DESTINASI INTERNATIONAL LIFESTYLE

Thailand Luncurkan Rencana Lima Tahun, Ubah Ekosistem Pariwisata Lokal

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Pemerintah Thailand telah meluncurkan rencana lima tahun untuk mengubah ekosistem pariwisata lokal dan memperkuat ketahanannya terhadap ketidakpastian ekonomi global.

Dilansir dari https://coingeek.com/, Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand pelopori dorongan untuk meningkatkan industri tersebut, dengan mempertimbangkan perubahan perilaku wisatawan dan tren teknologi yang sedang berkembang.

Industri pariwisata lokal sangat ingin beralih ke arah menjadi Pusat Pariwisata Berkelanjutan pada tahun 2028 sambil mencapai tonggak tambahan pada akhir dekade ini.

Menteri Pariwisata dan Olahraga Sorawong Thienthong mengatakan rencana transformasi pariwisata lima tahun tersebut terdiri dari lima strategi inti.

Pertama, kementerian tersebut bersandar pada metrik baru untuk mengukur kualitas dan keberlanjutan daripada fokus yang sempit pada angka kedatangan wisatawan.

Kedua, rencana lima tahun tersebut akan berfokus pada perluasan pariwisata ke kota-kota sekunder dan mempromosikan ekonomi lokal daripada kota-kota utama Bali dan Bangkok.

Pemerintah mengatakan rencana tersebut akan memperluas jangkauannya di luar Tiongkok ke pasar-pasar baru seperti Timur Tengah dan Amerika Latin.

Bagian keempat dari rencana ambisius ini akan melibatkan pemerintah daerah untuk memperkenalkan sistem kesiapsiagaan krisis guna melindungi industri pariwisata dari situasi yang tidak terduga.

Pemerintah juga akan meluncurkan Peta Pencocokan Risiko Wisatawan sekaligus menawarkan Paspor Kesehatan Digital kepada pengunjung sesuai dengan standar kesehatan global.

Inti dari rencana ini adalah mengintegrasikan teknologi baru ke dalam industri pariwisata lokal. Pemerintah sedang mempertimbangkan penerapan kecerdasan buatan (AI) secara luas di antara penyedia layanan industri.

Untuk memudahkan integrasi, pemerintah akan melengkapi rencana dengan meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal dan berinteraksi dengan badan legislatif pemerintah untuk regulasi yang ramah teknologi.

Selain itu, ada rencana tambahan untuk memanfaatkan media sosial dan meluncurkan platform pintar bagi wisatawan guna menyederhanakan pengambilan keputusan dan meningkatkan standar keselamatan dan transparansi.

“Semua orang sekarang menjadi penyiar, dan setiap opini di media sosial dapat memengaruhi citra nasional,” kata Sorawong.

“Kita harus bersama-sama membangun kepercayaan yang luas. Rencana lima tahun ini bukanlah upaya pertama Thailand untuk meningkatkan pengalaman wisatawan.”

Awal tahun ini, pihak berwenang mengizinkan pengunjung negara tersebut menggunakan mata uang digital untuk membayar barang dan jasa, menguji coba di Phuket sambil mengincar peluncuran nasional.

Sebelumnya, negara tersebut berjuang keras untuk inisiatif pemberian uang digital senilai US$14 miliar guna meningkatkan ekonomi lokal.

Bersemangat untuk meningkatkan digitalisasi, negara tersebut mencabut pembatasan investasi ritel dalam aset digital sambil membuat kemajuan dengan mata uang digital bank sentral ritelnya.

Evan Maulana