Coco, Film Animasi Terbaik Golden Globe 2018

this formate

CALIFORNIA, Bisniswisata.co.id: COCO, Film animasi garapan Pixar dan Disney sukses meraih penghargaan sebagai film animasi terbaik pada Golden Globe Awards 2018, yang digelar di Beverly Hills, California, Ahad (7/1) waktu setempat.

Film yang disutradarai Lee Unkrich, berhasil mengalahkan nominasi film animasi lainnya, yakni The Boss Baby, The Breadwinner, Ferdinand dan Loving Vincent.

“Terima kasih kepada semua kru fillm Coco yang telah bekerja bertahun-tahun untuk cerita yang sangat luar biasa dan unik ini, soal orang-orang Meksiko dan kebudayaannya. Muchas gracias!”, ujar Unkrich dalam pidatonya kemenangannya semalam.

Coco bercerita tentang petualangan bocah 12 tahun, Miguel Rivera yang secara tak sengaja masuk ke dunia arwah dimomen Hari Orang Mati di Meksiko dan menemukan sejarah tentang leluhurnya. Miguel dalam kisah Coco selalu berkeinginan menjadi musisi dan menggunakan gitar tradisional Meskiko.

Film ini memang berhasil mempertahankan posisinya di puncak box office dunia dengan pendapatan tambahan sebesar US$ 26,7 juta atau sekitar 361 miliar rupiah dari hampir empat ribu bioskop di Amerika Serikat dan Kanada. Coco juga tercatat sebagai film dengan pendapatan tertinggi dalam sejarah perfilman Meksiko.

Film ini pun membuat popularitas Desa Paracho yang merupakan sentra produksi gitar tradisional Meksiko. Desa berpenduduk 30 ribu jiwa tersebut telah menjadikan produksi gitar sebagai mata pencaharian utama sejak berabad-abad lalu.

Sejauh ini, Golden Globe Awards 2018 telah memberikan piala globe emas kepada sejumlah serial, film, maupun sineas. Serial The Handmaid’s Tale meraih piala Serial Televisi Terbaik – Drama. Juga This Is Me (The Greatest Showman) meraih piala kategori Lagu Orisinal Terbaik untuk Film, mengalahkan Home (Ferdinand), Mighty River (Mudbound), Remember Me (Coco), dan The Star (The Star).

The Disaster Artist, film soal kisah hidup sineas Hollywood Tommy Wiseau mengantar aktor James Franco meraih piala Golden Globes di kategori Penampilan Aktor Terbaik dalam Film – Musikal atau Komedi.

Aktris Laura Dern mendapatkan piala Golden Globes di kategori Penampilan Aktris Pendukung Terbaik dalam Serial Televisi Terbatas atau Film Televisi atas lakonnya di serial hit Big Little Lies. (CNN)

Adonara Ekspansi 30 Hotel di Indonesia 4 di Asia

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Kondisi ekonomi di Indonesia tahun 2018 diprediksi kembali bergairah. Bahkan kunjungan wisatawan diperkirakan mengalami grafik kenaikan. Melihat kondisi itu, jaringan hotel nasional, Adonara Group, berencana mengembangan 30 hotel di Indonesia bahkan 4 hotel di kawasan Asia.

“Diharapkan pada tahun ini target perusahaan untuk mengembangkan 30 hotel di Indonesia dan 4 hotel di di kawasan Asia terwujud, mengingat kondisi ekonomi diprediksi lebih bagus dibandingkan tahun sebelumnya,” papar CEO Adonara Group, Ruben Amor Kulle dalam siaran persnya yang diterima Bisniswisata.co.id, Senin (08/01/2018).

Strategi yang ditempuh, lanjut dia, dengan menggandeng Wheel Buzz Corporation untuk kerja sama bisnis. Kerja sama tersebut baik sebagai investor maupun kemitraan dengan potensial owner dalam pengembangan bisnis perhotelan dan pariwisata.

Dikatakannya, korporasi akan melakukan kerja sama tidak hanya sebagai hotel operator atau hotel management, tetapi juga kerja sama kemitraan lainnya. Adonara hotel group sebagai mitra strategis diharapkan melakukan ekspansi bisnis perhotelan dan melakukan take over hotel atau re-branding semua brand Adonara.

“Semua biaya re-branding atau renovasi hotel akan menjadi tanggung jawab Adonara sebagai operator yang melakukan kerja sama operasi (KSO) dengan perusahaan lain. Tujuannya, korporasi akan mengambil posisi sebagai share holder atau penyertaan modal dalam meningkatkan porto folio perusahaan,” ujarnya.

Di bulan Januari 2018 ini, Adonara akan membuka dua unit hotel baru yaitu Arnava Hotel Senen dan Amanuba Hotel & Resort Rancananya Bogor sebagai resort berbintang 4 dalam kawasan seluas 2 hektare. Adapun Amanuba Hotel & Resort akan menjadi salah satu resor prestisius yang dimiliki Adonara.

Adonara Group juga akan melakukan re-branding 2 hotel di Jogjakarta yaitu Arnava Mangkubumi dan U Stay Malioboro serta ground breaking Arnava Hotel & Apartment Bogor. Saat ini, Adonara mulai membangun Losari Tower yang merupakan mix used properti terdiri atas hotel, apartemen, dan perkantoran di Makassar, Sulawesi Selatan.

Proyek ini terdiri atas hotel 100 kamar dengan berbagai tipe, apartemen sebanyak 66 unit, dan dua lantai perkantoran strata title.
Adonara Group memiliki hotel yang sudah beroperasi di beberapa kota Indonesia. Dengan berbagai klasifikasi. Mulai hotel bintang dua, tiga, hingga bintang empat dengan brand Arnava, Coral, Boston, dan Grand Arnava. Lokasinya tersebar di Balikpapan, Makassar, Gorontalo, Manado, Medan, Bali, Solo, dan Yogyakarta.

Hotel dalam jaringan Andora Group seperti Rail Train Suite Gambir (Jakarta), Shiro I Shika Ketapang Utara (Jakarta), Best Inn Hotel Jakarta, dan Best Inn Hotel Balikpapan. “Tahun 2018, ekspansi bisnis Adonara Group, dipicu oleh kebijakan kemudahan bebas visa untuk beberapa negara Asia yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan industri pariwisata,” harapnya. (Redaksibisniswisata@gmail.com)

2017, Penumpang Bandara Soetta Tembus 63 Juta

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mencatat sepanjang 2017, jumlah penumpang bandara Soetta mencapai 63.015.620 jiwa yang tiba dan berangkat di bandara yang menjadi pintu utama Indonesia.

“Jumlah itu meningkat 8 persen jika dibandingkan dengan tahun 2016 yang hanya mencapai 58.195.484 penumpang. Lonjakan paling tajam terjadi pada penumpang rute internasional yang mencapai 12 persen jika dibandingkan tahun 2016,” papar Executive General Manager Kantor Utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta, M. Suriawan Wakan, dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (8/1/2017).

Penumpang internasional pada 2016 tercatat sebanyak 13.131.035 penumpang, sedangkan pada 2017 mencapai 14.718.973 penumpang. Penumpang domestik mengalami kenaikan sebesar 7 persen. Pada tahun 2016, jumlah penumpang sebanyak 45.064.449 penumpang, sedangkan pada 2017 menembus 48.295.647 penumpang.

Senada dengan jumlah penumpang, total pergerakan pesawat mengalami kenaikan drastis mencapai 8 persen dari 413.781 pergerakan pada 2016 menjadi 447.390 pergerakan pada 2017.

Menurut Wakan, lonjakan penumpang terjadi karena PT Angkasa Pura (Persero) terus menjalin kerjasama dengan airlines dan Kementerian Pariwisata. Selain itu, AP II meningkatkan operasional dan pelayanan di bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia itu.

Bandara Soekarno-Hatta telah mempersiapkan operasional infrastruktur dengan tersistem, baik dari sisi udara, maupun dari sisi darat, serta terminal yang tentunya didukung dengan SDM yang kompeten. “Ini karena seiring dengan implementasi program smart airport yang terus berkelanjutan, sehingga membuat efisiensi dan efektifitas operasional yang semakin meningkat,” kata Wakan.

Pengembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga dilakukan secara masif, seperti revitalisasi Terminal 1, 2 dan pembangunan Terminal 3. Dengan beroperasinya layanan transportasi kereta layang (skytrain) dan kereta bandara dapat mentransformasi interaksi penumpang di Bandara Soetta. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Dua Turis Ausie Nekat Mendaki Gunung Agung

this formate

KARANGASEM, Bisniswisata.co.id: Meski sudah ada pemasangan portal besi untuk mencegah wisatawan naik Gunung Agung, namun masih ada pelancong asing yang nekat menerobos agar bisa mencapai puncak Gunung Agung secara diam-diam.

Kini, dua wisatawan asal Australia Ricky Tonacia (34) dan Jack Dennard (26) nekad mendaki pada Kamis, 4 Januari 2018, sekitar pukul 03.00 Wita. Pendakian diam-diam itu, terpantau relawan Pasebaya Jagabay dari lampu senter yang digunakan kedua pendaki. Ulah Turis Ausie menambah daftar panjang wisatawan asing yang melabrak larangan mendaki ke puncak gunung tertinggi di Bali itu selama erupsi.

Seperti dilansir laman JawaPos.com, Senin (08/01/2018), aksi nekat dua turis asing yang menginap di Hotel Raya Canggu, Badung, ini berawal dari kerja sama dengan guide freelance atau pemandu lepas untuk mengelabui petugas, termasuk relawan Pasebaya Jagabaya.

Guide dan sopir mengantar kedua tamu dengan menurunkan di bawah Pura Pasar Agung, tepat di portal yang dipasang di Dusun Sogra. Dua guide freelance yang mengantar: I Gusti Putu Ngurah Bagus Pradnyana (24) dan rekannya, I Gusti Gede Putu Merta (51).

Dari portal tersebut, kedua bule ini naik melalui jalur Pura Pasar Agung Selat. Sementara, kedua pemandu yang mengantar langsung pergi menjauh. Guide ini sudah berjanji akan menjemput tamunya tersebut jika sudah selesai mendaki.

Begitu mendapat laporan, relawan Pasebaya Jagabaya Lingkar Gunung Agung dipimpin Gde Pawana langsung menuju Pura Pasar Agung. Tak lama kemudian datang mobil APV Silver DK 1681 OS, dikemudikan Gusti Putu Ngurah Bagus Pradnyana bersama ayahnya, Gusti Gede Putu Merta.

Relawan Pasebaya menginterogasi kedua guide yang hendak menjemput tamunya. Keduanya juga sempat diajak ke Mapolsek Selat untuk dimintai keterangan. Tim relawan bersama aparat Polsek Selat juga dari Koramil Selat langsung naik ke Pura Pasar Agung.

Sekitar pukul 10.25 Wita, kedua WNA Australia berbadan atletis tersebut turun dengan wajah lusuh. Awalnya kedua turis didekati relawan Pasebaya Duda Utara, Nyoman Eka Semaputra, bersama dengan Made Renga.

Saat itu, Eka langsung bertanya dan berupaya mengabadikan keduanya dengan memotret pakai telepon seluler atau ponsel. Namun, kedua turis asing itu malah marah dan tidak terima. Mereka sempat merebut kamera yang dipegang Eka. Terjadi tarik-menarik antara Eka dan salah satu dari turis tersebut.

Mereka juga menantang relawan penjaga Gunung Agung itu untuk berkelahi. Untung saja para relawan masih berusaha sabar, sehingga perkelahian tak terjadi. Relawan yang dipimpin Gde Pawana langsung menjemput dua pendaki asal Australia, Ricky Tonacia (34) dan Jack Dennard (26) yang nekat mendaki saat Gunung Agung erupsi.

Mereka dijemput relawan dengan naik motor. Hanya saja, mereka menolak naik motor dan berjalan kaki. Baru setelah berjalan cukup jauh, mereka mau dibonceng relawan Pasebaya kemudian mengajaknya ke Polsek Selat.

Di sana sudah menunggu mobil jemputan mereka dan dua guide freelance yang mengantar. Dari interogasi yang dilakukan, diketahui petugas bahwa keduanya naik sekitar pukul 01.00 Wita, Kamis, 4 Januari 2018.

Keduanya mengaku berani mendaki karena guide yang mengantarnya mengatakan bahwa Gunung Agung aman. Sang turis asing juga mengatakan tidak ada pemberitahuan bahwa Gunung Agung tidak boleh didaki dan sedang erupsi.

“Sangat disayangkan, mereka nekat mendaki karena guide mengatakan aman. Mestinya mereka jujur mengatakan bahwa Gunung Agung tidak aman didaki karena berada pada status Awas,” ujar Pawana didampingi Sekretaris Pasebaya, I Wayan Suara Arsana, kepada JawaPos.com.

Keduanya juga dipastikan naik sampai puncak dan sempat mengabadikan kondisi kawah Gunung Agung. Hanya saja, petugas gagal meminta hasil rekaman dua turis asing tersebut.

Keduanya sempat menolak menyerahkan hasil rekamannya. Namun, setelah melalui berbagai upaya akhirnya rekaman tersebut diamankan pihak Pasebaya. Sang turis tersebut sempat beralasan, video yang dia ambil bersifat privacy. “Saya sempat emosi karena sempat merebut ponsel saya yang sedang mengambil foto mereka,” kata Eka. (JP)

Tren Wisata Sepanjang 2018

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Tren kegiatan wisata bakal terus berkembang setiap tahunnya. Memang wisatawan selalu mencari suasana baru, agar tidak bosan dengan kondisi yang lama. Awal 2018, situs Interpid Travel merilis prediksi terbaru mereka mengenai kegiatan wisata yang bakal tren sepanjang tahun 2018.

Dikutip dari situs resmi Interpid Travel, berikut ini ialah prediksinya:

# Wisata kesehatan

Perjalanan wisata bukan hanya untuk bersenang-senang. Sebagian orang menjadikan kegiatan tersebut untuk memperbaiki kesehatan fisik dan mentalnya. Operasi plastik dan yoga tetap menjadi bintang utamanya. Yang menarik, ada wisata digital detox yang mewajibkan turis meninggalkan alat elektronik selama berada di resor demi kesehatan mental yang lebih baik. Selain Bali, India, dan Korea Selatan, destinasi wisata yang bakal diserbu turis kategori ini antara lain Mongolia, Peru, Thailand, dan Singapura.

# Wisata solo
Kemudahan memesan akomodasi wisata membuat semakin banyak turis yang percaya diri untuk melakukan wisata solo atau sendirian. Ditambah lagi dengan banyaknya aplikasi pencari teman yang bisa mempertemukan mereka dengan orang baru di destinasi yang dituju. Jangan heran kalau melihat semakin banyak turis solo di negara-negara Asia pada tahun ini. Tak hanya anak muda, mereka yang sudah berumur juga bakal melakukannya.

# Wisata di destinasi belum populer

Media sosial membuat turis berlomba mengunggah foto atau video dari destinasi wisata yang belum terlalu populer. Faktor keunikan dan petualangan membuat mereka tertantang untuk menjelajahinya. Negara-negara kecil seperti Yordania dan Budapest bakal diserbu turis dalam kategori ini.

# Wisata alam

Pemanasan global membuat turis banyak membaca berita mengenai kepunahan alam. Sebelum semuanya terlambat, mereka berlomba-lomba untuk datang menikmatinya. Negara-negara yang dekat dengan Kutub Utara dan Samudera Pasifik bakal lebih dikunjungi pada tahun ini. Mereka yang melakukannya juga bakal memilih menempuhnya dengan “manual”, seperti dengan sepeda atau kereta api.

# Wisata musim dingin

Berkaca pada jumlah kunjungan turis sedunia pada musim dingin tahun lalu, diprediksi kalau tahun ini musim dingan bakal lebih ramai dibandingkan dengan musim panas. Musim panas jadi tak populer karena banyak turis yang merasa kalau biaya akomodasi terlalu tinggi, sehingga mereka memilih untuk melakukan perjalanan wisata di akhir tahun saja. Turis yang tinggal di negara bersalju bakal menyerbu ke negara-negara tropis dan sebaliknya.

# Paket wisata unik

Semakin banyak turis yang ingin merasakan wisata dengan cara yang unik. Paket wisata unik yang dicari turis kategori ini mulai dari naik kapal pesiar dengan pesta elektronik semalam suntuk, berkemah dengan layanan mewah, menginap di resor inclusive, merawat gajah, sampai turun tangan menjadi pengajar sekolah di daerah terpencil. Jumlah turis wisatawan millennial diprediksi bakal membuat paket wisata unik lebih digemari pada tahun ini.

# Babymoon
Selain honeymoon, wisata babymoon juga bakal menjadi tren di tahun ini. Jika honeymoon dilakukan setelah pesta pernikahan, maka babymoon dilakukan sebelum waktu lahiran tiba. Hotel-hotel yang berada di sekitaran pantai dan perbukitan sejuk harus mulai menyiapkan paket wisata untuk turis kategori ini.

# Wisata bersama fotografer pribadi

Berwisata mulai dianggap sebagai kegiatan eksistensi diri. No pic hoax, begitu candaan bagi mereka yang hidupnya bergantung dengan media sosial. Foto selfie di tempat wisata masih akan terus terlihat di media sosial pada tahun ini. Namun, konsepnya bakal lebih rapi, karena semakin banyaknya jasa fotografer pribadi yang bisa digunakan. Di Indonesia, bisnis ini juga sudah mulai bermunculan.

# Wisata manula

Tak hanya anak muda, kaum manula juga masih bisa berwisata. Di tahun ini, jumlah turis kategori ini akan meningkat, seiring dengan banyaknya layanan wisata berkonsep halal dan inclusive. Kaum manula lebih memilih dua layanan tersebut karena dianggap tidak merepotkan dan terjamin mutunya. Mereka tak segan mengeluarkan biaya lebih, asal bisa tenang berwisata tanpa gangguan musik elektronik pada dini hari.

# Wisata belanja

Kecanggihan sistem pembayaran dan jasa pengantaran membuat semakin banyak orang yang tergiur menjadi pebisnis online. Negara-negara di Asia masih menjadi destinasi wisata untuk turis kategori ini. Di luar itu, Australia dan Amerika juga bakal mulai didatangi. (*)

Baru Beroperasi, Skytrain Bandara Soetta Mogok

this formate

TANGERANG. Bisniswisata.co.id: Skytrain – Moda transportasi antar terminal Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, mogok di tengah jalan saat sedang mengangkut penumpang ke Terminal 1 Bandara internasional. Skytrain yang baru beroperasi itu mogok pada Ahad (7/1/2018) pukul 9.45 WIB.

Penumpang pun panik. Mereka tak berkutik apalagi nekad untuk berhamburan ke luar, karena kereta cepat melayang ini berada di atas ketinggian yang sangat membahayakan.

PT Angkasa Pura II (Persero) pun memohon maaf pada para pengguna dan memberikan penjelasan. “SkyTrain tersebut mogok akibat gangguan pada jaringan listrik. Begitu gangguan listrik itu terdeteksi, sistem perlindungan otomatis menghentikan laju kereta layang,” ungkap
Vice President Corporate Communication AP II, Yado Yarismano dalam keterangan resminya.

Mogoknya Skytrain terjadi lantaran gangguan operasional dan penumpang langsung diarahkan ke terminal terdekat menggunakan emergency walkway, sesuai dengan prosedur. “Dan langsung disiapkan shuttle bus untuk menggantikan sementara layanan SkyTrain,” lanjutnya.

Dilanjutkan, perbaikan jaringan listrik tersebut tidak memakan waktu lama, yakni sekitar 60 menit. SkyTrain mulai beroperasi kembali sejak jam 11.15, pada hari yang sama. “Standar Operasional Prosedur (SOP) sudah dilaksanakan dengan baik dan saat ini, setelah melalui pengecekan, SkyTrain bisa beroperasi kembali dengan normal,” terang Yado.

Sementara Branch Communication Manager Bandara Soetta Chaerul Anwar menambhakan mogoknya Skytrain akibat terjadinya kendala teknis. Namun, biasa segera diatasi oleh petugas lapangan Angkasa Pura (AP) II. “Itu karena ada sedikit kendala teknis saja mas. Dengan sigap rekan-rekan di lapangan mengatasi hal tersebut mas,” ucapnya.

Dijelaskan dia, gangguan Skytrain mogok itu terjadi sekitar pukul 09.45 WIB. Akhirnya, para penumpang Skytrain yang terjebak di dalam kereta cepat itu berhasil dievakuasi menggunakan emergency walkway.

Dilanjutkan dia, skytrain CGK memiliki sistem proteksi yang sangat baik sehingga apabila ada terdeteksi mal fungsi di sistem operasi Skytrain, maka sistem proteksi Skytrain langsung bekerja. “Jadi, saat terjadi gangguan itu, sistem Skytrain langsung berhenti. Gangguan terdeteksi pada jaringan listrik, dan dapat ditangani dengan cepat dalam waktu 60 menit oleh petugas,” sambungnya.

Setelah penumpang dievakuasi, dan SOP dilaksanakan baik, kereta cepat tanpa awak yang digadang-gadang menjadi kebanggaan Bandara Soetta itu langsung bisa beroperasi kembali, pukul 11.15 WIB. (Redaksibisniswisata@gmail.com)

Nikmati Merapi & Candi Prambanan dari Pasar Tradisional

this formate

SLEMAN, Bisniswisata.co.id: Pasar Tradisional Prambanan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta usai direvitalisasi. Kondisinya berbeda jauh. Semakin bersih, indah, tertib juga lantainya bertambah menjadi empat lantai. Bahkan dari lantai paling atas dilengkapi area yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk menikmati keindahan Candi Prambanan serta Gunung Merapi.

“Saat ini Pasar Prambanan selesai di revitalisasi. Bila lantai satu hingga lantai tiga dipenuhi dengan pedagang, maka di lantai empat akan dipakai untuk menikmati Candi Prambanan, Gunung Merapi dan sunset,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Tri Endah Yitnani, dalam keterangan tertulis, Ahad (07/01/2018).

Dilanjutkan, di lantai empat Pasar Prambanan juga disediakan “food court” yang teduh untuk bersantai bagi para pengunjung pasar. “Konstruksi atapnya bukan dengan model kanopi, tapi dilengkapi dengan payung-payung peneduh yang artistik,” katanya Manager PT Mustika Ziden pelaksana proyek Pasar Prambanan, Ali Shihab mengatakan masing-masing lantai Pasar Prambanan dilengkapi dengan fasilitas umum.

Selain itu, fasilitas umum seperti toilet, kamar mandi, kantin dan mushala terdapat di beberapa bagian pasar, baik di sisi utara maupun selatan bangunan, sambungnya.

Dijelaskan untuk lantai dasar ke lantai dua, disediakan eskalator. Selebihnya, pengunjung bisa menggunakan tangga untuk naik hingga ke lantai empat. “Lantai satu dan dua digunakan untuk dagangan nonbasah. Di lantai dua juga ada pedagang daging, tapi kami tempatkan ruang khusus,” katanya.

Juga untuk lahan parkir disedikan di lantai satu, dua dan tiga sementara lantai empat hanya dikhususkan untuk “droping” kendaraan niaga dan sebagian untuk parkir. “Di lantai empat, selain masjid dan ‘food court’ juga disediakan kantor koperasi bagi pedagang. Rencananya, lokasi tersebut juga dibangun taman bermain bagi anak-anak,” katanya. Tertarik? (Redaksibisniswisata@gmail.com)

Pakaian Wajib Saat Berwisata Musim Dingin

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Musim dingin masih berlangsung di sebagian wilayah obyek wisata penjuru dunia. Cuaca dingin memang selalu menarik perhatian banyak wisatawan. Bagi turis dari negara tropis, perubahan suhu tentu saja menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu diperlukan persiapan, terutama dari pakaian yang dibawa.

Selain membawa pakaian yang memberi kehangatan, perlu juga membawa pakaian yang tahan angin dan basah. Dikutip laman CNNIndonesia.com, berikut lima pakaian yang wajib dibawa saat berwisata musim dingin.

# Sweater dan coat

Sweater dan coat menjadi pakaian yang wajib dibawa untuk wisata musim dingin. Selain untuk menghangatkan tubuh, membawa dua jenis pakaian ini juga bisa membuat kita tak terlalu banyak membawa kaus, sehingga luas koper jadi lebih lega.

# Sarung Tangan dan kaus kaki

Jangan remehkan sarung tangan dan kaus kaki, karena dua aksesori ini sangat berguna saat angin bertiup kencang. Jika berencana mengenakan dress, bisa juga membawa legging yang berbahan lebih tebal.

# Sepatu Boot

Selain membawa sepatu boot yang gaya, bisa juga membawa sepatu boot yang tahan air dan anti slip. Sepatu boot bisa dipadankan dengan skinny jeans atau legging agar tampilan terlihat gaya.

# Topi

Kepala dan wajah merupakan bagian tubuh yang paling sensitif terhadap perubahan suhu. Topi berbahan wool dapat menjadi pilihan untuk membuat kepala tetap hangat. Pastikan topi yang dibawa juga bisa menutupi telinga sehingga tidak perlu membawa earmuff.

# Thermal Clothes

Banyak merk fesyen internasional yang merilis jenis pakaian berjenis thermal clothes. Pakaian ini bisa dikenakan dalam dua udara, panas dan dingin, sehingga tak akan membuat kita salah kostum. (*)

2017, Tahun Paling Aman bagi Perjalanan Udara

this formate

BELANDA, Bisniswisata.co.id: Sepanjang 2017 menjadi tahun paling aman dalam sejarah maskapai komersial, menurut hasil riset terbaru. Laporan yang dirilis lembaga konsultan Belanda, To70 dan Aviation Safety Network menyatakan, tidak ada kecelakaan jet penumpang di mana pun di dunia pada 2017, meski jumlah penerbangan meningkat lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

Meski demikian, To70 memperingatkan walaupun tingkat keamanan penumpang tinggi, rendahnya level kecelakaan yang luar biasa rendah harus dianggap sebagai keberuntungan bagus.

Laporan oleh Airline Safety Network menyatakan, total sepuluh kecelakaan fatal yang mengakibatkan 79 korban tewas tahun lalu. Itu dibandingkan dengan 16 kecelakaan dan 303 korban tewas pada 2016. Organisasi itu menyusun laporan berdasarkan kecelakaan yang melibatkan pesawat sipil yang disertifikasi untuk membawa sedikitnya 14 orang.

Kecelakaan dengan korban tewas terbanyak pada malam Tahun Baru terjadi saat pesawat Cessna 208 Caravan milik maskapai Nature Air mengalami kecelakaan di barat Costa Rica, menewaskan 12 penumpang dan kru. Laporan itu tidak menyebut kecelakaan terkait militer atau helikopter untuk 2017.

Itu artinya, kecelakaan udara terburuk pada tahun lalu adalah saat pesawat pengangkut militer Myanmar, Y-8, mengalami musibah pada Juni 2017 dan menewaskan 122 orang di kabin, tidak masuk dalam laporan ini.

Berbagai insiden lain yang melibatkan pesawat lebih kecil juga tidak masuk dalam data ini. Kematian selama perjalanan udara telah turun drastis dalam dua dekade terakhir. “Pada 2005, ada lebih dari 1.000 orang tewas dalam penerbangan komersial di penjuru dunia,” ungkap pernyataan Aviation Safety Network.

Kecelakaan pesawat penumpang terbaru terjadi pada November 2016 di Kolombia dan pesawat penumpang komersial terakhir yang kecelakaan menewaskan lebih dari 100 orang di Mesir setahun sebelumnya. ASN menyatakan, tingkat kecelakaan itu merupakan salah satu insiden penerbangan penumpang fatal per 7.360.000 penerbangan.

“Sejak 1997, rata-rata jumlah kecelakaan maskapai mengalami penurunan, berkat berlanjutnya upaya meningkatkan keamanan oleh organisasi penerbangan internasional seperti ICAO, IATA, Flight Safety Foundation, dan industri penerbangan,” papar Presiden ASN Harro Ranter, dikutip BBC.

Lembaga konsultan To70 memperkirakan saat ini ada satu kecelakaan fatal untuk setiap 16 juta penerbangan, meski laporan ini disusun sebelum kecelakaan di Costa Rica. “2017 menjadi tahun paling aman untuk penerbangan sepanjang masa. Meski demikian, penerbangan sipil masih memiliki risiko yang sangat besar,” papar Adrian Young dari To70.

Dilanjutkan, teknologi baru termasuk baterai lithiumion yang mengakibatkan kebakaran di kabin serta masalah kesehatan mental dan kelelahan menjadi faktor risiko utama untuk industri penerbangan. Juga menyoroti ada beberapa kecelakaan serius yang tidak mematikan, termasuk kegagalan mesin di pesawat Air France A38. (To70)

Padang Klaim Pendapatan Pariwisata Kantongi Rp17 Miliar

this formate

PADANG, Bisniswisata.co.id: Pemerintah Kota Padang mengklaim penerimaan daerah dari sektor pariwisata tahun ini mengalami peningkatan signifikan hingga 29% menyusul pembenahan sejumlah objek wisata yang dilakukan pemda.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Padang Medi Iswandi menyebutkan penerimaan asli daerah (PAD) Kota Padang tahun ini tumbuh 29% dari Rp57 miliar tahun lalu menjadi Rp74 miliar. “Ada peningkatan yang cukup tinggi, hingga Rp17 miliar, dan naiknya mencapai 29%,” kata Medi dalam keterangan tertulis, Ahad (07/01/2018).

Pendapatan itu, imbuhnya, berasal dari pungutan pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan atau rekreasi. “Sepanjang tahun 2017 jumlah wisawatan yang mendatangi Padang mencapai 3,5 juta orang untuk wisatawan domestik, dan 55.000 orang wisatawan mancanegara,” ungkapnya.

Kunjungan wisatawan ke Kota Padang daerah, sambung dia, diprediksi mengalami grafik kenaikan pada 2018. Mengingat, kebijakan pemda Padang memfokuskan pengembangan sektor pariwisata, termasuk melakukan pembenahan objek, promosi, dan pelaksanaan sejumlah agenda yang mendukung kegiatan pariwisata.

Estimasinya, pendapatan dari sektor pariwisata bisa meningkat 20% hingga 30%. Penerimaan itu bersumber dari makin masifnya pembangunan di bidang pariwisata, termasuk menggeliatnya pertumbuhan hotel dan restoran.

Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah menyebutkan fokus pembangunan daerah tahun ini adalah pembangunan dan pengembangan infrastruktur pariwisata. Pemerintah setempat fokus untuk pembangunan kawasan wisata terpadu Gunung Padang seluas 550 hektare, yang mencakup Pantai Padang, Danau Cimpago, Kota Tua Padang, Batang Arau, Taman Siti Nurbaya Gunung Padang, hingga Pantai Air Manis.

“Fokusnya memang pembenahan kawasan Gunung Padang ini, sudah ada pihak ketiga yang menyatakan minatnya, tentu lihat keseriusan mereka,” kata Mahyeldi.

Dilanjutkan, untuk pembangunan pariwisata tidak bisa mengandalkan keuangan pemerintah saja baik melalui APBN dan APBD, tetapi juga peran serta investor untuk melakukan pengembangan. Potensi investasi untuk pengembangan kawasan Gunung Padang mencapai Rp3 triliun yang ditawarkan untuk pembangunan sarana pendukung pariwisata, hotel, resort, wahana permainan dan pembangunan jalan.

Dia merinci kebutuhan untuk pembangunan kawasan wisata terpadu (KWT) Gunung Padang mencapai Rp850 miliar. Kemudian pengembangan wisata di 19 pulau kecil yang menjadi bagian KWT Gunung Padang dengan potensi sedikitnya Rp150 miliar, pembangunan jalan Teluk Kabung, Padang – Mandeh sebesar Rp400 miliar, dan pengembangan pelabuhan Bungus dan Bukit Putus sedikitnya senilai Rp1 triliun. (Redaksibisniswisata@gmail.com)