Indragiri Hulu-Batam, Rute Anyar Wings Air

this formate

RENGAT RIAU, bisniswisata.co.id: Maskapai penerbangan Wings Air membuka rute penerbangan anyar dari Bandara Jatayu, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau ke Hang Nadim Batam dalam mengakomodasi keinginan masyarakat yang bepergian serta memudahkan investor datang ke daerah itu.

“Kami akan terbangi rute tersebut satu kali per hari dengan pesawat berkapasitas 72 kursi. Penerbangan perdana dilakukan pada Minggu (4/3/2028) dan pesawat yang digunakan merupakan pesanan Wings Air yang datang dari Perancis pada 19 Februari 2018,” ujar Direktur Operasi Wings Capt Redi Irawan di Rengat Riau.

Dengan pembukaan rute baru ini, sambung dia, masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu, Riau bakal lebih mudah untuk bepergian ke luar kota. Manajemen Wings Air dengan Pemerintah Indragiri Hulu menyepakati dibukanya pelayanan jasa penerbangan baru dari Bandara Japura Lirik, setelah melakukan evaluasi bersama untuk sementara waktu dibuka rute penerbangan hanya dengan satu kota tersebut.

Manajemen Wings Air berterima kasih atas dukungan semua pihak pengoperasian bandara Japura untuk pesawat mini dan sangat diharapkan kesempatan itu bisa dimanfaatkan sebaik- baiknya oleh warga dan pembisnis karena selain membantu mempermudah keluar kota juga efisien waktu. “Kami melayani rute penerbangan baru dari Japura ke Batam dan sebaliknya Batam ke Japura pada jam 15,00 WIB,” terangnya.

Kepala Bandar Udara Japura Muhammad Kurniawan mengatakan, pada kesempatan uji coba dipersilahkan kepada masyarakat menyampaikan aspirasi secara langsung dengan petinggi menajemen Wings Air agar mendapat respons cepat untuk kepentingan ke depannya. “Pihak bandara hanya menyediakan sarana serta memfasilitasi pelayanan,” ujarnya seperti dilansir laman Antara, Senin (05/03/2018).

Anggota DPRD Indragiri Hulu Marlius mengatakan, sangat mengapresiasi atas dibukanya rute penerbangan Inhu-Batam dan sebaliknya dan berharap agar masyarakat bisa memberikan dukungan atas pengoperasian pesawat tersebut. (NDHYK)

Tips Agar Bisa Tidur Nyenyak di Pesawat

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bisa tidur nyenyak di pesawat bukanlah hal gampang bagi sebagian orang. Namun ada tips agar bisa tidur nyenyak ketika pesawat mengudara.

Bryan Kelly, atau yang lebih dikenal sebagai The Points Guy, adalah seorang blogger asal New York, yang mengundurkan diri dari pekerjaan mapannya di Wall Street dan memilih menjadi penulis terkait program poin berbagai maskapai.

Setiap tahunnya dia terbang paling tidak 300.000 mil atau sekitar 480.000 kilometer. Kebanyakan adalah penerbangan jarak jauh. Dan tentu tidur di ketinggian 10km di udara bukanlah hal baru baginya. “Saya gampang tidur nyenyak di pesawat. Lebih nyenyak lagi kalau terbang jarak jauh dengan kelas bisnis, ke Asia atau Australia: saya bisa tidur cukup, delapan atau sembilan jam,” kata Kelly seperti diunduh laman BBC.com

Dia memang selalu memilih kelas bisnis kalau terbang antar negara. Orang-orang memilih terbang di kelas bisnis untuk mendapatkan privasi, lanjutnya. “Anda seakan punya kamar sendiri, tidak beramai-ramai, hiruk pikuk di kelas ekonomi.” sambungnya

Namun, tentu mayoritas kita akan terbang di kelas ekonomi. Lalu bagaimana caranya agar bisa tidur pulas, atau setidaknya tertidur di pesawat?

#. Ruang privasi

Perbedaan paling mendasar antara kelas ekonomi dan bisnis adalah terkait dengan luas ruang yang kita peroleh. Tidak hanya terkait ruang kaki saja, kata Jamie Zeitzer, profesor di bidang kesehatan jiwa dan perilaku dari Universitas Stanford. “Tidak sekedar soal kursi yang bisa dibentang seperti kasus (di kelas bisnis) – yang tentu akan membantu kita lebih cepat tidur – tapi juga terkait fakta bahwa tidak akan ada yang mengganggu Anda. Di kelas bisnis, tidak langsung ada orang tepat di samping Anda. Kondisi ini membuat tubuh dan pikiran kita bisa rileks, sehingga lebih gampang tidur,” kata Zeitzer.

#. Mengapa jauh lebih sulit tidur di udara dibandingkan di darat?

Mayoritas pelancong akan terbang di kelas ekonomi dengan privasi dan ruang pribadi yang sangat kurang; udara kering karena AC; serta getaran dan ribut suara mesin pesawat yang tidak henti-henti. Lebih tegas lagi, Zeitzer mengungkapkan bahwa tidur sangat berkaitan dengan stres dan kenyamanan. “Secara sosial, di pesawat kita akan stres karena tidak punya ruang pribadi. Secara fisik, juga, sempit,” tuturnya. Sementara, kenyamanan rasanya akan sulit untuk diraih, apalagi bagi mereka yang memang takut terbang.

#. Meminimalisasi Gangguan

Coba untuk tidak memikirkan berbagai gangguan dan ketidaknyamanan itu. “Kalau kita khawatir tidak akan bisa tidur, kita tidak akan bisa tidur. Nah, jika Anda punya ide yang bisa membuat Anda tidak khawatir lagi kalau Anda tak akan bisa tidur, Anda akan lebih gampang terlelap.” Cara kedua adalah dengan mencoba membayangkan Anda di tempat lain, tidak di pesawat. Zeitzer menyarankan agar kita menutup mata dan membayangkan berada di ruang lain yang lebih luas. “Coba pakai penutup mata, penyumbat telinga, atau dengarkan musik, Anda akan berasa ada di dunia lain, sehingga mungkin bisa jadi lebih nyaman dan gampang terlelap.”

#. Berbagai strategi

Berbagai hal dilakukan traveler agar bisa tidur di pesawat. Ada yang membawa bantal atau headphone khusus. Ada juga yang mengonsumsi suplemen melatonin yang membuat tubuh lebih rileks. Ada juga yang meminum alkohol agar fokus terhadap lingkungan mereka berkurang. Obat tidur juga jadi pilihan. Bahkan ada yang mengombinasikan obat tidur dan alkohol, yang menurut pramugari Betty Thesky, bisa saja berbahaya. Thesky sudah 30 tahun menjadi pramugari. “Saya beberapa kali melihat orang minum alkohol dan minum obat tidur bersamaan, mereka berujung terkapar di lorong pesawat yang gelap. Ini bisa bahaya, mereka bisa terinjak.”

#. Harus Jeli

Penumpang pesawat harusnya bisa jeli melihat berbagai pilihan tempat tidur. Dia mengaku kerap kaget banyak penumpang yang tidak mencoba pindah ketika banyak kursi yang masih kosong di belakang. “Kalau saya lagi jadi penumpang, saya berkeliling melihat apakah ada kursi kosong. Kalau ada, saya akan langsung buru-buru mendudukinya, karena biasanya cepat diambil orang.”

#. Bawa Peralatan

Jika melakukan perjalanan panjang di atas udara, sebaiknya membawa selimut, bantal travel dan sejumlah wewangian khusus, “dan biasanya saya minum alkohol – tapi jangan banyak-banyak. Kemudian saya nonton film dan merencanakan ini-itu agar pikiran saya tidak terpaku soal tidur saja.”

Kelly juga menuturkan jenis pesawat juga membantunya lebih gampang tertidur. “Pesawat A380 adalah favorit saya,” ungkapnya. “Soalnya mesinnya tidak terlalu ribut. Pokoknya di pesawat yang lebih baru, biasanya juga lebih gampang untuk tidur.”

Dia menyarankan agar penumpang memilih tidur di kursi jendela, yang jauh dari mesin, orang lalu lalang dan kamar mandi, supaya tenang. Yang jelas, semuanya adalah soal kenyamanan. Ketika Anda mulai berhenti berpikir bagaimana caranya agar bisa tidur, Anda akan tertidur. (BBC)

4 Tahun Hilang, Pencarian MH370 Berakhir Juni 2018

this formate

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Pejabat Malaysia mengatakan pencarian Malaysia Airlines penerbangan 370 oleh sebuah perusahaan AS kemungkinan akan berakhir pada Juni 2018, Associated Press melaporkan, seperti dikutip dari VOA, Minggu (4/3).

Pernyataan ini muncul ketika pihak keluarga para penumpang memperingati empat tahun hilangnya pesawat itu dengan harapan baru bahwa misteri penerbangan terbesar di dunia itu akan terpecahkan.

Malaysia menandatangani perjanjian “tidak ada hasil, tidak perlu bayar” dengan perusahaan Ocean Infinity yang bermarkas di Houston, Texas, pada Januari untuk melanjutkan pencarian pesawat itu. Pencarian oleh Ocean Infinity dimulai setahun setelah penghentian pencarian resmi di Samudera Hindia bagian selatan oleh Malaysia, Australia dan China.

Ocean Infinity memulai pencarian pada 22 Januari dan punya waktu 90 hari untuk mencari pesawat itu. Kepala Penerbangan Sipil Malaysia, Azharuddin Abdul Rahman, mengatakan periode 90 hari itu akan terbagi dalam beberapa bulan karena kapal pencari harus mengisi bahan bakar di Australia dan cuaca buruk bisa mempengaruhi.

Perusahaan tersebut akan dibayar US$20 juta kalau pesawat itu ditemukan dalam kawasan 5.000 kilometer persegi, dan US$30 juta kalau ditemukan dalam kawasan 10 ribu kilometer persegi, dan US$50 juta dalam kawasan 25 ribu kilometer persegi. Bayarannya US$70 juta kalau pesawat yang hilang itu ditemukan di luar kawasan 25 ribu kilometer persegi itu.

Pesawat Malaysia Airlines penerbangan MH-370 itu hilang pada 8 Maret 2014 dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing, beserta 239 orang penumpang dan awaknya. (VOA)

Bird Strike, Wings Air Ngaret

this formate

MANADO. bisniswisata.co.id: Maskapai penerbangan Wings Air menyatakan, adanya keterlambatan penerbangan (delay) selama dua jam rute Manado-Melonguane-Miangas-Manado dikarenakan bertabrakan dengan burung (bird strike).

“Situasi ini (delay) 120 menit karena bird impact atau bird strike, tumbukan antara pesawat dengan burung saat akan mengudara dengan kecepatan tinggi,” kata Direktur Operasi Wings Air, Redi Irawan dalam keterangan resminya, Ahad (4/3/2018).

Kejadian ini menimpa pesawat Wings Air dengan nomor IW 1120 yang akan terbang dari Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado menuju Bandara Melonguane, Kepulauan Talaud (MNA) dan Bandar Udara Miangas (MKF) di Sulawesi Utara.

Selain itu keterlambatan penerbangan juga terjadi pada rute Manado-Galela, Halmahera Utara-Manado. Akibat bertabrakan dengan burung, diakui Redi menyebabkan kerusakan pada struktur pesawat, kinerja mesin terganggu, dan ancaman langsung pada keselamatan penerbangan.
“Pilot memutuskan untuk kembali ke landas parkir (apron). Demi alasan kenyamanan dan keamanan penumpang,” ujarnya.

Seluruh 67 penumpang dewasa, satu anak anak, serta satu bayi turun dari pesawat dan dialihkan sementara di ruang tunggu terminal keberangkatan.

Wings Air meminimalisir dampak yang timbul dari situasi penerbangan ini, agar operasional lain tidak terganggu. Perusahaan langsung bergerak menginvestigasi dan memperbaiki pesawat selama dua jam karena keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang, dan kru pesawat merupakan prioritas.

Maskapai di bawah Lion Air Grup ini telah berkoordinasi dan bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas penerbangan, pengelola bandar udara, dan AirNav sebagai pengatur lalu lintas udara setempat.

“Kami (Wings Air) telah menerbangkan kembali seluruh penumpang sesuai jadwal terbaru pada hari ini setelah mendapatkan izin, pesawat layak terbang dan bandara dinyatakan aman,” tegas Redi.(redaksibisniswisata@gmail.com)

Mega Proyek Bandara Bali Utara Rp 27 Triliun, Dibatalkan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Rencana pembangunan mega proyek bandara udara internasional di Bali Utara yang menelan investasi sekitar Rp 27 Triliun dibatalkan. Padahal, keberadaan bandara ini untuk memecah kepadatan Bandara Internasional Ngurah Rai, dimana jumlah arus penumpang terutama wisatawan asing grafiknya terus naik.

“Ada empat alasan mengapa pemerintah enggan melaksanakan pembangunan bandara yang diinisasi oleh PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) Panji Sakti itu,” lontar Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta.

Menko Luhut – seperti dilansir laman Kontan.co.id, Ahad (03/03/2018), empat alasan itu, Pertama: kesulitan membangun akses kereta api. “Tidak elok membuat kereta api lingkar Bali, tapi jalan memotong gunung dan tol. Kemudian ada pantai kiri kanan, sehingga terbuka satu,” ujarnya di komplek istana negara akhir pekan lalu.

Kedua: pemerintah lebih memilih lapangan terbang denpasar di perkuat. Ketiga: memperbanyak area pesawat yang sudah ada. Keempat: akan dibangun jalur kapal roro yang dibangun dari Banyuwangi ke Bali Utara. “Keempat alasan itu merupakan hasil studi dari Bank Dunia dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero),” sambungnya.

Dilanjutkan, hasil studi ini sudah disampaikan ke Presiden. “Kita kan harus berangkat dari studi tadi, sedangkan mereka tidak merekomendasikan hal itu. Pak Presiden juga bilang, kita semua kerja berdasarkan studi, bukan suka-suka,” jelas dia.

Dengan demikian, pembangunan bandara Bali Utara itu tidak perlu. “Hanya bandara yang sekarang saja diperbesar diperkuat dan seterusnya,” sambung Luhut sambil menambahkan soal rencana pembangunan roro memang dapat mengurangi masuknya kendaraan roda empat di Bali sekitar 30%-40% . Sehingga membuat traffic berkurang.

Akhir Februari lalu, PT BIBU memaparkan rencana pembangunan badara udara di Bali Utara. Dalam hal ini PT BIBU bekerjasama dengan perusahaan asal Kanada, Kenesis Capital and Investment (KCA). KCA rencananya akan memberikan bantuan modal di sektor infrastruktur. Adapun diperkirakan nilai investasi untuk proyek ini sekitar Rp 27 triliun.

Sayangnya, pembangunan bandara ini ini masih terkendala penetapan izin penetapan lokasi dari Kementerian Perhubungan. Padahal permohonan izin telah diajukan kepada dua Menteri Perhubungan yang berbeda yaitu Ignasius Jonan dan Budi Karya Sumadi tetap tidak keluar. Hal ini membuat pembangunan bandara internasional itu menjadi jalan di tempat.

Catatan saja, PT BIBU memiliki konsep pembangunan bandara mengapung (offshore) di laut lepas dengan menggandeng Airports Kinesis Consulting (AKC). Setengah dari lahan total dibangun di atas laut dengan cara memperpanjang daratan dan sisanya di daratan. (NDHYK)

Tiga Pekan, Black Panther Masih Pimpin Box Office

this formate

HOLLYWOOD, bisniswisata.co.id: Film garapan Disney dan Marvel, Black Panther kembali pimpin box office di pekan ketiganya. Film yang masuk rangkaian film Marvel Cinematic Universe (MCU) ini mendominasi layar lebar dengan peraihan pendapatan 60 juta dolar AS atau 825 miliar rupiah.

Film yang dibintangi oleh Chadwik Boseman ini menjadi film ketiga dengan raihan pendapatan tertinggi di pekan ketiganya. Film ini menyusul film Star Wars: The Force Awakens di 90 juta dolar AS atau 1,2 triliun rupiah dan Avatar di angka 68 juta dolar AS atau 935 miliar rupiah.

Sementara itu, film garapan Fox yang baru saja rilis, Red Sparow berada di tempat kedua box office. Film yang dibintangi oleh Jennifer Lawrence ini meraih pendapatan 20 juta dolar AS atau 275 miliar rupiah. Red Sparow debut pada Kamis (1/3) dengan pendapatan 1,2 juta dolar AS atau 16 miliar rupiah pada penayangan pertamanya.

Lawrence kembali berkolaborasi dengan sutradara Francis Lawrence. Film ini ditulis oleh Justin Haythe yang diangkat dari novel yang ditulis oleh Jason Matthew. Red Sparrow bercerita mengenai balerina asal Rusia yang direkrut oleh agensi mata-mata setelah cidera yang membuat kariernya terhenti. Film yang harusnya rilis pada Oktober lalu ini mendapat nilai 52 persen atau fresh dari Rotten Tomatoes.

Posisi ketiga disusul oleh film garapan MGM, Death Wish dengan pendapatan 12 juta dolar AS atau 165 miliar rupiah. Film yang dibintangi oleh Bruce Willis ini seharusnya rilis pada musim gugur lalu, yakni 22 November, namun MGM mengubahnya menjadi 2 Maret.

Seperti dilansir dari laman Variety, film Death Wish dibintangi oleh Vincent Donofrio, Kimberly Elise, Mike Epps, dan Elisabeth Shue. Sayangnya, film yang memiliki anggaran 30 juta dolar AS atau 412 miliar rupiah ini dinilai buruk oleh para pengamat film di Rotten Tomatoes hanya dengan nilai 14 persen saja. (NDHYK)

6-7 Maret 2018, Festival Bau Nyale 2018

this formate

MATARAM, Bisniswisata.co.id: Keindahan alam di berbagai destinasi wisata di Indonesia sungguh memukau, seperti pantai di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bagi para traveler, yang ingin menyaksikan budaya sekaligus keindahan wisata alam Mataram, ada Festival Bau Nyale 2018 yang diselanggarakan pada 6 hingga 7 aret 2018.

Festival Bau Nyale ini akan dilaksanakan di tiga pantai sekaligus yaitu di Pantai Kuta, Pantai Seger dan Pantai Belanak. Inilah salah satu atraksi wisata berbasis budaya unggulan di Nusa Tenggara Barat. Termasuk juga yang terbaik di tanah air. Maka jangan heran jika setiap tahunnya festival ini selalu dinanti masyarakat dan wisatawan.

Festival Bau Nyale punya nilai budaya yang tinggi. Atraksinya pun unik. Yakni dimana masyarakat dan wisatawan berburu sejenis cacing laut yang munculnya sekitar 19-20 bulan kesepuluh dan kesebelas pada awal tahun penanggalan sasak dan kegiatan ini disebut oleh masyarakat setempat disebut “Nyale”.

Cacing tersebut hanya keluar satu tahun sekali dan muncul di sepanjang pesisir selatan Pulau Lombok. Bau Nyale” juga memiliki story telling yang kuat. Yakni pesta rakyat itu digelar untuk mengenang legenda Putri Mandalika, putri raja Lombok yang konon berparas cantik jelita. Kecantikannya tersohor hingga negeri seberang, sehingga banyak yang ingin melamarnya.

Seperti Pangeran-Pangeran dari berbagai Kerajaan. Seperti Kerajaan Johor, Kerajaan Lipur, Kerajaan Pane, Kerajaan Kuripan, Kerajaan Daha, dan kerajaan Beru. Putri Mandalika pun risau. Jika ia memilih satu diantara mereka, dikhawatirkan akan terjadi perpecahan dan pertempuran. Bahkan ada beberapa kerajaan yang memasang senggeger agar Putri Mandalika jatuh hati padanya.

Singkat cerita, akhirnya Putri Mandalika membuat keputusan. Diundanglah seluruh pangeran serta rakyat mereka untuk bertemu di Pantai Kuta Lombok. Pada tanggal 20 Pantai Kuta Lombok pada tanggal 20 bulan ke 10 menurut perhitungan bulan Sasak tepatnya sebelum Subuh.

Undangan tersebut disambut oleh seluruh pangeran beserta rakyatnya sehingga tepat pada tanggal tersebut mereka berduyun-duyun menuju lokasi undangan. Sesuai janjinya, Putri Mandalika datang dengan diusung oleh prajurit-prajurit yang menjaganya. Dia kemudian berhenti dan beridiri di sebuah batu dipinggir pantai.

Setelah mengatakan niatnya untuk menerima seluruh pangeran dan rakyat akhirnya Sang Putri pun meloncat ke dalam laut. Seluruh rakyat yang mencarinya tidak menemukannya. Setelah beberapa saat akhirnya datanglah sekumpulan Cacing berwarna-warni yang menurut masyarakat dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika.

Di setiap tanggal itu pula Cacing Nyale keluar dari pantai tersebut. Hingga kini, tiap tanggal itu, Nyale datang dan ditangkap warga. Menjadi rebutan di bibir pantai. Cacing itu oleh warga sebagian ditaburkan ke sawah dan sisanya diolah menjadi lauk pauk. Seperti pepes, sambal nyale hingga masakan bersantan.

Guna lebih memeriahkan Festival Bau Nyale akan diselenggarakan juga berbagai acara lainya. Seperti Presean, Bersih Pantai, Parade Budaya, Surfing, Voli Pantai, dan Lomba Swafoto menggunakan kamera handphone. Juga menampilkan 64 kostum Putri Mandalika bersama dayang-dayangnya serta tujuh pangeran.

Selain para pemeran legenda tersebut, ada 50 peserta Mandalika Fashion Carnival. Dua wisatawan asal Inggris juga ikut tampil, juga delegasi budaya dari Kutai Kalimantan Timur dan Kabupaten Kampar, Riau. Parade ini akan berlangsung sekitar empat jam di sepanjang jalan sejauh 1,9 kilometer. Kostum yang dikenakan dalam parade budaya ini berbentuk lionfish atau binatang laut. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Kuliner Ringkas Khas Indonesia Jadi Primadona di Hongaria

this formate

HONGARIA, bisniswisata.co.id: Kuliner ringkas khas Indonesia, mie instan seduh dan gorengan menjadi daya tarik tersendiri pada pameran pariwisata, Utazas di Hongaria. Tidak hanya Indomie, Kacang Garuda, Gery Biskuit, Inaco Nata Decoco dan permen Kopiko pun menjadi primadona di Utazas 2018.

Antrean panjang pengunjung yang ingin mencoba mie instan seduh dan goreng- gorengan yang dibagi-bagikan secara gratis mengular di Pavillion Indonesia. Tidak hanya sampel produk mentah, juga tersedia mie instan yang siap dimakan.

Pengunjung pun dapat melihat cara masak dan merasakan langsung mie instan Indonesia, demikian Pelaksana Fungsi Ekonomi, KBRI Budapest, Yusdalina Lubis, kepada Antara London, Minggu (4/3/2018).

Dilanjutkan, mesti Utazas adalah pameran pariwisata, KBRI Budapest memanfaatkan secara optimal salah satu sudut mempromosikan mie dan minuman kopi serta teh Indonesia. Hasilnya, sudut promosi produk itu paling ramai dikunjungi dan lebih dari 1.000 cup mie habis setiap harinya, ujar Yusdalina.

Kepala Indonesian Trade and Promotion Center (ITPC) Budapest, Addy Perdana mengatakan produk Indonesia sangat diminati masyarakat Hongaria. “Pameran seperti ini dan melihat langsung dari masyarakat Hongaria, kami yakin dengan promosi yang tepat, produk Indonesia bisa menjadi pemain utama di pasar Eropa Tengah, “ujarnya.

Penampilan musik dan tarian tradisional Indonesia juga memukau pengunjung di pavilion Indonesia. Setelah penampilan banyak yang berfoto dengan para penari.

Utazas merupakan pameran pariwisata terbesar di Hongaria yang dikunjungi lebih dari 10.000 pengunjung . KBRI dan ITPC Budapest menjalin kerja sama dengan perusahaan unggulan Indonesia untuk mendapatkan produk yang dibagikan gratis ke pengunjung. (NDHYK)

YLKI: Film Benyamin Biang Kerok Tak Layak Ditonton Anak-anak

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai film Benyamin Biang Kerok (BBK) yang disutradarai Hanung Bramantyo tidak layak ditonton anak-anak. Ada beberapa adegan yang tidak patut ditonton anak-anak, malah bisa merusak moral.

“Sebaiknya orang tua tidak mengajak anak-anaknya untuk menonton film Benyamin Biang Kerok. Dan pihak managemen bioskop pun seharusnya melakukan hal yang sama,” papar Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Ahad (04/03/2018).

Secara keseluruhan, lanjut Tulus, pesan moral film BBK memang untuk dewasa, atau setidaknya untuk usia 17 tahun ke atas. Tetapi dengan mengambil tagline Benyamin, maka asosiasi publik terhadap konten film BBK tentulah film humor, yang ramah terhadap anak-anak. “Namun nyatanya tidak demikian,” paparnya serius.

Dilanjutkan, ada beberapa catatan terkait film yang dibintangi Reza Rahadian, baik saat pra pemutaran maupun konten dari film yang didasarkan pada karakter yang sama seperti garapan Nawi Ismail pada tahun 1972. Dahulu, Pengki, karakter konyol itu, dimainkan seniman legendari Benyamin Sueb.

YLKI mencatat adegan yang tak patut ditonton anak-anak, Pertama, sangat ironis saat sebelum pemutaran film Benyamin Biang Kerok pihak bioskop mendahului dengan tayangan iklan rokok dari salah satu industri rokok besar. Bahkan lebih ironis lagi, di sesi awal, film ini sangat jelas pesan sponsor dari merek rokok mild ternama, menampakkan bungkus rokok di meja, puntung rokok dan adegan merokok oleh Lidya Kandou, sebagai salah satu pemain BBK.

Kedua, walau dalam tayangan BBK banyak menampilkan suasana anak, seperti saat main bola atau belajar di taman bacaan, tetapi sayangnya film BBK banyak dibumbui dengan adegan kekerasan fisik secara telanjang, dan atau kekerasan verbal.

Ketiga, film BBK juga cenderung menampilkan adegan yang menjurus pada visualisasi pornografi dan porno aksi, terutama saat di suasana kasino atau tempat perjudian dan perilaku boss kasino yang diperankan H. Komar.

“Dengan tiga perspektif itu, film BBK kurang layak ditonton oleh anak-anak. Jadi Sebaiknya orang tua tidak mengajak anak-anaknya untuk menonton film BBK. Dan pihak managemen bioskop pun seharusnya melakukan hal yang sama,” paparnya mengulang. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Dua Hotel Internasional Ramaikan Bisnis Hotel di Labuan Bajo

this formate

MANGGARAI BARAT, bisniswisata.co.id: Perkembangan kota Labuan Bajo di Pulau Flores Nusa Tenggara Timur (NTT), semakin bergairah. Kota yang menjadi pitu masuk Taman Nasional Komodo kini tengah dibangun dua hotel internasional. Keberadaan hotel baru ini, semakin meramaikan bisnis hotel di Labuan Bajo, sekaligus menambah semarak kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula, membenarkan ada dua hotel berkelas internasional sedang dibangun di Kota Labuan Bajo, yakni Hotel Ayana dan Hotel Marina. “Pembangunan hotel berkelas internasional itu sekarang sedang dikerjakan, kapasitasnya untuk Marina ada 180 kamar, kemudian Ayana ada 200 kamar,” kata Bupati Agustinus Ch Dula Saat dihubungi Antara dari Kupang, Ahad (4/3).

Seperti dilansir laman Antara, hal itu terkait kesiapan penginapan di daerah wisata Labuan Bajo menyambut para tamu internasional setelah mengikuti kegiatan annual meeting IMF-World Bank di Bali pada Oktober 20018.

Dilanjutkan, pembangunan hotel tersebut direncanakan harus selesai sebelum Oktober 2018 sehingga bisa digunakan para tamu internasional yang berkunjung ke daerah setempat. “Waktunya harus cepat, harus selesai sebelum Oktober, diperkirakan Agustus semua sudah selesai pembangunannya,” katanya.

Labuan Bajo sebagai destinasi wisata prioritas nasional yang terkenal dengan Taman Nasional Komodo merupakan salah satu paket wisata unggulan yang ditawarkan pemerintah pusat kepada peserta ‘annual meeting’. Sejumlah daerah wisata unggulan lainnya yang juga ditawarkan di antaranya, Nusa Tenggara Barat, Banyuwangi, Toraja, Danau Toba, Yogyakarta dan Bali.

Bupati Agustinus mengatakan, diperkirakan ribuan tamu internasional yang merupakan kalangan pejabat tinggi dari ratusan negara akan berkunjung ke Labuan Bajo. Untuk itu, lanjutnya, pemerintah daerah tengah melakukan persiapan berbagai infrastruktur pendukung, salah satunya fasilitas penginapan.

Kondisi penginapan saat ini, kata dia, masih belum memadai untuk menampung ribuan tamu yang datang sekaligus. “Termasuk kalau dua hotel taraf internasional ini dibangun juga masih kurang menampung ribuan tamu kelas VVIP,” katanya.

Ia menambahkan, hotel-hotel berbintang tidak cukup menampung ribuan tamu sekaligus, sehingga pemerintahannya juga menyiasatinya dengan hotel-hotel sekelas melati, maupun home stay milik masyarakat. “Bahkan rumah-rumah penduduk juga disiapkan, kan kami juga sudah sering mengadakan event-event nasional maupun internasional sehingga harus siap,” katanya. (NDHYQ)