FORTAIS Bantul Selenggarakan Nikah Pertama di Dunia di Atas Crane PJU

this formate

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id: Forum Ta’aruf Indonesia (FORTAIS) Sewon Bantul, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY, Paguyuban Rias Kinasih Jogja menyelenggarakan acara nikah atau ijab qabul di atas crane, kata Ryan Budi Nuryanto, Ketua penyelenggara, hari ini.

“ Ini menjadi acara pertama yang ada di Indonesia bahkan di dunia karena berlangsung pernikahan (ijab qobul) yang dilakukan diatas crane penerangan jalan umum (PJU) dan 3 pasang pengantin diangkat setinggi kurang lebih 20 meter “ ujar Ryan sebagai Ketua Golek Garwo dan Nikah Bareng Nasional ini.

Sebanyak 26 pasangan mengikuti acara Pre-Post Wedding dan Nikah Bareng Jogja Istimewa bertema Mahadaya Cinta Untuk Indonesia. Acara ini digelar dalam rangka menyambut HUT ke-262 Kota Yogyakarta dan Pesta Demokrasi Pemilu 2019.

    Sedikitnya 23 pasangan pengantin lainnya mengikuti sesi foto pre-wedding dan post-wedding di Taman Pintar, Jogja. ( foto : Anton Bayu Samudra)

“Ada tiga acara yaitu pre- wedding, post- wedding, dan utamanya nikah atau ijab qabul di atas crane”, jelasnya.

Tiga pasangan bergantian menaiki crane dan mengikat janji setia mereka diatas kerumunan warga yang hadir menyaksikan setinggi kurang lebih 20 meter. Penggunaan crane ini menyimbolkan bahwa pengantin-pengantin ini dikirim ke marwah paling tinggi agar mendapatkan keluarga yang sakinah mawadah warahmah.

Mereka bergantian mengucapkan janji suci setia mereka di depan penghulu yang  dipimpin oleh kepala KUA Gondomanan, Setyo Purwadi, dengan saksi nikah adalah orang-orang yang menghadiri acara tersebut.

Sigit Raharjo dan pasangan yang mendapatkan giliran pertama melaksanakan ijab qabul diatas crane mengatakan bahwa dia tidak takut dan tenang. Tapi saat diatas Sigit meneteskan air mata dan sedikit gerogi saat mengucapkan ijab, “iya tadi nangis terharu, agak grogi dikit tapi alhamdulillah lancar” jelasnya.

Sedangkan Chairul Sukito yang mendapatkan giliran kedua sebelum menaiki crane sempat mengatakan saat awal ijab mulai berdebar kencang jantungnya dan gemetar ketika diatas.

“Deg-degkan saya, takut, bukan karena tingginya, tapi grogi deg-degkan kalau salah ngucap atau gagal ijabnya,” kata  Chairul.

Terakhir adalah giliran pasangan Sugito dengan Feri Sulasmiyati. Meskipun mengulang kata-kata ijabnya hingga 2 kali, namun akhirnya Sugito berhasil dan turun dari crane dengan wajah yang sumringah dan bahagia.

Kemudian selain tiga peserta nikah bareng dan ijab qabul diatas crane, 23 peserta lainnya mengikuti acara Pre-Post Wedding. 19 Peserta melakukan Pre Wedding dengan berfoto-foto di halaman taman pintar hingga titik nol KM, sama juga halnya dengan 4 peserta yang melakukan Post Wedding, mereka juga berfoto disana.

Acara yang berlangsung di area Taman Pintar Yogyakarta ini didukung pula oleh Taman Pintar Yogyakarta dan didukung oleh beberapa mahasiswa Program Studi S1 FSMR ISI Yogyakarta, kata Ryan Budi Nuryanto.


Parade Jelajah Budaya Nusantara Digelar Berdasarkan Pesanan

this formate

GIANYAR, bisniswisata.co.id: Jika Jakarta ada Taman Mini Indonesia Indah. Bali juga ada Taman Nusa. Sebuah Miniatur Indonesia di Jalan Taman Bali, Banjar Blahpane Kelod Gianyar ini memiliki salah satu unggulan dengan mengenalkan segala macam kebudayaan di Indonesia hanya dalam waktu singkat.

Buktinya, saat ratusan wisatawan asal Tiongkok yang mengunjungi Taman Nusa, Ahad (16/09/2018), parade budaya nusantara langsung digelar di Taman Nusa untuk memperkenalkan ragam dan kekayaan kebudayaan Tanah Air kepada turis asing.

General Manager Taman Nusa, I Nyoman Murjana menjelaskan, melalui parade budaya, Taman Nusa ingin mengenalkan budaya Nusantara kepada para pengunjungnya. “Parade budaya yang kami sajikan ini untuk mengenalkan ragam budaya Nusantara. Di Taman Nusa kita akan diajak menjelajah budaya,” kata Murjana di sela acara, Jumat 14 September 2018.

Parade budaya Nusantara disajikan sejak dua tahun lalu. Event ini belum digelar secara regular. Parade budaya Nusantara bisa disajikan berdasarkan pemesanan terlebih dahulu. “Parade budaya Nusantara ini sudah kita lakukan sejak dua tahun lalu. Kami memang mengutamakan untuk menyajikan parade budaya Nusantara ini kepada tamu dalam bentuk grup, sekurang-kurangnya 200 orang,” ujarnya.

Saban tahun, turis mancanegara bisa menyaksikan parade budaya Nusantara di Bali melalui event Pesta Kesenian Bali (PKB). Dengan catatan, tamu yang tengah berlibur ke Bali harus menyesuaikan jadwal terlebih dahulu, karena event ini hanya diselenggarakan selama sebulan dalam setahun.

Di Taman Nusa, kapan saja event parade budaya Nusantara bisa disaksikan asal melakukan pemesanan terlebih dahulu. Oleh sebab menampilkan destinasi yang cukup unik, spesifik dan mendidik, Taman Nusa kebanjiran pesanan parade budaya Nusantara untuk event pertemuan IMF-World Bank yang akan diselenggarakan di Bali pada Oktober mendatang.

“Delegasi IMF-World Bank telah menjadwalkan untuk berkunjung ke Taman Nusa. Kami telah dihubungi oleh EO (Event Organizer) untuk menyiapkan paket parade budaya Nusantara. Ada 350 orang delegasi IMF-World Bank yang sudah confirm akan berkunjung ke Taman Nusa,” ujarnya seperti dilansir laman Liputan6.com

Parade budaya yang digelar Taman Nusa menyajikan kesenian dan kebudayaan tradisional dari seluruh provinsi di Indonesia. Ratusan peserta dari sanggar terdekat maupun pelajar SMA dilibatkan dalam event itu.

Pada parade budaya Nusantara, wisatawan akan disajikan aneka ragam kesenian khas tradisional masing-masing provinsi di Indonesia. Satu per satu kesenian akan ditampilkan lengkap dengan atribut dan berbagai macam perlengkapan.

Sejumlah wisatawan yang mengunjungi Taman Nusa tak henti menyatakan kekagumannya atas keragaman dan kekayaan kebudayaan yang dimiliki Indonesia. Mereka tak berhenti mengabadikan moment yang bisa jadi hanya dilihatnya satu kali seumur hidupnya.

Usai menyaksikan parade budaya Nusantara, turis asing itu dipersilakan mengunjungi kampung budaya. Tunggu Apalagi, segera kunjungi Taman Nusa dan nikmati sajian parade budaya Nusantara. (EP)

Istana Kepresidenan Yogyakarta Dibuka bagi Wisatawan

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Ada pemandangan berbeda dari Istana Kepresidenan Yogyakarta pada Ahad (16/9/2018). Pasalnya, sudut-sudut yang biasa eksklusif untuk acara-acara kepresidenan dapat dikunjungi sebagai tujuan wisata.

Kunjungan sendiri dilakukan tidak kurang 500 anak-anak yatim Kota Yogyakarta. Sebanyak 400 anak yatim berasal dari panti-panti asuhan dan 100 anak yatim berasal dari sekitaran Kota Yogyakarta. Anak-anak berkesempatan mengelilingi Istana Kepresidenan dalam rangka Wisata Religi dan Edukasi. Kegiatan itu digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta.

Kegiatan itu terbilang istimewa, lantaran mengunjungi tempat memang tak setiap hari dibuka untuk umum. Mulai Kraton Yogyakarta, Masjid Gedhe Kauman sampai Istana Kepresidenan Yogyakarta. Untuk Istana Kepresidenan Yogyakarta, anak-anak tak cuma diizinkan berkeliling halaman seluas 43.585 meter persegi. Mereka boleh menelusuri gedung-gedung dari komplek di ujung Jalan Malioboro.

Bahkan, anak-anak boleh mengunjungi Museum Istana Yogyakarta sampai kantor-kantor resmi yang ditempati Presiden RI. Ternyata, itu semua memang telah menjadi rencana ke depan untuk bangunan yang diarsitekti A Payen tersebut.

“Wisata memang jadi pemikiran kami selama ini, dan kami akan membuka Istana Kepresidenan Yogyakarta ini selebar-lebarnya kepada masyarakat, khususnya Kota Yogyakarta Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta, Syaifullah, seperti dilansir laman Republika, Ahad (16/9/2018).

Berada tepat di seberang dengan Museum Benteng Vredeburg, Istana Yogyakarta lebih sering disebut Gedung Agung. Hal itu dilakukan untuk membedakan dengan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Dibangun sekitar 1823, gedung itu semula merupakan kediaman resmi residen Belanda ke-18 bernama Anthonie Hendriks Smissaert. Tapi, beberapa bangunan bahkan telah dibangun sejak 1815an. Di pintu gerbang, masyarakat disambut dua patung Dwarapala setinggi dua meter dengan ular yang melingkari badannya. Ada pula gada dan pisau yang keduanya berasal dari biara sebelah selatan Candi Kalasan.

Dua monumen itu memiliki kembaran yang ada di Istana Merdeka dan Museum Sonobudoyo yang ada di Alun-Alun Utara. Namun, untuk kunjungan, memang tidak semua tempat boleh diabadikan dengan jepretan kamera.

Syaifullah memastikan Istana Kepresidenan Yogyakarta memang dibuka untuk wisata. Bahkan, Istana Kepresidenan Yogyakarta berencana menyediakan fasilitas jemputan bagi yang mau lakukan kunjungan wisata. “Khusus masyarakat Kota Yogyakarta yang berwisata pada Ahad kami siapkan jemputan, tidak dipungut biaya apapun, kami minta disiapkan khusus bus dari Jakarta dua,” ujar Syaifullah.

Ia mengungkapkan, selama ini orang-orang yang datang melakukan kunjungan justru banyak berasal dari luar Kota Yogyakarta, atau luar DIY. Mulai dari Sumatra, Kalimantan, bahkan Sulawesi.

Untuk itu, ia merasa masih banyak masyarakat Kota Yogyakarta yang belum mengetahui isi Istana Kepresidenan Yogyakarta. Karenanya, Istana Kepresidenan Yogyakarta akan dibuka untuk wisata.

Diceritakan, sudah dua tahun terakhir ini Istana Kepresidenan Yogyakarta meminta Kepatihan untuk mengundang tokoh-tokoh Kota Yogyakarta. Terutama, untuk datang setiap peringatan 17 Agustus. Mulai lurah-lurah, 17 Agustus malah telah mengundang RW-RW untuk datang. Dari sana, Istana Kepresidenan Yogyakarta mencoba memberikan sosialisasi tentang dibukanya tempat tersebut untuk wisata.

Selain itu, Syaifullah menambahkan, Istana Kepresidenan Yogyakarta akan dibuka untuk kunjungan wisatawan-wisatawan mancanegara. Bahkan, sudah disediakan sarung untuk mereka yang datang bercelana pendek. “Semua itu kita lakukan karena kita ingin membumikan Istana Kepresidenan Yogyakarta kepada masyarakat,” kata Syaifullah.

Istana Yogyakarta atau istana kepresidenan Yogyakarta atau disebut Gedung Agung beralamat di jalan Jendral Ahmad Yani (Margo Mulyo) nomor 3, persis depan musium Vredenburg dekat dengan Nol KM Yogyakarta.

#. Sejarah
Sejak jaman Belanda semasa pemerintahan Residen Anthonie Hendriks Smissaert tahun 1823-1825, mengajukan gagasan perlu adanya sebuah gedung untuk tempat tinggal resmi Residen. Mei 1824 pembangunan dimulai dan dikerjakan arsitek A. Payen, tetapi tertunda karena adanya perang Diponegoro tahun 1825-1830 sehingga pembangunannya baru selesai Desember 1832.

Gedung Residen ini jadi Gedung Gubernur sesaui Staatsblad no 561 tertanggal 19 Desember 1927. Tahun 1867 gedung ini mengalami kerusakan berat akibat gempa bumi, lantas dipugar dan selesai tahun 1869 sehingga menjadi sebuah gedung sangat kolosal. Kependudukan Jepang Maret 1942, gedung ini digunakan untuk Tyookan Kantai

Saat jaman pemerintahan Republik Indonesia, gedung ini direbut kembali dan dipakai untuk Kantor Komite Nasional Indonesia (KNI) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Pada 6 Januari 1946, ibu kota Republik Indfonesia pindah ke Yogyakarta dan Gedung Agung ini dipakai sebagai Istana Kepresidenan.

Istana Kepresidenan Yogyakarta berada diatas tanah seluas 4,2 hektar, memasuki pintu gerbang utama disambut patung raksasa penjaga pintu “Dwarapala” setinggi 2 meter dari biara Candi Kalasan. Juga Ada beberapa ruang, wisma, museum , taman anggrek, dan tempat menyimpan patung dari candi di sekitar Yogyakarta.

#. Ruang Garuda

Ruangan besar sebagai ruangan resmi berfungsi menerima tamu-tamu kenegaraan. Terletak tepat di tengah-tengah gedung utama, ruangan setinggi 7 meter dengan 3 rangkaian lampu kandelier bertingkat, 4 cermin tua tergantung dan permadani yang terhampar dibagian tengah ruangan mempertegas kesan resmi dari ruangan ini. Ruang ini digunakan acara resmi seperti ruang pelantikan gubernur DIY. Di ruang ini pengunjung tidak boleh masuk.

#. Ruang Diponegoro

Ruang Diponegoro dipergunakan untuk duduk para tamu pada acara-acara tertentu sifatnya umum. Terletak di sebelah kiri ruang Garuda, di ruangan ini dipasang lukisan pangeran Diponegoro untuk mengenang sejarah kepahlawanannya. Kalau diruang ini pengunjung boleh masuk, tapi tidak boleh mengambil gambar.

#. Ruang Soerdiman

Ruang soedirman untuk mengenang perjuangan Panglima Besar Soedirman dalam memimpin gerilya melawan Belanda. Dulu Panglima Besar Soedirman meminta izin kepada Presiden Soekarno, untuk meninggalkan kota dalam rangka memimpin perang gerilya melawan Belanda di ruang ini. Ruang ini digunakan juga oleh presiden untuk berdiskusi jika presiden berkunjung ke Istana Kepresidenan ini. Pengunjung tidak diperkenankan masuk ruangan ini.

#. Ruang Makan

Ruang makan terletak diantara Ruang garuda dengan ruang Kesenian. Suasana ruangan ini hangat dengan permadani warna merah dari Esfahan, disekelilingnya dipasang lukisan-lukisan lama koleksi istana, serta tirai pintu yang menjuntai senada dengan warna permadani dihiasi bingkai kayu jati ukiran Jepara menambah suasana akrab dalam ruangan ini.

#. Ruang Kesenian

Ruang ini digunakan untuk pergelaran kesenian bila ada Tamu Negara berkunjung ke Yogyakarta. Selain itu juga digunakan untuk memamerkan barang-barang kerajinan tradisional misalnya batik, kulit, keramik, perak dan hasil industri kerajinan lain.

#. Gedung Seni Sono

Lokasinya sebelah selatan Gedung Agung. Dulu milik departemen Penerangan kini diserahkan pengelolaannya kepada pihak Gedung Agung pada tanggal 25 September 1995. Kemudian direnovasi dan selesai 1998. Gedung ini juga difungsikan sebagai Musium Istana Kepresidenan Yogyakarta yang menyimpan berbagai koleksi seni dan cinderamata dari tamu negara yang berkunjung. Juga koleksi lukisan pelukis Indonesia jaman dulu, lukisan para tokoh pernah menjabat sebagai presiden Indonesia mulai presiden Soekarno hingga SBY.

#. Wisma Negara

Terdapat wisma negara juga wisma lain seperti wisma Indraphrasta, wisma Sawojajar, wisma Bumiratewu, dan wisma Saptapratala. Pembangunannya dimulai pada bulan Oktober 1980, merupakan bangunan baru di lingkungan Istana Kepresidenan Yogyakarta. Maksud dibangunnya gedung ini adalah untuk penginapan rombongan Tamu negara yang berkunjung dan bermalam di Istana Yogyakarta.

#. Monumen Batu Adesit

Monumen batu adesit disebut “Dagoba” terletak dilapangan rumput tepat di depan serambi depan istana, tingginya 3,5 meter berasal dari Desa Cupuwatu di daerah prambanan. Monumen ini melambangkan kerukunan beragama yang diwujudkan dalam bentul “Lingga” sebagai lambang Hindu Siwa dan “Stupa” sebagai lambang Budha. Di samping itu dalam kompleks istana ini terdapat 62 arca Budha, Siwa dan lain-lain yang tersebar di sudut-sudut halaman.

#. Taman Anggrek

Di Taman gedung ini terdapat taman anggrek. Taman ini merupakan gagasan mantan ibu Negara Ani Yudhoyono. Ada beberapa bunga anggrek yang sampai saat ini terawat dan memberikan kesan asri. (EP)

Bandung Sabet Penghargaan Pariwisata Terbaik

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) menerima penghargaan Indonesia Attractivness Award (IAA) 2018 dari Tempo Media Grup mengandeng Frontier Consulting Grup. Penghargaan ini diberikan sebagai pemenang Gold kategori pariwisata.

Ini merupakan kali kedua Kota bandung menerima penghargaan yang sama. Sebelumnya pada 2017, Kota Bandung juga meraih penghargaan kota terbaik untuk kategori pariwisata. Penghargaan tersebut melengkapi 348 penghargaan yang telah diraih selama kurun waktu tahun 2013-2018.

Sebelum memberikan penghargaan, penyelenggara meriset dengan melibatkan investor dan publik. Riset tersebut untuk memperoleh data mengenai daya tarik di sektor investasi, infrastruktur, layanan publik, dan pariwisata. Riset ini juga dilakukan kepada 48 nominator tingkat Kabupten, kota dan Provinsi di seluruh Indonesia.

Terpilihnya Kota Bandung sebagai pemenang menunjukan adanya potensi besar Kota Kandung untuk menarik minat para investor berbagai industri dan pelaku bisnis.

Plt. Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan, penghargaan tersebut menjadi spirit bagi Pemerintah Kota Bandung untuk terus membangun pariwisata. Penghargaan tersebut juga menjadi semangat agar pariwisata Kota Bandung menjadi lebih baik.

Kota Bandung memang tidak memeiliki gunung atau lautan. Namun Kota Bandung memiliki infrastruktut yang dapat menunjang pariwisata. Taman-taman, trotoar, dan teras-teras mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke Kota Bandung. “Pembangunan infrastruktur juga bagian dari strategi agar wisatawan datang dan betah ke Kota Bandung,” ungkap Oded.

Selain itu, Pemkot Bandung juga mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan sektor-sektor yang berkaitan dengan pariwisata. “Seperti kuliner. Di Kota Bandung Cuma hanya ada dua macam kuliner. Enak dan sangat enak,” tutur Oded. (EP)

Movenpick Resort Jimbaran Raih Balis Leading Family Resort 2018

this formate

JIMBARAN, bisniswisata.co.id: Movenpick Resort & Spa Jimbaran Bali meraih predikat terbaik dalam kategori Bali Leading Family Resort pada World Travel Awards Asia & Australasia 2018. Penghargaan secara global ini, sebagai tanda keunggulan Movenpick Resort & Spa Jimbarandi industri perhotelan.

Resor bergaya keluarga berlokasi hanya lima menit dari pantai Jimbaran, mendapatkan penghargaan cemerlang di acara Gala Award yang diadakan 3 September 2018 di Hongkong. Mövenpick Resort & Spa Jimbaran mengalahkan 11 resor di Bali lainnya pada ajang perhargaan unggulan ini, termasuk banyak nama-nama bergengsi teratas lainnya.

Penghargaan ini diberikan kepada Horst Walther-Jones, General Manager Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali dan Soegi Nagaria, Director PT Summarecon Agung Tbk selaku pemilik resor. “Ini adalah penghargaan terbaik sebagai Balis Leading Family Resort di World Travel Awards 2018,” lontar Walther-Jones dalam keterangan tertulis, Ahad (16/09/2018).

Dilanjutkan, Pulau yang sangat indah ini adalah salah satu dari destinasi yang paling kompetitif untuk hotel dan resor dari banyak properti yang unggul melayani keluarga. Terpilih sebagai yang terbaik di Bali adalah prestasi yang luar biasa. “Saya ingin mendedikasikan penghargaan ini pada semua tim yang telah bekerja tanpa lelah setiap hari untuk memberikan pengalaman terbaik kepada tamu kami,” ungkapnya.

Soegi Nagaria menambahkan saat mendesain resor bintang lima sangat indah ini, ingin menjadi destinasi utama keluarga yang terbaik, serta menampilkan kultur Bali juga pada dunia. Para tamu menyukai kamar yang luas dan modern, juga menyukai tempat tidurnya yang nyaman· Dari kamar bisa melihat pemandangan serta ada minibar

“Kami sangat gembira telah memenangkan penghargaan ini. Sebagai bukti kita sukses membuat resor luar biasa dimana perbedaan generasi bisa datang bersama dan mendapatkan pengalaman terbaik di Bali, baik dalam hal akomodasi, aktifitas, makanan dan warisan budaya,” sambungnya.

Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali adalah destinasi yang ideal bagi para keluarga dengan memiliki fitur berbagai kolam renang seperti pantai buatan, tempat tidur gantung dan kolam renang anak dengan perosotan air, ditambah dengan Meera Kids Club bertema bajak laut dengan fitur ruang bermain dalam ruangan dengan trampolin dan kolam bola. Sementara para orang tua dapat bersantai di Arkipela Spa & Wellness.

Keluarga bisa juga menginap dan bermain bersama; beragam macam kamar keluarga yang luas dengan fitur kamar mandi terpisah antara orang tua dan anak, juga program unik disajikan untuk membahagiakan para keluarga termasuk kelas memasak masakan Bali, kelas tarian lokal, membuat perhiasan dan lainnya. Tidak terlupakan Anarasa Restaurant yang menyajikan area makan khusus untuk anak-anak.

Tahun 2018 World Travel Awards merayakan perayaan ulang tahunnya yang ke 25 dan program tahunan yang sudah melegenda sebagai ajang yang paling bergengsi dan terlengkap di industri sektor perjalanan, pariwisata dan keramahtamahan sektor global. Acara penghargaan Gala mewah di Hongkong ini telah dihadiri oleh para pemimpin utama dan pemberi keputusan industri, termasuk para media.

Pemenang di World Travel Awards Asia & Australasia 2018 telah dipilih berdasarkan dari pemungutan suara yang telah diverifikasi oleh para pelaku professional pada periode 1 April sampai 31 Juli 2018. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Hilda Ansariah  Sabri 

Penglipuran Untuk Dunia

this formate

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

BANGLI, BALI: Kembali ke Desa Penglipuran membuat saya jadi terharu. Sebelum turun bis bersama peserta Media Famtrip Kementerian Pariwisata 6 September 2018 lalu, selintas terlihat gerbang desa nampak lebih tertata dan kebersihannya terjaga.

Padahal pada liburan Juli lalu yang saya baca dari media bahwa data pengelola Desa Wisata Pengelipuran, jumlah wisatawan yang datang ke tempat ini mencapai 3.608 pengunjung dalam dua hari  dan lebih dari 90 persen adalah wisatawan lokal karena bertepatan libur Lebaran.

Ada pelonjakan pengunjung yang tinggi sejak saya menapakkan kaki pertama kali ke desa yang dikenal sebagai desa terbersih di dunia dengan lingkungan asri dan sarat dengan bangunan-bangunan tradisional.

Rasa haru makin kental saat rombongan langsung diarahkan masuk ke Balai Desa, beberapa meter setelah pintu masuk desa adat ini.  Soalnya kenangan jadi menyeruak dalam ingatan saat bulan Juli 2014 saya menjadi Juri Nasional Desa Wisata mewakili unsur media yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata RI.

Selain memberikan penilaian saya juga di dapuk oleh Titien Soekarya, Ketua Tim Juri Desa Wisata Tingkat Nasional untuk memberikan pengarahan bagi kalangan pemuda anggota kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis) yang hadir di Balai Desa.

Saya langsung membahas keunggulan desa yang memiliki 37 Ha hutan bambu dan lokasinya yang  terletak di kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli, karena berada pada jalur wisata Kintamani.

Maksud saya, potensi Penglipuran yang berasal dari kata “Pengeling Pura” = tempat suci untuk mengenang para leluhur ini untuk menjadi destinasi wisata unggulan sangat besar apalagi lokasi masih berada di jalur wisata.

Soalnya saat penjurian di Balai Desa itu terlihat ornamen dan interior bambu menghiasi ruangan dan ada display hasil kerajinan bambu yang dibuat masyarakat desa.

Namun ukurannya masih besar-besar seperti kandang ayam, kerajinan anyaman bambu untuk perlengkapan dapur dan besek, anyaman bambu bertutup yang bentuknya segi empat dan dihiasi lukisan motif Bali.

Padahal pemuda setempat bisa menciptakan bentuk suvenir lain dari bambu dengan ukuran kecil seperti boneka bambu yang unik dari Jepang, pembatas buku berhiaskan tulisan aksara Bali kuno dan produk mungil lainnya yang bisa dibawa pulang wisatawan dengan mudah.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Juri Titien Soekarya juga mengingatkan agar warga desa yang masyarakatnya masih menjunjung tinggi dan memegang teguh adat dan budaya Bali juga mengutamakan untuk menjaga kebersihan.

Dua tahun setelah meraih predikat Desa Wisata Terbaik ke dua Tingkat Nasional pada 2014 itu,  Desa Penglipuran menjadi satu dari tiga desa yang dinobatkan menjadi desa terbersih di dunia bersanding dengan Desa Giethoorn di Belanda dan Desa Mawlynnong di India pada 2016. Prestasi yang Wow tentunya.

Motor dan mobil memang dilarang masuk ke dalam wilayah desa sehingga Penglipuran bebas dari asap knalpot dan kebersihannya terjaga. Ada sekitar 200 rumah bergaya tradisional di Desa Penglipuran yang berderet rapi di jalanan menanjak, dimana  12 ha dintaranya adalah pemukiman penduduk.

Suasana Desa Penglipuran ( foto: Sendy Aditya Saputra/Kemenpar)

Lebih dari 40% wilayah adalah hutan bambu sekaligus pelindung desa.

Gelak tawa teman-teman peserta Media Famtrip menikmati makan siang dengan menu khas Bali membuyarkan kenangan saat pertama berkunjung ke Desa Penglipuran empat tahun lalu. Saya langsung menikmati kue kelepon namun terbuat dari ketan hitam bukan berwarna hijau seperti di Pulau Jawa.

Selain menu makan siang dan jajan pasar, kami juga mencicipi minuman khasnya. Penduduk desa Penglipuran Bali memiliki minuman khas yang disebut loloh cemceman. Minuman ini memiliki rasa seperti air tape dan memiliki warna hijau karena bahan dasarnya adalah perasan dari daun cemceman.

Usai makan saya buru-buru mencari tempat untuk sholat dan akhirnya mendapatkan tempat di halaman homestay bantuan sebuah bank. Tidak ada tempat khusus untuk sholat padahal Jumlah pengunjung yang terus berdatangan menggunakan Toyota HiAce siang itu banyak dari kalangan Muslim juga.

Untungnya lalu lalang tamu tidak mengganggu ibadah saya karena terhalang dinding pembatas dengan jalan desa. Sebaiknya setelah menjadi desa wisata, pengelola bisa menyiapkan ruang sholat bagi pengunjung yang beragama Islam sehingga bisa sholat tepat waktu meski kali ini jumlah wisatawan mancanegara yang banyak berkunjung.

Jalan utama desa menurun memanjang, dari pura desa yang ada di titik tertinggi sampai ke bagian bawah desa. Setiap pekarangan memiliki pepohonan yang menambah asri suasana.Begitu bersih, tenang, adem, dan asri. Penglipuran adalah desa yang menenangkan jiwa dan jauh dari gemerlap sisi dunia lain.

Memasuki area perumahan dengan berjalan kaki, kami disuguhi dengan pemandangan perkampungan yang benar-benar memukau. Belum lagi dengan kebersihannya yang terjaga. Tidak ada sampah berserakan terlihat di perkampungan.

Di beberapa pekarangan rumah ada warung, café, dan bahkan ada yang menjadikan rumahnya homestay untuk wisatawan. Warga tidak diperbolehkan berjualan di luar pekarangan. Oleh karena itu warung-warung ada di dalam pekarangan. Baik berdagang kelontongan maupun suvenir atau oleh-oleh.

Seorang wanita desa  berdiri di depan pintu gerbang rumahnya dan langsung menjadi obyek bidikan teman-teman fotographer dan wisatawan yang tengah melintas di jalan desa. Lebar pintu gerbang hanya muat untuk satu orang dewasa. Di masyarakat Bali pintu jenis ini di sebut angkul-angkul.

Sentral pemukiman penduduk luasnya 9 hektar, dikavling menjadi 76 pekarangan rumah. Disini ada 240 KK. Desa dikelilingi hutan bambu seluas 45 hektar, jadi 40% lebih wilayah adalah hutan bambu yang  merupakan pelilndung desa.

Menebang pohon bambu di desa ini tidak boleh sembarangan tanpa ijin dari tokoh masyarakat setempat. Sisa 55 hektar untuk tegalan atau ladang dan fasilitas umum luasnya 3 hektar. Tidak hanya bentuk rumah yang sama, pembagian dari masing-masing tata ruang rumah juga sama, seperti kamar tidur dan dapur. Cat tembok menggunakan cat berbahan dasar dari tanah liat.

Selain memiliki budaya menghormati alam, penduduk desa Penglipuran Bangli juga memiliki budaya dan tradisi untuk menghormati wanita. Hal ini dengan adanya aturan desa yang melarang pria untuk melakukan poligami.

Jika ketahuan melakukan poligami maka akan mendapatkan hukuman dikucilkan dari desa. Tepatnya adalah diasingkan ke Karang Memadu, yaitu kawasan yang hanya difungsikan sebagai tempat tinggal pelaku poligami.

Desa Adat penglipuran melarang poligami, dengan alasan pemberdayaan perempuan. Jika ada yang melanggar aturan ini, maka akan dikucilkan dan dipaksa tinggal di kawasan Karang Memadu itu sebagai hukuman.

Begitu pula adanya budaya hukuman untuk pencurian. Bagi yang ketahuan mencuri, akan dihukum untuk memberikan sesajen lima ekor ayam dengan warna bulu ayam yang berbeda di 4 pura leluhur mereka.Dengan cara ini, semua penduduk desa akan mengetahui siapa yang mencuri, tentunya akan membuat efek jera karena malu.

Zona yang terakhir atau yang ketiga disebut setra atau kuburan. Walaupun penduduk desa Penglipuran Bali memeluk agama Hindu tapi penduduk desa Penglipuran Bangli tidak mengenal upacara pembakaran mayat, jadi mayat langsung dikubur.

Berkunjung ke Desa Penglipuran pengunjung sangat bergantung pada keterangan tour guide dan berjalan berkelompok. Padahal sejak pintu masuk pengelola desa dapat membuat selebaran berisi beragam informasi tentang desa terutama aturan desa adat yang masih dipegang teguh dan bisa menjadi pegangan hidup bagi pengunjung yang datang dari penjuru dunia.

Bali sebagai destinasi wisata utama di Republik ini beruntung memiliki Desa Penglipuran karena wisatawan bisa menyaksikan bagaimana cara penduduk bersosialisasi, melakukan ibadah, hingga mengadakan festival budaya yang tentunya tidak berlangsung setiap hari.

Tidak berlebihan jika saya mengatakan bahwa penduduk dunia membutuhkan Penglipuran. Bukan warga Penglipuran yang membutuhkan wisatawan tapi justru Penglipuran untuk dunia dan mampu mengingatkan seluruh umat dari beragam ras dan agama bahwa kebahagian lahir dan batin mutlak ada dalam diri.

Oleh karena itu pola paket wisata yang ditawarkan bukan sekedar keluar masuk mondar mandir di jalan desa, foto-foto memakai kostum desa atau sekedar seeing is believing.

Perlu ada paket-paket yang mengajarkan pengunjung baik wisman atau wisatawan nusantara untuk tinggal dan menjalani kehidupan sebagai warga desa sesungguhnya dengan mata batin yang mampu mengingatkannya pada sang pencipta, yakni Allah SWT.

 

 

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Astrotourism, Wisata Lihat Bintang di Langit Kian Melijit

this formate

ARIZONA, bisniswisata.co.id: Wisatawan menyaksikan matahari terbit maupun terbenam, di puncak gunung kini sudah dianggap hal biasa. Namun kini ada destinasi baru mencari bintang dilangit pada malam adalah ritual liburan baru yang diminati wisatawan, bahkan kian melijit kunjungan wisatawannya.

Dalam lima tahun terakhir, menurut para ahli, istilah astrotourism telah berevolusi untuk menggambarkan perjalanan yang lebih disengaja ke tempat-tempat dengan langit gelap dan bintang yang lebih terlihat. Astrotourism adalah segala jenis pariwisata yang melibatkan langit malam.

“Bahkan fasilitas kunjungan berhubungan dengan astronomi seperti observatorium, dan menggabungkan dengan ekowisata dimana interaksi dengan alam pengalaman pengunjung,” kata John Barentine, direktur publik kebijakan di International Dark-Sky Association, organisasi nirlaba di Tucson, Arizona, ditujukan memerangi polusi cahaya dan memastikan langit gelap melindungi tempat bintang dan planet bersinar terang.

Seperti dilansir dari laman Channel News Asia, Ahad (16/9/2018), dalam 30 tahun sejarahnya, asosiasi ini menetapkan lebih dari 60 International Dark Sky Parks di kawasan lindung, seperti Taman Nasional Grand Canyon. Cagar Langit Gelap Internasional melindungi lahan seperti hutan nasional dan wilayah penyangga untuk mengurangi emisi cahaya. Keempat Cagar Langit Langit Internasional cenderung berada di daerah terpencil. Misalnya di Kepulauan Pitcairn di Pasifik.

Maret 2018, perpustakaan umum di Rancho Mirage, California, membuka sebuah observatorium dengan kubah sepanjang 23,5 kaki serta teras seluas 2.000 kaki persegi. Juni 2018, Viking Ocean Cruises meluncurkan kapal barunya, Viking Orion, yang menampilkan planetarium dan astronom yang menawarkan ceramah, menuntun bintang langit dan tur malam dalam ruangan.

National Park Service pun mengadaptasi slogannya “temukan taman Anda” menjadi “temukan taman Anda setelah gelap” untuk meningkatkan kesadaran akan program langit malamnya. Program meliputi pesta bintang, festival, ceramah interpretatif, dan program penjelajah malam anak-anak.

Keinginan melihat matahari tahun 2017 memnyebabkan kemacetan sepanjang jalur arah Texas ke Maine. Kesibukan serupa ketika gerhana Maerika Utara terjadi di 8 April 2024. Namun pengunjung Amerika Selatan tidak akan menunggu selama itu, karena di Juli 2019 akan terjadi gerhana di sepanjang Cile dan Argentina.

“Gerhana musim panas lalu membangkitkan begitu banyak kesadaran. Orang-orang benar-benar terpana melihat itu,” kata Samuel Singer, pemilik Wyoming Stargazing yang memandu pandangan bintang publik dan pribadi di Jackson Hole dan Taman Nasional Grand Teton.

Didirikan pada tahun 2014, perusahaan telah berkembang dari satu teleskop bertenaga tinggi menjadi 10 untuk memenuhi permintaan. Di setiap budaya ada mitos tentang bintang dan cerita di sana, tambahnya. “Orang-orang selalu mencari jawaban.”

Banyak tempat melihat bintang terbaik di Amerika Utara terletak di dekat resor gunung populer, tujuan ski dan taman nasional dan negara bagian, menambahkan keajaiban kosmik untuk perjalanan ke sana. Bersama dengan acara dan festival bintang, mereka memperluas galaksi astrotourism atau turisme astronomi

#. Taman dan atraksi

Desember, Central Idaho Dark Sky Reserve menjadi Cagar Langit Gelap Internasional pertama di Amerika Serikat, yang mencakup 1.400 mil persegi di pusat Idaho di Pegunungan Sawtooth, dari Ketchum di Sun Valley hingga Stanley. Asosiasi Gelap-Langit Internasional menyebut Idaho salah satu kolam terakhir dari kegelapan malam hari yang tersisa di Amerika Serikat.

Musim panas ini, National Geographic dan Au Diable Vert Mountain Station, Dark Sky Preserve di Glen Sutton, Quebec, dekat perbatasan AS, membuka Observ-Etoiless, planetarium augmented reality udara terbuka pertama. Teater, dengan 184 kursi memberikan pengunjung AR headset menampilkan overlay digital ilustrasi abad ke-17 yang sejajar dengan bintang-bintang dan planet-planet di atas kepala.

Walkway Over the Hudson, antara Poughkeepsie dan Lloyd di kedua sisi Sungai Hudson di negara bagian New York, telah menambahkan Starwalk musim panas ini. Kegiatan ini menyebarkan para ilmuwan dan guru di sepanjang rentang untuk berbicara tentang tema-tema khusus, menawarkan malam hari kiat fotografi dan teleskop secara gratis.

#. Festival

Berkumpulnya banyak bintang, mulai dari pesta bintang di taman negara hingga safari bintang minggu di Australia. Majalah AmSky.com membuat daftar pertemuan kosmik global.

Provinsi Alberta, Kanada, adalah rumah bagi enam Dark Sky Preserves. Salah satu yang terbesar di dunia, Jasper Dark Sky Preserve seluas 4.200 kaki persegi di Canadian Rockies, menawarkan jamuan bintang dan Northern Lights jam September hingga Mei, termasuk musim ski. Dari 12 hingga 21 Oktober, Jasper Dark Sky Festival akan menampilkan astronot dan saudara-saudara Scott Kelly dan Mark Kelly sebagai pembicara, di samping sesi tentang fotografi malam, wisata teleskop dan astronomi.

Bagi mereka yang ingin mengambil foto yang lebih baik dari langit malam, Konferensi Astrophotografi tahunan keempat di Adirondack Public Observatory di Tupper Lake, New York, 11 sampai 14 Oktober, akan fokus pada lokakarya fotografi langit gelap.

Ketika kawasan ini mengeksplorasi sertifikasi langit-gelap, Manning Park Resort di Manning Provincial Park, British Columbia timur akan mengadakan Akhir Pekan Astronomi yang pertama, 12-14 Oktober, yang menampilkan para astronom, sesi untuk anak-anak dan lebih banyak lagi pembicaraan ilmiah.

#. Resor

Resor seperti Hyatt Regency Maui Resort dan Spa di Hawaii, dengan tiga teleskop bertenaga tinggi di atapnya yang mampu menemukan 80 rasi bintang, dan Primland di Blue Ridge Mountains di Virginia, rumah bagi observatoriumnya sendiri, telah menetapkan bar tinggi untuk astronomi kasual.

Di Meksiko, Four Seasons Punta Mita, baru-baru ini mulai menawarkan bintang penglihatan gratis di driving range-nya. Pemandu menggunakan laser untuk menunjukkan bintang dan rasi bintang di atasnya. Tur mengamati langit pribadi dapat dilakukan di pantai.

Para tamu di Westin Grand Cayman Seven Mile Beach Resort & Spa di Karibia dapat memesan cabana pantai di tepi pantai pada malam hari untuk melihat bintang sambil ditemani api unggun. Di Sedona, Arizona, L’Auberge de Sedona Resort & Spa telah menambahkan “mandi bintang” gratis dalam fasilitasnya. (EP)

Potensi Pariwisata Kabupaten Kupang Terbentur Infrastruktur

this formate

KUPANG, bisniswisata.co.id: Potensi pariwisata di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sangat luar biasa. Sayangnya terbentur infrastruktur jalan yang kurang memadai sehingga wisatawan tidak dapat menjangkau akses destinasi wisata.

“Kondisi jalan umum menuju kawasan wisata di Kabupaten Kupang pada umumnya memperihatinkan sehingga kunjung wisatawan sangat terbatas. Akses jalan menuju lokasi wisata belum memadai,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kupang, Charles Amekan memalui Kepala Bidang Pengelolaan Pariwisata Daerah, Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang, Sius Kopong di Kupang, Ahad (16/9/2018).

Infrastruktur jalan yang belum memadai itu, sambung dia. berdampak pada sepinya kunjungan wisatawan. Meski demikian, pihaknya terus berjuang dengan melakukan koordinasi dengan instansi terkait, agar ikut mendukung pariwisata melalui pembangunan infrastrutur jalan yang memadai menuju lokasi wisata.

Menurutnya, wisatawan yang berkunjung umumnya hanya mengincar lokasi wisata, yang sudah memiliki akses jalan yang baik seperti Pantai Manikin, Kolam Renang Baumata, Pegunungan Fatuleu serta Taman Wisata Alam Camplong, Pantai Tablolong dan Air Terjung Oenesu.

“Namun masih banyak lokasi wisata yang menarik di Kabupaten Kupang, namun karena akses jalan belum memadai sehingga belum dilirik para wisatawan,” tegas Sius seperti diunduh laman Antara.

Selain terkendala infrastruktur banyak potensi wisata di kabupaten Kupang, yang berbatasan dengan Oecusse, Timor Leste itu berada dalam kawasan hutan, sehingga menyulitkan pemerintah melakukan penataan terhadap fasilitas dalam kawasan wisata.

“Kami kesulitan melakukan penataan terhadap infrastruktur yang terdalam dalam kawasan obyek wisata karena sebagian besar obyek wisata di Kabupaten Kupang berada dalam kawasan hutan lindung. Perlu izin pengelolaan dari pemerintah pusat,” tegas Sius.

Bahkan, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dimiliki Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kupang menjadi salah satu kendala yang ikut berkontribusi belum berkembangnya pembangunan sektor pariwisata daerah itu.

Kabupaten Kupang NTT memiliki sederet obyek wisata yang menarik, diantaranya:

#. Gunung Fatuleu

Fatuleu merupakan perbukitan batu terletak di Desa Nunsaen, Kecamatan Fatuleu Tengah. Selain menjadi objek wisata, Gunung Batu ini juga menyimpan aura magis. Gunung Batu Fatuleu dalam bahasa lokal berarti Gunung Batu Keramat. Fatu Leu juga menurut warga setempat sebagai tempat berdoa Suan (pemilik alam) terdiri tiga gunung batu, yakni Tuik Neno (suan punya-batu Tuhan untuk doa) merupakan puncak Gunung Batu Fatuleu, Askauana (anak dari alam), dan Nua Leu Asu Oko (raja alam).

#. Wisata Hutan Camplong

Hutan ini dipinggiran jalan menuju Kota Soe, atau 46 kilometer dari kota Kupang. Hutan wisata dengan pemandian alamnya yang indah dan sejuk, karena terletak di kaki Gunung Fatuleu. Obyek wisata ini banyak didiami jenis satwa yang dilindungi. Juga ada sumber daya alam, seperti sumber mata air, kolam renang alami, aneka jenis flora seperti kayu merah, pinus, lontar, eucalyptus, dan beragam jenis fauna seperti kera, ayam hutan, tupai, kuskus, dan burung (nuri, kakaktua, merpati, puyuh, bangau, elang, tekukur, beo).

#. Air Terjun Tesbatan

Air Terjun ini berada di Kecamatan Amarasi. Berjarak kurang lebih 54 km dari kota Kabupaten dapat dijangkau dengan tarnsportasi umum dan pribadi. Air Terjun Tesbatan dengan spesifikasi daya tariknya yang mempunyai 5 tingkat yang lokasinya diantara Desa Tesbatan yang berfungsi melindungi hutan-hutan di Desa Tesbatan. Memiliki panorama yang asli dan indah serta berhawa dingin.

#. Kolam Renang Baumata

Kolam Renang ini terletak 16 Km dari Kota Kupang atau 6 Km Arah Timur dari Bandara El Tari kupang, yang merupakan salah satu tempat rekreasi cukup dikenal dan ramai dikunjungi orang. Sebagai tempat rekreasi, selain terdapat Hutan Alam yang merupakan obyek wisata alam (Eco Tourist), Baumata terkenal juga dengan sumber mata air alamiah yang bersih dan segar.

#. Pantai Alamanda

Pantai Alamanda, sebuah objek wisata bahari yang seolah menyihir mata terletak di Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Pantai ini sedikit asing di telinga Anda. Sebab, sebelumnya, warga setempat menyebut destinasi wisata ini Pantai Batulesa.
Berbeda dengan pantai umumnya, sepanjang bibir pantai, terdapat hamparan pasir halus kecoklatan. Jika sepintas dilihat, lokasi destinasi wisata baru ini seperti gurun pasir.

#. Bendungan Raknamo

Bendungan di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto Kabupaten Kupang, NTT kini menjadi alternatif wisata bagi warga Kupang. Bendungan senilai Rp 720 miliar dibangun dengan arsitektur ciri khas Kupang, NTT. Di sekitar bendungan juga dibangun taman sehingga bisa menjadi destinasi wisata keluarga. Pengunjung bisa menikmati lanskap pemandangan bendungan dengan latar perbukitan di Raknamo. Akses jalan menuju bendungan ini juga mudah dan sudah bagus.

#. Air Terjun Oenesu

Obyek wisata air terjun ini sangat sejuk dan menyegarkan. Dihiasi banyak pepohonan rimbun ditambah Aliran debit air terjun ini cukup deras dengan warna airnya hijau agak kebiru-biruan namun tidak terlalu jernih dan tidak pula keruh. Dengan lokasinya yang cukup mudah dijangkau dari pusat kota, air terjun ini tepat dijadikan sebagai alternatif wisata warga Kupang untuk bersantai dan bercengkerama sambil menikmati sejuknya buih-buih air terjun yang berhembus bersamaan dengan angin.

#. Pantai Batu Burung

Pantai ini terletak di Desa Oebali, Kecamatan Nekamese. Pantai ini diberi nama Batu Burung karena banyaknya batu dan burung camar bertengger di atas batu-batu yang berada di pinggir pantai. Kadang batunya tidak kelihatan karena banyak sekali burung camar yang bertengger di batu. Pantai ini dalam deretan pantai selatan terkenal ombak cukup keras. Sebagian besar bibir pantai banyak terdapat batu-batu dengan berbagai ukuran kecil, sedang sampai besar. Bebatuan ini sering dijadikan sebagai objek foto. Untuk bagian yang berpasir cokelat kehitaman sering digunakan sebagai tempat bermain dan mandi. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Ulos, Bukan Cuma Simpan Tradisi Batak yang Sarat Makna

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ulos, salah satu busana khas juga kebanggan Indonesia. Ulos secara turun temurun dikembangkan masyarakat Batak, Sumatera utara. Ulos, bukan hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna. Namun juga disebut sebagai representasi dari semesta alam. Di masa lampau, perempuan-perempuan Batak bangga menenun, memakai, dan mewariskannya kepada keluarga sebagai suatu pusaka.

Dari bahasa asalnya, ulos berarti kain. Cara membuat ulos serupa dengan cara membuat songket, yaitu menggunakan alat tenun bukan mesin. Warna dominan ulos adalah merah, hitam, dan putih dihiasi ragam tenunan dari benang emas atau perak. Dominasi warna dinilai punya daya pikat. Warna merah melambangkan keberanian, putih melambangkan kesucian, hitam melambangkan kekuatan.

Ulos merupakan salah satu peradaban tertua di Asia. Usianya diperkirakan sudah 4.000 tahun. Ulos bahkan disebut-sebut telah ada jauh sebelum bangsa Eropa mengenal tekstil. Ulos juga disebut sebagai representasi dari semesta alam. Pada masa lampau, perempuan-perempuan Batak bangga menenun, memakai, dan mewariskannya kepada keluarga sebagai suatu pusaka.

Mulanya ulos dikenakan di dalam bentuk selendang atau sarung saja, kerap digunakan pada perhelatan resmi atau upacara adat Batak, atau keagamaan. Namun kini banyak memberi inspirasi para desainer untuk menciptakan busana berbahas Ulos dan sudah melalang dunia dalam berbagai event fashion show.

Bahkan, ulos mengalami inovasi baru karena banyak dijumpai dalam bentuk produk souvenir, sarung bantal, ikat pinggang, tas, pakaian, alas meja, dasi, dompet, hingga gorden. Sebuah inovasi yang mengikuti permintaan pasar, namun tak lepas dalam memegang teguh pakem ulosnya.

Ulos juga kadang-kadang diberikan kepada sang ibu yang sedang mengandung, supaya mempermudah lahirnya sang bayi ke dunia dan untuk melindungi ibu dari segala mara bahaya yang mengancam saat proses persalinan.

Disisi lain, ulos tidak mudah lekang dengan panas, tidak lapuk dari hujan. Keistimewaan lainnya, ditemukan fakta ulos salah satu peradaban tertua di Asia. Sayangnya, sebagian besar ulos punah karena tidak diproduksi lagi, seperti Ulos Raja, Ulos Ragi Botik, Ulos Gobar, Ulos Saput (ulos yang digunakan sebagai pembungkus jenazah), dan Ulos Sibolang.

Dan dari sekian Ulos yang punah, masih ada Ulos Hangoluan & Tondi. Hangoluan berarti Kehidupan dan Tondi berarti Jiwa. Hal ini menggambarkan kain Ulos merupakan gambaran kehidupan dan jiwa masyarakat Batak. Ulos ini koleksi pribadi milik Devi Pandjaitan bersama Kerri Na Basaria.

Ulos koleksi pribadi dipamerkan dan dipertontonkan kepada publik. “Tujuannya untuk melestarikan budaya, menanamkan rasa cinta terhadap kain tenun ulos kepada generasi muda. Juga memperkenalkan Ulos kepada masyarakat luas dan mendorong masyarakat untuk menggunakan kain bermotif Ulos dalam berbagai acara, seperti layaknya batik,” papar Devi Pandjaitan, dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/9/2018).

Pameran ulos digelar di Museum Tekstil Jakarta pada 20 September hingga 7 Oktober 2018. Tema diusung adalah Ulos, Hangoluan & Tondi. Dalam pameran ini berkolaborasi dengan desain interior Mita Lukardi. Pameran menyajikan kain-kain ulos lengkap dengan instalasi dekor menceritakan secara detil mengenai tahapan kehidupan. “Salah satu instalasi modern adalah motif Ulos tertuang dianyaman rotan sepanjang 25 meter,” kata Devi.

Memang ulos bukan hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna, namun juga prestise dari modernisasi proses akulturasi. Tidak hanya Indonesia, sejumlah museum dan universitas di Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda ikut mengkaji ulos karena dianggap unik, menarik, artistik dan sangat tua.

Bahkan, saat IMF Meeting di Washington DC beberapa waktu lalu, ulos harungguan dipakai para pemimpin keuangan dari berbagai negara yang hadir. Sehingga menjadi kebanggaan tersendiri. Karya tangan-tangan terampil para penenun, bisa terekspos di perhelatan penting keuangan dunia.

Karena itu, Pameran ulos di Museum Tekstil ini, memiliki nilai strategis malah sangat penting karena akan mengetahui perjalanan panjang sejarah pertenunan ulos yang sudah berusia puluhan tahun. Apalagi, pameran juga menampilkan koleksi yang sudah berumur puluhan tahun. Tertarik? (redaksibisniswisata@gmail.com)

Zaskia Gotik Berguru Jaipong

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pedangdut Zaskia Gotik menjajal kemampuannya di bidang akting. Pelantun Bang Jono memulai debut perdananya di layar lebar. Bersama Ayu Ting Ting dan Dewi Perssik beradu akting dalam Film “Arwah”. Pemilik goyang itik ini, selain berekpresi sebagai sosok lain di depan kamera, Zaskia harus menambah bekal untuk peran barunya. Menari Jaipong

“Eike jadi penari Jaipong. Geol sana, geol sini. Memang film arwah itu berkaitan dengan Jaipongan. Ternyata asyik juga menari itu, ya,” tuturnya genit kepada wartawan yang mewawancarainya.

Diceritakan Arwah disini sebenarnya trilogi, aku, Ayu dan Dewi Perssik. Aku arwahnya, Ayu Ting Ting nyai, Dewi Perssik tumbal. Jadi filmnya sangat nyambung, yang pertama keluar itu adalah film arwah filmnya aku.

“Disini aku berperan dengan nama asli aku, Surkiyani, dipanggilnya Yani. Aku berperan sebagai cucunya biang kerok. Kenapa biang kerok? Nenek aku dulunya sinden Jaipong yang paling terkenal dan paling cantik. Walaupun dia udah tua tapi dia masih terkenal masih sangat cantik dan masih sangat digemari. Karena apa? karena dia menumbalkan penari-penari jaipong termasuk mama aku sendiri yang ditumbalkan,” lontarnya.

Dia pun penasaran karena dilarang oleh sang nenek untuk mempelajari Jaipong. Namun diam-diam, ia mempelajari tarian ini. Sampai suatu saat, ia melakukan satu hal yang dilarang oleh gurunya. Dan hal ini, berakibat fatal kepada dirinya dan neneknya. “Ya pokoknya seru deh, sayang kalau ngak nonton,” sarannya.

Diakui, bermain film menjadi tantangan terberat. Pasalnya ini merupakan kali pertama bagi Zaskia berakting. Sehingga Zaskia mengatakan dirinya sempat kesulitan, terutama saat adegan ketakutan. Apalagi dirinya mengakui jika ia merupakan orang yang penakut.

“Ini pertama aku main film, langsung horor dan ini tantangan buat aku banget, karena memang basicly aku bernyanyi. Tiba-tiba aku ditantang untuk berakting dan langsung bermain di film horor. Ini suatu tantangan yang terbesar buat aku. Kesulitannya karena memang aku pertama akting, apalagi horor ya, jadi kesulitannya di akting rasa takut, terus nangis, terus eksperisnya harus takut banget yang basicly akunya emang penakut,” lanjut Zaskia.

Meski demikian, Zaskia Gotik bersyukur proses syuting dapat berjalan lancar. Namun diakui ada pengalaman terbaru yakni kini bisa menari Jaipong. Untuk tarian khas Parahyangan itu, Zaskia belajar pada Dewi Gita, penyanyi yang juga berlatar belakang seorang penari.

Dewi Gita juga mengapresiasi kemauan Zaskia Gotik untuk mempelajari Jaipong. “Luar biasa lah Zaskia Gotik mau Jaipong-an aja itu sangat plus. Udah jarang kan orang yang mau mempelajari,” kata dia.

Dewi Gita mengatakan bahwa Zaskia Gotik begitu bersemangat mempelajari tarian ini. “Semangat banget, sampai keinjek, [Zaskia Gotik] muter-muter,” kata Dewi Gita sambil tersenyum. (EP)