Tips Buka Usaha Restoran Berkonsep Kuliner Tradisional

0
110
Kuliner nusantara

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Indonesia memiliki beragam menu kuliner tradisional yang nikmat dan punya potensi bisnis tinggi. Dari Sabang sampai Merauke, ada banyak menu masakan yang bisa dieksplorasi untuk dijadikan lahan bisnis. Anda pun bisa membuat usaha masakan tradisional ini dari daerah sendiri.

Era sekarang, masakan tradisional tak lagi dipandang sebelah mata. Kecenderungan generasi millennial yang menyukai traveling membuatnya juga penasaran dengan menu-menu dari daerah.

Membuat restoran yang berkonsep tradisional dengan menu-menu khas Indonesia memang bukan sesuatu yang baru. Tetapi, konsep ini menarik untuk dicoba karena biasanya memiliki penggemarnya sendiri. Orang-orang di kota yang kebanyakan adalah masyarakat urban, pasti rindu dengan menu masakan seperti yang ada di kampung halamannya.

Karena itulah, mereka biasanya mencari restoran-restoan yang menyajikan masakan tradisional. Jadi sebenarnya, restoran bertema tradisional sudah memiliki segmentasi pasarnya sendiri sehingga tidak perlu khawatir bersaing dengan restoran lain.

Bagaimana agar restoran yang mengusung konsep tradisional ini dapat bersaing dengan restoran-restoran lain? Simak beberapa tipsnya yang dilansir laman Elshinta, berikut ini:

#. Fokus pada menu daerah tertentu

Alangkah lebih baik bila Anda mengusung kuliner dari daerah tertentu pada restoran Anda. Misalnya, Solo. Kota ini, memiliki sejumlah makanan khas seperti nasi liwet, serabi Solo, dan gudegnya yang sedikit berbeda dengan gudeg Jogja. Dengan fokus pada daerah tertentu, akan memudahkan Anda dalam menyesuaikan desain interior dan lain-lainnya. Jangan tergoda untuk membuat aneka menu dari berbagai daerah pada saat baru memulai usaha.

#. Adakan atraksi kesenian

Selain makanannya, daya tarik lain dari restoran yang membawa konsep tradisional adalah suasananya. Usahakan agar Anda mampu membawa pengunjung seolah-olah berada di kampung halamannya sendiri dengan dekorasi atau desain interior yang khas daerah tersebut. Lebih menarik lagi bila Anda juga menampilkan atraksi kesenian yang mencerminkan budaya daerah yang Anda usung. Untuk yang mengusung restoran Solo misalnya, bisa menampilkan gamelan, keroncong dan sebagainya.

#. Sesekali ikuti tren menu baru

Meskipun membawa konsep masakan tradisional, Anda juga harus bisa menyesuaikan dengan tren yang sedang berkembang saat ini. Sesekali mengikuti tren makanan baru tidak menjadi masalah, asalkan tidak menghilangkan ciri utama dari restoran Anda sendiri. Bila ayam geprek saat ini menjadi favorit pengunjung, Anda pun bisa menyajikannya dengan sedikit variasi.

#. Konsep tradisional tetapi pelayanannya modern

Jangan lupakan pelayanan. Konsep boleh tradisional tetapi pelayanannya haruslah sama baiknya dengan restoran-restoran modern. Anda harus memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dan tegas mengenai hal ini. Dengan memaksimalkan pelayanan, secara tidak langsung Anda sudah berupaya untuk bersaing dengan restoran-restoran modern yang telah ada.

#. Tambahkan fasilitas tambahan

Fasilitas tambahan seperti wifi perlu Anda pertimbangkan untuk disediakan. Orang datang ke kafe atau restoran tak sekadar untuk menyantap hidangan. Seringkali mereka datang untuk urusan bisnis, mengerjakan tugas dan sebagainya. Fasilitas tambahan ini akan membuat mereka nyaman dan datang kembali ke restoran Anda. (NDI)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.