Gubernur Bali: Hotel Jangan Jual Paket Nyepi Isinya Hura-hura

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Gubernur Bali Made Mangku Pastika menghimbau pelaku usaha perhotelan di Pulau Dewata harus menghormati budaya Hari Raya Nyepi, dengan tidak menjual paket-paket yang isinya justru berkebalikan dengan konsep Nyepi.

Pastika mewanti-wanti pihak hotel mencermati situasi, dan menyesuaikan dengan budaya Pulau Bali ketika merayakan Hari Raya Nyepi. Hotel dipersilakan menjual Paket Nyepi sepanjang tak bertentangan dengan adat maupun budaya ketika Nyepi berlangsung.

“Jangan sampai orang hindari Nyepi perginya ke hotel hanya untuk berhura-hura. Saya imbau hotel dengan hormat dan lain-lain dan menyesuaikan diri dengan situasi. Silakan saja jual paket Nyepi, tapi jangan bikin hura-hura, yang dijual sepinya itu. Jangan sampai jual Nyepi, tapi di sana jual hura hura,” jelas Pastika, Rabu (7/3/2018).

Disisi lain, lanjuta dia, pihak hotel diimbau untuk memberi pemahaman kepada wisatawan mengenai makna pelaksanaan Hari Raya Nyepi. “Justru keheningan ketika Hari Raya ini harus disampaikan kepada wisatawan,” lontarnya seperti dilansir laman Bisnis.com.

Bali harus dipahami memiliki keunikan dibandingkan dengan daerah lain. Hotel-hotel yang ada tentu menjual keunikan Bali, sehingga wajib menghormati tradisi budaya dan agama yang dianut oleh masyarakat setempat. Bukan justru sebaliknya.

“Bali itu unik, karena itu tidak bisa menjual kehebatan hotel bertingkat, tetapi keunikannya yang menjual, mari hormati karena selama ini seringkali salah kaprah orang hindari Nyepi pergi hotel musik gede-gede, lampu terang. Kan, alangkah indahnya kalau menjual keheningan,” jelas Pastika.

Dia mengingatkan, jika ada hotel melanggar imbauan tersebut diharapkan desa pakraman mengambil sikap sebagai pemilik wilayah. Satpol PP maupun aparat pemda tidak memiliki kewenangan keluar untuk mengawasi hotel. “Karena saya tidak boleh keliling, Satpol PP tidak boleh keliling, yang bisa awasi ke desa pekraman,” tekannya. (NDHYK)

Presiden Jokowi: Olahraga Otomotif Bisa Hidupkan Industri Pariwisata

this formate

SENTUL BOGOR, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung rencana menghidupkan kembali sirkuit Sentul Bogor, Jawa Barat untuk menjadi tempat lomba MotoGP 2020 mendatang. Rencana ini didukung pembalap nasional Tinton Soeprapto dan anaknya Ananda Mikola.

“Saya sampaikan, silakan, pemerintah mendukung karena ini bagus sekali olahraga otomotif. Saya kira sebuah industri pariwisata bisa kita hidupkan dari event ini, sehingga saya harap Pak Tinton, Mas Ananda Mikola, ya segera dimulai ini diperbaiki sehingga 2021 ada MotoGP di Indonesia,” lontar Kepala Negara dalam keterangan resminya yang dilansir laman Setkab.go.id, Rabu (07/03/2018).

Dilanjutkan, pasar sepeda motor di Indonesia sangat besar sekali. “Sekarang mungkin ada 12 juta sepeda motor yang beredar. Dengan demikian, bisa dibayangkan berapa juta penggemar motor yang ada di Indonesia, sehingga dengan event lomba MotoGP 2020, maka sangat bagus bagi pariwisata kita,” tambahnya.

Disinggung dukungan pemerintah, Presiden Jokowi menegaskan Ananda Mikola hanya minta persetujuan saja. “Enggak ada dukungan, minta restu saja, saya restui, saya setujui,” jawabnya ditambah mengenai pembiayaan, bersumber dari swasta. “Semuanya dari swasta,” tambahnya.

Setelah mendapat dukungan moral dari Presiden Indonesia Jokowi, Sirkuit Internasional Sentul akan berbenah untuk MotoGP. Direktur Sirkuit Internasional Sentul Ananda Mikola, mengatakan, sudah ada investor yang mau menyokong pendanaan. “Investor sudah ada, yang penting dari swasta,” kata Ananda seperti dilansir laman Kompas.com

Ananda Mikola sendiri mengaku menyiapkan sirkuit Sentul untuk ajang Moto GP tahun 2020. “Kan infrastrukturnya sudah siap, tinggal sedikit perubahan saja,” tambahnya.

Ananda tidak mau membuka informasi siapa investor itu, namun dia mengatakan berasal kalangan properti. Investor itu akan menggelontorkan dana buat renovasi Sirkuit Internasional Sentul yang membutuhkan sekitar Rp 250 miliar – Rp 300 miliar sampai sesuai standar MotoGP.

Ditambahkan, kunjungan Presiden Jokowi dianggap bisa meyakinkan investor. Renovasi maklum dilakukan karena Sirkuit Internasional Sentul sudah berusia 25 tahun.

“Tadi pak Jokowi sempat tanya, ini bagaimana izin bikin MotoGP? Saya bilang Dorna ingin sekali balapan di Indonesia karena pasar terbesar sepeda motor di dunia. Dorna sangat ingin Indonesia jadi tuan rumah, kita tidak pakai penawaran, tapi ditunjuk langsung,” kata Ananda. (NDHYQ)

Hebat, Kafe Kopi Indonesia Buka Gerai di Mal Abu Dhabi

this formate

ABU DHABI, bisniswisata.co.id: Kafe “Kopi Ketjil” berkonsep “on the go” yang menyajikan sekaligus memasarkan kopi asli kualitas terbaik dari Indonesia kepada masyarakat publik di Persatuan Emirat Arab (PEA). Sekaligus membuka gerai spesial kopi di Mal Abu Dhabi.

Kafe “Kopi Ketjil” itu dibuka oleh seorang wanita asal Toraja bernama Oktaviana Rombe, demikian keterangan pers dari KBRI Abu Dhabi yang diterima di Jakarta, Rabu (7/3).

Duta Besar RI untuk PEA Husin Bagis menyambut baik dan mengucapkan selamat atas dibukanya kafe Kopi Ketjil di Abu Dhabi. “Semoga kehadiran kafe ini dapat menginspirasi para pengusaha Indonesia lainnya untuk membuka usaha di PEA,” ujar dia.

Kafe Kopi Ketjil berdiri dengan dukungan kemitraan pengusaha setempat. Meski baru dibuka (soft opening) pada 2 Maret 2018, kafe itu sudah semakin dikenal dan cukup ramai dikunjungi para pecinta kopi, baik warga negara PEA maupun para warga asing yang tinggal di Abu Dhabi, termasuk masyarakat Indonesia.

Hal itu ditunjukkan dari banyaknya pelanggan yang datang, terutama menjelang dan saat libur akhir pekan, serta jumlah “follower” akun Instagram kopiketjil.uae yang kian bertambah. Oktaviana mengaku tidak khawatir mengenai posisi Kopi Ketjil sebagai pendatang baru di tengah banyak kafe yang sudah lebih dulu hadir di Abu Dhabi.

Diyakini dengan kualitas biji kopi yang ditawarkan kafenya, apalagi seluruh biji kopi tersebut disangrai (roasting) langsung oleh pihaknya. “Biji kopi yang kami olah hanya berasal dari para petani kopi yang dibina langsung oleh manajemen Kopi Ketjil. Selain itu, biji kopi tersebut juga kami sangrai sendiri, sehingga kami bisa jamin 100 persen keaslian dan kualitasnya,” ujar dia.

“Respons dan ‘feedback’ dari para pelanggan hingga saat ini sangat positif. Menurut mereka, kualitas kopi yang disajikan Kopi Ketjil memiliki rasa yang mantap dan khas, berbeda dengan kopi di tempat lain,” lanjutnya.

Tidak hanya minuman, Kopi Ketjil juga menyajikan makanan khas Indonesia yang jarang atau bahkan belum disediakan di kafe lain, seperti lapis legit, kue sagu, nastar, dan kastengel. Sejumlah kerajinan tangan dari Indonesia juga dijual dan turut menghiasi bar kafe itu. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Vegan Culinary Jadi Daya Tarik Tahun Berkunjung Ke Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisara.co.id: Vegan Culinary Festival Indonesia yang diselenggarakan oleh Indonesia Vegetarian Society (IVS) menjadi media yang efektif untuk mengenalkan dan mempromosikan Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia kepada para pengunjung pameran dan peserta kegiatan yang datang dari dalam negeri maupun mancanegara.

Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) I Gde Pitana pada jumpa pers event 168 Vegan Culinary Festival 2018 di Gedung Sapta Pesona, kantor Kemenpar, Selasa (6/3/2018).

I Gde Pitana mengatakan vegan culinary menjadi salah satu pilihan dan sebagai daya tarik bagi wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia yang tahun ini dipromosikan sebagai Visit Wonderful Year.” Wisatawan vegetarian dan vegan akan merasa nyaman bila di suatu kota atau negara yang dikunjungi memiliki restoran vegan atau vegetarian, ” ungkapnya.

Susianto , Sekjen Indonesia Vegetarian Society (IVS) yang juga sekaligus Sekjen World Vegan Organization mengatakan bahwa Vegan Festival Indonesia 2018’ yang akan dihadiri sekitar 10.000 pengunjung termasuk para pembicara dan pengamat dari 10 negara antara lain Amerika Serikat, Inggris, India, Taiwan, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Australia.

“Pada penyelenggaran Vegan Festival Indonesia tahun 2010 yang lalu jumlah pengunjung mencapai 10 ribu orang, sedangkan pada tahun ini diperkirakan akan naik siginifikan,” ungkap Susianto yang juga menjadi President Yayasan Tempe Internasional.

Menurut dia, masyarakat vegetarian dan vegan di Indonesia cukup besar, sekitar 2 juta orang atau terbanyak di seluruh dunia sehingga menjadi salah satu pendorong tumbuhnya kuliner vegan di Tanah Air.

“Saat ini tercatat ada lebih dari 1000-an rumah makan vegetarian dan vegan, baik yang berskala besar (restoran) hingga warung kaki lima tersebar di 34 provinsi Indonesia,”

Bahkan banyak rumah makan yang non-vegetarian/vegan kini juga menyediakan menu khusus vegetarian termasuk hotel-hotel, tempat wisata, maskapai penerbangan, rumah sakit, hingga kantin sekolah sehingga saat ini sudah cukup akomodatif bagi kaum vegetarian dan vegan.” tambah Susianto.

Kegiatan Vegan Festival Indonesia 2018 dengan acara ‘Earth Day Vegan Festival 2018’ akan berlangsung di Tribeca Park, Central Park Mall Jakarta Barat pada 23-25 Maret 2018.

Sedangkan ‘The Indonesia International Vegan Festival & Forum 2018’ di Neo SOHO Mall, Podomoro City, Jakarta Barat, pada 13-15 April 2018. Kegiatan akan dimeriahkan dengan berbagai acara menarik antara lain; Green Speech Competition, Fashion Show dengan material dasar barang bekas, Parenting & Vegan Talk Show, Flash Mob oleh INLA (International Nature Loving Association), serta Art Performance & Entertainment.

Saatnya Wisata Halal Cape Town Muslim Heritage.

this formate

Kawasan Malay Quarter di Cspe Town, Afsel. ( foto-foto: Go Touch Down) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Berwisata ke Afrika identik dengan  bersafari menjelajah alam liar dan berpapasan langsung dengan kawanan hewan yang buas di sana. Tapi kini traveler dari Indonesia terutama yang muslim bisa mengikuti wisata halal, Cape Town Muslim Heritage.

Paket yang ditawarkan  Go Touch Down African Travel Specialist di acara TTC Travel Mart di Hotel Redtop Jakarta, kemarin, menarik perhatian karena paket 8 hari 7 malam ini banyak mengunjungi beberapa destinasi dan melakukan aktivitas yang dekat dengan Islam.

“Paket ini lebih mengeksplor ibukota Afrika Selatan  dengan beberapa aktivitas yang berhubungan dengan keagaman Islam,” kata I Gusti Ngurah Yudha Feryanto, Direktur GO Touch Down, tour operator dari Afrika Selatan.

Peserta Cape Town Muslim Heritage, akan banyak mengeksplore beragam destinasi seperti ke Makam Syeikh Yusuf di Kampung Macassar, Cape Town, misalnya, sebagai salah satu bukti kedekatan Indonesia dengan Afrika Selatan.

Setiap hari peserta aktivitasnya beragam untuk menikmati keindahan alam, ziarah ke makam dan ke sejumlah masjid, ke cagar alam, ke puncak Cape Point, mengunjungi kota tua dan wisata kuliner halal mulai di desa hingga restoran, tambahnya.

Leluasa bergerak dengan kendaraan kecil mengunjungi obyek wisata Islami di Cape Town

“Kami ada memiliki paket safari, paket Cape Town serta paket combo dan signature. Tapi paket wisata halal yang menjadi program tour baru ini yang kami promosikan di arena Astindo Travel Fair di JCC pada 2-4 Maret serta di TTC Travel Fair di Jakarta 5 Maret dan di Hotel JW Mariott Surabaya pada 7 Maret 2018,” kata Ngurah.

Menurut I Gusti Ngurah Yudha Feryanto, setiap hari selama tour peserta rata-rata bisa mengunjungi 3-5 destinasi dengan kendaraan mobil isi 4-6 penumpang yang nyaman dan sewaktu-waktu bisa berhenti sesuai kebutuhan tamu.

“Soalnya beragam aktivitas sepanjang perjalanan bisa kita temukan mulai dari panorama kota dari ketinggian hingga melihat koloni penguin,” ungkap Ngurah.

Dia mencontohkan perjalanan di hari ke tiga misalnya, pagi hari peserta di jemput di kondominium Burgundy Estate tempat menginap selama tour. Lalu menuju Two Oceans Aquarium dan mengunjungi tempat wisata bahari di Victoria & Albert Waterfront.

Acara siang suasananya berubah karena mengeksplore wisata budaya  wisata religi  dan wisata sejarah sekaligus. Peserta diajak sholat Jumat di Mesjid Auwal  lalu berinteraksi langsung dan makan siang halal di rumah penduduk.

Pemandangan di Victoria & Albert Waterfront

“Sore hari perjalanan dilanjutkan dengan merasakan pengalaman sejarah sepanjang Bo-Kaap yang merupakan kawasan asal mula komunitas Muslim pertama di Afrika,” ungkap Ngurah yang yakin paket barunya ini bisa laris manis meskipun tergolong long-haul destination.

Pengalaman berwisata halal ini diyakininya akan memberikan pengalaman yang menyenangkan apalagi Pemerintah Afrika Selatan ( Afsel) memandang Indonesia sebagai bangsa yang memiliki ikatan sejarah erat dengan bangsa Afsel.

Pemimpin mereka, Presiden Nelson Mandela empat kali berkunjung ke Indonesia dan menghargai peranan Pemerintah Indonesia yang secara konsisten mendukung perjuangan rakyat Afsel menentang pemerintah Apartheid.

“Dalam paket halal ini di hari ke lima, misalnya, ada kunjungan ke Robben Island tempat Nelson Mandela di penjara, juga ada kunjungan ke pasar seni, menikmati keindahan kota sepanjang Camps Bay Beach dan berakhir makan malam di resto halal,” ungkapnya.

Destinasi lainnya yang dapat dikunjungi di Cape Town antara lain Table Mountain untuk menikmati pemandangan kota dari ketinggian di atas cable car hingga wisata belanja di toserba pertama yang ada di Afrika yakni Mariners Wharf.

Muslim traveler Indonesia juga bisa menjajaki peluang bisnis sambil berwisata karena Afrika Selatan berperan penting sebagai pintu masuk produk ekspor Indonesia ke negara-negara Afrika lainnya seperti Botswana, Lesotho dan Swaziland. Nah tunggu apalagi ?



Bandara Maratua Sambut Wisatawan Berwisata Bahari

this formate

BERAU KALTIM, bisniswisata.co.id: Bandara Maratua di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) siap menyambut wisatawan yang akan berkunjung ke destinasi wisata bahari bertaraf internasional, Kepulauan Derawan. Bandara yang dibangun di Pulau Maratua yang merupakan pulau terbesar di Kepulauan tersebut. Operasional bandara juga sudah dimulai sejak akhir 2017.

“Bandara Maratua ini sebagai penanda kehadiran negara di daerah perbatasan Indonesia dan sekaligus berpotensi mengembangkan perekonomian daerah sekitar dengan pengembangan sektor pariwisata,” papar Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso dalam keterangannya, Selasa (6/3/2018).

Dikatakan, pembangunan Bandara Maratua diprakarsai oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Berau dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada 2008. Selanjutnya, dikembangkan oleh Kementerian Perhubungan dan selesai pada 2017. Pembangunan bandara yang dilakukan mulai 2008 sampai dengan 2017 menghabiskan dana hingga Rp112,72 miliar.

Menurutnya, Bandara Maratua memang mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan. Pihaknya bersama pemerintah setempat akan melakukan upaya pengembangan agar menarik minat maskapai asing maupun nasional untuk membuka rute penerbangan di bandara ini.

“Saya berharap bisa segera diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun ini. Dengan demikian, pengembangan sisi komersial akan bisa lebih cepat dilakukan,” ujarnya.

Bandara Maratua mempunyai landas pacu (runway) 1600 m x 30 m, dengan jalur penghubung (taxiway) dengan ukuran 75 m x 18 m dan landasan parkir pesawat (apron) 70 m X 100 m. Adapun, kondisi tersebut hanya mampu melayani operasional pesawat jenis narrow body.

Gedung terminal yang dibangun seluas 600 m2. Maskapai yang beroperasi di bandara ini adalah Susi Air yang menggunakan pesawat Grand Caravan dan Garuda Indonesia dengan menggunakan pesawat CRJ-1000. (redaksibisniswisata@gmail.com)

8-9 Maret 2018, Jakarta Food Security Summit 2018

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) kembali menggelar pameran dan konferensi pangan bertajuk “Jakarta Food Security Summit (JFSS)”, yang dilaksanakan di JCC Senayan, Jakarta, pada 8 hingga 9 Maret 2018. Acara yang diinisiasi oleh para pelaku usaha tersebut merupakan upaya berkesinambungan untuk mendukung ketahanan pangan nasional serta memenuhi sebagian kebutuhan pangan dunia.

Selain menargetkan ketahanan pangan, JFSS 2018 juga fokus untuk bisa meningkatkan produktivitas para petani. Kalau produktivitas naik tentunya penghasilan petani juga akan lebih baik lagi. Ini bisa jadi win-win solutions bagi semua pihak. Karena itu, tema JFSS “Pemerataan Ekonomi Sektor Pertanian, Peternakan dan Perikanan Melalui Kebijakan dan Kemitraan”.

JFSS merupakan wadah lintas sektoral yang mempertemukan pemerintah, swasta, organisasi masyarakat sipil, organisasi internasional, petani, dan kalangan akademik untuk menyusun langkah terbaik dalam meningkatkan produktivitas.

Perhelatan JFSS sendiri digelar setiap 2 tahun sekali sejak 2010. Agenda terkait masalah pangan ini diharapkan dapat memberikan solusi kepastian hukum untuk meningkatkan daya saing pangan dalam dan luar negeri.

Sehingga kegiatan pameran dan konferensi ini ditargetkan mendapat kebijaksanaan pemerintah dalam kebijakan ekonominya, termasuk kepastian pengusaha untuk investasi dan berdagang. Mengingat Sustainability kebijakan sangat penting. Karena akan membuat orang berani investasi. Investasi tumbuh maka trade-nya meningkat. Trade-nya tumbuh tentu akan meningkatkan ekspor dan daya saing.

Selain itu, dengan kepastian kebijakan tersebut akan semakin menyehatkan industri dan membuat perputaran ekonomi berjalan lebih baik. Belum lagi akan berpengaruh pada penyerapan tenaga kerja dalam negeri. Hal itu dapat dilakukan oleh lembaga terkait pekerjaan.

Di sisi lain, kegiatan ini juga akan menjadi salah satu sarana edukasi bagi konsumen. Secara tidak langsung para konsumen akan mendapat pengetahuan tentang kualitas produk di pasaran, dan bagaimana membedakan produk dalam dan luar negeri.

Dan bukan tidak mungkin edukasi yang diberikan akan berdampak positif dengan adanya konsumen yang melakukan investasi. Pasalnya sektor makanan khususnya pertanian menjadi sektor lapangan kerja terbesar di Indonesia. Konsumen teredukasi, dia mengerti kualitas produk dan dapat membedakan yang produk impor dan dari dalam negeri.

Selain melibatkan kalangan dunia usaha, JFSS juga akan melibatkan kalangan pemerintah, para pakar, akademisi hingga petani. JFSS akan diikuti oleh sekitar 2000 peserta konferensi. Seperti penyelenggaraan sebelumnya, JFSS akan dilengkapi dengan pameran produk-produk unggulan nasional dan inovasi teknologi pertanian mutakhir. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tips Bawa Makanan Praktis Saat Travelling

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bepergian adalah salah satu kegiatan yang semakin sering dilakukan banyak orang, terutama oleh para anak muda, karena banyaknya tempat-tempat seru dan menarik di penjuru dunia ini. Tidak melulu harus pergi ke luar negeri, semakin banyak masyarakat Indonesia yang menghabiskan waktu berjalan-jalan mengelilingi pelosok negeri ini demi menemukan tempat-tempat yang selama ini hanya mereka jumpai lewat foto atau mendengar dari pengalaman orang lain.

Untuk yang senang traveling, Anda pasti tahu hal-hal penting yang harus disiapkan dan dibawa setiap kali pergi jauh dari rumah, termasuk makanan. Banyak orang berpikir mereka dapat dengan mudah menemukan makanan di lokasi yang mereka tuju, namun ternyata akan lebih aman kalau membawa bahan makanan sendiri demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Makanan juga menjadi salah satu yang paling krusial, terutama buat yang ingin berjalan-jalan ke tempat yang sama sekali belum Anda ketahui cita rasa makanannya. Berikut beberapa makanan siap santap yang wajib Anda bawa saat bepergian, seperti dilansir laman Teen, Selasa (06/03/2018):

1. Abon
Abon jelas menjadi salah satu menu wajib bagi orang-orang yang ingin makanan praktis. Cukup dengan membuka bungkus dan menyendoknya saja, Anda sudah bisa menikmati cita rasa abon yang jelas enak dan cukup mengenyangkan. Abon juga memiliki daya tahan yang lama asal disimpan dengan baik, yaitu dengan menutup dengan rapat begitu sudah membuka bungkusnya.

2. Rendang

Anda pasti sudah tidak merasa asing lagi saat menemukan banyak teman yang berasal dari Sumatra dan dibawakan setoples rendang dari rumahnya untuk disimpan di perantauan. Walaupun terbuat dari daging dan terlihat mudah basi, kenyataanya rendang merupakan salah satu menu yang tahan lama asalkan disimpan dengan baik. Rendang juga menjadi salah satu pilihan makanan yang dibawa masyarakat Indonesia saat berpergian karena rasanya yang enak dan awet. Zaman sekarang, Anda juga bisa menemukan rendang yang dijual dalam bentuk kemasan, seperti kaleng ataupun bungkus biasa.

3. Makanan kering
Contohnya kentang balado kering, teri kacang kering, dan sebagainya.

4. Bumbu pelengkap,

Jangan lupa membawa bumbu pelangkap seperti saus, kecap, dan sambal

5. Mi instan

Walaupun mi instan mudah ditemukan di mana-mana, tapi harga mi instan di beberapa tempat, terutama luar negeri sering kali jauh lebih mahal. Bila ingin meminimalisir pengeluaran, membawa mi instan sendiri bisa menjadi salah satu solusi.

6. Beras

Ternyata tidak sedikit orang yang berpergian dengan membawa sedikit beras untuk dimakan karena masyarakat Indonesia terbiasa mengkonsumsi nasi sebagai salah satu makanan pokok. Tidak hanya beras, banyak orang yang senang berpergian ke luar negeri dengan membawa penanak nasi kecil untuk mempermudah mereka dalam memasak nasi. (DAY)

Busana Mistis Karya Desainer Toton Sihir Paris

this formate

PARIS, bisniswisata.co.id: Salah satu yang menarik dari Indonesia adalah berbagai cerita rakyat dan legenda serta hal-hal mistis yang melingkupinya. Jika ditilik lebih dalam, sebagian besar figur mistis tersebut digambarkan dalam sosok perempuan berambut panjang tergerai.

Mengapa banyak perempuan yang digambarkan sebagai sosok yang kuat, namun menakutkan? Mungkin ini hanya sebuah kebetulan ataukah ada nilai-nilai dan efek dari kecenderungan budaya patriarki yang menimbulkannya, yang membentuk tradisi dan peran perempuan dalam masyarakat? Sampai sekarang, ini masih jadi sebuah misteri.

Pertanyaan-pertanyaan inilah yang menjadi titik awal Toton dalam menciptakan koleksi musim dingin 2018-nya. Lewat koleksi terbarunya yang bertajuk Sihir, Toton mencoba menggali lebih dalam akan makna dari stereotip identikal soal hantu dan perempuan.

“Saya mengamati dalam cerita misteri, jarang perempuan jadi pahlawan. Biasanya perempuan digambarkan menjadi korban, lalu membalas dendam menjadi setan. Mengapa hal ini sering muncul?” katanya penuh pertanyaan.

“Menurut saya, salah satunya mungkin karena ketakutan laki-laki akan sosok perempuan yang kuat. Di sini kami mengambil referensi-referensi kecantikan perempuan, seperti bunga-bunga, yang memakan siluet-siluet maskulin seperti trench coat, jaket, dan denim.” sambungnya seperti dilansir laman CNNIndonesia.com, Selasa (06/03/2018).

Diperagakan bersama 29 desainer internasional lainnya di Tranoi Week, sebuah pameran trading fashion internasional di Paris, Toton menyajikan koleksi kontemporer yang memikat, tapi bukan karena ia menyajikan budaya Indonesia secara-terang-terangan, seperti memakai kain batik atau kain tradisional lainnya.

Ke-Indonesia-an koleksi Toton tersembunyi rapi di jahitan-jahitan dan variasi payet serta sulaman. Hal ini menjadi salah satu keuntungan para emerging desainer, karena karya mereka dilihat lebih dari kualitas desain dan bukan dari cerita latar belakang atau asal-usul sang desainer.

“Meskipun salah satu ide awalnya datang dari legenda serta cerita rakyat, termasuk Suzanna dalam berbagai tokoh dan versi, tapi tidak ada kegelapan di sini,” kata Toton di Paris.

“Justru itulah tantangannya, bagaimana mengambil karakter yang kuat dan menciptakan pakaian yang feminin dan maskulin di saat yang sama.”

Dikemas dalam koleksi yang terlihat seperti karya kolase sebelumnya – denim, rafia, mutiara sebagai bordir, dan kain perca, Toton menggali lebih dalam definisi feminisme dan tidak terjebak dengan klise-klise yang biasa sehingga menghasilkan koleksi yang matang namun tetap beraura mistis.

Pemberdayaan lokal saat ini menjadi semangat para desainer baru dan juga kaum milenial, Toton pun secara konsisten mendukung gagasan itu. “Kita ingin memberdayakan tenaga dan sumber daya lokal, dibuat di Indonesia, dibuat oleh orang-orang Indonesia. Meskipun ada beberapa bahan yang kami impor dari luar negeri, seperti sutera organdi, semuanya masih harus diproses di Indonesia,” ujarnya.

Setelah memenangkan Woolmark Prize untuk region Asia di tahun 2016, Toton, yang juga meyakini bahwa label luxury bisa ramah lingkungan, mendaur ulang sisa bahan wool dan denim dari koleksi-koleksi sebelumnya.

“Repurpose, recycle. Kami yakin hasilnya akan sangat baik, dan karena beberapa bahan bakunya daur ulang, hal ini menjadikan banyak pakaian kami tidak ada yang sama persis.”

Apakah hal ini tidak akan menjadi perhatian para buyer? “Keunikan ini saya pikir justru menjadi sebuah benefit bagi para buyer, karena banyak dari konsumen yang menginginkan item yang eksklusif.”

Dengan membuka showroomnya di Tranoi Week di 108 rue Vieille du Temple, Paris selama pagelaran Paris Fashion Week, Toton yakin, meskipun tidak mengusung karya-karya yang selalu diasosiasikan dengan Indonesia seperti batik dan modest wear, karyanya akan diterima masyarakat luas, termasuk warga kota mode, Paris. (CNN)

Okupansi Kamar Hotel di Manado Terkerek Atraksi Seni Budaya

this formate

MANADO, bisniswisata.co.id: Berbagai kegiatan atraksi seni dan budaya yang cocok sekaligus sesuai dengan harapan wisatawan China, diyakini mampu mengerek tingkat okupansi kamar hotel di Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Memang pariwisata Manado kini diserbu turis Tiongkok, apalagi saat event Imlek yang mampu mendongkrak tingkat hunian kamar hotel.

Djemie Lala, Executive Assistant Manager Aston Manado Hotel, mengatakan kegiatan seni budaya nasional maupun China ini penting digelar untuk menghibur. Mengingat besarnya dominasi wisatawan China yang berkunjung ke Manado. Pasalnya, sekitar 40% tamu dengan travel agent yang menginap di hotelnya pada awal 2018 berasal dari China.

“Di Manado sekarang kan banyak turis China, jadi acara-acara budaya yang meriah sangat membantu agar semakin banyak turis yang hadir,” ujar Djemie Lala seperti dilansir laman Bisnis.com, Selasa (06/03/2018).

Menilik data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Sulawesi Utara melalui pintu masuk bandara Sam Ratulangi pada Januari 2018 sebanyak 8.505 orang, naik 10,83% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 7.674 orang.

Dari angka tersebut, wisatawan asal China mendominasi dengan jumlah 7.671 orang atau mengambil porsi 90,19%. Selanjutnya diikuti oleh Amerika (1,14%), Hong Kong (1,00%), Singapura (0,92%), Perancis (0,80%), Jerman (0,76%), Malaysia (0,59%), Australia (0,47%), Inggris (0,39%), Korea Selatan (0,35%).

Mulai banyaknya wisatawan asal Negeri Panda itu, menurut Djemie, mampu mengerek tingkat okupansi hotel Aston Manado saat ini sekitar 83%. Angak tersebut di atas rata-rata seluruh hotel di Ibu Kota Sulawesi Utara, sekitar 76%-77%.

Djemie Lala mengapresiasi adanya gelaran International Shaolin Show, yang digelar di Manado pada Selasa (6/3/2018), dengan menampilkan atraksi kungfu shaolin sekitar 27 adik seperguruan Bruce Lee dari Biara Shaolin Selatan Kota Putian Provinsi Fujian China.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado Lenda Pelealu mengatakan gelaran International Shaolin Show untuk menunjang pariwisata di Manado. Selain itu, pihaknya ingin menjawab tunturan dari para pelaku industri agar menggelar acara untuk menyambut kunjungan turis yang terus bertambah.

Meskipun mengakui akan lebih menyediakan waktu lebih banyak untuk memperkenalkan seni bela diri asal China itu, Lenda mengatakan atraksi budaya lokal tetap ada. Beberapa seni budaya lokal yang tampil antara lain tari Kabasaran dan Masamper. (NDHYK)