Siap-siap, Valak Kembali Meneror

this formate

LOS ANGELES, bisniswisata.co.id: Masih ingat Valak. Atau siapa yang kangen dengan Valak? Setan mengerikan dalam The Conjuring 2 akan kembali meneror para pecinta film horor dalam spin-off The Conjuring yang berjudul The Nun. Film ini, rencanannya akan tayang pada 7 September 2018.

Nah, sutradara film The Nun, Corin Hardy, baru-baru ini berbicara dalam podcast The Movie Crypt. Saat ditodong mengenai The Nun, Corin Hardy mengaku belum bisa bicara banyak mengenai kemunculan Valak. Namun, ia bersedia memberikan sedikit bocoran tentang film ini.

Dilansir dari Entertainment Weekly, Selasa (6/3/2018), Corin Hardy mengatakan bahwa ia begitu bersemangat setelah membaca naskah film ini. Dan The Nun akan menawarkan satu hal yang baru.

“(Filmnya) nanti menjadi bagian dari jagat yang sudah ada, dengan karakter yang muncul di film sebelumnya, tapi (The Nun) ini bukan sekuel atau daur ulang,” kata dia.

Corin Hardy juga menjanjikan bahwa tak akan ada penggunaan CGI yang berlebihan dalam The Nun. Ia mengatakan efek yang ditampilkan dalam film ini sebisa mungkin dilakukan langsung di depan kamera.

“Ini bukan demi merasa nostalgia belaka, ini soal agar semuanya terlihat nyata dan dekat. Kamu bisa menyorot kamera dan melihat mereka ada di sana, kau bisa menyentuhnya,” sambungnya serius.

Syuting The Nun kini telah rampung. Lokasi syuting film ini terbilang spesial, yakni Transylvania, Rumania, yang merupakan latar dalam cerita Dracula. “Production value dalam film ini, dengan kastil dan pegunungan, ini akan jadi sangat cantik dan megah,” kata penulis naskah film ini, Gary Dauberman.

The Nun sendiri, akan menceritakan tentang seorang pastur yang dikirim untuk menyelidiki kematian seorang biarawati. Namun ia malah bertemu dengan Valak, iblis yang mengambil wujud seorang biarawati. Jadi siap-siap, Valak kembali meneror. (NDHYK)

KEK Pariwisata Singosari Telan Investasi Rp40 Triliun

this formate

SINGOSARI MALANG, bisniswisata.co.id: Pariwisata Malang Jawa Timur terus melakukan inovasi pengembangan produk wisata. Terbaru, rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Singosari diperkirakan bakal menelan investasi hingga Rp40 triliun.

Saat ini pengembangan KEK Pariwisata Singosari masih dalam tahap penyelesaian Detail Engineering Design (DED) dan Feasibility Study (FS) oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang sebelumnya telah berpengalaman menggarap KEK Pariwisata Mandalika.

“Saat ini dari Pemprov Jatim juga terus dalam tahap pembahasan baik BPM dan Pemkab Malang sebelum kita presentasikan ke pusat. Rencananya April ini kami akan ke Kementerian Pariwisata dan Menko Perekonomian untuk presentasi,” ungkap Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Jatim, Lily Sholeh seperti dilansir laman Bisnis.com, Selasa (06/03/2018).

Dalam perencanaanya, kata Lily, KEK Pariwisata Singosari akan fokus pada pengembangan wisata heritage mengingat di kawasan Singosari tersebut merupakan bekas kerajaan tua yang lebih awal dari Majapahit.

“Nantinya di dalam kawasan akan ada museum, atraksi-atraksi budaya daerah, kegiatan wisata yang mendidik seperti Bromo geopark, juga kegiatan kepariwisataan alam lainnya karena lokasinya berada di kaki Gunung Arjuno dan Welirang,” jelasnya.

Selain itu, akan ada area pendidikan semacam Silicon Valley atau sebutan rumah bagi banyak perusahaan teknologi informasi dari start up hingga yang ternama. “Biasanya kan kalau pariwisata itu ramai hanya saat weekend atau libur panjang, nah sedangkan weekday-nya tidak ada kegiatan jadi akan diisi misalnya ke arah pendidikan seperti Silicon Valley, tapi ini baru rencana,” lanjutnya.

Saat ini sudah ada lahan sekitar 200-an ha yang siap dikembangkan untuk KEK Pariwisata Singosari. Ke depan, kawasan KEK Singosari ini masih berpotensi untuk dilebarkan seiring dengan prospek yang ada baik pasar maupun investor.

Hingga kini pun sudah ada 3 investor di bidang properti atau akomodasi yang menyatakan ketertarikannya untuk menenamkan modalnya di KEK Pariwisata Singosari. Ketiga investor tersebut bergerak di bidang perhotelan dan restoran. “Potensi investasi awal pengembangan kawasan ekonomi khusus ini sekitar Rp3 triliunan, tapi ke depan bisa mencapai Rp40 triliunan,” imbuhnya.

Diharapkan, bakal ada insentif bagi para investor yang akan berpartisipasi mengembangkan KEK Pariwisata Singosari ini, misalnya kemudahan dalam perpajakan dan percepatan izin-izin pendirian usaha dan bangunan. “Melalui KEK diharapkan calon investor akan nyaman misalnya begitu mereka dapat izin, mereka bisa bangun dulu, lalu izin lainnya diurus kemudian,” katanya

Singosari adalah kota kecamatan di wilayah Kabupaten Malang. Kota ini berada di jalur perlintasan dari Kota Surabaya menuju KOta Malang maun Kota wisata Batu. Meski kotanya kecil namun potensi wisata peninggalan sejarah nya sangat luar biasa. Tercatat ada tujuh obyek wisata di Singosari, antara lain:

1. Candi Singosari

Candi Singosari terletak di Desa Candirenggo, dekat dengan stasiun kereta api. Candi Singosari merupakan peninggalan bersejarah Kerajaan Singosari. Candi Singosari ditemukan pada sekitar awal abad 18 (tahun 1800-1850) dengan pemberian nama atau sebutan Candi Menara oleh orang Belanda. Peninggalan bersejarah ini diperkirakan sudah dibangun sejak tahun 1300 masehi. Pada awalnya orang Belanda menyebutnya Candi Menara karena bentuknya yang tinggi menjulang seperti menara. Namun setelah itu diubah menggunakan nama lokasi tempatnya berada. Berada di areal seluas 8 hektar, sampai sekarang situs ini masih terjaga kebersihan dan keindahannya. Suasana sekitar pun terbilang asri dan terawat.

2. Hawai Waterpark

Hawai Waterpark wisata buatan ini dibangun di atas lahan dengan luas 28.000 meter persegi pada tahun 2014 dan mulai dioperasikan pada pertengahan tahun 2015 dengan harga Tiket Masuk yang cukup terjangkau. Lokasi dengan tema wahana air ini juga cocok didatangi bersama keluarga saat mampir di daerah dekat stasiun Singosari. Tempat wisata dekat stasiun Singosari ini terletak persis di Perumahan Graha Kencana Jl Raya Karanglo Malang dengan akses yang sangat strategis yang bisa diakses dari bandara, stasiun dan juga terminal.

3. Candi Sumberawan

Inilah satu-satunya candi berbentuk stupa yang ditemukan di Jawa Timur tepatnya desa Toyomarto. Tak ada tangga naik ruangan, yang biasa digunakan untuk menyimpan benda suci. Diduga, bangunan candi Sumberawan ini hanya memiliki bentuk stupa, namun tidak memiliki fungsi sebagai stupa umumnya. Candi ini tidak jauh berada dari stasiun Singosari sehingga bisa sekalian datangi ketika mengunjungi Candi Singosari. Candi ini ditemukan tahun 1904 dan menjadi satu-satunya stupa yang ada di Jawa Timur. Berada di kaki Gunung Arjuna pada ketinggian 650 meter membuat udara di sekitarnya terasa begitu sejuk dan dingin untuk dijadikan waktu bersantai bersama keluarga. Hutan Pinus di Malang yang tidak terlalu luas serta sebuah telaga berair jernih yang berada tepat di sebelah area situs menjadikan suasana di kawasan ini begitu alami sehingga cocok tujuan untuk wisata alam dan sejarah ketika kalian bermain ke Malang.

4. Pemandian Ken Dedes

Pemandian Ken Dedes juga menyediakan fasilitas bagi kalian yang ingin berenang dan melepas kejenuhan setelah beraktifitas sehari-hari. Obyek wisata ini menyediakan 3 kolam renang menurut tipenya yakni kolam renang anak-anak, kolam dewasa, dan kolam kecil yang dilengkapi dengan seluncuran. Suasana alam juga ditunjang dengan adanya kicauan burung dan gemerisik pohon serta udara segar di sekitar kolam semakin menambah kenyamanan pengunjung saat berenang. Pemandian ini dibangun sekitar tahun 1200 silam dan digunakan sebagai tempat bermain sekaligus mensucikan diri bagi para putri raja.

5. Museum Singosari

Setelah mengunjungi Candi Singosari, bisa dilanjutkan berkunjung ke museum. Museum ini sendiri memang baru diresmikan Mei 2015. Lokasinya di dalam kawasan sebuah perumahan di kaki Gunung Arjuna, suasana di sekeliling museum terasa sejuk, asri dan tenang karena terletak cukup jauh dari jalan utama. Di dalamnya terdapat arca dan patung peninggalan kerajaan Singosari. Dengan adanya museum ini diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi masyarakat khususnya warga sekitar mengenai sejarah dan budaya di Singosari.

6. Bukit Budug Asu

Merupakan spot wisata alam baru dan cukup tersembunyi di Singosari. Berada di lereng Gunung Arjuna, lokasi ini menyajikan pemandangan alam sangat menakjubkan. Awalnya lokasi ini merupakan jalur utama bagi para penghobi motor crosser atau offroader untuk menjelajahi kawasan Gunung Arjuna. Seiring berjalannya waktu, tempat ini pun mulai ramai didatangi pengunjung untuk menikmati sekaligus mengabadikan keindahannya. Untuk semakin menarik minat wisatawan, warga sekitar pun membuatkan spot foto berbentuk kepala serigala di atas bukit. Dapat dicapai dengan menggunakan sepeda motor dan berjalan kaki dengan jalur yang agak menantang.

7. Kebun Teh Wonosari

Perkebunan seluas 1.144 hektar yang berada pada ketinggian 950-1.250 mdpl. Berjarak sekitar 30 km dari Kota Malang, kawasan ini kemudian menjadi kebun teh pertama di Jawa Timur yang dijadikan tempat wisata baik edukasi maupun alam. Suasana disini sangat sejuk dan asri dengan panorama hijau kebun teh yang terhampar luas. Cocok dijadikan tempat rekreasi untuk menghilangkan penat. Beberapa fasilitas pendukung seperti penginapan, kolam renang, flying fox, wall climbing, dan lainnya telah disediakan demi menunjang kenyamanan pengunjung yang berwisata ke Wonosari. (NDHYK)

Ingin Lihat Bunga Sakura Mekar, Tak Perlu Terbang ke Jepang

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Musim semi di Jepang mulai datang, pertanda Bunga Sakura bermekaran. Tak heran jika negara berbendera matahari terbit itu, diserbu wisatawan dari berbagai mancanegara termasuk turis asal Indonesia. Memang mengasyikkan melihat bunga Sakura yang mekar setahun sekali atau dalam bahasa Jepang kegiatan menyaksikan bunga sakura dinamakan Hanami.

Kini, ada kabar baik bagi para turis Indonesia. Tak perlu jauh-jauh merasakan hanami dengan terbang ke Jepang. Mengingat, sedikitnya ada empat destinasi wisata di Indonesia juga ditumbuhi keindahan Bunga Sakura. Memang menikmati keindahan Sakura di Indonesia termasuk langka.

Bunga Sakura di Indonesia dengan ciri khas bunganya yang berwarna pink muda (Prunus cerasoides). Tidak hanya jenis Prunus cerasoides, ada jenis pohon Sakura lainnya yang memiliki ciri khas bunga berwarna pink tua.

Malah akhir Januari 2018, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meresmikan Taman Wisata Sakura Gunung Lawu di Dusun Tlogodringo, Desa Gondosuli Cemoro Kandang, Kabupaten Karanganyar. Sebanyak 60 batang Pohon Sakura ditanam di sana, di atas lahan seluas 1,2 hektare.

Karena masih dalam tahap penanaman, wisatawan nusantara baru bisa merasakan pemandangan hanami di sana pada beberapa tahun lagi.
Merangkum dari berbagai sumber, selain di Lawu inilah daftar tempat melihat Bunga Sakura di Indonesia:

#. Karangasem, Bali

Sekitar tahun 2012, beberapa lokasi di Karangasem, Provinsi Bali, dipilih sebagai tempat ditanamnya ratusan bibit Bunga Sakura. Bibit yang ditanam berjenis Sakura Yoko, jenis yang telah dimodifikasi sehingga bisa tumbuh dalam beragam suhu. Selain di Karangasem, Bunga Sakura juga bisa dinikmati di Kebun Raya Eka Karya sepanjang bulan April dan September.

#. Cibodas, Jawa Barat

Tempat ini adalah yang pertama ditanami bibit Bunga Sakura di Indonesia. Sudah dimulai sejak tahun 1953, tak heran jika di tempat ini tumbuh sedikitnya tujuh jenis Pohon Sakura. Jika ingin meikmati pemandangan bunga sakura yang bermekaran, datanglah antara bulan Januari sampai Februari dan Juli sampai Agustus.

#. Waingapu, Nusa Tenggara Timur

Meskipun Pulau Sumba identik dengan daerahnya yang kering, namun Bunga Sakura di sini justru tumbuh dengan sendirinya di pinggir jalan pedesaan. Bunga sakura di Waingapu akan bermekaran sekitar bulan Oktober sampai November.

#. Batam, Kepulauan Riau

Bunga Sakura yang tumbuh di sini memang sengaja ditanam untuk mempercantik komplek perumahan. Waktu bersemi Bunga Sakura di sini terbilang cukup panjang, yakni mulai dari bulan Maret hingga Mei. (CNN)

Devil Tears Dipagar, Antisipasi Wisatawan Terjatuh ke Laut

this formate

BALI, bisniswisata.co.id,- Nusa Penida di Kabupaten Klungkung Bali memang sedang hit di pasar pariwisata, terlebih pasar Cina. Disetiap pelabuhan penyeberangan antrian bus- bus wisatawan asal daratan Tiongkok berjajar rapi.

Ada penyeberangan dari pantai Sanur yang didominasi wisatawan domestik dan masyarakat Bali, melalui pelabuhan Benoa dengan grup- grup besarnya dan penyeberangan dari pulau Serangan.

Tinggal memilih sesuai tujuan di kawasan Nusa Penida dengan tiga pulaunya yaitu P Nusa Penida, P Lembongan atau mau ke P Ceningan, pasalnya di setiap pulau memiliki tujuan wisata yang khas.

Anda pernah mendengar, membaca hal objek wisata di kawasan Nusa Penida seperti Pasih Uug, Angel Billabong, Dreambeach, Devil Tears, Crystal Bay, Molenteng atau Raja Lima nya Nusa Penida.  Pantai Atuh, Sacred Point Ceningan, Gamat Beach, Pantai Nyanyad, Guyangan, Blue Lagoon, Pantai Kelingking, Pantai Toya Pakeh, Pantai Jungutbatu, Pantai Ped, Pantai Kutampi Kaler, Pantai Batununggul dan Pantai Suana.

Pantai- pantai tersebut tak semuanya landai, ada yang curam tetapi menarik untuk dikunjungi bahkan membuat penasaran penikmat aktivitas jalan- jalan. Tren berwisata ke Nusa Penida, tidak hanya meningkatkan kinerja ekonomi masyarakat.

Juga menimbulkan sejumlah persoalan baru, seperti kecelakaan laut akibat keteledoran, ketidakpahaman wisatawan. Seperti kejadian Selasa siang (6/3) di objek wisata Devil Tears, seorang wisatawan warga Tiongkok tercebur ke laut akibat tarikan udara dari hempasan ombak yang membentur dinding- dinding tebing Devil Tears.

Hempasan ombak ke dinding tebing menimbulkan bias pelangi indah yang membuat pengunjung berteriak excited dan tanpa sadar berlari mendekat ke objek. Suami yang melihat istrinya tercebur mencoba menolong dengan ikut terjun ke laut.

Saat yang sama seorang wisatawan Eropa yang berdiri dibibir tebing berseberangan juga tercebur kelaut. Mereka kemudian ditolong lifeguard dari Paguyuban Wisata Nusa.

Mendapat informasi kecelakaan laut yang dialami wisatawan di objek wisata Devil Tears, mendorong pihak DPD Asita Bali melalui Devisi Bali Liang, bekerjasama dengan Konjen Republik Rakyat Tiongkok/RRT/Cina di Bali dan Paguyuban Wisata Nusa, segera merealisasi rencana pembangunan pagar pengaman di bibir tebing Devil Tears.

“Segera eksekusi pada titik- titik rawan, agar tidak jatuh korban lagi,” tegas Ketua DPD Asita Bali, Ketut Ardana.

Upaya pengamanan objek- objek wisata, jelas Ketut Ardana tidak hanya menjadi tanggungjawab Asita, tetapi tanggungjawab bersama semua stake holder kepariwisataan setempat. Khusus di objek Devil Tears,  DPD Asita Bali melalui Divisi Bali Liang  bekerjasama dengan Konjen Cina di Bali dan Paguyuban Wisata Nusa (masyarakat setempat, pengusaha hotel, restoran, wisata bahari yang tergabung dalam Paguyuban Wisata Nusa), berencana membangun pagar pembatas sepanjang 310 meter di bibir tebing Devil Tears ( yang dianggap paling rawan kecelakaan ) untuk keamanan wisatawan.

Pembangunan pagar pembatas tersebut memerlukan sharing pendanaan baik dari pemerintah mau pun stakeholder pariwisata lainnya. Saat ini  telah terkumpul dana tidak kurang dari Rp 100 juta, diharapkan dapat segera digunakan membangun pagar pengaman tersebut. Apabila dana terkumpul belum dapat mendanai pembangunan pagar sepanjang 350 meter dengan tinggi 1,2 meter,  akan dilanjutkan oleh Pemkab Klungkung dan diharapkan pada akhir tahun 2018 pagar tersebut sudah selesai secara keseluruhan.

10 PAPAN TANDA PERINGATAN

DPD Asita Bali melalui unit Asita CARE/Peduli, selain merencanakan pembangunan pagar pengaman di bibir tebing Devil Tears, juga memasang papan tanda peringatan. Pemasangan tanda peringatan tersebut dalam rangka meningkatkan penyebarluasan informasi dan menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan saat berkunjung di Kecamatan Nusa Penida. Dengan harapan angka kecelakaan di objek wisata Nusa penida dapat ditekan seminimal mungkin sampai  zero accident.

Pada Selasa 6 Maret 2018, diserahkan enam papan tanda peringatan dari 10 papan sumbangan kepada Kepala Dinas Pariwisata Klungkung mewakili Pemerintah Kabupaten Klungkung. Secara simbolis pemasangan papan tanda peringatan dilakukan di obyek wisata Devil Tears, Lembongan dengan melibatkan Drs. I nengah Sukasta, MSi, Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, didampingi Camat Nusa Penida dan Perbekel Lembongan. Sementara Ketua DPD Asita Bali I Ketut Ardana, SH didampingi Waka Lingkungan Tjokorda Bagus Wira Pemayun, Ketua Divisi pasar China Elsye Deliana bersama jajaran pengurus Asita Bali.

Dispar Klungkung mencatat kawasan Pasih Uug, Angel Billabong, Dreambeach, Devil Tears, Crystal Bay, Molenteng, Pantai Atuh, Sacred Point Ceningan, Gamat Beach, Pantai Nyanyad, Guyangan, Blue Lagoon, Pantai Kelingking, Pantai Toya Pakeh, Pantai Jungutbatu, Pantai Ped, Pantai Kutampi Kaler, Pantai Batununggul dan Pantai Suana, yang memerlukan perhatian khusus dalam keamanan dan kenyamanan berwisata.

Diperlukan 18 buah papan tanda peringatan dalam tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, Inggris dan Madarin. Sementara, Asita membantu 10 papan peringatan yang dipasang di Devil Tears, Dream Beach, Angel Billabong, Crystal Bay, Pantai Atuh, Secret Point, Pasih Uug, Pantai Klingking dan di Molenteng.

Ketut Ardana mengakui kepariwisataan Nusa Penida memerlukan aksi pembenahan pengelolaan, seperti dibentuknya badan pengelola objek wisata yang dilengkapi dengan SOP berkunjung yang aman dan nyaman. * Dwi

 

200 Seller Dalam & Luar Negri Hadiri TTC Travel Mart Di Jakarta & Surabaya

this formate

Tedjo Iskandar, penyelenggara TTC Travel Mart

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sedikitnya 200 seller dari kalangan industri pariwisata dalam dan luar negri mengikuti TTC Travel Mart yang berlangsung di Jakarta dan Surabaya pada 5 & 7 Maret 2018.

“Untuk seller international yang ikut 122 perusahaan maupun dari NGO atau badan pariwisata dan 78 seller dari Indonesia,” kata Tedjo Iskandar, pendiri independent dan B to B travel mart pertama di Indonesia, di Hotel Redtop, hari ini.

Sejak menyelenggarakan TTC Travel Mart international Tedjo mengaku minat peserta dari kalangan industri tidak surut. Untuk penyelenggaraan yang ke 29 ini ada sejumlah Tourism Board (badan pariwisata) asing dari Jeju island, Korea, Macao, Pilipina dan Serawak.

Para seller yang datang umumnya sudah bertahun-tahun menjadi peserta seperti Anucha Mahamad yang akrab dipanggil Rom dari jaringan hotel A-One, Thailand.

Dia mengatakan keunikan dari TTC Travel Mart adalah banyaknya buyer yang datang sehingga meski acaranya hanya satu hari di Jakarta dan satu hari di Surabaya namun efisien dalam menjaring mitra-mitra baru.

“Setiap kali hadir di acara ini saya bisa menambah net-work bukan hanya industri pariwisata dari Jakarta tapi dari berbagai daerah di Indonesia karena seller dari Indonesia juga banyak dari Bali, Makasar, Sumatra Barat dan daerah lainnya sehingga semuanya bisa bertemu dalam satu atap,” kata Rom.

Dia  sudah datang selama 7 tahun berturut-turut atau 14 kali ikut TTC Travel Mart. Awalnya mengenalkan hotel A-One The Royal Cruise Hotel di Pantai Pattaya, hotel dengan desain kapal yang banyak diminati wisatawan muslim Indonesia yang berwisata ke Bangkok.

Kini, Rom memperkenalkan Myth Beach Hotel di Pantai Pattaya  dengan 236 kamar lux dan memiliki fasilitas Meeting Incentives Conference & Exhibition ( MICE) dengan total luas ruang meeting mencapai 1600 meter persegi.

I Gusti Ngurah Yudha Feryanto ( kiri) mewakili GO Touch Down, tour operator dari Afrika Selatan, salah satu seller di TTC Travel Mart.

Indra Syahbirin, Presdir Pratama Tours & Travel, Bekasi yang datang sebagai buyer mengatakan sebelum ada TTC Travel Mart akan sulit bagi travel agent kecil untuk bermitra langsung dengan wholesale international sehingga hanya bisa menjadi sub-agent menjual paket wisata tour operator besar.

“Tapi kini  setelah ada TTC Travel Mart maka Tedjo Iskandar sang pendiri Travel Mart independent mengundang travel agent di Indonesia terutama kelas UKM untuk bertemu langsung dengan semua industri wisata dan dapat mengemas paket-paket wisata dengan harga jual ke konsumen yang terjangkau.

“Di TTC Travel Mart kita bisa bernegoisasi langsung dengan mitra yang kita butuhkan dari hulu hingga hilir seperti  accounting system GTASS, airlines, cruises, attraction, jasa transportasi darat seperti bus, bisa jumpa wakil dari Tourism Board berbagai negara serta jumpa mitra-mitra lainnya,” kata Indra Syahbirin.

Dia menilai inisiatif menyelenggarakan TTC Travel Mart ke 29 ini sekaligus mendidik para pelaku wisata untuk belajar langsung dari para senior yang sudah sukses membangun usaha tingkat dunia.

Dharma Subandi, General Manager Namin Dago Hotel dari jaringan Naya Hotels juga sudah dua kali mengikuti event TTC Travel Mart sifatnya open market sehingga sebagai seller dia dapat berjumpa dengan potensial buyer sebanyak mungkin

“ Saya senang ikut event ini  karena pasar yang dibidik luas, tidak segmented sehingga banyak peluang untuk mencari mitra-mitra baru untuk hotel Namin Dago Hotel, Bandung,” kata Dharma.

Para buyer yang datang juga membuka peluang kerjasama dan biasanya setelah acara baru di follow up sehingga akhirnya saling bersinergi, tambahnya.

Agar pertemuan buyer dan seller lebih optimal dia berharap pengaturan lalu lintas kedatangan para  buyer dapat diarahkan panitia dengan baik sehingga semua meja peserta bisa mendapatkan potential buyer, tambahnya.

 

Kebiasaan Potret Makanan Bisa Cegah Penyakit

this formate

QUEENSLAND, bisniswisata.co.id: Seberapa ingat apa yang Anda makan untuk sarapan kemarin? Apakah Anda pernah makan ayam dalam sepekan terakhir? Seorang peneliti dari University of Queensland tinggal di kota Darwin, Australia Utara berharap kebiasaan memotret makanan dapat memperbaiki pencegahan penyakit saluran pencernaan yang semakin banyak diderita orang. Campylobacter adalah salah satu bakteri penyebab infeksi yang paling sering ditemukan di Australia dan negara maju lainnya.

“Kebanyakan kita percaya bakteri ini disebabkan makanan yang terkontaminasi, itulah sebabnya mengapa kita memperhatikan apa yang dimakan orang-orang untuk kemudian mencari tahu seberapa akurat ingatan mereka soal apa yang dimakan,” kata Liana Varrone, peneliti University of Queensland.

“Bakteri ini bisa menyebar melalui banyak hal, ini adalah bakteri yang sangat kuat.” Mereka yang berpartisipasi dalam penelitian Liana secara rutin telah memotret makanan mereka dan mengirimkan kepada dirinya, sebelum kemudian ingatan soal apa yang pernah mereka makan diuji.

“Saya mencoba meminta orang-orang mengirimkan foto-foto makanan selama tujuh hari pada saya dan kemudian saya akan mengajukan beberapa pertanyaan,” kata Liana kepada Adam Steer dari ABC Radio Darwin. “Saya ingin melihat seberapa baik mereka dalam mengingat apa yang pernah dimakan setelah dua hingga tiga minggu kemudian.”

Pertanyaan dalam penelitian tersebut ditujukan untuk membuat kebijakan. Pada 2006 di Selandia Baru bakteri jenis campylobacter mencapai tingkat tinggi pada pasokan unggas, hingga pihak berwenang untuk keselamatan makanan perlu meninjau standar pengamanan dan penyimpanan.

Dengan memperketat dan meningkatkan pengawasan ayam, tingkat infeksi menurun tajam selama dua tahun berikutnya. Menurut Liana ini adalah bentuk contoh penelitian diagnostik yang berujung pada pengendalian penyakit yang efektif.

“Jika kita mengatakan ayam adalah masalahnya, padahal masalah sebenarnya ada pada anjing peliharaan atau hewan lain, maka kita menerapkan beberapa kebijakan berbeda soal jalur produksi ayam, padahal seharunya kita memberi tahu orang lain untuk lebih membersihkan tangan mereka setelah ada kontak dengan anjing.”

Penelitian Liana mengikuti model serupa yang diujicoba di Universitas Perth, di mana peserta mengirimkan foto makanan ke sebuah aplikasi sebelum menyantapnya. Ia mengatakan potensi jejaring sosial untuk penelitian ilmiah ini cukup signifikan.

“Saya sudah memiliki banyak orang yang mengirim Snapchats ke orang-orang, dan kemudian mereka akan mengirimi saya Snapchat dengan sedikit keterangan apapun soal makanan.” sambungnya. (ABC/NDHYK)

Gebrakan PHRI NTB: Gerakan Bersih Destinasi Wisata Lombok

this formate

MATARAM, bisniswisata.co.id: Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan gebrakan kebersihan disejumlah destinasi wisata di wilayah Lombok. Gebrakan bertajuk Gerakan Bersih Destinasi Wisata (GBDW) diawali dengan membersihkan Masjid Hubbul Wathan di Kompleks Islamic Center NTB, Senin (5/3/2018).

Ketua PHRI NTB Lalu Abdul Hadi Faesal mengatakan, GBDW merupakan inisiatif dari para pelaku industri perhotelan untuk ikut menjaga kebersihan dan kenyamanan sejumlah destinasi wisata yang ada di NTB.

“Ini aksi kita pertama dan akan kita lakukan secara berkelanjutan ke destinasi wisata lain yang ada di NTB, terutama di Pulau Lombok,” ujar Hadi di Islamic Center NTB seperti dilansir laman Republika.co.id, Senin (5/3).

Dilanjutkan, pemilihan Masjid Hubbul Wathan sebagai destinasi wisata pertama yang disasar, tidak lepas dari posisi Masjid Hubbul Wathan yang dikenal sebagai ikon wisata halal di NTB.

“Kebersihan dan kenyamanan di Masjid Hubbul Wathan menjadi perhatian khusus. Pasalnya, Masjid Hubbul Wathan telah menjadi salah satu destinasi utama yang ditawarkan oleh para pelaku industri perhotelan dalam menjual paket tour wisata,” tandasnya

Dalam GBDW ini, Hadi mengatakan, menggandeng perusahaan pembersih, Karcher. Hadi menuebut kerja sama dengan Karcher ini sangat penting melihat tinggi dan besarnya luas Masjid Hubbul Wathan sehingga membutuhkan penanganan khusus.

Hadi menyebutkan, GBDW di Masjid Hubbul Wathan ini akan berlangsung selama dua hari, mulai Senin (5/3) hingga Selasa (6/3) dan melibatkan sedikitnya 100 relawan. “Acara hari ini adalah satu gerakan moral yang akan berikan motivasi ke seluruh pihak di mana bersih jadi tujuan yang akan kita lakukan secara berkesinambungan,” kata Hadi. (NDHYK)

Keren, Komunitas Muslim Biker Umrah Mengendarai Moge

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Para pecinta sepeda motor yang tergabung dalam komunitas muslim biker Indonesia (MBI) akan melakukan kegiatan Umrah yang disertai kegiatan touring. Aksi digelar mulai 21 hingga 28 Maret 2018, rencananya diikuti 20 orang bikers.

“Ini kegiatan dakwah melalui kegiatan Umrah yang disertai tourin menggunakan motor besar (moge) di wilayah Kerajaan Saudi Arabia,” kata Ketua Umum BMI Humam Syarif Alkatiri pada keterangan persnya, Senin (05/03/3028).

Menurut rencana mereka akan mengendarai moge dari Jeddah menuju Madinah. Meski melakukan touring dengan menggunakan moge, kegiatan ini tetap akan menitik beratkan pada kegiatan Ibadah Umrahnya sesuai dengan tuntunan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.

Untuk memuluskan rencana tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi. Moge juga tidak mereka bawa dari tanah air, melainkan menyewa langsung dari pemilik moge di Arab Saudi.

Rombongan hanya membawa perlengkapan berkendara yang sifatnya individu, seperti helm, jaket, sepatu, pelindung kaki dan sarung tangan. “Pemerintah Arab Saudi akan memberikan sebuah sertifikat khusus kepada peserta Umroh Biker ini,” kata Sekjen BMI Ari Widodo.

Rombongan Umrah Biker akan dipimpin langsung pembina MBI ustadz Subhan Bawazier dan Ketua Umum MBI Humam S. Alkatiri. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat muslim terhadap sejarah peradaban Islam, serta menjalin silaturahmi antara komunitas muslim biker Indonesia dengan Bikers di Arab Saudi dan juga dengan para Ulama di Saudi Arabia.

Sejumlah tempat yang akan dikunjungi dalam pelaksanaan touring adalah City of Rays, City of Badr, Makam Syuhada Badr, Masjid ‘Arisy, Masjid dan sumur Ruha’a, Masjid Quba, Museum Stasiun Turki Usmani, Benteng dan Sumur Urwah bin Zubeir, Taman Raja Fahd, Lokasi perang dan Makam Syuhada Uhud, Mantiqoh Baidho, serta Suwalah Farm. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Januari 2018, Kunjungan Wisman ke Kalbar Anjlok Hampir 50%

this formate

PONTIANAK, bisniswisata.co.id: Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat mencatat pada Januari 2018 ada sebanyak 2.765 Wisatawan mancanegara (Wisman) yang datang ke Kalbar. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya Desember 2017, kunjungan turis asing anjlok turun 49,21 persen, hampir 50 Persen.

“Namun jika dibandingkan lagi dengan bulan yang sama dengan tahun 2017 lalu juga turun sebesar 18,20 persen,” ujar Kepala BPS Kalbar, Pitono di Pontianak, Senin (05/03/2018).

Pitono menjelaskan dari total kunjungan Wisman yang ada melalui pintu masuk Entikong Januari 2018 tercatat 1.495 kunjungan, turun 46,45 persen dibandingkan Desember 2017, 2.792 kunjungan.

” Sedangkan Wisman yang masuk melalui pintu masuk Supadio Pontianak sebanyak 1.270 kunjungan, turun 52,11 persen dibandingkan Desember 2017, 2.652 kunjungan,” jelas dia seperti dilansir laman Antara.

Sementara kata dia untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang Kalbar Januari 2018 sebesar 38,32 persen atau turun 16,79 poin dibandingkan Desember 2017 yang 55,11 persen.

” Untuk hotel non bintang sendiri di bawah lagi yakni hanya 28,80 persen atau turun 8,82 poin dibandingkan Desember 2017 yang sebesar 37,62 persen,” kata dia.

Lanjutnya untuk rata-rata lama menginap tamu hotel bintang di Kalbar pada Januari 2018 masih di bawah dua hari yakni hanya 1,58 hari, turun 0,10 hari dibandingkan Desember 201 yang, 1,68 hari.

“Untuk rata-rata lama menginap tamu hotel non bintang sendiri juga masih di bawah dua hari yakni hanya 1,32 hari, turun 0,03 hari dibandingkan Desember 2017 yang 1,35 hari,” papar dia. (NDHYK)

Insiden Malindo, Penumpang Telanjang Serang Pramugari

this formate

DHAKA, bisniswisata.co.id: Seorang pria asal Bangladesh yang menjadi penumpang pesawat Malindo ditangkap petugas keamanan setelah tidak mengenakan pakaian dan menyerang pramugari. Insiden itu terjadi pada hari Sabtu saat dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Dhaka.

Aksi penumpang telanjang itu berlangsung di pesawat dengan nomor penerbangan OD162 tujuan Dhaka. Penumpang pria berusia 20 tahun tersebut diketahui merupakan mahasiswa dari sebuah universitas di Cyberjaya. Dia diduga melakukan masturbasi di tempat duduknya sambil menonton pornografi di laptopnya sebelum menyerang pramugari.

Seorang saksi mata menduga bahwa pria tersebut juga telah berjalan ke toilet dan menanggalkan pakaiannya. Dia juga dilaporkan buang air kecil di tempat duduknya.

Menurut saksi mata, pria Bangladesh tersebut mulai bersikap agresif saat disuruh mengenakan pakaian. Dia lantas menyerang kepala pramugari.

Karena situasinya tidak bisa dikendalikan, pria itu diikat oleh penumpang lain dengan sehelai kain. Gambar aksi telanjangnya telah beredar di platform media sosial termasuk WhatsApp.

Menurut pihak maskapai, penumpang pria itu telah dikawal tim keamanan Dhaka pada saat pesawat mendarat. Dia telah ditahan. ”Sehubungan dengan kejadian tentang penumpang yang mengganggu penerbangan tertanggal 3 Maret, awak pesawat mengikuti prosedur operasi standar untuk menahan seorang penumpang atas gangguan lebih lanjut terhadap awak pesawat dan penumpang (lain),” kata pihak maskapai.

”Maskapai ini akan terus memastikan penumpang melakukan perjalanan dengan nyaman,” lanjut pernyataan maskapai dalam sebuah pernyataan di halaman Facebook-nya, yang dikutip Senin (5/3/2018). (DAY)