Turis Irlandia Mengira Gempa Lombok Dianggap Badai

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Dua wisatawan Irlandia sempat mengira gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat sebagai badai. Saat gempa berkekuatan 7 skala Richter mengguncang Lombok, mereka sedang berada di tengah laut. Patricia Mulraney (25) dan temannya Leona Reynolds, warga Irlandia yang tinggal di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, berlibur ke Indonesia sejak 29 Juli lalu.

Saat gempa mengguncang, keduanya berada di perahu speedboat di Pulau Gili Trawangan. Akibatnya gelombang besar menghantam perahu mereka. Mulraney menggambarkan situasi mengerikan karena terdampar di pulau itu bersama dengan ribuan turis lainnya serta penduduk setempat yang tidak bisa menyelamatkan diri karena jumlah kapal penyelamat yang terbatas.

“Saat kita di atas speedboat menuju pulau itu, ada gelombang besar yang menghantam kami, dan hampir mengakibatkan perahu kami terbalik. Itu sangat menakutkan. Kita tidak tahu kalau itu adalah gempa bumi, dan mengira bahwa itu hanya badai,” kata Mulraney kepada Khaleejtimes.com dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, Rabu kemarin.

“Nakhoda kapal meminta kami untuk lompat ke air, dan kita harus berenang kearah pantai. Situasinya berantakan. Penduduk lokal berlarian dan berteriak ketakutan, dan kita tidak tahu apa yang terjadi,” kata dia menambahkan.

Setelah Mulraney dan temannya diberitahu dengan orang yang mengerti bahasa inggris bahwa itu adalah gempa bumi, mereka langsung naik ke salah satu perahu kecil yang digunakan untuk mengevakuasi orang-orang. Rumornya akan ada gempa susulan pada hari itu juga.

“Lebih dari 20 penduduk lokal berdesakan di kapal penyelamat. Orang-orang mulai berkelahi dan saling tarik-menarik untuk bisa naik dan mendorong mereka ke dalam air,” kata dia sambil menambahkan beberapa penduduk lokal berusaha memeras turis untuk membawa mereka ke daratan.

Menurut Mulraney, prosedur yang diberikan saat naik ke perahu adalah orang yang terluka dipersilahkan untuk naik terlebih dahulu. “Seorang pria yang terluka didorong keluar dari perahu dan sekarang berada di kursi roda. Saya sedang menelpon mama saya dan yang dia dengar hanya suara jeritan,” ujarnya.

“Satu perahu mulai berjalan namun tenggelam seketika karena banyaknya orang-orang yang berada didalamnya, ada satu wanita yang diinjak-injak, dan mereka berusaha mengusir turis yang naik ke perahu,” kata dia menambahkan.

Setelah menunggu selama tujuh jam, Mulraney dan temannya berhasil dievakuasi dengan kapal besar dan langsung menuju ke bandara. “Kami senang bisa berada di dalam kapal. Penduduk lokal benar-benar tidak menghiraukan kami. Saya pikir mereka sedang tidak menyadari apa yang sedang terjadi. Namun, masih ada orang yang baik, orang di hotel contohnya, dia memasak makanan untuk semua orang di Pulau,” katanya.

Mulraney dan Reynolds seharusnya dijadwalkan naik pesawat ke Abu Dhabi pada 8 Agustus, namun karena adanya gempa susulan, dirinya mempercepat penerbangannya di tanggal 7 Agustus pukul 6 sore waktu setempat. “Ada pemberitahuan bahwa akan terjadi gempa susulan, jadi kita ingin pergi secepat mungkin dari sini,” katanya.

Ratusan korban tewas dan ribuan rumah rusak akibat gempa Lombok, NTB, Minggu (5/8). Setelah ratusan gempa susulan, sebuah gempa berkekuatan 6,2 skala Richter dengan kedalaman 12 kilometer kembali mengguncang NTB pada Kamis (9/8). (NDI)

Wisatawan Pendaki Everest Tinggalkan 14 Ton Sampah

this formate

WASHINGTON, bisniswisata.co.id: Setiap tahunnya sekitar 1.200 orang melakukan usaha pendakian ke gunug tertinggi di dunia, Everest. Meskipun tidak banyak yang berhasil sampai di puncak tertinggi di dunia, namun bulan Mei tetap menjadi musim pendakian teramai di tempat ini.

Suhu yang dingin (jauh dibawah nol derajat) dan beragam rintangan yang mampu menjerumuskan setiap orang kepada pengalaman menuju maut, Everest jelas menjadi lokasi uji nyali yang diabadikan. Setidaknya di tempat ini ada sekitar 200 tulang belulang manusia yang menjadi pengingat bagi siapaun untuk lebih berhati-hati dalam melngkah.

Namun bom waktu yang selalu menggelantungi Everest bukanlah perkara maut, melainkan hal yang cukup sepele yakni masalah buang air. Selain menjadi pemakaman dan tempat sampah, Everest juga dijuluki sebagai toilet tertinggi di dunia. Untuk mendaki Everest setidaknya para pendaki membutuhkan waktu nyaris dua bulan, itu berarti setiap orang memproduksi sekitar 27

Musim ini, para porter yang bekerja di Everest membawa turun sekitar 14 ton kotoran manusia dari base camp Everest ke sebuah lokasi penampungan sementara di dekat daerah bernama Gorak Shep.

Jika masalah kotoran manusia ini tidak disikapi secara serius, maka inilah bom waktu bagi salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Permasalahan inilah yang menggugah Garry Porter untuk mencari solusinya.

Garry adalah pensiunan insinyur yang gemar mendaki gunung, saat ini ia memikirkan cara untuk menyelamatkan Everest dari bom waktu yang siap meledak kapan saja.

“Everest adalah mimpi basah bagi setiap pendaki gunung di seluruh dunia. Tempat ini masih menawarkan panorama yang mengagumkan, alam yang angkuh beserta dengan segala kekacauan yang membuat kita bersyukur,” ujar Porter, seperti yang dikutip dari washington post, Kamis (9/8/2018).

“Namun sebagai timbal baliknya, kita juga harus membuat Everest tetap menawan. Sebagai pendaki, saya tidak bisa begitu saja berkemas dan meninggalkan kotoran tanpa memberikan solusi.”

Porter memberi solusi untuk menjinakkan bom waktu ini dengan biogas, yang bisa mencerna kotoran-kotoran itu kemudian mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Limbah itu bisa disulap menjadi pupuk, atau gas yang bisa digunakan untuk memasak hingga penerangan bagi warga dan pendaki.

Bagi sebagian negara, khususnya negara yang sudah maju, limbah memang telah diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat sehingga tidak memberi dampak negatif bagi lingkungan dalam jumlah besar.

Namun ada beberapa permasalahan yang akan dijumpai di Everest, seperti mahalnya ongkos kirim peralatan dan tidak optimalnya kinerja bakteri pengurai karena suhu dingin yang terlalu ekstrim.

Solusi untuk mengatasi persoalan kinerja bakteri pengurai adalah membangun pemanas berukuran besar yang dioperasikan lewat tenaga dari panel tenaga surya. Pemanas ini akan menjaga suhu agar stabil ada angka 68 derajat celsius, sebelum dipanaskan.

Sedangkan untuk membereskan masalah terkait ongkos kirim, Porter sudah melibatkan beberapa pihak dalam sebuah grup bernama Everest Biogas Project. Tim ini nantinya akan melibatkan donatur-donatur, dan juga pemerintah Nepal utuk mendukung terlaksananya proyek ini.

Menurutya proyek ini membutuhkan biaya sekitar US$500 ribu (sekitar Rp7,2 miliar) “Saya rasa, kita harus berbuat sesuatu untuk Everest. Ini (Everest) bukanlah gunung milik saya atau Anda, kita hanya pernah berada di sana. Saya merasa harus meninggalkannya dalam keadaan bersih, sebagaimana saat saya menemukannya,” katanya. (NDI)

11-17 Agustus 2018, Sandeq Race Festival

this formate

MAMUJU, bisniswisata.co.id: Sulawesi Barat (Sulbar) punya acara atraksi wisata. Sandeq Race Festival 2018, namanya. Lomba kapal khas Sulawesi Barat ini bakal berlangsung di Kabupaten Polewali Mandar, pada tanggal 11 hingga 17 Agustus 2018.

Dalam kegiatan ini, masyarakat bisa menyaksikan lomba kapal cepat tanpa mesin. Tag line yang diangkat adalah “The Hardest, The Longest and The Fastest”. Kegiatan ini sudah masuk dalam Top 100 Wonderful Indonesia Events. Dan dipastikan akan lebih meriah dan diprediksi banyak disaksikan wisatawan karena publikasi terus digencarkan.

Mamuju yang berada di antara Palu (ibukota Provinsi Sulawesi Tengah) dan Makassar (Sulawesi Selatan) mudah diakses melalui perjalanan darat. Melalui udara, aksesnya akan lebih mudah lagi dan lebih cepat tentunya. Karena Mamuju memiliki Bandara Tampa Padang. Sehingga tak perlu khawatir tentang akomodasi, bahkan tersedia puluhan hotel atau penginapan bisa dipilih sesuai selera dan kocek.

Agenda tahunan ini selalu menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara. Ratusan wisatawan asing dari lima negara seperti Rusia, India, Denmark, Malaysia dan Korea Selatan tidak pernah absen menyaksikan Festival Sandeq Race.

Sandeq adalah perahu tradisional Suku Mandar, salah satu kelompok etnis tertua di seluruh Austronesia. Sandeq adalah ikon kebanggaan Sulawesi Barat. Dan dianggap sebagai kapal tercepat di dunia tanpa mesin. Sandeq bisa berlayar selama 20 sampai 30 knot (50 km/jam).

Penyelenggaraan Sandeq Race Festival 2018 dimaksudkan untuk mengembalikan roh dari sandeq seperti masa lalu. Juga Sandeq Race Festival 2018 merayakan gagasan masa lalu. Juga sebagai wujud penghormatan kepada semangat leluhur orang Mandar yang tinggi. Perlombaan ini benar-benar unik, karena dapat menyaksikan nelayan bertelanjang kaki di kano cadik bambu, tanpa teknologi, mesin, atau navigasi, mencoba melaju lebih cepat satu sama lain.

Dulu, perahu ini digunakan sebagai transportasi untuk berdagang dan menangkap ikan di laut. Passandeq (Pelaut Mandar) melakukan inovasi dan bodi Sandeq lebih dirampingkan. Sandeq pun dilombakan untuk menguji kecepatan dan ketangkasannya membelah ombak.

Sandeq punya bentuk nan elok dengan panjang sekitar 9-16 meter dan lebar kurang lebih 0,5-1 meter, serta terpasang cadik di sisi kanan-kirinya. Layarnya yang berbentuk segitiga berfungsi sebagai penangkap angin untuk mendorong perahu melaju. Kecepatannya bisa dipacu hingga 15-20 knot atau 30-40 km per jam.

Perahu bercadik tanpa mesin ini digerakkan menggunakan layar. Kecepatan perahu layar ini sangat ditentukan oleh cuaca atau angin di laut. Seperti biasa, lomba mengambil rute dari pantai Mamuju di Sulawesi Barat menuju pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan. 20 Sandeq telah dipastikan berpartisipasi dan melibatkan 260 passandeq. Setiap tim terdiri atas 13 orang.

Akan ada beberapa etape yang dilombakan. Etape Pertama adalah lomba balap Sandeq Segitiga Polewali pada 11 Agustus dan start etape 1 Polman-Majene di keesokan harinya. Di etape pertama, akan dihelat pula beberapa sub event. Yakni karnaval budaya, lomba lepa lepa dan Sandeq keccu (Sandeq kecil), serta pameran budaya kampung Sandeq.

Di etape kedua, lomba balap perahu Sandeq Segitiga Majene digelar 13 dan 14 Agustus. Kemeriahan juga sudah disiapkan. Etape ini akan diisi pegelaran pentas seni, pesta kuliner khas Mandar dan pemutaran film dokumenter.

Keseruan akan terus berlanjut di etape ketiga yang meyajikan balap Sandeq dengan rute Sedana-Deking. Beberapa sub event juga ditampilkan, antara lain ini atraksi budaya dan pesta rakyat. Sementara etape keempat menjadi pamungkas dari seluruh perayaan empat hari itu. Rute balap pada etape terakhir ini yakni dari Deking dan finis di Mamuju.

Seperti etape sebelumnya, adu cepat perahu itu akan juga dihiasi oleh beragam sub event. Ada lomba sandeq segi tiga Mamuju pada tgl 17 Agustus. Acara ini dirangkaikan dengan perlombaan perahu katinting, lomba layang-layang hias dan penyerahan hadiah kepada masing-masing pemenang perlombaan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Halsey Batal Tampil di Bali Akibat Gempa Lombok

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Penyanyi sekaligus penulis lagu Halsey batal tampil di Bali pekan ini karena gempa 7 Skala Richter yang mengguncang Lombok, Minggu (5/8). Ia seharusnya manggung di festival musik Sunny Side Up (SSU), Minggu (12/8) mendatang.

Pembatalan penampilan Halsey itu disampaikan lewat akun Instagram festival musik Sunny Side Up (SSU). “Karena kejadian tidak terduga, Halsey tidak dapat menghadiri SSU pada hari Minggu, 12 Agustus, dan acaranya akan dijadwal ulang ke tanggal yang akan datang,” keterangan akun Instagram @sunnysideupfest.

Festival SSU sendiri dibatalkan seluruhnya dan uang tiket akan segera dikembalikan kepada pembeli. Kemungkinan baru tahun depan SSU akan kembali digelar.

“Karena peristiwa tragis di Lombok, kami memutuskan untuk membatalkan pertunjukan dan akan mengembalikan uang pembeli tiket. Kami menghargai pengertian kalian semua terkait situasi ini dan berharap dapat bertemu kalian di Sunny Side Up tahun depan,” demikian diterangkan seperti dilansir laman CNN, Kamis (09/08/2018).

Meski sudah ada konfirmasi batal tampil di Bali pekan ini, Halsey belum memberi keterangan resmi. Pada situs iamhalsey.com, masih tertulis ia akan tampil di Bali pada Minggu (12/8/2018).

Bagaimana pun, penggemar Halsey tidak perlu patah hati karena Halsey akan tetap datang ke Indonesia. Sebelum ke Bali, ia dijadwalkan tampil di ON OFF Festival di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada Sabtu (11/8/2018). Penampilan yang satu itu tidak dibatalkan.

Sejak Senin (6/8) kemarin Halsey memulai tur Asia dengan tampil di Seoul, Korea Selatan. Tur berlanjut dengan penampilan musisi asal Amerika Serikat ini di Singapura (8/8), Manila (10/8) dan Jakarta (11/8). Menariknya, selama tur Asia, penampilan Halsey dibuka oleh musisi asal Indonesia NIKI. Musisi yang memiliki nama asli Nicole Zefanya telah tampil di Seoul dan Singapura.

Diketahui, sejak 2017 lalu NIKI tergabung dalam 88 Rising, label yang menaungi rapper Rich Brian. NIKI sendiri telah berkolaborasi dengan Rich Brian pada lagu Little Prince dalam album Amen (2018).

Bukan hanya NIKI musisi Asia yang ditemuia Halsey dalam konsernya. Usai tampil di Seoul, ia juga sempat bertemu dengan boyband Bangtan Boys alias BTS yang tengah populer bahkan di kalangan musisi dunia. Ia mengunggah foto dengan mereka melalui akun Instagram @iamhalsey. (NDY)

Tips Buka Usaha Restoran Berkonsep Kuliner Tradisional

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Indonesia memiliki beragam menu kuliner tradisional yang nikmat dan punya potensi bisnis tinggi. Dari Sabang sampai Merauke, ada banyak menu masakan yang bisa dieksplorasi untuk dijadikan lahan bisnis. Anda pun bisa membuat usaha masakan tradisional ini dari daerah sendiri.

Era sekarang, masakan tradisional tak lagi dipandang sebelah mata. Kecenderungan generasi millennial yang menyukai traveling membuatnya juga penasaran dengan menu-menu dari daerah.

Membuat restoran yang berkonsep tradisional dengan menu-menu khas Indonesia memang bukan sesuatu yang baru. Tetapi, konsep ini menarik untuk dicoba karena biasanya memiliki penggemarnya sendiri. Orang-orang di kota yang kebanyakan adalah masyarakat urban, pasti rindu dengan menu masakan seperti yang ada di kampung halamannya.

Karena itulah, mereka biasanya mencari restoran-restoan yang menyajikan masakan tradisional. Jadi sebenarnya, restoran bertema tradisional sudah memiliki segmentasi pasarnya sendiri sehingga tidak perlu khawatir bersaing dengan restoran lain.

Bagaimana agar restoran yang mengusung konsep tradisional ini dapat bersaing dengan restoran-restoran lain? Simak beberapa tipsnya yang dilansir laman Elshinta, berikut ini:

#. Fokus pada menu daerah tertentu

Alangkah lebih baik bila Anda mengusung kuliner dari daerah tertentu pada restoran Anda. Misalnya, Solo. Kota ini, memiliki sejumlah makanan khas seperti nasi liwet, serabi Solo, dan gudegnya yang sedikit berbeda dengan gudeg Jogja. Dengan fokus pada daerah tertentu, akan memudahkan Anda dalam menyesuaikan desain interior dan lain-lainnya. Jangan tergoda untuk membuat aneka menu dari berbagai daerah pada saat baru memulai usaha.

#. Adakan atraksi kesenian

Selain makanannya, daya tarik lain dari restoran yang membawa konsep tradisional adalah suasananya. Usahakan agar Anda mampu membawa pengunjung seolah-olah berada di kampung halamannya sendiri dengan dekorasi atau desain interior yang khas daerah tersebut. Lebih menarik lagi bila Anda juga menampilkan atraksi kesenian yang mencerminkan budaya daerah yang Anda usung. Untuk yang mengusung restoran Solo misalnya, bisa menampilkan gamelan, keroncong dan sebagainya.

#. Sesekali ikuti tren menu baru

Meskipun membawa konsep masakan tradisional, Anda juga harus bisa menyesuaikan dengan tren yang sedang berkembang saat ini. Sesekali mengikuti tren makanan baru tidak menjadi masalah, asalkan tidak menghilangkan ciri utama dari restoran Anda sendiri. Bila ayam geprek saat ini menjadi favorit pengunjung, Anda pun bisa menyajikannya dengan sedikit variasi.

#. Konsep tradisional tetapi pelayanannya modern

Jangan lupakan pelayanan. Konsep boleh tradisional tetapi pelayanannya haruslah sama baiknya dengan restoran-restoran modern. Anda harus memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dan tegas mengenai hal ini. Dengan memaksimalkan pelayanan, secara tidak langsung Anda sudah berupaya untuk bersaing dengan restoran-restoran modern yang telah ada.

#. Tambahkan fasilitas tambahan

Fasilitas tambahan seperti wifi perlu Anda pertimbangkan untuk disediakan. Orang datang ke kafe atau restoran tak sekadar untuk menyantap hidangan. Seringkali mereka datang untuk urusan bisnis, mengerjakan tugas dan sebagainya. Fasilitas tambahan ini akan membuat mereka nyaman dan datang kembali ke restoran Anda. (NDI)

Komunitas Wanita Selam Indonesia Gelar Diving Massal

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menyemarakkan HUT Republik Indonesia ke-73 sekaligus Asean Games 2018. Sedikitnya 908 penyelam wanita yang tergabung dalam Komunitas wanita Selam Indonesia ingin memecahkan rekor MURI. Rekor itu ditempuh dengan melakukan diving massal, juga pembentangan bendera Merah Putih terpanjang yakni 300 meter di bawah laut Indonesia. Diving Massal digelar di kawasan Mega Mas Pantai Manado pada 10-11 Agustus 2018.

“Animo penyelam wanita mengikuti kegiatan ini sangat tinggi, dengan banyaknya peserta yang mendaftar. Sampai saat ini sudah terdafta sekitar 908 orang yang akan ikuti kegiatan tersebut,” ungkap Ketua Umum Wanita Selam Indonesia (WASI) Tri Tito Karnavian juga merupakan Ketua Panitia Pelaksana dalam keterangan tertulis, Kamis (09/08/2018).

Istri Kapolri melanjutkan, peserta Diving ini, dari Aceh sampai Papua juga ada peserta dari Singapura. “Sebetulnya dalam kegiatan ini menargetkan 500 orang, ternyata animo ingin mengikuti kegiatan tersebut cukup banyak. Kami tak bisa menolak,” lontarnya.

Kendati demikian, lanjut dia, tetap melakukan seleksi yang ketat, peserta harus memiliki sertifikat menyelam yang diakui. Karena dengan sertifikat itu, peserta sudah dianggap menguasai dasar-dasar menyelam.

Bahkan, dengan banyaknya peserta yang akan mengikuti, telah diatur dengan baik supaya pelaksanaan kegiatan tersebut berjalan lancar.
Peserta akan dibagi secara kelompok terdiri dari 20-50 orang, dan setiap kelompok ada komandan regu.

Pada kegiatan tersebut akan juga dilakukan pembentangan bendera Merah Putih terpanjang di bawah laut, sepanjang 500 meter. Kegiatan ini dalam memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan RI, akan membangkitkan semangat para wanita untuk belajar selam. “Dengan bisa menyelam otomatis akan mengagumi keindahan di bawah laut dan otomatis tentunya akan menjaga laut,” katanya.

Ketua Umum Bhayangkari ini menjelaskan dipilihnya Pantai Manado karena dianggap paling tepat dan strtegis, Menado memeiliki pantai yang indah yang sudah terkenal di penjuru dunia. “Kita melakukan survei di beberapa tempat, Manado paling layak di rekor MURI ini, (layaknya) seperti adanya drive center, transportasi, sarana dan prasarana dan juga yang safety dan segala macem,” ucapnya.

Para wanita penyelam itu akan menyelam dengan kedalaman mencapai lebih dari 6 hingga 12 meter. Diakui kendala utama dalam persiapan kegiatan ini adalah cuaca dan mengorganisir banyaknya penyelam. Namun, pemilihan tanggal itu menurutnya juga sudah diprediksi baik. “Persiapan kita sekitar 4 bulan dari perencanaan, sosialisasi dan lain lain. Kendalanya mungkin cuaca tapi kita udah mengorganisir banyaknya penyelam harus dilakukan komunikasi terus-menerus 24 jam,” jelasnya.

Kegiatan ini tidak akan menjadi agenda tahunan. Harapannya kegiatan yang dilakukan sekaligus untuk memperkenalkan organisasinya ini dapat meningkatkan kerjasama dengan pihak terkait. “Harapan kita WASI bisa dikenal, bisa kerjasama dengan pihak lain untuk melakukan sesuatu yang baik bagi lingkungan laut, juga wisata bahari dan sumber daya perempuannya,” tutupnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Koki Inggris: Masakan Minang Memang Lezat

this formate

PADANG, bisniswisata.co.id: Koki asal London, Inggris, Lara Lee mengaku beruntung bisa mempelajari cara membuat masakan Minang di Padang, Sumatera Barat. Pembelajaran itu juga dalam rangka penulisan buku resep masakan Indonesia yang akan diterbitkan oleh Bloomsbury Publishing salah satu penerbit di Inggris.

“Masakan Minang rasanya lezat, saya beruntung bisa belajar membuatnya bersama Uda Dian yang merupakan salah seorang murid Wiliam Wongso,” kata Lara di Padang, seperti dilansir laman Antara, Rabu (08/08/2018).

Ia mengaku takjub setiap kali selesai mencicipi masakan yang dibuat karena rasanya enak dan belum pernah ditemui sebelumnya. Lara belajar langsung dengan Dian Anugrah yang merupakan salah seorang pegiat kuliner Minang yang juga pernah belajar dengan Wiliam Wongso.

Masakan yang dibuat terdiri atas beberapa menu mulai dari ayam goreng Padang, gulai ayam, ayam bakar, ayam balado, rendang, telur dadar, gulai telur, pangek ikan, itik lado hijau, gulai ikan karang, hingga sambal lado hijau dan sambal lado tanak.

Ia mengatakan kesulitan yang dihadapi dalam membuat masakan Minang adalah karena perbedaan tempat sehingga bumbu yang dibutuhkan sulit dicari di luar Indonesia. “Masakan Minang kaya akan beragam bumbu dan rasanya enak, bahkan untuk ayam goreng Padang rasanya lebih enak ketimbang yang ada,” katanya.

Ia menyampaikan saat ini tengah menulis buku tentang masakan Indonesia mulai dari Jawa, Bali, Sumatera, dan Sulawesi. Oleh sebab itu saya sengaja berkunjung ke nusantara untuk belajar dan melihat langsung masakan setempat, kata dia.

Sementara itu, pegiat kuliner Minang Dian Anugrah mengatakan awalnya ia mendapat informasi dari Wiliam Wongso ada chef Lara dari London ingin belajar masakan Minang. Ini kehormatan bagi saya dan akhirnya kami berjumpa dan membuat 10 sampai 12 menu hari ini, kata dia.

Ia mengatakan sebenarnya masakan Minang membuatnya mudah dan didukung oleh bumbu terbaik yang tumbuh di Sumatera Barat. “Cabai merah Sumbar dari darek kualitasnya bagus, kelapa juga menghasilkan santan yang baik,” katanya. (NDY)

Wings Air Perkuat Konektivitas Rute Sumatera

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Dalam hitungan hari, ajang Asian Games yang berlangsung di Jakarta dan Palembang akan dimulai. Palembang sebagai salah satu tuan rumah sudah melakukan beragam pembenahan dan segala infrastruktur di sana siap digunakan.

Momentum Asian Games ini dimanfaatkan oleh maskapai Wings Air. Maskapai ini membuka rute Pangkalpinang ke Palembang. Durasi perjalanan hanya berkisar 50 menit memberikan alternatif terbaru dalam melakukan perjalanan yang lebih cepat bagi wisatawan dan pebisnis dibandingkan melalui jalur lain dengan waktu tempuh sekitar 5 – 6 jam. Rute Pangkalpinang ke Palembang diterbangi secara berjadwal pergi pulang (PP) setiap hari.

“Wings Air mempunyai kesungguhan dalam menghubungkan antarwilayah di Indonesia dengan tujuan menawarkan waktu tempuh pendek, jarak yang mudah serta efektif,” ujar Operations Director of Wings Air, Capt. Redi Irawan dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Rabu (08/08/2018).

Menurutnya, dibukanya rute terbaru ini berdasarkan tingginya permintaan traveler yang mengharapkan tersedianya penerbangan langsung khusus akses sektor pariwisata. Dalam kaitannya jaringan di kedua kota, Wings Air menjadi pelengkap layanan Lion Air yang sudah berjalan.

“Jalur udara Palembang dan Pangkalpinang merupakan bagian dari strategi pengembangan bisnis ke wilayah Sumatera sekaligus mendukung program pemerintah mendatangkan wisatawan. Di sisi lain, perekonomian di kedua daerah juga menunjukkan tren pengembangan positif, semoga dengan layanan baru oleh Wings Air bisa membantu peningkatan investasi, bisnis dan perdagangan,” tambah Redi.

Pasar Palembang dan Pangkalpinang diproyeksikan akan terus berkembang sejalan berbagai program inisiasi dari berbagai pihak dalam menggeliatkan potensi yang dimiliki masing-masing destinasi.

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung di Sumsel melalui pintu masuk Sultan Mahmud Badaruddin II Airport pada Juni 2018 menurut Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan tercatat 1.311 orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Mei 2018 mencapai rata-rata 55,65%.

Sementara data wisatawan menurut BPS Kota Pangkalpinang, berdasarkan TPK hotel klasifikasi bintang di Babel pada Juni 2018 rata-rata 36,96%, naik 1,46 poin dibandingkan Mei 2018 yaitu 35,50%. Komposisi antara lain Kabupaten Bangka Tengah 46,81%, Belitung (41,21%), Kota Pangkalpinang (33,40%), serta Kabupaten Bangka (17,35%). (redaksibisniswisata@gmail.com)

HUT RI, Holiday Inn Express Beri Diskon 17 Persen

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Merayakan Hari Kemerdekaan RI, Holiday Inn Express Jakarta International Expo memberikan diskon 17% untuk reservasi kamar. Potongan harga itu diberikan dari Best Flexible Rate (BFR). Selain itu, ada tambahan diskon 17% untuk produk makanan dan minuman non alkohol di Great Room tanpa minimum harga.

“Promosi ini berlaku selama 17-19 Agustus 2018 dan hanya berlaku bagi para pemegang KTP Indonesia,” papar Marketing Communication and Distribution Manager Holiday Inn Express Jakarta International Expo Priskilla Wanda dalam keterangan tertulis diterima Bisniswisata.co.id, Rabu (08/08/2018).

Promosi ini, sambung dia, juga bertepatan dengan penyelenggaraan Asian Games 2018. Para tamu yang sudah membuat reservasi di Holiday Inn Express Jakarta International Expo dapat menikmati lokasi terdekat dari berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan di kompleks Jakarta International Expo (JIExpo).

“Kami selalu bersemangat menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Karena itu kami memberikan penawaran menarik selama periode kemerdekaan dengan memberikan tambahan diskon sebesar 17% untuk produk makanan dan minuman serta tambahan diskon 17% reservasi kamar untuk walk-in guest dan direct booking,” lontarnya.

Juga berharap masyarakat Indonesia dapat terus mengingat dan mengapresiasi apa yang sudah dicapai oleh para pahlawan nasional untuk merebut kemerdekaan, tambahnya.

Holiday Inn Express Jakarta International Expo menjadi satu-satunya hotel yang menawarkan akses termudah dan tercepat dengan Asian Games 2018, sehingga para partisipan ajang olahraga terbesar Asia itu tidak perlu khawatir tertinggal pertandingan maupun khawatir terjebak kemacetan Jakarta.

Fasilitas pendukung yang disediakan pihak hotel mencakup WiFi gratis, Express Start Breakfast atau Grab & Go gratis, perlengkapan tidur yang nyaman dan berkualitas, power showers dengan tiga fungsi pijatan di kepala, gym center, serta pusat bisnis dan binatu self-service.

Holiday Inn Express Jakarta International Expo merupakan Hotel Holiday Inn Express ketiga yang ada di ibu kota Indonesia. Secara keseluruhan, ada sembilan Holiday Inn Express yang tersebar di seluruh Indonesia seperti Bali, Semarang, dan Surabaya. Jumlah ini bakal bertambah lima dalam lima tahun ke depan.

Secara global, terdapat 2.400 hotel Holiday Inn Express. Ada 22 hotel milik InterContinental Hotels Group (IHG) di seluruh Indonesia yang sudah beroperasi dengan berbagai merek lain, termasukInterContinental, Crowne Plaza, dan Holiday Inn. Yang teranyar adalah Hotel Indigo, hotel butik dari IHG pertama di Indonesia yang berlokasi di Bali. (redaksibisniswisata@gmail.com)

2018, Kapal Pesiar Masuk Indonesia Diprediksi Naik 100%

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pelabuhan di Indonesia kini mengantisipasi lonjakan jumlah kunjungan kapal pesiar sebanyak dua kali lipat tahun ini. Tahun 2017 tercatat ada 187 kapal pesiar dari semua jalur pelayaran akan mengunjungi pelabuhan di lndonesia. Sementara tahun ini diperkirakan kunjungan meningkat 100% yaitu sekitar dari 372 kapal pesiar.

Pertumbuhan wisata pesiar yang pesat, terjadi setelah upaya berkelanjutan oleh Kementerian Pariwisata dalam meningkatkan kedatangan turis ke seluruh tujuan negara kepulauan nusantara dengan lebih dari 15.000 pulau. Walaupun Bali masih menjadi destinasi wisata terpopuler, destinasi lain pun mulai mengekor.

lndonesia kini menempati peringkat ketujuh (7) di Asia sebagai negara yang paling banyak dikunjungi kapal pesiar. Dalam hal popularitas, Bali adalah destinasi dengan angka kunjungan pesiar tertinggi. Yaitu sebanyak 82 kunjungan di tahun 2018, kemudian Kepulauan Gili 43 kunjungan, Pulau Komodo 40 kunjungan, Semarang 23 kunjungan, dan Surabaya 20 kunjungan.

Asia memang menjadi rumah bagi pertumbuhan pasar wisata pesiar terpesat di dunia dengan lebih dari 4 juta penumpang pada tahun 2017. Sementara tahun 2018, lebih dari 4,26 juta penumpang Asia akan menikmati wisata pesiar, dan Indonesia akan menjadi kunci pasar penting dalam mencapai angka tersebut.

“Jumlah orang Indonesia yang berlayar pada tahun 2017 adalah 46.700 wisatawan, meningkat 40,2% dari 33.200 di tahun 2016. Wisatawan dari indonesia hanya 1,2% dibandingkan 4 juta wisatawan Asia yang berlayar di tahun 2017, oleh karena itu potensi pasar lndonesia masih sangatlah besar,” ungkap Farriek Tawfik, Direktur Asia Tenggara, Princess Cruises, dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Rabu (8/8/2018).

Berdasarkan data dari Euromonitor lnternasional, Indonesia memiliki masyarakat kelas menengah terbesar keempat di dunia dengan 19,6 juta rumah tangga tahun 2016 silam. Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 23,9 juta tahun 2030 mendatang. Kelas menengah yang tumbuh pesat dan meningkatnya kekayaan konsumen di indonesia ini menciptakan peningkatan permintaan untuk liburan mewah di luar negeri.

“Princess Cruises berada dalam posisi untuk menjawab dan memenuhi peningkatan permintaan Iiburan wisata pesiar, dengan menawarkan pengalaman menyeluruh ke 360 destinasi di seluruh dunia,“ sambungnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)