13 Maret 2018, Susi Air Terbangi Muara Teweh – Palangka Raya

this formate

MUARA TEWEH, bisniswisata.co.id: Maskapai Susi Air kembali melayani penerbangan bersubsidi rute pedalaman dari Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara-Palangka Raya, Kalimantan Tengah pulang pergi.

“Penerbangan yang mendapat subsidi dari pemerintah pusat untuk Muara Teweh-Palangka Raya PP ini mulai operasional pada 13 Maret 2018,” kata seorang petugas Bandara Beringin Muara Teweh Asmadi di Muara Teweh, Rabu (28/2/2018).

Dia mengatakan penerbangan menggunakan pesawat jenis Cessna berpenumpang 12 orang dengan frekuensi tiga kali sepekan, yakni setiap Selasa, Rabu, dan Kamis dengan harga tiket Rp454.100 (termasuk airport tax) untuk rute Palangka Raya-Muara Teweh dan sebaliknya Rp444.100.

“Berbedanya, harga tiket tersebut karena pemberlakuan tarif airport tax di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dan Bandara Beringin Muara Teweh tidak sama,” katanya.

Susi Air juga melayani penerbangan rute Bandara Beringin Muara Teweh dengan tujuan Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Muara Teweh-Balikpapan, Kalimantan Timur juga tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, dan Jumat.

“Rute ini sudah operasional sejak 3 Januari 2018 sebagai penerbangan reguler atau nonsubsidi, namun dilayani dengan harga tiket cukup mahal sekitar Rp1,3 juta per orang,” kata dia.

Seorang warga Muara Teweh, Mursalin, mengatakan dibukanya penerbangan Susi Air ke daerah itu membantu warga karena selama ini transportasi udara merupakan jasa angkutan alternatif yang cepat, terutama di Kabupaten Barito Utara yang letaknya di pedalaman Kalteng.

“Kalau kami menggunakan angkutan darat, jarak tempuh ke Banjarmasin paling cepat sembilan jam, sedangkan Palangka Raya sekitar tujuh jam,” katanya. (WEO)

Pulau Kemaro, Kaya Sejuta Legenda Sepi Kunjungan Wisatawan

this formate

PALEMBANG, bisniswisata.co.id: Berwisata menyaksikan perayaan Tahun Baru Imlek di Pulau Kemaro, Sumatra Selatan, sangat mengasyikkan. Memang perayaan rutinitas tahunan itu, dihadiri puluhan ribu warga keturunan Tionghoa sejak puluhan tahun lalu. Meski lumrah terjadi, tapi perayaan Cap Go Meh di delta berjarak 6 kilometer dari Kota Palembang itu tetap menarik disimak.

Pulau di kawasan industri, antara Pabrik Pupuk Sriwijaya, Pertamina Plaju dan Sungai Gerong ini menyimpan sejuta kisah yang sangat melegenda di masyarakat setempat. Pulau berjarak sekitar 40 kilometer dari Kota Palembang, menjadi tempat berdirinya vihara China, Klenteng Hok Tjing Rio yang dibangun 1962, suatu tempat untuk berdoa yang diyakini oleh warga keturunan.

Selain itu, tak kalah menarik perhatian, di pulau ini ada makam putri Palembang, Siti Fatimah. Menurut legenda setempat yang tertulis di sebuah batu di samping Klenteng Hok Tjing Rio diketahui zaman dahulu ada seorang pangeran dari Negeri China bernama Tan Bun An datang ke Palembang untuk berdagang.

Kala itu, ia meminta izin ke Raja Palembang, ia bertemu dengan putri raja yang bernama Siti Fatimah. Ia langsung jatuh hati, begitu juga dengan sang putri. Mereka pun menjalin kasih dan berniat ke pelaminan. Tan Bun An lalu mengajak Siti Fatimah ke daratan China untuk bertemu kedua orangtuanya. Setelah beberapa waktu, mereka pun kembali ke Palembang.

Bersama keduanya, rupanya disertakan pula tujuh guci berisi emas. Sesampai di muara Sungai Musi, Tan Bun Han ingin melihat hadiah emas di dalam guci-guci pemberian kedua orangtuanya itu. Tetapi alangkah kagetnya ia, karena yang dilihat adalah sayuran sawi-sawi asin (bertujuan mengelabui perampok).

Tanpa berpikir panjang lagi, ia membuang guci-guci ke sungai, tetapi guci terakhir terjatuh di atas dek dan pecah. Ternyata di dalamnya terdapat emas. Tan Bun An langsung terjun ke dalam sungai untuk mengambil emas-emas dalam guci yang sudah dibuangnya.

Seorang pengawalnya juga ikut terjun untuk membantu, tetapi kedua orang itu tidak kunjung muncul ke permukaan sungai. Siti Fatimah akhirnya menyusul dan terjun juga ke Sungai Musi. Untuk mengenang mereka bertiga dibangunlah sebuah kuil dan makam untuk ketiga orang tersebut.

Bukan hanya legenda Siti Fatimah, daya tarik Pulau Kemaro keberadaan pagoda berlantai sembilan yang menjulang di tengah-tengah pulau yang dibangun tahun 2006. Juga terdapat sebuah pohon yang disebut sebagai “Pohon Cinta” dilambangkan “Cinta Sejati” antara dua bangsa dan budaya berbeda pada zaman dahulu antara Siti Fatimah Putri Kerajaan Sriwijaya dan Tan Bun An Pangeran Negeri China.

Konon, jika ada pasangan yang mengukir nama mereka di pohon tersebut maka hubungan mereka akan berlanjut sampai jenjang pernikahan. Tak ayal, Pulau Kemaro juga disebut sebagai Pulau Jodoh.

Sayangnya, pulau yang menyimpan sejuta kisah ini, sehari-harinya sepi wisatawan dan pengunjung. Keramaian hanya terjadi saat perayaan Cap Go Meh yang dilaksanakan 15 hari pasca-perayaan Imlek. Di Palembang, puncak Cap Go Meh dilaksanakan 13 hari usai Imlek atau pada tahun ini pada 28 Februari 2018 ini.

Bukan hanya warga keturunan asal Palembang saja yang akan tumpah riuh ke pulau tersebut, tapi mereka yang berasal dari belahan negeri lain juga tak mau ketinggalan seperti Singapura, Thailand, Malaysia, Hong Kong hingga China.

Pengurus Pulau Kemaro Tjik Harun mengatakan jumlah pengunjung yang datang ke Pulau Kemaro pada tahun ini diperkirakan tidak akan jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jumlah akan terus bertambah hingga puncaknya pada 28 Februari dan akan berangsur berkurang hingga 3 Maret 2018.

Untuk menambah keindahan Pulau Kemaro, pengelola memasang sekitar 2.000 lampion. Khusus untuk akses ke pulau, juga ditambah akses darat dengan membangun jembatan ponton sehingga pengunjung bisa berjalan kaki melalui Kawasan Kalidoni Palembang.

Juga disediakan kapal tongkang pengangkut wisatawan dari Pasar 16 Ilir Palembang menuju ke Pulau Kemaro. Masyarakat atau umat yang hendak ke Pulau Kemaro bisa melalui akses tersebut. Terdapat 20 kapal tongkang dan berlayar tiap saat, mulai tanggal 28 Februari pukul 17.00 WIB hingga 1 Maret 2018.

Kapal tongkang ini dapat mengangkut 100-200 orang dalam satu kali berlayar. Untuk itu, tiga dermaga sudah disiapkan di Pulau Kemaro, yakni dermaga kedatangan, dermaga kepulangan dan dermaga VIP.

Selama perayaan Cap Go Meh, ada ratusan lapak pedagang disiapkan. Mulai dari lapak perlengkapan alat sembahyang umat, kuliner dan aksesoris. Terdapat juga dua panggung besar yang disediakan panitia untuk wayang orang tradisional Tionghoa yang digelar untuk masyarakat dan umat yang datang. “Pengunjung yang datang dapat menyaksikan berbagai sajian hiburan. Ada wayang orang, aksi barongsai, tradisi tanjidor dan sebagainya,” kata dia seperti dilansir laman Antara, Rabu (28/02/2018).

Khusus untuk ibadah umat, kata dia, ritual keagamaan dimulai tepat pukul 00.00 WIB, yakni sekitar 12 orang Lo Chu (pemimpin ritual sembahyang) akan berdoa. Kemudian ritual pun dilakukan seperti mempersembahkan kambing hitam, ayam panggang kunyit, buah-buahan, kue-kuean dan sebagainya.

Pulau Kemaro telah menjadi lokasi ibadah tahunan warga Tionghoa dari berbagai penjuru negeri. Namun sayang, hingga kini pulau tersebut belum menjadi destinasi wisata yang rutin memberikan pemasukan ke kas daerah. (NDYQ)

Pagi Hari, Penerbangan Sumenep-Surabaya Terganjal Slot Time

this formate

SUMENEP, bisniswisata.co.id: Rencana penerbangan pesawat dari Sumenep – Surabaya pada waktu pagi hari, masih harus menunggu slot time atau jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat yang ditetapkan pihak bandara yakni Bandara Juanda. Padahal potensi penumpang pesawat di pagi hari sangat besar.

“Kalau dari Surabaya – Sumenep sudah clear tidak ada masalah. Semua sudah siap. Hanya tinggal menunggu slot time di Juanda, untuk penerbangan Sumenep – Surabaya,” kata Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Indra Triyantono.

Bandara Trunojoyo Sumenep dilalui penerbangan komersil dengan rute Surabaya – Sumenep dan sebaliknya, sejak September 2017. Penerbangan tersebut dilayani maskapai Wings Air, dengan pesawat jenis ATR-72.

Wings Air melayani penerbangan komersil dari Surabaya – Sumenep pada pukul 12.4 WIB, dan dari Sumenep – Surabaya pada pukul 13.40 WIB. Waktu tempuh perjalanan udara dari Surabaya – Sumenep sekitar 40 menit.

“Berdasarkan permohonan dari Wings Air, frekuensi penerbangan Surabaya – Sumenep dan sebaliknya ditambah dengan penerbangan pagi. Rencananya jam 06.30 WIB terbang dari Surabaya ke Sumenep, dan jam 07.30 WIB dari Sumenep – Surabaya,” paparnya seperti diunduh laman Industry.co.id, Rabu (28/02/2018).

Sampai saat ini belum mendapatkan slot time dari Bandara Juanda, mengingat pada pagi hari jadwal penerbangan di Bandara Juanda cukup padat. “Tentu saja ‘slot time’ itu juga harus menyesuaikan dengan jadwal penerbangan yang lain. Karena itu, sekarang masih dalam proses,” ujarnya.

Indra meyakini, setelah mendapat ‘slot time’ di Bandara Juanda untuk penerbangan pagi, maka jadwal penerbangan dari Bandara Trunjoyo Sumenep ke Surabaya dalam satu hari menjadi dua kali. “Ya mudah-mudahan saja dalam waktu dekat sudah ada ‘slot time’ dari Bandara Juanda, agar penerbangan bisa dua kali sehari,” ucapnya. (IND)

Penumpang Kapal Pesiar Genting Dream Cruises Nikmati Karapan Sapi

this formate

Atraksi Reog Ponorogo sambut penumpang kapal pesiar Genting Dream Cruises 

Pada  21-26 Januari 2018, bisniswisata bersama sejumlah wartawan dan beberapa agen perjalanan dari Indonesia dan Asia mengikuti perjalanan Genting Dream Cruises dengan rute Singapura-Surabaya, Bali Utara – Singapura. Berikut laporan hari ke tiga. 

SURABAYA, bisniswisata. co.id: Bangun kesiangan membuat saya sedikit terkejut dan langsung membuka kordein untuk melihat pemandangan ke laut. Maklum hari ke tiga di atas kapal Genting Dream Cruises sejak 21 Januari lalu akan diisi dengan berwisata di darat, mengunjungi Pulau Madura.

Dari kamar di deck 9 kapal berbobot berat kotor 151.300 ton dengan panjang 335 meter ini saya menempati kamar tipe Stateroom dengan balkon pribadi lengkap dengan dua kursi dan meja kecil untuk bersantai menghirup udara laut di luar kamar.

Kami berangkat dari pelabuhan Marina Bay Singapura hari Minggu,  lalu kapal meluncur ke Surabaya tiba hari ini, Selasa. Dari kejauhan sudah terlihat patung besar setinggi 30,6 meter dari sosok Perwira TNI Angkatan Laut berbusana Pakaian Dinas Upacara (PDU) lengkap.

Tangan kanan patung ukuran raksasa itu berada di pinggang sementara tangan kirinya memegang pedang kehormatan  yang ditumpukan ke lantai.

Matanya  menerawang ke arah laut dan menatap jembatan Suramadu seolah siap menantang gelombang dan badai di lautan. Itulah Monumen Jalesveva Jayamahe yang berada di kawasan Tanjung Perak, pelabuhan utama di Kota Surabaya, tepatnya di ujung barat Dermaga Madura.

Monumen Jalesveva Jayamahe menggambarkan generasi penerus bangsa yang yakin dan optimis untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia sesuai dengan motto “ Di Laut Kita Berjaya. “ Selain sebagai monumen, bangunan ini juga difungsikan sebagai mercusuar bagi kapal-kapal yang ada di laut sekitar.

Selama berada dikapal maka yang berlaku adalah waktu Singapura sehingga tersisa sedikit waktu untuk berkumpul di Zodiac Theater di deck 7 untuk turun di terminal penumpang Gapura Surya Nusantara di pelabuhan itu.

Pembagian grup dan nomor bus yang akan ditumpangi selama wisata setengah hari ke Madura sudah dilakukan di Zodiac Theatre. Rombongan lalu dipandu oleh staf kapal untuk melewati jalur-jalur lorong kabin menuju pintu keluar melewati melewati mesin X-ray dulu seperti di bandara lalu menuju terminal.

Setiap penumpang yang turun harus membawa kartu akses ( acces cabin card) untuk naik kapal yang juga sekaligus kunci kamar dan sebagai identitas di kapal untuk masuk restoran, nonton pertunjukkan dan aktivitas gratis lainnya.

Sebelum melangkah keluar, crew kapal memberikan potongan kertas untuk mengingatkan semua penumpang dalam bahasa China dan Inggris yang mengingatkan untuk kembali ke kapal sebelum bertolak lagi pukul lima sore ( Singapore time ) serta nomor-nomor telpon yang bisa dihubungi  jika terjadi masalah.

Tidak semua penumpang kapal pesiar mewah Genting Dream Cruises yang mencapai 2800 orang penumpang turun di Surabaya untuk menonton karapan sapi di Madura atau berwisata  belanja di kota Surabaya, ibukota Jawa Timur.

Karapan sapi dengan joki remaja yang mahir mengendalikan sapi  tunggangannya. ( foto: Lintang Rowe).

Bersama wartawan dari Indonesia dan negara Asian lainnya saya menikmati sejenak hiburan tarian Reog Ponorogo yang dibawakan oleh sejumlah pria begitu keluar dari kapal yang bisa langsung sandar di terminal Gapura Surya Nusantara atau nama kerennya Surabaya North Quay.

Setelah itu kami diarahkan melewati ruangan dalam terminal untuk menuju bus. Terlihat ada bazar sejumlah produk di hall terminal namun sayangnya pilihan produk tidak sesuai dengan selera wisatawan mancanegara kelas kapal pesiar mewah.

Dari Surabaya, dengan bus wisata kami menuju  ke Bangkalan, Madura, Jawa Timur, melintas Jembatan Suramadu. Jembatan ini diresmikan awal pembangunannya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009.

Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura, yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Provinsi Jawa Timur.

Karapan Sapi

Tiba di Desa Sanggra Agung, Kecamatan Socah, Bangkalan, bus berhenti di sebuah rumah besar milik H.Tohir . Pengusaha sukses yang memiliki sejumlah sapi karapan dengan nama kumpulan Gagak Rimang ini sejak 30 tahun lalu, sudah menyelenggarakan karapan sapi secara mandiri.

“Kalau dulu karapan sapi yang di selenggarakan pemerintah hanya satu tahun sekali seperti Piala Presiden, nah sekarang saya bikin 5 kali dalam setahun bahkan tiap minggu juga bisa jika wisman ingin melihat secara langsung,” kata H. Tohir pengusaha restoran, water park, perusahaan tenaga kerja outsourcing hingga bisnis BBM.

H.Tohir ( kanan) bersama tamu dari kalangan media. . Pengusaha lokal ini setahun minimal lima kali adakan karapan sapi

Peserta tour langsung mencari toilet dan karena jumlahnya terbatas hanya empat toilet sehingga terjadi antrian panjang dari sekitar 250 orang wisatawan yang ada. Pemandangan unik terlihat saat gadis-gadis sibuk berselfie ria dengan sapi, mengelus-ngelus dan menyapa sapi-sapi itu dengan bahasa asing.

Kami lalu melanjutkan aktivitas menuju lapangan terbuka masih di sekitar  desa atau sekitar lima menit dengan bus dari rumah H. Tohir.Rombongan langsung disambut tarian penari pria dengan kostum warna hijau, kuning, merah yang meriah mulai dari kaos kaki hingga ikat kepala yang mrmbawa saronen

Saronen, yaitu perangkat instrumen penggiring Karapan. Perangkatnya terdiri dari saronen, gendang, kenong, kempul, krecek, dan gong sehingga kehadiran mereka membuar suasananya menjadi  meriah sekali.

Dari arah landasan pacu juga terdengar musik kenongan. Rupanya sapi yang akan bertanding dan sudah didandani dengan beragam atribut tampil memperkenalkan diri.

Sebagian wisatawan duduk di bawah tenda sambil menikmati soft drink serta suguhan serba rebus seperti pisang, ubi, jagung dan kacang. Sementara yang lainnya mulai dengan kamera handphone ditangan hingga peralatan foto lainnya yang canggih sudah siap di tempat-tempat yang strategis.

Sejumlah media asing langsung membuat liputan dan  rekaman mulai dari rumah H.Tohir hingga ke lapangan tempat karapan sapi berlangsung. Sapi-sapi yang  berlomba tubuhnya tidak dipenuhi luka gores atau olesan balsam di kedua mata sapi, seperti karapan-karapan sebelumnya yang menjadi tradisi masyarakat setempat

“Karapan sapi yang kita tampilkan jokinya masih remaja dan tanpa menyakiti sapi sehingga kekuatan berlari sapi menjadi prioritas utama dalam mengikuti karapan,” kata H.Tohir.

Saat pertandingan dimulai para photographer profesional bahkan mengambil momen di tengah landasan pacu untuk merekam gerakan sapi saat berlari. Gerakannya alami karena tidak dipaksa oleh sabetan tongkat dipenuhi paku atau olesan balsem yang mengakibatkan bagian anggota tubuh sapi terluka yang kerap dilakukan pemilik sapi karapan.

Setelah atraksi karapan sapi selesai, wisatawan diajak makan siang dengan menu bebek goreng disebuah restoran setempat sekaligus toko souvenir. Setelah itu,  guide memberi waktu belanja kerajinan lokal selama  15 menit sebelum melintasi jembatan Suramadu sebelum kembali ke Surabaya.

Ketika bus masuk halaman parkir pelabuhan Gapura Surya Nusantara, terlihat bahwa gedung terminal itu jauh lebih kecil dibandingkan panjang dan tinggi kapal pesiar Genting Cruise yang tengah sandar.

Kami masuk kembali ke dalam kapal satu jam sebelum bertolak ke Bali, Utara sore itu. Kapal yang meluncur perdana Singapura-Surabaya-Bali pada Desember 2017 sebelumnya memiliki rute lain dengan lebih banyak tempat singgah, yakni Singapura-Port Klang-Penang-Phuket-Singapura.

Rasanya baru sebentar masuk kamar ketika gedung terminal dari pintu kaca kamar terlihat makin menjauh dan kapalpun meninggalkan pelabuhan. Sambil menunggu waktu sholat magrib, tangan saya sudah sibuk dengan HP berkomunikasi dengan teman-teman mengisi acara malam nanti.  Siiplah…

Menggebrak Geopark Melalui Obligasi

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Geopark Ciletuh Jawa Barat (Jabar) terus berbenah menjadi destinasi wisata alam dan budaya unggulan, yang diharakan mendongkrak kunjungan wisatawan. Setelah resmi menjadi Geopark Nasional sejak Desember 2015, malah diperluas menjadi Geopark Ciletuh-Pelabuhan Ratu dengan luas area 126.000 hektar mencangkup 8 kecamatan dan 74 desa, tempat wisata dan konservasi ini akhirnya mendapat pengakuan UNESCO sebagai geopark dunia kategori sedang.

Sayang perjalanannya belum menggembirakan. Anggaran pemerintah pusat sangat terbatas, apalagi tidak termasuk sepuluh destinasi wisata unggulan sehingga untuk sementara dikesampingkan meski obyek wisata itu luar biasa. Karena itu untuk membiayai pemmbenahan infrastruktur hingga promosi wisata, Pemerintah Provinsi Jabar rencana menerbitkan obligasi daerah atau municipal bond

“Hasil dana penerbitan obligasi ini, salah satunya mengembangkan Unesco Global Geopark (UGG) Ciletuh agar lebih mendunia lagi, sehingga kunjungan wisatawan meningkat serta mampu mensejahterahkan masyarakat di sekitar Geopark Ciletuh,” papar Gubernur Jawa Barat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Dilanjutkan, banyak pengembangan di kawasan seluas 148 ribu hektar mulai sektor pariwisata dan fasilitas pendukungnya seperti jalan. Dengan pengembangan pariwisata diharapkan dapat meningkatkan tingkat kebahagiaan masyarakat.

“Yang dikembangkan di situ pariwisata yang jelas. Kemudian ada kepentingan pembuatan jalan, infrastruktur. Di situ ada kepentingan membuat kawasan-kawasan pariwisata. Pariwisata atau tempat eksotika begitu nilai peluangnya sangat tinggi, karena di situ akan meningkatkan indeks tingkat kebahagiaan orang,” tutur dia.

Pembangunan yang akan dilakukan mulai dari bandara, hotel dan fasilitas lain untuk mengembangkan wisata di kawasan Geopark Ciletuh. “Bisa bandara, bisa hotel, wah macam-macam. Seluas 148 ribu hektar, kaget kan?,” ujar dia.

Untuk jumlah dan kapan rilis obligasi ini, Aher belum mau membeberkan infonya secara detil.”Ya nanti dihitung dulu dong, kenapa, sabar sedikit, orang biar penasarannya berkali-kali dong. Bunyinya bertahap, ada prosesnya,” kata dia.

Penerbitan obligasi 2017 Jabar, pernah gagal terlaksana disebabkan peraturan penerbitan yang rumit dan banyak tahap yang musti dipenuhi. “Dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru akan mempermudah terbitnya obligasi ke depan. “Dengan kemudahan-kemudahan yang sekarang direvisi OJK saat ini, Insha Allah tahun depan Jabar akan maju lagi menerbitkan obligasi,” harapnya.

Dedi Suhendra, pengelola Geopark Ciletuh-Pelabuhan Ratu pernah mengatakan, kunjungan wisata semakin meningkat sejak Geoprak mendapat pengakuan dari UNESCO. Data kasar diperoleh informasi, sekitar 160-200 ribu wisawatan telah berkunjung pada tahun 2017.

“Liburan lebaran tahun lalu yang hanya 4 hari saja, kunjungan wisawatan di Ciwaru, Tamanjaya, dan Ujung Genteng mencapai 54 ribu wisatawan. Liburan tahun baru, data kasar sekitar 20-30 ribu yang berkunjung ke Ciemas. Kalau digabung dari mulai Cisolok, Cikakak, Piratu, Simpenan, Ciemas, dan Ujung Genteng, saya rasa sudah melampaui target. Kalau Kementerian Pariwisata pasang target 120 ribu pengunjung di 2016, jawabannya sudah terpenuhi bahkan lebih,” ungkap Dedi.

Keberhasilan Geopark Ciletuh dalam menarik kunjungan wisata bukan perkara instan. Terdapat peran serta masyarakat, komunitas, pemerintah yang terus bersinergi. Yang terpenting bagi Dedi, perkembangan pariwisata Geopar Ciletuh harus terus berdampingan dan sejalan dengan semangat geopark sebagai area konservasi alam dan budaya.

“Tiap tahun kami akan gelar festival untuk tarik kunjungan wisata. Edukasi juga jadi prioritas utama. Masyarakat umum yang datang ke kawasan harus mendapat ilmu, ilmu tentang apa itu geopark, apa itu batuan. Jadi masyarakat tak hanya sekadar berkunjung, ada wawasan yang bertambah setelah berkunjung,” kata Dedi menambahkan.

Geopark Ciletuh-Pelabuhan Ratu sendiri memiliki beberapa kawasan khusus konservasi, antara lain seperi hutan bakau di Mandrajaya, durian gandaria di Cikakak, ada area banteng hasil kawin silang di Cikepuh, konservasi air sungai, konservasi terumbu karang di Cikadal, konserasi penyu di Pangumbahan. “Kami juga terus mengedukasi penambang yang bikin air sungai keruh, untuk jadi petani dan berkebun lagi,” kata Dedi. (NDHYK)

Ed Sheeran Musisi Terlaris 2017

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Penyanyi papan atas Taylor Swift, Adele dan Beyonce mulai tergeser posisinya. Kini waktunya Penyanyi dan penulis lagu asal Inggris, Ed Sheeran yang meraja sebagai musisi paling laris sepanjang 2017. Daftar itu baru dirilis Senin (26/2/2018).

Menurut hitungan International Federation of the Phonographic Industry (IFPI), bercokolnya Sheeran di posisi puncak musisi terlaris berkat album Didive. Album yang rilis Maret 2017 itu meraih multi-Platinum di 36 negara. Belum lagi lagu Shape of You dan Perfect.

Shape of You, mengutip Reuters, Selasa (27/02/2018) merupakan lagu paling laris secara global sepanjang 2017. IFPI menghitung lagu itu juga meraih multi-Platinum, meski hanya di 32 negara.

Perfect juga menyumbang banyak untuk Sheeran. Lagu itu hingga kini masih diputar di radio-radio di berbagai negara. Musisi jalanan di Eropa, Amerika sampai Asia pun menyanyikannya. Data IFPI mencatat, baru kali ini ada musisi yang punya album sekaligus lagu terlaris.

Ini bukan pertama kalinya nama Sheeran masuk daftar IFPI. Sang pelantun Photograph itu pernah menduduki peringkat kedua musisi terlaris pada 2015, di antara Adele yang menduduki peringkat pertama dan Taylor Swift di peringkat ketiga. Melengkapi lima besar musisi terlaris tahun itu, ada Justin Bieber dan One Direction, sebelum band itu bubar.

Tahun ini, di posisi kedua ada Drake dengan albumnya More Life. Sementara di posisi ketiga, lagi-lagi ada Taylor Swift yang merilis Reputation pada November 2017. Sheeran merupakan musisi asal Inggris yang menemukan kesuksesannya pada 2009 dan tahun 2010. Selama dua tahun berturut-turut ia merilis musiknya sendiri hanya secara online.

Penyanyi dengan rambut berwarna seperti jahe itu kemudian membetot perhatian Warner Music, yang hingga kini menjadi label rekamannya. Sejak 2011, ia meluncurkan album dengan simbol Matematika yang kemudian menjadi ciri khasnya. Ada Plus, Multiply dan terbaru Divide.

“Ed adalah penulis lagu, vokalis sekaligus penampil yang luar biasa, yang punya kemampuan untuk mengisahkan cerita dan membuat orang merasa [terkait]. Itulah yang membuatnya tersorot di tengah keramaian,” ujar Max Lousada, perwakilan dari Warner Music Group.

Sementara album terlaris kedua diraih Rapper asal Kanada Drake dengan album More Life, sementara album ‘Reputation’ Taylor Swift berada di urutan ketiga, meski baru dirilis pada bulan November 2017.

Ini seakan menjadi tahun yang indah bagi Sheeran. Selain lagunya diputar di mana-mana dan dinobatkan sebagai musisi terlaris, ia juga baru mengumumkan pertunangannya dengan Cherry Seaborn. Ia merupakan kawannya sejak usia 11 tahun dan yang menjadi inspirasi Perfect. (NDHYQ)

Sahid Group Take Over Hotel T-More di Kupang

this formate

KUPANG, bisniswisata.co.id: Manajemen Sahid Group Hotel and Resort memperluas bisnis perhotelan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur dengan take over atau mengambilalih managemen Hotel T-More menjadi Sahid T-More Kupang.

“Mulai 1 April 2018 Hotel T-More akan dikelola manajemen Sahid Group Hotel and Resorts dengan nama baru Sahid T-More Kupang,” kata Vivi Herlambang, Director Business Development & Sales Marketing Sahid Hotel & Resort di Kupang.

Penandatangan kesepakatan kerja sama pengelolaan telah dilakukan di Jakarta pada 6 Februari 2018 lalu antara PT Sahid Internastional Hotels Management and Consultant dengan PT Nusa Wisata Indah selaku pemilik Hotel T-More.

Menurut Vivi, kehadiran manajemen baru grup Sahid di ibu kota provinsi itu sebagai upaya perluasan bisnis perhotelan, selain juga untuk mendukung pariwisata yang sedang berkembang pesat di provinsi berbasiskan kepulauan itu.

Ia menyebut, manajemen grup Sahid sebelumnya sudah hadir di NTT melalui pengelolaan ‘Capa Resort’ di Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores. “Sehingga untuk saat ini di NTT sendiri kami ada dua manajemen Sahid hotel and resorts ditambah Sahid T-More Kupang ini,” katanya seperti diunduh laman Bisnis.com, Selasa (27/02/2018).

Menurutnya, pengambilalihan pengelolaan Hotel T-More itu akan membuat performa layanan hotel berbintang tiga yang terletak sekitar dua kilometer dari Bandara El Tari Kupang itu menjadi lebih baik.

Managemen akan menerapkan standarisasi performa hotel layaknya cabang-cabang hotel grup Sahid lainnya yang saat ini tercatat sedikitnya 23 hotel menyebar di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

“Jadi produknya tentu akan kami perbaiki, dari logistik, fasilitas, hingga pelayanan karyawan semuanya akan kami standarkan sesuai dengan hotel-hotel lainnya yang kami kelolah di seluruh Indonesia,” katanya Vivi menambahkan, dari sisi pelayanan hotel juga dipastikan lebih berkualitas, puluhan karyawan yang sebelumnya mengabdi tetap dipertahankan dan akan diberikan berbagai pelatihan yang didukung dengan sekolah pariwisata milik grup Sahid.

“Salah satu aspek utama yang dijual dalam bisnis perhotelan terkait kualitas pelayanan yang prima, untuk itu perbaikan SDM juga menjadi konsentrasi kami, karyawan yang ada selanjutnya diberikan berbagai training,” katanya seperti dilansir Antara.

Direktur Utama PT Nusa Indah Wisata Juvenile Jodjana selaku pemilik Hotel T-More mengemukakan alasannnya memilih ‘Sahid Hotel and Resorts’ karena sudah memilik brand dan profesional mengelola perhotelan selama puluhan tahun. “Pangsa pasar seperti pemerintah, korporasi, agen perjalanan dan airline tentu lebih memilih brand hotel yang sudah terkenal dibanding brand lokal,” ucapnya. (NDHYQ)

Wisata Bahari Gorontalo Luar Biasa, Sayang Promosi Kurang

this formate

GORONTALO, bisniswisataco.id: DPRD Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo memdesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) lebih mengoptimalkan promosi wisata bahari yang dirasakan sangat kurang. Pasalnya, wisata bahari Gorontalo semakin diminati investor yang tertarik mengembangkannya maupun wisatawan nusantara serta mancanegara yang ingin berkunjung menikmati wisata bahari.

“Jika minim anggaran untuk promosi pariwisata khususnya objek-objek wisata bahari, silakan mengajukan anggaran. DPRD khususnya Badan Anggaran pasti akan menyetujuinya, karena wisata bahari Gorontalo potensinya sangat luar biasa untuk dikembangkan lebih bagus lagi,” ujar Ketua DPRD, Nurjanah Yusuf di Gorontalo, Selasa (27/2/2018).

Kawasan wisata bahari di daerah itu, kata politisi Partai Golkar ini, tidak hanya terlihat pada deretan 54 pulau cantik yang dimiliki, namun 78 desa berada di kawasan pesisir, maka optimalisasi publikasi wisata bahari sangat diharapkan dilakukan.

“Gorontalo Utara memiliki peluang sangat besar melalui potensi wisata bahari yang dimiliki, apalagi beberapa pulau di antaranya Pulau Saronde telah dikenal dunia,” ujarnya seperti dilansir laman Antara.

Makanya, tidak hanya penguatan infrastruktur namun promosi dan publikasi terhadap keberadaan objek-objek wisata bahari di daerah ini perlu ditingkatkan. Gorontalo Utara kata Nurjanah, sangat strategis menjadi lokasi kunjungan pariwisata, sebab aksesnya dari Bandara Djalaluddin Gorontalo di Isimu, sangat dekat.

Serta berada di jalur lintas Sulawesi, sehingga memudahkan pengunjung atau wisatawan untuk berwisata ke daerah ini. “DPRD berharap, pemerintah daerah lebih berinovasi lagi khususnya mempromosikan wisata bahari serta objek-objek wisata lainnya yang ada di darat, seperti keberadaan situs Benteng Oranye yang ada di Kecamatan Tomilito,” ujarnya.

Wakil Bupati Gorontalo mengakui deretan pulau yang dimiliki serta pantai pasir putih di wilayah pesisir, menjadi modal utama yang bisa diciptakan sebagai destinasi wisata bahari baru di Gorontalo.

Seperti keberadaan Pulau Saronde, Raja dan Huha yang sangat diminati wisatawan nusantara, bahkan setiap bulan puluhan wisatawan mancanegara datang di Pulau Raja dan beberapa pulau lainnya, untuk menikmati keindahannya selama 5-7 hari.

Saat ini, selain terus menjalin komunikasi dengan investor yang serius membenamkan modalnya mengembangkan potensi pariwisata bahari di daerah ini, pemerintah daerah pun akan terus meningkatkan infrastruktur. “Paling utama adalah, akses transportasi laut memadai, didukung keberadaan dermaga yang akan mudah dan nyaman dijangkau wisatawan,” paparnya.

Pemkab juga mendorong pengelolaan sektor jasa transportasi laut yang belum optimal. Terbukti saat ini wisatawan yang ingin menikmati wisata bahari khususnya berkunjung ke pulau-pulau, lebih banyak mengandalkan perahu mesin tempel bahkan kebanyakan memanfaatkan perahu nelayan, tambahnya.

Karenanya sektor jasa diupayakan lebih meningkat lagi. “Pemerintah daerah berharap, ada investor yang tertarik dan serius mengelolanya sebagai fasilitas utama yang akan mendorong peningkatan minat kunjungan pariwisata di daerah ini,” tandasnya

Diakuinya, dalam 2-3 tahun terakhir ini, minat kunjungan pariwisata ke Gorontalo cukup meningkat karena keberadaan beberapa objek wisata bahari diantaranya Pulau Saronde dan beberapa pulau yang dimiliki di kabupaten ini. Upaya-upaya meningkatkan fasilitas, sarana dan prasarana akan terus dilakukan pemerintah daerah agar target 12 ribu kunjungan wisatawan nusantara di tahun 2018 hingga 2019 bisa terwujud.

Ada beberpa wisata bahari Gorontalo yang ditawarkan wisatawan nusantara maupun mancanegara antara lain:

#. Wisata Hiu Paus

Wisata menyaksikan hiu pasu terletak di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Gorontalo. Wisata ini terbilang cukup ekstrem karena pengunjung diperbolehkan berinteraksi dengan mamalia air yang sangat besar ini. Pernah sempat ditutup untuk memberikan aturan dan penyuluhan kepada pengelola kawasan ini agar tetap terjaga kebersihan serta keamanan pengunjungnya. Namun kini sudah dibuka lagi agar wisatawan dapat melihat dari dekat hiu paus tutul yang terdapat di laut ini. Sebelum diberlakukan aturan pemerintah, wisata ini memperbolehkan pengunjung untuk menyelam dan menyentuh langsung hiu paus serta berfoto. Karena alasan untuk keselamatan hiu paus dan pengunjungnya, pengunjung hanya diperbolehkan untuk melihat hewan ini dari perahu pengunjung yang disediakan pengelola saja.

#. Pulau Diyonumo

Lokasinya i Desa Deme 2 Kecamatan Sumalata, Gorontalo Timur. Pulau ini Amat indah serta masih sepi pengunjung. Selain itu bebas sampah serta penat lantaran belum terjamah oleh tidak sedikit orang. Bukit-bukit indah di pulau ini adalah satu dari sekian banyaknya daya tarik dari wisata bahari. Pulau ini masih alami, belum ada fasilitas pendukung.

#. Pulau Cinta
Pulau Cinta bukan hanya menyuguhkan wisata pantai, namun juga dapat menyewa penginapan yang romantis. Pulau ini sangat cocok di jadikan sebagai tempat honeymoon. Karena menyajikan pemandangan laut lepas dengan sejuta pesona keindahan unik dan menarik serta laut yang tenang. Pemandangan sebuah pulau kecil berbentuk hati dengan hamparan pasir putih bersih di tengah laut lepas yng dikelilingi penginapan berbentuk resort terbuat dari kayu menjadikan daya tarik tersendiri bagi setiap wisatawan berkunjung ke Pulau Cinta.

#. Pantai Kurenai

Pantai kurenai lokasinya tidak jauh dari pusat kota Gorontalo. Tempat ini menjadi favorit tujuan wisata karena berada tidak jauh dari pusat kota dan mempunyai pemandangan yang indah. Juga ada lebih dari 20 dive spot bagi pecinta diving. Sekitar 80 % lokasi diving bisa dicapai dengan kendaraan serta tidak jauh dari tepi pantai (shore dive). Eksplorasi lokasi diving di Gorontalo dimulai sekitar tahun 2000. Lokasi diving bisa disebut kelas dunia karena memiliki temperatur perairan relatif hangat serta arusnya tak terlalu kuat. Bahkan tipikal karang terbentuk cukup bervariasi, mulai terumbu karang yang slope, jurang (drop off) dan lainnya.

#. Pantai Dunu
Gorontalo juga menyimpan pantai indah dan menarik. Pantai Dunu yang berlokasi di Kec Monano Kab. Gorontalo Utara, misalnya. Ciri khas pantai ini mempunyai garis pantai yang panjang dengan pasir pantai warna putih dikelilingi bukit di sekitaran pantai. Bahkan Pantai berombak ramah ini dimanfaatkan wisatawan untuk berenang, main pasir, bercengkrama, foto-foto, atau sekedar duduk menunggu sunset tiba. Di Pantai Dunu ini belum ada fasilitas apapun. Akses menuju Pantai Dunu gampang. Pantai ini gak jauh dari Kota Gorontalo, cuma berjarak sekitar 1,5-2 jam perjalanan.

#. Taman Wisata Laut Olele

Taman wisata laut Olele di desa olele kecamatan Kabila Bone yang menyuguhkan wisata air laut juga pantai. Keindahan bawah laut dengan ciri khas biota lautnya menjadikan lokasi ini memberikan kesan spesial bagi wisatawan bersnokerling. Bahkan sebuah spot indah bagi orang-orang pecinta kegiatan menyelam serta aktivitas bawah laut. Bagi wisatawan belum menguasai teknik menyelam, tak usah cemas karena tetap mampu melakukan snokerling di areal yang dangkal. Juga keindahan termbu karang beraneka warna menghiasi taman laut ini. Bahkan di Taman Laut Olele ada Goa Jin, Coral Pole serta Salvador Dali. Goa Jin mempunyai gerbang masuk vertical tegak ke bawah dengan berkedalaman sampai-sampai 22 meter serta menympan keindahan yang sulit terlukiskan.

#. Pulau Saronde

Pulau Saronde adalah sebuah pulau kecil yng terdapat atau terletak 65 kilometer dari pusat Kota Gorontalo tepatnya di Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalu Utara. Pulau seluas mencapai 1 Kilometer ini, dikelilingi keindahan alam yang mengagumkan yaitu pasir putih, batu karang serta hamparan air laut biru indah yng tenang. Pulau ini dikenal menjadi lokasi yang tenang serta indah, beragam fasilitas pun telah tidak sedikit tersedia. Pulau ini selain menyuguhkan pemandangan pantai juga terdapat penginapan yang menarik dan cocok sebagai tempat untuk honeymoon. Bahkan di Pulau ini, bisa untuk snorkeling serta diving. Keindahan taman bawah laut menyimpan beragam terumbu karang yang bagus.

#. Wisata Pantai lainnya ada Pantai Mananggu dengan karakteristik pantai cukup menarik dan batu karang di pantai. Ada antai Tenilo dengan kondisi air pantai yang dangkal dan luas. Ada Pantai Bolihutuo yang memiliki keindahan menyerupai hamparai mutiara di pesisir Teluk Tomini. Hamparan pasir putihnya dipadu yang dengannya gulungan ombak yng berkejaran terlihat memutih menghiasi lautnya biru akan memanjakan mata untuk menikmati keindahan pantai ini. Di tempat pinggir pantai terdapat pohon-pohon pinus yng menjulang tinggi serta rindang, makin menambah sejuknya suasana. (NDHYK)

Lesssalt Luncurkan Kampanye Sehat Zaman Now, Hero

this formate

Suasana training kontestan di Studio SIKU Dharmawangsa, Jakarta.

JAKARTA, bisniswisata. co.id: Anda suka berwisata ? gaya hidup sehat menjadi keharusan apalagi bagi mereka yang menjadi traveler tipe discover, suka menjelajah tempat-tempat baru yang belum banyak diketahui orang atau bukan tempat tujuan wisata umum.

Nah untuk memuaskan hobby jalan-jalan dan mencapai hidup sehat serta bahagia tentunya harus menjaga stamina tubuh dengan asupan makanan yang sehat. Adalah Lesssalt, sebuah start up company di bidang kesehatan yang menyediakan catering sehat berbahan baku organik.

“Kami peduli pada masyarakat untuk memiliki gaya hidup sehat. Oleh karena itu kini tengah mengadakan kampanye Sehat Zaman Now, Hero dengan menantang 4 peserta dari beragam profesi untuk menjalani pola hidup sehat dan bonusnya turun berat badan,” kata  dr Reffy Nugraha Halim, founder dan CEO Lesssalt.

Ditemui di studio SIKU Dharmawangsa saat mendampingi para kontestan melakukan olahraga dibawah instruktur Tim Tom serta Justin Sabrinsky yang membuat vlog untuk program kampanye ini, Reffy menjelaskan selama dua bulan peserta akan diatur pola makan, gaya hidup dan olahraganya.

“Setiap hari para peserta akan mendapatkan catering makanan sehat Lesssalt  juga dalam seminggu melakukan tiga kali olahraga bersama personal trainer. Di rumah mereka juga harus  berolahraga selana 30 menit setiap hari,” jelasnya.

Reffy menambahkan bahwa para kontestan baru melewati babak minggu pertama. Selama program berlangsung peserta dinilai dari effort dan komitmennya untuk menjalani kegiatan termasuk penurunan berat badan yang signifikan.

Dokter umum yang memilih jadi entrepreneur ini menambahkan setelah bulan pertama akan ada dua peserta yang di eliminasi sehingga pada bulan kedua tinggal dua peserta.

Ke empat peserta yang terpilih mengikuti tantangan ini masing-masing adalah Adrio Triyanto, seorang fashion designer dengan berat badan 125 kg, Imelda Kawu, seniman dengan berat badan 62 kg, Lisa Lim, seorang make up artist berbobot 101 kg serta Thomas Kurniawan, Grafic Design dengan bobot badan 88 kg.

Reffy mengatakan kampanye Sehat Zaman Now, Hero ini menggandeng mitra-mitra perusahaan yang peduli kesehatan seperti Sayur Box yang menyediakan sayur/buah organik,  Romancamp personal training dan studio SIKU Dharmawangsa.

“Kita bisa buktikan nanti terutama pada peserta bahwa kalau mengasup makanan sehat, olahraga teratur dan waktu tidur yang cukup maka gaya hidup kita juga akan berubah ke pola pikir atau cara pandang yang positif, selalu berorientasi pada makanan sehat,” kata Reffy.

dr Reffy peduli kesehatan generasi muda dengan luncurkan kampanye sehat.

Berbeda dengan kontes-kontes penurunan berat badan seperti serial TV asal Amerika, The Biggest Loser  yang melakukan karantina dan mengubah hidup kontestan secara drastis dalam sebuah kompetisi yang menantang  sekaligus berburu hadiah jutaan dollar AS, maka Reffy lebih mengajak peserta untuk menyadari hidup sehat.

“Papa saya seorang dokter, kakek juga dokter  dan  mama  concern masalah kesehatan serta pintar masak makanan sehat . Di Medan, tempat kami tinggal,  orangtua  kerap mengedukasi masyarakat lewat seminar dan workshop,” ungkapnya.

Dia ingat setiap pagi semasa sekolah sudah wajib minum juice segar. Mamanya juga menyajikan beras merah dan makanan sehat lainnya sehingga banyak keluarga dan kerabat yang suka makanan buatan mamanya.

“Saya justru saat itu masih suka makanan resto yang enak-enak seperti steak, burger dan makanan berlemak lainnya.  Kalau ditawari makanan sehat sudah terbayang duluan rasanya tidak enak,”

Penolakan anak nampaknya justru membuat mamanya mampu mengolah masakan sehat menjadi makanan yang enak di lidah. Setelah  mama dengan sabar meyakinkannya untuk mengkonsumsi makanan sehat akhirnya barulah dia benar-benar mau mencoba.

Reffy mengikuti jejak papanya untuk kuliah di kedokteran di Universitas Methodist Indonesia di Medan  dan sejak itu lebih suka masakan ibunya ketimbang jajan di luar rumah. Banyaknya kerabat yang memesan makanan pada mama  membuat naluri bisnisnya terasah.

“Sebelum lulus sebagai dokter umum, tahun 2014 akhirnya saya, mama Dra.Mimi tjiuwi dan dua orang teman yaitu Lilysan Wijaya serta Indra Halim mendirikan Lesssalt catering sehat di Medan,” jelasnya.

Mengawali bisnis yang masih langka di Indonesia, pihaknya berkomitmen bahwa semua masakan maupun buah yang diberikan pada klien adalah organik dan diolah menggunakan perabotan berbahan titanium bukan panci-panci dan alat dapur biasa untuk menjaga vitamin dalam sayuran dan lainnya.

Setelah buka di Medan, pada awal tahun 2015 ada permintaan franchaise di Singapura. Perkembangan yang pesat dan gaya hidup masyarakat yang meningkat untuk pola hidup sehat membuat November 2016 dibukalah cabang Jakarta menyusul Bandung. Akhir tahun lalu, Desember 2017 dibuka pula Lesssalt Surabaya sehingga kini total sudah beroperasi di lima kota.

“Saya ingin buka lagi di luar negri lagi selain Singapura tapi tidak terlalu mendesak karena yang penting dalam menjalankan bisnis ini kita ingin menularkan gaya hidup sehat,”

Berdasarkan pengalamannya sendiri, kalau konsisten memakan bahan sayuran dan buah organik yang jauh lebih menyehatkan bagi tubuh maka ketika makan sayuran biasa langsung bisa merasakan perbedaannya, ungkap Reffy.

Pola makan akan mempengaruhi gaya hidup ( lifestyle) seseorang karena itu Reffy yang prihatin dengan cara hidup dari anak muda sekarang yang sudah terserang penyakit jantung, strooke dan penyakit mematikan lainnya kini giat mengajak generasi muda untuk peduli kesehatan.

Program Sehat Jaman Now, Hero, lahir karena keprihatinannya melihat anak muda sekarang banyak kerja dengan pikiran stres, kurang istirahat dan makan dengan prinsip enak, kenyang dan murah.

“Kalau makannya tidak memperhatikan gizi dan asal murah maka mudah terserang penyakit. Masih muda tapi rentan penyakit jantung dan lainnya. Oleh karena itu sejak hadir melayani catering sehat dan menyediakan cemilan ( snack) sehat kami sudah kampanye : Aku Mau Sehat di Instagram misalnya.

Berbisnis sambil mengedukasi masyarakat lewat kampanye di media sosial dan program kompetisi untuk hidup sehat menjadi komitmen Lesssalt untuk berkontribusi dalam pengembangan SDM Indonesia.

“ Seperti yang sudah saya ungkapkan, pola hidup sehat sekaligus mengubah cara pandang kita menghadapi berbagai masalah hidup menjadi positif,” katanya mengakhiri obrolan. Reffy kembali bergabung dengan para kontestan untuk mengikuti instruksi dari Tim Tom.

 

 

Hotel Rhadana Kuta Sabet Rekomendasi Hotel Terbaik

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Hotel Rhadana Kuta Bali kembali mendapatkan penghargaan Rekomendasi Hotel Terbaik, dalam fasilitas dan pelayanan terbaik. Penghargaan diberikan pada acara Anugerah Hotel Terbaik 2018 oleh program Indonesia Achievement Center bekerjasama Tre Uno Management.

Penghargaan ini diberikan kepada para pelaku business hospitality yang telah memberikan pelayanan terbaik, serta berprestasi dalam meningkatkan kinerja berkontribusi bagi pengembangan bisnis dan perekonomian nasional.

“Penghargaan ini kami terima pada Jumat (23/2/2018) di Kuta, Bali. Apa yang selama ini kami kerjakan untuk selalu meningkatkan kualitas fasilitas dan pelayanan kami dengan bersih, tulus, loyal, ikhlas, dan tuntas ternyata mendapat apresiasi,” lontar COO Gorup Rhadana Hotel & Resort Budiman Tanto Widjaja dalam keterangan tertulis, Selasa (27/02/2018).

Budiman melanjutkan dengan penghargaan ini, Hotel Rhadana Kuta dapat terus mempertahankan kualitas fasilitas juga pelayanan yang diberikan kepada tamu-tamu hotel. “Pelayanan adalah kunci utama yang dipegang teguh Hotel Rhadana Kuta selama ini,” lontarnya sambil menambahkan Hotel Rhadana Kuta merupakan Themed boutique hotel dan 1st modern muslim friendly hotel di Kuta.

CEO Rhadana Hotels & Resort Rainier H Daulay menambahkan prestasi ini berkat kerja cerdas dari Rhadana Troops yang selalu bekerja dengan besih, iklhas, tulus dan loyal dengan visi satu impinan, satu tim, satu misi, satu komitmen dan satu tujuan. “Semoga kami selalu dapat mempertahankan dan meningkatkan kinerja yang membuat tamu senantian merasa aman dan nyaman di Rhadana,” paparnya.

Rhadana juga menerima Penghargaan Agoda Gold Circle 2017 dari situs pemesanan hotel Agona. Penghargaan ini diberikan setiap tahun kepada mitra hotel terkemuka, yaitu hotel-hotel yang berkomitmen menyediakan produk secara berkualitas.

Hotel The Rhadana Kuta yang berlokasi di Bali, juga untuk kedua kalinya ditetapkan sebagai Best Halal Boutique Hotels 2017 di Asia oleh Asia Halal Brand Awards atau AHBA. (redaksibisniswisata@gmail.com)