Memulai Wisata Di Kabupaten Batang Dari Pantai Dan Berakhir Di Gunung.

this formate

BATANG, Jateng, bisniswisata.co.id: Kurang dari 30 menit sejak meninggalkan stasiun kereta api Pekalongan, mini bis yang saya tumpangi tiba di Galery & Workshop  Batik Rifaiyah di Desa Kalipucang Wetan, Batang.

Bangunan sederhana diapit sawah ini rupanya bantuan  Badan Ekonomi Kreatif Tahun 2017 dan diresmikan oleh Ketua Barekraf Triawan Munaf. Untungnya sudah ada pendingin ruangan sehingga begitu masuk langsung menghirup udara sejuk di tengah sinar terik mentari siang hari.

Wow…jejeran rangkaian kain batik yang dipajang didominasi warna-warna tanah merah kecoklatan, hitam, biru tua penuh dengan cecek ( titik) di seluruh kain. Meski hanya menjadi penikmat batik, saya langsung terkagum dengan para pembuatnya.

Utin dan motif-motif batik yang dilestarikannya

“ Satu kain batik saja pembuatannya bisa selama enam bulan atau setengah tahun. Harga berkisar Rp 1,5 juta -Rp 3 juta bahkan lebih,” kata Miftakhutin (40 tahun), salah satu pembatik yang sudah menekuni hobinya selama 30 tahun.

Wanita yang akrab dipanggil Utin ini mengatakan batik Rifaiyah ini mulanya diajarkan oleh KH A Rifai, perajin batik dari komunitas santri Rifai. “Motif disini tdk ada ditempat lain, kami ambil spirit pak Rifai ke dalam kain tersebut “, ungkap Utin

Seiring perubahan jaman, tak banyak lagi masyarakat yang mau membatik sehingga di daerah Kalipucang, Maliwejang,  Batang ini hanya galery dan workshop ini satu-satunya yang masih eksis.

Padahal dulu anak-anak yang tidak nyantri maka harus membatik untuk melestarikan budaya leluhur. Utin sejak 1990 pilih menekuni batik dan tidak ikut masuk pesantren ( santri).

Workshop menghimpun  sedikitnta 100 perajin tapi yang aktif sekitar 70 orang saja. Kalangan muda di desa sudah tidak mau membatik karena prosesnya lama. Padahal banyak motif pakem yang harus diselamatkan.

“Sedikitnya ada 24 motif pakem yg tidak bisa diubah-ubah.Pemasaran untuk semua kalangan dan kami tampil di Inacraft yang baru lalu,”

Pemerintah memberikan perhatian dengan memberikan pembinaan, pelatihan dan akses pameran sehingga ke singapura, Laos, dan Jepang.

Memenuhi permintaan negara lain maka motif  disesuaikan dengan tempat negaranya, misalnya China dominasi warna merah. Ada pula motif dengan perpaduan akulturasi
Belanda, Eropa (motif rendanya), dan China (warna merahnya).

Perjalanan dilanjutkan ke pantai
Sigandu untuk makan siang di restoran Aloha persis di tepi pantai. Suguhan seafood dan  minuman kelapa muda memang membuat perut kenyang tapi untunglah tak sempat menguap panjang karena panitia langsung mengajak ke pantai sebelah.

Lumba-lumba ( dolphin) bergerak bebas di kolam kaca di tempat penangkaran

Hanya 200 meteran tibalah di Batang Dolphin Center Unit Taman Safari Indonesia.  Batang Dolphin Center atau sering juga dikenal dengan sebutan (BDC) ini terletak di dalam kawasan pantai Sigandu, Batang, Jawa Tengah.

Tampak luar dari bangunan bagian depan adalah berbentuk kapal. Batang Dolphins Center tidak hanya sebagai tempat wisata saja, tetapi juga sebagai penangkaran atau konservasi semua satwa yang ada di dalamnya.

BDC masuk ke dalam unit Taman Safari Indonesia dan juga bekerjasama dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam. Sayangnya abrasi pantai dalam 5 tahun terakhir mencapai 200 meter sehingga membuat pengelola tidak bisa mengembangkan lahan yang sudah segaris pantai.

Batang Dolphins Center telah menangkarkan lumba-lumba.Di bagian lain dari kawasan ini terdapat kebun binatang mini yang disebut Mini Safari. Seperti sebuah kebun binatang pada umumnya, di tempat ini terdapat berbagai jenis binatang seperti macan tutul, beruang madu, zebra, waterbuck, lama, burung emu, dan lain lain.

Salah satu daya tarik yang terdapat di kawasan ini adalah kolam lumba-lumba. Pertunjukkan lumba-lumba hanya dilakukan pada jam-jam tertentu. Jika pengunjung datang saat tidak ada pertunjukkan, pengunjung tetap dapat melihat lumba-lumba dari samping kolam.

Selain itu, juga terdapat arena bermain anak-anak. DBC dilengkapi dengan sebuah restoran yang berada tepat di samping kolam lumba-lumba. Serta sebuah kolam berisi penyu tampayan banyak dikelilingi anak-anak Taman Kanak-kanak yang datang berombongan dengan guru dan orangtua.

Mini zoo di Batang Dolphin Center ( foto-foto Sendy)

Masih seputar pantai, kami menghabiskan waktu dan melipir sejenak ke Pantai Ujung Negoro yang terletak persis di Desa Ujung Negoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang.

Terletak kurang lebih 5 kilometer dari Jalan Pantura, pantai ini masih segaris dengan Pantai Sigandu. Jadi saat mudik Lebaran nanti para pemudik bisa rehat lihat dolphin atau ke Ujung Negoro.

Pantai Ujung Negoro sendiri terlihat bersih dan enak buat jalan-jalan, serta pas dijadikan tempat singgah menghabiskan waktu. Pasirnya berwarna cokelat dan tentu khas dari pantai utara Jawa.
Terlihat di kanan dan kiri pantai adalah perbukitan. Karang-karang dan berbatuan menonjol di sudut-sudut pantai. Namun inilah keunikan Pantai Ujung Negoro.

Ada tulisan besar  B A T A N G yang ikonik dan berwarna-warni di pantai ini. Lokasi itulah yang sering digunakan untuk berfoto dan bahkan untuk foto pre-wedding. Ada pula para warga lokal yang memancing di karang-karang ini.

Pantai Ujung Negoro menjadi destinasi utama bagi para pelancong Batang dan sekitarnya. Jika memasuki libur akhir pekan atau lebaran, pantai ini penuh dengan lautan manusia.

Di pantai ini pula kita dapat membeli ikan asin dan terasi udang dari nelayan lokal.  Ada juga udang rebon, cumi-cumi besar yang dikeringkan. Jika Anda mudik ke Batang dan sekitarnya jangan lupa melipir ke sini ya soalnya mushola dan toilet serta kondisi pantai juga relatif bersih dibandingkan pantai lainnya.

Ombak yang ada tidak terlalu besar, merupakan salah satu ciri ombak pantai di utara pulau jawa sehingga cukup aman untuk berenang di pantai, namun pengunjung harus tetap waspada, terutama yang membawa anak kecil agar tidak berenang terlalu ketengah.

Batang Dolphins Center buka setiap hari tepi pantai Sigandu

Melewati ikon tulisan B A T AN G Dibagian sisi kanan pantai, terdapat tebing berbatu yang berdiri kokoh. Untuk menuju ke atas tebing pihak pengelola sudah menyediakan jalan setapak agar memudahkan pengujung untuk mendaki.

Di balik tebing saya mendapat  informasi ternyata di dekat lokasi pantai ini akan dibangun instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang dengan bagan baku batu bara. Entah sudah sampai mana, yang jelas saya teringat rencana pembangunan PLTU ini memang sempat menjadi polemik nasional beberapa tahun lalu.

Ternyata dibagian sisi lain tebing terdapat gua yang ukurannya tidak begitu besar, gua tersebut adalah Gua Aswatama, dan dipuncak bukit terdapat makam peninggalan Syeikh Maulana Maghribi, salah satu pasukan dari Persia yang menyebarkan agama Islam pada abad 16 yang mendarat di sini.

Ada juga sumur unik yang terdapat di pantai Ujung Negoro, sumur ini adalah sumur air tawar. Cukup aneh memang, karena letaknya yang tidak begitu jauh dari bibir pantai, hanya sekitar beberapa meter namun airnya tawar.

Kabarnya, makam ini selalu ramai dikunjungi setiap malam 15 sapar (penanggalan jawa). Yang jelas, selain wisata rekreasi, Pantai Ujung Negoro ini ternyata juga bisa termasuk destinasi wisata religi.

Setelah melewati Sunset di pantai ini, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Kab Batang, Wahyu Budi Santoso mengingatkan untuk berangkat ke Pagilaran, sekitar satu jam naik ke daerah pegunungan.

Ikon BATANG di pantai Ujung Negoro

Dari bibir pantai satu jam kemudian kami sudah berada di kegelapan malam menuju perkebunan teh Pagilaran yang dirintis
seorang warga negara berkebangsaan Belanda bernama E. Blink pada tahun 1840.

Dia membuka tanah hutan di daerah Pagilaran kemudian ditanami dengan tanaman kina dan kopi. Ternyata hasil yang diperoleh kurang menggembirakan hingga akhirnya sampai sekarang ditanami pohon teh dan coklat.

Wisata Kebun Teh Pagilaran merupakan wisata alam yang menyuguhkan pemandangan perkebunan teh dengan udara yang sejuk. Aktivitas di malam hari selain pembagian kamar untuk menginap semalam, makan malam bersama Dirut PT Pagilaran Rahmat Gunadi dan jajarannya serta menyaksikan atraksi kesenian Tari Petik Teh dan lagu-lagu campursari.

Pusjiastuti Eri Susanti (48), pelatih sanggar pagilaran mengatakan tari petik teh dibawakan oleh masyarakat lokal pagilaran, sesuai lingkungan anak dari perkebunan teh. Jadi anak anak akan menghayati pekerjaan disini.

Gerakan2 yang dilakukann ialah gerakan memetik teh. Setelah dapat tehnya diangkat laki laki ke gendongan wanita sebagai kerjasama dan kerukunan masyarakat di sini.

Khusus tari petik teh ini mengikuti festival internasional borobudur, tahun 2017 di Magelang. Spesial sebagai pembukaan festival bersanding dengan perwakilan negara negara lain seperti Jepang.

“Sekali tampil melibatkan 5 sampai 50 orng sekali tampil pada saat kegiatan kegiatan pentas sekolahan,” kata Eri.

Udara dingin menggigit tulang dan mata mengantuk karena hari sudah pukul 00.30 membuat kami serentak pulang ke wisma yang dikelilingi kebun teh. Besok pagi sudah terbayang pemandangan indah perkebunan.

 

7-10 Mei 2018, Jogja International Travel Mart

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Gelaran Jogja International Travel Mart (JITM) 2018 diyakini mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Yogyakarta. Forum pertemuan biro wisata bertaraf internasional ini, mengenalkan pariwisata Yogyakarta ke dunia. Travel mart ini berlangsung di beberapa tempat, yang digelar mulai 7-10 Mei 2018.

Dimulai Welcome Dinner diadakan pada tanggal 7 Mei 2018 di area Bangsal Kepatihan. Pada tanggal 8 Mei 2018 diadakan B2B (Business To Business) networking meeting dengan berbagai kegiatan social functions, serta educational trip untuk para Buyers. Dan agenda utama, yaitu pertemuan bisnis buyers dan seller (Table Top) akan berlangsung di Kasultanan Ballroom – Royal Ambarrukmo Yogyakarta.

Hari berikutnya, para Hosted Buyers akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan educational trip dengan memilih antara berkunjung ke Candi Borobudur dan melakukan Lava Tour Merapi, atau ke Keraton , Taman Sari dan Tebing Breksi sebagai pilihan kedua.

Kegiatan ini bertujuan selain mengenalkan highlight dari pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya, juga untuk memperkenalkan obyek wisata lainnya. Dan di akhir acara akan ditutup oleh Closing Dinner yang akan diadakan pada tanggal 9 Mei 2018 di Hyatt Regency Hotel.

Tahun 2018, JITM diikuti 107 buyers perusahaan biro wisata dari 20 negara termasuk Indonesia, Malaysia, Bangladesh, India, Mexico, Philipina, Sri Langka, Vietnam, Italia, Uni Arab Emirate, Jepang dan lainnya. Sementara terdaftar 82 seller dari hotel, restoran, serta pengelola destinasi dan biro perjalanan wisata dari Yogyakarta.

Setelah sukses meraih potential revenue sebesar Rp. 75,9 miliar tahun 2017, diharapkan tahun ini akan mengalami kenaikan sebesar 15 % dengan target nominal Rp. 87,3 miliar. Penyelenggaraan JITM dari tahun ke tahun tetap akan mendukung kenaikan di bidang pariwisata khususnya di Yogyakarta dan sekitarnya.

Dalam gelaran JITM mengusung tema Jogja a New Gateway to Start Your Journey akan berlangsung kontak bisnis penjualan paket wisata kepada perusahaan perjalanan wisata luar negeri. Mereka juga diberi kesempatan untuk mengunjungi objek wisata di DIY guna memperkenalkan potensi wisata di DIY ke mancanegara.

Apalagi dengan keberadaan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, maka melalui JITM diharapkan pula muncul inisiatif pembukaan penerbangan langsung dari berbagai negara. Penerbangan langsung ke Yogyakarta, saat ini baru Singapura dan Malaysia.

Perhelatan JITM 2018 ini merupakan pelaksanaan yang ke-10 dengan dukungan dari Dinas Pariwisata DIY dan kerja sama dengan ASITA serta PHRI DIY. Target travel mart ini diharapkan jumlah kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun nusantara selama 2018 mengalami kenaikan 10 persen dibandingkan 2017.

Realisasi jumlah kunjungan wisata selama 2017 mencapai 397.000 untuk wisatawan mancanegara dan 4,7 juta untuk wisatawan nusantara dengan pergerakan wisatawan ke destinasi wisata di lima kabupaten/kota mencapai 23,7 juta orang.

JITM 2018 juga memberikan fasilitas secara gratis untuk Dinas Pariwisata dari masing-masing Kabupaten dan Kota Propinsi Yogyakarta untuk berpartisipasi menjadi Exhibitor selama kegiatan Table Top berlangsung, sehingga mereka bisa mendapatkan kesempatan dalam mengenalkan produk dan jasa nya sebagai bagian dari kekayaan dan keanekaragaman yang dimiliki oleh destinasi.

Bahkan Dinas Pariwisata dari Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta, dan stand dari Asosiasi-asosiasi pariwisata akan ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semakin banyak pihak yang berpartisipasi, diharapkan para pelaku pasar pariwisata di DIY dan sekitarnya bisa lebih mengembangkan strategi kreatif dan mempunyai kesempatan untuk memperluas pasar internasional. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Perajin Batik Tuban Difasilitasi Hak Cipta

this formate

TUBAN, bisniswisata.co.id: Fasilitas Hak Cipta yang merupakan salah satu program andalan Pemerintahan Jokowi-JK untuk mendongkrak daya saing Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Kini perajin Batik Gedog dan Batik Gringsing di Tuban Jawa Timur mendapatkan fasilitas itu. Malah, terbukti dengan memperoleh fasilitas Hak Cipta mampu memberikan perlindungan, ketenangan berkarya, hingga rasa percaya diri yang tinggi bagi perajin batik gedok.

Nanik Hariningsih, pemilik usaha produksi kain dan batik Gedog khas Tuban UD Melati Mekar Mandiri di Tuban, misalnya. Dia menjadi salah satu UKM binaan Semen Indonesia mendapatkan fasilitas hak cipta untuk karya batiknya yang bermotif kedelai kecer.

Pelaku UKM di desa Margorejo, Kecamatan Kerek, Tuban itu mengaku mendapatkan manfaat yang sangat besar dari fasilitas hak cipta terlebih karena ia mempekerjakan banyak karyawan mulai dari pekerja tetap di rumah industrinya hingga pekerja lepas yang mengerjakan pesanan dari rumah masing-masing.

“Kalau tidak ada hak cipta saya tidak bisa apa-apa kalau motif dipakai oleh orang lain, apalagi kalau ada yang sampai menjualnya ke luar negeri,” kata Nanik yang juga berprofesi sebagai guru TK itu.

Hak cipta bagi Nanik yang merintis sejak 2007 merupakan caranya untuk mendapatkan rasa tenang dalam berkarya. “Sebenarnya juga ya memang kita tenang, meskipun kita harus terus berinovasi jadi kalau ada dihakciptakan otomatis yang lain juga mesti dihakciptakan juga. Agar kita bisa tenang untuk berkarya,” katanya seperti dilansir laman Inilah.com, Kamis (03/05/2018)

Diakui tidak mengalami kesulitan apapun untuk mendapatkan fasilitas hak cipta tersebut, yakni hanya menyiapkan sejumlah dokumen persyaratan meliputi NPWP, SIUP, KTP, KK tanpa harus kehilangan uang sepeserpun.

Kini usahanya makin dapat pengakuan dan menjadi kebanggaan tersendiri ketika memiliki motif khas batiknya sendiri. Pasarnya pun makin luas dan produknya dikenal pasca-pengakuan salah satu produk masterpiecenya disertifikatkan hak cipta. “Saya sangat berterima kasih pada Pemerintah Jokowi yang memiliki program yang mempermudah UKM untuk mendapatkan hak cipta atas karyanya ini,” katanya.

Kustini pemilik usaha Batik Gringsing di Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Tuban mendapatkan fasilitas hak cipta untuk beberapa motif batik karyanya seperti Mentaraman dan Manuk Gedong. “Saya mendapatkan hak cipta untuk beberapa karya saya membuat saya semakin mantap dan percaya diri dalam menjalankan usaha batik ini,” kata Kustini yang sudah 35 tahun membatik ini.

Sebelum mendapatkan hak cipta, Kustini mengaku kerap kali ragu mengembangkan motif batik gringsing yang selama ini menjadi andalannya.
“Motif batik kan ada banyak tiap desa punya, jadi kita bisa ragu ini ciptaan siapa. Dengan sertifikat hak cipta kita semakin yakin kalau ini karya kita sendiri, sudah tidak ada keraguan lagi,” kata Kustini yang mendapatkan fasilitas tersebut pada November 2017.

Ada rasa kebanggaan mendalam setelah memiliki sertifikat hak cipta sehingga tak ragu-ragu lagi untuk memasarkan produknya lebih luas hingga mengaku ada peningkatan omset setelah memiliki hak cipta. Batik ciri khas Desa Gesikharjo ciptaannya itu bisa terjual hingga 6-8 potong perbulan dengan harga Rp2,5 juta – Rp3 juta perpotong padahal sebelumnya saat musim sepi hanya terjual 1-2 potong saja.

Kustini juga mengaku difasilitasi oleh pemerintah dalam mengakses kemudahan pengakuan hak cipta itu sehingga tak perlu mengeluarkan biaya apapun saat mengurusnya. “Saya sangat bersyukur, dan berterima kasih kepada pemerintah atas adanya program ini,” katanya. (INI)

Jendela Retak, Southwest Airlines Balik ke Bandara

this formate

CHICAGO, bisniswisata.co.id: Insiden penerbangan kembali terjadi. Kali ini sebuah pesawat Southwest Airlines mengalami insiden dalam penerbangannya yang lepas landas dari Chicago menuju New Jersey. Pesawat terpaksa kembali ke Bandara dengan melakukan pendaratan darurat pada Rabu (2/5)

“Pesawat dengan nomor penerbangan 957 mendarat mulus di Bandara Internasional Cleveland Hopkins,” kata juru bicara FAA Elizabeth Cory dilansir laman CNN, Kamis (03/05/2018).

Salah seorang penumpang mengirimkan gambar jendela yang retak tersebut kepada anaknya. “Jendela pesawat retak. Dan kami selamat dalam pendaratan di Cleveland,” ujar Linda Holley dalam pesan tersebut.

FAA telah mengonfirmasi akan melakukan penyelidikan penyebab retaknya jendela tersebut. Meski mengalami insiden, di atas pesawat tekanan kabin tetap stabil sehingga masker oksigen tidak keluar dan seluruh penumpang tetap tenang.

Pilot hanya memberi pengumuman akan melakukan pendaratan di bandara terdekat. Ini merupakan kejadian kedua kalinya yang dialami Southwest. April lalu, pesawat mengalami pendaratan darurat setelah diketahui ada mesin yang mendadak tidak berfungsi. (CNN)

Pergerakan Wisman Kunjungi Raja Ampat Meningkat

this formate

RAJA AMPAT, bisniswisata.co.id: Pergerakan wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Raja Ampat, Papua Barat mengalami pertumbuhan hingga 7% rerata tahunan. Tren kenaikan ini menunjukkan jika destinasi wisata berbasis bahari ini semakin dikenal khalayak internasional.

“Dan ini sangat menggembiarakan. Sebagai gambaran, arus kunjungan wisatawan asing ke Raja Ampat mencapai sekitar 27.000 orang pada tahun lalu dan mengunjungi titik-titik destinasi di daerah tersebut. Untuk 2018, pergerakan kunjungan wisatawan mancanegara sudah menyentuh level dua digit dari sisi pertumbuhan,” papar Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati.

Seperti dilansir laman Bisnis, Kamis (03/05/2018), kunjungan turi asing terus naik dari tahun ke tahun, akses penerbangan juga semakin banyak. Lebih memudahkan turis asing menjangkau Raja Ampat. Di sisi lain, serangkaian langkah pembenahan juga dilakukan secara simultan pada berbagai aspek agar industri pariwisata Raja Ampat bersifat berkelanjutan.

Dilanjutkan, upaya pembenahan diantaranya aspek sistem pelayanan, lalu sisi penyediaan infrastruktur penunjang yang representatif bagi wisatawan hingga stabilitasi harga. Khusus stabilisasi harga dilakukan agar harga yang diterima wisatawan bisa lebih kompetitif sehingga memberikan kenyamanan para wisatawan.

“Kami benahi semuanya, sistem, termasuk pajak dan lainnya. Terutama untuk harga transportasi untuk akses ke titik-titik destinasi, lalu besaran harga jasa akomodasi sesuai dengan klasifikasinya, baik homestay, penginapan maupun resort,” papar Faris.

Dalam mendukung serangkaian pembenahan tersebut, Pemkab Raja Ampat mengalokasikan anggaran sebesar Rp45 miliar pada tahun ini termasuk pula untuk kebutuhan promosi wisata. Beberapa investor asing yang bergerak pada sektor hospitality juga telah bersiap untuk melakukan ekspansi di Raja Ampat.

“Sudah ada beberapa, seperti Aston International dan Swissbell yang berencana membangun resort di Raja Ampat. Kami siap memfasilitasi karena orientasinya juga ingin mendukung pertumbuhan pariwisata Raja Ampat,” ucap Faris.

Sejauh ini, lanjutnya, sudah ada jaringan perhotelan internasional yang telah merealisasikan ekspansi di Raja Ampat, di mana salah satunya Le Meridien untuk hotel dan resort berkualifikasi premium di Waisai Raja Ampat.

Raja Ampat merupakan kabupaten di wilayah administrasi Provinsi Papua Barat dengan letak tepat berada di kepala burung Pulau Papua. Secara umum, geografis Raja Ampat terdiri dari banyak pulau karang yang tersebar hampir merata pada seluruh titik di wilayah administratif.

Terdapat 4 pulau utama yang menjadi titik konsentrasi penduduk maupun wisatawan yakni Pulau Waigeo, Pulau Batanta, Pulau Salawati, dan Pulau Misool. Di samping itu, terdapat sederet pulau dengan ukuran sedikit lebih kecil yang membentuk deretan tebing tinggi dan kerap menjadi sasaran kunjungan wisatawan seperti Piaynemo, Teluk Kabui, Wayag dan banyak lainnya.

Selanjutnya, kekayaan biota laut serta hutan tropis yang tetap terjaga kelestariannya hingga kekayaan kebudayaan setempat menjadi pelengkap keindahan Raja Ampat sebagai destinasi utama di Tanah Air bahkan dunia. (BIS)

Hebat, Avengers: Infinity War Raup Rp 8,73 Triliun

this formate

HOLLYWOOD, bisniswisata.co.id: Avengers: Infinity War, film garapan rumah produksi Marvel Cinematic Universe (MCU) sudah tayang sejak pekan lalu menghasilkan pemasukan yang luar biasa. Bahkan, film action fiksi yang disutradari Joe Russo, menjadi film yang sangat dinanti para pecinta film pada tahun 2018.

Setelah sepekan tayang di seluruh dunia, Avengers: Infinity War sukses meraup pemasukan kotor sebesar US$ 630 juta atau sekitar Rp8,73 triliun di seluruh dunia, pada pekan pertama perilisannya.

Menurut data yang dilansir Box Office Mojo, bruto dari lingkup domestic AS-Kanada dengan jumlah 4.474 layar bioskop mencapai US$ 250 juta atau sekitar 40 persen-nya. Hal ini tentu menjadikan film superhero garapan MCU ke-19 ini menjadi film terlaris pertama sepanjang masa di Amerika Serikat-Kanada pada akhir pekan pertama tayang.

Pencapaian komersial di 52 teritori internasional, termasuk Indonesia, mencapai US$ 380 juta atau sekitar Rp5,27 triliun. Sementara pencapaian film Iron Man Cs ini hanya menjadikan film ini sebagai film Hollywood terlaris kedua di dunia saat pekan pertama perilisan. Dan posisi pertama masih ditempati oleh film Fate of the Furious.

Kepala Distribusi Domestik Disney Dave Hollis mengatakan film Avengers: Infinity War ini menjadi capaian sejarah tersendiri bagi Marvel Cinematic Universe (MCU) dan Disney. “Ini pekan luar biasa bagi MCU dan Disney. Infinity War adalah kulminasi pengembangan universe dan karakter yang kita sayangi selama 10 tahun terakhir. Memiliki mereka dalam film ini membuatnya menjadi film wajib bagi para moviegoers,” ujar Hollis.

Sebelum Avengers: Infinity War, film Marvel dengan debut terbaik dipegang oleh Avengers dengan pendapatan US$207,4 juta dari pekan pertamanya. Sementara sekuelnya, Age of Ultron mendapatkan US$191 juta. Secara total, pendapatan domestik kedua film tersebut masing-masing US$632 juta dan US$459 juta.

Infinity War disutradarai duet Joe adan Anthony Russo, sementara naskah skenarionya dikerjakan Christopher Markus dan Stephen McFeely. Latar waktunya diambil 2 tahun setelah Captain America: Civil War. Para Avengers bergabung dengan Guardians of Galaxy untuk melawan Thanos.

Film ini dibintangi sejumlah nama besar seperti Robert Downey Jr. sebagai Iron Man, Chris Hemsworth (Thor), Chris Evans (Captain America), Scarlett Johansson (Black Widow), Chadwick Boseman (Black Panther), Chris Pratt (Star Lord), Benedict Cumberbatch (Doctor Strange), dan Mark Ruffalo (Hulk).

Sepanjang akhir pekan lalu nyaris tak ada perlawanan berarti yang dihadapi Infinity War untuk merengkuh posisi puncak box office. Bahkan, tak ada film blockbuster lain yang dirilis di waktu yang sama atau berdekatan. Walhasil Avengers: Infinity War hanya bersaing dengan beberapa film yang sudah berusia beberapa pekan di bioskop. (NDIK)

Kunjungan Wisatawan ke Sulut Dikuasai Turis China

this formate

MANADO, bisniswisata.co.id: Wisatawan asal China masih mendominasi kunjungannya ke Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di bulan April 2018. “Wisman yang datang ke Sulut didominasi oleh warga Tiongkok sebanyak 8.753 orang atau 86,54 persen dari keseluruhan wisman,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut Marthedy Tenggehi di Manado, Kamis (3/5/2018).

Hal ini dikarenakan, sambung dia, adanya penerbangan sewa yang diinisiasi oleh Pemerintah Sulut Manado-Tiongkok sejak dua tahun terakhir ini. Dampaknya semakin banyak turis Negri Panda yang menguasai destinasi wisata Sulut.

Selain wisatawan Tiongkok, diikuti turis Jerman 213 orang (2,11 persen), Amerika 198 orang (1,96 persen), Hongkong 115 orang (1,14 persen), Singapura 101 orang (1,00 persen), Inggris 84 orang (0,83 persen), Perancis 72 orang (0,71 persen), Australia 59 orang (0,58 persen), Malaysia 35 orang (0,35 persen), Belanda 28 orang (0,28).

Jumlah Wisman yang datang ke Sulut melalui pintu masuk bandara Sam Ratulangi bulan Maret 2018 sebanyak 10.114 orang atau menurun sebesar 6,30 persen dibanding bulan Februari 2018 yang berjumlah 10.794 orang. Dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya (Maret 2017 sebanyak 5.148 orang terhadap bulan Maret 2018) meningkat sebesar 96,46 persen.

Perkembangan wisatawan mancanegara pada triwulan pertama di Tahun 2018 mencapai 29.413 orang. Angka ini meningkat dibandingkan jumlah wisatawan mancanegara pada triwulan pertama di tahun 2017 yaitu 17.941 orang.

General Manager Aston Manado Tommy Soetrisno mengatakan sekitar 30 persen kamar yang digunakan oleh wisman Tiongkok. “Memang kunjungan wisman asal Tiongkok ke Sulut cukup banyak, namun juga diikuti oleh wisman asal Eropa, Amerika dan Asia,” lontarnya.

Perlu diketahui, Sulut memiliki panjang garis pantai kurang lebih 1.837 Km, memiliki tempat yang terkenal, di antaranya Bunaken merupakan kawasan yang meliputi lima pulau dan daratan pesisir utara dan selatan yang memiliki beragam keunikan, seperti lokasi selam, hutan bakau, dugong, burung, pulau ular, pendakian gunung, dan pantai pasir putih serta kuliner.

Selain itu, Lembeh berada di lokasi selam dan pantai serta pelabuhan samudera, Mahangetang yakni gunung api bawah laut dan lokasi selam serta pantai. Sepanjang pantai utara dan selatan daratan Sulut memiliki pantai indah, baik pasir putih maupun hitam.

Hingga kini masih menyimpan banyak potensi Tempat Wisata bahari tersembunyi. Selain beragam Tempat Wisata budaya yang sudah tidak diragukan lagi keaneka ragamannya, Sulawesi Utara juga memiliki Tempat Wisata alam berupa Pulau yang keindahannya tak bisa ditemukan di tempat lain. Wisata bahari pulau ini mulai dilirik turis China untuk mengisi liburan di Sulut. Wisata bahari Pulau itu antara lain:

#. Pulau Lembeh

Pulau Lembeh, destinasi Wisata yang dicari pecinta diving dan snorkling karena keindahan wisata bawah lautnya. Pulau terletak di Kota Bitung ini dipisahkan daratan utama Pulau Sulawesi oleh Selat Lembeh. Pesona Pulau Lembeh diberi nama Bastianos Diving Resort, karena keindahan pesona alam bawah laut yang mengagumkan yang tak kalah dari Raja Ampat. Diving Resort di Pulau Lembeh sejak 2006, yang miliki sepuluh cottage yang disuguhkan untuk dapat dinikmati pengunjung dengan nyaman. Informasi lengkap tentang Pulau Lembeh.

#. Pulau Mahoro

Pulau Mahoro di wilayah Kabupaten Sitaro dan masih berada ruang lingkup Nusa Utara. Pulau ini terkenal keindahan dan keunikan alamnya yang memukau. Gugusan Pulau Mahoro dan pulau-pulau kecil diantaranya sering disebut Cluster Buhias. Gugusan pulau-pulau kecil ada sebagian pulau yang tidak berpenghuni, termasuk Pulau Mahoro dan berada di paling ujung gugusan Cluster buhias. Pulau Mahoro merupakan titik paling timur dari cluster Buhias, sehingga menjadikan pulau ini semacam benteng bagi pulau-pulau lainnya. Salah satu sisinya langsung berhadapan dengan lautan bebas yang membuat dinding-dinding batunya terhantam ombak.

#. Pulau Lihaga

Pulau ini terletak di daerah di Kecamatan Likupang, Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Lihaga, sebuah pulau hanya memiliki luas 8 ha. Untuk mempermudah imajinasi tentang posisi pulau ini, bayangkan saja peta Sulawesi Utara yang berbentuk mirip huruf K. Nah, posisi Pulau Lihaga persis di ujung atas huruf k itu. Pulau Lihaga punya keistimewaan tersendiri dibanding dengan pulau-pulau lainnya di Sulawesi Utara. Pasir putihnya sehalus tepung membuat pulau ini sangat menggoda untuk didatangi. Pulau Lihaga juga tanpa penduduk.

#. Pulau Gangga

Pulau Gangga ibaratnya surga tersembunyi belum banyak orang tahu akan keberadaannya. Kealamian Pulau ini sangat terjaga. Hampir 80 persen alam yang ada di daerah ini belum terjamah sedikitpun. Sebagian besar nelayan yang turut menjaga pulau tersebut. Keindahan Pulau Gangga menjanjikan pengalaman diving yang tidak akan terlupakan. Kekayaan biota laut yang bervariasi dari terumbu karang warna-warni sampai berbagai jenis ikan khas Samudera Indonesia dan Pasifik juga menjadi favorit untuk fotografi bawah laut.

#. Pulau Nain

Taman Laut Bunaken jadi destinasi paling populer. Bukan hanya punya Pulau Bunaken saja. Ada empat pulau lainnya yang punya keindahan sendiri, Salah satunya Pulau Nain yang terletak di Kecamatan Wori, Minahasa, Sulawesi Utara. Pulau Nain kini menjadi salah satu destinasi Tempat Wisata yang sering dikunjungi karena keunikan pasir timbulnya. Keindahan pasir putih yang berkilau saat air laut surut, juga disebut pasir timbul. Jika kondisinya surut, pasirnya bisa tampak menyembul ke permukaan yang seolah membentuk pulau tersendiri. Sebuah hamparan pasir putih, dikelilingi karang dan berada di tengah laut, melengkapi keindahan pasir timbul. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Daerah Penyangga Wisata Labuan Bajo Ditata

this formate

LABUAN BAJO, bisniswisata.co.id: Kawasan wisata Labuan Bajo, di Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Labuan Bajo merupakan salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang dikenal dengan keberadaan Komodo di Pulau Rinca dan Pulau Komodo, kini mulai ditata agar menarik kunjungan wisatawan. Penataan itu dilakukan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)

Penataan dilakukan tiga daerah penyangga Labuan Bajo yakni di Kampung Ujung, Kampung Tengah, dan Kampung Air dengan meningkatkan kualitas lingkungan dan fasilitas pendukung bagi kenyamanan wisatawan. Pasalnya, dengan semakin baiknya fasilitas, maka diharapkan lama tinggal wisatawan bisa bertambah.

“Pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu, baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur,” jelas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Kamis (03/05/2018).

Perbaikan di tiga kampung tersebut berupa pembangunan jalan lingkungan, pembangunan jembatan penyeberangan, pedestrian, saluran, dan perbaikan anjungan wisata kuliner. Di Kampung Tengah ditambahkan pembangunan satu buah dermaga apung serta ruang terbuka hijau.

Pekerjaan jalan lingkungan di ketiga Kampung tersebut telah rampung, sedangkan yang lainnya secara keseluruhan progresnya sudah mencapai 50 persen. Pekerjaan dilakukan dengan anggaran sebesar Rp40,35 miliar dengan kontrak tahun jamak 2017–2018.

Untuk air bersih, Kementerian PUPR membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) strategis dengan anggaran Rp6,2 miliar, berupa pemasangan pipa transmisi sepanjang 1.782 meter, reservoir di Pulau Rinca dan di Pulau Komodo.

Infrastruktur sanitasi dilengkapi dengan pembangunan instalasi pengolahan air limbah kawasan bagi 532 sambungan rumah di Kampung Air dan Kampung Tengah dengan anggaran tahun 2017 sebesar Rp10,8 miliar.

Pengamanan pantai sepanjang satu kilometer, terdiri dari 650 meter di Kampung Tengah dan 350 meter di Kampung Ujung. Sementara untuk meningkatkan konektivitas, sedang dibangun jalan pada ruas Labuan Bajo-Boleng-Terang-Kendidi yang panjangnya mencapai 24,50 kilometer, dan jalan akses menuju Bandara Komodo sejauh 8,20 km. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Perkuat Rute Internasional, Qantas Tambah 6 Dreamliners 787-9

this formate

SYDNEY, bisniswisata.co.id: Qantas mengumumkan pemesanan enam tambahan pesawat Boeing 787-9 untuk melengkapi jaringan internasionalnya pada Rabu (2/5). Penambahan ini menjadikan jumlah armada Dreamliners Qantas pada tahun 2020 mencapai 14 buah. Kedatangan pesawat baru ini mempercepat proses penghentian penggunaan Boeing 747 terakhir Qantas, sebuah tipe pesawat yang menjadi bagian dari armada sejak tahun 1971.

Alan Joyce, Qantas Group Chief Executive Officer mengatakan, pengumuman ini momentum penting bagi maskapai nasional Australia menjadi akhir dari satu era dan awal dari era berikutnya. Selama 40 tahun Boeing 747 menjadi tulang punggung perusahaan, bersama pesawat Boeing lain pernah dimiliki perusahaan. Penarikan penggunaan Boeing 747 bersamaan perayaan ulang tahun Qantas ke-100 di tahun 2020.

“Selama bertahun-tahun, Qantas terus memperbarui 747 yang dimiliki agar dapat terbang lebih jauh serta memberikan kenyamanan dan fasilitas lebih pada penumpang. Dan sekarang, tugas tersebut akan digantikan oleh Dreamliners,” ujar Joyce dalam siaran pers, Rabu (2/5/2018).

Penggunaan pesawat 787 Dreamliners akan memberikan keuntungan ekonomi lebih banyak dan memungkinkan perusahaan untuk menjangkau jarak yang lebih jauh lagi, seperti rute baru Perth menuju London yang baru saja beroperasi. Selain itu, penambahan armada Dreamliners akan memungkinkan perusahaan untuk menjangkau lebih banyak destinasi di Amerika, Asia, Afrika Selatan, dan Eropa.

“Di akhir 2020 kami akan mengucapkan selamat tinggal pada pesawat 747, menyelesaikan proses peningkatan mutu pada seluruh pesawat A380 yang kami miliki, dan menyambut kedatangan keempat belas pesawat 787. Utamanya, kami ingin memberikan lebih banyak pelayanan kepada para konsumen serta menciptakan kesempatan baru yang menarik bagi seluruh karyawan,” lanjut Joyce.

Qantas juga berharap dapat menambahkan investasi dalam bentuk pembelian simulator 787, untuk melatih para pilot baru agar dapat lebih andal dalam mengoperasikan pesawat baru tersebut. Hal ini dilakukan seiring dengan pembukaan Qantas Group Pilot Academy pada tahun 2019.

Interior dari 787 baru ini akan memiliki konfigurasi sama dengan pesawat yang telah ada. Meski memiliki kursi dengan jumlah lebih sedikit dari 747 dari 236 kursi berbanding 364 kursi, tapi Dreamliners yang dimiliki Qantas mampu menyediakan lebih banyak tempat duduk bagi kelas Bisnis dan Ekonomi Premium.

Namun pengurangan biaya perawatan untuk 787, ditambah dengan efisiensi dan pengurangan pembatasan muatan pada rute jarak jauh membuat pengurangan kapasitas tempat duduk tidak akan memberikan dampak signifikan. Apalagi dengan efisiensi bahan bakar Dreamliner yang 20% lebih baik dari pesawat sejenisnya.

Saat ini, Qantas telah memiliki empat pesawat 787-9, sementara empat pesawat tambahan akan tiba pada akhir 2018. Dan antara akhir 2019 hingga akhir 2020, Qantas akan menerima pengiriman enam pesawat 787-9 tambahan.

Terakhir kali Qantas menerima pengiriman pesawat 747 dari Boeing adalah pada tahun 2003. Dan setelah 17 tahun masa operasi, antara Juli 2018 hingga akhir 2020, secara bertahap Qantas akan menghentikan penggunaan ke-10 pesawat 747-400 terakhirnya.

Asal tahu saja, total pendapatan secara keseluruhan Qantas selama periode tiga bulan pertama di tahun 2018 mengalami peningkatan sebanyak 7,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, dan mencapai angka A$ 4,25 miliar.

Alan menyampaikan bahwa performa di kuarter tiga mampu menunjukkan kemampuan perusahaan untuk terus meningkatkan penjualan dan berinvestasi, di luar adanya peningkatan harga bahan bakar pesawat yang juga harus dihadapi oleh maskapai lain.

“Kami optimis dapat mencatatkan rekor baru pada laporan keuangan akhir tahun nanti, meski pada full year 2018 kami juga harus berhadapan dengan peningkatan pembayaran bahan bakar sebanyak A$ 200 juta,” tambah Joyce.

Ini semua dicapai berkat investasi berkala demi meningkatkan kepuasan konsumen. Peningkatan mutu pada interior pesawat dan lounge, peluncuran Wi-Fi bebas biaya, perubahan jaringan rute penerbangan adalah alasan mengapa Qantas dan Jetstar mampu jadi pemimpin pasar.

“Performa bagus ini membuat kami dapat kembali berinvestasi dengan membeli Dreamliners, yang jauh lebih efisien dari 747 lama serta mampu memberikan pengalaman terbang yang lebih baik bagi para konsumen. Selain itu, pembelian Dreamliners juga mampu memberikan pilihan jaringan penerbangan yang lebih luas, yang merupakan kunci kesuksesan kami di masa depan,” sambungnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

3 – 5 Mei 2018, Festival Teluk Jailolo

this formate

KOTA JAILOLO, MALUKU UTARA, Bisniswisata.co.id: Even seru Festival Teluk Jailolo 2018 akan digelar 3-5 Mei nanti. Banyak panorama indah yang bisa dinikmati saat mengikuti even di Halmahera Barat, Maluku Utara ini. Setidaknya, ada lima pantai yang sayang untuk dilewatkan. Kelimanya antara lain, Pantai Tuada, Pantai Idamdehe, Pantai Babua, Pantai Marimbati, dan Pantai Galala.

Pantai Tuada berada di pulau yang terletak tak jauh dari Kota Jailolo. Pantai ini merupakan spot favorit untuk menikmati saat senja. Anda juga bisa menikmati pemandangan Gunung Jailolo, Gunung Gamalama, dan Gunung Tidore yang indah di saat bersamaan.

Pantai Tuada memiliki pasir putih, dikelilingi pohon kelapa dan dihiasi dengan hutan mangrove yang rapi menjadikan pemandangan makin menawan. Tahun 2013 lalu, Ariel Noah sempat dinobatkan sebagai Duta Mangrove di sini.

Selain pantai, di sini juga terdapat hutan bakau yang berada di pinggirnya. Saat ini pembangunannya masih bertahap, tapi kita sudah bisa menikmati fasilitas pondok yang tersedia di hutan bakau.

Sedangkan Pantai Idamdehe berada 12 Km dari pusat Kota Jailolo. Pantai ini memiliki keunikan tersendiri. Yaitu memiliki dua aliran air yang berbeda di wilayah perairan sekitar pantai. Karena merupakan pantai vulkanik, sehingga terdapat perbedaan aliran air di sini. Di lautan sebelah utara, airnya dialiri air panas yang berasal dari panas bumi. Sedangkan bagian selatan, airnya terasa dingin.

Pantai Idamdehe pasirnya berwarna hitam dan sangat halus. Hamparannya luas sehingga sangat cocok jika ingin bermain pasir atau menceburkan diri ke laut. Terdapat juga bebatuan karang yang menyebar di area pantai. Jika berfoto di atas batuan karang itu, pasti hasilnya sangat fantastis dan indah.

Pecinta snorkling disarankan membawa peralatannya untuk mencoba sensasi berenang di perairan dangkal pantai ini. Bagi yang tidak suka menyelam, bisa menghabiskan waktu sambil duduk-duduk atau tiduran di atas pasir. Pantai ini tempat yang cocok untuk pelepas stress dan penat dari hiruk pikuk perkotaan.

Pantai Babua juga sayang bila dilewatkan. Bagi yang hobi menyelam, wajib menyelam di tempat ini, karena akan disambut dengan terumbu karang yang elok dan langka. Untuk mencapai pantai ini Anda harus menyewa speedboat atau menggunakan perahu katinting.

Pulau kecil tak berpenghuni dikelilingi Pulau Ternate, Pulau Jailolo dan Pulau Tidore. Dan pulau ini memiliki gazebo sebagai tempat bersantai dan beristirahat. Pantai Babua memiliki potensi bawah laut tak kalah menakjubkan. Salah satu spot diving dikenal dengan spot diving NHR1. Di sini juga sering digunakan sebagai tempat dilaksanakan Ritual Sigofi Ngolo (upacara bersih laut).

Nah, Anda yang mengaku sebagai pelaku wisata, rasanya Anda harus mengunjungi Pantai Marimbati. Orang-orang di Jailolo menyebutnya sebagai pantai magis. Lokasinya penuh intrik sejarah. Pantai ini juga meninggalkan banyak mitos yang dipercaya masyarakat setempat. Tapi, Anda tak perlu takut. Pantai Marimbati tak kalah indahnya dengan beberapa pantai di Indonesia.

Di Pantai Marimbati ini, wisatawan bisa menemukan beberapa rumah adat yang sedang ditempati beberapa tetua dan pemuka adat. Mereka ramah-ramah juga bisa ditanya banyak tentang sejarah, budaya, dan adat Jailolo.

Kalau Anda tiba di Jailolo, rasanya hambar bila tak mengunjungi Pantai Galala. Di pantai ini, terdapat “Air Panas Galala”. Tempat ini sebenarnya sangat sederhana. Namun, bagi pelaku wisata yang sudah berpengalaman, dijamin lokasi ini pasti sangat diminati.

Berada tepat di bibir pantai Galala (nama salah satu Desa) membuat tempat permandian ini selalu ramai dikunjungi. Air Panas Galala berupa telaga kecil, namun posisinya tepat berhadapan dengan laut luas.

Buat Anda yang belum pernah ke Jailolo, tidak perlu mengkhawatirkan akses. Sebab, Teluk Jailolo cukup mudah dijangkau. Ada dua moda transportasi yang tersedia. Yaitu menggunakan pesawat terbang ke Bandara Sultan Baabulah, Ternate, dan menggunakan kapal laut yang menuju Ternate. Dari Ternate menuju Jailolo, dapat menggunakan kapal cepat atau pun kapal kayu. (redaksibisniswisata@gmail.com)