Grand Copthorne Waterfront Hotel dan  Kedubes Thailand Singapura bermitra untuk Prasmanan Flavourscape Phuket

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Grand Copthorne Waterfront Hotel Singapore mengumumkan kemitraannya dengan Kedutaan Besar Kerajaan Thailand Singapura untuk Prasmanan Flavourscape Phuket, pengalaman bersantap khas yang merayakan warisan kuliner Thailand yang kaya.

Prasmanan yang diluncurkan pada 15 Februari 2025 ini akan menyajikan cita rasa Phuket yang semarak. Ureerat Chareontoh, Duta Besar Kedutaan Besar Kerajaan Thailand Singapura, mengungkapkan: “Nikmati keajaiban kuliner Thailand dari Phuket, tempat cita rasa menyatu dalam harmoni yang sempurna.”

Prasmanan Flavourscape Phuket merupakan hasil kolaborasi antara David Toh, Kepala Koki Grand Copthorne Waterfront, dan Kepala Koki Witoon Kamonphun dari Beast & Butterflies dari M Social Hotel Phuket.

Koki David, dengan pengalaman lebih dari 35 tahun, dikenal karena hasratnya dalam menyajikan hidangan terbaik, sementara Koki Witoon menghadirkan sentuhan kreatif pada cita rasa Thailand yang autentik.

Bersama-sama, mereka telah menciptakan pengalaman yang memanjakan, dengan menu yang pasti akan menggugah selera.

“Kami benar-benar gembira memperkenalkan cita rasa dari seluruh dunia di destinasi sepanjang hari kami yang selalu ramai, Food Capital.

Bermitra dengan M Social Hotel Phuket memungkinkan kami menghadirkan pengalaman yang benar-benar autentik bagi para pengunjung kami, memadukan cita rasa Thailand yang berani dan energi yang semarak dengan keramahtamahan hangat yang menjadi ciri khas Grand Copthorne Waterfront.” ungkap Andrew Tan, General Manager Grand Copthorne Waterfront.

“Tujuan kami adalah menghadirkan esensi masakan Thailand dengan cara yang autentik dan mudah dipahami oleh para tamu dari seluruh dunia,” ungkap Pjey Mayandi, General Manager M Social Hotel Phuket.

Food Capital berubah menjadi surga Thailand, yang menampilkan gerai makan langsung dan sajian lezat hidangan autentik seperti Tom Yum Goong, sup udang pedas yang ikonik, dan Kao Niew Ma Moung, nasi ketan dengan mangga.

Para petualang dapat memilih dari dua pilihan protein tinggi yang menarik: Pizza Babi Kemangi Thailand Ulat Sutra dan Quiche Bawang Jangkrik Renyah, yang menawarkan cita rasa unik pasar malam Thailand.

Nikmati minuman yang terinspirasi dari Thailand oleh ahli pencampur minuman khas Thailand di hotel, Taenny Mookeai, bersama mitra minuman seperti Chang Beer dan Tarsier Spirit, yang melengkapi pengalaman bersantap (PRNewswire).

Makan dan Ngobrol Yuk, Di Kunena Eatery

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Sejak berada di dalam kereta menuju Jogjakarta, mbak Renny Djayoesman sudah menyebut-nyebut nama Kunena Eatery, di Jl. Kompol Bambang Suprapto No. 4 Baciro, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta.“Kita kulineran kesana ya, aku sudah lihat di Google, suasananya enak deh dan ini punya putrinya Enny Djarot, salah seorang temanku loh,” kata Renny Djajoesman mempromosikannya.

Pertemanan 40 tahunan, baru kali ini kami rayakan dengan berwisata ke Jogja bersama Wita Dachlan dan Siska Massardi. Idenya ya dari lady rocker itu yang sudah hijrah dan mendalami Islam.

Rupanya baik Renny, Wita dan Siska, istri dari alm Yudhistira Massardi sudah sering mendampingi Safari Sastra Yudhistira ANM Massardi, ke berbagai daerah.

Satrawan Yudhistira Ardi Noegraha Moelyana Massardi atau dikenal dengan nama Yudhistira ANM Massardi yang tahun lalu wafat dikenal juga sebagai penulis, pelukis, wartawan senior di berbagai majalah termasuk Tempo.

Saya sendiri sibuk sebagai kuli tinta dengan beragam liputan di dalam dan luar negri sehingga suka error, tidak nyambung kalau selama perjalanan mereka bertiga mengenang acara Safari Sastra itu. Tapi tahun 2019, Wita sempat jadi ‘Ibuku’ dalam teater berjudul Ayahku Pulang di Gelanggang Remaja Bulungan yang di sutradarai oleh Renny Djajoesman.

Setelah tiga malam menginap di Jogja, sebelum besok pagi kembali pulang ke Jakarta, kami sampai juga di depan bangunan bergaya Skandinavia bercat putih dengan banyak kaca di tampilan depannya tempat Kunena Eatery berada.

Memiliki bangunan unik dan dibagian depan kita bisa menaiki tiga anak tangga berpagar besi ditutupi pepohonan tanaman hias palem-paleman. Kalau siang hari pengunjung bisa foto-foto sebelum melongok ruang dalam nih, pikir saya.

Wow, ucapan spontan kami bertiga melihat interior ruangan dalam. Ruangannya tanpa sekat tapi ada bagian kasir, tempat display roti bakery, kursi- kursi dan meja kayu didominasi warna cokelat menghadirkan kesan hangat.
Selain Furniturnya yang didominasi oleh material kayu solid.

Tembok-temboknya dihiasi ornamen mosaic keramik berbentuk pentagon yang disusun apik. Sebagian lagi dihias menggunakan bata unfinish dan kayu, mengusung warna touch of blue. Sebagian lantai ruang tengah juga warna warni.

Lampu-lampunya tak kalah berseni, bergantungan memancarkan cahaya jingga temaram. Pastinya instagramable banget! dan padu padannya memanjakan mata. Sambil berjalan menuju toilet, di sudut belakang ada dapur bersih bergaya bar dan dilorong ada dua ayunan serta meja kecil untuk gelas minuman.

Ada dua keluarga di dalam ruang utamanya dimana anak-anaknya sibuk sendiri dengan menggambar dan lainnya membaca buku. Sedangkan kedua orangtuanya masing-masing nampak lagi ngobrol mesra sambil senyum-senyum dan icip-icip hidangan di depan mereka.

Dari salah satu postingan di youTube, dapat info nama ownernya adalah Tya Roten yang sejak umur 19 tahun suka dengan kuliner, dunia fashion dan lifestyle serta suka nongkrong bersama komunitasnya. Tak heran ketika sudah bertransformasi menjadi entrepreneur, cita rasa dari apa yang menjadi passionnya dituangkan menjadi ruangan yang cozy. Disadari atau tidak sudut-sudut ruangannta bisa menjelma menjadi spot-spot foto yang keren.

Nama Kunena sendiri diambil dari bahasa Afrika yang artinya ( saling) bicara, jadi si owner ingin tempat usahanya ini menjadi tempat keluarga mempererat ikatan keluarga ( bonding), tidak masing-masing main HP tapi saling bercerita tentang kesehariannya.

Target pengunjung selain keluarga adalah komunitas termasuk para pebisnis yang mau hang-out di tempat nyaman tanpa alkohol dan murni untuk menikmati keindahan di sekeliling apalagi jendela kaca ada dimana-mana dan masih ada ruangan- ruangan terbuka di bagian belakang termasuk playground, Masha Allah !.

Resto ini menawarkan menu lezat dan otentik baik dari Indonesia seperti nasi goreng, empal gentong. American food seperti beef burger dan steak, Asian food seperti dimsun dan nasi Hainan ayam. Menu Eropanya antara lain lasagna, creamy spaghetty, Carbonara dan pizza.

Tak heran menunya beragam dan tak cukup sekali datang karena beli minuman dan makanan pembuka saja sudah bikin kenyang. Cheese platters, starter buah goreng, spaghetty brulle, onion ring, semua tampil menggoda.

Minumannya sangat banyak pilihan mulai dari minuman panas dan dingin didominasi teh dan kopi dengan variasi racikan. Jenis minumannya ada soda pop seperti kiwi mujito, aneka juice, hingga shake rasa coklat, strawberry dan vanila dengan takaran pas.

Maklum kalau soal minuman lidah ini sudah ahli menikmati. Buat yang proses membuatnya pakai takaran plus hati ikhlas maka rasanya enak dan tentu menyehatkan.

Sebaliknya resto atau cafe yang bikin menu tak seindah aslinya alias ngasal tapi harga selangit! maka bisa membuat pengunjung kapok. Saya akhirnya memilih makanan pembuka mushroom soup dan steak, yang lain pilih burger dan menu lainnya seperti pizza.

Pengalaman pertama kulineran di Kunena Eatery ini memang tidak mengecewakan. Boleh dibilang mushroom soup si juara rasa yang enak pol kebetulan kami berempat masing-masing kompak memesan menu pembuka itu.

Pilihan menu yang ditawarkan sangat beragam, semuanya menggoda selera. Saya sampai kehilangan kata-kata karena kekenyangan dan rasanya tidak ada menu yang mengecewakan.

Melihat kami mulai makan dengan slow motion alias melambat karena kekenyangan, sang lady rocker Renny Djajoesman menawarkan Cordon Bleu yang fillet dada ayamnya tebal diisi dengan daging asap dan keju quick melt cukup banyak diletakkan di tengah-tengah.

“Ini termasuk menu favorit loh, kita makan tengah aja habiskan bersama-sama, oke ya,” kata Renny bersemangat. Namun tidak ada yang mengangguk setuju malah diam-diam menguap apalagi udara dingin dan hujan gerimis turun membasahi malam.

Penyanyi lawas yang prestasinya berkibar semasa Harry Roesli, Ikang Fauzi, Jelly Tobing dan Euis Darliah ini geli melihat The Geng kekenyangan dan berjalan keluar. “Duh mbakyu, kalau saya sering ke Jogja sepanjang tahun dan mampir terus ke Kunena rasanya belum semua menu bisa saya coba nih. Next time kita kembali lagi yah…”

Asia Tenggara Sambut Sekitar 123 juta Kedatangan Wisatawan Mancanegara Pada tahun 2024

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Jumlah kedatangan tersebut 30,6 persen lebih tinggi dibandingkan yang dilaporkan pada akhir tahun 2023. Negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) secara kolektif menyambut lebih dari 123 juta wisatawan mancanegara selama setahun terakhir.

Dilansir dari traveldailymedia.com, total untuk tahun 2024 setidaknya 30,6 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Otoritas terkait menunjukkan bahwa hal ini sebagian besar disebabkan oleh peningkatan insentif perjalanan seperti produk pariwisata dan pelonggaran peraturan terkait penerbitan visa.

Total kedatangan wisatawan mancanegara tahun 2024 termasuk dalam statistik yang disoroti pada Forum Pariwisata ASEAN yang baru-baru ini ditutup yang diadakan di Johor Baru, Malaysia.

Bekerja sama untuk saling menguntungkan

Pada ATF tahun ini, para menteri pariwisata dari kawasan tersebut sepakat untuk mempromosikan dan memperkuat kerangka kerja sama pariwisata ASEAN dengan memberikan kontribusi dan melaksanakan kegiatan pariwisata di seluruh Asia Tenggara dan di setiap negara anggota.

Kerja sama juga akan diwujudkan melalui partisipasi aktif setiap negara anggota dalam ASEAN-China Tourism 2025, ASEAN-India Tourism 2025, dan acara lainnya yang akan datang.

Acara ini juga meninjau inisiatif prioritas yang dilaksanakan antara tahun 2016 dan 2025 untuk mempersiapkan strategi pariwisata ASEAN berikutnya yang akan dilaksanakan antara tahun 2026 dan 2030.

Strategi yang direvisi ini berpusat pada pariwisata yang bertanggung jawab, keberlanjutan, partisipasi, dan kemampuan beradaptasi.

Wamenekraf: Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Penting untuk Majukan Ekosistem Digital Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf) Irene Umar mengajak masyarakat memajukan ekonomi kreatif atau ekraf melalui banyak cara. Kemenekraf sendiri mendorong kolaborasi melalui program dan akses yang memudahkan.

Hal itu disampaikan Wamenekraf Irene saat memberikan sambutan dalam acara Ujung-Ujungnya Digital 2025 di Ciputra Artpreneur Jakarta pada 1 Februari 2025. Ujung-Ujungnya Digital 2025 adalah acara yang diadakan oleh Lynk.id sebagai wadah bagi para pelopor, inovator, dan pelaku dunia digital untuk mengeksplorasi potensi kreativitas, teknologi, dan strategi inovatif yang belum tergali.

“Kementerian Ekonomi Kreatif mengucapkan terima kasih kepada Pendiri Lynk.id atas inisiatifnya dalam mengadakan acara ini. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk memajukan ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Wamenekraf Irene.

Pemerintah disebut Wamenekraf Irene siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong pertumbuhan ekraf. Ia mengajak para peserta dan pegiat ekraf Indonesia untuk bersama-sama berjuang mendorong ekraf Indonesia.

“Pemerintah siap berkolaborasi untuk memajukan ekonomi kreatif. Kami mengajak para pelaku ekonomi kreatif untuk sama-sama mendorong ekonomi kreatif Indonesia melalui program, akses, perizinan, dan lain-lain,” tambah Wamenekraf Irene.

Sementara itu, Kevin Tano selaku Chief Product Officer Lynk.id mengatakan acara Ujung-Ujungnya Digital 2025 ini merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan produk digital kepada masyarakat Indonesia dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya digitalisasi dalam ekraf.

Dengan dukungan dari Kemenekraf, dia berharap acara ini dapat memperluas jangkauan dan mempercepat perkembangan ekraf digital di Indonesia.

“Dengan dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif, diharapkan acara ini dapat memperluas jangkauan dan mempercepat perkembangan ekonomi kreatif digital di Indonesia,” ujar Kevin Tano.

Dalam acara ini, Wamenekraf Irene didampingi Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf Muhammad Neil El Himam serta Direktur Konten Digital Kemenekraf Yuana Rochma Astuti.

Vietnam Berupaya Tingkatkan Sektor Pariwisata Kebugaran

this formate

HANOI, bisniswisata.co.id: Jika memainkan kartunya dengan benar, Vietnam dapat dengan mudah menyaingi Bali dan Thailand, pemimpin dalam pariwisata kebugaran

Berkat meningkatnya minat pada kebugaran holistik, Vietnam melaporkan bahwa sektor pariwisata kebugarannya berupaya untuk setara dan bahkan melampaui rekan-rekan regionalnya.

Menurut firma riset pasar Imarc, sektor kebugaran Vietnam bernilai $26,4 miliar tahun lalu. Ini merupakan peningkatan besar dari $17,4 miliar yang terakhir terlihat pada tahun 2019.

Peneliti Imarc menambahkan bahwa sektor pariwisata kebugaran negara itu dapat tumbuh hingga 9,3 persen tahun ini, di seluruh kategori seperti real estat kebugaran, nutrisi, perawatan pribadi, dan kecantikan.

Menurut Global Wellness Institute, hal ini sebanding dengan perkiraan pertumbuhan tahunan sebesar 7,3 persen untuk industri pariwisata kebugaran global tahun ini. Hingga saat ini, total nilai pasar industri ini dipatok sekitar US$6,3 triliun.

Meski demikian, sektor pariwisata kebugaran Vietnam secara aktif bersaing dengan negara-negara lain di Indonesia dan Thailand.

Pandemi sebagai pendorong pertumbuhan industri yang mengejutkan

Hal yang mengejutkan, banyak bisnis dalam kancah wisata kebugaran Vietnam menganggap COVID-19 sebagai pendorong mereka untuk menjalani kesejahteraan holistik.

Secara global, pandemi meningkatkan kesadaran tentang kesehatan fisik dan mental, mendorong banyak orang untuk mengubah gaya hidup mereka.

Di Vietnam, minat publik terhadap kebugaran meningkat signifikan setelah pandemi, meskipun kesehatan tetap berada di kisaran menengah prioritas bagi sebagian besar konsumen.

Namun, survei yang dilakukan pada bulan November 2024 oleh firma statistik domestik IFM Research menunjukkan bahwa setidaknya 80 persen orang Vietnam telah berolahraga, mengubah pola makan mereka secara radikal, atau sekarang mengonsumsi suplemen untuk kesehatan mereka.

Ketertarikan besar-besaran terhadap kesehatan yang lebih baik ini telah meluas ke bidang pariwisata dan perhotelan, dengan operator tur yang menawarkan retret kebugaran, serta peningkatan yang nyata dalam jumlah klien di spa atau pusat kebugaran yang dikelola hotel dan independen.

Masa keemasan spa

Menurut Global Wellness Institute, pendapatan spa Vietnam mencapai $1,4 miliar pada tahun 2023.

Hal ini menempatkan negara tersebut di 20 pasar teratas secara global dan naik dari $850 juta pada tahun 2019.

Tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata antara tahun 2019 hingga 2023 adalah 13,3 persen, hampir setara dengan Dubai di Uni Emirat Arab.

Bersama dengan Tiongkok dan Jepang, Vietnam juga berada di peringkat tiga negara Asia teratas yang diharapkan mendapatkan investasi terbanyak untuk lokasi wisata kebugaran masing-masing, khususnya resor mata air panas atau mineral untuk tahun ini.

Mengapa Moskow Jadi Destinasi Pilihan India untuk Pariwisata MICE?

this formate

NEW DELHI, bisniswisata.co.id: Komite Pariwisata Kota Moskow telah mengintensifkan upayanya untuk memperdalam kolaborasi dengan sektor pariwisata luar negeri India, dengan penekanan khusus pada industri Pertemuan, Insentif, Konferensi, dan Pameran (MICE).

Fokus strategis ini menyoroti ambisi Moskow untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi utama untuk wisata rekreasi dan bisnis, dengan India muncul sebagai mitra utama.

Dilansir dari www.100knots.com, India telah menjadi kontributor utama bagi pertumbuhan pariwisata Moskow, terutama setelah tahun 2020, ketika menjadi salah satu negara non-CIS teratas yang mengirim wisatawan ke ibu kota Rusia.

Tren ini telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa, dengan paruh pertama tahun 2024 menyaksikan peningkatan wisatawan India sebanyak 1,5 kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023.

Lonjakan ini, yang mendatangkan 28.500 pengunjung India ke Moskow, sebagian besar dapat dikaitkan dengan dibukanya sistem e-visa pada bulan Agustus 2023.

Proses visa yang disederhanakan telah secara signifikan meningkatkan aksesibilitas bagi pemegang paspor India, yang mendorong peningkatan lalu lintas MICE dari India ke Rusia.

Komitmen Moskow terhadap Pariwisata Bisnis

Menurut Evgeny Kozlov, Wakil Kepala Pertama Kantor Wali Kota dan Pemerintah Moskow serta Ketua Komite Pariwisata Kota Moskow, strategi pariwisata kota tersebut meliputi kegiatan budaya, pendidikan, dan hiburan. Pariwisata bisnis telah menjadi penggerak ekonomi yang vital bagi Moskow.

Pada tahun 2030, kota tersebut bertujuan untuk menarik 6 juta wisatawan asing setiap tahunnya, dengan kontribusi signifikan yang diharapkan dari kawasan-kawasan seperti CIS, Asia-Pasifik, India, dan Timur Tengah.

Menampilkan Moskow di OTM Mumbai 2025

Moskow bersiap untuk memikat penonton di Pameran Pariwisata Internasional OTM di Mumbai mulai 30 Januari hingga 1 Februari 2025. Selama tiga hari, ibu kota Rusia ini akan memamerkan berbagai penawarannya yang kaya dalam bidang pariwisata budaya, rekreasi, dan bisnis.

Menjelang pameran, Misi Bisnis Moskow diadakan pada 28 Januari 2025, yang akan mempertemukan perwakilan terkemuka dari industri pariwisata Moskow dan sekitar 80 operator tur dan pemangku kepentingan India.

Acara ini diikuti dengan resepsi pada 29 Januari, yang diselenggarakan oleh Komite Pariwisata Kota Moskow. Pejabat tinggi, termasuk Ivan Fetisov, Konsul Jenderal Federasi Rusia di Mumbai, Victor Gorelykh, Direktur Rumah Rusia di Mumbai, dan Evgeny Kozlov, akan hadir untuk lebih mempererat hubungan dengan mitra India.

Menyadari India sebagai pasar prioritas, Komite Pariwisata Kota Moskow telah secara aktif melaksanakan proyek untuk menarik wisatawan India. Inisiatif ini mencakup partisipasi dalam pameran pariwisata besar India seperti BLTM, SATTE, OTM, dan Kongres MILT.

Selain itu, Moskow menyelenggarakan misi bisnis dan presentasi di kota-kota utama India seperti Kolkata, Ahmedabad, Mumbai, dan Chennai untuk membangun pengenalan merek dan membina hubungan baru.

Pada bulan April 2024, Moskow menjadi tuan rumah konferensi “Shaping MICE Future” di Delhi, yang melibatkan lebih dari 100 perwakilan industri India.

Selain itu, program Moscow MICE Ambassadors, yang diluncurkan pada tahun 2023 dalam kemitraan dengan Network of Indian MICE Agents (NIMA), telah mensertifikasi 50 peserta pada tahun pertamanya.

Program diperluas untuk mensertifikasi 200 profesional India pada bulan November 2024. Program ini telah secara signifikan memperkuat hubungan antara Moskow dan industri acara India.

Pada bulan Desember 2024, Moskow menjadi tuan rumah Kongres Meet Global MICE kedua: Edisi BRICS, yang menarik lebih dari 1.300 perwakilan pariwisata bisnis dari negara-negara BRICS dan negara-negara berkembang.

Acara ini menggarisbawahi meningkatnya daya tarik Moskow sebagai pusat pariwisata bisnis internasional.

Masa Depan yang Menjanjikan untuk Pariwisata MICE Moskow-India

Dengan kombinasi inisiatif strategis, dukungan pemerintah, dan peningkatan aksesibilitas melalui sistem e-visa, Moskow siap untuk memperkuat hubungannya dengan pasar pariwisata luar negeri India.

Karena kota ini terus menarik lebih banyak wisatawan India, khususnya di sektor MICE, kemitraan antara Moskow dan India berjanji untuk menetapkan tolok ukur baru dalam kolaborasi pariwisata global.

Global Wellness Summit Mengungkap Tren Berpengaruh untuk Tahun 2025

this formate

MIAMI, Florida, AS, bisniswisata.co.id: Global Wellness SummitTM (GWS) merilis laporan tahunan Future of Wellness, perkiraan terlama dan paling terperinci (130 halaman) tentang apa yang akan membuat perubahan dalam kesehatan dan kebugaran di tahun mendatang.

Pasar yang Kontradiktif:

Dalam laporan tahun lalu, kami mencatat bahwa pasar kebugaran dengan cepat menjadi tempat pola pikir yang kontradiktif. Pasar yang secara dramatis lebih berteknologi tinggi, medis, sangat mengoptimalkan, dan mahal sedang muncul (“perawatan keras”), demikian ungkap rilisnya.

Pada saat yang sama, kami melihat keinginan yang semakin tajam untuk kebugaran yang jauh lebih sederhana, berteknologi rendah, tidak terlalu mengoptimalkan diri sendiri, dan terjangkau, di mana kesejahteraan sosial dan emosional paling penting (“perawatan lunak”). Kami mengatakan polaritas ini hanya akan melebar, dan Anda melihatnya dalam laporan kami tahun 2025.

Tren Analog Wellness menggambarkan permintaan untuk kehidupan yang lebih lambat dan berteknologi rendah. Dengan manipulasi dunia daring, kampanye disinformasi, dan otak serta budaya umum yang “membusuk”, yang tiba-tiba menjadi terlalu jauh.

kami memperkirakan tahun 2025 adalah tahun di mana lebih banyak orang secara agresif keluar dan “menyalakan analog”: memanfaatkan teknologi, hobi, dan pengalaman retro, pra-digital… sebagai kebugaran, dan dalam kebugaran.

Tren pemutusan digital dan kehidupan analog akan mengguncang segalanya mulai dari perjalanan hingga kebijakan pemerintah hingga desain rumah. Tren Sauna Reimagined menyelidiki ledakan dalam, dan penemuan kembali, salah satu jenis kebugaran paling lo-fi, kuno, dan sosial.

Tren Wellness on the Line, tentang ledakan pengalaman kebugaran kreatif di kapal pesiar dan perjalanan kereta api, didorong oleh keinginan untuk perjalanan yang lebih lambat dan lebih penuh perhatian.

Tidak ada yang menggambarkan kesehatan yang sangat optimal seperti tren Augmented Biology, yang merinci bagaimana perpaduan baru antara tubuh dan mesin (yang dulunya hanya fiksi ilmiah) mendorong potensi otak dan tubuh manusia ke tingkat manusia super.

The Supplement Paradox mengeksplorasi arah baru yang berlandaskan sains dan berteknologi tinggi di pasar suplemen yang luas, yang berupaya membantu masalah kepercayaan yang mengganggu industri tersebut.

Kesehatan Akan Mengatasi Masalah Besar

Pemrograman yang layak untuk resor kesehatan bintang lima, hingga tempat peristirahatan baru yang menenangkan pikiran. Industri spa dan kesehatan telah menjadi penjahat dalam krisis air global, tetapi tren Watershed Wellness mengungkapkan bagaimana lebih banyak tujuan kesehatan akan melestarikan dan memperbarui persediaan air kita.

Longevity Redefines Work mengeksplorasi perubahan radikal yang akan terjadi di tempat kerja dan tempat kerja seiring dengan berkurangnya jumlah pekerja muda dan meledaknya jumlah tenaga kerja berusia di atas 65 tahun, dan bagaimana industri kesehatan akan menjadi pemain kunci dalam membantu karyawan bekerja lebih lama dan lebih baik.

Terakhir, The Middle East’s Wellness Ambitions mengeksplorasi sesuatu yang mungkin dianggap mustahil oleh kebanyakan orang: munculnya wilayah tersebut sebagai pemimpin kesehatan, didorong oleh rencana “visi” nasional yang berfokus pada kesehatan di GCC, dan investasi besar dalam perawatan kesehatan preventif dan keberlanjutan yang mutakhir, tujuan wisata kesehatan yang luas, dan konsep olahraga yang bertemu dengan kesehatan.

Amway adalah sponsor eksklusif laporan ini. Sebagai perusahaan kesehatan dan kebugaran yang didirikan pada tahun 1959, Amway hadir di lebih dari 100 negara dan wilayah di seluruh dunia. Selama 12 tahun berturut-turut, mereka dinobatkan sebagai perusahaan penjualan langsung nomor satu di dunia.

“Seiring dengan terus berkembangnya industri kebugaran, laporan Masa Depan Kebugaran memainkan peran penting dalam mengidentifikasi dan memahami tren yang muncul dan memberikan wawasan yang memandu inovasi produk dan arah strategis,” kata kepala pemasaran Amway, Melodie Nakhle.

Menurut dia, Amway berkomitmen untuk membantu orang-orang menjalani kehidupan yang lebih baik dan lebih sehat di seluruh dunia, dan mensponsori penelitian ini memperkuat dedikasi kami untuk menyediakan solusi yang berarti bagi komunitas global.

Tentang Global Wellness Summit:

Global Wellness Summit adalah organisasi yang mempertemukan para pemimpin dan visioner untuk secara positif membentuk masa depan ekonomi kebugaran global senilai US$6,3 triliun.

Selain konferensi tahunan yang diadakan di lokasi berbeda di seluruh dunia, GWS juga menyelenggarakan pertemuan virtual rutin, termasuk Kelas Master Kesehatan dan Sorotan Sektor Kesehatan yang kolaboratif, dan setiap tahun menyelenggarakan Simposium Kesehatan Real Estat & Komunitas secara langsung.

Laporan Tren Kesehatan Global tahunan organisasi ini menawarkan prediksi berbasis pakar tentang masa depan kesehatan yang sering dikutip di media. KTT Kesehatan Global tahunan ke-19 akan berlangsung di Abu Dhabi.

Kini Anda dapat mengukur dampak lama dari berbagai peristiwa bisnis

Alat baru berbasis AI di Sarawak bertujuan untuk melacak dampak peristiwa bisnis secara langsung dengan memanfaatkan wawasan data.

Bagaimana Negara Muslim dan non Muslim Menjaring Wisata Halal ?

this formate

KALKUTA, bisniswisata.co.id: Dalam sebuah langkah berani yang mengejutkan industri perjalanan global, Indonesia, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, dan Brunei memelopori revolusi dengan merangkul wisata Halal.

Dilansir dari travelandtourworld.com, negara-negara ini tidak hanya memanfaatkan pasar wisata Muslim yang sedang berkembang; mereka juga menetapkan standar baru dan mendefinisikan ulang masa depan pariwisata internasional.

Indonesia: Raksasa yang Tertidur Bangkit Lagi.

Indonesia, rumah bagi populasi Muslim terbesar di dunia, akhirnya memanfaatkan potensinya yang sangat besar. Dengan warisan budaya yang kaya dan pemandangan alam yang menakjubkan, negara ini memposisikan dirinya sebagai tujuan wisata Halal utama.

Pemerintah telah meluncurkan inisiatif untuk mensertifikasi tempat-tempat Halal, memastikan bahwa wisatawan Muslim dapat menikmati liburan mereka tanpa hambatan.

Destinasi seperti Lombok telah menjadi sorotan sebagai destinasi ramah halal, yang menawarkan berbagai fasilitas seperti makanan halal, fasilitas shalat, dan akomodasi yang sesuai dengan Syariah.

Langkah strategis ini bukan hanya untuk menarik wisatawan; tetapi juga untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan dominan di pasar pariwisata halal global.

Malaysia: Pemimpin yang Tak Terhentikan

Malaysia telah lama menjadi pelopor dalam pariwisata halal, dan secara konsisten menempati peringkat teratas dalam Indeks Perjalanan Muslim Global.

Komitmen negara ini untuk menyediakan layanan yang ramah bagi Muslim tidak tertandingi. Dari restoran bersertifikat halal hingga hotel yang dilengkapi dengan fasilitas shalat, Malaysia tidak melewatkan satu hal pun.

Sikap proaktif pemerintah, ditambah dengan proses sertifikasi halal yang kuat, telah memperkuat reputasi Malaysia sebagai destinasi yang wajib dikunjungi bagi wisatawan Muslim.

Namun, Malaysia tidak berpuas diri; negara ini terus berinovasi, memastikannya tetap menjadi yang terdepan dalam pariwisata halal.

Jepang: Matahari Terbit Merangkul Pariwisata Halal

Dalam perubahan yang tak terduga namun strategis, Jepang membuat langkah signifikan dalam mengakomodasi wisatawan Muslim.

Menyadari potensi pasar perjalanan Muslim yang menguntungkan, bisnis Jepang beradaptasi dengan menawarkan pilihan makanan Halal, tempat salat, dan layanan ramah Muslim.

Kota-kota seperti Tokyo dan Osaka menyaksikan lonjakan restoran dan hotel bersertifikat Halal, menjadikan Jepang tujuan yang semakin menarik bagi wisatawan Muslim.

Perubahan ini tidak hanya mendiversifikasi demografi wisatawan Jepang tetapi juga menunjukkan komitmennya terhadap inklusivitas.

Korea Selatan: Gelombang K Menuju Halal

Korea Selatan, yang sangat populer di dunia berkat budayanya, kini mulai menarik wisatawan Muslim. Pemerintah telah menerapkan kebijakan untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi Muslim, termasuk mendirikan musala di tempat umum dan mempromosikan tempat makan bersertifikat Halal.

Kolaborasi dengan organisasi Islam semakin memperkuat upaya ini, memastikan bahwa wisatawan Muslim merasa diterima. Langkah Korea Selatan dalam bidang pariwisata Halal bukan sekadar tren; ini adalah langkah yang diperhitungkan untuk meraih pangsa pasar perjalanan Muslim yang sedang berkembang.

Brunei: Sang Pesaing Pendiam

Brunei, dengan warisan Islamnya yang kaya, secara alami diposisikan untuk menarik wisatawan Muslim. Negara ini menawarkan banyak fasilitas dan layanan bersertifikat Halal, memastikan bahwa wisatawan Muslim dapat menikmati pengalaman yang lancar.

Meskipun mungkin tidak sehebat kampanye pemasaran yang agresif seperti negara-negara tetangganya, komitmen Brunei untuk mempertahankan standar tinggi dalam pariwisata Halal menunjukkan banyak hal.

Lingkungannya yang murni dan kepatuhannya pada prinsip-prinsip Islam menjadikannya tujuan yang unik dan menarik bagi mereka yang mencari pengalaman perjalanan Halal yang autentik.

Dampak Global: Era Baru Perjalanan

Upaya bersama negara-negara ini bukan sekadar fenomena regional; upaya tersebut membentuk kembali industri perjalanan global.

Pasar perjalanan Muslim diproyeksikan mencapai 230 juta kedatangan internasional pada tahun 2028, dengan pengeluaran yang diantisipasi sebesar US$ 225 miliar.

Lonjakan ini memaksa destinasi di seluruh dunia untuk mengevaluasi kembali penawaran mereka dan memenuhi kebutuhan unik wisatawan Muslim.

Meningkatnya pariwisata Halal bukan sekadar tren; hal itu merupakan bukti dari dinamika perjalanan global yang terus berubah, di mana inklusivitas dan kepekaan budaya menjadi yang terpenting.

Sambut Visit Malaysia Year 2026, 21 Rute Internasional Baru Diluncurkan

this formate

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia Tiong King Sing mengumumkan pada 27 Desember meluncurkan 21 rute penerbangan internasional baru hingga pertengahan Januari 2026 sebagai bagian dari persiapan untuk Visit Malaysia Year 2026 (Tahun Kunjungan Malaysia 2026).

Dilansir dari https://en.vietnamplus.vn/, Tiong mengatakan bahwa layanan baru tersebut terdiri dari 16 penerbangan terjadwal dan lima penerbangan carter yang akan dioperasikan oleh 10 maskapai penerbangan, menghu-bungkan Malaysia dengan destinasi di seluruh ASEAN, Asia Timur, Uzbekistan, dan Sri Lanka.

Dari 16 rute terjadwal, 13 rute akan dimulai dalam bulan Desember, sementara rute sisanya akan dimulai pada bulan Januari. Rute-rute ini akan menambah 81 penerbangan langsung ke Malaysia, dengan kapasitas maksimal hampir 14.000 penumpang per minggu.

Untuk lima penerbangan carter, empat akan dimulai pada bulan Desember, sementara satu akan dimulai bulan depan, katanya.

Menurut menteri tersebut, layanan penerbangan baru ini akan melibatkan delapan negara dan 17 destinasi, menghubungkan sembilan bandara Malaysia, yaitu Kuala Lumpur, Subang, Penang, Johor Bahru, Kota Kinabalu, Tawau, Kuching, Ipoh, dan Langkawi.

Asia Timur tetap menjadi fokus utama dari ekspansi rute ini, dengan tujuh penerbangan terjadwal dan tiga penerbangan carter yang menghubungkan Malaysia ke delapan kota di Tiongkok.

Selain itu, penerbangan terjadwal baru akan diluncurkan ke Osaka (Jepang), dan Busan (Republik Korea), sementara Taichung, Taiwan (Tiongkok), akan menerima layanan penerbangan carter.

Di lingkup ASEAN, enam penerbangan terjadwal akan menghubungkan Malaysia dengan Singapura, Jakarta dan Medan di Indonesia, serta Cebu di Filipina.
Sementara itu, Tashkent (Uzbekistan) dan Colombo (Sri Lanka) masing-masing akan menerima satu penerbangan terjadwal.

Filipina Bersiap Membentuk Masa Depan Pariwisata Regional

this formate

MANILA, bisniswisata.co.id: Filipina bersiap untuk membantu membentuk masa depan pariwisata kawasan seiring dengan asumsi keketuaan ASEAN pada tahun 2026, menurut pernyataan Departemen Pariwisata (DOT) Filipina.

Dilansir dari https://e.vnexpress.net/, lembaga tersebut mengeluarkan pernyataan pada hari Natal saat menyambut tahun mendatang dengan optimisme di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri pada tahun 2025.

Sekretaris Pariwisata Christina Frasco mengatakan Filipina bersiap untuk menjadi tuan rumah Forum Global Pariwisata PBB tentang Gastronomi dan Forum Pariwisata ASEAN (ATF) 2026 di Cebu, yang menegaskan kepemimpinan dan ketangguhan negara tersebut dalam membentuk masa depan pariwisata di kawasan.

DOT akan menyelenggarakan ATF di Cebu, yang dijadwalkan pada 26 hingga 29 Januari, bersamaan dengan pertemuan tingkat menteri dari para Menteri Pariwisata ASEAN.

Salah satu dokumen hasil utama yang diharapkan pada pertemuan tingkat tinggi tersebut adalah Rencana Strategis Pariwisata ASEAN, di mana Filipina bertindak sebagai koordinator negara.

Untuk Filipina sendiri, DOT menyatakan akan terus meningkatkan upaya kolaborasi dan promosi guna mendorong industri, yang tetap menjadi penggerak besar bagi ekonomi Filipina.

Pada tahun 2025, pemulihan kedatangan wisatawan mancanegara berlangsung lamban tahun ini karena gangguan visa, bencana alam yang memengaruhi berbagai destinasi, persepsi keamanan, serta konektivitas udara yang terbatas.

Frasco mengatakan tahun ini telah menguji Filipina seiring bencana alam yang melanda masyarakatnya, mengganggu mata pencaharian, dan mengingatkan negara tersebut betapa rapuhnya sebuah kemajuan.

Ia menekankan bahwa dalam momen-momen tersulit ini, pariwisata berdiri sebagai sumber harapan, memulihkan pekerjaan, menopang keluarga, dan membantu masyarakat bangkit dengan keberanian dan tekad.

Terlepas dari tantangan-tantangan tersebut, DOT menyatakan telah memperkuat infrastruktur pariwisata melalui pembentukan Area Istirahat Wisatawan (Tourist Rest Areas) di seluruh negeri.

Memperluas layanan digital dan lapangan melalui Travel Philippines dan Tourist Call Center, serta meluncurkan tour transit pertama di negara tersebut bersamaan dengan layanan medical concierge di Bandara Internasional Ninoy Aquino untuk meningkatkan aksesibilitas dan pengalaman pelancong.

Menurut Frasco, lembaga tersebut terus meningkatkan standar keramahan melalui Filipino Brand of Service Excellence dengan membekali tenaga kerja pariwisata dengan keterampilan dan nilai-nilai yang mencerminkan sisi terbaik dari warga Filipina.