Revitalisasi Danau demi Pengembangan Desa Wisata Geothermal

0
127
Desa wisata geothermal Kamojang Garut (Foto: /eksplorasi.id)

GARUT, bisniswisata.co.id: PT Pertamina Geothermal Energy merevitalisasi Danau Pangkalan di sekitar area Kamojang, Garut Jawa Barat. Revitalisasi itu merupakan bagian dari program pengembangan desa wisata geothermal Kamojang.

“Berkat kerjasama dengan Pemda kabupaten Bandung, PGE Area Kamojang secara aktif berupaya mengembangkan Desa Wisata Geothermal Kamojang, dengan penguatan pada langkah usaha revitalisasi danau pangkalan dalam rangka mengembalikan danau pangkalan yang saat ini sudah hilang,” kata General Manager PGE Area Kamojang Garut, Wawan Darmawan dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Ahad (5/8/2018).

Sebenarnya, sambung dia, Danau Pangkalan sangat popular masyarakat di sekitar kabupaten Bandung dan Garut. Namun beberapa tahun terakhir, danau ini mulai sepi dari kunjungan masyarakat sekitar karena kondisi fisiknya sudah tidak ditemui lagi.

Padahal, menurut dokumentasi peta topografi tahun 1954 danau yang berlokasi di Dusun Kamojang, tepatnya di perbatasan Kabupaten Bandung dan kabupaten Garut ini masih terlihat.

Upaya revitalisasi danau pangkalan, ujar Wawan, telah diinisiasi pada beberapa waktu terakhir. PGE bersama Pemerintah Kabupaten Bandung menginisiasi pemetaan sumber air. Pertamina juga menjalin kerjasama dengan masyarakat sekitar untuk penggalian lahan di sekitar lokasi bekas Danau Pangkalan. Hasilnya mulai muncul danau-danau kecil yang menjadi obyek wisata bagi wisatawan lokal.

Salah satu warga yang tinggal di sekitar Danau Pangkalan, Odo Suhada, menjelaskan, sebagian Danau Pangkalan masih ada hingga awal tahun 2000-an. Namun, sekarang sudah tidak ada lagi. Sebagian besar lahan bekas Danau Pangkalan berubah fungsi menjadi lahan pertanian masyarakat. Bahkan ada yang disewakan untuk aktifitas pertanian kentang milik salah satu perusahaan swasta nasional.

“Karena banyak pembentukan kebun, jadi airnya itu dialirkan sampai kering. Tanggul-tanggulnya dibobol kemudian kering, sehingga (Danau Pangkalan) bisa dipakai untuk menanam tanaman” ujar dia.

Bagi warga setempat, keberadaan Desa Wisata Geothermal Kamojang dinilai positif para pelaku usaha, termasuk para pelaku bisnis hotel dan restoran.

Menurut Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Garut Asep Halelusna, keberadaan wisata alam yang diinisiasi Pertamina tersebut turut memperkuat predikat Garut sebagai destinasi wisata alam yang cukup andal.

Hal itu juga berdampak terhadap peningkatan tingkat hunian hotel di kawasan tersebut. “Desa Wisata Kamojang luar biasa. Dampaknya sangat positif bagi pelaku usaha hotel dan restoran,” lontarnya.

Menurut Asep Halelusna, tingkat hunian hotel di Garut memang cenderung meningkat dalam 2-3 tahun terakhir. Selain karena perekonomian yang dinilai mulai membaik, keberadaan destinasi wisata baru turut memberikan andil. “Tidak hanya hotel, restoran juga mengalami peningkatan,” kata dia.

Peningkatan keterisian kamar terjadi karena wisawatan yang berkunjung ke Desa Wisata Geothermal Kamojang memanfaatkan keberadaan hotel yang banyak terdapat di kawasan sekitar lokasi wisata. “Ada sekitar 20 hotel di dekat lokasi wisata Kamojang dari total 132 hotel di Garut. Semua tentu merasakan manfaat keberadaan wisata tersebut,” katanya.

Selain berdampak pada pelaku usaha, keberadaan Desa Wisata Geothermal Kamojang juga semakin mengukuhkan keberadaan Garut sebagai salah satu tujuan wisata nasional yang cukup andal. Apalagi, selama ini Garut memang dikenal sangat potensial dalam pengembangan wisata alam, seperti Kamojang.

“Mudah-mudahan dengan bertambahnya destinasi wisata seperti Kamojang, diikuti juga oleh tingkat kesadaran masyarakat setempat sehingga wisatawan menjadi lebih nyaman,” ujarnya.

Desa Wisata Kamojang saat ini menjadi memang salah satu tujuan wisata para digemari. Di lokasi wisata tersebut, pengelola memberikan paket wisata yang lengkap. Sebut saja Kawasan Wisata Alam Kawah Kamojang, Wisata Pendidikan Geothermal Information Center (GIC), wisata argo, wisata budaya, wisata air, dan bahkan wisata penangkaran elang.

Fasilitas yang menarik adalah Konservasi Elang Kamojang. Kawasan wisata itu berada di hutan di antara dua bukit di Kamojang. Di lokasi tersebut, wisatawan bisa melihat berbagai jenis elang seperti elang jawa dan elang brontok. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.