Komunitas Budaya Gelar Apresiasi Budaya Nusantara di Mall

this formate

TANGERANG SELATAN, bisniswisata.co.id: Komunitas Budaya menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengelar acara Apresiasi Komunitas Budaya Nusantara di Mal Bintaro Xchange, Tangerang Selatan, Sabtu (24/3) dan Ahad (25/3). Acara ini berlangsung sebagai wujud memberikan apresiasi terhadap hasil karya para komunitas budaya.

Kegiatan ini merupakan salah satu Program Bantuan Pemerintah (Banpem) yang berjalan sejak tahun 2012. Banpem telah diberikan kepada 1.760 komunitas budaya, dan 21 komunitas budaya yang mendapatkan bantuan tersebut tampil dalam acara.

Apresiasi Budaya Nusantara ini dihadiri 258 peserta seluruh Indonesia. Dibagi dalam dua rangkaian kegiatan yakni pementasan karya budaya tradisional dan kontemporer, serta diskusi terpumpun atau Focus Group Discussion (FGD). Penyelenggaraan FGD diikuti 90 peserta, dengan tujuan untuk menjaring masukan untuk perbaikan kualitas komunitas budaya.

Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, mengatakan saat ini merupakan momen luar biasa di mana seni tradisional hadir di tempat yang mungkin tidak biasa, yaitu di pusat perbelanjaan. Dan ini pertama kali pentas budaya di mall, tujuannya memang bagus agar masyarakat milenia mengenal, memahami, memahami dan meresapi tentang berbagai budaya tradisonal agar tidak ditinggalkan/

“Saya mengapresiasi pengelola pusat perbelanjaan ini yang telah memberikan ruang kepada seni tradisi untuk tampil. kita lihat sendiri pengunjung mal sangat antusias menyaksikan pementasan budaya bangsa ini,” tuturnya dalam siaran pers yang diterima Bisniswisata.co.id, Ahad (25/03/2018).

Selama ini, sambung dia, pementasan seni tradisi banyak dilakukan di gedung pertunjukan, namun sekarang pihaknya berupaya untuk mendatangi masyarakat dengan menampilkan pentas seni budaya di mal terutama pada akhir pekan.

Mengusung tema “Merajut Keberagaman melalui Ekspresi Komunitas Budaya”, Hilmar berharap acara ini bisa dimanfaatkan para komunitas budaya untuk mengekspresikan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia. “Kami berharap, lebih banyak lagi pusat berbelanjaan mau berpartisipasi seperti acara hari ini dengan membuka ruang di akhir pekan untuk penyelenggaraan seni dan budaya,” tambahnya.

Hilmar mengatakan, dengan menyelenggarakan kegiatan di pusat perbelanjaan ini menjadi kesempatan yang sangat bagus bagi para komunitas budaya untuk tampil, karena disaksikan secara langsung oleh para pengunjung. “Masyarakat dapat menyaksikan secara langsung bagaimana seni tradisi ini terus dikembangkan oleh para komunitas budaya di berbagai daerah,” ucapnya.

Seorang pengunjung mal, Khairul (34), mengaku baru pertama kali melihat pertunjukan seni tradisi di dalam mal. “Selama ini lihat pertunjukan seperti ini di sekolah saat perpisahan atau gedung pertunjukan. Tapi kali ini di mal, ini hal yang baru buat saya,” kata Khairul yang membawa dua anaknya tersebut. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Pembangunan 10 Bali Baru Terapkan Konsep Terpadu

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menggapai target 20 juta kunjungan wisatawan asing hingga 2019, Pemerintah menetapkan 10 Bali baru atau 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Pembangunan 10 Bali Baru menggunakan konsep terpadu, baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk..

“Pembangunan terpadu tersebut melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur,” papar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, di Jakarta, Ahad (25/03/2018).

Dicontohkan dukungan infrastruktur bagi pengembangan salah satu KSPN yakni Danau Toba. Tantangannya adalah akses jalan menuju lokasi wisata. Saat ini, waktu tempuh dari Medan ke Danau Toba sekitar lima jam perjalanan untuk menempuh jalan sepanjang 170 km yang akan komplementer dengan Bandara Silangit.

Kementerian PUPR berupaya memangkas waktu tempuh hingga setengahnya melalui pembangunan jalan tol dengan melibatkan investasi swasta. Pada tahun 2018, ditargetkan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 61,7 km akan rampung. Dilanjutkan dengan konstruksi Tol Tebing Tinggi-Pematang Siantar sepanjang 35 km dan Pematang Siantar hingga Parapat sepanjang sepanjang 27 km.

Sektor sumber daya air, Kementerian PUPR akan melebarkan Kanal Tano Ponggol dengan anggaran sebesar Rp111,7 miliar melalui kontrak tahun jamak tahun 2017-2018 dan membangun Jembatan Tano Ponggol Samosir. Selain itu akan dibangun kolam tampungan Aek Natonang seluas 29,2 Ha yang akan menyimpan air hujan untuk kebutuhan irigasi dengan biaya Rp9,2 miliar.

Untuk mengurangi risiko banjir, dibangun Bendung di Tapanuli Utara untuk mengurangi banjir. Bendung dengan tinggi 32 meter dibiayai dengan dana APBN senilai Rp42,99 miliar. Kemudian dilakukan perbaikan tanggul sungai Aek Sigeaon di Kabupaten Tapanuli Utara sepanjang 1 km dengan biaya Rp25 miliar.

Infrastruktur permukiman juga mendapat sentuhan pembangunan dengan anggaran sebesar Rp166,5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pembangunan Area Atraksi Danau Toba, Penanganan Sanitasi, Instalasi Pengolahan Air, dan pengembangan kawasan Ajibata.

Pariwisata menjadi salah satu program prioritas Kabinet Kerja di bawah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meningkatkan devisa dan investasi.

Sepuluh KSPN: Mandalika di Prov. NTB, Pulau Morotai di Prov. Maluku Utara, Tanjung Kelayang di Prov. Bangka Belitung, Danau Toba di Prov. Sumatera Utara, Wakatobi di Prov. Sulawesi Tenggara, Borobudur di Prov. Jawa Tengah, Kepulauan Seribu di Prov. DKI Jakarta, Tanjung Lesung di Prov. Banten, Bromo Tengger Semeru di Prov. Jawa Timur dan Labuan Bajo di Prov. NTT.

Dari sepuluh KSPN ditetapkan tiga sebagai prioritas yakni Borobudur, Danau Toba, dan Mandalika. Diantara 10 destinasi Bali Baru itu, Pemerintah juga telah menambahkan dua daerah baru KSPN yakni Toraja di Sulawesi Selatan dan Mandeh di Sumatera Barat yang terkenal dengan kekayaan budaya dan keindahan alamnya.

“Jadi untuk di Toraja, sekarang, konsep pariwisatanya menjual minum kopi di atas awan, karena Toraja terkenal dengan sebutan Negeri di atas awan,” tambah Menteri Basuki. (redaksibisniswisata@gmail.com)

2018, Citilink Tambah 2 – 3 Rute Regional

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sepanjang tahun 2018, Maskapai Citilink Indonesia berencana menambah dua hingga tiga rute baru regional, menyusul dibukanya rute perdana Penang-Jakarta pulang pergi, mulai Minggu (25/3/2018).

Direktur Komersial Citilink, Andy Adrian Febrianto, mengungkapkan memang sudah ada kajian, tambahan rute baru regional setelah Penang. Ada dua hingga tiga kota sampai akhir tahun ini. Namun, Andy belum bersedia merinci kota-kota tujuan rute baru regional di kawasan ASEAN tersebut.

“Ya tidak jauh jauh di ASEAN juga karena daya jangkau pesawat kami 4-5 jam penerbangan,” kata Andy usai Pelepasan Penerbangan Perdana Jakarta-Penang di Terminal 3 Ultimate, Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Ahad (25/3/2018).

Jika Citilink terbang regional, kata Andy, maka perseroan mendapatkan keuntungan dari multi mata uang, khususnya dari beberapa negara dengan mata uang yang lebih tinggi nilainya dari rupiah.

Terkait pemilihan Penang sebagai rute pertama regional, dia menjelaskan Penang adalah kota berpopulasi dua juta penduduk, yang menjadi tujuan wisata dari berbagai benua, mulai Asia hingga Eropa. “Jadi, kami ingin mengajak potensi Penang untuk keluar, termasuk para wisatawan itu bisa terbang dengan kami ke sejumlah kota di Indonesia,” katanya.

Pelaksana Harian Direktur Utama Citilink Indonesia, Fransetya Hutabarat, menyatakan salah satu daya tarik rute baru ke Penang, Malaysia tersebut adalah tingginya permintaan wisatawan medis. “Penang banyak menawarkan paket paket perawatan medis yang kompetitif sehingga banyak permintaannya. Jadi, medical turism Penang ini menjadi daya tarik tersendiri,” katanya.

Bahkan, katanya, sebagai kota dengan pendapatan per kapita tertinggi di Malaysia, sekitar 70 persen disumbang dari sektor jasa, khususnya pelayanan kesehatan.

Andy membenarkan, Penang memiliki daya tarik tersendiri, selain potensi lainnya seperti wisata kuliner dan sejarah. “Terbukti, untuk penerbangan perdana kali ini, tingkat isian penumpang hampir 100 persen karena dari 180 kapasitas tempat duduk, terisi 176,” kata Andy.

Fransetya menargetkan, rute Jakarta-Penang pulang pergi dapat mencapai tingkat isian penumpang rata-rata 85%. Citilink Indonesia telah terbang ke 66 rute penerbangan dan 268 frekuensi penerbangan setiap harinya ke 33 kota di Indonesia dan regional dengan menggunakan 50 unit persawat Airbus A320. Citilink adalah anak perusahaan dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (NDY)

13-15 April 2018, Ubud Food Festival

this formate

UBUD BALI, bisniswisata.co.id: Festival kuliner tahunan bertajuk Ubud Food Festival (UFF), kembali digelar secara spesial pada tahun 2018. Festival yag pertama kali digelar tahun 2015, tahun ini kembali dimeriahkan dengan berbagai acara yang menarik. Acara ini diselenggaran di Ubud Bali, pada 13-15 April 2018.

Pariwisata punya hubungan sangat erat dengan dunia kuliner. Hasil riset menyebutkan culinary and shopping mencapai 45%, wisata desa-kota 35% dan wisata budaya, sejarah dan heritage 20%. Karena itu, membuat event kuliner di kawasan budaya Bali, terlebih di Ubud yang kental dengan culture Bali, itu sudah sangat tepat.

UFF tahun 2018 ini akan diisi oleh berbagai macam acara seperti sesi diskusi, demo masak, special event, workshop, jalan-jalan kuliner, seminar kuliner, pasar makanan hingga pemutaran film dan pertunjukan musik. Ada hal baru pada UFF 2018, misalnya mengenai kopi. Akan ada semacam coffee lab. Jadi nanti akan datang produser kopi dari Bali dan Sumatera, juga ada demo roasting kopi.

Festival ini juga menghadirkan sekitar 100 pembicara yang ahli di bidang kuliner dari dalam dan luar negeri. Dari dalam negeri, salah satu ahli kuliner yang dipastikan kembali hadir untuk ketiga kalinya ialah Sisca Soewitomo. Pionir acara masak memasak ini memasak hidangan rumahan khas Indonesia untuk disajikan kepada pengunjung UFF.

Selanjutnya ada chef Rinrin Marinka. Chef asal Indonesia yang kerap muncul di acara masak memasak di TV lokal maupun Internasional. Mulai dari MasterChef dan Junior MasterChef Indonesia hingga At Home With Marinka yang tayang di Asian Food Channel.

Lalu ada Andrian Ishak, yang terkenal berkat kemampuannya menghidangkan menu molecular gastronomy, atau sebuah teknik memasak yang menggunakan ilmu fisika dan kimia. Juga adalah salah satu orang pertama yang membawa inovasi besar tersebut ke Indonesia. Chef di balik resto Namaaz Dining di Jakarta ini akan memasak di hadapan para pengunjung UFF dengan teknik kebanggaannya tersebut.

Sementara dari kancah internasional, UFF juga akan mendatangkan berbagai chef pemenang Michelin Star. Mulai Rishi Naleendra, chef asal Sri Lanka pertama yang mendapatkan penghargaan Michelin untuk restoran miliknya, Cheek by Jowl di Singapura. Dua chef lainnya memenangkan penghargaan Michelin untuk restauran adalah Sam Aisbett dari Whitegrass di Singapura dan Jun Lee, chef asal Korea.

Prestasi yang membanggakan pernah ditoreh Jun Lee, chef ini berhasil mempertahankan Michelin untuk restauran Soigné di Seoul selama dua tahun berturut-turut (2016 dan 2017). Mereka semua tentunya akan menyajikan hidangan mereka kepada para pengunjung UFF 2018.

Hadirnya chef berkelas dunia, inovator muda yang membuat bangga Indonesia, serta sosok-sosok kuliner yang nama serta karyanya sudah diakui, membuktikan bahwa Indonesia kini telah mendapatkan sorotan di peta kuliner dunia.

Selain itu, persembahan makanan lezat dari chef ternama Petty Elliot dan Billy Kalangi. Turut juga mempersembahkan ragam makanan terpedas khas nusantara dengan sambal oleh chef Bara Pattiradhawane. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Kapal Pesiar Angkut Turis Jepang Bersandar di Semarang

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Sedikitnya 517 wisatawan Jepang yang menumpang kapal pesiar Ocean Dream bersandar di dermaga Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Wisatawan elite ini menempuh perjalanan panjang dari Yokohama, Jepang dan akan mengunjungi beberapa destinasi yang ada di Jawa Tengah.

“Ini merupakan kunjungan ke Jawa Tengah untuk pertama kali. Nanti mereka akan mengikuti city tour di Semarang dan Candi Borobudur,” kata Kasi Promosi Disporapar Jateng, Mieke seperti dikutip laman Sindonews.com, Ahad (25/03/2018).

Dilanjutkan, wisatawan mancanegara itu akan diajak berkeliling untuk melihat bangunan-bangunan ikonik Kota Semarang. City tour itu di antaranya akan mengunjungi Kota Lama, Lawang Sewu, serta mengunjungi beberapa sekolah.

“Wisman Jepang memang menjadi salah satu target prioritas yang akan kami tarik ke Jawa Tengah, selain China, Thailand dan Timur Tengah. Agar mereka tidak hanya kenal Bali tapi juga mengetahui Jawa Tengah memiliki potensi wisata yang bagus juga,” terangnya.

Untuk menarik kesan wisatawan, berbagai rangkaian kegiatan disiapkan untuk pemyambutan. Tak hanya pemberian cenderamata, mereka juga mendapat suguhan hiburan berupa pertunjukan seni tradisional yang diiringi gamelan dan tari.

“Penyambutan di Jawa Tengah ini paling meriah. Bahkan, Bali kalah dalam penyambutannya. Sepertinya benar-benar disiapkan dengan serius. Kami sangat senang dan ini sangat berkesan, terlebih pertunjukan tradisi itu,” ujar Deck Administrator Ocean Dream, Judaswara Virga.

Pada pelayaran kali ini, Ocean Dream yang berbendera Panama tersebut bertolak dari Yokohama pada 7 Maret, dan kembali tiba di sana pada 23 April. Berlabuh di Koror Palau, Chile, Dili, Benoa, Semarang, Klang Malaysia, Yangon Myanmar, Singapore, Kamboja, Hainan China dan kembali ke Yokohama.

Ocean Dream merupakan salah satu kapal pesiar mewah yang diproduksi pada 1981. Kapal itu mulai berlayar untuk Carnival Cruise Line sebagai Tropicale pada 1982 dengan panjang 205 meter dan mampu membawa 1.422 penumpang dan awak kapal 550.

“Kapal ini menjadi bagian dari PBB peace boat yang mengusung misi kemanusiaan. Juga melakukan kampanye antinuklir, termasuk kampanye perdamaian,” pungkasnya. (SIN)

Pasar Wisata Halal Sangat Menggiurkan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tahun 2015, Indonesia berhasil meraih tiga penghargaan sebagai destinasi halal dunia dalam acara World Halal Travel Award 2015 di Uni Emirat Arab (UEA). Namun jauh sebelum itu, wisata halal sudah menjadi perhatian para ‘pemain’ di industri pariwisata. Potensi pasar muslim dunia rupanya sangat menggiurkan.

Berdasarkan laporan Thomson Reuters dalam Global Islamic Economy Report 2016-2017, pengeluaran turis muslim tahun 2015 sebesar US$151 miliar, angka itu hanya kalah dari China yang bercokol di peringkat pertama dengan pengeluaran sebesar US$168 miliar. Diperkirakan tahun 2021, pengeluaran turis Muslim yang ke luar negeri bisa mencapai angka US$243 miliar.

Studi serupa dilakukan oleh MasterCard dan CrescentRating dalam Global Muslim Travel Index 2017, pada tahun 2016 tercatat ada 121 juta turis Muslim dan diperkirakan pada tahun 2020 meningkat menjadi 156 juta turis Muslim. Tak heran jika banyak negara yang ‘tergiur’ untuk menggarap pasar yang ‘seksi’ ini.

Untuk menggarap pasar tersebut, ekosistem bagi turis Muslim memang harus dibuat dan dikembangkan. Indikator ekosistem untuk wisata halal berdasarkan data dari Global Islamic Economy Report 2016-2017 meliputi transportasi, akomodasi, kuliner, agen perjalanan, dan atraksi wisata.

Ada 10 negara yang sudah mengembangkan ekosistem itu dengan baik, sayangnya Indonesia tidak masuk ke dalam daftar tersebut. Peringkat pertama diduduki oleh Uni Emirat Arab, sedangkan Malaysia berada di posisi ke-dua dan Singapura berada di peringkat ke-empat.

Pasar turis Muslim terbesar masih dipegang oleh Arab Saudi, karena penduduknya mengeluarkan total US$19,2 miliar untuk berwisata. Posisi ke-dua ditempati Uni Emirat Arab dengan pengeluaran sebesar US$15,1 miliar, sedangkan Indonesia berada di posisi ke-lima dengan pengeluaran sebesar US$9,1 miliar.

Menyikapi fenomena wisata halal dan turis Muslim di dunia, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kementerian Pariwisata Riyanto Sofyan menjelaskan potensi yang dimiliki Indonesia. Turis Muslim yang datang ke Indonesia tahun 2016 berjumlah sekitar 2,4 juta orang.

Dilanjutkan pengeluaran turis Muslim mencapai US$2.500 per turis per kunjungan, angka ini lebih besar dari turis biasa yang pengeluarannya “hanya” US$1.100. “Jadi tinggal dikali aja 2,4 juta dengan US$2.000. Hampir US$5 miliar lho,” ujarnya seperti dilansir laman CNNIndonesia.com, Ahad (25/03/2018).

Berdasarkan riset tahun 2014, ada 112 juta turis Muslim kelas menengah di Indonesia yang bisa menjadi pasar wisata halal. Hal itu tidak lepas dari wisata yang sudah menjadi gaya hidup. “Ini (turis muslim) bukan ceruk pasar yang kecil, namun bisa dibilang merupakan pasar utama,” lanjutnya sambil menambahkan jika dikerucutkan sektor makanan, turis Muslim di peringkat pertama untuk hal ini.

Menurut Global Islamic Economy Report 2016-2017, turis Muslim menghabiskan US$1.173 miliar untuk makanan atau lebih besar US$319 iliar dari turis China. Indonesia menempati posisi pertama dengan pengeluaran sebesar US$154,9 miliar, di bawahnya ada Turki dengan pengeluaran sebesar US$115,5 miliar.

“Saya pikir pelaku industri wisata di Indonesia perlu tahu akan potensi wisata halal ini. Pasarnya besar dan sangat menguntungkan. Biaya untuk sertifikasi halal pasti tidak terlalu mahal. Kalau mereka sudah bisa melakukan sertifikasi produk dengan sertifikasi yang lain kenapa tidak dengan sertifikasi halal?” sambungnya. (NDHYK)

Turis Wanita Swedia Dijambret Pemuda Bali

this formate

KUTA, bisniswisata.co.id: Nasib malang menimpa wisatawan wanita asal Swedia. Usai santap malam dan ingin menikmati udara malam di Pantai Kuta Bali, malah menjadi korban penjambretan. Lina Hellmen (27) hanya bisa berteriak minta pertolongan saat tasnya pindah tangan. Teriakan Lina menggugah warga Desa Canggu untuk mengejar pelaku. Polisi yang dihubungi warga langsung memblokade jalan.

“Kedua pelaku kita tangkap setelah mengambil secara paksa (jambret) dompet milik Lina Hellmen saat melintasi jalan di Desa Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali,” kata Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara Iptu Putu Ika Perbawa di Kuta, seperti dilansir Antara, Ahad (25/03/2018).

Dijelaskan, kedua penjambret Oktori Dimas Pratama (22) dan Gede Wahyu Arianta (21), sejak awal membuntuti Lina Hellmen yang mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU hitam bernopol DK 6705 VV, sendirian. Pelaku menarik tas korban saat lengah pada Kamis, 22 Maret 2018, pukul 21.30 Wita.

Akibatnya Korban lantas terjatuh dari sepeda motornya dan tasnya pindah tangan penjambret. “Korban baru usai makan malam di restoran hendak menuju Vila Lebak di Jalan Raya Pantai Batubolong, Kuta Utara,” ungkap Putu Ika.

Lina Hellmen langsung berteriak dan beberapa masyarakat menghampiri korban kemudian menghubungi Polsek Kuta Utara. Polisi yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi. Sebagian lainnya langsung mengejar kedua jambret yang saat itu membawa tas milik korban berisi uang Rp 2,5 juta. “Ada juga petugas kami yang menutup sejumlah ruas jalan untuk memblokade pelarian tersangka,” ujarnya.

Polisi bersama masyarakat menemukan sepeda motor pelaku ditinggal di pinggir sawah di kawasan Padang Lenjong. Setelah beberapa jam pencarian, polisi menangkap Oktori Dimas Pratakma di utara Pura Puseh Pipitan, Canggu, Badung. Sedangkan, Gede Wahyu Arianta dibekuk di Chill House Jalan Kubu Anyar, Banjar Pipitan, Canggu.

“Pengakuan kedua tersangka baru sekali menjambret, namun kami tidak begitu saja percaya pada keterangannya dan hal ini masih kami dalami. Kedua pelaku sudah ditahan,” katanya. (NDY)

TripAdvisor Sebut 6 Pantai Terbaik Indonesia 2018

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: TripAdvisor, situs perjalanan terbesar tahun ini kembali merilis daftar pantai terbaik di Indonesia. Penilaian itu diambil dari banyaknya ulasan positif dari para pengguna TripAdvisor seluruh dunia, mulai ulasan tentang pantainya, amenitas tersedia, dan aksesibilitas memudahkan wisatawan.

Hasilnya, deretan pantai terbaik Indonesia menurut versi TripAdvisor masih didominasi pantai-pantai di Bali. Berikut 6 pantai terindah di Indonesia menurut TripAdvisor:

#. Pantai Nusa Dua

Dengan jumlah ulasan mencapai 4.732, Pantai Nusa Dua Bali didapuk menjadi terindah di Indonesia. Dari segi amenitas, pantai ini dikelilingi 54 hotel dan 214 vacation rentals. Kawasan Nusa Dua Bali yang mudah diakses dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai berada di bagian ujung tenggara Pulau Bali. Berbagai event internasional maupun nasional kerap digelar. Tigger seorang pengguna TripAdvisor asal Australia dalam ulasannya mengatakan, ini pantai romantis dengan pasir purih dan air laut yang biru. Pantai ini juga punya pemandangan matahari terbit dan tenggelam yang romantis.

#. Pantai Selong Belanak
Meski cuma diulas 738 orang di situs TripAdvisor, Pantai Selong Belanak dapat penilaian 67 persen excellent dan menjadi pantai terbaik kedua di Indonesia. Pantai di bagian selatan Lombok, Nusa Tenggara Barat, ini berjarak sekitar 50 km dari pusat Kota Mataram, dan terdapat hotel resort merah yang lokasinya tidak terlalu jauh dari lokasi pantai. Banyak pengulas dari dalam dan luar negeri komentar Pantai Selong Belanak sangat cocok bagi mereka penggila olahraga surfing. Tak heran mengingat pantai ini memiliki garis pantai yang panjang, dengan ombak bersahabat sehingga juga cocok bagi peselancar pemula.

#. Pantai Jemeluk

Pantai di kawasan Amed, Desa Tulamben, Karangasem, Bali jadi pantai terbaik ke tiga versi TripAdvisor dengan 770 pengulas. Mendapat penilaian 52 persen excellent, pantai ini tak hanya menyajikan hamparan pasir di sepanjang garis pantai, juga menawarkan keindahan bawah laut memesona. Pantai Jemeluk cocok bagi mereka ingin mencoba menekuni hobi diving.

BundyRed, salah seorang traveler asal Australia dalam ulasannya mengatakan, Jemeluk merupakan pantai yang tenang dan terpencil, memiliki pemandangan matahari terbenam yang bagus. “Ini adalah pantai shelter buat mereka yang sedang snorkeling, sangat tenang dan ombak juga sangat kecil, sehingga cocok bagi mereka yang membawa anak-anak. Ada banyak toko selam untuk menyewa peralatan selam, banyak restoran yang menyediakan makan dan minum,” tulisnya.

#. Pantai Gili Meno

Diulas sebanyak 969 traveler dari seluruh dunia, Pantai Gili Meno menjadi pantai terbaik ke-4 di Indonesia versi TripAdvisor. Pantai yang masuk dalam kawasan Nusa Tenggara Barat ini setidaknya dikelilingi 11 hotel mewah. Pantai ini juga mudah dikases melalui jalan darat atau bus dari terminal Mandalika menuju Bangsal-Pamenang, dengan menempuh jarak sekitar 27 km. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan perahu sekitar 30 menit menuju Gili Meno.

#. Pantai Balangan

Pantai terbaik kelima versi TripAdvisor masih ada di Bali, dengan total ulasan mencapai 1.056 traveler dari berbagai negara. Meski lokasinya jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, pantai ini mudah diakses dan hanya memerlukan waktu tempuh 40 menit dari Bandara I Gusti Ngurah Rai. Ada ratusan hotel dengan beragam kelas yang ditawarkan di sekitar lokasi pantai. Ketersediaan amenitas yang baik membuat pantai ini kerap menjadi lokasi pertemuan banyak wisatawan dari berbagai negara yang tengah berlibur.

#. Pantai Pandawa

Pantai terbaik keenam versi TripAdvisor jatuh kepada Pantai Pandawa yang lokasinya tidak jauh dari Bukit Ungasan, Bali. Pantai ini diluas lebih dari 3.000 traveler dari berbagai penjuru dunia. Dilengkapi ratusan penginapan dari berbagai kelas, Pantai Pandawa menjadi menarik lantaran memiliki bukit kapur yang sangat instagramble. Tak perlu khawatir bagi Anda yang ingin lama-lama menghabiskan waktu di tempat ini, mengingat Pantai Pandawa sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang wisata. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Bandung Mengejar Mimpi Jadi Pusat Fesyen Muslim Dunia

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Pemerintah Kota Bandung berjuang untuk meraih mimpinya menjadikan Bandung sebagai pusat fesyen muslim dunia. Berbagai cara pun dilakukan. Mulai dari program pelatihan hingga mendukung kegiatan perusahaan-perusahaan fesyen ternama asal Bandung.

“Untuk memajukan fesyen kami bekerja sama dengan komunitas fesyen di Bandung. Termasuk mendukung brand-brand besar seperti Shafira,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari seperti dilansir laman Kontan, Sabtu (24/03/2018).

Kenny mengaku, saat ini pihaknya masih terkendala database komunitas fesyen yang ada di Bandung. Karena itu, tahun ini pihaknya mengebut pembuatan database.

Dari database ini, sambung Kenny, pihaknya akan melakukan mapping untuk selanjutnya dilakukan pembinaan dan promosi. Tentunya semua program tidak akan saling menunggu, namun menjalankannya bersamaan. “Kita lakukan database, tapi tim yang lain juga melakukan konsep pembinaan, sehingga berjalan cepat,” ucap Kenny.

Selain itu, pihaknya mendukung brand-brand fesyen muslim asal Bandung yang sudah besar. Salah satunya Shafira, yang akan mengangkat konsep “Ngabaraga” yakni fesyen tahun 1920-1930an di Indonesia Fashion Week 2018.

Ngabaraga artinya jalan-jalan menyusuri Sungai Cikapundung, Bandung. Ngabaraga juga menunjukkan sebuah kawasan Braga yang berisi bangunan arsitektur Belanda yang dibangun sekitar tahun 1920-an. Dengan mengangkat konsep dan dukungan ini, secara tidak langsung Bandung berupaya untuk semakin memperkenalkan fesyennya di Indonesia maupun dunia internasional.

Kepala Desainer Shafira, Sethyawan menceritakan, fashion show yang akan dibawa Shafira saat ini akan mengajak kecantikan tahun 1920-1930 hingga kecantikan Braga modern. Setidaknya ada 60 desain yang akan dibawakan.

“Uniknya kita gunakan kain atau tenun garut yang gunakan sutra asli. Dan kita memang cari daerah yang siap produksi. Kalo kainnya bagus tapi produksi sedikit, nanti keteteran,” ungkapnya.

Sebenarnya, konsep yang diangkat kali ini ada sentuhan ide dari Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Sekitar tiga bulan lalu, pihaknya bertemu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Saat itu, Ridwan menyarankan konsep art deco-nya.

“Bandung masih menjadi kota kreatif, memengaruhi fesyen,” ucapnya. Mimpi Bandung menjadi pusat fesyen muslim dunia sebenarnya sudah diungkapkan Ridwan Kamil sejak lama.

Hal itu ditandai dengan deklarasi Bandung Pusat Fashion Muslim Dunia pada 4 Oktober 2014. “Kita akan terus kembangkan hingga menjadi pusat fesyen muslim di dunia. Bukan cuma fesyen, tapi juga kuliner, dan industri kreatif lainnya,” ujar Ridwan Kamil. Tekad Kota Bandung untuk menjadi trendsetter fesyen muslim dunia dinilai wajar.

Sebab, Kota Bandung memiliki modal besar untuk mendunia. Selain karena ide-ide kreatif yang terus tumbuh, merek-merek terkenal asal Kota Bandung berhasil eksis di pasar nasional dengan pertumbuhan yang menggiurkan. (KCI)

2019, Jumlah Kamar Hotel di Dubai Tembus 132.000

this formate

DUBAI, bisniswisata.co.id: Perhotelan Dubai Uni Emirat Arab yang beragam dan dinamis diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan dalam beberapa tahun mendatang. Dengan penyewaan ruang kamar yang ditetapkan mencapai 35,5 juta per tahun pada 2019, mewakili tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) 10,2% yang kuat selama 24 bulan ke depan.

Menurut studi komprehensif tentang keadaan pasar oleh Department of Tourism and Commerce Marketing (Dubai Tourism), pasokan kamar di emirat ditetapkan akan mencapai 132.000 kamar hingga akhir 2019.

Angka tersebut, tumbuh pada tahun kedua CAGR (2017-2019) sebesar 11,1%. Sementara itu, tingkat hunian diperkirakan akan tetap pada tingkat 76-78% yang sangat sehat, terlepas dari pertumbuhan yang masih di dalam kapasitas, namun tetap mempertahankan daya tarik sektor bagi investor dan pengembang hotel.

Daya saing yang kuat dari sektor ini akan terus didorong oleh peningkatan dalam kunjungan wisatawan internasional dan peningkatan yang ditargetkan dari lama masa tinggal [LOS], didukung lebih lanjut oleh tempat wisata dan pengalaman terbaru dan yang akan datang.

Sebuah kota metropolitan yang dikelilingi oleh bukit gurun pasir di satu sisi dan Teluk Arab yang berkilau di sisi lainnya, Dubai menawarkan pemandangan indah di setiap sudutnya. Traveller yang berkunjung untuk keperluan bisnis dapat menikmati perjalanan mereka di Dubai bahkan jika mereka memilih untuk hanya tinggal di hotel.

Dubai Tourism Board, dalam siaran persnya menyebutkan dengan tingginya kebutuhan hunian dan pertemuan bisnis di Dubai, banyak hotel yang menyediakan fasilitas pertemuan. Berikut beberapa daftar hotel dengan fasilitas pertemuan yang akan segera dibangun di Dubai.

Lapita merupakan hotel butik bertema Polinesia yang terletak di Dubai Parks and Resorts. Dilengkapi interior dan desain tribal yang menarik dan menawarkan para tamu pengalaman unik dan mewah.

Hotel ini terdiri dari 504 kamar yang mencakup 60 suite dan 3 vila, ballroom serbaguna, 7 ruang pertemuan dengan berbagai ukuran, serta area outdoor, yang menghubungkan langsung antara hotel dengan taman hiburan seperti LEGOLAND dan MOTIONGATE. Lapita juga memiliki sungai untuk bersantai, kolam air panas, dan beberapa restoran mewah, yang menjadikan hotel ini lokasi yang ideal untuk acara bisnis dan sosial.

Gevora, hotel tertinggi di dunia yang terletak di area Trade Center Dubai dengan tinggi yang mencapai 365 meter. Hotel dengan 77 lantai ini memiliki 528 kamar dengan kisaran harga yang berbeda sesuai budget Anda. Hotel pemecah rekor ini menawarkan pemandangan cakrawala kota dan pantai yang terlihat dari atapnya.

Stella Di Mare – Dubai adalah hotel bintang lima yang membuka lokasi internasional pertamanya di luar Mesir, yakni di Dubai Marina. Hotel ini menawarkan 31 lantai yang dilengkapi 396 kamar deluxe dengan interior dalam desain Art Deco, cocok untuk keperluan rekreasi dan bisnis. Stella Di Mare juga akan memiliki sebuah ballroom serbaguna dengan kapasitas 250 tamu, menjadikannya pilihan populer untuk acara perusahaan dan sosial.

Radisson Blu Hotel Dubai Waterfront terletak di Business Bay District baru di Dubai Canal yang berkilauan. Hotel ini terletak di dekat beberapa landmark utama, seperti Dubai World Trade Centre, Bandara Internasional Dubai, Burj Khalifa, dan Dubai Mall – mal terbesar di dunia. Radisson Blu Waterfront menawarkan 432 kamar dan suite, pengalaman bersantap di restoran yang lezat, dan pemandangan cakrawala yang indah.

Ada beberapa pilihan venue yang tersedia, seperti ballroom dan 11 ruang pertemuan fleksibel yang dilengkapi dengan peralatan AV berteknologi tinggi untuk membantu MICE planners mengadakan pertemuan atau acara bisnis.

W Dubai – The Palm adalah tambahan terbaru dari hotel W di Dubai, yang akan dibuka di Palm Jumeirah pada bulan Juni 2018. Hotel ini akan mencakup 350 kamar dan suite dengan pemandangan langit Dubai yang luas, terinspirasi dari seni dan dipersembahkan melalui interior yang penuh gaya.

Konsep musik remix urban W, mode, dan desain yang diterapkan pada enam gerai restoran yang menyenangkan, pantai pribadi dan olahraga air, ruang pertemuan serbaguna dan studio dengan cahaya alami untuk memfasilitasi keperluan bisnis ke tingkat berikutnya.

Mandarin Oriental – Dubai adalah sebuah resor perkotaan mewah yang menghadap ke pantai Jumeirah yang menarik. Setelah selesai, resor ini akan melayani MICE planners, dengan 200 kamar dan suite, ruang pertemuan serbaguna, ballroom seluas 525 meter persegi dengan dinding kaca dan teras dengan pemandangan yang indah, menjadikannya tempat yang ideal untuk menyelenggarakan acara bisnis. (redaksibisniswisata@gmail.com)