Presiden Jokowi: Gempa Lombok, Perhatikan Penanganan Wisatawan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pemerintah telah mengirim seluruh bantuan logistik dan medis untuk korban gempa Lombok sejak malam tadi. “Untuk Masalah logistik tadi pagi, tadi malam sudah meluncur ke NTB, termasuk dokter-dokter juga sudah meluncur semuanya ke NTB,” kata Jokowi di kawasan TMII, Jakarta Timur, Senin (6/8/2018).

Kepala negara menitipkan arahan penting kepada Menkopolhukam Wiranto untuk memperhatikan penanganan turis asing yang ada di Lombok serta titik-titik daerah lainnya yang terdampak gempa.

“Di dalamnya juga banyak turis. Saya juga pesan ke Menkopolhukam agar penanganan turis dilakukan sebaik-baiknya. Jangan sampai ada pelayanan yang kurang, terutama dalam rangka pengaturan jadwal penerbangan. Kita lihat tadi malam banyak yang tertunda,” ujarnya.

Sementara di Lombok Utara, wisawatan lokal dan mancanegara berangsur pergi meninggalkan kawasan wisata Gili Matra, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, pasca gempa Lombok pada Minggu (5/8), malam. “Saya khawatir ada gempa susulan datang lagi. Sekarang saya mau ke Pelabuhan Lembar,” kata Jolan, Turis Inggris di Simpang Empat Bangsal, Kecamatan Pemenang, Senin (6/8).

Jolan memutuskan pergi ke Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, karena tidak ada kapal cepat dari Gili Matra menuju pulau Bali. “Katanya di sana ada kapal penyeberangan.” sambungnya seperti dilansir laman Antara.

Begitu juga dengan Aan, asal Sukaraja, Ampenan, yang bekerja sebagai pemain musik di Gili Air, Kabupaten Lombok Utara, panik ketika gempa bumi terjadi pada Minggu malam. “Sampai Senin pagi saja, pas saya tiba di dermaga Bangsal, gempa masih terasa. Orang-orang pada panik, jadi khawatir, makanya saya mau balik saja,” kata dia.

Dari pengamatan di simpang empat Bangsal, Kabupaten Lombok Utara, ratusan wisatawan berhamburan menunggu kendaraan umum yang bisa jadi tumpangan. Truk maupun kendaraan pick-up menjadi pilihan untuk segera menjauh dari lokasi. “Tolong Berhenti, kasih kami menumpang,” kata seorang wisatawan asing perempuan yang bersama belasan temannya mencari tumpangan di simpang empat Bangsal.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Human Badan Nasional Penanggulangan Bencama (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebut lokasi gampa berkekuatan 7,0 SR di Lombok Utara, berdekatan dengan lokasi gempa berkekuatan 6,4 SR beberapa waktu lalu. “Lokasinya beda, tapi itu di daerah sama,” jelasnya.

Gempa yang mengguncang Lombok sebelumnya, lanjut dia, berada di kawasan Lombok Timur. Kemudian gempa pada Ahad (5/8) petang berada di lokasi sama dan secara mekanisme sama.

Besarnya kekuatan gempa itu menyebabkan BMKG mengaktifkan peringatan dini tsunami atau smong. Kendati, pusat gempa berada di daratan. “BNPB, BPBD NTB dan BMKG mengubah status Lombok Barat bagian utara dan Lombok Timur bagian utara meningkat menjadi waspada, ” katanya.

Gempa bumi berkekuatan 7,0 SR mengguncang Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) pukul 18.48 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada 8,37 LS dan 116,48 BT, tepatnya kedalaman 15 km. Awalnya gempa dilaporkan berkekuatan 6,8 SR. Namun, ada pemuktahiran menjadi 7,0 SR dan berpotensi smong. BNPB mencatat sedikitnya 82 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa.

Hingga saat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di NTB berjumlah 82 orang. Belum diketahui apakah ada wisatawan yang menjadi korban atas bencana alam ini. (NDY)

UKM RI Banyak Mendapat Buyer Di Festival Indonesia Ke 3 Di Moskow

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Peserta UKM dari Tanah Air banyak mendapatkan pembeli saat mengikuti perhelatan akbar Festival Indonesia di Moskow (FIM) 3-5 Agustus 2018, membuka peluang bisnis antar negara.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M. Wahid Supriyadi, menuturkan festival yang diprakarsai oleh KBRI Moskow ini didukung oleh Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata, Pemerintah Kota Moskow dan para sponsor lainnya.

Wahid mengatakan peluang bisnis dari penyelenggaraan festival ini cukup besarBanyak pelaku bisnis dari Indonesia peserta festival ini, juga melihat sendiri peluang dan potensi bisnis tersebut, termasuk kalangan usaha kecil menengah (UKM).

 “Hari terakhir festival saya keliling booth dan berbincang-bincang dengan para pelaku bisnis peserta festival. Mereka mengatakan besarnya peluang pasar di Rusia bagi produk Indonesia, dan banyak peminat atau buyer yang ingin membeli produk Indonesia. Bahkan cukup banyak yang sudah mendapat pembeli dan distributor,”  ungkap  Dubes Wahid dalam rilisnya, kemarin.

Festival Indonesia Ketiga tersebut menghadirkan sedikitnya 100 booth. Sebanyak 85 booth di antaranya menampilkan berbagai produk Indonesia seperti kopi, pakaian, aksesoris, minyak kelapa sawit, kuliner nusantara, dan berbagai kerajinan dari berbagai daerah Tanah Air.

Selama festival yang berlangsung di Taman Krasnaya Presnya, areal seluas 16,5 ha di pusat kota Moskow dijadiri sedikitnya 135 000 pengujung yang datang sekaligus menyaksikan berbagai acara budaya. Diantaranya ada pagelaran wayang kulit, permainan gamelan, kolintang dan alat musik tradisional lainnya, serta tarian-tarian daerah Indonesia serta fashion show koleksi para desainer Indonesia.

Selain itu terdapat juga demo membatik dan memasak masakan nusantara, kelas Bahasa Indonesia, peragaan pencak silat, prosesi upacara pernikahan adat, simulasi selancar dan menyelam, serta pelayanan informasi tentang Indonesia.

Dubes Wahid menuturkan festival ini antara lain untuk membantu para UKM dari berbagai wilayah Indonesia dalam mempromosikan produknya. Hal ini sesuai dengan tema festival, yaitu Visit Wonderful Indonesia: Explore our Regions.

 “Kami berharap manfaat besar yang diperoleh dari festival ini, dapat lebih meningkatkan hubungan Indonesia dan Rusia di berbagai bidang, khususnya perdagangan, pariwisata, dan budaya,” ujar Wahid.

FIM ketiga ini lebih masif dari dua festival sebelumnya, karena tempat yang lebih luas, booth dan peserta yang lebih banyak, program dan kegiatan yang beraneka ragam dan atraktif.

Pengunjung yang datang lebih banyak dan melebihi target yang ditetapkan sebelumnya. Selain itu tanggapan para peserta, khususnya pelaku bisnis Indonesia dan para pengunjung, termasuk pemerintah Kota Moskow sangat positif.

“Saya sampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Festival ini, yang merupakan kegiatan tahunan KBRI Moskow. Untuk Festival mendatang diharapkan lebih baik lagi dengan adanya kesinergian dan dukungan dari pihak-pihak terkait di Indonesia, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun pelaku bisnis,” ungkap Wahid.

Diminati Pengunjung

Dubes Wahid menjelaskan berbagai macam produk Indonesia yang  dipamerkan dalam festival seperti aksesoris, souvenir, pakaian, kopi, sambal, blackgarlicminyak sawit, hingga kuliner, seperti bakso, sate, nasi goreng dan martabak, umumnya diminati warga Rusia. 

Begitu juga dengan busana. Para perancang busana dari UKM bergembira bahwa pakaian kreasi mereka diminati warga Rusia. Begitu pakaian-pakaian diperlihatkan dalam peragaan busana oleh para model warga Rusia, para pengunjung sudah menunggu untuk memilikinya. Di antara pengunjung ada yang membeli lebih dari satu baju, dan banyak yang tidak kebagian karena jumlah produknya terbatas,” lanjutnya.

Untuk buah tropis, tambah Wahid, masih terbatas di Rusia. Sedangkan  buah-buahan tersebut diminati warga Rusia. Melihat peluang ini, pada saat Festival Indonesia Direktur PT Sumatera Siberia Kompaniya, Fauzi Nasution langsung membuat kesepakatan dengan Direktur Prodigy Land Co, Ltd dari Moskow Andei Zakharov.

Kedua pihak menandatangani Memorandum Saling Pengertian mengenai pengiriman buah-buahan dari Indonesia ke Rusia. Potensi nilai transaksi kerja sama ini adalah US$50.000 dalam pengiriman setiap dua minggu sekali, atau sekitar US$1.200.000 dalam setahun.

Fauzi Nasution mengatakan salah satu tantangan peningkatan intensitas kerja sama Indonesia dan Rusia,adalah tidak adanya penerbangan langsung dari Jakarta ke Moskow dan sebaliknya.

Menurut Fauzi, penerbangan langsung tidak hanya akan meningkatkan arus penumpang, termasuk wisatawan Rusia ke Indonesia dan jasa, tetapi juga barang-barang atau kargo, termasuk ekspor buah-buahan dari Indonesia ke Rusia.

“Tidak adanya penerbangan langsung ini dapat mengganggu harga dan kualitas penjualan buah-buahan. Diharapkan adanya penerbangan langsung Indonesia ke Rusia dapat segera terealisasi,” kata Fauzi.

Pesawat Wisata Jatuh di Pegunungan Alpen, 20 Turis Tewas

this formate

BERN, bisniswisata.co.id: Sebuah pesawat kecil untuk mengangkut wisatawan jatuh di Pegunungan Alpen Swiss. Keseluruhan orang yang ada di dalam pesawat meregang nyawa dengan kondisi yang menyedihkan.

Polisi mengatakan, jumlah korban tewas sebanyak 20 orang wisatawan. Mereka terdiri atas tiga orang wisatawan asal Austria dan 17 orang turis Swiss. Pesawat berjenis JU-52 ini dibangun pada akhir 1930-an sebagai pesawat militer.

Pesawat lalu digunakan untuk mengoperasikan penerbangan sebagai keperluan tamasya atau disewakan. Pesawat jatuh pada Sabtu (4/8) sekitar pukul lima sore waktu setempat di sisi barat gunung Piz Segnas, Grissons.

Saat itu pesawat dari Locarno dekat perbatasan selatan Swiss. “Kemarin adalah hari terburuk dalam sejarah 36 tahun JU-Air. Kami semua mengalami kehilangan yang sangat besar,” kata Kepala Eksekutif maskapai itu Kurt Waldmeier seperti dilansir laman Reuters, Senin (06/08/2018).

Polisi mengaku belum mengetahui penyebab kecelakaan itu. Kecelakaan ini terjadi beberapa jam setelah sebuah pesawat kecil jatuh di sisi barat Pegunungan Alpen. Ini menyebabkan empat orang tewas. Penyelidikan, yang dipersulit karena tidak adanya “kotak hitam”, akan memakan waktu berhari-hari.

“Seseorang dapat memastikan bahwa pesawat menghantam tanah secara vertikal dengan kecepatan tinggi,” ujar pemimpin divisi penerbangan dari Badan Investigasi Keselamatan Transportasi Swiss, Daniel Knecht.

Didirikan pada 1982, JU-Air menawarkan penerbangan tamasya, carter, dan petualangan dengan tiga pesawat Junkers Ju-52 yang dibuat sekitar abad pertengahan. Pesawat itu dinonaktifkan oleh Angkatan Udara Swiss dan dikenal di Jerman sebagai pesawat “Auntie Ju”.

Ini adalah pertama kalinya maskapai mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kematian atau cedera pada penumpang atau anggota awak. Maskapai menangguhkan penerbangan sampai pemberitahuan lebih lanjut. Pesawat yang jatuh itu terakhir kali melakukan pemeriksaan pemeliharaan pada akhir Juli. Pada saat itu tidak ditemukan kerusakan.

Puing pesawat berada di 2.450 meter di atas permukaan laut yang dikelilingi oleh tiga sisi puncak gunung. Tim penyelamat dan helikopter telah tiba di TKP. Wilayah udara di atas lokasi kecelakaan ditutup oleh Kantor Federal untuk Penerbangan Sipil dan akses ke jalur pendakian diblokir. (Reuters)

Pagelaran Busana Indonesia Pukau Pengunjung Festival Di Moskow  

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:Sejumlah peragawati dalam balutan busana rancangan desainer Indonesia, melenggok dengan santainya di jalanan sekitar Taman Krasnaya Presnya, Moskow.

Para model dari Rusia tersebut, tampak nyaman memakai baju dari kain tenun, batik khas Indonesia, serta bahan lainnya yang didesain khusus oleh sejumlah perancang Indonesia yang mengikuti Festival Indonesia di Moskow.

Pada peragaan busana dengan panggung di jalanan atau Fashion On The Street ini, beragam koleksi busana yang ditampilkan memiliki gaya dan potongan modern, dengan tetap memiliki karakter tradisional Indonesia.

Terdapat suatu kesamaan dari para perancang, di mana beragam corak dan jenis bahan busana yang ditampilkan memiliki nuansa ciri khas Indonesia, seperti tenun, ikat, songket dan batik, yang memberikan keunikannya masing-masing. Busana-busana tersebut terlihat cocok dikenakan warga Rusia.

Peragaan busana ini disambut antusias oleh para pengunjung yang menyaksikan. Tidak hanya itu, setelah pelaksanaan acara, banyak pengunjung yang menyerbu tenda para perancang untuk membeli langsung busana karya rancangan mereka, maupun membahas kerja sama dan kontak bisnis lebih lanjut.

Dalam peragaan busana tersebut ditampilkan koleksi salah seorang desainer terkemuka Indonesia, Ferry Sunarto dengan label premiumnya Fersoen by Ferry Sunarto, dan koleksi rancangan dari 15 UKM Indonesia, serta karya tujuh  perancang dari berbagai daerah di Tanah Air.

Karya tujuh perancang yang dikelompokan dengan tema Let’s Discover and Celebrate Indonesian Culture Through Fashion. Ide utamanya mengambil tema kebhinekaan dan keberagaman suku di indonesia, yang memberikan kekayaan khasanah dalam proses eksplorasi penciptaan sebuah karya busana.

Ketujuh desainer tersebut adalah Boyonz Ilyas, Lojicraft, Coreta Indonesia, Nanie Rahmat, Antique Batik, Amibele by  Vivian, dn Athan Siahaan. Mereka menampilkan koleksi 40 busana wanita dan aksesoris,  tas dan tutup kepala.

 Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, pejabat dari Kementerian Luar Negeri RI, Pemkot Moskow, pejabat Pemprov dan Pemkot Indonesia yang berpartisipasi dalam festival, serta para tamu undangan dan pengunjung hadir di sesi fadhion itu.

“Fokus utama Festival Indonesia 2018 ini adalahUKM dan keterlibatanpemeritnah daerah. Upaya KBRI Moskow mengedepakan promosi dan memberikan kesempatan lebih besar kepada UKM dan berbagai daerah di Indonesia, sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia saat ini. Yaitu lebih memperkuat dan memberdayakan UKM dan potensi daerah,” kata Dubes M.Wahid Supriyadi, kemarin.

Melalui peragaan busana yang menampilkan beragam perancang Indonesia ini,diiharapkan dapat lebih  memberikan peluang dan akses  untuk menjajaki pasar  internasional, khususnya di Rusia yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut,” ujar Wahid dalam rilisnya.

Hanung Sandra, perancang busana Hanung Craft yang menjadi salah seorang peserta festival mengatakan respon masyarakat setempat tinggi. Pakaian yang diperagakan saat fashion showhabis terjual.

7 -12 Agustus 2018, Jember Fashion Carnaval

this formate

JEMBER, bisniswisata.co.id: Jember Fashion Carnaval (JFC) 2018 kembali dihelat. Perhelatan mengusung tema Asia Light bakal lebih glamor, lebih meriah, lebih semarak dan lebih berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. JFC ke-17 juga mengangkat semangat Asian Games 2018 dan ribuan kostum pusaka Nusantara siap diperagakan di Jember, Jawa Timur (Jatim), pada 7 hingga 12 Agustus 2018.

Pagelaran fesyen ini menyulap jalanan utama Kota Jember sepanjang 3,6 km sebagai catwalk bagi para model nanti. Tak hanya kostum terbaik yang diperagakan, namun juga kostum unik yang dikenakan para model anak-anak hingga orang dewasa. Juga ada banyak konsep baru yang ditampilkan.

JFC menempati peringkat tiga karnaval terbaik dunia. JFC juga sudah mengantongi aneka trofi dan penghargaan Best National Costume. Deretan prestasi tersebut antara lain Best National Costume Mister International 2010 di Indonesia melalui kostum Bali, dan Best National Costume Man Hunt International 2011 di Korea Selatan (Toraja Karembau).

Selain itu, JFC-17  masuk di antara 10 event nasional dari 100 CoE 2018 yang akan berlangsung dalam satu tahun penuh di seluruh provinsi di Indonesia. Selain itu JFC yang sudah berkiprah selama 17 tahun dan menginspirasi banyak karnaval di Tanah Air serta memiliki sederet prestasi internasional telah menjadi  event fashion carnival kelas dunia sejajar dengan  event carnival yang ada di kota Rio de Janeiro Brazil. Atas prestasi ini Kemenpar menetapkan Jember sebagai Kota Karnaval.

Penetapan sebagai kota karnaval ini, untuk mengangkat Jember go international. Memang dari sisi cultural value,  kreativitas JFC sudah layak dijadikan magnit untuk mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman), namun dari commercial value atau financial value harus terus ditingkatkan agar sustain.

Tahun ini JFC juga bersinergi dengan Asian Games 2018. Kostum terbaik karya Dynand Fariz dan JFC akan ditampilkan pada opening ceremony Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 18 Agustus dan saat closing ceremony pada 2 September 2018.

Rangkaian JFC-17 sangat panjang. Konsepnya beragam. Namun tetap menyajikan yang terbaik, sebab JFC membidik peringkat pertama dunia. Makanya, beragam kreativitas dan inovasi ini terus dilakukan.

Selain menyelenggarakan JFC-17 ASIALIGHT, JFC bersama Kemenpar mendapatkan kepercayaan dari Presiden Joko Widodo untuk mempersiapkan karnaval 3 tahunan Indonesia yakni Grand Karnaval Indonesia yang direncanakan akan dimulai tahun 2018.

Sebanyak 10 defile terpilih mewakili Benua Asia memiliki keelokan sejarah dan budaya yang dilambangkan dengan Kujang yang menjadi Pusaka Nusantara, Stars simbol dari cahaya, Thailand negara kerajaan Seribu Pagoda, Silla salah satu dari tiga kerajaan besar di Korea yang memiliki gendang tradisional bernama Seyogo berbentuk jam pasir, dan Shogun pemimpin para pejuang Samurai di era kekaisaran kuno Jepang.

Selain itu  ada pula Bian lian, seni mengubah wajah dalam opera China yang luar biasa, Babilonia yang pernah menjadi negara kuno paling makmur dalam sejarah Irak, Ottoman (Turki) kekaisaran yang memiliki kekuasaan lintas benua dan menjadi pusat interaksi antara dunia Barat dan Timur, Saudi Arabia negara yang memiliki Tanah Suci, dan India yang dikenal dengan negeri penari.

Sederet penghargaan internasional diraih JFC antara lain; sebagai Best National Costume dengan inspirasi dari berbagai daerah di Tanah Air  antara lain; Bali (Best National Costume Mister International 2010 di Indonesia);  Toraja Karembau (Best National Costume Man Hunt International 2011 di South Korea); Papua  (Best National Costume Mister Universe Model di  Dominican Republic); Borneo (Best National Costume Miss Supranational 2014 di Polandia).

Selain itu Lampung  (Best National Costume Miss International 2014 di Tokyo- Jepang dan Best National Costume Miss Grand International 2016 di Las vegas – USA); Toraja Tongkonan (Best National Costume Miss Supranational 2015 di Polandia); Borobudur (Best National Costume Miss Universe 2015 di Florida,USA); Betawi (Best National Costume Miss Tourism International 2016 di Malaysia); dan Garuda (Top 5 National Costume Miss Universe 2016 di Philipina).

Rangkaian event JFC-17 meliputi : Opening JFC International Event (7 Agustus 2018); Pets Carnival (8 Agustus 2018); JFC  International Conference (9 Agustus 2018); JFC International Exhibition (9–12 Agustus 2018); JFC Kids Carnival (10 Agustus 2018);  JFC Rhythm Artwear Carnival (11 Agustus 2018); dan Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI) pada 12 Agustus 2018. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Warga Rusia Rela Antre Untuk Bakso dan Martabak di Festival Indonesia 

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:Para pengunjung Festival Indonesia di Moskow sangat antusias untuk mencicipi kuliner khas Indonesia. Terutama bakso, martabak, dan sate. Mereka antusias untuk mencicipi penganan tersebut.

Warga Rusia yang datang berduyun-duyun ke festival ini tampak menikmati berbagai macam kuliner Indonesia tersebut, walau harus mengeluarkan uang untuk membelinya dan rela antre panjang.

Sajian kuliner Indonesia menjadi salah satu daya tarik para pengunjung Festival Indonesia ketiga di Moskow, yang berlangsung 3-5 Agustus 2018. Salah seorang peserta festival Dewi Ratih Kamiliah yang membuka booth Rumah Kita, menyajikan menu bakso daging, bakso seafood, siomay, mie ayam, nasi rendang dan pecel.

“Para pengunjung sangat antusias ingin mencoba berbagai makanan Indonesia. Antrean pengunjung tidak putus-putus sehingga kami harus ekstra cepat melayaninya,” kata Ratih dalam rilisnya  ke bisniswisata.co.id.

Atraksi budaya dari Sumatra Barat di Festival Indonesia di Moskow

Ratih menuturkan pihaknya berencana akan membuka restoran khusus menjual bakso setelah Festival Indonesia ini. Ratih menyebutkan yang menjadi favorit selama kegiatan itu adalah bakso daging dan seafood,  mie ayam bakso dan nasi rendang.

Menurut Ratih, diperkirakan sekitar 1.500 porsi bakso daging dan seafood terjual selama festival. Harga satu porsi bakso sekitar Rp65.000, dan merupakan harga promosi. Banyak para pengunjung yang menanyakan tempat penjualan menu bakso seperti itu di Moskow.

Sementara itu martabak manis dan martabak telor yang disajikan oleh booth Martabak Moscow, tidak kalah menariknya bagi warga Rusia. Juru masak martabak Renu Lubis, dan beberapa orang timnya yang berpengalaman di dunia kuliner, khusus datang dari Belanda ke Moskow untuk menyukseskan festival ini.

Mereka juga mengadakan demo membuat martabak. Tidak hanya bakso dan martabak, sate ayam dan sate kambing yang disajikan oleh ibu-ibu anggota Darma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Moskow juga digemari warga Rusia.

Menurut Salbia Rozita Fauzi dari DWP KBRI Moskow, selama tiga hari festival terjual habis makanan, termasuk sate ayam dan kambing. Booth DWP KBRI Moskow ini juga salah satu yang selalu ramai didatangi para pengunjung warga Rusia.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M. Wahid Supriyadi, menyampaikan peluang bisnis di Rusia sangat bagus, termasuk kuliner. Masyarakat Rusia saat ini sudah mulai terbiasa dengan makanan-makan asing, termasuk masakan oriental.

 Wahid menuturkan perlunya upaya memperkenalkan kuliner Indonesia di Rusia, seperti melalui Festival Indonesia ini. Selain membuka peluang bisnis di Rusia, masyarakatnya juga dapat mengenal dan merasakan masakan Indonesia sebelum mereka berkunjung ke Tanah Air. Saat ini belum ada restoran Indonesia di Moskow yang menyajikan khusus aneka masakan Indonesia.

Festival Indonesia ketiga ini diselenggarakan di sebuah Taman Krasnaya Presnya, seluas 16,5 ha di pusat Kota Moskow. Selama tiga hari penyelenggaraan, Festival dikunjungi lebih dari 135.000  orang warga Moskow dan sekitarnya.

Turis Arab Mulai Eksodus dari Puncak Bogor ke Ciwidey

this formate

CIWIDEY BANDUNG, bisniswisata.co.id: Suhu udara yang sejuk dan dingin, pemandangan yang alami, suasana yang damai jauh dari hiruk pikuk, serta kuliner yang halal, membuat wisatawan Arab melakukan eksodus dari kawasan Puncak Bogor menuju Ciwidey Kabupaten Bandung Jawa Barat.

Eksodus ini terjadi sekitar 6 bulan terakhir. Pelancong Timur Tengah itu nampaknya mencari suasana destinasi wisata yang baru, dan Ciwidey menjadi pilihan yang dianggap sangat tepat. Para wisatawan asing itu mendapatkan informasi destinasi wisata berhawa dingin dari media sosial yang gencar mempublikasikan obyek wisata Ciwidey.

“Beberapa bulan terakhir memang banyak wisatawan Timur Tengah datang ke sini. Biasanya rombongan satu keluarga. Long stay mereka bisa seminggu bahkan bisa lebih. Beda dengan wisatawan asing lainnya rata-rata 3 hari menginap,” papar Asep, staf Glamping Lakeside Rancabali Ciwidey, Kab Bandung, Kamis (02/08/2018) malam.

Selain tertarik dengan kondisi panorama Ciwiday yang masih asri, lanjut dia, juga ada banyak destinasi wisata alam seperti Kawah Putih, Situ Patengan, berendam di kolam air panas alami, Bumi Perkemahan Ranca Upas yang semuanya saling berdekatan sehingga wisatawan tak butuh lama untuk menikmati obyek wisata.

Dilanjutkan, wWisatawan Timur Tengah juga sangat tertarik dengan konsep menginap dalam tenda yang luks, seperti yang ditawarkan Glamping Lakeside Rancabali Ciwidey. Apalagi lokasinya berada di tepi Situ Patengan sehingga wisatawan bisa menikmati danau yang juga memiliki legenda ada Pulau dan Batu Cinta.

Bahkan Glamping yang berada di kaki Gunung Patuha juga dilengkapi Resto Kapal Phinisi sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan Arab. “Selain turis Arab, juga mulai masuk turis China, dari Australia, Belanda, Jepang, Singapura, Korea serta Malaysia dan beberapa negara lainnya,” sambungnya.

Pengelola Glamping Lakeside Rancabali Ciwidey, Lutfi Naufal mengamini wisatawan asing, terutama Turis Arab menginap di Glamping. “Soal turis Arab hijrah dari Puncak Bogor ke Ciwidet saya tidak tahu persis, namun memang ada peningkatan kunjungan wisatawan Timur Tengah. Ini merupakan kebanggan tersendiri bahwa Ciwidey didatangi Turis Negara Arab, termasuk menginap di Glamping,” jelasnya disela-sela pertemuan bersama Biro Komunikasi Publik dan Forum Wartawan Pariwisata di Rancabali, pekan lalu.

Diakui tak ada perbedaan dalam menyambut wisatawan Arab maupun negara lainnya, meski long stay turis Timur Tengah lebih lama ketimbang wisatawan asing lainnya. “Juga karateristik turis Arab sama saja dengan Turis lainnya. Cuma kelebihannya turis Arab datang dengan rombongan keluarga atau temannya diatas enam orang. Dan mereka tidak terlalu menuntut banyak, yang penting kita layani dengan baik, dan tidak mengecewakan sehingga diharapkan bisa datang lagi,” lontar Lutfi.

Lutfi juga menjelaskan sepanjang 2018 tingkat hunian kamar glamping tembus 75%. Dan kunjungan wisata alam di area glamping mencapai sekitar 700.000 orang. “Karena destinasi ini sangat instagramable jadi banyak yang berkunjung. Terlebih yang kami tawarkan di sini ada konsep kapal pinisi di pinggir danau sehingga menghilangkan kerinduan masyarakat Bandung akan wisata laut,” katanya.

Glamping juga akan membuka wisata baru yakni penginapan dengan fasilitas lengkap di tengah alam bebas yang sangat disukai oleh wisman dan wisnus. “Banyak wisata di Bandung Selatan ini yang belum tersentuh seperti rafting dan air terjun. Kami ingin agar banyak yang datang ke wilayah Bandung Selatan ini,” ujar Lutfi.

Gampling memiliki 3 jenis penginapan berkonsep tent resort yakni Lakeside Tent Resort, Family Tent Resort, dan Family Adventure Camp. Tarif per malamnya mulai 1.440.000 sampai Rp 3.312.000 saat high season.

Sementara Kadispar Kabupaten Bandung Agus Firman Zaelani membenarkan wisatawan Timur Tengah sudah berlibur di Kabupaten Bandung. Umumnya mereka mendatangi Kawah Putih, Kawah Rengganis, Situ Patengan, Glamping serta obyek wisata lainnya seiring dengan gencarnya promosi Nomadic Tourism yang dicanangkan Kementerian Pariwisata.

“Kami juga menyiapkan strategi pariwisata halal. Bekerjasama dengan lembaga kajian Pusat Halal Salman, Kabupaten Bandung telah menyiapkan formula tersendiri untuk mengembangkan wisata halal. Jadi hasil kajian itu membuat rekomendasi, termasuk mau ke arah mana pariwisata halal ini. Kita tidak mengiblat ke Aceh dan NTB, kita minta rekomendasi dari pusat kajian yang kita buat,” paparya.

Diakui, pemetaan pariwisata halal Kabupaten Bandung sedang berjalan hingga saat ini, dengan target merebut pasar wisata Timur Tengah yang lebih banyak lagi. Mengingay jumlah turis Arab sangat sedikit, tapi mereka belanjanya banyak, spending mereka besar juga long stay atau lama tinggal lebih lama. Sejauh ini baru wisman Malaysia, Singapura, Korea saja yang masuk,” ungkapnya.

Pengembangan wisata halal di Kabupaten Bandung sudah sangat mendasak, seiring dengan masuknya wisatawan muslim dari negara Timur Tengah. “Dari wisatawan ini mempercepat proses pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bandung, semakin banyak orang datang maka makin banyak pendapatan, sehingga kesejahteraan rakyat juga meningkat,” ujarnya

Selain itu, tambah dia, dijadikan wisata halal karena Bandung 90 persen lebih menganut agama Muslim. “Halal tourism ini sedang tren, banyak seperti negara non Muslim yang masuk ke dalam destinasi halal. Apalagi, kita pada umumnya di Kabupaten Bandung 90 persennya warga Muslim,” jelasnya.

Agus menambahkan tahap awal yang digarap dulu untuk wisata halal dengan yang paling ringan yaitu, hotel. “Kami harap hotel menyediakan untuk tamu yang datang ditawari sajadah. Karena, halal tourism berdasarkan dengan sariat Islam ya seperti itu. Ada tempat salat, makanannya juga akan difokuskan dengan makanan yang halal,” imbuhnya.

Soal destinasi wisata halal, sambung Agus, masih dalam pengkajian lebih mendalam. Pasalnya hingga kini belum tahu destinasi yang dipilih. Karena itu pihaknya meminta perhotelan, juga tour operator memberi masukan destinasi wisata apa saja yang paling diminati pelancong Timur Tengah.

Sepanjang tahun 2017 total kunjungan wisman dan wisnus ke wilayah kabupaten Bandung mencapai 2,6 juta wisatawan atau melebihi target kunjungan tahun 2016 yang sebanyak 2,25 juta. Sejak Januari 2018 hingga Juli 2018, kunjungan wisman dan wisnus ke wilayah kabupaten Bandung mencapai 2,5 juta dari target 2018 sebanyak 2,3 juta.

“Wisman baru dikit. Untuk wisman baru sedikit hanya 1.000 saja dari total kunjungan tahun lalu sebanyak 2,6 juta. Memang orang jarang ke Bandung Selatan karena jauh. Mereka ke Lembang sambil pulang ke Jakarta lewati Subang,” ucapnya sambil menambahkan untungnya ruas Tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) sudah beroperasi sehingga meningkatkan 20% kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bandung,

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata Guntur Sakti mengatakan, pemerintah melalui Kemenpar menargetkan terus mendorong 100 destinasi digital di sejumlah daerah dan empat wisata nomadic. Tercapainya destinasi baru diharapkan berdampak terhadap pencapaian target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara 2019

Dijelaskan, Nomadic Tourism merupakan destinasi wisata glamp camp, home pod, dan caravan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan khususnya pelancong asing. Apalagi banyak traveller dunia yang menginginkan pilihan selain menginap di hotel berbintang.

“Fasilitas glamping mulai dikembangkan di sejumlah destinasi unggulan di Tanah Air seperti Bali, Lombok, Belitung, dan Jabar. Salah satunya di Kabupaten Bandung,” kata Guntur.

Konsep destinasi ini, lanjut dia, menjadi salah satu program terobosan yang dilakukan Kemenpar bersama stakeholder pariwisata. Khususnya dalam memenuhi tuntutan pasar atau permintaan wisatawan. Juga untuk mengatasi keterbatasan tersedianya amenitas sebagai unsur penting dari 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) di daerah tujuan wisata yang mengandalkan unsur budaya (culture), alam (nature), dan buatan manusia (manmade).

Dengan adanya konsep ini, diharapkan bisa meningkatkan daya tarik pelancong ke Indonesia yang tahun ini menargetkan 17 juta wisman dan akan meningkat menjadi 20 juta wisman pada 2019. “Kabupaten Bandung ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi nomadic destination. Bahkan, digital destination tourism juga sudah banyak,” ujar Guntur.

Guntur menyebutkan, Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai konsep nomadic tourism memiliki value ekonomi tinggi dan treatmentnya juga relatif mudah sehingga menarik para pelaku industri pariwisata untuk mengembangkan bisnis tersebut. Terutama jika aksesibilitas dan amenitasnya cepat memberikan keuntungan komersial. (endy)

Pangkalpinang-Pontianak, Rute Baru Wings Air

this formate

PONTIANAK, bisniswisata.co.id: Maskapai Wings Air, di bawah Grup Lion Air, segera membuka rute baru Pangkalpinang-Pontianak dengan jadwal terbang perdana pada 10 Agustus 2018. Rute baru ini menempatkan Wings Air sebagai maskapai satu-satunya yang menghubungkan destinasi Pangkalpinang-Pontianak.

Manajer Distrik Grup Lion Air Pontianak, Lukman Nurjaman menilai kehadiran layanan perjalanan udara jelas sangat menguntungkan wisatawan dan pebisnis di dua provinsi ini, karena jarak tempuh hanya 55 menit dari selama ini yang memakan waktu panjang dan mesti transit di kota lain terlebih dahulu.

“Keuntungan lainnya masyarakat Kalbar dapat melanjutkan penerbangan dari Pangkalpinang ke Palembang, Tanjung Pandan, dan Batam. Sedangkan lewat Pontianak, warga Bangka bisa meneruskan ke kota lain seperti Ketapang, Putussibau, Sintang, Balikpapan, Makassar, Surabaya, hingga ke kota negeri tetangga seperti Kuching dan Serawak di Malaysia,” ujarnya di Pontianak, Ahad (5/8/2018).

Hadirnya rute baru, sambung dia, juga sebagai wujud komitmen Wings Air memperkuat konektivitas penerbangan domestik dan regional. Penerbangan baru yang menghubungkan Sumatera bagian selatan dengan Kalbar diharapkan bisa menarik minat sekaligus kunjungan wisatawan ke daerah tujuan wisata dan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Langkah Wings Air ini juga mendukung program pemerintah menggeliatkan pasar pariwisata nasional serta percepatan distribusi logistik,” jelas dia.

Ia optimistis pasar akan terus berkembang di Pangkalpinang dan Pontianak. Dengan demikian, diproyeksikan bisa memberikan peluang bagi Wings Air untuk menambah jumlah frekuensi penerbangan.

“Wings Air terbang menggunakan pesawat turboprop tipe ATR 72-500 atau ATR 72-600 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi dengan interior kabinnya yang nyaman. ATR paling nyaman dan canggih di kelasnya yang mampu menerbangi rute jarak pendek,” papar dia.

Penerbangan Pangkalpinang-Pontianak-Pangkalpinang dilayani secara regular setiap hari. Pesawat dijadwalkan berangkat dari Bandar Udara Depati Amir Pangkalpinang (PGK) bernomor IW1230 pada pukul 11.45 WIB, tiba di Bandar Udara Internasional Supadio, Pontianak (PNK) pukul 12.40 WIB.

“Untuk rute sebaliknya, Wings Air bernomor IW1231 menggunakan jadwal lepas landas 06.05 WIB dan mendarat di Depati Amir pada 07.15 WIB,” jelasnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Revitalisasi Danau demi Pengembangan Desa Wisata Geothermal

this formate

GARUT, bisniswisata.co.id: PT Pertamina Geothermal Energy merevitalisasi Danau Pangkalan di sekitar area Kamojang, Garut Jawa Barat. Revitalisasi itu merupakan bagian dari program pengembangan desa wisata geothermal Kamojang.

“Berkat kerjasama dengan Pemda kabupaten Bandung, PGE Area Kamojang secara aktif berupaya mengembangkan Desa Wisata Geothermal Kamojang, dengan penguatan pada langkah usaha revitalisasi danau pangkalan dalam rangka mengembalikan danau pangkalan yang saat ini sudah hilang,” kata General Manager PGE Area Kamojang Garut, Wawan Darmawan dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Ahad (5/8/2018).

Sebenarnya, sambung dia, Danau Pangkalan sangat popular masyarakat di sekitar kabupaten Bandung dan Garut. Namun beberapa tahun terakhir, danau ini mulai sepi dari kunjungan masyarakat sekitar karena kondisi fisiknya sudah tidak ditemui lagi.

Padahal, menurut dokumentasi peta topografi tahun 1954 danau yang berlokasi di Dusun Kamojang, tepatnya di perbatasan Kabupaten Bandung dan kabupaten Garut ini masih terlihat.

Upaya revitalisasi danau pangkalan, ujar Wawan, telah diinisiasi pada beberapa waktu terakhir. PGE bersama Pemerintah Kabupaten Bandung menginisiasi pemetaan sumber air. Pertamina juga menjalin kerjasama dengan masyarakat sekitar untuk penggalian lahan di sekitar lokasi bekas Danau Pangkalan. Hasilnya mulai muncul danau-danau kecil yang menjadi obyek wisata bagi wisatawan lokal.

Salah satu warga yang tinggal di sekitar Danau Pangkalan, Odo Suhada, menjelaskan, sebagian Danau Pangkalan masih ada hingga awal tahun 2000-an. Namun, sekarang sudah tidak ada lagi. Sebagian besar lahan bekas Danau Pangkalan berubah fungsi menjadi lahan pertanian masyarakat. Bahkan ada yang disewakan untuk aktifitas pertanian kentang milik salah satu perusahaan swasta nasional.

“Karena banyak pembentukan kebun, jadi airnya itu dialirkan sampai kering. Tanggul-tanggulnya dibobol kemudian kering, sehingga (Danau Pangkalan) bisa dipakai untuk menanam tanaman” ujar dia.

Bagi warga setempat, keberadaan Desa Wisata Geothermal Kamojang dinilai positif para pelaku usaha, termasuk para pelaku bisnis hotel dan restoran.

Menurut Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Garut Asep Halelusna, keberadaan wisata alam yang diinisiasi Pertamina tersebut turut memperkuat predikat Garut sebagai destinasi wisata alam yang cukup andal.

Hal itu juga berdampak terhadap peningkatan tingkat hunian hotel di kawasan tersebut. “Desa Wisata Kamojang luar biasa. Dampaknya sangat positif bagi pelaku usaha hotel dan restoran,” lontarnya.

Menurut Asep Halelusna, tingkat hunian hotel di Garut memang cenderung meningkat dalam 2-3 tahun terakhir. Selain karena perekonomian yang dinilai mulai membaik, keberadaan destinasi wisata baru turut memberikan andil. “Tidak hanya hotel, restoran juga mengalami peningkatan,” kata dia.

Peningkatan keterisian kamar terjadi karena wisawatan yang berkunjung ke Desa Wisata Geothermal Kamojang memanfaatkan keberadaan hotel yang banyak terdapat di kawasan sekitar lokasi wisata. “Ada sekitar 20 hotel di dekat lokasi wisata Kamojang dari total 132 hotel di Garut. Semua tentu merasakan manfaat keberadaan wisata tersebut,” katanya.

Selain berdampak pada pelaku usaha, keberadaan Desa Wisata Geothermal Kamojang juga semakin mengukuhkan keberadaan Garut sebagai salah satu tujuan wisata nasional yang cukup andal. Apalagi, selama ini Garut memang dikenal sangat potensial dalam pengembangan wisata alam, seperti Kamojang.

“Mudah-mudahan dengan bertambahnya destinasi wisata seperti Kamojang, diikuti juga oleh tingkat kesadaran masyarakat setempat sehingga wisatawan menjadi lebih nyaman,” ujarnya.

Desa Wisata Kamojang saat ini menjadi memang salah satu tujuan wisata para digemari. Di lokasi wisata tersebut, pengelola memberikan paket wisata yang lengkap. Sebut saja Kawasan Wisata Alam Kawah Kamojang, Wisata Pendidikan Geothermal Information Center (GIC), wisata argo, wisata budaya, wisata air, dan bahkan wisata penangkaran elang.

Fasilitas yang menarik adalah Konservasi Elang Kamojang. Kawasan wisata itu berada di hutan di antara dua bukit di Kamojang. Di lokasi tersebut, wisatawan bisa melihat berbagai jenis elang seperti elang jawa dan elang brontok. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Sirkuit Motorcross Jadi Sport Tourism Sukabumi

this formate

SUKABUMI, bisniswisata.co.id: Sukabumi, Jawa Barat kini memiliki sirkuit motocross baru di Desa Kebon Manggu, Kecamatan Gunuungguruh. Keberadaan sirkuit yang diberi nama Karang Para ini, untuk mendongkrak sektor pariwisata olahraga atau sport tourism di Sukabumi.

Sirkuit Karang Para ini untuk pertama kalinya dijadikan ajang perlombaan Grasstrack Bupati Sukabumi Cup seri tiga 2018 pada 4-5 Agustus 2018. Perlombaan tersebut diiikuti oleh ratusan pembalap dari berbagai daerah di Jawa Barat dan Banten.

“Sirkuit Karang Para ini untuk mempromosikan kawasan wisata alam Karang Para di Sukabumi,” ujar Kepala Desa Kebon Manggu Rasnita Diharja yang menggagas pembangunan sirkuit seperti dilansir laman Republika, Ahad (5/8/2018).

Sebelumnya wisata alam Karang Para yang berada di perbukitan ini menyajikan pemandangan wisata alam Sukabumi dari ketinggian. Di obyek wisata ini juga terdapat bebatuan atau karang yang unik dan menarik untuk dilihat. Sehingga tempat tersebut seringkali dikunjungi wisatawan untuk berswafoto atau selfie.

Menurut Rasnita, dengan hadirnya sirkuit maka potensi wisatawan yang berkunjung akan semakin besar. Ia mencontohkan pada kegiatan Grasstrack Bupati Sukabumi Cup seri tiga 2018 ini saja dihadiri sebanyak 346 orang peserta dari berbagai daerah.

Para peserta tidak hanya dari Sukabum melainkan dari Tasikmalaya, Garut, Bandung, Bogor, Depok, dan Banten. Jumlah tersebut belum ditambah kru pembalap dari berbagai klub dan penonton dari Sukabumi dan daerah sekitarnya.

Sebenarnya ungkap Rasnita, perlombaan motocross di Karang Para sudah penah dilakukan pada 1998 lalu. Namun pada waktu itu sirkuit hanya digunakan sekali dan tidak diteruskan. Kini pemerintah akan mempatenkan sirkuit tersebut untuk dijadikan tempat perlombaan motocross secara rutin.

“Selain promosi wisata, sirkuit ini juga untuk menggali bibit muda pembalap dari Sukabumi,” imbuh Rasnita. Harapannya para generasi muda yang memiliki bakat untuk membalap bisa berlatih dan bertanding di sirkuit Karang Para. Nantinya mereka akan mewakili Sukabumi di pentas provinsi maupun nasional.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami menambahkan, saat ini di Karang Para bukan hanya terdapat wisata bebatuan dan pemandanagan alam yang indah namun juga telah dibagun sirkuit untuk para crosser. “Sarana ini sebagai salah satu cara untuk meningkatan kesejahtraan masyarakat,” cetus dia.

Marwan berharap pembangunan kawasan Karang Para kedepan bisa menumbuhkan dampak ekonomi masyarakat yang lebih baik. Kawasan tersebut juga dapat menjadi tempat edukasi dan memberikan nilai kenyamanan ketika orang berekreasi.

Selain motorcross ujar Marwan, kawasan Karang Para cocok untuk menjadi tempat wisata paralayang. Di mana tempat ini berada pada perbukitan yang ideal untuk aktivitas paralayang.

Pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Barat Engkus Kaspul Anwar mengatakan, IMI sangat mendukung terhadap hadirnya sirkuit motocross di Sukabumi. “Bakat generasi muda yang suka balapan nantinya bisa tersalurkan di sini,” ujar dia.

Sehingga kata Engkus, bagi pemuda yang balapan di jalan raya atau yang tidak ada rekemondasi diimbau untuk mengalihkannya ke sirkuit. Namun keberadaan Sirkuit Karang Para di Sukabumi harus dibenahi agar layak dalam menyelenggarakan perlombaan.

Misalnya lebar lintasan yang dinilai masih kurang sementara panjang lintasan sudah memenuhi syarat. Upaya pembenahan ini melibatkan sejumlah elemen terkait misalnya pemerintah daerah, sponsor, IMI dan penyelenggara perlombaan. (REP)