Marta Uli Emilia Belajar Dari Keteladanan Ayah Soal Tanggungjawab Sosial

this formate

Marta Uli Emmilia, CEO PT Shali Riau Lestari

PEKANBARU, Riau, bisniswisata.co.id: Pencitraan dan membangun jejaring ( networking) dengan para penguasa kerap melekat dalam diri seorang pengusaha untuk kepentingan bisnisnya. Tapi tidak demikian adanya dalam diri Marta Uli Emilia, CEO PT Shali  Riau Lestari.

“Saya hanya perlu pencitraan kepada sang pencipta. Jangan kita punya citra buruk dihadapan Allah. Selama kita bisa berbuat baik kepada sesama manusia dan mampu menerapkan ajaran agama dengan baik maka sudah terbukti dalam setiap langkah kami Allah pasti membimbing,” ujar penganut Kristiani ini.

Berbicara dalam perjalanan dari Pekanbaru ke Desa Kota Baru, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau, Marta mengungkapkan bahwa ayahnya, Matio Panjaitan, salah satu tokoh bapak pembangunan di Provinsi Riau, selalu menanamkan pada putra-putrinya untuk memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan dan sesama umat.

“Kalau dalam Islam disebut Hablumminnallah dan Habluminnannas. Setiap ibadah yang diperintahkan Allah adalah untuk meningkatkan hubungan vertikal dan horizontal secara seimbang. Hubungan vertikal yaitu hubungan kita kepada Allah ( Hablumminallah), sedangkan hubungan horizontal adalah hubungan kita kepada sesama makhluk Allah (Hablumminannas),” kata Marta.

Wanita yang fasih mengucapkan Assalamualaikum wrwb  dan sangat menghormati agama Islam maupun  agama lainnya itu mengatakan bahwa keteladanan sang ayah dalam hidup bermasyarakat dan bertoleransi dalam beragama juga patut diacungi jempol.

“Mesjid Agung An-Nur Pekanbaru itu berdiri di atas tanah wakaf pemberian dari papa saya Matio Panjaitan. Meski non Muslim tapi beliau suka berbagi sehingga mau memberikan tanah wakaf dan berkontribusi dalam pembangunan mesjid “ ungkapnya.

Mungkin nama ayahnya tidak lagi dikenang oleh generasi lama maupun generasi sekarang di Pekanbaru, tapi dimata Tuhan Allah tentunya keikhlasannya itu menjadi amal perbuatan yang besar. Tahun 1990 an  Marta juga menyaksikan sang ayah mendapatkan penghargaan internasional di Belanda karena dedikasinya membangun Riau.

Pengaruh leadership yang dimiliki sang ayah serta sifatnya yang mudah bergaul dengan segala lapisan masyarakat itu menurun dalam jiwa Marta dan keluarganya. Istri dari Sahala Sitompul dan ibu empat anak ini mengaku sebagai pemimpin  perusahaan pengolah limbah B3, perusahaannya kini fokus melakukan Corporate Social Responsibility ( CSR) pada pembinaan kelompok petani lada di Desa Kota Baru, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar itu.

“Perusahaan kami hanya perusahaan kecil dengan 40 an  karyawan, tapi kami berkomitmen untuk mengembangkan perekonomian desa dengan membina kelompok tani Mandiri Gunung Jati ( MGJ) yang melakukan budidaya lada. Desa ini  berpotensi menjadi desa wisata sentra lada,” kata Marta.

Pengusaha wanita yang suka traveling ini yakin usahanya menambah tujuan wisata  di provinsi Riau ini akan menggerakkan perekonomian desa karena MGJ kini anggotanya banyak melakukan diversifikasi usaha seperti budidaya buah naga merah, bertani coklat, buah-buahan dan sayuran yang bisa dipasok ke industri perhotelan.

“Harus mau berkorban jika ingin Sumber Daya Manusia ( SDM) Riau hidup sejahtera. Selama ini Riau identik dengan hasil tambang minyak dan gas serta perkebunan sawit. Kedepan kita juga akan menjadi sentra lada dan komoditas lainnya,” kata Marta yang akhir tahun diisi dengan study banding desa wisata di Pentingsari dan Nglanggeran, Jogjakarta.

Dia mengaku mengikuti jejak ayahnya untuk berani berbagi dalam segala hal tanpa pamrih karena keyakinan bahwa apa yang dilakukannya akan membuat dirinya lebih berkarakter dan menjadikan poktan yang menjadi binaannya dapat berproses bukan hanya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga si petani tapi juga masyarakat banyak.

“Papa selalu mengingatkan kami untuk melihat potensi diri sendiri dan pantang membicarakan keburukan orang lain sehingga anak-anaknya tumbuh dengan karakter mandiri dan menghargai setiap proses dalam kehidupan,”

Marta mengagumi pula sinergi antara mama dan papanya dalam mendidik anak. Di matanya, mama adalah seorang ibu rumahtangga yang selalu mendukung aktivitas suaminya.  Sebagai kontraktor yang memimpin baik di rumah maupun di kantor, ayahnya bukan tipe otoriter tapi melalui keteladanan dan komunikasi yang baik.

“ Diantara 11 anaknya, saya satu-satunya putri beliau yang selalu diajak ke berbagai pertemuan sehingga saya jadi paham masalah politik pula dari beliau,” kata anak ke tujuh ini.

Sikap santun dan tulus dari sang mama yang setiap hari kedatangan tamu dan kerabat untuk meminta bantuan juga menjadikannya belajar hospitality yang sesungguhnya.

Sang bunda dengan senyum tulus akan berupaya membantu seoptimal mungkin dan tidak pernah mengeluh.Dia sekaligus mengajarkan pada anak-anaknya betapa bahagianya menjadi orang dengan sifat pemberi ( tangan di atas) atau giver.

“Mamaku punya keyakinan yang sama dengan papa bahwa ketika kita ikhlas memberi maka Allah akan membalas berlipat-lipat sehingga hidup kita terjamin tak pernah kekurangan, “ kata Marta mengenang kebaikan almarhum kedua orangtuanya.

Seperti pepatah bilang buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Maka Marta juga mendidik anak-anaknya untuk memiliki jiwa sosial dan berkarakter. Selain kewajiban menimba ilmu sebanyak mungkin untuk bekal hidup, mereka juga diberikan pelajaran agama yang baik.

Marta tidak pernah membebani anak-anak untuk mendapat peringkat kelas tapi puji syukur, ujarnya, prestasi akademis mereka bagus. Dua putrinya yang kuliah di negri Paman Sam, AS, memiliki prestasi akademis yang memuaskan bahkan si sulung segera diwisuda April 2018.  

Dalam hal keteladanan Marta merasa beruntung karena pasangan hidupnya juga merupakan figur yang memiliki profesionalisme tinggi dan menjadi SDM terbaik selama 22 tahun bekerja disebuah perusahaan Jepang di Indonesia.

“Jadi anak-anak bisa meneladani prestasi papanya sendiri dan saya beruntung upaya  CSR kami untuk mencetak SDM handal dan menggerakan perokonomian rakyat mendapat dukungan suami dan anak-anak tercinta,” tambahnya.

Ibu dari empat anak,  dua putri dan dua putra ini  juga selektif dalam memberikan pengalaman liburan. Pada liburan Natal kali ini, dia memboyong keluarganya ke desa-desa wisata di Jogjakarta agar keduanya melihat langsung bagaimana dampak ekonomi langsung dari kehadiran wisatawan di desa berikut aktivitas yang bisa dilaksanakan.

Dia harapkan pengalaman itu juga membuka wawasan pada anak-anak sendiri agar cinta lingkungan, cinta tanah air,  belajar kearifan lokal dan memahami multiplier effect dari sebuah desa yang menjadi tujuan wisata.

Berwisata ke AS sekaligus belajar pengembangan  pariwisata di Negri Paman Sam.

Berkutat pada masalah lingkungan, Marta mengaku sulit mengedukasi masyarakat untuk mampu memilah sampah rumah tangga hingga bahan limbah lainnya. Untuk itulah sejak dini dia mendidik anak-anaknya pengetahuan mengenai pentingnya pelestarian alam yang berkelanjutan.

Peduli Lingkungan

Sebagai wanita pengusaha, Marta tergolong wanita yang tangguh menghadapi berbagai tekanan yang dihadapinya terutama dalam menangani bisnis limbah yang digelutinya.

Bisnisnya memang bukan sekedar menjual jasa tapi harus bisa melestarikan lingkungan. Disamping itu bisnisnya ini mulia karena merubah limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) menjadi ‘emas’.

Emas yang dimaksud disini adalah menyulap limbah B3 menjadi sesuatu yang berharga dan memberikan keuntungan bagi pengelola tapi secara tidak langsung melakukan pemulihan kualitas lingkungan yang sudah tercemar.

Limbah B3 diketahui karena sifat, konsentrasi atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan merusak lingkungan hidup serta kesehatan

contohnya seperti salvent bekas, oli bekas, minyak kotor, aki bekas, water coolant bekas, sludge, expired chemical, alumanium terkotaminasi dan bahan kimia berbahaya lainnya.

Beragam bahan baku hasil pengelolaan limbah itu bisa dipergunakan kembali untuk keperluan industri. Limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat, bahkan menghasilkan keuntungan bisnis yang terbilang besar.

di PT Shali Riau Lestari, di Jalan Siak II-Palas Rumbai. Perusahaan yang sudah mendapat izin verifikasi Kementerian Lingkungan Hidup No. B-5625 tahun 2011 ini melakukan pengelolaan Limbah B3 menjadi bahan dasar industri di Indonesia.

Ditempat ini jenis perlakuan terhadap limbah B3 tergantung dari karakteristik dan kandungan limbah dengan proses ramah lingkungan. Bisa proses secara kimia, meliputi,redoks, elektrolisa,netralisasi, pengendapan, stabilisasi, adsorpsi, penukaran ion dan pirolisa.

Bisa proses secara fisika, meliputi: pembersihan gas, pemisahan cairan dan penyisihan komponen-komponen spesifik dengan metode kristalisasi, dialisa, osmosis balik. Proses stabilisas atau solidifikasi, dengan tujuan untuk mengurangi potensi racun dan kandungan limbah B3 dengan cara membatasi daya larut, penyebaran, dan daya racun sebelum limbah dibuang ke tempat penimbunan akhir.

Proses lainnya dengan cara melakukan pembakaran materi limbah menggunakan alat khusus insinerator dengan efisiensi pembakaran harus mencapai 99,99 persen atau lebih.

Menurut dia, segala sesuatu berhubungan dengan B3, baik penghasil, pengumpul, pengangkut, pemanfaat, pengolah dan penimbun B3, harus memperhatikan aspek lingkungan dan menjaga kualitas lingkungan tetap pada kondisi semula.

“ Sayangnya kesadaran untuk mengolah limbah dikalangan industri juga masih rendah padahal untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9001 dst mereka membutuhkan dokumen pengelolaan limbah industrinya dari kami,” jelas Marta.

Dampak pengelolaan limbah akan terlihat secara langsung oleh semua pihak yang berkepentingan dan mempengaruhi citra pelayanan umum. Oleh karena itu Marta tidak segan-segan memberikan edukasi internal maupun pada masyarakat luas agar berperan lebih aktif menjaga lingkungan.

Dia memberikan contoh limbah B3 baterai, misalnya, mengandung salah satu bahan beracun seperti methylmercury dapat memasuki sel-sel otak dan berdampak serius seperti merusak sistem saraf yang bisa membuat orang menjadi gila atau bahkan menyebabkan kematian.

“Jslaslah bahwa sangat penting untuk menyadarkan masyarakat agar jangan membuang limbah B3 bekas secara sembarangan sehingga tidak mencemari lingkungan yang bisa berdampak buruk pada kesehatan,”

Bersama suami, mengunjungi desa-desa wisata di Jogjakarta, sekaligus mendidik anak cinta tanah air

Berserah diri

Mengelola bisnis tidak ubahnya seperti sebuah ‘sekolah’ kehidupan yang harus dihadapi dengan beragam karakter dilingkungan SDM perusahaan sendiri, lingkungan birokrat, sesama pengusaha maupun masyarakat luas.

Saat kondisi dan tekanan datang bertubi-tubi hal pertama yang dilakukannya adalah berdialog dengan Allah dalam doa. Mohon petunjuk dan berserah diri lalu melakukan investigasi sendiri sehingga “tangan” Tuhan akan memberi petunjuk benang merah suatu masalah.

“ Seringkali kita menolong seseorang tapi setelah itu kita ditendang padahal kita yang membiayai dan mempromosikan suatu event. Kalau jumpa karakter manusia seperti itu saya hanya tersenyum dan bersyukur dipertemukan dengan orang berkarakter buruk sehingga malah tambah peka mnghadapi para oportunis,”  kata Marta.

Setiap kali menghadapi masalah yang membuatnya jengah, Marta memilih suasana hening, berdialog dengan Allah dan melakukan afirmasi sehingga bisa mendapatkan solusi dari permasalahan yang dihadapinya.

“Suami saya sendiri kadang bingung menghadapi persoalan dan saya bisa mengendalikan diri dengan baik,” kata Marta dengan senyum mengembang mengingat sang ayah juga selalu bersikap tenang ketika menghadapi masalah sebagai kontraktor yang banyak mengerjakan proyek di Caltex, perusahaan minyak di Riau.

Maklum setelah 22 tahun berkutat diperusahaan Jepang, suami akhirnya  memilih untuk terjun ke bisnis dan membangun usaha sendiri mengikuti jejak sang istri yang sudah lebih dulu menjadi suplier, bisnis B3 dan sibuk di beragam komunitas yang peduli lingkungan, peduli kesehatan dan peduli wisata.

Dalam hal kepedulianya pada lingkungan dan wisata, Marta mengaku serius melakukan CSR dibidang pembangun desa wisata di Desa Kota Baru, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau.

Mengapa dia terjun ke bisnis B3 karena banyak teman maupun saudara yang tinggal di Riau ini terjena kanker dan penyakit lainnya yang menyebabkan cacat karena lingkungan yang tidak terpelihara.

“Masih banyak industri di Riau dan berbagai wilayah di Indonesia yang membuang limbahnya sembarangan. Mereka tidak sadar radius 5 kilometer  dari tempat mereka membuang limbah seenaknga maka masyarakat akan terkena dampaknya karena air tanah dan lingkungannya sudah terkontaminasi. Akibatnya fatal dan banyak yang menjadi cacat tubuhnya,” kata Marta serius.

Keinginannya mewujudkan desa wisata di Riau agar desa-desa yang ada menjadi asri. Faktor 3 A yaitu akses, atraksi dan amenities jika bisa terpenuhi di desa wisata seperti Desa Kota Baru, Tapung Hilir akan menjadikan lingkungan asri, masyarakat sehat dan udaranya juga bersih.

“Jangan lagi ada ekspor asap ke negara tetangga karena kebakaran hutan di Riau ini. Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi . Alhamdulilah  suami dan anak-anak mendukung. Sadar wisata kan juga harus dimulai dari rumah,” tegasnya.

Niat baiknya mendapat sambutan dari Takroni  S. Pd,  penyuluh kehutanan Swadaya Masyarakat ( PKSM) yang juga Ketua Kelompok Tani  Mandiri Gunung Jati ( MGJ) di Desa Kota Baru, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau.

Bersama 25 anggotanya, Takroni  sejak 2 tahun terakhir merintis budi daya lada dengan sistem stek sulur panjat ( bolor) dan stek lada perdu dari halaman runah hingga kebun.

Selama ini banyak organisasi dan institutisi pendidikan yang berkunjung jadi saatnya Poktan membuat paket-paket wisata untuk melayani tamu-tamu, ungkap Marta.

Pengalaman traveling kemancanegara dan kecintaannya pada keindahan alam Indonesia membuat Marta bersemangat untuk mengembangkan pariwisata di provinsi Riau.

Dia mengaku berserah diri dengan niat yang tulus sehingga tidak segan-segan mendatangkan mitra kerja dari Amerika Serikat dan ibukota Jakarta. Melakukan studi banding ke Jogjakarta dan Bali untuk bisa memahami pengelolaan desa wisata.

“Kalau bukan kita sendiri yang memulai siapa lagi ? Tiap manusia maupun perusahaan punya tanggungjawab sosial masing-masing jadi sesuai nama perusahaan kami PT Shali Riau Lestari mari kita lestarikan keindahan alam, seni dan budaya di daerah kita masing-masing,” katanya mengakhiri obrolan.

 

10 – 21 Januari 2018, Pameran Lukisan Dua Kutub

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Dua perupa Masdibyo dan Gigih Wiyono menggelar pameran lukisan bersama. Pameran bertajuk Dua Kutub bakal digelar di Galeri Nasional Indonesia Jakarta, pada 10 hingga 21 Januari 2018. Rencananya pameran akan dibuka oleh Eko Sulistyo, Deputi IV Bidang Komunikasi Politik Kantor Staf Presiden RI.

Kutub memiliki arti harfiah sebagai ujung poros atau sumbu bumi, ujung batang magnet yang mempunyai sifat menarik (magnetik). Dua kutub merupakan pemikiran yang berangkat dari dua kekuatan seniman (perupa) Masdibyo dari Tuban Jawa Timur dan Gigih Wiyono dari Sukoharjo Jawa Tengah.

“Dua perupa nasional yang memiliki latar belakang yang berbeda, Masdibyo pendidikan IKIP Surabaya, dan Gigih Wiyono STSI Surakarta dan Pasca Sarjana ISI Yogyakarta,” demikian keterangan tertulis yang diterima, Selasa (8/1/2018).

Dalam pameran Dua Kutub ini Masdibyo menyajikan 30 lukisan bertarikh 2007-2017. Sedangkan Gigih Wiyono menyajikan 23 lukisan dan sembilan patung bertarikh 2013-2017.

Dua perupa, Masdibyo dan Gigih Wiyono, memandang perbedaan sebagai bentuk energi yang dapat disatukan dengan harmonis dan apik. Dimana sosok Masdibyo sebagai makhluk sosial yang acap kali terhenyak, terhanyut, ketika terjadi peristiwa besar.

Menuangkan hiruk pikuk perasaannya ke dalam sebuah karya seni yang kerap memilukan, mengharukan, namun tak jarang juga membahagiakan, seperti pada karya yang berjudul Berdoa Ditengah Terror Jakarta dan Rejeki Besar buat bersama. Lukisan dengan gaya ekspresionis Mas Dibyo seakan memberi kebebasan bagi penikmatnya dalam mengintrepretasikan setiap karyanya

Lain halnya dengan Gigih Wiyono pelukis dan pematung asal Sukohardjo, Jawa Tengah yang karya-karyanya lebih terinspirasi oleh mitos-mitos seperti Dewi Sri dan kesuburan yang menjadi tumpuan kaum agraris dari kota kelahirannya. Ataupun mitos-mitos kekuasaan yang umumnya terlambang dari sebilah keris, batik, aksara Jawa, dan motif tradisional lainnya, yang dihadirkan secara kontemporer.

Gigih ingin menuturkan pesan yang mengingatkan agar jangan pernah ragu dengan sesuatu yang telah diyakini, mampu menyatukan jiwa antara yin dan yang, dan memberikan dampak positif bagi kehidupan yang lebih luas.

Dalam pameran kali ke-2 ini, mereka berharap dapat menambah wawasan serta menumbuhkan apresiasi generasi muda dan masyarakat luas terhadap karya seni. Pameran ini juga diharapkan dapat menularkan semangat kebersamaan dalam keragaman, saling mengisi dengan harmonis demi mencapai tujuan. (Redaksibisniswisata@gmail.com)

10 Destinasi Wisata Indonesia Pilihan Pembaca

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Labuan Bajo menduduki peringkat teratas dalam daftar 10 Destinasi Wisata Pilihan Pembaca CNNIndonesia.com untuk tahun 2018. Kawasan perairan yang berada di Flores itu terpilih karena beragam kegiatan wisata yang bisa dilakukan di sana, mulai dari menyelam sampai mengunjungi Taman Nasional Komodo.

Peringkat ke-dua peringkat tersebut ditempati oleh Sumba yang berada di Nusa Tenggara Timur. Sama dengan Labuan Bajo, destinasi wisata ini juga menawarkan bermacam kegiatan wisata di darat dan perairannya. Sumba juga disebut sebagai destinasi wisata yang fotogenik.

Peringkat ke-tiga sampai ke-lima ditempati oleh Taman Nasional Gunung Rinjani, Banyuwangi, dan Mandalika. Dari ketiga destinasi wisata tersebut, Banyuwangi dan Mandalika terbilang sebagai kawasan yang baru “harum namanya”.

Berdekatan dengan Bali, Banyuwangi disebut sebagai pilihan tempat menyelam dan berselancar, karena garis pantainya memiliki keindahan bawah laut yang cantik serta ombak yang cukup menantang.

Sedangkan Mandalika merupakan destinasi wisata yang sejak tahun lalu “dipoles” oleh pemerintah Indonesia untuk mendatangkan turis dan investor. Berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat, kawasan wisata perairan ini diapit oleh tebing karang yang cantik.

Baik Banyuwangi dan Mandalika menjadi populer setelah banyaknya penerbangan langsung dari Jakarta yang mendarat di sana. Kawasan perairan sepertinya masih menjadi pilihan pembaca CNNIndonesia.com untuk berwisata tahun ini, karena di peringkat ke-enam sampai ke-sembilan didominasi oleh destinasi wisata bermedan tersebut: Alor, Banda, Mentawai, dan Selat Lembeh.

Namun, minat pembaca menikmati kawasan pegunungan juga tetap ada dengan masuknya nama Lembah Baliem di peringkat ke-sepuluh. Lembah Baliem yang berada di Pegunungan Jayawijaya, Papua Barat, menyimpan keindahan alam yang masih sangat lestari sekaligus kisah kehidupan Suku Dani yang menarik.

Daftar ini disusun berdasarkan hasil survei di media sosial CNNIndonesia.com dengan total suara yang terkumpul sebanyak 740 suara.
Berikut ini ialah daftar lengkap destinasi wisata pilihan pembaca CNNIndonesia.com untuk tahun 2018:

# Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur
Ada banyak kegiatan wisata yang bisa dilakukan di Labuan Bajo, mulai dari menyelam sampai mengunjungi Taman Nasional Komodo. Bagi yang ingin menjelajah, banyak bukit dan pantai yang berpemandangan indah. Saat ini ada banyak kapal pesiar dari Bali yang menawarkan perjalanan menuju Labuan Bajo.

# Sumba, Nusa Tenggara Timur
Kawasan ini pertama kali dikenal melalui unggahan foto dan video para selebriti Indonesia yang mendukung kelestarian kain tenun khas Sumba. Padang ilalang dan laut biru berpadu di bawah langit yang selalu cerah. Ada banyak tempat penginapan yang buka di sana, tinggal memilih mau yang berkonsep hostel atau hotel bintang lima.

# Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat
Gunung Rinjani masih menjadi primadona para turis yang gemar mendaki. Gunung ini berada dalam kawasan taman nasional yang kelestariannya dilindungi pemerintah. Bagi turis awam, tak perlu mendaki sampai puncaknya karena gunung ini juga memiliki beberapa titik yang mudah dijangkau seperti Plawangan Sembalun, perbukitan hijau yang menghadap ke arah danau.

# Banyuwangi, Jawa Timur
Turis yang bosan dengan suasana Bali bisa mendatangi Banyuwangi, karena kawasan ini juga menawarkan objek wisata yang sama cantik ditambah belum banyak terjamah turis. Pulau Merah dan Pantai Plengkung menjadi tujuan wisata utama turis yang ingin berselancar. Sementara yang gemar menyelam bisa mendatangi Bangsring. Bagi yang ingin mendaki bisa mengunjungi Kawah Ijen.

# Mandalika, Nusa Tenggara Barat
Lombok bukan hanya Kepulauan Gili, karena kini ada Mandalika yang semakin populer. Kawasan ini baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, di mana pembangunan akses diutamakan demi kedatangan investor dan turis. Sebelum banyak dijamah pendatang, tak ada salahnya berkunjung ke sini pada tahun ini.

# Alor, Nusa Tenggara Timur
Raja Ampat memang masih banyak dikunjungi turis, tapi saat ini turis mancanegara banyak yang mulai berdatangan ke Alor, kepulauan yang berada di Nusa Tenggara Timur. Mereka yang sudah pernah datang ke sana mengatakan kalau keindahan kepulauan ini bak surga dan nyaris menyaingi yang ada di Kepulauan Karibia.

# Banda, Maluku
Rempah membuat harum nama Banda. Tak hanya itu, kawasan perairannya juga membuat terkenal salah satu pulau terdepan ini. Terumbu karang di sini dibilang lebih beragam karena muncul dari lelehan lava dari Gunung Api Banda yang meletus beberapa dekade yang lalu.

# Mentawai, Sumatera Barat
Selain Pantai Plengkung, turis yang gemar berselancar juga biasanya mendatangi Mentawai, yang memiliki ombak menantang. Turis yang sudah pernah datang mengatakan kalau ombak di sana mirip dengan yang ada di Hawaii. Berbagai kejuaran dunia juga sering diadakan di sini.

# Selat Lembeh, Sulawesi
Berada di Sulawesi, kawasan ini disebut memiliki biota laut yang sangat beragam. Baik penyelam profesional dan pemula bisa menikmati keindahan bawah lautnya, karena ada beragam medan titik penyelaman yang bisa dikunjungi.

# Lembah Baliem, Papua Barat
Rasanya, belum ke Indonesia kalau belum mengunjungi Papua Barat. Kegiatan wisata yang bisa dilakukan di sini ialah mendaki dan mengujungi pemukiman Suku Dani yang memiliki beragam cerita dan tradisi. (CNN)

Dunkin’ Donuts Kurangi Varian Menu

this formate

NEW YORK, Bisniswisata.co.id: Dunkin’ Donuts rencananya mengurangi varian menunya. Pengurangan dilakukan mulai pekan ini. Dikutip dari USA Today, Senin (8/1/2018), pengurangan menu tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat dan efektif.

Dunkin’ Donuts akan menghapus menu yang penjualannya lambat, seperti sandwich sore, muffin, roti bagel, beragam jenis creem cheese, smoothies dan flatbread. Semuanya adalah menu pilihan, bukan menu utama.

Sejumlah menu yang akan dihapus tersebut akan diterapkan di gerai-gerai Dunkin’ Donuts di New England dan New York pekan ini. Selanjutnya, akan diterapkan di seluruh Dunkin’ Donuts di seluruh Amerika Serikat.

Kendati begitu, Dunkin’ Donuts memastikan 90 persen dari menunya akan tetap dipertahankan, termasuk beragam pilihan donut, kopi dan sandwich pagi untuk sarapan.

Dunkin’ Donuts tercatat telah melakukan penyederhanaan pada menunya sejak awal 2017. Pada musim gugur lalu, perusahaan itu telah menerapkan penyederhanaan menu di lebih dari 1.000 gerai. (USAT)

Coco, Film Animasi Terbaik Golden Globe 2018

this formate

CALIFORNIA, Bisniswisata.co.id: COCO, Film animasi garapan Pixar dan Disney sukses meraih penghargaan sebagai film animasi terbaik pada Golden Globe Awards 2018, yang digelar di Beverly Hills, California, Ahad (7/1) waktu setempat.

Film yang disutradarai Lee Unkrich, berhasil mengalahkan nominasi film animasi lainnya, yakni The Boss Baby, The Breadwinner, Ferdinand dan Loving Vincent.

“Terima kasih kepada semua kru fillm Coco yang telah bekerja bertahun-tahun untuk cerita yang sangat luar biasa dan unik ini, soal orang-orang Meksiko dan kebudayaannya. Muchas gracias!”, ujar Unkrich dalam pidatonya kemenangannya semalam.

Coco bercerita tentang petualangan bocah 12 tahun, Miguel Rivera yang secara tak sengaja masuk ke dunia arwah dimomen Hari Orang Mati di Meksiko dan menemukan sejarah tentang leluhurnya. Miguel dalam kisah Coco selalu berkeinginan menjadi musisi dan menggunakan gitar tradisional Meskiko.

Film ini memang berhasil mempertahankan posisinya di puncak box office dunia dengan pendapatan tambahan sebesar US$ 26,7 juta atau sekitar 361 miliar rupiah dari hampir empat ribu bioskop di Amerika Serikat dan Kanada. Coco juga tercatat sebagai film dengan pendapatan tertinggi dalam sejarah perfilman Meksiko.

Film ini pun membuat popularitas Desa Paracho yang merupakan sentra produksi gitar tradisional Meksiko. Desa berpenduduk 30 ribu jiwa tersebut telah menjadikan produksi gitar sebagai mata pencaharian utama sejak berabad-abad lalu.

Sejauh ini, Golden Globe Awards 2018 telah memberikan piala globe emas kepada sejumlah serial, film, maupun sineas. Serial The Handmaid’s Tale meraih piala Serial Televisi Terbaik – Drama. Juga This Is Me (The Greatest Showman) meraih piala kategori Lagu Orisinal Terbaik untuk Film, mengalahkan Home (Ferdinand), Mighty River (Mudbound), Remember Me (Coco), dan The Star (The Star).

The Disaster Artist, film soal kisah hidup sineas Hollywood Tommy Wiseau mengantar aktor James Franco meraih piala Golden Globes di kategori Penampilan Aktor Terbaik dalam Film – Musikal atau Komedi.

Aktris Laura Dern mendapatkan piala Golden Globes di kategori Penampilan Aktris Pendukung Terbaik dalam Serial Televisi Terbatas atau Film Televisi atas lakonnya di serial hit Big Little Lies. (CNN)

Adonara Ekspansi 30 Hotel di Indonesia 4 di Asia

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Kondisi ekonomi di Indonesia tahun 2018 diprediksi kembali bergairah. Bahkan kunjungan wisatawan diperkirakan mengalami grafik kenaikan. Melihat kondisi itu, jaringan hotel nasional, Adonara Group, berencana mengembangan 30 hotel di Indonesia bahkan 4 hotel di kawasan Asia.

“Diharapkan pada tahun ini target perusahaan untuk mengembangkan 30 hotel di Indonesia dan 4 hotel di di kawasan Asia terwujud, mengingat kondisi ekonomi diprediksi lebih bagus dibandingkan tahun sebelumnya,” papar CEO Adonara Group, Ruben Amor Kulle dalam siaran persnya yang diterima Bisniswisata.co.id, Senin (08/01/2018).

Strategi yang ditempuh, lanjut dia, dengan menggandeng Wheel Buzz Corporation untuk kerja sama bisnis. Kerja sama tersebut baik sebagai investor maupun kemitraan dengan potensial owner dalam pengembangan bisnis perhotelan dan pariwisata.

Dikatakannya, korporasi akan melakukan kerja sama tidak hanya sebagai hotel operator atau hotel management, tetapi juga kerja sama kemitraan lainnya. Adonara hotel group sebagai mitra strategis diharapkan melakukan ekspansi bisnis perhotelan dan melakukan take over hotel atau re-branding semua brand Adonara.

“Semua biaya re-branding atau renovasi hotel akan menjadi tanggung jawab Adonara sebagai operator yang melakukan kerja sama operasi (KSO) dengan perusahaan lain. Tujuannya, korporasi akan mengambil posisi sebagai share holder atau penyertaan modal dalam meningkatkan porto folio perusahaan,” ujarnya.

Di bulan Januari 2018 ini, Adonara akan membuka dua unit hotel baru yaitu Arnava Hotel Senen dan Amanuba Hotel & Resort Rancananya Bogor sebagai resort berbintang 4 dalam kawasan seluas 2 hektare. Adapun Amanuba Hotel & Resort akan menjadi salah satu resor prestisius yang dimiliki Adonara.

Adonara Group juga akan melakukan re-branding 2 hotel di Jogjakarta yaitu Arnava Mangkubumi dan U Stay Malioboro serta ground breaking Arnava Hotel & Apartment Bogor. Saat ini, Adonara mulai membangun Losari Tower yang merupakan mix used properti terdiri atas hotel, apartemen, dan perkantoran di Makassar, Sulawesi Selatan.

Proyek ini terdiri atas hotel 100 kamar dengan berbagai tipe, apartemen sebanyak 66 unit, dan dua lantai perkantoran strata title.
Adonara Group memiliki hotel yang sudah beroperasi di beberapa kota Indonesia. Dengan berbagai klasifikasi. Mulai hotel bintang dua, tiga, hingga bintang empat dengan brand Arnava, Coral, Boston, dan Grand Arnava. Lokasinya tersebar di Balikpapan, Makassar, Gorontalo, Manado, Medan, Bali, Solo, dan Yogyakarta.

Hotel dalam jaringan Andora Group seperti Rail Train Suite Gambir (Jakarta), Shiro I Shika Ketapang Utara (Jakarta), Best Inn Hotel Jakarta, dan Best Inn Hotel Balikpapan. “Tahun 2018, ekspansi bisnis Adonara Group, dipicu oleh kebijakan kemudahan bebas visa untuk beberapa negara Asia yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan industri pariwisata,” harapnya. (Redaksibisniswisata@gmail.com)

2017, Penumpang Bandara Soetta Tembus 63 Juta

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mencatat sepanjang 2017, jumlah penumpang bandara Soetta mencapai 63.015.620 jiwa yang tiba dan berangkat di bandara yang menjadi pintu utama Indonesia.

“Jumlah itu meningkat 8 persen jika dibandingkan dengan tahun 2016 yang hanya mencapai 58.195.484 penumpang. Lonjakan paling tajam terjadi pada penumpang rute internasional yang mencapai 12 persen jika dibandingkan tahun 2016,” papar Executive General Manager Kantor Utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta, M. Suriawan Wakan, dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (8/1/2017).

Penumpang internasional pada 2016 tercatat sebanyak 13.131.035 penumpang, sedangkan pada 2017 mencapai 14.718.973 penumpang. Penumpang domestik mengalami kenaikan sebesar 7 persen. Pada tahun 2016, jumlah penumpang sebanyak 45.064.449 penumpang, sedangkan pada 2017 menembus 48.295.647 penumpang.

Senada dengan jumlah penumpang, total pergerakan pesawat mengalami kenaikan drastis mencapai 8 persen dari 413.781 pergerakan pada 2016 menjadi 447.390 pergerakan pada 2017.

Menurut Wakan, lonjakan penumpang terjadi karena PT Angkasa Pura (Persero) terus menjalin kerjasama dengan airlines dan Kementerian Pariwisata. Selain itu, AP II meningkatkan operasional dan pelayanan di bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia itu.

Bandara Soekarno-Hatta telah mempersiapkan operasional infrastruktur dengan tersistem, baik dari sisi udara, maupun dari sisi darat, serta terminal yang tentunya didukung dengan SDM yang kompeten. “Ini karena seiring dengan implementasi program smart airport yang terus berkelanjutan, sehingga membuat efisiensi dan efektifitas operasional yang semakin meningkat,” kata Wakan.

Pengembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga dilakukan secara masif, seperti revitalisasi Terminal 1, 2 dan pembangunan Terminal 3. Dengan beroperasinya layanan transportasi kereta layang (skytrain) dan kereta bandara dapat mentransformasi interaksi penumpang di Bandara Soetta. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Dua Turis Ausie Nekat Mendaki Gunung Agung

this formate

KARANGASEM, Bisniswisata.co.id: Meski sudah ada pemasangan portal besi untuk mencegah wisatawan naik Gunung Agung, namun masih ada pelancong asing yang nekat menerobos agar bisa mencapai puncak Gunung Agung secara diam-diam.

Kini, dua wisatawan asal Australia Ricky Tonacia (34) dan Jack Dennard (26) nekad mendaki pada Kamis, 4 Januari 2018, sekitar pukul 03.00 Wita. Pendakian diam-diam itu, terpantau relawan Pasebaya Jagabay dari lampu senter yang digunakan kedua pendaki. Ulah Turis Ausie menambah daftar panjang wisatawan asing yang melabrak larangan mendaki ke puncak gunung tertinggi di Bali itu selama erupsi.

Seperti dilansir laman JawaPos.com, Senin (08/01/2018), aksi nekat dua turis asing yang menginap di Hotel Raya Canggu, Badung, ini berawal dari kerja sama dengan guide freelance atau pemandu lepas untuk mengelabui petugas, termasuk relawan Pasebaya Jagabaya.

Guide dan sopir mengantar kedua tamu dengan menurunkan di bawah Pura Pasar Agung, tepat di portal yang dipasang di Dusun Sogra. Dua guide freelance yang mengantar: I Gusti Putu Ngurah Bagus Pradnyana (24) dan rekannya, I Gusti Gede Putu Merta (51).

Dari portal tersebut, kedua bule ini naik melalui jalur Pura Pasar Agung Selat. Sementara, kedua pemandu yang mengantar langsung pergi menjauh. Guide ini sudah berjanji akan menjemput tamunya tersebut jika sudah selesai mendaki.

Begitu mendapat laporan, relawan Pasebaya Jagabaya Lingkar Gunung Agung dipimpin Gde Pawana langsung menuju Pura Pasar Agung. Tak lama kemudian datang mobil APV Silver DK 1681 OS, dikemudikan Gusti Putu Ngurah Bagus Pradnyana bersama ayahnya, Gusti Gede Putu Merta.

Relawan Pasebaya menginterogasi kedua guide yang hendak menjemput tamunya. Keduanya juga sempat diajak ke Mapolsek Selat untuk dimintai keterangan. Tim relawan bersama aparat Polsek Selat juga dari Koramil Selat langsung naik ke Pura Pasar Agung.

Sekitar pukul 10.25 Wita, kedua WNA Australia berbadan atletis tersebut turun dengan wajah lusuh. Awalnya kedua turis didekati relawan Pasebaya Duda Utara, Nyoman Eka Semaputra, bersama dengan Made Renga.

Saat itu, Eka langsung bertanya dan berupaya mengabadikan keduanya dengan memotret pakai telepon seluler atau ponsel. Namun, kedua turis asing itu malah marah dan tidak terima. Mereka sempat merebut kamera yang dipegang Eka. Terjadi tarik-menarik antara Eka dan salah satu dari turis tersebut.

Mereka juga menantang relawan penjaga Gunung Agung itu untuk berkelahi. Untung saja para relawan masih berusaha sabar, sehingga perkelahian tak terjadi. Relawan yang dipimpin Gde Pawana langsung menjemput dua pendaki asal Australia, Ricky Tonacia (34) dan Jack Dennard (26) yang nekat mendaki saat Gunung Agung erupsi.

Mereka dijemput relawan dengan naik motor. Hanya saja, mereka menolak naik motor dan berjalan kaki. Baru setelah berjalan cukup jauh, mereka mau dibonceng relawan Pasebaya kemudian mengajaknya ke Polsek Selat.

Di sana sudah menunggu mobil jemputan mereka dan dua guide freelance yang mengantar. Dari interogasi yang dilakukan, diketahui petugas bahwa keduanya naik sekitar pukul 01.00 Wita, Kamis, 4 Januari 2018.

Keduanya mengaku berani mendaki karena guide yang mengantarnya mengatakan bahwa Gunung Agung aman. Sang turis asing juga mengatakan tidak ada pemberitahuan bahwa Gunung Agung tidak boleh didaki dan sedang erupsi.

“Sangat disayangkan, mereka nekat mendaki karena guide mengatakan aman. Mestinya mereka jujur mengatakan bahwa Gunung Agung tidak aman didaki karena berada pada status Awas,” ujar Pawana didampingi Sekretaris Pasebaya, I Wayan Suara Arsana, kepada JawaPos.com.

Keduanya juga dipastikan naik sampai puncak dan sempat mengabadikan kondisi kawah Gunung Agung. Hanya saja, petugas gagal meminta hasil rekaman dua turis asing tersebut.

Keduanya sempat menolak menyerahkan hasil rekamannya. Namun, setelah melalui berbagai upaya akhirnya rekaman tersebut diamankan pihak Pasebaya. Sang turis tersebut sempat beralasan, video yang dia ambil bersifat privacy. “Saya sempat emosi karena sempat merebut ponsel saya yang sedang mengambil foto mereka,” kata Eka. (JP)

Tren Wisata Sepanjang 2018

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Tren kegiatan wisata bakal terus berkembang setiap tahunnya. Memang wisatawan selalu mencari suasana baru, agar tidak bosan dengan kondisi yang lama. Awal 2018, situs Interpid Travel merilis prediksi terbaru mereka mengenai kegiatan wisata yang bakal tren sepanjang tahun 2018.

Dikutip dari situs resmi Interpid Travel, berikut ini ialah prediksinya:

# Wisata kesehatan

Perjalanan wisata bukan hanya untuk bersenang-senang. Sebagian orang menjadikan kegiatan tersebut untuk memperbaiki kesehatan fisik dan mentalnya. Operasi plastik dan yoga tetap menjadi bintang utamanya. Yang menarik, ada wisata digital detox yang mewajibkan turis meninggalkan alat elektronik selama berada di resor demi kesehatan mental yang lebih baik. Selain Bali, India, dan Korea Selatan, destinasi wisata yang bakal diserbu turis kategori ini antara lain Mongolia, Peru, Thailand, dan Singapura.

# Wisata solo
Kemudahan memesan akomodasi wisata membuat semakin banyak turis yang percaya diri untuk melakukan wisata solo atau sendirian. Ditambah lagi dengan banyaknya aplikasi pencari teman yang bisa mempertemukan mereka dengan orang baru di destinasi yang dituju. Jangan heran kalau melihat semakin banyak turis solo di negara-negara Asia pada tahun ini. Tak hanya anak muda, mereka yang sudah berumur juga bakal melakukannya.

# Wisata di destinasi belum populer

Media sosial membuat turis berlomba mengunggah foto atau video dari destinasi wisata yang belum terlalu populer. Faktor keunikan dan petualangan membuat mereka tertantang untuk menjelajahinya. Negara-negara kecil seperti Yordania dan Budapest bakal diserbu turis dalam kategori ini.

# Wisata alam

Pemanasan global membuat turis banyak membaca berita mengenai kepunahan alam. Sebelum semuanya terlambat, mereka berlomba-lomba untuk datang menikmatinya. Negara-negara yang dekat dengan Kutub Utara dan Samudera Pasifik bakal lebih dikunjungi pada tahun ini. Mereka yang melakukannya juga bakal memilih menempuhnya dengan “manual”, seperti dengan sepeda atau kereta api.

# Wisata musim dingin

Berkaca pada jumlah kunjungan turis sedunia pada musim dingin tahun lalu, diprediksi kalau tahun ini musim dingan bakal lebih ramai dibandingkan dengan musim panas. Musim panas jadi tak populer karena banyak turis yang merasa kalau biaya akomodasi terlalu tinggi, sehingga mereka memilih untuk melakukan perjalanan wisata di akhir tahun saja. Turis yang tinggal di negara bersalju bakal menyerbu ke negara-negara tropis dan sebaliknya.

# Paket wisata unik

Semakin banyak turis yang ingin merasakan wisata dengan cara yang unik. Paket wisata unik yang dicari turis kategori ini mulai dari naik kapal pesiar dengan pesta elektronik semalam suntuk, berkemah dengan layanan mewah, menginap di resor inclusive, merawat gajah, sampai turun tangan menjadi pengajar sekolah di daerah terpencil. Jumlah turis wisatawan millennial diprediksi bakal membuat paket wisata unik lebih digemari pada tahun ini.

# Babymoon
Selain honeymoon, wisata babymoon juga bakal menjadi tren di tahun ini. Jika honeymoon dilakukan setelah pesta pernikahan, maka babymoon dilakukan sebelum waktu lahiran tiba. Hotel-hotel yang berada di sekitaran pantai dan perbukitan sejuk harus mulai menyiapkan paket wisata untuk turis kategori ini.

# Wisata bersama fotografer pribadi

Berwisata mulai dianggap sebagai kegiatan eksistensi diri. No pic hoax, begitu candaan bagi mereka yang hidupnya bergantung dengan media sosial. Foto selfie di tempat wisata masih akan terus terlihat di media sosial pada tahun ini. Namun, konsepnya bakal lebih rapi, karena semakin banyaknya jasa fotografer pribadi yang bisa digunakan. Di Indonesia, bisnis ini juga sudah mulai bermunculan.

# Wisata manula

Tak hanya anak muda, kaum manula juga masih bisa berwisata. Di tahun ini, jumlah turis kategori ini akan meningkat, seiring dengan banyaknya layanan wisata berkonsep halal dan inclusive. Kaum manula lebih memilih dua layanan tersebut karena dianggap tidak merepotkan dan terjamin mutunya. Mereka tak segan mengeluarkan biaya lebih, asal bisa tenang berwisata tanpa gangguan musik elektronik pada dini hari.

# Wisata belanja

Kecanggihan sistem pembayaran dan jasa pengantaran membuat semakin banyak orang yang tergiur menjadi pebisnis online. Negara-negara di Asia masih menjadi destinasi wisata untuk turis kategori ini. Di luar itu, Australia dan Amerika juga bakal mulai didatangi. (*)

Baru Beroperasi, Skytrain Bandara Soetta Mogok

this formate

TANGERANG. Bisniswisata.co.id: Skytrain – Moda transportasi antar terminal Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, mogok di tengah jalan saat sedang mengangkut penumpang ke Terminal 1 Bandara internasional. Skytrain yang baru beroperasi itu mogok pada Ahad (7/1/2018) pukul 9.45 WIB.

Penumpang pun panik. Mereka tak berkutik apalagi nekad untuk berhamburan ke luar, karena kereta cepat melayang ini berada di atas ketinggian yang sangat membahayakan.

PT Angkasa Pura II (Persero) pun memohon maaf pada para pengguna dan memberikan penjelasan. “SkyTrain tersebut mogok akibat gangguan pada jaringan listrik. Begitu gangguan listrik itu terdeteksi, sistem perlindungan otomatis menghentikan laju kereta layang,” ungkap
Vice President Corporate Communication AP II, Yado Yarismano dalam keterangan resminya.

Mogoknya Skytrain terjadi lantaran gangguan operasional dan penumpang langsung diarahkan ke terminal terdekat menggunakan emergency walkway, sesuai dengan prosedur. “Dan langsung disiapkan shuttle bus untuk menggantikan sementara layanan SkyTrain,” lanjutnya.

Dilanjutkan, perbaikan jaringan listrik tersebut tidak memakan waktu lama, yakni sekitar 60 menit. SkyTrain mulai beroperasi kembali sejak jam 11.15, pada hari yang sama. “Standar Operasional Prosedur (SOP) sudah dilaksanakan dengan baik dan saat ini, setelah melalui pengecekan, SkyTrain bisa beroperasi kembali dengan normal,” terang Yado.

Sementara Branch Communication Manager Bandara Soetta Chaerul Anwar menambhakan mogoknya Skytrain akibat terjadinya kendala teknis. Namun, biasa segera diatasi oleh petugas lapangan Angkasa Pura (AP) II. “Itu karena ada sedikit kendala teknis saja mas. Dengan sigap rekan-rekan di lapangan mengatasi hal tersebut mas,” ucapnya.

Dijelaskan dia, gangguan Skytrain mogok itu terjadi sekitar pukul 09.45 WIB. Akhirnya, para penumpang Skytrain yang terjebak di dalam kereta cepat itu berhasil dievakuasi menggunakan emergency walkway.

Dilanjutkan dia, skytrain CGK memiliki sistem proteksi yang sangat baik sehingga apabila ada terdeteksi mal fungsi di sistem operasi Skytrain, maka sistem proteksi Skytrain langsung bekerja. “Jadi, saat terjadi gangguan itu, sistem Skytrain langsung berhenti. Gangguan terdeteksi pada jaringan listrik, dan dapat ditangani dengan cepat dalam waktu 60 menit oleh petugas,” sambungnya.

Setelah penumpang dievakuasi, dan SOP dilaksanakan baik, kereta cepat tanpa awak yang digadang-gadang menjadi kebanggaan Bandara Soetta itu langsung bisa beroperasi kembali, pukul 11.15 WIB. (Redaksibisniswisata@gmail.com)