Wali kota Benguet, Filipina Puji Peningkatan Agrowisata Atas Pertumbuhan Ekonomi

this formate

Kotamadya Atok telah meraih popularitas dengan dibukanya berbagai objek wisata seperti Northern Blossom, yang menarik ratusan wisatawan, memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat dan kotamadya. (Foto arsip oleh Liza T. Agoot)

KOTA BAGUIO , bisniswisata.co.id: – Kotamadya Atok di provinsi Benguet, Filipina, dulunya hanya dikenal sebagai kota pertanian sederhana yang disebutkan dalam berita selama bulan-bulan dingin dalam setahun karena fenomena embun beku.

Namun berkat “Northern Blossoms” dan “Sakura Park”, kotamadya tersebut sekarang menjadi destinasi agrowisata yang banyak dikunjungi.

Wali Kota Franklin Smith, dalam wawancara eksklusif dengan Philippine News Agency (PNA), mengatakan, “Kami terus mempromosikan pariwisata, setidaknya yang keberlanjutan. Pariwisata adalah hal yang penting bagi kami karena pendapatan yang kami peroleh darinya membantu kami secara ekonomi,

Kami melanjutkan promosi pariwisata yang berkelanjutan. Pariwisata adalah hal yang penting bagi kami karena pendapatan yang kami peroleh darinya membantu kami secara ekonomi.

Atok mulai menjadi tujuan wisata populer pada tahun 2018 ketika destinasi agrowisata Northern Blossom yang memamerkan kubis mawar dan bunga-bunga lainnya mengumpulkan ribuan penayangan di berbagai halaman media sosial.

Smith mengatakan bahwa karena popularitas tempat itu yang terus meningkat, pemerintah kota mengumpulkan PHP3,2 juta dalam biaya lingkungan pada tahun 2023, dan lebih dari PHP8 juta pada tahun 2024. Dari 1 Januari hingga 31 Mei 2025, kotamadya telah mengumpulkan lebih dari PHP5 juta dalam biaya lingkungan.

Dengan disetujuinya Rencana Pengembangan Pariwisata oleh pemerintah kota, seorang petugas pariwisata telah ditunjuk untuk mengelola dan menangani pengembangan pariwisata kota.

Smith mengatakan bahwa dari hanya 11 rumah singgah, mereka melihat peningkatan menjadi lebih dari 20 tempat penginapan yang memungkinkan kota mereka menerima pengunjung yang menginap.

“Meskipun kami hanya beberapa jam dari Baguio, banyak yang memilih untuk menginap di kota kami karena perbedaan dinginnya malam dan pemandangan matahari terbit di pagi hari di tengah kebun bunga dan sayuran,” katanya.

Smith mengatakan bisnis baru berkontribusi terhadap perekonomian melalui pajak yang dibayarkan ke pemerintah kota. Dia menambahkan pembukaan fasilitas penginapan telah menyediakan kesempatan kerja bagi penduduk setempat, termasuk kaum muda.

Smith mengatakan bahwa dengan maraknya kegiatan wisata eksperiensial di kota, khususnya di Taman Bunga Sakura dan Taman Bunga Northern, pemandu wisata sebagai sumber penghidupan di kalangan pemuda telah meningkat, sehingga menonjolkan “karakter pemalu” penduduk kota.

Demikian pula, katanya, dana yang mereka kumpulkan memungkinkan mereka mengelola sampah, mengangkutnya ke dataran rendah karena tidak adanya tempat pembuangan akhir (TPA) yang direkayasa di daerah tersebut.

“Kami juga dapat membeli truk sampah untuk diangkut ke desa-desa. Kami juga mendorong desa-desa untuk menerapkan pemilahan sampah guna menjaga lingkungan yang baik yang telah mendatangkan pertumbuhan ekonomi kota,” kata Smith.

Penjualan hasil pertanian

Smith mengatakan bahwa dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung ke kota tersebut, sayur-sayuran, bunga, dan tanaman pot yang ditanam oleh penduduk juga dibeli dengan harga yang bagus, sehingga tidak perlu lagi mengangkutnya ke pasar-pasar di luar kotamadya.

Di antara spesies bunga yang paling populer di kota tersebut adalah anyelir yang tumbuh subur karena cuaca dingin di daerah tersebut. Beras pusaka dan sayuran dataran tinggi lainnya juga tersedia.

Northern Blossom

Lany Ganayan, pemilik Northern Blossom, mengatakan bahwa keluarganya telah berkecimpung dalam industri bunga dan sayur selama beberapa dekade, membawa hasil panen mereka dan mengonsolidasikan hasil panen penduduk kota untuk diangkut ke Metro Manila dan pasar-pasar lainnya.

Dalam sebuah wawancara dengan media lokal, Ganayan mengatakan, “seorang jurnalis lokal biasa mengambil foto mawar kubis kami. Ia kemudian membawa seorang vlogger yang menampilkan kami dan saat itulah orang-orang mulai datang mengunjungi kami.”

Ia mengatakan bahwa awalnya mereka mengalami beberapa kesulitan dalam menghadapi masuknya wisatawan, tetapi mereka akhirnya beradaptasi dengan bantuan beberapa penduduk setempat.

“Kami perlahan-lahan memperbaiki tempat kami dan kami melihat hasilnya, lebih banyak orang datang berkunjung dan kami dapat menyediakan pekerjaan bagi warga kota kami yang merupakan kepuasan bagi kami sementara kami terus membawa hasil bumi kami ke pasar lain,” kata Ganayan.

Selain Northern Blossom, Taman Sakura atau Taman Persahabatan Jepang dan Filipina adalah destinasi lain yang banyak dikunjungi, karena bunga sakura ditanam di sana untuk merayakan ulang tahun persahabatan kedua negara yang ke-50.

, “Kami berterima kasih kepada destinasi agrowisata swasta atas kesempatan yang mereka berikan kepada masyarakat kami.” kata Smith.

Wali kota mengatakan masuknya kota mereka dalam jalur pariwisata Baguio merupakan dorongan besar bagi ekonomi lokal. (PNA)

RI Promosikan Destinasi Bali dan Jakarta ke Pasar India Melalui Fam Trip

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mempromosikan pariwisata Indonesia ke pasar wisatawan mancanegara, khususnya India, lewat kegiatan Perjalanan Wisata Pengenalan (Familiarization Trip/fam trip) bagi Travel Agent/Tour Operator (TA/TO) asal India pada 10-15 Juni 2025 ke Bali dan Jakarta.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, dalam keterangannya di Jakarta, mengatakan Fam Trip ini diikuti oleh lima orang perwakilan perusahaan TA/TO India, di antaranya Wovoyage Travel Pvt. Ltd., Pickyourtrail, R K Vacations, Outbound Marketing Pvt. Ltd., dan Globeverse Vacations.

Program ini menyasar dua destinasi yaitu Bali dan Jakarta, yang merupakan pintu masuk utama bagi wisatawan India. “Kombinasi daya tarik wisata yang ditawarkan oleh kedua destinasi ini diharapkan dapat mendukung upaya meningkatkan target segmen untuk pasar India yang kian strategis. Khususnya segmen wedding, honeymoon, family, MICE, dan luxury,” kata Made.

Made menjelaskan, India merupakan pasar outbound yang terus berkembang pesat. Berdasarkan data dari McKinsey, lebih dari 28,2 juta warga negara India berpergian ke luar negeri pada 2024, dan angka tersebut diprediksi akan melonjak hingga 80 juta wisatawan pada 2040.

“Oleh karena itu, penting bagi Indonesia untuk terus memperkuat upaya promosi ke pasar India agar mampu bersaing dengan negara-negara tetangga seperti Thailand, Singapura, Malaysia, dan Vietnam,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024, tercatat sebanyak 710.688 wisatawan asal India berkunjung ke Indonesia, dengan rata-rata lama tinggal (length of stay) mencapai 7 hari.

Pasar India juga dikenal sebagai wisatawan dengan tingkat belanja tinggi, terutama untuk kebutuhan personalisasi, akomodasi berbintang, hingga kegiatan leisure seperti pernikahan dan bulan madu.

Menurut Made, hal ini menunjukkan bahwa pasar India tidak hanya memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga berdampak signifikan terhadap pendapatan devisa negara dan perputaran ekonomi lokal.

“Fam Trip ini adalah bagian dari strategi intensif promosi Indonesia ke pasar India yang memiliki potensi besar secara jumlah dan kualitas wisatawan. Kami ingin memperkuat persepsi bahwa Indonesia tidak hanya indah, tetapi juga siap secara infrastruktur, layanan, dan pengalaman yang relevan bagi wisatawan India,” ujar Made.

Senada disampaikan, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar, Dedi Ahmad Kurnia menambahkan bahwa selama Fam Trip ini, para peserta diajak eksplorasi potensi wisata pernikahan dan bulan madu di Bali, serta menikmati beragam pengalaman wisata tematik.

“Di Bali, mereka menjelajahi situs budaya seperti Goa Gajah, mencoba wahana ayunan dan coffee testing di Alas Harum, dan menikmati high tea di Omma Dayclub yang ikonik dengan pemandangan Air Terjun Tegenungan, serta menyaksikan pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu dan belajar melukis wayang dan membuat parfum bersama Avana Creatives,” ujar Dedi.

Dedi juga mengungkapkan, pelaksanaan kegiatan Fam Trip selama di Bali sekaligus untuk mendukung acara Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) yang berlangsung pada 11-13 Juni 2025 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali. Para peserta Famtrip juga hadir sebagai trade buyer di BBTF 2025.

Sementara untuk Fam Trip di Jakarta, peserta diajak merasakan pengalaman wisata urban. Jakarta mewakili sisi modernitas Indonesia yang cukup lengkap, mulai dari transportasi publik yang terintegrasi hingga sebagai pusat bisnis dan perkantoran.

Pelaksanaan program di Jakarta didukung dan difasilitasi oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta yang berkomitmen untuk mendukung peningkatan konektivitas dan pengembangan destinasi wisata urban.

Di sini, para peserta Fam Trip diajak berwisata kuliner di kawasan Jalan Sabang yang menawarkan aneka makanan dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, mereka dikenalkan dengan seni bela diri pencak silat di Main Silat dan mengunjungi pusat kesenian multidisiplin swasta pertama di Indonesia, yaitu Salihara Art Center.

Daya tarik lain yang dikenalkan di Jakarta yaitu Murugan Temple, atau dikenal juga sebagai Shri Sanathana Dharma Aalayam. Murugan Temple adalah kuil Hindu pertama di Jakarta yang didedikasikan untuk Dewa Murugan dan menjadi simbol baru spiritualitas, kebudayaan, dan keberagaman di Indonesia.

Tak ketinggalan, para peserta juga mencoba transportasi MRT dan merasakan atmosfer Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Jenderal Sudirman maupun M.H. Thamrin yang menjadi salah satu ikon gaya hidup aktif warga Jakarta

“Dengan pertumbuhan wisatawan outbound India yang sangat pesat, Indonesia harus hadir lebih agresif dan relevan dalam menyasar kebutuhan pasar ini.” ujar Dedi.

Fam Trip ini merupakan strategi konkret untuk memperkuat jejaring bisnis antara pelaku industri pariwisata Indonesia dan India, serta membuka lebih banyak peluang pemasaran paket wisata Indonesia di pasar India, tambahnya.

Organisasi Baru Forum Perempuan Lampung ( Foperlam) Siap Berkolaborasi dengan Pemprov Lampung

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Sebuah organisasi baru bernama Forum Perempuan Lampung ( Foperlam) di deklarasikan hari ini 17 Juni 2025 di Hotel Ambhara Jakarta untuk tingkatkan kesadaran dan partisipasi perempuan Lampung dalam membangun daerah asalnya.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut baik lahirnya Foperlam. Hadir sang istri, Purnama Wulan Sari, Pembina Utama Foperlam selaku Ketua Tim Penggerak PKK Prov Lampung dan Ketua Dekranasda prov. Lampung.

Purnama Wulan Sari hadir dalam pelantikan 54 pengurus Foperlam yang membawahi 5 bidang yaitu bidang organisasi, Sosial, Ekonomi Kreatif, Pendidikan, Seni Budaya dan Pariwisata

“ Selain mempererat tali kekeluargaan, persatuan dan kesatuan Perempuan Lampung di Jakarta dan di Indonesia pada umumnya, para pengurus dari beragam profesi dan akademisi ini memiliki kemampuan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan perempuan Lampung di perantauan dan yang utama di provinsi Lampung ,” kata Dr Djuariati Djahri Azhari. M.Pd sebagai Ketua Umum Foperlam.

Menurut dia meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan perempuan Lampung harus ada aksi nyata dari Pemerintah daerahnya sendiri maupun organisasi yang dipimpinnya seperti memberikan pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan perempuan.

“ Kami akan mendorong kerjasama dan jaringan (Networking) dengan perempuan-
perempuan daerah lain. Membangun kesadaran dan keperdulian terhadap isu-isu gender dan hak-hak perempuan. Kita juga dukung perempuan dan generasi muda daerah Lampung maju dalam bidang pendidikan, budaya, kesenian daerah serta memajukan bisnis UMKM dan lainnya dalam skala Nasional dan internasional ” ungkapnya.

Ketua Umum Dr Djuariati Djahri Azhari. M.Pd mengungkapkan bahwa baik dari Dewan Pembina Foperlam hingga kepala-kepala bidang memiliki pengalaman dan profesialisme yang telah teruji di dalam dan luar negri.

Ketua Dewan Pembina, Saodah Batin Akuan Sjahroedin MA, adalah mantan Dubes RI di KBRI Budapest, Hungaria dan negara- negara Eropa Timur lainnya. Dia didukung oleh tiga pembina lainnya seperti Kanjeng Ratu Dinar Caropeboka. Milhana Musin dan Merryta Putri Djahri.SH.SPN.MBA

Duduk di jajaran Dewan Penasehat adalah Fadila Kadir, dr Cornelia Badri, Dewi Alina Amrah dan Martina Musin. Ketum di bantu oleh Seketaris Umum, Hj.Nidalia Djohansyah MakkI yang akrab dipanggil Ses Nida adalah mantan anggota DPR-RI dapil Lampung, istri Duta Besar RI di beberapa negara serta Bendahara Umum Foperlam adalah Ir.Hj Aida Sari Kadarsyah.

“Kami akan menjaga, meningkatkan akhlak dan moral, bersatu dan mencintai daerah Lampung dan ikut memberikan kontribusi di semua bidang di samping mempererat tali kekeluargaan, persatuan dan kesatuan Perempuan Lampung,” tentunya.

Ada 15 Kabupaten maupun kota di Provinsi Lampung dan keanggotaan terbuka bagi perempuan Lampung di perantauan maupun dari wilayah masing-masing sehingga para Bupati maupun Walikota juga dapat bergabung bersama Foperlam melalui perwakilan perempuannya.

Forum Perempuan Lampung hadir tidak secara tiba- tiba tetapi melalui pemikiran panjang dan diskusi dengan pertimbangan yang matang didampingi beberapa senior-senior cerdas yang bijak dan melihat prospek Perempuan Lampung kedepan sesuai dengan persepsi kebersamaan.

Pada 20 Mei 2025 para pendiri sepakat melahirkan organisasi Forum Perempuan Lampung ( Foperlam) bersamaan di hari kebangkitan Nasional. “Kami juga ingin perempuan Lampung bangkit sesuai acuan dari semangat cita-cita pahlawan wanita, ibu RA.Kartini.

Forum Perempuan Lampung lahir dari perjuangan bersama dan menjadi MILIK KITA BERSAMA yang harus kita perjuangkan bersama dengan rasa saling menghargai dan saling menghormati. “ Semoga Allah SWT selalu memberkahi dan meridhoi setiap langkah kami dlm mempersatukan Perempuan Lampung,” tutup Dr Djuariati Djahri Azhari. M.Pd sebagai Ketua Umum Foperlam.

Thailand Luncurkan Rencana Lima Tahun, Ubah Ekosistem Pariwisata Lokal

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Pemerintah Thailand telah meluncurkan rencana lima tahun untuk mengubah ekosistem pariwisata lokal dan memperkuat ketahanannya terhadap ketidakpastian ekonomi global.

Dilansir dari https://coingeek.com/, Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand pelopori dorongan untuk meningkatkan industri tersebut, dengan mempertimbangkan perubahan perilaku wisatawan dan tren teknologi yang sedang berkembang.

Industri pariwisata lokal sangat ingin beralih ke arah menjadi Pusat Pariwisata Berkelanjutan pada tahun 2028 sambil mencapai tonggak tambahan pada akhir dekade ini.

Menteri Pariwisata dan Olahraga Sorawong Thienthong mengatakan rencana transformasi pariwisata lima tahun tersebut terdiri dari lima strategi inti.

Pertama, kementerian tersebut bersandar pada metrik baru untuk mengukur kualitas dan keberlanjutan daripada fokus yang sempit pada angka kedatangan wisatawan.

Kedua, rencana lima tahun tersebut akan berfokus pada perluasan pariwisata ke kota-kota sekunder dan mempromosikan ekonomi lokal daripada kota-kota utama Bali dan Bangkok.

Pemerintah mengatakan rencana tersebut akan memperluas jangkauannya di luar Tiongkok ke pasar-pasar baru seperti Timur Tengah dan Amerika Latin.

Bagian keempat dari rencana ambisius ini akan melibatkan pemerintah daerah untuk memperkenalkan sistem kesiapsiagaan krisis guna melindungi industri pariwisata dari situasi yang tidak terduga.

Pemerintah juga akan meluncurkan Peta Pencocokan Risiko Wisatawan sekaligus menawarkan Paspor Kesehatan Digital kepada pengunjung sesuai dengan standar kesehatan global.

Inti dari rencana ini adalah mengintegrasikan teknologi baru ke dalam industri pariwisata lokal. Pemerintah sedang mempertimbangkan penerapan kecerdasan buatan (AI) secara luas di antara penyedia layanan industri.

Untuk memudahkan integrasi, pemerintah akan melengkapi rencana dengan meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal dan berinteraksi dengan badan legislatif pemerintah untuk regulasi yang ramah teknologi.

Selain itu, ada rencana tambahan untuk memanfaatkan media sosial dan meluncurkan platform pintar bagi wisatawan guna menyederhanakan pengambilan keputusan dan meningkatkan standar keselamatan dan transparansi.

“Semua orang sekarang menjadi penyiar, dan setiap opini di media sosial dapat memengaruhi citra nasional,” kata Sorawong.

“Kita harus bersama-sama membangun kepercayaan yang luas. Rencana lima tahun ini bukanlah upaya pertama Thailand untuk meningkatkan pengalaman wisatawan.”

Awal tahun ini, pihak berwenang mengizinkan pengunjung negara tersebut menggunakan mata uang digital untuk membayar barang dan jasa, menguji coba di Phuket sambil mengincar peluncuran nasional.

Sebelumnya, negara tersebut berjuang keras untuk inisiatif pemberian uang digital senilai US$14 miliar guna meningkatkan ekonomi lokal.

Bersemangat untuk meningkatkan digitalisasi, negara tersebut mencabut pembatasan investasi ritel dalam aset digital sambil membuat kemajuan dengan mata uang digital bank sentral ritelnya.

Permata Pesisir Vietnam, Da Nang, Luncurkan Kampanye Pariwisata Mewah Pikat Para Jetsetter Dubai dan Dorong Pertumbuhan Miliaran Dolar

this formate

DA NANG, bisniswisata.co.id: Da Nang di Vietnam menyasar kaum elit Dubai dengan dorongan pariwisata mewah yang berani, menawarkan resor mewah, pilihan Halal, dan pengalaman eksklusif di tepi pantai.

Dilansir dari travelandtourworld.com, Emirates, yang secara luas dianggap sebagai salah satu maskapai penerbangan terkemuka di dunia, telah meresmikan layanan nonstop yang menghubungkan Dubai dan Da Nang.

Rute yang baru didirikan ini membuka gerbang penting dari pasar Timur Tengah yang berkembang pesat ke pantai tengah Vietnam.

Dengan kedatangan pengunjung yang menghabiskan banyak uang dari wilayah yang dinamis ini, Da Nang mengantisipasi dampak transformatif pada lanskap pariwisatanya.

Memastikan bahwa kota tersebut pertahankan daya tariknya untuk segmen perjalanan yang cerdas ini telah menjadi prioritas strategis utama untuk bergerak maju.

Emirates, yang baru-baru ini diakui oleh Forbes Travel Guide 2025 sebagai pemimpin global dalam keunggulan penerbangan, berdiri sebagai maskapai penerbangan terbesar di Timur Tengah, yang mengoperasikan lebih dari 4.100 penerbangan setiap minggu dari Bandara Internasional Dubai ke lebih dari 140 tujuan di 80 negara.

Layanan langsungnya yang baru diluncurkan ke Da Nang telah membuka jalur yang kuat bagi para pelancong superkaya dari Teluk dan sekitarnya untuk merasakan pantai tengah Vietnam yang semarak.

Koneksi ini menempatkan Da Nang dalam jangkauan beberapa individu terkaya di dunia, yang menawarkan masuknya pariwisata mewah.

Rute ini tidak hanya meningkatkan aksesibilitas bagi para pelancong Timur Tengah yang kaya tetapi juga memperlancar transit bagi pengunjung kelas atas dari Eropa dan Amerika, memanfaatkan status Dubai sebagai salah satu pusat penerbangan internasional yang paling terhubung.

Menurut Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Da Nang, kota tersebut menyambut lebih dari 13.000 pengunjung dari Timur Tengah hingga April 2025.

Meskipun jumlah ini hanya mewakili 0,73 persen dari keseluruhan angka kedatangan internasional, mayoritas berasal dari pasar-pasar utama seperti Iran, Israel, dan Turki.

Dengan Emirates yang kini menawarkan akses langsung, jumlah ini diperkirakan akan tumbuh secara signifikan dalam beberapa bulan mendatang, menghasilkan pendapatan pariwisata yang substansial—berpotensi bernilai triliunan dong Vietnam—untuk ekonomi lokal Da Nang.

Ekspansi ke Pasar Berpotensi Tinggi

Selama beberapa tahun terakhir, Da Nang telah aktif mendiversifikasi jangkauan internasionalnya, dengan menyadari potensi yang belum dimanfaatkan di pasar-pasar berkembang.

Kota ini telah meningkatkan upaya untuk melibatkan kawasan-kawasan seperti Timur Tengah dan Asia Tengah melalui strategi pariwisata yang terarah.

Penerbangan charter telah menghubungkan Da Nang ke kota-kota besar seperti Astana dan Almaty di Kazakhstan, dengan tujuh maskapai penerbangan berbeda yang mengoperasikan sepuluh layanan mingguan selama periode April–Oktober 2025.

Centrum-Air Airways juga telah perkenalkan penerbangan reguler dari Tashkent, Uzbekistan, yang semakin memperkuat konektivitas udara kota tersebut.

Rute Emirates merupakan lompatan maju yang signifikan dalam strategi ini. Menurut Tran Chi Cuong, Wakil Ketua Komite Rakyat Da Nang, peluncuran layanan ini secara efektif menjembatani jarak geografis dan logistik antara Da Nang dan pasar-pasar global yang vital.

Hal ini menciptakan peluang tidak hanya untuk pertumbuhan pariwisata, tetapi juga untuk kolaborasi ekonomi yang lebih luas, termasuk perdagangan, investasi, dan pertukaran budaya dengan negara-negara di Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Utara.

Daya Tarik Da Nang bagi Pelancong Global Kaya

Untuk menarik wisatawan internasional yang gemar berbelanja, Da Nang telah mengembangkan perpaduan yang apik antara kemewahan, budaya, dan alam.

Seiring dengan semakin banyaknya wisatawan Timur Tengah yang mencari destinasi lain selain destinasi Asia Tenggara yang sudah mapan seperti Thailand, Singapura, dan Indonesia, Da Nang menawarkan alternatif yang menarik.

Dengan garis pantainya yang indah, pegunungan yang indah, warisan yang kaya, dan portofolio resor mewah serta vila pribadi yang berkembang pesat, kota ini siap untuk memenuhi preferensi pasar elit ini.

Dari lapangan golf dan tempat spa kelas dunia hingga pengalaman kuliner kelas atas dan pusat perbelanjaan butik, Da Nang menyediakan pengalaman wisata yang disesuaikan dengan selera canggih para pelancong masa kini yang cerdas.

Jaringan akomodasi premium dan atraksi unik yang terus berkembang di kota ini memposisikannya sebagai destinasi ideal untuk liburan mewah, khususnya bagi mereka yang mencari ketenangan, privasi, dan pesona lokal yang mendalam.

Penambahan penerbangan langsung Emirates menjadi dukungan kuat bagi daya tarik internasional Da Nang dan kesiapannya untuk menyambut tamu-tamu bernilai tinggi dari seluruh dunia.

Seiring dengan semakin kuatnya kehadiran kota ini di peta pariwisata global, Timur Tengah muncul sebagai mitra strategis dalam pengembangan jangka panjang Da Nang sebagai destinasi wisata mewah utama di Asia.

Pada Mei 2025, Da Nang telah memantapkan dirinya sebagai pusat perhotelan utama di Vietnam, yang menawarkan sekitar 1.290 fasilitas akomodasi.

Di antaranya terdapat 111 properti dengan peringkat bintang empat dan lima, termasuk nama-nama bergengsi seperti InterContinental Danang Sun Peninsula Resort, Premier Village Danang Resort, Novotel Danang Premier Han River, dan Mercure Danang French Village Ba Na Hills.

Kota ini juga merupakan rumah bagi merek-merek hotel terkenal di dunia seperti Hyatt, Sheraton, dan Marriott, yang tetap menjadi pilihan populer bagi wisatawan Timur Tengah yang kaya yang mencari kemewahan dan kenyamanan.

Daya tarik pariwisata kota ini semakin ditingkatkan oleh 16 objek wisata yang diakui secara resmi. Di antara yang paling ikonik adalah Sun World Ba Na Hills—terkenal dengan Jembatan Emasnya yang menakjubkan yang tergantung di awan—Da Nang Downtown, dan Than Tai Mountain Hot Spring Park.

Situs-situs ini telah menarik banyak pujian internasional dan menjadi tempat yang wajib dikunjungi bagi wisatawan global. Da Nang juga telah mengukir ceruk dalam wisata golf. Saat ini, kota ini memiliki tiga lapangan golf berstandar internasional yang melayani para profesional dan penggemar golf.

Hal yang menonjol di antaranya adalah Ba Na Hills Golf Club, lapangan golf pemenang penghargaan yang dirancang oleh legenda golf Luke Donald dan dioperasikan oleh IMG.

Tempat yang mengesankan ini telah mengklaim gelar Lapangan Golf Terbaik Asia sebanyak lima kali, memperkuat reputasi kota ini sebagai tujuan utama bermain golf.

Sejalan dengan visinya untuk menarik dan mengakomodasi beragam pasar global, Da Nang secara aktif mengembangkan infrastruktur wisata Halalnya.

Inisiatif ini ditujukan untuk menyediakan layanan yang sejalan dengan nilai-nilai agama dan budaya mereka bagi wisatawan Muslim, khususnya dari Timur Tengah.

Sebagai bagian dari upaya ini, hampir 30 tempat usaha di seluruh kota kini menawarkan masakan bersertifikat Halal atau ramah Muslim.

Di antara yang menonjol adalah Halal Indrapura dan Restoran Bharata yang terletak di dalam Sun World Ba Na Hills—keduanya telah menerima sertifikasi Halal resmi.

Melalui investasi strategis dalam perhotelan kelas atas, objek wisata ikonik, dan layanan pariwisata inklusif, Da Nang memposisikan dirinya sebagai destinasi kelas dunia yang sangat diminati wisatawan mewah, termasuk wisatawan dari Timur Tengah.

Evolusi kota yang berkelanjutan mencerminkan ambisinya untuk menjadi pilihan utama bagi wisatawan global yang mencari kekayaan budaya dan pengalaman yang lebih baik.

Memenangkan tempat di jaringan global Emirates memposisikan Da Nang untuk memanfaatkan pasar perjalanan Timur Tengah secara mendalam, kata Truong Thi Hong Hanh, Direktur Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata kota tersebut.

Ia menekankan bahwa hubungan langsung tersebut akan memacu lebih dari sekadar kedatangan wisatawan—tetapi juga akan membuka jalur baru untuk perdagangan, investasi, dan kolaborasi budaya.

Tourism Malaysia dan Agoda Bekerja Sama Jelang Visit Malaysia 2026

this formate

Kemitraan ini menyoroti pengalaman perjalanan yang lebih kaya di Malaysia, termasuk hutan hujannya yang rimbun; Canopy Walk Tower di Sepilok, Kalimantan.

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id Tourism Malaysia dan Agoda telah membentuk kemitraan strategis untuk mempromosikan Malaysia sebagai destinasi wisata terkemuka di Asia Tenggara, dengan mendukung kampanye Visit Malaysia 2026 (VM2026).

Dilansir dari www.ttgasia.com, kolaborasi ini memanfaatkan keahlian digital Agoda untuk memamerkan beragam atraksi Malaysia kepada khalayak global sekaligus menunjukkan komitmen kedua organisasi terhadap VM2026 dan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Malaysia.

Berdasarkan nota kesepahaman kerja sama dua tahun yang baru ditandatangani, kedua organisasi akan meluncurkan kampanye digital tertarget yang menyoroti warisan budaya, lanskap alam, dan pengalaman perkotaan Malaysia.

Agoda akan menggunakan platform digital dan saluran media sosialnya untuk menampilkan penawaran unik negara ini, mulai dari kuliner lezat hingga keajaiban pemandangan.

Kemitraan ini sejalan dengan tujuan Tourism Malaysia untuk menarik 45 juta pengunjung internasional pada tahun 2025.

Agoda akan memberikan wawasan perjalanan global untuk membantu perencanaan kebijakan Tourism Malaysia dan meningkatkan upaya promosi, yang menargetkan wisatawan internasional dan domestik.

Direktur Jenderal Pariwisata Malaysia, Manoharan Periasamy, menyatakan keyakinannya bahwa kemitraan ini akan meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan dan membantu mencapai tujuan VM2026 dengan merangkul digitalisasi.

Sementara itu, Country Director Agoda untuk Malaysia, Fabian Teja, menyoroti komitmen perusahaan untuk menghubungkan Malaysia dengan wisatawan global melalui teknologi inovatif dan konten yang menarik, dengan menekankan hutan hujan dan warisan budaya negara tersebut.

Kedua organisasi berencana untuk berbagi praktik terbaik melalui lokakarya bersama yang berfokus pada perilaku wisatawan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan, yang bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan mendorong eksplorasi berbagai destinasi di Malaysia.

Pameran dan KTT Halal Internasional AS 2025 Memperkuat Peluang di Pasar Halal AS

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Edisi ke-6 dari US-International Halal Expo & Summit akan diselenggarakan pada tanggal 5 dan 6 November 2025, dan akan pindah ke tempat baru di Tinley Park Convention Center di area Chicago.

Perpindahan ini mencerminkan pertumbuhan pesat dan meningkatnya popularitas acara tersebut. Edisi bersejarah ini akan menyambut lonjakan minat dari perusahaan halal terkemuka di AS dan internasional yang ingin memamerkan produk dan layanan mereka, berjejaring dengan rekan-rekan industri, dan mengeksplorasi peluang bisnis baru.

Pasar halal AS mengalami pertumbuhan yang luar biasa dalam sektor makanan, minuman, kosmetik, keuangan, pariwisata, dan sektor lainnya, yang menciptakan peluang besar bagi bisnis untuk berinovasi dan berkembang.

Sebagai bentuk pengakuan atas keunggulan dalam industri yang dinamis ini, acara ini setiap tahun memberikan penghargaan kepada perusahaan halal terkemuka selama Upacara Penghargaan Halal yang bergengsi—acara puncak yang merayakan kepemimpinan dan inovasi.

Pendiri Marwan Ahmad menyoroti kegembiraan seputar acara tersebut: “Kami sangat gembira dapat menghadirkan Halal Expo & Summit 2025 di tempat yang baru dan lebih besar untuk mengakomodasi pertumbuhan luar biasa di sektor halal.”

Minat dari perusahaan-perusahaan yang berbasis di AS dan global tidak pernah setinggi ini, menandakan semakin luasnya pengaruh dan permintaan akan produk dan layanan halal di berbagai industri.

Merenungkan dampak acara 2024, Mona Ahmad, CEO Mona’s Curryation, berbagi: “Ini adalah pertama kalinya kami menghadiri dan memamerkan di Halal Expo 2024 dan Alhamdulillah kami sangat senang berada di antara orang lain yang berkecimpung di bidang halal.”

Kami menjalin banyak koneksi, belajar dari orang lain selama berbagai panel, mempromosikan merek kami, dan mendapatkan prospek yang Insya Allah akan membantu bisnis kami berkembang, tambah Mona Ahmad.

Amer Abubakar, CEO Palestine Drinks dan BLB Virginia, menambahkan bahwa acara ini benar-benar luar biasa. Pihaknya berhasil bermitra dengan 32 restoran di seluruh AS. Terima kasih kepada penyelenggara acara ini dan kami menantikan acara tahun depan.

Jangkauan dan dampak Expo semakin diperkuat dengan kemitraan media yang baru dibentuk dengan Halal Focus, sebuah publikasi industri halal terkemuka. Kolaborasi ini akan memperkuat eksposur acara dan memberikan peluang promosi yang lebih baik bagi para peserta pameran.

Penyelenggara juga menawarkan dukungan sepanjang tahun kepada industri halal melalui kelompok mitra mereka, US Halal Consultants dan Halal Business Network.

Bersama-sama, mereka berkolaborasi untuk memberikan wawasan berharga dan solusi bisnis yang disesuaikan untuk pasar yang dinamis dan berkembang pesat ini.

US-International Halal Expo & Summit 2025 menjanjikan akan menjadi pertemuan bisnis dan profesional halal yang paling berpengaruh hingga saat ini. Para pemangku kepentingan industri didorong untuk mendaftar lebih awal dan menjadi bagian dari babak menarik dalam perdagangan halal ini.

Kota Ho Chi Minh Tarik Wisatawan Muslim untuk Ciptakan Momentum bagi Ekonomi Pariwisata

this formate

KOTA HO CHI MINH, bisniswisata.co.id: Untuk mengembangkan pariwisata menjadi sektor ekonomi utama dengan kontribusi yang semakin meningkat terhadap PDB negara dan sebagai penggerak bagi industri lain, diversifikasi pasar pariwisata, khususnya memanfaatkan pasar potensial, merupakan isu penting bagi sektor pariwisata Vietnam.

Potensi pasar pariwisata Halal

Dilansir dari https://vietnamnews.vn/, Wisatawan Muslim, yang sering disebut sebagai bagian dari sektor pariwisata Halal (dari kata Arab “Halal,” yang berarti diizinkan menurut hukum Islam), merupakan pasar dengan potensi pengembangan yang signifikan, khususnya di destinasi wisata utama.

Beberapa analis berpendapat bahwa industri Halal, yang meliputi makanan, mode, pariwisata, dan layanan konsumen lainnya bagi umat Muslim, memiliki potensi besar.

Pariwisata Halal sendiri diproyeksikan akan memberikan kontribusi hampir US$350 miliar bagi ekonomi pariwisata global pada tahun 2030.

Dengan lebih dari 1,9 miliar Muslim di seluruh dunia, ini adalah ceruk pasar dengan potensi pertumbuhan besar yang harus ditargetkan oleh sektor pariwisata Vietnam dengan strategi daya tarik yang jelas.

Menurut Hà Văn Siêu, wakil direktur jenderal Otoritas Pariwisata Nasional Vietnam, jumlah wisatawan dari negara-negara Muslim yang berkunjung ke Vietnam telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Pasar pariwisata halal menghadirkan peluang yang menjanjikan bagi Vietnam dan dianggap sebagai “tambang emas” yang dapat mendongkrak industri pariwisata.

Nguyễn Thị Ngọc Hằng, perwakilan dari Kantor Sertifikasi Halal – HCA Vietnam, menyatakan bahwa Muslim merupakan seperempat dari populasi dunia, dengan lebih dari 40 persen di antaranya berada di Asia Tenggara saja.

Dengan banyaknya hari raya keagamaan sepanjang tahun, permintaan Muslim untuk bepergian meningkat selama periode ini.

Selain itu, wisatawan Muslim dikenal dengan pengeluaran yang tinggi dan masa tinggal yang lama, asalkan layanan dan produk yang sesuai dengan halal tersedia.

Pakar Huỳnh Thanh Tâm dari Pusat Promosi Perdagangan dan Investasi Kota Ho Chi Minh mencatat bahwa wisatawan Muslim sangat tertarik untuk menjelajahi budaya lokal.

Meskipun Vietnam, khususnya wilayah selatan, memiliki potensi wisata budaya yang besar, potensi tersebut belum dimanfaatkan sepenuhnya.

Misalnya, selain kelompok etnis Kinh, Khmer, dan Hoa, komunitas Muslim Chăm telah lama hadir di provinsi-provinsi selatan.
Provinsi An Giang memiliki populasi Chăm terbesar di Vietnam selatan, dengan lebih dari 15.300 orang.

Mempromosikan dan memamerkan budaya Islam Chăm dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan pariwisata lokal dan menarik lebih banyak pengunjung Muslim dari negara dan wilayah lain.

Solusi yang disesuaikan

Wisatawan Muslim sering bepergian dalam kelompok, tinggal lebih lama, menghabiskan lebih banyak uang, dan lebih menyukai destinasi dengan keindahan alam dan warisan budaya yang kaya.

Namun, untuk menyambut dan melayani segmen ini dengan baik, para ahli berpendapat bahwa solusi yang tepat sasaran diperlukan.

Trần Văn Tân Cương, direktur Perusahaan Halal Nasional Vietnam, menekankan bahwa wisatawan Muslim memiliki persyaratan yang sangat spesifik.

Semua layanan, mulai dari akomodasi dan tempat makan hingga rekreasi, harus memenuhi standar sertifikasi Halal berdasarkan hukum Islam.

Rantai pasokan yang lancar diperlukan, yang mencakup objek wisata, akomodasi, layanan makanan, dan fasilitas keagamaan. Đoàn Đức Minh dari Universitas Ekonomi di Kota Ho Chi Minh menambahkan bahwa banyak tempat di Vietnam memiliki fitur alam dan budaya yang menarik bagi wisatawan Muslim.

Namun, kendala utama tetap ada: kurangnya akomodasi, restoran, dan fasilitas salat bersertifikat Halal.

Menangani kesenjangan ini dapat membantu menarik lebih banyak wisatawan Muslim dan mendatangkan pendapatan pariwisata yang signifikan bagi daerah-daerah.

Dari perspektif bisnis, seorang perwakilan dari Vietravel, sebuah perusahaan jasa dan perjalanan terkemuka, menyoroti apresiasi mereka terhadap pasar pariwisata Halal.

Perusahaan tersebut telah menciptakan paket wisata khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan psikologis, agama, dan pola makan para wisatawan Muslim.

Paket wisata ini meliputi hotel dan restoran bersertifikat Halal, kunjungan ke masjid dan komunitas Muslim, serta pemandu wisata yang ramah Muslim.

Dari Provinsi Tiền Giang, Dr. Nguyễn Phùng Thu Trinh dari Universitas Văn Hiến mengamati semakin banyaknya kelompok wisata Muslim dari Malaysia, Indonesia, Singapura, dan India yang mengunjungi daerah tersebut.

Sebagian besar dari mereka menikmati wisata ekologi, wisata bergaya kebun, dan kuliner yang sesuai dengan budaya setempat.Penduduk setempat juga menawarkan keramahtamahan yang hangat.

Namun, tingkat penggunaan layanan dan pengeluaran oleh wisatawan ini tetap rendah karena kurangnya destinasi dan pilihan belanja yang sesuai dengan Halal.

Di Tiền Giang, kelompok Muslim sering bersantap di tempat-tempat seperti Bách Tùng Viên, Halal Mekong, atau gunakan layanan katering di Masjid India di Kota Mỹ Tho.

Namun, secara umum, wisatawan Muslim memiliki sedikit kesempatan untuk “berbelanja” karena terbatasnya tempat belanja khusus yang melayani kebutuhan khusus mereka.

Perdana Menteri telah menyetujui sebuah proyek bertajuk “Memperkuat Kerja Sama Internasional untuk Membangun dan Mengembangkan Industri Halal Việt Nam pada tahun 2030.”

Proyek ini menetapkan orientasi utama untuk mengembangkan sektor Halal yang sistematis dan profesional di Việt Nam, membantu bisnis berpartisipasi secara efektif dalam produksi dan rantai pasokan Halal global.

Dr. Nguyễn Phùng Thu Trinh mengusulkan bahwa di sektor pariwisata dan jasa, untuk menarik lebih banyak wisatawan Muslim dan mendiversifikasi demografi wisatawan, daerah harus secara aktif mengembangkan dan mempromosikan produk kuliner, makanan khas, dan suvenir bersertifikat Halal.

Hal ini tidak hanya akan melayani pengunjung Muslim secara efektif tetapi juga meningkatkan pendapatan pariwisata dan layanan bagi ekonomi lokal.

Arab Saudi Menerima 1,67 Juta Jemaah Haji Global untuk Haji 2025

this formate

TOKYO, bisniswisata.co.id: Dapatkah Anda membayangkan hampir dua juta orang, semuanya dengan satu tujuan bersama, berkumpul di satu tempat suci? Itulah kisah luar biasa Haji 2025, sebuah acara yang benar-benar mengagumkan yang baru saja berakhir di Arab Saudi.

Antara tanggal 4 Juni dan 9 Juni, Kerajaan itu membuka pintunya, dengan hangat menyambut 1.673.230 jemaah haji dari setiap sudut planet kita. Itu adalah pertunjukan iman, persatuan, dan prestasi organisasi yang luar biasa.

Pikirkanlah: wajah-wajah dari lebih dari 150 negara, berbicara dalam banyak bahasa, namun semuanya bersatu dalam pengabdian mereka untuk memenuhi salah satu pilar paling mendasar Islam. Itu adalah pemandangan yang merendahkan hati, bukan?

Dari jumlah yang mengejutkan itu, lebih dari 1,5 juta orang datang dari luar Arab Saudi, setelah melakukan perjalanan melintasi lautan dan benua, didorong oleh panggilan spiritual yang mendalam.

Sebanyak 166.654 orang sisanya adalah peziarah domestik – warga Saudi dan penduduk – yang semuanya melakukan ziarah unik mereka sendiri.

Sangat menarik untuk melihat rinciannya juga: 877.841 pria dan 795.389 wanita, sebagaimana dibagikan oleh Otoritas Umum Statistik (GASTAT). Kelompok yang beragam ini menggarisbawahi daya tarik universal dan jangkauan perjalanan suci ini.

Melampaui Angka: Sentuhan Manusiawi dalam Perencanaan Haji

Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana sebuah negara dapat menyelenggarakan pertemuan yang sangat besar dan beragam dengan begitu lancar?.

Sebenarnya, diperlukan upaya yang luar biasa, pandangan ke depan, dan komitmen yang mendalam terhadap kenyamanan dan keselamatan setiap individu. Persiapan Arab Saudi untuk haji 2025 sangat cermat, terasa seperti tuan rumah yang berdedikasi yang menantikan tamu.

Mengutamakan Kesejahteraan:
Bayangkan membutuhkan perawatan medis di tengah kerumunan yang begitu besar. Pemerintah Saudi mengerahkan lebih dari 50.000 tenaga kesehatan dan secara signifikan meningkatkan fasilitas medis, membuka tujuh rumah sakit baru dan memperluas perawatan darurat hingga 60%. Ini tentang memastikan bahwa setiap jemaah merasa diperhatikan.

Keselamatan Pertama: Mengelola jutaan jemaah memerlukan pengendalian kerumunan yang cerdas dan tindakan yang ketat. Hanya mereka yang memiliki visa atau izin haji resmi yang diizinkan masuk ke Mekkah selama haji, menciptakan lingkungan yang lebih aman.

Dan tentu saja ada alasannya – misalnya, larangan sementara bagi anak-anak di bawah usia 12 tahun merupakan keputusan yang bijaksana, melindungi mereka dari panas yang menyengat dan kerumunan yang padat.

Mereka bahkan memanfaatkan teknologi canggih seperti pesawat nirawak bertenaga AI, termasuk “Saqr” (Elang) untuk pemantauan waktu nyata, memastikan respons cepat terhadap situasi apa pun.

Teknologi sebagai Tangan Penolong: Haji tahun ini benar-benar merangkul inovasi untuk meningkatkan pengalaman para peziarah. Platform Nusuk menjadi alat yang sangat berharga, menyederhanakan segalanya mulai dari pengajuan visa hingga pemesanan paket perjalanan.

Bayangkan memiliki “Asisten Pengayaan Cerdas” di Masjid Nabawi atau mendengarkan khotbah Arafah yang diterjemahkan langsung ke dalam 35 bahasa! Ini lebih dari sekadar gawai teknologi; ini adalah jembatan menuju pemahaman yang lebih dalam dan hubungan spiritual.

Pergerakan yang Mudah: Dari penanganan bagasi melalui “Inisiatif Rute Makkah” hingga solusi transportasi cerdas yang dikoordinasikan oleh Pusat Panduan Bus Makkah, fokusnya adalah pada perjalanan yang lancar dan bebas stres. Lebih sedikit kekhawatiran logistik berarti lebih banyak fokus spiritual bagi para peziarah.

Mengatasi Panas: Mengetahui tantangan dari panasnya musim panas, pihak berwenang secara proaktif memperluas area teduh hingga 50.000 meter persegi dan memasang lebih dari 400 unit pendingin.

Para peziarah juga diberikan saran praktis tentang cara tetap sejuk dan terhidrasi – hal kecil yang membuat perbedaan besar.

Pelaksanaan haji 2025 yang sempurna bukan hanya momen sesaat; ini adalah bagian penting dari visi besar Arab Saudi untuk masa depan, Visi 2030.

Rencana ambisius ini tidak hanya tentang diversifikasi ekonomi; ini berakar kuat dalam meningkatkan kualitas hidup warga negaranya dan, secara mendalam, memperkaya perjalanan spiritual bagi umat Islam di seluruh dunia.

“Program Pengalaman Haji,” elemen utama dari Visi 2030, adalah tentang membuat Dua Masjid Suci lebih mudah diakses dan seluruh ziarah lebih mendalam.

Investasi signifikan Arab Saudi dalam infrastruktur, teknologi, dan layanan dengan jelas menunjukkan aspirasinya untuk menjadi tujuan global terkemuka untuk wisata religi, yang bertujuan untuk menyambut 30 juta jemaah haji dan umrah setiap tahunnya pada tahun 2030. Ini adalah pernyataan komitmen yang kuat.

Meskipun haji pada dasarnya adalah ziarah spiritual, kontribusi ekonominya bagi Arab Saudi sangat besar. Ini adalah sumber pendapatan terbesar kedua Kerajaan setelah minyak, menghasilkan sekitar US$10-15 miliar per tahun, dengan Umrah menambahkan US$4-5 miliar lagi.

Peningkatan berkelanjutan di bawah Visi 2030 ditetapkan untuk lebih tingkatkan sektor vital ini, menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.

Saat gaung Haji 2025 mulai memudar, Arab Saudi berdiri sebagai bukti dedikasi yang mendalam. Mereka tidak hanya memfasilitasi perjalanan spiritual bagi jutaan orang tetapi juga telah menetapkan tolok ukur baru untuk manajemen ziarah global.

Komitmen mereka yang teguh terhadap inovasi, keselamatan, dan kenyamanan memastikan bahwa perjalanan suci ini tetap menjadi pengalaman yang dapat diakses, mendalam, dan benar-benar tak terlupakan bagi generasi mendatang.

Dengan persiapan untuk Haji 2026 yang sudah berlangsung, jelas bahwa ini adalah misi yang berkelanjutan dan sangat terasa.

WAKTU Terbaik Menjelajahi Thailand untuk MICE

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Thailand Convention & Exhibition Bureau (TCEB) menyelenggarakan Thailand Innovative Meetings Exchange (TIME) yang mempertemukan sekitar 250 pemangku kepentingan MICE selama enam hari untuk berbagi pengetahuan, berjejaring, dan menyelami budaya di Bangkok dan Hua Hin.

Dilansir dari meetings-conventions-asia.com dengan tema “The Power of Going Beyond”, TIME 2025 dari 16–21 Juni 2025,bertujuan untuk memicu percakapan berwawasan ke depan tentang bagaimana industri MICE dapat melampaui ekspektasi dalam lanskap global yang terus berubah.

Lingkaran kepercayaan (dan perbincangan)

Tahun ini, ada Lingkaran Berbagi, format interaktif tanpa slide yang mendorong refleksi terbuka. Sesi-sesi tersebut meliputi “Surprise & Delight: The ROI of Thoughtfulness” dan “Deal or No Deal: The Power of Sustainable Commitment”, tempat para pembeli dan perwakilan TCEB berbagi cerita tentang saat-saat ketika upaya ekstra membuat semua perbedaan – atau tidak.

Informasi pasar terkini

Sesi Market Update menyingkirkan ringkasan per negara demi wawasan lintas pasar yang jujur. Satu sesi membahas apakah lonjakan wisatawan yang berbelanja besar dapat dipertahankan: “Thailand telah diuntungkan oleh ledakan ini… tetapi apakah tren emas ini akan terus berlanjut?”

Peserta juga akan mendengar informasi terbaru tentang ekspektasi klien korporat dan apa yang mendorong keraguan dalam iklim geopolitik saat ini.

Cepat, terfokus, dan penuh ide

Sesi Quick Catch TIME memberikan informasi singkat tentang topik hangat termasuk penjualan yang digerakkan oleh AI, keterlibatan Gen Z, dan promosi media. Bahkan ada kursus kilat tentang bagaimana TikTok dapat menembus kebisingan – tanpa gerakan dansa yang diperlukan.

Dari ruang dansa ke pantai
Mulai 18 Juni, para delegasi akan berpindah haluan di Hua Hin untuk pengalaman kesehatan, cita rasa lokal, dan inspeksi lokasi di berbagai properti seperti Chiva-Som International Health Resort.

Nantikan berbagai kegiatan yang dipimpin komunitas, pertunjukan budaya langsung, dan acara perpisahan di tepi pantai sebelum kembali ke Bangkok untuk makan malam perpisahan di Nobu.

TIME 2025 diselenggarakan di bawah kampanye TCEB “Meet Well in Thailand” yang mengusung pilar kesejahteraan, keseimbangan, konektivitas, dan keramahtamahan khas Thailand.