BAHAMA, bisniswisata.co.id: Royal Caribbean sudah lama dikenal sebagai perusahaan penyedia jasa pelayaran kapal pesiar. Tak lama lagi, perusahaan yang berbasis di Miami ini juga akan mengoperasikan pulau wisata di Bahama. Tepatnya pulau wisata itu akan dioperasikan pada tahun 2019. Pulau wisata itu diberi nama CocoCay Island, yang menjadi persinggahan kapal-kapal Royal Caribbean.
Dengan beroperasinya pulau wisata itu, Royal Caribbean juga akan memperluas rute pelayarannya ke Asia dan Australia, dengan menambah beberapa dermaga baru. Pulau wisata ini benar-benar memanjakan wisatawan kapal pesiar dengan sejumlah fasilitas.
Seperti pulau wisata pada umumnya, CocoCay memiliki beragam fasilitas dan layanan yang memanjakan turis, seperti kolam renang dengan seluncuran air sepanjang 41 meter, kabel luncur, wahana balon udara, bar, serta lounge. Beragam aktivitas di perairan juga boleh dilakukan, seperti snorkeling, diving, sampai sekadar berjemur di pantainya.
Kapal pesiar yang melayani rute ke CocoCay saat ini baru berangkat dari New York, Maryland, dan Florida. Selain CocoCay, ada ratusan pulau cantik lain yang mengelilingi Bahama, seperti Nassau, Abaco, Marsh Harbour, sampai Crooked Island.
Sepanjang tahun lalu, sebanyak 6,1 juta orang turis telah datang ke Bahama. Sebanyak 70 persen di antaranya merupakan turis yang menumpang kapal pesiar. Industri pariwisata diperkirakan menyokong sebesar 60 persen pendapatan Bahama.
Dan Bulan November sampai Maret merupakan musim turis di sini. Bahama juga menjadi pulau yang paling sering didatangi oleh selebriti dunia. Mereka biasanya kongko di The Cove, One&Only Ocean Club, Harbour Island, Lyford Cay, Old Fort Bay.
Junkanoo merupakan festival terbesar di Bahama, yang berlangsung pada 26 Desember dan 1 Januari. Saat festival, penduduk mengenakan busana tradisional dan menari di jalanan. Kalik merupakan merk bir lokal yang popular di Bahama. Selain itu, turis juga biasanya menyantap kuliner khas yang bernama conk. (DAY)
PURWOKERTO, bisniswisata.co.id: Kuliner khas daerah bisa menjadi ikon wisata, yang dapat menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung. Salah satu yang menarik minat wisatawan berwisata ke sebuah daerah, lantaran kuliner lokal yang memiliki ciri khas tersendiri.
“Di Banyumas, misalnya, terdapat kuliner lokal tempe mendoan dan soto Sokaraja. Bahkan ada juga tren wisatawan yang mengunjungi suatu daerah hanya untuk menikmati kuliner lokal sambil bernostalgia,” papar pengamat pariwisata Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Chusmeru di Purwokerto Jawa Tengah, Selasa (20/3/2018).
Selain itu, sambung dia, nasi pecel di sekitar kampus UGM Yogyakarta, merupakan salah satu kuliner lokal yang selalu diburu oleh pengunjung. Mereka dengan mengajak teman maupun keluarga sambil bernostalgia masa-masa kuliah, mereka datang untuk menikmati kuliner dan mengenang masa lalu.
Menurut dia, kuliner lokal bisa dimanfaatkan untuk menciptakan berbagai paket kegiatan yang menarik bagi wisatawan. Misalnya, wisatawan diajak memasak makanan khas suatu daerah sebelum menikmatinya. “Di Bali, paket wisata belajar membuat makanan tradisional banyak digemari wisatawan, misalnya belajar membuat lawar Bali, memasak ayam betutu, dan membuat plecing.”
Hal tersebut, kata dia, dapat dimanfaatkan oleh para pihak terkait untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan. “Apalagi, pada saat ini, wisatawan memiliki semacam kebiasaan untuk mengunggah foto kuliner ke media sosial. Yang biasa diunggah adalah tempat kuliner atau jenis kuliner khas daerah,” katanya.
Dengan demikian, kata dia seperti dilansir laman Antara, sangat penting untuk menyediakan spot foto bagi wisatawan di tempat kuliner tersebut. “Itu bisa menjadi bagian dari salah satu upaya promosi wisata yang sangat efektif pada era digital seperti sekarang ini,” tambah Chusmeru. (NDHYK)
Oemi Soelasmiani, eyang uyut berusia 86 tahun yang aktif berenang ( kiri) bersama Prabowo, kordinator Citos Swimmer Community ( CSC).
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kolam renang Cilandak Town Square ( Citos) di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan sudah ramai dengan pengunjung di pagi hari. Padahal jam juga baru menunjukkan pukul 6.15 WIB.
Dyah Eko Vitatya Ngestiwening, tampak memasuki kolam bersama ibundanya Oemi Soelasmiani yang berusia lebih dari 86 tahun dan sudah memiliki 16 cucu serta lima orang cicit. Oemi bahkan lebih akrab di panggil eyang uyut ketimbang namanya sendiri.
Keduanya sudah siap dengan pakaian renangnya. Kehadiran Oemi Soelasmiani yang sudah lanjut usia ( lansia) memberikan motivasi pada pengunjung lainnya terutama semangatnya untuk konsisten berenang secara teratur.
Oemi Soelasmiani yang baru rutin berenang di usia 80 an sebelumnya lebih menyukai olahraga golf, tennis, aerobic dan bersepeda. Bahkan sampai usia 81 tahun masih rajin bersepeda.
“Alhamdulilah dengan berolah raga jauh dari penyakit meski harus mengurus 7 anak seorang diri. Almarhum suami, jendral dari Angkatan Laut sudah wafat tahun 1991 “ kata Oemi yang bergabung di Citos Swimmer Community ( CSC).
Selain Oemi, di kolam renang Citos pagi itu juga hadir Dr Ibrahim Ginting, 83 tahun spesialis jantung yang menjadi tim dokter kepresidenan di era Presiden Soeharto. Ada juga Dick Sadikin Sapei, mantan pejabat Pertamina yang kini berumur 89 tahun dan masih aktif berenang.
Dick mulai serius berenang teratur ketika usianya beranjak umur 80 tahun. Meski sebenarnya pada usia 60 tahun dia sudah berenang tapi masih kalah dengan olahraga tenis dan golf yang lebih sering dilakukannya.
Dr Ibrahim Ginting ( kiri) bersama anggota CSC
Cocok untuk lansia
Secara umum kondisi fisik seseorang yang telah memasuki masa lanjut usia mengalami penurunan. Perubahan-perubahan tersebut pada umumnya mengarah pada kemunduran kesehatan fisik dan psikis, sehingga secara umum akan berpengaruh pada aktivitas kehidupan sehari-hari.
Salah satu olahraga yang dianggap aman dan baik untuk lansia adalah berenang. Orang lanjut usia atau lansia sangat rentan terjatuh dan cedera. Suatu penelitian di Australia bahkan mengungkapkan bahwa satu dari tiga orang berusia 65 tahun atau lebih pernah jatuh setiap tahunnya.
Para responden dalam penelitian itu yang melakukan olahraga renang ternyata risikonya untuk jatuh berkurang sampai 33 persen. Sebaliknya, mereka yang memilih olahraga golf, senam, berolahraga treadmil atau sepeda statis, risikonya untuk jatuh tak berkurang
Jatuh adalah masalah kesehatan yang utama pada orang tua. Jatuh dapat menyebabkan patah tulang, trauma kepala dan luka berat lainnya. Bahkan jatuh yang tak terlalu seriuspun juga dapat menurunkan mobilitas selama mereka dalam pemulihan, disamping menyebabkan masalah lain.
Selama ini olahraga jalan kaki merupakan kegiatan fisik yang paling banyak dilakukan lansia meski tidak menurunkan risiko jatuh. Oleh karena itu berenang akan menguatkan otot-otot inti dan membuat seorang lansia menjadi lebih stabil, tidak mudah jatuh.
Adalah Nasrul Idris, 75 tahun, yang beberapa tahun terakhir ini telah mengajukan proposal pada pemerintah agar ada kolam renang yang tidak berbayar sehingga para lansia yang umumnya sudah pensiun dari pekerjaannya bisa terus aktif berenang.
Apalagi pada tahun 2020 atau tinggal dua tahun lagi penduduk lansia di negri ini ada 28,8 juta orang dan tahun 2030 bahkan menjadi 40 juta orang. Angka yang fantastis apalagi berenang menjadi aktivitas yang sangat baik bagi lansia.
Pensiunan PNS Pemprov DKI Jakarta sejak tahun 2000 ini rutin berenang seminggu tiga kali dengan durasi 90 menit nonstop gaya bebas jarak 2000 meter. “Alhamdulilah hasilnya dengan berenang teratur maka jauh dari flu, batuk, reumatik. Saya juga belum memakai kaca mata dan gigi masih utuh,” kata Nasrul Idris.
Dia mengakui termotivasi juga dari Meiko Nagoaka yang kini berusia 104 tahun asal Jepang. Wanita tua ini juga juara renang lansia dengan waktu 1 jam 15 menit gaya bebas sejauh 1500 meter.
Dr Ibrahim Ginting juga menjadi contoh lansia berprestasi di cabang olah raga renang. Desember tahun lalu dia mengikuti test event Road to Asian Games 2018 pada 9 Desember 2017 lalu dibawah bendera IMS
“ Saya bawa istri, anak dan cucu untuk nonton saya bertanding. Hasilnya memperoleh 4 medali yaitu 3 medali emas dari 50 m free, 50 m back, 1 estafet dan 50 m breast yang menyabet satu medali perunggu,” kata Ibrahim Ginting.
Baik istri, anak dan cucunya tidak menyangka dengan pencapaian perolehan medalinya termasuk dirinya sendiri. Namun berlatih secara teratur dengan suasana hati yang riang dikelilingi teman-teman lansia di kolam membuat dirinya bisa tetap berprestasi di usia senja.
Kini dia berenang rutin seminggu dua kali dan berkumpul dengan komunitas Citos Swimmer Community ( CSC) yang anggotanya beragam umur dan kompak melakukan aktivitas bersama termasuk kuliner dan tamasya.
Yati Budiman berlatih Aquarobic di kolam renang Citos
Berenang atasi penyakit
“Ayo renang sebelum sakit, jangan baru berenang setelah punya penyakit,” kata Yati Budiman. Wanita cantik jelang usia 61 tahun yang memimpin puluhan anggotanya untuk berlatih aquarobic.
Bersama teman-temannya a.l Lita Saleh, Atie Hardjolukito seminggu dua kali Yati melatih para lansia untuk berolahraga di dalam air mengatasi beragam penyakit di kolam renang Citos.
Atie yang sudah membuat buku Sehat & Langsing Dengan Aquarobic mengatakanolahraga air memiliki beberapa kelebihan antara lain lebih menyenangkan, lebih efektif , aman serta nyaman. Sementara olahrga di darat kecendrungan untuk cedera, kepanasan, berkeringat dan rasa lelah berlebihan.
“ Olahraga air meningkatkan lima komponen fitness fisik: aerobic fitness, kekuatan otot, daya tahan otot, fleksibilitas dan komposisi tubuh dimana setiap komponen berperan penting untuk menunjang kesehatan tubuh,” kata Atie.
Itulah sebabnya renang cocok untuk semua usia khususnya untuk rehabilitasi, terapi bagi lanjut usia. Olahraga renang memiliki peran dalam menyelesaikan berbagai macam permasalahan seperti stres (dalam segi rohaniah) dan juga mampu memberi rangsangan pada tubuh dalam menyembuhkan penyakit (dalam segi jasmaniah).
Olahraga renang baik bentuk aktivitasnya maupun medianya yaitu kolam renang, telah berfungsi sebagai terapi kesehatan (hydrotherapy) guna mengatasi masalah-masalah kesehatan seperti hipokinesia (kurang gerak), muskuioskeletal, penyakit dalam, dan masalah psikis.
Olahraga renang merupakan salah satu olahraga kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) yang bermanfaat untuk meningkatkan VO2 maks yaitu volume oksigen maksimal yang dapat diambil tubuh saat melakukan kegiatan dan penurunan denyut nadi istirahat.
Namun demikian, dalam melakukan olahraga renang tidak boleh mengalami kelelahan yang berlebihan. Bila intensitasnya berlebihan dapat terjadi sesak napas, nyeri dada, atau pusing.
Olahraga renang tetap dapat direkomendasikan sebagai olahraga yang aman bagi lanjut usia dengan aquarobic seperti berjalan, gerakan bersepeda, atau senam lansia dalam air.
“Jangan tunggu ada penyakit baru berenang. Seharusnya di usia lansia sudah paham dengan penurunan fungsi-fungsi anggota tubuh. Selama 4 tahun menjadi instruktur keluhan terbanyak adalah sakit di lutut,” timpal Yati Budiman lagi.
Dia mengungkapkan bahwa banyak anggota club yang dikirim oleh dokter Rehab Medik untuk mengikuti aquarobic. Dokter Rehab Medik sudah dikenal di masyarakat karena penanganan nyeri lutut dan nyeri punggung bawah yang komprehensif.
Boleh dikatakan cakupan kompetensi dokter rehab jauh lebih luas dari sekedar dua kasus tersebut diatas. Dokter Rehab menangani pasien dari bayi lahir sampai pasien lanjut usia. Kasus saraf, kasus otot-tulang-sendi, kasus jantung/ paru, kasus cedera olahraga, kasus lansia, pasien amputasi hingga kasus gangguan tumbuh kembang anak.
Semangat berlatih meningkatkan kebugaran tubuh
Meningkatkan kebugaran
Mereka yang datang ke kolam renang Citos terutama pada jam 6.00-9.00 WIB memiliki berbagai alasan untuk berlatih termasuk yang berlatih jalan pasca serangan stroke dan penyakit lainnya.
Yati Budiman mengatakan selama 11 tahun fokus berlatih aquarobic dan kini empat tahun terakhir menjadi instruktur bersertifikat, keluhan yang banyak ditemui adalah cedera lutut.
“Total lima belas tahun berolahraga air dan bagi wanita kerap malas berenang karena ‘ritual’ setelah renang cukup lama harus cuci dan mengeringkan rambut, dandan dan aktivitas lainnya untuk kembali tampil cantik,” ujarnya.
Kuswayuningsih yang akrab dipanggil Yuni, 64 tahun, salah satu murid Yati mengatakan dia mengalami cedera lutut dan dianjurkan operasi. Namun Yuni pilih berenang dan mengikuti gerakan yang diajarkan instruktur sehingga terhindar dari meja operasi.
“Saya baru pulang dari Bali bersama keluarga. Alhamdulilah saat berangkat melalui terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang sangat luas dan di Bandara Ngurah Rai saya lancar berjalan tidak merepotkan suami dan anak-anak,” ujarnya riang.
Yati mengatakan untuk penderita cedera lutut, HNP atau syaraf kejepit serta penyakit lainnya perlu berlatih secara konsisten dan mengikuti gerakan dengan baik dan benar. Kalau gerakannya benar maka hasilnya juga langsung dirasakan, tegasnya.
Berenang bagi lansia dan penderita beragam penyakit memang sangat bermanfaat. Mengutip pernyataan Atie Hardjolukito dalam bukunya, salah satu sifat air yang dapat memberi manfaat adalah kemampuan untuk merangsang kerja jantung secara lebih efisien yang berhubungan dengan tekanan hydrostatic yaitu menekan sekuruh titik permukaan tubuh kita secara merata.
Hal ini berdampak membantu sirkulasi dan tekanan darah serta mempengaruhi detak jantung yang tidak tinggi soalnya renang akan memompa volume darah ke jantung kita.
Dampak lainnya juga akan terasa pada persendian karena faktor buoyancy atau daya apung mempunyai efek daya dukung pada tubuh dalam air sehingga mengurangi rasa sakit pada otot, tulang dan persendian.
Manfaat lainnya pada otot karena gerakan di air justru membakar kalori yang lebih banyak dan selanjutnya dipergunakan untuk penguatan otot. Fibromvalgia, suatu keadaan otot yang terus terasa nyeri bisa diatasi dengan latihan renang dan aquarobic ini.
Pengurangan berat badan juga bisa terjadi karena pembakaran kalori yang tinggi terlebih bila menggunakan peralatan seperty buoyancy belt, floats dan lainnya. Penyakit osteoporosis, asma dan gangguan pernafasan lainnya juga bisa diatasi dengan berlatih dalam air.
Yati ( kedua dari kanan) bersama anggota Aquarobic
Melatih lansia memang ada seni pendekatan tersendiri apalagi umur anggotanya yang berkisar 50-82 tahun. “Karena bukan olahraga prestasi dan sifatnya terapi maka bagi mereka yang tidak melakukan jumlah gerakan dengan lengkap dimaklumi saja karena yang penting gerakannya di air benar,”
Yati mengaku banyak anggota yang menunggu hari berlatih tiba karena mereka bisa berkumpul dan saling berbagi cerita dan kerap diakhiri dengan kuliner bersama. Soalnya latihan bersama ini meningkatkan kebugaran jasmani maupun rohani karena meningkatnya hormon bahagia.
Kebersamaan, kebahagian berlatih bersama dan saling memperhatikan kondisi anggota selain menambah persaudaraan juga membuat para lansia memiliki semangat hidup tinggi.
“Oleh karena itu jangan ragu berlatih renang karena bonusnya selain bugar juga bertambah teman dan bertambah saudara. Hormon kebahagian yang tidak bisa diatasi dengan obat juga jadi tambahan bonus lainnya ,” kata Yati mengakhiri dengan senyum menawan.
CIANJUR, bisniswisata.co.id: Jalur Bogor-Puncak-Cipanas sudah kembali normal, pasca beberapa titik mengalami longsor akibat hujan deras dan cuaca yang ektrem. Sayangnya kunjungan wisatawan ke kawasan Puncak belum normal. Pengelola tempat wisata di kawasan Puncak-Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, mencatat angka kunjungan masih sangat sedikit dan belum sesuai harapan.
Koordinaor Ketertiban kebersihan keindahaan K3 ODTW objek daerah tujuan wisata Cibodas, Adih Saputra mengaku sejak ditutupnya jalur Bogor-Puncak, akibat longsor, angka kunjungan menurun tajam. Bahkan memasuki minggu kedua bulan Maret, angka kunjungan belum terlihat tinggi meskipun jalur yang ditutup sudah dapat dilalui normal dari kedua arah sejak beberapa pekan terakhir.
“Mungkin wisatawan masih takut berwisata di Puncak, karena cuaca eskrem masih kerap terjadi. Bahkan, intensitas hujan yang cukup tinggi setiap hari masih terjadi di kawasan ini, sehingga wisatawan enggan datang,” lontar Adih di Puncak, Senin (19/3/2018).
Dilanjutkan, meski sudah ada jaminan jalur Bogor hingga Cipanas, layak dan aman untuk dilalui kendaraan, namun hal tersebut belum berdampak kembali tingginya angka kunjungan wisatawan ke wilayah Cipanas juga kawasan Puncak.
“Penurunan kunjungan sampai 60 persen dari hari libur panjang akhir pekan biasanya. Libur akhir pekan biasanya 3.000 lebih pengunjung yang datang ke Cibodas, namun libur kemarin cuma sampai 1.000 pengunjung,” ungkapnya seperti diunduh laman Republika.co.id
Pelaksana gerbang retribusi Cibodas, Asep Badru, menambahkan, hingga bulan ini angka kunjungan ke kawasan wisata Cibodas masih rendah dibandingkan bulan-bulan sebelum longsor melanda kawasan Bogor.
“Sampai minggu kemarin libur panjang akhir pekan, angka kunjungan tidak sampai 1.000 orang. Harapan kami angka kunjungan kembali normal, seiring dengan cuaca yang kembali normal karena hingga saat ini, intensitas hujan menjadi faktor minimnya kunjungan,” katanya. (REP)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sekitar 23 desainer dan 19 fashion show menyemarakkan Plaza Indonesia Fashion Week (PIFW) Spring/Summer 2018 yang digelar di The Warehouse level 5 Plaza Indonesia selama 5 hari, mulai 19 hingga 23 Maret 2018.
Perhelatan mode tahunan persembahana Plaza Indonesia ini, juga diraaikan special curated show bertajuk KAIN memperagakan tren mode terkini hasil kolaborasi rumah-rumah batik dengan desainer-desainer lokal ternama.
Sebagai bagian dari perayaan anniversary Plaza Indonesia yang ke-28 dan agenda mode tahunan, PIFW merupakan langkah nyata Plaza Indonesia dalam mewujudkan komitmen untuk mendukung perkembangan industri mode dan memajukan sektor ritel.
Di samping itu, sebagai pusat gaya hidup terdepan di Indonesia, Plaza Indonesia memiliki tanggung jawab untuk memberikan ruang kepada desainer dan mempertunjukan tren mode terkini sehingga dapat memberikan pengalaman, inspirasi, dan juga edukasi bagi komunitas dan pecinta mode Tanah Air.
Ria Juwita, Senior Manager Event & Promotions and Creative Services PT Plaza Indonesia Realty Tbk menyampaikan ingin memberikan kebebasan kepada desainer dan brand untuk menampilkan karya-karya terbaru mereka dengan berbagai tema. “Tentunya masing-masing desainer memiliki inspirasi dan gaya tersendiri yang ingin diangkat pada tahun ini,” papar Ria, Senin (19/3/2018).
Sementara untuk hari terakhir dari PIFW Spring/Summer 2018, menurut Ria, akan sedikit berbeda karena kali ini akan ada special curated show dengan tema KAIN. Desainer diberi kebebasan untuk berkolaborasi dengan rumah batik menciptakan sebuah koleksi dengan menggunakan ragam kain-kain tradisional Indonesia seperti batik dan kain alat tenun bukan mesin (ATBM).
“Setiap tahunnya, PIFW selalu menampilkan sebuah pekan mode dengan konsep yang unik. PIFW Spring/Summer 2018 ini pun juga begitu, akan tampil beda dan keren seperti desain catwalk megah dengan permainan multimedia, nuansa yang fun, dan dinamis. Tentunya, kita juga menyelaraskan dengan fesyen dunia yang kini sedang booming dengan motif bunga-bunga dengan warna-warni yang cantik,” ucap Ria.
Selain itu, PTWF mengusung konsep kolaborasi antar-desainer untuk menuangkan idenya di rancangan yang akan dipamerkan. Tak hanya itu, kain khas Indonesia bisa jadi angin segar untuk para pencinta fashion, khususnya generasi milenial.
“Kompetisi perancang mode muda yang digelar oleh Harpers Bazaar Indonesia yang akan memilih pemenang untuk mewakili Indonesia di ajang peringkat Asia. PIFW 2018 bertujuan untuk mendukung kemajuan industri mode dan memperkenalkan koleksi dengan berbagai mood yang dapat menggambarkan kehidupan modern masyarakat Indonesia”,” tambahnya.
Designer maupun brand yang akan mewarnai PIFW 2017 adalah Bin House, Sebastian Red, Iwan Tirta Private Collection, Danjyo Hiyoji, Michelle Kristiani, Ted Baker, Hasbro, BCBG MAXAZRIA, Love & Flair, dan ANGFA.
Kemudian, Alleira Batik, Bateeq, (X)S.M.L, Parang Kencana X Wilsen Willim, Lekat, Alleira Batik X Rama Dauhan, Barli Asmara, Populo Batik, Iwan Tirta PC X Auguste Soesastro. “Event ini diharapkan bisa semakin menginspirasi para anak muda untuk mau menggunakan rancangan desainer lokal,” sambungnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengakui baru pertama kalinya, Indonesia memiliki Calender of Event, dengan kriteria penyelenggaraannya harus benar-benar profesional, tepat waktu, rutin diselenggarakan, menggunakan kurasi, koreografi, iringan musik, desainer, kostum yang berkualitas.
“Malaysia sudah duluan punya Calender of Event dan kita tidak punya. Padahal keberadaan Calender of Event ini memiliki nilai strategis dalam mendatangkan wisatawan. Nah, saat saya menjabat sebagai menteri sudah saya gencarkan. Namun baru teralisasi tiga tahun kemudian,” papar Menpar saat membuka Workshop Penyelenggaraan Calender of Event di Gedung Kemenpar Jakarta, Senin (19/3/2018)
Sepanjang 2018, sambung Menpar, sudah ada 100 Calender of Event terdiri 50 events Budaya, 30 event Alam, 20 event buatan yang tersebar di Indonesia. “Saya minta Calender of Event ini ditata dengan baik, dan menjadi daya tarik wisatawan. Sehingga, Cultural Values dan Commercial Values dari events dapat tercapai. Tidak hanya melestarikan cultural values, juga commercial values harus di-monetised (dihitung nilai ekonominya), sehingga bisa diketahui dampak ekonominya kepada kesejahteraan masyarakat,” tandasnya serius.
Menpar mengaku dapat amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika menyaksikan Jember Fashion Carnaval di Kota Jember, Jawa Timur pada tahun 2017. Pesannya agar kota-kota di Indonesia bisa memiliki festival/karnaval yang khas dan unik menjadi agenda kesenian yang diselenggarakan secara rutin, juga ada kalender event dan kalender tahunannya seperti Jember Fashion Carnival.
”Presiden Jokowi menegaskan keragaman budaya kita adalah sebuah kekuatan sekaligus keunggulan dibandingkan dengan bangsa-bangsa yang lainnya. Bahkan Presiden berkali-kali menegur saya ada banyak acara festival di berbagai daerah tapi belum berstandar global. Presiden minta harus berstandar dunia. Jadi penyelenggaraan event bestandar dunia ini permintaan Bapak Presiden,” lontar Menpar.
Dengan adanya teguran dan permintaan itu, sambung dia, pihaknya menugaskan Staf Ahli Multikultural selaku Ketua Tim Pelaksana Calender of Event (CoE) 2018 Esthy Reko Astuti untuk menyelenggarakan workshop atau coaching clinic tentang bagaimana memproduksi, mengemas serta mempromosikan event yang berstandar nasional.
Menurutnya, ada tiga aspek agar kemasan event memenuhi standar nasional. Pertama, tampilan koreografinya harus menarik dan tidak membosankan. Kedua, iringan musiknya berkualitas karena melibatkan komposer/arranger profesional. Ketiga, penggunaan busana/kostum yang membuat penyaji pertunjukan tidak sulit bergerak dan enak dipandang mata.
Setelah ketiga aspek terpenuhi, maka layak ditetapkan sebagai event berstandar global. ”Jadi Tugas utama Kemenpar selanjutnya mempromosikan event juga bagaimana strategi dan memasarkan event bisa memberikan nilai (value) dari segi budaya (culture) maupun ekonomi (commercial value) yang hari ini dipaparkan oleh pakar pemasaran dari MarkPlus,” kata Arief Yahya.
Kegiatan workshop/coaching clinic dihadiri 200 peserta dari seluruh Kadispar se Indonesia, juga dari Staf Kemanpar. Workshop hadirkan narasumber: Jacky Murrsy (pakar pemasaran sebagai Deputy CEO MarkPlus); Nalendra Pradono (MarkPlus); Dwiki Dharmawan (pakar dan praktisi musik anggota grup musik Krakatau).
Juga Dynand Fariz (perancang busana dan penggagas sekaligus Presiden Jember Fashion Carnival); Samuel Mattimena (perancang busana dan penyelenggaran event fashion show); Ndang Mawardi (CEO Inspiro Group/promotor dan MICE penyelenggara even olahraga); dan Denny Malik artis penari dan kareografer, pernah mendapat penghargaan Festival Tari Asia Pasifik.
Dengan workshop diharapkan dapat meningkatkan kualitas event yang diselenggarakan pemerinah daerah (Pemda) maupun private/komunitas agar minimal penyelenggaraannya berskala nasional dan layak dijual sehingga dampaknya dapat meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia yang tahun ini mentargetkan 17 juta wisman maupun menggerakkan 270 juta wisnus di Indonesia. (NDY)
TABANAN, bisniswisata.co.id: Sebanyak 8.310 wisatawan domestik dan mancanegara memilih berlibur ke objek wisata Tanah Lot, di Kabupaten Tabanan, Bali, Ahad (18/3). Tanah Lot salah satu destinasi utama setelah libur Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940 atau “Ngembak Geni”.
Wisatawan yang datang ke objek wisata ini menikmati panorama pura di atas tebing yang indah saat matahari terbenam pada sore hari. “Dari total data kunjungan wisatawan pada Minggu (18/3), untuk wisatawan mancanegara 4.447 orang dan wisatawan domestik sebanyak 3.863 orang,” ungkap Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana saat dihubungi di Denpasar, Senin (19/03/2018).
Kunjungan wisatawan ke Tanah Lot setelah berlangsungnya Hari Suci Nyepi cenderung normal seperti hari biasanya, karena total kunjungan wisatawan asing dan lokal ke objek wisata yang dikenal hingga penjuru dunia itu rata-rata mencapai 7.000 hingga 8.000 orang per harinya. “Kalau kunjungan wisatawan ke Tanah Lot dikatakan ramai, bisanya kisaran angka 10.000 orang lebih per harinya,” ujarnya.
Dari total 4.447 orang wisatawan mancanegara yang melancong ke objek wisata Tanah Lot, terbagi atas pengunjung dewasa 4.344 orang dan 103 (anak-anak). Dari total kunjungan 3.863 orang wisatawan domestik terdiri atas atas pengunjung dewasa 3.687 orang dan 179 anak-anak. “Kami telah merancang pada akhir Maret 2018 atau awal April 2018, untuk melakukan promosi wisata Tanah Lot ini,” katanya.
Sebelumnya, Ahad (18/3) sore, suasana objek wisata Tanah Lot tampak dipadati ribuan pelancong yang terlihat asyik ber-swafoto dengan latar pemandangan pura setempat yang sangat indah untuk diabadikan saat matahari mulai tebenam.
Tampak juga wisatawan domestik bersantai di sekitar taman dekat area Pura Enjung Galuh itu sambil membawa bekal yang dibawa dari rumah atau dibeli di sekitar area objek wisata setempat.
Sebelum masuk ke kawasan objek wisata itu, wisatawan harus membeli tiket terlebih dahulu di loket yang dikelola DTW Tanah Lot dengan harga tiket masuk wisatawan domestik anak-anak dikenakan biaya Rp 15.000 per orang dan Rp 20.000 per orang untuk dewasa.
Untuk wisatawan mancanegara, harga tiket masuk dikenakan tarif untuk dewasa Rp 60.000 dan anaka-anak Rp 30.000 per orang. Untuk tiket masuk mobil roda empat dikenakan biaya Rp 5.000 per unit, bus pariwisata Rp 10.000 dan sepeda motor Rp 3.000 per unitnya. (REP)
DENPASAR, bisniswisata.co.id: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali menilai menguatnya mata uang dolar AS membawa sisi lain yang positif. Hal positif itu, mendongkrak sektor pariwisata Indonesia karena nilai tukar yang menguntungkan.
“Bila mampu mendorong dan meningkatkan pariwisata secara signifikan maka bisa menarik banyak devisa,” kata Wakil Ketua Kadin Bali Bidang Finansial dan Moneter Kadin Bali Ida Bagus Kade Perdana di Denpasar, Senin (19/3/2018).
Capaian devisa yang optimal, lanjut dia, diharapkan cadangan devisa juga semakin bertambah sehingga bisa menopang pembangunan, hutang hingga menstabilkan kembali nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS. Nilai tukar yang menguntungkan membuat wisatawan mancanegara bisa lebih banyak menikmati destinasi wisata khususnya di Bali.
Tahun ini Bali ditargetkan menarik 6,5 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Jumlah itu melonjak dibandingkan realisaisi tahun 2017 yang mencapai hampir 5,7 juta orang, Angka tersebut naik 15,6 persen jika dibandingkan tahun 2016 berdasarkan data Badan Pusat Statistik Bali.
Selain pariwisata, sambung dia seperti dilansir laman Republika.co.id, eksportir juga diuntungkan dengan menguatnya mata uang negara adi daya itu. Meski demikian, Perdana menyebutkan bahwa hampir sebagian besar barang ekspor masih terkandung komponen impor yang tinggi sehingga dinilai kurang berdampak.
Sementara itu nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak turun 15 poin menjadi Rp 13.762 per dolar AS dari Rp 13.747 per dolar AS. Melemahnya rupiah menyusul rencana Bank sentral AS akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.(NDHIK)
MAJALENGKA, bisniswisata.co.id: Keindahan terasering, kebun daun bawang di Desa Panyaweuyan, Argopura di Majalengka Jawa Barat (Jabar), menghipnotis atau menarik perhatian Kandidat Gubernur Jabar Ridwan Kamil untuk datang ke lokasi wisata alam yang mengagumkan sekaligus terbaik di Majalengka.
“Pemandangan di sini luar biasa, bukit dan lembah menghampar kebun daun bawang yang membentuk terasering yang unik. Tiada duanya di Indonesia,” kata Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil saat berkunjung ke kawasan itu, dalam siaran pers yang diterima Bisniswisata.co.id, di Jakarta, Senin, (19/3/2018).
Kawasan ini semula tak disangka bisa dibuat perkebunan nan indah. Dengan menyatukan pertanian dan kearifan lokal, petani di sini sejahtera dengan matapencahariannya. “Kalau mau ditambah dengan konsep pariwisata, harus bisa menjaga keseimbangan alam, petani di sini sejak 40 tahun lalu mampu menjaga keseimbangan tersebut,” kata mantan Walikota Bandung.
Saat pertama kali melihat kawasan terasering itu, yang ada dalam pikirannya adalah keindahan ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa. Sepanjang mata memandang, tampak keindahan alam yang luar biasa. “Kalau lihat kawasan ini seperti melihat bukit teletubbies, indah, hijau, dan berbukit-bukit menakjubkan,” ucap Kang Emil.
Selama menyusuri lembah dan bukti serta jalan setapak di kawasan terasering itu, beberapa kali Kamg Emil membidik lanskap indah dengan kameranya. “Fotografi adalah hobi saya. Salah satu bentuk rasa syukur saya kepada alam ciptaan Allah SWT adalah dengan menjepretnya dengan kamera ini,” ujar Kang Emil sambil memegang kameranya.
Menurutnya, kawasan terasering harus jadi obyek wisata alam favorit di Majalengka, setelah sport tourism Paralayang. Agar kawasan alam ini ditata dengan melibatkan masyarakat lokal sehingga ekonomi bisa tumbuh. Seperti homestay atau penginapan di rumah warga, warung-warung makanan khas Majalengka, hingga tour guide. “Saya kira ini bisa menjadi paket wisata menarik di Majalengka, mulai dari wisata di kawasan Terasering Argapura, grand canyon, hingga paralayang,” ujar dia.
Untuk menuju kawasan wisata terasering, Anda bisa menggunakan mobil atau motor. Jaraknya sekitar 15 km dengan waktimu tempuh antara 40-45 menit. Jalan menuju terasering memang kecil. Jika mobil berpapasan harus menunggu salah satunya, karena jalan yang sempit. Di sisi kanannya terdapat jurang dan lembah yang terjal. Pengendara mobil harus extra hati-hati melewati jalan ini.
“Meski jalannya sempit, tapi tetap memadai. Karena kawasan ini ditata sebagai jalan desa, bukan jalan kota. Saya kira akses jalan cukup memadai,” ujarnya. Hanya, kata Kang Emil perlu penataan tempat parkir dan sarana untuk tempat istirahat yang memadai.
Saat blusukan itu, Kang Emil bertemu dengan komunitas fotografi kukurusuk.com. Komunitas di bawah komandan Oka Supardan ini sejak 3 tahun lalu gencar mempromosikan lokasi wisata di Majalengka, termasuk Terasering ini. “Kami senang, Pak Ridwan Kamil datang ke sini. Kami berharap kehadiran Beliau disini dapat lebih mengangkat destinasi luar biasa di Majalengka ini keluar,” kata Oka.
“Ini satu kehormatan dan kebanggaan kami, bahwa Pak Ridwan, calon pemimpin yang inspiratif dan sangat peduli dengan destinasi wisata alam yang harus memperhatikan kearifan lokal,” ujar Oka.
Populernya wisata terasing Argapura membuat perekonomian warga terbantu. Sejak destinasi wisata alam ini populer di media sosial, berdampak danyak dikunjungi wisatawan dari Belanda, Singapura, India, dan Australia.
Awalnya tahun 2015, seorang fotografer datang menghampiri dan memotret kegiatan dan lokasi dari berbagai sudut. Ternyata, sang fotografer itu memutuskan mengikuti lomba dan menang atas foto terasering. Sejak saat itu pula, kawasan ini menjadi banyak dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara.
Keindahan alamnya memang membuat terasering warga sekitar ini sangat cantik untuk diabadikan. Ladang yang berundak-undak dihiasi tanaman hijau ini sangat memanjakan mata. Lokasinya yang terletak di kaki Gunung Ciremai membuatnya semakin menawan.
Tengok saja, tempat yang berada diketinggian antara 400-2.000 mdpl ini sangat hijau dan cantik. Sudut kemiringannya mencapai 25-40 derajat. Tak hanya dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan, kawasan ini juga dihiasi untuk pertanian.
Terasering ini dikenal sebagai Panyaweuyan Argapura ini kian dikenal sebagai destinasi agrowisata, sport tourism Paralayang dan spot fotografi yang menjanjikan. Karena dari sudut mana pun, bisa melihat keindahan pemandangan alam dalam bingkai kamera yang menakjubkan. (redaksibisniswisata@gmail.com)
MANADO, bisniswisata.co.id: Assosiation of the Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) Sulawesi Utara (Sulut) terus mendorong para usaha kecil menengah (UKM) agar meningkatkan inovasi membuat cendera mata, yang menarik, unik dan artistik sehingga wisatawan tertarik.
“Saatnya UKM berbenah, menyiapkan cendera mata lokal yang lebih profesional, sehingga menarik wisatawan untuk membeli,” kata Ketua Asita Sulut Merry Karouwan di Manado, Senin (19/3/2018).
Saat ini, lanjut dia, travel agent yang tergabung dalam Asita sudah berbenah dengan melakukan kerja sama semua pihak terkait. “Jika produk cendera mata UKM terus baik, maka pendapatan pasti meningkat,” katanya.
Apalagi, katanya, setiap hari ada ribuan wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok yang datang ke Sulut melalui penerbangan sewa.
“Jadi, permintaan cendera mata cukup tinggi, dan diharapkan mampu dipenuhi oleh UKM yang ada,” katanya.
Kepala Bidang Fasilitasi Pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Alwy Pontoh mengatakan pihaknya akan terus memfasilitasi agar produksi cendera mata di Sulut bisa lebih baik. “Bimbingan teknis akan terus dilakukan, pemberian bantuan peralatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusianya,” kata Alwy.
Sebenarnya, sambung dia, produk IKM Sulut sangat banyak dan siap bersaing, namun masih terkendala dengan kemasan yang belum bagus. Sehingga, pemerintah akan membangun rumah kemasan bagi IKM di Sulut.
Ditempat terpisah, Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Abdul Kadir Damanik mengemukakan menghadapi gempuran produk impor, pelaku UKM Tanah Air dituntut membuat strategi menyerang. Di samping harus mempertahankan produk UKM dalam negeri agar mampu bersaing dengan produk impor, pelaku usaha juga harus menggempur pasar global.
“Ada dua hal kalau kita melihat gempuran produk impor. Artinya, kalau main bola itu posisinya bertahan, padahal pertahanan terbaik dalam sepak bola itu adalah menyerang,” kata Damanik.
Damanik mengatakan gempuran produk impor ke dalam negeri mulai ramai terjadi ketika dibuka pasar perdagangan bebas pada 2016. Momentum ini menjadi tantangan bagi pelaku UMKM Indonesia supaya bagaimana bisa merebut pasar global.
“Ketika MEA dibuka pasar yang ingin kita serang itu ada 600 ribu di luar sana. Sedangkan di dalam tetap harus kita pertahankan. Gempuran produk itu tidak hanya bertahan tetapi perlu juga menyerang ke pasar lain,” tandasnya.
Agar bisa diterima di pasar global, produk UMKM harus terlebih dahulu go modern yaitu dengan memperhatikan aspek kualitas dan kuantitas produk serta memanfaatkan sarana teknologi informasi dalam melakukan kegiatan pemasaran. “Setelah itu, baru masuk go online. Dengan begitu, produk UMKM kita bisa go global, yang lebih penting harus dikelola dalam pendataan yang besar,” ujar Damanik.
(WEO)