Menetapkan Standar Baru Bagi Pelancong Muslim

this formate

Oleh Hafiz M. Ahmed

TOKYO, bisniswisata.co.id: Dalam beberapa dekade terakhir, industri perjalanan global telah mengalami pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan tren-tren baru yang muncul untuk memenuhi beragam kebutuhan berbagai kelompok pelancong.

Di antara tren-tren ini, munculnya perjalanan yang ramah Muslim telah menjadi salah satu yang paling signifikan. Konsep ini lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan makanan atau menyediakan tempat shalat.

Konsep ini mencakup penetapan standar baru bagi pelancong Muslim melalui pendekatan komprehensif untuk memastikan mereka dapat menikmati pengalaman mereka sambil tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama mereka.

Dilansir dari halaltimes.com, seiring dengan terus berkembangnya pariwisata yang ramah Muslim, penetapan standar baru menjadi penting bagi penyedia perjalanan yang ingin memasuki pasar yang menguntungkan ini.

Artikel ini membahas secara mendalam bagaimana standar-standar baru ini membentuk masa depan perjalanan bagi wisatawan Muslim di seluruh dunia.

Pengaruh Perjalanan Muslim yang Semakin Besar

Pasar perjalanan Muslim merupakan salah satu segmen yang tumbuh paling cepat dalam industri pariwisata global. Menurut Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2024, wisatawan Muslim diproyeksikan akan menghabiskan sekitar $300 miliar per tahun untuk perjalanan pada tahun 2026, dengan jumlah wisatawan internasional Muslim diperkirakan akan melebihi 230 juta.

Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ini, termasuk meningkatnya daya beli umat Muslim, kesadaran yang lebih besar akan pilihan perjalanan yang mengakomodasi kebutuhan keagamaan, dan demografi muda yang ingin menjelajahi dunia sambil tetap setia pada prinsip-prinsip Islam.

Seiring dengan berkembangnya pasar ini, penyedia perjalanan berusaha untuk menetapkan standar yang lebih tinggi yang melampaui hal-hal mendasar untuk memenuhi harapan wisatawan Muslim yang terus berkembang.

Apa Arti “Menetapkan Standar Baru bagi Wisatawan Muslim”?

Konsep menetapkan standar baru bagi wisatawan Muslim melibatkan penciptaan pengalaman perjalanan yang memenuhi persyaratan dan harapan unik umat Muslim, memastikan mereka dapat bepergian dengan nyaman tanpa mengorbankan keyakinan mereka.

Standar-standar ini biasanya mencakup penyediaan makanan bersertifikat halal, akses ke fasilitas shalat, pilihan akomodasi sederhana, hiburan yang peka terhadap budaya, dan kepatuhan terhadap praktik bisnis etis yang sejalan dengan nilai-nilai Islam.

Dengan menetapkan tolok ukur ini, destinasi dan penyedia layanan tidak hanya membuat perjalanan lebih inklusif bagi wisatawan Muslim tetapi juga menciptakan lingkungan yang ramah yang menghormati keberagaman budaya dan agama.

Standar Utama yang Ditetapkan untuk Wisatawan Muslim

Pilihan tempat makan bersertifikat halal

Ketersediaan makanan bersertifikat halal tetap menjadi salah satu perhatian paling signifikan bagi wisatawan Muslim. Makanan halal disiapkan sesuai dengan hukum syariat Islam, yang melarang bahan-bahan tertentu seperti daging babi dan alkohol, dan memastikan penyembelihan hewan secara manusiawi.

Seiring dengan meningkatnya permintaan akan makanan halal, semakin banyak hotel, restoran, dan bahkan jaringan makanan cepat saji internasional yang menawarkan makanan bersertifikat halal.

Tren ini terutama terlihat di negara-negara seperti Malaysia, Indonesia, dan Turki, di mana sertifikasi halal merupakan praktik standar. Bahkan di negara-negara dengan mayoritas non-Muslim, tempat usaha di kota-kota seperti London, Tokyo, dan Paris meningkatkan pilihan halal mereka untuk menarik wisatawan Muslim.

Banyak destinasi yang mengambil langkah lebih jauh dengan menciptakan pengalaman kuliner halal secara menyeluruh, seperti festival makanan halal atau tur berpemandu ke restoran-restoran bersertifikat halal.

Upaya-upaya ini tidak hanya memenuhi kebutuhan makanan wisatawan Muslim, tetapi juga memperkenalkan mereka pada budaya lokal melalui sudut pandang halal.

Misalnya, Jepang telah melihat lonjakan restoran ramah halal, khususnya di daerah wisata populer seperti Tokyo, Osaka, dan Kyoto, sehingga memudahkan wisatawan Muslim untuk menjelajahi kuliner lokal tanpa rasa khawatir.

Fasilitas Sholat di Berbagai Destinasi

Bagi umat Muslim yang taat, menjaga jadwal sholat merupakan aspek penting dalam kehidupan sehari-hari, terlepas dari apakah mereka berada di dalam negeri atau di luar negeri.

Menyadari hal ini, banyak penyedia jasa perjalanan telah mengintegrasikan fasilitas sholat ke dalam layanan mereka. Bandara di kota-kota besar kini menyediakan ruang sholat khusus, dan pusat perbelanjaan besar sering kali menyediakan ruang sholat untuk mengakomodasi kebutuhan pembeli Muslim.

Selain itu, tempat wisata, seperti museum dan taman hiburan, menambahkan ruang sholat untuk memastikan bahwa pengunjung Muslim dapat melaksanakan sholat dengan nyaman.

Destinasi seperti Dubai dan Istanbul telah menjadi pelopor dengan menyediakan fasilitas sholat di tempat umum, dan negara-negara seperti Afrika Selatan mengejar ketertinggalan dengan menambahkan fasilitas ramah Muslim di taman nasional dan tempat wisata.

Dalam beberapa kasus, hotel bahkan menyediakan sajadah dan penunjuk arah kiblat di kamar tamu, yang menunjukkan pemahaman mendalam tentang kebutuhan keagamaan tamu mereka.

Pilihan Akomodasi Sederhana

Pelancong Muslim sering kali mencari akomodasi yang menghargai nilai-nilai mereka, termasuk kesederhanaan dan privasi. Ini berarti menawarkan kolam renang, spa, dan area pantai yang dipisahkan berdasarkan jenis kelamin, serta kamar yang ramah keluarga dengan area tidur terpisah.

Beberapa hotel telah mengusung konsep “hotel ramah Muslim”, yang menyediakan layanan seperti layanan kamar makanan halal, fasilitas salat, dan area kesehatan khusus wanita sebagai standar.

Di Turki, beberapa resor menawarkan pantai khusus wanita, yang memberikan tingkat privasi dan kenyamanan yang dihargai oleh wisatawan wanita Muslim.

Demikian pula di Dubai, hotel dengan fasilitas spa yang dipisahkan berdasarkan jenis kelamin populer di kalangan tamu Muslim yang lebih menyukai lingkungan yang sederhana.

Dengan menetapkan tolok ukur baru untuk akomodasi sederhana, destinasi ini tidak hanya memenuhi harapan wisatawan Muslim tetapi juga meningkatkan pengalaman perjalanan mereka secara keseluruhan.

Paket Wisata Ramah Muslim

Agen perjalanan kini semakin banyak menawarkan paket wisata yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar Muslim.

Paket-paket ini biasanya mencakup pilihan bersantap halal, kunjungan ke situs warisan Islam yang penting secara budaya, dan aktivitas yang sejalan dengan nilai-nilai Islam.

Misalnya, wisatawan Muslim mungkin lebih menyukai rencana perjalanan yang mencakup kunjungan ke masjid bersejarah, museum seni Islam, atau tempat-tempat lain yang penting secara agama dan budaya.

Destinasi dengan sejarah Islam yang kaya, seperti Andalusia di Spanyol atau Marrakesh di Maroko, telah menjadi populer di kalangan wisatawan Muslim yang mencari hubungan dengan masa lalu Islam.

Di Asia, negara-negara seperti Malaysia dan Indonesia mempromosikan wisata yang menonjolkan budaya Islam, termasuk kunjungan ke masjid-masjid besar dan pusat-pusat budaya Islam.

Pengalaman perjalanan yang disesuaikan ini memudahkan wisatawan Muslim untuk menjelajahi dunia sambil tetap setia pada iman mereka.

Pengalaman Spa

Industri kesehatan dengan cepat beradaptasi untuk mengakomodasi kebutuhan wisatawan Muslim. Ini termasuk pengembangan perawatan spa bersertifikat halal yang menggunakan produk-produk yang bebas dari bahan-bahan haram, seperti alkohol dan zat-zat yang berasal dari hewan yang tidak diperbolehkan dalam Islam.

Beberapa pusat kebugaran juga menawarkan fasilitas yang dipisahkan berdasarkan jenis kelamin untuk memastikan privasi dan kenyamanan.

Di negara-negara seperti Indonesia, pusat kebugaran khusus melayani pasar Muslim, dengan layanan yang mencakup produk perawatan kulit bersertifikat halal dan program kebugaran khusus jenis kelamin.

Pusat kebugaran ini tidak hanya mempromosikan relaksasi dan kesejahteraan, tetapi juga memastikan bahwa perawatannya selaras dengan prinsip-prinsip Islam. Karena semakin banyak destinasi yang mengadopsi praktik ini, standar untuk pengalaman kebugaran yang ramah Muslim terus ditingkatkan.

Teknologi untuk Meningkatkan Pengalaman Perjalanan Muslim

Dengan pesatnya kemajuan teknologi, menetapkan standar baru bagi wisatawan Muslim tidak pernah semudah ini. Berbagai perangkat teknologi memungkinkan penyediaan layanan yang dipersonalisasi yang secara khusus memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim, memastikan pengalaman perjalanan yang lancar dari awal hingga akhir.

Semakin banyak aplikasi perjalanan dan platform digital yang dirancang khusus untuk wisatawan Muslim, menyediakan informasi tentang pilihan makanan halal, waktu salat, dan masjid terdekat.

Aplikasi seperti HalalTrip,CrescentRating, dan Muslim Pro menawarkan panduan lengkap yang memudahkan perencanaan perjalanan ramah Muslim. Platform ini menyediakan informasi perjalanan penting, seperti ketersediaan restoran bersertifikat halal, fasilitas salat setempat, dan hotel ramah Muslim.

Sumber daya digital semacam itu telah memberdayakan wisatawan Muslim untuk menjelajahi destinasi yang mungkin secara tradisional tidak memenuhi kebutuhan mereka.

Misalnya, fitur Muslim Pro mencakup menemukan restoran halal dan toko kelontong makanan halal bahkan di tempat-tempat seperti Korea Selatan atau Jepang, di mana pilihan halal mungkin tidak tersebar luas.

Kecerdasan Buatan (AI) dan Pembelajaran Mesin

Perusahaan perjalanan semakin memanfaatkan AI dan pembelajaran mesin untuk memberikan pengalaman perjalanan yang dipersonalisasi bagi wisatawan Muslim.

Teknologi ini dapat menganalisis preferensi wisatawan dan memberikan rekomendasi khusus untuk restoran ramah halal, fasilitas salat, dan situs budaya Islam.

Platform bertenaga AI juga dapat menawarkan rencana perjalanan wisata yang disesuaikan berdasarkan minat, anggaran, dan persyaratan agama pengguna, sehingga membuat perencanaan perjalanan menjadi lebih mudah dan efektif.

Realitas Tertambah (AR) dan Realitas Virtual (VR)

Realitas tertambah dan virtual menjadi alat yang berharga bagi agen perjalanan dan hotel Muslim. Dengan menggunakan AR dan VR, hotel dapat menawarkan tur virtual yang memungkinkan wisatawan Muslim menjelajahi fasilitas mereka, seperti fasilitas salat dan pilihan bersantap halal, sebelum memesan.

Misalnya, VR dapat digunakan untuk memamerkan tata letak ruang sholat, sehingga calon tamu dapat melihat seberapa ramah Muslim suatu hotel.

Agen perjalanan juga dapat menggunakan VR untuk memberikan pratinjau destinasi kepada wisatawan Muslim, memberikan wawasan tentang pengalaman halal apa yang tersedia, seperti mengunjungi situs warisan Islam atau menghadiri festival makanan halal setempat.

Teknologi ini membantu wisatawan membuat keputusan yang lebih tepat saat merencanakan perjalanan mereka.

Wisata Ramah Muslim

Beberapa destinasi menjadi tolok ukur pariwisata ramah Muslim. Lokasi-lokasi ini tidak hanya menawarkan layanan bersertifikat halal dan fasilitas salat, tetapi juga secara aktif mempromosikan diri mereka sebagai pusat wisata ramah Muslim.

Singapura

Terkenal akan keberagaman dan inklusivitas budayanya, Singapura telah membuat langkah besar dalam melayani wisatawan Muslim.

Negara-kota ini memiliki banyak pilihan tempat makan bersertifikat halal, fasilitas shalat di sebagian besar pusat perbelanjaan, dan hotel-hotel ramah Muslim.

Badan Pariwisata Singapura juga menawarkan sumber daya khusus bagi wisatawan Muslim, termasuk panduan tempat makan halal dan tempat salat, menjadikannya model bagi destinasi lain yang mayoritas penduduknya bukan Muslim.

Maroko

Perpaduan unik warisan Islam dan fasilitas modern Maroko menjadikannya destinasi yang menarik bagi wisatawan Muslim. Negara ini terkenal akan arsitektur Islamnya yang bersejarah, pasar yang ramai, dan pilihan tempat makan halal yang luas.

Kota-kota Maroko seperti Marrakesh dan Fez menawarkan berbagai akomodasi dan paket wisata ramah Muslim, sehingga memudahkan pengunjung untuk membenamkan diri dalam budaya lokal sambil menjalankan keyakinan mereka.

Afrika Selatan

Afrika Selatan telah memperluas penawaran wisata halalnya, khususnya di Cape Town, yang memiliki populasi Muslim yang besar. Kota ini menawarkan banyak restoran bersertifikat halal, fasilitas salat, dan tur ramah Muslim yang menyoroti sejarah budaya yang kaya di kawasan tersebut.

Upaya Afrika Selatan untuk melayani wisatawan Muslim menunjukkan potensi destinasi dengan mayoritas non-Muslim untuk menjadi pemain penting di pasar wisata halal.

Jepang

Seiring upaya Jepang untuk menarik lebih banyak pengunjung Muslim, negara ini telah melakukan upaya signifikan untuk mengakomodasi kebutuhan mereka. Banyak hotel kini menawarkan makanan bersertifikat halal, dan beberapa bandara serta tempat wisata telah mendirikan musala.

Jepang juga telah menyelenggarakan berbagai pameran makanan halal dan meluncurkan inisiatif untuk mengedukasi para pelaku bisnis tentang pentingnya melayani wisatawan Muslim.

Meskipun Jepang secara tradisional tidak dianggap sebagai destinasi ramah Muslim, negara ini dengan cepat mendapatkan pengakuan di bidang ini.

Pentingnya Menetapkan Standar

Meskipun industri perjalanan telah membuat kemajuan signifikan dalam menetapkan standar baru untuk perjalanan yang ramah Muslim, masih ada tantangan yang harus diatasi:

Sertifikasi Halal yang Tidak Konsisten

Salah satu tantangan terbesar dalam menetapkan standar yang konsisten bagi wisatawan Muslim adalah kurangnya keseragaman dalam sertifikasi halal. Apa yang memenuhi syarat sebagai halal di satu negara mungkin tidak memenuhi standar di negara lain.

Ketidakkonsistenan ini dapat menimbulkan kebingungan bagi wisatawan dan dapat menyebabkan kurangnya kepercayaan pada pilihan yang tersedia.

Solusinya terletak pada pengembangan standar internasional untuk sertifikasi halal, yang memungkinkan wisatawan Muslim menikmati pengalaman yang lebih seragam di seluruh dunia.

Mendidik Penyedia Layanan Perjalanan

Masih ada kesenjangan pengetahuan di antara penyedia layanan perjalanan tentang kebutuhan khusus wisatawan Muslim. Banyak penyedia layanan mungkin tidak memahami pentingnya makanan halal, fasilitas salat, atau akomodasi sederhana.

Program pendidikan dan pelatihan dapat membantu menjembatani kesenjangan ini, memastikan bahwa industri perjalanan dapat melayani wisatawan Muslim dengan tingkat layanan yang sama seperti yang diberikannya kepada segmen pelanggan lainnya.

Beradaptasi dengan Perubahan Preferensi Wisatawan

Seiring dengan semakin banyaknya Muslim yang bepergian untuk tujuan liburan, bisnis, dan keagamaan, preferensi mereka pun terus berubah. Penyedia layanan perjalanan harus terus mengikuti perubahan ini agar tetap relevan.

Misalnya, wisatawan Muslim yang lebih muda mungkin memprioritaskan perjalanan berdasarkan pengalaman yang mencakup petualangan dan penjelajahan, sambil tetap menghargai akses ke fasilitas halal dan fasilitas salat.

Menciptakan Pengalaman Perjalanan yang Lebih Inklusif

Masa depan perjalanan Muslim tampak cerah karena semakin banyak destinasi dan penyedia layanan menyadari pentingnya melayani pasar yang sedang berkembang ini. Berikut adalah beberapa strategi untuk membantu meningkatkan standar perjalanan yang ramah Muslim:

Program Sertifikasi Halal Terstandarisasi
Menetapkan standar global untuk sertifikasi halal akan memberikan tolok ukur yang jelas bagi penyedia perjalanan dan membantu wisatawan Muslim membuat pilihan yang tepat.

Ini juga akan mendorong lebih banyak hotel, restoran, dan bisnis terkait perjalanan lainnya untuk mendapatkan sertifikasi halal, memperluas jangkauan pilihan yang tersedia bagi wisatawan Muslim.

Menyertakan Fitur Ramah Muslim

Menjadikan fitur ramah Muslim sebagai bagian standar dari layanan perjalanan, bukan tambahan, akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.

Ini dapat dicapai dengan menawarkan pilihan halal di samping preferensi makanan lainnya, menyediakan ruang sholat di tempat umum, dan melatih staf untuk memahami kebutuhan wisatawan Muslim.

Solusi Perjalanan Ramah Muslim yang Inovatif

Seiring dengan terus berkembangnya teknologi di masa depan perjalanan, berinvestasi dalam solusi digital yang melayani wisatawan Muslim akan meningkatkan pengalaman perjalanan.

Ini termasuk mengembangkan alat perencanaan perjalanan bertenaga AI, menawarkan tur virtual ke berbagai fasilitas yang ramah Muslim, dan menggunakan teknologi blockchain untuk memverifikasi sertifikasi halal.

Mempromosikan Pariwisata Ramah Muslim

Meskipun negara-negara mayoritas Muslim tradisional akan selalu populer di kalangan wisatawan Muslim, ada potensi pertumbuhan yang signifikan di negara-negara mayoritas non-Muslim yang bersedia mengakomodasi kebutuhan mereka.

Dengan mempromosikan layanan dan fasilitas ramah Muslim di destinasi baru, industri perjalanan dapat membantu wisatawan Muslim menjelajahi berbagai pengalaman yang lebih luas.

Lanskap perjalanan Muslim berubah dengan cepat, dan standar untuk pariwisata ramah Muslim berkembang untuk memenuhi kebutuhan pasar yang beragam dan berkembang.

Dengan menetapkan tolok ukur baru untuk tempat makan bersertifikat halal, fasilitas salat, akomodasi sederhana, dan pengalaman perjalanan yang peka terhadap budaya, industri ini membuka jalan bagi masa depan yang lebih inklusif.

Pengaruh teknologi yang semakin berkembang, ditambah dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang kebutuhan wisatawan Muslim, membantu membentuk pengalaman perjalanan yang menghormati dan merangkul keberagaman budaya dan agama.

Agar industri ini dapat mengimbangi meningkatnya permintaan akan wisata ramah Muslim, sangat penting untuk terus menetapkan standar tinggi dan beradaptasi dengan tren baru.

Seiring dengan semakin meluasnya penerapan standar ini, standar ini akan membantu menciptakan lingkungan wisata yang lebih inklusif di mana semua wisatawan dapat menikmati perjalanan mereka dengan tenang, apa pun keyakinan mereka.

Dengan cara ini, menetapkan standar baru bagi wisatawan Muslim bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan mendesak—tetapi tentang membangun masa depan yang berkelanjutan dan ramah bagi pariwisata global.

Penulis adalah: Pemimpin Redaksi The Halal Times, dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dalam jurnalisme dengan spesialisasi di bidang ekonomi Islam.

Revitalisasi dan Ikon Kampung Ketupat Dorong Banjarmasin Tujuan Wisata Halal

this formate

BANJARMASIN, bisniswisata.co.id: Baru lima menit keluar dari area Hotel Aria Barito, Banjarmasin sudah tampak obyek wisata yang akan kami tuju sore itu yaitu Kampung Ketupat. Nama kampung ini sesuai dengan warganya yang sehari-hari menjual ketupat untuk berbagai kebutuhan acara masyarakat.

Ketupat ada yang dijual di depan rumah, warung dan terutama pasokannya untuk memenuhi kebutuhan warga di kota Banjarmasin termasuk ke pasar-pasar tradisional dan bukan hanya tersedia pada Lebaran Idul Fitri atau Lebaran Haji tetapi untuk kebutuhan sehari-hari.

Dari atas jembatan terlihat ikon menara dari susunan bambu yang unik menandai penataan kawasan bantaran Sungai Martapura, persisnya di Kawasan Kuliner Mandiri (KWM) Kampung Ketupat, Kelurahan Sungai Baru, Banjarmasin Tengah.

Dari seberang sungai pula kawasan itu semakin menarik dilihat. Pasalnya bangunan bambu yang artistik itu tampak menyolok dan memanjakan mata masyarakat yang tengah lalu lalang di sekitarnya. Matahari sore membuatnya menjadi lebih menarik perhatian.

Pemkot Banjarmasin sejak 2022 telah merevitalisasi bantaran sungai itu dengan membangun obyek wisata kuliner dan budaya di atas lahan 7000 meter persegi. Sebagai obyek wisata kuliner di tengah kota yang begitu dekat dengan hotel selama kami menginap di Banjarmasin membuat waktu tidak terbuang di perjalanan.

Maklum di ibukota provinsi lainpun jarang bisa ditemukan destinasi wisata yang bisa ditempuh kurang dari satu jam dari tengah kota. Bahkan jarak satu destinasi ke destinasi lainnya bisa 2-3 jam sehingga menguras waktu yang sempit saat berkunjung ke daerah.

Bersama Siti Wasilah dan Ibnu Sina( kanan)

Bersama driver Syamsudin dari Soulproduction, penyedia jasa event organizer dan transportasi di kota ini, saya meluncur bersama Rita Sri Hastuti, jurnalis senior yang menjadi Ketua Departemen Pemberdayaan Perempuan di PWI Pusat. Kami tiba di lokasi yang mengusung konsep arsitektur hijau (green architecture).

Menurut Syamsudin penggunaan bambu ini pertama kali di Banjarmasin dan seingatnya baru diterapkan dalam ikon Kampung Ketupat itu sebagai konsep arsitektur hijau (green architecture) yang pertama kali pula dalam penataan kawasan bantaran sungai itu. Bangunan itu kerap disebut juga tugu Ketupat meskipun bentuknya bukan ketupat.

Bangunan yang didesain oleh Nugroho, Arsitek PT Juri Supervisi Indonesia dari Jogyakarta ini merupakan sustainable architecture (arsitektur berkelanjutan), sehingga menjadi warna baru dalam penataan kawasan urban atau perkotaan.

Sayangnya area parkirnya tidak terlalu luas namun ikon baru di kampung Ketupat di Jalan  Sungai Baru ini menggunakan bahan bambu apus yang sebagian didatangkan dari Yogyakarta dan sebagian lainnya dari Loksado yang dikenal juga sebagai tujuan wisata bambu rafting.

Begitu masuk sedikitnya ada 17 bangunan stand (kios) dari bambu yang kontan mengingatkan saya pada Arashiyama, yaitu sebuah kawasan hutan bambu di Kyoto, Jepang dan di Desa Penglipuran Bali. Padahal di sana tidak ada stand bambu. Tapi di Kampung Ketupat ini ternyata bangunan utama, pagar, gazebo hingga ikon instalasi seni dengan model menara semuanya dari susunan bambu.

Janji jumpa dengan DR dr Siti Wasilah Dosen FK Universitas Lambung Mangkurat di tempat ini saya manfaatkan untuk melongok ikon bambu yang sekaligus menjadi Amfiteater Kampung Ketupat. Ibu Siti Wasilah yang banyak membina usaha UMKM ini menjadi salah satu nara sumber seminar nasional sambut Hari Pers Nasional di kota Banjarmasin pada 7 Febuari lalu.

Rupanya di bawah amfiteater atau instalasi seni ini bisa dimanfaatkan untuk pertunjukan budaya, musik bahkan teater. Sejumlah anak-anak tengah berlatih teater sementara di gubuk-gubuk gazebo sekitar amfiteater sejumlah remaja tengah asyik belajar dan berlatih pengucapan kata kerja dalam bahasa Inggris.

Di pojok kanan depan bangunan amfiteater ada latihan membuat kulit ketupat yang dipraktekkan oleh warga Kampung Ketupat di sekitar dan di kerumuni anak-anak muda yang langsung ikut mencoba membuat kulit ketupat dari janur pohon kelapa itu.

Jujur, duduk dibawah ikon bambu dan mata memandang luas ke arah sungai memang asyik, karya seni yang tak biasa dan membuat kesan natural sangat menonjol jadi penampilan yang eksotik. Di ruang terbuka ini saya juga jadi kagum karena susunan bambu terkesan kokoh dan pastinya akan mampu bertahan hingga bertahun.

Setelah berkeliling kami langsung duduk di bangku putih, meja hijau terbuat dari semen. Bangku terdekat dengan amfiteater ini berhadapan dengan stand ice cream dan langsung memesannya.

Rita dan Wasilah belajar anyam kulit ketupat ( atas)  dan Acil Pantun asyik menyanyi

Tak lama kemudian ibu Siti Wasilah bersama keluarga langsung bergabung. Sang suami Ibnu Sina adalah mantan Walikota Banjarmasin dua periode yang juga tokoh ESQ Banjarmasin. Empat jagoannya juga ikut serta dan yang nomor dua tengah berulang tahun hari itu dirayakan di rumah banjar di tengah lokasi kuliner ini.

Putra sulung mereka Jundi Muhammad sempat studi di sebuah perguruan tinggi di Turki, namun kemudian bergabung ke ESQ Business School yang sekarang bernama UAG  atau  Universitas Ary Ginanjar di Menara 165 Jakarta.

Anak kedua yang tengah berulangtahun adalah Syarif Hidayatullah yang mengenyam pendidikan ilmu tahfidz Alquran.Anak ke tiga bernama Muhammad Al-Fatih dan si bungsu Royyan Fathurrobani. Hebatnya ke empat anaknya ini semua belajar tahfidz Alquran dengan kemauan sendiri.

Sambil menikmati berbagai makanan khas Banjar, kami bisa menyimak cerita kehadiran ikon wisata kuliner yang dinamakan sesuai nama kampung Ketupat di sisi sungai Martapura itu. Kegiatannya sempat terhenti karena semula pengunjung dikenakan tarif masuk. Pada pertengahan Januari 2025 lokasi kuliner ini dibuka kembali dimana pengunjung tidak perlu membayar tiket masuk.

Kembali ke soal kuliner, lima piring tersaji dengan berbagai makanan khas tradisional seperti ipau, sayur ketupat dan kue pundut berbalut daun pisang tersedia di meja. Ada juga kue seperti kue lupis dan serabi sehingga mulut terus bekerja tidak berhenti makan.

Padahal di Kedai Amoy, satu dari 17 deretan stand bambu yang ada masih banyak lagi menyajikan masakan Banjar seperti Patin Bakar, Nila bakar, Peda bakar, Ayam bakar lalapan, sambal goreng udang sungai, Telang asam manis. sayur Gangan dan lainnya.

Tak heran Siti Wasilah mempromosikan Kampung Ketupat ini karena selain kuliner, mencari makanan kekinian seperti sushi dan oleh-oleh Banjar juga sudah tersedia di sini bahkan kain sasirangan yang dimodifikasi dengan ecoprint dengan warna-warna pastel.

Untuk ecoprint karya Sandy Agustinus, tokoh pemuda pelopor yang juga desainer kain Sasirangan, kain tradisional khas Banjarmasin ini bisa dijahit menjadi beragam kebutuhan busana hingga seragam atau cukup diikat-ikat bagian ujungnya menjadi outer, celana dan lain-lainnya.

Sandy Agustinus ( berjaket) praktekan cara membuat ecoprint 

Sandy bersama timnya juga mengajak masyarakat belajar langsung tekhnik ecoprint yang menjadi satu dengan motif Sasirangan menjadi karya kreatif memakai bahan pewarna alami yang sudah mendunia dengan fashion show di Italia karena terpilih dalam program A Thousand Masterpiece of Art di Milan, Italia tahun 2023.

Dengan kondisi perut kenyang kami masuk ke dalam rumah Banjar yang sejuk ber AC dimana setengah dindingnya dari kaca sehingga meski berada di dalam ruangan untuk acara doa bersama, tiup lilin untuk yang berulang tahun dan menikmati sajian sushi, aktivitas di ikon Kampung Ketupat tetap terlihat makin banyak pengunjung datang.

Suara penyanyi dari komunitas Nanang dan Galuh Banjarmasin atau seperti Abang dan None Jakarta bergantian menghibur pengunjung. Saya terkejut ketika mendengar lagu Banjar dinyanyikan oleh Acil pantun Pasar Terapung yang viral di medsos. “ Sehari- hari ibu Arbainah ini memang berjualan di pasar terapung tapi kalau week-end sering menyanyi di sini meramaikan Kampung Ketupat,” kata Siti Wasilah mengenai wanita penyanyi itu.

Dia mengaku membuka peluang bagi generasi muda dan anggota masyarakat lainnya terutama kaum wanita untuk terus mengasah ketrampilan di bidang ekonomi kreatif, seni dan budaya sehingga Banjarmasin yang dijuluki kota seribu sungai ini rakyatnya sejahtera.

Menjelang magrib, saat lampu-lampu mulai menyala menandai pergantian siang ke malam pemandangannya sungguh cantik apalagi cahaya yang muncul diantara rimbunnya pepohonan.

Waktunya memang kembali ke hotel untuk beribadah. Alhamdulilah kunjungan ke Kampung Ketupat menjadi penyegar otak maupun kepenatan setelah empat hari kerja yang padat di event nasional.

Banjarmasin yang kini memiliki walikota baru semoga mampu mengembangkan halal tourism yang menjadi tren dunia. Tujuan wisata halal bukan hanya Aceh, Lombok dan Jakarta, tetapi Banjarmasin dan kota-kita sekitarnya seperti Banjar Baru, Martapura juga memiliki keunikan dan banyak festival.

Apalagi budaya dan tradisi orang Banjar adalah hasil asimilasi selama berabad-abad. Budaya tersebut dipengaruhi oleh kepercayaan Islam yang dibawa oleh pedagang Arab dan Persia.

Hal ini dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari masyarakat Banjar khususnya dalam bentuk kesenian, tarian, musik, pakaian, permainan dan upacara tradisional.

Adat istiadat Banjar yang melekat dengan kehidupan sosial warga masyarakat yang bercirikan Islam patut terus dijaga dan dipertahankan menjadi potensi besar wisata halal ( halal tourism).

AirAsia MOVE Dukung Perempuan Indonesia Berani Eksplorasi Dunia di Hari Perempuan Internasional

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Hari Perempuan Internasional jatuh setiap tanggal 8 Maret, dimana dunia merayakan Hari Perempuan Internasional sebagai momentum penting untuk menegaskan kesetaraan dan inklusivitas bagi perempuan.

Tahun ini, tema global #AccelerateAction mengajak para perempuan untuk lebih berani melangkah dan mengakselerasi diri.

AirAsia MOVE sebagai sebuah Online Travel Agency (OTA) yang mendukung semangat eksplorasi, merayakan hari istimewa ini dengan membagikan kisah inspiratif dari dua perempuan Indonesia yang telah menantang batas diri mereka melalui perjalanan.

Mereka adalah Putri Handayani, peraih rekor MURI untuk orang Indonesia pertama yang mencapai Kutub Selatan (titik 90° Lintang Selatan) dengan berjalan menggunakan ski, serta Kadek Arini, seorang kreator konten perjalanan.

“Kami percaya bahwa perjalanan tidak hanya membawa kita ke tempat baru, tetapi juga membuka perspektif, menginspirasi, dan menguatkan.” kata Amelia Virginia, Marketing Manager AirAsia MOVE Indonesia.

Pihaknya mendukung setiap perempuan untuk terus melangkah, dengan menghadirkan akses terjangkau dalam mengeksplorasi dunia, kapan pun dan kemanapun mereka mau.”

Putri Handayani: Menembus Batas Hingga ke Ujung Dunia

Putri Handayani mencatat Rekor MURI sebagai orang Indonesia pertama yang berhasil mencapai Kutub Selatan (titik 90° Lintang Selatan).

Lahir di Sumatera Utara pada tahun 1983, Putri mengawali kariernya sebagai insinyur pengeboran minyak dan gas di perusahaan global ternama.

Bekerja di lingkungan yang didominasi pria, ia tak gentar terjun langsung ke lepas pantai. Tahun 2016 menjadi titik balik bagi lulusan Universitas Indonesia ini.

Setelah berhasil mencapai puncak Gunung Kilimanjaro di Afrika, ia menyadari bahwa eksplorasi adalah panggilan jiwanya.
Putri pun meninggalkan karirnya untuk memulai Jelajah Putri, sebuah platform yang diejawantahkan menjadi inspirasi untuk para perempuan Indonesia dengan tiga pilar utama, yaitu bekerja, bertualang, dan berbakti.

Melalui Jelajah Putri, ia tak hanya mengejar impiannya menaklukkan gunung-gunung tertinggi di dunia, tetapi juga menjalankan misi edukasi bagi lebih dari 400 anak-anak di kaki pegunungan.

“Sama seperti AirAsia MOVE yang ingin memberikan pengalaman berkesan bagi para traveler, saya juga ingin membagikan kisah-kisah bermakna kepada anak cucu,” ujar Putri, yang juga menjadi perempuan Indonesia pertama yang mencapai puncak Gunung Ama Dablam di Nepal.

Ke depan, dia menargetkan untuk menjadi perempuan Asia Tenggara pertama yang meraih “The Explorer’s Grand Slam”, gelar yang diberikan kepada mereka yang berhasil mendaki tujuh puncak tertinggi di masing-masing tujuh benua, serta menjelajah ke Kutub Utara dan Selatan dengan kaki.

Saat ini, Putri telah menyelesaikan tujuh ekspedisi, yaitu Gunung Kilimanjaro (2016), Carstensz Pyramid (2016), Elbrus (2017), Aconcagua (2018), Denali (2022), Kutub Selatan (2023), dan Vinson (2025). Tersisa dua yang belum diselesaikan adalah Gunung Everest dan Kutub Utara.

Kepada para perempuan Indonesia, Putri berpesan, “Saya baru bisa mencapai puncak Gunung Denali setelah tiga kali mencoba. Kegagalan adalah bagian dari proses. Jangan takut gagal, dan jangan biarkan ucapan negatif orang lain menghalangi langkah kita.”

Kadek Arini: Dari Desainer Interior hingga Menjadi Content Creator

Nama Kadek Arini sudah tak asing bagi para pecinta traveling di Indonesia. Sebagai kreator konten dengan lebih dari 223 ribu pengikut di Instagram, ia kerap berbagi pengalaman dan tips perjalanan dari berbagai penjuru dunia.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa perjalanannya dimulai dari jalur yang berbeda. Lulusan arsitektur ini sempat bekerja di kantor desain interior selama 1,5 tahun, sebelum menyadari bahwa hasratnya justru ada di dunia traveling.

“Dulu, aku merasa tidak menemukan passion di desain interior. Aku lebih suka nulis blog perjalanan yang sudah aku jalani sejak SMA,” cerita Kadek. Keputusan untuk meninggalkan pekerjaan dan menjadi kreator konten sempat mendapat pertentangan dari orang tua. Terlebih, saat itu profesi ini belum umum.

Namun, kegigihannya membuahkan hasil. Kini, perempuan yang telah menjelajahi lebih dari 40 negara ini menikmati kebebasan berekspresi dan kreativitas sebagai kreator konten.

“Aku pernah solo traveling ke China selama sebulan, tanpa bisa berbahasa Mandarin. Awalnya takut, tapi akhirnya aku sadar, ketakutan itu hanya ada di dalam pikiran kita sendiri. Aku yakin, semua perempuan pasti bisa eksplorasi kemanapun yang mereka mau. Apalagi dengan aplikasi AirAsia MOVE yang memudahkan untuk persiapan perjalanan,” ujarnya.

Melalui kisah inspiratif seperti Putri Handayani dan Kadek Arini, AirAsia MOVE berharap semakin banyak perempuan Indonesia yang terdorong untuk mengejar impian mereka tanpa batas.

AirAsia MOVE Dukung Perempuan Indonesia Berani Eksplorasi Dunia di Hari Perempuan Internasional

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Hari Perempuan Internasional jatuh setiap tanggal 8 Maret, dimana dunia merayakan Hari Perempuan Internasional sebagai momentum penting untuk menegaskan kesetaraan dan inklusivitas bagi perempuan.

Tahun ini, tema global #AccelerateAction mengajak para perempuan untuk lebih berani melangkah dan mengakselerasi diri.

AirAsia MOVE sebagai sebuah Online Travel Agency (OTA) yang mendukung semangat eksplorasi, merayakan hari istimewa ini dengan membagikan kisah inspiratif dari dua perempuan Indonesia yang telah menantang batas diri mereka melalui perjalanan.

Mereka adalah Putri Handayani, peraih rekor MURI untuk orang Indonesia pertama yang mencapai Kutub Selatan (titik 90° Lintang Selatan) dengan berjalan menggunakan ski, serta Kadek Arini, seorang kreator konten perjalanan.

“Kami percaya bahwa perjalanan tidak hanya membawa kita ke tempat baru, tetapi juga membuka perspektif, menginspirasi, dan menguatkan.” kata Amelia Virginia, Marketing Manager AirAsia MOVE Indonesia.

Pihaknya mendukung setiap perempuan untuk terus melangkah, dengan menghadirkan akses terjangkau dalam mengeksplorasi dunia, kapan pun dan kemanapun mereka mau.”

Putri Handayani: Menembus Batas Hingga ke Ujung Dunia

Putri Handayani mencatat Rekor MURI sebagai orang Indonesia pertama yang berhasil mencapai Kutub Selatan (titik 90° Lintang Selatan).

Lahir di Sumatera Utara pada tahun 1983, Putri mengawali kariernya sebagai insinyur pengeboran minyak dan gas di perusahaan global ternama.

Bekerja di lingkungan yang didominasi pria, ia tak gentar terjun langsung ke lepas pantai. Tahun 2016 menjadi titik balik bagi lulusan Universitas Indonesia ini.

Setelah berhasil mencapai puncak Gunung Kilimanjaro di Afrika, ia menyadari bahwa eksplorasi adalah panggilan jiwanya.
Putri pun meninggalkan karirnya untuk memulai Jelajah Putri, sebuah platform yang diejawantahkan menjadi inspirasi untuk para perempuan Indonesia dengan tiga pilar utama, yaitu bekerja, bertualang, dan berbakti.

Melalui Jelajah Putri, ia tak hanya mengejar impiannya menaklukkan gunung-gunung tertinggi di dunia, tetapi juga menjalankan misi edukasi bagi lebih dari 400 anak-anak di kaki pegunungan.

“Sama seperti AirAsia MOVE yang ingin memberikan pengalaman berkesan bagi para traveler, saya juga ingin membagikan kisah-kisah bermakna kepada anak cucu,” ujar Putri, yang juga menjadi perempuan Indonesia pertama yang mencapai puncak Gunung Ama Dablam di Nepal.

Ke depan, dia menargetkan untuk menjadi perempuan Asia Tenggara pertama yang meraih “The Explorer’s Grand Slam”, gelar yang diberikan kepada mereka yang berhasil mendaki tujuh puncak tertinggi di masing-masing tujuh benua, serta menjelajah ke Kutub Utara dan Selatan dengan kaki.

Saat ini, Putri telah menyelesaikan tujuh ekspedisi, yaitu Gunung Kilimanjaro (2016), Carstensz Pyramid (2016), Elbrus (2017), Aconcagua (2018), Denali (2022), Kutub Selatan (2023), dan Vinson (2025). Tersisa dua yang belum diselesaikan adalah Gunung Everest dan Kutub Utara.

Kepada para perempuan Indonesia, Putri berpesan, “Saya baru bisa mencapai puncak Gunung Denali setelah tiga kali mencoba. Kegagalan adalah bagian dari proses. Jangan takut gagal, dan jangan biarkan ucapan negatif orang lain menghalangi langkah kita.”

Kadek Arini: Dari Desainer Interior hingga Menjadi Content Creator

Nama Kadek Arini sudah tak asing bagi para pecinta traveling di Indonesia. Sebagai kreator konten dengan lebih dari 223 ribu pengikut di Instagram, ia kerap berbagi pengalaman dan tips perjalanan dari berbagai penjuru dunia.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa perjalanannya dimulai dari jalur yang berbeda. Lulusan arsitektur ini sempat bekerja di kantor desain interior selama 1,5 tahun, sebelum menyadari bahwa hasratnya justru ada di dunia traveling.

“Dulu, aku merasa tidak menemukan passion di desain interior. Aku lebih suka nulis blog perjalanan yang sudah aku jalani sejak SMA,” cerita Kadek. Keputusan untuk meninggalkan pekerjaan dan menjadi kreator konten sempat mendapat pertentangan dari orang tua. Terlebih, saat itu profesi ini belum umum.

Namun, kegigihannya membuahkan hasil. Kini, perempuan yang telah menjelajahi lebih dari 40 negara ini menikmati kebebasan berekspresi dan kreativitas sebagai kreator konten.

“Aku pernah solo traveling ke China selama sebulan, tanpa bisa berbahasa Mandarin. Awalnya takut, tapi akhirnya aku sadar, ketakutan itu hanya ada di dalam pikiran kita sendiri. Aku yakin, semua perempuan pasti bisa eksplorasi kemanapun yang mereka mau. Apalagi dengan aplikasi AirAsia MOVE yang memudahkan untuk persiapan perjalanan,” ujarnya.

Melalui kisah inspiratif seperti Putri Handayani dan Kadek Arini, AirAsia MOVE berharap semakin banyak perempuan Indonesia yang

Libur Panjang Lebaran 2025 Ada 11 Hari, Cek Lagi Jadwalnya!

this formate

Taman Impian Jaya Ancol (Foto: Nahda RU/detikcom)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tahun ini, Lebaran Idul Fitri jatuh pada akhir Maret dan awal April. Pemerintah telah menetapkan libur Idul Fitri 2025 melalui SKB 3 Menteri. Perlu diketahui, libur Idul Fitri 2025 berdekatan dengan akhir pekan dan libur Nyepi. Total ada 11 hari libur panjang Lebaran 2025.

Tanggal Libur Panjang Lebaran 2025

Berdasarkan SKB 3 Menteri Nomor 1017 Tahun 2024, Nomor 2 Tahun 2024, dan Nomor 2 Tahun 2024 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025, berikut jadwal libur panjang Lebaran 2025 seperti dilansir dari detik.com

*Jumat, 28 Maret 2025: Cuti bersama Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1947)
Sabtu, 29 Maret 2025: Libur akhir pekan/Libur nasional Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1947)

*Minggu, 30 Maret 2025: Libur akhir pekan
Senin, 31 Maret 2025: Libur nasional Idul Fitri 1446 Hijriah

*Selasa, 1 April 2025: Libur nasional Idul Fitri 1446 Hijriah

*Rabu, 2 April 2025: Cuti bersama Idul Fitri 1446 Hijriah

*Kamis, 3 April 2025: Cuti bersama Idul Fitri 1446 Hijriah

*Jumat, 4 April 2025: Cuti bersama Idul Fitri 1446 Hijriah

*Sabtu, 5 April 2025: Libur akhir pekan

*Minggu, 6 April 2025: Libur akhir pekan

*Senin, 7 April 2025: Cuti bersama Idul Fitri 1446 Hijriah.

Jadwal Baru Libur Lebaran Anak Sekolah
Jadwal libur Lebaran 2025 untuk sekolah, madrasah, dan satuan pendidikan keagamaan dimajukan. Informasi terbaru menyebutkan anak sekolah mulai libur Lebaran 2025 pada tanggal 21 Maret.

Untuk surat edaran bersama (SEB) terkait jadwal baru tersebut, akan diinformasikan kemudian.
“Tinggal menunggu tanda tangan Surat Edaran Bersama 3 Menteri,” kata Mendikdasmen Mu’ti, dikonfirmasi di Jakarta, dilansir Antara, Selasa (4/3/2025).

Sebelumnya, libur Lebaran 2025 berlangsung dari tanggal 26 Maret. Namun, dimajukan menjadi tanggal 21 Maret sampai 8 April 2025.

“Tanggal 6 sampai 20 Maret untuk belajar di sekolah atau madrasah atau satu pendidikan di agama. 21 sampai dengan 28 Maret dan 2 sampai dengan 8 April itu libur Idul Fitri bagi sekolah atau madrasah satu pendidikan,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Daftar Cuti Bersama ASN 2025

Informasi cuti bersama ASN diatur dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2025. Dalam keppres tersebut dijelaskan bahwa cuti bersama tidak mengurangi hak cuti tahunan pegawai ASN.

Berikut daftar cuti bersama ASN yang diatur dalam Keppres 2/2025:

*Selasa, 28 Januari 2025: Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili

*Jumat, 28 Maret 2025: Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1947)

*Rabu, Kamis, Jumat, dan Senin 2, 3, 4, dan 7 April 2025: Idul Fitri 1446 Hijriah

*Selasa, 13 Mei 2025: Hari Raya Waisak 2569 BE

*Jumat, 30 Mei 2025: Kenaikan Yesus Kristus

*Senin, 9 Juni 2025: Idul Adha 1446 Hijriah

*Jumat, 26 Desember 2025: Kelahiran Yesus Kristus

Selain itu, disebutkan juga bahwa pegawai ASN yang karena jabatannya tidak diberi hak atas cuti bersama, hak cuti tahunannya ditambah sesuai dengan jumlah cuti bersama yang tidak diberikan. Aturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Membangun Personal Branding Melangit & Motivasi Islami

this formate

Oleh: Coach Drs. Karyanto, MM, CPC, CT, CPPS

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Seorang muslim perlu membangun Personal Branding sebagai individu yang dapat mencerminkan
ajaran Islam secara kaffah, agar dapat memberikan persepsi yang tepat untuk masyarakat luas.

Secara epistemologi, Personal Branding umat Islam dapat tercermin dari akhlak dirinya sendirinya, yaitu ketika seorang muslim mengamalkan ajaran Islam dengan baik sesuai tuntunan Al Qur’an dan Sunnah Rasul.

“Keberhasilan Personal Branding dalam Islam tidak diukur dari aspek popularitas atau pengakuanvaliditas seseorang, tetapi dari seberapa besar kemanfaatan yang dapat diberikan kepada orang lain dan seberapa besar keberkahan dapat diraih,” ungkap Karyanto pada Kajian Ramadhan 2025 di Masjid Raya Nurul Huda, Depok- Jawa Barat, Rabu.

Coach Karyanto menegaskan bahwa Personal Branding Melangit didisain dan diniatkan dengan tiga elemen pokok ini, yaitu: Lillahi ta’ala, Hablum Minallah, dan Hablum Minannas sebagai aksiologi.

Kita mengetahui bahwa Rasulullah Muhammad, SAW dikenal sebagai Al-Amin (yang terpercaya) jauh sebelum diangkat sebagai Nabi & Rasul. Kemudian Sahabat Rasulullah SAW, Abu Bakar dikenal sebagai As-Siddiq (yang membenarkan).

Sahabat Rasulullah SAW lainnya, yaitu Umar bin Khattab dikenal sebagai Al-Faruq (yang
membedakan antara kebenaran dan kebatilan). “Lantas kita ini, Bapak dan Ibu jamaah sekalian, terutama untuk diri saya sendiri: Kita ingin dikenang sebagai apa dan sebagai siapa ?.Apa saja legasi yang dapat kita tinggalkan..?”

Di era digital saat ini, Coach Karyanto menyebutkan telah memunculkan 3 Tantangan Personal Branding, yaitu:
• Overload Informasi Digital: Kini Kita sulit membedakan diri, karena banyaknya konten
serupa di media sosial
• Distraksi Identitas Online dan Offline: Perbedaan antara citra digital dan realita
sebenarnya yang dapat merusak reputasi
• Ekspektasi Autentisitas yang Tinggi: Audiens semakin kritis terhadap keaslian individu di media sosial.

Untut itu, Coach Karyanto mengatakan  pionir P8rogram Personal Branding Melangit Tenaga Kesehatan Indonesia ini, mengingatkan agar kita semua, terutama generasi muda dapat lebih bijak memanfaatkan teknologi informasi, khususnya media sosial- yang diibaratkan sebagai pisau bermata dua. Satu sisi dapat menjadi sarana untuk kebaikan, dan satu bagian lain dapat juga untuk media kemungkaran.

Menyelaraskan Personal Branding sebagai Khalifah

Islam mengajarkan bahwa setiap muslim adalah khalifah di muka bumi, sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an Surah Al-Baqarah, ayat 30 disebutkan: “Inni ja’ilun fil ardhi khaliifah (Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.”

Sedangkan tolok ukur dari keberhasilan Personal Branding dalam tata nilai Islam tidak sematamata berpatokan pada popularitas atau pengakuan-validitas, tetapi dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada orang lain dan seberapa besar keridhaan dapat diraih.

Maka hadits Rasulullah SAW berikut ini: “Khairunnaas anfa’uhum linnnass.” (Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya- HR. Ahmad) adalah harus menjadi rujukan
ketika kita menetapkan action plan saat membangun Personal Branding,

Coach Karyanto mengingatkan, kenapa kita
perlu membangun Personal Branding? Karena dalam realitas kehidupan: Orang
baik, belum tentu dikenal atau dipersepsikan sebagai orang baik, Orang pintar, belum tentu dikenal atau dipersepsikan sebagai orang pintar.

“Untuk itulah, kita perlu menampakkan kompetensi (skills- hardskills dan Softskills, Attitude, serta Knowledge) diri kita secara terukur, agar persepsi masyarakat terhadap umat muslim sesuai dengan fakta dan realita,”
ujarnya menambahkan.

7 Keutamaan Personal Branding Melangit bukan ajang untuk pamer- apalagi ajang flexing, lajutnya. Tetapi bagaimana agar kompetensi kita dapat bermanfaat lebih luas, dapat lebih berdampak lebih luas, karena dapat diakses oleh dan lebih banyak para pihak terkait.

“Sehingga keberkahan karier atau bisnis dapat digapai karena selalu terkait dengan 3 aspek ini, yaitu Lillahi ta’ala, Hablum Minallah, dan Hablum Minannas,” jelas Karyanto.
Kelas Personal Branding Melangit mensinergikan Kemampuan Hardskills, Softskills, dengan Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ) dan Kecerdasan Spiritual (SQ).

Alhamdulillah sejak 3 bulan lalu (Desember 2024- Februari 2025) sebanyak 1.500 Tenaga Kesehatan Indonesia telah belajar secara online dan offline.

3 Modul Utama Personal Branding Melangit adalah sebagai berikut:
• Unique Value Proposition (Peta Kompetensi Diri yang Unik).
• Goal Setting Strategy.
• Media Channels yang tepat (plus Public Speaking Persuasif, Science Writing)
“Personal Branding Melangit adalah yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain, bukan sekedar eksistensi untuk diri sendiri,” tegasnya.

7 Manfaat Utama membangun Personal Branding Melangit:
• Meningkatkan Kepercayaan & Kredibilitas.
• Memudahkan Dakwah & Penyebaran Kebaikan.
• Memperluas Jaringan & Peluang Kolaborasi.
• Meningkatkan Kesempatan Karier & Bisnis.
• Menginspirasi Umat & Generasi Muda.
• Memudahkan dalam Membangun Amal Jariyah.
• Menjaga Konsistensi Akhlak & Nilai Islam.

Miramar Travel dan Konsulat Jenderal Turki Selenggarakan Berbuka Puasa yang Bersejarah

this formate

HONG KONG, bisniswisata.co.id: Dalam acara yang inovatif ini, Miramar Travel, The Mira Hong Kong, dan Konsulat Jenderal Turki di Hong Kong bersama-sama menyelenggarakan makan malam berbuka puasa untuk merayakan berakhirnya puasa selama bulan Ramadan.

Ini menandai perjamuan besar pertama yang diadakan di Hong Kong, yang dihadiri oleh banyak konsulat, termasuk konsulat Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Malaysia, Mesir, Mongolia, Rumania, Qatar, dan Kazakhstan.

Dilansir dari www.thestandard.com.hk, malam itu menampilkan pidato utama oleh Clarence Leung Wang-ching, Wakil Menteri Dalam Negeri dan Urusan Pemuda. Hadir pula Winnie Ho Wing-yin, Menteri Perumahan; Angelina Cheung Fung Wing-ping, Komisaris Pariwisata; dan Vincent Cheng Wing-shun, anggota Dewan Legislatif saat ini.

Ramadhan, bulan paling suci dalam kalender Islam, dirayakan dengan puasa selama 30 hari, di mana umat Islam berpuasa pada siang hari dan berbuka puasa hanya saat matahari terbenam.

Disiplin spiritual ini bertujuan untuk memurnikan jiwa dan raga serta menumbuhkan pertumbuhan pribadi.

Penutupan Ramadhan dirayakan dengan Idul Fitri, hari raya Islam yang paling penting, mirip dengan Tahun Baru Imlek, yang menampilkan berbagai perayaan.

Hukum syariat Islam sangat ketat, melarang alkohol dan daging babi, dengan “halal” yang menunjukkan makanan yang mematuhi peraturan ini.

Daging unggas, sapi, dan domba harus disembelih sesuai dengan hukum Islam.
Masakan Turki, yang dikenal sebagai salah satu dari tiga tradisi kuliner utama dunia, menggambarkan keragaman makanan halal yang kaya.

Karena letak strategis Turki di persimpangan Eropa dan Asia, negara ini menawarkan perpaduan unik antara pengaruh kuliner Timur dan Barat, yang menghasilkan berbagai hidangan khas seperti kebab, bakso, semur, dan makanan laut.

Hidangan ini sering kali menggunakan rempah-rempah alami dan disajikan dengan roti atau pita, bersama dengan komponen penting seperti hummus dan sup miju, yang menunjukkan cita rasa khas Timur Tengah.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan yang semakin erat antara Tiongkok dan negara-negara Timur Tengah, ditambah dengan populasi Muslim yang terus bertambah—sekarang sekitar seperempat dari demografi global—telah menyebabkan meningkatnya minat penduduk Hong Kong untuk berwisata ke Timur Tengah.

Banyak yang ingin menjelajahi gaya hidup unik dan budaya Islam yang eksotis, serta ingin mengungkap misteri kawasan tersebut. Alex Lee, General Manager Miramar Travel, berkomentar, “Dengan munculnya Belt and Road Initiative, konektivitas regional telah meningkat secara signifikan, yang memicu lonjakan pariwisata Timur Tengah.

Timur Tengah dianggap sebagai tempat lahirnya peradaban modern, dengan Turki menawarkan kekayaan keajaiban sejarah dan geologi yang menginspirasi para pelancong.

Negara-negara Timur Tengah lainnya, seperti Arab Saudi, UEA, dan Qatar, terus mengembangkan infrastruktur dan atraksi budaya mereka, menciptakan kota-kota modern yang semarak, di mana setiap kunjungan mengungkap penemuan-penemuan baru.

Dia juga menunjukkan bahwa Miramar Travel telah meluncurkan serangkaian paket perjalanan Timur Tengah yang mencakup destinasi-destinasi seperti Turki, Dubai, Abu Dhabi, Arab Saudi, Qatar, dan Mesir, dan tanggapannya sangat positif.

Maskapai penerbangan juga memperluas jaringan mereka, membuat pengaturan perjalanan menjadi lebih lancar. “Pemandu wisata kami memastikan keselamatan dan keandalan, memungkinkan para tamu untuk menikmati perjalanan yang unik dan menenangkan melalui Timur Tengah,” tambah Alex Lee.

Warga Malaysia Ubah Hobi Perjalanan Darat Jadi Bisnis Wisata Halal di NZ

this formate

Suku Maori, penduduk asli New Zealand

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Apa yang dimulai sebagai proyek hobi menyelenggarakan perjalanan darat bagi sesama mahasiswa di Selandia Baru – telah berkembang menjadi bisnis perjalanan yang berkembang pesat bagi pengusaha Malaysia Muhammad Afiq Mohmad Nazari dan Mohammad Habibullah Md Ali.

Dilansir dari www.thestar.com.my, perusahaan mereka, NZ Malaya Limited, yang kini menjadi penyedia wisata halal terkemuka, membuat langkah signifikan dalam mempromosikan pengalaman perjalanan yang ramah Muslim di Selandia Baru dan sekitarnya.

Berbasis di Queenstown dan memiliki cabang di Auckland, perusahaan ini didirikan oleh dua lulusan teknik untuk mengatasi tantangan yang dihadapi wisatawan Muslim dalam menemukan makanan halal, fasilitas shalat, dan akomodasi yang sesuai.

Muhammad Afiq, 30, dan Mohammad Habibullah, 32, memulai NZ Malaya pada tahun 2015 saat mereka masing-masing berusia 20 dan 22 tahun.

Seiring meningkatnya permintaan, mereka secara resmi mendaftarkan NZ Malaya Limited pada bulan Januari 2017 dengan persetujuan dari pemerintah Selandia Baru.

Ekspansi ini berlanjut dengan pendirian NZ Malaya Travel Sdn Bhd pada Mei 2018, yang berpusat di Bukit Rimau, Shah Alam, Selangor, untuk mendukung operasi mereka di Malaysia.

Perusahaan ini telah menerima dukungan kuat dari Asosiasi Bisnis Selandia Baru Malaysia (NZMBA), yang telah menyediakan peluang jaringan yang berharga dengan para pemimpin industri, lembaga pemerintah, dan bisnis.

Presiden NZMBA Dave Ananth mengatakan asosiasi tersebut telah lama memperjuangkan produk halal dari Selandia Baru sambil mempromosikan Malaysia, khususnya Value di Negeri Sembilan, sebagai pusat perdagangan halal global.

Ia mencatat bahwa model bisnis NZ Malaya memprioritaskan pemberdayaan kaum muda dengan menyediakan peluang dalam pemandu wisata, pemasaran digital, dan pengembangan bisnis, yang mendorong inovasi dan kepemimpinan di antara para talenta muda.

“Perusahaan ini berkomitmen untuk mempertahankan standar halal yang tinggi, memastikan bahwa pengalaman perjalanan, makanan, dan akomodasinya memenuhi standar etika dan kualitas bagi wisatawan Muslim dan non-Muslim,” katanya dalam sebuah pernyataan pada hari ini.

NZ Malaya mengintegrasikan standar halal berdasarkan ISO 22000 ke dalam operasinya, memastikan kepatuhan terhadap tolok ukur internasional untuk keamanan dan kualitas pangan.

Di luar Selandia Baru, perusahaan ini telah memperluas layanan perjalanan ramah halal ke Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Turki, Tiongkok, Mesir, dan Yordania – semuanya dipilih karena aksesibilitasnya terhadap makanan halal, fasilitas salat, dan pengalaman budaya yang inklusif.

Menyadari meningkatnya permintaan akan makanan halal, NZ Malaya meluncurkan Komunal Cafe di Malaysia, yang menawarkan perpaduan masakan Malaysia dan Barat dalam lingkungan bersertifikat halal.

Setelah sukses, perusahaan ini membuka kafe halal pertama milik warga Malaysia di Queenstown, dengan rencana untuk berekspansi ke Australia, Jepang, dan pasar internasional lainnya.

NZ Malaya juga telah melakukan diversifikasi ke manajemen properti di bawah merek Smart Staycation dan Smart Home, mengelola lebih dari 200 unit akomodasi ramah halal di Selandia Baru dan Malaysia.

Perusahaan ini telah bermitra dengan organisasi seperti MyFundAction NZ, yang timnya bersertifikat Jakim secara aktif meningkatkan kesadaran tentang pariwisata halal dan standar makanan melalui kampanye dan pameran.

Ananth mendorong perusahaan – perusahaan Malaysia dan internasional untuk berkolaborasi dengan NZ Malaya guna memperluas inisiatif pariwisata halal di luar Selandia Baru, sekaligus menyoroti potensi besar sektor ini. –

Mengenal lebih jauh organisasi IMDRF

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tahukah Anda di dunia ini Wisata medis berkembang pesat di berbagai negara karena beberapa alasan utama misalnya biaya yang lebih murah, kualitas layanan kesehatan yang tinggi, waktu tunggu yang singkat, perawatan spesialis dan teknologi Terbaru serta paket wisata dan pemulihan.

Untuk melindungi masyarakat dalam hal penggunaan peralatan paramedis di berbagai dunia juga sudah ada organisasinya yang berdiri sejak 2011 dengan anggota di negara-negara Australia, Brazil, Kanada, China, Uni Etopa, Jepang, Rusia dan Singapura, Korea Selaran, Inggris dan Amerika Serikat

Meskipun Indonesia belum menjadi negara anggotanya, tidak ada salahnya mengenal organisasi ini yang disebut The International Medical Device Regulators Forum (IMDRF) atau Forum Regulator Alat Kesehatan Internasional.

Tujuan IMDRF adalah untuk mempercepat standardisasi dan konvergensi regulasi perangkat medis internasional. Agar hal ini dapat tercapai, kolaborasi yang erat antara regulator dan pemangku kepentingan sangatlah penting, dan khususnya antara regulator dan industri yang diatur.

Masyarakat awam pengguna jasa dunia kesehatan tentunya akan menikmati perlindungan dan kenyamanan dengan adanya organisasi ini yang lahir pada bulan Oktober 201. IMDRF merupakan forum sukarela bagi regulator alat kesehatan dari berbagai yurisdiksi yang telah sepakat untuk bekerja sama guna memajukan harmonisasi dan konvergensi regulasi internasional di bidang alat kesehatan.

IMDRF dibangun di atas dasar kerja yang kuat dari Gugus Tugas Harmonisasi Global untuk Alat Kesehatan (GHTF) yang didirikan pada tahun 1992 dan beroperasi selama hampir 20 tahun, dengan Jepang sebagai salah satu anggota Komite Manajemen (MC).

Satuan Tugas Harmonisasi Global (GHTF) adalah kelompok sukarela yang terdiri dari perwakilan otoritas pengawas perangkat medis nasional (seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA)) dan anggota industri perangkat medis yang tujuannya adalah standarisasi peraturan perangkat medis di seluruh dunia.

Perwakilan dari lima anggota pendirinya (Uni Eropa, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, dan Australia) dibagi menjadi tiga wilayah geografis: Eropa, Asia-Pasifik, dan Amerika Utara, yang masing-masing secara aktif mengatur perangkat medis menggunakan kerangka peraturan unik mereka sendiri.

Didirikan pada tahun 1992, GHTF dibentuk dalam “upaya untuk menanggapi meningkatnya kebutuhan akan standardisasi internasional dalam regulasi peralatan medis. GHTF dibubarkan pada akhir tahun 2012. Misinya telah diambil alih oleh International Medical Device Regulators Forum (IMDRF), sebuah organisasi penerus yang terdiri dari pejabat dari badan pengatur— bukan industri — di seluruh dunia.

Pertemuan sesi ke-27 IMDRF akan diadakan di Tokyo, Jepang. MC IMDRF mengundang regulator dan profesional dari seluruh komunitas IMDRF untuk menghadiri pertemuan MC IMDRF di Tokyo dari tanggal 10 hingga 14 Maret 2025.

Tempat acara di Universitas PBB 5–53–70 Jingumae, Shibuya-ku, Tokyo 150-0001 Jepang. Salah satu topik utama yang akan dibahas selama Sesi tersebut adalah Rencana Strategis IMDRF 2026-2030.

IMDRF menyambut baik masukan dan partisipasi pemangku kepentingan di sektor alat kesehatan. Partisipasi terjadi melalui sejumlah saluran termasuk partisipasi dalam kelompok kerja anggota terbuka, melalui kehadiran dan partisipasi dalam forum pemangku kepentingan terbuka IMDRF secara berkala maupun kehadiran sebagai peserta undangan pada rapat Komite Manajemen IMDRF.

BE in Sabah Untuk Lihat Masa Depan Pertumbuhan MICE ASEAN

this formate

KINABALU, bisniswisata.co.id: Kota Kinabalu menjadi tuan rumah edisi kedua BE di Sabah 2025, pertemuan acara bisnis berdampak tinggi yang mempertemukan para pemimpin industri, organisasi pemasaran destinasi (DMO), dan perencana acara perusahaan dari seluruh APAC dari tanggal 27-28 Februari lalu

Dilansir dari meetings-conventions-asia.com, diselenggarakan bersama oleh Sabah International Convention Centre (SICC) dan Asosiasi Penyelenggara dan Pemasok Konvensi dan Pameran Malaysia (MACEOS) Cabang Sabah.

Acara tersebut menggarisbawahi peran Sabah yang semakin berkembang dalam lanskap MICE regional, dengan menekankan kolaborasi regional, strategi acara yang berkelanjutan, dan peluang pertumbuhan bisnis.

Memperkuat ekosistem acara bisnis ASEAN

Diresmikan oleh Datuk Seri Panglima Christina Liew, Menteri Pariwisata, Kebudayaan, dan Lingkungan Hidup Sabah, forum tersebut menggarisbawahi peran penting acara bisnis dalam pembangunan ekonomi dan kemitraan lintas batas.

“Asia-Pasifik bukan hanya peserta, tetapi juga pendorong utama dalam membentuk masa depan industri MICE global. Energi dan komitmen di Be in Sabah 2025 mencerminkan ambisi ini,” kata Liew dalam pidato pembukaannya.

Salah satu tema terpenting dari forum tersebut adalah dorongan untuk kolaborasi regional yang lebih kuat guna meningkatkan daya saing ASEAN sebagai pusat acara bisnis.

“Kita dapat meningkatkan posisi ASEAN dengan memperkuat kemitraan lintas batas, menyelaraskan kebijakan visa dan perdagangan, serta menciptakan ekosistem acara yang terintegrasi,” kata Datuk Dr. Hajah Rosmawati Lasuki, ketua Forum BEiS 2025 dan CEO SICC.

“Jaringan destinasi yang terpadu menawarkan beragam pengalaman bisnis yang menarik penyelenggara dan investor global.”

Sabah terus mendapatkan perhatian sebagai destinasi MICE melalui dukungan pemerintah dan inisiatif yang dipimpin industri. Forum tersebut menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) utama, termasuk kesepakatan antara MACEOS Sabah Chapter dan The Genuine Brands untuk mempromosikan acara bisnis yang diakui secara internasional selama dua tahun ke depan.

“Pemerintah Negara Bagian Sabah, melalui Kementerian Pariwisata, Kebudayaan, dan Lingkungan Hidup, telah berperan penting dalam memposisikan Sabah sebagai destinasi acara bisnis utama.

Dengan dukungan kuat dari lembaga-lembaga utama seperti Sabah Convention Bureau (SCB), Sabah Tourism Board (STB), Sri Pelancongan Sabah (SPS), dan MACEOS Sabah Chapter, kami telah menerapkan inisiatif strategis dan pengembangan infrastruktur untuk mengangkat Sabah di panggung regional dan global,” kata Rosmawati.

Untuk meningkatkan kemampuan industri, Pemerintah Negara Bagian Sabah baru-baru ini mensponsori 22 profesional acara bisnis lokal untuk sertifikasi yang diakui secara internasional.

“Investasi ini meningkatkan keahlian dalam penawaran, keberlanjutan, dan transformasi digital, yang memperkuat daya saing Sabah di panggung global,” tambah Rosmawati.

Melihat ke depan: Ambisi MICE di Sabah
‘BE in SABAH 2025’ menyoroti pentingnya menjembatani acara bisnis dengan kekayaan warisan dan lanskap alam di kawasan tersebut, menciptakan pengalaman yang khas dan mendalam bagi para delegasi.

Sinergi antara budaya Sabah yang semarak dan industri MICE memposisikan negara bagian tersebut sebagai destinasi unik yang memadukan perdagangan dengan tradisi secara mulus, memperkuat daya tariknya di pasar global.

Melihat ke depan, Rosmawati membayangkan Be in Sabah berkembang lebih dari sekadar konferensi menjadi katalisator transformasi industri yang nyata.

“Tujuannya adalah untuk membina kemitraan regional dan internasional yang lebih kuat, memperluas jangkauan pasar, dan memastikan pelaku industri lokal kita mendapatkan peluang bernilai tinggi,” kata Rosmawati.

Dia ingin melihat tempat dan pemasok di Sabah terlibat langsung dengan penyelenggara acara global, yang menghasilkan kemenangan bisnis nyata bagi negara bagian tersebut.

Đà Nẵng Berupaya Tarik wisatawan MICE

this formate

ĐÀ NẴNG, Vietnam, bisniswisata.co.id : Dalam dua bulan pertama tahun ini, Đà Nẵng dipilih oleh berbagai organisasi, bisnis, dan korporasi sebagai tempat penyelenggaraan acara utama.

Dilansir dari vietnamnews.vn, hal ini menunjukkan prestise kota tersebut sebagai destinasi menarik untuk wisata Pertemuan, Insentif, Konferensi, dan Pameran (MICE) di kawasan tersebut yang berkontribusi dalam meningkatkan posisi Đà Nẵng di peta pariwisata internasional dan menciptakan peluang untuk mempromosikan kerja sama bisnis dan pengembangan pariwisata di kawasan tersebut.

Kota ini telah mengembangkan infrastruktur pariwisata yang luar biasa selama sepuluh tahun terakhir, dengan terminal internasional bintang lima dan lebih dari 100 hotel bintang empat hingga lima.

Dengan memanfaatkan kekuatan alamnya, kota pesisir ini telah mendiversifikasi produk pariwisatanya agar sesuai dengan berbagai jenis wisatawan, sembari berupaya mempromosikan merek “Destinasi Acara dan Festival Terkemuka di Asia”, sebuah gelar yang diberikan oleh World Travel Awards pada tahun 2022 dan 2024.

Pada tahun 2024, majalah perjalanan bergengsi Amerika Condé Nast Traveller mengumumkan bahwa Đà Nẵng adalah satu-satunya perwakilan Vietnam yang berhasil mencapai Puncak Asia dan menempati peringkat kedua dalam daftar 11 tempat terbaik di Asia yang harus dikunjungi wisatawan jika mereka berencana untuk bepergian.

Industri pariwisata Đà Nẵng tengah mempromosikan perluasan dan peningkatan daya tarik wisatawan resor kelas atas, wisata golf, dan wisata konferensi (MICE).

Pada awal tahun 2025, Đà Nẵng menyambut rombongan wisatawan yang terdiri dari 226 orang dari perusahaan manufaktur produk kesehatan terkemuka Thailand yang mengunjungi dan menyelenggarakan konferensi di kota tersebut.

Pada saat yang sama, Konferensi Bisnis Tamil berlangsung di Đà Nẵng dari tanggal 21-22 Februari dengan lebih dari 300 tamu internasional dari lebih dari 30 negara, termasuk: India, Sri Lanka, Malaysia, Singapura, dan Afrika Selatan.

Nguyễn Sơn Thủy, Direktur Visit Indochina Co., Ltd., mengatakan bahwa setelah pariwisata pulih, perusahaan perjalanan berfokus untuk menarik tamu MICE, selain kelompok tradisional dan pelancong independen bebas.

“Đà Nẵng memiliki posisi yang ideal untuk pariwisata MICE dan potensi yang besar. Pada tahun 2024, perusahaan kami menyambut sekelompok 450 tamu MICE India yang menginap selama sembilan hari di Đà Nẵng.

Selain itu, kami juga menyambut banyak kelompok MICE lainnya yang terdiri dari 50 – 200 orang dari Thailand, Malaysia, dan negara-negara lain, ungkP Nguyen Son Thuy

Menurut Departemen Pariwisata kota tersebut, sejak awal tahun 2025, pasar wisata MICE telah tumbuh pesat, dengan banyaknya kelompok wisatawan bisnis dari perusahaan dan badan usaha internasional berskala besar yang datang ke Đà Nẵng untuk rapat dan liburan.

Direktur Departemen Pariwisata Đà Nẵng Trương Thị Hồng Hạnh mengatakan: “Đà Nẵng secara bertahap menegaskan posisinya sebagai pusat wisata MICE terkemuka di Asia.

Untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan dan pengembangan pasar wisata MICE di Đà Nẵng pada tahun 2025 dan tahun-tahun berikutnya, kota tersebut terus menerapkan solusi kebijakan untuk menarik pengunjung MICE.

Đà Nẵng akan terus menerapkan kebijakan untuk menarik tamu MICE seperti konsultasi tentang prosedur kedatangan delegasi, serta menyelenggarakan pertunjukan seni, memberikan cenderamata, dan mengomunikasikan tentang kegiatan di Đà Nẵng.

Departemen tersebut telah meningkatkan upaya promosinya, menargetkan perusahaan perjalanan dan menghadiri pameran dan acara pariwisata domestik dan internasional untuk meningkatkan efisiensi segmen wisata ini pada tahun 2025 dan tahun-tahun berikutnya.

Đà Nẵng menggelar karpet merah untuk lebih banyak wisatawan MICE dengan inisiatif seperti layanan konsultasi, pertunjukan budaya, suvenir eksklusif, dan dukungan media untuk berbagai acara.

Dengan bekerja sama dengan bisnis lokal, kota ini memastikan tarif yang kompetitif dan layanan yang ditingkatkan, membuat setiap kunjungan lebih lancar, lebih kaya, dan lebih berkesan.