnya.

“Apa yang mereka lakukan adalah “penjajahan” yang dilakukan travel agent besar itu secara sepihak. Untunglah perusahaan di Jakarta tidak tinggal diam,” ungkap TL itu

Pengalaman yang masih hangat ini membuatnya meminta wisatawan Indonesia yang ditahun 2025 akan lebih banyak berwisata ke luar negri untuk lebih berhati-hati. Platform berbasis cloud industri perhotelan, SiteMinder kembali merilis laporan tahunan mereka yang bertajuk “SiteMinder’s Changing Traveller Report 2025″.

Keinginan wisatawan Indonesia untuk jalan- jalan ke luar negeri mengalami kenaikan hingga 14 persen tahun 2025. Jumlah ini 7 persen lebih tinggi dari rata-rata global,” ujar Country Manager Indonesia SiteMinder, Rio Ricaro, dalam acara SiteMinder’s Changing Traveler Report, November 2024.

Oleh karena itu, kata TL, pelajari dulu mutu travel agentnya dan kalau YouTube sudah dipenuhi tayangan scams tourist harus melakukan antisipasi dan strategi agar tidak menjadi korban pemerasan atau penipuan di Turki.

TL tidak tahu pasti apakah pemerintah dari Turki, China, Korea maupunThailand memang mengizinkan pelaku industri mengekang kebebasan berbelanja turis di luar mitra mereka. Tapi yang jelas industri pariwisata tidak boleh menindas hak asasi wisatawan yang dibutuhkannya

Capai Target PNBP 150%, Imigrasi Setor 9 Triliun ke Kas Negara

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Direktorat Jenderal Imigrasi kembali mencatat rekor pencapaian penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tertinggi sepanjang sejarah dengan total Rp9 triliun, atau 150% dari angka PNBP yang ditargetkan, yakni Rp6 triliun.

Kontribusi PNBP terbesar berasal dari layanan visa sebesar Rp5,03 triliun, diikuti oleh layanan paspor sebesar Rp2,49 triliun, dan layanan keimigrasian lainnya sebesar Rp1,4 triliun.

“Dibandingkan tahun 2023, PNBP tahun 2024 secara keseluruhan naik sebesar 18,39%. Hal yang sangat terlihat adalah kenaikan PNBP dari layanan visa (23,8%) dan dari layanan paspor (18,5%),” ujar Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

Kenaikan PNBP ini, lanjut Agus, salah satunya didorong oleh kebijakan visa on arrival (visa kunjungan saat kedatangan), yang saat ini diimplementasikan terhadap 97 negara dan entitas tertentu.

Sebelumnya, banyak dari negara subjek visa on arrival merupakan subjek bebas visa kunjungan (BVK) dengan masa berlaku 30 hari. Di samping itu, Ditjen Imigrasi secara berkelanjutan mengembangkan digitalisasi layanan sehingga business process berjalan lebih efektif dan efisien.

Agus juga menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh jajaran yang telah bekerja keras sehingga Imigrasi mampu melampaui target PNBP secara signifikan. Ia menegaskan, Imigrasi berkomitmen memberikan layanan publik yang prima kepada masyarakat, bahkan di waktu-waktu libur.

“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Imigrasi. Sebagian petugas Imigrasi bahkan tetap bekerja saat akhir pekan dan hari-hari libur nasional untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan keimigrasian, terutama bagi yang bertugas di bandara, pelabuhan dan perbatasan, serta unit-unit khusus layanan paspor” ujarnya.

Agus melanjutkan bahwa digitalisasi layanan keimigrasian, inovasi di segala lini serta implementasi visa on arrival sebagai pengganti kebijakan Bebas Visa Kunjungan berkontribusi besar dalam tingginya capaian PNBP kali ini.

Sebagai bagian dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Ditjen Imigrasi memegang peran krusial dalam menjaga keamanan negara.

Imigrasi juga memiliki fungsi sebagai fasilitator pembangunan ekonomi nasional dan secara simultan menerapkan kebijakan yang mendukung iklim investasi yang kondusif.

“Sesuai dengan filosofi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan – Guard and Guide, selain kinerja di sektor pelayanan, penegakan hukum keimigrasian tetap akan menjadi fokus kami agar hanya orang asing bermanfaat yang bisa datang dan tinggal Indonesia.

“Kami juga akan terus berinovasi dan meningkatkan efisiensi pelayanan untuk mendorong capaian PNBP yang lebih optimal di masa mendatang.” tutup Agus.

IATA: Jumlah Penumpang Diperkirakan Capai 5,2 Miliar pada tahun 2025

this formate

GENEWA, bisniswisata.co.id:Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memperkirakan maskapai penerbangan akan menghasilkan laba global sebesar $36,6 miliar pada tahun 2025.

Ini akan sulit diperoleh karena maskapai penerbangan memanfaatkan harga minyak yang lebih rendah sambil menjaga faktor muatan di atas 83%, mengendalikan biaya dengan ketat, berinvestasi dalam dekarbonisasi, dan mengelola pengembalian ke tingkat pertumbuhan yang lebih normal setelah pemulihan pandemi yang luar biasa.

“Semua upaya ini akan membantu mengurangi beberapa hambatan pada profitabilitas yang berada di luar kendali maskapai penerbangan, yaitu tantangan rantai pasokan yang terus-menerus, kekurangan infrastruktur, regulasi yang memberatkan, dan beban pajak yang meningkat,” kata Willie Walsh, Direktur Jenderal IATA dalam rilisnya.

IATA juga mengumumkan prospek keuangannya untuk industri penerbangan global pada tahun 2025, yang menunjukkan sedikit penguatan profitabilitas di tengah tantangan biaya dan rantai pasokan yang sedang berlangsung.

Sorotan meliputi:

*Laba bersih diharapkan mencapai $36,6 miliar pada tahun 2025 untuk margin laba bersih 3,6%. Itu merupakan sedikit peningkatan dari laba bersih yang diharapkan sebesar $31,5 miliar pada tahun 2024 (margin laba bersih 3,3%).

Laba bersih rata-rata per penumpang diharapkan sebesar $7,0 (di bawah $7,9 tertinggi pada tahun 2023 tetapi merupakan peningkatan dari $6,4 pada tahun 2024).

*Laba operasi pada tahun 2025 diharapkan sebesar $67,5 miliar untuk margin operasi bersih sebesar 6,7% (meningkat dari 6,4% yang diharapkan pada tahun 2024).

*Pengembalian atas modal yang diinvestasikan (ROIC) untuk industri global diperkirakan mencapai 6,8% pada tahun 2025.
Meskipun ini merupakan peningkatan dari ROIC tahun 2024 sebesar 6,6%, pengembalian untuk industri di tingkat global tetap di bawah biaya modal rata-rata tertimbang.
ROIC adalah yang terkuat untuk maskapai penerbangan di Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Latin, di mana ROIC melampaui biaya modal.

*Pendapatan industri secara keseluruhan diperkirakan mencapai $1,007 triliun. Itu merupakan peningkatan sebesar 4,4% dari tahun 2024 dan akan menjadi pertama kalinya pendapatan industri melampaui angka $1 triliun. Beban diperkirakan tumbuh sebesar 4,0% menjadi $940 miliar.

*Jumlah penumpang diperkirakan mencapai 5,2 miliar pada tahun 2025, kenaikan sebesar 6,7% dibandingkan dengan tahun 2024 dan pertama kalinya jumlah penumpang melampaui angka lima miliar.

*Volume kargo diperkirakan mencapai 72,5 juta ton, meningkat 5,8% dari tahun 2024.
“Pada tahun 2025, pendapatan industri akan melampaui $1 triliun untuk pertama kalinya. Penting juga untuk melihatnya dalam perspektif. Satu triliun dolar itu banyak—hampir 1% dari ekonomi global,” kata Walsh.

Hal Itu menjadikan maskapai penerbangan sebagai industri yang penting secara strategis. Namun ingat bahwa maskapai penerbangan menanggung biaya $940 miliar, belum termasuk bunga dan pajak.

Mereka mempertahankan margin laba bersih hanya 3,6%. Dengan kata lain, selisih antara laba dan rugi, bahkan di tahun baik yang kami harapkan pada tahun 2025, hanya $7 per penumpang.

Dengan margin yang tipis, maskapai penerbangan harus terus memperhatikan setiap biaya dan menuntut efisiensi yang sama di seluruh rantai pasokan—terutama dari pemasok infrastruktur monopoli kami yang terlalu sering mengecewakan kami dalam hal

kinerja dan efisiensi, kata Walsh.
Asia Pasifik adalah pasar terbesar dalam hal Revenue Passenger Kilometers (RPK) dengan Tiongkok menyumbang lebih dari 40% lalu lintas di kawasan tersebut.

Pada tahun 2024, RPK tumbuh sebesar 18,6%, sebagian didorong oleh stimulus pasar dari pelonggaran persyaratan visa untuk masuk ke beberapa negara termasuk Tiongkok, Vietnam, Malaysia, dan Thailand.

Operator Tiongkok melaporkan kerugian bersih pada paruh pertama tahun 2024 sebagai akibat dari masalah rantai pasokan, kelebihan pasokan di pasar domestik, dan pembatasan 100 frekuensi mingguan dari Tiongkok ke AS (sepertiga lebih rendah dari sebelum pandemi).

Asia-Pasifik juga mengalami penurunan imbal hasil paling tajam pada tahun 2024. Berkat permintaan yang kuat dan peningkatan faktor beban, sedikit peningkatan profitabilitas kemungkinan terjadi pada tahun 2025.

WTTC: Tour & Travel Akan Memberikan Kontribusi Signifikan pada  Perekonomian GCC

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: WTTC memperkirakan perjalanan dan pariwisata akan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC).

Dilansir dari menafn.com, World Travel & Tourism Council (WTTC) memperkirakan bahwa perjalanan dan pariwisata akan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian negara-Proyeksi kontribusinya mencapai 13,3 persen dari PDB kawasan tersebut pada tahun 2034, dengan total US$371 miliar.

Menurut penelitian tahunan terbarunya, WTTC memperkirakan perjalanan dan pariwisata telah memberikan kontribusi sebesar 11,4 persen dari PDB GCC pada tahun 2024, dengan total US$247,1 miliar.

Pertumbuhan ini mencerminkan semakin pentingnya sektor tersebut dalam lanskap ekonomi kawasan tersebut.

WTTC juga memperkirakan pertumbuhan lapangan kerja yang substansial dalam sektor tersebut, dengan jumlah orang yang bekerja di bidang perjalanan dan pariwisata di seluruh GCC diperkirakan akan meningkat dari 4,3 juta pada tahun 2024 menjadi 5,65 juta pada tahun 2034.

Peningkatan lapangan kerja ini mencerminkan semakin luasnya peran sektor tersebut dalam pembangunan ekonomi kawasan tersebut. Dalam hal pengeluaran maka pengunjung internasional di GCC diperkirakan mencapai US$151,1 miliar tahun lalu dan diproyeksikan tumbuh menjadi US$223,7 miliar pada tahun 2034.

Demikian pula, pengeluaran pengunjung domestik diperkirakan akan meningkat dari US$72,7 miliar menjadi US$108,3 miliar pada periode yang sama.

Berfokus pada Qatar, WTTC memperkirakan bahwa sektor perjalanan dan pariwisata negara tersebut akan meningkatkan kontribusi PDB tahunannya menjadi lebih dari QAR135 miliar pada tahun 2034, yang merupakan hampir 13 persen dari total ekonomi Qatar.

Sektor ini diperkirakan akan mempekerjakan sekitar 458.000 orang, dengan satu dari lima penduduk bekerja di dalamnya. Pertumbuhan ini mencerminkan fokus strategis Qatar dalam kembangkan infrastruktur pariwisatanya dan diversifikasi ekonominya.

Pada tahun 2024, sektor pariwisata dan perjalanan di Qatar diproyeksikan akan menyumbang QAR90,8 miliar bagi perekonomian nasional, atau 11,3 persen dari total PDB, dan menyediakan lebih dari 334.500 lapangan pekerjaan, yang mewakili 15,8 persen dari tenaga kerja negara tersebut.

Pertumbuhan sektor ini didorong oleh peningkatan signifikan dalam belanja internasional, yang diperkirakan akan mencapai rekor QAR69,6 miliar, sementara belanja domestik diproyeksikan mencapai QAR12 miliar.

Angka-angka ini menyoroti potensi pemulihan dan pertumbuhan yang kuat dari sektor pariwisata Qatar di tahun-tahun mendatang.

 

MATTA dan UiTM Jalin Kemitraan dan Perkuat Hubungan Akademisi – Industri

this formate

SELANGOR, bisniswisata.co.id: Asosiasi Agen Perjalanan dan Tur Malaysia (MATTA) telah mengumumkan kemitraan strategis dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) selama Konferensi Perhotelan & Pariwisata Internasional ke-7, yang diselenggarakan oleh Fakultas Manajemen Perhotelan dan Pariwisata UiTM .

Pada jamuan makan malam yang diadakan selama konferensi, MATTA dan UiTM meresmikan kolaborasi mereka melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), yang menandai langkah signifikan menuju penutupan kesenjangan antara akademisi dan industri pariwisata.

Tujuan Utama Kemitraan

MoU di bulan Desember lalu itu menggarisbawahi komitmen bersama untuk membina kolaborasi di bidang-bidang berikut:

*Pertukaran Institusional: Memfasilitasi pertukaran fakultas, staf, dan mahasiswa antara MATTA dan UiTM.

*Peluang Mahasiswa: Menawarkan kesempatan belajar dan penelitian bagi mahasiswa pascasarjana dan sarjana.

*Inisiatif Penelitian Bersama: Mempromosikan penelitian kolaboratif melalui simposium, konferensi, dan kursus singkat.

*Wawasan Industri: Berbagi informasi terkini tentang tren dan kemajuan industri pariwisata.

*Memperkuat Hubungan Akademis-Industri: Meluncurkan inisiatif bersama untuk menjembatani kesenjangan antara pendidikan dan industri.

Kemitraan ini dirancang untuk memungkinkan pertukaran informasi berkelanjutan antara pemangku kepentingan industri pariwisata dan lembaga akademik, yang mendorong pemahaman yang lebih mendalam tentang perkembangan dan inovasi industri.

Fokus pada Pengembangan Bakat

MATTA telah menekankan pentingnya pengembangan bakat sebagai landasan kemitraan ini. Dalam lanskap pariwisata yang berkembang pesat, MATTA berkomitmen untuk memastikan tenaga kerja yang terampil dan adaptif.

Sebagai bagian dari upaya ini, MATTA akan menyelenggarakan MATTA Tourism Talent Expo selama Pameran MATTA Nasional mendatang dari tanggal 18-20 April 2024. Inisiatif ini akan berfungsi sebagai platform untuk:

Mempromosikan pendidikan dan pengembangan profesional dalam industri perjalanan, perhotelan, pariwisata, dan penerbangan.

Menawarkan kesempatan peningkatan keterampilan dan pelatihan ulang bagi personel industri.

Menampilkan lokakarya yang dipimpin oleh para pakar industri untuk memajukan pertumbuhan karier dan keahlian profesional.

Pernyataan Optimisme

Nigel Wong, Presiden MATTA, menyoroti pentingnya kemitraan ini .“Melalui kolaborasi dengan UiTM ini, kami bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara keunggulan akademis dan tuntutan industri,” ujarnya.

Inisiatif ini menetapkan tolok ukur untuk memperlengkapi industri pariwisata dan perhotelan agar unggul dalam lingkungan bisnis global yang terus berubah.

“Dengan MATTA Academy dan kemitraan strategis, kami berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dalam industri yang sedang berkembang dan membentuk sektor yang tangguh dan berfokus pada masa depan.” kata Nigel Wong.

Melihat ke Depan

Kemitraan antara MATTA dan UiTM ini menandai momen penting dalam mendefinisikan ulang hubungan antara akademisi dan industri.

Dengan menyelaraskan program pendidikan dengan kebutuhan dunia nyata dan mendorong inovasi melalui kolaborasi, kedua belah pihak bertujuan untuk meningkatkan posisi Malaysia sebagai pemimpin global dalam bidang pariwisata dan perhotelan.

Menteri Riefky: Profesionalitas dan Integritas Agar Menjadi Budaya

this formate

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menyalami Deputi Bidang Kreativitas Media, Agustini Rahayu

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, melantik 7 pejabat tinggi madya di lingkungan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia yang pelaksanaannya dilakukan di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, kemarin.

Dalam sambutannya, Menekraf, Teuku Riefky, mengatakan, sektor ekonomi kreatif harus digelorakan sebagai “The New Engine of Growth”. Para pejabat yang dilantik harus menjadi komponen utama mesin, mampu berkolaborasi dan bersinergi secara terstruktur, serta terorganisasi dengan berbagai pihak, melakukan tata kelola di Kemenekraf/Bekraf.

“Saya ingin menegaskan bahwa Saudara-Saudara harus menjadi teladan. Bangunlah budaya kerja yang profesional, transparan, dan inovatif. Dengan menjadi inspirasi pemimpin yang bijak, maka akan mendukung tiap potensi yang ada pada tiap individu yang tergabung dalam tim kerja nantinya,” ujar Menekraf, Teuku Riefky.

Selanjutnya, para pejabat tinggi madya yang dilantik perlu melakukan kolaborasi yang solid dan terintegrasi mulai dari internal Kementerian; Menteri dan Wakil Menteri, Kesekretariatan, Kedeputian, dan Direktorat beserta jajaran Kemenekraf/Bekraf.

Dalam amanatnya, Menteri Ekonomi Kreatif mengingatkan seluruh pejabat yang dilantik bahwa kepercayaan yang diberikan oleh negara dan masyarakat ini bukanlah sebuah hadiah, melainkan sebuah amanah besar yang perlu dijaga dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab agar dapat memajukan sektor ekonomi kreatif sebagai “The New Engine of Growth”.

“Perlu saya ingatkan bahwa kepercayaan yang diberikan ini bukanlah sebuah hadiah, melainkan sebuah amanah besar dari negara dan masyarakat yang berharap besar pada Saudara-Saudara sekalian untuk dapat memajukan sektor ekonomi kreatif. Oleh karena itu, jaga amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan,” kata Menekraf, Teuku Riefky.

Di sisi lain, Menekraf, Teuku Riefky, menyampaikan, dari 8 misi Asta Cita Prabowo-Gibran, kata ‘ekonomi kreatif’ dan ‘industri kreatif’ disebutkan secara tegas dalam misi ke-2 dan ke-3.

Pada Asta Cita ke-2, secara eksplisit dinyatakan bahwa pemerintah mendorong kemandirian bangsa melalui ekonomi kreatif, yang posisinya setara dengan prioritas pemerintah lain, seperti swasembada pangan, energi, dan air.

“Demi terwujudnya sektor ekonomi kreatif yang membanggakan negeri, saya ingin mengajak kita semua, khususnya seluruh pejabat yang baru dilantik hari ini, agar terus bekerja dari hati, dengan penuh dedikasi, dan berintegritas tinggi,” tambah Menekraf.

Pejabat tinggi madya yang dilantik antara lain:

1) Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama, Dessy Ruhati;
2) Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekraf, Cecep Rukendi;
3) Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu;
4) Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam;
5) Deputi Bidang Kreativitas Media, Agustini Rahayu;
6) Staf Ahli Bidang Riset, Pendidikan, dan Hubungan Kelembagaan, Dian Permanasari; dan
7) Staf Ahli Bidang Pendanaan dan Pembiayaan, Restog Krisna Kusuma.

Pelantikan tersebut dihadiri Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto; Utusan Khusus Presiden Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Ekonomi Kreatif dan Digital, Ahmad Ridha Sabana.

Hadir pula Menteri Pariwisata Periode 2014-2019, Arief Yahya; Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa; Rektor Universitas Indonesia, Prof. Heri Hermansyah; dan para perwakilan dari asosiasi 17 subsektor ekonomi kreatif di Indonesia.

Turut mendampingi Menekraf, Teuku Riefky, Wamenekraf, Irene Umar, dan para pejabat tinggi madya di lingkungan Kemenekraf/Bekraf.

 

Kamboja Bersaing dengan Thailand untuk Dapatkan Turis Mewah Kelas Atas

this formate

PHNOM PENH, bisniswisata.co.id: Meskipun Kamboja bisa menjadi tujuan wisata termurah di Asia Tenggara, pemerintah gencar mempromosikan paket khusus untuk orang-orang yang benar-benar kaya.

Chhay Sivlin, presiden asosiasi agen perjalanan utama, mengatakan kepada Khmer Times bahwa negara itu bukan hanya untuk para backpacker dan pelancong ekonomi.

Surat kabar UK Times tampaknya setuju, baru-baru ini menempatkan Kamboja di peringkat ke-13 dalam daftar 23 tujuan wisata mewah terbaiknya.

Dilansir dari pattayamail.com, beberapa perusahaan internasional, seperti Jacada dan Lux, telah bermunculan untuk melayani pasar baru Kamboja.

Mereka mempromosikan pulau-pulau pribadi seperti Song Saa, perjalanan dengan speedboat selama 45 menit dari pelabuhan Sihanoukville, di mana sebuah vila mewah akan menelan biaya hampir US$2.000.

Bukan untuk seminggu, tetapi untuk satu malam. Pilihan lainnya termasuk naik helikopter di atas Angkor Wat dan tur inklusif ke situs-situs bersejarah di seluruh negeri dengan Mercedes mewah ber-AC.

Mengenai visa, Kamboja tidak memiliki banyak pilihan yang ditawarkan di Thailand. Namun, visa pensiun yang dapat diperbarui setiap tahun tersedia dari agen imigrasi Phnom Penh dengan harga hanya US$300.

Dokumen yang diperlukan sedikit dan bebas masalah tanpa perlu membuktikan saldo bank atau berurusan dengan birokrasi.

Visa keluarga emas selama 10 tahun tersedia bagi mereka yang menginvestasikan US$100.000 di properti Kamboja. Anda juga dapat membeli kewarganegaraan Kamboja dengan investasi atau sumbangan sebesar US$300.000.

Hampir 7 juta pengunjung asing memasuki Kamboja pada tahun 2024 dan jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat secara substansial setelah bandara berteknologi tinggi baru yang melayani Phnom Penh, yang akan menjadi bandara terbesar kesembilan di dunia, dibuka akhir tahun ini.

Agen perjalanan yang berbasis di Phnom Penh, Chea Kim, mengatakan kepada Pattaya Mail, “Kamboja sekarang bersaing langsung dengan Thailand untuk mendapatkan wisatawan internasional yang tertarik dengan gaya hidup mewah terbaik.”

AirAsia Filipina Bersiap untuk Lonjakan Penumpang Pasca-Liburan

this formate

MANILA, bisniswisata.co.id: Menjelang berakhirnya musim liburan, AirAsia Filipina tetap siap sepenuhnya untuk mengakomodasi lonjakan penumpang yang kembali dari perjalanan liburan mereka.

Tim AllStars yang berdedikasi tinggi dari maskapai ini tetap waspada dan bersiaga di bandara-bandara utama untuk memastikan pengalaman perjalanan yang lancar bagi semua penumpang, terutama karena kami mengantisipasi puncak jumlah penumpang.

Dilansir dari newsroom.airasia.com, dari 16 Desember 2024 hingga 6 Januari 2025, AirAsia Filipina melayani lebih dari 400.000 penumpang.

Secara signifikan melampaui jumlah yang diproyeksikan sebesar 300.000 untuk periode tersebut yang menunjukkan bahwa orang Filipina secara bertahap mendapatkan kembali antusiasme mereka untuk bepergian.

Operasional yang lancar tercatat pada Natal dan Tahun Baru lalu dalam penerbangan AirAsia, yang selanjutnya menunjukkan komitmen maskapai untuk memberikan layanan berkualitas dan bernilai tinggi kepada para tamunya.

“Kami memperkirakan peningkatan terus-menerus dalam lalu lintas penumpang di konter check-in kami hingga 10 Januari, karena banyak kababayan kami telah memperpanjang cuti liburan mereka untuk menikmati lebih banyak waktu dengan orang-orang terkasih di provinsi-provinsi,” kata Steve Dailisan, Kepala Bagian Komunikasi dan Urusan Publik AirAsia Filipina.

Inilah sebabnya pihaknya tetap sepenuhnya siap dan akan melanjutkan kesiapan operasional setelah liburan dan memasuki musim pesta yang meriah mendatang di destinasi-destinasi utama seperti Kalibo, Cebu, dan Bohol.” tambah Steve Dailisan.

Karena Januari menandai dimulainya musim pesta yang meriah di seluruh Filipina, para tamu AirAsia dapat menantikan perjalanan yang terjangkau dan lancar ke destinasi-destinasi populer ini.

Nasihat terbaru dari Dewan Penerbangan Sipil (CAB) tentang biaya tambahan bahan bakar semakin memastikan stabilitas harga. Maskapai penerbangan dapat mengenakan biaya tambahan bahan bakar mulai dari P117 hingga P342 untuk penerbangan domestik, tergantung jaraknya, dan dari P385,7 hingga P2.867,82 untuk penerbangan internasional.

Untuk membantu penumpang yang bepergian kembali setelah liburan, AirAsia Filipina menawarkan kiat-kiat berikut untuk perjalanan yang bebas repot:

1. Tiba Lebih Awal: Penumpang disarankan untuk berada di bandara setidaknya 3 jam sebelum jadwal penerbangan mereka untuk menyediakan waktu yang cukup untuk check-in dan prosedur keamanan.
2. Periksa Status Penerbangan: Tetap terinformasi tentang jadwal penerbangan melalui Aplikasi AirAsia Move atau di airasia.com
3. Berkemas dengan Cerdas: Biasakan diri Anda dengan kebijakan bagasi AirAsia untuk menghindari keterlambatan saat check-in.
4. Gunakan Check-in Online: Percepat proses pra-penerbangan Anda dengan check-in online
5. Tetap Terhubung: Ikuti AirAsia Filipina di media sosial untuk pembaruan waktu nyata, saran perjalanan dan kiat-kiat.

Dengan langkah-langkah proaktif dan komitmen teguh dari AllStars, AirAsia Filipina berdedikasi untuk menyediakan pengalaman perjalanan yang aman, terjangkau, efisien, dan menyenangkan bagi semua penumpang.

China dan Negara-negara Asean Dorong Industri Pariwisata Asia Maju pada 2025

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Industri pariwisata Asia memasuki fase transformatif pada 2025, dengan negara-negara seperti China, Singapura, Indonesia, Thailand, Laos, Vietnam, Kamboja, dan Sri Lanka memimpin perubahan tersebut.

Dilansir dari travelandtourworld.com, dengan inisiatif strategis yang menonjolkan warisan budaya, ekowisata, dan praktik berkelanjutan, negara-negara ini membentuk masa depan perjalanan dan pariwisata global.

China: Gerbang Menuju Asia

China tetap menjadi pemain dominan dalam kancah pariwisata Asia, memanfaatkan warisan budayanya yang kaya dan kemajuan modern. Inisiatif pada tahun 2025 berfokus pada:

• Pariwisata Budaya: Kota-kota seperti Beijing dan Xi’an menawarkan pengalaman yang mendalam, termasuk situs bersejarah yang telah dipugar dan museum interaktif.
• Konektivitas Kereta Cepat: Jaringan kereta peluru yang terus berkembang menghubungkan destinasi wisata utama, menawarkan pengalaman perjalanan yang lancar.
• Ekowisata: Provinsi seperti Yunnan dan Sichuan memprioritaskan penginapan ramah lingkungan dan wisata konservasi.

Inisiatif Sabuk dan Jalan Tiongkok juga mempromosikan pariwisata lintas batas dengan membina kemitraan dengan negara-negara tetangga, meningkatkan peluang pariwisata regional.

Singapura: Model Pariwisata Berkelanjutan

Pendekatan Singapura terhadap pariwisata pada tahun 2025 menekankan inovasi dan keberlanjutan:

• Pariwisata Perkotaan Hijau: Situs ikonik seperti Gardens by the Bay memadukan praktik ramah lingkungan.
• Pengalaman Berbasis Teknologi: Aplikasi perjalanan bertenaga AI dan tur realitas virtual meningkatkan keterlibatan pengunjung.
• Wisata Kuliner: Festival dan jalur kuliner merayakan kuliner multikultural Singapura, menarik penggemar kuliner global.

Komitmen negara-kota ini terhadap keberlanjutan menjadi contoh bagi kawasan tersebut, memadukan kemewahan dengan kesadaran ekologi.

Indonesia: Wisata Alam dan Petualangan

Indonesia memanfaatkan keindahan alamnya, menarik wisatawan yang sadar ekologi dan suka berpetualang. Strategi utamanya meliputi:

• Wisata Bahari: Bali dan Raja Ampat mempromosikan penyelaman berkelanjutan dan konservasi terumbu karang.
• Pendakian Gunung Berapi: Destinasi seperti Gunung Bromo dan Taman Nasional Komodo menarik para pencari sensasi.
• Penyelaman Budaya: Festival di Yogyakarta dan Ubud memamerkan tradisi seni Indonesia.
Investasi pemerintah dalam pemasaran digital menyoroti destinasi yang kurang dikenal, mendiversifikasi arus masuk wisatawan.

Thailand: Pusat Budaya dan Kesehatan

Strategi pariwisata Thailand pada tahun 2025 berfokus pada kekayaan budaya dan industri kesehatannya:

• Pelestarian Warisan: Kuil yang dipugar dan jalan-jalan warisan di kota-kota seperti Ayutthaya menarik para penggemar sejarah.
• Wisata Medis dan Kesehatan: Bangkok dan Chiang Mai menawarkan tempat peristirahatan kesehatan premium dan layanan medis.
• Pariwisata Festival: Acara seperti Songkran dan Loy Krathong menyediakan pengalaman budaya yang mendalam.

Kampanye “Amazing Thailand” di Thailand mempromosikan pariwisata berkelanjutan, memastikan pertumbuhannya sejalan dengan tujuan lingkungan.

Laos dan Vietnam: Bintang Baru

Laos dan Vietnam muncul sebagai pemain penting dalam lanskap pariwisata Asia:

• Laos: Sorotan meliputi wisata ekologi Sungai Mekong dan pengalaman budaya di Luang Prabang.
• Vietnam: Populer karena perpaduan keindahan alam dan situs bersejarahnya, seperti Teluk Ha Long dan Hoi An, Vietnam berfokus pada pariwisata berkelanjutan dan keterlibatan masyarakat lokal.

Kedua negara memprioritaskan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan aksesibilitas sambil melestarikan warisan budaya dan alam mereka.

Kamboja: Fokus pada Warisan dan Pariwisata Komunitas

Angkor Wat Kamboja tetap menjadi landasan industri pariwisatanya, tetapi tahun 2025 menghadirkan strategi yang beragam:

• Pariwisata Berbasis Komunitas: Proyek-proyek di daerah pedesaan mempromosikan kerajinan lokal dan pengalaman budaya yang autentik. • Konservasi Warisan Budaya: Kemitraan dengan UNESCO memastikan pelestarian situs bersejarah.
• Ekowisata: Taman nasional dan pelayaran sungai menawarkan pilihan perjalanan yang ramah lingkungan.

Sri Lanka: Tangguh dan Bersemangat

Upaya pemulihan pariwisata Sri Lanka pada tahun 2025 berfokus pada:

• Safari Margasatwa: Taman seperti Yala dan Udawalawe menarik para pencinta alam.
• Wisata Teh: Perkebunan teh di daerah perbukitan menyediakan pengalaman yang indah dan mendidik.
• Acara Budaya: Festival yang merayakan tradisi Buddha dan seni lokal meningkatkan pariwisata budaya.

Kolaborasi Regional dan Keunggulan ASEAN
Kerja sama regional memainkan peran penting dalam meningkatkan pariwisata Asia.

Strategi terpadu ASEAN, seperti perjanjian perjalanan bebas visa dan kampanye pemasaran bersama, memfasilitasi pengalaman lintas batas yang lancar.

Upaya kolaboratif menekankan pembangunan berkelanjutan dan pariwisata berbasis masyarakat, yang memastikan pertumbuhan jangka panjang.

Kesimpulan: Jalan ke Depan untuk Pariwisata Asia

Pada tahun 2025, industri pariwisata Asia menjadi bukti inovasi, ketahanan, dan kebanggaan budaya.

Melalui inisiatif strategis, kolaborasi regional, dan komitmen terhadap keberlanjutan, negara-negara seperti Tiongkok, Singapura, Indonesia, dan negara-negara tetangganya menetapkan tolok ukur untuk pariwisata global.

Wisatawan dapat menantikan pengalaman tak terlupakan yang berakar pada tradisi dan dibentuk oleh kemajuan modern, karena Asia memperkuat posisinya sebagai tujuan global teratas.

Sistem Paspor Perbatasan Mizoram-Myanmar Untuk Tingkatkan Keamanan Perjalanan Lintas Batas

this formate

NAYPYIDAW, Myanmar, bisniswisata.co.id: Untuk meningkatkan keamanan dan mengatur pergerakan lintas batas, pihak berwenang Myanmar telah memperkenalkan sistem paspor perbatasan baru di sepanjang perbatasan Mizoram-Myanmar sepanjang 510 kilometer.

Dilansir dari travelandtourworld.com, berlaku mulai 31 Desember 2024, inisiatif ini mewajibkan penduduk dalam radius 10 kilometer di kedua sisi perbatasan internasional yang tidak berpagar untuk memperoleh paspor perbatasan untuk perjalanan lintas batas.

Implementasi dan Pengawasan
Implementasi sistem ini merupakan upaya kolaboratif yang melibatkan kepolisian negara bagian Mizoram, Assam Rifles, dan pejabat kesehatan.

Tujuan utamanya adalah untuk memantau dan mengendalikan pergerakan individu melintasi perbatasan, sehingga meningkatkan langkah-langkah keamanan di wilayah tersebut.

Inisiatif ini sejalan dengan arahan yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri (MHA) untuk memperkuat manajemen perbatasan dan mengekang pergerakan yang tidak sah.

Detail Pass Perbatasan

Penduduk dari India dan Myanmar yang tinggal dalam radius 10 kilometer yang ditentukan kini diharuskan untuk mendapatkan pass perbatasan untuk kunjungan lintas batas.

Aspek utama dari sistem pass perbatasan meliputi:

Validitas: Setiap pass perbatasan mengizinkan tinggal hingga tujuh hari di negara tetangga.
Kelayakan: Pelamar harus memberikan dokumentasi yang memverifikasi tempat tinggal mereka dalam zona perbatasan 10 kilometer. Bukti yang dapat diterima meliputi sertifikat yang dikeluarkan oleh petugas kantor polisi setempat, kepala desa, atau otoritas desa yang diakui pemerintah.

Tempat Penerbitan: Pass perbatasan dikeluarkan di tempat masuk dan keluar yang ditentukan, seperti titik penyeberangan Zokhawthar dan Hnahlan.

Jam Operasional: Titik penyeberangan beroperasi dari Senin hingga Sabtu, antara pukul 06.00 dan 15.30.

Ketentuan Keluarga: Meskipun pass perbatasan dikeluarkan untuk satu orang dewasa, anak di bawah umur harus didampingi oleh orang tua. Rincian hingga tiga anak dapat disertakan dalam satu pass perbatasan; keluarga dengan lebih dari tiga anak akan memerlukan izin tambahan.

Pedoman Prosedur

Saat tiba di titik penyeberangan, individu diharuskan untuk:

Dokumentasi: Menunjukkan bukti identitas yang sah yang mengonfirmasi tempat tinggal dalam area perbatasan sejauh 10 kilometer.

Pemeriksaan Keamanan: Menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh personel Assam Rifles untuk memastikan kepatuhan terhadap protokol keamanan.

Pemeriksaan Kesehatan: Berpartisipasi dalam pemeriksaan kesehatan yang diselenggarakan oleh pejabat kesehatan negara bagian untuk mencegah penyebaran penyakit.

Pencatatan Biometrik: Memiliki data biometrik yang direkam untuk menjaga keakuratan catatan pergerakan lintas batas.

Penerbitan Izin Perbatasan: Menerima izin perbatasan yang menampilkan foto individu dan kode QR untuk tujuan verifikasi.

Izin perbatasan harus diserahkan di titik penyeberangan yang sama saat kembali, dalam masa berlaku tujuh hari.

Konteks Kebijakan dan Langkah-Langkah Keamanan

Perkembangan ini mengikuti arahan Kementerian Dalam Negeri yang dikeluarkan pada tanggal 24 Desember 2024, yang merevisi Rezim Pergerakan Bebas (FMR).

Jarak pergerakan yang diizinkan telah dikurangi dari 16 kilometer menjadi 10 kilometer, yang mencerminkan komitmen pemerintah untuk memperketat keamanan perbatasan.

FMR secara historis mengizinkan pergerakan tanpa batas bagi penduduk perbatasan, tetapi masalah keamanan baru-baru ini telah mendorong evaluasi ulang kebijakan ini.

Assam Rifles, yang dipercaya untuk menjaga perbatasan India-Myanmar, memainkan peran penting dalam menegakkan sistem baru tersebut. Tanggung jawab mereka meliputi melakukan pemeriksaan dokumen menyeluruh, pemeriksaan keamanan, dan memelihara catatan pergerakan lintas batas.

Implikasi bagi Komunitas Perbatasan

Meskipun sistem izin perbatasan baru bertujuan untuk meningkatkan keamanan, sistem ini juga berupaya untuk menyeimbangkan ikatan tradisional dan budaya yang dimiliki oleh komunitas di kedua sisi perbatasan.

Dengan memformalkan pergerakan lintas batas, inisiatif tersebut berupaya untuk memfasilitasi perjalanan yang sah sekaligus mencegah aktivitas yang tidak sah.

Penduduk disarankan untuk mematuhi peraturan baru dan memastikan mereka memiliki dokumentasi yang diperlukan sebelum merencanakan kunjungan lintas batas.

Untuk informasi dan bantuan terperinci, individu dapat menghubungi otoritas setempat atau mengunjungi situs web resmi pemerintah.

Langkah strategis ini menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk mengamankan perbatasan internasional dengan tetap menghormati dinamika budaya dan sosial masyarakat perbatasan.