MANILA, bisniswisata.co.id: Filipina bersiap untuk membantu membentuk masa depan pariwisata kawasan seiring dengan asumsi keketuaan ASEAN pada tahun 2026, menurut pernyataan Departemen Pariwisata (DOT) Filipina.
Dilansir dari https://e.vnexpress.net/, lembaga tersebut mengeluarkan pernyataan pada hari Natal saat menyambut tahun mendatang dengan optimisme di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri pada tahun 2025.
Sekretaris Pariwisata Christina Frasco mengatakan Filipina bersiap untuk menjadi tuan rumah Forum Global Pariwisata PBB tentang Gastronomi dan Forum Pariwisata ASEAN (ATF) 2026 di Cebu, yang menegaskan kepemimpinan dan ketangguhan negara tersebut dalam membentuk masa depan pariwisata di kawasan.
DOT akan menyelenggarakan ATF di Cebu, yang dijadwalkan pada 26 hingga 29 Januari, bersamaan dengan pertemuan tingkat menteri dari para Menteri Pariwisata ASEAN.
Salah satu dokumen hasil utama yang diharapkan pada pertemuan tingkat tinggi tersebut adalah Rencana Strategis Pariwisata ASEAN, di mana Filipina bertindak sebagai koordinator negara.
Untuk Filipina sendiri, DOT menyatakan akan terus meningkatkan upaya kolaborasi dan promosi guna mendorong industri, yang tetap menjadi penggerak besar bagi ekonomi Filipina.
Pada tahun 2025, pemulihan kedatangan wisatawan mancanegara berlangsung lamban tahun ini karena gangguan visa, bencana alam yang memengaruhi berbagai destinasi, persepsi keamanan, serta konektivitas udara yang terbatas.
Frasco mengatakan tahun ini telah menguji Filipina seiring bencana alam yang melanda masyarakatnya, mengganggu mata pencaharian, dan mengingatkan negara tersebut betapa rapuhnya sebuah kemajuan.
Ia menekankan bahwa dalam momen-momen tersulit ini, pariwisata berdiri sebagai sumber harapan, memulihkan pekerjaan, menopang keluarga, dan membantu masyarakat bangkit dengan keberanian dan tekad.
Terlepas dari tantangan-tantangan tersebut, DOT menyatakan telah memperkuat infrastruktur pariwisata melalui pembentukan Area Istirahat Wisatawan (Tourist Rest Areas) di seluruh negeri.
Memperluas layanan digital dan lapangan melalui Travel Philippines dan Tourist Call Center, serta meluncurkan tour transit pertama di negara tersebut bersamaan dengan layanan medical concierge di Bandara Internasional Ninoy Aquino untuk meningkatkan aksesibilitas dan pengalaman pelancong.
Menurut Frasco, lembaga tersebut terus meningkatkan standar keramahan melalui Filipino Brand of Service Excellence dengan membekali tenaga kerja pariwisata dengan keterampilan dan nilai-nilai yang mencerminkan sisi terbaik dari warga Filipina.










