Aktivitas Komersial Meluas Seiring d0engan Jumlah Izin Usaha yang Capai 86.000 pada tahun 2024

this formate

RIYADH, bisniswisata.co.id: Sektor jasa logistik di kawasan Madinah, Arab Saudi, tumbuh 54 persen dari tahun ke tahun pada tahun 2024, yang menggarisbawahi semakin besarnya peran kota tersebut sebagai pusat transportasi dan perdagangan, menurut data resmi terbaru.

Angka-angka dari Kementerian Perdagangan juga mengungkapkan bahwa aktivitas komersial di kawasan tersebut meluas 37 persen dari tahun 2018 hingga 2024, dengan jumlah izin usaha terdaftar mencapai 86.000 tahun lalu.

Dilansir dari halaltimes.com, peningkatan Madinah sebagai pusat logistik didorong oleh infrastrukturnya yang kuat, termasuk tiga bandara, jaringan jalan raya yang luas yang menghubungkan lima kawasan, Kereta Cepat Haramain, dan dua pelabuhan utama — satu komersial dan satu industri. Fasilitas-fasilitas ini mendukung ekspor nonmigas senilai hampir $1,1 miliar dan impor senilai lebih dari $1,4 miliar pada tahun 2021.

Perekonomian yang lebih luas di kawasan ini juga mengalami pertumbuhan yang kuat, dengan sektor perhotelan melaporkan peningkatan tahunan sebesar 42 persen pada tahun 2024, sementara bisnis terkait pariwisata, termasuk kegiatan perjalanan wisata, tumbuh sebesar 33 persen.

Sektor teknologi juga berkembang, dengan layanan pemrograman komputer tumbuh sebesar 28 persen, sementara pengeringan, pengemasan, dan manufaktur kurma naik 14 persen dari tahun ke tahun.

Hal ini terjadi karena belanja konsumen di kawasan ini terus meningkat, dengan transaksi titik penjualan mencapai SR536,89 juta ($143 juta) pada minggu yang berakhir pada tanggal 22 Februari, menandakan pertumbuhan ritel yang stabil dan inflasi yang stabil.

Kawasan Madinah telah mempertahankan pertumbuhan permintaan yang kuat dari tahun 2020 hingga 2024, yang menggarisbawahi daya tarik investasinya, Saudi Press Agency melaporkan. Pengembangan kawasan ini sejalan dengan Visi 2030 Arab Saudi, yang bertujuan untuk mengubah Madinah menjadi pusat investasi dan budaya utama.

Pada bulan Februari, Otoritas Pengembangan Kawasan Madinah melaporkan peningkatan kualitas hidup, pertumbuhan ekonomi, dan inisiatif budaya. Kawasan ini berada di peringkat ke-88 secara global dalam Indeks 100 Destinasi Kota Teratas 2024 versi Euromonitor International dan peringkat ketujuh dalam Indeks Kinerja Pariwisata, dengan 3.200 lokasi terdaftar dalam Daftar Warisan Perkotaan Nasional.

Arab Saudi juga telah melonggarkan pembatasan investasi asing di bidang real estat, yang memungkinkan investor internasional untuk membeli saham di perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Saudi yang memiliki properti di Mekkah dan Madinah, sebuah langkah yang diharapkan dapat mendorong arus masuk modal lebih lanjut ke kawasan tersebut.

Upaya transformasi digital Madinah juga mendapatkan daya tarik, dengan inisiatif Kota Cerdas Al-Madinah naik 11 peringkat dalam Indeks Kota Cerdas versi Institut Internasional untuk Pengembangan Manajemen, peringkat ke-74 secara global, naik dari peringkat ke-85 pada tahun 2023.

Arab Saudi Perkuat Kepemimpinan halal dengan 13 Kesepakatan Baru di Forum Makkah

this formate

JEDDAH, bisniswisata.co.id: Arab Saudi m menandatanganan 13 kesepakatan di acara khusus di Makkah, yang memperkuat kepemimpinannya di industri halal dengan memperluas investasi, memperkuat standar sertifikasi, dan meningkatkan produksi pangan.

Dilansir dari arabnews.com, diumumkan selama Forum Halal Makkah edisi kedua, yang diselenggarakan dari 25 hingga 27 Februari, kesepakatan tersebut mencakup kemitraan antara Halal Products Development Co., anak perusahaan dari Dana Investasi Publik, dan Al-Watania Poultry, Golden Chicken Farms Co., dan Ajlan & Bros Holding Group.

Kamar Dagang dan Pembangunan Islam juga menandatangani kesepakatan dengan Fambras Halal dari Brasil, Pusat Sains Halal dari Thailand, dan KulinWorld dari Slovenia untuk meningkatkan sertifikasi dan penelitian global dalam industri tersebut.

Selain itu, Otoritas Saudi untuk Kota Industri dan Zona Teknologi, atau MODON, mengamankan kesepakatan dengan First Milling Co. dan Ghitha Alzad Food Industries untuk memperkuat infrastruktur produksi pangan halal.

Diselenggarakan dengan tema “Pembangunan Berkelanjutan melalui Halal” dan diresmikan oleh Menteri Perdagangan Saudi Majid Al-Kassabi, forum tersebut sejalan dengan tujuan Visi Kerajaan 2030 tentang diversifikasi ekonomi dan perluasan sektor swasta.

Sebagai tempat lahirnya Islam, Kerajaan tersebut telah lama menjadi sumber produk halal tepercaya dan memanfaatkan pengaruhnya untuk memimpin pasar halal global senilai US$7 triliun, yang diproyeksikan mencapai US$10 triliun pada tahun 2030.

Menurut American Halal Foundation, belanja konsumen Muslim untuk produk bersertifikat halal diperkirakan mencapai $207 miliar, yang menggarisbawahi potensi ekonomi sektor tersebut.

Dengan partisipasi lebih dari 150 perusahaan di 15 negara, forum tersebut telah menjadi platform utama untuk mendorong inovasi, meningkatkan standar, dan memperkuat peran Arab Saudi sebagai pusat utama dalam ekonomi halal internasional.

Perjanjian yang ditandatangani selama forum tersebut mendukung pengembangan bisnis dan pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor. Mereka membangun kerangka kerja untuk ilmu halal, berkontribusi pada kemajuan materi ilmiah dan pendidikan, serta memperkuat posisi global forum tersebut.

Berfungsi sebagai pertemuan global bagi para pemimpin industri, forum tersebut memfasilitasi kolaborasi dalam inovasi dan praktik terbaik di sektor halal, dengan fokus pada keberlanjutan dan pembangunan.

Sebagai platform untuk kemitraan bisnis dan investasi, forum ini memperkuat posisi Arab Saudi dalam ekonomi halal global.

Perekonomian yang lebih luas di kawasan ini juga mengalami pertumbuhan yang kuat, dengan sektor perhotelan melaporkan peningkatan tahunan sebesar 42 persen pada tahun 2024.

Seniman Saudi Mawadah Muhtasib berkolaborasi dengan Harrods untuk Ramadhan dan Idul Fitri

this formate

Ramadan Kareem & Eid Mubarak,” by Mawadah Muhtasib

Seniman Saudi Mawadah Muhtasib berkolaborasi dengan Harrods untuk Ramadan dan Idul Fitri. Ini adalah tahun ketiga berturut-turut Harrods berkolaborasi dengan seorang kaligrafer Arab.

DUBAI, bisniswisata.co.id: : Toserba mewah London Harrods mengumumkan bahwa mereka berkolaborasi dengan kaligrafer Saudi terkenal Mawadah Muhtasib untuk kampanye Ramadhan dan Idul Fitri.

Muhtasib dikenal dengan kaligrafi Arabnya, menggunakan Muthana (tulisan cermin) dan aksara terbalik. Karyanya memodernisasi kaligrafi tradisional sambil mempertahankan esensi aslinya.

Dilansir dari arabnews.com, untuk kolaborasi ini, Muhtasib menciptakan dua karya seni khusus yang memadukan motif bunga Islami dengan gayanya yang khas. Yang pertama, yang menampilkan pesan “Ramadhan Kareem,” dibingkai dengan latar belakang biru tua, yang mencerminkan suasana spiritual Ramadan.

Desain kedua, yang dihiasi dengan “Eid Mubarak,” menggunakan palet warna merah muda yang cerah, yang melambangkan kegembiraan dan kemeriahan perayaan Idul Fitri.

“Saya sangat gembira dapat berkolaborasi dengan Harrods untuk merayakan Ramadan dan Idul Fitri tahun ini,” kata Muhtasib. “Kaligrafi Arab memiliki kekuatan yang sangat besar yang melampaui keindahan artistik — kaligrafi Arab merupakan cerminan sejati dari warisan, budaya, dan desain yang melampaui semua generasi.

“Untuk koleksi ini, penting bagi saya untuk menangkap harmoni antara keanggunan aksara Arab dan keindahan alam. Ilustrasi bunga pada desain ini menunjukkan keserbagunaan kaligrafi Arab, yang menegaskan tempatnya di dunia kemewahan dan desain,” katanya.

Karya-karya Muhtasib akan dipamerkan di seluruh kampanye Ramadhan dan Idul Fitri Harrods, termasuk di pajangan di dalam toko, ucapan selamat digital, konten sosial, dan di food hall ikonik Knightsbridge.

Selain itu, karya seni Muhtasib akan ditampilkan pada kemasan hadiah Idul Fitri Harrods

Kamar Dagang Uzbekistan dan ICCD Bahas Industri Halal dan Pengembangan Keuangan islam

this formate

TASHKENT, bisniswisata.co.id: Dalam rangkaian Forum Halal Makkah 2025, pertemuan bilateral diadakan antara Wakil Ketua Pertama Kamar Dagang dan Industri Uzbekistan, Davron Kurbanov, dan Sekretaris Jenderal Kamar Dagang dan Pengembangan Islam (ICCD), Yousef Khalawi.

Dilansir dari uzdaily.uz, pembahasan difokuskan pada pendalaman kerja sama antara Uzbekistan dan ICCD, penguatan hubungan perdagangan dan ekonomi dengan negara-negara Islam, dan pemanfaatan potensi Kamar Dagang secara efektif untuk memperluas kolaborasi.

Yousef Khalawi memberikan gambaran umum tentang kegiatan ICCD saat ini, inisiatif utama, dan rencana strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kemitraan ekonomi di antara negara-negara Islam.

Pihak Uzbekistan, pada gilirannya, menyajikan informasi tentang daya tarik investasi negara tersebut, potensi ekspor, dan reformasi yang sedang berlangsung untuk meningkatkan lingkungan bisnis.

Para pihak mengeksplorasi peluang untuk meningkatkan perdagangan bilateral, memajukan industri halal, dan memperluas kerja sama di bidang keuangan Islam.

Sebagai hasil dari negosiasi tersebut, dicapai kesepakatan untuk menandatangani nota kesepahaman kerja sama antara Uzbekistan dan ICCD, menyelenggarakan forum bisnis dan misi perdagangan bersama, serta melaksanakan program untuk pertukaran pengalaman dan pengembangan profesional.

Pariwisata Halal Menjadi Arus Utama

this formate

Oleh: Hafiz M. Ahmed

TOKYO, bisniswisata.co.id: Dalam beberapa tahun terakhir, pariwisata halal telah beralih dari pasar khusus menjadi sektor terkemuka dalam industri perjalanan global. Pergeseran ini menandai perubahan signifikan dalam cara destinasi, hotel, restoran, dan operator tur memenuhi permintaan yang terus meningkat akan pengalaman perjalanan yang ramah Muslim.

Saat kita memasuki tahun 2024, pariwisata halal tidak lagi terbatas pada wilayah dengan populasi Muslim yang besar; pariwisata halal telah menjadi arus utama, dengan negara-negara di seluruh dunia melakukan investasi besar dalam layanan dan infrastruktur yang ramah halal.

Meningkatnya fokus pada pariwisata halal mencerminkan tren masyarakat yang lebih luas, seperti kepekaan budaya, perjalanan yang etis, dan inklusi. Dengan proyeksi populasi Muslim sebesar 2,2 miliar pada tahun 2030, dan pengeluaran perjalanan Muslim yang diperkirakan mencapai $300 miliar pada tahun 2026, jelas bahwa pariwisata halal sedang membentuk kembali lanskap perjalanan global.

Memahami Pariwisata Halal: Lebih dari Sekadar Makanan

Pada intinya, pariwisata halal dirancang untuk memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim yang ingin mematuhi pedoman Islam saat berlibur. Namun, pariwisata halal lebih dari sekadar makanan halal.

Pariwisata halal mencakup berbagai layanan yang memenuhi preferensi agama, budaya, dan gaya hidup wisatawan Muslim. Layanan ini dapat mencakup makanan bersertifikat halal, hotel bebas alkohol, kolam renang yang dipisahkan berdasarkan jenis kelamin, fasilitas salat, dan aturan berpakaian yang sopan.

Seiring dengan meningkatnya permintaan akan layanan tersebut, semakin banyak destinasi yang menyadari potensi pasar ini dan menyesuaikan penawaran mereka.

Khususnya, banyak negara dengan mayoritas non-Muslim yang memasuki arena pariwisata halal, menawarkan berbagai pilihan yang lebih luas bagi wisatawan yang mencari pengalaman yang menghargai budaya.

Mengapa Pariwisata Halal Menjadi Arus Utama

Pengarusutamaan pariwisata halal didorong oleh beberapa faktor utama. Mari kita telusuri alasan mengapa sektor ini tumbuh begitu pesat dan mendapatkan pengakuan di seluruh dunia.

1. Kekuatan Ekonomi Wisatawan Muslim

Wisatawan Muslim merupakan kekuatan ekonomi yang harus diperhitungkan. Menurut Global Muslim Travel Index (GMTI) 2022 oleh Mastercard dan CrescentRating, wisatawan Muslim menghabiskan sekitar $225 miliar pada tahun 2022, dan angka ini diperkirakan akan mencapai $300 miliar pada tahun 2026.

Karena semakin banyak keluarga dan individu Muslim bepergian untuk tujuan rekreasi, bisnis, dan keagamaan, destinasi yang memenuhi kebutuhan unik mereka akan terus diuntungkan secara ekonomi.

Pelaku utama internasional dalam industri pariwisata mulai menyadari potensi ini dan telah mulai mengembangkan produk dan layanan yang sesuai dengan halal.

Maskapai penerbangan, jaringan hotel, dan platform perjalanan semakin mengakomodasi kebutuhan wisatawan Muslim, dengan menawarkan layanan seperti makanan halal dalam pesawat, tempat salat, dan akomodasi bersertifikat halal.

2. Meningkatnya Kepekaan Budaya dan Inklusivitas

Seiring dengan semakin terhubungnya dunia, industri perjalanan semakin menekankan inklusivitas. Pariwisata halal sangat sesuai dengan tren ini, dengan menyediakan pengalaman yang peka budaya bagi wisatawan Muslim.

Faktanya, pariwisata halal tidak hanya menarik bagi umat Muslim—tetapi juga menarik minat wisatawan non-Muslim yang mencari pilihan perjalanan yang ramah keluarga, etis, dan berfokus pada kesehatan.

Banyak akomodasi dan layanan ramah halal dirancang untuk bersifat inklusif, dengan fitur-fitur seperti lingkungan bebas alkohol dan aturan berpakaian sederhana yang menumbuhkan suasana ramah keluarga. Daya tarik yang luas ini berkontribusi pada pertumbuhan pariwisata halal di luar pasar awalnya.

3. Meningkatnya Keterjangkauan Biaya Perjalanan

Keterjangkauan biaya perjalanan internasional telah memudahkan lebih banyak Muslim untuk menjelajahi destinasi di seluruh dunia. Maskapai penerbangan berbiaya rendah, pilihan akomodasi murah, dan paket perjalanan yang fleksibel telah membuka peluang bagi wisatawan Muslim, terutama mereka yang berasal dari negara berkembang seperti Indonesia, Malaysia, dan Turki.

Kombinasi keterjangkauan dan ketersediaan layanan halal yang semakin meningkat berarti bahwa lebih banyak Muslim yang memilih untuk bepergian daripada sebelumnya.

4. Meningkatnya Platform Digital untuk Perjalanan Halal

Dengan maraknya platform perjalanan daring, pemesanan perjalanan halal tidak pernah semudah ini. Situs web dan aplikasi seluler seperti HalalBooking dan Tripfez menawarkan paket perjalanan yang dikurasi khusus untuk wisatawan Muslim, termasuk restoran bersertifikat halal, tempat salat, dan hotel bebas alkohol.

Platform ini juga menyediakan ulasan pengguna, sehingga memudahkan wisatawan untuk menemukan dan memesan destinasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain itu, meningkatnya penggunaan media sosial oleh influencer Muslim membantu mempromosikan pariwisata halal dengan berbagi pengalaman perjalanan mereka dan merekomendasikan destinasi.

Instagram, YouTube, dan TikTok penuh dengan konten yang menampilkan resor ramah halal, wisata makanan halal, dan pengalaman budaya yang dirancang khusus untuk wisatawan Muslim.

Pariwisata Halal Berdasarkan Wilayah: Destinasi Utama yang Memimpin

Daya tarik pariwisata halal meluas ke seluruh benua. Negara-negara dari Asia hingga Eropa kini berlomba-lomba untuk merebut pangsa pasar yang menguntungkan ini dengan menawarkan layanan yang disesuaikan dan kampanye pemasaran yang menargetkan wisatawan Muslim.

1. Malaysia: Pemimpin Global dalam Pariwisata Halal

Malaysia tetap menjadi yang terdepan dalam pariwisata halal, secara konsisten menduduki peringkat teratas dalam Indeks Perjalanan Muslim Global. Sistem sertifikasi halal yang kuat di negara ini, yang dipadukan dengan banyaknya restoran halal, fasilitas salat, dan akomodasi ramah Muslim, menjadikannya favorit bagi wisatawan Muslim.

Kota-kota besar seperti Kuala Lumpur, Penang, dan Langkawi adalah destinasi populer yang menawarkan perpaduan pengalaman budaya, agama, dan rekreasi.

Selain itu, Malaysia menjadi tuan rumah beberapa konferensi pariwisata halal, seperti World Halal Week tahunan, yang menunjukkan komitmen negara tersebut untuk memajukan pariwisata halal.

2. Turki: Perpaduan Kaya Sejarah Islam dan Kenyamanan Modern

Turki telah lama menjadi tujuan pilihan bagi wisatawan Muslim, dengan kota-kota seperti Istanbul yang menawarkan kombinasi unik warisan Islam, fasilitas modern, dan keindahan alam.

Pariwisata Turki telah membuat layanan ramah halal tersedia secara luas, mulai dari restoran bersertifikat halal hingga hotel bebas alkohol dan resor berorientasi keluarga. Sebagai jembatan antara Eropa dan Asia, aksesibilitas Turki dan budaya Islam yang mengakar menjadikannya pemain kunci dalam sektor pariwisata halal.

3. Indonesia: Pariwisata Halal di Surga Tropis

Sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, Indonesia secara alami telah merangkul pariwisata halal. Bali, khususnya, telah membuat langkah maju dalam menawarkan pengalaman perjalanan ramah halal, termasuk pantai, restoran, dan akomodasi yang ramah Muslim.

Pemerintah juga telah melakukan upaya bersama untuk mempromosikan pariwisata halal di wilayah lain seperti Lombok, Yogyakarta, dan Jakarta, di mana fasilitas shalat dan pilihan bersantap halal tersedia berlimpah.

4. Uni Emirat Arab: Kombinasi Wisata Mewah dan Halal

UEA adalah pusat global untuk wisata mewah, dan penawaran wisata halalnya pun tak terkecuali. Dubai dan Abu Dhabi adalah rumah bagi sejumlah hotel dan resor termewah di dunia, yang banyak di antaranya menyediakan makanan bersertifikat halal, fasilitas shalat, dan aktivitas ramah keluarga.

Kemampuan UEA untuk memadukan kemewahan dengan pertimbangan keagamaan menjadikannya destinasi favorit bagi wisatawan Muslim yang mencari waktu luang dan pemenuhan spiritual.

5. Jepang: Pendatang Baru yang Mengejutkan dalam Wisata Halal

Jepang dengan cepat muncul sebagai destinasi yang tak terduga tetapi populer bagi wisatawan Muslim. Dalam beberapa tahun terakhir, kota-kota seperti Tokyo dan Kyoto telah meningkatkan upaya untuk mengakomodasi wisatawan Muslim dengan menawarkan lebih banyak pilihan tempat makan halal, musala, dan akomodasi ramah Muslim.

Upaya ini sebagian didorong oleh Olimpiade Tokyo 2020, yang menyaksikan masuknya banyak pengunjung Muslim. Fokus Jepang pada kepekaan budaya dan inklusivitas terus menarik wisatawan Muslim dari seluruh dunia.

Tren dan Inovasi Utama dalam Pariwisata Halal

Seiring dengan semakin populernya pariwisata halal, beberapa tren utama membentuk masa depannya:

Wisatawan Muslim semakin mencari pengalaman perjalanan yang sejalan dengan nilai-nilai mereka, termasuk kesehatan dan pariwisata etis. Pariwisata halal secara alami sejalan dengan tren ini, karena mempromosikan konsumsi etis, kesederhanaan, dan pengelolaan lingkungan.

Destinasi yang berfokus pada praktik berkelanjutan, seperti resor ramah lingkungan dan inisiatif pariwisata yang bertanggung jawab, menjadi lebih menarik bagi wisatawan Muslim.

Permintaan untuk pelayaran ramah lingkungan meningkat, dengan perusahaan seperti HalalBooking dan Islamic Cruises menawarkan paket yang melayani wisatawan Muslim.

Pelayaran ini menyediakan makanan halal, fasilitas salat, dan lingkungan bebas alkohol, menciptakan pengalaman perjalanan unik yang mematuhi pedoman Islam.

Seiring berkembangnya pasar pelayaran halal, lebih banyak pilihan diharapkan muncul di destinasi populer seperti Mediterania, Karibia, dan Asia Tenggara.

Platform digital telah mengubah cara wisatawan Muslim merencanakan dan memesan perjalanan mereka. HalalBooking, Tripfez, dan platform lainnya memungkinkan wisatawan untuk memfilter berdasarkan hotel bersertifikat halal, masjid terdekat, dan restoran halal.

Platform ini juga menawarkan panduan dan rencana perjalanan yang memudahkan untuk menemukan aktivitas dan layanan ramah Muslim di destinasi wisata populer.

Makanan memainkan peran utama dalam pariwisata halal, dan destinasi yang menawarkan pengalaman bersantap halal yang beragam dan autentik menjadi semakin populer.

Baik itu makanan jalanan halal di Bangkok atau santapan lezat di London, wisata kuliner merupakan daya tarik utama bagi wisatawan Muslim. Kota-kota yang mempromosikan tempat makan bersertifikat halal mereka semakin diminati di pasar pariwisata halal.

Tantangan dan Peluang bagi Masa Depan Pariwisata Halal

Meskipun pertumbuhannya pesat, pariwisata halal menghadapi beberapa tantangan. Salah satu kendala utamanya adalah kurangnya sertifikasi halal yang terstandardisasi di berbagai negara, yang dapat menimbulkan kebingungan dan ketidakkonsistenan.

Selain itu, meskipun banyak destinasi mulai melayani wisatawan Muslim, pasokan layanan ramah halal di beberapa wilayah masih jauh dari permintaan.

Namun, peluang untuk pertumbuhannya sangat besar. Karena semakin banyak destinasi yang merangkul pariwisata halal, kita dapat mengharapkan peningkatan kolaborasi antara pemerintah, penyedia perjalanan, dan badan sertifikasi untuk menciptakan pengalaman yang lebih terstandardisasi dan kohesif bagi wisatawan Muslim.

Meningkatnya inovasi digital juga akan terus memainkan peran penting dalam membentuk masa depan pariwisata halal, menyediakan pengalaman perjalanan yang lebih personal dan lancar.

Seiring dengan semakin dekatnya kita dengan abad ke-21, pariwisata halal siap menjadi bagian tetap dalam industri perjalanan global.

Kombinasi kekuatan ekonomi, kepekaan budaya, dan munculnya perangkat digital telah menjadikan pariwisata halal sebagai sektor utama bagi destinasi di seluruh dunia. Dengan melayani kebutuhan wisatawan Muslim, perjalanan.

Penulis adalah : Pemimpin Redaksi dari The Halal Times, dengan lebih dari 30 tahun pengalaman dalam jurnalisme

 

FOKBI dan Kiprah Global, Dari Poco-Poco hingga Ikan Nae di Pante

this formate

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa bersama Sapta Nirwandar, Ketua FOKBI dan para pengurus yang baru dilantik. 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ketua Umum terpilih Federasi Olahraga Kreasi Budaya
Indonesia (FOKBI) Dr. Sapta Nirwandar SE., DESS melantik Dewan Pimpinan Pusat
FOKBI masa bakti 2024 – 2029. Wakil Ketua Umum dijabat oleh Dr Lily Greta
Karmel, MA dan Sekretaris, Dr dr Ria Maria Theresa SpKJ.

Pelantikan dilaksanakan di Balairung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta. Hadir dalam pelantikan ini, Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa dan perwakilan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), perwakilan FOKBI dari berbagai provinsi, KORMI Nasional, serta organisasi olahraga masyarakat lainnya.

Sapta Nirwandar, Ketua Umum FOKBI,, menegaskan bahwa dalam lima tahun ke depan menargetkan penguatan organisasi dengan memperluas jangkauan ke tingkat daerah dan internasional. FOKBI juga memiliki visi besar sebagai pusat pengembangan olahraga berbasis budaya Indonesia yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global.

Untuk mewujudkan visi tersebut, FOKBI akan menjalankan empat misi utama, yaitu:
*Melestarikan olahraga berbasis budaya sebagai bagian dari identitas nasional.
*Meningkatkan partisipasi masyarakat melalui inovasi dan digitalisasi.
*Membangun ekosistem olahraga budaya yang berkelanjutan secara ekonomi.
*Mempromosikan olahraga budaya Indonesia ke kancah internasional.

Salah satu program unggulan adalah pengembangan senam Kebugaran berbasis budaya lokal, yang diharapkan dapat Meningkatkan Kebugaran masyarakat untuk menekan biaya pengobatan BPJS melalui Preventif dan Promotif guna mendukung Program Indonesia Emas dan Indonesia Bugar 2045 dan diterima secara luas di dalam negeri maupun regional.

“Kami ingin menjadikan olahraga berbasis budaya sebagai bagian dari gaya hidup
masyarakat modern. Oleh karena itu, kami akan mengandalkan kekuatan komunitas,
media sosial, dan penggiat olahraga untuk menyebarluaskan berbagai kegiatan
FOKBI,” ujar Sapta Nirwandar.

Ketua FOKBI, Sapta Nirwandar

Dr. dr Ria Maria Theresa SpKJ, Sekjen FOKBI menjelaskan, aktivitas menari yang dipadukan dengan senam diiringi lagu tradisional dapat berdampak pada kesehatan, termasuk menurunkan berat badan. “Harus dilakukan dengan intens 30 menit, dilakukan tiga kali dalam seminggu dan berlangsung selama 12 minggu maka berat badan akan turun dan bugar,” ujar Ria.

Syaratnya, gerakan harus dilakukan melibatkan kekuatan, bukan hanya memenuhi aspek estetika. Sebanyak enam versi Poco-Poco kini sudah bisa disertifikasi di antaranya, untuk kalangan anak-anak, generasi muda, serta lansia, tambahnya.

Poco-poco dan turunannya tidak kalah dengan senam import seperti zumba, pilates, aerobik dan lainnya. Sesuai namanya sebagai Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia maka FOKBI akan tetus berkreasi dengan senam dari gerakan Pencsk Silat yang menjadi salah satu warisan budaya Indonesia.

Sapta dengan serius menambahkan bahwa
penyebaran senam Poco-poco dan turunannya jika dipraktekan di semua lini masyarakat sehingga bisa membantu pemerintah menekan biaya yang dikekuarkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS ) karena FOKBI membuat senam yang mengedepankan kebugaran dan kesehatan sehingga anggotanya memiliki kesehatan prima.

Salah satu kegiatan terbesar yang akan dilaksanakan FOKBI adalah Drama Musikal Poco-Poco. Drama Musikal Poco-Poco akan menjadi sebuah pertunjukan spektakuler yang menggabungkan elemen seni, budaya, dan olahraga dalam satu panggung megah.

“Acara ini akan melibatkan Dwiki Dharmawan Orchestra, yang akan mengaransemen
musik dengan sentuhan modern namun tetap mempertahankan keaslian budaya
Indonesia. Selain Drama Musikal Poco-Poco, melanjutkan kesuksesan tahun sebelumnya,
FOKBI kembali mengadakan Pemilihan Duta Poco-Poco,” jelasnya.

Acara ini bertujuan untuk mencari individu yang tidak hanya mahir dalam menari Poco-Poco, tetapi juga memiliki semangat untuk mempromosikan budaya Indonesia di kancah internasional.

Tahun 2023, FOKBI telah sukses selenggarakan Lomba Duta Poco-Poco Indonesia Goes To USA. Pemenang berangkat ke Anerika Serikat promosikan Olahraga Berbasis Budaya Indonesia agar Go Internasional

FOKBI, yang didirikan pada tahun 2016, berada di bawah naungan Komite Olahraga
Masyarakat Indonesia (KORMI) dan telah mencetak berbagai prestasi di bidang
olahraga berbasis budaya.

Salah satu pencapaian terbesar FOKBI adalah pemecahan rekor dunia Guinness World Records untuk “The Largest Poco-Poco Dance” pada tahun 2018, di mana 65.000 orang menari Poco-Poco secara serentak di Jakarta.

Selain Poco-Poco, FOKBI kini tengah mempromosikan senam berbasis
budaya dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikenal dengan “Ikan Nae di Pante”.
Senam ini dikemas dengan gerakan sederhana yang mudah diikuti, diiringi musik
yang ceria dan menyenangkan.

Lagu “Ikan Nae di Pante” sendiri telah viral di berbagai platform digital, menjadikannya potensi besar untuk dikenalkan lebih luas
sebagai bagian dari olahraga masyarakat. “ “Senam diiringi lagu tersebut jumlah pengunjungnya juga mencapai lebih dari 10 juta penonton,” jelas Sapta.

Senam Ikan Nae Dipante

Tekadnya untuk mengandalkan kekuatan komunitas, media sosial, dan penggiat olahraga untuk menyebarluaskan berbagai kegiatan sudah menampakkan hasil. Oleh karena itu peranan FOKBI di daerah untuk mandiri dalam hal membuat event sangat di harapkan.

Sapta yang menjadi Wakil Menteri Pariwisata Kabinet Indonesia Bersatu II, periode 2011– 2014 ini menambahkan meski adanya pemotongan anggaran pemerintah, tahun ini, FOKBI tetap akan mengadakan berbagai kegiatan besar sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan olahraga berbasis budaya.

Dukungan Pemerintah dan Harapan ke Depan

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa dalam sambutannya menyampaikan
optimisme terhadap kepengurusan baru FOKBI. Menurutnya, dengan dukungan dari
berbagai pihak, FOKBI dapat menjadi jembatan bagi promosi budaya Indonesia
melalui olahraga, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.

“Kita memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, dan olahraga adalah salah satu cara
terbaik untuk mempromosikannya ke dunia. Saya yakin, di bawah kepemimpinan
Sapta Nirwandar, FOKBI akan semakin berkembang dan membawa
kebanggaan bagi bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Menurut dia, dengan kepengurusan yang solid dan program yang terstruktur, FOKBI diharapkan dapat terus melahirkan inovasi
dalam olahraga berbasis budaya dan membawa nama Indonesia lebih dikenal di
tingkat global.

Ni Luh Puspa mengingatkan bahwa kekayaan budaya memainkan peran penting dalam menarik wisatawan ke Pulau Dewata.
Keberagaman seni, tradisi, dan upacara keagamaan yang masih dilestarikan dengan baik semakin memperkaya daya tarik sebagai destinasi wisata unggulan. Begitu pula dengan daerah-daerah lainnya yang memiliki keberagaman budaya

Pariwisata yang memberikan dampak luas terhadap kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga nilai-nilai keberagaman juga budaya serta kearifan lokal. “Hal ini juga selaras dengan misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pemerataan pembangunan, serta pelestarian alam dan budaya,” ujarnya.

Saat ini (tahun 2025) Kementerian Pariwisata ditargetkan bisa mencapai (kunjungan wisman) sekitar 14 juta sampai 16 juta wisatawan mancanegara. Kemenpar bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus berbenah mengembangkan daya tarik pariwisata Indonesia termasuk penyelenggaraan event.

“ Kita harus optimistis target kunjungan wisman tercapai dan turunkan egoisme sektoral. Kita harus kolaborasi, tidak bisa bekerja sendiri karena itu komunitas dan kalangan swasta juga harus berkolaborasi,” tuturnya.

Pihaknya berharap FOKBI rajin bikin event sehingga pergerakan wisatawan nusantara juga akan naik. Dia mengakui event menjadi motor penggerak pergerakan wisatawan baik domestik maupun asing karena itu untuk tahun 2025 ini

Konferensi Meet the Experts 2025 dari eHub Akan Bawa Perhotelan dan Real estat Vietnam ke Garis Depan

this formate

HANOI, bisniswisata.co.id: Sebagai wujud komitmen jangka panjang WeHub terhadap pertumbuhan industri, acara yang sangat dinantikan ini akan diadakan di Landmark 81, Autograph Collection Hotel.

MTE HCMC 2025 akan mengundang lebih dari 50 pembicara internasional dan lebih dari 800 pemimpin industri senior, perwakilan dari pengembang real estat, pemilik hotel, arsitek, konsultan desain, konsultan proyek, operator hotel, manajer umum hotel, dan pakar industri.

Konferensi ini merupakan tempat yang ideal bagi investor asing untuk terhubung dengan pengembang dan pemilik hotel lokal, sambil terus mengikuti perkembangan pasar melalui sesi-sesi informatif.

Kembali tepat waktu

MTE HCMC 2025 hadir setelah tahun yang sangat positif bagi pasar perhotelan di Vietnam yang melonjak berkat bangkitnya kembali kedatangan wisatawan dan pertumbuhan yang kuat dalam jumlah wisatawan asing.

Dengan demikian, pasar perhotelan Vietnam kini siap untuk perbaikan lebih lanjut, pengembangan baru, investasi, dan peningkatan yang menarik.

Industri ini telah pulih sepenuhnya, dan investasi diharapkan mengalir lagi ke destinasi kota dan pesisir, dengan meningkatnya minat dari investor asing.

Tahun 2024 juga menandai masa transisi bagi industri real estat Vietnam, mengingat bagaimana perubahan legislatif utama muncul sebagai faktor penting yang membentuk lintasan masa depan sektor ini dan membangun fondasi untuk peningkatan kepercayaan pasar.

Peningkatan minat terhadap real estat, sentimen investor yang meningkat, dan lingkungan ekonomi yang lebih stabil mendorong momentum positif ini.

Apa saja yang akan dibahas tahun ini?

Pendiri WeHub Mauro Gasparotti mengatakan MTE bertujuan untuk memperkuat hubungan di antara pelaku perhotelan dan real estat, menciptakan peluang kolaborasi, dan memberikan wawasan berharga kepada pengembang, pemilik hotel, dan mitra industri.

“Memberdayakan mereka untuk meraih peluang dan mempersiapkan siklus baru di pasar real estat dan perhotelan.” kata
Mauro Gasparotti.

Dengan mengingat hal ini, program konferensi mencakup presentasi dan diskusi panel tentang berbagai topik, termasuk pembaruan pasar domestik dan regional; Real Estat Vietnam: Investasi & Pengembangan, Risiko & Peluang; dan Lanskap Perhotelan Vietnam.

Pembicara acara akan berbagi perspektif mereka tentang kesehatan, keberlanjutan dan penerapan praktisnya, segmen ultra-mewah, serta teknologi terkini yang membentuk masa depan perhotelan dan real estat, antara lain.

Tahun ini siapa saja yang akan tampil ?

Pembicara di acara tersebut meliputi:
• Prospek Hotel Global & Lokal (Jesper Palmqvist – Wakil Presiden Regional, STR)
• Meraih Keuntungan dalam Real Estat: Apakah Akhirnya Menjadi Lebih Mudah di Vietnam? (Hieu Do, CFA – CEO, VinaLiving)
• Lanskap Perhotelan & Peluang Investasi Asia (Mauro Gasparotti – Direktur, Savills Hotels & Pendiri, WeHub).

• Evolusi Resor Mewah Serbaguna: Studi Kasus di Anantara Layan Phuket Resort, Branded Residences & Wellness (Yasin Munshi – Wakil Presiden Pengembangan – APAC, Minor Hotels)
• Diskusi Panel tentang Pasar Perhotelan Vietnam: Apa yang Terjadi di Luar Sana? • Branded Residences & Ultra-Luxury: A Buyer’s Viewpoint (Otto Twist – Southeast Asia Residential Director, Savills Singapore).

• Transforming resorts into All-Inclusive: Facilities & F&B, Capturing Revenues & Guest Experiences (Pep Vich – Msc Arch – Founding Partner, CMV Architects)
• The Rise Of Wellness Real Estate In Vietnam: A Focus On Healthy Living (Khanh Nguyen – Head Of Vietnam Commercial, Gamuda Land).

• Vietnam Residential Market: 2025 Trends & Buyer Preferences (Duong Bach – Country Manager, PropertyGuru Vietnam)
• CEO Panel – Investment & Development: Navigating Regional Markets & Vietnam’s Prospects

Di luar sesi utama konferensi, MTE HCMC 2025 juga akan menampilkan ruang pengalaman yang memamerkan teknologi hotel, sesi jaringan HoSkar Night, makanan dan minuman, serta aktivitas lain di acara tersebut. hari kedua pada tanggal 19 Maret.

Pengalaman ini akan memungkinkan peserta untuk mendapatkan wawasan dari contoh-contoh praktis, menjalin hubungan yang berharga, dan mengeksplorasi potensi kolaborasi.

Dengan mengingat semua ini,penyelenggara acara berusaha untuk menciptakan pengalaman yang mendalam dan menarik yang akan membuat peserta merasa terinspirasi dan berdaya untuk bisnis mereka di masa mendatang.

Pembukaan NZICC pada tahun 2026: Pengubah Permainan bagi Industri Acara Bisnis Selandia Baru

this formate

AUCKLAND, NZ, bisniswisata.co.id: Industri Acara Bisnis Aotearoa (BEIA) menyambut baik berita tentang pembukaan New Zealand International Convention Centre (NZICC) yang telah dikonfirmasi pada bulan Februari 2026.

Kehadirannya akan meningkatkan industri acara bisnis Selandia Baru, konektivitas internasional, dan pertumbuhan ekonomi dengan infrastruktur kelas dunia.

Kepala Eksekutif BEIA, Lisa Hopkins mengatakan industri senang memiliki jadwal pembukaan yang dikonfirmasi setelah banyak antisipasi.

“Tidak mungkin untuk tidak memikirkan sejarah tempat ini. Ketika pertama kali dirancang, harapan untuk apa yang akan diberikannya sangat besar. Rintangan yang kami hadapi sangat menyayat hati, tidak hanya bagi industri ini, tetapi juga bagi tim NZICC yang telah berdedikasi tinggi.”

“Sekarang, alih-alih melihat ke belakang, kami dapat dengan yakin, melihat ke depan, dan sungguh luar biasa memiliki kepastian bahwa tahun depan kami akan menyambut era baru bagi Tāmaki Makaurau dan Selandia Baru di panggung internasional,” kata Lisa Hopkins.

NZICC akan menjadi pusat konvensi terbesar di Aotearoa yang terletak di jantung Tāmaki Makaurau Auckland. Bersama dengan Pusat Konvensi Te Pae Christchurch dan Pusat Konvensi dan Pameran Tākina di Wellington. NZICC melengkapi tiga serangkai investasi Selandia Baru dalam infrastruktur yang dibangun khusus untuk acara bisnis.

”Industri acara bisnis bernilai NZD2,8 triliun secara global dan potensi sektor ini untuk berkontribusi pada tujuan pertumbuhan, lapangan kerja, pengetahuan, dan koneksi bisnis Selandia Baru, serta pariwisata dan perhotelan sangat besar.

“Kami sudah melihat ke depan pada MEETINGS’ 2026, yang akan menjadi peringatan 30 tahun acara penting ini pada bulan Juni 2026, dan NZICC adalah tempat kami akan merayakan tonggak sejarah ini,” katanya.

“Meskipun memakan waktu lebih lama dari yang diantisipasi, penantian ini akan sepadan, dan mendukung masa depan Selandia Baru dan Auckland sebagai pusat acara bisnis global.

“Dengan infrastruktur baru berkelas dunia, konektivitas internasional yang meningkat, dan beragam penawaran regional, posisi Selandia Baru sebagai tujuan aspiratif untuk acara bisnis – konferensi, rapat perusahaan, pameran dagang, dan perjalanan insentif, tidak pernah terlihat lebih cerah.

“Acara bisnis adalah permainan jangka panjang, dan bukan hal yang aneh bagi konferensi internasional besar untuk dipesan empat hingga enam tahun sebelumnya,” kata Hopkins,

“Sekarang, dengan kepastian ini, jalur bisnis yang panjang untuk fasilitas baru andalan Selandia Baru akan semakin panjang dan itu menandakan berita bagus bukan hanya untuk sektor tersebut, tetapi juga negara secara keseluruhan,” kata Hopkins.

Tourism Malaysia Luncurkan Kampanye Visit Malaysia 2026 di India

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Tourism Malaysia telah meluncurkan kampanye Visit Malaysia 2026 (VM2026) di India bersama dengan target 1,6 juta kedatangan wisatawan India. Serangkaian inisiatif perdagangan perjalanan strategis akan mendukung ambisi kampanyenya.

Dilansir dari ttgasia.com, NTO telah terlibat aktif dengan industri perdagangan perjalanan India. Awal tahun ini, Tourism Malaysia berpartisipasi dalam pameran dagang perjalanan OTM 2025 di Mumbai, dan memimpin misi penjualan di kota-kota utama India Selatan termasuk Hyderabad, Bengaluru, dan Kochi.

Melanjutkan keterlibatannya, Tourism Malaysia bergabung dengan SATTE 2025 di New Delhi pada 19 hingga 21 Februari lalu.
Ahmad Johanif Mohd Ali, Direktur Tourism Malaysia New Delhi, mengatakan kepada TTG Asia bahwa kehadiran NTO di SATTE 2025 akan “menciptakan kesadaran tentang VM2026”.

“Terlepas dari upaya pemasaran massal kami, kami akan berfokus pada segmen khusus seperti wisata golf, pernikahan, dan MICE untuk memenuhi target kami yaitu 1,6 juta kedatangan wisatawan India pada tahun 2026,” tambahnya.

Untuk menarik penggemar golf, Tourism Malaysia akan menyelenggarakan serangkaian acara yang berfokus pada wisata golf di lima kota di India mulai Maret hingga Desember 2025. Pasar utama seperti New Delhi dan Kolkata telah diidentifikasi untuk acara ini.

Ahmad Johanif juga menyampaikan bahwa promosi bersama dengan agen perjalanan yang berbasis di India akan diperkenalkan untuk mempromosikan Malaysia sebagai tujuan golf dan pernikahan.

Para pelaku industri melihat potensi yang kuat di Malaysia untuk pernikahan India, tetapi mendesak langkah-langkah tambahan untuk meningkatkan keunggulan kompetitifnya terhadap destinasi-destinasi dominan seperti Thailand, Turki, UEA, Bali, dan Mauritius.

Rachit Jain, direktur perusahaan manajemen acara Rashi Entertainment, menyarankan langkah-langkah seperti layanan imigrasi jalur cepat untuk kelompok-kelompok pernikahan serta pengecualian pajak dan skema insentif untuk agen-agen pernikahan.

Seiring dengan upaya Tourism Malaysia untuk terus mendekati wisatawan India, serangkaian perjalanan keluarga untuk agen-agen perjalanan dan perwakilan media India akan disediakan melalui kerja sama dengan maskapai penerbangan seperti IndiGo dan Air India.

Trip.com Group Laporkan Peningkatan Pemesanan Melalui Platform Internasional Lebih dari 70% pada Q4 Tahun Lalu

this formate

Pemesanan perjalanan masuk melonjak lebih dari 100% dari tahun ke tahun.

SHANGHAI, bisniswisata.co.id: Trip.com Group melaporkan laba bersih sebesar RMB12,7 miliar (USD1,7 miliar) untuk kuartal keempat tahun 2024, yang menunjukkan pertumbuhan tahun ke tahun sebesar 23%.

Laba bersih untuk kuartal keempat adalah RMB2,2 miliar (USD300 juta), dibandingkan dengan RMB1,3 miliar (USD179 juta) untuk periode yang sama pada tahun 2023.

Bisnis internasional mengalami pertumbuhan yang kuat di semua segmen pada kuartal keempat tahun 2024:

* Pemesanan tiket pesawat dan hotel keluar negeri telah pulih hingga lebih dari 120% dari level sebelum COVID untuk periode yang sama pada tahun 2019.

* Pemesanan tiket pesawat dan hotel pada platform OTA internasional meningkat lebih dari 70% dari tahun ke tahun.

* Pemesanan perjalanan masuk melonjak lebih dari 100% dari tahun ke tahun.

Sepanjang tahun 2024, laba bersih mencapai RMB53,3 miliar (USD7,3 miliar), meningkat 20% dari tahun 2023. Laba bersih mencapai RMB17,2 miliar (USD2,4 miliar), dibandingkan dengan RMB10,0 miliar (USD1,38 miliar) pada tahun 2023.

“Kami mencapai hasil yang solid di seluruh segmen pasar selama setahun terakhir,” kata Jane Sun, Chief Executive Officer.

Dengan prospek pasar yang menjanjikan, kami berada pada posisi yang tepat untuk memberikan layanan perjalanan yang luar biasa secara global.

“p Kami yakin akan kemampuan kami untuk menciptakan nilai bagi pengguna dan meraih kesuksesan dengan mitra bisnis melalui inisiatif baru. Bersama-sama, kami berupaya mencapai hasil yang saling menguntungkan dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi global.”